Artikel Ilmiah : A1A017025 a.n. ILHAM FATHUL AZMI
| NIM | A1A017025 |
|---|---|
| Namamhs | ILHAM FATHUL AZMI |
| Judul Artikel | ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI JAGUNG DI DESA KARANGGINTUNG KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Desa Karanggintung sebagai penghasil utama jagung di Kecamatan Sumbang pada tahun 2022 menyumbang total produksi sebesar 9,23 persen dari total produksi di Kecamatan Sumbang atau sebesar 1.079,2 ton. Namun, terdapat permasalahan pada usahatani jagung di Desa Karanggintung, diantaranya ketergantuagan petani pada pupuk dan pestisida kimia, rendahnya pendidikan petani, dan fluktuasi harga jagung. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) menganalisis kelayakan usahatani jagung di Desa Karanggintung berdasarkan aspek teknis; 2) menganalisis kelayakan usahatani jagung di Desa Karanggintung berdasarkan aspek ekonomi; 3) menganalisis kelayakan usahatani jagung di Desa Karanggintung berdasarkan aspek sosial. Penelitian dilakukan di Desa Karanggintung pada bulan September – Oktober 2023. Obyek penelitian adalah jumlah produksi jagung, biaya produksi, penerimaan, pendapatan, harga jual jagung, aspek teknis, aspek ekonomis, dan aspek sosial usahatani jagung. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei dengan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Berdasarkan populasi 187 petani diperoleh sampel sebanyak 23 petani jagung. Analisis data yang dilakukan yaitu analisis deskriptif untuk mengetahui aspek teknis dan sosial kelayakan usahatani jagung, dan untuk aspek ekonomi dilakukan analisis biaya, penerimaan, pendapatan, R/C ratio, dan break event point (BEP). Berdasarkan aspek teknis, Desa Karanggintung berada pada ketinggian 100-225 meter di atas permukaan laut dengan pH tanah berkisar antara 5,5 - 6,0. Desa Karanggintung mempunyai iklim tropis basah dengan rata-rata suhu udara antara 22 - 29 derajat celcius. Curah hujan rata-rata Desa Karanggintung pada tahun 2022 sebanyak 182 hari dengan curah hujan rata-rata 2.355,56 mm. Berdasarkan aspek ekonomi, diperoleh nilai R/C ratio usahatani jagung sebesar 2,13. R/C ratio lebih besar dari 1 maka usahatani layak. BEP dalam uni usahatani jagung adalah 1.706,33 kilogram, dan BEP dalam rupiah adalah Rp6.074.441,21. Berdasarkan aspek sosial, jumlah tenaga kerja yang digunakan dalam usahatani jagung untuk rata-rata luas lahan 0,78 hektar adalah 33 orang, yang terdiri dari 1 tenaga kerja dalaam keluarga 9 TKDK) dan 32 orang tenaga kerja luar keluarga (TKLK). Berdasarkan hasil wawancara, petani menyebutkan bahwa usahatani jagung merupakan salah satu sumber mata pencaharian utama bagi masyarakat. Adanya usahatani jagung dapat membantu masyarakat dalam memperoleh pekerjaan dan membantu masyarakat memperoleh penghasilan untuk keluarganya. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Karanggintung Village, as the main producer of corn in Sumbang District, in 2022 will contribute to total production of 9.23 percent of the total production in Sumbang District or 1,079.2 tons. However, there are problems with corn farming in Karanggintung Village, including farmers' dependence on chemical fertilizers and pesticides, low farmer education, and fluctuations in corn prices. The objectives of this research are: 1) analyzing the feasibility of corn farming in Karanggintung Village based on technical aspects; 2) analyze the feasibility of corn farming in Karanggintung Village based on economic aspects; 3) analyze the feasibility of corn farming in Karanggintung Village based on social aspects. The research was conducted in Karanggintung Village in September – October 2023. The research object was the amount of corn production, production costs, revenues, income, selling price of corn, technical aspects, economic aspects and social aspects of corn farming. The research method used was the survey method using The sampling technique is simple random sampling. Based on a population of 187 farmers, a sample of 23 corn farmers was obtained. The data analysis carried out was descriptive analysis to determine the technical and social aspects of the feasibility of corn farming, and for the economic aspects an analysis of costs, revenues, income, R/C ratio and break event point (BEP) was carried out. Based on technical aspects, Karanggintung Village is at an altitude of 100-225 meters above sea level with a soil pH ranging from 5.5 - 6.0. Karanggintung Village has a wet tropical climate with an average air temperature of between 22 - 29 degrees Celsius. The average rainfall for Karanggintung Village in 2022 is 182 days with an average rainfall of 2,355.56 mm. Based on economic aspects, the R/C ratio for corn farming is 2.13. The R/C ratio is greater than 1, then the farming is feasible. The BEP in the corn farming union is 1,706.33 kilograms, and the BEP in rupiah is IDR 6,074,441.21. Based on technical aspects, the number of workers used in corn farming for an average land area of 0.78 hectares is 33 people, consisting of 1 worker in the family 9TKDK) and 32 workers outside the family (TKLK). Based on the results of interviews, farmers stated that corn farming is one of the main sources of livelihood for the community. The existence of corn farming can help people get jobs and help people earn income for their families. |
| Kata kunci | usahatani, jagung, kelayakan |
| Pembimbing 1 | Dr. Ir. Anisur Rosyad, M.S. |
| Pembimbing 2 | Dr. Irene Kartika Eka Wijayanti, S.P., M.P |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 67 |
| Tgl. Entri | 2023-11-15 08:07:01.130857 |