Artikelilmiahs

Menampilkan 39.341-39.360 dari 48.943 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3934144767D1A020096Pengaruh Suplementasi Fitogenik terhadap Eritrosit, Kadar Hemoglobin dan Nilai Hematokrit Ayam Niaga PetelurPenelitian “Pengaruh Suplementasi Fitogenik Terhadap Jumlah Eritrosit, Kadar Hemoglobin, dan Nilai Hematokrit Ayam Niaga Petelur” telah dilaksanakan pada 10 Juli - 3 September 2023, bertempat di Eksperimental Farm, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dan Laboratorium Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi fitogenik tepung bawang putih, sambiloto, jahe dan campuran ketiganya terhadap jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit ayam niaga petelur. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap, terdiri dari 5 perlakuan dan 5 kali ulangan, sehingga terdapat 25 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri atas 4 ekor ayam. Materi penelitian yang digunakan adalah ayam niaga petelur strain Hyline Brown sebanyak 100 ekor berumur 50 minggu. Perlakuan terdiri atas P0 : Pakan basal, P1 : Pakan basal + 2 % tepung bawang putih, P2 : Pakan basal + 2 % tepung sambilto, P3 : Pakan basal + 2 % tepung jahe dan P4 : Pakan basal + 2 % campuran tepung bawang putih, sambiloto dan jahe. Peubah yang diukur meliputi jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit. Analisis data menggunakan analisis variansi (ANAVA). Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa fitogenik dapat mempertahankan jumlah eritrosit, kadar hemoglobin dan nilai hematokrit ayam niaga petelur pada keadaan normal. Jumlah eritrosit tertinggi diperoleh pada suplementasi tepung sambiloto. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fitogenik tepung sambiloto paling efektif untuk meningkatkan jumlah eritrosit dalam keadaan normal, begitu juga kadar hemoglobin dan nilai hematokrit.The research "The Effect of Phytogenic Supplementation on the Number of Erythrocytes, Hemoglobin Levels and Hematocrit Values of Laying Commercial Chickens" was carried out on 10 July - 3 September 2023, at the Experimental Farm, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto and the Clinical Pathology Laboratory, Faculty of Veterinary Medicine , Gadjah Mada University, Yogyakarta. The research aims to determine the effect of phytogenic supplementation of garlic flour, bitter, ginger and a mixture of the three on the number of erythrocytes, hemoglobin levels and hematocrit values of laying commercial chickens. The research design used was a completely randomized design, consisting of 5 treatments and 5 replications, so there were 25 experimental units. Each experimental unit consisted of 4 chickens. The research material used was 100 Hyline Brown laying commercial chickens aged 50 weeks. Treatment consisted of P0: basal feed, P1: basal feed + 2% garlic flour, P2: basal feed + 2% bitter flour, P3: basal feed + 2% ginger flour and P4: basal feed + 2% garlic flour mixture , bitter and ginger. The variables measured include the number of erythrocytes, hemoglobin levels, and hematocrit values. Data analysis uses analysis of variance (ANOVA). The results of variance analysis show that phytogenics can maintain the number of erythrocytes, hemoglobin levels and hematocrit values of laying commercial chickens in normal conditions. The highest number of erythrocytes was obtained with bitter flour supplementation. Based on the research results, it can be concluded that phytogenic bitter flour is the most effective for increasing the number of erythrocytes under normal conditions, as well as hemoglobin levels and hematocrit values.
3934241804I1E019013Survei Ketersediaan dan Pemanfaatan Sarana dan Prasarana Pendidikan Jasmani SMA Negeri Sederajat di Purwokerto Latar Belakang : Pendidikan jasmani berperan strategis dalam pengembangan fisik, sosial, afektif,
dan kognitif siswa. Standar sarana dan prasarana dalam pendidikan diatur oleh peraturan pemerintah
dan memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas. Namun
dibeberapa daerah masih ditemukan sekolah dengan tingkat ketersediaan sarana dan prasarana yang
rendah. Purwokerto, dikenal sebagai kota pendidikan, Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
menginvestigasi situasi tersebut di SMA Negeri sederajat di Purwokerto.
Metodologi Penelitian : Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan
instrumen kuesioner dan lembar observaso sebagai metode pengumpulan data. Teknik Total
Sampling digunakan untuk memilih sampel sekolah dan probability random sampling digunakan
untuk mencari sample siswa sebanyak 100 siswa. Penelitian dilaksanakan pada tanggal, 17 Juli – 7
Agustu 2023, di Purwokerto. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif berdasarkan
persentase.
Hasil Penelitian : Tingkat ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan jasmani di Sekolah
Menengah Atas (SMA) Negeri 92,3% , SMK Negeri 88% dan MA Negeri 83%, dengan kategori
“sangat baik." Selain itu, hasil analisis terkait tingkat pemanfaatan sarana dan prasarana pendidikan
jasmani di SMA Negeri mencapai 73,6% SMK Negeri 81,7% dan MA Negeri mencapai 72% .
dengan kategori "baik." Untuk SMA dan MA, dan kategori sangat baik untuk SMK.
Kesimpulan : Tingkat ketersediaan dan pemanfaatan sarana dan prasarana pendidikan jasmani di
SMA Negeri/sederajat tergolong dalam kategori sangat tersedia dan bermanfaat.
Kata Kunci : Survei, Sarana dan Prasarana, Pendidikan
Background : Physical education plays a strategic role in the physical, social, affective, and
cognitive development of students. The standard of facilities and infrastructure in education is
regulated by government regulations and has an important role in the implementation of quality
education. However, in some areas there are still schools with low levels of availability of facilities
and infrastructure. Purwokerto, known as the city of education, therefore, this study aims to
investigate the situation in equivalent public high schools in Purwokerto.
Research Methodology: This study uses a quantitative descriptive approach with questionnaire
instruments and observaso sheets as data collection methods. Total Sampling technique is used to
select a sample of schools and probability random sampling is used to find a sample of 100 students.
The research was conducted on July 17 – August 7, 2023, in Purwokerto. The data was analyzed
using percentage-based descriptive analysis.
Research Results: The level of availability of physical education facilities and infrastructure in
State High Schools (SMA) 92.3%, State Vocational Schools 88% and State MA 83%, with the
category "very good." In addition, the results of the analysis related to the utilization rate of physical
education facilities and infrastructure in State High Schools reached 73.6%, State Vocational
Schools 81.7% and State MAs reached 72%. with the category "good." For SMA and MA, and the
category is very good for SMK.
Conclusion : The level of availability and utilization of physical education facilities and
infrastructure in public high schools / equivalent is classified as very available and useful.
Keywords : Survey, Facilities and Infrastructure, Education
3934341806J1D019032Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Rasa Karya Tere LiyePenelitian ini bertujuan untuk memahami tipe kepribadian dan faktor yang memengaruhi kepribadian tokoh utama dalam novel Rasa karya Tere Liye. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Rasa karya Tere Liye. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kepribadian Gerard Heymans. Hasil analisis data akan dijabarkan dalam bentuk deskripsi dengan penjelasan yang sederhana dan mudah dipahami.

