Artikelilmiahs

Menampilkan 39.321-39.340 dari 48.940 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3932141791H1D015052SISTEM PENJADWALAN PERAWATAN ALAT BERBASIS WEB MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA Merujuk pada pentingnya sistem informasi secara berkala oleh karena itu CV. Limbo Elektric membutuhkan sistem informasi yang mampu meningkatkan efisiensi manajemen perawatan alat. Hasil perancangan sistem informasi dapat mempermudah pelaksanaan manajemen perawatan dan pengelolaan data-data terkait. Ketersedian rekapitulasi data kerusakan dan perawatan alat membantu untuk mengambil keputusan-keputusan yang berhubungan dengan aktivitas perawatan seperti jenis komponen yang diperlukan dan biaya perbaikan alat. Kondisi alat yang dipelihara dengan baik maka dapat membuat produktivitas semakin meningkat. Sistem ini akan dikembangkan agar petugas lapangan dapat melakukan pengambilan keputusan memasukan alat ke bagian layak pakai atau tidak layak pakai untuk masuk ke list maintenance dengan menggunakan sistem pakar dengan algoritma genetika. Kondisi alat akan didata dengan menggunakan beberapa kuesioner. Dengan kuesioner tersebut akan menghasilkan data keputusan alat akan dimaintenance atau masih layak pakai dengan menggunakan algoritma genetika. Pembangunan sistem informasi ini menggunkan metode waterfall dengan Unified Modeling Language (UML) digunakan sebagai alat bantu dalam perancangan sistem ini. Sedangkan Bahasa pemrogaman yang digunakan adalah Hypertext Preprocessor (PHP) dengan MySQL sebagai manajemen database-nya Pada pembuatan sistem ini dilakukan dengan pengujian blackbox dengan hasil 100% yang berarti sistem telah layak digunakan.Referring to the importance of information systems on a regular basis, CV. Limbo Elektric requires an information system capable of increasing the efficiency of equipment maintenance management. The results of the information system design can facilitate the implementation of maintenance management and related data management. Availability of equipment breakdown and maintenance recapitulation data helps decision making regarding maintenance activities such as the types of components needed and the cost of repairing equipment. The condition of tools that are well maintained can increase productivity. This system will be developed so that field officers can make decisions whether to include the device in the usable section or not fit for use to enter into the treatment list using an expert system with a genetic algorithm. The condition of the equipment will be recorded using several questionnaires. This questionnaire will produce data whether the tool will be maintained or is it still feasible to use using a genetic algorithm. The development of this information system uses the waterfall method with the Unified Modeling Language (UML) used as a tool in designing this system. While the programming language used is Hypertext Preprocessor (PHP) with MySQL as the database manager. In making this system black box testing was carried out with 100% results, which means the system is feasible to use.
3932244450F1A020042MAKNA PERNIKAHAN BAGI GENERASI Z DI KELURAHAN KOBER DI TENGAH FENOMENA RESESI SEKS
Indonesia mengalami penurunan angka pernikahan selama 5 tahun terakhir. Disisi lain, beberapa negara di dunia mengalami fenomena resesi seks. Kelurahan Kober selama 5 tahun terakhir mengalami penurunan angka pernikahan secara terus menerus. Generasi Z menjadi generasi yang hidup dalam perkembangan teknologi yang sangat pesat sehingga mudah menerima informasi dimanapun dan kapanpun. Indonesia mengalami ancaman resesi seks jika penurunan terus terjadi selama bertahun-tahun sehingga penelitian ini penting untuk dilakukan untuk mengetahui bagaimana ekspektasi pernikahan bagi Generasi Z dan bisa dijadikan sebuah kewaspadaan terhadap kehidupan mendatang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan makna pernikahan bagi generasi Z di Kelurahan Kober, Kecamatan Purwokerto Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori interaksionalisme simbolik. Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan metode purposive sampling, dengan kriteria informan usia 19-25 tahun yang belum menikah di Kelurahan Kober. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Generasi Z di Kelurahan Kober memiliki makna dan ekspektasi pernikahan yang bahagia sesuai dengan pandangannya. Informan perempuan berfokus pada ekspektasi kehidupan pernikahan dengan memiliki pasangan yang tidak menganut patriarki, tidak kasar, bisa bekerjasama, dan paham agama. Sedangkan informan laki-laki berfokus pada pemenuhan kebutuhan ekonomi untuk kehidupan berkeluarga nantinya. Media sosial dan lingkungan memiliki pengaruh terhadap keputusan Generasi Z untuk menjalani kehidupan pernikahan. Media sosial memiliki pengaruh negatif maupun positif dalam hal pernikahan. Hampir semua Gen Z di Kelurahan Kober memiliki pandangan terbuka mengenai orang yang mempunyai keputusan tidak menikah dan tidak ingin memiliki anak.
Indonesia has experienced a decline in marriage rates over the last five years. On the other hand, several countries in the world are experiencing the phenomenon of sexual recession. Over the last five years, Kober Village has experienced a continuous decline in the number of marriages. Generation Z is a generation that lives in very rapid technological developments so it is easy to receive information anywhere and at any time. Indonesia is experiencing the threat of a sexual recession if the decline continues for years, so this research is important to carry out to find out what Generation Z's marriage expectations are and can be used as a precaution for future life. This research aims to find out and explain the meaning of marriage for Generation Z in Kober Village, West Purwokerto District. This research uses descriptive qualitative methods using symbolic interactionalism theory. Data collection used was in-depth interviews, observation, and documentation using the purposive sampling method, with the criteria being that informants aged 19-25 years were unmarried in Kober Village. The results of this research show that Generation Z in Kober Village has the meaning and expectations of a happy marriage according to their views. Female informants focused on expectations of married life by having a partner who does not adhere to patriarchy, is not rude, can work together, and understands religion. Meanwhile, male informants focused on fulfilling economic needs for future family life. Social media and the environment influence Generation Z's decision to live a married life. Social media has both negative and positive influences on marriage. Almost all Gen Z in Kober Village have an open view about people who have decided not to marry and do not want to have children.
3932341793E1A018251Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Jasa

Perbankan Dalam Perjanjian Kredit Bank Putusan

No. 586 K/Pdt.sus-BPSK/2021
Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum terhadap konsumen dalam perjanjian kredit. Dalam pelaksanaan nya perjanjian kredit sering terjadi kesalah pahaman antara bank dengan nasabah meskipun dalam memberikan kredit, bank terlebih dahulu melakukan prosedur kelayakan, akan tetapi sering terjadi konsumen tidak dapat membayar kewajibannya atau wanprestasi dalam perjanjian kredit baik secara sengaja atau tidak sengaja, terlebih lagi dalam membuat perjanjian kredit bank membuat beberapa klausula yang harus di sepakati oleh nasabah sehingga ketika nasabah wanprestasi, bank berhak untuk menjual agunan kredit milik nasabah untuk menutupi hutang dari nasabah tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan ialah bahan hukum primer dan sekunder yang dilakukan dengan studi kepustakaan. Data disajikan dalam bentuk uraian logis, sistematis, dan rasional kemudian dianalisis secara normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan pelaku usaha berhasil membatalkan gugatan konsumen atas ganti kerugian terhadap penjualan aguanan yang telah ditetapkan oleh BPSK dalam perkara nomor 586
K/Pdt.Sus-BPSK/2021 dimana akibatnya konsumen harus menanggung kerugian yang diakibatkan oleh pelaku usaha.

