Artikelilmiahs

Menampilkan 39.041-39.060 dari 48.943 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3904141560E1A019102ANALISIS YURIDIS PERSEROAN PERORANGAN SEBAGAI ENTITAS HUKUM BARU PASCA TERBITNYA UU CIPTA KERJA DITINJAU DARI PRINSIP-PRINSIP PERSEROAN TERBATASUndang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja membuka peluang bagi Usaha Mikro Kecil (UMK) untuk mendirikan usaha dalam bentuk perseroan yang dapat didirikan oleh satu orang yang disebut Perseroan Perorangan. Eksistensi perseroan perorangan menimbulkan ketimpangan mengingat perseroan sebagai badan hukum memiliki prinsip dan syarat yang perlu dipenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeahui bagaimana kedudukan Perseroan Perorangan sebagai Perseroan Terbatas ditinjau dari prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif, dan metode analisis data yang digunakan adalah normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa kedudukan perseroan perorangan tidak dapat dipersamakan dengan perseroan terbatas yang telah dikenal pada umumnya. Perseroan perorangan diakui sebagai badan hukum karena pengakuan undang-undang, namun secara substansial tidak otomatis memenuhi syarat badan hukum. Hal ini dikarenakan personalitas tunggal dimana Direktur, RUPS, dan pemegang saham dipegang oleh 1 (satu) orang saja. Konsekuensinya yaitu sulit menentukan tolok ukur yang memisahkan antara pribadi pemegang saham dengan perseroan perorangan sehingga tanggung jawab terbatas menjadi kabur dan beresiko merugikan pihak lain. Ini mereduksi doktrin separate entity yang berimplikasi resiko terjadinya fraud menjadi lebih besar.
Law Number 11 of 2020 concerning Job Creation opens opportunities for Micro Small Enterprises (MSEs) to establish businesses in the form of companies that can be established by one person called an Individual Company. The existence of individual companies creates inequality considering that the company as a legal entity has principles and conditions that need to be met. This study aims to understand how the position of an Individual Company as a Limited Liability Company is viewed from the principles of Limited Liability Company.
The method used in this study is normative juridical with statutory approach method and conceptual approach, analytical descriptive research specification. The data sources used are secondary data in the form of primary, secondary, and tertiary legal materials. The data collection method is carried out by literature study, the data obtained is presented with narrative text, and the data analysis method used is qualitative normative.
Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the position of individual companies cannot be equated with limited liability companies that are commonly known. An individual company is recognized as a legal entity due to legal recognition, but it does not substantially qualify as a legal entity. This is due to a single personality where the Director, GMS, and shareholders are held by 1 (one) person only. The consequence is that it is difficult to determine the benchmark that separates individual shareholders from individual companies so that limited liability becomes blurred and risks harming other parties. This reduces the doctrine of separate entities which implies a greater risk of fraud.
3904244422I1A020077FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS KEBONSARI SURABAYAKejadian pneumonia pada balita merupakan penyakit yang memiliki angka kasus
terbanyak setiap tahunnya di Puskesmas Kebonsari Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian pneumonia pada balita di Puskesmas Kebonsari.
Metodologi : Desain penelitian ini menggunakan case control. Sampel penelitian sejumlah 106 orang dengan 53 kasus dan 53 kontrol. Analisis data yang dilakukan yaitu univariat, bivariat, dan
multivariat. Variabel yang diteliti antara lain berat badan lahir, riwayat ASI eksklusif, status gizi, kebiasaan merokok anggota keluarga, kebiasaan membuka jendela, kepadatan hunian, jenis lantai, dan luas ventilasi.
Hasil Penelitian : Variabel yang paling berpengaruh adalah kebiasaan membuka jendela dengan p-value 0,000 dan variabel lain yang berpengaruh adalah berat badan lahir dengan p-value 0,004, variabel luas ventilasi dengan p-value 0,003, dan variabel riwayat ASI eksklusif dengan p-value 0,009.
Kesimpulan : Variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian pneumonia pada balita adalah kebiasaan membuka jendela. Upaya pencegahan pneumonia dapat dilakukan dengan membiasakan membuka jendela setiap hari.
Background : The incidence of pneumonia in toddlers is a disease that has the highest number of cases each year at the Kebonsari Health Center. This research was conducted to determine the risk factors that influence the incidence of pneumonia in toddlers at the Kebonsari Surabaya Health Center.
Methods : This research design uses case control. The study sample was 106 toddlers with 53 cases and 53 controls. The data analysis was univariate, bivariate, and multivariate. The variables studied included birth weight of toddlers, exclusive breastfeeding history, nutritional status, smoking habits
of family members, window opening habits, occupancy density, floor type, and ventilation area.
