Artikelilmiahs
Menampilkan 39.881-39.900 dari 48.906 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 39881 | 42256 | F1B017011 | Implementasi Program Pemberdayaan Masyarakat Melalui Dana Desa (Studi Pelatihan Pemulasaran Jenazah dan Memasak Kue Basah di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas) | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 yang telah menempatkan desa sebagai ujung tombak pembangunan dan peningkatan atau pengembangan kesejahteraan masyarakat desa dengan mengelola daerahnya secara mandiri. Pengembangan desa-desa tersebut didanai oleh pemerintah pusat dengan dana desa. Salah satu prioritas yang diusulkan dalam dana desa yaitu bidang pemberdayaan masyarakat sebagai upaya peningkatan keterampilan agar masyarakat desa lebih berdaya. Sama halnya dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat pada pelatihan memasak kue basah dan pelatihan pemulasaran jenazah di Desa Kedungbanteng yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Masalah yang muncul ketika kegiatan sudah dibuat sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa namun pada salah satunya tidak berjalan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pemulasaran jenazah dan memasak kue basah di Desa Kedungbanteng. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan implementasi pada kedua kegiatan pelatihan berjalan dengan baik hanya saja ada beberapa aspek yang dijalankan belum maksimal sehingga hasil yang didapat belum dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap masyarakat Desa Kedung Banteng dalam bidang pemberdayaan masyarakat. | This research is motivated by Law Number 6 of 2014 which has placed villages as the spearhead of development and improving or developing the welfare of village communities by managing their areas independently. The development of these villages is funded by the central government with village funds. One of the priorities proposed in the village fund is the field of community empowerment as an effort to increase skills so that village communities are more empowered. Likewise, community empowerment activities include wet cake cooking training and corpse handling training in Kedungbanteng Village which are carried out according to community needs. Problems arise when activities have been designed to suit the needs of the village community, but one of them does not run sustainably. This research aims to analyze the implementation of a community empowerment program through training in corpse handling and cooking wet cakes in Kedungbanteng Village. The selection of informants used purposive sampling and snowball sampling techniques. Data collection uses interviews, observation and documentation. The data analysis method used is the interactive analysis method. The results of this research show that the implementation of the two training activities went well, however there were several aspects that were not implemented optimally so that the results obtained were not able to have a significant impact on the people of Kedung Banteng Village in the field of community empowerment. | |
| 39882 | 42257 | F1B019046 | Evaluasi Pelaksanaan Program Pengaduan Masyarakat Melalui Website Matur Bupati di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Purbalingga | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya pelaksanaan program pengaduan masyarakat di Kabupaten Purbalingga. Namun dalam pelaksanaannya masih mengalami beberapa permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi bagaimana pelaksanaan program pengaduan masyarakat melalui website Matur Bupati di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Purbalingga menggunakan teori evaluasi yang dilihat dari 6 aspek yaitu efektivitas (effectivity), efisiensi (efficiency), kecukupan (adequancy), perataan (adequity), responsivitas (responsivenees), dan ketepatan (approproatenees). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi pelaksanaan program pengaduan masyarakat melalui website Matur Bupati di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Purbalingga berdasarkan 6 aspek tersebut memiliki kondisi yang berbeda-beda. Terdapat tiga aspek yang sudah berjalan secara optimal dan tiga aspek belum berjalan dengan maksimal. Pada aspek efektivitas, sub aspek persyaratan pengaduan dan mekanisme pengaduan telah berjalan dengan optimal sedangkan sub aspek jangka waktu penyelesaian pengaduan belum sepenuhnya berjalan dengan optimal sesuai ketentuan yang telah ditentukan. Pada aspek efisiensi, tampak adanya efisiensi tenaga kerja secara optimal. Pada aspek kecukupan, sarana dan prasarana dalam menunjang pelaksanaan program Matur Bupati telah mencukupi secara optimal. Pada aspek perataan, upaya sosialisasi telah dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika namun belum sepenuhnya optimal didistribusikan secara merata kepada masyarakat karena belum melibatkan daerah-daerah tertentu. Pada aspek responsivitas, masih terdapat pengaduan yang belum terselesaikan dengan jangka waktu yang optimal hal ini dikarenakan beberapa isi laporan tergolong berat dan dalam penyelesainnya membutuhkan waktu lebih lama untuk koordinasi. Aspek terakhir yaitu ketepatan, pada aspek ini menunjukan pelaksanaan program Matur Bupati memberikan manfaat dan berdampak positif secara optimal oleh berbagai pihak. | This research was motivated by the implementation of a community complaints program in Purbalingga Regency. However, in its implementation there are still several problems. This research aims to analyze and evaluate how the public complaints program is implemented through the Matur Regent website at the Purbalingga Regency Communication and Information Service using evaluation theory seen from 6 aspects, namely effectivitiy, efficiency, adequacy, adequity, responsiveness, and approatenees. This research uses descriptive qualitative methods. The research results show that the evaluation of the implementation of the public complaints program through the Matur Regent website at the Purbalingga Regency Communication and Information Service based on these 6 aspects has different conditions. There are three aspects that have run optimally and three aspects that have not run optimally. In the aspect of effectiveness, the sub-aspect of complaint requirements and complaint mechanisms has run optimally, while the sub-aspect of the period for resolving complaints has not fully run optimally according to the provisions that have been determined. In the efficiency aspect, it appears that there is optimal labor efficiency. In the adequacy aspect, the facilities and infrastructure to support the implementation of the Matur Regent program are optimally sufficient. In the aspect of leveling, outreach efforts have been carried out by the Communication and Informatics Service but have not been fully optimally distributed evenly to the community because they have not involved certain areas. In the aspect of responsiveness, there are still complaints that have not been resolved within the optimal time period, this is because some of the contents of the reports are classified as heavy and their resolution requires more time for coordination. The final aspect is accuracy, this aspect shows that the implementation of the Matur Regent program provides benefits and has an optimal positive impact on various parties. | |
