Artikelilmiahs

Menampilkan 39.781-39.800 dari 48.907 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3978142172L1C017051Potensi Isolat Protein Ikan Gelodok (Boleophthalmus boddarti) Sebagai Agen Antibakteri Vibrio parahaemolyticus
Ikan gelodok (Boleophthalmus boddarti) adalah salah satu jenis ikan yang hidup pada ekosistem mangrove yang pemanfaatannya belum banyak dilakukan. Ikan gelodok memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga berpotensi sebagai agen antibakteri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antibakteri berdasarkan perbedaan perlakuan isolat protein ikan gelodok dan mengetahui aktivitas antibakteri berdasarkan perbedaan konsentrasi isolat protein ikan gelodok terhadap bakteri Vibrio parahaemolyticus. Uji aktivitas antibakteri dari isolat protein ikan gelodok terhadap bakteri V. parahaemolyticus dilakukan dengan metode sumuran agar. Aktivitas antibakteri diuji berdasarkan zona hambat yang terbentuk dengan konsentrasi isolat protein ikan gelodok yang berbeda. Terdapat 2 perlakuan isolat protein ikan gelodok yaitu tanpa perendaman dan dengan perendaman natrium bikarbonat serta terdapat 4 perlakuan konsentrasi isolat protein ikan gelodok yang diuji cobakan yaitu konsentrasi 100%, 75%, 50% dan 25%. Zona hambat tertinggi dihasilkan dari isolat protein ikan gelodok tanpa perendaman terhadap bakteri V. parahaemolyticus yaitu 56,5 ± 14,42 mm dan terendah yaitu 38,4 ± 1,10 mm, zona hambat yang dihasilkan tergolong dalam kategori sangat kuat. Zona hambat tertinggi yang dihasilkan dari isolat protein ikan gelodok dengan perendaman natrium bikarbonat terhadap bakteri V. parahaemolyticus yaitu 48,4 ± 12,85 mm yang tergolong dalam kategori sangat kuat dan terendah yaitu 18,5 ± 4,58 mm yang tergolong dalam kategori kuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat protein ikan gelodok berpotensi sebagai agen antibakteri terhadap bakteri V. parahaemolyticus.Mudskipper (Boleophthalmus boddarti) is one of the fish species that lives in the mangrove ecosystem with limited utilization. Mudskipper have high protein content, which makes it a potential antibacterial agent. The purpose of this research was to determine the antibacterial activity based on different treatments of mudskipper’s protein isolates and to determine the antibacterial activity based on different concentrations of mudskipper’s protein isolates against Vibrio parahaemolyticus bacteria. The antibacterial activity test of mudskipper’s protein isolates against V. parahaemolyticus bacteria was conducted using the agar well diffusion method. The antibacterial activity was tested based on the inhibition zones formed with different concentrations of mudskipper’s protein isolates. There were two treatments of mudskipper’s protein isolates, namely with and without soaking in sodium bicarbonate, and there were four concentration treatments of mudskipper’s protein isolates tested, which were 100%, 75%, 50%, and 25%. The highest inhibition zone produced by the mudskipper’s protein isolate without soaking against V. parahaemolyticus bacteria was 56,5 ± 14,42 mm, and the lowest was 38,4 ± 1,10 mm. The inhibition zones classified as very strong category. The highest inhibition zone produced by the mudskipper’s protein isolate with sodium bicarbonate soaking against V. parahaemolyticus bacteria was 48,4 ± 12,85 mm, classified as very strong category and the lowest was 18.5 ± 4.58 mm, classified as strong category. The research results indicate that the mudskipper’s protein isolate had the potential to act as an antibacterial agent against V. parahaemolyticus bacteria.
3978242173K1A019069Sintesis dan Karakterisasi Molecularly Imprinted Polymer (MIP) untuk Tokotrienol dengan menggunakan Monomer Asam MetakrilatMolecularly Imprinted Polymer merupakan polimer sintetik bercetakan molekul yang memiliki selektivitas untuk analit tertentu, atau sekelompok senyawa yang terkait secara struktural, sehigga menjadi bahan yang ideal untuk digunakan dalam proses pemisahan/purifikasi. MIP dibuat dengan menggunakan tokotrienol sebagai molekul cetakan serta partikel Fe3O4@SiO2 sebagai inti magnetit. MIP disintesis dengan metode polimerisasi pengendapan menggunakan asam metakrilat (MAA) sebagai monomer, etilen glikol dimetakrilat (EGDMA) sebagai pengikat silang, azobisisobutironitril (AIBN) sebagai inistiator dan asetonitril sebagai porogen. Pencucian template tokotrienol dilakukan dengan proses sokletasi menggunakan pelarut asam asetat:metanol (9:1). Non-Imprinted Polymer (NIP) disintesis tanpa menggunakan template sebagai pembanding. Hasil polimerisasi dikarakterisasi menggunakan FTIR, Fe-SEM, BET, dan XRD. Spektra FTIR menunjukkan gugus fungsi spesifik α-Tokotrienol (-OH) pada MIP dengan bilangan gelombang 3629,94 cm-1 dan tidak tampak bila dibandingkan dengan spektra NIP. Fe-SEM menunjukan MIP memiliki pori dan bentuk lebih halus dan rapat dibandingkan dengan NIP, BET menunjukan luas permukaan 27,5167 m2/g untuk MIP dan 10,3294 m2/g untuk NIP. XRD menunjukan bahwa MIP setelah pencucian memiliki sifat mekanik yang lebih baik daripada MIP sebelum pencucian dengan ukuran kristal sebesar 0,057 nm untuk MIP setelah pencucian dan 0,048 nm untuk MIP setelah pencucian. Molecularly Imprinted Polymer is a molecularly imprinted synthetic polymer that has selectivity for certain analyte, or a group of structurally related compounds, making it an ideal material for use in separation or purification processes. MIP is made using tocotrienl as a template molecule and Fe3O4@SiO2 particles as a magnetite core. MIP was synthesized by a precipitation polymerization method using methacrylic acid (MAA) as a monomer, ethylene glycol dimethacrylate (EGDMA) as a cross-linker, azobisisobutyronitrile (AIBN) as an initiator and acetonitrile as a porogene. Leaching out of the tocotrienol template was carried out by the soxhletation process using acetit acid:methanol (1:9) solvent. Non-Imprinted Polymer (NIP) is synthesized without using a template as a comparison. The results of the polymerization were charactrized using FTIR, Fe-SEM, BET and XRD. The FTIR spectra show the specific functional groups α-Tocotrenol (-OH) in MIP with wave number of 3629.94 cm-1 and is not visible when compared to NIP spectra. Fe-SEM shows that MIP has finer and denser pores and shapes compared to NIP, BET shows surface area of 27,5167 m2/g for MIP and 10,3294 m2/g for NIP. XRD shows that MIP after leaching has better mechanical properties than MIP before leachingwith a crystal size of 0,057 nm for MIP after leaching and 0,048 nm for MIP before leaching.
3978342157B1A019097PENGARUH BERBAGAI ANTIOKSIDAN ALAMI TERHADAP DIFERENSIAL LEUKOSIT MENCIT (Mus musculus) BETINA DEWASA YANG DIPAPAR ASAP ROKOKMerokok sudah menjadi kebiasaan dan gaya hidup di kalangan masyarakat. Banyaknya kandungan senyawa kimia pada asap rokok menjadi alasan rokok sebagai salah satu penyumbang terbesar peningkatan radikal bebas eksogen di dalam tubuh. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa peningkatan radikal bebas menyebabkan efek negatif bagi tubuh dan meningkatkan jumlah leukosit. Efek negatif tersebut dapat dihambat dengan senyawa yang disebut antioksidan. Antioksidan eksogen meliputi vitamin A, vitamin C, vitamin E, dan antosianin dapat berasal dari bahan alami seperti sayuran dan buah-buahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai antioksidan alami (vitamin A, vitamin C, vitamin E, dan antosianin) dan mendapatkan antioksidan alami terbaik dalam menghambat radikal bebas pada mencit betina dewasa dilihat dari peningkatan diferensial leukositnya.
Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 6 kelompok perlakuan. Masing-masing perlakuan terdiri atas 5 ekor mencit sebagai ulangan sehingga terdapat total 30 individu percobaan. Variabel bebas meliputi perbedaan jenis antioksidan yang digunakan antara lain jus wortel (vitamin A), jus jeruk (vitamin C), jus tauge (vitamin E), dan antosianin (jus ubi jalar ungu), sedangkan variabel terikat meliputi profil leukosit mencit betina dewasa. Parameter yang diamati yaitu presentase diferensial leukosit mencit betina dewasa diambil pada hari ke-0, ke-7, ke-14, dan ke-21 perlakuan. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Analysis of Varians (ANOVA), kemudian hasil analisis yang berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNT dengan tingkat kesalahan 5% (α = 0,05).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai antioksidan alami dan induksi radikal bebas dari asap rokok tidak memberikan pengaruh nyata (p>0,05) terhadap eosinofil selama 21 hari pengamatan serta pada basofil dan monosit pada hari ke-7. Pemberian berbagai antioksidan alami dan induksi radikal bebas dari asap rokok memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap neutrofil dan limfosit selama 21 hari pengamatan serta pada basofil dan monosit pada hari ke-14 dan ke-21, dengan pemberian antioksidan alami terbaik berupa jus jeruk dan jus tauge pada neutrofil, monosit, dan limfosit, sedangkan jus ubi jalar ungu, jus wortel, dan jus tauge pada basofil. Antioksidan alami terbaik yang dapat menghambat efek negatif radikal bebas asap rokok terhadap diferensial leukosit mencit (Mus musculus) betina dewasa adalah jus jeruk (vitamin C).
Kata kunci: antioksidan alami, asap rokok, diferensial leukosit, radikal bebas
Smoking has become a habit and lifestyle among people. The high content of chemical compounds in cigarette smoke is the reason why smoking is one of the biggest contributors to the increase of exogenous free radicals in the body. Some studies have also shown that an increase in free radicals causes negative effects on the body and increases the number of leukocytes. These negative effects can be inhibited by compounds called antioxidants. Exogenous antioxidants including vitamin A, vitamin C, vitamin E, and anthocyanins can be derived from natural ingredients such as vegetables and fruits. This study aims to determine the effect of various natural antioxidants (vitamin A, vitamin C, vitamin E, and anthocyanins) and get the best natural antioxidant in inhibiting free radicals in adult female mice seen from the increase in leukocyte differential.
This research was conducted experimentally with a completely randomized design (CRD) consisting of 6 treatment groups. Each treatment consists of 5 mice as replicates so there are a total of 30 experimental individuals. The independent variables include the different types of antioxidants used, including carrot juice (vitamin A), orange juice (vitamin C), bean sprout juice (vitamin E), and anthocyanins (purple sweet potato juice), in contrast, the dependent variable includes the leukocyte profile of adult female mice. The parameters observed were the percentage of differential leukocytes of adult female mice taken on the 0th, 7th, 14th, and 21st days of treatment. The data from the study were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), the analysis results that have a significant effect will be continued with the BNT test with an error rate of 5% (α = 0.05).
The results showed that the administration of various natural antioxidants and induction of free radicals from cigarette smoke did not have a significant effect (p>0,05) on eosinophils during 21 days of observation as well as on basophils and monocytes on day 7. The administration of various natural antioxidants and induction of free radicals from cigarette smoke had a significant effect (p<0.05) on neutrophils and lymphocytes during 21 days of observation as well as on basophils and monocytes on days 14 and 21, with the best natural antioxidants being orange juice and bean sprout juice on neutrophils, monocytes, and lymphocytes, while purple sweet potato juice, carrot juice, and bean sprout juice on basophils. The best natural antioxidants that can inhibit the negative effects of cigarette smoke-free radicals on the leukocyte differential of adult female mice (Mus musculus) are orange juice (vitamin C).

Keyword: natural antioxidants, cigarette smoke, differential leukocytes, free radicals
3978442189I1A019064Hubungan Sanitasi dan Higiene Perorangan dengan Kejadian Stunting pada
Balita di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor
Latar Belakang: Stunting merupakan kurang gizi kronis dengan tubuh pendek untuk ukuran usianya. Tingginya kasus stunting di Kabupaten Bogor bukan hanya disebabkan oleh kemiskinan tetapi juga adanya pencemaran lingkungan. Sanitasi lingkungan di Kecamatan Sukaraja masih kurang baik.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sanitasi dan
higiene perorangan dengan kejadian stunting pada balita di Kecamatan Sukaraja.
Metode: Metode yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan kuantitatif menggunakan case control 1:2. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu 25 kasus dan 50 kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengisi kuesioner melalui wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan chi square.
Hasil: Ibu yang memiliki personal higiene buruk lebih banyak berada pada kelompok stunting (56%). Namun hasil uji chi square menunjukkan tidak ada hubungan antara personal higiene ibu dengan kejadian stunting dengan nilai P value 0,115 (>0,05). Sanitasi yang buruk lebih banyak terjadi pada kelompok stunting (60%). Hasil uji chi square menunjukkan terdapat hubungan antara sanitasi dengan kejadian stunting pada balita dengan nilai P value 0,024 (<0,05).
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara sanitasi dengan kejadian stunting, dan tidak ada hubungan antara higiene perorangan dengan kejadian stunting pada balita.
Background: Stunting is chronic malnutrition by short body for its age. It is
suspected that the high stunting cases in Bogor Regency are not only due to poverty
but also environmental pollution. Environmental sanitation in Sukaraja District is
also still relatively poor.
Objective: This research aims to determine the relationship between sanitation and
personal hygiene and the incidence of stunting in toddlers in Sukaraja District.
Methods: The method used is observational analytic with a quantitative approach
with case control 1: 2. Samples were taken using a purposive sampling technique
of 25 cases and 50 controls. Data collection was carried out by filling out
questionnaires through interviews and observations. Data analysis used univariate
analysis and bivariate analysis with chi square.
Results: Mothers who had poor personal hygiene were more in the stunting group
(56%). However, the results of chi square test showed that there was no relationship
between the mother's personal hygiene and the incidence of stunting with P value
of 0.115 (>0.05). Poor sanitation was more common in the stunting group (60%).
The results of chi square test showed that there was a relationship between
sanitation and the incidence of stunting in toddlers with P value of 0.024 (<0.05).
Conclusion: There is a relationship between sanitation and the incidence of
stunting, and there is no relationship between personal hygiene and the incidence
of stunting in toddlers.
3978542505A1D019087PENGARUH LEVEL P PADA PUPUK NPK-SR DAN DOSIS JERAMI TERHADAP KETERSEDIAAN UNSUR HARA N DAN PENINGKATAN PRODUKSI PADI SAWAH Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh level P pada pupuk NPK-SR dan dosis jerami terhadap ketersediaan unsur hara N dan peningkatan produksi padi sawah. Penelitian ini dilaksanakan di Greenhouse dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) terdiri dari dua faktor perlakuan dan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu pupuk majemuk NPK-SR pada perbedaan grade P (5 aras) dengan K0 (tanpa pemberian pupuk NPK-SR), K1 (pemberian pupuk NPK-SR, grade A (15-0-7,5)), K2 (pemberian pupuk NPK-SR, grade B (15-5-7,5)), K3 (pemberian pupuk NPK-SR, grade C (15-10-7,5)), dan K4 (pemberian pupuk NPK-SR, grade D (15-15-7,5)). Faktor kedua yaitu jerami 2 (aras) dengan J0 (tanpa pemberian jerami) dan J1 (pemberian jerami setara 40 ton/ha). Pemberian pupuk NPK-SR yang dirakit berpengaruh sangat nyata terhadap semua variabel kecuali N-total setelah panen serta bobot batang dan daun kering setelah panen peningkatan yang terjadi sebesar 0,21% pada N-total akhir vegetatif; 9,72% pada serapan N; 6,25% pada tinggi tanaman; 22,06% pada jumlah daun tanaman; 5,31% pada jumlah anakan tanaman; 3,02% akhir vegetatif dan 0,7% setelah panen pada bobot akar segar; 4,8% akhir vegetatif dan 4,75% setelah panen pada bobot batang segar; 52,53% akhir vegetatif dan 4,59% setelah panen pada bobot daun segar; 11,68% akhir vegetatif dan 7,52% setelah panen pada bobot akar kering; 12,31% pada bobot batang kering akhir vegetatif; 16,02% pada bobot daun kering akhir vegetatif; 48,31% pada bobot gabah bernas; dan 6,61% pada bobot gabah hampa. Pemberian jerami berpengaruh nyata terhadap serapan N, tinggi tanaman, dan bobot batang segar setelah panen. Kombinasi aplikasi pupuk NPK-SR dengan jerami hanya berpengaruh nyata terhadap variabel bobot gabah hampa.
