Artikelilmiahs

Menampilkan 39.361-39.380 dari 48.927 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3936141852J1A019021Gender Oppression in the Workplace Depicted in Film The Assistant (2019)Isu gender merupakan isu yang tiada habisnya untuk dikaji. Meningkatnya jumlah perempuan yang memasuki dunia kerja membuat isu gender menjadi semakin menarik untuk dibahas. Salah satu film yang mengangkat isu gender di tempat kerja adalah The Assistant (2019). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis isu penindasan gender yang dialami oleh tokoh utama perempuan dalam film tersebut yang bekerja di perusahaan yang didominasi pria, khususnya yang berkaitan dengan imperialisme budaya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan dialog sebagai data utamanya. Data-data tersebut akan dianalisis dengan menggunakan teori Lima Wajah Penindasan dari Iris M. Young. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Jane mengalami imperialisme budaya yang dipengaruhi oleh norma-norma sosial yang berlaku dalam budaya patriarki. Imperialisme budaya juga memicu bentuk penindasan lain yang mencakup marginalisasi perempuan, eksploitasi tenaga kerja, dan ketidakberdayaan terhadap rekan kerja dan atasan pria. Penindasan tersebut terjadi karena status Jane sebagai perempuan dan posisinya sebagai asisten. Jane mengalami penindasan karena norma dan praktik sosial yang mengatur peran gender di masyarakat juga masih diterapkan di tempat kerja. Pada akhirnya penelitian ini mengungkapkan bahwa tugas-tugas yang biasa dilakukan perempuan di luar tanggung jawabnya dapat dikategorikan sebagai penindasan dalam bentuk imperialisme budaya yang dapat memperkuat penindasan dalam bentuk lain. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran gender untuk dapat meminimalisir tindakan penindasan terhadap perempuan di tempat kerja.Gender issues are endless issues to be studied. The increasing number of women entering the workforce makes gender issues becoming increasingly interesting to discuss. One of the films that raised the issue of gender in the workplace is The Assistant (2019). This current study aims to analyse the issue of gender oppression experienced by the main female character in the film who works in a male-dominated company, especially those related to cultural imperialism. It uses a qualitative method using dialogue as the main data. These data will be analysed using the theory of the Five Faces of Oppression by Iris M. Young. The results of this study indicate that Jane experiences cultural imperialism which is influenced by the social norms prevailing in patriarchal culture. The cultural imperialism also triggers other forms of oppression which include the marginalization of women, exploitation of labour, and the powerlessness towards male co-workers and superiors. These oppressions occurred because of Jane's status as a woman and her position as an assistant. Jane experiences oppression because social norms and practices governing gender roles in society are also still applied in the workplace. Eventually, this research reveals that tasks that are usually done by women outside of their responsibilities can be categorized as oppression in the form of cultural imperialism which can reinforce oppression in other forms. Therefore, gender awareness is needed to be able to minimize acts of oppression for women in the workplace.

