Artikelilmiahs
Menampilkan 39.861-39.880 dari 48.942 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 39861 | 42211 | E1A019259 | TINJAUAN YURIDIS PERBUATAN MELAWAN HUKUM PENGGELAPAN INVOICE KARENA PEKERJAANYA OLEH KARYAWAN PT SINAR SINDO SEJATI (Studi Putusan Nomor : 376/Pdt.G/2021/ PN Btm J.o. Putusan nomor 145/Pdt/2021/PT Pbr) | Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya perbuatan karyawan yang melakukan penggelapan terhadap uang tagihan invoice customer perusahaan PT Sinar Sindo Sejati milik Penggugat yang mengakibatkan kerugian yang harus diderita oleh Penggugat, sehingga Penggugat mengajukan gugatan ganti kerugian atas dasar perbuatan melawan hukum. Tujuan penelitian ini untuk untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam mengkualifisir kriteria perbuatan melawan hukum dan menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan gugatan ganti kerugian atas dasar perbuatan melawan hukum. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Data bersumber dari data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, dan metode analisis menggunakan metode yuridis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pertama, perbuatan tergugat tersebut dikualifikasikan sebagai perbuatan melawan hukum karena melanggar hak subyektif orang lain yaitu melanggar hak kekayaan dari PT Sinar Sindo Sejati dan melanggar kewajiban hukumnya sendiri karena melanggar Pasal 374 KUHPidana mengenai penggelapan dengan pemberatan karena adanya hubungan pekerjaan. Kedua dikarenakan terpenuhinya keseluruhan unsur dalam Pasal 1365 KUHPerdata maka tuntutan ganti kerugian dikabulkan, berupa penggantian dalam bentuk materiil terhadap berkurangnya kekayaan karena adanya Perbuatan Melawan Hukum, Majelis Hakim hanya mengabulkan ganti rugi sebesar Rp.646.677.550,00 atas kerugian materiil yang dialami. Majelis Hakim menolak dengan alasan Penggugat bukan lembaga pembiayaan, penulis tidak sependapat dengan pertimbangan Majelis Hakim tersebut karena dalam hukum perdata mengenal berupa bunga kompensatoir bukan moratoir yang dapat diberikan kepada pihak yang mengalami kerugian atas perbuatan melawan hukum, dalam hal ini pihak yang mengalami kerugian tidak hanya untuk lembaga pembiayaan saja. | This research is motivated by the actions of employees who embezzled the invoice bills of PT Sinar Sindo Sejati's customers belonging to the Plaintiff which resulted in losses suffered by the Plaintiff, so the Plaintiff filed a lawsuit for compensation on the basis of tort. The purpose of this study is to analyze the legal considerations of judges in qualifying the criteria for tort and to analyze the legal considerations of judges in granting compensation claims on the basis of tort. The method used in this research is normative juridical with descriptive analytical research specifications. Data is sourced from secondary data consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials. The data collection method is done by literature study, and the analysis method uses qualitative juridical method. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that first, the Panel of Judges in its decision did not explicitly qualify the criteria for unlawful acts, but only stated that the Defendant was proven to have committed an unlawful act of not depositing funds received from customers who had paid bills. In the discussion, the defendant's actions are qualified as unlawful acts because they violate the subjective rights of others, namely violating the property rights of PT Sinar Sindo Sejati and violating their own legal obligations because they violate Article 374 of the Criminal Code regarding embezzlement with aggravation due to employment relationships. Secondly, due to the fulfillment of all elements in Article 1365 of the Civil Code, the claim for compensation is granted, in the form of compensation in the form of material damage to the reduction of wealth due to unlawful acts, that the Panel of Judges only granted compensation in the amount of Rp.646,677,550.00 for material losses experienced. As for immaterial compensation, the Panel of Judges refused on the grounds that the Plaintiff was not a financing institution, the consideration of the Panel of Judges was erroneous because basically interest is a form of material loss. | |
| 39862 | 42212 | A1D019114 | Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Kubis (Brassica oleracea var. capitata L.) Introduksi pada Musim Hujan di Dataran Tinggi Pratin Kabupaten Purbalingga | Kubis merupakan salah satu jenis tanaman sayur-sayuran dari famili Brassicaceae yang sangat potensial untuk dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomis dan kandungan gizi yang sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan varietas kubis introduksi yang ditanam pada musim hujan di dataran tinggi Kabupaten Purbalingga dan untuk mengetahui perbandingan hasil antara varietas kubis introduksi dan varietas kubis pembanding yang ditanam di daerah tersebut. Penelitian dilaksanakan di daerah dataran tinggi Pratin, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga pada bulan Februari-Juni 2023. Lokasi penelitian berada pada ketinggian 1.250 mdpl. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan perlakuan yang terdiri atas 6 varietas kubis introduksi yang meliputi Omphalos, Oxylus, Tropicana, Kaelo, Saint, dan Dolares, serta 2 varietas kubis pembanding yaitu Grand 11 dan Green Nova. Varietas kubis introduksi memiliki respon pertumbuhan yang bervariasi. Hal ini ditunjukkan dengan perbedaan tinggi tanaman, jumlah daun, umur pembentukan krop, panjang akar, berat segar akar, dan umur panen. Varietas introduksi yang menunjukkan hasil yang relatif sama dengan varietas pembanding Grand 11 serta menunjukkan hasil yang tidak bebeda jauh dengan varietas pembanding Green Nova yaitu varietas Kaelo dengan berat segar krop (721,1 g), varietas Tropicana dengan berat segar krop (687,3 g), serta varietas Oxylus dengan berat segar krop (650,8 g). | Cabbage is the type of vegetable plant from the Brassicaceae family that has great potential to be cultivated because it has economic value and very high nutritional content. This study aims to determine the growth response of introduced cabbage varieties grown in the rainy season in the highlands of Purbalingga District and to determine the comparison of yields between introduced cabbage varieties grown in the area. The research was conducted in the highland area of Pratin, Serang Village, Karangreja Sub-district, and Purbalingga District from February to June 2023. The research location is at an altitude of 1,250 meters above sea level. This study used a randomized group design (RAK) with treatments consisting of six introduced cabbage varieties, including Omphalos, Oxylus, Tropicana, Kaelo, Saint, and Dolares, and two comparison varieties, namely Grand 11 and Green Nova. The results showed that the introduced cabbage varieties had varied growth responses. It was due to differences in plant height, number of leaves, age of crop formation, root length, root fresh weight, and harvest age. The introduced variety showed relatively the same results as the Grand 11 comparison variety and showed results that were not much different from the Green Nova comparison variety, namely the Kaelo variety with fresh crop weight (721,1 g), the Tropicana variety with crop fresh weight (687,3 g) and the Oxylus variety with crop fresh weight (650,8 g). | |
