Home
Login.
Artikelilmiahs
44450
Update
FAHMITA FARADILA
NIM
Judul Artikel
MAKNA PERNIKAHAN BAGI GENERASI Z DI KELURAHAN KOBER DI TENGAH FENOMENA RESESI SEKS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Indonesia mengalami penurunan angka pernikahan selama 5 tahun terakhir. Disisi lain, beberapa negara di dunia mengalami fenomena resesi seks. Kelurahan Kober selama 5 tahun terakhir mengalami penurunan angka pernikahan secara terus menerus. Generasi Z menjadi generasi yang hidup dalam perkembangan teknologi yang sangat pesat sehingga mudah menerima informasi dimanapun dan kapanpun. Indonesia mengalami ancaman resesi seks jika penurunan terus terjadi selama bertahun-tahun sehingga penelitian ini penting untuk dilakukan untuk mengetahui bagaimana ekspektasi pernikahan bagi Generasi Z dan bisa dijadikan sebuah kewaspadaan terhadap kehidupan mendatang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan makna pernikahan bagi generasi Z di Kelurahan Kober, Kecamatan Purwokerto Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori interaksionalisme simbolik. Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan metode purposive sampling, dengan kriteria informan usia 19-25 tahun yang belum menikah di Kelurahan Kober. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Generasi Z di Kelurahan Kober memiliki makna dan ekspektasi pernikahan yang bahagia sesuai dengan pandangannya. Informan perempuan berfokus pada ekspektasi kehidupan pernikahan dengan memiliki pasangan yang tidak menganut patriarki, tidak kasar, bisa bekerjasama, dan paham agama. Sedangkan informan laki-laki berfokus pada pemenuhan kebutuhan ekonomi untuk kehidupan berkeluarga nantinya. Media sosial dan lingkungan memiliki pengaruh terhadap keputusan Generasi Z untuk menjalani kehidupan pernikahan. Media sosial memiliki pengaruh negatif maupun positif dalam hal pernikahan. Hampir semua Gen Z di Kelurahan Kober memiliki pandangan terbuka mengenai orang yang mempunyai keputusan tidak menikah dan tidak ingin memiliki anak.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Indonesia has experienced a decline in marriage rates over the last five years. On the other hand, several countries in the world are experiencing the phenomenon of sexual recession. Over the last five years, Kober Village has experienced a continuous decline in the number of marriages. Generation Z is a generation that lives in very rapid technological developments so it is easy to receive information anywhere and at any time. Indonesia is experiencing the threat of a sexual recession if the decline continues for years, so this research is important to carry out to find out what Generation Z's marriage expectations are and can be used as a precaution for future life. This research aims to find out and explain the meaning of marriage for Generation Z in Kober Village, West Purwokerto District. This research uses descriptive qualitative methods using symbolic interactionalism theory. Data collection used was in-depth interviews, observation, and documentation using the purposive sampling method, with the criteria being that informants aged 19-25 years were unmarried in Kober Village. The results of this research show that Generation Z in Kober Village has the meaning and expectations of a happy marriage according to their views. Female informants focused on expectations of married life by having a partner who does not adhere to patriarchy, is not rude, can work together, and understands religion. Meanwhile, male informants focused on fulfilling economic needs for future family life. Social media and the environment influence Generation Z's decision to live a married life. Social media has both negative and positive influences on marriage. Almost all Gen Z in Kober Village have an open view about people who have decided not to marry and do not want to have children.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save