| 39883 | 42258 | J0B020033 | Buklet Keterangan Foto Sejarah Perumusan Naskah Proklamasi Berbahasa Mandarin di Museum Perumusan Naskah Proklamasi | Laporan Praktik kerja ini berjudul “Buklet Keterangan Foto Sejarah Perumusan Naskah Proklamasi Berbahasa Mandarin di Museum Perumusan Naskah Proklamasi”. Kegiatan praktik kerja lapangan dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober hingga 23 Maret 2023. Tujuan dilaksankannya praktik kerja ini adalah menyediakan media informasi tertulis berupa buklet keterangan foto sejarah perumusan naskah proklamasi berbahasa Mandarin di Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Hal yang melatarbelakangi dilaksanakannya praktik kerja ini adalah adanya pengunjung berbahasa Mandarin yang tidak fasih berbahasa Indonesia dan tidak fasih berbahasa Inggris, serta belum tersedianya media informasi tertulis berbahasa Mandarin. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, metode wawancara, metode studi pustaka dan metode jelajah internet. Dalam proses penerjemahan penulis menggunakan metode komunikatif. Hal ini dikarenakan dengan menggunakan metode komunikatif dapat menghasilkan terjemahan yang lebih mudah dipahami dan berterima oleh pengunjung berbahasa Mandarin. Hasil praktik kerja ini berupa buklet keterangan foto sejarah perumusan naskah proklamasi berbahasa Mandarin. | This aticle is titled "Historical Photo Caption Boooklet The Formulation Of The Chinese Proclamation Script At The Museum Of The Formulation Of The Proclamation Script ". Field work practice activities were carried out from October 5 to March 23, 2023. The purpose of this work practice is to provide written information media in the form of a booklet of photo captions of the history of the formulation of the proclamation script in Chinese at the Museum of the Formulation of the Proclamation Manuscript. The background of the implementation of this work practice is the presence of Chinese-speaking visitors who are not fluent in Indonesian and not fluent in English, and the unavailability of written information media in Chinese. The methods used to collect data are observation method, interview method, literature study method and internet browsing method. In the translation process, the author used the communicative method. This is because using the communicative method can produce translations that are more easily understood and accepted by Chinese-speaking visitors. The result of this work practice is a booklet of photo captions of the history of the formulation of the Chinese proclamation script. | |
| 39884 | 42259 | C1B019100 | Pengaruh Internal Locus of Control dan Cyberloafing Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) Sebagai Variabel Mediasi | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh internal locus of control dan cyberloafing terhadap kinerja karyawan dengan pengaruh mediasi Organizational Citizenship Behavior (OCB). Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyumas dengan pengambilan sampel sebanyak 113. Sampel yang diambil dengan teknik sampel proportionate stratified random sampling. Data pada penelitian ini dianalisis dengan analisis regresi linier berganda menggunakan alat analisis IBM SPSS Statistic Version 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Internal locus of control berpengaruh positif dan signifikan terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB). (2) Internal locus of control berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. (3) Cyberloafing berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB). (4) Cyberloafing berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. (5) Organizational Citizenship Behavior (OCB) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. (6) Internal locus of control berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan variabel mediasi Organizational Citizenship Behavior (OCB). (7) Cyberloafing berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan variabel mediasi Organizational Citizenship Behavior (OCB). | The purpose of this research is to determine the influence of internal locus of control and cyberloafing on employee performance with the mediating influence of Organizational Citizenship Behavior (OCB). This type of research is quantitative research. The population in this study were employees of the Banyumas Regency Industry and Trade Service with a sample of 113. The samples were taken using a proportionate stratified random sampling technique. The data in this study were analyzed using multiple linear regression analysis using the IBM SPSS Statistics Version 22 analysis tool. The results of the research show that: (1) Internal locus of control has a positive and significant effect on Organizational Citizenship Behavior (OCB). (2) Internal locus of control has a positive and significant effect on employee performance. (3) Cyberloafing has a negative and significant effect on Organizational Citizenship Behavior (OCB). (4) Cyberloafing has a negative and significant effect on employee performance. (5) Organizational Citizenship Behavior (OCB) has a positive and significant effect on employee performance. (6) Internal locus of control has a positive and significant effect on employee performance with the mediating variable Organizational Citizenship Behavior (OCB). (7) Cyberloafing has a negative and significant effect on employee performance with the mediating variable Organizational Citizenship Behavior (OCB). | |
| 39885 | 42260 | H1D019051 | APLIKASI SCREENING THALASSEMIA MINOR MENGGUNAKAN METODE C4.5 BERBASIS LARAVEL | Thalassemia adalah kelainan darah yang dapat diwariskan yang menyebabkan anemia dan rapuhnya sel darah merah. Thalassemia minor merupakan salah satu jenis thalassemia dimana penderita merupakan pembawa sifat thalassemia dan hanya mengalami anemia ringan. Untuk mencegah peningkatan jumlah kasus thalassemia diadakanlah proses screening kepada suatu individu untuk mengkonfirmasi ada tidaknya pembawa sifat thalassemia pada tubuh. Dalam pengadaan screening di Kabupaten Banyumas, Tim Peneliti Thalassemia Fakultas Kedokteran Unsoed menemui beberapa permasalahan yaitu hasil screening yang hanya dapat menunjukkan apabila individu merupakan pembawa sifat thalassemia minor atau tidak. Hal ini mengakibatkan masalah dikarenakan hasil screening yang baik adalah berupa sebuah probabilitas. Masalah kedua adalah belum adanya sistem informasi yang terintegrasi untuk pengendalian thalassemia di Kabupaten Banyumas. Solusi dari kedua permasalahan tersebut adalah membangun sebuah aplikasi screening thalassemia minor. Aplikasi menggunakan metode data mining C4.5 untuk menghitung kemungkinan thalassemia minor pada individu. Aplikasi dibuat dengan berbasis website menggunakan Laravel untuk mempercepat pengembangan website. Sistem juga menggunakan web service untuk dapat mengakses algoritma C4.5 yang dibuat. | Thalassemia is an inherited blood disorder that causes anaemia and weak red blood cells. Thalassemia minor is a type of thalassemia where the patient is a carrier of thalassemia and only experiences mild anaemia. To prevent an increase in the number of thalassemia cases, a screening process is held for an individual to confirm whether there is a thalassemia carrier in the body. In providing screening in Banyumas Regency, the Unsoed Medical Faculty Thalassemia Research Team encountered several problems, namely that the screening results could only show whether an individual was a carrier of thalassemia minor or not. This causes a problem because a good screening result is a probability. The second problem is the absence of an integrated information system for thalassemia control in Banyumas Regency. The solution to these two problems is to build a thalassemia minor screening application. The application uses the C4.5 data mining method to calculate the likelihood of thalassemia minor in individuals. The application is made website-based using Laravel to speed up website development. The system also uses a web service to be able to access the created C4.5 algorithm. | |