| 39863 | 42213 | A1D019058 | Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Brokoli (Brassica oleracea var. italica) Introduksi Pada Musim Hujan di Dataran Tinggi Pratin Kabupaten Purbalingga | Brokoli diminati masyarakat Indonesia karena manfaatnya yang beragam, namun budidayanya saat musim hujan cenderung memiliki banyak kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui varietas brokoli introduksi yang mampu beradaptasi pada musim hujan di dataran tinggi Kabupaten Purbalingga dan mengetahui karakteristik pertumbuhan dan hasil varietas brokoli introduksi yang ditanam pada musim hujan di dataran tinggi tersebut. Penelitian dilaksanakan di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga (1.250 m di atas permukaan laut) pada bulan Februari sampai Juni 2023. Rancangan yang digunakan ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan terdiri atas 4 varietas brokoli introduksi yaitu Chevalier, Legacy, Tie Mountain, dan Eiffel, serta 2 varietas brokoli pembanding Hybrida Lucky dan Valencia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas brokoli introduksi mampu beradaptasi. Tanaman tersebut memiliki respon yang bervariasi ditunjukkan dengan perbedaan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, umur berbunga, umur panen, panjang akar, diameter bunga, berat bunga ekonomis, dan berat bunga fisiologis. Varietas Chevalier, Legacy dan Tie Mountain memiliki hasil lebih tinggi atau sama dengan varietas pembanding, dengan berat bunga ekonomis masing-masing sebesar 572,56 gram, 535,3 gram, dan 435,2 gram per buah. | Broccoli is popular among Indonesians due to its various benefits, but its cultivation during the rainy season tends to have many obstacles. This study aims to determine the introduced broccoli varieties that can adapt to the rainy season in the highlands of Purbalingga Regency and to determine the growth and yield characteristics of introduced broccoli varieties grown in the rainy season in the highlands. The research carried out in Serang Village, Karangreja Subdistrict, Purbalingga Regency (1.250 m above sea level) from February to June 2023. The design used was randomized block design (RBD). The treatments consisted of 4 introduced broccoli varieties, such as Chevalier, Legacy, Tie Mountain, and Eiffel, and 2 comparison broccoli varieties, such as Hybrida Lucky and Valencia. The results showed that the introduced broccoli varieties were able to adapt. The plants have a varied response indicated by differences in plant height, number of leaves, stem diameter, curding age, harvest age, root length, curd diameter, economic curd weight, and physiological curd weight. The Chevalier, Legacy, and Tie Mountain varieties had yields higher than or the same as comparsison varieties, with economical curd weights of 572.56 gram, 535.3 gram, and 435.2 gram per curd. | |
| 39864 | 42185 | K1C019004 | PENGARUH TEGANGAN PADA ALAT PENGOLAH LIMBAH FIXER TERHADAP PENURUNAN PARAMETER KUALITAS AIR | Limbah fixer merupakan limbah B3 dan dapat menyebabkan polusi tanah dan perairan. Telah dibuat alat pengolah limbah fixer dengan metode elektrolisis untuk mengolah limbah fixer agar aman dibuang ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji alat pengolah limbah fixer apakah hasilnya sudah sesuai baku mutu yang telah di tetapkan serta untuk melihat pengaruh tegangan terhadap kandungan limbah fixer setelah diolah. Hasil pengujian limbah fixer sebelum dan setelah diolah dengan alat pengolah limbah fixer menggunakan variasi tegangan 2,5 V, 3 V, dan 4 V didapatkan kandungan limbah fixer sebelum diolah dengan alat pengolah limbah fixer adalah untuk perak sebesar 69,85 mg/L, untuk COD sebanyak 61000 mg/L, untuk BOD sebanyak 3680 mg/L, untuk pH sebesar 4,6. Setelah diolah dengan metode elektrolisis dengan tegangan 2,5 V, 3 V, dan 4 V kandungan perak (Ag) turun sebesar 52%, 63%, 53%, untuk nilai COD turun sebesar 5%, 26%, 13%, untuk BOD turun sebesar 42%, 43%, 66%, untuk pH naik sebesar 2,1%, 2,1%, dan 6,5%. | Fixer waste is classified as hazardous waste (B3) and can lead to soil and water pollution. A fixer waste treatment device has been developed using the electrolysis method to process fixer waste for safe disposal into the environment. This research aims to test the fixer waste treatment device to determine if the results meet the established quality standards and to examine the effect of voltage on the fixer waste content after treatment. The test results of fixer waste before and after processing with the fixer waste treatment device using voltage variations of 2.5 V, 3 V, and 4 V showed that the fixer waste content before processing with the fixer waste treatment device was 69.85 mg/L for silver, 61,000 mg/L for COD, 3,680 mg/L for BOD, and a pH of 4.6. After processing using the electrolysis method with voltages of 2.5 V, 3 V, and 4 V, the silver (Ag) content decreased by 52%, 63%, and 53%, respectively. The COD values decreased by 5%, 26%, and 13%, respectively, while the BOD values decreased by 42%, 43%, and 66%, respectively. Additionally, the pH increased by 2.1%, 2.1%, and 6.5%, respectively | |
| 39865 | 42214 | K1C019073 | PEMODELAN DAN ESTIMASI DOSIS SERAP MAKSIMUM RADIASI PALLADIUM-103 PADA KANKER PAYUDARA MENGGUNAKAN METODE MONTE CARLO | Maraknya kasus kanker payudara berdampak pada perkembangan teknologi pengobatan, salah satunya dengan memanfaatkan sumber radioaktif yang ditanamkan ke dalam sel kanker (brachyterapy). Simulasi diperlukan sebelum melakukan brachyterapy yang sesungguhnya, hal ini dimaksudkan agar pemberian dosis radiasi pada penderita kanker dapat dilakukan dengan tepat. Dalam melakukan simulasi, diperlukan model phantom kanker dan organ terkait serta perlu diketahui jumlah dan posisi penanaman sumber radioaktif (seed) agar dapat menghasilkan dosis serap radiasi yang optimal. Dosis serap radiasi dikatakan optimal apabila mampu mematikan sel kanker tanpa merusak sel-sel sehat di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan memodelkan phantom kanker payudara dan organ sekitarnya menggunakan software PHITS, menentukan jumlah implan seed Palladium-103 yang mampu mencapai dosis optimal 90 Gy, dan menghitung besar dosis serap radiasi yang diterima sel sehat pada organ payudara kiri dan paru-paru kiri. Posisi penanaman seed melingkari pusat kanker dengan variasi jumlah implan yakni 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40, 45, 50, 55, dan 60 buah. Output hasil simulasi lalu dihitung menggunakan persamaan guna mendapatkan dosis serap radiasi pada daerah kanker, sel sehat, maupun organ sekitar payudara. Berdasarkan hasil simulasi dan perhitungan, jumlah implan seed Palladium-103 yang dapat mencapai dosis 90 Gy adalah sebanyak 124 implan. Hasil dosis pada sel sehat di dalam organ payudara kiri dan organ paru-paru kiri masih terbilang aman. Berdasarkan hasil penelitian ini, brachyterapy metode PBSI dapat digunakan sebagai salah satu pilihan penanganan kanker payudara pada stadium awal. | The increasing prevalence of breast cancer cases has influenced the advancement of medical technology, one of which is utilizing radioactive sources implanted into cancer cells (brachytherapy). Simulation is necessary before actual brachytherapy is performed to ensure that the radiation dosage for cancer patients is administered accurately. In conducting the simulation, a phantom model of the breast cancer and related organs is required, and it is essential to determine the number and positions of implanting radioactive sources (seeds) to achieve an optimal radiation absorption dose. Radiation absorption is considered optimal when it can effectively eliminate cancer cells without harming the surrounding healthy cells. This research aims to model breast cancer and its surrounding phantom using PHITS software, determine the number of Palladium-103 seed implants required to achieve an optimal dose of 90 Gy, and calculate the absorbed radiation dose in healthy cells of the left breast and left lung. The seed implant positions encircle the cancer center with variations in the number of implants, ranging from 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40, 45, 50, 55, and 60. The simulation output results are then computed using equations to obtain the radiation absorption dose in the cancer area, healthy cells, and the surrounding breast organs. Based on the simulation and calculations, the number of Palladium-103 seed implants needed to reach 90 Gy is 124 implants. The dose to healthy cells in the left breast and left lung is still within safe limits. Based on this research, PBSI brachytherapy can be considered as one of the treatment options for early-stage breast cancer. | |