Hasil analisis data menunjukkan bahwa tokoh utama memiliki 4 tipe kepribadian, yaitu cholerici, gapasioneerden, flegmaciti, dan nerveuzen. Tipe kepribadian paling dominan yang dimiliki oleh tokoh utama adalah cholerici. Hal tersebut disebabkan karena sifat periang dan jahil termasuk dalam tipe kepribadian yang cenderung aktif. Oleh karena itu karakter dominan yang dimiliki tokoh utama termasuk dalam tipe kepribadian cholerici. Kepribadian tokoh utama dipengaruhi oleh faktor biologis, keluarga, dan lingkungan. Lingkungan menjadi faktor paling dominan yang memengaruhi kepribadian tokoh utama.
This research aims to understand personality types and factors that influence the personality of the main character in Tere Liye novel’s Rasa. The method used in this research is qualitative. The sourche of the data ini this research is the novel Rasa by Tere Liye. The theory used in this research is Gerard Heymans’ theory of personality. The results of data analysis will be described in the form of a description with a simple and easy-to-understand explanation.

The results of the data analysis show that the main character has 4 personality types, namely cholerici, gapasioneerden, flegmaciti, and nerveuzen. The most dominant personality type possessed by the main character is cholerici. This is because the cheerful and mischievous nature is included in the personality type that tends to be active. Therefore the dominant character possessed by the main character is included in the cholerici personality type. The main character’s personality is influenced by biological, family, and environmental factors. The environment is the most dominant factor influencing the main character’s personality.
3934441805I1D019066PENGARUH LEMBAR BALIK TERHADAP PENGETAHUAN GIZI DAN MOTIVASI PEMILIHAN MAKAN PADA ANGGOTA PMRLatar Belakang : Masalah gizi pada remaja remaja usia 16-18 tahun di di Banyumas terdiri dari masalah gizi kurang (8,99%) dan gizi lebih (11,91%). Pengetahuan gizi, pemilihan makan, dan keterlibatan aktif teman sebaya di sekolah berpengaruh terhadap status gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi melalui lembar baik terhadap pengetahuan gizi dan motivasi pemilihan makan pada anggota PMR SMAN 2 Purwokerto.
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan one group pretest-posttest design. Tiga puluh enam anggota PMR SMAN 2 Purwokerto dipilih menggunakan proportionate stratified sampling. Uji Paired T test (pengetahuan gizi, aspek suasana hati, kenyamanan, daya tarik sensori, keakraban, dan kepedulian etik) serta uji Wilcoxon (aspek kesehatan, harga, dan pengendalian berat badan) dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi terhadap pengetahuan dan pemilihan makanan.
Hasil Penelitian : Edukasi gizi berpengaruh secara signifikan meningkatkan rata-rata pengetahuan gizi (p=0,000) dan motivasi pemilihan makan, namun pada motivasi pemilihan makan perubahan nilai yang signifikan hanya terjadi pada aspek kesehatan (p=0,000), daya tarik sensori (p=0,037), dan pengendalian berat badan (p=0,000).
Kesimpulan : Edukasi gizi melalui lembar balik dapat meningkatkan pengetahuan gizi dan motivasi pemilihan makan aspek kesehatan, daya tarik sensori, dan pengendalian berat badan pada anggota PMR.
Background : Nutritional problem among adolescence aged 16-18 in Banyumas District was undernutrition (8,99%) and overnutrition (11,91%). Nutritional knowledge, food choice, and peers influence have influence on in nutritional status. This study aimed to investigate the impact of nutrition education, delivered through informative materials, on the nutritional knowledge and food choice motivation of PMR members at SMAN 2 Purwokerto.
Research Methods : A quasi-experimental study with a one-group pretest-posttest design was conducted with involving 36 PMR members from SMAN 2 Purwokerto. The Paired T-test (nutritional knowledge, aspect of mood, convenience, sensory appeal, familiarity, and ethical concerns) and The Wilcoxon test (aspects of health, price, and weight control) are used to analyze the influence of nutrition education to adolescence knowledge and food choice motivation.
Research result : Nutrition education had significant increase in the average nutrition knowledge (p=0,000) and motivation for food choices, specifically, significant changes were observed in motivation related to health (p=0,000), sensory appeal (p=0,037), and weight control (p=0,000).
Conclusion : Utilizing flipcharts for nutrition education can effectively enhance nutritional knowledge and motivation among PMR members, particularly in making healthier food choices with a focus on health-related foods, sensory appeal, and weight control.
3934544466F1C020049Peran Video Editor dalam Penciptaan Karya Film “Metamorfosis Sampah: Sumpah Beruang” Sebuah Karya Film Dokumenter Pengelolaan Sampah di Kabupaten BanyumasLimbah sampah di Indonesia menjadi permasalahan krusial yang terus memburuk seiring berjalannya waktu. Kabupaten Banyumas menjadi salah satu wilayah yang menyumbang limbah sampah cukup tinggi di Indonesia, untuk menghadapi tantangan tersebut Kabupaten Banyumas mendirikan Tempat Pembuangan Akhir berbasis lingkungan dan edukasi atau TPA BLE Banyumas di Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Melalui sistem pengelolaan sampah yang sistematis dan terintegrasi, TPA BLE Banyumas melakukan inovasi pengelolaan sampah “Sumpah Beruang,” hingga berhasil mengubah limbah sampah menjadi beragam produk bernilai jual seperti pakan maggot, RDF (Residu Derived Fuel) , hingga paving block. Penciptaan karya ini bertujuan untuk memperkenalkan proses pengelolaan sampah tersebut melalui pembuatan film dokumenter “Metamorfosis Sampah : Sumpah Beruang” dengan durasi 19 menit 14 detik. Film dokumenter ini menceritakan alur pemrosesan sampah dari hulu ke hilir yang disampaikan oleh narasumber dari pihak terkait dan ditunjang dengan narasi voice over oleh pencipta karya.Waste management in Indonesia has emerged as a critical issue that continues to worsen over time. Banyumas District has become one of the regions contributing a significant amount of waste in Indonesia. In response to this challenge, Banyumas District established an environmentally and educationally based final disposal site known as the TPA BLE Banyumas in Wlahar Wetan, Kalibagor, Banyumas. Utilizing a systematic and integrated waste management system, TPA BLE Banyumas implemented an innovative waste management approach called "Sumpah Beruang," effectively converting waste into various marketable products such as maggot feed, RDF, and paving blocks. This project aims to introduce waste management processes through the production of the documentary "Metamorfosis Sampah: Sumpah Beruang," with a duration of 19 minutes and 14 seconds. The documentary illustrates the waste processing journey from start to finish, featuring insights from relevant stakeholders and complemented by a narrative voiceover provided by the creators.