3936241828J1C018040Dissociative Identity Disorder in the characters Mima and Rumi from Satoshi Kon's "Perfect Blue"Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Gangguan Identitas Disosiatif (GID) pada tokoh Mima dan Rumi dalam anime Perfect Blue karya Satoshi Kon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah simak dan catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis konten yaitu metode dengan cara menganalisis sekaligus menyimpulkan data yang telah diperoleh. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan, ditemukan 37 data GID dalam penelitian ini dengan penjabaran sebagai berikut: terdapat 3 data amnesia, 9 data depersonalisasi, 13 data derealisasi, 3 data krisis identitas, 9 data perubahan identitas. Kesimpulan ini menggarisbawahi fakta bahwa kedua karakter Mima dan Rumi dalam anime Perfect Blue mengalami gejala-gejala GID yang mencakup amnesia, depersonalisasi, derealisasi, krisis identitas, dan perubahan identitas. Temuan ini dapat memberikan pemahaman lebih lanjut tentang kompleksitas karakter-karakter tersebut dan memberikan wawasan tentang representasi GID dalam karya fiksi.The purpose of this study is to describe the Dissociative Identity Disorder (DID) of the character Mima and Rumi, from “Perfect Blue” created by Satoshi Kon. The research approach is descriptive and qualitative. The data collection method involves observation and note-taking. The data analysis technique used is content analysis, where acquired data is analyzed to draw conclusions. Based on the research findings, 37 instances of DID data were identified, consisting of 3 instances of amnesia, 9 instances of depersonalization, 13 instances of derealization, 3 instances of identity crisis data, and 9 instances of identity change data. The conclusion emphasizes the fact that both Mima and Rumi experience symptoms of Dissociative Identity Disorder, such as amnesia, depersonalization, derealization, identity crisis, and changes in identity. This study contributes to a deeper understanding of the complexity of the characters, offering insights into the portrayal of DID in fiction.
3936341829I1D019028Hubungan Diet Quality Dengan Obesitas Sentral Pada Pegawai di Universitas Jenderal Soedirman Latar Belakang: Obesitas sentral disebabkan oleh rendahnya kualitas diet yang digambarkan melalui asupan makanan yang tidak sesuai rekomendasi. Obesitas sentral pada pegawai dapat mempengaruhi produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan diet quality dengan obesitas sentral pada pegawai.
Metodologi: Penelitian observasional dengan pendekatan crossectional melibatkan 124 pegawai di Universitas Jenderal Soedirman berusia 26-45 tahun. Obesitas sentral didapatkan melalui pengukuran lingkar pinggang, data asupan melalui food recall 24 jam, dan diet quality melalui instrumen DQII. Data dianalisis menggunakan uji chi-square.
Hasil Penelitian: Sebagian besar pegawai memiliki kualitas diet buruk baik pegawai dengan obesitas sentral maupun tidak obesitas sentral. Kualitas diet buruk pada pegawai digambarkan dengan rendahnya komponen kecukupan, moderasi, dan keseimbangan keseluruhan. Pegawai jarang mengonsumsi kelompok buah dan sayur, sering konsumsi makanan tinggi lemak dan lemak jenuh, dan memiliki ketidakseimbangan proporsi makronutrien dan asam lemak.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara diet quality dengan obesitas sentral pada pegawai di Universitas Jenderal Soedirman
Background: Central obesity is caused by the low quality of the diet which is illustrated through food intake that is not according to recommendations. Central obesity in employees can affect work productivity. This study aims to analyze the relationshipdiet quality with central obesity in employees.
Methodology: Observational research with an approach crossectional involving 124 employees at Jenderal Soedirman University aged 26-45 years. Central obesity is obtained through measuring waist circumference, intake data viafood recall 24 hours, anddiet quality through the DQII instrument. Data were analyzed using testchi square.
Research result: Most employees have poor diet quality both employees with central obesity and without central obesity. Poor dietary quality in employees is described by the low adequacy, moderation, and overall balance components. Employees rarely consume the fruit and vegetable group, often consume foods high in fat and saturated fat, and have an imbalance in the proportions of macronutrients and fatty acids.
Conclusion:There is no relationship between diet quality with central obesity in employees at Jenderal Soedirman University.
3936441830I1D019076HUBUNGAN ANTARA PICKY EATER DENGAN TINGKAT KECUKUPAN KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK PADA BALITA GIZI KURANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMBANG 1Latar Belakang: Picky eater adalah gangguan makan pada balita dapat berhubungan dengan tingkat kecukupan zat gizi sehingga dapat memengaruhi status gizi. Hal ini apabila terjadi secara berkepanjangan dapat menyebabkan balita mengalami gizi kurang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara picky eater dengan tingkat kecukupan karbohidrat, protein, dan lemak pada balita gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Sumbang 1. Metodologi: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Responden penelitian berjumlah 65 orang ibu yang memiliki balita gizi kurang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan wawancara terkait picky eater dengan Child Eating Behaviour Quesioner (CEBQ) dan wawancara tingkat kecukupan makan dengan food recall 2×24 jam. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi square. Hasil: Sebagian besar balita mengalami picky eater (80%). Sebagian besar balita mengalami tingkat kecukupan dalam kategori lebih, yaitu karbohidrat (66,2%), protein (53,8%), dan lemak (76,9%). Tidak terdapat hubungan kejadian picky eater dengan tingkat kecukupan karbohidrat (p=0,07), protein (p=0,43), dan lemak (p=0,37) Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian picky eater dengan tingkat kecukupan karbohidrat, protein, dan lemak pada balita dengan gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Sumbang IBackground: Picky eater is an eating disorder in toddlers can be related to the level of nutritional adequacy so that it can affect nutritional status. This if it occurs in a prolonged manner can cause toddlers to experience malnutrition. The purpose of this study to determine the relationship between picky eater with the level of adequacy of carbohydrates, protein, and fat in undernourished toddlers in the work area of Puskesmas Sumbang 1. Methodology: This study was a quantitative study with cross-sectional research design. The study respondents were 65 mothers who have undernourished toddlers. Sampling was done using total sampling. Data collection was conducted interviews related to picky eater with Child Eating Behavior Questionnaire (CEBQ) and food adequacy level interviews with food recall 2×24 hours. Data analysis was conducted using chi square test. Result: Most toddlers were picky eaters (80%). Most toddlers experienced adequacy levels in the more category, namely carbohydrates (66.2%), protein (53.8%), and fat (76.9%). There was no relationship between the incidence of picky eater with the level of carbohydrate adequacy (p=0.07), protein (p=0.43), and fat (p=0.37). Conclusion: There was no significant relationship between the incidence of picky eaters with adequate levels of carbohydrates, protein, and fat in toddlers with malnutrition in the work area
3936544474D1A020039KORELASI PENAMBAHAN KOMBINASI FITOBIOTIK TEMULAWAK DAN BRATAWALI TERHADAP TOTAL PROTEIN PLASMA DAN FIBRINOGEN AYAM BROILERAPRILIA KARTIKASARI. Korelasi Penambahan Kombinasi Fitobiotik Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dan Bratawali (Tinospora cordifolia) terhadap Total Protein Plasma (TPP) dan Fibrinogen pada Ayam Broiler. Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui korelasi penambahan kombinasi fitobiotik temulawak dan bratawali dengan persentase berbeda terhadap kadar TPP dan fibrinogen pada ayam broiler. Penelitian ini dilaksanakan pada Jum’at, 2 Juni 2023 di Exsperimental Farm, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi penelitian yang digunakan yaitu 80 ekor ayam broiler strain Lohmann umur 1 hari (DOC/ Day Old Chick), air gula 5%, pakan komersil merek Comfeed, tepung temulawak dan bratawali merek Herbadream, air bersih, kandang ayam 20 unit , tempat pakan dan minum, serta lampu Philips 15 watt 32 unit. Peneltian ini dilaksanakan secara eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 4 ulangan sehingga terdapat 20 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan yaitu control 0 g/ 1000 ml (P0), 2,5 g/ 1000 ml (P1), 5 g/ 1000 ml (P2), 10 g/ 1000 ml (P3), 20 g/ 1000 ml (P4) dengan perbandingan 1:1. Variabel yang diamati pada penelitian tersebut adalah kadar TPP dan fibrinogen pada ayam broiler. Data dianalisi menggunakan analisi variansi dengan uji lanjut Orthogonal Polynomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rataan kadar TPP ayam broiler sebesar 1,8 ± 1,00 g/dl – 2,8 ± 13,30 g/dl dan nilai rataan jumlah fibrinogen sebesar 0,00 ± 1,00 g/dl – 0,2 ± 1,15 g/dl. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan kombinasi fitobiotik temulawak dan bratawali dalam air minum tidak berpengaruh nyata (Fh<Ft) / (P>0,05) terhadap kadar TPP dan fibrinogen ayam broiler. Kesimpulan penelitian ini yaitu penambahan kombinasi fitobiotik temulawak dan bratawali hingga 20 g/l air minum tidak berpengaruh terhadap kadar TPP dan fibrinogen ayam broiler.
Kata kunci: fitobiotik, temulawak dan bratawali, TPP, fibrinogen, ayam broiler.
APRILIA KARTIKASARI. Correlation of Addition of Phytobiotic Combination of Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) and Bratawali (Tinospora cordifolia) on Total Plasma Protein (TPP) and Fibrinogen in Broiler Chickens. This research aims to determine the correlation between adding a combination of ginger and bratawali phytobiotics with different percentages to TPP and fibrinogen levels in broiler chickens. This research was carried out on Friday, June 2 2023 at the Experimental Farm, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research materials used were 80 Lohmann strain broiler chickens aged 1 day (DOC/Day Old Chick), 5% sugar water, Comfeed brand commercial feed, Herbadream brand ginger and bratawali flour, clean water, 20 chicken coops, feed bins and drinking, as well as 32 units of 15 watt Philips lamps. This research was carried out experimentally using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 5 treatments with 4 replications so that there were 20 experimental units. The treatments given were control 0 g/ 1000 ml (P0), 2.5 g/ 1000 ml (P1), 5 g/ 1000 ml (P2), 10 g/ 1000 ml (P3), 20 g/ 1000 ml (P4 ) in a ratio of 1:1. The variables observed in this study were TPP and fibrinogen levels in broiler chickens. Data were analyzed using analysis of variance with the Orthogonal Polynomial further test. The results showed that the average value of TPP levels for broiler chickens was 1.8 ± 1.00 g/dl – 2.8 ± 13.30 g/dl and the average value of fibrinogen was 0.00 ± 1.00 g/dl – 0 .2 ± 1.15 g/dl. The results of the analysis showed that the addition of the phytobiotic combination of ginger and bratawali to drinking water had no significant effect (Fh<Ft) / (P>0.05) on TPP and fibrinogen levels in broiler chickens. The conclusion of this research is that the addition of a combination of phytobiotic ginger and bratawali up to 20 g/l of drinking water has no effect on TPP and fibrinogen levels in broiler chickens.
Key words: phytobiotic, ginger and bratawali, TPP, fibrinogen, broiler chickens.
3936644772F1C020034ANALISIS PERAN HUMAS PT ANGKASA PURA I BANDAR UDARA ADI SOEMARMO PADA AKTIVITAS PENGELOLAAN INFORMASI DI MOMENTUM IBADAH HAJI TAHUN 2023/1444HIndonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, mengirimkan jumlah jemaah haji terbesar di dunia setiap tahunnya. Ibadah haji Tahun 2023 menjadi momentum yang informasinya massif dipublikasikan melalui media elektronik dan online. Peran humas pada aktivitas pengelolaan informasi yang optimal perlu diperhatikan oleh Bandara Adi Soemarmo agar memiliki informasi yang dapat dipercaya publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran humas Bandara Adi Soemarmo pada aktivitas pengelolaan informasi di momentum ibadah haji tahun 2023/1444H. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang melibatkan Humas Bandara Adi Soemarmo sebagai pihak yang memegang peranan penting dalam kepemilikan informasi di Bandara Adi Soemarmo. Data penelitian dikumpulkan melalui proses wawancara, observasi, dan dokumentasi & analisis data dengan bentuk narasi berdasarkan jawaban informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Humas Bandara Adi Soemarmo pada aktivitas pengelolaan informasi di momentum ibadah haji tahun 2023/1444H ialah berkoordinasi dengan Humas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk pertukaran informasi dan menyamakan persepsi, sebagai communication facilitator yang mempublikasi informasi seputar momentum ibadah haji, dan menjalin hubungan dengan media massa (media relations). Dalam mengelola informasi, humas Bandara Adi Soemarmo memanfaatkan media berupa pers release, pers conference, audio visual, dan komunikasi tatap mukaIndonesia as a country with a majority Muslim population, sends the largest number of Hajj pilgrims in the world every year. The 2023 Hajj pilgrimage will be a momentum where massive information will be published via electronic and online media. The role of public relations in information management activities needs to be considered by Adi Soemarmo Airport so that it has information that the public can trust. This research aims to analyze the role of public relations at Adi Soemarmo Airport in information management activities during the Hajj pilgrimage in 2023/1444H. In this research, researchers used a qualitative descriptive research method involving Adi Soemarmo Airport Public Relations as a party that plays an important role in the ownership of information at Adi Soemarmo Airport. Research data was collected through a process of interviews, observation, and data documentation & analysis in narrative form based on informants' answers. The results of the research show that the role of Adi Soemarmo Airport Public Relations in information management activities at the 2023/1444 H Hajj pilgrimage is to coordinate with the Public Relations of the Hajj Organizer (PPIH) to exchange information and equalize perceptions, as a communication facilitator who publishes information about the Hajj momentum, and establishing relationships with mass media (media relations). In managing information, Adi Soemarmo Airport public relations utilizes media in the form of press releases, press conferences, audio visuals and face-to-face communication.
