Home
Login.
Artikelilmiahs
41691
Update
KHOLIFATUL HABSI
NIM
Judul Artikel
KELAYAKAN FINANSIAL USAHA NOPIA PADA “KAMPOENG NOPIA” KELOMPOK SADAR WISATA WISANGGENI DI DESA PEKUNDEN KECAMATAN BANYUMAS KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya produksi, penerimaan, pendapatan serta hasil analisis kelayakan finansial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif. Penelitian ini akan dilakukan di Kampoeng Nopia Desa Pekunden Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas. Tempat penelitian ini dipilih karena sudah terbentuk kelompok usaha dan didukung oleh Kelompok Sadar Wisata sehingga menjadi contoh bagi daerah lainnya. Penelitian ini akan dilaksanakan selama 15 hari pada tanggal 26 Juli 2023 sampai tanggal 9 Agustus 2023. Obyek penelitian ini adalah pelaku usaha nopia pada “Kampoeng Nopia” Kelompok Sadar Wisata Wisanggeni di Desa Pekunden Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas. Jumlah pelaku usaha yang tergabung dalam Kampoeng Nopia saat ini yaitu 21 pelaku usaha. Pelaku usaha yang tergabung dalam Kampoeng Nopia beralamat di RT 03 RW 04 Desa Pekunden Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas. Rancangan pengambilan sampel dilakukan dengan sampling jenuh atau sensus. Variabel yang digunakan volume produk, harga, biaya produksi, biaya variabel, biaya tetap, penerimaan dan pendapatan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis biaya, penerimaan, pendapatan, R/C ratio dan break even point. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 21 industri nopia yang ada di Kampoeng Nopia terbukti layak dan menguntungkan. Hal ini dibuktikan dengan hasil R/C ratio lebih dari 1 semua. Nilai R/C ratio terkecil yaitu 1,1, nilai R/C ratio terbesar yaitu 1,34 dan nilai R/C ratio rata-rata yaitu 1,23. Kemudian hasil analisis BEP penerimaan rata-rata dari 21 industri adalah Rp1.209.564, BEP harga rata-rata dari 21 industri adalah Rp17.056 dan BEP produksi rata-rata dari 21 industri adalah 26,55 kg.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to determine the amount of production costs, acceptance, income and the results of the financial feasibility analysis. The research method used in this research is quantitative. This research will be conducted in Kampoeng Nopia, Pekunden Village, Banyumas District, Banyumas Regency. The location for this research was chosen because a business group has been formed and is supported by the Tourism Awareness Group so that it becomes an example for other regions. This research will be carried out for 15 days from 26 July 2023 to 9 August 2023. The object of this research is the nopia business actor in the "Kampoeng Nopia" Wisanggeni Tourism Awareness Group in Pekunden Village, Banyumas District, Banyumas Regency. The number of business actors who are members of Kampoeng Nopia is currently 21 business actors. Business actors who are members of Kampoeng Nopia are located at RT 03 RW 04 Pekunden Village, Banyumas District, Banyumas Regency. The sampling design was carried out by saturated or census sampling. The variables used are product volume, price, production costs, variable costs, fixed costs, receipts and income. The analysis used in this study is the analysis of costs, revenues, revenues, R/C ratio and break even point. The results showed that the 21 nopia industries in Kampoeng Nopia proved to be feasible and profitable. This is evidenced by the results of the R/C ratio of more than 1 all. The smallest R/C ratio is 1.1, the largest R/C ratio is 1.34 and the average R/C ratio is 1.23. Then the BEP analysis results average acceptance of 21 industries is IDR 1,209,564, the average BEP price of 21 industries is IDR 17,056 and the average production BEP of 21 industries is 26.55 kg.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save