| NIM | F1B019009 |
| Namamhs | ROMI PASLAH |
| Judul Artikel | IMPLEMENTASI PROGRAM PENGENTASAN RUMAH TIDAK LAYAK HUNI (RTLH) STUDI KASUS DI DESA PETAHUNAN, KECAMATAN PEKUNCEN, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk alasan mengapa implementasi program pengentasan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas dapat berjalan dengan menggunakan indikator penilaian keberhasilan implementasi suatu kebijakan menurut Ripley dan Franklin yang terdiri dari aspek Kepatuhan, Lancarnya Rutinitas Fungsi dan Terwujudnya Kinerja dan Dampak yang Dikehendaki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik Purposive Sampling dan Snowball Sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu melalui wawancara, observasi dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan metode analisis interkatif. Dan untuk validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari aspek kepatuhan, secara keseluruhan para implementor atau agen pelaksana kebijakan telah mematuhi panduan serta arahan pimpinannya. Hal tersebut dapat dilihat dari adanya kegiatan sosialisasi, pengawasan serta koordinasi yang rutin dilaksanakan ketika pelaksanaan program pengentasan (RTLH) berlangsung. Dari aspek Lancarnya rutinitas fungsi, secara umum pelaksanaan kebijakan telah berjalan dengan lancar sesuai panduan serta arahan pimpinannya. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan adanya kendala-kendala yang dapat menghambat terhadap kelancaran program. Diantaranya seperti kendala yang berasal dari sasaran penerima bantuan mengenai ketidak sanggupan akan swadaya yang nantinya diperlukan untuk pembangunan rumah, kondisi medan Desa Petahunan yang cukup menyulitkan dalam pendistribusian material bangunan serta faktor kepercayaan yang masih melekat dalam diri masyarakat mengenai adanya larangan bulan dalam pembangunan rumah yang menjadi salah-satu penghambat dalam pelaksanaan program. Dari aspek terwujudnya kinerja dan dampak yang dikehendaki, implementasi program pengentasan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Petahunan sudah menghasilkan pencapaian yang cukup memuaskan serta kualitas bangunan yang dihasilkan juga dapat dikatakan sudah sangat layak. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This study aims to explain why the implementation of the Uninhabitable Houses (RTLH) eradication program in Petahunan Village, Pekuncen District, Banyumas Regency can work using indicators for assessing the success of implementing a policy according to Ripley and Franklin which consist of aspects of Compliance, Smooth Routine Functions and Realization Desired Performance and Impact. The method used in this research is descriptive qualitative. The informant selection technique uses Purposive Sampling and Snowball Sampling techniques. The collection of data in this study was through interviews, observation and documentation which were analyzed using interactive analysis methods. And for the validity of the data using source triangulation techniques. The results of this study indicate that from the compliance aspect, as a whole the implementers or implementing agents of the policy have complied with the guidelines and directions of their leaders. This can be seen from the socialization, supervision and coordination activities that are routinely carried out when the implementation of the alleviation program (RTLH) takes place. From the aspect of the smooth functioning of the routine, in general the implementation of policies has been running smoothly according to the guidelines and directions of the leadership. However, in practice there are still obstacles that can hinder the smooth running of the program. Among them are obstacles originating from the target beneficiaries regarding the inability to be self-supporting which will later be needed for building houses, the terrain conditions of Petahunan Village which are quite difficult in distributing building materials and the belief factor that is still inherent in the community regarding the existence of a month's ban on house construction. one of the obstacles in the implementation of the program. From the aspect of realizing the desired performance and impact, the implementation of the Uninhabitable Houses (RTLH) program in Petahunan Village has resulted in satisfactory achievements and the quality of the resulting buildings can also be said to be very decent. |
| Kata kunci | Implementasi Kebijakan, Rumah Tidak Layak Huni |
| Pembimbing 1 | Dr. Alizar Isna S.Sos., M.Si. |
| Pembimbing 2 | Sendy Noviko, S.Sos., M.PA. |
| Pembimbing 3 | Dr. Bambang Tri Harsanto, M.Si. |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 13 |
| Tgl. Entri | 2023-08-28 12:08:33.597599 |
|---|