| 39866 | 42215 | C1B019030 | PENGARUH PROMOSI PENJUALAN DAN FAKTOR SITUASIONAL TERHADAP PEMBELIAN IMPULSIF DENGAN RESPON EMOSIONAL SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi Pada Generasi Z Kabupaten Banyumas Pengguna Online Food Delivery) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi penjualan dan faktor situasional terhadap pembelian impulsif dengan respon emosional sebagai variabel mediasi pada generasi z di Kabupaten Banyumas pengguna aplikasi layanan online food delivery. Sampel pada penelitian ini berjumlah 147 responden dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) diolah dengan software PLS, menunjukan bahwa: (1) Promosi penjualan berpengaruh positif terhadap pembelian impulsif (2) Faktor situasional tidak berpengaruh terhadap pembelian impulsif (3) Respon emosional tidak berpengaruh terhadap pembelian impulsif (4) Promosi penjualan berpengaruh positif terhadap respon emosional (5) Faktor situasional berpengaruh positif terhadap respon emosional (6) Respon emosional dapat memediasi promosi penjualan terhadap pembelian impulsif (7) Respon emosional dapat memediasi faktor situasional terhadap pembelian impulsif. Implikasi secara keseluruhan bagi pemilik usaha maupun pihak aplikasi layanan online food delivery perlu memperhatikan promosi penjualan agar dapat meningkatkan pembelian impulsif. | This research aims to determine the influence of sales promotions and situational factors on impulse buying with emotional responses as a mediating variable in generation z in Banyumas Regency who use online food delivery service applications. The sample in this study amounted to 147 respondents using a purposive sampling technique. Based on the results of research conducted using Structural Equation Modeling (SEM) processed with PLS software, it shows that: (1) Sales promotions have a positive effect on impulsive buying (2) Situational factors have no effect on impulsive buying (3) Emotional responses have no effect on impulsive buying (4) Sales promotions have a positive effect on emotional responses (5) Situational factors have a positive effect on emotional responses (6) Emotional responses can mediate sales promotions on impulsive buying (7) Emotional responses can mediate situational factors on impulse buying. The overall implication for business owners and online food delivery service applications is that they need to pay attention to sales promotions in order to increase impulse buying. | |
| 39867 | 42217 | A1D019186 | EFISIENSI PENGGUNAAN AB MIX DENGAN APLIKASI NUTRISI ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) PADA HIDROPONIK NFT | Hidroponik merupakan teknik budidaya yang memanfaatkan air sebagai media utama tanamnya. Selama ini nutrisi AB mix menjadi sumber ketersediaan unsur hara bagi tanaman hidroponik. Nutrisi organik berupa pupuk organik cair (POC) merupakan pupuk yang terbuat dari bahan organik alami, seperti sisa tanaman dan hewan, seperti urine kelinci, daun lamtoro, azolla, dan daun gamal. POC dapat digunakan sebagai substansi nutrisi AB mix pada budidaya hidroponik, seperti tanaman pakcoy. Tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan jenis tanaman sayuran yang termasuk dalam keluarga Brassicaceae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi nutrisi organik (POC) dan AB mix untuk mengefisiensi penggunaan AB mix dari dosis rekomendasi dan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy hidroponik. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 10 perlakuan dan diulang 3 kali. Terdapat 3 jenis POC yang digunakan, yaitu POC (urine kelinci + daun lamtoro), POC (urine kelinci + azolla), dan POC (urine kelinci + daun gamal) dengan konsentrasi 75%, 50% dan 25%. Konsentrasi AB mix yang digunakan adalah 100%, 75%, 50% dan 25%. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2 ), bobot segar tajuk (g), bobot kering tajuk (g), panjang akar (cm), kandungan klorofil (mg/L), serapan N tanaman (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P7 (POC (urine + daun lamtoro 25%) + AB mix 75%) meningkatkan tinggi tanaman 1,09%, jumlah daun 1,09%, luas daun 1,22%, panjang akar 1,28%, bobot segar tajuk 1,37%, bobot kering tajuk 1,28%, kandungan klorofil 0,78%, serapan N tanaman 2%. | Hydroponics is a cultivation technique that utilizes water as the main planting medium. So far, AB mix nutrition has been a source of nutrient availability for hydroponic plants. Organic nutrients in the form of liquid organic fertilizer (POC) are fertilizers made from natural organic materials, such as plant and animal waste, such as rabbit urine, lamtoro leaves, azolla, and gamal leaves. POC can be used as a nutritional substance AB mix in hydroponic cultivation, such as pakcoy plants. Pakcoy (Brassica rapa L.) is a type of vegetable plant that belongs to the Brassicaceae family. This research aims to determine the effect of providing a combination of organic nutrition (POC) and ab mix to make efficient use of ab mix at the recoomended dose and its effect on the growth and yield of hydroponic pakcoy plants. The design used was a non-factorial Randomized Block Design (RBD) with 10 treatments and was repeated 3 times. There are 3 types of POC used, namely POC (rabbit urine + lamtoro leaves), POC (rabbit urine + azolla), and POC (rabbit urine + gamal leaves) with concentrations of 75%, 50% and 25%. AB mix concentrations used were 100%, 75%, 50% and 25%. The variables observed were plant height (cm), number of leaves (strands), leaf area (cm2), crown fresh weight (g), shoot dry weight (g), root length (cm), chlorophyll content (mg/L), plant N uptake (%).The results showed that P7 treatment (POC (urine and lamtoro leaves 25%) + AB mix 75%) increased plant height 1.09%, number of leaves 1.09%, leaf area 1.22%, root length 1.28% , shoot fresh weight 1.37%, shoot dry weight 1.28%, chlorophyll content 0.78%, plant N uptake 2%. | |
| 39868 | 42218 | C1I019019 | THE EFFECT OF FINANCIAL PERFORMANCE ON FIRM VALUE WITH ENVIRONMENTAL SUSTAINABILITY AS A MODERATING VARIABLE (STUDY OF PALM OIL COMPANIES LISTED ON THE INDONESIAN STOCK EXCHANGE FOR THE 2019-2021 PERIOD) | Indonesia merupakan salah satu negara berkembang di dunia yang dibuktikan dengan maraknya pembangunan di berbagai sektor, salah satunya adalah sektor perekonomian. Subsektor perkebunan terdiri dari beberapa komoditas, namun yang menjadi fokus pembahasan penelitian adalah komoditas kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Kelestarian Lingkungan Sebagai Variabel Moderating (Studi Pada Perusahaan Kelapa Sawit Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2021). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang terdiri dari 24 (dua puluh empat) perusahaan yang terdaftar di BEI pada tahun 2019-2021, kemudian untuk sampelnya menggunakan purposive sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji regresi untuk mengetahui hipotesis pada masing-masing tujuan penelitian ini. Penelitian ini menemukan bahwa ROA berpengaruh negatif terhadap Nilai Perusahaan, ROE berpengaruh negatif terhadap Nilai Perusahaan, kemudian CSRI berpengaruh negatif terhadap Nilai Perusahaan, sedangkan CSRI tidak dapat memoderasi pengaruh ROA terhadap Nilai Perusahaan, dan CSRI juga dapat memoderasi pengaruh ROA terhadap Nilai Perusahaan. tidak memoderasi pengaruh ROE terhadap Nilai Perusahaan. Secara Keseluruhan Menemukan keseimbangan antara utang dan pendapatan sangat penting untuk nilai perusahaan, sehingga memerlukan optimalisasi pendapatan dan pengurangan utang. Penting juga bagi inisiatif CSR untuk menghindari kesan greenwashing yang dapat memberikan persepsi negatif masyarakat terhadap perusahaan kelapa sawit. | Indonesia is one of the developing countries in the world as evidenced by the rampant development in various sectors, one of which is the economic sector. The plantation sub-sector consists of several commodities, but the focus of the research discussion is the oil palm commodity. This study aim Effect of Financial Performance on Firm Value With Environmental Sustainability as A Moderating Variable (Study Of Palm Oil Companies Listed On The Indonesian Stock Exchange For The 2019-2021 Period). The population used in this study is oil palm plantation companies consisting of 24 (twenty-four) companies listed on the IDX in 2019-2021, then for the sample using purposive sampling. Analysis data in this study using regression test to find out the hypothesis for each aim for this study. This study found that ROA have a negative influence on Firm Value, ROE have a negative influence on Firm Value, then CSRI have a negative influence on firm value, meanwhile CSRI can’t moderate the influence of ROA on Firm Value, and CSRI also can’t moderate the influence of ROE on Firm Value. Overall Finding a balance between debt and income is crucial for firm value, necessitating the optimization of income and reduction of debt. Also it is essential for CSR initiatives to avoid any appearance of greenwashing that can given the negative public perception of palm oil companies. | |
| 39869 | 42208 | A1A018055 | ANALISIS STRATEGI PEMASARAN JAGUNG (Zea mays) (STUDI KASUS: PT. AGRITAMA PRIMA MANDIRI DI KABUPATEN BLORA) | Tren kebutuhan komoditas jagung di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat untuk berbagai kebutuhan, yaitu untuk pakan ternak, industri pangan, dan konsumsi langsung. PT. Agritama Prima Mandiri yang sudah bergerak di bidang pertanian selama dua puluh tahun memutuskan untuk membangun usaha jagung pipil di Kabupaten Blora yang merupakan produsen jagung terbesar kedua di Jawa Tengah bersama lebih dari 1.500 petani dan bank BNI dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Usaha tersebut masih mengalami hambatan dan tantangan internal dan eksternal yang menyebabkan perusahaan membutuhkan strategi pemasaran terbaik untuk diaplikasikan. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi faktor internal pada pemasaran jagung pipil untuk pakan ternak di PT. Agritama Prima Mandiri; 2) mengidentifikasi faktor eksternal pada pemasaran jagung pipil untuk pakan ternak di PT. Agritama Prima Mandiri; 3) mengidentifikasi posisi PT. Agritama Prima Mandiri dilihat dari faktor internal dan eksternalnya; dan 4) mendapatkan strategi pemasaran yang terbaik untuk memasarkan jagung pipil untuk pakan ternak di PT. Agritama Prima Mandiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Informan dalam penelitian ini merupakan key informant yang mengetahui dan memiliki berbagai informasi pokok yang diperlukan dalam penelitian. Metode analisis yang digunakan adalah Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), matriks Internal Eksternal (IE), matriks SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) dan QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa faktor internal dan eksternal pada pemasaran jagung pipil untuk pakan ternak di PT. Agritama Prima Mandiri adalah harga jagung yang sesuai dengan kualitas (kekuatan), tidak adanya promosi ke perusahaan industri pakan ternak yang prospektif (kelemahan), peningkatan penjualan PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk (peluang), kondisi cuaca hujan serta kenaikan harga pupuk dan insektisida tanaman jagung (ancaman). Total skor Internal Factor Evaluation (IFE) sebesar 2,95 (dari total skor 4,00) mengindikasikan posisi internal PT. Agritama Prima Mandiri yang cukup baik dan total skor 2,77 (dari total skor 4,00) pada External Factor Evaluation (EFE) menunjukkan bahwa perusahaan cukup merespons peluang dan ancaman. Gabungan antara matriks IFE dan EFE menempatkan PT. Agritama Prima Mandiri dalam kuadran V pada matriks Internal Eksternal (IE), yaitu disarankan untuk menjalankan strategi menjaga dan mempertahankan. Matriks SWOT menghasilkan sepuluh alternatif strategi dan prioritas strategi terbaik dari analisis QSPM adalah mensosialisasikan kepada petani spesifikasi produk jagung pipil kering dengan harga yang ditawarkan lebih tinggi untuk memenuhi adanya permintaan jagung pipil berkadar air rendah sekaligus meningkatkan market share dan kepercayaan konsumen industri terhadap perusahaan. | The trend in demand for corn commodities in Indonesia has been steadily increasing in recent years for various purposes, including animal feed, the food industry, and direct consumption. PT. Agritama Prima Mandiri, a company with twenty years of experience in the agricultural sector, made the decision to establish a shelled corn business in Blora Regency, the second-largest corn producer in Central Java. This venture was carried out in collaboration with over 1,500 farmers and BNI through the Kredit Usaha Rakyat (KUR) program. However, the company has been facing internal and external obstacles and challenges, necessitating the implementation of an effective marketing strategy. This research aimed to achieve several objectives: 1) identify the internal factors involved in the marketing of shelled corn for animal feed at PT. Agritama Prima Mandiri; 2) determine external factors in the marketing of shelled corn for animal feed at PT. Agritama Prima Mandiri; 3) assess the position of PT. Agritama Prima Mandiri based on its internal and external factors; and 4) determine the best marketing strategy for shelled corn for animal feed at PT. Agritama Prima Mandiri. The research employed a case study method, and the key informants were individuals with essential knowledge and information relevant to the research. The analysis methods employed were Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), Internal External Matrix (IE), SWOT matrix (Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats), and QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). The results of the research analysis identified various internal and external factors in the marketing of shelled corn at PT. Agritama Prima Mandiri. These factors included the price that corresponds to quality (strength), the lack of promotion to prospective animal feed industry companies (weakness), the increasing sales of PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk (opportunities), and the challenges posed by rainy weather conditions and rising prices of fertilizers and insecticides for corn plants (threats). The Internal Factor Evaluation (IFE) score of 2.95 (out of 4.00) indicated that PT. Agritama Prima Mandiri had relatively good internal position, while External Factor evaluation (EFE) score of 2.77 (out of 4.00) demonstrated that the company adequately responded to opportunities and threats. The combination of the IFE and EFE matrices positioned PT. Agritama Prima Mandiri in quadrant V of the Internal External (IE) matrix, recommending the implementation of a hold and maintain strategy. The SWOT matrix generated ten strategic alternatives, and the best strategic priority identified from the QSPM analysis is to socialize to farmers the product specifications for dry shelled corn with the advantage of a higher price to meet the demand for shelled corn with low water content while simultaneously increasing market share and fostering industrial consumer trust. | |