3936744475H1E020071ANALISIS KELUHAN OTOT RANGKA DAN ANALISIS BIOMEKANIK PADA AKTIVITAS MENURUNI POHON DI PERKEBUNAN KELAPA DERESMemanjat pohon kelapa merupakan kerja fisik yang berat, hal ini menimbulkan beberapa masalah yaitu menyebabkan penyakit akibat kerja yang berkaitan dengan ergonomi yaitu Musculoskeletal Disorder (MSDs). Penderes mengungkapkan saat turun dari pohon memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi karena membawa beban. Metode NBM untuk mengetahui keluhan MSDs yang dirasakan pekerja dengan menggali bagian tubuh yang mengalami rasa sakit saat bekerja. REBA digunakan untuk mendeteksi postur kerja yang beresiko supaya dapat dilakukan perbaikan sesegera mungkin dengan mengevaluasi postur tubuh, penggunaan tenaga, jenis pergerakan, pengulangan, dan coupling. Kemudian terdapat analisis biomekanika yaitu analisis terhadap gaya-gaya internal dan eksternal agar mendapatkan cara kerja yang lebih baik dan meminimasi terjadinya cedera. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat resiko keluhan MSDs dari 19 responden berada pada fase sedang sehingga kegiatan menderes mungkin diperlukan tindakan dikemudian hari. Skor REBA dengan posisi tubuh bertumpu pada 2 kaki adalah 9 untuk sisi kanan tubuh sehingga memiliki resiko tinggi dan perlu adanya investigasi dan perbaikan, dan 12 untuk sisi kiri tubuh sehingga memiliki resiko yang sangat tinggi dan perlu dilakukan perbaikan dengan segera. Selanjutnya untuk posisi tubuh bertumpu pada 2 kaki adalah 10 untuk sisi kanan tubuh sehingga memiliki resiko tinggi dan perlu adanya investigasi dan perbaikan, dan 12 untuk sisi kiri tubuh. Untuk analisis biomekanika, Pada saat perhitungan dengan beban dan usulan, total penambahan gaya reaksi tetap sama yaitu 40 N namun saat dengan beban, beban hanya bertumpu pada pinggang. Sedangkan untuk usulan dilakukan pembagian beban sehingga beban bertumpu pada bahu sebesar 20 N dan pinggang sebesar 20 N. Hal ini dapat mengurangi beban pada pinggang sehingga keluhan dapat diminimalisir. Climbing coconut trees is hard physical labor, which causes several problems, namely causing occupational diseases related to ergonomics, namely Musculoskeletal Disorder (MSDs). Penderes revealed that when descending from the tree has a higher level of risk because it carries a load. The NBM method is to determine MSDs complaints felt by workers by exploring body parts that experience pain while working. REBA is used to detect risky work postures so that improvements can be made as soon as possible by evaluating posture, energy use, type of movement, repetition, and coupling. Then there is biomechanical analysis, which is an analysis of internal and external forces in order to get a better way of working and minimize the occurrence of injuries. Based on the results of the study, the risk level of MSDs complaints from 19 respondents is in the moderate phase so that the menderes activity may require action in the future. The REBA score with the body position resting on 2 feet is 9 for the right side of the body so it has a high risk and needs investigation and improvement, and 12 for the left side of the body so it has a very high risk and needs immediate improvement. Furthermore, the position of the body resting on 2 legs is 10 for the right side of the body so it has a high risk and needs investigation and improvement, and 12 for the left side of the body. For biomechanical analysis, when calculating with loads and proposals, the total additional reaction force remains the same at 40 N but when with loads, the load only rests on the waist. As for the proposal, the load is divided so that the load rests on the shoulder by 20 N and the waist by 20 N. This can reduce the burden on the waist so that complaints can be minimized.
3936841832F1D016015Perilaku Politik Kiai Pesantren Hidayatul Faizien dalam Pemilihan Presiden 2019 di Desa Cikedokan Kecamatan Bayongbong Kabupaten GarutKeterlibatan kiai dalam proses pemilu secara langsung tidak dapat dihindarkan, karena mereka adalah potensi lokal yang dapat memberikan kontribusi atau memberi warna tersendiri bagi perpolitikan di tingkat daerah. kemampuannya bisa menciptakan kondisi politik yang kondusif, dimana peran mereka sangat menentukan dalam menciptakan masyarakat yang partisipatif. Penelitian ini berfokus pada Perilaku politik kiai pesantren Nahdlatul Ulama dalam pilpres 2019 di Desa Cikedokan, kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Pesantren yang menjadi tempat penelitian ini adalah pesantren Hidayatul Faizien. Pesantren Hidayatul Faizien dianggap representatif, karena beberapa kiainya turut terlibat dalam aktivitas politik selama pemilihan presiden 2019. Tujuan penelitian ini adalah Menjelaskan perilaku politik kiai pesantren Nahdlatul Ulama dalam pemilihan presiden 2019 di Desa Cikedokan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Dengan menggunakan metode kualitatif, hasilnya adalah: (1) kiai dari pesantren Hidayatul Faizien turut terlibat menjadi juru kampanye pasangan Jokowi dan K.H Makruf Amin di Kabupaten Garut. Hal tersebut menunjukan adanya aktivitas politik yang dilakukan kiai pesantren Hidayatul Faizien selama pemilihan presiden 2019; (2) kiai turut mempengaruhi pilihan politik para pengikutnya. Hal ini tidak terlepas dari sosok figur kiai yang dijadikan panutan bagi para pengikutnya.The involvement of kiai in the election process is directly unavoidable, because they are local potentials who can contribute or give their own color to politics at the regional level. their ability can create conducive political conditions, where their role is very decisive in creating a participatory society. This research focuses on the political behavior of Nahdlatul Ulama pesantren kiai in the 2019 presidential election in Cikedokan Village, Bayongbong sub-district, Garut Regency. The pesantren that became the place of this research was Hidayatul Faizien pesantren. Hidayatul Faizien Pesantren is considered representative, because some of its kiai were involved in political activities during the 2019 presidential election. The purpose of this study is to explain the political behavior of Nahdlatul Ulama pesantren kiai in the 2019 presidential election in Cikedokan Village, Bayongbong District, Garut Regency. By using a qualitative method, the results are: (1) kiai from Hidayatul Faizien pesantren were involved in becoming campaigners for the Jokowi and K.H Makruf Amin pairs in Garut Regency. This shows the existence of political activities carried out by Hidayatul Faizien pesantren kiai during the 2019 presidential election; (2) kiai also influence the political choices of their followers. This is inseparable from the figure of the kiai figure who is used as a role model for his followers.
3936944773B1A019051Analisis Kualitas Milt dan Gambaran Histologis Testis Ikan Lukas (Labiobarbus leptocheilus) PascamijahIkan lukas merupakan salah satu jenis ikan sungai yang berhabitat di bagian hulu Sungai Serayu dan menjadi salah satu sumber daya perikanan potensial di Kabupaten Banyumas. Penangkapan ikan lukas di Sungai Serayu secara terus menerus berpotensi mengakibatkan penurunan populasi secara signifikan. Aspek reproduksi merupakan salah satu aspek yang penting dalam pelestarian ikan lukas yang berkelanjutan. Gonad merupakan organ reproduksi primer yang menghasilkan sel telur pada individu betina dan sel sperma pada individu jantan. Perkembangan gonad dapat ditinjau secara morfologi maupun histologi. Pengamatan gonad secara histologi akan menghasilkan gambaran mikroanatomi secara lebih jelas dan mendetail dibandingkan dengan pengamatan secara morfologi. Selain itu juga dilakukan analisis kualitas milt yang merupakan informasi penting yang berguna untuk mengetahui status kesuburan organ reproduksi jantan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas milt dan struktur histologis testis ikan lukas pada 0, 1, 2, dan 3 minggu pascamijah.
Penelitian dilakukan dengan metode observasi. Pengambilan sampel dilakukan secara acak terpilih (purposive random sampling). Materi penelitian yaitu ikan lukas jantan matang gonad sebanyak 24 ekor, yang diperoleh dari kolam budidaya milik petani ikan di area persawahan Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Ikan sampel dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing berisi 6 ekor. Pengamatan kualitas milt dilakukan pada minggu ke- 0 (M0), 1 (M1), 2 (M2), dan 3 (M3). Pada setiap pengambilan sampel, sebanyak 3 dari 6 ekor ikan dikorbankan untuk pembuatan sediaan histologis testis. Data penelitian berupa data kualitatif dianalisis secara deskriptif dan data kuantitatif dianalisis menggunakan korelasi dan regresi.
Hasil pengukuran volume milt pada minggu ke-0, 1, 2, dan 3 pascamijah berturut-urut adalah 0,413 ± 0,308 mL; 0,042 ± 0,054 mL; 0,018 ± 0,008 mL; dan 0,005 ± 0,005 mL, pH: 7,8 ± 0,41; 7,3 ± 0,52; 7 ± 0,00; 7 ± 0,00, dengan warna milt yang teramati putih keabu-abuan (watery) hingga putih susu. Motilitas spermatozoa pada periode yang sama berturut-turut: 96,17 ± 8,01%; 78,83 ± 26,23%; 90,00 ± 22,36%; dan 71,67 ± 7,64%, dengan skor motilitas spermatozoa yang diperoleh adalah 4, dan kepadatan spermatozoa per mL milt: 17,9 × 1010 ± 13,4 × 1010 sel/mL; 7,26 × 1010 ± 3,45 × 1010 sel/mL; 4,82 × 1010 ± 1,90 × 1010 sel/mL; dan 1,89 × 1010 ± 1,65 × 1010 sel/mL. Pengamatan histologis testis menunjukkan bahwa ikan lukas termasuk ke dalam tipe asynchronous spawner. Proporsi lobula masing-masing stadium spermatogenik dari minggu ke-0, 1, 2, hingga minggu ke- 3 bersifat fluktuatif; proporsi lobula spermatogonia, spermatosit primer, spermatosit sekunder, dan spermatid mengalami penurunan pada minggu ke-1 pascamijah (M1) kemudian meningkat hingga minggu ke-3 (M2 dan M3); proporsi lobula spermatozoa mengalami kenaikan pada minggu ke-1 kemudian menurun hingga minggu ke-3 (M2 dan M3) dengan persamaan y = -0,1679x + 0,7664 dan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,6042. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa milt ikan lukas pascamijah pada penelitian ini kurang optimum, serta gambaran histologis testis menunjukkan bahwa semua stadium spermatogenik teramati pada testis ikan lukas dengan kelimpahan yang bervariasi selama pengamatan.
Lukas fish is one of the freshwater fish that inhabits the upper stream of the Serayu River and is one of the potential fishery resources in the Banyumas Regency. Continuous fishing of lukas fish in the Serayu River has the potential to result in a significant population decline. Reproduction is one of the important aspects of sustainable lukas fish population conservation. Gonads are primary reproductive organs that produce eggs in female individuals and sperm cells in male individuals. Gonad development can be evaluated from several aspects including the processes that occur in the gonads. The stages of maturity of fish gonads can be examined morphologically and histologically. Histological observation of gonads will produce a clearer and more detailed picture of the microanatomy compared to morphological observations. In addition, milt quality analysis is also carried out which is important information useful for determining the fertility status of male reproductive organs. Some parameters that are commonly assessed include milt color and pH, density/concentration, motility, and morphology of spermatozoa. This study aims to determine the quality of milt and the histological structure of lukas fish testes after spawning.
The research was conducted using the observational method. Sampling was done by purposive random sampling. The research material was 24 gonadally mature male lukas fish, obtained from a fish farmer’s pond in the rice field area of Cilongok District, Banyumas Regency. Fish samples were divided into 4 groups, each containing 6 fish. Observation of milt quality was conducted at week 0 (M1), 1 (M2), 2 (M2), dan 3 (M3). At each sampling time 3 out of 6 fish were sacrificed and processed for histological preparation of the testes. Research data in form of qualitative was alayzed descriptively and the quantitative data were analyzed using correlation and regression.
