Artikelilmiahs

Menampilkan 39.801-39.820 dari 48.908 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3980142190K1C019033Hubungan Diagnostic Reference Level dengan Faktor Eksposi, Body Mass Index, dan Tebal Abdomen pada Pemeriksaan CT Scan AbdomenPemeriksaan CT Scan abdomen menghasilkan dosis radiasi tinggi yang dapat membahayakan pasien sehingga diperlukan DRL sebagai acuan dalam penerimaan dosis radiasi tinggi untuk menghindari penerimaan dosis radiasi tinggi berlebih yang tidak perlu bagi pasien. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan DRL CT Scan abdomen dan menganalisis parameter yang berpengaruh. DRL ditetapkan pada persentil ke-75 (kuartil ke-3) dari sebaran data dosis radiasi pasien berupa CTDI_vol dan DLP. Data diperoleh dari 50 sampel pasien dewasa dengan klasifikasi umur 18-65 tahun yang menjalani pemeriksaan CT Scan abdomen kontras dan non kontras. Parameter yang digunakan yaitu faktor eksposi, BMI, dan tebal abdomen. Hasil penelitian menunjukkan DRL CT Scan abdomen kontras yaitu CTDI_vol sebesar 14,16 mGy dan DLP sebesar 675,66 mGy.cm, sedangkan DRL CT Scan abdomen non kontras yaitu CTDI_vol sebesar 13,99 mGy dan DLP sebesar 675,66 mGy.cm. DRL untuk pemeriksaan CT Scan abdomen di Instalasi Radiologi RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto masih berada pada tingkat aman karena lebih rendah daripada I-DRL yang ditetapkan oleh BAPETEN. Hubungan antara dosis radiasi dengan faktor eksposi, BMI, dan tebal abdomen adalah berbanding lurus.An abdominal CT Scan produces high-dose radiation that can be harmful to the patient, so DRL is required as a reference when receiving high-dose radiation in order to avoid receiving unnecessary doses for the patient. The research was conducted to determine the DRL of the abdominal CT Scan and analyze the influential parameters. The DRL was determined at the 75th percentile (3rd quartile) of the patient's radiation dosage data spread of 〖CTDI〗_vol and DLP. Data were obtained from 50 adult samples of 18-65 year olds undergoing contrast and non contrast abdominal CT Scan. The parameters used are exposure factor, BMI, and abdominal thickness. The results showed DRL contrast abdominal CT Scan is 〖CTDI〗_vol of 14,16 mGy and DLP of 675,66 mGy.cm, whereas DRL non contrast abdominal CT Scan is 〖CTDI〗_vol of 13,99 mGy and the DLP is 675,66 mGy.cm. DRL for abdominal CT Scan at Radiology Installation of Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Hospital is still at a safe level because it is lower than the I-DRL set by BAPETEN. The relationship between radiation dose and exposure factor, BMI, and abdominal thickness is directly proportional.
3980242191I1C019048STABILITAS DENGAN DEGRADASI PAKSA PADA SEDIAAN TETES TELINGA KLORAMFENIKOL MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI DERIVATIF DAN KEMOMETRIKStabilitas kloramfenikol dipengaruhi oleh hidrolisis ikatan amida di bawah kondisi asam, basa, termal. Analisis hasil degradasi paksa dengan instrumen sederhana dan akurat seperti spektrofotometri derivatif dan kemometrik diterapkan pada penelitian ini. Uji ini untuk melihat apakah spektrofotometri dapat menunjukkan degradasi berdasarkan persentase degradasi. Uji linearitas, akurasi, dan presisi dilakukan dengan larutan standar 4-16 µg/mL. Uji degradasi paksa dilakukan dengan menempatkan sampel pada kondisi asam (HCl 0,1 N; 80oC selama 2 jam), basa (NaOH 0,1 N; 80oC selama 2 jam), dan termal (90oC selama 4 jam) lalu diukur dengan spektrofotometri derivatif. Analisis kemometrik dilakukan dengan PCA dan PLS-DA. Panjang gelombang maksimum kloramfenikol berurutan dari derivat ke nol hingga ketiga yaitu 278 nm, 260 nm, 234 nm, 292 nm. Metode memiliki linearitas yang baik (0,995 < r < 1). Kloramfenikol cenderung terdegradasi kecil dalam asam dan besar dalam basa maupun termal. Analisis kemometrik menunjukkan sampel asam cenderung mengelompok dekat kontrol. Spektrofotometri derivatif dapat menunjukkan persentase degradasi kloramfenikol walaupun tidak dapat dipastikan terkait produk degradasinya. Pada analisis kemometrik diperoleh pengaruh degradasi berdasarkan pengelompokan sampel kontrol dan perlakuan. The stability of chloramphenicol is influenced by the hydrolysis of amide bond under acidic, alkaline, thermal conditions. Analysis of forced degradation results with simple and accurate instruments such as derivative spectrophotometry and chemometrics was applied in this research. This study aims to see whether spectrophotometry can show degradation based on percentage of degradation. Linearity, accuracy and precision tests were carried out with 4-16 µg/mL of standard solutions. The forced degradation study was carried out by placing the sample in acidic (0.1 N HCl; 80oC for 2 hours), alkaline (0.1 N NaOH; 80oC for 2 hours), and thermal (90oC for 4 hours) then measuring it using derivative spectrophotometry. Chemometric analysis was carried out with PCA and PLS-DA. The maximum wavelengths of chloramphenicol are sequentially from zero to third derivative, 278 nm, 260 nm, 234 nm, 292 nm. The method has good linearity (0.995 < r < 1). Chloramphenicol tends to be degraded to a lesser extent in acids and greater in alkalis and thermals. Chemometric analysis showed acid samples cluster near controls. Derivative spectrophotometry can show the percentage of chloramphenicol degradation although it cannot be certain regarding the degradant. In the chemometric analysis, the degradation was obtained based on the grouping of control and treatment samples.
