Artikelilmiahs
Menampilkan 42.381-42.400 dari 48.839 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 42381 | 45751 | L1A020069 | DISTRIBUSI DAN MARGIN PEMASARAN HASIL TANGKAPAN CUMI-CUMI (Loligo sp.) YANG DI DARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA KEJAWANAN, CIREBON | Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan Cirebon (PPN) Kejawanan Cirebon, memiliki sumberdaya perikanan yang melimpah salah satunya adalah cumi-cumi (Loligo sp.) yang memiliki produksi dengan skala cukup besar dan tertinggi di PPN Kejawanan. Rantai disribusi yang terlibat di dalamnya, seperti: nelayan, pedagang besar, pedagang kecil, dan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui distribusi pemasaran cumi-cumi (Loligo sp.) dan nilai margin pemasaran cumi-cumi (Loligo sp.) yang didaratkan di PPN Kejawanan,Cirebon. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan kualitatif dan kuantitatif terhadap distribusi, margin pemasaran, Fisherman’s share dan Efisiensi pemasaran. Hasil penelitian ini, distribusi hasil tangkapan cumi-cumi (Loligo sp.) yang didaratkan di PPN Kejawanan dalam pendistribusiannya melibatkan beberapa pelaku pemasaran yaitu nelayan, pedagang besar, pedagang kecil, dan konsumen. Terdapat 2 saluran pemasaran. Total nilai margin pemasaran tertinggi pada saluran I yaitu Rp 20.000,00 dan nilai margin pemasaran tertinggi pada saluran II yaitu Rp 10.000,00. Persentase fisherman’s share adalah sebesar 72,73%-94,12%. Nilai efisiensi pemasaran saluran I dan saluran II <5% yang artinya semua saluran yang ada sudah efisien. Kata Kunci : Distribusi; Margin Pemasaran; Cumi-cumi; PPN Kejawanan | Kejawanan Nusantara Fishery Port (PPN) Kejawanan Cirebon, has abundant fishery resources, one of which is squid (Loligo sp.) which has a fairly large scale production and the highest in Kejawanan PPN. The distribution chain involved in it, such as: fishermen, large traders, small traders, and consumers. The purpose of this study was to determine the marketing distribution of squid (Loligo sp.) and the marketing margin value of squid (Loligo sp.) landed at Kejawanan VAT, Cirebon. The method used was descriptive method. The data collection technique used was purposive sampling technique. The data analysis used is descriptive analysis with qualitative and quantitative on distribution, marketing margin, Fisherman's share and marketing efficiency. The results of this study show that the distribution of squid catches (Loligo sp.) landed at Kejawanan VAT in its distribution involves several marketing actors, namely fishermen, large traders, small traders, and consumers. There are 2 marketing channels. The highest total marketing margin value in channel I is IDR 20,000 and the highest marketing margin value in channel II is IDR 10,000. The percentage of fisherman's share is 72.73%-94.12%. The marketing efficiency value of channel I and channel II is <5%, which means that all existing channels are efficient. Keywords : Distribution; Marketing Margin; Squid; PPN Kejawanan | |
| 42382 | 45752 | E1A020123 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMILIK HAK ATAS MEREK TERDAFTAR DARI PENGALIHAN HAK KARENA PERJANJIAN DENGAN TANDA TANGAN PALSU (STUDI PUTUSAN NOMOR 74/PDT.SUS-HKI/MEREK/2023/PN NIAGA JKT.PST) | Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis sebagai upaya melindungi merek terdaftar. Merek harus didaftarkan terlebih dahulu agar mendapatkan perlindungan hukum dan hak eksklusif bagi pemiliknya. Merek termasuk hak kebendaan tak berwujud sehingga dapat dialihkan. Kasus pelanggaran merek terdaftar salah satunya adalah pengalihan hak atas merek terdaftar “BB Bakery” melalui perjanjian dengan tanda tangan palsu sehingga merugikan pemilik sahnya. Penelitian dilakukan dengan tujuan mengetahui perlindungan hukum terhadap pemilik merek terdaftar dan akibat hukum ketika terjadi peralihan hak atas merek melalui perjanjian dengan tanda tangan palsu. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode pendekatan analisis dengan jenis penelitian yuridis normatif dan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dan diperoleh dengan melakukan kajian terhadap bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif dan disajikan dalam bentuk teks naratif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan Putusan Nomor 74/Pdt.Sus-HKI/Merek/2023/PN Niaga Jkt.Pst dapat disimpulkan bahwa pemilik sah atas merek terdaftar “BB Bakery” telah mendapatkan perlindungan hukum berupa dibatalkannya permohonan pencatatan pengalihan hak merek dan perjanjian pengalihan hak merek oleh Tergugat dinyatakan batal demi hukum. Akibat hukum penggunaan tanda tangan palsu pada perjanjian pengalihan hak atas merek terdaftar “BB Bakery” yaitu perjanjian dianggap tidak memenuhi syarat adanya kata sepakat yang diatur dalam Pasal 1320 KUHPerdata sehingga dibatalkan dan berakibat pencatatan pengalihan hak atas mereknya dinyatakan batal. | The government issued Law Number 20 of 2016 on Trademarks and Geographical Indications as an effort to protect registered trademarks. A trademark must be registered first in order to receive legal protection and exclusive rights for its owner. Trademarks are considered intangible property rights, and therefore, they can be transferred. One case of registered trademark infringement involves the transfer of rights to the registered trademark "BB Bakery" through an agreement with a forged signature, thereby harming its rightful owner. This research aims to understand the legal protection for registered trademark owners and the legal consequences when trademark rights are transferred through an agreement with a forged signature. The research was conducted using an analytical approach with a normative juridical type of research and analytical descriptive research specifications. The type of data used is secondary data, obtained by reviewing primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The obtained data were analyzed using normative qualitative methods and presented in narrative text form. Based on the results of the research and the discussion of Decision Number 74/Pdt.Sus-HKI/Merek/2023/PN Niaga Jkt.Pst, it can be concluded that the rightful owner of the registered trademark "BB Bakery" has received legal protection in the form of the cancellation of the trademark rights transfer application, and the trademark rights transfer agreement by the defendant was declared null and void by law. The legal consequence of using a forged signature in the agreement for the transfer of rights to the registered trademark "BB Bakery" is that the agreement is considered not to meet the requirement of mutual consent as stipulated in Article 1320 of the Indonesian Civil Code, resulting in its cancellation and the nullification of the trademark rights transfer registration. | |