The results showed that milt volume at week 0, 1, 2, and 3 post-spawning were 0.413 ± 0.308 mL, 0.042 ± 0.054 mL, 0.018 ± 0.008 mL, and 0.005 ± 0005 mL respectively. The milt were pH: 7,8 ± 0,41; 7,3 ± 0,52; 7 ± 0,00; 7 ± 0,00, milt color: grayish white (watery) - milky white. Spermatozoa motility at week 0, 1, 2, and 3 post-harvest were 96.17 ± 8.01%, 78.83 ± 26.23%, 90.00 ± 22.36%, and 71.67 ± 7.64%, with the spermatozoa motility score of 4. Spermatozoa density were 17.9 × 1010 ± 13.4 × 1010 cells/mL, 7.26 × 1010 ± 3.45 × 1010 cells/mL, 4.82 × 1010 ± 1.90 × 1010 cells/mL, and 1.89 × 1010 ± 1.65 × 1010 cells/mL. Histological observations of the testes showed that lukas fish belongs to the asynchronous spawner type. The proportion of lobules of each spermatogenic stage from week 0, 1, 2, to week 3 was fluctuated; the lobules proportion of spermatogonia, primary spermatocytes, secondary spermatocytes, and spermatids decreased in week 1 post-harvest (M1) then increased until week 3 (M2 and M3); the lobules proportion of spermatozoa increased in week 1 and decreased until week 3 (M2 and M3) with the equation of y = -0.1679x + 0.7664 and the coefficient of determination (R²) of 0.6042. Based on the results, it can be concluded that the post-harvest lukas fish milt in this study is less than optimal, and the histological description of the testes shows that all spermatogenic stages are observed in lukas fish testes with varying abundance during observation.
3937040965J1A019002Directive Speech Act Analysis in Coco (2017) MoviePenelitian ini berjudul “Analisis Tindak Tutur Direktif dalam Film Coco (2017)”. Penelitian ini berfokus pada menganalisis dan mengidentifikasi tindak tutur direktif yang diucapkan oleh tokoh-tokoh dalam film Coco. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori tindak tutur direktif oleh Charles W Kreidler (1998). Peneliti menemukan 62 data tindak tutur direktif yang diucapkan oleh tokoh dalam film Coco. Dari analisis data, jenis tindak tutur direktif yang dominan dalam film Coco adalah perintah dengan jumlah 47 ujaran. Perintah adalah salah satu jenis tindak tutur direktif yang digunakan oleh penutur untuk mengkomunikasikan keinginan penutur kepada mitra tutur untuk bertindak sesuai dengan keinginan penutur. Saat memberikan perintah, penutur memiliki kewenangan untuk mengungkapkan keinginan penutur agar lawan bicara bertindak sesuai keinginan penutur atau sebaliknya. Sedangkan jenis tindak tutur direktif yang paling sedikit ditemukan dalam film Coco adalah sugesti dengan jumlah hanya 4 ujaran. Saran adalah jenis tindak tutur direktif yang digunakan oleh penutur untuk menasihati pendengar tentang apa yang harus atau tidak boleh mereka lakukan.This study entitles ‘Directive Speech Act Analysis in Coco (2017) Movie’. This study focuses on analyzing and identifying directive speech acts utterances spoken by the characters in Coco movie. This study used the descriptive qualitative method. The theories employed is directive speech act theory by Charles W Kreidler (1998). The researchers found 62 data of directive speech acts spoken by characters in Coco movie. From the data analysis, the dominant type of directive speech act in Coco movie is command with a total 47 utterances. Command is a type of directive speech act used by the speaker to communicate the speaker's desire for the hearer to act in the way that the speaker desires. When giving commands, the speaker has the authority to express the speaker's desire for the addressee to act as the speaker desires or vice versa. Meanwhile, the least type of directive speech act found in Coco movie is suggestion with a total only 4 utterances. Suggestion is a type of directive speech act used by the speaker to advise the hearer on what they should or should not do.
3937141844B2A019011KOMPETISI TIGA SPESIES LEBAH (Apis cerana, Heterotrigona Itama dan Tetragonula laeviceps) YANG DIINTRODUKSI PADA TANAMAN CAISIM (Brassica juncea L.)Metode khusus; diurutkan dari A sampai Z. (9 pt) Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan RAL. Blok yang digunakan sebanyak 8 dengan setiap bloknya berisi 90 tanaman caisim dan diberi perlakuan dari koloni spesies yang berbeda serta kombinasinya. Pengamatan dilakukan pada tiga waktu berbeda yaitu pagi, siang dan sore selama 30 menit disetiap waktunya. Ulangan waktu yang digunakan sebanyak 10 kali dengan interval dua hari sekali. Analisis data menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut LSD dengan SPSS (p 0,05-0,01). Selain itu uji korelasi pearson dan analisis deskriptif.
Berdasarkan hasil pengamatan analisis yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa aktivitas kunjungan tertinggi terjadi pada siang hari. Aktivitas kunjungan dari perlakuan kontrol, Apis cerana, Heterotrigona itama, Tetragonula laeviceps, 2 kombinasi dan 3 kombinasi berdasarkan uji ANOVA adalah berbeda nyata (p<0,05) dengan Apis cerana, Heterotrigona itama, Tetragonula laeviceps, 2 kombinasi dan 3 kombinasi tidak berbeda nyata (p>0,05).
Berdasarkan uji korelasi pearson antara aktivitas kunjungan dengan faktor lingkungan berupa suhu, kelembaban dan intensitas cahaya didapatkan hasil bahwa suhu dan intensitas cahaya berkorelasi positif sedangkan kelembaban berkorelasi negative. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diketahui jika dihubungkan dengan aktivitas kunjungan, maka diketahui aktivitas kunjungan lebah terbanyak ada pada waktu siang hari. Diketahui serangga penyerbuk Apis cerana lebih mendominasi atau memenangkan kompetisi dibandingkan dengan serangga penyerbuk yang lainnya.
Berdasarkan hasil dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa lebah Apis cerana, Heterotrigona itama, Tetragonula laeviceps introduksi pada tanaman caisim saling mempengaruhi aktivitas kunjungan. Seperti diketahui kunjungan tertinggi adalah perlakuan kombinasi, namun kunjungan perlakuan kombinasi tersebut menurun jika dilihat berdasarkan kunjungan satuan spesies.
Specificmethod; sorted from A to Z. (9 pt) This study used experimental methods with RAL. The blocks used were 8 with each block containing 90 caisim plants and were treated from colonies of different species and their combinations. Observations were made at three different times namely morning, afternoon and evening for 30 minutes each time. Time repeat used 10 times at intervals of every two days. Data analysis using ANOVA test and LSD follow-up test with SPSS (p 0.05-0.01). In addition, pearson correlation test and descriptive analysis.
Based on the results of the observations of the analysis that has been carried out, it was found that the highest visit activity occurred during the day. The activity of visits from the control treatment, Apis cerana, Heterotrigona itama, Tetragonula laeviceps, 2 combinations and 3 combinations based on the ANOVA test were significantly different (p<0.05) with Apis cerana, Heterotrigona itama, Tetragonula laeviceps, 2 combinations and 3 combinations did not differ markedly (p>0.05).
Based on the pearson correlation test between visit activities and environmental factors in the form of temperature, humidity and light intensity, it was found that temperature and light intensity were positively correlated while humidity was negatively correlated. Based on the results of the research conducted, it is known that if it is associated with visiting activities, it is known that the most bee visit activities are during the day. It is known that pollinating insects Apis cerana dominate or win the competition compared to other pollinating insects.
Based on the results and discussion, it can be concluded that the bees Apis cerana, Heterotrigona itama, Tetragonula laeviceps introduction in caisim plants affect each other's visit activities. As is known, the highest visit is combination treatment, but the combination treatment visit decreases when viewed based on species unit visits.
3937241853J1A019020TUPAC SHAKUR’S USE OF THUG LIFE AS A COUNTER
AGAINST CULTURAL HEGEMONY
Penelitian ini berjudul “Tupac Shakur’s Use of Thug Life a Counter Against
Cultural Hegemony”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti bagaimana
musisi Tupac Shakur menggunakan konsep thug life untuk menantang dominasi
budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah menggunakan teori hegemoni Antonio
Gramsci, untuk mengeksplorasi bagaimana Tupac menggunakan konsep thug life
sebagai narasi oposisi untuk meruntuhkan sistem hegemonik yang sudah melekat.
Popularitas thug life sebagai hiburan menjadikan topik ini menarik untuk melihat
makna yang lebih dalam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan data
didapatkan dari menganalisis lirik, wawancara, dan pidato Tupac untuk
mengevaluasi berbagai aspek thug life sebagai strategi perlawanan budaya.
Penelitian ini menjelaskan cara-cara di mana perlawanan budaya dapat
meruntuhkan narasi dominan dan mempromosikan bentuk-bentuk identitas dan
agensi alternatif dengan menempatkan penggunaan thug life oleh Tupac. Temuan
menunjukkan bahwa Tupac menggunakan thug life untuk merebut kembali kendali
dan mendefinisikan ulang mitologi di sekitar lingkungan urban. Dia berupaya
menghancurkan kesalahpahaman dan membawa perhatian pada ketidakadilan
struktural yang dialami oleh kelompok-kelompok yang kurang terwakili melalui
aktivisme dan liriknya. Dengan seruannya untuk keadilan sosial dan pesan
kegigihan dalam menghadapi kesulitan, thug life menjadi seruan. Berdasarkan data
yang ditemukan, penulis ini menyoroti bagaimana Tupac menafsirkan kembali thug
life untuk melampaui konotasi merendahkan dan menjadi metafora untuk kekuatan
individu dan kerja sama kelompok. Hal ini didapat dengan menggali secara
mendalam konteks sosiopolitik dan historis pada masa Tupac dan thug life.
This research in entitled “Tupac Shakur’s Use of Thug Life a Counter Against
Cultural Hegemony” The purpose of this research is to examine how rapper Tupac
Shakur used the concept of thug life to challenge cultural hegemony. Drawing on
Antonio Gramsci's theory of hegemony, this study explores how Tupac employed
thug life as a narrative of opposition to dismantle the entrenched hegemonic
system. The popularity of thug life as entertainment makes it intriguing to uncover
deeper meanings. Qualitative methods were employed, analyzing Tupac's lyrics,
interviews, and speeches to evaluate various aspects of thug life as a cultural
resistance strategy. The research explains how cultural resistance can dismantle
dominant narratives and promote alternative forms of identity and agency by
examining Tupac's use of thug life. Findings indicate that Tupac utilized thug life
to reclaim control and redefine the mythology surrounding urban environments.
He aimed to debunk misconceptions and draw attention to the structural injustices
experienced by marginalized groups through activism and his lyrics. With his call
for social justice and messages of resilience in the face of adversity, thug life
became a rallying cry. Based on the data, the author highlights how Tupac
reinterpreted thug life beyond its derogatory connotations, transforming it into a
metaphor for individual strength and group cooperation. This understanding was
achieved by delving into the socio-political and historical contexts of Tupac and thug life.
3937340818L1B019011PENAPISAN BAKTERI PROTEOLITIK DARI USUS IKAN NILA (Oreochromis niloticus) PADA KAWASAN MINA PADI DESA PANEMBANGAN, CILONGOKIkan nila menjadi komoditas yang dibudidayakan pada kawasan mina padi Desa Panembangan, Cilongok. Informasi terkait keberadaan bakteri proteolitik pada usus ikan yang dibudidayakan pada kawasan mina padi masih belum banyak dilakukan. Tujuan penelitian untuk mengetahui proporsi dan indeks aktivitas bakteri proteolitik pada usus ikan. Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Bakteri proteolitik diisolasi dari usus ikan nila pada blok A dan E. Bakteri yang berhasil diisolasi ditumbuhkan pada media skim milk agar 2% dengan waktu inkubasi 48 jam dan diamati pada interval 24 jam. Berdasarkan hasil penelitian proporsi bakteri proteolitik usus ikan nila dari kedua blok berturut-turut 28% pada blok A dan 44% pada blok E. Indeks aktivitas proteolitik kedua blok memiliki rata-rata 0,48 pada blok A dan 0,75 untuk blok E. Indeks aktivitas proteolitik tertinggi dari blok A yakni 0,83 dan pada blok E 3,0. Sedangkan indeks proteolitik terkecil yaitu 0,17 blok E dan 0,22 blok A.Tilapia is a commonly cultivated in the integrated fish farming area of Panembangan Village, Cilongok. Information related to the presence of proteolytic bacteria in the intestines of fish cultivated in the rice mina area is still not widely done. The purpose of the study was to determine the proportion and index of activity of proteolytic bacteria in the intestines of fish.The study used observation methods with purposive sampling techniques. Proteolytic bacteria were isolated from tilapia intestines in blocks A and E. The bacteria that were successfully isolated were grown on 2% agar skim milk media with an incubation time of 48 hours and observed at 24-hour intervals. Based on the results of the study, the proportion of tilapia digestive tract proteolytic bacteria from both blocks was 28% in block A and 44% in block E. The proteolytic activity index of both blocks has an average of 0.48 in block A and 0.75 for block E. The highest proteolytic activity index of block A is 0.83 and in block E 3.0. While the smallest proteolytic index is 0.17 block E and 0.22 block A.
3937441833I1E019020ANALISIS KONDISI SARANA DAN PRASARANA
OLAHRAGA DI SMA NEGERI SE KABUPATEN
PEMALANG TAHUN 2023
Latar Belakang: Keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan jasmani mungkin dapat menjadi suatu masalah sekolah di daerah Pemalang, karena apabila sarana dan prasarana olahraga belum terpenuhi sesuai dengan standarnya pembelajaran menjadi kurang maksimal karena sarana dan prasarana yang lebih sedikit dengan siswa yang banyak akan memakan waktu dalam praktek pembelajaran, karena harus menunggu bergantian saat praktek pembelajaran sehingga kurang efektif dalam hal waktu. Dengan demikian perlu adanya pengidentifikasian keadaan sarana dan prasarana pendidikan jasmani di sekolah-sekolah karena keadaan sarana dan prasarana pendidikan jasmani tersebut belum tentu terlaksana seperti yang tercantum dalam peraturan menteri pendidikan nasional no 24 tahun 2007 tentang standar sarana dan prasarana olahraga yang harus dimiliki sekolah.

Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan cara pengumpulan data menggunakan lembar observasi sesuai dengan Permendiknas No 24 Tahun 2007 Tentang Sarana dan Prasarana Olahraga, dengan teknik total sampling, sampel sebanyak 11 sekolah. Teknik analisi data menggunakan PAN dan rumus presentase.

Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa SMA Negeri 1 Petarukan 71% dengan kategori sangat baik, SMA Negeri 3 Pemalang 52% dengan kategori cukup, SMA Negeri 1 Belik 47% dengan kategori cukup, SMA Negeri 1 Bodeh 47% dengan kategori cukup, SMA Negeri 1 Moga 43% dengan kategori cukup, SMA Negeri 1 Randudongkal 66% dengan kategori baik, SMA Negeri 1 Bantarbolang 57% dengan kategori cukup, SMA Negeri 1 Comal 62% dengan kategori baik, SMA Negeri 2 Pemalang 66% dengan kategori baik, SMA Negeri 1 Ulujami 62% dengan kategori baik, SMA Negeri 1 Pemalang 52% dengan kategori cukup. Hasil akhir penelitian tentang sarana dan prasarana olahraga di SMA Negeri se Kabupaten Pemalang menunjukan 53% dengan kategori cukup.

Kesimpulan: Kondisi sarana dan prasarana olahraga di SMA Negeri se Kabupaten Pemalang Tahun 2023 dapat dsimpulkan bahwa Kondisi sarana dan prasarana olahraga di Sekolah Menengah Atas Se Kabupaten Pemalang Tahun 2023 menunjukan dengan kategori cukup.
Background: Limitations of physical education facilities and infrastructure may become a problem for schools in the Pemalang area, because if sports facilities and infrastructure have not been met according to the standards, learning will be less than optimal because there are fewer facilities and infrastructure with a lot of students, it will take time in learning practice, because have to wait for turns during learning practice so it is less effective in terms of time. Thus it is necessary to identify the condition of physical education facilities and infrastructure in schools because the condition of these physical education facilities and infrastructure is not necessarily implemented as stated in the regulation of the minister of national education no 24 of 2007 concerning sports facilities and infrastructure standards that schools must have.