3934644769H1B019039KAJIAN PENGARUH PERGESERAN LUBANG SAMBUNGAN BAUT ARAH HORIZONTAL DENGAN VARIASI KETEBALAN PELAT BAJA PADA SAMBUNGAN BAJA TIPE TUMPU DAN TIPE FRIKSI MENGGUNAKAN ANALISIS METODE ELEMEN HINGGAPembuatan lubang baut terkadang tidak sesuai kriteria desain. Perlu dilakukan penelitian pada sambungan baut dengan pergeseran lubang baut. Penelitian ini dilakukan analisis numerikal menggunakan metode elemen hingga dengan perangkat lunak abaqus dan SAP2000. Penelitian dilakukan terhadap benda uji sambungan pelat S460 menggunakan baut ISO grade 8.8. Pengujian dilakukan dengan variasi ketebalan pelat 6 mm dan 10 mm serta variasi lubang baut standar dan dengan pergeseran 10 mm arah horizontal dengan parameter pengujian gaya, perpanjangan, tegangan, dan regangan. Respons mekanik yang dihasilkan menunjukkan bahwa pergeseran lubang baut menyebabkan konsentrasi tegangan yang signifikan dan tegangan tidak terdistribusi merata di daerah lubang yang membesar. Hal ini terjadi pada semua sambungan dengan pergeseran lubang baut di sekitar lubang yang bergeser. Kegagalan geser baut terjadi pada semua model sambungan kecuali sambungan pelat 6 mm dan 6 mm dengan pergeseran lubang baut. Kegagalan tumpu pelat terjadi pada sambungan dengan lubang baut standar. Sobek pada lubang baut terjadi pada semua sambungan dengan pergeseran lubang baut. Dari semua parameter yang diuji, didapatkan perbedaan hasil yang cukup signifikan pada analisis dengan peraturan SNI 1729:2020 dengan metode pengujian yang lainnya. Hal ini terjadi karena analisis SNI 1729:2020 memperhitungkan kekuatan pelat secara murni dengan kapasitas terhadap satu gaya saja. Pada semua parameter yang diuji didapatkan perbedaan hasil yang signifikan pada sambungan lubang baut standar dengan sambungan dengan pergeseran lubang baut.The fabrication of bolt holes sometimes does not conform the design criteria. It is important to do research on bolt connections with hole displacement. This research useing numerical analysis finite element method with abaqus and SAP2000. This research was conducted on S460 plate connection using ISO grade 8.8 bolts. The tests were conducted with plate thickness of 6 mm and 10 mm variations and with standard bolt holes and with a displacement of 10 mm in the horizontal direction variations with testing parameters force, elongation, stress, and strain. The result of mechanical response showed that the displacement of the bolt holes caused significant stress concentrations and the stresses were not evenly distributed in the enlarged hole area. This occurs in all connections with bolt hole displacement around the displaced hole. Bolt shear failure occurred in all connection models except connection 6 mm and 6 mm plates with bolt hole displacement. Plate bearing failure occurred in connection with standard bolt holes. Tear in the bolt holes occurred in all connections with a displacement of the bolt holes. From all parameters tested, it was found that the difference in results was significant in the analysis with SNI 1729: 2020 regulations with other test methods. This occurs because the SNI 1729:2020 analysis takes into account the strength of the plate purely with the capacity for one force only. In all parameters tested, significant differences in results were obtained in standard bolt hole connections with connections having bolt hole displacement.
3934745483I1D020061HUBUNGAN DENSITAS ENERGI DAN DENSITAS ZAT GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI MAN 2 BANYUMASLatar Belakang: Anemia adalah masalah gizi yang sering terjadi pada remaja putri. Remaja putri dalam masa tumbuh kembang memerlukan asupan zat besi lebih tinggi karena mengalami menstruasi setiap bulan. Remaja putri masih cenderung sering mengonsumsi makanan berdensitas energi tinggi tetapi memiliki densitas zat gizi rendah. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan densitas energi dan densitas zat gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di MAN 2 Banyumas.
Metode: Penelitian Cross Sectional pada 48 siswi di MAN 2 Banyumas di Juni 2024 dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan data melalui kuesioner karakteristik responden, food recall 2x24 h untuk melihat asupan makan responden, dan pengambilan darah untuk melihat kadar hemoglobin. Data kemudian dianalisis menggunakan uji Rank Spearman Correlation dengan derajat kepercayaan (p<0,005).
Hasil Penelitian: Hasil penelitian diperoleh 79,2% mengalami anemia dan 20,8% tidak
mengalami anemia. Hasil uji Rank Spearman CorrelationI menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara densitas energi dengan kejadian anemia pada remaja putri (p=0,818). Terdapat hubungan densitas zat gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri (p=0,002;0,436)
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara densitas energi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Terdapat hubungan antara densitas zat gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri.
Background: Anemia is a nutritional problem that often occurs in adolescent girls. Adolescent girls who are in a period of growth and development need higher iron intake because they experience menstruation every month. Adolescent girls still tend to consume foods with high energy density but have low nutrient density. The purpose of this study was to determine the relationship between energy density and nutrient density with the incidence of anemia in adolescent girls at MAN 2 Banyumas.
Methods: Cross-sectional study on 48 female students at MAN 2 Banyumas in June 2024 by observing the inclusion and exclusion criteria. Data were collected through a respondent characteristic questionnaire, 2x24-hour food recall to see the respondent's food intake, and blood collection to see hemoglobin levels. Data were then analyzed using the Spearman Rank Correlation test with a degree of confidence (p<0.005).
Results: The results showed that 79.2% were anemic and 20.8% were not anemic. The results of the Rank Spearman Correlation test stated that there was no relationship between energy density and the incidence of anemia in adolescent girls (p=0.818). There is a relationship between nutrient density and the incidence of anemia in adolescent girls (p=0.002; 0.436).
Conclusion: There is no correlation between energy density and the incidence of anemia in adolescent girls. There is a correlation between nutrient density and the incidence of anemia in adolescent girls.

3934844768H1D020042IMPLEMENTASI FACE ANTI SPOOFING MENGGUNAKAN CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK DENGAN RESNET50 PADA SISTEM MANAJEMEN KEHADIRAN BERBASIS MOBILESistem manajemen kehadiran merupakan suatu sistem yang digunakan untuk mengatur proses kehadiran seseorang, yang didalamnya termasuk perekaman kehadiran, pengajuan cuti, izin, maupun untuk melihat riwayat kehadiran seseorang. Sudah banyak instansi yang menerapkan beberapa fitur untuk menghidari kehadiran palsu, salah satunya menggunakan fitur Anti-Fake GPS untuk mencegah seseorang melakukan absensi diluar jangkauan lokasi. Namun masih juga beberapa indikasi pemalsuan absensi seperti menggunakan foto, video, atau rekaman wajah yang direkam untuk melewati sistem pengenalan wajah dan mendapatkan akses yang tidak sah. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis membangun suatu aplikasi manajemen kehadiran berbasis mobile yang dilengkapi dengan Face Anti-Spoofing dalam fitur Face Recognition. Face Recognition merupakan suatu fitur untuk mendeteksi wajah seseorang berdasarkan wajah yang telah didaftarkan dan tersimpan dalam database. Sedangkan Face Anti-Spoofing pada face recognition adalah teknik atau mekanisme yang dirancang untuk mengatasi masalah spoofing dalam sistem pengenalan wajah. Spoofing adalah tindakan memanipulasi atau menggunakan informasi palsu untuk mengelabui sistem biometrik, seperti sistem pengenalan wajah, dengan tujuan untuk mendapatkan akses yang tidak sah. Dengan penerapan fitur Face Recognition dengan Face Anti-Spoofing menggunakan model ResNet50 yang memiliki akurasi sebesar 98%, sistem dapat mendeteksi upaya pemalsuan absensi, mencegah akses yang tidak sah, meningkatkan keandalan pengenalan wajah, dan melindungi privasi.Attendance management system is a system used to manage a person's attendance process, which includes recording attendance, applying for leave, permission, and to view a person's attendance history. Many agencies have implemented several features to avoid fake attendance, one of which uses the Anti-Fake GPS feature to prevent someone from taking attendance outside the location range. However, there are still some indications of fake attendance such as using photos, videos, or recorded face recordings to bypass the facial recognition system and gain unauthorized access. Based on these problems, the author builds a mobile-based attendance management application equipped with Face Anti-Spoofing in the Face Recognition feature. Face Recognition is a feature to detect a person's face based on the face that has been registered and stored in the database. While Face Anti-Spoofing in face recognition is a technique or mechanism designed to overcome the spoofing problem in face recognition systems. Spoofing is the act of manipulating or using false information to trick biometric systems, such as facial recognition systems, with the aim of gaining unauthorized access. With the application of Face Recognition with Face Anti-Spoofing feature using ResNet50 model which has an accuracy of 98%, the system can detect attendance forgery attempts, prevent unauthorized access, improve face recognition reliability, and protect privacy.