3980342192L1A019054Hasil Tangkapan Nelayan Menggunakan Jaring Insang Dasar (Bottom Gill Net) yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC)Hasil tangkapan yang berada di wilayah Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC) sangat beragam salah satunya yang menggunakan jaring insang dasar. Hasil tangkapan dibedakan menjadi 2 kategori yaitu hasil tangkapan utama dan hasil tangkapan sampingan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis ikan hasil tangkapan nelayan di PPSC dengan menggunakan jaring insang dasar dan mengetahui komposisi ikan hasil tangkapan utama dan sampingan nelayan yang ditangkap menggunakan jaring insang dasar yang didaratkan di PPSC. Metode yang digunakan adalah metode survei. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini melalui wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa jenis hasil tangkapan jaring insang dasar yang beroperasi di PPSC terdapat 9 spesies terdiri dari hasil tangkapan utama dan hasil tangkapan sampingan. Ukuran hasil tangkapan yang tertangkap pada alat tangkap jaring insang dasar memiliki kisaran panjang antara 20 – 36 cm. Komposisi berat hasil tangkapan utama yang tertangkap pada alat tangkap jaring insang dasar selama penelitian didominasi oleh jenis ikan bawal hitam (Parastromateus niger) yaitu sebesar 23, 8 kg dan berat yang paling sedikit adalah ikan gulamah (Johnius trachycephalus) yaitu sebesar 7 kg. Sedangkan berat hasil tangkapan sampingan didominasi oleh Ikan manyung (Arius thalassinus) yaitu sebesar 6,65 kg sedangkan berat yang paling sedikit adalah ikan swanggi (Priacanthus tayenus) yaitu sebesar 1,11 kg. Komposisi hasil tangkapan alat tangkap jaring insang dasar didominasi oleh hasil tangkapan utama yakni sebesar 74% dan hasil tangkapan sampingan sebesar 26%.The catches in the Cilacap Ocean Fishing Port (PPSC) area are very diverse, one of which uses bottom gill nets. The catch can be divided into 2 categories, namely the main catch and bycatch. The purpose of this study were to determine the type of fish caught by fishermen in the PPSC area using bottom gill nets and to determine the composition of the main catch and bycatch fish caught using bottom gill nets landed at PPSC. The method used was survey method. Data collected in this study through interviews and observations. Based on the results of the study, it shows that the types of bottom gill net catches operating in PPSC are 9 species consisting of main catches and bycatches. The size of the fish caught by bottom gill net has a length range between 20 - 36 cm. The weight composition of the main catch in the bottom gill net during the study was dominated by black pomfret (Parastromateus niger) which amounted to 23, 8 kg and the least weight was croaker fish (Johnius trachycephalus) which amounted to 7 kg. While the weight of bycatch is dominated by giant sea fish (Arius thalassinus) which is 6.65 kg while the least weight is bigeye snapper fish (Priacanthus tayenus) which is 1.11 kg. The composition of the catch of bottom gill net is dominated by the main catch which is 74% and bycatch is 26%.
3980442193C1A019028Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Jawa BaratJawa Barat merupakan salah provinsi dengan penerimaan pajak daerah terbesar di Pulau Jawa. Akan tetapi, penerimaan pajak tersebut masih belum sesuai dengan target anggaran yang direncanakan. Salah satu jenis pajak daerah tersebut adalah Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dimana penerimaan PBB-P2 di Jawa Barat masih terdapat gap yang cukup tinggi antar kabupaten/kotanya. Oleh karena itu, dilakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan PBB-P2 di Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh PDRB, kepadatan penduduk, inflasi, fasilitas ekonomi, dan fasilitas sosial terhadap penerimaan PBB-P2 di Jawa Barat.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder, yang mana data tersebut bersumber dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) dan Badan Pusat Statistik masing-masing kabupaten/kota di Jawa Barat. Data yang digunakan adalah data 27 kabupaten/kota di Jawa Barat tahun 2016 – 2021 dengan menggunakan regresi data panel sebagai teknik analisisnya.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menyimpulkann bahwa: (1) PDRB, kepadatan penduduk, inflasi, fasilitas ekonomi, dan fasilitas sosial secara bersama-sama berpengaruh terhadap penerimaan PBB-P2, (2) variabel PDRB berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan PBB-P2, (3) variabel kepadatan penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan PBB-P2, (4) variabel inflasi tidak berpengaruh terhadap penerimaan PBB-P2, (4) variabel fasilitas ekonomi tidak berpengaruh terhadap penerimaan PBB-P2, (5) variabel fasilitas sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan PBB-P2.
Implikasi dari penelitian ini adalah pemerintah diharapkan dapat meningkatkan sektor-sektor perekonomiannya dan mengevaluasi Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pada daerah-daerah dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. Selain itu, pemerintah perlu memenuhi ketersediaan fasilitas sosial yang memadai bagi masyarakatnya.
West Java is one of the provinces with the largest local tax revenue in Java. However, the tax revenue is still not in accordance with the planned budget target. One type of local tax is Rural and Urban Land and Building Tax (PBB-P2) where PBB-P2 revenue in West Java still has a high gap between districts/cities. Therefore, research was conducted on the factors affecting PBB-P2 revenue in West Java. The purpose of this study is to analyze the effect of GRDP, population density, inflation, economic facilities, and social facilities on PBB-P2 revenue in West Java.
This research is a quantitative study using secondary data, which data is sourced from the Directorate General of Fiscal Balance (DJPK) and the Central Bureau of Statistics of each district / city in West Java. The data used is data for 27 districts / cities in West Java from 2016 - 2021 using panel data regression as the analysis technique.
Based on the results of the research conducted, it is concluded that: (1) GRDP, population density, inflation, economic facilities, and social facilities together affect PBB-P2 revenue, (2) GRDP variable has a positive and significant effect on PBB-P2 revenue, (3) population density variable has a positive and significant effect on PBB-P2 revenue, (4) inflation variable has no effect on PBB-P2 revenue, (4) economic facilities variable has no effect on PBB-P2 revenue, (5) social facilities variable has a positive and significant effect on PBB-P2 revenue.
The implication of this research is that the government is expected to improve its economic sectors and evaluate the Tax Object Sale Value (NJOP) in areas with high population density. In addition, the government needs to fulfill the availability of adequate social facilities for its people.
3980544526J1C017067PENYIMPANGAN KARAKTERISTIK AVOIDANT PERSONALITY DISORDER
PADA TOKOH UTAMA DALAM ANIME KOE NO KATACHI
KARYA YOSHITOKI OUIMA
ABSTRAK
Octavian Omega Putra
Penelitian ini berjudul Penyimpangan Karaktertistik Avoidant Personality Disorder pada Tokoh Utama dalam Anime Koe no Katachi karya Yoshitoki Ouima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penyimpangan dan faktor penyebab dari penyimpangan avoidant personality disorder pada tokoh utama Ishida Shouya dari anime Koe no Katachi karya Yoshitoki Oima. Penelitian ini menggunakan teori psikoanalisis sastra milik Minderop dan subteori Psikologi Abnormal milik Millon. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan pada penelitian ini berupa dialog antar tokoh dan potongan kejadian yang dialami oleh tokoh Ishida Shouya pada anime Koe no Katachi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Teknik simak dengang lanjutan yaitu Teknik catat. Hasil penelitian bahwa Ishida Shouya memiliki penyimpangan karakteristik avoidant personality disorder. Bentuk penyimpangan dibagi menjadi lima bentuk yaitu psikodinamika, behavior, cognigtive, humanistic dan interpersonal. Bentuk penyimpangan Ishida Shouya mengerucut pada psikodinamika yang dibuktikan dengan adanya dua contoh yang ditunjukan di dalam anime Koe o Katachi. Ishida Shouya tidak memiliki rasa percaya diri dan cenderung merendahkan diri sendiri. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan juga factor penyebab penyimpangan kepribadian yang di alami Ishida yaitu rasa trauma dimasa lalu, perasaan bersalah dimasa lalu dan sering mendapat penolakan.