| 39886 | 42276 | F1D020059 | Strategi Marketing Politik Partai Politik Di Purbalingga Dalam Merebut Pemilih Milenial Dan Gen Z | Generasi milenial dan Z adalah generasi yang dilahirkan pada kisaran tahun 1981-2012. Hal ini membuat kedua generasi tersebut dikatakan sebagai generasi internet. Dengan segala kemudahan akses internet maka memberikan dampak kepada seluruh aspek kehidupan sosial, tidak terkecuali aspek politik. Jika dilihat dengan kondisi saat ini, Indonesia sedang bersiap untuk melakukan pemilu 2024. Dalam hal ini partai politik harus mempersiapkan strategi yang matang. Salah satunya dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi media sosial. Pemanfaatan teknologi juga didukung dengan data yang dikeluarkan oleh KPU bahwa pada pemilu 2024 mayoritas pemilih didominasi oleh gen milenial dan Z. Dengan mempertimbangkan konteks permasalahan yang ada, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi marketing politik yang digunakan oleh partai politik di Purbalingga untuk mendekati pemilih milenial dan Gen Z. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa beberapa partai politik di Purbalingga menggunakan strategi target dan posisi. Yang dimana ini lebih kepada pemberitaan seorang figure dan pemberitaan kegiatan sosial yang dilakukan oleh partai politik tersebut. Namun, terbilang masih sedikit partai politik di purbalingga yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana marketing politiknya. Bahkan beberapa partai politik belum memiliki media sosial. | Millennials and Z generations are generations born in the range of 1981-2012. This makes both generations said to be the internet generation. With all the ease of internet access, it has an impact on all aspects of social life, including the political aspect. When viewed with current conditions, Indonesia is preparing to hold the 2024 elections. In this case, political parties must prepare a mature strategy. One of them is by utilizing the sophistication of social media technology. The use of technology is also supported by data released by the KPU that in the 2024 election the majority of voters will be dominated by millennials and Z genes. By considering the context of the existing problems, the purpose of this study is to determine the political marketing strategies used by political parties in Purbalingga to approach millennial and Gen Z voters. This research uses a qualitative approach method with data collection techniques in the form of in-depth interviews and documentation. The results of this study indicate that several political parties in Purbalingga use target and position strategies. Which is more about reporting a figure and reporting on social activities carried out by the political party. However, there are still few political parties in Purbalingga that use social media as a means of political marketing. Even some political parties do not yet have social media. | |
| 39887 | 42282 | E1A017078 | TANGGUNG JAWAB HUKUM DOKTER DALAM PENERBITAN SURAT KETERANGAN DOKTER TERKAIT KONDISI KESEHATAN PASIEN | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan dan bentuk tanggung jawab hukum dokter dalam penerbitan surat keterangan dokter terkait kondisi kesehatan pasien. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan, pendekatan analitis dan pendekatan konseptual. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah inventarisasi peraturan perundang-undangan, penelitian terhadap taraf sinkronisasi hukum dan penemuan hukum in conreto. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dengan studi kepustakaan, metode penyajian data menggunakan teks naratif, metode analisis data normatif kualitatif, analisis isi, dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaturan tanggung jawab hukum dokter dalam penerbitan surat keterangan dokter terkait kondisi kesehatan pasien pada struktur peraturan perundang-undangan Indonesia telah menunjukkan taraf sinkronisasi vertikal. Artinya peraturan dengan derajat lebih rendah tidak bertentangan dan telah didasarkan pada peraturan dengan derajat yang lebih tinggi serta peraturan dengan derajat yang lebih tinggi menjadi pedoman bagi peraturan di bawahnya. Bentuk tanggung jawab hukum dokter dalam penerbitan surat keterangan dokter terkait kondisi kesehatan pasien pada struktur peraturan perundang-undangan Indonesia berupa: pertanggungjawaban hukum perdata sebagaimana tercantum dalam Pasal 308 ayat (2) Undang-Undang No. 17 Tahun 2023; pertanggungjawaban hukum pidana sebagaimana tercantum dalam Pasal 306 ayat (3), Pasal 308 ayat (1), dan Pasal 310 Undang-Undang No. 17 Tahun 2023; pertanggungjawaban hukum administrasi sebagaimana tercantum dalam Pasal 31 ayat (2) dan Pasal 32 Peraturan Menteri Kesehatan No. 2052/MENKES/PER/X/2011 tentang Izin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran, Pasal 306 ayat (1) Undang-Undang No.17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. | ABSTRACT This research aims to determine the synchronization of regulations and forms of legal responsibility of doctors in issuing doctor's certificates regarding patient health conditions. The research method used is normative juridical with a statutory approach, analytical approach and conceptual approach. The research specifications used are an inventory of statutory regulations, research on the level of legal synchronization and legal discovery in conreto. The data used is secondary data obtained by literature study, data presentation methods using narrative text, qualitative normative data analysis methods, content analysis, and comparative analysis. The research results show that the regulation of doctors' legal responsibilities in issuing doctor's certificates regarding patient health conditions in the structure of Indonesian laws and regulations has shown a level of vertical synchronization. This means that regulations with a lower degree do not conflict and are based on regulations with a higher degree and regulations with a higher degree become guidelines for the regulations below. The form of a doctor's legal responsibility in issuing a doctor's certificate regarding a patient's health condition in the structure of Indonesian legislation is in the form of: civil legal responsibility as stated in Article 308 paragraph (2) of Law no. 17 of 2023; criminal law accountability as stated in Article 306 paragraph (3), Article 308 paragraph (1), and Article 310 of Law no. 17 of 2023; administrative legal accountability as stated in Article 31 paragraph (2) and Article 32 of the Minister of Health Regulation no. 2052/MENKES/PER/X/2011 concerning Practice Permits and Implementation of Medical Practice, Article 306 paragraph (1) Law No.17 of 2023 concerning Health. | |
| 39888 | 42262 | E1A019140 | KESADARAN HUKUM MASYARAKAT DALAM KONSERVASI PENYU SEBAGAI SATWA LIAR YANG DILINDUNGI DI PANTAI KEMBAR KEBUMEN | KESADARAN HUKUM MASYARAKAT DALAM KONSERVASI PENYU SEBAGAI SATWA LIAR YANG DILINDUNGI DI PANTAI KEMBAR KEBUMEN Oleh: Muhammad Hamdan Fatah E1A019140 ABSTRAK Penyu adalah spesies yang tersebar di seluruh samudera di dunia. Indonesia merupakan habitat enam jenis penyu dari tujuh penyu yang terdapat di dunia yaitu, Penyu hijau (Chelonia mydas), Penyu lekang (Lepidochelys olivacea), Penyu tempayan (Caretta caretta), Penyu sisik (retmochelys imbricata), Penyu belimbing (Dermochely coriacea) dan Penyu pipih (Natator depressus). Penyu dilindungi secara global, serta termasuk satwa yang masuk daftar merah di IUCN dan Appendix 1 Cites. Di Indonesia, penyu dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Dalam penerapan aturan hukum perlu diketahui kesadaran masyarakat mengenai hukum, norma dan juga implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 dan peraturan terkait usaha konservasi satwa penyu. Salah satunya dilakukan oleh Kelompok Tani Desa Tambakmulyo Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan metode yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Metode pengumpulan data berdasarkan dari wawancara dan kuesioner serta studi Pustaka yang dilakukan pada Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen, kemudian diolah menjadi narasi deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesadaran hukum Kelompok Tani Desa Tambakmulyo Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen telah tercipta dan sadar akan usaha konservasi penyu kendati menemukan berbagai macam halangan. Kata Kunci : Kesadaran Hukum, Konservasi, Satwa Liar Yang Dilindungi | PUBLIC LEGAL AWARENESS IN TURTLE CONSERVATION AS PROTECTED WILDLIFE IN KEMBAR BEACH KEBUMEN By: Muhammad Hamdan Fatah E1A019140 ABSTRACT Sea turtles are species that are distributed throughout the world's oceans. Indonesia is the habitat of six species of turtles from seven turtles found in the world, namely, green turtles (Chelonia mydas), ridley turtles (Lepidochelys olivacea), loggerhead turtles (Caretta caretta), hawksbill turtles (retmochelys imbricata), leatherback turtles (Dermochely coriacea) and flatback turtles (Natator depressus). Sea turtles are globally protected, and are on the IUCN red list and Appendix 1 Cites. In Indonesia, sea turtles are protected by Law Number 5 of 1990 concerning the Conservation of Biological Resources and their Ecosystems and Government Regulation Number 7 of 1999 concerning the Preservation of Plant and Animal Species. In the application of the rule of law, it is necessary to know public awareness about laws, norms and also the implementation of Law Number 5 of 1990 and regulations related to turtle conservation efforts. One of them was carried out by the Tambakmulyo Village Farmer Group, Puring District, Kebumen Regency. This research uses sociological juridical methods with analytical descriptive research specifications. The data collection method is based on interviews and questionnaires as well as literature studies conducted in Puring District, Kebumen Regency, then processed into descriptive narratives. The results showed that legal awareness of the Tambakmulyo Village Farmer Group, Puring District, Kebumen Regency had been created and was aware of turtle conservation efforts despite encountering various obstacles. Keywords: Public Legal Awareness, Conservation, Protected Wildlife | |