This study aims to determine the effect of P level in NPK-SR fertilizer and straw dose on the availability of N nutrients and increased production of paddy rice. This research was conducted in the Greenhouse using a Completely Randomized Group Design (CRD) consisting of two treatment factors and three replications. The first factor was NPK-SR compound fertilizer in different P grades (5 levels) with K0 (no NPK-SR fertilizer), K1 (NPK-SR fertilizer, grade A (15-0-7.5)), K2 (NPK-SR fertilizer, grade B (15-5-7.5)), K3 (NPK-SR fertilizer, grade C (15-10-7.5)), and K4 (NPK-SR fertilizer, grade D (15-15-7.5)). The second factor was straw 2 (rate) with J0 (no straw application) and J1 (straw application equivalent to 40 tons/ha). Application of the assembled NPK-SR fertilizer had a very significant effect on all variables except N-total after harvest and dry stem and leaf weights after harvest. The increase was 0.21% in late vegetative N-total; 9.72% in N uptake; 6.25% in plant height; 22.06% in number of plant leaves; 5.31% in number of plant tillers; 3.02% late vegetative and 0.7% after harvest in fresh root weight; 4.8% late vegetative and 4.75% after harvest in fresh stem weight; 52.53% late vegetative and 4.59% after harvest in fresh leaf weight; 11.68% late vegetative and 7.52% after harvest in dry root weight; 12.31% in late vegetative dry stem weight; 16.02% in late vegetative dry leaf weight; 48.31% in full grain weight; and 6.61% in hollow grain weight. Straw application had a significant effect on N uptake, plant height, and fresh stem weight after harvest. The combination of NPK-SR fertilizer application with straw only significantly affected the variable of empty grain weight.
3978642175K1C019002PEMODELAN INVERSI 3 DIMENSI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN KAWASAN PANASBUMI DIENG BERDASARKAN DATA ANOMALI GRAVITASI CITRA SATELITData gravitasi citra satelit GGMplus digunakan untuk mengetahui pola sebaran anomali dan struktur bawah permukaan sumber panasbumi, terutama untuk daerah yang sulit dijangkau seperti Dieng. Pemodelan penelitian ini dilakukan secara 3D berdasarkan data anomali gravitasi residual. Tahapan penelitian yang telah dilakukan meliputi pengaksesan data, koreksi bougeur dan koreksi terrain, reduksi data ke bidang datar, pemisahan data anomali regional dan residual, pemodelan inversi, dan interpretasi. Data anomali gravitasi yang telah diakses adalah data GGMplus dengan batas koordinat geografis 109,8° – 110,3° BT dan 7,12° - 7,28° LS. Setelah pengaksesan data, koreksi bougeur dan terrain diterapkan, sehingga diperoleh data anomali bouguer lengkap (ABL) dengan nilai -56,6 – 65,7 mGal. Data ABL diolah sesuai tahapan penelitian hingga diperoleh data anomali residual yang berkisar -73.59 – 47.60 mGal. Data anomali ini terdistribusi pada ketinggian rata rata topografi daerah penelitian, yaitu 1392,35 m. Pola anomali gravitasi yang dihasilkan terbagi menjadi 3 pola, pola anomali tinggi yang bernilai lebih dari 3,00 mGal berwarna biru, pola anomali sedang yang berkisar -23,60 – 3,00 mGal berwarna coklat muda hingga putih dan pola anomali rendah yang berkisar -73,59 – -23,60 mGal berwarna hijau muda hingga coklat muda. Pemodelan inversi 3D terhadap data anomali residual dilakukan, hingga diperoleh model anomali bawah permukaan dengan densitas berkisar 1,0 – 4,6 g/cm3. Hasil interpretasi menunjukan bahwa daerah penelitian memiliki batuan yang bervariasi Sumber panasbumi daerah penelitian dengan densitas 1,00 –1,90 gr/cm3 berupa batuan cair atau magma, lapisan reservoir panasbumi daerah Dieng terdiri dari beberapa jenis batuan.GGMplus gravity satellite data is used to determine anomalies distribution pattern subsurface structures geothermal sources, especially for hard to reach areas such as Dieng. The modeling in this study was carreid out in 3D based on residual gravity anomaly data. The research stages that have been carried out include data access, bougeur correction and terrain correction, data reduction to a horizontal surface, separation regional and residual anomalies data, inversion modeling and interpretation. The gravitational anomaly data that has been accessed is the GGMplus data with geographic coordinate boundaries of 109.8° – 110.3° East Longitude and 7.12° - 7.28° South Latitude. After data access, bougeur and corrections are applied, complete Bouguer anomaly data (ABL) was obtained with a value of -56.6 – 65.7 mGal. The ABL data was processed according to the research stages resulting in residual anomalies data ranging from -73.59 – 47.60 mGal. This anomalies data is distributed at the average height of the topography, which is 1392.35m. The resulting gravity anomaly pattern is divided into 3 patterns, the high anomaly pattern with a value of more than 3.00 mGal is blue, the medium anomaly pattern is in the range -23.60 – 3.00 mGal is light brown to white and the low anomaly pattern is in the range - 73.59 – -23.60 mGal light green to light brown. 3D inversion modeling of the residual anomaly data was carried out, to obtain a subsurface anomaly model with a density ranging from 1.0 – 4.6 g/cm3. The interpretation results show that the research area has a variety of rocks. The geothermal source in the research area with a density of 1.00 – 1.90 gr/cm3 is in the form of liquid rock or magma. The geothermal reservoir in the Dieng area consists of several types of rock.
