Home
Login.
Artikelilmiahs
42272
Update
KHARISMA WULAN SUCI
NIM
Judul Artikel
GAYA BAHASA HIPERBOLA DAN FUNGSINYA DALAM JUDUL BERITA MEDIA DETIKCOM EDISI TRAGEDI KANJURUHAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna, jenis dan fungsi bahasa hiperbola yang terkandung dalam judul berita media detikcom edisi Tragedi Kanjuruhan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data simak dan catat. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, 43 judul berita dalam media Detikcom mengenai Tragedi Kanjuruhan yang mengandung gaya bahasa hiperbola dengan rentang waktu pengambilan data dari 02 s.d 10 Oktober 2022. Menggunakan tiga jenis gaya bahasa hiperbola dalam klasifikasi hiperbola menurut Claudia Claredige, hasil penelitian adalah sebegai berikut 1) ditemukan 3 data yang menunjukan numerical hyperbole atau hiperbola numerik, 2) ditemukan 4 data yang menunjukan the role of superlative atau hiperbola superlative, dan 3) ditemukan 3 data yang termasuk pada repetition atau hiperbola repetisi. Adapun fungsi hiperbola dalam pemberitaan Tragedi Kanjuruhan dalam media detikcom adalah untuk, menekankan pernyataan dan emosi dari isi berita, menyatakan kritik, dan memberikan penilaian dengan ekspresi penyangatan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aims to describe the meaning, type, and function of hyperbole language contained in the headlines of Detikcom media in the Kanjuruhan Tragedy edition. This research uses a descriptive qualitative method, with the data collection method of listening and noting. The data used in this research are 43 news headlines in Detikcom media about the Kanjuruhan Tragedy that contain hyperbole language style with the period of data collection from 02 to 10 October 2022. Using three types of hyperbole language styles in the hyperbole classification according to Claudia Claredige, the results of the study are as follows 1) found 3 data that show numerical hyperbole or numerical hyperbole, 2) found 4 data that show the role of superlative or superlative hyperbole, and 3) found 3 data included in repetition or repetition hyperbole. As for the hyperbola function in the news coverage of the Kanjuruhan Tragedy in the Detikcom media, it is to emphasize the statement and emotion of the news content, express criticism, and give an assessment with an expression of attack.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save