Artikelilmiahs
Menampilkan 42.401-42.420 dari 48.839 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 42401 | 45765 | A1D020164 | Pengaruh Pemberian Pupuk NZEO-SRPlus dan Arang Sekam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) | Jagung manis (Zea mays Saccharata Sturt) merupakan tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Permintaan jagung manis terus mengalami peningkatan di Indonesia seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Produksi jagung manis di Indonesia masih belum bisa memenuhi permintaan pasar. Hal ini ditunjukkan dengan masih tingginya nilai impor jagung manis segar di Indonesia. Pemupukan merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas jagung manis. Tujuan dari pemupukan adalah untuk mengganti unsur hara yang hilang dan menambah persediaan unsur hara yang dibutuhkan tanaman agar pertumbuhan dan hasil tanaman meningkat. Pemberian bahan seperti arang sekam dan pupuk NZEO-SRPlus diharapkan dapat meningkatkan produksi tanaman jagung manis. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh pemberian dosis arang sekam dan pupuk NZEO-SRPlus terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini dilakukan di Desa Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, dan Laboratorium Agronomi danHortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman mulai bulan November sampai dengan Februari 2024. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah arang sekam dengan dosis 0 kg/ha, 500 kg/ha dan 1000 kg/ha, sedangkan faktor kedua adalah pupuk NZEO-SRPlus dengan dosis 0 kg/ha, 100 kg/ha, 200 kg/ha, dan 300 kg/ha. Data yang diperoleh dari penelitian di analisis ragam dan apabila menunjukkan adanya perbedaan nyata maka dilakukan uji lanjut menggunakan DMRT (Duncan’sMultiple Range Test) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian arang sekam berpengaruh nyata terhadap brangkasan kering dan panjang tongkol. Pemberian pupuk NZEO-SRPlus berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman jagung manis. Kombinasi antara pemberian arang sekam dan pupuk NZEO-SRPlus berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot tongkol, bobot brangkasan segar, dan bobot akar kering. | Sweet corn (Zea mays Saccharata Sturt.) is a horticultural crop that has high economic value. The demand for sweet corn continues to increase in Indonesia along with the increase in population. Sweet corn production in Indonesia still cannot meet market demand. This is shown by the still high value of fresh sweet corn imports in Indonesia. Fertilization is one way that can be done to increase the productivity of sweet corn. The purpose of fertilization is to replace lost nutrients and increase the supply of nutrients needed by plants so that plant growth and yield increase. The application of organic matter such as husk charcoal and NZEO-SRPlus fertilizer is expected to increase the production of sweet corn plants. The purpose of this study was to determine the effect of dosing husk charcoal and NZEO-SRPlus fertilizer on the growth and yield of sweet corn plants. This research was conducted in Karangwangkal Village, North Purwokerto District, Banyumas Regency, and the Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from November to February 2024. This research use RCBD which consists of 2 factors. The first factor is husk charcoal with doses of 0kg/ha, 500kg/ha, and 1000kg/ha, while the second factor is NZEO-SRPlus fertilizer with doses of 0kg/ha, 100kg/ha, 200kg/ha, and 300kg/ha. The data obtained from the study in variety analysis and if it shows a real difference, further tests are carried out using DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) at an error level of 5%. The results of the research obtained from this study, giving husk charcoal has a real effect on dry stash and cob length. The application of NZEO-SRPlus fertilizer has a significant effect on the growth and yield of sweet corn crop production. The combination of husk charcoal and NZEO-SRPlus fertilizer has no real effect on the number of leaves, cob length, cob diameter, cob weight, fresh stash weight, and dry root weight. | |
| 42402 | 45770 | F1D020068 | Quiet Encorachment Dan Politik Perparkiran Di Wilayah Perkotaan (Studi Kasus Pengelolaan Parkir Liar Di Wilayah Kebondalem Purwokerto) | Pengelolaan lahan parkir merupakan cerminan dari dinamika dan kompleksitas relasi antara berbagai aktor, mulai dari warga, organisasi masyarakat, pelaku usaha, dan otoritas pemerintah. Permasalahan utama yang muncul dalam riset ini adalah adanya ketidakseimbangan dalam distribusi kekuasaan antara actor yang terlibat dalam aktivitas perparkiran sehari-hari dan otoritas pemerintah yang bertanggung jawab atas regulasi formal. Kehadiran aktor-aktor informal seperti juru parkir liar dan preman setempat serta organisasi masyarakat menambah kompleksitas dalam pengelolaan ruang publik ini. Dalam terminology teori quiet encroachment, actor-aktor tersebut, sebagai kelompok-kelompok marginal di masyarakat secara perlahan dan diam-diam mengklaim ruang publik untuk bertahan hidup. Secara kolektif, actor-aktor di luar otoritas pemerintah memiliki dampak besar terhadap perubahan sosial dan struktur kekuasaan dalam pengelolaan parkir di Kebondalem. Kondisi, Lahan parker di Kebondalem telah menjadi sarana politik bagi actor-aktor di luar otoritas Negara dalam mengelola relasi kuasa serta melakukan gerakan quiet encroachment. | Parking lot management is a reflection of the dynamics and complexity of relations between various actors, starting from residents, community organizations, business actors and government authorities. The main problem that arises in this research is the imbalance in the distribution of power between actors involved in daily parking activities and government authorities who are responsible for formal regulations. The presence of informal actors such as illegal parking attendants and local thugs as well as community organizations adds complexity to the management of this public space. In the terminology of quiet encroachment theory, these actors, as marginal groups in society, slowly and quietly claim public space to survive. Collectively, actors outside government authority have a major impact on social change and the power structure in parking management in Kebondalem. Conditions: The parking lot in Kebondalem has become a political means for actors outside State authority to manage power relations and carry out quiet encroachment movements. | |
| 42403 | 45771 | L1C019012 | Analisis Kandungan Lemak Rumput Laut Gracilaria sp. Pada Area Silvofishery Pantai Utara Jawa Tengah Dengan Pendekatan Spasio-Temporal | Perairan Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah menyimpan potensi sumber daya alam, salah satunya pengembangan budidaya rumput laut Gracilaria sp. di tambak silvofishery. Pendekatan budidaya dapat dilakukan secara monokultur atau polikultur. Salah satu nutrisi yang mudah berubah oleh adanya aktivitas fisika kimia di lingkungan sekitar habitat rumput laut adalah lemak. Karakteristik lingkungan yang berbeda pada setiap area silvofishery dan perbedaan musim dapat mempengaruhi kandungan lemak Gracilaria sp. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kandungan lemak, parameter fisika-kimia air, dan korelasi antara kedua parameter tersebut dengan pendekatan spasial (S1: Brebes, S2: Tegal, S3: Pemalang, S4: Pekalongan) dan pendekatan temporal (Musim Peralihan II, Musim Barat, Musim Peralihan I). Pengambilan sampel Gracilaria sp. dilakukan secara purposive sampling. Analisis kandungan lemak dilakukan dengan metode soxhlet. Selanjutnya, analisis data menggunakan analisis deskriptif komparatif dan korelasi antara kandungan lemak dengan parameter fisika-kimia air dilakukan dengan uji Korelasi Pearson. Hasil menunjukkan rata-rata kandungan lemak dengan pendekatan spasial antara 0,81±0,53%–2,21±2,46% dan pendekatan temporal antara 0,52±0,12%–2,85±1,55%. Parameter fisika-kimia air: suhu (29,65-33,06°C); salinitas (18,89- 29,28‰); DO (5,37-13,69 mg/L); pH (7,39-8,23); TN (4,25-22,04 mg/L); TP (0,57- 10,97 mg/L). Korelasi antara kandungan lemak rumput laut Gracilaria sp. dengan parameter fisika-kimia air yaitu variabel suhu, DO, dan TN berkorelasi sangat kuat, pH dan TP berkorelasi kuat, dan salinitas berkorelasi cukup erat berdasarkan pendekatan spasial. Sedangkan pada pendekatan temporal, suhu dan pH berkorelasi sangat kuat, DO berkorelasi kuat, TP berkorelasi cukup erat, serta salinitas dan TN berkorelasi lemah tapi pasti. | The North Coast (Pantura) waters of Central Java holds potential natural resources, one of which is the development of Gracilaria sp. seaweed cultivation in silvofishery ponds. Cultivation approaches can be carried out either in monoculture or polyculture systems. One of the nutrients that easily changes due to physical and chemical activities in the environment around the seaweed habitat is fat. The different environmental characteristics in each silvofishery area and seasonal variations can affect the fat content of Gracilaria sp. This study aimed to determine the fat content, water physico-chemical parameters, and the correlation between the two parameters using a spatial approach (S1: Brebes, S2: Tegal, S3: Pemalang, S4: Pekalongan) and a temporal approach (Transition Season II, West Season, Transition Season I). Gracilaria sp. samples were collected using purposive sampling. Fat content analysis was conducted using the Soxhlet method. Furthermore, data analysis used comparative descriptive analysis. The correlation between fat content and water physico-chemical parameters was analyzed using Pearson correlation test. The results showed that the average fat content with the spatial approach ranged from 0,81±0,53%–2,21±2,46% and with the temporal approach ranged from 0,52±0,12%–2,85±1,55%. Water physico-chemical parameters: temperature (29,65-33,06°C); salinity (18,89-29,28‰); DO (5,37-13,69 mg/L); pH (7,39-8,23); TN (4,25-22,04 mg/L); TP (0,57-10,97 mg/L). The correlation between the fat content of Gracilaria sp. seaweed with the physicochemical parameters of water, namely temperature, DO, and TN variables were very strongly correlated, pH and TP were strongly correlated, and salinity was quite closely correlated based on the spatial approach. While in the temporal approach, temperature and pH were very strongly correlated, DO was strongly correlated, TP was quite closely correlated, salinity and TN were weakly but definitely correlated. | |
| 42404 | 45772 | A1C020004 | ANALISIS NERACA AIR PADA PEMBIBITAN KENTANG SKALA POLIBAG MENGGUNAKAN FERTIGASI SUMBU: VARIASI MEDIA TANAM DAN PUPUK ORGANIK | Kentang (Solanum tuberosum L ) merupakan jenis tanaman umbi-umbian yang memiliki nilai ekonomis potensial yang cukup tinggi. Namun, produktivitas kentang masih terbilang rendah. Hal itu dikarenakan belum banyak bibit kentang yang memiliki kualitas dan kuantitas yang baik. Disamping itu rendahnya ketersediaan bibit kentang disebabkan oleh terbatasnya lahan yang digunakan untuk perbanyak bibit tersebut. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kentang yaitu dengan melakukan pembibitan kentang yang secara optimal dan berkualitas. Pembibitan kentang dapat dilakukan dengan menggunakan fertigasi metode sumbu. Penelitian ini dirancangan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor media tanam dan dosis pupuk organik yang kemudian diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 36 tanaman kentang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara variasi media tanam dan dosis pupuk organik berpengaruh terhadap neraca air, produktivitas air pada tanaman dan juga effisiensi penggunaan air pada tanaman.. Kombinasi perlakuan terbaik untuk produktivitas air yaitu perlakuan sekam mentah- tanah dan dosis pupuk organik sebesar 140 g (20 ton/ha). Sedangan kombinasi perlakuan terbaik untuk effisiensi penggunaan air yaitu pada perlakuan cocopeat – tanah dan dosis pupuk organik sebesar 280 g(40 ton/ha). Adapun pengaruhnya terhadap pembibitan kentang pada ∆storage menunjukan bahwa perlakuan tanah utuh dan dosis pupuk organik sebesar 140 g (20 ton/ha) merupakan perlakuan terbaik. | Potato (Solanum tuberosum L) is a type of tuber plant that has quite high potential economic value. However, potato productivity is still relatively low. This is because there are not many potato seeds that have good quality and quantity. Apart from that, the low availability of potato seeds is caused by limited land used to reproduce these seeds. Efforts that can be made to increase potato productivity are by carrying out optimal and high quality potato breeding. Potato breeding can be done using the wick fertigation method. This research was designed using a Completely Randomized Design (CRD) with the factors planting media and organic fertilizer dosage which was then repeated 3 times to obtain 36 potato plants. The results of the research show that the interaction between variations in planting media and doses of organic fertilizer has an effect on water balance, water productivity in plants and also the efficiency of water use in plants. The best treatment combination for water productivity is raw husk-soil treatment and a dose of organic fertilizer of 140 g. (20 tonnes/ha). Meanwhile, the best treatment combination for efficient water use is cocopeat - soil treatment and a dose of organic fertilizer of 280 g (40 tons/ha). The effect on potato seedlings in ∆storage shows that whole soil treatment and a dose of organic fertilizer of 140 g (20 tons/ha) is the best treatment | |
| 42405 | 45773 | C1A019096 | Analisis Pendapatan Nelayan Perempuan Pencari Kerang Totok Di Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap | Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap merupakan daerah yang memiliki sumber daya perairan sungai yang besar salah satunya yaitu kerang totok, potensi kerang totok di Kawasan perairan sungai serayu yang cukup besar dijadikan sebagai sumber pendapatan bagi masyarakat di Desa Karangrena. Karena sering terjadi bahwa sumber penghasilan kepala keluarga relatif sedikit, sehingga tidak mampu mencukupi kebutuhan keluarga maka dalam keluarga nelayan, perempuan sebagai anggota keluarga mampu menyumbangkan pendapatan untuk keperluan keluarga guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Situasi seperti ini menyebabkan para perempuan sebagai anggota keluarga perlu membantu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel usia, curahan waktu kerja, pengalaman, dan jumlah anggota keluarga terhadap pendapatan nelayan perempuan pencari kerang totok di Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data primer. Populasi pada penelitian ini terdiri nelayan pencari kerang totok di Di Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap. Responden dalam penelitian ini sejumlah 39 orang berasal dari anggota yang tercatat di Paguyuban Sari Kerang Jaya Desa Karangrena Kecamatan Maos. Data yang diperoleh dari penelitian kemudian diolah menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia, curahan waktu kerja, pengalaman bekerja, dan jumlah anggota keluarga secara bersama-sama berpengaruh terdahap pendapatan terhadap pendapatan nelayan perempuan pencari kerang totok di Desa Karangrena Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap. Kemudian secara parsial, variabel usia, curahan waktu kerja, pengalaman bekerja, dan jumlah anggota keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pendapatan nelayan perempuan pencari kerang totok di Desa Karangrena Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap. Implikasi dalam penelitian ini adalah diharapkan adanya peran pemerintah dalam mengatasi tercemarnya sungai tempat pencaharian para nelayan pencari kerang totok dikarenakan tercemar oleh limbah yang menjadikan kerang totok susah di dapatkan. Nelayan pencari kerang totok juga perlu membuat inovasi untuk mengolah secara langsung hasil kerang yang di dapat agar