3978742176A1A019087Analisis Kelayakan Usaha dan Nilai Tambah Pemasaran Gula Semut (Studi Kasus di CV. Java Agro Mandiri Banyumas)CV. Java Agro Mandiri Banyumas adalah perusahaan yang bergerak dibidang pemasaran gula semut yang didirikan untuk meningkatkan nilai tambah gula semut yang berasal atau diproduksi oleh perajin gula semut mitra. Kegiatan CV. Java Agro Mandiri melakukan pembersihan, pengayakan serta pengeringan ulang produk dari produk gula semut yang diproduksi dari pengrajin mitra serta melakukan pengemasan dan pelabelan serta pemasaran gula semut. Tujuan penelitian adalah (1) untuk mengetahui nilai tambah pemasaran gula semut di CV. Java Agro Mandiri. (2) Untuk mengetahui besar biaya. penerimaan dan keuntungan usaha pemasaran gula semut di CV. Java Agro Mandiri. (3) Untuk mengetahui kelayakan usaha pemasaran gula semut di CV. Java Agro Mandiri. Penelitian dilakukan dengan metode studi kasus di CV. Java Agro Mandiri yang merupakan perusahaan pemasaran gula semut di Desa Pageraji. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan,keuntungan, analisis revenue cost (R/C) dan analisis metode Hayami (1987). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai tambah gula semut sebagai bahan baku sebesar Rp4.707,00 untuk setiap kilogram dengan rasio nilai tambah sebesar 18,61 persen maka termasuk dalam kategori sedang. Biaya total pemasaran gula semut CV. Java Agro Mandiri sebesar Rp829.515.750,00 per bulan dengan penerimaan pemasaran sebesar Rp1.039.625.732 per bulan sehingga keuntungan sebesar Rp210.483.315,00 per bulan. Hasil tersebut menunjukan bahwa usaha pemasaran gula semut mengalami keuntungan. Nilai R/C usaha pemasaran menunjukan hasil 1,25 (>1) berarti usaha pemasaran gula semut CV. Java Agro Mandiri efisien atau memberikan keuntungan dengan penerimaan pemasaran sebesar Rp860.325.732,00 per bulan untuk produk ekspor dan Rp179.300.000,00 per bulan untuk produk lokal. Dikarenakan jumlah penerimaan yang diterima CV. Java Agro Mandiri dari pemasaran gula semut lebih besar dari nilai BEP penerimaan yaitu Rp4.264.646,00 per bulan untuk produk ekspor dan Rp3.736.023,00 per bulan untuk produk lokal. Sehingga usaha pemasaran gula semut dikatakan layak untuk dijalankan.CV. Java Agro Mandiri Banyumas is a coconut crystal marketing business that was established to increase the added value of coconut crystal made from produced by partner coconut crystal craftsmen. CV. Java Agro Mandiri carries out cleaning, sieving and re-drying of coconut crystal products produced by partner craftsmen as well as packaging. labeling and marketing of coconut crystal. The purpose of the study was (1) to determine the added value of coconut crystal marketing in CV. Java Agro Mandiri. (2) To find out the cost, revenue and profit of coconut crystal marketing business in CV. Java Agro Mandiri. (3) To find out the feasibility of marketing coconut crystal business in CV. Java Agro Mandiri. . The research method used is the case study method. The choice of place was done deliberately because it was only CV. Java Agro Mandiri which is a coconut crystal marketing company in Pageraji Village. The data analysis includes cost, revenue, profit, revenue cost (R/C) and analysis and Hayami method analysis (1987). The results showed that the added value of coconut crystal as raw material amounted to IDR4.707,00 for each kilogram with an added value ratio of 18,61 percent, it was included in the medium category. The total marketing costs for CV. Java Agro Mandiri coconut crystal are IDR829.515.750,00 per month with marketing revenues of IDR1.039.625.732,00 per month so the profit is IDR210.483.315,00 per month. These results show that coconut crystal marketing efforts are profitable. The R/C value of marketing efforts shows a result of 1,25 (>1). meaning that CV. Java Agro Mandiri's coconut crystal marketing business is efficient or provides profits with marketing revenues of IDR860.325.732,00 per month for exports and IDR179.300.000,00 per month for local. Due to the number of acceptances received by CV. Java Agro Mandiri from marketing coconut crystal is greater than the BEP revenue value namely IDR14.264.646,00 for exports and IDR3.736.023,00 for local so that the coconut crystal marketing business is said to be feasible.
3978842178L1C019056UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI ISOLAT PROTEIN IKAN GELODOK (Boleophthalmus boddarti) TERHADAP BAKTERI Escherichia coliIkan Gelodok (Boleophthalmus boddarti) atau yang biasa dikenal sebagai mudskipper merupakan salah satu biota perairan yang hidup pada ekosistem mangrove. Ikan ini mempunyai kandungan isolat protein yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari isolat protein ikan gelodok berdasarkan diameter zona hambat yang terbentuk dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Metode yang digunakan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari isolat protein ikan gelodok yaitu metode difusi agar. Aktivitas antibakteri diuji berdasarkan konsentrasi dan perlakuan yang berbeda. Perlakuan yang dilakukan terdiri dari penambahan Natrium Bikarbonat (NaHCO3) dan tanpa adanya penambahan Natrium Bikarbonat (NaHCO3). Terdapat 4 konsentrasi dari isolat protein ikan gelodok, yaitu konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100%. Semakin tinggi konsentrasi isolat protein maka akan menghasilkan zona hambat yang semakin besar. Hasil aktivitas antibakteri pada kelompok isolat protein ikan tanpa perlakuan sebesar 62,84 ± 0,44 mm, sedangkan hasil aktivitas antibakteri pada kelompok isolat protein ikan dengan perlakuan sebesar 59,64 ± 4,51 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan isolat protein ikan gelodok berpotensi sebagai antibakteri.Gelodok fish (Boleophthalmus boddarti), commonly known as mudskipper, is one of the aquatic biota found in a mangrove ecosystem. This fish possesses protein isolate with the potential to act as an antibacterial. The purpose of this research was to determine the antibacterial activity of the protein isolate gelodok fish based on diameter inhibition zone that formed inhibit the growth of Escherichia coli bacteria. The method used to evaluate the antibacterial activity of the gelodok fish protein isolate was agar diffusion method. Antibacterial activity was tested with different concentrations and treatment conditions. The treatments included the addition of Sodium Bicarbonate (NaHCO3) and without included the addition of Sodium Bicarbonate (NaHCO3). Four concentrations of the gelodok fish protein isolate were 25%, 50%, 75%, and 100% concentrations. The higher of protein isolate concentrations had the larger inhibition zones. The result of antibacterial activity in the group of fish protein isolate without treatment amounted to 62,84 ± 0,44 mm, and while the result of antibacterial activity in the group of fish protein isolate with treatment amounted to 59,64 ± 4,51 mm. The result of the research noticed that protein isolate gelodok fish content potential as antibacterial agent.
3978942119H1B018031PENGARUH PENAMBAHAN STYRENE BUTADIENE RUBBER (SBR) EMULSION PADA PEMBUATAN AGREGAT KASAR DARI LIMBAH POLIPROLILENA DAN AGREGAT HALUS DARI POLIETILANA TEREFTALAT TERHADAP KUAT TEKAN BETON PADA KANDUNGAN SEMEN 400 KG/M3Indonesia menghasilkan rata-rata 3,22 juta ton/tahun dan menduduki peringkat kedua dalam menghasilkan limbah plastik terbanyak setelah China. Salah satu jenis plastik yang sangat erat dengan kehidupan sehari-hari adalah plastik PP (polypropylene) dan PET (polyethylene terephthalate). Sudah banyak dilakukan penelitian tentang pembuatan beton dengan mengubah campuran menjadi menggunakan limbah plastik baik PP maupun PET dalam rangka menangani jumlah limbah plastik yang berlebihan dengan cara mengganti agregat dengan menggunakan limbah plastik yang sudah dicoating menggunakan pasir merapi. Namun pada penelitian tersebut masih terdapat kekurangan yaitu pasir yang menempel pada plastik mudah terlepas sehingga diperlukan Styrene Butadiene Rubber (SBR) Emulsion untuk memperkuat serat agar tetap berada ditempatnya. Kandungan resin 1%, 3%, dan 5% digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruhnya terhadap sifat fisik-mekanik beton. Benda uji yang digunakan adalah silinder berukuran 10x20 cm dan kubus yang berdimensi 10x10x10 cm. FAS yang digunakan adalah 0,28; 0,3; dan 0,34. Hasil pengujian kuat tekan menunjukan bahwa beton dengan kandungan resin 5% dan FAS 0,28 mempunyai hasil tertinggi yaitu 22,32 MPa. Beton dengan kandungan resin 5% dan FAS 0,28 juga memperoleh nilai kuat tarik tertinggi yaitu sebesar 1,94 MPa. Seriring bertambahnya kandungan resin diikuti dengan penurunan FAS maka nilai kuat tekan akan semakin bagus. Indonesia produces an average of 3,22 million tons / year and ranks second in producing the most plastic waste after China. One type of plastic that is very close to everyday life is PP (poly propylene) and PET (polyethylene terephthalate) plastic. There has been a lot of research on making concrete by changing the mixture to use plastic waste both PP and PET in order to deal with excessive amounts of plastic waste by replacing aggregate by using plastic waste that has been coated using volcanic sand. However, in the study, there are still shortcomings, namely the sand attached to the plastic is easily released, so epoxy resin is needed to strengthen the fibers to stay in place. The resin content of 1%, 3%, and 5% was used in this study to determine its effect on the physical-mechanical properties of concrete. The test specimens used are cylinders measuring 10x20 cm and cubes with dimensions of 10x10x10 cm. The FAS used is 0,28; 0,3; and 0,34. The results of compressive strength testing show that concrete with a resin content of 5% and FAS 0,28 has the highest yield of 22,32 MPa. Concrete with a resin content of 5% and FAS 0,28 also obtained the highest tensile strength value of 1,94 MPa. As the resin content increases followed by a decrease in FAS, the compressive strength value will be better.