Results : The most influential variable is the habit of opening windows (p pavlue = 0,000) and other
influential variables are birth weight with (p-value = 0.004), the variable ventilation area (p-value = 0.003), and the variable history of exclusive breastfeeding (p-value = 0.009)
Conclusion : The variable that influenced the incidence of pneumonia in toddlers was the habit of opening windows. One of the way to prevent pneumonia can be made by getting used to opening windows every day
3904341570A1D116037KAJIAN FISIOLOGIS DAN HASIL TANAMAN KUBIS BUNGA
PADA PEMBERIAN PUPUK HAYATI
DAN PENGURANGAN PUPUK N, P, DAN K
Penelitian berupa percobaan polybag yang dilaksanakan di Lahan Ex Farm Fakultas Pertanian Unsoed, Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Laboratorium Riset dan Gudang. Penelitian ini dilaksanakan mulai April sampai dengan Juli 2021. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap faktorial dari dua faktor dengan ulangan 3 kali faktor pertama adalah dosis pupuk mikoriza+trichoderma yang terdiri dari 3 taraf yaitu tanpa pemberian mikoriza dan trichoderma, 10 g mikoriza + 10 g trichoderma dan 20 g mikoriza + 20 g trichoderma. Faktor kedua adalah pengurangan pupuk N, P, dan K dari dosis rekomendasi (Urea, SP-36, KCl) terdiri atas: 0%, 25%,50%. Variabel yang diamati yaitu luas daun, bobot akar segar, bobot tajuk segar, bobot akar kering, bobot tajuk kering, laju pertumbuhan, kandungan klorofil a, kandungan klorofil b, bukaan stomata, shoot root ratio, bobot bunga.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati 20g menghasilkan bobot tajuk segar tertinggi. Pemberian pupuk hayati 40g berpengaruh pada variabel bobot bunga. Pengurangan dosis pupuk N,P, dan K 0% menghasilkan pada kandungan klorofil a,kandungan klorofil b. Interaksi pupuk hayati 20g dan pengurangan pupuk N,P,dan K berpengaruh terhadap bobot tajuk segar. Bobot tajuk segar tertinggi dicapai oleh pengurangan 0% dan pemberian pupuk hayati 20g ( 10g mikoriza dan 10 g trichoderma).
The research was done by growing cauliflower in bags at the Agriculture Faculty's Ex Farm Field at Unsoed. They worked on this from April to July 2021. They used a special plan for the experiment with three sets of the same test. They tested different amounts of mycorrhiza and trichoderma fertilizer: none, 10g of each, and 20g of each. They also tested different amounts of N, P, and K fertilizer: the usual amount, 25% less, and 50% less. They looked at things like leaf size, how much the roots and shoots weighed, how fast the plants grew, and other measurements.
The results showed that using 20g of the special fertilizer (with 10g of mycorrhiza and 10g of Trichoderma) gave the biggest shoots. Using 40g of the special fertilizer (with 20g of mycorrhiza and 20g of trichoderma) made the flowers weigh the most. Not using any N, P, and K fertilizer resulted in the highest chlorophyll content. When they used less N, P, and K and the special fertilizer, it had the biggest effect on shoot size, with the biggest shoots coming from using less N, P, and K and 20g of the special fertilizer.
3904441569C1B019078Usulan Perbaikan Aliran produksi dengan Lean Manufacturing di UMKM Pabrik Lanting UD. Mas WI Banyumas
UMKM memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan pemulihan ekonomi Indonesia pasca pandemi Covid-19. Keberhasilan UMKM didukung oleh dominasinya dalam struktur perekonomian Indonesia dan kontribusinya yang signifikan terhadap PDB nasional (61%) serta penyerapan tenaga kerja (97%). Untuk mempercepat pemulihan UMKM di era pascapandemi, strategi manajemen operasi yang mengurangi pemborosan dalam proses produksi dapat digunakan. Pendekatan lean manufacturing menjadi solusi yang efektif dalam menghilangkan pemborosan dan meningkatkan nilai tambah produk, sehingga memberikan kepuasan bagi pelanggan. Penelitian mengenai pendekatan lean manufacturing dilakukan di UD Mas Wi, sebuah UMKM yang bergerak dalam produksi lanting dengan sistem produksi padat karya di KabupatenBanyumas.

Penelitian ini menggunakan beberapa alat lean seperti value stream mapping, fishbone diagram, dan pembobotan AHP (Analitycal Hierarki Process). Value stream mapping digunakan untuk mengidentifikasi aktivitas yang memberikan atau tidak memberikan nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan durasi aktivitas value- added, non-value added, dan necessary non-value added. Selanjutnya, dengan menggunakan perhitungan dan pembobotan AHP, strategi untuk mengurangi pemborosan seperti pengadaan mesin produksi baru, penambahan operator, dan penggunaan alat produksi secara optimal diberikan prioritas tertinggi dan direkomendasikan untuk dilaksanakan. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, diharapkan UD Mas Wi dapat mengoptimalkan manajemen operasional, mengurangi pemborosan, dan meningkatkan efisiensiproduksi.