| 39870 | 42219 | J1B017017 | DOMINASI MASKULIN DALAM NOVEL LELAKI HARIMAU KARYA EKA KURNIAWAN: PERSPEKTIF JANET SALTZMAN CHAFETZ | Penelitian ini berjudul “Dominasi Maskulin dalam Novel Lelaki Harimau Karya Eka Kurniawan: Perspektif Janet Saltzman Chafetz”. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk maskulinitas tokoh laki-laki dalam novel Lelaki Harimau karya Eka Kurniawan berdasarkan perspektif Janet Saltzman Chafetz. Penelitian ini berfokus pada maskulinitas tokoh Margio, Komar bin Syueb, dan Anwar Sadat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teori yang dipakai dalam penelitian ini adalah teori maskulinitas Janet Saltzman Chafetz, yang meliputi penampilan fisik laki-laki, fungsional laki-laki, seksualitas laki-laki, emosional laki-laki, intelektual laki-laki, interpersonal laki-laki, dan karakter personal laki-laki lainnya. Hasil penelitian ini adalah tokoh Margio dan Komar bin Syueb memenuhi tujuh konsep maskulinitas Janet Saltzman Chafetz. Tokoh Anwar Sadat memenuhi lima konsep maskulinitas Janet Saltzman Chafetz. Konsep maskulinitas tersebut meliputi: 1) Penampilan Fisik: kekuatan, jantan, atletis, kuat, dan berani. 2) Fungsional: pencari nafkah dan penyedia. 3) Seksualitas: agresif, berpengalaman, dan status lajang diterima. 4) Emosional: tidak emosional dan tenang. 5) Intelektual: logikal, intelektual, rasional, dan praktikal. 6) Interpersonal: pemimpin, mendominasi, disiplin, mandiri, dan individualis. 7) Karakter personal lain: berorientasi sukses, ambisius, bangga, egois, bermoral, dapat dipercaya, penentu, dan berjiwa petualang. | This research is entitled "Masculine Domination in the Novel Lelaki Harimau by Eka Kurniawan: A Janet Saltzman Chafetz’s Perspective". This research describes masculinity of the male character in the novel Lelaki Harimau by Eka Kurniawan based on Janet Saltzman Chafetz’s perspective. This research focuses on the masculinity of the characters Margio, Komar bin Syueb, and Anwar Sadat. This study used descriptive qualitative method. The theory in this study is Janet Saltzman Chafetz's theory of masculinity, includes male physical appearance, male functional, male sexuality, male emotional, male intellectual, male interpersonal, and another male personal character. The results of this study is the characters Margio and Komar bin Syueb have seven concepts of masculinity by Janet Saltzman Chafetz. The character Anwar Sadat have five concepts of masculinity by Janet Saltzman Chafetz. The concept of masculinity includes: 1) Physical Appearance: strength, manliness, athleticism, strength, and courage. 2) Functional: breadwinner and provider. 3) Sexuality: aggressive, experienced, and acceptance of single status. 4) Emotional: unemotional and calm. 5) Intellectual: logical, intellectual, rational, and practical. 6) Interpersonal: leader, dominate, discipline, independent, and individualist. 7) Other personal characteristics: success oriented, ambitious, proud, selfish, moral, trustworthy, decisive, and adventurous. | |
| 39871 | 42220 | I1B017078 | Gambaran Work-Life Balance Pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman | Work-Life Balance memiliki makna kemampuan seseorang untuk menyeimbangkan perkerjaan serta kehidupan pribadi. Pada mahasiswa, Work-Life Balance tersebut menuntut mahasiswa mampu menyeimbangkan peran-perannya dalam kehidupan mencakup pendidikan, kehidupan pribadi, dan pekerjaan jika ada. Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan sampel sebanyak 90 mahasiswa Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. Kuesioner Putri (2021) telah digunakan dalam penelitian ini. Hasil Penelitian : Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat work-life balance mahasiswa cenderung tinggi pada kategori Work Interference with Personal Life (WIPL) sebanyak 40 partisipan (44,4%), kategori Personal Life Interference Work (PLIW) 26 partisipan (29,9%), kategori Work/Personal Life Enhancement (WPLE) sebanyak 18 partisipan (20%), dan Kategori Balance sebanyak 6 partisipan (6,7%). Kesimpulan : Mayoritas mahasiswa keperawatan berada pada kategori Work Interference with Personal Life (WIPL) dimana walaupun dengan jadwal perkuliahan yang padat, mereka tetap dapat melaksanakan aktivitas lain dengan baik. | Work-Life Balance means a person's ability to balance work and personal life. For students, Work-Life Balance requires students to be able to balance their roles in life including education, personal life and work if any. Methods : This research uses descriptive quantitative methods. The sampling technique used simple random sampling with a sample of 90 Nursing students, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University. The Putri Questionnaire (2021) has been used in this research Results : The results of the analysis show that the level of student work-life balance tends to be high in the Work Interference with Personal Life (WIPL) category with 40 participants (44.4%), Personal Life Interference Work (PLIW) category with 26 participants (29.9%), category Work/Personal Life Enhancement (WPLE) was 18 participants (20%), and the balanced category was 6 participants (6.7%). Conclusion : The majority of nursing students are in the WIPL (Work Interference with Personal Life) category where even with a busy study schedule, they can still carry out other activities well. | |
| 39872 | 42221 | C1A019043 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MINAT MENABUNG PADA MAHASISWA SANTRI (STUDI KASUS PPQ AL-AMIN PABUARAN) | Di era sekarang ini yang didominasi oleh generasi muda terutama para mahasiswa memiliki antusias yang kurang dalam hal menabung. Selain karena rendahnya literasi keuangan, berada di lingkungan pertemanan perkuliahan yang cenderung memiliki sifat konsumtif juga menjadi penyebab kurangnya antusias mereka dalam menabung. Para mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan minat menabung mereka sehingga dapat mempersiapkan kehidupan finansialnya di masa mendatang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan, pengendalian diri, lingkungan pertemanan, dan pendapatan terhadap minat menabung mahasiswa santri PPQ Al Amin Pabuaran baik secara masing-masing maupun secara bersama-sama. Teknik analisis data yang digunakan adalah model regresi linier berganda dengan menggunakan aplikasi Eviews 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Semua variabel independen yaitu literasi keuangan, pengendalian diri, lingkungan pertemanan, dan pendapatan secara bersama-sama memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel minat menabung. (2) Variabel literasi keuangan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel minat menabung. (3) Variabel pengendalian diri memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel minat menabung. (4) Variabel lingkungan pertemanan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel minat menabung. (5) Variabel pendapatan tidak memiliki pengaruh terhadap minat menabung. (6) Variabel independen yang memiliki pengaruh paling besar terhadap variabel minat menabung adalah variabel literasi keuangan. Mahasiswa santri diharapkan dapat mengikuti pembelajaran tentang pengelolaan keuangan, bisa mengontrol diri dan lebih bijak dalam penggunaan pendapatan serta menghindari perilaku konsumtif. | In the current era which is dominated by the younger generation, especially college student, they have less enthusiasm in terms of saving. Apart from low financial literacy, being in a college friendship environment tends to make them have a consumptive nature is also the cause of their lack of enthusiasm for saving. Students are expected to increase their interest in saving so they can prepare for their financial lives in the future. The aims of this research are to determine the influence of financial literacy, self-control, friendship environment and income on the interest in saving of PPQ Al Amin Pabuaran students both individually and collectively. The data analysis technique used a multiple linear regression model with Eviews 10 application. The research results show that: (1) All independent variables, namely financial literacy, self-control, friendship environment, and income together have a positive and significant influence on the interest in saving variable. (2) The financial literacy variable has a positive and significant effect on the interest in saving variable. (3) The self-control variable has a positive and significant influence on the interest in saving variable. (4) The friendship environment variable has a positive and significant influence on the interest in saving variable. (5) The income variable does not influence interest in saving. (6) The independent variable that has the greatest influence on the interest in saving variable is the financial literacy variable. Students are expected to be able to take part in lessons about financial management, be able to control themselves and be smarter in using their income and avoid consumptive behavior. | |