This research aims to determine the legal protection for consumers in credit agreements. During its implementation, credit agreements often encounter misunderstandings between banks and customers, despite the bank's prior creditworthiness assessment. However, it is common for customers to be unable to pay their debts or defaults in credit agreements, whether intentional or unintentional, are not uncommon. Moreover, when creating credit agreements, banks include clauses that must be agreed upon by customers. As a result, when customers is default, the bank has the right to sell the collateral owned by the customer to cover the debt.
This study adopts a normative juridical approach with a descriptive- analytical research specification. The data sources used are secondary legal materials gathered through literature studies. The data is presented in a logical, systematic, and rational form, and subsequently analyzed using a qualitative normative approach.
The research results show that the business actors successfully managed to revoke the consumer's claim for compensation regarding the losses from the sale of his collateral, which was previously determined by the Consumer Dispute Settlement Agency (BPSK) in case number 586 K/Pdt.Sus- BPSK/2021, resulting in the consumer having to bear the losses caused by the business actors.
3932444765H1B017068PENGARUH BEDA TINGGI MUKA AIR TANAH DAN AIR LAUT
TERHADAP KINERJA SEKAT SOIL SEMEN BAN BEKAS
SEBAGAI PENGHALANG (BARRIER) INTRUSI AIR LAUT DI
KOTA CILACAP
Peningkatan penduduk di Kota Cilacap sebanding dengan meningkatnya kebutuhan air bersih yang
menyebabkan terjadinya pengambilan air tanah secara berlebihan. Hal tersebut menjadi penyebab terjadinya intrusi
air laut terutama di wilayah pesisir pantai. Pantai Teluk Penyu merupakan kawasan pesisir yang berada tidak jauh
dari pusat Kota Cilacap sehingga memiliki kepadatan penduduk yang tinggi. Intrusi air laut juga mampu merusak
struktur bangunan karena penggunaan material struktur yang tidak tahan korosi, seperti tulangan baja. Oleh karena
itu, perlu dilakukan upaya untuk mengurangi dampak dari intrusi air laut dengan membuat model sekat soil semen
ban bekas. Penambahan material ban bekas pada campuran sekat bertujuan untuk menggantikan fungsi tulangan baja
yang mudah mengalami korosi jika diaplikasikan pada struktur yang berhubungan langsung dengan air laut. Tujuan
dari penelitian ini adalah menentukan pola intrusi air laut dengan variasi panjang sekat campuran soil semen ban
bekas; dan menentukan pengaruh dari variasi panjang sekat dan penambahan ban bekas ke dalam campuran soil
semen terhadap panjang intrusi. Metode pengujian dilakukan dengan model fisik akuifer menggunakan flume dan
membandingkan hasil pengujian dengan menggunakan persamaan Darcy. Penelitian ini menggunakan sekat berupa
campuran bahan tanah dan semen dengan perbandingan 6:1 serta ban bekas dengan kadar 5%, 10%, 15%, 20%, dan
25% terhadap berat pasir. Pola intrusi air laut yang terjadi pada akuifer diamati dengan melakukan variasi beda tinggi
muka air laut terhadap muka air tanah 0 cm, 2.5 cm, 5 cm, 7.5 cm, dan 10 cm, dengan dimensi sekat panjang 10 cm,
dan lebar 1cm. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan sekat soil semen ban bekas dengan beda tinggi muka air,
pada beda tinggi 0 cm mengurangi intrusi air laut sebesar 62.45%, beda tinggi 2.5 cm mengurangi intrusi air laut
sebesar 39.04 %, beda tinggi 5 cm mengurangi intrusi air laut sebesar 22.93 %, beda tinggi 7.5 cm mengurangi 14.4 %,
dan beda tinggi 10 cm mengurangi intrusi air laut sebesar 8.459%.
The increase in population in Cilacap City is proportional to the increasing need for clean water which
causes excessive groundwater extraction. This is the cause of sea water intrusion, especially in coastal areas. Turtle
Bay Beach is a coastal area not far from the center of Cilacap City, so it has a high population density. Seawater
intrusion can also damage building structures due to the use of structural materials that are not corrosion resistant,
such as steel reinforcement. Therefore, efforts need to be made to reduce the impact of sea water intrusion by creating
a bulkhead modelsoil used tire cement. The addition of used tire material to the insulation mixture aims to replace
the function of steel reinforcement which easily corrodes when applied to structures that are in direct contact with
sea water. The aim of this research is to determine seawater intrusion patterns with variations in the length of the
mixed bulkheadsoil used tire cement; and determine the effects of varying partition length and adding used tires to
the mixsoil cement to the length of the intrusion. The test method is carried out using a physical model of the aquifer
flume and compare test results using Darcy's equation. This research used partitions in the form of a mixture of soil
and cement with a ratio of 6:1 and used tires with levels of 5%, 10%, 15%, 20% and 25% by weight of sand. The
pattern of seawater intrusion that occurs in the aquifer is observed by varying the different hight water level sea water
and fresh water at 0 cm, 2.5 cm, 5 cm, 7.5 cm and 10 cm. The research results show that using used tire cement soil
partitions with a length of 10 cm and wide 1 cm, at different height 0 cm reduces sea water intrusion by 62.45%, at
different height of 2.5 cm reduces sea water intrusion by 39.04%, at different height 5 cm reduces sea water intrusion
by 22.93%, at different height of 7.5 cm reduces sea water intrusion by 14.4% ,and at different height 10 cm reduces
sea water intrusion by 8.459%,
3932544464F1F020075PERAN NAHDLATUL ULAMA DALAM MENJALANKAN PROSES PERDAMAIAN DI AFGHANISTAN MELALUI FAITH-BASED DIPLOMACY (2013-2023)Afghanistan memiliki sejarah panjang konflik internal, yang disebabkan oleh keragaman suku dan etnis di Afghanistan. Isu etnisitas menjadi semakin parah ketika pihak asing terlibat dalam kontestasi perebutan kekuasaan di Afghanistan. Pemerintah Afghanistan dalam menyelesaikan berbagai konflik dalam negeri, meminta bantuan kepada Indonesia untuk membantu dalam menyelesaikan konflik dan krisis di Afghanistan. Pemerintah Indonesia mempercayai Nahdlatul Ulama (NU) sebagai Civil Society Organization (CSO) di Indonesia untuk terlibat dalam proses perdamaian di Afghanistan. NU adalah organisasi sosial keagamaan yang berupaya mewujudkan Islam rahmatan lil’alamin, dengan menginisiasi dialog-dialog perdamaian yang dihadiri oleh para ulama Afghanistan dan terlibat langsung dalam proses perdamaian di Afghanistan.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran Nahdlatul Ulama dalam menjalankan proses perdamaian di Afghanistan melalui faith-based diplomacy (2013-2023). Faith-based diplomacy adalah sebuah konsep yang mengintegrasikan keyakinan agama dalam upaya pelaksanaan perdamaian internasional. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan menggunakan sumber data primer (wawancara terstruktur) dan sekunder (buku, jurnal, dan website). Hasil dari penelitian ini adalah NU berperan besar dalam proses perdamaian di Afghanistan. Terbukti NU telah mengadakan dan memfasilitasi berbagai dialog perdamaian yang dilaksanakan di Indonesia dan Afghanistan, serta mendirikan Nahdlatul Ulama Afghanistan (NUA). Meskipun proses perdamaian tidak berkelanjutan dan konsisten akibat pengambilalihan kekuasaan Taliban atas Afghanistan. Namun, di samping itu NU sudah berhasil membantu NUA untuk eksis hingga saat ini, dan terus mengkampanyekan perdamaian melalui kegiatan-kegiatannya.
Afghanistan has a long history of internal conflict, caused by Afghanistan’s tribal and ethnic diversity. The issue of ethnicity becomes increasingly serious when foreign parties are involved in the contestation for power in Afghanistan. The Afghan government, in resolving various domestic conflicts, asked Indonesia for assistance in resolving conflicts and crises in Afghanistan. The Indonesian government trusts Nahdlatul Ulama (NU) as the Civil Society Organization (CSO) in Indonesia to be involved in the peace process in Afghanistan. NU is a socio-religious organization that seeks to realize Islam rahmatan lil’alamin, by initiating peace dialogues attended by Afghan ulama and being directly involved in the peace process in Afghanistan.
The aim of this research is to analyze the role of Nahdlatul Ulama in carrying out the peace process in Afghanistan through faith-based diplomacy (2013-2023). Faith-based diplomacy is a concept that integrates religious beliefs in efforts to implement international peace. The research methodology used is descriptive qualitative, using primary (structured interviewed) and secondary (books, journals, and websites) data sources. The result of this research is that NU played a major role in the peace process in Afghanistan. It’s proven that NU has held and facilitated various peace dialogues carried out in Indonesia and Afghanistan, as well as establishing Nahdlatul Ulama Afghanistan (NUA). Although the peace process is not sustainable and consistent due to the Taliban’s takeover of Afghanistan. However, apart from that, NU has succeeded in helping NUA to exist to this day, and continues to campaign for peace through its activities.
3932641794J1A016049TRANSLATION TECHNIQUES, METHODS, AND IDEOLOGIES IN SONG LYRICS OF ADELE’S ALBUM, LIVE OF THE ROYAL ALBERT HALL
ABSTRAK