Methodology:: This research is quantitative descriptive. This study used a survey method by collecting data using observation sheets in accordance with Permendiknas No. 24 of 2007 concerning Sports Facilities and Infrastructure, with a total sampling technique, a sample of 11 schools. Data analysis techniques use PAN and percentage formulas.

Reseacrh Results: The results showed that SMA Negeri 1 Petarukan was 71% in very good category, SMA Negeri 3 Pemalang was 52% in sufficient category, SMA Negeri 1 Belik was 47% in sufficient category, SMA Negeri 1 Bodeh was 47% in sufficient category, SMA Negeri 1 Moga 43 % in sufficient category, SMA Negeri 1 Randudongkal 66% in good category, SMA Negeri 1 Bantarbolang 57% in sufficient category, SMA Negeri 1 Comal 62% in good category, SMA Negeri 2 Pemalang 66% in good category, SMA Negeri 1 Ulujami 62 % in good category, SMA Negeri 1 Pemalang 52% in fair category. The final results of the research on sports facilities and infrastructure in Public High Schools in Pemalang Regency showed 53% in the sufficient category

Conclusions: The condition of sports facilities and infrastructure in public high schools in Pemalang Regency in 2023 can be concluded that the condition of sports facilities and infrastructure in senior high schools in Pemalang Regency in 2023 shows a sufficient category

Keyword: Facilities, infrastructure, schools, Pemalang, Education







Background: Limitations of physical education facilities and infrastructure may become a problem for schools in the Pemalang area, because if sports facilities and infrastructure have not been met according to the standards, learning will be less than optimal because there are fewer facilities and infrastructure with a lot of students, it will take time in learning practice, because have to wait for turns during learning practice so it is less effective in terms of time. Thus it is necessary to identify the condition of physical education facilities and infrastructure in schools because the condition of these physical education facilities and infrastructure is not necessarily implemented as stated in the regulation of the minister of national education no 24 of 2007 concerning sports facilities and infrastructure standards that schools must have.

Methodology:: This research is quantitative descriptive. This study used a survey method by collecting data using observation sheets in accordance with Permendiknas No. 24 of 2007 concerning Sports Facilities and Infrastructure, with a total sampling technique, a sample of 11 schools. Data analysis techniques use PAN and percentage formulas.

Reseacrh Results: The results showed that SMA Negeri 1 Petarukan was 71% in very good category, SMA Negeri 3 Pemalang was 52% in sufficient category, SMA Negeri 1 Belik was 47% in sufficient category, SMA Negeri 1 Bodeh was 47% in sufficient category, SMA Negeri 1 Moga 43 % in sufficient category, SMA Negeri 1 Randudongkal 66% in good category, SMA Negeri 1 Bantarbolang 57% in sufficient category, SMA Negeri 1 Comal 62% in good category, SMA Negeri 2 Pemalang 66% in good category, SMA Negeri 1 Ulujami 62 % in good category, SMA Negeri 1 Pemalang 52% in fair category. The final results of the research on sports facilities and infrastructure in Public High Schools in Pemalang Regency showed 53% in the sufficient category

Conclusions: The condition of sports facilities and infrastructure in public high schools in Pemalang Regency in 2023 can be concluded that the condition of sports facilities and infrastructure in senior high schools in Pemalang Regency in 2023 shows a sufficient category.