| 39889 | 42263 | A1A017025 | ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI JAGUNG DI DESA KARANGGINTUNG KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Desa Karanggintung sebagai penghasil utama jagung di Kecamatan Sumbang pada tahun 2022 menyumbang total produksi sebesar 9,23 persen dari total produksi di Kecamatan Sumbang atau sebesar 1.079,2 ton. Namun, terdapat permasalahan pada usahatani jagung di Desa Karanggintung, diantaranya ketergantuagan petani pada pupuk dan pestisida kimia, rendahnya pendidikan petani, dan fluktuasi harga jagung. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) menganalisis kelayakan usahatani jagung di Desa Karanggintung berdasarkan aspek teknis; 2) menganalisis kelayakan usahatani jagung di Desa Karanggintung berdasarkan aspek ekonomi; 3) menganalisis kelayakan usahatani jagung di Desa Karanggintung berdasarkan aspek sosial. Penelitian dilakukan di Desa Karanggintung pada bulan September – Oktober 2023. Obyek penelitian adalah jumlah produksi jagung, biaya produksi, penerimaan, pendapatan, harga jual jagung, aspek teknis, aspek ekonomis, dan aspek sosial usahatani jagung. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei dengan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Berdasarkan populasi 187 petani diperoleh sampel sebanyak 23 petani jagung. Analisis data yang dilakukan yaitu analisis deskriptif untuk mengetahui aspek teknis dan sosial kelayakan usahatani jagung, dan untuk aspek ekonomi dilakukan analisis biaya, penerimaan, pendapatan, R/C ratio, dan break event point (BEP). Berdasarkan aspek teknis, Desa Karanggintung berada pada ketinggian 100-225 meter di atas permukaan laut dengan pH tanah berkisar antara 5,5 - 6,0. Desa Karanggintung mempunyai iklim tropis basah dengan rata-rata suhu udara antara 22 - 29 derajat celcius. Curah hujan rata-rata Desa Karanggintung pada tahun 2022 sebanyak 182 hari dengan curah hujan rata-rata 2.355,56 mm. Berdasarkan aspek ekonomi, diperoleh nilai R/C ratio usahatani jagung sebesar 2,13. R/C ratio lebih besar dari 1 maka usahatani layak. BEP dalam uni usahatani jagung adalah 1.706,33 kilogram, dan BEP dalam rupiah adalah Rp6.074.441,21. Berdasarkan aspek sosial, jumlah tenaga kerja yang digunakan dalam usahatani jagung untuk rata-rata luas lahan 0,78 hektar adalah 33 orang, yang terdiri dari 1 tenaga kerja dalaam keluarga 9 TKDK) dan 32 orang tenaga kerja luar keluarga (TKLK). Berdasarkan hasil wawancara, petani menyebutkan bahwa usahatani jagung merupakan salah satu sumber mata pencaharian utama bagi masyarakat. Adanya usahatani jagung dapat membantu masyarakat dalam memperoleh pekerjaan dan membantu masyarakat memperoleh penghasilan untuk keluarganya. | Karanggintung Village, as the main producer of corn in Sumbang District, in 2022 will contribute to total production of 9.23 percent of the total production in Sumbang District or 1,079.2 tons. However, there are problems with corn farming in Karanggintung Village, including farmers' dependence on chemical fertilizers and pesticides, low farmer education, and fluctuations in corn prices. The objectives of this research are: 1) analyzing the feasibility of corn farming in Karanggintung Village based on technical aspects; 2) analyze the feasibility of corn farming in Karanggintung Village based on economic aspects; 3) analyze the feasibility of corn farming in Karanggintung Village based on social aspects. The research was conducted in Karanggintung Village in September – October 2023. The research object was the amount of corn production, production costs, revenues, income, selling price of corn, technical aspects, economic aspects and social aspects of corn farming. The research method used was the survey method using The sampling technique is simple random sampling. Based on a population of 187 farmers, a sample of 23 corn farmers was obtained. The data analysis carried out was descriptive analysis to determine the technical and social aspects of the feasibility of corn farming, and for the economic aspects an analysis of costs, revenues, income, R/C ratio and break event point (BEP) was carried out. Based on technical aspects, Karanggintung Village is at an altitude of 100-225 meters above sea level with a soil pH ranging from 5.5 - 6.0. Karanggintung Village has a wet tropical climate with an average air temperature of between 22 - 29 degrees Celsius. The average rainfall for Karanggintung Village in 2022 is 182 days with an average rainfall of 2,355.56 mm. Based on economic aspects, the R/C ratio for corn farming is 2.13. The R/C ratio is greater than 1, then the farming is feasible. The BEP in the corn farming union is 1,706.33 kilograms, and the BEP in rupiah is IDR 6,074,441.21. Based on technical aspects, the number of workers used in corn farming for an average land area of 0.78 hectares is 33 people, consisting of 1 worker in the family 9TKDK) and 32 workers outside the family (TKLK). Based on the results of interviews, farmers stated that corn farming is one of the main sources of livelihood for the community. The existence of corn farming can help people get jobs and help people earn income for their families. | |
| 39890 | 42264 | H1A019029 | Penerapan Multilayer Perceptron Dengan Backpropagation untuk Klasifikasi Citra Sel Blast Pada Leukemia (Limfoblas dan Mieloblas) | Leukemia merupakan kanker darah yang ditandai dengan pertumbuhan sel darah abnormal yang cepat. Pada jenis leukemia akut (LMA dan LLA) melibatkan sel darah putih yang belum matang seperti limfoblas dan juga mieloblas. Proses diagnosis penyakit leukemia biasanya dengan metode tes darah lengkap (CBC). Sangat penting untuk mendiagnosis penyakit ini dengan cepat dan tepat, namun metode CBC masih memerlukan banyak waktu. Sehingga, pada penelitian ini penulis merancangan sistem komputasi jaringan saraf tiruan jenis multilayer perceptron dengan algoritma backpropagation yang dapat mengenali sel limfosblas dan mieloblas. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa citra tepian darah berisi sel blast. Citra tersebut kemudian diolah dengan beberapa teknik pengolahan citra digital seperti pra-pemrosesan, segmentasi K-Means, dan ekstraksi fitur (morfologi tekstur, HSV). Fitur citra dijadikan dataset untuk selanjutnya menjadi inputan pada jaringan saraf tiruan backpropagation untuk mengklasifikasikan sel limfoblas atau mieloblas. Hasil dari sistem yang dirancang yakni dengan segmentasi K-Means clustering dan pembelajaran mesin jaringan saraf tituan jenis multilayer perceptron dengan metode backpropagtion menghasilkan akurasi sebesar 100%. Ini dapat menjadi langkah yang penting dalam pengembangan teknologi bidang medis dalam diagnosis pasien leukemia. | Leukemia is a blood cancer characterized by the rapid growth of abnormal blood cells. Types of acute leukemia (LMA and LLA) involve immature white blood cells such as lymphoblasts and myeloblasts. The process of diagnosing leukemia is usually through a complete blood test (CBC). It is very important to diagnose this disease quickly and precisely, but the CBC method still takes a lot of time. So, in this study, the authors designed an artificial neural network computing system of the multilayer perceptron type with a backpropagation algorithm that can recognize lymphocyte and myeloblast cells. This research uses secondary data in the form of blood edge images containing blast cells. The image is then processed with several digital image processing techniques such as pre-processing, K-Means segmentation, and feature extraction (morphology, texture, HSV). The image features are used as datasets for further input to the backpropagation artificial neural network to classify lymphoblast or myeloblast cells. The results of the system designed with K-Means clustering segmentation and machine learning artificial neural network type multilayer perceptron with backpropagtion method resulted in 100% accuracy. This can be an important step in the development of medical field technology in the diagnosis of leukemia patients. | |