| 39873 | 42222 | E1A019160 | IMPLEMENTASI PROGRAM PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT DI DESA SAMUDRA KULON KECAMATAN GUMELAR KABUPATEN BANYUMAS PROVINSI JAWA TENGAH | Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap Berbasis Partisipasi Masyarakat (PTSL+PM) adalah kegiatan PTSL yang melibatkan masyarakat sebagai Puldatan dalam pengumpulan data/dokumen fisik dan yuridis. Kebijakan mengenai PTSL+PM diatur di dalam Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap dan di dalam Petunjuk Teknis (Juknis) PTSL+PM. Desa Samudra Kulon masih mengalami kendala terhadap rendahnya tingkat pengajuan sertifikat tanah pada Program PTSL+PM. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Metode pengumpulan dilaksanakan dengan menggunakan kuesioner, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi yang berlokasi di Desa Samudra Kulon dan disajikan dalam bentuk matriks data kualitatif, tabel kuantitatif, dan teks naratif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Program PTSL+PM yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Samudra Kulon telah melaksanakan implementasi Program PTSL+PM dengan kurang optimal, Sedangkan untuk tingkat partisipasi masyarakat dalam implementasi program PTSL+PM di Desa Samudra Kulon dikategorikan sebagai tinggi dengan skor rata-rata 2,81 dan koversi indeks 70,25. | Complete Systematic Land Registration Based on Community Participation (PTSL+PM) is a PTSL activity that involves the community as Puldatan in collecting physical and juridical data/documents. The policy regarding PTSL+PM is regulated in the Regulation of the Minister of Agrarian Affairs and Spatial Planning/Head of the National Land Agency of the Republic of Indonesia Number 6 of 2018 concerning Complete Systematic Land Registration and in the PTSL+PM Technical Instructions (Juknis). Samudra Kulon Village is still experiencing problems with the low level of land certificate applications in the PTSL+PM Program. The research methods used are qualitative and quantitative. The collection method was carried out using questionnaires, interviews, literature studies, and documentation located in Samudra Kulon Village and presented in the form of a qualitative data matrix, quantitative tables, and narrative text. The results of this research show that the PTSL+PM Program carried out by the Samudra Kulon Village Government has implemented the PTSL+PM Program less than optimally. Meanwhile, the level of community participation in implementing the PTSL+PM program in Samudra Kulon Village is categorized as high with an average score of average 2.81 and conversion index 70.25. | |
| 39874 | 42223 | H1D019050 | PROTOTYPE APLIKASI MONITORING KEY PERFORMANCE INDICATOR (KPI) DEPARTEMEN BRILINK PT. BANK RAKYAT INDONESIA REGIONAL OFFICE SEMARANG MENGGUNAKAN TEKNOLOGI MERN STACK DENGAN MENERAPKAN ARSITEKTUR MICROSERVICES | BRILink merupakan salah satu departemen yang ada pada PT Bank Rakyat Indonesia Regional Office Semarang. Menjadi departemen yang berada dalam ranah bisnis, BRILink tidak terlepas dari target yang harus direalisasikan agar tujuan bisnis dapat tercapai. Salah satu acuan yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan tujuan bisnis yaitu KPI (key performance indicator). Oleh karena itu KPI (key performance indicator) pada Departemen BRILink RO Semarang memiliki peranan yang penting. Namun Departemen BRILink RO Semarang belum memiliki suatu dashboard yang dapat digunakan untuk memonitoring data key performance indicator maupun untuk meng-cluster tingkat produktivitas Agen BRILink berdasarkan data summary transaksinya. Oleh karena itu perlu adanya aplikasi yang mampu memberikan informasi yang dapat digunakan untuk memonitoring/memantau data key performance indicator, serta dapat meng-cluster data Agen BRILink berdasarkan tingkat produktivitasnya. Pada penelitian ini dilakukan perancangan aplikasi berupa prototype yang dikembangkan menggunakan teknologi MERN Stack (Mongo DB, Express JS, React JS, Node JS) dengan menerapkan Arsitektur Microservices, serta untuk pengelompokan data dilakukan menggunakan metode clustering K-Means karena mampu mengelompokan data dalam jumlah yang cukup besar dengan proses yang relatif cepat dan efisien. Hasil pengujian menunjukkan bahwa prototype aplikasi ini memenuhi harapan dan dapat digunakan sebagai acuan, referensi, serta bahan evaluasi untuk pengembangan aplikasi di masa depan. | BRILink is one of the departments in PT Bank Rakyat Indonesia Regional Office Semarang. Being a department that is in the realm of business, BRILink cannot be separated from the targets that must be realized so that business goals can be achieved. One of the references that can be used to measure the success rate of business goals is KPI (key performance indicator). Therefore, KPI (key performance indicator) in the BRILink RO Semarang Department has an important role. However, the BRILink RO Semarang Department does not yet have a dashboard that can be used to monitor key performance indicator data or to cluster the productivity level of BRILink Agents based on their transaction summary data. Therefore, it is necessary to have an application that is able to provide information that can be used to monitor / monitor key performance indicator data, and can cluster BRILink Agent data based on their productivity level. In this study, an application design was carried out in the form of a prototype developed using MERN Stack technology (Mongo DB, Express JS, React JS, Node JS) by applying Microservices Architecture, and for data clustering using the K-Means clustering method because it is able to group a large amount of data with a relatively fast and efficient process. The test results show that this application prototype meets expectations and can be used as a reference, reference, and evaluation material for future application development. | |
| 39875 | 42224 | D1A018113 | Analisis Potensi Pengembangan Ternak Kerbau dan Daya Dukung Hijauan di Kabupaten Banyumas | Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2022 hingga 12 Januari 2023 di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi pengembangan ternak kerbau dan mengetahui daya dukung hijauan di wilayah Kabupaten Banyumas dengan menggunakan analisis KPPTR. Data penelitian diperoleh dari data sekunder Badan Pusat Statistik dan dinas terkait. Penelitian menggunakan metode purposive sampling dalam menentukan data dengan kriteria indeks LQ > 1 dan analisis Kapasitas Peningkatan Populasi Ternak Ruminansia (KPPTR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecamatan yang merupakan wilayah basis ternak kerbau yaitu Kecamatan Lumbir, Patikraja, Pekuncen, Cilongok, Karanglewas, Kedungbanteng, Sumbang, Purwokerto Barat, dan Purwokerto Utara. Adapun nilai KPPTR berdasarkan sumber daya alam (SL) adalah 7.963,7 ST dan KPPTR berdasarkan kepala keluarga (KK) adalah 179.111,4 ST. Penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat sembilan kecamatan di Kabupaten Banyumas memiliki potensi untuk pengembangan ternak kerbau dan analisis KPPTR yang efektif di Kabupaten Banyumas adalah KPPTR (SL). | The research was conducted from 15 December 2022 to 12 January 2023 in Banyumas Regency, Central Java. The aim of the study was to determine the potential for the development of buffalo livestock and to determine the carrying capacity of forage in the Banyumas Regency using KPPTR analysis. The data was obtained from the collection of secondary data information from the Central Bureau of Statistics and related agencies. The researcher used a purposive sampling method in determining data with the criteria of LQ > 1 and KPPTR analysis (Capacity Improvement of Livestock Ruminants). The results showed that the sub-districts which were buffalo livestock base areas were Lumbir, Patikraja, Pekuncen, Cilongok, Karanglewas, Kedungbanteng, Sumbang, West Purwokerto, and North Purwokerto. Based on the data, the researcher can conclude that the KPPTR based on natural resources (SL) is 7.963,7 ST and the KPPTR based on the head of the family (KK) is 179.111,4 ST. In brief, the researcher can conclude that there are nine sub-districts in Banyumas Regency have the potential for the development of buffalo livestock and also conclude that the effective KPPTR analysis in Banyumas Regency is KPPTR (SL). | |