Kata kunci : Psikoanalisis sastra, Psikologi Abnormal, Penyimpangan, Bahasa Jepang
ABSTRACT
Octavian Omega Putra
This research is entitled Deviation of Avoidant Personality Disorder Characteristics in the Main Character in Anime Koe no Katachi by Yoshitoki Ouima. This study aims to analyze the form of deviation and the causative factors of avoidant personality disorder deviation in the main character Ishida Shouya from the anime Koe no Katachi by Yoshitoki Oima. This research uses Minderop's literary psychoanalysis theory and Millon's Abnormal Psychology sub-theory. This research is a descriptive research with a qualitative approach. The data used in this study are in the form of dialog between characters and pieces of events experienced by the character Ishida Shouya in the anime Koe no Katachi. The data collection technique used in this study used the listening technique with a follow-up technique, namely the note-taking technique. The results showed that Ishida Shouya has deviant characteristics of avoidant personality disorder. The form of deviation is divided into five forms, namely psychodynamics, behavior, cognitive, humanistic and interpersonal. Ishida Shouya's form of deviation focuses on psychodynamics as evidenced by the two examples shown in the Koe o Katachi anime. Ishida Shouya lacks self-confidence and tends to put himself down. Based on the results of this study, it can also be concluded that the factors that cause Ishida's personality deviation are past trauma, past feelings of guilt and frequent rejection.


Keywords : Literary psychoanalysis, Abnormal Psychology, Deviance, Japanese Language
3980642195K1A019005Pembuatan Koagulan Tawas dari Tutup Botol Aluminium dan Aplikasinya untuk Penurunan Nilai BOD, COD, dan TSS Limbah Cair Rumah Potong AyamLimbah cair Rumah Potong Ayam (RPA) adalah limbah cair hasil dari kegiatan pemotongan ayam yang memiliki nilai Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Total Suspended Solids (TSS) yang tinggi. Perlu adanya pengolahan limbah cair RPA sebelum dibuang ke perairan supaya tidak mengancam ekosistem perairan dan berdampak buruk pada penduduk sekitar. Penelitian mengenai penurunan nilai BOD, COD, dan TSS limbah cair RPA dengan koagulasi menggunakan koagulan tawas dari tutup botol aluminium telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi KOH, H2SO4, suhu pemanasan, waktu pemanasan, dan berat sampel tutup botol aluminium untuk menghasilkan tawas paling banyak, serta mengetahui persentase penurunan nilai BOD, COD, dan TSS limbah cair rumah potong ayam (RPA) setelah dilakukan proses koagulasi dengan koagulan tawas dari tutup botol aluminium. Penelitian ini menunjukkan bahwa variasi KOH 25%, H2SO4 7M, suhu pemanasan 85℃, dan waktu pemanasan 15 menit menghasilkan tawas dari tutup botol aluminium paling banyak dan pada sampel tutup botol aluminium sebanyak 4 gram menghasilkan tawas sebesar 52,511 gram namun berat sampel tutup botol aluminium tidak mempengaruhi rendemen tawas hasil pecobaan. Persentase penurunan nilai BOD, COD, dan TSS secara berturut-turut adalah 77,778%; 95,758%; dan 93,467%.RPA liquid waste is the liquid waste resulting from chicken slaughtering activities, which have high Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), and Total Suspended Solids (TSS) values. Before being released into the environment, the liquid waste from RPA must be treated to prevent harm to local’s health and threats to aquatic ecosystems. The research has been done on reducing the BOD, COD, and TSS values of liquid waste from RPA by coagulation using an alum coagulant made from aluminum bottle caps. The purpose of this study was to determine the KOH, H2SO4 concentrations, heating temperature, heating time, and sample weight of aluminum bottle caps that produced the greatest amount of alum, as well as the percentage reduction in BOD, COD, and TSS values of chicken slaughterhouse liquid waste following the process of coagulation with alum coagulant made from aluminum bottle caps. This research demonstrated that the utilization 25% KOH, 7M H2SO4, and a heating temperature of 85 °C for 15 minutes produced the most alum from aluminum bottle caps and 4 grams of aluminum bottle caps sample produced 52.511 grams of alum, but the weight of the aluminum bottle caps sample did not affect the alum yield in the experimental results. The percentage reduction in BOD, COD, and TSS values were 77.778%; 95.758%; and 93.467% respectively.
3980742196F1F019029Strategi FONOP Amerika Serikat Dalam Menangani Konflik Klaim Maritim Berlebihan Oleh China di Kawasan Laut China SelatanPenelitian ini mengkaji penggunaan strategi Operasi Kebebasan Bernavigasi (FONOP) Amerika Serikat sebagai respon atas klaim maritim berlebihan China yang semakin tegas di Laut China Selatan pada tahun 2015-2022. Penelitian ini menggunakan teori geopolitik untuk menganalisis motivasi, implikasi, dan efektivitas strategi FONOP Amerika Serikat dalam menghadapi ambisi ekspansif China di wilayah Laut China Selatan. Dengan mengintegrasikan perspektif geopolitik, penelitian ini menyelidiki dinamika kekuatan, persaingan sumber daya, dan masalah keamanan yang mendasari perselisihan maritim AS-Cina. Analisis ini mencakup tinjauan komprehensif terhadap dokumen-dokumen resmi, pernyataan kebijakan, dan literatur ilmiah, sehingga memberikan pemahaman yang mendalam tentang lanskap geopolitik yang berkembang di Laut Cina Selatan. Melalui kajian ini, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang peran FONOP dalam strategi geopolitik yang lebih luas, yang menjelaskan interaksi yang kompleks antara kepentingan dan dinamika kekuasaan di perairan Laut Cina Selatan yang diperebutkan.This research examines the United States strategic deployment of Freedom of Navigation Operations (FONOP) as a response to China's assertive maritime claims in the South China Sea from 2015 to 2022. The study employs geopolitical theory to analyze the motivations, implications, and effectiveness of the US FONOP strategy in countering China's expansive territorial ambitions in the region. By integrating geopolitical perspectives, the research investigates the power dynamics, resource competition, and security concerns that underpin the US-China maritime dispute. The analysis encompasses a comprehensive review of official documents, policy statements, and scholarly literature, providing a nuanced understanding of the evolving geopolitical landscape in the South China Sea. Through this examination, the research aims to contribute to a deeper comprehension of the role of FONOPs within broader geopolitical strategies, shedding light on the complex interplay of interests and power dynamics in the contested waters of the South China Sea.
3980842197K1B019025Grup Permutasi pada Pola Batik BanyumasDalam aljabar abstrak, permutasi dari suatu himpunan A adalah suatu fungsi bijektif dari A ke A. Dalam penelitian ini, dibahas grup permutasi pada pola batik Banyumas. Identifikasi permutasi dilakukan dengan menyelidiki simetri rotasi dan refleksi pada pola batik Banyumas. Selanjutnya diselidiki bahwa sistem matematika dari himpunan semua permutasi setiap pola batik Banyumas yang dilengkapi dengan operasi komposisi membentuk suatu grup struktur aljabar. Hasil yang diperoleh adalah jenis-jenis grup struktur aljabar yang dibentuk oleh pola-pola batik Banyumas. Pola tirta teja membentuk grup siklik berorde 2, pola ayam puger membentuk grup dihedral tingkat 4, pola babon angrem dan sida mukti membentuk grup dihedral tingkat 2, dan pola jahe serimpang, udan riris, lumbon, sida luhur, sekar jagad, dan gemek setekem membentuk grup identitas. Sementara itu, pola pring sedhapur, serayuan, sekar surya, dan godhong kosong tidak membentuk struktur grup permutasi.In abstract algebra, a permutation of a set A is a bijective function from A to A. In this paper, we discuss the permutation group in Banyumas batik patterns. The identification of permutation is done by investigating the rotational and reflectional symmetry of Banyumas batik patterns. Furthermore, it is investigated that the mathematical system of the set of all permutations of each Banyumas batik pattern which is equipped with composition operations forms an algebraic structure group. The result obtained are the types of an algebraic structure group formed by Banyumas batik patterns. The tirta teja pattern forms a cyclic group with order of 2, the ayam puger pattern forms a dihedral group with degree of 4, the babon angrem and sida mukti patterns form a dihedral group with degree of 2, and the jahe serimpang, udan riris, lumbon, sida luhur, sekar jagad and gemek setekem patterns form an identity group. Meanwhile, the pring sedhapur, serayuan, sekar surya and godhong kosong patterns do not form a permutation group structure.
