Artikelilmiahs
Menampilkan 39.841-39.860 dari 48.907 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 39841 | 42226 | D1A019032 | KINERJA PRODUKSI DAN EKONOMI USAHA AYAM BROILER PADA KANDANG CLOSED HOUSE SKALA KECIL DAN BESAR DI KOTA PADANGSIDEMPUAN | Abstrak MUHAMMAD BAYHAQI DEMARAL SIREGAR. Penelitian berjudul “Kinerja Produksi dan Ekonomi Usaha Ayam Broiler Pada Kandang Closed House Skala Kecil dan Besar dilaksanakan Di Kota Padangsidempuan, Provinsi Sumatera Utara pada Tanggal 30 Oktober – 15 September 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara kinerja produksi (FCR dan IP) dan ekonomi (keuntungan dan rentabilitas) selama tiga masa produksi usaha skala kecil dan besar pada ternak ayam broiler kandang closed house di Kota Padangsidempuan. Penelitian ini menggunakan metode survei. Sasaran penelitian ini adalah seluruh peternak ayam broiler pada kandang closed house usaha skala kecil dan skala besar di Kota Padangsidempuan. Penentuan jumlah sampel menggunakan total sampling yaitu teknik penentuan sampel mengambil semua anggota populasi sebagai responden. Terdapat 30 peternak yang dipilah berdasarkan jumlah populasi ternak ayam broiler dengan kategori usaha skala kecil <23.000 ekor dan usaha skala besar >23.000 ekor. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan Uji t student unequal. Uji beda dilakukan dengan hasil analisis menunjukkan kinerja produksi (FCR dan IP) pada usaha skala kecil sebesar 1,58 dan 392,72. Kinerja produksi pada usaha skala besar sebesar 1,58 dan 388,36. Hasil analisis juga menunjukkan kinerja ekonomi (keuntungan dan rentabilitas) pada usaha skala kecil sebesar Rp 24.384.691 dan 1,08. Kinerja ekonomi usaha skala besar sebesar Rp. 50.112.908 dan 1,22. Hasil Uji t student unequal menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada variabel keuntungan. | MUHAMMAD BAYHAQI DEMARAL SIREGAR. The research entitled "Production Performance and Business Economy of Broiler Chickens in Small and Large Scale Closed House Cages was carried out in Padangsidempuan, North Sumatra Province on October 30 – September 15, 2023. This study aims to determine the difference between production performance (FCR and IP) and economy (profit and profitability) during the three production periods of small and large scale businesses in broiler chickens closed house cages in Padangsidempuan. This study used a survey method. The target of this study is all broiler chicken farmers in closed house cages of small-scale and large-scale businesses in Padangsidempuan. Determination of the number of samples using total sampling, which is a sampling technique taking all members of the population as respondents. There are 30 farmers who are sorted based on the number of broiler chicken populations with small-scale business categories <23,000 heads and large-scale businesses >23,000 heads. Data analysis using descriptive analysis and student unequal t-test. The difference test was carried out with the results of the analysis showing production performance (FCR and IP) in small-scale businesses of 1.58 and 392.72. Production performance in large-scale businesses amounted to 1.58 and 388.36. The results of the analysis also showed economic performance (profit and profitability) in small-scale businesses of Rp 24,384,691 and 1.08. The economic performance of large-scale businesses amounted to Rp. 50,112,908 and 1.22. The results of the student unequal t test show that there is a significant difference in the profit variable. | |
| 39842 | 42227 | E1A019269 | PENERAPAN TINDAK PIDANA DENGAN SENGAJA TIDAK MELAPORKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA (STUDI PUTUSAN NOMOR: 1719/PID.SUS/2020/PN.MKS) | Salah satu peran serta masyarakat dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan dan pengedaran narkotika ialah melaporkan tentang terjadinya tindak pidana narkotika kepada aparat penegak hukum. Pasal 131 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika mengatur mengenai setiap orang yang dengan sengaja tidak melaporkan adanya tindak pidana narkotika dipidana penjara paling lama 1 (satu) tahun. Salah satu perkara tindak pidana narkotika adalah Putusan Nomor: 1719/Pid.Sus/2020/PN.Mks, dimana Terdakwanya Ardiansyah alias Ardi Bin Arafah dijatuhi hukuman selama 11 (sebelas) bulan. Penelitian ini terdapat permasalahan apakah layak perbuatan Terdakwa memenuhi unsur ke 2 “dengan sengaja tidak melaporkan tindak pidana narkotika” dalam Pasal 131 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Spesifikasi penelitian preskriptif analisis. Sumber bahan hukum yang digunakan daa sekunder dengan bahan hukum primer dan sekunder. Metode pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan studi kepustakaan. Analisis dilakukan dengan deskriptif kualitatif. Hakim dalam menjatuhkan putusan mempertimbangkan aspek yuridis, sosiologis, dan filosofis. Hasil penelitian ini adalah mengetahui perbuatan Terdakwa tidak memenuhi unsur ke 2 “dengan sengaja tidak melaporkan tindak pidana narkotika” dalam Pasal 131 Undang-Undang Narkotika berdasarkan barang bukti serta fakta-fakta di persidangan. Pertimbangan hukum Hakim dinilai masih belum mempertimbangkan aspek keadilan dan kemanfaatan, hanya berpedoman pada peraturan perundang-undangan (kepastian hukum). | One of the roles of the community in efforts to eradicate narcotics abuse and distribution is to report the occurrence of narcotics crimes to law enforcement officials. Article 131 of Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics regulates that every person who intentionally does not report a narcotics crime shall be sentenced to a maximum imprisonment of 1 (one) year. One of the narcotics crime cases is Decision Number: 1719.Pid.Sus/2020/PN.Mks, where the defendant Ardiansyah alias Ardi Bin Arafah was sentenced to 11 (eleven) months. This research has a problem whether the defendant/s actions fulfill the 2nd element “intentionally not reporting narcotics crime” in Article 131 of Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics. This research uses normative juridical methods with statutory, conceptual, and case approaches. Prescriptive analysis research specifications. The source of legal material used is secondary with primary and secondary legal materials. The source of legal material used is secondary with primary and secondary legal materials. The method of collecting legal materials is done by literature study. Analysis is done with descriptive qualitative. Judges in making decisions consider judicial, sociological, and philosophical aspects. The result of this study is to find out that the defendant’s actions have fulfilled the 2nd element “intentionally not reporting narcotics crimes” in Article 131 of the Narcotics Law based on evidence and facts at trial. The Judge’s legal considerations are considered to have not considered aspects of justice and expediency, only guided by statutory regulations (legal certainty). | |
| 39843 | 42229 | F1F020066 | Witama: Strategi Reformasi Kelembagaan Pokdarwis Berbasis Smart Institutions dengan Melibatkan Partisipasi Anak Muda untuk Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan | Pariwisata adalah sektor dimensional yang berkontribusi besar bagi perekonomian dunia. Akan tetapi, pandemi COVID-19 telah mengakibatkan keterpurakan pada sektor ini sehingga berdampak signifikan bagi stabilitas ekonomi negara-negara di dunia, salah satunya bagi Indonesia. Pandemi COVID-19 telah mengakibatkan penurunan kunjungan wisatawan sebesar 88% dengan kerugian lebih dari Rp. 85,7 triliun. Langkah strategis dalam mengoptimalkan kembali pariwisata yang telah terpuruk akibat pandemi COVID-19 adalah dengan mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Sebenarnya, pemerintah memiliki mitra strategis dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan yang disebut sebagai Pokdarwis. Namun, Pokdarwis tidak dapat menjalankan perannya dengan optimal karena permasalahan yang kompleks. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kembali peran Pokdarwis dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan melalui strategi WITAMA. Terdapat satu teori dan konsep yang digunakan dalam mengelaborasi gagasan witama, yaitu teori smart institutions serta konsep pariwisata berkelanjutan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa permasalahan utama dari tidak optimalnya Pokdarwis dalam menjalankan perannya berasal dari status dan tata kelola Pokdarwis yang tergolong traditional institutions. Oleh karena itu, strategi reformasi kelembagaan Pokdarwis melalui WITAMA adalah jawaban untuk mengoptimalkan kembali peran Pokdarwis dalam berbagai aspek (ekonomi, sosial, dan lingkungan) untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan. | Tourism is a dimensional sector that contributes significantly to the world economy. However, the COVID-19 pandemic has caused a decline in this sector, so it has had a significant impact on the economic stability of countries in the world, one of which is Indonesia. The COVID-19 pandemic has resulted in a decrease in tourist visits of 88%, with a loss of more than Rp. 85.7 trillion. A strategic step in re-optimizing tourism, which has slumped due to the COVID-19 pandemic, is to create sustainable tourism. In fact, the government has a strategic partner in realizing sustainable tourism called Pokdarwis. However, Pokdarwis cannot carry out its role optimally due to complex problems. Thus, this research aims to re-optimize the role of Pokdarwis in realizing sustainable tourism through the WITAMA strategy. There is one theory and concept used in elaborating Witama's ideas, namely the theory of smart institutions as well as the concept of sustainable tourism. The results of this research explain that the main problem of Pokdarwis not being optimal in carrying out its role comes from the status and governance of Pokdarwis, which is classified as a traditional institution. Therefore, the Pokdarwis institutional reform strategy through WITAMA is the answer to re-optimize the role of Pokdarwis in various aspects (economic, social, and environmental) to realize sustainable tourism. | |
| 39844 | 42230 | D1A019113 | Produktivitas Usaha Peternakan Ayam Broiler Menggunakan Tipe Kandang Closed House Dua Lantai dan Tiga Lantai di Kabupaten Kebumen | Ayam broiler merupakan jenis ternak unggas yang dikembangkan dengan cepat. Pertumbuhan ayam broiler direkayasa dengan memberikan nutrisi pakan yang cukup dengan mengatur kondisi lingkungannya. Peternakan ayam broiler modern sudah mengaplikasikan teknologi dalam manajemen pemeliharaan sebagai upaya mendapatkan hasil produksi yang baik. Kandang Closed House dipergunakan pada peternakan sekarang untuk menghasilkan ayam yang baik dalam bentuk daging dan bagus dalam bisnis. Penelitian dilakukan dengan mengamati pertumbuhan ayam selama 35 hari dari dua kandang berbeda dengan populasi kandang closed house dua lantai 37.200 ekor dan closed house tiga lantai 65.500. Metode analisis menggunakan uji t berpasangan. Variabel yang digunakan berupa mortalitas, Feed Conversion Ratio (FCR), dan Indeks Performans (IP). Hasil penelitian menunjukan bahwa mortalitas berpengaruh pada frekuensi dua kali dengan t-hitung (2.922) > t-tabel (2.776). Nilai FCR tidak berpengaruh pada frekuensi dua kali dengan t-hitung (-3.284) < t-tabel (2.776). Nilai IP tidak berpengaruh pada frekuensi dua kali dengan t-hitung (-0.727) < t-tabel (2.776). Hasil menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada pendapatan, BEP, dan produksi pada kandang closed house dua lantai dan kandang closed house tiga lantai. | Broiler chickens are a type of poultry that is being developed rapidly. The growth of broiler chickens is engineered by providing sufficient nutritional feed by regulating environmental conditions. Modern broiler chicken farms have applied technology in rearing management in an effort to get good production results. Closed House Cages are used on farms today to produce chickens that are good for meat and good for business. The research was carried out by observing the growth of chickens for 35 days from two different cages with a population of 37,200 two-story closed house cages and 65,500 three-story closed house cages. The analysis method uses the paired t test. The variables used are mortality, Feed Conversion Ratio (FCR), and Performance Index (IP). The research results showed that mortality had an effect on twice the frequency with t-count (2.922) > t-table (2.776). The FCR value has no effect on the frequency twice with t-count (-3.284) < t-table (2.776). The IP value has no effect on the frequency twice with t-count (-0.727) < t-table (2.776). The results show that there are no significant differences in income, BEP, and production in two-story closed house cages and three-story closed house cages. | |
| 39845 | 42231 | F1C019057 | Analisis Semiotika: Representasi Parenting dalam Serial The Good Bad Mother | Pola asuh merupakan hal penting keluarga yang mendasari proses perkembangan seorang anak meliputi sisi kemampuan kognitif atau intelektual, cerdas spiritual, dan cerdas eksistensial. Pola asuh yang diterapkan orang tua cenderung berbeda,hal ini didasarkan oleh faktor ekonomi, pendidikan, hingga nilai sumber budaya yang dianut oleh orang tua tersebut. Realitas ini, sering digambarkan dengan sangat bervariasi melalui media massa, salah satunya yaitu film. Salah satu film drama Korea yang merepresentasikan parenting ini adalah serial yang berjudul The Good Bad Mother. Penelitian ini merupakan penelitian kualitiatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi pola asuh orang tua pada serial The Good Bad Mother dengan menggunakan semiotika Roland Barthes dan Intertekstualitas. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa film serial The Good Bad Mother dapat merepresentasikan pola asuh antara tokoh orang tua dengan anak yang berbeda, dimana terdapat dua pola asuh yang digunakan yaitu pola asuh otoriter dan pola asuh demokratis. | Parenting style is an important family aspect that underlies a child's development process, including cognitive or intellectual abilities, spiritual intelligence and existential intelligence. The parenting patterns applied by parents tend to be different, this is based on economic factors, education, and the values of cultural sources held by the parents. This reality is often depicted in very varied ways through mass media, one of which is film. One of the Korean drama movies that represents parenting is the series entitled The Good Bad Mother. This research is qualitative research which aims to find out how parents' parenting patterns are represented in the series The Good Bad Mother using Roland Barthes' semiotics and intertextuality. The results of this research show that the movie series The Good Bad Mother can represent different parenting patterns between parents and children, where there are two parenting patterns used, namely authoritarian parenting and Authoritative parenting. | |
| 39846 | 42232 | F1A019006 | DISHARMONI KELUARGA: STUDI SEMIOTIK HUBUNGAN ORANG TUA-ANAK DALAM FILM NANTI KITA CERITA TENTANG HARI INI TAHUN 2020 | Disharmoni keluarga adalah suatu keadaan yang terbentuk dari hubungan orang tua dan anak yang tidak baik. Salah satu film yang mengangkat tema tersebut adalah NKCTHI (2020). Penulis memilih film tersebut sebagai obyek penelitian karena memiliki alur cerita yang dapat merepresentasikan disharmoni keluarga dalam realitas sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hubungan orang tua dan anak terhadap disharmoni keluarga dalam film NKCTHI (2020). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes. Terdapat enam adegan yang merepresentasikan disharmoni keluarga dalam film NKCTHI, yaitu: (1) orang tua menekan anak sulung, (2) orang tua memerintah anak sulung, (3) orang tua memberi perhatian berlebih ke salah satu anak, (4) orang tua tidak menghiraukan anak, (5) adu argumen orang tua dengan anak, dan (6) konflik orang tua dengan anak. | Family disharmony is a condition formed from a bad parent-child relationship. One of the films with this theme is NKCTHI (2020). The author chose the film as the object of research because it has a storyline that can represent family disharmony in social reality. This study aims to determine the picture of the relationship between parents and children towards family disharmony in the film NKCTHI (2020). The research method used in this study is a descriptive qualitative method with Roland Barthes' semiotic analysis approach. There are six scenes that represent family disharmony in the NKCTHI, namely: (1) parents suppress the firstborn, (2) parents command the firstborn, (3) parents pay excessive attention to one of the children, (4) parents ignore the child, (5) argue between parents and children, and (6) parent-child conflicts. | |
