Artikelilmiahs
Menampilkan 39.921-39.940 dari 48.907 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 39921 | 44536 | E1A020005 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAO PERBUATAN MELAWAN HUKUM ATAS PENGUASAAN TANAH TANPA PERSETUJUAN PEMILIK TANAH (Studi Putusan Nomor 334/Pdt/2023/PT MDN) | Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya tindakan penguasaan tanah tanpa hak yang dilakukan oleh Sondang Pasaribu dan Mariana Sitompul selaku Para Terbanding semula Tergugat yang melakukan Perbuatan Melawan Hukum berupa menguasai tanah milik Pembanding semula Penggugat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam mengkualifisir kriterium perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Para Terbanding semula Tergugat dan menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam mengkualifisir bentuk ganti kerugian yang harus dibayarkan kepada Pembanding semula Penggugat. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif analitis. Data bersumber dari data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan dengan menggunakan metode analisis normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, Majelis Hakim belum secara jelas mempertimbangkan kriterium perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Para Terbanding semula Tergugat. Penulis berpendapat bahwaTerbanding semula Tergugat terbukti melakukan Perbuatan Melawan Hukum dan memenuhi kriterium Perbuatan Melawan Hukum yaitu melanggar hak subyektif orang lain berupa hak milik atas tanah dan bertentangan dengan kewajiban hukumnya sendiri berlandaskan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria Pasal 20 dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 51 Tahun 1960 tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin Yang Berhak Atau Kuasanya Pasal 2. Dalam hasil penelitian ditemukan Majelis Hakim belum secara jelas mempertimbangkan apakah syarat-syarat mengajukan ganti kerugian bahwa syarat kumulatif dalam Pasal 1365 telah terpenuhi agar dapat mengajukan ganti kerugian ke hadapan pengadilan, dan Penulis berpendapat bahwa gugatan Pembanding semula Penggugat telah memenuhi syarat-syarat sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 KUH Perdata yaitu adanya perbuatan melawan hukum, kerugian yang diderita secara kumulatif Rp. 10.600.000.000,00 (sepuluh milyar enam ratus juta rupiah), adanya kesalahan dari pihak Para Terbanding semula Tergugat, dan adanya hubungan kausal antara kerugian yang diderita dan tindakan Para Terbanding semula Tergugat. Perbuatan Melawan Hukum, Penguasaan Tanah Tanpa Hak, Ganti Rugi | This research is motivated by the act of unlawful possession of land committed by Sondang Pasaribu and Mariana Sitompul as the original Defendants who uprooted, burned various perennials that had been planted by the original Plaintiff Appellant resulting in the losses suffered. This study aims to analyze the legal considerations of the judges in qualifying the criteria for tortious acts committed by the Defendants and to analyze the legal considerations of the judges in qualifying the form of compensation to be paid to the Plaintiff. This research uses a normative juridical approach with prescriptive analytical research specifications. Data is sourced from secondary data. The data collection method was carried out by literature study, using a qualitative normative analysis method. Based on the results of research and discussion, the Panel of Judges has not clearly considered the criteria for unlawful acts committed by the Respondents. The author is of the opinion that the Defendants were proven to have committed a tortious act and fulfilled the criteria of a tortious act, namely violating the subjective rights of others in the form of property rights to land and contrary to their own legal obligations based on Law Number 5 of 1960 concerning Basic Regulations on Agrarian Principles Article 20 and Government Regulation in Lieu of Law Number 51 of 1960 concerning Prohibition of Use of Land without the Permission of the Rightful Owner or his Proxy Article 2. In the research results it was found that the Panel of Judges had not clearly considered whether the requirements for applying for compensation that the cumulative requirements in Article 1365 had been fulfilled in order to apply for compensation before the court, and the author is of the opinion that the lawsuit of the Appellant, originally the Plaintiff, has fulfilled the requirements as stipulated in Article 1365 of the Civil Code, namely the existence of unlawful acts, losses suffered cumulatively Rp. 10,600,000,000.00 (ten billion six hundred million rupiah), the existence of fault on the part of the Appellants, originally the Defendants, and the existence of a causal relationship between the losses suffered and the actions of the Appellants, originally the Defendants. Keywords: Unlawful Acts, Land Tenure Without Rights, Compensation | |
| 39922 | 45251 | F1F020048 | Diplomasi Ekonomi Korea Selatan melalui New Southern Policy dalam Bidang Industri Otomotif di Indonesia pada Tahun 2018-2023. | Skripsi ini menganalisis “Diplomasi Ekonomi Korea Selatan melalui New Southern Policy dalam Bidang Industri Otomotif di Indonesia pada Tahun 2018-2023”. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk untuk menjelaskan implementasi kebijakan New Southern Policy sebagai diplomasi ekonomi Korea Selatan di Indonesia terhadap bidang industri otomotif di Indonesia pada tahun 2018-2023. New Southern Policy atau NSP merupakan kebijakan luar negeri Korea Selatan yang dibentuk untuk mendiversifikasi resiko politik dan ketergantungan Korea Selatan terhadap empat negara kekuatan besar (Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, dan Rusia melalui peningkatan hubungan dengan negara-negara di kawasan Selatan tepatnya di negara-negara Asia Tenggara dan India. NSP juga dibentuk serta untuk mengurangi dampak perang dagang Amerika Serikat - Tiongkok terhadap perekonomian Korea Selatan. Korea Selatan dibawah kepemimpinan Presiden Moon Jae in kemudian menjadikan NSP sebagai alat diplomasi ekonomi di negara-negara sasaran NSP salah satunya di Indonesia. Korea Selatan kemudian melakukan diplomasi ekonomi dengan NSP di Indonesia pada berbagai sektor ekonomi termasuk pada sektor industri otomotif. Skripsi ini menggunakan konsep Diplomasi Ekonomi tepatnya untuk menganalisis implementasi diplomasi ekonomi Korea Selatan melalui NSP. Pada penelitian ini penulis menggunakan 3 elemen diplomasi ekonomi untuk menganalisis diplomasi ekonomi Korea Selatan melalui NSP di negara-negara sasaran NSP dan menggunakan 4 pilar diplomasi ekonomi untuk menganalisis diplomasi ekonomi Korea Selatan melalui NSP dalam bidang industri otomotif di Indonesia pada tahun 2018-2023. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dan menggunakan sumber data sekunder berupa studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah Korea Selatan telah mengimplementasikan 3 elemen diplomasi ekonomi melalui NSP di negara-negara Asia Tenggara. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Korea Selatan telah melaksanakan 4 pilar diplomasi ekonomi yaitu perdagangan, investasi, bantuan luar negeri, dan transfer teknologi terhadap industri otomotif di Indonesia. | This thesis analyzes "South Korea's Economic Diplomacy through the New Southern Policy in the Automotive Industry Sector in Indonesia in 2018-2023". The aim to be achieved in this research is to explain the implementation of the New Southern Policy as South Korea's economic diplomacy in Indonesia towards the automotive industry in Indonesia in 2018-2023. New Southern Policy or NSP is South Korea's foreign policy which was formed to diversify South Korea's political risks and dependence on four major powers (the United States, China, Japan and Russia) through improving relations with countries in the Southern region, specifically in the South. Southeast Asian countries and India. South Korea then carried out economic diplomacy with NSP in Indonesia in various economic sectors and one of them was the automotive industry sector which will be explained in this research. This thesis uses the concept of Economic Diplomacy precisely to analyze the implementation of South Korea's economic diplomacy through the NSP. In this research the author uses 3 elements of economic diplomacy by van Bergeick to analyze South Korea's economic diplomacy through NSP in NSP target countries and uses 4 pillars of economic diplomacy by Sukawarsini Djelantik to analyze South Korea's economic diplomacy through NSP in the automotive industry in Indonesia in 2018-2023. This type of research is descriptive and uses secondary data sources in the form of literature studies obtained through books, scientific journals, news and internet networks. | |