| 39891 | 42265 | A1D019032 | Uji Daya Predasi Kumbang Koksi Coccinella transversalis Terhadap Hama Ulat Grayak Spodoptera frugiperda | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat uji predatisme, laju pemangsaan, dan tipe tanggap fungsional C. transversalis terhadap hama ulat grayak S. frugiperda pada larva stadia Instar I. Penelitian dilaksanakan bulan April 2023 - Juli 2023 di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAKL) yang terdiri dari 6 perlakuan, yaitu 10, 15, 20, 25, 30, dan 35 larva S. frugiperda. Hasil penelitian menunjukkan jumlah mangsa yang tersedia memberikan pengaruh yang nyata pada jumlah mangsa yang dimangsa oleh kumbang C. transversalis dan tidak memberikan pengaruh nyata pada laju pemangsaan dan persentase mangsa yang dimangsa oleh kumbang C. transversalis. Pemangsaan imago C. transversalis pada waktu 24 jam menunjukan perbedaan yang nyata pada kepadatan 10, 15, 20, 25, 30, dan 35 individu. Kemampuan pemangsaan imago C. transversalis terhadap larva S. frugiperda instar I selama 24 jam berkisar antara 10 sampai 32,5 larva/24 jam. Laju pemangsaan imago C. transversalis terhadap larva S. frugiperda instar I berkisar antara 5,2 sampai 10,0 larva/jam. Tanggap fungsional C. transversalis adalah tipe I (linear), dimana laju pemangsaan meningkat atau menurun berkaitan dengan peningkatan dan penurunan kerapatan mangsa. | This research aims to determine the level of predatism test, predation rate, and type of functional response of C. transversalis to the armyworm pest S. frugiperda on Instar I stage larvae. The research was carried out in April 2023 - July 2023 at the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal University Soedirman. The research used a Randomized Block Design (RCBD) consisting of 6 treatments, namely 10, 15, 20, 25, 30, and 35 S. frugiperda larvae. The results showed that the amount of prey available had a significant influence on the number of prey preyed upon by C. transversalis beetles and had no real influence on the rate of predation and the percentage of prey preyed upon by C. transversalis beetles. Predation of C. transversalis imago at 24 hours showed significant differences in the density of 10, 15, 20, 25, 30, and 35 individuals. The predation ability of C. transversalis imago on first instar S. frugiperda larvae for 24 hours ranged from 10 to 32.5 larvae/24 hours. The predation rate of C. transversalis imago on first instar S. frugiperda larvae ranged from 5.2 to 10.0 larvae/hour. The functional response of C. transversalis is type I (linear), where the rate of predation increases or decreases in relation to increases and decreases in prey density. | |
| 39892 | 42266 | D1A019119 | PENGARUH PENYUNTIKAN HORMON PG-600 TERHADAP PERSENTASE DAN INTENSITAS BERAHI DOMBA SAKUB | Penelitian yang berjudul “Pengaruh Penyuntikan Hormon PG-600 terhadap Persentase Berahi dan Intensitas Berahi Domba Sakub” telah dilaksanakan pada 06 Oktober 2022 sampai dengan 14 Desember 2022 bertempat di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hormon PG-600 terhadap persentase dan intensitas berahi terhadap domba Sakub. Materi Penelitian menggunakan domba Sakub sebanyak 2 ekor pejantan dan 21 ekor betina dengan paritas 2 dan 3, bobot 35-50 kg, dan berumur 2-3 tahun. Alat yang digunakan yaitu spuit injection, logbook, dan ice box. Bahan yang digunakan yaitu PGF2α dan PG-600. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental dengan perlakuan P1 = kontrol yaitu double injeksi hormon PGF2α masing-masing sebanyak 1,5 ml dengan selang waktu 11 hari. P2 = double injeksi hormon PGF2α masing-masing sebanyak 1,5 ml dengan selang waktu 11 hari + hormon PG-600 sebanyak 2,5 ml pada hari ke 9 setelah penyuntikan PGF2α yang pertama. Data dianalisis menggunakan uji chi square untuk persentase berahi dan uji t student unequal untuk intensitas berahi. Hasil analisis untuk persentase berahi menunjukan bahwa semua domba di setiap perlakuan mengalami berahi sebesar 100% (P>0,05) sedangkan hasil rataan intensitas berahi tertinggi yaitu sebesar 1,95 ± 0,19 (P<0,05) pada kelompok P2. Disimpulkan bahwa pemberian PG-600 untuk persentase domba Sakub dan PGF2α (kontrol) relatif sama, sedangkan intensitas berahi pada domba Sakub yang diberikan perlakuan kombinasi antara PGF2α dan PG-600 sangat nyata lebih tinggi dibandingkan dengan yang hanya diberi perlakuan PGF2α (kontrol), gejala berahi berupa tingkah laku betina merupakan indikator tanda berahi yang memiliki nilai tertinggi untuk kedua perlakuan yaitu 4 ± 0,00. | The research entitled "The Effect of Injecting the PG-600 Hormone on the Percentage of Oestrus and Oestrus Intensity of Sakub Sheep" was carried out from 06 October 2022 to 14 December 2022 at Pandansari Village, Paguyangan District, Brebes Regency, Central Java. The aim of this research was to determine the effect of the PG-600 hormone on the percentage and intensity of estrus in Sakub sheep. Research materials used 2 male Sakub sheep and 21 females with parity 2 and 3, weighing 35-50 kg, and 2-3 years old. The tools used are injection syringes, logbooks, and ice boxes. The ingredients used are PGF2α and PG-600. The research method used was experimental with treatment P1 = control, namely double injection of the PGF2α hormone, 1.5 ml each with an interval of 11 days. P2 = double injection of 1.5 ml of PGF2α hormone each with an interval of 11 days + 2.5 ml of PG-600 hormone on day 9 after the first PGF2α injection. Data were analyzed using the chi square test to present heat and the unequal student t test for heat intensity. The results of the analysis for the percentage of heat showed that all sheep in each treatment experienced 100% heat (P>0.05) while the average result of the highest heat intensity was 1.95 ± 0.19 (P<0.05) in the group P2. It was concluded that the administration of PG-600 to presenting Sakub and PGF2α (control) ewes was relatively the same, while the intensity of estrus in Sakub ewes given the combination treatment of PGF2α and PG-600 was significantly higher than those only treated with PGF2α (control), symptoms Oestrus in the form of female behavior is an indicator of oestrus which has the highest value for both treatments of 4 ± 0.00. | |
| 39893 | 42269 | E1A019326 | PIDANA KERJA SOSIAL SEBAGAI ALTERNATIF DALAM MENGATASI KELEBIHAN KAPASITAS (OVERCAPACITY) NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN | Kebijakan pidana di Indonesia cenderung menggunakan pidana penjara sebagaimana merupakan pidana pokok yang tercantum pada Pasal 10 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) untuk mengancam berbagai tindak pidana sehingga menimbulkan kapasitas berlebih atau yang dapat disebut juga overcrowded (kelebihan kapasitas) pada Lembaga Pemasyarakatan. Pidana kerja sosial sebagai pidana alternatif dari pidana penjara di latar belakangi oleh gagasan penghapusan dampak buruk pemenjaraan terhadap narapidana, mengurangi daya tampung narapidana, dan mencapai tujuan pemidanaan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data diolah melalui analisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengakuan terhadap bentuk pidana baru yang meliputi pidana pengawasan dan pidana kerja sosial sebagai alternatif bentuk pidana selain pidana penjara dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Pidana kerja sosial sebagai alternatif pidana penjara diharapkan membuat pelaku kejahatan jera dan malu, sehingga tidak mengulangi perbuatannya. Penjatuhan pidana masih terfokus pada pidana penjara sehingga muncul berbagai permasalahan yang berimbas kepada Lembaga Pemasyarakatan yang salah satunya menjadi overcrowded. Pidana Kerja Sosial dapat