lebih meningkatkan dari segi perekonomian. | Maos Subdistrict in Cilacap Regency is an area with significant river water resources, one of which is the totok clam. The potential of the totok clam in the Serayu River waters is substantial and serves as a source of income for the community in Karangrena Village. Due to the frequent occurrence of low household income, which is often insufficient to meet family needs, women in fishing households contribute to family income to fulfill daily necessities. This situation necessitates that women, as family members, help in meeting household needs by working. This study aims to analyze the influence of age, working hours, experience, and the number of family members on the income of female totok clam gatherers in Maos Subdistrict, Cilacap Regency. The research method used is a descriptive quantitative study utilizing primary data. The population in this study consists of totok clam gatherers in Maos Subdistrict, Cilacap Regency. The respondents in this study, totaling 39 people, are members registered with the Sari Kerang Jaya Association in Karangrena Village, Maos Subdistrict. The data obtained from the research was then processed using multiple linear regression analysis. The research results show that age, working hours, work experience, and the number of family members collectively influence the income of female totok clam gatherers in Karangrena Village, Maos Subdistrict, Cilacap Regency. Additionally, individually, the variables of age, working hours, work experience, and the number of family members have a positive and significant influence on the income of female totok clam gatherers in Karangrena Village, Maos Subdistrict, Cilacap Regency. The implication of this research is that the government is expected to play a role in addressing the pollution of the rivers where the totok clam gatherers earn their livelihood, as the pollution has made it difficult to find totok clams. Totok clam gatherers also need to innovate in processing the clams they collect directly in order to enhance their economic situation. | |
| 42406 | 45774 | C1H019030 | THE INFLUENCE OF WORKLOAD ON CONTERPRODUCTIVE WORK BEHAVIOR WITH DISTRIBUTIVE JUSTICE AS MODERATING VARIABLE(at PT. XYZ) | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh beban kerja dan keadilan distributi terhadap perilaku kerja kontraproduktif di PT. XYZ. Populasi penelitian mencakup 44 karyawan, termasuk dokter, perawat, dan staf. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner, dengan analisis data melalui regresi linier berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA), serta uji t dan uji f menggunakanperangkatlunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja memiliki dampak positif signifikan terhadap perilaku kerja kontraproduktif, sementara keadilan distributif berperan sebagai variabel moderasi yang berdampak negatif. | This study aims to examine the impact of workload and distributive justice on counterproductive work behavior at PT. XYZ. The research population includes 44 employees, consisting of doctors, nurses, and staff. Data collection was conducted using questionnaires, with data analysis through multiple linear regression and Moderated Regression Analysis (MRA), along with t-tests and f-tests using SPSS software. The results indicate that workload has a significant positive impact on counterproductive work behavior, while distributive justice serves as a moderating variable with a negative effect. | |
| 42407 | 45775 | A1A018047 | PERAN PENYULUH PERTANIAN TERHADAP KINERJA KELOMPOK TANI PADI DI KECAMATAN WONOSARI KABUPATEN KLATEN | Penyuluh pertanian merupakan ujung tombak program pemerintah dalam upaya untuk meningkatkan kinerja pertanian di Indonesia. Penyuluh pertanian berperan sebagai komunikator, fasilitator, motivator, dan konsultan bagi petani dalam peningkatan kinerja pertanian, tetapi tidak semua peran dapat dirasakan oleh petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluhan pertanian dalam meningkatkan kinerja kelompok tani padi, khususnya dalam konteks produktivitas padi, harga padi, dan pendapatan petani padi. Metode penelitian yang digunakan adalah survei terhadap petani padi di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, dengan menggunakan kuisioner dan wawancara terstruktur untuk mengumpulkan data. Penilaian menggunakan skala likert digunakan untuk mengukur dan menilai peran penyuluh pertanian serta kinerja kelompok tani. Analisis korelasi digunakan untuk mengevaluasi hubungan antara variabel-variabel tersebut guna memahami dampak peran penyuluhan pertanian terhadap kinerja usahatani dan kesejahteraan petani. Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan hubungan antara peran penyuluh dan kinerja kelompok tani secara detail. Hasil penelitian menunjukkan peran penyuluh pertanian sangat berperan sebagai komunikator, motivator, fasilitator, dan konsultan sehingga secara keseluruhan penyuluh sangat berperan dalam pengembangan usahatani kelompok tani. Kinerja kelompok tani sangat baik dengan indikator kinerja produktivitas sangat tinggi dan indikator kinerja pendapatan sangat tinggi. Peran penyuluh pertanian dengan kinerja kelompok tani memiliki tingkat hubungan yang kuat dengan arah hubungan yang positif. Nilai signifikansi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara peran penyuluh pertanian terhadap kinerja petani. | Agricultural extension officers are the spearhead of government programs in an effort to improve agricultural performance in Indonesia. Agricultural extension officers act as communicators, facilitators, motivators, and consultants for farmers in improving agricultural performance, but not all roles can be perceived by farmers. This study aims to investigate the role of agricultural extension in improving the performance of rice farmer groups, particularly in the context of rice productivity, rice prices, and rice farmers' income. The research method used was a survey of rice farmers in Wonosari Sub-district, Klaten District, using questionnaires and structured interviews to collect data. Likert scale scoring was used to measure and assess the role of agricultural extension workers and farmer group performance. Correlation analysis was used to evaluate the relationship between these variables to understand the impact of agricultural extension roles on farm performance and farmer welfare. Descriptive analysis was used to describe or illustrate the relationship between the role of agricultural extension officers and farmer group performance in detail. The results showed that the role of agricultural extension officers was very instrumental as communicators, motivators, as facilitators, and as consultants so that overall extension officers were very instrumental in the development of farmer group farming. Farmer group performance is very good with very high productivity performance indicators and very high income performance indicators. The role of agricultural extension agents with the performance of farmer groups has a strong level of relationship with a positive relationship direction. The significance value indicates a significant relationship between the role of agricultural extension to the performance of farmers. | |