| 39923 | 42292 | A1A019100 | Kontribusi Pendapatan Padi Organik Bersertifikat terhadap Pendapatan Rumah Tangga Petani di Desa Dawuhan dan Desa Kalisube Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas | Usahatani padi organik bersertifikat adalah proses budidaya padi tanpa menggunakan bahan-bahan kimia untuk melestarikan ekosistem dan menghasilkan produk yang bermanfaat bagi lingkungan serta telah mendapatkan sertifikasi resmi dari lembaga yang berwenang. Pelaksanaan pengembangan padi organik bersertifikat di Desa Dawuhan dan Desa Kalisube memiliki kendala yaitu sempitnya kepemilikan lahan garapan petani dan harga jual gabah kering giling yang tergolong rendah menunjukan indikasi terhadap sumbangan pendapatan rumah tangga juga rendah. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui besar biaya, penerimaan, dan pendapatan padi organik bersertifikat di Desa Dawuhan dan Desa Kalisube Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas, 2) Mengetahui besarnya kontribusi pendapatan petani padi organik terhadap pendapatan rumah tangga di Desa Dawuhan dan Desa Kalisube Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan Juni 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus pada kelompok tani Marsudi Among Tani dan Sida Mukti. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode sensus. Analisis data yang digunakan yaitu analisis biaya usahatani, analisis penerimaan usahatani, analisis pendapatan usahatani, analisis pendapatan rumah tangga, dan analisis kontribusi pendapatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa total biaya rata-rata padi organik bersertifikat selama satu musim tanam sebesar Rp2.139.567, penerimaan rata-rata sebesar Rp5.773.319, dan memperoleh rata-rata pendapatan sebesar Rp3.633.752. Besarnya kontribusi pendapatan padi organik bersertifikat terhadap pendapatan rumah tangga petani sebesar 33 persen. | Certified organic rice farming is the process of cultivating rice without using chemicals to preserve the ecosystem and produce products that are beneficial to the environment and have received official certification from authorized institutions. The implementation of certified organic rice development in Dawuhan Village and Kalisube Village has constraints, namely the narrowness of farmers' cultivated land ownership and the relatively low selling price of milled dry grain, indicating that the contribution to household income is also low. This study aims to 1) To determine the cost, revenue, and income of certified organic rice in Dawuhan Village and Kalisube Village, Banyumas District, Banyumas Regency, 2) To determine the contribution of organic rice farmers' income to household income in Dawuhan Village and Kalisube Village, Banyumas District, Banyumas Regency. This research was conducted during June 2023. The research method used was a case study of the Marsudi Among Tani and Sida Mukti farmer groups. The sampling method used was the census method. The data analysis used was farming cost analysis, farm income analysis, farm income analysis, household income analysis, and income contribution analysis. The results showed that the total average cost of certified organic rice during one growing season amounted to Rp2.139.567, average revenue of Rp5.773.319, and obtained an average income of Rp3.633.752. The contribution of certified organic rice income to farmer household income was 33 percent. | |
| 39924 | 42293 | C1B019105 | DETERMINAN NIAT MEMBELI KEMBALI PRODUK HIJAU SKINCARE LEAFHEA PADA GENERASI MILENIAL DI PURWOKERTO | Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sikap terhadap merek produk hijau dan kepercayaan terhadap produk hijau terhadap kecintaan terhadap merek hijau dan niat membeli kembali produk hijau. Selain itu, studi ini juga menguji pengaruh kecintaan terhadap produk hijau terhadap niat membeli kembali produk hijau. Studi ini dilakukan dengan metode survei terhadap 200 konsumenprodukhijauSkincaremerek LeafheadiPurwokertodenganpendekataninsidental sampling. Analisis data dengan menggunakan metode PLS SEM dengan bantuan software SmartPLS versi 3.0. Hasil penelitian ini memberikan temuan empiris bahwa (1) sikap berpengaruh positif terhadap kecintaan terhadap merek produk hijau Skincare Leafhea, (2) kepercayaan terhadap produk hijau berpengaruh positif terhadap niat membeli kembali produk hijau, (3) sikap konsumen terhadap produk hijau Skincare Leafheaberpengaruh positif terhadap niat membeli kembali produk hijau, (4) kepercayaan terhadap produk hijau tidak berpengaruh terhadap niat membeli kembali produk hijau, (5) kecintaan merek produk hijau berpengaruh positif terhadap niat membeli kembali produk kembali. | This study aims to analyze the influence of attitude towards green product brands and trust in green products on love for green brands and green product repurchase intentions. In addition, this study also examines the effect of love for green products on green product repurchase intentions. This study was conducted using a survey method on 200 consumers of Leafhea brand green skincare products in Purwokerto with an incidental sampling approach. Data analysis using PLS SEM method with the help of SmartPLS software version 3.0. The results of this study provide empirical findings that (1) attitude has a positive effect on love for the Leafhea Skincare green product brand, (2) trust in green products has a positive effect on green product repurchase intentions, (3) consumer attitudes towards Leafhea Skincare green products have a positive effect on green product repurchase intentions, (4) trust in green products has no effect on green product repurchase intentions, (5) green product brand love has a positive effect on product repurchase intentions. back. | |
| 39925 | 42294 | F1C019077 | Pemberdayaan E-Commerce di Kampung Digital Desa Tunjungmuli Kecamatan Karangmoncol Purbalingga | Abstrak Komerce merupakan sebuah organisasi yang kini berkembang menjadi start-up dengan berkolaborasi bersama pembisnis online dan UMKM dengan memberdayakan talent di bidang digital marketing untuk membantu optimasi bisnis secara remote. Program pemberdayaan yang dilaksanakan Komerce berfokus untuk mendidik dan melatih masyarakat agar berkompeten serta memiliki daya saing sehingga dapat mengurangi laju urbanisasi khususnya di Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi strategi komunikasi pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Komerce, untuk mengetahui peran stakeholder dalam implementasi komunikasi pemberdayaan masyarakat di Komerce, serta mengetahui faktor penghambat dan faktor pendorong implementasi strategi pemberdayaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang dengan metode observasi, wawancara serta dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan tiga aspek pemberdayaan masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi strategi Komerce mencakup beberapa aspek yaitu sosialisasi hingga pembentukan kelompok, pelatihan, upgrading skill, pembentukan kurikulum serta evaluasi. Strategi pemberdayaan di Komerce diimplementasikan dengan melakukan pelatihan serta evaluasi yang dilakukan secara berkala. Pelatihan atau diklat yang dilaksanakan terdiri dari dua tahapan yakni diklat