MSMEs have an important role in Indonesia's economic growth and recovery after the Covid-19 pandemic. The success of MSMEs is supported by their dominance in the structure of the Indonesian economy and their significant contribution to national GDP (61%) and employment (97%). To accelerate the recovery of MSMEs in the post-pandemic era, operations management strategies that reduce waste in the production process can be used. The lean manufacturing approach is an effective solution in eliminating waste and increasing product added value, thus providing customer satisfaction. Research on the lean manufacturing approach was carried out at UD Mas Wi, an MSME engaged in lanting production with a labour-intensive production system in Banyumas Regency.
This study uses several lean tools such as value stream mapping, fishbone diagrams, and AHP (Analitycal Hierarchy Process) weighting. Value stream mapping is used to identify activities that provide or do not provide added value. The results of this research show the duration of value-added, non-value added, and necessary non- value added activities. Furthermore, using AHP calculations and weighting, strategies to reduce waste such as procuring new production machines, adding operators, and optimal use of production equipment are given the highest priority and are recommended to be implemented. By following these steps, it is expected that UD Mas Wi can optimize operational management, reduce waste, and increase production efficiency.
3904541572A1D116042PENGARUH KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH IKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.)Bawang daun (Allium fistulosum L.) merupakan sayuran yang sangat populer dan digunakan sebagai penyedap rasa pada masakan. Produktivitas bawang daun dapat ditingkatkan dengan cara pemupukan dan pemilihan media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi POC (pupuk organik cair) limbah ikan terhadap pertumbuhan bawang daun (Allium fistulosum L.) dan mengetahui konsentrasi POC (pupuk organik cair) limbah ikan yang paling baik untuk pertumbuhan bawang daun (Allium fistulosum L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2022 sampai Juni 2022 di screenhouse Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari 6 perlakuan dan diulang 3 kali sehingga terdapat 18 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri dari 3 sampel tanaman. Data hasil pengamatan dianalisis dengan sidik ragam pada taraf 5%, apabila terdapat perbedaan antara perlakuan dilakukan uji lanjut dengan uji jarak berganda Duncans pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi POC (pupuk organik cair) limbah ikan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil bawang daun (Allium fistulosum L.). Spring onion (Allium fistulosum L.) is a very popular vegetable and is used as a flavoring in cooking. Spring onion productivity can be increased by fertilization and selection of planting media. This study aims to determine the effect of the concentration of fish waste LOF (liquid organic fertilizer) on the growth of spring onion (Allium fistulosum L.) and find out the best concentration of fish waste LOF (liquid organic fertilizer) for the growth of onion spring (Allium fistulosum L). The study was conducted from January 2022 to June 2022 in the screen house of the faculty of Agriculture and the Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The experimental design used was a randomized completely block design (RCBD) consisted of 6 treatmens and repeated 3 times so there are 18 experimental units. Each experimental unit consisted of 3 plant samples. Observed data were analyzed with variance at 5% level, if there were differences between the treatments a follow up test was carried out with Duncans multiple range test at 5% significant level. The result showed that the concentration of fish waste LOF (liquid organic fertilizer) had an effect on the growth and yield of spring onion (Allium fistulosum L.).
3904641573A1A116017Motivasi Petani dalam Menanam Kopi Arabika (Coffea arabica) di Desa Karangsalam Lor Kecamatan Baturraden Kabupaten BanyumasKabupaten Banyumas memiliki 17 kecamatan sentra penghasil kopi yang terdiri dari kopi arabika dan robusta, salah satunya adalah Kecamatan Baturraden tepatnya di Desa Karangsalam Lor. Kopi arabika merupakan salah satu komoditas yang dikembangkan oleh Desa Karangsalam Lor. Permasalahan yang dihadapi masih belum mampu menghasilkan produk olahan sesuai dengan permintaan pasar baik di dalam maupun luar negeri. Selain itu industri di pedesaan masih berskala kecil, padat karya, dan menggunakan teknologi yang masih sederhana yang kurang berorientasi pasar. Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) mengetahui tingkat motivasi petani kopi arabika dari kegiatan usahatani di Desa Karangsalam Lor Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas dan 2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani kopi arabika di Desa Karangsalam Lor Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan korelasional. Rancangan pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan sampling jenuh (sensus) dimana seluruh anggota Kelompok Usaha Perhutanan Sosial Subur Makmur sebagai sampel yang berjumlah 35 orang. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Skala Likert, Uji Asumsi Klasik, Koefisien Determinasi (R2), Uji F, Analisis Regresi Berganda, dan Uji t.
Hasil penelitian menunjukkan petani kopi arabika sebagian besar memiliki tingkat motivasi tinggi dengan persentase 94 persen. Variabel modal, luas lahan, pendidikan, umur, pengalaman, jumlah tanggungan keluarga, dan harga jual berpengaruh signifikan secara simultan terhadap variabel motivasi petani kopi arabika. Variabel yang mempengaruhi motivasi petani kopi arabika secara parsial yaitu harga jual. Bertambahnya harga jual, akan diikuti dengan peningkatan motivasi petani kopi arabika.