| 42383 | 45753 | J1A020039 | SOUND CHANGE ON SF9’S INSEONG KIM IN WORDS-FINAL ST LETTERS | Perubahan fonetik dan fonologi sangat mungkin terjadi ketika seseorang menuturkan sebuah bahasa sebagai bahasa asing. Penelitian ini mengobservasi perubahan tersebut tepatnya tipe-tipe perubahan bunyi yang terjadi serta pengaruhnya ketika sebuah kata dalam Bahasa Inggris diucapkan oleh penutur Korea. Data yang diambil untuk penelitian ini adalah salah satu program dari kanal YouTube SF9 yang berjudul Inseong O’Clock. Fokus dari penelitian ini adalah pada kata-kata yang berakhiran huruf st yang diucapkan oleh Inseong Kim. Kemudian, data akan dianalisa menggunakan metode observasi kualitatif, yaitu peneliti akan mengobservasi video, mencatat kata-kata yang berakhir dengan huruf st, lalu menganalisa tipe perubahan bunyi yang terjadi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada 12 kata yang tercatat, ditemukan empat dari tujuh tipe perubahan bunyi. Meliputi asimilasi, epentesis, elitisi atau penghapusan, dan lenisi yang merupakan tipe dengan kemunculan terbanyak. Singkatnya, terdapat beberapa tipe perubahan bunyi pada penelitian yang dilakukan. | Phonetics and phonology change possibly happen when the Korean people speak foreign language such as English. This research observed the phonetics and phonological change type and impact when an English word is produced by Korean. The data that the researchers use for this research is from one of SF9’s YouTube channel programs called Inseong O’Clock. However, this research focus is on the words-final st letters produced by Inseong Kim. Furthermore, the data will be analyzed by using the qualitative observation method where the researchers observe the video, write down the words that end with st letters, and analyze the sound change type. Based on the research on 12 words listed, there are four out of seven types appeared in the data. It starts with assimilation, epenthesis, elition, and lenition. In conclusion, several types of sound changes happen when a Korean produces an English word. | |
| 42384 | 44744 | B1B017005 | Etnobotany In Health Care for Pregnancy and Childbirth Phase by Dawuhan Kulon Village Community, Kedungbanteng Sub-district, Banyumas Regency | Desa Dawuhan Kulon merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, Jawa Tengah yang memiliki jumlah penduduk sekitar 3.594 jiwa. Terdapat banyak lahan tanaman di sekitar pemukiman yang dapat dimanfaatkan sebagai lahan tanaman obat herbal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tanaman yang digunakan dalam perawatan kesehatan pada fase kehamilan dan persalinan oleh masyarakat di Desa Dawuhan Kulon dan untuk mengetahui pemanfaatan tanaman dalam perawatan kesehatan pada fase kehamilan dan persalinan. Metode penelitian ini menggunakan snowball sampling dan analisis data menggunakan spesies use value (SUV) dan plant part use (PPU). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 28 spesies tumbuhan dari 16 famili yang digunakan untuk pengobatan fase kehamilan dan kelahiran oleh masyarakat di Desa Dawuhan Kulon, tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah temulawak (Curcuma zanthorrhiza Roxb.). Bagian organ tanaman adalah akar, rimpang, batang, daun dan bunga. Bagian organ tanaman yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun. Pemanfaatan tanaman dengan cara diminum, dioleskan, ditumbuk, dicuci, diurut, direbus, makanan/makanan dan tempat wadah. Pemanfaatan tumbuhan yang sering digunakan oleh masyarakat adalah dioles, direbus, ditumbuk dan dipilah. Tradisi Desa Dawuhan Kulon yang dilakukan oleh masyarakat desa untuk perawatan fase kehamilan dan kelahiran bayi adalah tradisi sambetan, tradisi didadahi (dipijat), tradisi wisuh (mencuci) dan tradisi ari-ari bayi. | Dawuhan Kulon Village is one of the villages located in Kedungbanteng District, Banyumas, Central Java, which has a population of around 3,594 people. There is a lot of plant land around the settlement that can be utilized as land for herbal medicinal plants. Purpose of this study is to find out the plant species used in health care in the phase of pregnancy and childbirth by the community in Dawuhan Kulon Village and to find out the utilization of plants in health care in the phase of pregnancy and childbirth. This research method used snowball sampling and analysed data using species use value (SUV) and plant part use (PPU). Based on the results of the study obtained 28 plant species from 16 families used for the treatment of pregnancy and birth phases by the community in Dawuhan Kulon Village, the most widely used plant is temulawak (Curcuma zanthorrhiza Roxb.). Plant organ parts are roots, rhizomes, stems, leaves and flowers. The part of the plant organ that is most widely is the leaf. Utilization of plants by drinking, applying, pounding, washing, massaging, boiling, food/eating and container places. The utilization of plants that are often used by the community is smeared, boiled, pounded and sorted. Dawuhan Kulon Village traditions carried out by the village community for the care of the pregnancy and birth phase of the baby are the tradition of sambetan, the tradition of “didadahi” (massaged), the tradition of “wisuh” (washing)and the tradition of the baby's placenta. | |
| 42385 | 45754 | L1C020033 | Identifikasi Molekuler dan Analisa Senyawa Antimikroba Alga Cokelat di Pantai Karapyak | Peningkatan kasus resistensi bakteri terhadap antibiotik menjadi salah satu masalah dalam bidang kesehatan. Hal tersebut menjadi pendorong penemuan antibiotik baru, salah satunya adalah alga cokelat yang mengandung senyawa aktif sebagai antimikroba. Namun, perlu penggunaan spesies yang tepat untuk memudahkan dalam analisis senyawa aktif yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi alga cokelat secara morfologi, anatomi, dan molekuler, menganalisis aktivitas senyawa antimikroba dalam alga cokelat dari Pantai Karapyak, dan menganalisis aktivitas antibakteri terhadap Micrococcus luteus ATCC4698, Bacillus megaterium DSM32, dan Escherichia coli K12. Identifikasi molekuler dilakukan menggunakan penanda Internal Transcribed Spacer (ITS). Alga cokelat dari Pantai Karapyak teridentifikasi memiliki similaritas terhadap Sargassum polycystum sebesar 98.6% dan Turbinaria sp. yang baru teridentifikasi secara morfologi dan anatomi. Senyawa terdereplikasi dari LC-HRMS (Liquid Chromatography High Resolution Mass Spectrometry) sebagai antibakteri dari kedua spesies adalah ricinoleic acid (m/z 534,365), neomycin sulfate (m/z 637,314), sarmentoside B (m/z 663,462), dihydrogedunic acid (m/z 499,596), pheophytin (m/z 871,585), dan pheophorbide (m/z 593,279). Kedua spesies memiliki aktivitas antibakteri dengan kategori lemah. Dengan demikian, senyawa antibakteri yang dihasilkan alga cokelat Sargassum polycystum dan Turbinaria sp. belum dapat menjadi antibiotik baru secara optimal. . | The increasing case of bacterial resistance to antibiotics is a problem in medical sector. It become the reason of new discovery of antibiotics, one of it is brown algae that obtained antimicrobial compounds. However, the utilization of right species to facilitated in analyzing bioactive compound produced. This research aimed to identify brown algae morphologically, anatomically, and molecularly, analyze antimicrobial compounds in brown algae from Karapyak Beach , analyzed antibacterial activity to Micrococcus luteus ATCC4698, Bacillus megaterium DSM32, and Escherichia coli K12. Molecular identification used Internal Transcribed Spacer (ITS) marker. Brown algae from Karapyak Beach was identified had similarity to Sargassum polycystum 98.6% and Turbinaria sp. that had been identified morphologically and anatomically. The replicated compounds from LC-HRMS (Liquid Chromatography High Resolution Mass Spectrometry) as antibacterial was ricinoleic acid (m/z 534,365), neomycin sulfate (m/z 637,314), sarmentoside B (m/z 663,462), dihydrogedunic acid (m/z 499,596), pheophytin (m/z 871,585), and pheophorbide (m/z 593,279). Both species had antibacterial activities categorized weak. Thus, the antibacterial compounds produced by Sargassum polycystum and Turbinaria sp. can not fully optimally yet used as antibiotic. | |