mengurangi jumlah warga binaan sehingga dapat meningkatkan kualitas kehidupan warga binaan lainnnya. Pengaturan pidana kerja sosial dalam KUHP dapat berdampak baik tidak hanya pada terpidana, namun juga pada Lembaga Pemasyarakatan dan pembaharuan hukum pidana di indonesia. Selain itu, perlu adanya penerapan secara luas pada tindak pidana ringan sehingga dapat mengatasi kelebihan kapasitas terhadap Lembaga Pemasyarakatan. | Criminal policy in Indonesia tends to use imprisonment as the main punishment listed in Article 10 of the Criminal Code (KUHP) to threaten various criminal acts, thereby causing excess capacity or what can also be called overcrowding in correctional institutions. Social work punishment as an alternative punishment to imprisonment is based on the idea of eliminating the negative impact of imprisonment on drivers, reducing the capacity of drivers, and achieving the objectives of punishment. This research uses a normative juridical approach with descriptive research specifications. The data source used in this research is secondary data. Data is processed through qualitative analysis. The results of the research show that there is recognition of new forms of punishment which include supervision punishment and social work punishment as alternative forms of punishment other than imprisonment in Law Number 1 of 2023 concerning the Criminal Code. It is hoped that social work punishment as an alternative to imprisonment will deter criminals and shame them so that they do not repeat their crimes. Sentencing is still focused on imprisonment, so various problems arise that impact correctional institutions, one of which is becoming overcrowded. Social Work Crime can reduce the number of inmates so that it can improve the quality of life of other inmates. The regulation of social criminal work in the Criminal Code can have a positive impact not only on convicts, but also on correctional institutions and criminal law reform in Indonesia. Apart from that, there needs to be widespread application for minor crimes so that it can overcome excess capacity in correctional institutions. | |
| 39894 | 42267 | F1D019055 | Strategi Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bekasi Meningkatkan Pengawasan Partisipatif Pemilihan Umum Tahun 2024 | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Bawaslu Kabupaten Bekasi dalam meningkatkan pengawasan partisipatif dengan tujuan menciptakan Pemilu yang demokratis dan berjalan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil “Luber Jurdil”. Adanya Peraturan Bawaslu No.2 Tahun 2023 tentang Pengawasan Partisipatif melatarbelakangi terciptanya strategi-strategi untuk meningkatkan pengawasan partisipatif. Hal tersebut sejalan dengan salah satu misi Bawaslu yaitu meningkatkan kualitas pencegahan dan pengawasan Pemilu yang inovatif serta kepeloporan masyarakat dalam pengawasan partisipatif. Dalam menganalisis persoalan tersebut, artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi Bawaslu Kabupaten Bekasi dalam meningkatkan pengawasan partisipatif belum sepenuhnya terlaksana. Bawaslu sudah berupaya menjalankan tujuan peningkatan pengawasan partisipatif melalui berbagai program yang merujuk pada Perbawaslu No. 2 Tahun 2023. Pelaksanaan strategi Bawaslu Kabupaten Bekasi lebih banyak kepada kegiatan sosialisasi langsung dan Kerjasama dengan instansi pendidikan. Namun, ada beberapa program yang diamanatkan Perbawaslu tersebut belum sepenuhnya terlaksana seperti pembentukan Kampung Pengawasan Partisipatif dan pemanfaatan konten digital. | This research is aimed at analyzing the Bekasi District Bawaslu strategy in improving participative control with the aim of creating democratic elections and running live, general, free, secret, honest and fair "LUBER JURDIL”. The 2023 Bawaslu ordinance on participative supervision is creating strategies to enhance participative supervision. It coincides with one of the Bawaslu missions that promote the quality of prevention and innovative election control and community leadership in participative control. In analyzing the issue, the article uses qualitative methods using observation techniques, interviews, and literature studies. This research suggests that the Bekasi District Bawaslu strategy in promoting participative supervision has not been fully implemented. The Bawaslu has tried to implement the goal of improving participative surveillance through programs that refer to No. 2 year 2023 overwatch. More cooperation with educational agencies should be carried out through the region's Bawaslu strategy. However, some programs that have commissioned such improvements have not been fully implemented, such as the formation of participative control villages and the use of digital content. | |
| 39895 | 42268 | A1C019032 | STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN BERDASARKAN TINGKAT KEPENTINGAN DAN KEPUASAN KONSUMEN PADA KANTIN HALAL SOEDIRMAN | Kantin di tingkat universitas sangat berperan dalam menyediakan pelayanan dan konsumsi bagi semua pihak yang ada di dalam kampus. Salah satu kantin yang berada di lingkungan Universitas Jenderal Soedirman adalah Kantin Halal Soedirman. Namun, dalam penyelenggaraannya, tidak semua pelayanan yang diberikan oleh Kantin Halal Soedirman dianggap memuaskan, sehingga pengelola dan staf kantin mendapatkan keluhan dari konsumen. Penelitian ditujukan untuk mengetahui karakteristik konsumen, tingkat kepuasan konsumen, dan menghasilkan strategi peningkatan kualitas pelayanan di Kantin Halal Soedirman. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan Integrasi Importance Performance Analysis (IPA) dan Model Kano. Pengukuran kualitas pelayanan melalui penyebaran kuesioner didasarkan pada 5 dimensi kualitas pelayanan DINESERV, yaitu, bukti fisik, daya tanggap, kehandalan, jaminan, dan empati. Metode CSI digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen dan metode integrasi IPA-Kano dilakukan untuk melihat atribut yang akan diperbaiki sehingga dapat diperoleh urutan prioritas perbaikannya. Hasil penyebaran kuesioner terhadap 100 responden Hasil survei menunjukkan bahwa karakteristik konsumen Kantin Halal Soedirman adalah wanita, rentang usia 18-23 tahun, pekerjaan mahasiswa, dan pendapatan perbulan 1 juta – kurang dari 2 juta rupiah. Hasil analisis CSI didapatkan tingkat kepuasan konsumen secara keseluruhan adalah 74,92% yang termasuk dalam kategori “Puas”. Hasil analisis IPA, terdapat 8 atribut yang perlu diperbaiki karena terletak di kuadran I. Hasil analisis Model Kano, terdapat 12 atribut dalam kategori Must-be, 8 atribut dalam kategori One dimensional, dan 4 atribut dalam kategori Attractive. Hasil integrasi IPA-Kano, terdapat 11 atribut yang harus ditingkatkan dan 13 atribut yang dipertahankan kinerjanya. | Canteens at the university level play an important role in providing services and food for all parties on campus. One of the canteens located within Jenderal Soedirman University is the Soedirman Halal Canteen. However, in its implementation, not all services provided by the Soedirman Halal Canteen were considered satisfactory, so that the canteen management and staff received complaints from consumers. The research aims to determine consumer characteristics, level of consumer satisfaction, and produce strategies to improve service quality at the Soedirman Halal Canteen. This research was conducted using the Customer Satisfaction Index (CSI) method and the Integration of Importance Performance Analysis (IPA) and the Kano Model. Measuring service quality through distributing questionnaires is based on 5 dimensions of DINESERV service quality, namely, physical evidence, responsiveness, reliability, assurance, and empathy. The CSI method is used to determine the level of consumer satisfaction and the IPA-Kano integration method is used to see the attributes that will be improved so that a priority order for improvement can be obtained. Results of distributing questionnaires to 100 respondents. The survey results show that the characteristics of Soedirman Halal Canteen consumers are women, age range 16 -25 years, student work, and monthly income of 1 million - less than 2 million rupiah. The results of the CSI analysis showed that the overall level of consumer satisfaction was 74.92% which was included in the "Satisfied" category. The results of the IPA analysis, there are 8 attributes that need to be improved because they are located in quadrant I. The results of the Kano Model analysis, there are 12 attributes in the Must-be category, 8 attributes in the One-dimensional category, and 4 attributes in the Attractive category. As a result of the IPA-Kano integration, there are 11 attributes that must be improved and 13 attributes whose performance must be maintained. | |