| 39847 | 42233 | E1A019103 | SURAT KETERANGAN MENDESAK SEBAGAI ALASAN DIKABULKANNYA PERMOHONAN DISPENSASI KAWIN (Tinjauan Yuridis Penetapan Pengadilan Agama Pacitan Nomor 306/PDT.P/2022/PA.PCT) | Dispensasi kawin merupakan pengecualian dari batas minimal umur yang sudah ditenttukan untuk melakukan perkawinan. Syarat pokok dari dispensasi kawin ialah alasan sangat mendesak yang disertai alat bukti yang cukup. Berdasarkan Penetapan Pengadilan Agama Pacitan Nomor 306/Pdt.P/2022/PA.Pct. bahwa alasan permohonan dispensasi kawin ialah anak para pemohon sudah tidak dapat dipisahkan lagi dan sering bermalam bersama dalam satu rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam menetapkan Penetapan Pengadilan Agama Pacitan Nomor 306/Pdt.P/2022/PA.Pct. dan mengetahui akibat dari dikabulkannya permohonan dispensasi kawin. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskripsitf analitis. Penelitian ini diuraikan dengan teks naratif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dalam Penetapan Pengadilan Agama Pacitan Nomor 306/Pdt.P/2022/PA.Pct. Majelis Hakim mengabulkan permohonan dispensasi kawin dengan pertimbangan anak para pemohon dan pasangannya kerap pergi bersama dan tidur bersama serta mempertimbangkan juga ditunjukannya alat bukti surat keterangan mendesak dari kepala desa domisili pemohon. Hal tersebut tidak sesuai dengan Penjelasan Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan, karena tidak mendesak untuk dilaksanakannya perkawinan serta terdapat upaya lain seperti orang tua pemohon berkewajiban mencegah perkawinan dini seperti yang diamanatkan pada Pasal 26 ayat (1) huruf c Undang-Undang Perlindungan Anak. Akibat hukum dari dikabulkannya permohonan dispensasi kawin ialah mendapatkan kepastian hukum yaitu anak para pemohon dapat melangsungkan perkawinan. | Marriage dispensation is an exception to the minimum age limit set for marriage. The main requirement for a marriage dispensation is a compelling reason supported by sufficient evidence. According to the Decision of the Religious Court of Pacitan Number 306/Pdt.P/2022/PA.Pct., the reason for the marriage dispensation request is that the children of the applicants can no longer be separated and frequently spend nights together in the same house. This research aims to determine the legal considerations of the judge in issuing the Decision of the Religious Court of Pacitan Number 306/Pdt.P/2022/PA.Pct. and to understand the consequences of granting the marriage dispensation request. This research uses a normative juridical approach with a descriptive-analytical research specification. The research is presented in a narrative text. Based on the research and discussion, it can be concluded that in the Decision of the Religious Court of Pacitan Number 306/Pdt.P/2022/PA.Pct, the panel of judges granted the request for a marriage dispensation with the consideration that the children of the applicants and their partners often go out together and sleep together, and also taking into account the issuance of an urgent letter of domicile from the village head of the applicants. This is not in accordance with the explanation of Article 7 paragraph (2) of Law Number 16 of 2019 concerning Amendments to Law Number 1 of 1974 concerning marriage, as it is not urgent to carry out the marriage, and there are other efforts, such as the obligation of the parents of the applicants to prevent child marriage as mandated in Article 26 paragraph (1) letter c of the Child Protection Law. The legal consequence of granting the request for a marriage dispensation is that it provides legal certainty, allowing the children of the applicants to proceed with the marriage. | |
| 39848 | 42234 | A1C019056 | KAJIAN KELAYAKAN USAHA BERDASARKAN ANALISIS KINERJA MESIN DAN ANALISIS FINANSIAL RICE MILL UNIT TIPE 2 PASS RICE GRADER PADA KELOMPOK TANI “TIRTA MIJIL” BOJONGSARI, PURBALINGGA | Penggilingan padi atau rice milling merupakan jenis usaha pertanian yang bergerak di bidang pelayanan jasa penggilingan gabah untuk menjadi beras siap konsumsi, baik untuk penggilingan hasil lahan sendiri maupun penyedia jasa. Jenis usaha tersebut dapat meningkatkan surplus tambahan bagi para pemilik unit penggiling gabah disamping dengan mengandalkan hasil pertanian sebagai sumber pendapatan utama. Salah satu pelaku usaha penyedia jasa penggilingan padi dan penjualan beras ialah kelompok tani “Tirta Mijil” yang berlokasi di Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga. Alat penggilingan yang digunakan ialah Rice Mill Unit Tipe 2 Pass Rice Grader yang merupakan unit bantuan dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Penggilingan padi yang digerakan oleh kelompok tani tersebut termasuk dalam usaha baru yang perlu untuk mengidentifikasi layak atau tidaknya usaha yang sudah dijalankan selama beberapa bulan ini, sehingga memerlukan suatu studi kelayakan usaha secara kinerja mesin dan finansial. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha penggilingan padi yang dijalankan oleh kelompok tani Tirta Mijil. Kelayakan usaha yang dijalakan tersebut dilihat dari kinerja yang meliputi (1) kapasitas kerja mesin, (2) rendemen giling, (3) energi spesifik dan (4) efisiensi mesin. Sedangkan secara finansial berdasarkan besarnya nilai: (1) Net Present Value (NPV), (2) Internal Rate of Return (IRR), (3) Profitability Index (PI), (4) BC Ratio, dan (5) Payback Period (PP). Proses pengambilan data dilakukan dengan observasi langsung di lapangan dan wawancara. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa kinerja mesin adalah sebagai berikut: (1) kapasitas kerja mesin sebesar 513,80 kg/jam; (2) rendemen giling sebesar 63%; (3) energi spesifik sebesar 2779,81 kJ/kg, dan (4) efisiensi mesin tergolong tinggi. Secara finansial, usaha penggilingan yang dijalankan selama 10 tahun dengan total produksi 57.600 kg selama satu tahun adalah (1) nilai NPV sebesar Rp 235.994.487,00; (2) nilai IRR sebesar 95%; dan (3) nilai BC Ratio sebesar 1,05; (4) nilai PI sebesar 6,05; dan (5) nilai PP sebesar 0,06 tahun. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa usaha penggilingan padi yang dijalankan oleh Kelompok Tani Tirta Mijil sangat layak untuk dijalankan selama usaha yang dijalankan tersebut sesuai dengan asumsi serta parameter yang ditentukan. | Rice milling is a type of agricultural business that operates in the field of grain milling services to become rice ready for consumption, both for milling the produce of one's own land and for service providers. This type of business can increase additional surplus for owners of grain grinding units apart from relying on agricultural products as the main source of income. One of the business actors providing rice milling and rice sales services is the "Tirta Mijil" farmer group located in Bojongsari Village, Bojongsari District, Purbalingga Regency. The milling tool used is a Rice Mill Unit Type 2 Pass Rice Grader which is a unit assisted by the Purbalingga Regency Government. The rice mill run by the farmer group is a new business that needs to identify whether or not the business that has been running for several months is feasible, so it requires a business feasibility study in terms of machine and financial performance. Based on this, this research was carried out with the aim of analyzing the feasibility of the rice milling business run by the Tirta Mijil farmer group. The feasibility of carrying out the business is seen from the performance which includes (1) machine working capacity, (2) milling yield, (3) specific energy and (4) machine efficiency. Meanwhile, financially based on the value: (1) Net Present Value (NPV), (2) Internal Rate of Return (IRR), (3) Profitability Index (PI), (4) BC Ratio, and (5) Payback Period (PP). The data collection process was carried out by direct observation in the field and interviews. The results of these calculations show that the engine performance is as follows: (1) the engine working capacity is 513.80 kg/hour; (2) milled yield of 63%; (3) the specific energy is 2779.81 kJ/kg, and (4) the engine efficiency is relatively high. Financially, a milling business that has been running for 10 years with a total production of 57,600 kg for one year has (1) an NPV value of IDR 235,994,487.00; (2) IRR value of 95%; and (3) BC Ratio value of 1.05; (4) PI value of 6.05; and (5) PP value of 0.06 years. Based on these results, it shows that the rice milling business run by the Tirta Mijil Farmers Group is very feasible to run as long as the business run is in accordance with the assumptions and parameters determined. | |