Pratiwi, Poppy Reza 2023. TRANSLATION TECHNIQUES, METHODS, AND IDEOLOGIES IN SONG LYRICS OF ADELE’S ALBUM “LIVE OF THE
ROYAL ALBERT HALL”. Thesis. English Literature Study Program. Faculty of Humanities. Jenderal Soedirman University. Purwokerto. Supervisor 1: Raden Pujo Handoyo. S.S., M.Hum, Supervisor 2: Nadia Gitya Yulianita, S.Pd., M.Li.
,External Examiner: Asrofin Nur Kholifah, S.S., S.Hum.
Keywords: translation technique, translation method, translation ideology, song lyrics

Penelitian yang berjudul “Teknik, Metode, dan Ideologi Penerjemahan dalam Lirik Lagu Album Adele 'Live Of The Royal Albert Hall'” ini bertujuan untuk mengeksplorasi teknik, metode, dan ideologi penerjemahan yang digunakan dalam album Adele. Penelitian ini menggunakan teori teknik penerjemahan Molina dan Albir, teori metode penerjemahan Newmark, dan teori ideologi penerjemahan Venuti. Metode deskriptif kualitatif digunakan, menganalisis 181 baris lirik dari enam lagu dalam album. Analisis teknik penerjemahan mengungkapkan adanya tujuh dari 18 teknik yang diusulkan. Teknik yang paling sering digunakan adalah Kompresi Linguistik, yang terdiri dari 33,2% dari total, diikuti oleh Terjemahan Literal sekitar 19,3%. Transposisi menyumbang sekitar 11,1%, sedangkan Setara yang Ditetapkan mewakili sekitar 17,7% dari data. Teknik yang tersisa, termasuk Amplifikasi, Modulasi, dan Particularization, memiliki persentase yang lebih kecil. Mengenai metode penerjemahan, penelitian ini menemukan bahwa album tersebut sebagian besar mengikuti Metode Penerjemahan Penekanan Bahasa Target (TL). Kira-kira 80,7% poin data termasuk dalam metode penekanan Bsa, termasuk terjemahan bebas (40,9%), terjemahan idiomatik (17,7%), dan terjemahan komunikatif (22,1%). Sebaliknya, Terjemahan Literal mewakili sekitar 19,3% dari total poin data, menandakan Metode Terjemahan Penekanan Bahasa Sumber (SL). Berdasarkan temuan ini, peneliti menyimpulkan bahwa penerjemahan lirik album selaras dengan ideologi domestikasi, karena metode penerjemahan penekanan Bsa mendominasi hasil terjemahan secara keseluruhan.
Pratiwi, Poppy Reza 2023. TRANSLATION TECHNIQUES, METHODS, AND IDEOLOGIES IN SONG LYRICS OF ADELE’S ALBUM “LIVE OF THE
ROYAL ALBERT HALL”. Thesis. English Literature Study Program. Faculty of Humanities. Jenderal Soedirman University. Purwokerto. Supervisor 1: Raden Pujo Handoyo. S.S., M.Hum, Supervisor 2: Nadia Gitya Yulianita, S.Pd., M.Li.
,External Examiner: Asrofin Nur Kholifah, S.S., S.Hum.
Keywords: translation technique, translation method, translation ideology, song lyrics