| 42408 | 45777 | A1D020041 | Remediasi Tanah Tercemar Kadmium dengan Biochar dan Asam Humat | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi biochar dan asam humat yang dilakukan pada tanah tercemar kadmium, serta mengetahui dosis biochar dan asam humat yang dapat menurunkan cemaran kadmium dan meningkatkan hasil tanaman pakcoy. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Agroekologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Wahana Laboratorium Semarang, Laboratorium Riset Universitas Jenderal Soedirman, dan Screenhouse yang terletak di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2023-Desember 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yaitu rancangan perlakuan faktor tunggal yang terdiri atas 10 perlakuan dengan dosis asam humat dan biochar masing-masing asam humat 0 kg/ha dan biochar 0 ton/ha, asam humat 10 kg/ha dan biochar 5 ton/ha, asam humat 10 kg/ha dan biochar 10 ton/ha, asam humat 10 kg/ha dan biochar 15 ton/ha, asam humat 20 kg/ha dan biochar 5 ton/ha, asam humat 20 kg/ha dan biochar 10 ton/ha, asam humat 20 kg/ha dan biochar 15 ton/ha, asam humat 30 kg/ha dan biochar 5 ton/ha, asam humat 30 kg/ha dan biochar 10 ton/ha, asam humat 30 kg/ha dan biochar 15 ton/ha. Data yang diperoleh dari penelitian dianalisis sidik ragam dan apabila menunjukkan adanya perbedaan nyata maka dilakukan uji lanjut menggunakan DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi asam humat 30 kg/ha dan biochar 15 ton/ha berpengaruh sangat nyata terhadap kandungan kadmium di dalam tanah dan tanaman pakcoy. Pemberian asam humat dan biochar juga berpengaruh nyata terhadap pH tanah. Namun pemberian asam humat dan biochar tidak perpengaruh nyata terhadap kadar klorofil total, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan bobot segar tanaman. | This study aims to determine the effect of biochar and humic acid application on cadmium-contaminated soil, as well as doses of biochar and humic acid for reducing cadmium contamination and increase the yield of pakcoy. This research was conducted at the Agroecology Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Wahana Laboratory Semarang, the Research Laboratory of Jenderal Soedirman University, and the Screenhouse located in Sumbang District, Banyumas Regency, Central Java Province. The research was conducted from August 2023 to December 2023. This study used a randomised group design (RAK), a single factor treatment design consisting of 10 treatments with doses of humic acid and biochar of 0 kg/ha humic acid and 0 kg/ha biochar, 10 kg/ha humic acid and 5 kg/ha biochar, 10 kg/ha humic acid and 10 kg/ha biochar, humic acid 10 kg/ha and biochar 15 tonnes/ha, humic acid 20 kg/ha and biochar 5 tonnes/ha, humic acid 20 kg/ha and biochar 10 tonnes/ha, humic acid 20 kg/ha and biochar 15 tonnes/ha, humic acid 30 kg/ha and biochar 5 tonnes/ha, humic acid 30 kg/ha and biochar 10 tonnes/ha, humic acid 30 kg/ha and biochar 15 tonnes/ha. The data obtained from the study were analysed using variance analysis, and if there were significant differences, further tests were conducted using the DMRT (Duncan Multiple Range Test) at the 5% error level. The results showed that the application of humic acid (30 kg/ha) and biochar (15 kg/ha) had a very significant affect on cadmium content in the soil and pakcoy plants. Humic acid and biochar applications also significantly affected soil pH. However, the application of humic acid and biochar did not significantly effect on total chlorophyll content, plant height, number of leaves, leaf area, and plant fresh weight. | |
| 42409 | 45778 | C1C017073 | Pengaruh Corporate Social Responsibility dan Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Perusahaan | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan judul “Pengaruh Corporate Social Responsibility dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kinerja Perusahaan”. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh corporate social responsibility dan ukuran perusahaan terhadap kinerja perusahaan. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Corporate Social Responsibility dan ukuran perusahaan. Sedangkan kinerja perusahaan yang diukur dengan menggunakan Return on Asset (ROA) merupakan variabel dependennya. Sumber data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Laporan Tahunan. Penelitian ini menggunakan populasi pada perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2021-2023. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling. Berdasarkan teknik tersebut, sampel penelitian ditetapkan berjumlah 39 perusahaan selama rentang waktu tiga tahun sehingga menghasilkan 117 unit data penelitian. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan aplikasi Statistical Package for Social Science Version 25 (SPSS). Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa: 1) Corporate Social Responsibility tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan, 2) Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Implikasi dari penelitian diharapkan dapat digunakan untuk memberikan pengetahuan mengenai Corporate Social Responsibility dan ukuran perusahaan serta pengaruhnya terhadap kinerja perusahaan terutama pada perusahaan infrastruktur. Bagi Masyarakat, hasil penelitian mampu memberikan pengetahuan hak-hak mereka dan peran masyarakat dalam memantau aktivitas perusahaan yang berkaitan dan berpengaruh dengan mereka. Bagi investor, diharapkan penelitian ini mampu menyediakan informasi mengenai suatu hal yang berkaitan dengan keputusan berinvestasi. Sehingga para investor memperoleh investasi yang mana memberikan hasil yang diharapkan. | This research is quantitative study with the title “The Effect of Corporate Social Responsibility and Company Size on Company Performance”. This research was conducted with the aim of knowing and analyzing the effect of corporate social responsibility and company size on company performance. The independent variables in this study are Corporate Social Responsibility and company size. While company performance as measured by using Return on Asset (ROA) is the dependent variable. The data source used is secondary data obtained from the Annual Report. This study uses a population of infrastructure sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during 2021-2023. The sample selection was carried out using Purposive Sampling technique. Based on this technique, the research sample was determined to be 39 companies over a span of three years, resulting in 117 research data units. The research data were analyzed using the Statistical Package for Social Science Version 25 (SPSS) application. This study uses multiple linear regression analysis with the results showing that: 1) Corporate Social Responsibility has no effect on company performance. 2) Company size has no effect on company performance The implications of the research are expected to be used to provide knowledge about Corporate Social Responsibility and company size and its effect on company performance, especially in infrastructure companies. For the community, the results of the study are able to provide knowledge of their rights and the role of the community in monitoring the activities of the companies related to and affecting them. For investors, it is hoped that this research will be able to provide information on matters relating to investment decisions. So that investors get investments which provide the expected results. | |
| 42410 | 45779 | E1A020160 | PERBUATAN MELAWAN HUKUM AKIBAT TIDAK BERITIKAD BAIK DALAM MELAKUKAN PROSES PERPANJANGAN VISA DAN KITAS TENAGA KERJA ASING (Studi Putusan No.3/PDT.G.S/2022/PN DPS) | PERBUATAN MELAWAN HUKUM AKIBAT TIDAK BERITIKAD BAIK DALAM MELAKUKAN PROSES PERPANJANGAN VISA DAN KITAS TENAGA KERJA ASING (Studi Putusan No.3/PDT.G.S/2022/PN DPS) Oleh: Dayu Maya Seruni E1A020160 ABSTRAK Tenaga Kerja Asing (TKA) yang legal memiliki dokumen resmi seperti visa dan kitas. Dalam masyarakat terdapat pelaku usaha yang menyediakan jasa pengurusan dokumen tersebut sehingga terjadi hubungan hukum yaitu perjanjian untuk melakukan jasa tertentu. Salah satu contoh kasus perbuatan melawan hukum yang berkaitan dengan jasa pengurusan visa dan kitas adalah Putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 3/Pdt.GS/2023/PN Dps. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pertimbangan hukum dalam mengkualifisir kriteria perbuatan melawan hukum dan menganalisis pertimbangan hukum dalam mengabulkan tuntutan ganti kerugian karena perbuatan melawan hukum atas perbuatan tidak dengan itikad baik dan memberikan informasi yang jelas terhadap pengurusan perpanjangan visa dan kitas TKA pada Putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 3/Pdt.GS/2023/PN Dps. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Spesifikasi penelitian preskriptif analitis, sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dilakukan dengan studi kepustakaan. Data disajikan dalam bentuk teks naratif kemudian dianalisis secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, Majelis Hakim dalam pertimbangannya menyatakan bahwa tindakan Tergugat adalah perbuatan melawan hukum, tetapi Hakim tidak secara jelas mengkualifisir kriteria-kriteria serta unsur- unsur atau syarat-syarat perbuatan melawan hukum yang dilakukan Tergugat yang menjadi dasar dikabulkannya tuntutan ganti rugi Penggugat. Menurut penulis, perbuatan melawan hukum pada tindakan Tergugat masuk pada kriteria melanggar kewajiban hukum si pelaku sebagai pelaku usaha yang diatur dalam UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan melanggar kepatutan yang harus diindahkan dalam pergaulan masyarakat mengenai diri atau barang orang lain. Majelis Hakim dalam mengabulkan tuntutan ganti rugi materiil dan imateriil hanya mengabulkan tuntutan ganti kerugian yang bisa dibuktikan yaitu Rp 115.900.000 dari Rp 333.208.878 yang dituntut oleh Penggugat. | UNLAWFUL ACTS DUE TO LACK OF GOOD FAITH IN THE PROCESS OF EXTENDING VISAS AND FOREIGN WORK PERMITS (Study of Decision No.3/PDT.G.S/2022/PN DPS) By: Dayu Maya Seruni E1A020160 ABSTRACT Legal Foreign Workers (TKA) have official documents such as visas and kitas. In the community, there are business actors who provide document management services so that there is a legal relationship, namely an agreement to perform certain services. One example of a case of tort related to visa and kitas management services is Denpasar District Court Decision Number 3/Pdt.GS/2023/PN Dps. The purpose of this study is to analyze the legal considerations in qualifying the criteria for unlawful acts and analyzing the legal considerations in granting compensation claims due to unlawful acts for not acting in good faith and providing clear information on the management of visa extensions and foreign worker kitas in Denpasar District Court Decision Number 3/Pdt.GS/2023/PN Dps. This research is a normative juridical research with the method of statutory approach and case approach. The research specifications are prescriptive analytical, the data sources used are primary, secondary, and tertiary legal materials conducted by literature study. The data is presented in the form of narrative text and then analyzed normatively qualitatively. Based on the results of the research and discussion, the Panel of Judges in their consideration stated that the Defendant's actions were unlawful, but the Judges did not clearly qualify the criteria and elements or conditions of unlawful acts committed by the Defendant which were the basis for the granting of the Plaintiff's compensation claim. According to the author, the unlawful acts of the Defendant fall under the criteria of violating the legal obligations of the perpetrator as a business actor as stipulated in Law No. 8 of 1999 concerning Consumer Protection and violating the propriety that must be respected in public relations regarding the person or property of others. The Panel of Judges in granting the claim for material and immaterial damages only granted the claim for compensation that could be proven, namely Rp 115,900,000 of the Rp 333,208,878 demanded by the Plaintiff. | |
| 42411 | 45780 | L1C017008 | PETA BATIMETRI DAN DUGAAN SEDIMENTASI PADA KOLAM PELABUHAN MUARA ANGKE JAKARTA UTARA | Pelabuhan Muara Angke termasuk pelabuhan penumpang yang melayani penyeberangan ke semua Pulau di Kepulauan Seribu. Pelabuhan mempunyai bangunan salah satunya adalah kolam pelabuhan yang merupakan bagian dari kegiatan perairan di pelabuhan sebagai tempat masuk keluarnya kapal. Tingginya tingkat kunjungan wisatawan ke Kepulauan Seribu akan meningkatkan produktivitas moda transportasi laut di Pelabuhan Muara Angke. Sehingga mengakibatkan pergerakan sedimen akibat gaya pembangkit yang mempengaruhinya. Berdasarkan hal tersebut diperlukan informasi kondisi perairan untuk optimalisasi pelabuhan dengan mengetahui kedalaman perairan Kolam Pelabuhan Muara Angke dan mengetahui dugaan sedimentasi di Kolam Pelabuhan Muara Angke untuk menjamin keamanan kapal yang akan bersandar. Pengolahan data batimetri yang dilakukan di ArcGIS mendapatkan nilai kedalaman dengan rata – rata kedalaman disekitar Kolam Pelabuhan Muara Angke sekitar 2,50 m. Hasil yang didapatkan dari analisis Cut and Fill untuk volume urukan 107,054 yang berdasarkan draft terbesar kapal rencana pada area Kolam Pelabuhan Muara Angke. | Muara Angke Port is a passenger port that provides ferry services to all islands in the Thousand Islands. The port consists of several buildings, including a port pool where ships enter and exit. The increasing number of tourists visiting the Thousand Islands will enhance the efficiency of sea transportation at Muara Angke Port, leading to sediment movement influenced by various forces. Therefore, it is crucial to gather information on water conditions to optimize the port's operations, including determining the depth of the Muara Angke Harbor Pool and identifying any potential sedimentation, to ensure the safety of docking ships. Bathymetric data processed in ArcGIS revealed an average depth of approximately 2.50 meters around the Muara Angke Harbor Pool. The Cut and Fill analysis has identified a fill volume of 107,054 cubic meters based on the largest draft of the planned ship in the Muara Angke Harbor Pool area. | |
| 42412 | 45781 | A1A020065 | Kelayakan Industri Rumah Tangga Tempe di Desa Sumber Kabupaten Cirebon | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan industri rumah tangga tempe di Desa Sumber, Kabupaten Cirebon, baik dari aspek finansial maupun non-finansial. Tempe merupakan produk olahan kedelai yang sangat populer di Indonesia, terutama karena kandungan gizinya yang tinggi dan harga yang terjangkau. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode studi kasus yang melibatkan tiga industri rumah tangga tempe di Desa Sumber. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis deskriptif, analisis biaya, penerimaan, dan pendapatan, serta analisis kelayakan usaha berdasarkan R/C ratio, Break Even Point (BEP), Shutdown Point, dan sensitivitas terhadap kenaikan harga bahan baku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga industri rumah tangga tempe yang diteliti layak secara finansial untuk dilanjutkan, ditunjukkan dengan nilai R/C lebih besar dari satu, BEP yang berada di bawah nilai penjualan, dan kemampuan menutup biaya tetap dan variabel meski terjadi kenaikan harga bahan baku. Namun, dari aspek non-finansial, seluruh usaha belum memenuhi legalitas yang diperlukan, seperti izin usaha dan sertifikasi halal. Penelitian ini menyarankan agar para pelaku usaha memperhatikan aspek legalitas dan dampak lingkungan untuk keberlanjutan usaha. | This study aims to analyze the feasibility of household-scale tempe industries in Sumber Village, Cirebon Regency, from both financial and non-financial aspects. Tempe is a soybean-based product that is highly popular in Indonesia, particularly due to its high nutritional content and affordable price. The research was conducted using a case study method involving three household-scale tempe industries in Sumber Village. The analysis methods used include descriptive analysis, cost, revenue, and income analysis, as well as feasibility analysis based on the R/C ratio, Break Even Point (BEP), Shutdown Point, and sensitivity to raw material price increases. The results show that all three household-scale tempe industries studied are financially feasible, as indicated by R/C values greater than one, BEP below sales value, and the ability to cover fixed and variable costs even with an increase in raw material prices. However, from a non-financial perspective, all businesses have not yet met the required legalities, such as business licenses and halal certification. The study suggests that business owners should pay attention to legal aspects and environmental impacts for the sustainability of their businesses. | |