| 42386 | 45757 | B1A020058 | Gambaran Cairan Serebrospinalis pada Pasien dengan Indikasi Meningitis Viral di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso | Meningitis merupakan penyakit infeksi yang menyerang sistem saraf pusat. Meningitis dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme patogen, antara lain bakteri, virus, dan fungi. Penderita meningitis yang tidak mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat dapat mengalami gangguan jangka panjang atau sequeale seperti penurunan fungsi kognitif serta dapat mengalami kematian. Angka kasus meningitis di Indonesia masih cukup tinggi sehingga diperlukan pemeriksaan penunjang dalam menegakkan diagnosis. Salah satu pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis meningitis adalah pemeriksaan cairan serebrospinalis. Selain menegakkan diagnosis, pemeriksaan cairan tersebut juga dapat membantu menentukan patogen penyebab meningitis sehingga penderita dapat mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat. Pada kasus meningitis viral, diperlukan pemeriksaan mikrobiologi LCS secara molekular dengan teknik PCR yang dapat mendeteksi materi genetik virus penyebab meningitis sehingga diagnosis dapat ditegakkan. Meskipun demikian, belum semua fasilitas kesehatan di Indonesia dapat melakukan pemeriksaan molekular untuk menentukan patogen penyebab meningitis viral karena keterbatasan sarana dan prasarana laboratorium serta biayanya yang mahal. Adanya tantangan dalam diganostik meningitis viral tersebut serta belum adanya penelitian mengenai gambaran LCS pada pasien meningitis di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso mendorong penulis untuk meneliti hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemeriksaan LCS dapat menentukan patogen penyebab meningitis serta berapakah proporsi meningitis viral di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso periode 2019 - 2023. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dalam bentuk studi potong lintang (cross-sectional) dengan teknik purposive sampling menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien meningitis yang melakukan pemeriksaan LCS di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso pada tahun 2019 - 2023. Data pasien meningitis yang diambil meliputi karakteristik demografi, gejala meningitis, pemeriksaan LCS, dan status HIV. Metode analisis data yang digunakan untuk menganalisis data tersebut adalah analisis deskriptif dengan menggunakan software SPSS versi 16 untuk mengetahui distribusi frekuensi data pasien yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sebanyak 17 kasus meningitis di RSPI SS periode 2019 - 2023, hanya sebanyak 8 kasus (47,06%) yang patogennya dapat ditentukan, sedangkan patogen pada 9 kasus lainnya (52,94%) tidak dapat ditentukan. Kasus yang patogennya dapat ditentukan, antara lain adalah 4 kasus meningitis TB (23,53%) dan 4 kasus meningitis kriptokokal (23,53%). Sementara itu, kasus yang patogennya tidak dapat ditentukan, antara lain adalah 3 kasus suspek meningitis TB (17,65%) dan 6 kasus suspek meningitis viral (35,29%). Patogen yang tidak dapat ditentukan disebabkan karena terdapat pemeriksaan mikrobiologi yang tidak dilakukan, yaitu pemeriksaan GeneXpert atau TCM untuk mendeteksi materi genetik bakteri TB dan pemeriksaan PCR panel virus untuk mendeteksi materi genetik virus. | Meningitis is an infectious disease that attacks the central nervous system. Meningitis can be caused by pathogenic microorganisms, including bacteria, viruses, and fungi. Meningitis patients who do not receive prompt and appropriate treatment may suffer from long-term complications or sequeale, such as cognitive impairment and even death. The incidence of meningitis cases in Indonesia is still quite high, so that the supporting examinations are needed to make a diagnosis. One of the supporting examinations that can be done to make a diagnosis of meningitis is the analysis of cerebrospinal fluid (LCS). In addition, this examination can also help to identify the pathogen causing meningitis. In viral meningitis cases, molecular examination of the LCS using PCR techniques is necessary to detect the genetic material of the virus causing meningitis so that a diagnosis can be made and the pathogen can be identified. However, not all healthcare facilities in Indonesia can perform this examination due to limitations in laboratory facilities and the high cost. The challenges in diagnosing viral meningitis and the lack of research on cerebrospinal fluid profiles in meningitis patients at RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso have prompted the author to conduct this research. This research aims to identify the pathogen causing meningitis through LCS analysis and asses the proportion of viral meningitis cases at RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso during the period 2019 - 2023. This research is conducted using a survey method in the form of a cross-sectional study. This research uses purposive sampling as the sampling technique using secondary data from the medical records of meningitis patients who had LCS examinations at RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso from 2019 to 2023. Data collected from the medical records includes demographic characteristics, meningitis symptoms, LCS examinations results, and HIV status. Data analysis is performed using descriptive analysis with SPSS version 16 software to describe the frequency distribution of the data. The result of this research shows that of the 17 cases of meningitis at RSPI SS during 2019 - 2023, the causing pathogens were identified from 8 cases (47,06%), while the causing pathogens of the other 9 cases (52,94%) could not be identified. The identified pathogens are 4 cases of TB meningitis (23,53%) and 4 cases of cryptococcal meningitis (23,53%). Meanwhile, cases with unidentified pathogens consists of 3 cases of suspected TB meningitis (17,65%) and 6 cases of suspected viral meningitis (35,29%). This can occur because microbiological examinations: the GeneXpert or TCM examination to detect the genetic material of TB bacteria and the PCR virus panel test to detect the genetic material of the virus were not performed in some cases. | |
| 42387 | 45758 | J1C020026 | IMPLEMENTASI OMOTENASHI DI RESTORAN SUSHI DALAM FILM JIRO WA SUSHI NO YUME WO MIRU (ANALISIS SEMIOTIKA JOHN FISKE) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi omotenashi di restoran sushi dalam film Jiro Wa Sushi No Yume Wo Miru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa adegan dan dialog yang dilakukan oleh tokoh Jiro Ono dan tokoh lainnya dari film Jiro Wa Sushi No Yume Wo Miru sebagai sumber data. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori semiotika oleh John Fiske yang menjabarkan kode televisi melalui tiga level yaitu, realitas, representasi, dan ideologi. Dari hasil penelitian, implementasi omotenashi dibagi menjadi tiga elemen, yaitu : shitsurai, furumai, dan shikake. Implementasi omotenashi berupa shitsurai ditunjukan oleh Jiro dengan dedikasinya dalam bekerja, dan melakukan ojigi kepada pelanggan sebagai bentuk penghormatan. Furumai ditunjukan oleh Jiro dengan persiapan dalam penyajian sebelum disajikan kepada pelanggan. Kemudian shikake ditunjukan oleh Jiro berusaha memperbaiki teknik yang dipakai agar meningkatkan rasa pada sushi. | Omotenashi or often referred to as Japanese hospitality is a service to customers based on the spirit and culture of Japan. This research aims to find out the implementation of omotenashi in sushi restaurants in the movie Jiro wa Sushi no Yume wo Miru. This research is a descriptive qualitative research. This research data is in the form of scenes and dialog performed by Jiro Ono and other characters as data sources. The data collection methods used are observation and documentation. The theory used in this research is the semiotic theory by John Fiske which describes the television code through three levels, namely, reality, representation, and ideology. From the results of the study, the implementation of omotenashi is divided into three elements, namely: shitsurai, furumai, and shikake. The implementation of omotenashi in the form of shitsurai is shown by Jiro with friendliness welcoming customers, and doing ojigi to customers as a form of respect. Furumai is shown by Jiro with preparation in serving before serving to customers, a commitment to making better sushi than before. Then shikake is shown by Jiro trying to improve the techniques used to improve the taste of sushi. | |