| 39849 | 44528 | J1A020019 | Translation Strategies and Readability of Idiom in Se7en Movie Subtitle | Penelitian ini bertujuan untuk membahas mengenai tipe-tipe idiom, strategy penerjemahan, dan aspek keterbacaan dalam film Se7en. Terdapat 3 pertanyaan yaitu apa saja tipe-tipe idiom yang ada dalam film Se7en berdasrkan teori tipe-tipe idiom yang dikemukakan oleh Fernando (1996). Lalu, strategi apa yang digunakan penerjemah berdasarkan definisi oleh Baker (2018). Terakhir, Bagaimana aspek keterbacaan berdasarakan model yang dikembangkan oleh Nababan et al (2012). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kulatitatif karena sifatnya yang bersifat deskriptif dan tidak mengubah hasil yang ditemukan dalam penelitian. Menunjukan bahwa terdapat tiga tipe idiom yang ada pada film yang berjumlah 45 tipe idiom murni, 53 semi-idiom, dan 30 idiom literal. Untuk strategi penerjemahan yang berjumlah 127 terdiri dari 65 penerjemahan menggunakan parafrase, 37 penghapusan gaya idiom, 13 penghapusan idiom, 6 menggunakan ekuivalen dalam makna dan struktur, dan 6 menggunakan makna yang sama namun struktur yang berbeda. Aspek keterbacaan memiliki 84 aspek keterbacaaan tinggi, 38 aspek keterbacaan mengengah, dan 5 aspek keterbacaan rendah. Berdasarkan hasil di atas, penelitian ini dapat menyimpulkan kaitan antara tipe-tipe idiom yang cenderung berpengaruh dalam pemilihan strategi penerjemahan yang sekaligus juga memiliki jumlah yang paling banyak yakni paraphrase dikarenakan kemudahan dalam menyesuaikan terjemahan sesuai dengan apa yang penerjemah piker dapat dimengerti oleh audiens. Memberi andil dalam menentukan nilai keterbacaan dari penerjemahan yang karena fleksibilitas itu sendiri menjadikan level keterbacaan menjadi variative dan tidak konsisten karena penilaian subjektif akan pandangan pribadi penerjemahnya. | The research aims to discuss the types of idioms, translation strategies, and readability level of the movie Se7en. This research is aimed to find the types of idioms in the movie, to describe the strategies used in translating the idioms, and to measure the readability of the translation. This research uses descriptive qualitative method as it means to describe the data found without having to alter the findings. The results were 3 types of idioms which present in the movie with 45 (35,15%) pure idiom, 53(41,41%) semi-idiom, and 30 (23,44 %) literal idiom. As for translation strategy there are 127 data of translation strategies found which consist of 65 (51,18%) translation by paraphrase, 37 (29,13%) omission of a play on idiom, 13 (10,23 %) omission of entire idiom, 6 (4,73%) similar meaning and form. And 6 (4,73%) techniques used similar meaning but dissimilar form. The readability aspects resulted in 84 high readability (66,1%), 38 medium readability (30%), and only 5 low readability (3,9%). Upon having the results which stated above the research concludes there are connections between types of idioms and the strategy used to translate it. The most used is paraphrase due to its flexibility upon the interpretation of idioms, so that the translation could be redeemed as comprehensible for the audience. It affects the score of readability of the translation product to be variative and inconsistent as the translation is subjectively up to the translator viewpoint in creating the subtitle. | |
| 39850 | 44795 | I1B020007 | GAMBARAN CULTURE SHOCK PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang: Culture Shock adalah respon negatif yang dialami seseorang ketika memasuki lingkungan baru yang berbeda dari sebelumnya. Culture shock seringkali ditemukan pada mahasiswa tahun pertama dan berdampak terhadap kondisi psikologis maupun akademik mahasiswa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran culture shock pada mahasiswa tahun pertama Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman Metode: Penelitian kuantitaif deskriptif menggunakan teknik pengambilan data proportionate stratified random sampling dengan jumlah sempel 263 mahasiswa tahun pertama Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. Instrumen penelitian ini menggunakan skala culture shock. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat. Hasil Penelitian: Mahasiswa tahun pertama Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman mengalami culture shock dalam kategori sedang. Kesimpulan: Mahasiswa tahun pertama Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman memiliki tingkat culture shock sedang. Untuk mengatasi culture shock mahasiswa dapat mempelajari dan memahami budaya yang ada di lingkungan baru dan membina hubungan baik dengan orang lain. Kata Kunci: Culture shock, mahasiswa tahun pertama 1 Mahasiswa Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman 2,3 Dosen Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman | Background: Culture shock negative response that a person experiences when entering a new environment that is different from the previous. Culture shock is often found in first year students and has an impact on the psychological as well as academic of students. Purpose: This research a ims to understand the overview of culture shock in fist-year students of the Faculty Of Health Sciences, Jendral Soedirman University. Methods: Quantitative descriptuve research with using data collection techniques proportionate stratified random sampling with 263 first-year students Faculty Of Health Sciences, Jendral Soedirman University. The instrument used in this research was the culture shock scale. The data analysis used is univariate analysis. Result: First-year students of the Faculty Of Health Sciences, Jendral Soedirman University, experience culture shock in the moderate category. Conclusion: Fist-year students of the Faculty Of Health Sciences, Jendral Soedirman University, have a moderate level of culture shock. To overcome culture shock, students can learn and understand what is in the new environment and build good relationships with other people. Key Word: Culture shock, first-year students 1 Student from Nursing Departement, Faculty Of Health Sciences, Jendral Soedirman University 2,3 Lecturers in the Nursing Departement, Faculty Of Health Sciences, Jendral Soedirman University | |
| 39851 | 44882 | J1B020011 | Marginalisasi Perempuan dalam Wacana Berita Kasus Video Asusila Nonkonsensual Artis Rebecca Klopper di Detik.com | Penelitian ini mengangkat masalah mengenai marginalisasi perempuan berdasarkan posisi subjek, objek, dan pembaca pada wacana berita kasus video asusila nonkonsensual artis Rebecca Klopper di Detik.com yang dianalisis dengan menggunakan analisis wacana kritis model Sara Mills. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan tentang marginalisasi perempuan berdasarkan posisi subjek, objek, dan pembaca pada wacana berita kasus video asusila nonkonsensual artis Rebecca Klopper di Detik.com. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan paradigma kritis. Metode pengumpulan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode observasi, simak, dan dokumentasi. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan metode analisis wacana kritis model Sara Mills. Hasil penelitian menemukan bahwa Detik.com dalam memberitakan informasi mengenai kasus video asusila nonkonsensual artis Rebecca Klopper masih kerap memarginalisasikan perempuan sehingga perempuan dianggap sebagai pihak yang salah dan dipojokkan. Hal tersebut juga berkaitan dengan perempuan yang cenderung diposisikan sebagai objek penceritaan sehingga tidak mendapatkan kesempatan untuk menampilkan dirinya sendiri. | This research raises the issue of the marginalization of women based on the position of the subject, object, and reader in the news discourse of the nonconsensual immoral video case of the artist Rebecca Klopper on Detik.com which is analyzed using the Sara Mills model of critical discourse analysis. The purpose of this study is to describe the marginalization of women based on the position of the subject, object, and reader in the news discourse of the nonconsensual immoral video case of the artist Rebecca Klopper on Detik.com. This type of research is qualitative research with a critical paradigm. The collection methods used in this research are observation, listening, and documentation. The data that has been collected is analyzed using the critical discourse analysis method of the Sara Mills model. The results of the study found that Detik.com in reporting information about the nonconsensual immoral video case of the artist Rebecca Klopper still often marginalizes women so that women are considered the wrong party and cornered. This is also related to women who tend to be positioned as objects of storytelling so that they do not get the opportunity to present themselves. | |