The research entitled "Translation Techniques, Methods, and Ideologies in Song Lyrics of Adele's Album 'Live Of The Royal Albert Hall'" aims to explore the translation techniques, methods, and ideologies used in Adele's album. The research utilizes Molina and Albir's translation technique theory, Newmark's translation method theory, and Venuti's translation ideology theory. The qualitative descriptive method is employed, analyzing 181 lyrics lines from six songs in the album. The analysis of the translation techniques reveals the presence of seven out of the 18 proposed techniques. The most frequently used technique is Linguistic Compression, comprising 33.2% of the total, followed by Literal Translation at around 19.3%. Transposition accounts for roughly 11.1%, while Established Equivalent represents about 17.7% of the data. The remaining techniques, including Amplification, Modulation, and Particularization, have smaller percentages. Regarding the translation methods, the research finds that the album predominantly follows the Target Language (TL) Emphasis Translation Method. Approximately 80.7% of the data points fall under TL emphasis methods, including free translation (40.9%), idiomatic translation (17.7%), and communicative translation (22.1%). In contrast, Literal Translation represents around 19.3% of the total data points, signifying the Source Language (SL) Emphasis Translation Method. Based on these findings, the researcher concludes that the translation of the album's lyrics aligns with the ideology of domestication, as the TL emphasis translation method dominates the overall translation result.
3932741792F1D019075ANALISIS PERAN ORGANISASI SAYAP PARTAI GERAKAN RESTORASI PEDAGANG DAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH PARTAI NASIONAL DEMOKRAT DI INDONESIA TAHUN 2021-2023Partai Nasional Demokrat (NasDem) merupakan salah satu partai politik aktif yang turut membentuk organisasi sayap partai. NasDem tidak hanya memiliki satu atau dua sayap partai, melainkan ada lima organisasi sayap partai yang aktif hingga saat ini, salah satunya adalah Gerakan Restorasi Pedagang dan UMKM atau disingkat menjadi GARPU yang memilih profesi pedagang dan UMKM sebagai fokus aspeknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa peran yang dimiliki oleh organisasi sayap partai GARPU NasDem sebagai organisasi dengan basis oprofesi pedagang dan UMKM yang turut menjadi kanal rekrutmen politik bagi Partai NasDem. Studi ini menggunakan metode kualitatif. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan studi kasus, dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi sayap partai GARPU NasDem memiliki program-program yang menjadi upaya dalam membangun ikatan yang kuat antara pedagang dan UMKM binaan dengan GARPU maupun Partai NasDem. Upaya tersebut dilakukan dengan bantuan materil dan non-materil yang dilakukan oleh GARPU NasDem terhadap para pedagang dan UMKM binaan.The Nasional Demokrat Party (NasDem) is one of the active political parties that has helped form the party's wing organization. NasDem does not only have one or two party wings, but there are five active party wing organizations to date, one of which is the Traders and UMKM Restoration Movement or abbreviated as GARPU which chooses the profession of traders and UMKM as its focus aspect. This study aims to analyze the role played by the wing organization of the GARPU NasDem party as an organization based on the profession of traders and UMKMs which has also become a political recruitment channel for the NasDem Party. This study uses qualitative methods. The approach used is a case study approach, and the data collection techniques used are interviews and observation. The results of the study show that the GARPU NasDem party wing organization has programs that are an effort to build strong ties between traders and assisted MSMEs with GARPU and the NasDem Party. This effort was carried out with material and non-material assistance carried out by GARPU NasDem for fostered traders and UMKMs.
3932841796F1B019077PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DI KANTOR PT PERKEBUNAN TAMBI UNIT PRODUKSI TANJUNGSARIPenelitian ini berjudul Pengembangan Sumber Daya Manusia di Kantor PT Perkebunan Tambi Unit Produksi Tanjungsari. Kantor PT Perkebunan Tambi dalam pelaksanaannya telah melaksanakan pengembangan Sumber Daya Manusia guna meningkatkan kemampuan Karyawannya. Adapun upaya pengemabangan Sumber Daya Manusia yang dilakukan oleh Kantor PT Perkebunan Tambi Unit Produksi Tanjungsari terbagi dalam tiga aspek yaitu pendidikan, pelatihan, dan pengembangan karir. Meskipun telah dilaksanakan pengambangan Sumber Daya Manusia tersebut akan tetapi masih ditemukan kendala dalam pelaksanaan tugas kerja akibat dari adanya problem terkait komputer, alat elektronik, dan lain sebagainya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan mengenai pengembangan Sumber Daya Manusia di Kantor PT Perkebunan Tambi Unit Produksi Tanjungsari. Penelitian ini menggunakan model teori dari Robert terkait pengembangan Sumber Daya Manusia yaitu pendidikan, pelatihan, dan pengembangan karir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Sumber Daya Manusia baik dari segi pendidikan, pelatihan, maupun pengembangan karir yang dilakukan oleh Kantor PT Perkebunan Tambi Unit Produksi Tanjungsari. Akan tetapi dalam pelaksanaannya pengembangan SDM yang dilakukan masih belum optimal oleh PT Perkebunan Tambi Unit Produksi Tanjungsari.This research is entitled Development of Human Resources in the Office of PT Perkebunan Tambi Unit Produksi Tanjungsari. The PT Perkebunan Tambi office in its implementation has carried out Human Resource development in order to improve the abilities of its employees. The efforts to develop Human Resources carried out by the PT Perkebunan Tambi Unit Produksi Tanjungsari Office are divided into three aspects, namely education, training, and career development. Even though the Human Resources development has been carried out, obstacles are still found in the implementation of work assignments due to problems related to computers, electronic devices, and so on. The purpose of this study is to explain the development of Human Resources in the Office of PT Perkebunan Tambi Unit Produksi Tanjungsari. This study uses a theoretical model from Robert regarding the development of Human Resources, namely education, training, and career development. The method used in this research is descriptive qualitative. The results of the research show that the development of Human Resources in terms of education, training, and career development is carried out by the Office of PT Perkebunan Tambi Unit Produksi Tanjungsari. However, in practice the development of human resources carried out is still not optimal by PT Perkebunan Tambi Unit Produksi Tanjungsari.
3932944465F1F018043Diplomasi Budaya Indonesia Melalui Batik Di Rusia Tahun 2016-2019Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Rusia, yang terjalin lebih dari enam dekade lalu, telah menyaksikan berbagai tonggak sejarah dalam kedua negara. Meskipun menghadapi tantangan-tantangan tertentu, hubungan ini tetap stabil, dengan penekanan pada kerja sama kontemporer di berbagai bidang seperti ekonomi, politik, dan budaya. Penelitian ini menggali diplomasi budaya Indonesia melalui batik di Rusia dari tahun 2016 hingga 2019, dengan tujuan memahami dampaknya terhadap persepsi masyarakat Rusia terhadap budaya Indonesia, khususnya melalui nilai simbolis batik. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini mengamati bagaimana berbagai acara budaya, seperti festival dan pertunjukan, membentuk sikap masyarakat Rusia terhadap budaya Indonesia. Analisis menunjukkan bahwa upaya diplomasi budaya Indonesia, terutama melalui batik, telah berhasil memamerkan kekayaan budaya negara ini kepada penonton Rusia. Festival-festival di Moskow, misalnya, telah berhasil menarik minat masyarakat Rusia, memperdalam apresiasi dan pemahaman mereka terhadap warisan budaya Indonesia. Sebagai kesimpulan, diplomasi budaya Indonesia, yang tercermin dalam promosi batik di Rusia, menjadi alat yang efektif dalam memperkuat hubungan bilateral. Upaya ini tidak hanya memfasilitasi pemahaman lintas budaya yang lebih dalam, tetapi juga membuka jalan bagi kerja sama yang lebih luas, terutama dalam domain budaya dan pariwisata, yang membentuk dasar yang kuat untuk keterlibatan diplomatik di masa depan antara kedua negara.Diplomatic relations between Indonesia and Russia, spanning over six decades, have witnessed various historical milestones in both nations. Despite encountering specific challenges, this relationship remains stable, emphasizing contemporary cooperation across various fields such as economics, politics, and culture. This research explores Indonesian cultural diplomacy through batik in Russia from 2016 to 2019, aiming to understand its impact on Russian society's perceptions of Indonesian culture, particularly through the symbolic value of batik. Using qualitative methods, this study observes how various cultural events, such as festivals and performances, shape Russian attitudes towards Indonesian culture. Analysis indicates that Indonesian cultural diplomacy efforts, particularly through batik, have successfully showcased the nation's cultural richness to Russian audiences. Festivals in Moscow, for instance, have effectively captured the interest of Russian society, deepening their appreciation and understanding of Indonesian cultural heritage. In conclusion, Indonesian cultural diplomacy, reflected in batik promotion in Russia, serves as an effective tool in strengthening bilateral relations. These efforts not only facilitate deeper cross-cultural understanding but also pave the way for broader cooperation, particularly in the cultural and tourism domains, laying a robust foundation for future diplomatic engagement between the two countries.
Keywords: Cultural Diplomacy, Batik, Indonesia, Russia, International Cooperation
3933041798J0A019051Translating Eleanor Coerr's Short Story Entitled Mieko and the Fifth Treasure from English into Indonesian Cerita pendek merupakan salah satu bentuk fiksi, yang ceritanya sangat singkat, baik peristiwa yang di ungkapkan, isi cerita, dan jumlah kata yang digunakan. Cerita pendek yang memiliki berbagai variasi, salah satunya cerita pendek yang berjudul Mieko and the Fifth Treasure, karya dari Eleanor Coerr. Cerita tentang kisah seorang gadis kecil berumur 10 tahun yang mengalami insiden Bom atom di Nagasaki, Jepang.
Terdapat proses dalam menerjemahkan cerita pendek "Mieko and the Fifth Treasure" yaitu, Tahap analisis, proses menganalisis cerita pendek untuk memahami isi dan makna dari cerita pendek. Tahap Transfer, proses menerjemahkan dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran. Tahap restrukturisasi, proses mengulang dengan meneliti secara keseluruhan. Tahap evaluasi dan revisi, proses memperbaiki kesalahan dalam proses menerjemahkan secara keseluruhan.
Ada beberapa teknik yang dipakai dalam proses penerjemahan cerita pendek yang berjudul Mieko and the Fifth Treasure. Teknik yang digunakan yaitu, Penerjemahan harfiah, Kalke, Transposisi. Kendala yang terdapat dalam proses penerjemahan cerita pendek Mieko and the Fifth Treasure yaitu, kesalahan yang terdapat pada makna terjemahan dari bahasa sumber ke bahasa sasaran, adanya kosa kata yang kurang dipahami, mencari padanan yang sesuai dalam bahasa sasaran. Solusi yang dilakukan yaitu, melakukan konsultasi dengan pembimbing, membaca kembali dengan teliti secara keseluruhan, dan lebih meningkatkan dalam mempelajari kosa kata. Teknik penerjemahan yang dilakukan, dapat membantu dalam proses penerjemahan. Teknik penerjemahan ini, sehingga mampu menghasilkan terjemahan yang sesuai dengan padanan kata dan tetap menyampaikan pesan yang ada dalam bahasa sumber.