| 42388 | 45759 | L1C020045 | Pengamatan Kondisi Terumbu Karang Hidup di Perairan Tulamben dan Amed dengan Menggunakan Metode Reef Check | Perairan Tulamben dan Amed merupakan tempat wisata diving yang memiliki terumbu karang. Aktivitas diving merupakan aktivitas antropogenik yang dapat merusak terumbu karang. Metode reef check merupakan metode monitoring terumbu karang yang dapat digunakan untuk mengetahui tutupan karang, ikan karang, dan invertebrata laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase tutupan karang hidup, kelimpahan ikan karang dan invertebrata, dan hubungan tutupan karang hidup dengan kelimpahan ikan karang dan invertebrata yang ada di Perairan Tulamben dan Amed. Penelitian ini menggunakan metode survei untuk pengambilan data dan metode purposive sampling untuk penentuan stasiun. Pengambilan data tutupan karang hidup menggunakan metode Point Intercept Transect (PIT), ikan karang menggunakan metode Underwater Visual Census (UVC), dan invertebrata laut menggunakan metode belt transect. Hubungan persentase tutupan karang hidup dengan kelimpahan ikan karang dan invertebrata laut dianalisis menggunakan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase tutupan karang hidup di Perairan Tulamben dan Amed berada dalam kategori buruk hingga sedang. Kelimpahan ikan karang yang ada di lokasi penelitan berada dalam kategori cukup melimpah hingga sangat melimpah, sedangkan invertebrata yang ditemukan hanya Diadema spp. dan Tridacna spp. Hubungan persentase tutupan karang hidup dengan kelimpahan ikan karang memiliki korelasi kuat, sedangkan dengan kelimpahan invertebrata memiliki nilai korelasi sangat kuat. | Tulamben and Amed waters are diving tourism sites that have coral reef. Coral reef is very vulnerable to anthropogenic activity such as diving. Reef check method is a coral monitoring method to assess living coral coverage, reef fish, dan marine invertebrates. The purpose of this study was to assess percentage of living coral, abundance of reef fish and marine invertebrates, and correlation living coral with reef fish and marine invertebrata in Tulamben and Amed waters. Survey and purposive sampling method were applied for data collection and determine each station. Living coral, reef fish, marine invertebrate data were carried out by Point Intercept Transect (PIT), Underwater Visual Census (UVC), and belt transect method, respectively. Correlation of living coral coverage with reef fish and marine invertebrates was analyzed by Pearson correlation. The result of this research revealed that percentage of living coral coverage in the location was in bad to moderate category. The abundance of reef fish in location was in less to very abundant category, meanwhile the marine invertebrates that were discovered merely Diadema spp. and Tridacna spp. Correlation of percentage living coral with abundance of reef fishes had strong correlation, while with abundance of marine invertebrates had very strong correlation | |
| 42389 | 45763 | A1C020018 | DINAMIKA AIR DAN PEMUATAN NUTRISI TANAH PADA PEMBENIHAN KENTANG MENGGUNAKAN FERTIGASI SUMBU DENGAN VARIASI MEDIA TANAM DAN DOSIS PUPUK ORGANIK | Di Indonesia, bibit kentang pada umumnya dibudidayakan di dataran tinggi secara konvensional yang berpotensi mengakibatkan kerusakan lingkungan. Sistem fertigasi sumbu berpeluang digunakan untuk budidaya tanaman terutama pembibitan kentang yang ramah lingkungan. Namun, pembibitan kentang menggunakan sistem tersebut masih jarang diteliti dan diterapkan. Oleh karena itu, penelitian mengenai pembibitan kentang menggunakan sistem fertigasi sumbu sangat diperlukan untuk menunjang produktivitas bibit kentang dan upaya konservasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika air dan pemuatan nutrisi tanah pada sistem fertigasi sumbu bagi pembibitan kentang dengan variasi media tanam dan dosis pupuk organik. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial menggunakan kombinasi perlakuan berjumlah 12 variasi. Masing-masing kombinasi perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali sehingga mendapatkan jumlah kombinasi perlakuan sebanyak 36 buah polibag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan variasi media tanam dan dosis pupuk organik berpengaruh terhadap dinamika air dan nutrisi tanahnya. Dinamika air tanah diwakili oleh kadar air tanah volumetrik, kerapatan tanah, dan konduktivitas hidrolik tanah dengan menghasilkan kombinasi perlakuan terbaik pada tanah utuh dengan dosis pupuk organik sebesar 30 ton/ha, sedangkan pada pemuatan nutrisi tanah diwakili oleh N dan P tersedia menghasilkan kombinasi perlakuan terbaik pada cocopeat-tanah dengan dosis pupuk organik sebesar 40 ton/ha. | In Indonesia, potato seeds are generally cultivated in the highlands conventionally, which has the potential to cause environmental damage. The wick fertigation system has the opportunity to be used for environmentally friendly plant cultivation, especially potato seedlings. However, potato breeding using this system is still rarely researched and implemented. Therefore, research on potato breeding using a wick fertigation system is very necessary to support potato seed productivity and environmental conservation efforts. This research aims to determine the dynamics of water and soil nutrients in the wick fertigation system for potato seedlings with variations in planting media and organic fertilizer doses. This research was designed using a factorial Completely Randomized Design (CRD) using 12 treatment combinations. Each treatment combination was repeated 3 times to obtain a total of 36 treatment combinations in polybags. The results of the research show that the use of variations in planting media and doses of organic fertilizer influence the water dynamics and soil nutrients. Soil water dynamics is represented by volumetric soil water content, soil density, and soil hydraulic conductivity by producing the best treatment combination on intact soil with an organic fertilizer dose of 30 tonnes/ha, while soil nutrient loading is represented by available N and P producing the best treatment combination on cocopeat soil with an organic fertilizer dose of 40 tons/ha. | |
