Home
Login.
Artikelilmiahs
44765
Update
WIJDAAN DZAKI MULYA ARDI
NIM
Judul Artikel
PENGARUH BEDA TINGGI MUKA AIR TANAH DAN AIR LAUT TERHADAP KINERJA SEKAT SOIL SEMEN BAN BEKAS SEBAGAI PENGHALANG (BARRIER) INTRUSI AIR LAUT DI KOTA CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Peningkatan penduduk di Kota Cilacap sebanding dengan meningkatnya kebutuhan air bersih yang menyebabkan terjadinya pengambilan air tanah secara berlebihan. Hal tersebut menjadi penyebab terjadinya intrusi air laut terutama di wilayah pesisir pantai. Pantai Teluk Penyu merupakan kawasan pesisir yang berada tidak jauh dari pusat Kota Cilacap sehingga memiliki kepadatan penduduk yang tinggi. Intrusi air laut juga mampu merusak struktur bangunan karena penggunaan material struktur yang tidak tahan korosi, seperti tulangan baja. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengurangi dampak dari intrusi air laut dengan membuat model sekat soil semen ban bekas. Penambahan material ban bekas pada campuran sekat bertujuan untuk menggantikan fungsi tulangan baja yang mudah mengalami korosi jika diaplikasikan pada struktur yang berhubungan langsung dengan air laut. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan pola intrusi air laut dengan variasi panjang sekat campuran soil semen ban bekas; dan menentukan pengaruh dari variasi panjang sekat dan penambahan ban bekas ke dalam campuran soil semen terhadap panjang intrusi. Metode pengujian dilakukan dengan model fisik akuifer menggunakan flume dan membandingkan hasil pengujian dengan menggunakan persamaan Darcy. Penelitian ini menggunakan sekat berupa campuran bahan tanah dan semen dengan perbandingan 6:1 serta ban bekas dengan kadar 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25% terhadap berat pasir. Pola intrusi air laut yang terjadi pada akuifer diamati dengan melakukan variasi beda tinggi muka air laut terhadap muka air tanah 0 cm, 2.5 cm, 5 cm, 7.5 cm, dan 10 cm, dengan dimensi sekat panjang 10 cm, dan lebar 1cm. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan sekat soil semen ban bekas dengan beda tinggi muka air, pada beda tinggi 0 cm mengurangi intrusi air laut sebesar 62.45%, beda tinggi 2.5 cm mengurangi intrusi air laut sebesar 39.04 %, beda tinggi 5 cm mengurangi intrusi air laut sebesar 22.93 %, beda tinggi 7.5 cm mengurangi 14.4 %, dan beda tinggi 10 cm mengurangi intrusi air laut sebesar 8.459%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The increase in population in Cilacap City is proportional to the increasing need for clean water which causes excessive groundwater extraction. This is the cause of sea water intrusion, especially in coastal areas. Turtle Bay Beach is a coastal area not far from the center of Cilacap City, so it has a high population density. Seawater intrusion can also damage building structures due to the use of structural materials that are not corrosion resistant, such as steel reinforcement. Therefore, efforts need to be made to reduce the impact of sea water intrusion by creating a bulkhead modelsoil used tire cement. The addition of used tire material to the insulation mixture aims to replace the function of steel reinforcement which easily corrodes when applied to structures that are in direct contact with sea water. The aim of this research is to determine seawater intrusion patterns with variations in the length of the mixed bulkheadsoil used tire cement; and determine the effects of varying partition length and adding used tires to the mixsoil cement to the length of the intrusion. The test method is carried out using a physical model of the aquifer flume and compare test results using Darcy's equation. This research used partitions in the form of a mixture of soil and cement with a ratio of 6:1 and used tires with levels of 5%, 10%, 15%, 20% and 25% by weight of sand. The pattern of seawater intrusion that occurs in the aquifer is observed by varying the different hight water level sea water and fresh water at 0 cm, 2.5 cm, 5 cm, 7.5 cm and 10 cm. The research results show that using used tire cement soil partitions with a length of 10 cm and wide 1 cm, at different height 0 cm reduces sea water intrusion by 62.45%, at different height of 2.5 cm reduces sea water intrusion by 39.04%, at different height 5 cm reduces sea water intrusion by 22.93%, at different height of 7.5 cm reduces sea water intrusion by 14.4% ,and at different height 10 cm reduces sea water intrusion by 8.459%,
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save