| 39876 | 42225 | F1A020076 | Bentuk Interaksi Sosial Masyarakat Pendatang Bugis Dengan Masyarakat Sasak | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk interaksi sosial antara masyarakat suku Bugis dengan masyarakat suku Sasak, bentuk adaptasi masyarakat pendatang suku Bugis dengan budaya dan kebiasaan masyarakat suku Sasak di Pulau Maringkik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dengan melakukan reduksi data, penyajian data dalam bentuk teks naratif, dan penarikan simpulan. Hasil dari penelitian ini adalah; Interaksi sosial antara masyarakat suku Bugis dengan suku Sasak di Pulau Maringkik terlihat harmonis dan saling mendukung melalui adaptasi, kerjasama ekonomi, interaksi budaya, pernikahan antar- etnik, dan saling pengertian dalam berkomunikasi. Adaptasi masyarakat pendatang suku Bugis dengan budaya dan kebiasaan masyarakat suku Sasak terlihat dalam interaksi sehari-hari. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa bentuk interaksi sosial antara masyarakat suku Bugis dengan masyarakat suku Sasak di Pulau Maringkik, terlihat harmonis, saling mendukung, saling beadaptasi dan saling pengertian dalam berkomunikasi. | This research aims to analyze the form of social interaction between the Bugis tribe community and the Sasak tribe community, the form of adaptation of the Bugis tribe migrants to the culture and habits of the Sasak tribe community on Maringkik Island. This research uses a descriptive qualitative method with a case study approach. Data collection through observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis by reducing data, presenting data in the form of narrative text, and drawing conclusions. The results of this study are; Social interaction between the Bugis and Sasak tribes on Maringkik Island looks harmonious and mutually supportive through adaptation, economic cooperation, cultural interaction, inter-ethnic marriage, and mutual understanding in communication. The adaptation of the Bugis migrants to the culture and habits of the Sasak people can be seen in daily interactions. The conclusion of this research is that the form of social interaction between the Bugis tribe community and the Sasak tribe community on Maringkik Island looks harmonious, mutually supportive, mutually adaptive, and mutually understanding in communication. | |
| 39877 | 42226 | D1A019032 | KINERJA PRODUKSI DAN EKONOMI USAHA AYAM BROILER PADA KANDANG CLOSED HOUSE SKALA KECIL DAN BESAR DI KOTA PADANGSIDEMPUAN | Abstrak MUHAMMAD BAYHAQI DEMARAL SIREGAR. Penelitian berjudul “Kinerja Produksi dan Ekonomi Usaha Ayam Broiler Pada Kandang Closed House Skala Kecil dan Besar dilaksanakan Di Kota Padangsidempuan, Provinsi Sumatera Utara pada Tanggal 30 Oktober – 15 September 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara kinerja produksi (FCR dan IP) dan ekonomi (keuntungan dan rentabilitas) selama tiga masa produksi usaha skala kecil dan besar pada ternak ayam broiler kandang closed house di Kota Padangsidempuan. Penelitian ini menggunakan metode survei. Sasaran penelitian ini adalah seluruh peternak ayam broiler pada kandang closed house usaha skala kecil dan skala besar di Kota Padangsidempuan. Penentuan jumlah sampel menggunakan total sampling yaitu teknik penentuan sampel mengambil semua anggota populasi sebagai responden. Terdapat 30 peternak yang dipilah berdasarkan jumlah populasi ternak ayam broiler dengan kategori usaha skala kecil <23.000 ekor dan usaha skala besar >23.000 ekor. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan Uji t student unequal. Uji beda dilakukan dengan hasil analisis menunjukkan kinerja produksi (FCR dan IP) pada usaha skala kecil sebesar 1,58 dan 392,72. Kinerja produksi pada usaha skala besar sebesar 1,58 dan 388,36. Hasil analisis juga menunjukkan kinerja ekonomi (keuntungan dan rentabilitas) pada usaha skala kecil sebesar Rp 24.384.691 dan 1,08. Kinerja ekonomi usaha skala besar sebesar Rp. 50.112.908 dan 1,22. Hasil Uji t student unequal menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada variabel keuntungan. | MUHAMMAD BAYHAQI DEMARAL SIREGAR. The research entitled "Production Performance and Business Economy of Broiler Chickens in Small and Large Scale Closed House Cages was carried out in Padangsidempuan, North Sumatra Province on October 30 – September 15, 2023. This study aims to determine the difference between production performance (FCR and IP) and economy (profit and profitability) during the three production periods of small and large scale businesses in broiler chickens closed house cages in Padangsidempuan. This study used a survey method. The target of this study is all broiler chicken farmers in closed house cages of small-scale and large-scale businesses in Padangsidempuan. Determination of the number of samples using total sampling, which is a sampling technique taking all members of the population as respondents. There are 30 farmers who are sorted based on the number of broiler chicken populations with small-scale business categories <23,000 heads and large-scale businesses >23,000 heads. Data analysis using descriptive analysis and student unequal t-test. The difference test was carried out with the results of the analysis showing production performance (FCR and IP) in small-scale businesses of 1.58 and 392.72. Production performance in large-scale businesses amounted to 1.58 and 388.36. The results of the analysis also showed economic performance (profit and profitability) in small-scale businesses of Rp 24,384,691 and 1.08. The economic performance of large-scale businesses amounted to Rp. 50,112,908 and 1.22. The results of the student unequal t test show that there is a significant difference in the profit variable. | |
| 39878 | 42227 | E1A019269 | PENERAPAN TINDAK PIDANA DENGAN SENGAJA TIDAK MELAPORKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA (STUDI PUTUSAN NOMOR: 1719/PID.SUS/2020/PN.MKS) | Salah satu peran serta masyarakat dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan dan pengedaran narkotika ialah melaporkan tentang terjadinya tindak pidana narkotika kepada aparat penegak hukum. Pasal 131 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika mengatur mengenai setiap orang yang dengan sengaja tidak melaporkan adanya tindak pidana narkotika dipidana penjara paling lama 1 (satu) tahun. Salah satu perkara tindak pidana narkotika adalah Putusan Nomor: 1719/Pid.Sus/2020/PN.Mks, dimana Terdakwanya Ardiansyah alias Ardi Bin Arafah dijatuhi hukuman selama 11 (sebelas) bulan. Penelitian ini terdapat permasalahan apakah layak perbuatan Terdakwa memenuhi unsur ke 2 “dengan sengaja tidak melaporkan tindak pidana narkotika” dalam Pasal 131 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Spesifikasi penelitian preskriptif analisis. Sumber bahan hukum yang digunakan daa sekunder dengan bahan hukum primer dan sekunder. Metode pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan studi kepustakaan. Analisis dilakukan dengan deskriptif kualitatif. Hakim dalam menjatuhkan putusan mempertimbangkan aspek yuridis, sosiologis, dan