| 42390 | 45760 | I1A017051 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN KANKER PAYUDARA PADA WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURBALINGGA | ABSTRAK Latar Belakang: Skrining merupakan upaya untuk mendeteksi secara dini adanya kanker. Kanker payudara di Indonesia menjadi masalah yang besar karena lebih dari 70% penderita berobat pada stadium lanjut. Cakupan deteksi dini kanker payudara di wilayah kerja Puskesmas Purbalingga masih rendah yaitu tahun 2018 sebanyak 1,17%, tahun 2019 sebanyak 1,4% dan pada 2020 sebanyak 0,3% dari seluruh wanita usia 30-50 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap, keterpaparan informasi, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan dengan perilaku pencegahan kanker payudara. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 114 orang wanita usia subur dengan menggunakan cluster random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen penelitian yaitu kuesioner, kemudian data diolah secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Variabel bebas meliputi pengetahuan, sikap, keterpaparan informasi, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan, sementara variabel terikat adalah perilaku pencegahan kanker payudara. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan (p-value= 0,029), sikap (p-value= 0,008), dan dukungan keluarga (p- value= 0,007) dengan perilaku pencegahan kanker payudara. Tidak ada hubungan antara keterpaparan informasi (p-value= 0,092) dan dukungan tenaga kesehatan (p-value= 0,103) dengan perilaku pencegahan kanker payudara. Kesimpulan: Variabel yang berhubungan dengan perilaku pencegahan kanker payudara pada WUS di wilayah kerja Puskesmas Purbalingga adalah pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga. Sementara variabel yang tidak berhubungan adalah keterpaparan informasi dan dukungan tenaga kesehatan. Kata Kunci: Perilaku Pencegahan, Kanker Payudara, Wanita Usia Subur | ABSTRACT Background: Screening is an effort to detect cancer early. Breast cancer in Indonesia is a major problem because more than 70% of sufferers seek treatment at an advanced stage. The coverage of early detection of breast cancer in the Purbalingga Health Center working area is still low, namely in 2018 as much as 1.17%, in 2019 as much as 1.4% and in 2020 as much as 0.3% of all women aged 30-50 years.. This study aims to analyze the relationship between knowledge, attitudes, exposure to information, family support and health worker support with breast cancer prevention behavior. Method: This study is a quantitative study with a cross-sectional study design. The number of samples was 114 women of childbearing age using cluster random sampling. Data were collected using a research instrument, namely a questionnaire, then the data were analyzed using univariate and bivariate with the chi-square test. The independent variables are knowledge, attitudes, exposure to information, family support and health worker support, while the dependent variable is breast cancer prevention behavior. Results: The results of the study showed that there is a relationship between knowledge (p-value = 0.029), attitude (p-value = 0.008), and family support (p- value = 0.007) with breast cancer prevention behavior. There is no relationship between information exposure (p-value = 0.092) and health worker support (p- value = 0.103) with breast cancer prevention behavior. Conclusion: Variables related to breast cancer prevention behavior in WUS in the Purbalingga Health Center work area are knowledge, attitude and family support. While unrelated variables are exposure to information and support from health workers. Keywords: Preventive Behavior, Breast Cancer, Women of Childbearing Age | |
| 42391 | 45761 | F1F020039 | Identitas Uni Eropa dalam Action Plan on Financing Sustainable Growth: Analisis Pendekatan Konstruktivisme | Perubahan iklim saat ini telah menjadi isu yang sangat diperhatikan baik oleh masyarakat maupun pemerintah. Salah satu kawasan yang sangat fokus pada upaya penanganan perubahan iklim adalah Uni Eropa. Melalui Action Plan on Financing Sustainable Growth atau yang selanjutnya disebut Action Plan, Uni Eropa mereformasi kerangka keuangannya, terutama dalam hal investasi, untuk diarahkan ke proyek-proyek berkelanjutan. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini dilakukan untuk mengkaji alasan Uni Eropa menerapkan Action Plan sebagai sebuah kerangka kerja yang lebih condong dan fokus untuk mencapai tujuan lingkungan dibandingkan tujuan ekonomi, padahal situasi ekonomi di Uni Eropa juga perlu mendapatkan perhatian. Melalui implementasi pemikiran Konstruktivisme dari Anne Clunan, didapatkan temuan penelitian bahwa alasan Uni Eropa mengimplementasikan Action Plan untuk tujuan lingkungan karena ada identitas pro-iklim yang mendasarinya; salah satunya ambisi Jean-Claude Juncker (Presiden Komisi Eropa tahun 2014-2019) yang ingin menjadikan Uni Eropa sebagai pemimpin aksi dalam penanganan iklim global sehubungan dengan mundurnya Amerika Serikat dari Paris Agreement. Adapun identitas tersebut berasal dari citra diri para elit politik Uni Eropa yang mendominasi yang kemudian memengaruhi kepentingan nasional Uni Eropa dan diwujudkan dalam bentuk tindakan berupa kebijakan yaitu Action Plan. | Climate change has become a highly significant issue, drawing attention from both the public and governments. One of the regions particularly focused on addressing climate change is the European Union. Through the Action Plan on Financing Sustainable Growth or hereinafter referred to as the Action Plan, the European Union has reformed its financial framework, particularly in terms of investment, to be directed towards sustainable projects. Based on this, the present study aims to examine the reason behind the European Union’s adoption of the Action Plan as a framework that leans more towards achieving environmental objectives rather than economic ones, despite the fact that the economic situation in the European Union also requires attention. By applying Anne Clunan’s Constructivism theory, the research findings reveal that the European Union’s implementation of the Action Plan for environmental objectives is rooted in a pro-climate identity; one aspect of this identity is the ambition of Jean-Claude Juncker (President of the European Union Commission from 2014 to 2019) to position the European Union as a leader in global climate action, particularly following the United States’ withdrawal from the Paris Agreement. This identity stems from the dominant self-image of European political elites, which subsequently influences the European Union’s national interest and is manifested in policies such as the Action Plan. | |
| 42392 | 45762 | L1C020019 | Analisis Fitoplankton Harmful Algae Blooms (HABs) pada Musim Peralihan di Area Silvofishery Pantai Utara Jawa Tengah | Kegiatan kultur pada area silvofishery pantura diduga berpengaruh terhadap pertumbuhan fitoplankton. Pengayaan nutrien dalam kolom air didukung faktor lingkungan lain seperti musim akan berpengaruh terhadap sifat fisika kimia air, yang dapat meningkatkan pertumbuhan fitoplankton yang berbahaya (HABs). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis, kelimpahan, kelimpahan relatif fitoplankton HABs, dan parameter fisika kimia air pada area silvofishery pantura, serta mengetahui hubungan kelimpahan fitoplankton HABs dengan parameter fisika kimia air dengan pendekatan spasial dan temporal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling dengan analisis statistik korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh 82 spesies fitoplankton meliputi 3 divisi yaitu Cyanophyta sebanyak 10 spesies, Chlorophyta sebanyak 26 spesies, dan Chrysophyta sebanyak 46 spesies. Jumlah kelimpahan fitoplankton terbanyak dari divisi Chrysophyta sebesar 330.867 ind/L. Kelimpahan relatif tertinggi fitoplankton HABs terdapat pada spesies Oscillatoria limnosa dan Nitschia sp. Parameter fisika kimia air masih dalam baku mutu yang ditetapkan. Namun, parameter seperti salinitas, Total Nitrogen, dan Total Fosfat tidak sesuai dengan baku mutu perairan untuk pertumbuhan fitoplankton. Parameter yang memiliki hubungan yang sangat kuat dengan kelimpahan fitoplanton berpotensi HABs yaitu DO dan Total Nitrogen, Total Fosfat memiliki hubungan kuat, salinitas, pH memiliki hubungan yang sedang. Sedangkan, suhu memiliki hubungan yang rendah. | The silvofishery activities in the Pantura area are suspected to influence phytoplankton growth. Nutrient enrichment in the water column, supported by other environmental factors such as seasonal changes, can