Short story is a form of fiction, which the story is very short, both the events that are disclosed, the contents of the story, and the number of words used. Short stories have various variations, one of them is the short story entitled "Mieko and the Fifth Treasure", by Eleanor Coerr. The story of a 10 years old girl who experienced an atom bomb incident in Nagasaki, Japan.
There is a process in translating the short story "Mieko and the Fifth Treasure", namely, Analysis stage, the process of analyzing the short story to understand the content and meaning of the short story. Transfer stage, the process of translating from the source language into the target language. The reconstructing stage, the process repeats by examining it as a whole. Evaluation and revision stage, the process of correcting errors in the translation process as a whole.
There are several techniques used in the process of translating a short story entitled "Mieko and the Fifth Treasure". The techniques that used are Literal translation, Calque, Description, Borrowing, Reduction Transposition. The obstacles in the process of translating the short story Mieko and the Fifth Treasure are errors in the meaning of the translation from the source language to the target language, the lack of understanding of the vocabulary, and finding appropriate equivalent in the target language. The solution is to carry out consultation with supervisors, re-read carefully as a whole, and improve the ability to learning vocabulary. Translation techniques used can help in the translation process. This translation technique, so as to be able to produce translations that are by the equivalent words and still convey the message in the source language.
3933145298C1A020013PENERAPAN EKONOMI HIJAU PADA EDUMART KOSUKU: PENGENAAN BIAYA TAMBAHAN UNTUK KANTUNG PLASTIK BERDASARKAN WTP KONSUMENPenelitian ini mengkaji penerapan inisiatif ekonomi hijau melalui kebijakan kantong plastik berbayar di Edumart, unit ritel Koperasi Kosuku di Universitas Jenderal Soedirman. Meskipun kebijakan ini berhasil secara global, penerapannya di Indonesia kurang optimal akibat ketidakjelasan alokasi dana dan lemahnya penegakan hukum. Namun, disarankan agar dana yang terkumpul dialokasikan untuk upaya lingkungan dan komunitas, dengan edukasi publik yang ditingkatkan dan penegakan hukum yang lebih kuat. Penelitian ini menilai kesediaan konsumen untuk membayar kantong plastik menggunakan Metode Penilaian Kontingen (CVM) dan analisis regresi logistik dengan perangkat lunak Eviews. Analisis ini mempertimbangkan kesadaran lingkungan, kepedulian, pengeluaran ritel bulanan, dan jenis kelamin sebagai variabel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen Edumart bersedia membayar Rp 674,00 per kantong plastik, dengan pengeluaran ritel bulanan berpengaruh positif terhadap kesediaan membayar, sementara kesadaran dan kepedulian lingkungan mempengaruhi harga awal. Jenis kelamin tidak memiliki dampak signifikan. Temuan ini menyarankan adopsi kebijakan ini sebagai bagian dari inisiatif ekonomi hijau Edumart, sejalan dengan praktik global untuk pelestarian lingkungan.This study examines the implementation of a green economy initiative through the paid plastic bag policy at Edumart, a retail unit of Kosuku (an employee cooperative of University Jenderal Soedirman) at Jenderal Soedirman University. Despite global success, the policy has underperformed in Indonesia due to unclear fee allocation and weak enforcement. However, it is recommended to allocate fees toward environmental and community efforts, with enhanced public education and law enforcement. This study assesses consumer willingness to pay for plastic bags using the Contingent Valuation Method (CVM) and logistic regression analysis with Eviews software. The analysis considers environmental awareness, concern, monthly retail expenditure, and gender as independent variables. Results show that Edumart consumers are willing to pay IDR 674.00 per plastic bag, with monthly retail expenditure positively influencing willingness, while environmental awareness and concern affect initial pricing. Gender has no significant impact. The findings suggest adopting the policy as part of Edumart's green economy initiative, aligning with global practices for environmental stewardship.
3933241800F1B019009IMPLEMENTASI PROGRAM PENGENTASAN RUMAH TIDAK LAYAK HUNI (RTLH) STUDI KASUS DI DESA PETAHUNAN, KECAMATAN PEKUNCEN, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAHPenelitian ini bertujuan untuk alasan mengapa implementasi program pengentasan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas dapat berjalan dengan menggunakan indikator penilaian keberhasilan implementasi suatu kebijakan menurut Ripley dan Franklin yang terdiri dari aspek Kepatuhan, Lancarnya Rutinitas Fungsi dan Terwujudnya Kinerja dan Dampak yang Dikehendaki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik Purposive Sampling dan Snowball Sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu melalui wawancara, observasi dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan metode analisis interkatif. Dan untuk validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari aspek kepatuhan, secara keseluruhan para implementor atau agen pelaksana kebijakan telah mematuhi panduan serta arahan pimpinannya. Hal tersebut dapat dilihat dari adanya kegiatan sosialisasi, pengawasan serta koordinasi yang rutin dilaksanakan ketika pelaksanaan program pengentasan (RTLH) berlangsung. Dari aspek Lancarnya rutinitas fungsi, secara umum pelaksanaan kebijakan telah berjalan dengan lancar sesuai panduan serta arahan pimpinannya. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan adanya kendala-kendala yang dapat menghambat terhadap kelancaran program. Diantaranya seperti kendala yang berasal dari sasaran penerima bantuan mengenai ketidak sanggupan akan swadaya yang nantinya diperlukan untuk pembangunan rumah, kondisi medan Desa Petahunan yang cukup menyulitkan dalam pendistribusian material bangunan serta faktor kepercayaan yang masih melekat dalam diri masyarakat mengenai adanya larangan bulan dalam pembangunan rumah yang menjadi salah-satu penghambat dalam pelaksanaan program. Dari aspek terwujudnya kinerja dan dampak yang dikehendaki, implementasi program pengentasan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Petahunan sudah menghasilkan pencapaian yang cukup memuaskan serta kualitas bangunan yang dihasilkan juga dapat dikatakan sudah sangat layak.This study aims to explain why the implementation of the Uninhabitable Houses (RTLH) eradication program in Petahunan Village, Pekuncen District, Banyumas Regency can work using indicators for assessing the success of implementing a policy according to Ripley and Franklin which consist of aspects of Compliance, Smooth Routine Functions and Realization Desired Performance and Impact. The method used in this research is descriptive qualitative. The informant selection technique uses Purposive Sampling and Snowball Sampling techniques. The collection of data in this study was through interviews, observation and documentation which were analyzed using interactive analysis methods. And for the validity of the data using source triangulation techniques. The results of this study indicate that from the compliance aspect, as a whole the implementers or implementing agents of the policy have complied with the guidelines and directions of their leaders. This can be seen from the socialization, supervision and coordination activities that are routinely carried out when the implementation of the alleviation program (RTLH) takes place. From the aspect of the smooth functioning of the routine, in general the implementation of policies has been running smoothly according to the guidelines and directions of the leadership. However, in practice there are still obstacles that can hinder the smooth running of the program. Among them are obstacles originating from the target beneficiaries regarding the inability to be self-supporting which will later be needed for building houses, the terrain conditions of Petahunan Village which are quite difficult in distributing building materials and the belief factor that is still inherent in the community regarding the existence of a month's ban on house construction. one of the obstacles in the implementation of the program. From the aspect of realizing the desired performance and impact, the implementation of the Uninhabitable Houses (RTLH) program in Petahunan Village has resulted in satisfactory achievements and the quality of the resulting buildings can also be said to be very decent.
3933341801F1F019073DAMPAK COVID-19 TERHADAP GLOBAL SHIPPING INDONESIA TAHUN 2020-2022 (STUDI KASUS PELABUHAN TANJUNG INTAN CILACAP)Penelitian ini membahas dampak pandemi COVID-19 terhadap Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap. Latar belakangnya melibatkan perhatian terhadap dampak pandemi terhadap pelabuhan, khususnya dalam konteks perdagangan internasional. Penelitian ini menggunakan kerangka teori Supply Chain Management untuk menganalisis perubahan dalam aktivitas perdagangan dan aktivitas pendukung di pelabuhan. Metode penelitian melibatkan wawancara dengan pihak terkait untuk mendapatkan informasi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak COVID-19 menyebabkan perubahan dalam arus barang dan kapal di pelabuhan, termasuk penambahan charter kapal. Faktor dari luar seperti penambahan daya oleh PLN di PLTU (pembangkit listrik tenaga uap) yang sudah direncanakan sebelum COVID-19 secara tidak langsung mempengaruhi produktivitas tenaga kerja bongkar muat, arus kapal dan arus barang tahun ke tahun. Dampak COVID-19 terhadap produktivitas TKBM dapat berpengaruh pada kepercayaan pelanggan, mitra, maupun pemerintah di Pelabuhan Tanjung Intan. Kerjasama dengan pihak ketiga juga menjadi bagian solusi dalam menghadapi tantangan ini. Kesimpulannya, pandemi COVID-19 memiliki dampak terhadap kepercayaan pelanggan untuk terus menggunakan jasa Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap, yang mengakibatkan penambahan charter kapal dan pengurangan tenaga kerja bongkar muat.This research discusses the impact of the COVID-19 pandemic on Tanjung Intan Cilacap Port. The background involves attention to the impact of the pandemic on ports, particularly in the context of international trade. This research uses the Supply Chain Management theoretical framework to analyze changes in trade activities and supporting activities at the port. The research method involved interviews with relevant parties to obtain relevant information. The results showed that the impact of COVID-19 led to changes in the flow of goods and ships at the port, including additional ship charters. External factors such as the addition of power by PLN at the PLTU (pembangkit listrik tenaga uap) which had been planned before COVID-19 indirectly affected stevedoring labor productivity, ship flow and goods flow year-on-year. The impact of COVID-19 on TKBM productivity can affect the trust of customers, partners, and the government at Tanjung Intan Port. Cooperation with third parties is also part of the solution in facing this challenge. In conclusion, the COVID-19 pandemic has an impact on customer confidence to continue using Tanjung Intan Cilacap Port services, resulting in additional ship charters and a reduction in stevedoring labor.
3933441797I1D019033HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PRAKTIK SARAPAN DAN JAJANAN DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK SEKOLAH DASAR Latar Belakang: Anak sekolah dasar memasuki umur pertumbuhan yang pesat sehingga perubahan terhadap pengetahuan, sikap, dan prakik pada suatu kebiasaan dapat menjadikan landasan perilaku di masa datang. Kebiasaan yang sering dilakukan anak sekolah dasar yaitu konsumsi sarapan dan jajanan. Namun pada praktiknya masih sering ditemui kesalahan dalam pemilihan sarapan dan jajanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan praktik sarapan dan jajanan terhadap status gizi anak sekolah dasar.