| 39896 | 44798 | C1A020004 | Analisis Permintaan Daging Sapi di Indonesia | Penelitian ini berjudul “Analisis Permintaan Daging Sapi di Indonesia”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh harga daging sapi, harga barang substitusi (daging kambing dan daging ayam), harga barang komplementer (telur ayam dan beras), pendapatan per kapita terhadap permintaan daging sapi di Indonesia dan untuk menganalisis elastisitas permintaan daging sapi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan alat analisis regresi linear berganda dengan menggunakan data sekunder dalam kurun waktu 33 tahun (1990-2022) yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian dan World Bank. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Secara bersama-sama variabel harga daging sapi, harga daging kambing, harga daging ayam, harga telur ayam, harga beras, serta pendapatan per kapita berpengaruh signifikan terhadap permintaan daging sapi di Indonesia. Secara parsial variabel harga telur ayam berpengaruh negatif secara signifikan terhadap permintaan daging sapi di Indonesia dan pendapatan per kapita bepengaruh positif secara signifikan terhadap permintaan daging sapi di Indonesia, sedangkan variabel harga daging sapi, harga daging kambing, harga daging ayam, serta harga beras tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap permintaan daging sapi di Indonesia dalam periode tahun 1990-2022. (2) Nilai elastisitas permintaan daging sapi di Indonesia untuk elastisitas silang harga telur ayam sebesar -0,09 dan elastisitas pendapatan sebesar 0,52. Nilai elastisitas tersebut kurang dari 1 yang menunjukkan bahwa elastisitas bersifat inelastis. Implikasi dari penelitian ini adalah untuk memberikan kesimbangan dalam memenuhi kebutuhan akan daging sapi, sebaiknya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengadakan program sosialisasi kepada masyarakat yang diharapkan mampu membuat masyarakat menyadari akan pentingnya kandungan protein yang tinggi dalam daging sapi sehingga daya beli masyarakat meningkat dan permintaan masyarakat terhadap daging sapi juga akan meningkat. | – This study is entitled "Demand Analysis of Beef in Indonesia”. The purpose of this study is to analyze the influence of beef prices, prices of substitute goods (mutton and chicken meat), prices of complementary goods (chicken eggs and rice), income per capita on demand of beef in Indonesia and to analyze the elasticity of demand of beef in Indonesia. This study uses multiple linear regression analysis tools with secondary data over a 30 years period (1990-2022) obtained from the Central Statistics Agency, Center for Agricultural Data and Information Systems, Secretariat General of the Ministry of Agriculture and the World Bank. The results of this study show that: (1) Together the variables price of beef, price of goat meat, price of chicken meat, price of chicken eggs, price of rice, and income per capita have a significant effect on demand of beef in Indonesia. Partially, the variable price of chicken eggs has a significant negative effect on demand of beef in Indonesia and income per capita has a significant positive effect on demand of beef in Indonesia, while the variables price of beef, price of goat meat, price of chicken meat and price of rice have no significant influence on beef demand in Indonesia in the 1990-2022 period. (2) The elasticity value of demand of beef in Indonesia for the cross price elasticity of chicken eggs is -0.09 and the income elasticity is 0.52. The elasticity value is less than 1, which indicates that the elasticity is inelastic. The implication of this study is that to provide balance in meeting the need for beef, the Department of Agriculture and Food Security should hold an outreach program to the community which is expected to be able to make people aware of the importance of high protein content in beef so that people's purchasing power increases and people's demand of beef will also increase. | |
| 39897 | 42271 | E1B019013 | JURIDICAL REVIEW OF THE SETTLEMENT DOMAIN NAME DISPUTES WITH TRADEMARK IN VERDICT OF PPND NUMBER : 036-1122 | Sengketa nama domain terkait merek terjadi dua pihak atau lebih bersaing untuk mengendalikan nama domain tertentu yang terkait dengan merek dagang yang sama atau mirip. Sengketa ini sering kali muncul terutama ketika seorang pihak mengklaim sebuah domain yang memiliki kesamaan dengan merek terdaftar oleh pihak lain. Hal ini dapat mengakibatkan konflik hukum yang dapat menimbulkan kerugian finansial. Penelitian ini membahas tentang bagaimana penyelesian sengketa perkara nama domain dalam putusan yang dikeluarkan oleh PPND (Penyelesaian Perselisihan Nama Domain) yang merupakan perwujudan dari salah satu wewenang yang diberikan perundang-undangan kepada PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) untuk menyelesaikan perkara terkait nama domain terhadap Pemohon yang merasa bahwa hak eksklusif atas merek mereka telah dilanggar tentang dicantumkannya nama merek milik Pemohon di dalam nama domain milik Termohon. Penelitian ini menganalisis kasus nama domain capcut.id dilihat dari aspek pelanggaran merek dan bagaimana analisis hukum atas Putusan PPND (Penyelesaian Perselisihan Nama Domain) Nomor Putusan 036-1122 dalam sengketa nama domain capcut.id. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian adalah yuridis normatif dengan spesifikasi preskriptif, data yang digunakan adalah data sekunder dengan metode analisis kualitatif normatif. Berdasarkan hasil dari penelitan ini didapati bahwa Termohon dalam perkara sengketa nama domain <capcut.id> terbukti secara sah telah melanggar hak eksklusif yang diatur dalam Pasal 1 angka 5 UU Merek dan perbuatan Termohon juga terbukti telah memenuhi unsur itikad tidak baik dan melanggar hak orang lain sebagaimana yang diatur dalam Pasal 23 ayat (2) UU ITE. Berdasarkan putusan tersebut, PPND PANDI dalam menyelesaikan sengketa nama domain <capcut.id> kurang dapat memberikan kepastian hukum karena tidak mengikutsertakan UU Merek dalam pertimbangan hukum atas putusan penyelesaian sengketa tersebut | Trademark-related domain name disputes occur in two or more parties competing for control of a particular domain name associated with the same or similar trademark. These disputes often arise especially when a party claims a domain that has similarities to a trademark registered by another party. This could result in legal conflicts that could result in financial losses. This study discusses how to resolve domain name disputes in decisions issued by PPND (Domain Name Dispute Settlement) which is a manifestation of one of the authorities granted by law to PANDI (Indonesian Internet Domain Name Manager) to resolve cases related to domain names against Claimants who feel that exclusive rights to their trademarks have been violated regarding the inclusion of the Claimant's trademark name in the name domain belonging to the Respondent. This study analyzes the case of domain names capcut.id seen from the aspect of of trademark infringement and how the legal analysis of the Verdict of PPND (Domain Name Dispute Settlement) Number 036-1122 in domain name disputes capcut.id. The research method used in the research is normative juridical with prescriptive specifications, the data used are secondary data with normative qualitative analysis methods. Based on the results of this research, it was found that the Respondent in the domain name dispute case <capcut.id> was legally proven to have violated the exclusive rights stipulated in Article 1 point 5 of the Trademark Act and the actions of the Respondent were also proven to have fulfilled the element of bad faith and violated the rights of others as stipulated in Article 23 paragraph (2) of the EIT Act. based on the regulations, PPND PANDI in resolving domain name disputes <capcut.id> less able to provide legal certainty because it does not include the Trademark Act in legal considerations for the dispute resolution decision. | |