3934941807K1C016014SINTESIS SILIKA ABU SEKAM PADI MENGGUNAKAN METODE SOL GELIndonesia merupakan salah satu negara penghasil beras terbesar di Asia Tenggara sehingga menghasilkan limbah pertanian yang cukup banyak, salah satu limbah berupa sekam padi. Limbah tersebut pemanfaatanya masih belum optimal, salah satu cara untuk mengurangi limbah dengan mengelolah abu sekam padi dari proses pembakaran batu bata yang memiliki kadungan silika dengan kadar tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan sintesis silika abu sekam padi dengan variasi waktu tanpa milling (S0) dan milling 15 jam (S15) menggunakan metode sol gel. Silika hasil sintesis dilakukan pengujian menggunakan uji FTIR dan uji DSC. Hasil uji FTIR berhasil menunjukkan bahwa gugus fungsi silika abu sekam padi dengan variasi waktu tanpa miling (S0) dan milling 15 jam (S15) memiliki gugus dominan yaitu gugus siloksan (Si-O-Si) dan gugus silanol (Si-OH), dimana gugus siloksan memiliki bilangan gelombang sebesar 470,63; 794,67; 802,39; dan 1095,57 cm-1. Sedangkan gugus silanol memiliki bilangan gelombang sebesar 1411,89; 1419,61; 1566,2; 1635,64; 1851,66; 3425,58; dan 3448,72 cm-1. Sedangkan, hasil uji DSC berhasil menunjukkan sifat termal meliputi kalor jenis, kapasitas panas, suhu pelelehan dan perubahan entalpi pada silika abu sekam padi dengan variasi waktu tanpa miling (S0) dan milling 15 jam (S15) dimana kalor jenis memiliki nilai yang sama sebesar 5 J/kgk. Sedangkan nilai kapasitas panas tanpa milling sebesar 110,5 × 10-6 J/K dan milling 15 jam sebesar 110 × 10-6 J/K. Selanjutnya suhu pelelehan pada pada S0 (155,5 ℃) dan S15 (80,4 ℃), kemudian perubahan entalpi pada puncak DSC menunjukkan nilai yang berbeda, yaitu 3,561 × 10-3 mW/mg untuk S0 dan 3,162 × 10-3 mW/mg untuk S15.

Kata kunci: silika abu sekam padi, metode sol gel, gugus fungsi, sifat termal
Indonesia is one of the largest rice-producing countries in Southeast Asia, so it produces quite a lot of agricultural waste, one of which is rice husk. The utilization of this waste is still not optimal, one way to reduce waste is by processing rice husk ash from the process of burning bricks which contain high levels of silica. This study aims to synthesize rice husk ash silica with variations in time without milling (S0) and 15 hours milling (S15) using the sol gel method. The synthesized silica was tested using the FTIR test and the DSC test. The FTIR test results showed that the silica functional groups of rice husk ash with variations in time without milling (S0) and 15 hours milling (S15) had dominant groups namely siloxane groups (Si-O-Si) and silanol groups (Si-OH), where the siloxane group has a wave number of 470.63; 794.67; 802.39; and 1095.57 cm-1. Meanwhile, the silanol group has a wave number of 1411.89; 1419.61; 1566.2; 1635.64; 1851.66; 3425.58; and 3448.72 cm-1. Meanwhile, the results of the DSC test succeeded in showing thermal properties including specific heat, heat capacity, melting temperature and enthalpy change in rice husk ash silica with time variations without milling (S0) and 15 hour milling (S15) where the specific heat has the same value of 5 J/kgk. While the value of heat capacity without milling is 110.5 × 10-6 J/K and 15 hours milling is 110 × 10-6 J/K. Furthermore, the melting temperature at S0 (155.5 ℃) and S15 (80.4 ℃), then the enthalpy change at the DSC peak shows different values, namely 3.561 × 10-3 mW/mg for S0 and 3.162 × 10-3 mW /mg for S15.

Keywords: rice husk ash silica, sol gel method, functional groups, thermal properties
3935044467F1C020080Peran Director of Photography dalam karya “Metamorfosis Sampah : Sumpah Beruang” Sebuah Karya Film Dokumenter Pengelolaan Sampah di Kabupaten BanyumasLimbah sampah di Indonesia menjadi permasalahan krusial yang terus memburuk seiring berjalannya waktu. Kabupaten Banyumas menjadi salah satu wilayah yang menyumbang limbah sampah cukup tinggi di Indonesia, untuk menghadapi tantangan tersebut Kabupaten Banyumas mendirikan Tempat Pembuangan Akhir berbasis lingkungan dan edukasi atau TPA BLE Banyumas di Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Melalui sistem pengelolaan sampah yang sistematis dan terintegrasi, TPA BLE Banyumas melakukan inovasi pengelolaan sampah “Sumpah Beruang,” hingga berhasil mengubah limbah sampah menjadi beragam produk bernilai jual seperti pakan maggot, RDF, hingga paving block. Penciptaan karya ini bertujuan untuk memperkenalkan proses pengelolaan sampah tersebut melalui pembuatan film dokumenter “Metamorfosis Sampah : Sumpah Beruang” dengan durasi 19 menit 14 detik. Film dokumenter ini menceritakan alur pemrosesan sampah dari hulu ke hilir yang disampaikan oleh narasumber dari pihak terkait dan ditunjang dengan narasi voice over oleh pencipta karya.Waste management in Indonesia has emerged as a critical issue that continues to worsen over time. Banyumas District has become one of the regions contributing a significant amount of waste in Indonesia. In response to this challenge, Banyumas District established an environmentally and educationally based final disposal site known as the TPA BLE Banyumas in Wlahar Wetan, Kalibagor, Banyumas. Utilizing a systematic and integrated waste management system, TPA BLE Banyumas implemented an innovative waste management approach called "Sumpah Beruang," effectively converting waste into various marketable products such as maggot feed, RDF, and paving blocks. This project aims to introduce waste management processes through the production of the documentary "Metamorfosis Sampah: Sumpah Beruang," with a duration of 19 minutes and 14 seconds. The documentary illustrates the waste processing journey from start to finish, featuring insights from relevant stakeholders and complemented by a narrative voiceover provided by the creators.