3979042179J0A020025DEVELOPING NEW SMALL WORLD’S INSTAGRAM
TO PROMOTE THE EDUCATIONAL TOURISM
Laporan ini berjudul “Mengembangkan Akun Instagram New Small World Untuk Mempromosikan Wisata Pendidikan” dan didasarkan pada kegiatan pelatihan kerja di New Small World Purwokerto. Tujuan utama dari pelatihan kerja ini adalah menggunakan Instagram untuk mempromosikan wisata edukasi tersebut kepada wisatawan mancanegara.
Terdapat tiga metode untuk mengumpulkan data, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengamatan dilakukan dengan memantau aktifitas dari akun Instagram @new.smallworld dan mencari informasi di beberapa area New Small World Purwokerto berupa miniatur landmark di berbagai negara dan informasi mengenai bangunan tersebut, taman replika dinosaurus, dan area kolam renang. Kemudian wawancara dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kepada tiga orang pengunjung yang pernah berkunjung sebelumnya dan manajer dari New Small World Purwokerto, dokumentasi dilakukan dengan mengambil gambar dan video kegiatan dan fasilitas di New Small World Purwokerto.
Praktek Kerja Lapangan tersebut menghasilkan feeds dan konten informatif dari miniatur landmark dari beberapa negara di akun Instagram New Small World Purwokerto serta menghasilkan video virtual perjalanan wisata. Video ini menampilkan berbagai fasilitas dan gambaran menyeluruh tentang apa saja yang ditawarkan oleh New Small World Purwokerto. Video tersebut dinarasikan dalam bahasa Indonesia, sehingga pengunjung lokal dapat dengan mudah memahami isinya, dan juga dilengkapi teks bahasa Inggris untuk pengunjung Internasional. Secara keseluruhan, Praktek Kerja Lapangan ini telah menghasilkan feeds dan video informatif yang menarik sehingga dapat membantu mempromosikan New Small World Purwokerto ke masyarakat yang lebih luas.
Dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan ini terdapat beberapa kendala antara lain belum matangnya konsep, keterlambatan pengumpulan materi video, beberapa miniatur landmark yang sedang diperbaiki dan cuaca tidak menentu sehingga tim dokumentasi tidak dapat mengambil foto dan video tepat waktu. Untuk mengatasi kendala tersebut diperlukan diskusi untuk menghindari miskomunikasi dan harus selalu mengikuti update prakiraan cuaca sebelum mengambil materi.
The report is entitled "Developing New Small World’s Instagram to Promote the Educational Tourism" and it is based on the job training activities at New Small World Purwokerto. The primary goal of the job training is to use social media to develop New Small World’s Instagram account as an educational tourism.
There are three methods to collect the data, namely observation, interview, and documentation. The observations are done by tracking the activity of the @new.smallworld Instagram account and finding information in several areas of New Small World Purwokerto, they are miniature landmark in various countries and information on these building, dinosaur park replicas, flower garden, and swimming pool area. Then the interview is done by asking questions to three visitors who has visited New Small World Purwokerto and manager of New Small World Purwokerto, documentations are done by take the pictures and videos of the activities and facilities offered.
The job training has resulted in producing Instagram feeds and informative content from miniature landmarks from several countries in the New Small World Purwokerto and the creation of virtual tour videos. These videos showcase various areas of the facility and provide viewers with a comprehensive overview of what New Small World Purwokerto has to offer. The video is narrated in Indonesian, allowing local visitors to easily understand the content, and also include English subtitles for international visitors. Overall, the job training has succeded in producing informative content and promotional video that can help promote New Small World Purwokerto as an educational tourism to a wider audience.
During this job training, there are several obstacles, including the lack of maturity of the concept, the delay in collecting video material, several miniature landmarks are under maintenance and the unpredictable weather. The documentation team could not take photos and videos on time in the New Small World Purwokerto. To overcome these obstacles, discussions is needed to avoid miscommunication and the weather forecast updates are very usefull before taking the materials.
3979142180F1C019049Relasi Media & Politik (Analisa Semiotika Film Don't Look Up)Media dan politik merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Media harus hadir sebagai wadah informasi bagi masyarakat secara utuh dan bahkan media dapat menyampaikan suara-suara masyarakat dalam konsep politik. Keberpihakan dan kepentingan dari media menjadi sesuatu yang selalu memngaruhi proses produksi pesan hingga pendistribusian dari pesan yang akan disampaikan oleh media. Masyarakat dinilai hanya sebuah konsumen atau penonton dari suatu media belaka. Film Don’t Look Up merupakan film ber-genre komedi satire yang menyuguhkan kritikan terhadap pemerintah dan masyarakat. Pemanfaatan media televisi dan media sosial oleh para petinggi negara dan pemilik dari media itu sendiri ditampilkan di film ini. Film ini mengambil latar waktu saat menuju pemilihan umum. Berdasarkan hal tersebut, penulis tertarik untuk mengetahui bagaimana relasi media dan politik yang digambarkan pada film Don’t Look Up. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma kritis. Analisis semiotika John Fiske digunakan untuk membantu pencarian makna dalam scene film ini. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa adanya potensi besar media dalam membangun opini publik yang sangat dipengaruhi oleh keberpihakan dari sebuah media itu sendiri. Politisi juga dapat memanfaatkan peran dari media untuk membentuk dan mengontrol opini publik yang tercipta. Di satu sisi masyarakat membutuhkan peran media dalam menyalurkan aspirasi sehingga pendapatnya dapat didengar secara lebih luas. Media and politics are two things that cannot be separated. The media must be present as a forum for information for society as a whole and the media can even convey people's voices in political concepts. The partiality and interests of the media are something that always influences the message production process to the distribution of the messages that will be conveyed by the media. The public is considered to be just a consumer or viewer of media. The film Don't Look Up is a satirical comedy genre film that presents criticism of the government and society. The use of television and social media by state officials and the owners of the media itself is shown in this film. This film takes place during the general election. Based on this, the author is interested in knowing how the relationship between media and politics is depicted in the film Don't Look Up. This research uses qualitative methods with a critical paradigm. John Fiske's semiotic analysis is used to help search for meaning in this film scene. The results of this research found that there is great potential for media to build public opinion which is greatly influenced by the bias of the media itself. Politicians can also take advantage of the role of the media to shape and control the public opinion that is created. On the one hand, society needs the role of the media in channeling aspirations so that their opinions can be heard more widely.
3979242181F1F019070IMPLEMENTASI ZERO WASTE DI KABUPATEN BANYUMAS DALAM KERANGKA SDGs 12: RESPONSIBLE CONSUMPTION AND PRODUCTION TAHUN 2018-2022SDGs 12 mempromosikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan. Kabupaten Banyumas menggunakan kerangka SDG 12 responsible consumption and production untuk mencapai zero waste. Dalam konteks SDGs 12, zero waste dapat membantu mencapai beberapa target yang terkait, seperti mengurangi limbah bahan berbahaya, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, mengurangi pemborosan pangan, dan mendorong penggunaan produk yang ramah lingkungan. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur dari data sekunder serta wawancara dan observasi dari data primer. Berdasarkan data yang sudah dikumpulkan, temuan penelitian ini membuktikan hipotesis penulis. Di mana Banyumas dapat keluar dari fase darurat sampah yang dialami tahun 2018, bahkan di tahun 2022 Banyumas sudah bisa mengelola sampah baik dari hulu, tengah hingga hilir sehingga Banyumas menjadi daerah percontohan.

Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas menguatkan kerja sama antara organisasi pemerintah, sektor swasta, masyarakat sipil, dan individu untuk mencapai perubahan yang signifikan untuk mengatasi masalah sampah dengan meluncurkan aplikasi Jeknyong dan Salinmas yang merupakan salah satu bentuk pemanfaatan artificial intelligence. Dalam mewujudkan zero waste adanya kolaborasi antara bank sampah, TPST, TPS 3R, dan PDU dalam sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan sehingga memaksimalkan pengurangan limbah, pengolahan kembali bahan, dan pengurangan dampak lingkungan. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa zero waste secara inheren mendukung pencapaian SDGs 12 dengan mempromosikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan. Pendekatan Zero Waste berfokus pada pencegahan limbah, daur ulang, dan penggunaan ulang, dengan tujuan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan sumber daya alam.