filosofis. Hasil penelitian ini adalah mengetahui perbuatan Terdakwa tidak memenuhi unsur ke 2 “dengan sengaja tidak melaporkan tindak pidana narkotika” dalam Pasal 131 Undang-Undang Narkotika berdasarkan barang bukti serta fakta-fakta di persidangan. Pertimbangan hukum Hakim dinilai masih belum mempertimbangkan aspek keadilan dan kemanfaatan, hanya berpedoman pada peraturan perundang-undangan (kepastian hukum). | One of the roles of the community in efforts to eradicate narcotics abuse and distribution is to report the occurrence of narcotics crimes to law enforcement officials. Article 131 of Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics regulates that every person who intentionally does not report a narcotics crime shall be sentenced to a maximum imprisonment of 1 (one) year. One of the narcotics crime cases is Decision Number: 1719.Pid.Sus/2020/PN.Mks, where the defendant Ardiansyah alias Ardi Bin Arafah was sentenced to 11 (eleven) months. This research has a problem whether the defendant/s actions fulfill the 2nd element “intentionally not reporting narcotics crime” in Article 131 of Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics. This research uses normative juridical methods with statutory, conceptual, and case approaches. Prescriptive analysis research specifications. The source of legal material used is secondary with primary and secondary legal materials. The source of legal material used is secondary with primary and secondary legal materials. The method of collecting legal materials is done by literature study. Analysis is done with descriptive qualitative. Judges in making decisions consider judicial, sociological, and philosophical aspects. The result of this study is to find out that the defendant’s actions have fulfilled the 2nd element “intentionally not reporting narcotics crimes” in Article 131 of the Narcotics Law based on evidence and facts at trial. The Judge’s legal considerations are considered to have not considered aspects of justice and expediency, only guided by statutory regulations (legal certainty). | |
| 39879 | 42229 | F1F020066 | Witama: Strategi Reformasi Kelembagaan Pokdarwis Berbasis Smart Institutions dengan Melibatkan Partisipasi Anak Muda untuk Mewujudkan Pariwisata Berkelanjutan | Pariwisata adalah sektor dimensional yang berkontribusi besar bagi perekonomian dunia. Akan tetapi, pandemi COVID-19 telah mengakibatkan keterpurakan pada sektor ini sehingga berdampak signifikan bagi stabilitas ekonomi negara-negara di dunia, salah satunya bagi Indonesia. Pandemi COVID-19 telah mengakibatkan penurunan kunjungan wisatawan sebesar 88% dengan kerugian lebih dari Rp. 85,7 triliun. Langkah strategis dalam mengoptimalkan kembali pariwisata yang telah terpuruk akibat pandemi COVID-19 adalah dengan mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Sebenarnya, pemerintah memiliki mitra strategis dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan yang disebut sebagai Pokdarwis. Namun, Pokdarwis tidak dapat menjalankan perannya dengan optimal karena permasalahan yang kompleks. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kembali peran Pokdarwis dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan melalui strategi WITAMA. Terdapat satu teori dan konsep yang digunakan dalam mengelaborasi gagasan witama, yaitu teori smart institutions serta konsep pariwisata berkelanjutan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa permasalahan utama dari tidak optimalnya Pokdarwis dalam menjalankan perannya berasal dari status dan tata kelola Pokdarwis yang tergolong traditional institutions. Oleh karena itu, strategi reformasi kelembagaan Pokdarwis melalui WITAMA adalah jawaban untuk mengoptimalkan kembali peran Pokdarwis dalam berbagai aspek (ekonomi, sosial, dan lingkungan) untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan. | Tourism is a dimensional sector that contributes significantly to the world economy. However, the COVID-19 pandemic has caused a decline in this sector, so it has had a significant impact on the economic stability of countries in the world, one of which is Indonesia. The COVID-19 pandemic has resulted in a decrease in tourist visits of 88%, with a loss of more than Rp. 85.7 trillion. A strategic step in re-optimizing tourism, which has slumped due to the COVID-19 pandemic, is to create sustainable tourism. In fact, the government has a strategic partner in realizing sustainable tourism called Pokdarwis. However, Pokdarwis cannot carry out its role optimally due to complex problems. Thus, this research aims to re-optimize the role of Pokdarwis in realizing sustainable tourism through the WITAMA strategy. There is one theory and concept used in elaborating Witama's ideas, namely the theory of smart institutions as well as the concept of sustainable tourism. The results of this research explain that the main problem of Pokdarwis not being optimal in carrying out its role comes from the status and governance of Pokdarwis, which is classified as a traditional institution. Therefore, the Pokdarwis institutional reform strategy through WITAMA is the answer to re-optimize the role of Pokdarwis in various aspects (economic, social, and environmental) to realize sustainable tourism. | |
| 39880 | 42230 | D1A019113 | Produktivitas Usaha Peternakan Ayam Broiler Menggunakan Tipe Kandang Closed House Dua Lantai dan Tiga Lantai di Kabupaten Kebumen | Ayam broiler merupakan jenis ternak unggas yang dikembangkan dengan cepat. Pertumbuhan ayam broiler direkayasa dengan memberikan nutrisi pakan yang cukup dengan mengatur kondisi lingkungannya. Peternakan ayam broiler modern sudah mengaplikasikan teknologi dalam manajemen pemeliharaan sebagai upaya mendapatkan hasil produksi yang baik. Kandang Closed House dipergunakan pada peternakan sekarang untuk menghasilkan ayam yang baik dalam bentuk daging dan bagus dalam bisnis. Penelitian dilakukan dengan mengamati pertumbuhan ayam selama 35 hari dari dua kandang berbeda dengan populasi kandang closed house dua lantai 37.200 ekor dan closed house tiga lantai 65.500. Metode analisis menggunakan uji t berpasangan. Variabel yang digunakan berupa mortalitas, Feed Conversion Ratio (FCR), dan Indeks Performans (IP). Hasil penelitian menunjukan bahwa mortalitas berpengaruh pada frekuensi dua kali dengan t-hitung (2.922) > t-tabel (2.776). Nilai FCR tidak berpengaruh pada frekuensi dua kali dengan t-hitung (-3.284) < t-tabel (2.776). Nilai IP tidak berpengaruh pada frekuensi dua kali dengan t-hitung (-0.727) < t-tabel (2.776). Hasil menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada pendapatan, BEP, dan produksi pada kandang closed house dua lantai dan kandang closed house tiga lantai. | Broiler chickens are a type of poultry that is being developed rapidly. The growth of broiler chickens is engineered by providing sufficient nutritional feed by regulating environmental conditions. Modern broiler chicken farms have applied technology in rearing management in an effort to get good production results. Closed House Cages are used on farms today to produce chickens that are good for meat and good for business. The research was carried out by observing the growth of chickens for 35 days from two different cages with a population of 37,200 two-story closed house cages and 65,500 three-story closed house cages. The analysis method uses the paired t test. The variables used are mortality, Feed Conversion Ratio (FCR), and Performance Index (IP). The research results showed that mortality had an effect on twice the frequency with t-count (2.922) > t-table (2.776). The FCR value has no effect on the frequency twice with t-count (-3.284) < t-table (2.776). The IP value has no effect on the frequency twice with t-count (-0.727) < t-table (2.776). The results show that there are no significant differences in income, BEP, and production in two-story closed house cages and three-story closed house cages. |