| 39852 | 42236 | E1A019106 | DISPENSASI KAWIN TANPA ALASAN MENDESAK (TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN NOMOR 106/Pdt.P/2022/Pa.Plj.) | Batas usia perkawinan diatur dalam Pasal 7 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 baik pria maupun Wanita adalah 19 tahun. Namun dalam keadaan tertentu atau mendesak maka dapat dilakukan perkawinan dibawah umur dengan orang tua pihak Wanita dan/atau pria dapat meminta dispensasi kepada Pengadilan dengan alasan sangat mendesak disertai bukti-bukti pendukung yang cukup. Rumusan masalahnya berupa bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan permohonan dispensasi kawin dan akibat dari pernikahan dibawah umur pada Penetapan Pengadilan Agama Pulau Punjung Nomor 106/Pdt.P/2022/Pa.Plj. Metode yang digunakan adalah yuridis normative, spesifikasi penelitian menggunakan deskriptif analisis, sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder, metode pengumpulan data dengan studi kepustakaan dan metode analisis dengan menggunakan normative kualitatif. Hasil penelitian pertimbangan hukum hakim bahwa pengabulan dispensasi kawin ini tidak sesuai pada penjelasan Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang No.16 Tahun 2019 karena sudah berpacaran selama 6 bulan dan takut menimbulkan mudharat bukanlah sebagai alasan mendesak karena masih bisa ditunda dan hakim tidak sesuai dengan Peraturan Nomor 5 Tahun 2019 Tentang Pedoman mengadili Permohonan Dispensasi Kawin yaitu menjamin pelaksanaan sistem pradilan yang melindungi hak anak serta meningkatkan tanggung jawab Orang Tua dalam rangka pencegahan perkawinan anak. Majelis Hakim dalam mengabulkan Permohonan Dispensasi perkawinan berdasarkan keadaan calon mempelai Perempuan masih berusia 18 tahun dan calon mempelai laki-laki berusia 26 tahun dan tidak ada keadaan yang mendesak untuk dilangsungkannya perkawinan. Hakim dalam pertimbangannya kurang mendsarkan fakta dalam menafsirkan sehingga terdapat dua pertimbangan hukum hakim yang berlawanan. Hasil penelitian juga menunjukan akibat dikabulkannya permohonan dispensasi kawin dari sisi hukum, anak tersebut dapat melangsungkan perkawinan di Kantor Urusan Agama serta akibat hukum perkawinan lainnya sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 yaitu hak dan kewajiban perkawinan dan akibat hukum harta benda, dari sisi Pendidikan maka mengakibatkan terputusnya kesempatan belajar, dan meningkatkan risiko percerainan. | The age limit for marriage is regulated in Article 7 paragraphs (1) and (2) of Law Number 16 of 2019, both men and women are 19 years old. However, in certain or urgent circumstances, underage marriage can be carried out with the parents of the woman and / or man can request dispensation to the Court on very urgent grounds accompanied by sufficient supporting evidence. The formulation of the problem is how the legal considerations of the judge in granting the application for marriage dispensation and the consequences of underage marriage in the Determination of the Pulau Punjung Religious Court Number 106/Pdt.P/2022/Pa.Plj. The method used is normative juridical, the research specifications use descriptive analysis, the data sources used are secondary data sources, data collection methods with literature studies and analysis methods using qualitative normative. The results of the study of the judge's legal reasoning that the granting of this marriage dispensation is not in accordance with the explanation of Article 7 paragraph (2) of Law No.16 of 2019 because they have been dating for 6 months and are afraid of causing mudharat is not an urgent reason because it can still be postponed and the judge is not in accordance with Regulation Number 5 of 2019 concerning Guidelines for adjudicating Marriage Dispensation Applications, namely ensuring the implementation of a justice system that protects children's rights and increases parental responsibility in the context of preventing child marriage. The Panel of Judges in granting the Marriage Dispensation Application was based on the situation that the prospective bride was still 18 years old and the prospective groom was 26 years old and there were no urgent circumstances for the marriage to take place. The judge in his consideration was less based on facts in interpreting so that there were two opposing legal considerations of the judge. The results of the study also show that as a result of the granting of a marriage dispensation application from a legal perspective, the child can marry at the Religious Affairs Office and other legal consequences of marriage in accordance with Law Number 1 of 1974, namely the rights and obligations of marriage and the legal consequences of property, from an educational perspective, it results in interruption of learning opportunities, and increases the risk of divorce. | |
| 39853 | 42149 | D1A019194 | Manajemen Pemberian Pakan di Peternakan Sapi Perah Abe (アベファーム), Shibecha, Hokkaido, Jepang dan Kaitannya dengan Produktivitasnya | Kegiatan magang dilaksanakan di Abe Farm Co., Ltd, Kota Shibecha, Distrik Kawakami, Hokkaido, Jepang. Perusahaan Abe Farm Co., Ltd memiliki populasi sekitar 1100 ekor dan melakukan pemerahan sehari sebanyak 3 kali. Jumlah sapi yang diperah sekitar 550 ekor yang rata-rata produksi susu yang dihasilkan untuk satu ekor sebanyak sekitar 35,06 liter. Sapi perah yang dipelihara oleh Abe Farm Co., Ltd adalah bangsa sapi perah Friesian Holstein (FH). Jepang memiliki akses lebih baik terhadap teknologi peternakan canggih, termasuk pakan yang diimpor, hasil sampingan industri, dan suplemen pakan yang berkualitas tinggi. Indonesia pada umumnya lebih bergantung pada pakan lokal seperti rumput, jerami, limbah pertanian, dan sisa tanaman. Metode pemberian pakan di Abe Farm Co., Ltd yaitu Total Mixed Ratio (TMR) yang berupa pencampuran antara silase, Alfalfa hay, konsentrat, dan penambahan vitamin dan mineral sesuai dengan kebutuhan masing-masing ternak. Pakan diberikan dengan jumlah pemberian sebanyak 47,42 kg/ekor/hari dengan pemberian BK, PK dan TDN telah tercukupi yaitu BK 0,45 kg, PK 3,58 kg, dan TDN 2,61 kg. Persentase pakan yang dimakan yaitu 99% hampir setiap hari pakan habis karena jumlah pakan yang diberikan sesuai kebutuhan ternak. Nilai efisiensi produktivitas sapi perah di Abe Farm rata-rata sebesar 1,47 kg (147,09%) menunjukan efisiensi produktivitas sapi perah di Abe Farm sangat baik. Periode laktasi mempengaruhi jumlah produksi susu di Abe Farm Co., Ltd. Manajemen yang diterapkan di Abe Farm Co., Ltd sudah baik, karena mampu menerapkan semua aspek manajemen dengan baik, sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. | The internship was conducted at Abe Farm Co., Ltd, Shibecha Town, Kawakami District, Hokkaido, Japan. Abe Farm Co., Ltd. has a population of about 1100 cows and milking 3 times a day. The number of cows milked is about 550 with an average milk yield of about 35.06 liters per cow.. The dairy cows kept by Abe Farm Co., Ltd. are Friesian Holstein (FH) dairy cows. Japan has better access to advanced farming technology, including imported feed, industrial by-products and high-quality feed supplements. Indonesia generally relies more on local feeds such as grass, straw, agricultural waste and crop residues. The feeding method at Abe Farm Co., Ltd. is Total Mixed Ratio (TMR) which is a mixture of silage, Alfalfa hay, concentrate, and the addition of vitamins and minerals according to the needs of each animal. The feed was given with a total amount of 47,42 kg/head/day with the provision of DMI, CP and TDN has been fulfilled, namely DMI 0,45 kg, CP 3,58 kg, and TDN 2,61 kg. The percentage of feed eaten is 99%, almost every day the feed runs out because the amount of feed given is according to the needs of the livestock. The average productivity efficiency value of dairy cattle at Abe Farm is 1.47 kg (147.09%) indicating that the productivity efficiency of dairy cattle at Abe Farm is very good. The lactation period affects the amount of milk production at Abe Farm Co., Ltd. The management applied at Abe Farm Co., Ltd. is good, because it is able to apply all aspects of management well, so that company goals can be achieved. | |