3935144468F1C020041Peran Scriptwriter Dalam Karya “Metamorfosis Sampah : Sumpah Beruang” Sebuah Karya Film Dokumenter Pengelolaan Sampah di Kabupaten Banyumas

Limbah sampah di Indonesia menjadi permasalahan krusial yang terus memburuk seiring berjalannya waktu. Kabupaten Banyumas menjadi salah satu wilayah yang menyumbang limbah sampah cukup tinggi di Indonesia, untuk menghadapi tantangan tersebut Kabupaten Banyumas mendirikan Tempat Pembuangan Akhir berbasis lingkungan dan edukasi atau TPA BLE Banyumas di Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Melalui sistem pengelolaan sampah yang sistematis dan terintegrasi, TPA BLE Banyumas melakukan inovasi pengelolaan sampah “Sumpah Beruang,” hingga berhasil mengubah limbah sampah menjadi beragam produk bernilai jual seperti pakan maggot, RDF, hingga paving block. Penulis yang berperan sebagai scriptwriter bertanggungjawab dalam proses pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Scriptwriter bertugas untuk menyusun script, menajer lapangan, dan memonitoring proses editing agar sesuai dengan script. Penciptaan karya ini bertujuan untuk memperkenalkan proses pengelolaan sampah tersebut melalui pembuatan film dokumenter “Metamorfosis Sampah : Sumpah Beruang” dengan durasi 19 menit 14 detik. Film dokumenter ini menceritakan alur pemrosesan sampah dari hulu ke hilir yang disampaikan oleh narasumber dari pihak terkait dan ditunjang dengan narasi voice over oleh pencipta karya.Waste management in Indonesia has emerged as a critical issue that continues to worsen over time. Banyumas District has become one of the regions contributing a significant amount of waste in Indonesia. In response to this challenge, Banyumas District established an environmentally and educationally based final disposal site known as the TPA BLE Banyumas in Wlahar Wetan, Kalibagor, Banyumas. Utilizing a systematic and integrated waste management system, TPA BLE Banyumas implemented an innovative waste management approach called "Sumpah Beruang," effectively converting waste into various marketable products such as maggot feed, RDF, and paving blocks. The writer, serving as the scriptwriter, is responsible for the pre-production, production, and post-production processes. The scriptwriter's duties include preparing the script, managing on-site activities, and monitoring the editing process to ensure it aligns with the script.This project aims to introduce waste management processes through the production of the documentary "Metamorfosis Sampah: Sumpah Beruang," with a duration of 19 minutes and 14 seconds. The documentary illustrates the waste processing journey from start to finish, featuring insights from relevant stakeholders and complemented by a narrative voiceover provided by the creators.
3935244770H1B019012ANALISIS PENGARUH PERGESERAN LUBANG SAMBUNGAN BAUT ARAH VERTIKAL DENGAN METODE ANALISIS ELEMEN HINGGA PADA SAMBUNGAN BAJA TIPE TUMPU DAN TIPE FRIKSIPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pergeseran lubang baut sebesar 10 mm secara vertikal terhadap respons mekanik sambungan pelat baja dengan variasi ketebalan 6 mm dan 10 mm. Sambungan diuji menggunakan analisis elemen hingga pada tipe tumpu dan friksi. Material yang digunakan adalah pelat baja S460N dan baut F 8.8 ISO grade. Kapasitas sambungan dianalisis berdasarkan pedoman SNI 1729:2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas sambungan tipe tumpu dan tipe friksi mengalami variasi yang signifikan. Pengujian numerikal dengan Abaqus menunjukkan kegagalan geser pada baut dan sobek pada pelat untuk sambungan dengan pergeseran lubang, sedangkan analisis dengan SAP2000 mendukung hasil Abaqus melalui pola tegangan dan perpindahan. Perbandingan gaya, perpindahan, tegangan, dan regangan maksimal menunjukkan hasil yang signifikan untuk beberapa model sambungan dengan pergeseran lubang. Analisis menunjukkan bahwa sambungan dengan pergeseran lubang memiliki perilaku kegagalan yang lebih kompleks dibandingkan sambungan standar, yang penting untuk pertimbangan desain konstruksi yang lebih aman dan efektif.This study aims to evaluate the impact of a 10 mm vertical bolt hole shift on the mechanical response of steel plate connections with thickness variations of 6 mm and 10 mm. The connections were tested using finite element analysis on bearing and friction types. The materials used were S460N steel plates and F 8.8 ISO grade bolts. The connection capacity was analyzed based on the SNI 1729:2020 guidelines. The results showed that the connection capacity for both bearing and friction types varied significantly. Numerical testing with Abaqus indicated shear failure in the bolts and tearing in the plates for connections with shifted holes, while analysis with SAP2000 supported Abaqus results through stress and displacement patterns. Comparison of maximum force, displacement, stress, and strain demonstrated significant results for several connection models with shifted holes. The analysis indicated that connections with shifted holes exhibit more complex failure behavior compared to standard connections, which is crucial for designing safer and more effective constructions.
3935344878J1B020012Kohesi Gramatikal dalam Wacana Berita Rubrik Pemilu Pilpres di Media Daring Tempo.co Edisi Desember 2023Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kohesi gramatikal yang terdapat dalam wacana berita rubrik pemilu pilpres di media daring Tempo.co. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik bagi unsur langsung, teknik perluas, dan teknik baca markah. Subjek penelitian ini adalah wacana berita rubrik pemilu pilpres di media daring Tempo.co edisi Desember 2023. Penelitian ini berfokus pada bentuk kohesi gramatikal. Adapun hasil penelitian ini dari 3 berita yang dianalisis ditemukan 80 data. Bentuk kohesi gramatikal yang terdapat dalam data penelitain tersebut yaitu referensi, substitusi, elipsis, dan konjungsi. Jenis kohesi gramatikal yang paling banyak ditemukan adalah referensi dan konjungsi.This research aims to analyze the grammatical cohesion contained in the news discourse in the presidential election rubric on the online media Tempo.co. The research method uses a qualitative descriptive method with techniques for direct elements, expansion techniques, and marking reading techniques. The subject of this research is the news discourse in the presidential election rubric in the online media Tempo.co, December 2023 edition. This research focuses on forms of grammatical cohesion. The results of this research from the 3 news stories analyzed found 80 data. The forms of grammatical cohesion contained in the research data are references, substitutions, ellipsis and conjunctions. The most common types of grammatical cohesion are references and conjunctions.