SDGs 12 promotes sustainable consumption and production patterns. Banyumas Regency uses the SDG 12 responsible consumption and production framework to achieve zero waste. In the context of SDGs 12, Zero Waste can help achieve several related targets, such as reducing hazardous waste, increasing resource use efficiency, reducing food waste, and encouraging the use of environmentally friendly products. In this research, the author used qualitative research methods with a literature study approach from secondary data as well as interviews and observations from primary data. Based on the data that has been collected, the findings of this research prove the author's hypothesis. Where Banyumas can get out of the waste emergency phase experienced in 2018, even in 2022 Banyumas will be able to manage waste from upstream, middle to downstream so that Banyumas becomes a pilot area.

Efforts made by the Banyumas Regency Government strengthen cooperation between government organizations, the private sector, civil society and individuals to achieve significant changes to overcome the waste problem by launching the Jeknyong and Salinmas applications which are a form of utilization (artificial intelligence). In realizing zero waste, there is collaboration between waste banks, TPST, TPS 3R, and PDU in a sustainable waste management system so as to maximize waste reduction, reprocessing of materials, and reduction of environmental impacts. The results of this research show that zero waste inherently supports the achievement of SDGs 12 by promoting sustainable consumption and production patterns. The Zero Waste approach focuses on waste prevention, recycling and reuse, with the aim of reducing negative impacts on the environment and natural resources.
3979342183D1A019073Pengambilan Keputusan oleh Istri Peternak pada Peternakan Sapi Potong di Kabupaten BanyumasPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan, usia, dan jumlah jam kerja istri peternak sapi potong terhadap pengambilan keputusan, termasuk pembelian ternak dan penjualan sapi. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei. Penentuan ukuran sampel responden menggunakan rumus Slovin dengan margin of error sebesar 10%, yang menghasilkan total 81 responden. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan analisis Regresi Logistik Biner. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebagian besar istri peternak sapi potong telah menyelesaikan pendidikan dasar (56%) dan pendidikan menengah (21%), berusia antara 31 dan 64 tahun (88%), memiliki kurang dari 4 ekor sapi (74%), memiliki 1-3 anggota keluarga (41%), dan mengalokasikan waktu kerja kurang dari 0,5 jam atau kurang dari 30 menit (41%). Keterlibatan mereka dalam pengambilan keputusan menunjukkan bahwa 46% berada dalam kategori tinggi, dan 54% berada dalam kategori rendah. Hasil analisis Regresi Logistik Biner menunjukkan bahwa tingkat pendidikan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan (0,474), usia tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan istri peternak (0,298), jumlah kepemilikan sapi memiliki pengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan (0,088), jumlah anggota keluarga tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan (0,138), dan jumlah jam kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan istri peternak (0,1).This research aims to analyze the influence of education, age, and the amount of working hours of wives of beef cattle farmers on decision-making, which includes purchasing livestock and selling cattle. The research was conducted using a survey method. The determination of the sample size of respondents used the Slovin formula with a margin of error of 10%, resulting in a total of 81 respondents. Data analysis was performed using descriptive analysis and Binary Logistic Regression analysis. The results of the descriptive analysis indicate that the majority of wives of beef cattle farmers had completed elementary school education (56%) and junior high school education (21%), were aged between 31 and 64 years (88%), owned fewer than 4 cattle heads (74%), had 1-3 family members (41%), and had a working hours allocation of less than 0.5 hours or less than 30 minutes (41%). Their involvement in decision-making showed that 46% were in the high category, and 54% were in the low category. The results of the Binary Logistic Regression analysis indicate that the level of education has no significant influence on decision-making (0.474), age has no significant influence on the decision-making of the farmer's wives (0.298), the number of cattle ownership has a significant influence on decision-making (0.088), the number of family members has no significant influence on decision-making (0.138), and the amount of working hours has a significant influence on the decision-making of farmer's wives (0.1).
3979444881I1C020065STUDI POTENSI INTERAKSI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN LANSIA DI APOTEK KARYA SEHAT KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN
Latar Belakang: Antihipertensi seringkali digunakan secara kombinasi. Hal ini dapat meningkatkan potensi terjadinya interaksi obat yang dapat memberikan reaksi terhadap pengobatan, serta dapat mempengaruhi efek dan keamanan tiap obat. Pasien usia lanjut lebih berisiko terjadinya masalah terkait penggunaan obat karena menurunnya fungsi organ, sehingga meningkatkan risiko komplikasi penyakit lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi interaksi antihipertensi dengan obat lain pada resep pasien lansia di Apotek Karya Sehat.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan desain penelitian observasional. Data yang digunakan adalah resep di Apotek Karya Sehat periode Januari-Maret 2024. Potensi interaksi akan diidentifikasi menggunakan database dari Lexidrug by UpToDate.
Hasil Penelitian: Dari 413 sampel yang didapatkan, terdapat 122 resep (29,53%) memiliki potensi interaksi dengan total potensi interaksi sebanyak 184 potensi yang terdiri dari 7 potensi (3,80%) interaksi minor, 172 potensi (93,48%) interaksi moderat, dan 5 potensi (2,72%) interaksi mayor. Berdasarkan mekanisme didapatkan hasil 85 potensi (46,20%) secara farmakokinetik, 90 potensi (48,91%) secara farmakodinamik, dan 9 potensi (4,89%) yang tidak diketahui. Potensi interaksi terbanyak merupakan potensi interaksi antara amlodipin dengan simvastatin yang berinteraksi secara farmakokinetik pada tingkat moderat sebanyak 76 potensi interaksi.
Kesimpulan: Terdapat sejumlah 29,53% potensi interaksi obat pada resep antihipertensi pasien lansia yang dapat mempengaruhi efektivitas dan keamanan obat. Interaksi obat terbanyak terjadi pada fase farmakodinamik dan pada tingkat keparahan moderat. Penanganan interaksi dimulai dari edukasi terhadap pasien, pemantauan kondisi klinis pasien, modifikasi terapi, maupun rekomendasi penggantian terapi.
Background: Antihypertensives are often used in combination. This can increase the potential for drug interactions that can cause reactions to treatment and can affect the effects and safety of each drug. Elderly patients are more at risk of problems related to drug use due to decreased organ function, thereby increasing the risk of complications from other diseases. This study aims to identify potential interactions between antihypertensives and other drugs prescribed at the Karya Sehat Pharmacy.
Methodology: This research uses a cross sectional approach with an observational research design. The data used are prescriptions at the Karya Sehat Pharmacy for the period January-March 2024. Potential interactions will be identified using the database from Lexidrug by UpToDate.
Research Results: There are 122 recipes (29.53%) that have interaction potential with a total of 184 potential interactions consisting of 7 potential (3.80%) minor interactions, 172 potential (93.48%) moderate interactions, and 5 potential (2.72%) major interactions. Based on the mechanism, the results obtained were 85 potencies (46.20%) pharmacokinetically, 90 potencies (48.91%) pharmacodynamically, and 9 potencies (4.89%) were unknown. The most potential interactions are the potential interactions between amlodipine and simvastatin which interact pharmacokinetically at a moderate level with 76 potential interactions.
Conclusion: There are 29.53% potential drug interactions in antihypertensive prescriptions for elderly patients which can affect the effectiveness and safety of the drug. Most drug interactions occur in the pharmacodynamic phase and at moderate severity levels. Handling interactions starts with educating the patient, monitoring the patient's clinical condition, modifying therapy, and recommending changing therapy.
