Artikel Ilmiah : A1D020134 a.n. MEITA RESTI WULANDARI

Kembali Update Delete

NIMA1D020134
NamamhsMEITA RESTI WULANDARI
Judul ArtikelKajian C-Organik Tanah di Lahan Sawah DAS Serayu Tengah, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara
Abstrak (Bhs. Indonesia)C-organik merupakan sistem kompleks dan dinamis yang berasal dari sisa tanaman
dan atau binatang yang terdapat didalam tanah yang mengalami perubahan bentuk secara
terus menerus yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor biologi, kimia, maupun
fisika yang digunakan sebagai pendukung kesuburan suatu tanah. Kecamatan Mandiraja
merupakan kecamatan dengan produksi padi tertinggi di Kabupaten Banjarnegara.
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengkaji pola sebaran C-organik tanah, 2) mengetahui
nilai korelasi antar variabel pengamatan, dan 3) mengetahui rekomendasi pemupukan
organik di Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini dilaksanakan
secara survei di lahan sawah pada budidaya tanaman padi Kecamatan Mandiraja,
Kabupaten Banjarnegara dan Laboratorium Tanah Sumberdaya Lahan, Fakultas
Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penentuan titik sampel
didasarkan atas satuan lahan homogen dengan memperhatikan penyebaran lokasi yang
didasarkan pada garis tegak lurus memotong aliran sungai utama (Sungai Serayu).
Pengambilan sampel tanah dan jaringan tanaman dilakukan secara komposit di setiap
lokasi pengamatan. Variabel yang diamati meliputi pH (H2O), pH (KCl), Daya Hantar
Listrik (DHL), potensial redoks, C-organik, Kapasitas Tukar Kation (KTK), tekstur
tanah, dan wawancara dengan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata
kandungan C-organik yang terdapat di lahan sawah Kecamatan Mandiraja berkisar antara
0,48-2,26% pada SLH 1 dengan nilai rerata 1,22 yaitu termasuk pada kategori rendah.
Pada SLH 2 kandungan C-organik tanah berkisar antara 0,06-2,4% dengan nilai rerata
1,21% yaitu termasuk pada kategori rendah. Didapatkan hasil korelasi antar variabel pada
setiap kedalaman, memiliki nilai korelasi yang lemah. Rekomendasi pemupukan organik
di lokasi penelitian berkisar antara 2,6-11,1 ton/ha dengan menggunakan pupuk kompos.
Rekomendasi pemupukan ini ditentukan berdasarkan kandungan C-organik yang
kemudian dilakukan peningkatan satu tingkat dari harkatnya.
Abtrak (Bhs. Inggris)C-organic is a complex and dynamic system that originates from plant and/or
animal remains found in the soil which undergo continuous changes in shape which are
influenced by various factors, both biological, chemical, and physical factors which are
used to support the fertility of a soil. Mandiraja District is the district with the highest
rice production in Banjarnegara Regency. The objectives of this research were to: 1)
acknowledge the distribution pattern of soil organic carbon, 2) acknowledge the
correlation value between observed variables, and 3) acknowledge recommendations for
organic fertilization in Mandiraja District, Banjarnegara Regency. This research was
conducted by survey method in rice field at Mandiraja District, Banjarnegara Regency
and the Soil Resources Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman
University, Purwokerto. Sampling technique determined based on the homogeneous land
unit system regarding the distribution of location, based on perpendicular line
intersecting the main river flow (Serayu River). Soil sampling and plant tissue were
conducted compositely at each sampling point. Variables observed in this research are,
pH (H2O), pH (KCl), electrical conductivity (EC), oxidation/reduction potential (Eh),
organic carbon, Cation Exchange Capacity (CEC), soil texture, and interviews with
farmers. The results of the research show that the average C-organic contenct found in
the rice fields of Mandiraja District ranges from 0.48-2.26% at LU 1 with an average
value of 1.22, which is included in the low category. At LU 2 the soil C-organic content
ranges from 0.06-2.4% with an average value of 1.21%, which is included in the low
category. The correlation results between variables at each depth were found to have
weak correlation value. Recommendations for organic fertilization at the research
location range from 2.6-11.1 tonnes/ha using compost. This fertilizer recommendation is
determined based on the C-organic content which is then increased by one level of value.
Kata kunciC-organic, cation exchange capacity (CEC), compost
Pembimbing 1Dr. Ir. Muhammad Rif'an, M.P.
Pembimbing 2Dr. Agus Riyanto, S.P., M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2024-08-21 09:02:36.014961
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.