Banyumas Regency has 17 sub-districts that are coffee producing centers consisting of arabica and robusta coffee, one of which is Baturraden Sub-district, precisely in Karangsalam Lor Village. Arabica coffee is one of the commodities developed by Karangsalam Lor Village. The problems faced are still unable to produce processed products in accordance with market demand both at home and abroad. In addition, the industry in rural areas is still small-scale, labor-intensive, and uses simple technology that is less market-oriented. Such a situation has caused some farmers to be reluctant to continue their coffee cultivation, some also only carry out these activities as a part-time business. This will certainly have an impact on coffee cultivation activities in Karangsalam Lor Village. The objectives to be achieved from this research are 1) to determine the level of motivation of arabica coffee farmers from farming activities in Karangsalam Lor Village, Baturraden District, Banyumas Regency and 2) to determine the factors that influence the motivation of arabica coffee farmers in Karangsalam Lor Village, Baturraden District, Banyumas Regency. The research methods used in this study were descriptive and correlational methods. The sampling design in this study was carried out by saturated sampling (census) where all members of the Subur Makmur Social Forestry Business Group were sampled, totaling 35 people. The analysis used in this study includes Validity Test, Reliability Test, Likert Scale, Classical Assumption Test, Coefficient of Determination (R2), F Test, Multiple Regression Analysis, and t Test. The results showed that arabica coffee farmers mostly had a high level of motivation with a percentage of 94 percent. Variables of capital, land area, education, age, experience, number of family dependents, and selling price have a significant effect simultaneously on the motivation variable of arabica coffee farmers. The variable that partially affects the motivation of Arabica coffee farmers is the selling price. The increase in selling price will be followed by an increase in the motivation of Arabica coffee farmers.
3904741574F1A016057Eksistensi Komunitas Ultras dalam The JakmaniaKomunitas Ultras Persija ini merupakan suatu kelompok yang sangat militan dan fanatik
dalam mendukung tim kebanggaannya yaitu Persija Jakarta. Komunitas tersebut
mempunyai latar belakang dan daerah yang berbeda dari masing-masing anggotanya.
Penelitian ini menggambarkan bagaimana eksistensi Komunitas Ultras Persija. Tujuan
penelitian ini adalah untuk menggambarkan proses terbentuknya Komunitas Ultras Persija
dan bentuk dukungan yang dilakukan oleh anggota komunitas. Penelitian ini dilakukan
dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik penentuan informan pada penelitian
ini menggunakan purposive sampling dan snowball sampling yang mana subjek penelitian
ini adalah anggota Komunitas Ultras Persija. Teknik pengumpulan data yang digunakan
pada penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun tidak dalam satu wilayah yang sama,
pendiri dari komunitas tersebut tetap memiliki tujuan dan ideologi yang sama dalam cara
mendukung klub kebanggaan. Bentuk dukungan dari komunitas Ultras Persija ini termasuk
dalam kategori Dysfunctional Fans (Fans Disfungsional). Kategori tersebut berdasarkan
hasil penelitian yaitu berupa datang dan membeli tiket ke stadion, berdiri, dan bernyanyi
selama pertandingan, melakukan tour tandang, dan membuat koreografi pada laga-laga
besar. Bentuk dukungan lainnya adalah membeli merchandise resmi klub, dan mendukung
di media sosial. Dengan begitu, apapun bentuk dukungan yang dilakukan oleh ultras adalah
bentuk dukungan yang positif untuk klub yang didukungnya.
The Persija Ultras Community is a group that is very militant and fanatical in supporting its
proud team, Persija Jakarta. The community has different backgrounds and regions from
each of its members.
2
This research describes how the Persija Ultras Community exists. The purpose of this study
is to describe the process of forming the Persija Ultras Community and the forms of support
carried out by community members. This research was conducted using descriptive
qualitative research methods. The technique of determining informants in this study using
purposive sampling and snowball sampling where the subject of this research is members
of the Persija Ultras Community. The data collection techniques used in this research are
interviews, observation, and documentation.
The results showed that even though they are not in the same area, the founders of the
community still have the same goals and ideology in how to support the club of pride. This
form of support from the Persija Ultras community is included in the Dysfunctional Fans
category. This category is based on the results of the study, namely in the form of coming
and buying tickets to the stadium, standing and singing during matches, conducting away
tours, and choreographing big matches. Other forms of support include buying official club
merchandise, and supporting on social media. That way, any form of support provided by
ultras is a positive form of support for the club they support.