dasar serta diklat berjenjang. Pada aspek upgrading skill, belum berjalan dengan maksimal karena tidak diimplementasikan secara terjadwal. Komerce merupakan sebuah organisasi yang kini berkembang menjadi start-up dengan berkolaborasi bersama pembisnis online dan UMKM dengan memberdayakan talent di bidang digital marketing untuk membantu optimasi bisnis secara remote. Program pemberdayaan yang dilaksanakan Komerce berfokus untuk mendidik dan melatih masyarakat agar berkompeten serta memiliki daya saing sehingga dapat mengurangi laju urbanisasi khususnya di Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi strategi komunikasi pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Komerce, untuk mengetahui peran stakeholder dalam implementasi komunikasi pemberdayaan masyarakat di Komerce, serta mengetahui faktor penghambat dan faktor pendorong implementasi strategi pemberdayaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang dengan metode observasi, wawancara serta dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan tiga aspek pemberdayaan masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi strategi Komerce mencakup beberapa aspek yaitu sosialisasi hingga pembentukan kelompok, pelatihan, upgrading skill, pembentukan kurikulum serta evaluasi. Strategi pemberdayaan di Komerce diimplementasikan dengan melakukan pelatihan serta evaluasi yang dilakukan secara berkala. Pelatihan atau diklat yang dilaksanakan terdiri dari dua tahapan yakni diklat dasar serta diklat berjenjang. Pada aspek upgrading skill, belum berjalan dengan maksimal karena tidak diimplementasikan secara terjadwal. | Abstract Komerce is an organization that now has developed into a start-up by collaborating with online businesses and MSMEs by empowering talent in the digital marketing field to help optimize business remotely. The empowerment program implemented by Komerce focuses on educating and training people in Karangmoncol to be competent and competitive so that they can increase income and reduce the rate of urbanization in Tunjungmuli Village, Karangmoncol District. In practice, Komerce has a strategy that is implemented to assist the process of empowerment activities to continue to improve the skills of human resources who have joined. This research aims to describe the implementation of the community empowerment communication strategy carried out by Komerce, to determine the role of stakeholders in the implementation of community empowerment communication in Komerce, as well as to determine the inhibiting and driving factors for implementing the empowerment strategy in Komerce. This research uses a qualitative descriptive method with data collection techniques carried out using observation, interviews and documentation methods and then analyzed using three aspects of community empowerment. The results of this research show that the implementation of the Commercial strategy includes several aspects, namely socialization to group formation, training, upgrading skills, curriculum formation and evaluation. The empowerment strategy at Komerce is implemented by conducting regular training and evaluations. The training consists of two stages, namely basic training and tiered training. In the aspect of upgrading skills, it has not run optimally because it has not been carried out on a scheduled basis. | |
| 39926 | 42295 | J0A020004 | Translating A Webtoon Comic by Dito Satrio Suryonugroho Entitled ‘Jajan Squad’ | Laporan praktik kerja ini berjudul “Translating A Webtoon Comic By Dito Satrio Suryonugroho Entitled ‘Jajan Squad’”. Kegiatan praktik kerja ini dilaksanakan dari tanggal 17 Juli sampai dengan 25 Agustus 2023. Tujuannya untuk menerjemahkan komik web “Jajan Squad” karya Dito Satrio Suryonugroho dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris, menjelaskan proses dan teknik dalam penerjemahan, menjelaskan kendala-kendala selama penerjemahan, serta memberi solusi untuk mengatasi kendala dalam penerjemahan. Metode yang digunakan adalah observation dan literature study. Dalam observation yang dilakukan adalah mengobservasi kegiatan pengumpulan data salah satu diantaranya yaitu membaca beberapa komik yang ada di aplikasi Webtoon. Lalu, selanjutnya menentukan komik web yang digunakan sebagai objek terjemahan. Selanjutnya adalah metode literature study. Kegiatan mengumpulkan data transkrip Bahasa Indonesia dari komik web “Jajan Squad” sebagai data primer yang diperoleh dengan cara membaca. Selanjutnya, dialog tersebut ditulis dalam bentuk tabel. Kemudian, transkrip bahasa indonesia diterjemahkan ke dalam bahasa inggris. Terdapat 11 teknik penerjemahan (dari 18) yang digunakan untuk menerjemahkan komik. Antara lain: adaptasi, amplifikasi, peminjaman, kompensasi, deskripsi, kesepadanan lazim, literal, modulasi, reduksi, transposisi, dan variasi. Selama kegiatan penerjemahan kendalanya adalah sulitnya menemukan padanan kata interjeksi dari bahasa sumber ke bahasa sasaran dan sulitnya menemukan pengoreksi. Selain itu, ada beberapa kesalahan tanda baca dari teks sumber di Webtoon. Dari kendala tersebut dapat diatasi dengan beberapa solusi yaitu, menggunakan internet untuk mencari variasi dari interjeksi, mencari proofreader melalui media sosial ataupun perantara teman, dan membaca ulang naskah komik web dari teks sumber serta mengedit bagian teks yang memiliki kesalahan tanda baca. | This job training report is entitled " Translating A Webtoon Comic by Dito Satrio Suryonugroho Entitled ‘Jajan Squad’". The job training activity was carried out from July 17 to August 25, 2023. The purpose is to translate the web comic "Jajan Squad" by Dito Satrio Suryonugroho from Indonesian into English, explain the process and techniques in translation, explain the obstacles during translation, and explain the solutions to overcome obstacles in translation. The methods used are observation and literature study. The observation involves observing data collection activities, one of which is reading several comics in the webtoon application. Then, the next is determining web comics used as the translation object. Next, in the literature study method. The activities collected Indonesian transcript data from the web comic "Jajan Squad" as primary data obtained by reading. Further, the dialog is written in table. Then, the Indonesian transcript is translated into English. There are 11 translation technique (out of 18) used to translate the comic. They are adaptation, amplification, borrowing, compensation, description, established equivalence, literal, modulation, reduction, transposition, and variation. During the translation activity, the obstacles are the difficulty to find the right interjection words from the source language to the target language and the difficulty to find a proofreader. In addition, there are some punctuation errors from the source text in Webtoon. These obstacles can be overcome with several solutions, namely, using the internet to find variations of interjections, looking for proofreaders through social media or friends, and rereading web comic scripts from the source text and editing parts of the text that have punctuation errors. | |