Metodologi: Penelitian kuantitatif dengan studi cross sectional, dilakukan pada 396 anak sekolah dasar di Kabupaten Banyumas, merupakan kelas 5 dan 6 yang berusia 10-13 tahun. Dilakukan pengambilan data menggunakan kuesioner wawancara dan pengukuran antropometri tinggi dan berat badan. Penelitian ini menggunakan teknik cluster dan proposional sampling. Analisis data bivariat menggunakan uji Spearman’s rho.

Hasil Penelitian: Mayoritas responden merupakan laki-laki dengan usia 12 tahun dan memiliki uang saku harian 6.000-10.000. Terdapat hubungan signifikan pada praktik jajanan dengan status gizi anak sekolah dasar (p=0,042), namun tidak ada hubungan signifikan pada pengetahuan sarapan dan jajanan, sikap sarapan dan jajanan dan praktik sarapan terhadap status gizi anak sekolah dasar.

Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan pada praktik jajanan dengan status gizi anak sekolah dasar. Tidak terdapat hubungan signifikan pada variabel lainnya.
Background: Elementary school children are entering an age of rapid growth so that changes in knowledge, attitudes and practices in a habit can form the basis of future behavior. Habits that elementary school children often do are consuming breakfast and snacks. However, in practice there are still frequent errors in choosing breakfast and snacks. This study aims to determine the relationship between knowledge, attitudes, and breakfast and snack practices on the nutritional status of elementary school children.

Methodology: Quantitative research with a cross sectional study, conducted on 396 elementary school children in Banyumas Regency, namely grades 5 and 6 aged 10-13 years. Data collection was carried out using interview questionnaires and anthropometric measurements of height and weight. This research uses cluster technique and proportional sampling. Bivariate data analysis used Spearman's rho test.

Research Results: The majority of respondents are male aged 12 years and have a daily allowance of 6,000-10,000. There is a significant relationship between snacking practices and the nutritional status of elementary school children (p=0.042), but there is no significant relationship between breakfast and snack knowledge, breakfast and snack attitudes and breakfast practices on the nutritional status of elementary school children.

Conclusion: There is a significant relationship between snacking practices and the nutritional status of elementary school children. There is no significant relationship to other variables.
3933541802F1D018031Strategi Pemenangan Dwi Asih Lintarti Dalam Pemilihan Umum Legislatif 2019 di Kabupaten BanyumasPenelitian ini bertujuan untuk memahami dan menjelaskan strategi pemenangan yang digunakan oleh Dwi Asih Lintarti dalam pemilihan umum legislative 2019 di Kabupaten Banyumas serta sumber daya yang mendukung pemenangan Dwi Asih Lintarti dalam pemilihan umum legislative 2019 di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan penelitian lapangan dan metode kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang di gunakan adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menggambarkan bahwa Dwi Asih Lintarti dalam pemilihan legislative 2019 menggunakan strategi ofensif melalui perluasan basis pemilih dengan membangun kepercayaan masyarakat dengan menerapkan rasa kekeluargaan, Dwi Asih Lintarti memberi prioritas pada upaya memperoleh kepercayaan masyarakat dengan melaksanakan kampanye melalui metode door-to- door. Strategi defensif juga dijalankan dengan cara aktif terlibat dalam aktivitas masyarakat dan berinteraksi dengan tokoh-tokoh masyarakat. Dalam hal segmentasi, Dwi Asih Lintarti segmentasi terhadap masyarakat nahdliyin yang menjadi target utama pemilih. Targeting yaitu dengan menyesuaikan target yang telah di tetapkan oleh Dwi Asih Lintarti dan tim suksesnya. Adapula sember daya pendukung pemenangan Dwi Asih Lintarti diantaranya modal politik, dengan modal politik sebagai incumbent guna mendekati masyarakat. Modal ekonomi, meskipun ekonomi tidak menjadi poin utama, Dwi Asih Lintarti memperkuat strateginya dengan berlandaskan modal sosial yang sangat kuat, melalui pendekatan tanpa pandang bulu terhadap pendukung ataupun non-pendukung, sehingga masyarakat dapat mengenalinya secara mendalamThis study aims to comprehend and elucidate the winning strategies employed by Dwi Asih Lintarti in the 2019 legislative election in Banyumas Regency, as well as the resources that supported Dwi Asih Lintarti's triumph in the 2019 legislative election in Banyumas Regency. The research was conducted employing a field research approach and a qualitative method. The data collection methods employed encompassed interviews, observations, and documentation. The data analysis encompassed data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research findings depict that Dwi Asih Lintarti, during the 2019 legislative election, utilized an offensive strategy by broadening the voter base, cultivating public trust through the application of a sense of familial rapport. Furthermore, Dwi Asih Lintarti prioritized efforts to garner public confidence by executing a door-to-door campaign approach. Defensive strategies were also enacted by actively engaging in community activities and interacting with influential figures within the community. Concerning segmentation, Dwi Asih Lintarti targeted the "nahdliyin" community as the primary voter base. Subsequently, targeting involved