3904841584A1C019015PENGEMBANGAN SISTEM PRODUKSI MANDIRI ENERGI MENGGUNAKAN MODEL TERTUTUP PADA
INDUSTRI JAGUNG PIPIL
Energi merupakan kebutuhan setiap negara salah satunya negara Indonesia. Meningkatnya permintaan energi disebabkan oleh pertumbuhan penduduk. Permintaan energi didominasi oleh bahan bakar minyak. Salah satu kegiatan yang membutuhkan energi yaitu pascapanen jagung khususnya industri jagung pipil untuk proses pemipilan dan pengeringan. Limbah dari proses tersebut yaitu tongkol jagung, yang mana dapat dimanfaatkan dan dikembangkan kembali untuk dijadikan energi alternatif dikarenakan limbah tersebut belum termanfaatkan dengan maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebutuhan energi yang diperlukan, mengetahui kesetimbangan massa, dan dapat mengembangkan proses produksi energi mandiri pada industri jagung pipil. Perancangan menggunakan model kesetimbangan massa I, model kesetimbangan massa II, dan model kesetimbangan massa III dengan input 5.000 kg jagung utuh bertongkol dan berkulit, menghitung potensi energi untuk mengembangkan proses menjadi mandiri energi dari inputan yaitu limbah tongkol jagung yang memiliki potensi limbah sebesar 35,57 kWh sekali produksi. Potensi energi tersebut belum dapat memenuhi kebutuhan energi proses produksi sebesar 64 kWh.Energy is a necessity for every country, one of which is Indonesia. The increase in energy demand is due to population growth. Energy demand is dominated by fuel oil (BBM). One of the activities that require energy is post-harvest corn, especially the shelled corn industry, requires energy for the shelling and drying process. The waste from this process is corn cobs, which can be utilized and developed to be used as alternative energy because the waste has not been utilized optimally. The purpose of this study was to determine the required energy requirements, to determine the mass balance, and to be able to develop an independent energy production process in the shelled corn industry.
The research was conducted in Sawangan Village, Jeruklegi Kulon District, Cilacap Regency. This research was conducted in May 2023. This researvh uses quantitative methods. This research used several tools and materials as support. The tools used are corn sheller and dryer machines. The material used is corn waste in the form of corn cobs as the object of research. Another supporting requirement is Microsoft Excel which is used in research to process data.
The result of this research is that the production process i the shelled corn industry uses energy input in processing whole cologged and corn cob into dry shelled corn kernels. The by-product (waste) obtained from this process is corncob which has the potential to be used as an alternative energy source. This study uses input being whole corn with husks and cobs, with a basis of 5, 000 kg per production and has a waste potential of 35,57 kWh per production. The energy potential has not been able to meet the energy needs of the production process of 64 kWh. This study explains that the corn industry cannot be said to be energy independent by optimally utilizing by-products.
3904941575I1C017022ANALISIS SENYAWA TERPENOID PADA EKSTRAK ETANOL BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) MENGGUNAKAN GC-MSANALISIS SENYAWA TERPENOID PADA EKSTRAK ETANOL BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) MENGGUNAKAN GC-MS

Latar Belakang : Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) atau butterfly pea merupakan bunga dengan ciri khas kelopak bunga yang memiliki warna khas yakni ungu, merah muda, biru hingga putih. Ekstrak etanol bunga telang memiliki kandungan senyawa kimia aktif berupa terpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis senyawa terpenoid pada ekstrak bunga telang menggunakan metode gass chromatgoraphy mass spectrofotometry (GC-MS).
Metodologi : Penelitian ini meliputi skrining fitokimia terhadap kandungan senyawa ekstrak bunga telang menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dan analisis senyawa pada ekstrak bunga telang menggunakan GC-MS.
Hasil : Hasil skrining fitokimia menggunakan metode kromatografi lapis tipis pada ekstrak bunga telang mengandung senyawa berupa terpenoid, flavonoid, dan tanin. Pada fraksi n-heksan hasil peak tertinggi sebesar 30.56 % terdapat di senyawa alpha-santalol dengan golongan senyawa terpenoid. Fraksi etil asetat hasil peak tertinggi sebesar 13.48 % terdapat di senyawa dodecanoic-acid dengan golongan senyawa ester. Fraksi kloroform hasil peak tertinggi sebesar 32.17 % terdapat di senyawa santalol dengan golongan senyawa terpenoid. Pada fraksi etanol bunga telang, hasil peak tertinggi sebesar 14.96 % terdapat di senyawa 1,2,3-propanetiol dengan golongan senyawa ester. Pada fraksi etanol bunga telang, hasil peak tertinggi sebesar 22.68 % terdapat di senyawa santalol dengan golongan senyawa sesquiterpen.
Kesimpulan : Pada analisis GC-MS terdapat beberapa komponen senyawa yang berhasil diekstraksi dari pelarut n-hexan, etil asetat, kloroform, etanol dan residu yang memiliki Similarity Index (SI) yang berbeda. Metabolit sekunder yang terkandung didalamnya yaitu terpenoid, tanin dan flavonoid.