3935441808F1D019034Politik Implementasi Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2015 Tentang Penanggulangan Penyakit Masyarakat Di Purwokerto Kabupaten BanyumasAdanya pengemis yang berada di berbagai simpang jalan Kota Purwokerto menjadi permasalahan serius yang mengancam nilai keestetikaan Kota Purwokerto serta mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat. Peraturan daerah Nomor 16 Tahun 2015 mengenai Penanggulangan Penyakit Masyarakat di Purwokerto Kabupaten Banyumas diinisiasi sebagai respons untuk mengatasi tantangan tersebut. Namun dalam penerapanya selama delapan tahun, masih belum mampu memberi perubahan signifikan yang mengindikasikan bahwa masih ditemukannya kendala dalam implementasi kebijakan tersebut. Dalam pelaksanaan Perda terdapat faktor-faktor pendukung dan penghambat implementasinya di lapangan. Keberadaan perbedaan dalam kepentingan yang berupaya untuk terpenuhi menyebabkan timbulnya situasi konflik kepentingan saat melaksanakan peraturan daerah (perda). Penelitian ini berpijak pada landasan paradigma konstruktivisme dengan mengadopsi perspektif institusionalisme dan strukturalisme. Pendekatan kualitatif diterapkan melalui metode studi kasus dalam penelitian ini.The presence of beggars at various intersections in Purwokerto City is a serious problem that threatens the aesthetic value of Purwokerto City and disrupts public order and comfort. Regional Regulation No. 16 of 2015 concerning Management of Community Diseases in Purwokerto, Banyumas Regency was initiated as a response to addressing these challenges. However, in its implementation for eight years, it has not been able to provide significant changes, which indicates that there are still obstacles in the implementation of the policy. In the implementation of regional regulations, there are supporting and inhibiting factors for its implementation in the field. The existence of differences in the interests that seek to be fulfilled causes conflict of interest situations to arise when implementing regional regulations (perda). This research rests on the basis of the constructivism paradigm by adopting the perspectives of institutionalism and structuralism. A qualitative approach is applied through the case study method in this study.
3935541809F1B019041PENGARUH TAMBAHAN PENGHASILAN PEGAWAI DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KEPUASANA KERJA DI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAHKepuasan kerja yang baik langsung meningkatkan kinerja organisasi, namun laporan organisasi publik sering mengabaikan kepuasan karyawan meski lebih fokus pada kinerja. Tambahan Penghasilan Pegawai dan Budaya Organisasi diyakini memengaruhi kepuasan kerja. Penelitian ini mengkaji Pengaruh Tambahan Penghasilan Pegawai dan Budaya Organisasi terhadap Kepuasan Kerja di Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Tengah. Kepuasan kerja dalam Teori Dua Dimensi Kepuasan Kerja Herzberg diukur melalui faktor Kebersihan (upah, kondisi kerja) dan faktor Motivator (pencapaian, pengakuan). Studi ini menggunakan metode kuantitatif, teknik pengumpulan data dan analisis seperti Korelasi Kendall Tau-c dan Regresi Ordinal. Hasil menunjukkan dampak positif dan signifikan dari penghasilan pegawai dan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja. Penting bagi organisasi membuat kebijakan insentif yang adil, membangun budaya positif, dan mempertimbangkan faktor lain yang memengaruhi kepuasan kerja.
Good job satisfaction directly enhances organizational performance, yet reports from public organizations often overlook employee satisfaction while being more focused on performance. Additional Employee Income and Organizational Culture are believed to influence job satisfaction. This study examines the Influence of Additional Employee Income and Organizational Culture on Job Satisfaction at the Regional Personnel Agency of Central Java Province. Job satisfaction, within Herzberg's Two-Factor Theory, is measured through Hygiene factors (salary, working conditions) and Motivator factors (achievement, recognition). This study employs a quantitative method, data collection techniques, and analyses such as Kendall's Tau-c Correlation and Ordinal Regression. The results show a positive and significant impact of employee income and organizational culture on job satisfaction. It is crucial for organizations to formulate fair incentive policies, foster a positive culture, and consider other factors that affect job satisfaction.
3935644469G1A020035Efektivitas Buku Saku Sebagai Media Edukasi Dalam Meningkatkan Aktivitas Fisik Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kecamatan Sumbang BanyumasLatar Belakang: Diabetes Melitus saat ini merupakan masalah kesehatan serius yang terjadi di Indonesia baik pada tingkat nasional, provinsi, hingga kabupaten dan kecamatan termasuk Kecamatan Sumbang. Terjadi peningkatan angka kejadian DM dan diperkirakan akan terus meningkat di masa depan disertai komplikasi yang dapat terjadi. Salah satu pilar pengelolaan DM terutama DM tipe 2 adalah aktivitas fisik. Dalam pengelolaan tersebut, dibutuhkan edukasi yang efektif sebagai media penyampaian kepada target sehingga kejadian dan komplikasi DM dapat dicegah. Metodologi: Merupakan peneltian Quasi Eksperimental pretest – postest control group design dengan total sampel 100 pasien DM di Puskesmas Sumbang 1 dan 2 yang dipilih dengan metode purposive sampling dan terbagi dalam kelompok kasus dan kontrol dengan edukasi buku saku dan lisan. Hasil: Seluruh data penelitian dalam kedua kelompok tidak terdistribusi normal menurut uji Spahiro Wilk (p=0.000). Uji wilcoxon kelompok kasus menyatakan terdapat perbedaan yang signifikan antara total aktivitas fisik pre-test dengan post-test (p=0.000) sedangkan kelompok kontrol menyatakan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara total aktivitas fisik pre-test dengan post-test (p=0.061). Kesimpulan: Buku saku merupakan media edukasi yang efektif dalam meningkatkan aktivitas fisik pasien DM tipe 2 di Puskesmas Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas.Background: Diabetes Mellitus is currently a serious health problem that occurs in Indonesia both at the national, provincial, to district and sub-district levels including Sumbang. There has been an increase in the incidence of DM and is expected to continue to increase in the future accompanied by complications that can occur. One of the pillars of DM management, especially type 2 DM, is physical activity. In this management, effective education is needed as a medium of delivery to the target so that the incidence and complications of DM can be prevented. Methodology: Is a Quasi-Experimental pretest – postest control group design research with a total sample of 100 DM patients at Puskesmas Sumbang 1 and 2 selected by purposive sampling method and divided into case and control groups with pocket and oral book education. Results: All study data in both groups were not normally distributed according to the Spahiro Wilk test (p = 0.000). The Wilcoxon test of the case group stated that there was a significant difference between the total physical activity of the pre-test and post-test (p = 0.000) while the control group stated that there was no significant difference between the total physical activity of the pre-test and post-test (p = 0.061). Conclusion: Pocketbooks are an effective educational medium in increasing physical activity of type 2 DM patients at the Puskesmas Kecamatan Sumbang, Banyumas Regency.