| 39854 | 42228 | D1A019174 | Pengaruh Bangsa dan Jenis Kelamin Terhadap Konsumsi Pakan, Pertambahan Bobot Badan Harian, dan Bobot Akhir Ternak Kelinci Tipe Pedaging | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan bangsa dan jenis kelamin terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian (PBBH), dan bobot akhir kelinci tipe pedaging. Sampel yang digunakan terdiri dari 5 ekor kelinci New Zealand jantan, 5 ekor kelinci New Zealand betina, 5 ekor kelinci Hyla jantan, dan 5 ekor kelinci Hyla betina. Pakan yang digunakan yaitu pellet bermerek vital rabbit dengan pemberian secara ad libitum terukur. Metode penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap pola tersarang 2x2. Tiap perlakuan diulang 5 kali dengan faktor A bangsa dan faktor B jenis kelamin. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi kemudian diuji lanjut dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil statistik menunjukkan bahwa perbedaan bangsa memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap pertambahan bobot badan harian (PBBH) dan bobot akhir, serta pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap konsumsi pakan. Jenis kelamin memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap pertambahan bobot badan harian (PBBH) dan bobot akhir, serta tidak memberikan pengaruh terhadap konsumsi pakan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perbedaan bangsa berpengaruh terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian (PBBH), dan bobot akhir. Perbedaan jenis kelamin tidak berpengaruh terhadap konsumsi pakan. | This study aims to determine the effect of different breeds and sex on feed consumption, average daily gain (ADG), and final body weight of broiler-type rabbits. The samples used consisted of 5 male New Zealand rabbits, 5 female New Zealand rabbits, 5 male Hyla rabbits, and 5 female Hyla rabbits. The feed used was Vital Rabbit branded pellets with ad libitum feeding. The research method used was Completely Randomized Design (CRD) 2x2 nested pattern. Each treatment was repeated 5 times with factor A nation and factor B sex. The data obtained were analyzed using analysis of variance and further tested with the least significant difference test (BNT). Statistical results showed that differences in nation had a very significant effect (P<0.01) on average daily gain (ADG) and final body weight, and a significant effect (P<0.05) on feed consumption. Sex has a very significant effect (P<0.05) on average daily gain (ADG) and final body weight, and has no effect on feed consumption. Based on the results of the study it can be concluded that differences in nation affect feed consumption, average daily gain (ADG), and final weight. Sex differences have no effect on feed consumption. | |
| 39855 | 44525 | J0A020056 | Creating QR Code Bilingual Guide Map of Owabong Waterpark Purbalingga | Laporan yang berjudul "Pembuatan Kode QR Peta Panduan Dua Bahasa Owabong Waterpark Purbalingga" dan didasarkan pada kegiatan praktik kerja di “Owabong Waterpark”. Tujuan utama dari praktik kerja ini adalah untuk membuat peta panduan digital Owabong Waterpark, menggunakan kode QR sebagai akses, dan tersedia dua bahasa: Indonesia dan Inggris. Ada tiga metode yang digunakan untuk mendapatkan data, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan dengan mengamati setiap wahana dan fasilitas, yaitu kolam renang, wahana tidak berbasis air, toko, dan fasilitas lainnya. Kemudian wawancara dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kepada manajer marketing Owabong Waterpark dan dokumentasi dilakukan dengan mengambil foto berisi tempat wahana dan fasilitas yang ada di Owabong Waterpark. Hasil dari praktik kerja ini adalah sebuah peta panduan digital dengan dua bahasa yang menggunakan QR Code untuk mengaksesnya, memuat nama seluruh wahana dan fasilitas, penjelasan singkat mengenai tiap wahana, dan peta dari Owabong Waterpark. Peta panduan menunjukan seluruh wahana dan fasilitas, termasuk harga tiket masuk ke beberapa wahana, jam operasional, dan penjelasan singkat mengenai wahana yang ada disana. Selama praktek kerja terdapat dua kendala, salah satunya adalah kurangnya pemahaman dalam design dan pembuatan peta. Selain itu, terdapat kendala dalam dokumentasi beberapa wahana di Owabong Waterpark. Untuk mengatasi kendala tersebut, digunakannya aplikasi desain yang mudah digunakan, yaitu Photoshop, dan memanfaatkan sumber daya online untuk inspirasi desain. Untuk kendala lainnya, bantuan dari sesama rekan magang diperlukan. | The report is entitled "Creating QR Code Bilingual Guide Map of Owabong Waterpark Purbalingga" and is based on job training activities at “Owabong Waterpark”. The main purpose of the job training is to create digital guide map of Owabong Waetrpark using QR Code for the access. The guide map consists of two languages: Indonesian and English languages. There are three methods to obtain the data: observation, interview, and documentation. Observation was done by observing every attraction and facility, such as pools, non-water-based attractions, shops and other facilities. Then the interview was done by asking questions to the marketing manager of Owabong Waterpark, and the documentation was done by taking the photos of the attractions and facilities that are available in Owabong Waterpark. The result of this job training is to produce a digital bilingual guide map and uses the QR Code for the access, containing the name of each attraction and facility, the description of each attraction, and the map of Owabong Waterpark. The guide map points every attraction and facility, including the entry price to access some attraction, operational hours, and brief description about the attractions there. During this job training, there are two obstacles, including the author's lack of understanding of design and creating the map. Additionally, there were obstacles in documentation for some attraction at Owabong Waterpark. To overcome these obstacles, a user-friendly design application, namely Photoshop, and online resources for design inspiration were used. For the other obstacles, helps from fellow intern were needed. | |
| 39856 | 44796 | H1A019088 | ANALISIS KUALITAS LAYANAN VIDEO STREAMING PADA APLIKASI PRIME VIDEO PADA JARINGAN WI-FI DAN JARINGAN SELULER MENGGUNAKAN PARAMETER QUALITY OF SERVICE | Kemajuan teknologi telah membuka akses luas terhadap informasi dan komunikasi dalam era modern ini. Perubahan dari era industrialisasi ke era informasi telah menggeser dominasi televisi analog dengan munculnya televisi digital berbasis internet. Lebih banyaknya aplikasi dan website yang menawarkan layanan video streaming tanpa batasan waktu telah memudahkan akses terhadap hiburan secara legal. Salah satunya adalah Prime Video, yang memungkinkan pengguna mengaksesnya melalui desktop atau ponsel dengan berbagai sistem operasi. Teknologi video streaming memfasilitasi perolehan informasi dalam bentuk visual. Namun, ketersediaan bandwidth yang memadai menjadi kunci keberhasilan layanan ini agar tidak terjadi kehilangan data, menjaga kualitas layanan, dan mengurangi delay. Penelitian bertajuk "Analisis Kualitas Layanan Video Streaming Pada Aplikasi Prime Video Pada Jaringan Wi-Fi Dan Jaringan Seluler Menggunakan Parameter Quality Of Service" dilakukan untuk memahami aspek-aspek kinerja aplikasi video streaming ini terkait dengan kualitas jaringan Wi-Fi dan seluler. Parameter Quality of Service sendiri terdiri dari throughput, delay, jitter, packet loss, frame rate dan hasil dari parameter tersebut akan disesuaikan dengan standar TIPHON. Analisis kualitas layanan tersebut akan diambil datanya menggunakan aplikasi wireshark dan perhitungan datanya menggunakan Microsoft Excel. Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai rata-rata throughput pada jaringan Wi-Fi adalah 89%, sedangkan pada jaringan seluler adalah 82%. Untuk parameter delay didapatkan nilai rata-rata pada jaringan Wi-Fi adalah 39,62472 ms, sedangkan pada jaringan seluler adalah 35,88522 ms. Untuk parameter jitter didapatkan nilai rata-rata pada jaringan Wi-Fi adalah 38,20374 ms, sedangkan pada jaringan seluler adalah 39,82596 ms. Untuk parameter packet loss didapatkan nilai rata-rata pada jaringan Wi-Fi adalah 0,35%, sedangkan pada jaringan seluler adalah 0,30%. Untuk parameter frame rate didapatkan nilai rata-rata pada jaringan Wi-Fi adalah 30,33989 fps, sedangkan pada jaringan seluler adalah 33,07796 fps. | The advancement of technology has opened up wide access to information and communication in this modern era. The shift from the industrialization era to the information era has displaced the dominance of analog television with the emergence of internet-based digital television. The proliferation of applications and websites offering unlimited time video streaming services has facilitated legal access to entertainment. One such platform is Prime Video, allowing users to access it through desktop or mobile devices with various operating systems. Video streaming technology facilitates the acquisition of information in visual form. However, the availability of adequate bandwidth is crucial for the success of this service to prevent data loss, maintain service quality, and reduce delays. A research titled "Analysis of Video Streaming Service Quality on Prime Video Application Over Wi-Fi and Cellular Networks Using Quality Of Service Parameters" was conducted to understand the performance aspects of this video streaming application related to Wi-Fi and cellular network quality. The Quality of Service parameters consist of throughput, delay, jitter, packet loss, frame rate, and the results of these parameters will be adjusted to the TIPHON standards. The quality of service analysis data will be collected using Wireshark application, and the calculations will be performed using Microsoft Excel. The results of this research revealed that the average throughput value on Wi-Fi networks is 89%, while on cellular networks, it is 82%. For the delay parameter, the average value on Wi-Fi networks is 39,62472 ms, whereas on cellular networks, it is 35,88522 ms. The average jitter value on Wi-Fi networks is 38,20374 ms, while on cellular networks, it is 39,82596 ms. Regarding packet loss, the average value on Wi-Fi networks is 0,35%, whereas on cellular networks, it is 0,30%. Finally, for the frame rate parameter, the average value on Wi-Fi networks is 30,33989 fps, while on cellular networks, it is 33,07796 fps. | |
| 39857 | 42237 | F1A018015 | Relasi Sosial Masyarakat Penyandang Disabilitas Di Desa Linggasari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas | Hubungan sosial merupakan hal yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia, baik sebagai individu maupun makhluk sosial, termasuk penyandang disabilitas. Realitanya masih minim terhadap akses dan kesempatan bagi penyandang disabilitas di beberapa sektor kehidupan yang mengakibatkan penyandang disabilitas terasingkan dari kehidupan sosial masyarakat. Hal tersebut tak terlepas dari perilaku diskriminatif yang dialami para penyandang disabilitas. Oleh karena itu, dengan Tindakan diskriminatif yang dialami para penyandang disabilitas menyebabkan ruang lingkup sosial semakin kecil mereka didapatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi sosial yang dialami oleh penyandang disabilitas di Desa Linggasari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyandang disabilitas di Desa Linggasari sadar bahwa pentingnya relasi sosial bagi mereka. Sehingga hal tersebut menstimulusi para penyandang disabilitas di Desa Linggasari untuk melakukan upaya dalam menjalin relasi sosial dengan masyarakat yang lain. Upaya yang dilakukan oleh penyandang disabilitas yaitu mengikuti berbagai kegiatan yang ada di masyarakat kemudian melakukan interaksi dengan masyarakat non disabilitas dalam kegiatan tersebut. Kemudian berbagai kendala serta tantangan dihadapi oleh para penyandang disabilitas dalam menjalin relasi sosial dengan masyarakat lainnya di Desa Linggasari. Berbagai tantangan tersebut berupa tidak terdapat fasilitas maupun transportasi yang pasti untuk penyandang disabilitas agar dapat mengikuti setiap kegiatan di masyarakat, sehingga hal tersebut menyebabkan mereka tidak dapat mengikuti semua kegiatan bersama masyarakat yang lain Namun berbagai hambatan serta tantangan yang dialami tidak menyebabkan suatu kemunduran dalam relasi sosial yang terjalin antara penyandang disabilitas dengan masyarakat yang lain. | Social relationships are very important for human survival, both as individuals and as social creatures, including people with disabilities. The reality is that there is still minimal access and opportunity for people with disabilities in several sectors of life, which results in people with disabilities being isolated from the social life of society. This cannot be separated from the discriminatory behavior experienced by people with disabilities. Therefore, the discriminatory actions experienced by people with disabilities cause their social scope to become smaller. This research aims to analyze the social relations experienced by people with disabilities in Linggasari Village, Kembaran District, Banyumas Regency. The results of this research show that people with disabilities in Linggasari Village are aware of the importance of social relations for them. So this stimulates people with disabilities in Linggasari Village to make efforts to establish social relations with other communities. Efforts made by people with disabilities include taking part in various activities in the community and then interacting with non-disabled people in these activities. Then, various obstacles and challenges are faced by people with disabilities in establishing social relations with other communities in Linggasari Village. These various challenges are in the form of not having certain facilities or transportation for people with disabilities to be able to take part in every activity in the community, so this causes them to not be able to take part in all activities with other people in the community. However, the various obstacles and challenges experienced do not cause a deterioration in social relations. relations between people with disabilities and the rest of society. | |
| 39858 | 42238 | F1D019023 | Partisipasi Politik Wajib Pajak Restoran Dalam Program E-SPTPD di Kota Bekasi | Membayar pajak merupakan sebuah bentuk partisipasi politik aktif wajib pajak restoran. Keterlibatan instansi dalam pembuatan program e-SPTPD yang memudahkan wajib pajak restoran dinilai penting dalam memengaruhi tingkat partisipasi politik aktif wajib pajak restoran. Meskipun program e-SPTPD ini masih tergolong baru dan tentunya masih diperlukan adaptasi pada peralihan ini, namun peran Bapenda tetap dinilai sangat berpengaruh terhadap partisipasi politik aktif wajib pajak restoran di Kota Bekasi. Artikel ini bertujuan untuk membahas dan menganalisis partisipasi politik wajib pajak restoran dalam program e-SPTPD di Kota Bekasi dan peran Bapenda Kota Bekasi dalam upaya meningkatkan partisipasi politik wajib pajak restoran melalui program e-SPTPD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, partisipasi politik aktif wajib pajak restoran di Kota Bekasi belum maksimal, hal tersebut dikarenakan kurang sadarnya wajib pajak restoran terhadap kewajibannya untuk membayar pajak dan juga kurang percayanya wajib pajak restoran kepada pemerintah Kota Bekasi. Bapenda selaku implementor diharapkan mampu melakukan pendekatan personal kepada beberapa wajib pajak restoran yang masih kurang sadar politik dan kurang percaya kepada pemerintah. | Paying taxes is a form of active political participation of restaurant taxpayers. The involvement of agencies in making the e-SPTPD program that makes it easier for restaurant taxpayers is considered important in influencing the level of active political participation of restaurant taxpayers. Although the e-SPTPD program is still relatively new and of course adaptation is still needed to this transition, Bapenda's role is still considered very influential on the active political participation of restaurant taxpayers in Bekasi City. This article aims to discuss and analyze the political participation of restaurant taxpayers in the e-SPTPD program in Bekasi City and the role of Bapenda Bekasi City in efforts to increase the political participation of restaurant taxpayers through the e-SPTPD program. The method used in this research is qualitative using a case study approach. Based on research that has been conducted, the active political participation of restaurant taxpayers in Bekasi City has not been maximized, this is due to the lack of awareness of restaurant taxpayers on their obligations to pay taxes and also the lack of trust of restaurant taxpayers to the Bekasi City government. Bapenda as the implementor is expected to be able to take a personal approach to some restaurant taxpayers who are still less politically aware and lack trust in the government. | |