| 42413 | 45783 | A1D020048 | Penampilan Agronomi dan Karakter Biji pada Beberapa Galur F5 Hasil Persilangan Inpago Unsoed 1 × Delta 9 | Pengembangan padi dengan daya hasil tinggi dan mempunyai ciri khas seperti padi basmati merupakan salah satu program penting untuk memperoleh varietas padi basmati Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan agronomi 10 galur padi F5 hasil persilangan Inpago Unsoed 1 × Delta 9 dibandingkan tetuanya, mendapatkan galur berdasarkan bentuk bulir basmati, serta mendapatkan galur berumur genjah dan berdaya hasil tinggi. Percobaan dilaksanakan di lahan persawahan Desa Karangambas, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga pada bulan November 2023 sampai dengan Maret 2024 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penampilan agronomi 10 galur padi F5 sangat beragam, ditandai dengan sifat galur yang lebih tinggi dari tetuanya, ada yang lebih rendah dari tetuanya, dan ada pula yang hampir sama dengan tetuanya. Galur-galur yang panjang padinya mendekati tetua Delta 9 adalah B150, B19, dan B97. Sedangkan galur yang mempunyai umur genjah dan hasil tinggi adalah B150. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan padi berciri basmati di Indonesia mungkin saja dilakukan. | Development of rice with high yielding and specific characteristics such as basmati rice is one of important program to obtain Indonesia basmati rice varieties. This research aims to determine the performance of 10 F5 rice lines resulting from Inpago Unsoed 1 × Delta 9 crosses compared to their parents, to get the lines based on basmati grain shape, and to get the early maturity and high yielding lines. The experiment was conducted at a rice fields in Karangambas Village, Padamara District, Purbalingga Regency on from November 2023 to March 2024 using a Randomized Block Design (RAK). The results of the research show that the agronomic performance of 10 F5 rice lines is very diverse, as indicated by the characteristics of lines are higher than their parents, some are lower than their parents, and some are almost the same as their parents. The lines which the length of rice is close to Delta 9 parent is B150, B19, and B97. Meanwhile, the lines that have a short early maturity and high yield are B150. These finding indicated that development of rice with basmati characteristics in Indonesia maybe possible. | |
| 42414 | 45782 | L1C020006 | Uji Aktivitas Antibakteri dan Analisis Metabolomik Rumput Laut Kappaphycus sp. dari Tiga Lokasi yang Berbeda dengan Perbedaan Metode Ekstraksi | Penggunaan agen antibakteri secara berlebihan menyebabkan peningkatan resistansi antibakteri ditahun-tahun mendatang. Alternatif pengendalian dapat dilakukan melalui pencarian senyawa antibakteri baru dari bahan alami, terutama rumput laut Kappaphycus sp. Produksi senyawa alami pada spesies ini dipengaruhi oleh kondisi lingkungan hidupnya. Namun, penelitian terkait profil metabolit sekunder Kappaphycus sp. dari kondisi lingkungan yang berbeda masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies, mengetahui aktivitas antibakteri terhadap bakteri patogen serta mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder pada Kappaphycus sp. dari Kupang Barat, Sumba Timur, dan Bali. Kappaphycus sp. diidentifikasi secara morfologi dan anatomi. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram. Senyawa metabolit sekunder pada Kappaphycus sp. dianalisis menggunakan LC-HRMS. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Kappaphycus sp. dari ketiga lokasi teridentifikasi sebagai Kappaphycus striatus dan memiliki aktivitas antibakteri dengan sifat penghambatan bakteriostatik terhadap Escherichia coli K12 serta bakteriosidal terhadap bakteri Bacillus megaterium DSM32 dan Micrococcus luteus ATCC4698. Analisis metabolomik menunjukkan adanya 34 senyawa terdereplikasi pada ekstrak K. striatus dengan enam senyawa yang memiliki aktivitas antibakteri yaitu oleamide, erucamide, cholesterol, cholesta-4,6-dien-3-one, ouabain, dan sarmentoside B. Penelitian ini mengindikasikan adanya potensi penggunaan K. striatus sebagai sumber antibakteri baru. | The excessive use of antibacterial agents causes an increase in antibacterial resistance in the coming years. Alternative control can be achieved through exploring new antibacterial compounds from natural products, specifically Kappaphycus sp. The production of natural compound in this species is influenced by its environmental conditions. However, the studies of secondary metabolite profiles of Kappaphycus sp. from different environmental conditions are limited. This study aims to identify species, determine antibacterial activity against pathogenic bacteria and identify secondary metabolite compounds in Kappaphycus sp. from West Kupang, East Sumba, and Bali. Kappaphycus sp. was identified morphologically and anatomically. Assay of antibacterial activity was performed by disc diffusion method. Secondary metabolite compounds in Kappaphycus sp. were analyzed using LC-HRMS. The results revealed that Kappaphycus sp. from the three locations were identified as Kappaphycus striatus and had antibacterial activity with bacteriostatic inhibition against Escherichia coli K12 and bacteriocidal against Bacillus megaterium DSM32 and Micrococcus luteus ATCC4698. LC-HRMS analysis showed 34 compounds replicated in K. striatus extracts with six compounds having antibacterial activity, namely oleamide, erucamide, cholesterol, cholesta-4,6-dien-3-one, ouabain, and sarmentoside B. This study indicates the potential of K. striatus as a new antibacterial source. | |
| 42415 | 45784 | A1D020150 | Distribusi dan Serapan K pada Jaringan dan Hasil Padi Sawah di DAS Serayu Tengah, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara | Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui sebaran unsur hara kalium di lahan sawah Kecamatan Mandiraja, (2) mengetahui hubungan kalium dengan variabel penelitian, (3) mengetahui ketersediaan kalium tanah dan serapan pada daun dan biji tanaman, (4) menentukan takaran pupuk kalium yang optimal di lokasi penelitian. Metode penelitian menggunakan metode survey. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah Kecamatan Mandiraja dan analisis tanah dilakukan di laboratorium tanah dan sumberdaya lahan Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan metode purposive sampling dengan cara komposit. Hasil menunjukkan (1) sebaran unsur hara K lahan sawah di lokasi penelitian menunjukan harkat tinggi dengan luas 211.74 ha, harkat sedang dengan luas 1-29.69 ha, dan rendah dengan luas 302.86 ha, (2) ketersediaan kalium dan serapan kalium dengan hasil tanaman memiliki korelasi positif, (3) ketersediaan kalium tanah berkisar 0,31 – 0,64 cmol(+)kg, sedangkan serapan kalium yaitu 1,910-7,287 mg/daun dan 632,11-1596,41 mg/rumpun, (4) rekomendasi pemupukan K pada SLH 1 diberikan dengan rerata antara 57,72 kg K2O/ha atau setara dengan 95,93 kg KCl/ha, sedangkan pada SLH 1 dengan rerata antara 39,57 kg K2O/ha atau setara dengan 65,95 kg KCl/ha | This study aims to (1) determine the distribution of potassium nutrients in paddy fields of Mandiraja Subdistrict, (2) determine the relationship of potassium with the research variables, (3) determine the availability of soil potassium and uptake in leaves and seeds of plants, (4) determine the optimal dose of potassium fertilizer in the research location. The research method used survey method. The research was conducted in paddy fields of Mandiraja Subdistrict and soil analysis was conducted in soil and land resources laboratory of Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman. Soil sampling was done by purposive sampling method with composite method. The results showed (1) the distribution of nutrient K of paddy fields in the research location showed a high level with an area of 211.74 ha, medium level with an area of 1-29.69 ha, and low with an area of 302. 86 ha, (2) potassium availability and potassium uptake with crop yield had a positive correlation, (3) soil potassium availability ranged from 0.31 - 0.64 cmol(+) kg, while potassium uptake was 1.910-7.287 mg/leaf and 632.11-1596, 41 mg/plant, (4) K fertilization recommendations in SLH 1 were given with an average of 57.72 kg K2O/ha or equivalent to 95.93 kg KCl/ha, while in SLH 1 with an average of 39.57 kg K2O/ha or equivalent to 65.95 kg KCl/ha | |