aligning with the goals established by Dwi Asih Lintarti and her campaign team. Additionally, there were supportive resources contributing to Dwi Asih Lintarti's victory, including political capital, leveraging her incumbent status to connect with the community. While economic factors weren't the focal point, Dwi Asih Lintarti fortified her strategy based on robust social capital, employing an unbiased approach toward supporters and non-supporters alike, thus enabling the community to gain profound familiarity with her.
3933641799C2D020001LOCUS OF CONTROL DALAM MEMODERASI PENGARUH TEKANAN SOSIAL TERHADAP SENJANGAN ANGGARAN: STUDI EKSPERIMENPenelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratorium dengan pendekatan kuantitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis 1) Perbedaan pengaruh penciptaan senjangan anggaran pada individu dibawah kondisi obedience pressure dan tanpa tekanan sosial, 2) Perbedaan pengaruh penciptaan senjangan anggaran pada individu dibawah kondisi conformity pressure dan tanpa tekanan sosial, 3) Perbedaan pengaruh penciptaan senjangan anggaran pada individu dibawah kondisi obedience pressure dan conformity pressure, 4) Perbedaan pengaruh penciptaan senjangan anggaran pada individu yang memiliki external locus of control dan internal locus of control, 5) Pengaruh interaksi locus of control dalam memoderasi tekanan sosial terhadap senjangan anggaran. Desain penelitian eksperimen yang digunakan yaitu desain faktorial 3 × 2 between subject. Subjek penelitian ini yaitu mahasiswa S1 akuntansi, S1 manajemen, dan S2 sains akuntansi Universitas Jenderal Soedirman. Terdapat 111 subjek penelitian yang datanya dapat digunakan lebih lanjut untuk analisis. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis, uji Mann-Whitney, dan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Tidak terdapat perbedaan senjangan anggaran antara individu yang mendapatkan obedience pressure dengan individu yang tidak mendapatkan tekanan sosial, 2) Tidak terdapat perbedaan senjangan anggaran antara individu yang mendapatkan conformity pressure dengan individu yang tidak mendapatkan tekanan sosial, 3) Tidak terdapat perbedaan senjangan anggaran antara individu yang mendapatkan obedience pressure dengan individu yang mendapatkan conformity pressure, 4) Senjangan anggaran lebih tinggi pada individu yang memiliki external locus of control dibandingkan individu yang memiliki internal locus of control terhadap keputusan anggaran, dan 5) Tidak terdapat pengaruh interaksi locus of control dalam memoderasi tekanan sosial terhadap senjangan anggaran.This research is a laboratory experimental research with a quantitative approach. The purpose of this study is to analyze 1) Differences in the effect of creating budgetary slack on individuals under conditions of obedience pressure and without social pressure, 2) Differences in the effect of creating budgetary slack on individuals under conditions of conformity pressure and without social pressure, 3) Differences in the effect of creating budgetary slack on individuals under conditions of obedience pressure and conformity pressure, 4) Differences in the effect of creating budgetary slack on individuals who have an external locus of control and internal locus of control, 5) The interaction effect of locus of control in moderating social pressure on budgetary slack. The experimental research design used was a 3 × 2 between-subject factorial design. The subjects of this study were students of S1 accounting, S1 management, and S2 accounting science at Jenderal Soedirman University. There are 111 research subjects whose data could be further used for analysis. Data is analyzed using Kruskal Wallis test, Mann-Whitney test, and Chi-Square test. The results showed that 1) There is no difference in budgetary slack between individuals who received obedience pressure and individuals who did not receive social pressure, 2) There is no difference in budgetary slack between individuals who received conformity pressure and individuals who did not receive social pressure, 3) There is no differences in budgetary slack between individuals who receive obedience pressure and individuals who receive conformity pressure, 4) Budgetary slack is higher for individuals who have an external locus of control than individuals who have an internal locus of control on budget decisions, and 5) There is no influence of interaction locus of control in moderating social pressure on budgetary slack.
3933744767D1A020096Pengaruh Suplementasi Fitogenik terhadap Eritrosit, Kadar Hemoglobin dan Nilai Hematokrit Ayam Niaga PetelurPenelitian “Pengaruh Suplementasi Fitogenik Terhadap Jumlah Eritrosit, Kadar Hemoglobin, dan Nilai Hematokrit Ayam Niaga Petelur” telah dilaksanakan pada 10 Juli - 3 September 2023, bertempat di Eksperimental Farm, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dan Laboratorium Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi fitogenik tepung bawang putih, sambiloto, jahe dan campuran ketiganya terhadap jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit ayam niaga petelur. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap, terdiri dari 5 perlakuan dan 5 kali ulangan, sehingga terdapat 25 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri atas 4 ekor ayam. Materi penelitian yang digunakan adalah ayam niaga petelur strain Hyline Brown sebanyak 100 ekor berumur 50 minggu. Perlakuan terdiri atas P0 : Pakan basal, P1 : Pakan basal + 2 % tepung bawang putih, P2 : Pakan basal + 2 % tepung sambilto, P3 : Pakan basal + 2 % tepung jahe dan P4 : Pakan basal + 2 % campuran tepung bawang putih, sambiloto dan jahe. Peubah yang diukur meliputi jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit. Analisis data menggunakan analisis variansi (ANAVA). Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa fitogenik dapat mempertahankan jumlah eritrosit, kadar hemoglobin dan nilai hematokrit ayam niaga petelur pada keadaan normal. Jumlah eritrosit tertinggi diperoleh pada suplementasi tepung sambiloto. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fitogenik tepung sambiloto paling efektif untuk meningkatkan jumlah eritrosit dalam keadaan normal, begitu juga kadar hemoglobin dan nilai hematokrit.The research "The Effect of Phytogenic Supplementation on the Number of Erythrocytes, Hemoglobin Levels and Hematocrit Values of Laying Commercial Chickens" was carried out on 10 July - 3 September 2023, at the Experimental Farm, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto and the Clinical Pathology Laboratory, Faculty of Veterinary Medicine , Gadjah Mada University, Yogyakarta. The research aims to determine the effect of phytogenic supplementation of garlic flour, bitter, ginger and a mixture of the three on the number of erythrocytes, hemoglobin levels and hematocrit values of laying commercial chickens. The research design used was a completely randomized design, consisting of 5 treatments and 5 replications, so there were 25 experimental units. Each experimental unit consisted of 4 chickens. The research material used was 100 Hyline Brown laying commercial chickens aged 50 weeks. Treatment consisted of P0: basal feed, P1: basal feed + 2% garlic flour, P2: basal feed + 2% bitter flour, P3: basal feed + 2% ginger flour and P4: basal feed + 2% garlic flour mixture , bitter and ginger. The variables measured include the number of erythrocytes, hemoglobin levels, and hematocrit values. Data analysis uses analysis of variance (ANOVA). The results of variance analysis show that phytogenics can maintain the number of erythrocytes, hemoglobin levels and hematocrit values of laying commercial chickens in normal conditions. The highest number of erythrocytes was obtained with bitter flour supplementation. Based on the research results, it can be concluded that phytogenic bitter flour is the most effective for increasing the number of erythrocytes under normal conditions, as well as hemoglobin levels and hematocrit values.
3933841804I1E019013Survei Ketersediaan dan Pemanfaatan Sarana dan Prasarana Pendidikan Jasmani SMA Negeri Sederajat di Purwokerto Latar Belakang : Pendidikan jasmani berperan strategis dalam pengembangan fisik, sosial, afektif,
dan kognitif siswa. Standar sarana dan prasarana dalam pendidikan diatur oleh peraturan pemerintah
dan memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas. Namun
dibeberapa daerah masih ditemukan sekolah dengan tingkat ketersediaan sarana dan prasarana yang
rendah. Purwokerto, dikenal sebagai kota pendidikan, Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
menginvestigasi situasi tersebut di SMA Negeri sederajat di Purwokerto.
Metodologi Penelitian : Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan
instrumen kuesioner dan lembar observaso sebagai metode pengumpulan data. Teknik Total
Sampling digunakan untuk memilih sampel sekolah dan probability random sampling digunakan
untuk mencari sample siswa sebanyak 100 siswa. Penelitian dilaksanakan pada tanggal, 17 Juli – 7
Agustu 2023, di Purwokerto. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif berdasarkan
persentase.
Hasil Penelitian : Tingkat ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan jasmani di Sekolah
Menengah Atas (SMA) Negeri 92,3% , SMK Negeri 88% dan MA Negeri 83%, dengan kategori
“sangat baik." Selain itu, hasil analisis terkait tingkat pemanfaatan sarana dan prasarana pendidikan
jasmani di SMA Negeri mencapai 73,6% SMK Negeri 81,7% dan MA Negeri mencapai 72% .
dengan kategori "baik." Untuk SMA dan MA, dan kategori sangat baik untuk SMK.
Kesimpulan : Tingkat ketersediaan dan pemanfaatan sarana dan prasarana pendidikan jasmani di
SMA Negeri/sederajat tergolong dalam kategori sangat tersedia dan bermanfaat.
Kata Kunci : Survei, Sarana dan Prasarana, Pendidikan
Background : Physical education plays a strategic role in the physical, social, affective, and
cognitive development of students. The standard of facilities and infrastructure in education is
regulated by government regulations and has an important role in the implementation of quality
education. However, in some areas there are still schools with low levels of availability of facilities
and infrastructure. Purwokerto, known as the city of education, therefore, this study aims to
investigate the situation in equivalent public high schools in Purwokerto.
Research Methodology: This study uses a quantitative descriptive approach with questionnaire
instruments and observaso sheets as data collection methods. Total Sampling technique is used to
select a sample of schools and probability random sampling is used to find a sample of 100 students.
The research was conducted on July 17 – August 7, 2023, in Purwokerto. The data was analyzed
using percentage-based descriptive analysis.
Research Results: The level of availability of physical education facilities and infrastructure in
State High Schools (SMA) 92.3%, State Vocational Schools 88% and State MA 83%, with the
category "very good." In addition, the results of the analysis related to the utilization rate of physical
education facilities and infrastructure in State High Schools reached 73.6%, State Vocational
Schools 81.7% and State MAs reached 72%. with the category "good." For SMA and MA, and the
category is very good for SMK.
Conclusion : The level of availability and utilization of physical education facilities and
infrastructure in public high schools / equivalent is classified as very available and useful.
Keywords : Survey, Facilities and Infrastructure, Education
3933941806J1D019032Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Rasa Karya Tere LiyePenelitian ini bertujuan untuk memahami tipe kepribadian dan faktor yang memengaruhi kepribadian tokoh utama dalam novel Rasa karya Tere Liye. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Rasa karya Tere Liye. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kepribadian Gerard Heymans. Hasil analisis data akan dijabarkan dalam bentuk deskripsi dengan penjelasan yang sederhana dan mudah dipahami.