| 39927 | 42296 | C1C019045 | Pengaruh Dewan Komisaris, Dewan Direksi, dan Komite Audit terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Barang Konsumen Primer yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2022) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dewan komisaris, dewan direksi, dan komite audit terhadap kinerja keuangan perusahaan dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor barang konsumen primer yang terdaftar di BEI tahun 2020-2022. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi data panel dan analisis regresi moderasi (MRA) menggunakan software Eviews versi 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dewan komisaris berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. Sedangkan, dewan direksi dan komite audit tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. Ukuran perusahaan mampu memoderasi pengaruh dewan komisaris terhadap kinerja keuangan perusahaan. Namun, ukuran perusahaan tidak mampu memoderasi pengaruh dewan direksi dan komite audit terhadap kinerja keuangan perusahaan. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan memahami urgensi dewan komisaris, dewan direksi, komite audit, dan ukuran perusahaan dalam upaya meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Bagi investor diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan berinvestasi. | The purpose of this study is to analyze the effect of the board of commissioners, board of directors and audit committee on company financial performance with company size as a moderating variable. This study uses a quantitative approach method. The population in this study are all consumer non-cyclicals sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2020-2022. Samples were taken using purposive sampling technique. The data analysis technique used are panel data regression analysis and moderated regression analysis (MRA) using Eviews 12. The results of the study show that the board of commissioners has an effect on the company's financial performance. Meanwhile, the board of directors and audit committee have no effect on the company's financial performance. Company size is able to moderate the effect of the board of commissioners on the company's financial performance. However, company size is not able to moderate the effect of the board of directors and audit committee on the company's financial performance. The implications of this research is that it can increase knowledge and understand the urgency of the board of commissioners, board of directors, audit committee, and company size as an effort to improve the company's financial performance. It is hoped that this research can be used as consideration for investors in making investment decisions. | |
| 39928 | 42297 | J0B020017 | Panduan Cetak Penerbangan Internasional Berbahasa Mandarin Dengan Metode Komunikatif Di Bandara Internasional Yogyakarta | Laporan praktik kerja ini berjudul “Panduan Cetak Penerbangan Internasional Berbahasa Mandarin Dengan Metode Komunikatif Di Bandara Internasional Yogyakarta”. Kegiatan praktik kerja dilakukan di Bandara Internasional Yogyakarta pada tanggal 1 Oktober 2022 – 31 Maret 2023. Tujuan dilaksanakan praktik kerja ini adalah menghasilkan panduan penerbangan internasional di Bandara Internasional Yogyakarta dalam bahasa Mandarin, guna meningkatkan pelayanan. Latar belakang praktik kerja ini adalah banyak penumpang berbahasa mandarin tetapi belum tersedia panduan penumpang penerbangan internasional di Bandara Internasional Yogyakarta dalam bahasa Mandarin. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam praktik kerja ini adalah metode observasi, wawancara, studi pustaka, dan jelajah internet. Dalam proses penerjemahan dokumen panduan penerbangan internasional penulis menggunakan metode komunikatif. Metode ini digunakan agar dokumen hasil terjemahan sesuai dengan tata bahasa Bsa yaitu bahasa Mandarin, sehingga panduan penerbangan internasional yang mudah dipahami oleh penumpang berbahasa Mandarin. Hasil dari laporan praktik kerja ini adalah panduan penumpang penerbangan internasional berbahasa Mandarin dalam bentuk cetak, yang digunakan sebagai media pusat informasi bagi penumpang berbahasa Mandarin. | This work practice report is entitled "Print Guide for International Flights in Mandarin Using Communicative Methods at Yogyakarta International Airport". Work practice activities were carried out at Yogyakarta International Airport on 1 October 2022 – 31 March 2023. The aim of carrying out this work practice was to produce an international flight guide at Yogyakarta International Airport in Mandarin, in order to improve service. The background to this work practice is that many passengers speak Mandarin but there is no international flight passenger guide available at Yogyakarta International Airport in Mandarin. The data collection methods used in this work practice are observation, interviews, literature study and internet browsing. In the process of translating international flight guide documents, the author uses communicative methods. This method is used so that the translated documents comply with the TL grammar, namely Mandarin, so that international flight guides are easily understood by Mandarin-speaking passengers. The result of this work practice report is a printed Mandarin-language international flight passenger guide, which is used as an information center for Mandarin-speaking passengers. | |
| 39929 | 44537 | J1B020028 | KONFRONTASI PATRIARKI DI SUMBA: STRATEGI POLITIK DALAM NOVEL PEREMPUAN YANG MENANGIS KEPADA BULAN HITAM KARYA DIAN PURNOMO | Penelitian ini mengungkap permasalahan praktik adat yang menempatkan perempuan pada posisi kurang ideal dan belum mencapai posisi sentral dalam kerangka adat. Peneliti berusaha menemukan strategi perempuan di tengah adat dan budaya lokal, menyoroti sikap, dan pandangan mereka dalam menghadapi budaya patriarki. Metode penelitian feminist reader digunakan untuk menganalisis strategi tokoh utama dalam novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam oleh Dian Purnomo mengenai tradisi Kawin Tangkap di Sumba. Tokoh utama menggunakan strategi politik untuk memperjuangkan hak perempuan, dengan bergerak secara komunal bersama organisasi, bukan hanya untuk sumber daya tambahan, tetapi juga dukungan advokasi yang lebih luas dalam menghadapi tantangan tradisi. | This research reveals issues arising from customary practices that place women in less-than- ideal positions and have not yet attained a central role within the customary framework. The researcher seeks to identify women's strategies within local customs and culture, highlighting their attitudes and perspectives in confronting patriarchal culture. The feminist reader research method is utilized to analyze the strategies of the main character in the novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam by Dian Purnomo regarding the Kawin Tangkap tradition in Sumba. The main character employs political strategies to advocate for women's rights, moving communally with organizations not only to gain additional resources but also to garner broader advocacy support in facing the challenges posed by tradition. | |
| 39930 | 42254 | D1A019112 | KORELASI ANTARA TINGKAT MORTALITAS DENGAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN (PBB) DAN FEED CONVERTION RATIO (FCR) PADA AYAM NIAGA PEDAGING | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara tingkat mortalitas dengan PBB dan FCR ayam niaga pedaging. Sasaran penelitian berupa enam flock pada kandang closed house di CV Serayu Farm 2 yang berada di Desa Losari, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas dengan populasi total 130.500 ekor ayam niaga pedaging strain cobb yang dipelihara selama 34 hari. Data yang diperoleh kemudian diuji dengan uji korelasi bivariat metode pearson product moment untuk menguji korelasi antar variabel. Hasil uji menunjukkan korelasi negatif yang sangat nyata antara tingkat mortalitas dengan PBB karena koefisien signifikansi < 0,01 (0,009 < 0,01) dan nilai pearson korelasi sebesar -0,923. Korelasi antara tingkat mortalitas dengan FCR mempunyai korelasi positif sangat kuat yang searah karena nilai koefisien signifikansi < 0,05 (0,048 < 0,05) dan nilai pearson korelasi sebesar 0,815. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peningkatan tingkat mortalitas ayam akan menghasilkan penurunan PBB dan peningkatan FCR. | This study aims to determine the correlation between mortality rate with weight gain and FCR of commercial broilers. The research targets were six flocks in closed house cages at CV Serayu Farm 2 located in Losari Village, Rawalo District, Banyumas Regency with a total population of 130,500 commercial broilers of cobb strain raised for 34 days. The data obtained were then tested with the bivariate correlation test using the pearson product moment method to test the correlation between variables. The test results showed a highly significant negative correlation between mortality rate and weight gain because the significance coefficient was <0.01 (0.009 <0.01) and the pearson correlation value was -0.923. The correlation between mortality rate and FCR had a very strong positive correlation in the same direction because the significance coefficient was <0.05 (0.048 <0.05) and the pearson correlation value was 0.815. The conclusion of this study is that increasing the chicken mortality rate will result in a decrease in weight gain and an increase in FCR. | |