3937541834H1A019064PERANCANGAN SISTEM SMART PJU ADAPTIF TERHADAP KENDARAAN BERBASIS ESP-NOWEfisiensi energi merupakan hal yang sangat penting di era sekarang dengan terbatasnya jumlah energi yang ada. Salah satu sektor potensial untuk efisiensi energi adalah Penerangan Jalan Umum (PJU). Sistem otomasi pada PJU perlu ditingkatkan lebih lanjut dengan ditambahkan otomasi berdasarkan kendaraan yang melewatinya untuk efisiensi yang lebih tinggi. Pendeteksian kendaraan pada sistem ini menggunakan sensor radar RCWL-0516 yang memanfaatkan efek doppler untuk mendeteksi objek bergerak. Lebih dari itu, sistem ini juga memberikan kenyamanan jarak pandang bagi pengendara di malam hari. Ketika pengendara melewati salah satu PJU, PJU yang dilewati dan sekitarnya akan menyala dengan intensitas 100% secara bersamaan dan PJU yang jauh akan redup. Sistem yang diusulkan memanfaatkan topologi mesh untuk menghubungkan antar node/perangkat. Sistem menggunakan protokol komunikasi ESP-NOW yang dapat menggunakan topologi mesh dan mempunyai jangkauan dan spesifikasi yang mumpuni..
Setelah pengujian dilakukan, maka didapatkan metode otomasi yang diusulkan dengan protokol komunikasi ESP-NOW dapat berjalan secara baik di berbagai spesifikasi jarak antar lampu penerangan menurut SNI 7391:2008 dengan perkiraan kecepatan rata-rata berdasarkan latensinya sudah bisa memenuhi batas kecepatan tiap jenis jalan menurut Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 111 Tahun 2015 dan Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2013 walaupun berdasarkan nilai latensi maksimalnya terdapat beberapa pengujian yang tidak memenuhi peraturan tersebut dikarenakan terdapat nilai latensi yang melonjak sangat tinggi di salah satu pengujian. Penggunakan sensor RCWL 0516 pada sistem objek harus berada tepat di depan atau sedikit melewati perangkat. Selain itu waktu tunda perubahan state high to low rata-rata sebesar 2552211.85 μs atau hampir 3 detik yang membuat sistem dengan sensor ini tidak cocok untuk jarak tiang penerangan jalan umum dibawah 50 meter.
Energy efficiency is crucial in today's era with limited energy available. One of the potential sectors for energy efficiency is Public Street Lighting (PJU). Energy efficiency can be done by changing the type of LED that saves power, using renewable energy, and automating the PJU. The automation system at PJU needs to be further improved by adding automation based on vehicles passing through it for higher efficiency. Vehicle detection in this system uses the RCWL-0516 radar sensor which utilizes the Doppler effect to detect moving objects. More than that, this system also provides comfortable visibility for motorists at night. When a driver passes one of the PJUs, the PJUs they are passing and their surroundings will light up at 100% intensity simultaneously and the PJUs that are far away will dim. The proposed system utilizes a mesh topology to connect between nodes/devices. The system uses the ESP-NOW communication protocol which can use a mesh topology and has a qualified range and specifications.
After the tests were carried out, it was found that the proposed automation method with the ESP-NOW communication protocol can run well in various specifications of the distance between lighting lamps according to SNI 7391: 2008 with an estimated average speed based on the latency that can meet the speed limit for each type of road according to the Regulations Minister of Transportation Number 111 of 2015 and Government Regulation Number 79 of 2013 although based on the maximum latency value several tests do not comply with these regulations because there is a very high latency value in one of the tests. Using the RCWL 0516 sensor, the object system must be directly in front of or slightly past the device. In addition, the delay time for changing the state from high to low is an average of 2552211.85 μs or almost 3 seconds, making the system with this sensor unsuitable for public street lighting poles below 50 meters.
3937641835C1C016083PENGARUH PENGETAHUAN AKUNTANSI, PENGALAMAN USAHA,
DAN MOTIVASI USAHA TERHADAP PERSEPSI MANFAAT
INFORMASI AKUNTANSI PADA UKM
DI WILAYAH KABUPATEN BANYUMAS
Tulisan ini membahas tentang abstraksi dari skripsi berjudul "Pengaruh
Pengetahuan Akuntansi, Pengalaman Usaha, dan Motivasi Kerja terhadap Persepsi
Manfaat Informasi Akuntansi pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
di Wilayah Kabupaten Banyumas."
UKM memiliki peran penting dalam perekonomian suatu wilayah. Namun, masih
banyak UKM yang menghadapi tantangan, salah satunya terkait penggunaan
informasi akuntansi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara
pengetahuan akuntansi, pengalaman usaha, dan motivasi kerja dengan persepsi
manfaat informasi akuntansi pada UKM di Kabupaten Banyumas.
Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data
melalui kuesioner yang disebarkan kepada pemilik UKM di wilayah tersebut.
Pengujian hipotesis dilakukan dengan teknik analisis regresi untuk
mengidentifikasi pengaruh masing-masing variabel independen terhadap persepsi
manfaat informasi akuntansi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan akuntansi berhubungan positif
dan signifikan dengan persepsi manfaat informasi akuntansi. Semakin tinggi
pengetahuan akuntansi yang dimiliki oleh pemilik UKM, semakin positif persepsi
3
mereka terhadap manfaat informasi akuntansi. Pengalaman usaha juga memiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi manfaat informasi akuntansi.
Selain itu, motivasi kerja juga terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan
terhadap persepsi manfaat informasi akuntansi pada UKM di wilayah tersebut.
Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman
mengenai faktor-faktor yang memengaruhi persepsi pemilik UKM terhadap
manfaat informasi akuntansi. Implikasi dari penelitian ini dapat digunakan sebagai
dasar bagi pemerintah dan lembaga terkait dalam mengembangkan programprogram pendidikan dan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan
pengetahuan akuntansi, pengalaman usaha, dan motivasi kerja para pemilik UKM,
sehingga dapat mendukung perkembangan UKM di Kabupaten Banyumas.
This text discusses the abstract of a thesis titled "The Influence of Accounting
Knowledge, Business Experience, and Work Motivation on the Perception of
Accounting Information Benefits in Micro, Small, and Medium Enterprises
(MMEs) in the Banyumas Regency Area."
MSMEs play a significant role in a region's economy. However, many MSMEs still
face challenges, one of which is related to the utilization of accounting information.
This research aims to examine the relationship between accounting knowledge,
business experience, and work motivation with the perception of accounting
information benefits among MMEs in the Banyumas Regency.
The research method employs a quantitative approach with data collection through
questionnaires distributed to MME owners in the area. Hypothesis testing is
conducted using regression analysis techniques to identify the influence of each
independent variable on the perception of accounting information benefits.
The research findings indicate that accounting knowledge is positively and
significantly related to the perception of accounting information benefits. The
higher the accounting knowledge possessed by MME owners, the more positive
their perception of the benefits of accounting information. Business experience also
2
has a positive and significant influence on the perception of accounting information
benefits. Additionally, work motivation is proven to have a positive and significant
influence on the perception of accounting information benefits among MSMEs in
the region.
Thus, this research contributes to the understanding of the factors influencing MME
owners' perceptions of the benefits of accounting information. The implications of
this research can serve as a basis for the government and relevant institutions to
develop educational and training programs aimed at enhancing the accounting
knowledge, business experience, and work motivation of MME owners. This, in
turn, can support the development of MMEs in the Banyumas Regency.
3937741856J1B019013BAHASA SLANG DALAM CAPTION DAN KOMENTAR GRUP FACEBOOK ORANGPOSTING DAN ABSURD HUMORArtikel ini bertujuan untuk mengetahui struktur pembentuk pada bahasa slang dalam caption dan komentar grup Facebook OrangPosting dan Absurd Humor. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori sosiolinguistik, bahasa slang, jenis perubahan bunyi, abreviasi, dan grafologi. Untuk mengumpulkan data berupa bahasa slang dalam grup OrangPosting dan Absurd Humor digunakan metode simak dengan teknik lanjutan simak bebas libat cakap, teknik catat, dan teknik rekam yang diterapkan dalam caption dan komentar grup tersebut. Analisis data berupa bahasa slng menggunakan metode padan intralingual dengan teknik lanjutan hubung banding membedakan. Hasil analisis menunjukan ada 87 perubahan pada kata akibat bahasa slang. Perubahan meliputi jenis bunyi sebanyak 64 kata, abreviasi sebanyak 18 kata, dan perubahan ejaan akibat letak huruf yang berdekatan pada kibor sebanyak 5 kata. Bahasa slang dalam caption dan komentar grup OrangPosting dan Absurd Humor merupakan bentuk dari kreatifitas manusia dalam berbahasa. Meskipun bentuknya berupa penyalahejaan kaidah bahasa, hal ini bukanlah bentuk dari upaya penyimpangan dalam kaidah berbahasa.
This article aims to investigate the structural formation of slang language in the captions and comments of the Facebook groups OrangPosting and Absurd Humor. The research methodology employed is qualitative descriptive, utilizing sociolinguistic theory, slang language, sound changes, abbreviations, and graphology. The data on slang language within the OrangPosting and Absurd Humor groups were collected through an observation method, employing advanced techniques such as participant observation, note-taking, and recording, applied to the captions and comments of the groups. The data analysis of the slang language utilized an intralingual equivalence method with an advanced technique of comparative differentiation. The results of the analysis indicate that there are 87 word changes due to slang language. These changes consist of 64 words with sound changes, 18 words with abbreviations, and 5 words with spelling changes caused by the proximity of letters on the keyboard. Slang language in the captions and comments of the OrangPosting and Absurd Humor groups represents a form of human creativity in language use. Although it involves deviating from language norms, it is not an attempt to violate language rules.