ANALYSIS OF TERPENOIDS IN THE ETHANOL EXTRACT OF TELANG FLOWER (Clitoria ternatea L.) USING GC-MS


Background : Telang flower (Clitoria ternatea L.) or butterfly pea is a flower with a characteristic flower petal that has a distinctive color, namely purple, pink, blue to white. The ethanol extract of butterfly pea flowers contains active chemical compounds in the form of terpenoids. This study aims to determine the results of the analysis of terpenoid compounds in butterfly pea flower extract using the gas chromatgoraphy mass spectrophotometry (GC-MS) method.
Methodology : This study included phytochemical screening of the compounds contained in the butterfly pea extract using thin layer chromatography (TLC) and analysis of the compounds in the butterfly pea extract using GC-MS.
Results : The results of phytochemical screening using the thin layer chromatography method on butterfly pea flower extract contained compounds such as terpenoids, flavonoids, and tannins. In the n-hexane fraction, the highest peak yield of 30.56% was found in the alpha-santalol compound which is a terpenoid compound. The ethyl acetate fraction with the highest peak yield of 13.48% was found in the dodecanoic-acid compound belonging to the ester compound group. The chloroform fraction with the highest peak yield of 32.17% was found in the santalol compound belonging to the sesquiterpene compound group. In the ethanol fraction of butterfly pea flowers, the highest peak yield of 14.96% was found in the 1,2,3-propanetiol compound belonging to the ester compound group. In the ethanol fraction of butterfly pea flowers, the highest peak yield of 22.68% was found in the santalol compound belonging to the sesquiterpene compound group.
Conclusion : In the GC-MS analysis there were several component compounds that were successfully extracted from n-hexan, ethyl acetate, chloroform, ethanol and residues that had different Similarity Index (SI). The secondary metabolites contained therein are terpenoids, tannins and flavonoids.
3905041576A1D019167PENGARUH APLIKASI BIO P60 DAN BIO T10 TUNGGAL DAN GABUNGAN TERHADAP PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG MELON HIDROPONIKPenelitian bertujuan untuk mengetahui mengetahui pengaruh aplikasi Bio P60 dan Bio T10 tunggal dan gabungan dalam menekan penyakit busuk pangkal batang dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan produksi melon hidroponik. Penelitian dilaksanakan di Flos Hidroponik Organik Temanggung, Desa Bansari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung dari Februari sampai Juni 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan terdiri atas kontrol (propamokarb hidroklorida), Bio P60, Bio T10, dan Gabungan Bio P60 dan Bio T10 (1 : 1). Variabel yang diamati terdiri atas masa inkubasi, intensitas penyakit, laju infeksi, area under disease progress curve (AUDPC), efektivitas pengendalian, panjang tanaman, jumlah daun, bobot segar, warna daun, waktu muncul bunga pertama, terbentuknya buah pertama, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, dan uji senyawa fenol secara deskriptif. Data dianalisis dengan anova pada taraf kepercayaan 95%, apabila hasil yang didapat menunjukkan pengaruh nyata, maka dilanjutkan BNJ (Beda Nyata Jujur) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan gabungan memberikan pengaruh terbaik ditunjukkan dengan memperlambat masa inkubasi, menekan intensitas penyakit, menekan laju infeksi, menurunkan nilai AUDPC, meningkatkan efektivitas pengendalian, meningkatkan panjang tanaman, jumlah daun, bobot segar, warna daun, waktu muncul bunga pertama tercepat, waktu berbuah, dan bobot buah masing-masing sebesar 31,25, 41,19, 13,33, 65,31, 55,61, 17,25, 5,57, 36,44, 11,47, 8,55, 9,63, dan 22,92 % dibanding kontrol. Aplikasi Bio P60, Bio T10, dan gabungannya mampu meningkatkan senyawa fenol (tanin, saponin, dan glikosida) secara kualitatif pada daun melon.The research aimed to determine the effect of single and combined applications of Bio P60 and Bio T10 in suppressing stem base rot disease and its effect on the growth and production of hydroponic melon. This research was conducted at Flos Hidroponik Organik in Bansari Village, Bansari District, Temanggung Regency from February up to June 2023. This research used Randomized Block Design with 4 treatments and 6 replicates. The treatments were control (propamocarb hydrochloride), Bio P60, Bio T10, and a combination of Bio P60 and Bio T10 (1 : 1). Variables observed consisted of incubation period, disease intensity, infection rate, area under disease progress curve (AUDPC), control effectiveness, plant length, number of leaves, fresh weight, leaf color, time of first flower appearance, first fruit formation, number of fruit per plant, fruit weight per plant and descriptive test of phenolic compounds. The data were analyzed using ANOVA at a 95% confidence level, if the results showed a significant effect, then the HSD (Honestly Significant Difference) was continued at an error level of 5%. The results showed that the combined treatment of Bio P60 and Bio T10 had the best effect indicated by delaying the incubation period, reducing disease intensity, reducing infection rates, reducing AUDPC values, increasing the value of control effectiveness and increasing crop length, number of leaves, fresh weight, leaf color, time of first flower appearance, time of fruiting, and fruit weight respectively of 31.25, 41.19, 13.33, 65.31, 55.61, 17.25, 5.57, 36.44, 11.47, 8.55 , 9.63, and 22.92 % compared to control. The application of Bio P60, Bio T10, and the combination could increase the phenolic compounds (tannins, saponins and glycosides) qualitatively in melon leaves.