| 39931 | 44799 | H1D018059 | SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN KACAMATA TERBAIK MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) | Sistem pendukung keputusan (SPK) dibangun menjadi solusi dari sebuah masalah atau peluang. Sistem Pendukung Keputusan diartikan juga sebagai sistem informasi berbasis komputer yang fleksibel, interaktif dan dapat diadaptasi, yang dikembangkan untuk mendukung solusi untuk masalah manajemen spesifik yang tidak terstruktur. SPK pada penelitian ini digunakan untuk pengguna kacamata. Banyaknya pengguna kacamata yang masih merasa kesulitan dalam memilih kacamata terbaik untuk dipakai. Metode yang digunakan dalam penelitiian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Dalam implementasinya, penelitian ini menggunakan Bahasa Pemrograman PHP dan Javascript serta menggunakan framework laravel. Penelitian ini memakai beberapa kriteria, sub kriteria dan alternatif untuk perangkingan hasil penentuan kacamata terbaik untuk pengguna. Hasil dari penelitian ini akan dijadikan bahan referensi dan platform pendukung dalam pemilihan kacamata terbaik untuk pengguna. Sistem pendukung keputusan pemilihan kacamata terbaik menggunakan AHP ini dapat digunakan melalui website. | Decision support systems (DSS) are built to be a solution to a problem or opportunity. Decision Support Systems are also defined as flexible, interactive and adaptable computer-based information systems, which are developed to support solutions to specific, unstructured management problems. SPK in this study was used for glasses users. Many glasses users still find it difficult to choose the best glasses to wear. The method used in this research uses the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. In its implementation, this research uses the PHP and Javascript programming languages and uses the Laravel framework. This research uses several criteria, sub-criteria and alternatives to rank the results of determining the best glasses for users. The results of this research will be used as reference material and a supporting platform in selecting the best glasses for users. The decision support system for selecting the best glasses using AHP can be used via the website. | |
| 39932 | 42299 | F1C018091 | STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN TELAGA RANJENG DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN | Telaga Ranjeng merupakan salah satu telaga dari beberapa telaga yang ada di daerah Kabupaten Brebes, Selain itu, terdapat mitos pula mengenai larangan untuk mengambil ikan-ikan yang ada di sana. Apabila ada yang melanggar maka akan mengakibatkan orang yang mengambil terkena musibah seperti penyakit hingga kematian. Sebagai tempat wisata, tentu saja Telaga Ranjeng berusaha untuk dapat terus mengundang wisatawan. Salah satunya tentu menggunakan strategi komunikasi pemasaran. Meskipun merupakan tempat wisata, terdapat satu hal yang menarik yaitu fakta bahwa telaga ini termasuk dalam cagar alam. Artinya, telaga ini harus tetap lestari. Pengrusakan apapun tidak dapat ditolerir. Bahkan, terdapat mitos-mitos seperti yang sudah dijelaskan tadi agar menjaga kelestarian alamnya. Penelitian kali ini akan mencari tahu perihal bagaimana proses komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh pengelola dan juga Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) dalam memasarkan Telaga Ranjeng agar dapat mengundang wisatawan. Namun, terdapat poin tambahan dalam penelitian ini. Yaitu bagaimana mengundang wisatawan namun tetap harus menjaga kelestarian alamnya karena Telaga Ranjeng merupakan Cagar Alam, Telaga Ranjeng terkenal akan mitos yang dirasa cukup menakutkan dan juga suasana mistis yang kental. Penelitian mengenai strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh pengelola Telaga Ranjeng merupakan suatu penelitian kualitatif dengan menggunakan dua konsep pemasaran yaitu AIDA dan juga teori Integrated Marketing Communication (IMC). | Ranjeng Lake is one of several lakes in the Brebes Regency area. Apart from that, there is also a myth regarding the prohibition on taking fish there. If someone violates it, it will result in the person taking it suffering from disasters such as illness and even death. As a tourist spot, of course Telaga Ranjeng tries to continue to attract tourists. One of them is of course using marketing communication strategies. Even though it is a tourist spot, there is one interesting thing, namely the fact that this lake is included in a nature reserve. This means that this lake must remain sustainable. Any damage cannot be tolerated. In fact, there are myths as explained earlier in order to preserve nature. This research will find out how the marketing communication process is carried out by the management and also the Pokdarwis (Tourism Awareness Group) in marketing Ranjeng Lake so that it can attract tourists. However, there are additional points in this research. Namely how to invite tourists but still have to preserve nature because Ranjeng Lake is a nature reserve, Ranjeng Lake is famous for its myths which are quite scary and also has a strong mystical atmosphere. Research on marketing communication strategies carried out by the management of Telaga Ranjeng is a qualitative research using two marketing concepts, namely AIDA and Integrated Marketing Communication (IMC) theory. | |
| 39933 | 42300 | E1B019002 | SETTLEMENT OF THE CRIMINAL ACTION OF ABUSE THROUGH RESTORATIVE JUSTCE AT THE INVESTIGATION STAGE AT THE BANYUMAS CITY RESORT POLICE (Study Case Of Abuse At Banyumas City Resort Police) | Tindak pidana penganiayaan adalah perilaku sewenang-wenang dalam rangka menyakiti atau menindas seseorang yang mengakibatkan rasa sakit atau luka pada anggota badan orang lain. Hal ini terjadi di Polresta Banyumas berdasarkan data dari bulan Januari tahun 2022 hingga bulan Mei tahun 2023 terdapat 4 (empat) perkara tindak pidana penganiayaan yang berhasil dilakukan dengan penyelesaian Restorative Justice salah satunya yang menjadi bahan penelitian peneliti dengan Nomor Berkas Perkara: BP/06-83/VII/2022/Reskrim. Dalam perkara tersebut telah terjadi tindak pidana penganiayaan dengan korban GSD dan tersangka RHS yang terbukti secara sah telah melakukan suatu tindak pidana penganiayaan dengan penyelesaian berdasarkan Restorative Justice. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan hambatan yang dihadapi dalam penyelesaian Restorative Justice terhadap perkara tindak pidana penganiayaan pada tahap penyidikan di Polresta Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Jenis dan sumber bahan hukum dalam penelitian ini berasal dari data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyelesaian perkara tindak pidana penganiayaan melalui Restorative Justice pada tahap penyidikan di Polresta Banyumas sudah sesuai dengan ketentuan Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Restorative Justice. Hambatan yang dihadapi penyidik Polresta Banyumas dalam menyelesaikan perkara tindak pidana penganiayaan melalui Restorative Justice pada tahap penyidikan terdapat dalam faktor fasilitas, faktor masyarakat dan faktor kebudayaan. | The crime of abuse is arbitrary behavior in order to harm or oppress someone who causes pain or injury to the limbs of another person. This happened at Banyumas City Police Resort based on data from January 2022 to May 2023, there were 4 (four) cases of criminal abuse that were successfully resolved with Restorative Justice, one of which became the research material for researchers with Case File Number: BP/06-83/VII/2022/Reskrim. In this case there was a criminal offense of abuse with the victim GSD and the suspect RHS who was legally proven to have committed a criminal offense of abuse with a settlement based on Restorative Justice. The purpose of this research is to find out the process and obstacles faced in the settlement of Restorative Justice against criminal abuse cases at the investigation stage at Banyumas City Resort Police. This research uses a juridical sociological approach with descriptive analytical research specifications. The types and sources of legal materials in this research come from primary data and secondary data. The data obtained was analyzed using a qualitative analysis method. The results showed that the process of resolving abuse cases through Restorative Justice at the investigation stage at the Banyumas City Resort Police was in accordance with the provisions of the Regulation of the Indonesian National Police Number 8 of 2021 concerning Handling Crimes Based on Restorative Justice. The obstacles faced by Banyumas City Resort Police Investigators in resolving abuse cases through Restorative Justice at the investigation stage are facility factors, social factors and cultural factors. | |
| 39934 | 42301 | H1D018065 | PENGEMBANGAN GAME INTERAKTIF PENGENALAN HURUF HIJAIYAH DENGAN MENGGUNAKAN METODOLOGI GAME DEVELOPMENT LIFE CYCLE (GDLC) UNTUK ANAK USIA DINI | Berdasarkan data yang mencemaskan bahwa sekitar 65% umat Islam di Indonesia tidak dapat membaca Al-Qur'an dan jumlah pengguna gadget yang terus meningkat, terdapat tantangan signifikan dalam memberikan pendidikan pembacaan huruf Hijaiyah kepada anak usia dini. Di satu sisi, gadget dapat menjadi alat pembelajaran yang efektif, tetapi di sisi lain, penggunaan yang berlebihan dapat memiliki dampak negatif pada perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan solusi pembelajaran yang menarik dan efektif bagi anak-anak usia dini dengan mengembangkan game interaktif berbasis teknologi, khususnya dalam memahami dan mengingat huruf Hijaiyah. Melalui pendekatan ini, diharapkan anak-anak dapat belajar dengan cara yang menyenangkan dan berkesan, meningkatkan keterampilan membaca huruf Hijaiyah, dan menghindari kebosanan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini mengadopsi Metodologi Game Development Life Cycle (GDLC) untuk mengembangkan permainan interaktif yang disebut "Hijaiyah Challenge". Game ini dikombinasikan dengan teknologi Augmented Reality untuk memadukan pembelajaran fisik dan teknologi. Pengembangan permainan ini melibatkan tahapan analisis kebutuhan, desain, pengembangan, uji coba, dan penyesuaian berdasarkan respon pemain. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian, "Hijaiyah Challenge" terbukti berhasil membantu anak-anak usia dini untuk mengenal dan mempelajari huruf Hijaiyah melalui proses bermain sambil belajar dengan persentase peningkatan sejumlah 34.26%. Metode GDLC memungkinkan penyesuaian game dengan kebutuhan pemain, sehingga game ini mudah diterima dan efektif dalam meningkatkan pemahaman huruf Hijaiyah. Diharapkan bahwa solusi pembelajaran ini dapat menjadi alternatif yang inovatif dan efektif untuk membantu anak-anak usia dini dalam mengenal Al-Qur'an melalui penggunaan teknologi yang sesuai dan mendidik. Kata kunci: Game Edukasi, Huruf Hijaiyah, Anak Usia Dini, GDLC, AR | Based on the alarming data that about 65% of Muslims in Indonesia cannot read the Qur'an and the ever-increasing number of gadget users, there are significant challenges in providing Hijaiyah recitation education to early childhood. On the one hand, gadgets can be an effective learning tool, but on the other hand, overuse can have a negative impact on a child's development. This research aims to create an interesting and effective learning solution for early childhood by developing technology-based interactive games, especially in understanding and remembering Hijaiyah letters. Through this approach, it is expected that children can learn in a fun and memorable way, improve reading skills of Hijaiyah letters, and avoid boredom in the learning process. This research adopts the Game Development Life Cycle (GDLC) Methodology to develop an interactive game called "Hijaiyah Challenge". This game is combined with Augmented Reality technology to integrate physical learning and technology. The development of this game involves the stages of needs analysis, design, development, testing, and adjustment based on player responses. Based on the results and discussion of the research, "Hijaiyah Challenge" proved to be successful in helping early childhood to recognize and learn Hijaiyah letters through the process of playing while learning with a percentage increase of 34.26%. The GDLC method allows customization of the game to the player's needs, so the game is easily accepted and effective in improving the understanding of Hijaiyah letters. It is hoped that this learning solution can be an innovative and effective alternative to help early childhood in recognizing the Qur'an through the use of appropriate and educational technology. Keywords: Educational Game, Hijaiyah Letters, Early Childhood, GDLC, AR. | |
| 39935 | 42302 | F1A020091 | Pendekatan Media Alternatif untuk Mendukung Pendidikan Seks yang Komprehensif Bagi Anak di Sekolah Hompimpaa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas | Keberadaan pendidikan seks seringkali dianggap sebagai hal yang tabu. Hal ini menjadi tanda bahwa masyarakat tidak terbuka terhadap fenomena yang bisa berdampak pada banyak hal. Sepanjang mempunyai dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak, maka pendidikan seksual harus disajikan dalam bentuk yang komprehensif. Selain itu, pendidikan seksual dalam hal ini menggunakan media alternatif berupa Kokoru dan cerita anak untuk mencoba melawan tabu dan keraguan orang tua terhadap lembaga pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi permasalahan pendidikan seks di Sekolah Hompimpaa. Proses ini akan menjawab pertanyaan bagaimana kondisi pendidikan seks di Sekolah Hompimpaa, dan kemudian menciptakan alternatif media pembelajaran yang komprehensif. Dengan menggunakan metode kualitatif, artikel ini mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara dengan para pendiri, fasilitator dan orang tua di Hompimpaa School. Yang menjadi landasan artikel ini adalah keprihatinan penulis terhadap kebingungan orang tua dalam menyikapi tumbuh kembang anak seiring berkembangnya arus informasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan seksual sebaiknya dilakukan sejak usia dini. Hal ini dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena sosial yang merugikan generasi mendatang. Pemanfaatan media berupa Kokoru dan cerita anak dapat menjadi alternatif pendidikan seksual yang melibatkan sinergi antara orang tua, anak dan fasilitator di sekolah. | The existence of sex education is often considered a taboo subject. This is a sign that society is not open to a phenomenon that could have implications for many things. As long as it has a long-term impact on children's growth and development, sexual education must be presented in a comprehensive form. Apart from that, sexual education in this case uses alternative media in the form of Kokoru and children's stories to try to fight taboos and parental doubts about educational institutions. The aim of this research is to explore the issue of sex education at Hompimpaa School. This process will answer the question of what the condition of sex education is at Hompimpaa School, and then create comprehensive alternative learning media. Using qualitative methods, this article collects data through observations and interviews with the founders, facilitators and parents at Hompimpaa School. The basis of this article is the author's concern regarding parents confusion in responding to children's growth and development as the flow of information develops. The results of this research indicate that sexual education should be carried out from an early age. This is motivated by the rise of social phenomena that are detrimental to future generations. The use of media in the form of Kokoru and children's stories can be an alternative sexual education that involves synergy between parents, children and facilitators at school. | |