Hasil analisis data menunjukkan bahwa tokoh utama memiliki 4 tipe kepribadian, yaitu cholerici, gapasioneerden, flegmaciti, dan nerveuzen. Tipe kepribadian paling dominan yang dimiliki oleh tokoh utama adalah cholerici. Hal tersebut disebabkan karena sifat periang dan jahil termasuk dalam tipe kepribadian yang cenderung aktif. Oleh karena itu karakter dominan yang dimiliki tokoh utama termasuk dalam tipe kepribadian cholerici. Kepribadian tokoh utama dipengaruhi oleh faktor biologis, keluarga, dan lingkungan. Lingkungan menjadi faktor paling dominan yang memengaruhi kepribadian tokoh utama.
This research aims to understand personality types and factors that influence the personality of the main character in Tere Liye novel’s Rasa. The method used in this research is qualitative. The sourche of the data ini this research is the novel Rasa by Tere Liye. The theory used in this research is Gerard Heymans’ theory of personality. The results of data analysis will be described in the form of a description with a simple and easy-to-understand explanation.

The results of the data analysis show that the main character has 4 personality types, namely cholerici, gapasioneerden, flegmaciti, and nerveuzen. The most dominant personality type possessed by the main character is cholerici. This is because the cheerful and mischievous nature is included in the personality type that tends to be active. Therefore the dominant character possessed by the main character is included in the cholerici personality type. The main character’s personality is influenced by biological, family, and environmental factors. The environment is the most dominant factor influencing the main character’s personality.
3934041805I1D019066PENGARUH LEMBAR BALIK TERHADAP PENGETAHUAN GIZI DAN MOTIVASI PEMILIHAN MAKAN PADA ANGGOTA PMRLatar Belakang : Masalah gizi pada remaja remaja usia 16-18 tahun di di Banyumas terdiri dari masalah gizi kurang (8,99%) dan gizi lebih (11,91%). Pengetahuan gizi, pemilihan makan, dan keterlibatan aktif teman sebaya di sekolah berpengaruh terhadap status gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi melalui lembar baik terhadap pengetahuan gizi dan motivasi pemilihan makan pada anggota PMR SMAN 2 Purwokerto.
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan one group pretest-posttest design. Tiga puluh enam anggota PMR SMAN 2 Purwokerto dipilih menggunakan proportionate stratified sampling. Uji Paired T test (pengetahuan gizi, aspek suasana hati, kenyamanan, daya tarik sensori, keakraban, dan kepedulian etik) serta uji Wilcoxon (aspek kesehatan, harga, dan pengendalian berat badan) dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi terhadap pengetahuan dan pemilihan makanan.
Hasil Penelitian : Edukasi gizi berpengaruh secara signifikan meningkatkan rata-rata pengetahuan gizi (p=0,000) dan motivasi pemilihan makan, namun pada motivasi pemilihan makan perubahan nilai yang signifikan hanya terjadi pada aspek kesehatan (p=0,000), daya tarik sensori (p=0,037), dan pengendalian berat badan (p=0,000).
Kesimpulan : Edukasi gizi melalui lembar balik dapat meningkatkan pengetahuan gizi dan motivasi pemilihan makan aspek kesehatan, daya tarik sensori, dan pengendalian berat badan pada anggota PMR.
Background : Nutritional problem among adolescence aged 16-18 in Banyumas District was undernutrition (8,99%) and overnutrition (11,91%). Nutritional knowledge, food choice, and peers influence have influence on in nutritional status. This study aimed to investigate the impact of nutrition education, delivered through informative materials, on the nutritional knowledge and food choice motivation of PMR members at SMAN 2 Purwokerto.
Research Methods : A quasi-experimental study with a one-group pretest-posttest design was conducted with involving 36 PMR members from SMAN 2 Purwokerto. The Paired T-test (nutritional knowledge, aspect of mood, convenience, sensory appeal, familiarity, and ethical concerns) and The Wilcoxon test (aspects of health, price, and weight control) are used to analyze the influence of nutrition education to adolescence knowledge and food choice motivation.
Research result : Nutrition education had significant increase in the average nutrition knowledge (p=0,000) and motivation for food choices, specifically, significant changes were observed in motivation related to health (p=0,000), sensory appeal (p=0,037), and weight control (p=0,000).
Conclusion : Utilizing flipcharts for nutrition education can effectively enhance nutritional knowledge and motivation among PMR members, particularly in making healthier food choices with a focus on health-related foods, sensory appeal, and weight control.