affect the physical and chemical properties of the water, potentially increasing the growth of harmful algal blooms (HABs). The objective of this study is to identify the types, abundance, and relative abundance of HABs phytoplankton, as well as the physical and chemical water parameters in the Pantura silvofishery area. Additionally, it aims to determine the relationship between the abundance of HABs phytoplankton and the physical and chemical water parameters using spatial and temporal approaches. The method used in this research is purposive sampling with Pearson correlation statistical analysis. The results showed the identification of 82 phytoplankton species across three divisions: Cyanophyta (10 species), Chlorophyta (26 species), and Chrysophyta (46 species). The highest phytoplankton abundance was from the Chrysophyta division, with 330,867 individuals per liter. The highest relative abundance of HABs phytoplankton was found in the species Oscillatoria limnosa and Nitschia sp. The physical and chemical water parameters were generally within the established quality standards. However, parameters such as salinity, Total Nitrogen, and Total Phosphate did not meet the water quality standards for phytoplankton growth. Parameters with a very strong relationship to the abundance of HABs phytoplankton were DO and Total Nitrogen, while Total Phosphate had a strong relationship. Salinity and pH had a moderate relationship, and temperature had a weak relationship. | |
| 42393 | 45695 | K1C020030 | ANALISIS KONTAMINASI NEUTRON DARI RADIOTERAPI LINAC KANKER NASOFARING DENGAN TEKNIK SOURCE SURFACE DISTANCE DAN SOURCE AXIS DISTANCE MENGGUNAKAN MCNPX | Radioterapi kanker nasofaring membutuhkan penggunaan linac bernergi tinggi di atas 10 MV untuk mencapai kanker. Namun, penggunaan linac di atas 10 MV dapat menyebabkan adanya kontaminasi neutron yang dapat menimbulkan dosis tambahan karena faktor bobot radiasi neutron yang tinggi. Penelitian menggunakan simulasi MCNPX ini bertujuan untuk menghitung dosis efektif pada kanker nasofaring dan organ sekitar dan menghitung persentase kontaminasi neutron. Radioterapi menggunakan linac 15 MV dan teknik penyinaran menggunakan teknik SSD dan SAD serta dua arah penyinaran, supraclave (0) dan lateral (90 dan 270). Penggunaan Linac 15 MV bertujuan agar radiasi dapat mencapai kanker. Nilai dosis efektif total pada sel kanker teknik SSD dan SAD adalah 2 Sv dan pada OAR berkisar antara 0,004 Sv sampai 0,048 Sv untuk teknik SSD dan teknik SAD berkisar antara 0,002 Sv sampai 0,047 Sv. Kontaminasi neutron dalam penelitian ini untuk sel kanker dan OAR masih di bawah ambang batas 1% dan dosis yang dihasilkan pada organ at risk di bawah batas dosis masing-masing organ. Dosis dan kontaminasi neutron pada penelitian ini memiliki hasil yang lebih kecil pada teknik SAD daripada SSD. | Radiotherapy for nasopharyngeal cancer requires the use of high-intensity linac above 10 MV to reach the cancer. However, the use of linac above 10 MV can lead to neutron contamination which can lead to additional doses due to the high neutron radiation weight factor. The study using the MCNPX simulation aims to calculate the effective dose in nasopharyngeal cancer and surrounding organs and calculate the percentage of contamination of radiotherapy using linac 15 MV and irradiation techniques using SSD and SAD techniques as well as bidirectional irradiation, supraclave (0) and lateral (90 and 270). The use of Linac 15 MV aims to allow radiation to reach cancer. The total effective dose value in cancer cells of the SSD and SAD techniques was 2 Sv and in OAR ranged from 0.004 Sv to 0.048 Sv for the SSD technique and the SAD technique ranged from 0.001 Sv to 0.047 Sv. Neutron contamination in this study for cancer cells and OAR was still below the threshold of 1% and the dose produced in the organs at risk was below the dose limit of each organ. The neutron dose and contamination in this study had smaller results on the SAD technique than on SSD. | |
| 42394 | 45756 | I1D020078 | POTENSI YOGURT KECAMBAH KACANG TANAH DENGAN AKAR ALANG-ALANG (YOCAMTALA) TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA DAN RASIO LINGKAR PINGGANG-PANGGUL PENDERITA DISLIPIDEMIA | Dislipidemia adalah kondisi abnormalitas profil lipid yang sering dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Kadar trigliserida yang tinggi merupakan indikator dislipidemia yang berisiko menyebabkan penyakit jantung. Rasio Lingkar Pinggang Panggul (RLPP) adalah ukuran antropometri untuk menilai distribusi lemak tubuh, yang berhubungan dengan risiko kardiovaskular. Pemberian Yogurt Kecambah Kacang Tanah Dengan Akar Alang-Alang (Yocamtala) diharapkan menurunkan kadar Trigliserida dan RLPP Wanita penderita Dislipidemia. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental pretest-posttest control group design. Responden adalah wanita penderita dislipidemia di Desa Purwosari, Baturraden berjumLah 20 orang dengan rentang usia 35-70 tahun yang dibagi dalam 2 kelompok (Yocamtala dan Placebo). Yogurt diberikan selama 2 bulan sebanyak 200 mL dan diminum setiap pagi. Kadar trigliserida dan RLPP diukur sebelum dan sesudah penelitian. Data dianalisis menggunakan SPSS 27. Konsumsi Yocamtala sebanyak 200 mL selama 2 bulan dapat menurunkan kadar Trigliserida dari 166,13 menjadi 104,25 (p=0,012), tetapi tidak terdapat perubahan RLPP. Pada kelompok Placebo tidak terjadi penurunan kadar trigliserida maupun RLPP. Yocamtala dapat menurunkan kadar Trigliserida mencapai kadar normal akan tetapi tidak dapat menurunkan RLPP. | Dyslipidemia is an abnormal lipid profile condition linked to an increased risk of cardiovascular disease. High triglyceride levels are an indicator of dyslipidemia, which may lead to heart disease. The Waist-Hip Ratio (WHR) is used to assess body fat distribution, which is related to cardiovascular risk. Peanut Sprout Yogurt with Imperata Root Extract (Yocamtala), containing phenolics, fiber, protein, and vitamin C, was expected to reduce triglyceride levels and WHR in women with dyslipidemia. This study used a pretest-posttest control group design. Respondents were 20 women with dyslipidemia, aged 35-70, from Purwosari Village, Baturraden, divided into Yocamtala and placebo groups. They consumed 200 mL of yogurt daily for 2 months. Triglyceride levels and WHR were measured before and after the study, and data were analyzed using SPSS 27. After 2 months, Yocamtala reduced triglyceride levels from 166.13 to 104.25 (p=0,012) but did not change WHR (p=0,083). No changes were observed in the placebo group. Yocamtala was able to reduce triglyceride levels to a normal range but was not able to reduce WHR. | |