| 39936 | 42303 | F1A020079 | Ketidakadilan Perempuan: Representasi Perempuan Sebagai Objek pada Film Dokumenter Keep Sweet, Pray and Obey | Perempuan dan laki-laki adalah setara. Namun, stereotip yang muncul di masyarakat memposisikan perempuan memiliki sifat lemah dan harus tunduk kepada laki-laki. Salah satu bentuk ketidakadilan perempuan adalah objektifikasi. Film Keep Sweet, Pray and Obey menggambarkan objektifikasi kepada perempuan melalui narasi agama. Tujuan tulisan ini adalah untuk menjelaskan gambaran bentuk objektifikasi perempuan dalam film Keep Sweet Pray and Obey. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif-interpretatif untuk menganalisa lapisan makna yang menggambarkan perempuan terobjektifikasi. Teknik analisis data yang akan digunakan dalam artikel ini adalah semiotika model Roland Barthes. Hasil pembahasan ini, laki-laki dan perempuan seolah terbatas akan penampilan yang terkonstruksi dalam kultur budayanya. Kemungkinan terjadinya bentuk-bentuk penindasan tidak menjadi perhatian khusus masyarakat luas. Pada tataran film ini menunjukan perjuangan perempuan sebagai korban penindasan dan poligami yang dianggap di luar batas kewajaran. Konotasi tersebut membawa mitos tentang perempuan yang ditindas dogma agama dimana perempuan harus patuh dan mengorbankan dirinya sendiri sebagai perempuan. | Women and men are equal. However, stereotypes that emerge in society position women as weak and must be submissive to men. One form of injustice against women is objectification. The films Keep Sweet, Pray and Obey depict the objectification of women through religious narratives. The purpose of this article is to explain the depiction of women's objectification in the films Keep Sweet Pray and Obey. This article uses qualitative-interpretive research methods to analyze the layers of meaning that describe objectified women. The data analysis technique that will be used in this article is Roland Barthes' semiotic model. The results of this discussion show that men and women seem to be limited by the appearance that is constructed in their culture. The possibility of other forms of oppression is not of particular concern to the wider community. At the level of this film, it shows the struggle of women as victims of oppression and polygamy which is considered beyond normal limits. This connotation carries the myth of women being oppressed by religious dogma where women must obey and sacrifice themselves as women. | |
| 39937 | 42304 | F1D020070 | PRAKTIK OLIGARKI PASCAREFORMASI PADA KASUS PROYEK MEIKARTA | Proyek Meikarta merupakan mega proyek yang menuai banyak kontroversi di masyarakat terkait dengan aspek pembangunan dan pengaruh pengembang Lippo Group terhadap pemerintah daerah Kabupaten Bekasi. Peneliteian ini bertujuan untuk mengkaji praktik oligarki dalam hubungan antara pihak Meikarta dan pemerintah daerah Kabupaten Bekasi. Peneliteian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik studi pustaka untuk memahami secara mendalam tentang praktik oligarki serta karakteristik oligarki di Indonesia pascareformasi dalam kasus proyek Meikarta. Hasil peneliteian mengungkapkan bahwa praktik oligarki pascareformasi dalam kasus Meikarta menunjukkan sifat yang predatoris. Hal ini terlihat dari usaha pihak Meikarta yang menggunakan sumber daya ekonominya untuk menghindari atau menolak regulasi yang telah ada. | The Meikarta project is a mega project that has attracted a lot of controversy in the community related to the development aspects and the influence of Lippo Group developers on the local government of Bekasi Regency. This research aims to examine oligarchic practices in the relationship between Meikarta and the Bekasi Regency local government. This research uses a qualitative approach with literature study techniques to understand in depth about oligarchic practices and oligarchic characteristics in post-reform Indonesia in the case of the Meikarta project. The results of the study revealed that the practice of post-reform oligarchy in the Meikarta case showed a predatory nature. This can be seen from Meikarta's efforts to use its economic resources to avoid or reject existing regulations. | |
| 39938 | 42305 | C1C017111 | DETERMINAN MINAT MAHASISWA MENJADI KONSULTAN PAJAK | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh motivasi pengetahuan perpajakan, pertimbangan pasar kerja, dan penghargaan finansial terhadap minat menjadi konsultan pajak. Teknik pengambilan sampel yang dipilih adalah non probability sampling dengan purposive sampling. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang telah mengambil mata kuliah Perpajakan I atau Sistem Perpajakan Indonesia. Total populasi dalam penelitian ini berjumlah 1.041 mahasiswa. Jumlah kuesioner yang dapat diolah dalam penelitian ini sebanyak 110 forms. Teknik analisis data menggunakan model Structural Equation Model (SEM) dengan software SmartPLS 4.0. Pengujian hipotesis menggunakan mekanisme bootstrapping. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Motivasi Pengetahuan Perpajakan berpengaruh signifikan terhadap Minat Menjadi Konsultan Pajak, (2) Pertimbangan Pasar Kerja berpengaruh signifikan terhadap Minat Menjadi Konsultan Pajak, dan (3) Penghargaan Finansial berpengaruh signifikan terhadap Minat Menjadi Konsultan Pajak. | This study aims to examine the effect of tax knowledge motivation, labor market considerations, and financial rewards on interest in becoming a tax consultant. The sampling technique chosen is non-probability sampling with purposive sampling. The respondents in this study were active Bachelor of Accounting students, Faculty of Economics and Business, Jenderal Soedirman University and Muhammadiyah Purwokerto University who had taken Taxation I or Indonesian Taxation System courses. The total population in this study amounted to 1.041 students. The number of questionnaires that can be processed in this study is 110 forms. Data analysis techniques use Structural Equation Model (SEM) models with SmartPLS 4.0 software. Hypothesis testing uses bootstrapping mechanisms. The results of this study show: (1) Motivation of Tax Knowledge has a significant effect on Interest in Becoming a Tax Consultant, (2) Job Market Considerations have a significant effect on Interest in Becoming a Tax Consultant, and (3) Financial Rewards has a significant effect on Interest in Becoming a Tax Consultant. | |