3905141577J1B018007ANALISIS FAKTA DAN SARANA CERITA DALAM NOVEL WISANGGENI SANG BURONAN KARYA SENO GUMIRA AJIDARMAKisah pewayangan memang menarik untuk dibahas dan diambil unsur fakta dan sarana ceritanya, dalam Novel Wisanggeni Sang Buronan karakter Wisanggeni sangat banyak menceritakan kisah hidupnya sehingga terbentuklah rumusan masalah. Rumusan masalah yang terdapat dalam skripsi ini adalah (1) Bagaimana bentuk sarana cerita berupa judul, sudut pandang, gaya dan nada, simbolisme, serta ironi dalam novel Wisanggeni Sang Buronan karya Seno Gumira Ajidarma?. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui unsur fakta cerita dan sarana cerita dengan menggunakan pendekatan struktural Robert Stanton.)

In the Novel Wisanggeni Sang Buronan, the character Wisanggeni tells a lot of his life story so that a formulation of the problem is formed. The formulation of the problems contained in this thesis are (1) What are the forms of story tools in the form of title, point of view, style and tone, symbolism, and irony in the novel Wisanggeni Sang Buronan by Seno Gumira Ajidarma? The purpose of this research is to find out the factual elements of the story and the means of the story using Robert Stanton's structural approach.

3905241578A1C019057RANCANG BANGUN MINIHIDROPONIK SISTEM DEEP FLOW TECHNIQUE (DFT) BERENERGI SURYA DENGAN KENDALI MANUAL PADA SELADA (Lactuca sativa L.)Lahan pertanian di Indonesia kerap mengalami degradasi di setiap tahunnya akibat pengalihan fungsi menjadi lahan non-pertanian terutama di daerah perkotaan. Hidroponik merupakan salah satu solusi modern untuk masalah degradasi lahan di daerah perkotaan dan dapat menjadi alternatif teknologi bertani tanpa menggunakan tanah. Hidroponik ada banyak jenisnya, namun hidroponik sistem DFT menjadi jenis hidroponik yang praktis karena tanaman masih bisa hidup meski airnya tidak mengalir selama 24 jam. Pada minihidroponik sistem DFT ini memerlukan sumber listrik untuk menggerakan pompa. Pemanfaatan energi terbarukan seperti energi matahari (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) dapat menjadi solusi yang visioner. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknik Sistem dan Energi Terbarukan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dari bulan Maret 2023 sampai Juni 2023. Variabel yang diukur yaitu tegangan, arus, daya, konsumsi daya, intensitas cahaya, dan efisiensi panel surya. Pengujian pada penelitian ini berupa analisis struktural, uji performansi dan analisis kelayakan finansial. Hasil penelitian menunjukan bahwa struktur dan fungsi dari rancang bangun dapat bekerja dengan baik. Pengujian performansi alat menghasilka tegangan berkisar antara 12,57–15,13 V, arus listrik berkisar antara 0,29–3,03 A, daya berkisar antara 3,73–45,00 W, dan konsumsi daya sebesar 104 Wh setiap harinya pada pengujian pukul 08.00–14.00 WIB. Intensitas cahaya matahari yang dihasilkan panel surya berkisar antara 8108–83720 lux dan efisiensi berkisar antara 9,74–1 13,86% dengan rata-rata sebesar 11,2%. Analisis kelayakan finansial yang dilakukan pada penelitian menghasilkan Nilai NPV yang diperoleh sebesar Rp461.593,73 pada suku bunga 5,75%, nilai IRR sebesar 22,8%, Nilai B/C ratio sebesar 1,33, dan Discounted Payback Period (DPP) dari investasi yang sudah dikeluarkan di awal adalah 2 tahun 2 bulan 16 hari.Indonesian agricultural land is often degraded annually as a result of resigning non-agricultural land especially in urban areas. Hydroponics is one of the modern solutions to land degradation problems in urban areas and can be an alternative to farming technology without using land. Hydroponics come in many types, but the hydroponics of the DFT system become a practical type of hydroponics because plants can still alive, though the water does not run for 24 hours. On the minihydroponics of this DFT system requires a power source to power the pump. Renewable energy use such as solar (solar power) can be a visionary solution. This research was conducted at the Renewable Energy and Systems Engineering Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from March 2023 to June 2023. The variables measured were voltage, current, power, power consumption, light intensity, and solar panel efficiency. The testing of this study consisted of structural analysis, performation tests and financial feasibility analysis. Research has shown that the structure and function of engineering works properly. Perfomancy test of the tool resulted in a Vage ranging from 12.57 –15.13 V, an electric current ranging from 0.29–3.03 A, a power ranging from 3.73 –45.00 W, and a power consumption of 104 Wh every day during the test at 08:00–14:00 WIB. The intensity of sunlight absorbed by solar panels ranges from 8108– 83720 lux and the efficiencies ranging from 9.74-13.86% with an average of 11.2%. The financial feasibility analysis carried out in the study resulted in an NPV value of IDR 461.593,73 at an interest rate of 5.75%, an IRR value of 22.8%, a B/C ratio value of 1.33, and the Discounted Payback Period (DPP) of the initial investment is 2 year 2 months 16 days.
