Artikel Ilmiah : E1A020063 a.n. INDAH KUSUMA WARDANI

Kembali Update Delete

NIME1A020063
NamamhsINDAH KUSUMA WARDANI
Judul ArtikelPELAKSANAAN DIVERSI PADA TAHAP PENYIDIKAN
(STUDI DI KEPOLISIAN RESOR KOTA CILACAP)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan diversi pada tahap penyidikan di Kepolisian Resor Kota Cilacap serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam penerapannya. Diversi merupakan mekanisme pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan formal ke jalur nonformal berdasarkan prinsip keadilan restoratif sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU No. 11 Tahun 2012). Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan spesifikasi deskriptif analitis, menggabungkan kajian normatif terhadap regulasi yang berlaku dan observasi langsung terhadap pelaksanaan diversi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan diversi di tahap penyidikan telah memenuhi ketentuan hukum yang berlaku, namun masih menghadapi berbagai kendala, antara lain kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya diversi, keterbatasan sumber daya manusia, dan minimnya fasilitas pendukung. Upaya yang dilakukan meliputi sosialisasi hukum, pelatihan untuk penyidik, serta penguatan koordinasi dengan lembaga pendukung seperti Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan pekerja sosial. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas penyidik, dan pemberdayaan masyarakat untuk mendukung efektivitas pelaksanaan diversi. Dengan demikian, penerapan diversi diharapkan dapat memberikan perlindungan hukum yang optimal bagi anak yang berhadapan dengan hukum sekaligus meminimalkan dampak negatif proses peradilan formal.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research aims to analyze the implementation of diversion at the investigation stage in the Cilacap City Police Department and identify the inhibiting factors in its application. Diversion is a mechanism for redirecting the resolution of juvenile cases from formal judicial processes to non-formal pathways based on restorative justice principles as regulated by Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System. This study employs an empirical juridical approach with a descriptive analytical specification, combining normative studies of applicable regulations with direct observations of diversion practices in the field. The results reveal that the implementation of diversion at the investigation stage complies with existing legal provisions but faces several challenges, including limited public awareness of the importance of diversion, insufficient human resources, and inadequate supporting facilities. Efforts to address these issues include legal education campaigns, training for investigators, and strengthening coordination with supporting institutions such as Correctional Centers (Bapas) and social workers. This study recommends enhancing the capacity of investigators, improving infrastructure, and empowering communities to support the effectiveness of diversion implementation. Thus, diversion is expected to provide optimal legal protection for children in conflict with the law while minimizing the negative impacts of formal judicial processes.
Kata kunciDiversi; Penyidikan; Anak; Keadilan Restoratif; Kepolisian Resor Kota Cilacap.
Pembimbing 1Dr. Setya Wahyudi, S.H., M.H.
Pembimbing 2Rani Hendriana, S.H., M.H.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman20
Tgl. Entri2025-02-10 09:42:20.249353
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.