| 39939 | 44538 | J1B020042 | TEMA KELUARGA DALAM LIRIK LAGU ALBUM SELAMAT ULANG TAHUN KARYA NADIN AMIZAH | ABSTRAK Dalam sebuah masyarakat, keluarga merupakan unit kelompok terkecil yang bersifat primer. Sebagai bagian dari kebudayaan, keluarga juga kerap direpresentasikan ke dalam sebuah karya. Pada penelitian ini, tema keluarga ditemukan dalam lirik lagu pada album Selamat Ulang Tahun karya Nadin Amizah. Lirik lagu tersebut berjudul (1) “Bertaut”, yang mengungkapkan keterikatan batin antara ibu dan anak, (2) “Kanyaah”, yang mendeskripsikan rasa sayang seorang ibu kepada anaknya, (3) “Paman Tua”, yang menceritakan tentang sosok ayah dalam keluarga, (4) “Mendarah”, menceritakan tentang keluarga yang tidak tinggal dalam satu rumah dan (5) “Taruh”, menceritakan tentang dampak emosional bagi anak yang orang tuanya bercerai. Analisis makna keluarga dalam lirik lagu ini menggunakan teori semiotika Riffaterre yang berfokus pada pembacaan heuristik, menghasilkan makna sesuai tata bahasa normatif yang merujuk pada makna yang terdapat dalam KBBI dan hermeneutik, menghasilkan makna berdasarkan interpetasi awal. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif yang fokus pada paparan kalimat tanpa angka. Kata kunci: keluarga, lirik lagu, Nadin Amizah, Semiotika Riffaterre. | ABSTRACK In society, the family stands as the fundamental unit, playing a privotal role in sultural dynamics. Representations of familial themes within the lyrics of Nadin Amizah’s album Selamat Ulang Tahun. The examined songs include (1) “Bertaut”, exploring the emotional bond between mother and child, (2) “Kanyaah”, depicting a mother’s profound affection for her offspring, (3)”Paman Tua”, narrating the paternal figure’s role within the family, (4) “Mendarah”, illustrating fragmented familial structures, and (5) “Taruh”, elucidating the emotional ramifications of parental separantion on children. Utilizing Riffaterre’s semiotic theory, this analysis focuses on heuristic readings to uncover meanings congruent with normative linguistic structures as found in the Great Dictionary of Indonesian Language (KBBI) and employs hermeneutics to derive interpretations from initial impressions. Employing a qualitative descriptive methodology, this research emphasizes sentence exposition devoid of numerical analysis. Keywords: family, song lyrics, Nadin Amizah, Riffaterre’s semiotics | |
| 39940 | 42306 | A1F019073 | Pengaruh Proporsi Tepung Ubi Jalar Putih dan Tepung Terigu serta Penambahan Variasi Jenis Pati terhadap Karakteristik Kimia dan Sensoris Crackers | Tepung terigu merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat Indonesia dengan jumlah produksi cukup tinggi, namun tidak semua individu dapat mencernanya dikarenakan terdapat kandungan gluten. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan crackers, dengan menggunakan alternatif bahan selain tepung terigu, yaitu tepung ubi jalar putih dengan beberapa perbandingan proporsi dan dilakukan penambahan variasi jenis pati (pati ubi jalar putih, maizena, atau tapioka) untuk mendukung terbentuknya karakteristik sensoris yang diharapkan yaitu rasa asin, tekstur yang renyah, warna kuning kecokelatan, dan disukai. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh proporsi tepung ubi jalar putih dan tepung terigu, serta penambahan variasi jenis pati terhadap karakteristik kimia crackers, (2) mengetahui pengaruh proporsi tepung ubi jalar putih dan tepung terigu, serta penambahan variasi jenis pati terhadap karakteristik sensoris crackers, (3) menentukan kombinasi proporsi tepung ubi jalar putih dan tepung terigu, serta penambahan variasi jenis pati yang terbaik. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan faktor yang diteliti yaitu proporsi tepung ubi jalar putih dan tepung terigu (% b/b) dengan taraf T1 (25 : 75), T2 (50: 50), T3 (75 : 25), dan T4 (100 : 0) dan penambahan variasi jenis pati (P) dengan taraf P1 (pati ubi jalar putih), P2 (pati jagung/maizena), dan P3 (pati singkong/tapioka). Pada penelitian ini dilakukan pengamatan berupa karakteristik kimia yaitu kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat (by difference), dan karakteristik sensoris crackers yaitu atribut rasa, tekstur, warna, dan tingkat kesukaan. Hasil pengujian variabel kimia dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan’s Range Multiple Test (DMRT) pada taraf α=5%. Adapun hasil pengujian variabel sensoris dianalisis menggunakan uji Friedman. Penentuan perlakuan terbaik berdasarkan kadar protein terendah dan tekstur yang renyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi tepung ubi jalar putih yang semakin tinggi akan menurunkan kadar protein crackers, sedangkan proporsi tepung ubi jalar putih terhadap kadar air, kadar abu, kadar lemak, dan kadar karbohidrat relatif sama. Penambahan jenis pati ubi jalar putih menghasilkan crackers dengan kadar lemak tertinggi sebesar 18,09%, diikuti penambahan jenis pati maizena menghasilkan kadar lemak sebesar 17,74%, dan penambahan jenis pati tapioka menghasilkan kadar lemak terendah sebesar 17,11%. Kombinasi proporsi tepung ubi jalar putih yang semakin rendah dengan penambahan jenis pati tapioka akan meningkatkan kerenyahan crackers dan tingkat kesukaannya. Kombinasi proporsi tepung ubi jalar putih yang semakin rendah dengan penambahan jenis pati maizena akan meningkatkan kecerahan warna crackers. Kombinasi perlakuan terbaik yaitu T4P2 (proporsi tepung ubi jalar putih 100% dan penambahan jenis pati maizena) yang memiliki kadar protein sebesar 0,83%, kadar air sebesar 3,5%, kadar abu sebesar 2,23%, kadar lemak 17,62%, dan kadar karbohidrat sebesar 75,5%, dengan tekstur agak renyah (skor 3), rasa sedikit asin (skor 3,67), warna cokelat kekuningan (skor 3,33) dan agak disukai (skor 3,07). | Wheat flour is one of the basic needs of the Indonesian people with a high level of total production, but not all individuals can digest it due to gluten content. In this research, crackers were made using alternative ingredients besides wheat flour, namely white sweet potato flour with several proportions and the addition of various types of starch (white sweet potato starch, cornstarch, or tapioca) to support the formation of the expected sensory characteristics, namely salty taste, crunchy texture, yellow-brown color, and preference. This research is aimed to (1) determine the effect of the proportion of white sweet potato flour and wheat flour, and adding various types of starch on the chemical characteristics of crackers, (2) determine the effect of the proportion of white sweet potato flour and wheat flour, and adding various types of starch on the sensory characteristics of crackers, (3) determine the best combination of proportions of white sweet potato flour and wheat flour, as well as the addition of various types of starch. The experimental design which is used in this research is a Completely Randomized Design (CRD), with the factors researched being the proportion of white sweet potato flour and wheat flour (% w/b) at the level of T1 (25: 75), T2 (50: 50), T3 (75: 25), and T4 (100: 0) and the addition of various types of starch (P) at the level of P1 (white sweet potato starch), P2 (corn starch/maizena), and P3 (cassava starch/tapioca). In this research, observations were made in the form of chemical characteristics, namely moisture content, ash content, fat content, protein content, carbohydrate content (by difference), and crackers sensory characteristics, namely taste attributes, texture, color, and preference.The result of chemical variables test were analyzed using ANOVA and Duncan's Range Multiple Test (DMRT) at the α = 5% level. The results of sensory variables test were analyzed using the Friedman test. Determining the best treatment based on the lowest protein content and crunchy texture. The results of the research showed that the higher proportion of white sweet potato flour will reduce the protein content of crackers, while the proportion of white sweet potato flour on water content, ash content, fat content, and carbohydrat content was relative same. The addition of various types of white sweet potato starch produces crackers with the highest fat content of 18,09%, followed by the addition of cornstarch which produces fat content of 17,74%, and the addition of tapioca produces the lowest fat content of 17,11%. The combination of the lower proportion of white sweet potato flour and the adding of various types of tapioca starch will increase the crunchiness of the crackers texture and its liking level. The combination of the lower proportion of white sweet potato flour and the adding of various types of cornstarch will increase the brightness of the crackers’s color. The best treatment combination is T4P2 (proportion of white sweet potato flour 100% and addition of cornstarch) which has protein content of 0,83%, water content of 3.5%, ash content of 2.23%, fat content of 17.62%, and carbohydrate content of 75.5%, with a slightly crunchy texture (score 3), slightly salty taste (score 3.67) , yellowish brown color (score 3.33) and quite liked (score 3.07). |