3979542184D1B021003PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK PADA HAY INDIGOFERA sp TERHADAP KONSUMSI BAHAN KERING, SERAT KASAR, DAN TOTAL DIGESTIBLE NUTRIENT PADA PAKAN DOMBA PRIANGAN
Penelitian dengan judul “Pengaruh Pemberian Probiotik Pada Hay Indigofera Sp terhadap Konsumsi Bahan Kering, Konsumsi Serat Kasar, dan Total Digestible Nutrient Pada Domba Priangan” bertujuan untuk mengkaji penggunaan Probiotik dengan kadar yang berbeda pada pakan terhadap konsumsi bahan kering, konsumsi serat kasar, dan konsumsi Total Digestible Nutrient domba Priangan jantan. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober 2022 sampai 2 Desember 2022, di Kafilah Farm Karangklesem Purwokerto Selatan, Green House Experimental Farm dan Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan rancangan Cross Over Design dengan 3 periode, 3 perlakuan, menggunakan 3 ekor domba Priangan jantan. Perlakuan yang berpengaruh diuji lanjut dengan uji Beda Nyata Jujur. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 = 50% Konsentrat komersial + 30% Indigofera sp kering + 20% Kangkung kering; P1 = P0 + 2% Probiotik dalam BK ransum; P2 = P0 + 4% Probiotik dalam BK ransum. Hasil dari penelitian diperoleh rataan konsumsi bahan kering pada kering P0, P1, P2 berturut - turut 811.18 ± 6.56; 723.28 ± 30.13; 902.86 ± 28.28 gram/ekor/hari, Sedangkan rataan konsumsi serat kasar pada P0, P1, P2 berturut - turut 130.66 ± 1.06; 116.50 ± 4.85; 145.43 ± 4.55 gram/ekor/hari, dan rataan konsumsi Total Digestible Nutrient pada 709.04 ± 5.73; 632.21 ± 26.34; 789.18 ± 24.72 gram/ekor/hari. Berdasarkan hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan probiotik tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi bahan kering, serat kasar, dan Total Digestible Nutrient domba Priangan jantan.
The research entitled "The Effect of Giving Probiotics to Indigofera Sp Hay on Dry Matter Consumption, Crude Fiber Consumption, and Total Digestible Nutrients in Priangan Sheep" aims to examine the use of Probiotics with different levels in feed on dry matter consumption, crude fiber consumption, and consumption of Total Digestible Nutrient male Priangan sheep. The research was carried out from 5 October 2022 to 2 December 2022, at Karangklesem Farm Karangklesem, South Purwokerto, Green House Experimental Farm and the Animal Nutrition and Forage Science Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research was carried out using an experimental method with a Cross Over Design with 3 periods, 3 treatments, using 3 male Priangan sheep. Treatments that have an effect are tested further with the Honest Significant Difference test. The treatment given was P0 = 50% commercial concentrate + 30% dry Indigofera sp + 20% dry water spinach; P1 = P0 + 2% Probiotics in BK ration; P2 = P0 + 4% Probiotics in BK ration. The results of the research showed that the average consumption of dry matter in dry P0, P1, P2 was 811.18 ± 6.56; 723.28 ± 30.13; 902.86 ± 28.28 grams/head/day, while the average consumption of crude fiber at P0, P1, P2 was 130.66 ± 1.06; 116.50 ± 4.85; 145.43 ± 4.55 grams/head/day, and average consumption of Total Digestible Nutrients at 709.04 ± 5.73; 632.21 ± 26.34; 789.18 ± 24.72 grams/head/day. Based on the results of the analysis of variance, it shows that the use of probiotics has no significant effect on the consumption of dry matter, crude fiber and Total Digestible Nutrient of male Priangan sheep.
3979644524H1A019050ANALISIS PENGGUNAAN ENERGI LISTRIK PADA SISTEM PENDINGIN GEDUNG F SAYAP SELATAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Energi listrik sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari terutama pada gedung perkantoran yang sangat membutuhkan energi listrik dalam memenuhi kegiatan operasionalnya, salah satunya adalah untuk sistem tata udara. Namun, penggunaan energi listrik ini perlu diperhatikan panduan konsumsi energinya agar tidak terjadi pemborosan sumber daya energi. Pada penelitian dilakukan analisis audit awal sistem pendingin Gedung F Sayap Selatan Fakultas Teknik Unsoed. Metode penelitian yang dilakukan yaitu pengukuran konsumsi energi listrik dan analisis IKE sistem pendingin gedung.
Berdasarkan hasil penelitian nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) pada Gedung yaitu sebesar 102,59 kWh/m2/tahun termasuk kategori efisien dan penggunaan AC sudah cukup optimal dan memenuhi standar kenyamanan ruangan menurut SNI.
Dari rekomendasi Peluang Hemat Energi (PHE) yang dapat dilakukan berupa penyesuaian pada penggunaan beberapa unit AC beban total menghemat sebesar 2.156 kWh/tahun dari kondisi beban eksisting sebesar 42.398,4 kWh/tahun menjadi 40.242,4 kWh/tahun. Dan nilai IKE berkurang 5,22 kWh/m2/tahun atau sekitar 0,051% yaitu sebesar 97,37 kWh/m2/tahun.
Electrical energy is very necessary in everyday life, especially in office buildings that really need electrical energy in fulfilling their operational activities, one of which is for the air conditioning system. However, the use of electrical energy needs to be considered energy consumption guidelines so that there is no waste of energy resources.In the study, a preliminary audit analysis was carried out on the cooling system of Building F South Wing, Faculty of Engineering Unsoed. The research method carried out is the measurement of electrical energy consumption and EUI analysis of building cooling systems.
Based on the results of the study, the value of Energy Use Intensity (EUI) in the building is 102.59 kWh / m2 / year including the efficient category and the use of air conditioning is quite optimal and meets room comfort standards according to SNI.
From the recommendations of Energy Saving Opportunities (ESO) that can be made in the form of adjustments to the use of several AC units, the total load saves 2,156 kWh / year from the existing load condition of 42,398.4 kWh / year to 40,242.4 kWh / year. And the EUI value decreased by 5.22 kWh / m2 / year or around 0.051%, which is 97.37 kWh / m2 / year.
3979742186A1A019030Peranan Koperasi dalam Pemasaran Gula Kelapa Organik (Studi Kasus Koperasi Semedo Manise Sejahtera di Desa Semedo Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas)Jangkauan pemasaran yang terbatas dan fluktuasi harga gula kelapa menjadi permasalahan bagi perajin gula kelapa di Desa Semedo, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Koperasi Semedo Manise Sejahtera menjadi lembaga yang membantu perajin gula kelapa dalam memasarkan gula kelapa dengan harga yang layak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Koperasi Semedo Manise Sejahtera dalam memberikan kepastian pasar, kepastian harga, dan meningkatkan penerimaan perajin gula kelapa kepada anggota koperasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koperasi Semedo Manise Sejahtera berhasil memberikan kepastian pasar dan kepastian harga kepada perajin gula kelapa anggota koperasi, namun penerimaan perajin gula kelapa anggota koperasi menunjukkan kecenderungan menurun.Limited marketing reach and fluctuations in coconut sugar prices are problems for coconut sugar artisans in Semedo Village, Pekuncen District, Banyumas Regency. Semedo Manise Sejahtera Cooperative is an institution that helps
coconut sugar artisans in marketing coconut sugar at decent prices. This study aims to determine the role of the
Semedo Manise Sejahtera Cooperative in providing market certainty, price certainty, and increasing the acceptance of coconut sugar artisans to cooperative members. The results showed that the Semedo Manise Sejahtera Cooperative succeeded in providing market certainty and price certainty to coconut sugar artisans who were members of the cooperative, but the acceptance of coconut sugar artisans members of the cooperative showed a downward trend.