3937841836H1E016026ANALISIS KELUHAN DAN POSTUR KERJA MENGGUNAKAN METODE
NORDIC BODY MAP DAN METODE RAPID UPPER LIMB ASSESMENT
(RULA) PADA SENTRA IKM SAPU DESA SIKANCO
Sentra IKM sapu desa Sikanco merupakan salah satu industri kecil yang memproduksi sapu dari bahan sabut kelapa. Pekerjaan ataupun aktivitas yang dilakukan dalam pembuatan sapu masih dilakukan secara manual dan kurang memperhatikan faktor ergonomis. Dengan postur kerja yang kurang baik, melakukan pekerjaan berulang dan dalam waktu yang lama maka hal ini tidak sesuai dengan kaidah ergonomis. Sehingga dilakukan adanya analisis postur dengan menggunakan metode Nordic Body Map dan Rapid Upper Limb Assesment (RULA). Dengan tujuan untuk mengetahui nilai resiko pada postur kerja dalam semua aktivitas pembuatan sapu. Hasil dari Nordic Body Map menunjukan nilai rata-rata skor pekerja adalah 79, keluhan yang sering dialami pekerja adalah pada bagian : punggung, pinggang, pergelangan tangan kanan, dan tangan kanan. Hasil dari RULA pada tiap aktivitas yaitu : pemotongan bambu nilainya 7, penguraian sabut kelapa nilainya 7, penjemuran nilainya 5, pemasangan selongsong nilainya 6, perangkaian nilainya 4, dan finishing nilainya 5. Berdasarkan hasil analisis tersebut dirancang 2 buah meja guna memperbaiki postur pekerja pada aktivitas pemotongan bambu dan penguraian sabut kelapa.Sentra IKM sapu desa Sikanco located in Nusawungu district, Cilacap . The work or activity performed at this IKM still lacks attention to ergonomic factors. With a poor working posture, doing repeated work and for a long time this is not in line with the principle of ergonomics. This requires posture analysis using the Nordic Body Map method and the Rapid Upper Limb Assesmet method to determine the posture value on the straw making activity at the Sikanco village straw IKM center. The purpose of this study is to find out the risk value of each work activity on the manufacturing of sapu. The Nordic Body Map method is a tool for assessing the posture subjectively in each worker. While the Rapid Upper Limb Assessment is a method used to assess a posture of activity in the job. Once the risk values are known in all the working postures, then an auxiliary is installed. The tool is made using anthropometric data measurement benchmarks so it is expected to correct a poor working posture.
3937941837I1E019014Implementasi Model Pembelajaran Taktis Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI Materi Dribbling Bola basket SMA N 1 CILACAPLatar Belakang : SMA Negeri 1 Cilacap, merupakan sekolah di Kabupaten Cilacap yang mengajarkan PJOK dengan materi bola basket. Peneliti melakukan observasi serta wawancara terhadap guru olahraga yang ada di SMA Negeri 1 Cilacap. Setelah melakukan wawancara ternyata proses pembelajarannya belum dapat dilakukan secara maksimal karena kelas XI IPA 7 belum dapat menguasai dribble basket dengan baik secara keterampilan. Dari seluruh siswa kelas XI IPA 7 ketuntasan belajar klasikal dalam hal ketrampilan hanya 55,88%.. Kesulitan yang dialami siswa dalam melakukan gerakan dribble bola basket adalah mengontrol bola sehingga hasil yang didapat kurang maksimal.

Metodologi : Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas atau Classroom Action Research yang melibatkan kegiatan berulang, yaitu2perencanaan, tindakan, observasi dan2refleksi. Sample dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 7 SMA N 1 Cilacap yang berjumlah 34 siswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan presentase.

Hasil : Analisis hasil belajar akan fokus pada siklus 1 dan siklus 2 di dalam tabel terdapat selisih perbedaan rata-rata kelas, dimana ini terlihat peningkatan hasil belajar antara siklus 1 dan siklus 2. Sehingga dapat melihat selisih nilai rata-rata kelas yaitu 2,1. Pada ketuntasan klasikal dari siklus 1 dan 2 juga memiliki peningkatan sebesar 12,90%. Melihat selisih dari rata-rata kelas dan ketuntasan klasikal berarti dengan penerapan pembelajaran dribble bola basket dengan model pembelajaran taktis hasil belajar siswa cukup bagus

Kesimpulan : Kenaikan presentase kriteria hasil belajar siswa pada setiap siklusnya. Siklus 1 rata-rata hasil belajar siswa untuk ketrampilan 80 sedangkan siklus 2 hasil belajar adalah 82,1. Keaktifan siswa juga mengalami peningkatan yang baik yang mendukung proses pembelajaran diikuti respon siswa terhadap pembelajaran penerapan model taktis dengan pokok bahasan dribble bola basket sangat baik dengan presentase kelulusan klasikal siklus 1 adalah 67,3% dan siklus 2 adalah 85,3%.

Background : SMA Negeri 1 Cilacap, is a school in Cilacap Regency that teaches PJOK with basketball material. Researchers conducted observations and interviews with sports teachers at SMA Negeri 1 Cilacap. After conducting the interviews, it turned out that the learning process could not be carried out optimally because class XI IPA 7 had not been able to master dribbling basketball skillfully. Of all students in class XI IPA 7, the completeness of classical learning in terms of skills was only 55.88%. The difficulty experienced by students in carrying out basketball dribble movements was controlling the ball so that the results obtained were less than optimal.
Methodology : This research is a class action research or Classroom Action Research involving repetitive activities, namely planning, action, observation and reflection. The sample in this study were 34 students of class XI IPA 7 SMA N 1 Cilacap. The data analysis technique in this study was using percentages.
Results : Analysis of learning outcomes will focus on cycle 1 and cycle 2. In the table, there is a difference in class average differences, where this shows an increase in learning outcomes between cycle 1 and cycle 2. So you can see the difference in class average values, namely 2.1. The classical completeness of cycles 1 and 2 also has an increase of 12.90%. Seeing the difference from the class average and classical completeness means that by applying basketball dribble learning with a tactical learning model, student learning outcomes are quite good.
Conclusion : Increase in the percentage of student learning outcomes criteria in each cycle. Cycle 1 average student learning outcomes for skills 80 while cycle 2 learning outcomes is 82.1. Student activity also experienced a good increase which supported the learning process followed by student responses to learning the application of the tactical model with the subject of excellent basketball dribble with the percentage of passing classical cycle 1 was 67.3% and cycle 2 was 85.3%.
3938041838I1D019056HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK, KECUKUPAN ZAT GIZI, DAN STATUS GIZI TERHADAP KEMAMPUAN MENGHAFAL AL-QUR’AN (Studi pada Pondok Pesantren Muhammadiyah Zam-Zam Cilongok)Latar Belakang : Kemampuan menghafal tiap individu berbeda-beda sehingga dalam menghafalkan ayat-ayat dalam Qur’an membutuhkan waktu yang berbeda pula. Kemampuan menghafal merupakan salah satu bagian dari fungsi kognitif yang dipengaruhi oleh faktor individu. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik, kecukupan zat gizi, dan status gizi terhadap kemampuan menghafal Al-Quran.

Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 53 santri penghafal Al-Qur’an. Pemilihan sampel dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi maupun eksklusi. Variabel aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner Physical Acitivity Questionnaire for Older Children (PAQ-C), kecukupan zat gizi menggunakan kuesioner Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), status gizi menggunakan Z-Score IMT/U, dan kemampuan menghafal Al-Qur’an menggunakan lembar evaluasi hafalan santri. Analisis data dilakukan menggunakan uji Rank Spearman.

Hasil Penelitian : Tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik (p = 0,936), kecukupan energi (p = 0,768), kecukupan protein (p = 0,890), kecukupan lemak (p = 0,162), kecukupan karbohidrat (p = 0,881), kecukupan besi (p = 0,605), kecukupan seng (p = 0,626), dan status gizi (p = 0,680) terhadap kemampuan menghafal Al-Qur’an.

Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik, kecukupan zat gizi, dan status gizi terhadap kemampuan menghafal Al-Qur’an.
Background : The ability to memorize each individual is different so that memorizing verses in the Qur'an takes different amounts of time. Memorization ability is one part of cognitive function that is influenced by individual factors. This study aims to determine the relationship between physical activity, nutritional adequacy, and nutritional status on the ability to memorize Al-Qur’an.

Methods : This study is an observational study with a cross sectional study. The number of samples in this study were 53 students who memorized Al-Qur'an. Sample selection using purposive sampling technique based on inclusion and exclusion criteria. Physical activity variables were measured using Physical Activity Questionnaire for Older Children (PAQ-C), nutritional adequacy using Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), nutritional status using BMI/A Z-Score, and ability to memorize Al-Qur'an using student memorization evaluation sheet. Data analysis was performed using the Spearman Rank test.

Results : There is no relationship between physical activity (p = 0,936), energy adequacy (p = 0,768), protein adequacy (p = 0,890), fat adequacy (p = 0,162), carbohydrate adequacy (p = 0,881), iron adequacy (p = 0,605), zinc adequacy (p = 0,626), and nutritional status (p = 0,680) on the ability to memorize Al-Qur'an.

Conclusion : There is no relationship between physical activity, nutritional adequacy, and nutritional status on the ability to memorize Al-Qur'an.