3980942198D1A019199Penambahan Aset Usaha Peternakan Sapi Potong di Kabupaten Banyumas Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama beternak dan komitmen peternak dengan penambahan aset usaha peternakan sapi potong di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dan observasi di lapangan. Kabupaten Banyumas dipilih secara purposive sampling karena sebagai salah satu lokasi untuk pengembangan sapi potong. Jumlah responden dihitung berdasarkan rumus slovin dengan margin of error 10%. Jumlah responden yang dilibatkan pada penelitian ini sebanyak 81 peternak sapi potong yang diambil secara acak. analisis data menggunakan analisis deskriptif dan korelasi rank spearman. hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa mayoritas peternak pada kategori baru mengusahakan sapi potong (67,91%). Komitmen peternak berada pada kategori sedang. Mayoritas peternak menjadikan usaha ternak sebagai usaha sampingan sehingga penambahan asset rendah. Hasil analisis korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang nyata namun sangat lemah (0,017) antara lama beternak dengan penambahan aset usaha peternakan sapi potong di Kabupaten Banyumas dan terdapat hubungan yang nyata namun sangat lemah (0,096) antara komitmen peternak sapi potong dengan penambahan aset usaha peternak sapi potong di Kabupaten Banyumas.This research aims to determine the relationship between length of farming and farmer commitment with the addition of beef cattle farming business assets in Banyumas Regency. This research was carried out using survey and observation methods in the field. Banyumas Regency was chosen using purposive sampling because it is one of the locations for developing beef cattle. The number of respondents was calculated based on the Slovin formula with a margin of error of 10%. The number of respondents involved in this research was 81 beef cattle breeders who were taken randomly. Data analysis used descriptive analysis and Spearman rank correlation. The results of the descriptive analysis show that the majority of breeders in the new category cultivate beef cattle (67.91%). Farmer commitment is in the medium category. The majority of breeders use livestock as a side business so the addition of assets is low. The results of the Spearman Rank correlation analysis show that there is a real but very weak relationship (0.017) between the length of farming and the addition of beef cattle farming business assets in Banyumas Regency and there is a real but very weak relationship (0.096) between the commitment of beef cattle breeders and the addition of business assets. beef cattle breeders in Banyumas Regency.
3981042145E1A018310IMPLEMENTASI HUKUM PENANGANAN GELANDANGAN PSIKOTIK DALAM UPAYA PENANGGULANGAN PENYAKIT MASYARAKAT
(Studi di Dinsospermades dan Setda Kab. Banyumas)
Keberadaan gelandangan psikotik mejadi masalah yang cukup mengganggu kenyamanan masyarakat sehingga perlu adanya penanggulangan agar tidak meresahkan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji implementasi hukum dan faktor-faktor apa saja yang cenderung memengaruhi implementasi hukum penanganan gelandangan psikotik dalam upaya penanggulangan penyakit masyarakat di Dinsospermades dan Setda Kab. Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pendekatan yuridis empiris. Jenis dan sumber data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui wawancara, studi kepustakaan, dan studi dokumenter. Metode pengolahan data dengan reduksi data, display data, dan kategorisasi data. Penyajian data dalam bentuk matriks kualitatif dan teks naratif. Analisis data dengan metode analisis isi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hukum penanganan gelandangan psikotik dalam penanggulangan penyakit masyarakat di Dinsospermades dan Setda Kab. Banyumas telah terlaksana namun belum maksimal. Hal ini dapat dilihat dari parameter yang meliputi: sesuainya kewenangan dalam penanganan gelandangan psikotik; baiknya mekanisme dan bentuk penanganan gelandangan psikotik; kurang baiknya Kerjasama dan koordinasi dalam penanganan gelandangan psikotik. Terdapat faktor pendukung dan faktor penghambat yang cenderung memengaruhi implementasi hukum penanganan gelandangan psikotik dalam upaya penanggulangan penyakit masyarakat. Faktor pendukung meliputi adanya pedoman yang cukup lengkap untuk penanganan; adanya bantuan pembiayaan perawatan dari pihak lain; upaya memaksimalkan SDM Satpol PP; adanya bantuan penanganan gelandangan psikotik dari komunitas Relawan ODGJ Banyumas;sedangkan faktor penghambatnya meliputi gelandangan psikotik tidak beridentitas; mindset gelandangan psikotik yang ingin terus menggelandang; keterbatasan jumlah dan kemampuan SDM Satpol PP; kesulitan berkoordinasi dengan instansi lain karena perbedaan jam kerja; administrasi yang cukup rumit. The existence of psychotic homeless is a problem that is quite disturbing to the comfort of the community so that it needs to be addressed so as not to disturb the community. This research aims to find out and examine the implementation of the law and what factors influence the implementation of the law for dealing with psychotic vagrants in efforts to overcome community diseases in the Dinsospermades and District Secretariat. Banyumas. This research is qualitative research with an empirical juridical approach method. The data sources used are primary data obtained through field interviews, and secondary data using primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data collection method was carried out using library research, the data obtained was presented in the form of narrative text, and the data analysis method used was the qualitative data analysis method. Based on the results of research interviews regarding the implementation of the law for dealing with psychotic vagrants, studies at the Dinsospermades and District Secretariat. From Banyumas it can be concluded that the implementation of the applicable legal basis is good, the handling of psychotic homeless by Dinsospermades and Satpol PP is good, and the mechanism for handling psychotic homeless is good. The factors that tend to influence implementation are supporting and inhibiting factors which include supporting factors, namely the existence of guidelines for handling and authority as the heading of implementation and handling, while the inhibiting factors are difficulties in vulnerable coordination between agencies in working together and administration that is complicated and requires time. long time in handling.
3981142199I1E019005POTENSI OBJEK WISATA PERENG CILONGOK SEBAGAI SARANA DAN PRASARANA PEMBELAJARAN DI LUAR KELAS BAGI SEKOLAH DASAR / SEDERAJATLatar belakang: Pembelajaran di luar kelas (outdoor learning) merupakan aktivitas luar sekolah yang berisi kegiatan di luar kelas / sekolah dan di alam bebas seperti: bermain di lingkungan sekolah, taman dan berkemah, objek wisata dan kegiatan yang bersifat kepetualangan. Objek wisata pereng memiliki ciri khas seperti pembuatan gula merah sebagai muatan lokal asal kecamatan cilongok.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian di laksanakan di wilayah objek wisata pereng cilongok, Dengan menggunakan instrumen observasi, wawancara, dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan informan siswa, guru, pengunjung umum, dan pamong desa.