| 42395 | 45766 | F1F020030 | Efektivitas Rezim Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) dalam Melindungi Hak Tenaga Keperawatan Indonesia di Jepang Tahun 2019-2023 | Skripsi ini menganalisis “Efektivitas Rezim Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) dalam Melindungi Hak Tenaga Keperawatan Indonesia di Jepang Tahun 2019-2023”. IJEPA adalah perjanjian kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Jepang yang telah berjalan sejak tahun 2008 dan meliputi berbagai sektor, termasuk tenaga kerja yang mencakup perawat dan caregiver. IJEPA telah mengatur ketentuan dan tahapan-tahapan dalam pengiriman tenaga perawat, namun masih terdapat kekurangan dalam implementasinya. Misalnya, kurangnya regulasi yang jelas mengenai biaya yang harus ditanggung dan hal-hal teknis lainnya. Skripsi ini menggunakan teori efektivitas rezim oleh Arild Underdal. Underdal menganalisis efektivitas rezim melalui variabel dependen (output, outcome, dan impact) dan variabel independen (problem malignancy yang mencakup incongruity, asymmetry, dan cleavages serta problem-solving capacity yang mencakup institutional setting, distribution of power, dan skill and energy). Variabel-variabel ini mempengaruhi level of collaboration, yang nantinya akan mengarah ke regime effectiveness. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan sumber data sekunder yang diambil dari studi literatur, baik dari buku, jurnal ilmiah, dan situs web. Hasil yang ditemukan dari penelitian ini adalah implementasi rezim IJEPA dalam melindungi hak tenaga keperawatan Indonesia di Jepang pada tahun 2019-2023 telah cukup efektif. Tipe masalahnya benign dengan level of collaboration yang ada di skala 5. Indikator yang tidak terpenuhi yaitu institutional setting, yang menunjukkan masih adanya ketidaktegasan regulasi. Akan tetapi, evaluasi secara berkala terus dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan Jepang untuk memastikan pengiriman dan perlindungan perawat Indonesia dapat berjalan semakin baik di masa mendatang. | This study analyzes “The Effectiveness of the Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) Regime in Protecting the Rights of Indonesian Nursing Workers in Japan 2019-2023”. IJEPA is an economic agreement between Indonesia and Japan that has been running since 2008 and covers various sectors, one of them being labor which includes nurses and caregivers. IJEPA has regulated the provisions and stages in sending nurses, but there are still shortcomings in its implementation. For example, the lack of clear regulations regarding the costs that must be borne and other technical matters. This thesis uses the theory of regime effectiveness by Arild Underdal. Underdal analyzes regime effectiveness through dependent variables (output, outcome, and impact) and independent variables (problem malignancy which includes incongruity, asymmetry, and cleavages and problem-solving capacity which includes institutional setting, distribution of power, and skill and energy). These variables affect the level of collaboration, which will lead to regime effectiveness. This type of research is descriptive qualitative with secondary data sources taken from literature studies, both from books, scientific journals, and websites. The results found from this study are that the implementation of the IJEPA regime in protecting the rights of Indonesian nursing personnel in Japan in 2019-2023 has been quite effective. The type of problem is benign with the level of collaboration on a scale of 5. The indicator that is not met is the institutional setting, which shows that there is still a lack of regulatory assertiveness. However, regular evaluations continue to be carried out by the Indonesian and Japanese governments to ensure the delivery and protection of Indonesian nurses can run better in the future. | |
| 42396 | 45767 | F1F020077 | Peran ICRC Dalam Mengimplementasikan Hukum Humaniter Internasional Pada Konflik Rusia-Ukraina Tahun 2022-2023 | Skripsi ini menganalisis “Peran ICRC Dalam Mengimplementasikan Hukum Humaniter Internasional Pada Konflik Rusia-Ukraina Tahun 2022-2023” dengan tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui dan menjelaskan bagaimana peran ICRC dalam mengimplementasikan Hukum Humaniter Internasional pada konflik Rusia-Ukraina tahun 2022 - 2023. Serta mengidentifikasi strategi, pendekatan, dan tantangan yang dihadapi ICRC dalam mengimplementasikan Hukum Humaniter Internasional di tengah konflik tersebut. Konflik antara Rusia dan Ukraina telah berlangsung sejak tahun 2014 dan mengalami peningkatan intensitas hingga mencapai puncaknya pada Februari 2022. Pada konflik ini menurut ICRC kedua negara ini telah melanggar empat prinsip yang tercantum dalam Hukum Humaniter Internasional. ICRC memainkan tiga peran penting dalam mengimplementasikan HHI yaitu sebagai inisiator, fasilitator, dan mediator. | This thesis analyzes "The Role of the ICRC in Implementing International Humanitarian Law in the Russia-Ukraine Conflict in 2022-2023" with the aim of this study is to find out and explain the role of the ICRC in implementing International Humanitarian Law in Russia-Ukraine in 2022-2023. As well as identifying strategies, approaches, and challenges faced by the ICRC in implementing International Humanitarian Law in the midst of the conflict. The conflict between Russia and Ukraine has been going on since 2014 and has increased in intensity until it peaked in February 2022. In this conflict, according to the ICRC, the two countries have violated the four principles stated in International Humanitarian Law. The ICRC plays three important roles in implementing IHL, namely as an initiator, facilitator, and mediator. | |
| 42397 | 45764 | F1F020057 | Analisis Framing Gerakan Boikot Produk Prancis Tahun 2020 di Indonesia | Gerakan boikot produk Prancis tahun 2020 yang diadopsi oleh masyarakat Indonesia, mengalami fenomena ketidakberlanjutannya. Asumsi penulis bahwa faktor dari ketidakberlanjutan terletak pada proses framingnya, dan menjadi latar belakang dari penelitian ini. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menanalisis framing gerakan dan membuktikan asumsi penulis. Dalam prosesnya, penulis menggunakan teori framing dan konsep frame alignment process sebagai parameter yang menganalisis framing gerakan. Melalui proses penelitian, hasil yang didapatkan bahwa secara teori, proses framing gerakan boikot produk Prancis tahun 2020 di Indonesia memang lemah, terutama peran motivating framingnya. Sedangkan dampak dari lemahnya peran motivating framing adalah kegagalan aktivis dalam mentransformasikan gerakan dan menuntunnya untuk berhasil dalam memenuhi tujuannya. Penelitian berkesimpulan akhir bahwa faktor ketidakberlanjutan gerakan boikot produk Prancis tahun 2020 di Indonesia, dipengaruhi oleh lemahnya peran motivating framing, sehingga gerakan tidak mampu mempertahankan kejayaannya dan menjadi gagal. | The 2020 French product boycott movement adopted by the Indonesian people experienced a phenomenon of unsustainability. The author's assumption that the factor of unsustainability lies in the framing process, and is the background of this study. Thus, the purpose of this study is to analyze the framing of the movement and prove the author's assumption. In the process, the author uses framing theory and the concept of frame alignment process as parameters that analyze the framing of the movement. Through the research process, the results obtained are that in theory, the framing process of the 2020 French product boycott movement in Indonesia is indeed weak, especially the role of motivating framing. Meanwhile, the impact of the weak role of motivating framing is the failure of activists to transform the movement and guide it to succeed in achieving its goals. The study concluded that the factor of unsustainability of the 2020 French product boycott movement in Indonesia was influenced by the weak role of motivating framing, so that the movement was unable to maintain its glory and failed. | |