3979842187K1A019040BIOSENSOR GLUKOSA MENGGUNAKAN KOMPOSIT KITOSAN DAN NANOPARTIKEL NiFe2O4 TERDOPING Cr DENGAN ELEKTRODA SCREEN PRINTEDMendeteksi gejala diabetes dapat dilakukan dengan menggunakan biosensor untuk mengukur kadar glukosa dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja biosensor glukosa secara elektrokimia melalui modifikasi elektroda screen printed dengan menggunakan komposit cryogel kitosan dan nanopartikel NiCrFe2O4. Penelitian ini dimulai dengan pembuatan bahan pendukung amobilisasi enzim glukosa oksidase, yaitu kitosan dalam bentuk cryogel, dengan membekukan kitosan bersamaan dengan polimerisasi menggunakan glutaraldehid. Modifikasi dilakukan dengan menambahkan nanopartikel NiCrFe2O4 untuk meningkatkan konduktivitas dari elektroda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi elektroda dengan penambahan komposit cryogel kitosan dan nanopartikel NiCrFe2O4 meningkatkan daya hantar elektron dibandingkan dengan elektroda tanpa modifikasi, sehingga kinerja biosensor glukosa meningkat. Kondisi optimal yang diperoleh dari pendeteksi elektrokimia menggunakan elektroda termodifikasi cryogel kitosan-NiCrFe2O4 adalah dengan penambahan nanopartikel NiCrFe2O4 sebanyak 0,03 gram/mL, laju imbasan yang diberikan sebesar 0,5 V/s, pH larutan bufer fosfat sebesar pH 7-7,5 dan konsentrasi bufer fosfat sebesar 125 mM. Pengujian glukosa menunjukkan adanya hubungan linier dengan persamaan y = 0,913x + 26,487 dan nilai R2 = 0,997. Batas deteksi sebesar 3,221 mM sebagai batas analit terkecil dan batas kuantifikasi sebesar 10,738 mM sebagai konsentrasi analit terkecil yang dapat dideteksi oleh elektroda termodifikasi. Biosensor glukosa dengan modifikasi elektroda ini menghasilkan konduktivitas yang baik.Detecting diabetes symptoms can be done by use a biosensor to measure blood glucose levels. This study aimed to improve the electrochemical performance of a glucose biosensor by modifying the screen printed electrode using a composite of chitosan cryogel and NiCrFe2O4 nanoparticles. This research began by preparing supporting materials for the immobilization of the glucose oxidase enzyme, namely chitosan in cryogel form, by freezing chitosan together with polymerization using glutaraldehyde. Modifications were made by adding NiCrFe2O4 nanoparticles to the electrodes to increase their conductivity. The results showed that modification of the electrode with the addition of a chitosan cryogel composite and NiCrFe2O4 nanoparticles increased the electron conductivity compared with the electrode without modification; thus, the performance of the glucose biosensor increased. The optimal conditions obtained from the electrochemical detector using the modified cryogel chitosan-NiCrFe2O4 electrode were the addition of 0.03 gram/mL NiCrFe2O4 nanoparticles, the scan rate given was 0.5 V/s, pH of phosphate buffer solution was pH 7-7.5 and a phosphate buffer concentration of 125 mM. Glucose testing showed a linear relationship with the equation y = 0.913x + 26.487 and R2 = 0.997. The limit of detection was 3.221 mM, as the smallest analyte limit, and the quantification limit was 10.738 mM, as the smallest concentration of analyte that can be detected by modified electrodes. The glucose biosensor with this electrode modification produces good conductivity.
3979942188F1C019066Analisis Strategi Branding PT Tujuhari Kreasi Indonesia melalui Akun Instagram @tujuhari_PT Tujuhari Kreasi Indonesia merupakan sebuah coffee shop bernama Tujuhari yang terletak di kota Jakarta Selatan, lebih tepatnya berada di jl. Wijaya II, Grand Wijaya Center B 8-9, RT./RW.1, Pulo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. PT Tujuhari Kreasi Indonesia merupakan salah satu pelaku bisnis coffee shop yang menjalankan strategi branding melalui akun Instagram @tujuhari_. Media sosial Instagram menjadi salah satu media yang menjadi andalan Tujuhari dalam memberikan seluruh informasi yang ada mengenai jadwal, acara yang sedang atau akan berjalan, dan promosi. PT Tujuhari Kreasi Indonesia dalam praktiknya memiliki berbagai tahapan dan proses di balik layar dalam menerapkan strategi branding. Tujuan dari penelitian yang akan dilakukan adalah untuk menganalisis dan mengetahui proses penerapan strategi branding yang digunakan oleh PT Tujuhari Kreasi Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan metode pemilihan informan menggunakan Purposive Sampling. Data yang diambil dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara, observasi, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori AIDDA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan konsep productivity selalu diterapkan oleh Tujuhari dalam Instagram @tujuhari_. Melalui konsep productivity tersebut Tujuhari ingin menunjukkan bahwa sebagai coffee shop, brand personality mereka tidak ingin dipandang hanya sebagai sebuah tempat untuk menikmati kopi, tetapi lebih jauh mereka sangat mendukung dan selalu terbuka dengan seluruh kegiatan yang menunjang produktivitas bagi semua kalangan. Lebih jauh lagi, konsep productivity tersebut digunakan oleh Tujuhari sebagai bentuk dukungan mereka terhadap seluruh kegiatan yang menunjang produktivitas.PT Tujuhari Kreasi Indonesia is a coffee shop named Tujuhari located in South Jakarta, specifically on Jl. Wijaya II, Grand Wijaya Center B 8-9, RT./RW.1, Pulo, Kebayoran Baru, South Jakarta. PT Tujuhari Kreasi Indonesia is one of the coffee shop businesses that implements a branding strategy through the Instagram account @tujuhari_. Instagram, as a social media platform, is a primary channel for Tujuhari to provide information about schedules, ongoing or upcoming events, and promotions. In practice, PT Tujuhari Kreasi Indonesia follows various behind-the-scenes stages and processes in implementing their branding strategy. The purpose of this research is to analyze and understand the application of the branding strategy used by PT Tujuhari Kreasi Indonesia. This study utilizes a qualitative descriptive method with the informant selection method using Purposive Sampling. Data for this research is collected through interviews, observations, and documentation, and is analyzed using the AIDDA theory. The results of this research indicate that Tujuhari consistently applies the concept of productivity on their Instagram account @tujuhari_. Through this productivity concept, Tujuhari aims to convey that as a coffee shop, their brand personality is not just about providing a place to enjoy coffee but also actively supports and welcomes activities that enhance productivity for all segments of society. Furthermore, the concept of productivity is used by Tujuhari as a form of their support for all activities that promote productivity.
3980042190K1C019033Hubungan Diagnostic Reference Level dengan Faktor Eksposi, Body Mass Index, dan Tebal Abdomen pada Pemeriksaan CT Scan AbdomenPemeriksaan CT Scan abdomen menghasilkan dosis radiasi tinggi yang dapat membahayakan pasien sehingga diperlukan DRL sebagai acuan dalam penerimaan dosis radiasi tinggi untuk menghindari penerimaan dosis radiasi tinggi berlebih yang tidak perlu bagi pasien. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan DRL CT Scan abdomen dan menganalisis parameter yang berpengaruh. DRL ditetapkan pada persentil ke-75 (kuartil ke-3) dari sebaran data dosis radiasi pasien berupa CTDI_vol dan DLP. Data diperoleh dari 50 sampel pasien dewasa dengan klasifikasi umur 18-65 tahun yang menjalani pemeriksaan CT Scan abdomen kontras dan non kontras. Parameter yang digunakan yaitu faktor eksposi, BMI, dan tebal abdomen. Hasil penelitian menunjukkan DRL CT Scan abdomen kontras yaitu CTDI_vol sebesar 14,16 mGy dan DLP sebesar 675,66 mGy.cm, sedangkan DRL CT Scan abdomen non kontras yaitu CTDI_vol sebesar 13,99 mGy dan DLP sebesar 675,66 mGy.cm. DRL untuk pemeriksaan CT Scan abdomen di Instalasi Radiologi RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto masih berada pada tingkat aman karena lebih rendah daripada I-DRL yang ditetapkan oleh BAPETEN. Hubungan antara dosis radiasi dengan faktor eksposi, BMI, dan tebal abdomen adalah berbanding lurus.An abdominal CT Scan produces high-dose radiation that can be harmful to the patient, so DRL is required as a reference when receiving high-dose radiation in order to avoid receiving unnecessary doses for the patient. The research was conducted to determine the DRL of the abdominal CT Scan and analyze the influential parameters. The DRL was determined at the 75th percentile (3rd quartile) of the patient's radiation dosage data spread of 〖CTDI〗_vol and DLP. Data were obtained from 50 adult samples of 18-65 year olds undergoing contrast and non contrast abdominal CT Scan. The parameters used are exposure factor, BMI, and abdominal thickness. The results showed DRL contrast abdominal CT Scan is 〖CTDI〗_vol of 14,16 mGy and DLP of 675,66 mGy.cm, whereas DRL non contrast abdominal CT Scan is 〖CTDI〗_vol of 13,99 mGy and the DLP is 675,66 mGy.cm. DRL for abdominal CT Scan at Radiology Installation of Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Hospital is still at a safe level because it is lower than the I-DRL set by BAPETEN. The relationship between radiation dose and exposure factor, BMI, and abdominal thickness is directly proportional.