Hasil penelitian: Objek wisata pereng memiliki faktor pendukung berupa fasilitas objek wisata yang sudah memadai, daya tarik wisata berupa keindahan alam, dan keamanan objek wisata. Namun, objek wisata pereng memiliki faktor penghambat yaitu akses jalan menuju objek wisata dan penujang objek wisata.

Kesimpulan: Objek Wisata Pereng Cilongok layak digunakan sebagai sarana dan prasarana pembelajaran di luar kelas. Pengunjung mendapatkan fasilitas untuk berenang, dan outbound, Pengunjung juga mendapatkan daya tarik keindahan alam dan terdapat taman bunga. Pengelolaan dan fasilitas yang sudah memadai untuk pembelajaran di luar kelas.
Background: Learning outside the classroom (outdoor learning) is an out-of-school activity which contains activities outside the classroom/school and in the wild, such as: playing in the school environment, parks and camping, tourist attractions and adventurous activities. The Pereng Cilongok tourist attraction has unique characteristics, such as making brown sugar, which is local content from Cilongok sub-district.
Methodology: This research uses a qualitative descriptive method, the research was carried out in the Pereng Cilongok tourist attraction area, using observation, interviews and documentation instruments. This research uses techniques purposive sampling with student informants, teachers, general visitors and village officials.
Research result: Pereng tourism objek have supporting factors in the form of adequate tourism object facilities, tourism object in the form of natural beauty, and tourism object security. However, the Pereng tourism object has inhibiting factors, namely road access to the tourism object and supporting tourism object.
Conclusion: The Pereng Cilongok tourism object is suitable for use as learning facilities and infrastructure outside the classroom. Visitors get facilities for swimming, and outbound, Visitors also get the attraction of natural beauty and there is a flower garden. Adequate management and facilities for learning outside the classroom.
3981242194A1D018077Pengaruh Dosis dan Waktu Pemberian Pupuk Terhadap Hara N, P, K, Si dan Produksi Tanaman Bawang Merah Pada Tanah InceptisolPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis dan waktu pemberian pupuk NZEO-SRPlus terhadap hara N, P, K, Si dan produksi bawang merah pada tanah Inceptisol, mengetahui pengaruh dosis pupuk NZEO-SRPlus terhadap serapan N bawang merah pada tanah Inceptisol, serta mengetahui pengaruh interaksi dosis dan waktu pemberian pupuk NZEO-SRPlus terhadap hara N, P, K, Si dan produksi bawang merah pada tanah inceptisol. Sampling dilakukan di Desa Pliken, Kecamatan Kembaran, Banyumas dan analisis dilaksanakan di Lab. Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Januari-November 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama dosis pupuk yang terdiri atas lima taraf. Faktor kedua waktu pemberian pupuk yang terdiri atas dua taraf. Variabel pengukuran meliputi pH H2O dan KCl, DHL, N-total, N-tersedia, Serapan N, P-total, K-total, Si-tersedia, bobot segar umbi, bobot kering umbi, dan jumlah total anakan. Hasil pengukuran dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf 5%, jika terdapat perbedaan nyata maka dianalisis dengan DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk NZEO-SRPlus memberikan peningkatan pada N-total dan N-tersedia. Pemberian dosis pupuk juga mempengaruhi kenaikan DHL pada tanah. Namun, pemberian dosis pupuk menurunkan nilai P-total tanah. Waktu pemberian 100% pupuk NZEO-SRPlus saat awal tanam menunjukkan peningkatan pada hara N-tersedia. Pemberian pupuk NZEO-SRPlus cenderung memberikan peningkatan serapan N bawang merah pada tanah inceptol dengan hasil tertinggi pada dosis pupuk 100 kg N/ha (D2) sebesar 0,036 g/tanaman. Interaksi perlakuan dosis dan waktu memberikan peningkatan terhadap Daya Hantar Listrik (DHL) dengan kombinasi terbaik dengan dosis 150 kg N/ha (D3) pada waktu pemberian 50% awal tanam + 50% hari setelah tanam (W2), dosis 50 kg N/ha (D1) dengan waktu pemberian 100% awal tanam (W1) untuk P-total, dosis 150 kg N/ha (D3) dengan waktu pemberian 100% awal tanam (W1) untuk N-total, dan dosis 50 kg N/ha (D1) dengan waktu pemberian 100% awal tanam (W1) untuk N-tersedia. This study aims to determine the effect of the dose and time of application of NZEO-SRPlus fertilizer on N, P, K, and Si nutrients and shallot production in Inceptisol soil, the effect of the NZEO-SRPlus fertilizer dose on shallot N uptake in Inceptisol soil, and the effect of the dose interaction and the timing of administration of the NZEO-SR Plus fertilizers on N-P, K, and Si nutrients and shallot production in inceptisol soil. Sampling was taken in Pliken Village, Kembaran District, Banyumas, and analysis was carried out at the Soil Science Lab, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, January–November 2022. The study used a completely randomized block design (RAKL) with two factors and three replications. The first factor is the dose of fertilizer, which consists of five levels. The second factor is the timing of fertilizer application, which consists of two levels. The measurement variables included pH of H2O and KCl, as well as DHL, total N, available N, N uptake, total P, total K, available Si, tuber fresh weight, tuber dry weight, and total number of tillers. The measurement results were analyzed using ANOVA at the 5% level; if there was a significant difference, it was analyzed by DMRT at the 5% level. The results of the study show that the NZEO-SRPlus fertilizer dose provides an improvement in the N-total and N-available. Fertilizer dosage also affects the increase in DHL in the soil. However, fertilizer dose decreases the total soil P-value. The time of administration of 100% NZEO-SRPlus fertilizer at the start of planting indicates an improvement in the N-availability rate. The administration of NZEO-SRPlus fertilizer tends to result in an increase in the absorption of N red garlic in the inceptol soil, with the highest result at a 100 kg N/ha (D2) fertilizing dose of 0.036 g/plant. The dose and time treatment interaction provides an improvement in Electrical Conducting Power (DHL) with the best combination of a dose of 150 kg N/ha (D3) at the time of 50% initial planting + 50% days after planting (W2), a dosage of 50 kg N/ha (D1) with a 100% original planting time (W1) for P-total, a dose of 150 kg N/Ha (D3) with a 100% initial plantation time (W1) for N-t Total, and a 50 kg dose of N/Ha (D1) with 100% early planting times (W1) for N-available.