| 39898 | 42272 | J1B019022 | GAYA BAHASA HIPERBOLA DAN FUNGSINYA DALAM JUDUL BERITA MEDIA DETIKCOM EDISI TRAGEDI KANJURUHAN | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna, jenis dan fungsi bahasa hiperbola yang terkandung dalam judul berita media detikcom edisi Tragedi Kanjuruhan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data simak dan catat. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, 43 judul berita dalam media Detikcom mengenai Tragedi Kanjuruhan yang mengandung gaya bahasa hiperbola dengan rentang waktu pengambilan data dari 02 s.d 10 Oktober 2022. Menggunakan tiga jenis gaya bahasa hiperbola dalam klasifikasi hiperbola menurut Claudia Claredige, hasil penelitian adalah sebegai berikut 1) ditemukan 3 data yang menunjukan numerical hyperbole atau hiperbola numerik, 2) ditemukan 4 data yang menunjukan the role of superlative atau hiperbola superlative, dan 3) ditemukan 3 data yang termasuk pada repetition atau hiperbola repetisi. Adapun fungsi hiperbola dalam pemberitaan Tragedi Kanjuruhan dalam media detikcom adalah untuk, menekankan pernyataan dan emosi dari isi berita, menyatakan kritik, dan memberikan penilaian dengan ekspresi penyangatan. | This research aims to describe the meaning, type, and function of hyperbole language contained in the headlines of Detikcom media in the Kanjuruhan Tragedy edition. This research uses a descriptive qualitative method, with the data collection method of listening and noting. The data used in this research are 43 news headlines in Detikcom media about the Kanjuruhan Tragedy that contain hyperbole language style with the period of data collection from 02 to 10 October 2022. Using three types of hyperbole language styles in the hyperbole classification according to Claudia Claredige, the results of the study are as follows 1) found 3 data that show numerical hyperbole or numerical hyperbole, 2) found 4 data that show the role of superlative or superlative hyperbole, and 3) found 3 data included in repetition or repetition hyperbole. As for the hyperbola function in the news coverage of the Kanjuruhan Tragedy in the Detikcom media, it is to emphasize the statement and emotion of the news content, express criticism, and give an assessment with an expression of attack. | |
| 39899 | 44534 | J1A018043 | Women Empowerment in ‘Secret Magic Control Agency’ (2021): A Feminism Study | Objek penelitian ini adalah film animasi berjudul Secret Magic Control Agency (2021). Teori feminisme digunakan untuk mengeksplorasi bagaimana isu-isu feminisme ditampilkan dalam film anak-anak dan memberikan analisis terhadap karakter perempuan dalam film tersebut. Pemahaman feminisme yang digunakan terfokus pada teori pemberdayaan perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang artinya data dikumpulkan secara kualitatif dalam pembahasan deskriptif. Terdapat enam karakter perempuan dalam film tersebut yang muncul dan diindikasikan sebagai representasi isu praktis feminisme. Film yang menggambarkan pemberdayaan perempuan dan memberikan pemahaman lebih terhadap masyarakat dengan mempelajari kemampuan dan peluang perempuan baik dalam bekerja maupun dalam pendidikan melalui film yang menghibur. | The object of this study is an animation movie titled Secret Magic Control Agency (2021). Feminism theory is used to explore how feminism issues is conducted in children movie and provide the analysis of women’s characters in the movie. Feminism understanding that used is focused on the woman empowerment theory. This study uses qualitative methods which means the data are collected qualitatively in the descriptive discussion. There are six women characters in the movie that appears and indicated as the representation of feminism practical issue. The movie picturing woman empowerment and give more understanding of society by learning women's ability and possibility either in working or education through an entertaining movie. | |
| 39900 | 42274 | B1A019003 | Identifikasi Jenis Kelamin Ikan Tawes, Barbonymus gonionotus (Bleeker, 1850) pada Ukuran Benih, Juvenil, dan Dewasa Berdasarkan Karakter Morfologi | Ikan tawes, Barbonymus gonionotus (Bleeker, 1850) adalah ikan air tawar yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Ikan tawes tidak memiliki karakter dimorfisme seksual, sehingga dapat dilakukan pengamatan karakter seksual sekunder melalui karakterisasi performa morfologi, meristik, dan truss morphometrics dapat digunakan untuk mengidentifikasi jenis kelamin ikan. Akan tetapi, ekspresi karakter morfometrik dan meristik pada ikan berpotensi mengalami perubahan akibat pengaruh faktor lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) apakah performa morfologi, truss morphometics, dan meristik dapat digunakan untuk melakukan identifikasi jenis kelamin ikan tawes pada ukuran benih, juvenil, dan dewasa; (2) mengetahui karakter pembeda jenis kelamin ikan tawes pada ukuran benih, juvenil, dan dewasa; (3) mengetahui apakah terdapat perbedaan karakter morfologi antara ikan tawes jantan dan betina pada ukuran benih, juvenil, dan dewasa. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling. Sampel ikan tawes ukuran benih (5,6-7 cm), juvenil (12-16 cm), dan dewasa (17,5-23 cm) diambil dari kolam budi daya milik petani ikan di Kelurahan Sumampir. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa karakter meristik yang dapat digunakan sebagai pembeda jenis kelamin ikan tawes juvenil adalah jumlah sisik linea lateralis. Karakter truss morphometrics ikan betina ukuran benih memiliki jarak A1 yang lebih pendek dibandingkan dengan ikan jantan dan A5 pada ikan betina lebih panjang daripada jantan. Ikan tawes betina ukuran juvenil memiliki jarak truss A1, A6, B4, B6, B8, C3, C4, C6, dan D3 yang lebih besar daripada jantan. Ikan tawes betina ukuran dewasa memiliki jarak truss A1, A3, dan A4 yang lebih besar daripada jantan. Semua karakter meristik berbeda pada ketiga ukuran ikan tawes kecuali pada karakter jari-jari sirip dorsal dan anal. Karakter truss yang menunjukkan perbedaan pada ketiga kelompok ukuran adalah semua karakter truss kecuali D5. | Java barb, Barbonymus gonionotus (Bleeker, 1850) is a freshwater fish that is widely cultivated in Indonesia. Tawes fish do not have sexual dimorphism character, so it can be observed secondary sexual character through morphological performance characterization, meristik, and truss morphometrics can be used to identify the sex of fish. However, the expression of morphometric and meristic characters in fish has the potential to change due to the influence of environmental factors. The purpose of this study was to determine (1) whether the morphological performance, truss morphometics, and meristik can be used to identify the sex of tawes fish on the size of seed, juvenile, and adult; (2) determine the distinguishing character of the sex of tawes fish on the size of seed, juvenile, and adult; (3) determine whether there are differences in morphological characters between male and female tawes fish on the size of seed, juvenile, and adult. The research method used is a survey with sampling techniques in the form of purposive sampling. Tawes fish samples of seed size (5.6-7 cm), juveniles (12-16 cm), and adults (17.5-23 cm) were taken from fish farming ponds owned by fish farmers in Sumampir Village. The results showed that the meristic character that can be used as a sex differentiator of juvenile tawes fish is the number of scales linea lateralis. Truss morphometrics character female fish seed size has a shorter A1 distance compared to male fish and A5 in female fish is longer than male. Juvenile size female tawes fish have A1, A6, B4, B6, B8, C3, C4, C6, and D3 Truss distances larger than males. Adult-sized female tawes fish have A1, A3, and A4 truss distances that are larger than males. All meristic characters differ in all three sizes of tawes except for the dorsal and anal fin radius characters. Truss characters that show differences in the three size groups are all truss characters except D5. |