3935741811E2A018037KEWENANGAN PENGADILAN NEGERI DALAM MEMUTUS PERKARA WARIS UNTUK ORANG BERGAMA ISLAM
(Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Tinggi Semarang Nomor 379/PDT/2020/PT SMG)
Pengadilan diamanatkan sebagai lembaga yang dibentuk oleh negara untuk menangani permasalahan-permasalahan yang timbul di masyarakat dengan tujuan memperoleh keadilan dan kepastian hukum. Dalam konteks ini, dikenal Kewenangan Pengadilan untuk mengadili atau biasa disebut Kompetensi Pengadilan yaitu berhak atau tidaknya sebuah pengadilan dalam mengadili dan memutus suatu perkara yang diajukan oleh para pihak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kompetensi Pengadilan Negeri dalam memutuskan ahli waris bagi orang yang beragama Islam dan menganalisis pertimbangan hukum Hakim dalam memutus ahli waris bagi orang yang beragama Islam dalam dalam Putusan Pengadilan Tinggi Semarang Nomor 379/PDT/2020/PT SMG. Penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif dengan menggunakan metode pendekatan kasus. Spesifikasi penelitian ini adalah penelitian preskriptif dengan mengumpulkan data sekunder berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Data diolah secara kualitatif dan disajikan dalam bentuk uraian deskriptif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Pengadilan Negeri tidak memiliki kewenangan dalam mengadili “sengketa waris bersegi hak milik”. Pasal 50 ayat (2) Undang-Undang Peradilan Agama menutup kemungkinan bagi Pengadilan Negeri untuk mengadili perkara tersebut. Butir 2 SEMA No 2 Tahun 1990 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 yang mengatur mengenai sengketa mengenai hak milik atau keperdataan lain harus diputus lebih dahulu oleh Pengadilan dalam lingkungan Peradilan Umum membawa dampak kerancuan bagi praktek hukum, yang akan menyebabkan sengketa kewenangan dalam mengadili; 2) Pertimbangan hukum hakim dalam memutus ahli waris bagi orang yang beragama Islam dalam putusan Pengadilan Tinggi Semarang Nomor 379/PDT/2020/PT SMG adalah para Tergugat tidak termasuk ahli waris dari Darisem Binti Wiryantaka dan Nawiredja. Hal ini merupakan pertimbangan yang tidak cermat, hal ini karena tidak menempatkan Rumidah binti Marzuki sebagai ahli waris yang ditelusuri silsilahnya. Baik perkara waris ataupun bukan waris, ataupun anak angkat ataupun bukan anak angkat tetap kompetensi absolut pengadilan Agama. Hal ini karena walaupun anak angkat, waris Islam memberikan hak yaitu wasiat wajibah. Apalagi, sebenarnya hak waris itu dimiliki oleh Rumidah binti Marzuki dan Siswopranoto bin Wijo.

Kompetensi Pengadilan, Ahli Waris, Waris Agama Islam
Abstract
The court is mandated as an institution established by the state to deal with problems that arise in society with the aim of obtaining justice and legal certainty. In this context, it is known as the Court's Authority to adjudicate or commonly called Court Competence, namely whether or not a court has the right to adjudicate and decide a case submitted by the parties. The purpose of this study is to analyze the competence of the District Court in deciding heirs for people who are Muslims and analyze the legal considerations of Judges in deciding heirs for people who are Muslims in Semarang High Court Decision Number 379 / PDT / 2020 / PT SMG. This research is a normative juridical research by using the case approach method. The specification of this study is prescriptive research by collecting secondary data in the form of primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data is processed qualitatively and presented in the form of descriptive descriptions.
Based on the results of research and discussion, it can be concluded as follows: 1) The District Court does not have the authority to adjudicate "inheritance disputes in terms of property rights". Article 50 paragraph (2) of the Law on Religious Courts closes the possibility for the District Court to try the case. Point 2 of SEMA No. 2 of 1990 concerning Guidelines for the Implementation of Law No. 7 of 1989 which regulates disputes regarding property or other civil rights must be decided first by the Court within the General Court has the effect of confusion for legal practice, which will cause disputes over authority in adjudicating; 2) The judge's legal consideration in deciding the heirs of Muslims in the Semarang High Court decision Number 379/PDT/2020/PT SMG is that the Defendants do not include the heirs of Darisem Binti Wiryantaka and Nawiredja. This is an incareful consideration, this is because it does not place Rumidah bint Marzuki as the heir who is traced to his genealogy. Whether the case of inheritance or non-inheritance, or adopted or non-adopted children remains the absolute competence of religious courts. This is because even though it is an adopted child, Islamic heirs give the right to be a mandatory will. Moreover, actually the inheritance rights are owned by Rumidah bint Marzuki and Siswopranoto bin Wijo.
3935841812F1B019049ANALISIS SENTIMEN TINGKAT KEPERCAYAAN PUBLIK
PADA KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
DALAM KEBIJAKAN PENYELENGGARA SISTEM ELEKTRONIK DI TWITTER
Kebijakan Penyelenggara Sistem Elektronik Kementerian Komunikasi dan Informatika menjadi salah satu topik hangat dan menyita perhatian di Media Sosial Twitter dengan beragam opini yang disampaikan oleh publik menyangkut kepercayaan publik. Merujuk pada masalah penelitian tersebut, maka penelitian ini akan mengkaji Analisis Sentimen Tingkat Kepercayaan Publik pada Kementarian Komunikasi dan Informatika dalam Kebijakan Penyelenggara Sistem Elektronik di Twitter. Konsep yang digunakan adalah kepercayaan publik terhadap pemerintah menurut Miller/Listhaug. Kepercayaan Publik dapat diukur melalui aspek kesesuaian harapan Publik terhadap evaluasi otoritas politik tentang siapa dan institusi apa, ekspektasi warga terkait bagaimana pemerintah harus beroperasi, dan peniliaian ringkas bahwa sistem tersebut responsif dan benar tanpa pengawasan terus-menerus.. Penelitian ini menggunakkan metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan sumber data sekuder yang menggunakan teknik pengumpulan data text mining/crawling data. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis sentimen Naïve Beyes Classification. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kepercayaan publik pada Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dalam kebijakan Penyelenggara Sistem Elektronik ada pada tingkat yang rendah dengan jumlah sentimen positif sebesar 38.05% yang berarti tingkat kepercayaan publik berada pada rentang kriteria rendah dengan mutu kepercayaan D.The Electronic System Operator Policy of the Ministry of Communication and Information Technology has become one of the hot topics and has attracted attention on Twitter Social Media with various opinions conveyed by the public regarding public trust. Referring to the research problem, this study will examine the Sentiment Analysis of the Level of Public Trust in the Ministry of Communication and Information Technology in the Electronic System Operator Policy on Twitter. The concept used is public trust in government according to Miller/Listhaug. Public Trust can be measured through aspects of the suitability of Public expectations for the evaluation of political authorities about who and what institutions, citizens' expectations regarding how the government should operate, and a summary judgment that the system is responsive and correct without constant supervision. This research uses descriptive quantitative methods using secondary data sources that use text mining/crawling data collection techniques. The data analysis technique used is Naïve Beyes Classification sentiment analysis. The results showed that the level of public trust in the Ministry of Communication and Information of the Republic of Indonesia in the Electronic System Operator policy is at a low level with the number of positive sentiments of 38.05%, which means that the level of public trust is in the low criteria range with a D trust quality.