3981342200K1B019061PERBANDINGAN KLASTERISASI DATA INDIKATOR KEMISKINAN MENGGUNAKAN METODE K-MEANS DAN
K-MEDOIDS DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2021
Kemiskinan merupakan sebuah kondisi di mana seseorang atau rumah tangga yang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan minimal atau yang layak untuk kehidupannya. Menurut Badan Pusat Statistika (BPS) pada bulan September 2021 tingkat kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah sebesar 11,25 % atau sebanyak 3,93 juta jiwa. Jumlah penduduk miskin yang sedemikian besarnya tentunya memerlukan evaluasi dan studi kasus yang dapat mengelompokkan kabupaten/kota untuk mengetahui persebaran penduduk miskin menurut indikator kemiskinan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengelompokkan kabupaten/kota menggunakan indikator-indikator kemiskinan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengelompokkan data yaitu dengan menggunakan analisis klaster. Pada penelitian ini akan dibandingkan dua metode analisis klaster yaitu metode K-Means dan K-Medoids pada data indikator kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah tahun 2021. Hasil yang diperoleh melalui metode K-Means hampir sama dengan metode K-Medoids. Hal ini terlihat dari nilai simpangan baku nya hampir sama yaitu 0,3454909 untuk metode K-Means dan 0,3433394 untuk metode K-Medoids. Dengan demikian, baik metode K-Means ataupun metode K-Medoids dapat digunakan untuk pengelompokan data indikator kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah tahun 2021.. Poverty is a condition where a person or household is unable to meet the minimum or adequate needs for life. According to the Central Statistics Agency (BPS), in September 2021 the poverty level in Central Java Province was 11.25% or 3.93 million people. Such a large number of poor people certainly requires evaluation and case studies that can group districts/cities to determine the distribution of poor people according to poverty indicators. The aim of this research is to group districts/cities using poverty indicators. One method that can be used to group data is by using cluster analysis. In this research, two cluster analysis methods will be compared, namely the K-Means and K-Medoids methods on poverty indicator data in Central Java Province in 2021. The results obtained through the K-Means method are almost the same as the K-Medoids method. This can be seen from the almost the same standard deviation value, namely 0.3454909 for the K-Means method and 0.3433394 for the K-Medoids method. Thus, both the K-Means method and the K-Medoids method can be used to group poverty indicator data in Central Java Province in 2021.
3981442201F1A018062Fanatisme Kelompok Suporter Persatuan Sepak Bola Indonesia Banyumas (PERSIBAS)Penelitian ini merupakan analisis terhadap fanatisme kelompok suporter Persibas yaitu Laskar Bombastik dan Ultras Knight Rebel sebagai salah satu suporter sepak bola di Indonesia menggunakan perspektif perilaku voluntaristik. Fanatisme yang dimaksud adalah kegemaran atau dukungan yang terlalu kuat dari kelompok suporter tersebut terhadap tim sepak bola Persibas Banyumas. Pada kedua kelompok suporter yaitu Laskar Bombastik dan Ultras Knight Rebel terjadi bentuk-bentuk fanatisme dalam mendukung Persibas Banyumas dan faktor yang memengaruhi terjadinya perilaku fanatisme dalam mendukung Persibas Banyumas. Tujuan penelitian ini antara lain: (1) mengetahui bentuk-bentuk fanatisme suporter Persibas Banyumas (2) mengetahui faktor yang memengaruhi perilaku fanatisme kelompok suporter ‘Laskar Bombastik dan Ultras Knight Rebel’ dalam mendukung tim Persibas Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di Kabupaten Banyumas yang menjadi basis kedua kelompok suporter tersebut. Subyek dalam penelitian ini adalah pengurus atau anggota kelompok suporter Persibas Banyumas. Metode pengumpulan data penelitian dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi data. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Penelitian ini di analisis menggunakan teori aksi dari Parsons. This research is an analysis of the fanaticism of Persibas supporters groups, namely Laskar Bombastik and Ultras Knight Rebel as one of the football supporters in Indonesia using the perspective of voluntaristic behavior. The fanaticism in question is the enthusiasm or support that is too strong from the supporters group for the Persibas Banyumas soccer team. In both supporter groups, Laskar Bombastik and Ultras Knight Rebel, there are forms of fanaticism in supporting Persibas Banyumas and factors that influence the occurrence of fanaticism behavior in supporting Persibas Banyumas. The objectives of this study include: (1) to know the forms of fanaticism of Persibas Banyumas supporters (2) to know the factors that influence the fanaticism behavior of the 'Laskar Bombastik and Ultras Knight Rebel' supporter groups in supporting the Persibas Banyumas team. This research uses qualitative research methods. The research location is in Banyumas Regency which is the base of the two supporters groups. The subjects in this research are administrators or members of the Persibas Banyumas supporters group. The research data collection method used observation, interviews and documentation. Data validity used is data triangulation. Data analysis techniques in this research include: data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing or verification. This research will be analyzed using Talcott Parsons' theory of action.
3981542202J1B019043Adaptasi Novel Dikta dan Hukum Karya Dhia'an Farah Ke Dalam Serial Drama Dikta dan HukumPenelitian ini berfokus pada proses ekranisasi novel Dikta dan Hukum karya Dhia’an Farah ke dalam serial drama “Dikta dan Hukum”. Aspek ekranisasi yang digunakan adalah penciutan, penambahan dan perubahan bervariasi. Objek yang digunakan adalah novel Dikta dan Hukum karya Dhia’an Farah yang terbit tahun 2021 dan serial drama “Dikta dan Hukum” yang tayang pada pertengan tahun 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah isi teks novel Dikta dan Hukum dan dialog serta unsur audiovisual serial drama “Dikta dan Hukum”. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya data yang berkaitan dengan tiga aspek ekranisasi yaitu penciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi. Perubahan ini mengakibatkan adanya perbedaan fokus utama pada novel Dikta dan Hukum dengan serial drama “Dikta dan Hukum”.This research focuses on the process of translating the novel Dikta dan Hukum by Dhia'an Farah into the drama series “Dikta dan Hukum”. The aspects of ecranisation used are reduction, addition and various changes. The objects used are the novel Dikta dan Hukum by Dhia'an Farah which will be published in 2021 and the drama series “Dikta dan Hukum” which will be broadcast in the middle of 2022. The method used in this research is a qualitative descriptive method. The research data sources are the text content of the novel Dikta dan Hukum and dialogues as well as audiovisual elements of the drama series “Dikta dan Hukum”. The result of this research is the discovery of data relating to three aspects of expansion, namely reduction, addition and varied changes. This change resulted in a difference in the main focus of the novel Dikta dan Hukum with the drama series "Dikta dan Hukum".
3981642203K1B019072PENERAPAN METODE REGRESI ROBUST ESTIMASI-M UNTUK KASUS DATA PDRB PERKAPITA PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2021
Pertumbuhan ekonomi dan distribusi pendapatan yang lebih merata diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu indikator terpenting untuk mengukur pertumbuhan ekonomi suatu daerah adalah nilai pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB). Besarnya produk domestik regional bruto (PDRB) di Jawa Tengah dapat diprediksi dengan menggunakan model regresi. Salah satu metode estimasi yang digunakan dalam model regresi linier adalah metode kuadrat terkecil (MKT). Penggunaan MKT menjadi kurang tepat apabila tedapat pelanggaran asumsi klasik yang disebabkan oleh adanya pencilan pada data. Metode regresi robust estimasi-M dapat digunakan untuk mengatasi pencilan pada data. Pada penelitian ini, metode regresi robust
estimasi-M diterapkan pada kasus data PDRB perkapita kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah tahun 2021. Fungsi pembobot yang digunakan yaitu fungsi pembobot Tukey bisquare, dan fungsi pembobot Huber Nilai adjusted R-squared dan
mean squared error (MSE) digunakan untuk menentukan kriteria model yang terbaik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa regresi robust estimasi-M dengan fungsi pembobot Huber merupakan estimasi parameter yang optimal dalam menentukan model terbaik. Hal ini disebabkan fungsi pembobot Huber memiliki nilai adjusted R-squared yang lebih tinggi daripada fungsi pembobot Tukey bisquare, dan fungsi pembobot Huber memiliki MSE yang lebih rendah daripada fungsi pembobot Tukey bisquare.