| 39859 | 42239 | H1A020023 | Analisis Pengaruh Penggabungan Fitur Pada Deteksi Pra-Kanker Citra Kolposkopi Dengan SVM | Kanker serviks merupakan penyakit yang menduduki peringkat kedua sebagai penyakit kanker pada sistem reproduksi wanita sehingga menjadikannya tantangan serius dalam dunia kesehatan global. Dengan karakteristiknya yang berkembang lambat, dapat dilakukan pencegahan dengan melakukan deteksi dini atau deteksi pra–kanker. Salah satu deteksi pra-kanker serviks adalah kolposkopi. Dengan bantuan pengolahan citra, dapat dimungkinkan proses deteksi dini atau deteksi pra-kanker ini lebih cepat dan mudah untuk dilakukan. Penggunaan fitur citra yang diseleksi dan digabungkan dapat berpengaruh pada perfoma klasifikasi citra. Fitur seperti momen warna dan tekstur diteliti bagaimana pengaruhnya terhadap performa komputasi untuk pengklasifikasi citra kolposkopi tersebut. Klasifikasi citra tersebut menggunakan SVM (Support Vector Machine) yang diuji dengan empat kernel (linear, polinomial, radial, dan sigmoid). Tahapan dari penelitian ini meliputi tahapan persiapan, yakni digunakan untuk mempersiapkan alat dan bahan serta studi literatur terkait, kemudian dilanjutkan dengan tahap pemrosesan awal citra yang terdiri dari preprocessing dan segmentasi citra sehingga citra minim dari derau. Citra tersebut dilanjutkan pada tahapan ekstraksi fitur yang menghasilkan dua matriks fitur. Dua matriks tersebut digunakan untuk melatih model klasifikasi SVM yang secara langsung dihitung performanya. Model SVM tersebut juga dapat digunakan sebagai pendekatan seleksi fitur yakni menggunakan nilai bobot dari setiap vektor fitur. Hasil seleksi fitur digabungkan dalam satu matriks fitur yang kemudian diklasifikasi kembali sebagai model akhir. Hasil performa model SVM fitur momen warna dan fitur tekstur dapat dibandingkan dengan performa model SVM fitur gabungan. Didapatkan bahwa hasil penggabungan fitur dapat menaikkan secara merata untuk keempat buah kernel yang digunakan. | Cervical cancer is a second-ranked cancer in the female reproductive system, making it a significant challenge in global health. With its slow-developing characteristics, prevention can be done by performing early detection or pre-cancer detection. One of the cervical pre-cancer detection is colposcopy. By using image processing, it is possible to make the process of early detection or pre-cancer detection faster and easier. The use of image features that are selected and combined can affect image classification performance. Features such as color and texture moments are analyzed to see how they affect the performance of the colposcopy image classifier. Image classification using SVM (Support Vector Machine) was tested with four kernels (linear, polynomial, radial, and sigmoid). The phases of this research included the preparation stage, which was used to prepare tools and materials and study related literature, then continued with the pre-processing stage of the image which consisted of preprocessing and image segmentation so that the idea was minimized from noise. Next, the image is processed to the feature extraction stage, which produces two feature matrices. The two matrices train an SVM classification model that provides its performance directly. The SVM model can also be used as a feature selection approach using the weight value of each feature vector. The feature selection results are combined in one feature matrix which is then reclassified as the final model. The performances of the SVM model of color moment features and texture features can be compared with the combined feature SVM model. It is found that the results of combining features can improve evenly for the four kernels used. | |
| 39860 | 42182 | F1D020038 | NASIONALISME DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI POLITIK Studi Wacana Penolakan Timnas Israel pada Piala Dunia U-20 di Indonesia | Studi ini meneliti tentang wacana penolakan Timnas Israel pada Piala Dunia U-20 di Indonesia. Penolakan tersebut dilatarbelakangi oleh adanya kesamaan kepentingan antara kubu elit politik nasionalis, dan elit berbasis agama. Dalam konteks ini, penelitian ini akan membahas tentang bagaimana nasionalisme hadir dalam wacana penolakan Timnas Israel pada Piala Dunia U-20 di Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori emosi menurut Richard Lazarus, yaitu serangkaian tahap pemrosesan informasi kemudian mengevaluasi dengan cara tertentu sehingga menyebabkan perubahan secara emosi pada individu. Dengan menggunakan metode analisis wacana kritis menurut Norman Fairclough, hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat emosi nasionalisme dalam wacana penolakan Timnas Israel pada Piala Dunia U-20 di Indonesia dari elit politik dan masyarakat meskipun dari sudut pandang yang berbeda. Ekspresi emosi nasionalisme dari masyarakat menunjukan bahwa marah kepada tim penolak Timnas Israel karena menyebabkan masyarakat tidak bisa melihat prestis Indonesia pada Piala Dunia U-20, sementara ekspresi emosi nasionalisme dari elit menunjukan bahwa marah kepada pemerintah karena menerima Israel dan bertolak belakang dengan konstitusi yang ada. Dalam konteks ini lah terdapat kepentingan dalam mengeskpresikan nasionalisme, secara spesifik kepentingan elit yaitu ajang pembuktian loyalitas kepada PDIP sebagai tiket calon presiden 2024. Hal itu bisa dilihat dari pro dan kontra pada wacana Penolakan Timnas Israel di Indonesia melalui media sosial Twitter pada postingan @Indotransfer. | This study examines the discourse of the rejection of the Israeli national team at the U-20 World Cup in Indonesia. The rejection was motivated by the common interests between the nationalist political elite and the faith-based elite. In this context, this study will discuss how nationalism is present in the discourse of the rejection of the Israeli national team at the U-20 World Cup in Indonesia. This research uses the theory of emotion according to Richard Lazarus, which is a series of stages of processing information then evaluating in a certain way so as to cause emotional changes in individuals. Using the method of critical discourse analysis according to Norman Fairclough, the results of this study show that there is an emotion of nationalism in the discourse of the rejection of the Israeli national team at the U-20 World Cup in Indonesia from political elites and society although from different points of view. The emotional expression of nationalism from the public shows that they are angry with the Israeli national team because they cause people to not be able to see Indonesia's prestige at the U-20 World Cup, while the emotional expression of nationalism from the elite shows that they are angry with the government for accepting Israel and contrary to the existing constitution. It is in this context that there is an interest in expressing nationalism, specifically, the interests of the elite are a place to prove loyalty to PDIP as a ticket for the 2024 presidential candidate. This can be seen from the pros and cons of the discourse on the rejection of the Israeli national team in Indonesia through social media Twitter in @Indotransfer post. |