| 42416 | 45785 | J0B021004 | PEMBUATAN BUKLET WISATA ALAM TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA SEBAGAI MEDIA INFORMASI UNTUK PENGUNJUNG PENUTUR BERBAHASA MANDARIN | Laporanpraktik kerja ini berjudul “Pembuatan Buklet Wisata Alam Taman Nasional Karimunjawa Sebagai Media Informasi Untuk Pengunjung Penutur Berbahasa Mandarin”.Kegiatanpraktikkerjaini dilaksanakan diSeksi Pengelolaan Taman NasionalWilayah IIKarimunjawapada tanggal 16Oktober 2023 sampai 29 Maret2024. Latar belakang dari laporan praktik kerja yaitu kurangnya media informasi dan sumber daya manusia berbahasa Mandarin. Tujuan dilaksanakan praktik kerja ini adalah membuat buklet wisata alam berbahasa Mandarinsebagai mediainformasi pengunjung penutur berbahasa Mandarin. Pada pembuatan buklet ini, penulis menggunakan metode penerjemahan komunikatif karena metode tersebut lebih menekankanisipesanatau makna dari bahasa sumber, sehingga menghasilkanterjemahan yang dapat diterima oleh pembaca. Hasil dari praktik kerja ini adalah buklet berbahasa Mandarin yang berisi tentang wisata alam Taman Nasional Karimunjawa. Buklet diserahkandikantor pusat Balai Taman Nasional Karimunjawa dan dipulikasikan di Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Karimunjawa. Dengan adanya buklet ini,penutur berbahasa Mandarin mudah mendapatkan informasi wisata alam di Taman Nasional Karimunjawa. | This internship report is entitled "Making a Nature Tourism Booklet for Karimunjawa National Park as an Information Media for Mandarin-Speaking Visitors". This internship activity was carried out at the Karimunjawa National Park Management Section Region II on October 16, 2023 to March 29, 2024. The background of the internship report is the lack of information media and human resources in Mandarin. The purpose of this internship is to create a nature tourism booklet in Mandarin as an information media for Mandarin-speaking visitors. In making this booklet, the author uses the communicative translation method because this method emphasizes the content or meaning of the source language, resulting in a translation that can be accepted by the reader. The result of this internship is a Mandarin booklet containing information about nature tourism in Karimunjawa National Park. The booklet was submitted to the head office of the Karimunjawa National Park Office and published in the Karimunjawa National Park Management Section Region II. With this booklet, Mandarin speakers can easily get information about nature tourism in Karimunjawa National Park. | |
| 42417 | 45787 | A1D020005 | Pengaruh Konsentrasi Pupuk Daun dan Frekuensi Penyemprotan Terhadap Pertumbuhan Bibit Anggrek Dendrobium | Anggrek Dendrobium merupakan spesies anggrek yang paling banyak diminati karena memiliki sifat yang toleran terhadap panas dan memiliki persentase hidup yang cukup tinggi. Namun, dalam proses perbanyakannya masih mengalami kendala salah satunya pada tahap aklimatisasi dan pasca aklimatisasi. Upaya pengoptimalan keberhasilan hidup bibit anggrek dapat dilakukan dengan optimalisasi pemupukan dan perawatan. Penelitian bertujuan untuk mendapat konsentrasi pupuk daun, frekuensi penyemprotan pupuk daun dan interaksi yang memiliki pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan bibit anggrek. Penelitian ini dilaksanakan di screen house di desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas Laboratorium Agronomi & Hortikultura, dan Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini berlangsung selama 17 minggu terhitung sejak bulan November 2023 hingga Maret 2024. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor, tiga ulangan dan terbagi dalam tiga blok. Faktor pertama yaitu Konsentrasi pupuk daun 1 g/L, 2 g/L, dan 3 g/L. Faktor kedua yaitu Frekuensi penyemprotan pupuk daun 3, 6, dan 9 hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi pupuk daun menunjukkan hasil berbeda nyata pada variabel pengamatan peningkatan jumlah daun yaitu 1,00 helai dengan konsentrasi pupuk daun 1 g/L. Perlakuan frekuensi penyemprotan pupuk daun menunjukkan pengaruh nyata terhadap variabel pengamatan luas daun dengan rataan akhir 3,13 cm2 untuk penyemprotan 3 kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum diperoleh kombinasi terbaik dari konsentrasi dan frekuensi penyemprotan pupuk daun. Kata kunci : anggrek, pertumbuhan, aklimatisasi, pupuk daun, frekuensi penyemprotan | Dendrobium orchids are the most popular orchid species because they are heat tolerant and have a fairly high survival rate. However, there are still any constraint in the propagation process, one of them is at the acclimatization and post-acclimatization stages. Efforts to optimize the success of orchid seedlings can be done by optimizing fertilization and maintenance. The research aims to obtain the best concentration of foliar fertilizer, frequency of spraying foliar fertilizer and interactions. This research was carried out in a screen house at Banjarsari Kulon village, Sumbang, Banyumas, Agronomy & Horticulture and Plant Protection Laboratory Faculty of Agriculture Jenderal Soedirman University for 17 weeks from November 2023 to March 2024. The design used was a Randomized Block Design (RBD) with two factors, three replications and three blocks. The first factor is the concentration of foliar fertilizer 1 g/L, 2 g/L, and 3 g/L. The second factor is the frequency of spraying foliar fertilizer 3, 6, and once every 9 days. The results showed that the application of foliar fertilizer showed significantly different results in the observed variable of increasing the number of leaves, namely 1.00 pieces with a leaf fertilizer concentration of 1 g/L. The treatment of foliar fertilizer spraying frequency showed a real influence in the observation variable of leaf area with a final average of 3.13 cm2 for spraying 3 times a day. The results of the research show that the best combination of concentration and frequency of foliar fertilizer spraying has not yet been obtained. Keywords: orchid, growth, acclimatization, foliar fertilizer, spraying frequency | |
| 42418 | 45786 | E1A020197 | TINJAUAN YURIDIS HAK IMUNITAS ADVOKAT DALAM PROSES PERADILAN TINDAK PIDANA KORUPSI (Studi Putusan nomor : 84/PID.SUS-TPK/2023/PN JKT.PST) | Hak imunitas advokat adalah kebebasan advokat dalam melakukan atau tidak melakukan setiap tindakan dan mengeluarkan atau tidak mengeluarkan pendapat, keterangan atau dokumen kepada siapapun dalam menjalankan tugas profesinya, sehingga dia tidak dapat dihukum (pidana atau perdata), Sebagai konsekuensi pelaksanaan tugas profesinya itu, hak imunitas advokat diatur dalam Pasal 16 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat, yang diperluas oleh Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 26/PUU-XI/2013. Penelitian ini menganalisis peraturan terkait Batas-batas hak imunitas advokat di dalam pengadilan tindak pidana korupsi di Indonesia serta menganalisis faktor pendukung apa saja yang menjadi pertimbangan hakim dalam memutuskan status hak imunitas berlaku ataupun gugur, dengan studi kasus pada Putusan Nomor: 84/PID.SUS-TPK/2023/PN JKT.PST. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normative dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Berdasarkan hasil penelitian, hak imunitas advokat hanya berlaku jika advokat bertindak dengan itikad baik. Studi kasus ini mengungkapkan bahwa advokat yang melanggar prinsip itikad baik dapat dikenai sanksi pidana, sebagaimana diatur dalam Pasal 21 dan 22 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Kesimpulannya, penerapan hak imunitas advokat harus selalu memperhatikan batasan hukum dan etika profesi. Didalam Putusan Nomor 84/PID.SUS-TPK/2023/PN JKT.PST. didalam diri terdakwa tidak ditemukan adanya hak imunitas advokat yang melekat pada dirinya, hak imunitas tersebut gugur sebab hak tersebut dijadikan alasan dalam melakukan tindakan dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung maupun tidak langsung penyidikan Tindak Pidana Korupsi sesuai dengan Pasal 21 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. | The advocate's immunity right is the advocate's freedom to do or not do every action and issue or not issue opinions, information or documents to anyone in carrying out his professional duties, so that he cannot be punished (criminal or civil), As a consequence of the implementation of his professional duties, the advocate's immunity right is regulated in Article 16 of Law Number 18 of 2003 concerning Advocates, which was expanded by the Constitutional Court Decision Number 26/PUU-XI/2013. This research analyzes the regulations related to the limits of advocates' immunity rights in corruption trials in Indonesia and analyzes what supporting factors are considered by judges in deciding whether the immunity rights status is valid or invalid, with a case study of Decision Number: 84/PID.SUS-TPK/2023/PN JKT.PST. This research uses normative juridical research methods with descriptive analytical research specifications. Based on the results of the research, advocates' immunity rights only apply if advocates act in good faith. This case study reveals that advocates who violate the principle of good faith may be subject to criminal sanctions, as stipulated in Articles 21 and 22 of Law Number 31 Year 1999 on the Eradication of Corruption. In conclusion, the application of advocates' immunity rights must always pay attention to legal boundaries and professional ethics. In Decision Number 84/PID.SUS-TPK/2023/PN JKT.PST. the defendant was not found to have the right to immunity. | |
| 42419 | 45792 | L1A020053 | Keragaman Morfometrik Ikan Tigawaja (Johnius sp.) yang Didaratkan di Tempat Pelelangan Ikan Tegalsari, Kota Tegal | Ikan tigawaja (Johnius sp.) merupakan salah satu ikan demersal yang memiliki tingkat produksi tinggi di TPI Tegalsari, yaitu mencapai 1.100 ton/tahun. Akan tetapi, kajian morfometrik baik pada Johnius sp. yang didaratkan di TPI lain maupun lokasi TPI Tegalsari belum pernah dilakukan, sehingga pengelolaan sumberdaya Johnius sp. belum dapat dioptimalkan. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan karakteristik morfometrik Johnius sp. dan menganalisis keragaman morfometrik Johnius sp. yang didaratkan di TPI Tegalsari. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2023. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey lapangan dan menggunakan analisis klaster serta analisis PCA. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik morfometrik yang diperoleh yaitu 27 karakter yang terdiri dari bagian kepala, badan, serta ekor dengan panjang standar berkisar 13,85-19,45 cm dan panjang total berkisar 15,8-22,27 cm. Sementara itu, keragaman morfometrik Johnius sp. yang didapatkan pada penelitian ini dibagi menjadi empat klaster yang dipengaruhi oleh delapan karakter bagian badan yang meliputi panjang sirip dada, panjang sirip anal, panjang dasar sirip punggung kedua, jarak pangkal sirip punggung pertama ke pangkal sirip anal, jarak awal sirip punggung kedua ke pangkal sirip perut, jarak awal sirip punggung kedua ke pangkal sirip anal, panjang dasar sirip punggung pertama, dan panjang sirip perut dengan total kumulatif 81,5%. | Tigawaja fish (Johnius sp.) is one of the demersal fish that has a high production level at TPI Tegalsari, reaching 1.1 tons/year. However, morphometric studies of both Johnius sp. landed at other TPIs and the Tegalsari TPI location have never been carried out, so the management of Johnius sp. resources cannot be optimized. The aim of this research is to determine the morphometric characteristics of Johnius sp. and analyze the morphometric diversity of Johnius sp. landed at TPI Tegalsari. This research was conducted in October 2023. This research was conducted using a field survey method and used cluster analysis and PCA analysis. The results of the research showed that the morphometric characteristics obtained were 27 characters consisting of the head, body and tail with a standard length ranging from 13.85 to 19.45 cm and a total length ranging from 15.8 to 22.27 cm. Meanwhile, the morphometric diversity of Johnius sp. the data obtained in this study were divided into four clusters which were influenced by eight body part characteristics which included pectoral ray length, anal ray length, second dorsal fin base length, first dorsal to anal distance, second dorsal to pelvic distance, second dorsal to anal distance, first dorsal fin base length, and pelvic ray length with a cumulative total of 81.5%. | |
| 42420 | 45793 | L1A020054 | Keragaman Morfometrik Ikan Swanggi (Priacanthus sp.) yang Didaratkan di Tempat Pelelangan Ikan Tegalsari Kota Tegal | Ikan swanggi (Priacanthus sp.) merupakan jenis ikan demersal yang berhabitat di daerah karang maupun terumbu karang dan juga biasanya dapat dijumpai di daerah laut terbuka pada kedalaman 20-200 meter. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan karakter morfometrik dan mengetahui keragaman morfometrik Priacanthus sp. yang didaratkan di TPI Tegalsari Kota Tegal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023. Jumlah sampel ikan yang diteliti pada penelitian ini berjumlah 30 ekor. Terdapat 24 karakter truss morfometrik yang digunakan untuk mengkarakterisasi keragaman bentuk tubuh Priacanthus sp. yang diukur menggunakan software Image-J. Data morfometrik dianalisis menggunakan analisis klaster dan PCA untuk mengetahui keragaman morfometrik ikan swanggi. Hasil penelitian menunjukkan karakter morfometrik Priacanthus sp. yang didaratkan di TPI Tegalsari memiliki 24 karakter yang terdiri dari bagian kepala sebanyak 11 karakter, badan 9 karakter, ekor 3 karakter, dan panjang standar. Keragaman morfometrik Priacanthus sp. yang didaratkan di TPI Tegalsari Kota Tegal dibagi menjadi 4 klaster yang dipengaruhi karena 7 karakter utama, yaitu karakter jarak moncong-sirip dada, panjang kepala, jarak moncong-akhir tulang kepala, diameter mata, panjang moncong, panjang rahang atas dan jarak pangkal depan dirip perut-pangkal depan sirip anal dengan total kumulatif sebesar 80,5%. | The swanggi fish (Priacanthus sp.) is a type of demersal fish that inhabits coral reef areas and can also be found in open sea areas at depths of 20-200 meters. The aim of the study is to determine the morphometric characteristics and to understand the morphometric diversity of Priacanthus sp. landed at TPI Tegalsari, Tegal City. This research was conducted in October 2023. The number of fish samples examined in this study was 30. There are 24 truss morphometric characters used to characterize the body shape diversity of Priacanthus sp., measured using Image-J software. The morphometric data were analyzed using cluster analysis and PCA to determine the morphometric diversity of the swanggi fish. The results showed that the morphometric characters of Priacanthus sp. landed at TPI Tegalsari have 24 characters consisting of 11 head characters, 9 body characters, 3 tail characters, and standard length. Morphometric diversity of Priacanthus sp. those landed at TPI Tegalsari, Tegal City were divided into 4 clusters which were influenced by 7 main characters, namely the snout-pectoral fin distance, head length, snout-end of head bone distance, head base length, snout length, upper jaw length, and the distance between the front base of the pelvic fin and the front base of the anal fin. |