Economic growth and a more even distribution of income are needed to improve social welfare. One of the most important indicators for measuring the economic growth of a region is the growth value of the gross regional domestic product (GRDP). The size of the gross regional domestic product (GRDP) in Central Java can be predicted using a regression model. One of the estimation methods used in linear regression models is the LS method. The use of LS method becomes less appropriate if there is a violation of classical assumptions caused by outliers in the data. The M-estimation robust regression method can be used to solve outliers problem in the data. In this study, the M-estimation robust regression method was applied to the case of district or city GDP per capita data in Central Java Province in 2021. The weighting functions used were the Tukey bisquare weighting function and the Huber weighting function. The adjusted R-squared value and mean squared error (MSE) are used to determine the criteria for the best model. Based on the research results, it can be concluded that robust M-estimation regression with the Huber weighting function is the optimal parameter estimate for determining the best model. This is because the Huber weighting function has a higher adjusted R-squared value than the bisquare Tukey weighting function, and the Huber weighting function has a lower MSE than the bisquare Tukey weighting function.
3981744794C1L020005Pengaruh Implementasi Kurikulum Merdeka, Kreativitas Guru, Dan Metode Pembelajaran Peer Teaching Terhadap Motivasi BelajarTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh implementasi kurikulum merdeka, kreativitas guru, dan metode pembelajaran peer teaching (tutor sebaya) terhadap motivasi belajar. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Akuntansi Keuangan Lembaga (AKL) SMK Negeri 1 Purwokerto yang berjumlah 176 siswa pada tahun pelajaran 2023/2024. Jumlah responden adalah 125 siswa yang diambil secara random dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa implementasi kurikulum merdeka berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa kelas XI AKL SMK Negeri 1 Purwokerto; kreativitas guru berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa kelas XI AKL SMK Negeri 1 Purwokerto; metode pembelajaran peer teaching berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa kelas XI AKL SMK Negeri 1 Purwokerto. Berdasarkan hasil penelitian variabel implementasi kurikulum merdeka memiliki pengaruh terbesar terhadap motivasi belajar.The purpose of this study was to analyze the effect of the implementation of an independent curriculum, teacher creativity, and peer teaching (peer tutor) learning methods on learning motivation. This research is a survey research with a quantitative approach. The population in this study were class XI students of Institutional Financial Accounting (AKL) SMK Negeri 1 Purwokerto, totaling 176 students in the 2023/2024 academic year. The number of respondents was 125 students who were taken randomly using simple random sampling technique. The results of research and data analysis show that the implementation of an independent curriculum has a positive effect on the learning motivation of students in class XI AKL SMK Negeri 1 Purwokerto; teacher creativity has a positive effect on the learning motivation of students in class XI AKL SMK Negeri 1 Purwokerto; peer teaching learning method has a positive effect on the learning motivation of students in class XI AKL SMK Negeri 1 Purwokerto. Based on the research results, the independent curriculum implementation variable has the greatest influence on learning motivation.
3981842205A1A019071Tingkat Kepuasan Petani Cabai Rawit Merah
terhadap Pelayanan Pasar Lelang Guyub Rukun
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: sistem lelang; persentase tingkat kepuasan petani cabai rawit merah terhadap pelayanan Pasar Lelang Cabai Guyub Rukun; prioritas perbaikan atribut pelayanan Pasar Lelang Cabai Guyub Rukun; dan rekomendasi guna meningkatkan kualitas pelayanan Pasar Lelang Cabai Guyub Rukun. Penelitian ini dilaksanakan secara observasi dan wawancara menggunakan kuesioner dengan skala likert 1-5. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dan kuantitatif deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling diperoleh sampel sebanyak 50 petani cabai rawit merah. Data yang digunakan dalam penelitian ini aitu data sekunder dan data primer yang diolah dengan metode Customer Satifsfaction Index (CSI) dan Index Performance Analysis (IPA). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Pasar Lelang Guyub Rukun dalam pelaksanaannya menggunakan sistem tertutup dengan penyelesaian dengan sistem spot. Adapun nilai CSI diperoleh sebesar 79,07 persen yang menunjukkan bahwa petani cabai rawit merah puas dengan kualitas pelayanan Pasar Lelang Guyub Rukun. Hasil analisis IPA diperoleh 2 atribut yang menjadi prioritas utama perbaikan di antaranya pemberian bantuan subsidi berupa saprodi dan ketanggapan pengelola pasar lelang dalam memproses pembayaran kepada petani. Rekomendasi perbaikan yang dapat dilakukan yaitu penerapan sistem kas untuk menunjang operasional pasar lelang serta sarana pembiayaan bagi petani yang membutuhkan bantuan pinjaman modal. Perbaikan proses pembayaran dapat dilakukan dengan alternatif berupa pembuatan peraturan atau tata tertib pembayaran serta keterlibatan dari Dinas Pertanian setempat dan lembaga penegak hukum dalam hal pengawasan.This study aims to analyze: auction system; the percentage of satisfaction level of red cayenne pepper farmers with the service of the Guyub Rukun Chili Auction Market; priority of improving service attributes of the Guyub Rukun Chili Auction Market; and recommendations to improve the service quality of the Guyub Rukun Chili Auction Market. This study was conducted by observation and interview using questionnaires with a Likert scale of 1-5. The methods used in this study are descriptive qualitative and quantitative methods. Sampling was carried out using the purposive sampling method, samples were obtained from 50 red cayenne pepper farmers. The data used in this study are secondary data and primary data processed by the Customer Satifsfaction Index (CSI) and Index Performance Analysis (IPA) methods. The results of the IPA analysis obtained 2 attributes that became the main priorities for improvement, including the provision of subsidy assistance in the form of saprodi and the responsiveness of auction market managers in processing payments to farmers. Recommendations for improvements that can be made are the implementation of a cash system to support auction market operations and financing facilities for farmers who need capital loan assistance. Improvement of the payment process can be done alternatively in the form of making rules or payment rules as well as involvement from the local Agriculture Office and law enforcement agencies in terms of supervision.