| 42398 | 45768 | A1D020145 | Pengaruh Pemberian Fly Ash Buttom Ash (FABA) dan Pupuk NZEO-SRPlus Terhadap Karakteristik Fisiologi dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca Sativa L.) Pada Tanah Inceptisol | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Fly Ash Buttom Ash (FABA) dan pupuk NZEO-SRPlus terhadap karakteristik fisiologi dan hasil tanaman selada, mengetahui perbandingan hasil interaksi pemberian Fly Ash Buttom Ash (FABA) dan pupuk NZEO-SRPlus pada karakteristik fisiologi dan hasil tanaman selada. Penelitian dilakukan di Kelurahan Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman mulai bulan Oktober 2023 sampai dengan Maret 2024. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu Fly Ash Buttom Ash (FABA) dengan dosis 0 kg/ha, 100 kg/ha, dan 200 kg/ha. Faktor kedua yaitu NZEO-SRPlus dengan dosis 0 kg/ha, 100 kg/ha, 200 kg/ha, dan 300 kg/ha. Kedua faktor tersebut menjadi 12 kombinasi dan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh dari penelitian di analisis ragam dan apabila menunjukkan adanya perbedaan nyata maka dilakukan uji lanjut menggunakan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fly Ash Buttom Ash (FABA) dan NZEO-SRPlus dapat meningkatkan kehijauan daun, jumlah dan kerapatan stomata, kadar klorofil a, kadar klorofil b, dan kadar klorofil total. | This research aims to determine the effect of giving Fly Ash Buttom Ash (FABA) and NZEO-SRPlus fertilizer on the physiological characteristics and yields of lettuce plants, to find out the comparison of the results of the interaction of giving Fly Ash Buttom Ash (FABA) and NZEO-SRPlus fertilizer on the physiological characteristics and yields of lettuce plants. The research was conducted in Karangwangkal Village, North Purwokerto District, Banyumas Regency, Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from October 2023 to March 2024. The design used was a Randomized Block Design (RAK) which consisted of two factors. The first factor is Fly Ash Buttom Ash (FABA) with doses of 0 kg/ha, 100 kg/ha, and 200 kg/ha. The second factor is NZEO-SRPlus with doses of 0 kg/ha, 100 kg/ha, 200 kg/ha, and 300 kg/ha. These two factors become 12 combinations and 3 repetitions. The data obtained from the research was analyzed of variance and if it showed significant differences, further tests were carried out using DMRT (Duncan's Multiple Range Test) at an error level of 5%. The results showed that Fly Ash Buttom Ash (FABA) and NZEO-SRPlus could increase leaf greenness, number and density of stomata, chlorophyll a levels, chlorophyll b levels, and total chlorophyll levels. | |
| 42399 | 45769 | L1C020077 | Identifikasi Fitoplankton Berbasis Machine Learning | ABSTRAK Metode yang umum digunakan dalam identifikasi fitoplankton adalah dengan identifikasi mikroskopis secara manual yang membutuhkan banyak tenaga dan waktu. Untuk mengatasi kekurangan ini, dibutuhkan peralatan pencatat dan pendeteksi plankton dengan akurasi tinggi. Perkembangan teknologi mengalami kemajuan besar dalam bidang deteksi objek pada gambar ataupun video secara real time. Teknologi yang dapat digunakan untuk deteksi objek otomatis adalah deep learning. Konsep dasar dari deep learning adalah dengan memodelkan data berskala besar dengan beberapa lapisan pemrosesan dengan struktur yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan algoritma YOLO dalam Software untuk mengidentifikasi genera fitoplankton. Penelitian ini menggunakan algoritma YOLOv5 dengan melakukan training data terhadap 20 genera fitoplankton yaitu Actinocyclus, Asterionella, Carteria, Ceratium, Chaetoceros, Cocconeis, Coscinodiscus, Crucigenia, Cyclotella, Dinophysis, Navicula, Nitzschia, Noctiluca, Pinnularia, Pleurosigma, Skeletonema, Spirulina, Synedra, Tabellaria, dan Tetraselmis yang diambil dari penelitian terdahulu, website Algaebase, dan Google Image untuk kemudian diuji menggunakan confusion matrix. Hasil dari pengujian berupa nilai Accuracy sebesar 0,831; nilai Precision sebesar 0,934; nilai Recall sebesar 0.882; F-Score sebesar dan 0,907. | ABSTRACT The common method used for phytoplankton identification is manual microscopic identification, which requires significant effort and time. To overcome these limitations, high-accuracy plankton recording and detection equipment is needed. Technological advancements have made significant progress in real-time object detection in images and videos. Deep learning is a technology that can be used for automatic object detection. The basic concept of deep learning involves modeling large-scale data with several processing layers and complex structures. This research aims to apply the YOLO algorithm in software to identify phytoplankton genera. This study utilizes the YOLOv5 algorithm by training data on 20 genera of phytoplankton, namely Actinocyclus, Asterionella, Carteria, Ceratium, Chaetoceros, Cocconeis, Coscinodiscus, Crucigenia, Cyclotella, Dinophysis, Navicula, Nitzschia, Noctiluca, Pinnularia, Pleurosigma, Skeletonema, Spirulina, Synedra, Tabellaria, and Tetraselmis, which were obtained from previous research, the Algaebase website, and Google Images, and then tested using a confusion matrix. The test results showed an Accuracy value of 0.831, a Precision value of 0.934, a Recall value of 0.882, and an F-Score of 0.907. | |
| 42400 | 45440 | B1A017068 | Karakter Morfologi Mollusca Hulu Sungai Logawa | Pengenalan karakter morfologi berperan penting dalam identifikasi suatu organisme karena membantu dalam menentukan status taksonominya. Proses identifikasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan perlu membandingkan dengan spesimen yang telah diteliti atau diidentifikasi sebelumnya. Karakteristik utama yang digunakan dalam identifikasi Mollusca air tawar antara Gastropoda dan Bivalvia berbeda. Penciri Gastropoda terletak pada cangkang dan operculum, sedangkan Bivalvia dilihat dari bentuk katup, bentuk luar cangkang, dan sifat gigi engsel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies Mollusca di Hulu Sungai Logawa dan mengetahui karakter kunci penunjuk spesies. Hasil identifikasi karakter morfologi menunjukkan bahwa Mollusa yang ditemukan hanya Class Gastropoda yang terdiri atas 8 spesies. Sulcospira testudinaria memiliki operculum betipe multispiral dan nukles sentral. Melanoides tuberculata, Tarebia granifera, dan Thiara scabra memiliki operculum betipe paucispiral dan nukles eksentrikal. Anentome helena memiliki saluran siphonal. Lymnae rubiginosa memiliki cangkang tipis, transparan, dan tidak ditutupi oleh operculum. Filopaludina javanica memiliki umbillicus terbuka, peristome bersambung, operculum korneus, bertipe konsentris, dan nukleus subsentral. Pila scutata memiliki spire yang menurun seperti anak tangga, umbillicus tertutup, peristome tidak bersambung, operculum korneus, konsentris, dan nukleus subsentral. | The identification of morphological characters plays an important role in identifying an organism because it helps determine its taxonomic status. The identification process must be carried out very carefully and needs to be compared with previously studied or identified specimens. The main characteristics used in the identification of freshwater Mollusca differ between Gastropoda and Bivalvia. Gastropoda features are found in the shell and operculum, while Bivalvia are identified based on valve shape, external shell shape, and hinge teeth characteristics. This research aims to determine the species of Mollusca in the Upper Logawa River and identify key species-indicating characteristics. The results of morphological character identification show that the Mollusca found were only from the Class Gastropoda, consisting of 8 species. Sulcospira testudinaria has a multispiral operculum type and a central nucleus. Melanoides tuberculata, Tarebia granifera, and Thiara scabra have a paucispiral operculum type and an eccentric nucleus. Anentome helena has a siphonal canal. Lymnae rubiginosa has a thin, transparent shell that is not covered by an operculum. Filopaludina javanica has an open umbilicus, continuous peristome, corneous operculum, concentric type, and subcentral nucleus. Pila scutata has a step-like descending spire, closed umbilicus, discontinuous peristome, corneous operculum, concentric type, and subcentral nucleus. |