3935944444J1E019051A DESCRIPTIVE RESEARCH ON THE AFFECTING FACTORS OF THE DIFFICULTIES OF SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS IN WRITING NARRATIVE TEXTS OF SMAN 1 PURBALINGGA ACADEMIC YEAR 2023/2024Sebuah observasi pendahuluan mengungkap bahwa siswa SMAN 1 Purbalingga mengalami beberapa masalah dalam hal kosakata dan minat mereka terhadap bahasa Inggris. Situasi ini mempengaruhi penguasaan mereka dalam menulis teks naratif. Hal ini, pada kenyataannya, memberikan kesempatan untuk melakukan penelitian terhadap masalah yang dihadapi. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan hambatan yang dihadapi siswa dalam menulis teks naratif, faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kesulitan mereka, dan cara mereka mengatasi kesulitan tersebut. Metode kualitatif, dengan menggunakan desain kualitatif deskriptif, diterapkan untuk mewujudkan investigasi ini. Dari 288 siswa di kelas 10-1, 25 siswa direkrut secara purposif sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan serangkaian wawancara. Teknik analisis kualitatif deskriptif Creswell (2015) diterapkan untuk menganalisis data yang terkumpul. Hasil penelitian mengungkap hambatan siswa dalam menulis teks naratif, yang meliputi 355 kesalahan: 58,03% penggunaan bahasa, 9,58% kosakata, 30,99% mekanik, 0,85% organisasi, dan 0,56% konten. Temuan ini juga menunjukkan beberapa penyebab kesulitan siswa dalam menulis teks naratif, termasuk kurangnya pengetahuan tentang struktur teks naratif, keterbatasan tata bahasa dan kosakata, serta kurangnya minat. Meskipun menghadapi kesulitan, para siswa tampaknya telah menerapkan sejumlah strategi untuk mengatasi kesulitan yang dimaksud, yaitu membaca teks fiksi dan nonfiksi, mendengarkan musik, menonton film, berlatih menulis, melatih motivasi diri, serta serta mengoptimalkan peran guru dalam mendukung siswa. Disarankan agar guru bahasa Inggris memperkuat siswanya agar lebih terpapar bahasa Inggris dengan bantuan teknologi. Memberikan instruksi kelas yang menyenangkan dengan menggunakan media seperti lagu atau film juga patut dipuji demi memperkaya pengetahuan kosa kata.

Kata Kunci: Kesulitan, faktor kesulitan, teks naratif, menulis

A preliminary observation unpacked that the students of SMAN 1 Purbalingga encountered some problems as to their vocabulary and interest in the English language. Such a situation influenced their mastery of narrative text writing. It, in actuality, provided an opportunity for an inquiry into the matter at hand. This study was conducted to discover the impediments with which the students faced in writing narrative texts, the factors that contributed to their difficulties, and the ways they overcame such difficulties. The qualitative method, employing a descriptive qualitative design, was applied in order to actualize this investigation. Of 288 students in the class 10th, 25 students were purposively recruited as the participants. Data were collected through
documentation and a series of interviews. Creswell’s (2015) descriptive qualitative analysis technique was applied so as to analyze the data mustered. The results unrevealed the students’ hindrances in writing narrative texts, encompassing 355 mistakes: 58.03% language use, 9.58% vocabulary, 30.99% mechanics, 0.85% organization, and 0.56% content. The findings also dictated several causes of the students’ challenges in writing narrative texts, including insufficient knowledge of the structure of a narrative text, limitations in grammar and vocabulary, as well as the lack of interest. In spite of facing difficulties, the students appeared to have implemented a number of strategies to cope with the difficulties in question, namely, reading fiction and non-fiction texts, listening to music, watching movies, rehearsing writing, practicing self-motivation, as well as optimizing the teacher’s role in supporting the students. It is suggested that the English teacher reinforce the students to get themselves more exposed to the English language with the aid of technology. It is also commendable to provide fun classroom instructions utilizing media such as songs or movies for the sake of enriching knowledge of vocabulary.

Keywords: Difficulties, factors of difficulties, narrative texts, writing
3936044470G1A020110Pengaruh Penggunaan Buku Saku Sebagai Media Edukasi Terhadap Kepatuhan Diet dan Kadar Gula Darah Puasa Pasien DM Tipe 2 di Kecamatan Sumbang BanyumasLatar Belakang: Indonesia berada pada urutan 6 penderita Diabetes melitus (DM) tertinggi di dunia pada tahun 2019. Terdapat komplikasi yang mungkin terjadi akibat DM terutama tipe 2. Untuk mencegahnya, dapat dilakukan pemantauan gula darah puasa (GDP) serta kepatuhan diet pasien. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh penggunaan buku saku sebagai media edukasi dalam pemantauan kepatuhan diet dan kadar GDP pasien DM tipe 2 di Kecamatan Sumbang. Metodologi: Digunakan metode Quasi Eksperimental dengan desain pretest – posttest pada 100 pasien prolanis DM di Puskesmas Sumbang 1 dan 2 yang dibagi dalam dua kelompok. Kedua kelompok diberikan edukasi berbeda dimana kelompok perlakuan menggunakan buku saku sedangkan kelompok kontrol diberikan edukasi lisan. Hasil: Pada data pretest – posttest kadar GDP, terdapat perbedaan hasil sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok perlakuan (uji Wilcoxon, p<0.001) sedangkan kelompok kontrol memberikan hasil tidak terdapat perbedaan hasil sebelum dan sesudah intervensi (uji Wilcoxon, p=0.090). Pada data pretest – posttest kepatuhan diet, terdapat perbedaan hasil sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok perlakuan (uji Paired T Test, p<0.001) sedangkan kelompok kontrol memberikan hasil tidak terdapat perbedaan hasil sebelum dan sesudah intervensi (uji Paired T Test, p=0.074). uji Mann Whitney dan uji T tidak berpasangan menunjukkan kedua variabel memiliki perbedaan yang signifikan (p<0,001). Kesimpulan: terdapat pengaruh intervensi edukasi buku saku terhadap kadar GDP dan kepatuhan diet pasien DM tipe 2 di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas yang menurunkan kadar GDP serta meningkatkan kepatuhan diet responden.Background: Indonesia ranks 6th highest with Diabetes mellitus (DM) in the world in 2019. There are complications that may occur due to DM, especially type 2. To prevent this, fasting blood sugar (GDP) monitoring and patient diet compliance can be carried out. Objective: The study aims to identify the effect of using pocketbooks as an educational medium in monitoring dietary compliance and GDP levels of type 2 DM patients in Sumbang. Methodology: Quasi-Experimental method was used with pretest – posttest design on 100 DM Prolanis patients at Puskesmas Sumbang 1 and 2 which were divided into two groups. Both groups were given different education where the treatment group used a pocketbook while the control group was given oral education. Results: In the pretest-posttest data of GDP levels, there were differences in results before and after the intervention in the treatment group (Wilcoxon test, p = 0.000) while the control group gave no difference in results before and after the intervention (Wilcoxon test, p = 0.090). In the pretest – posttest diet adherence data, there were differences in results before and after the intervention in the treatment group (Paired T Test, p = 0.000) while the control group gave no difference in results before and after the intervention (Paired T Test, p = 0.074). The Mann Whitney test and the unpaired T test showed that the two variables had a significant difference (p = 0.000). Conclusion: there is an effect of pocketbook education intervention on GDP levels and dietary compliance of type 2 DM patients in Sumbang District, Banyumas Regency which reduces GDP levels and improves respondents' dietary compliance.