3981942206E1A019191PEMALSUAN IDENTITAS SEBAGAI ALASAN BATALNYA PERKAWINAN
(Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Nomor 751/Pdt.G/2023/PA.Kab.Kdr)
Pembatalan perkawinan merupakan batalnya suatu perkawinan karena tidak memenuhi syarat perkawinan. Salah satu penyebab terjadinya pembatalan perkawinan adalah karena adanya pemalsuan identitas, seperti dalam perkara mengenai pembatalan perkawinan pada Pengadilan Agama Kabupaten Kediri dengan Nomor Putusan 751/Pdt.G/2023/PA.Kab.Kdr. Pembatalan perkawinan terjadi karena pemalsuan identitas yang dilakukan oleh Termohon I yang mengaku masih jejaka, padahal kenyataannya masih berstatus sebagai suami sah dari perempuan lain.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan perkara permohonan pembatalan perkawinan pada Putusan Nomor 751/Pdt.G/2023/PA.Kab.Kdr. serta untuk mengetahui akibat hukum dari pembatalan perkawinan pada kasus tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dengan metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan yang disajikan dalam bentuk teks naratif dengan metode analisis normatif kualitatif .
Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data dapat disimpulkan bahwa pertimbangan hukum hakim pada Putusan Nomor 751/Pdt.G/2023/PA.Kab.Kdr hanya mendasarkan pada Pasal 22 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 71 huruf a Kompilasi Hukum Islam. Menurut penulis, untuk memperkuat putusan tersebut hakim dapat menambahkan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Pasal 9 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 serta Pasal 23 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 73 huruf c Kompilasi Hukum Islam sebagai pertimbangan hukumnya. Akibat hukum atas pembatalan perkawinan terhadap perkara ini adalah putusnya hubungan suami istri antara Termohon I dan Termohon II. Sehingga status diri Termohon I dan Termohon II kembali seperti semula dimana keduanya seolah-olah tidak pernah melangsungkan perkawinan.
Marriage cancellation is the cancellation of a marriage because it does not fulfill the conditions for a valid marriage. One of the causes of marriage cancellation is because of the identity forgery, as in the case regarding the marriage cancellation at the Kediri Regency Religious Court Decision Number 751/Pdt.G/2023/PA.Kab.Kdr. The cancellation of marriage in this case occured due to identity forgery by Respondent I who claimed to be unmarried young man, when in reality he still had the status of the legal husband of another woman.
The study aims to find out the basic legal considerations of judges in deciding cases for cancellation of marriage in decision number 751/Pdt.G/2023/PA.Kab.Kdr and to find out the legal consequences of cancellation of marriage in that case. The reseacrh method used is normative juridical with prescriptive analytical research specifications. The data source used is secondary data with data collection method using on literature studies which is presented in the form of narrative text with analysis method qualitative normative.
Based on the result of the research and data analysis, it can be concluded that the legal considerations of the judges in Decision Number 751/Pdt.G/2023/PA.Kab.Kdr. are only based on Article 22 of Law Number 1 of 1974 in conjuction with Article 71 letter a Compilation of Islamic Law. According to the researcher, to strengthen the decision the judge can add Article 3 of Law Number 1 of 1974 and Article 9 of Law Number 1 of 1974 and also Article 23 letter c of Law Number 1 of 1974 in conjuction with Article 73 letter c Compilation of Islamic Law. The legal consequence of marriage cancellation in this case is the termination of the husband and wife relationship between Respondent I and Respondent II. So that the status of the first and second respondent returned into its original status, as if they had never been married.
3982044527B1A019109VIABILITAS ISOLAT BAKTERI LG50 TERENKAPSULASI YOGHURT PADA MODEL SALURAN PENCERNAAN
SECARA IN VITRO
Isolat BAL LG50 asal sedimen mangrove Pantai Logending berpotensi digunakan sebagai agensia probiotik karena menunjukkan aktivitas antimikroba dan memiliki karakteristik yang sesuai dengan genus Lactobacillus. Syarat sebagai agensia probiotik isolat LG50 harus memiliki ketahanan terhadap cairan asam lambung dan cairan usus halus, salah satunya dengan terenkapsulasi yoghurt. Enkapsulasi merupakan proses menjebak suatu zat (zat aktif) ke dalam zat lain (bahan dinding). Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui bagaimana viabilitas isolat BAL LG50 pada kondisi pH saluran pencernaan (lambung dan usus halus) ketika dienkapsulasi pada minuman fermentasi yoghurt. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang dilakukan secara terpisah dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu jenis inokulum BAL dan faktor kedua yaitu variasi pH. Masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak tiga kali sehingga terdapat 36 unit percobaan. Data hasil persentase viabilitas pada simulasi asam lambung dan simulasi usus halus dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan inokulum bakteri A1 (campuran LG50, L. acidophilus dan S. thermophilus), A2 (campuran L. acidophilus dan S. thermophilus) dan A3 (isolat LG50) menunjukkan viabilitas yang tinggi pada simulasi asam lambung dan usus halus. Total BAL LG50 setelah terenkapsulasi yoghurt sebesar 3,1 × 10^9 CFU/mL.Viabilitas isolat BAL LG50 terenkapsulasi yoghurt pada simulasi asam lambung yaitu memiliki viabilitas sebesar 84,93% pada pH 3 dan sebesar 85,76% pada pH 4. Viabilitas isolat BAL LG50 terenkapsulasi yoghurt pada simulasi usus halus yaitu memiliki viabilitas sebesar 90% pada pH 7 dan sebesar 89,1% pada pH 8. LAB isolate LG50 from logending beach mangrove sediments has the potential to be used as a probiotic agent because it shows antimicrobial activity and has characteristics that correspond to the genus Lactobacillus. The requirements for a probiotic agent, LG50 isolate, must be resistant to gastric acid and small intestine fluids, one of which is encapsulated yoghurt. Encapsulation is the process of trapping a substance (active substance) into another substance (wall material). The aim of this research is to determine the viability of LAB isolate LG50 at the pH conditions of the digestive tract (stomach and small intestine) when encapsulated in fermented yoghurt drinks. This research using the Completely Randomized Design (CRD) factorial pattern method which was carried out separately with 2 factors. The first factor is the type of LAB inoculum and the second factor is pH variation with 4 test levels on gastric pH (P1:pH 3 and P2:pH 4) and small intestine pH (P3:pH 7 and P4:pH 8). Each treatment was repeated three times so that there were 36 experimental units. The independent variables observed were the type of LAB inoculum and pH variations, while the dependent variable observed was the viability of the LAB isolate. The main parameter measured was the percentage of viability of LAB isolates and the supporting parameter was the number of cells of LAB isolates. Data on the percentage of viability results in the stomach acid simulation and small intestine simulation were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at a confidence level of 95% and continued with the Least Significant Difference (LSD) test. The results showed that bacterial inoculum A1 (a mixture of LG50, L. acidophilus and S. thermophilus), A2 (a mixture of L. acidophilus and S. thermophilus) and A3 (isolate of LG50) showed high viability in simulated stomach and small intestine acids. The total LAB LG50 after being encapsulated in yoghurt was
3,1 × 10^9 CFU/mL. The viability of LAB LAB LG50 isolates encapsulated in yoghurt in simulated stomach acid had a viability of 84.93% at pH 3 and 85.76% at pH 4 . The viability of the yoghurt-encapsulated LAB LG50 isolate in the small intestine simulation had a viability of 90% at pH 7 and 89.1% at pH 8.