3905341579A1C019082RANCANG BANGUN MINIHIDROPONIK
SISTEM DFT (DEEP FLOW TECHNIQUE) BERENERGI SURYA
DENGAN KENDALI NUTRISI OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER PADA SELADA MERAH
(Lactuca sativa var. Crispa)
Peningkatan jumlah penduduk berdampak terhadap tuntutan peningkatan produksi pangan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat Indonesia. Penerapan teknik budidaya dengan metode hidroponik pada budidaya selada merah dapat menjadi pilihan alternatif untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk. Pemanfaatan energi terbarukan menjadi sumber energi listrik yaitu dilakukan pembuatan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) sebagai sumber listrik pada proses budidaya dengan metode hidroponik. Pemberian nutrisi pada penelitian ini mengembangkan sistem kontrol otomatis dengan menggunakan mikrokontroler dan sensor TDS (Total Dissolved Solids). Tujuan dari penelitian ini adalah merancang bangun sistem minihidroponik dengan PLTS sebagai sumber aliran listriknya, mengetahui performansi sistem kelistrikan dan sistem kendali selama proses budidaya, mengetahui kebutuhan daya pompa air dan sistem kendali pada rangkaian minihidroponik, mengetahui analisis kelayakan finansial budidaya selada merah dengan metode minihidroponik berenergi surya. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknik Sistem dan Energi Terbarukan, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Pelaksanaan penelitian meliputi perancangan desain, perancangan perangkat keras, perangkat lunak, dan pelaksanaan uji coba. Berdasarkan hasil pengujian, sistem kelistrikan menghasilkan daya tertinggi mencapai 39,73 W pada hari ke-4 pukul 12:00 WIB dan rata-rata total daya harian mencapai 305,19 W selama 7 hari dan diperoleh nilai efisiensi berada diantara 10,01-15,77%. Sensor TDS memiliki akurasi sebesar 95,03% dan pengujian berjalan dengan baik di mana kedua aktuator aktif sehingga kepekatan nutrisi terkendali. Perhitungan pada NPV diperoleh hasil Rp220.713,08 dengan tingkat discount rate 5,75%, selanjutnya perhitungan IRR diperoleh hasil 12% atau lebih tinggi dari suku bunga yang berlaku. Perhitungan pada B/C ratio diperoleh hasil 1,12 yang menunjukan bahwa hasil tersebut lebih besar dari satu, selanjutnya perhitungan PP diperoleh hasil 2,66 atau periode waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan modal yaitu 2 tahun 8 bulan.The increasing population impacts the demands of increasing food production to meet Indonesia's living needs. The application of hydroponic techniques to raising red lettuce can be an alternative option for improving the quality and quantity of the product. Renewable energy use has become a power source by means of PLTS (solar power plant) as an electrical source for hydroponic farming. Feeding on the study develops automatic control systems by using microcontrollers and TDS sensors (Total Dissolved Solid). The aims of this study was to design the minihydroponic system with electric power, which could be expected to improve electricity and control systems in the power of the water pump and the control system of the minihydroponics, knowing that the financial cost of generating fresh water and control systems of the minihydroponics would be better. The study is carried out in renewable engineering laboratories and energy, agricultural technology department, Faculty of Agricultural, Jenderal Soedirman University. The research is carried out includes designing design, designing hardware and software, and test execution. Based on the test results, the electrical system produces the highest power reaching 39.73 W on the 4th day at 12:00 WIB and the average total daily power reaches 305.19 W for 7 days and the efficiency value is between 10.01-15 .77%. The TDS sensor has an accuracy of 95.03% and the test goes well where both actuators are active so that nutrient concentrations are controlled. Calculations on the NPV obtained results of Rp. 220,713.08 with a discount rate of 5.75%, then the IRR calculation obtained results of 12% or higher than the prevailing interest rate. Calculations on the B/C ratio yielded 1.12, which indicated that the result was greater than one, then PP calculations obtained results of 2.66 or the time period needed to return capital, namely 2 years and 8 months.
3905441580A1A018003Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Terhadap Pembelian Sayuran Hidroponik (Studi Kasus di Griya Hidroponik, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat)Masyarakat sudah lebih sadar tentang kandungan nutrisi, kesehatan, dan kualitas makanan yang dikonsumsi, dimulai dengan menerapkan pola hidup dan pola makan lebih sehat. Konsumsi sayuran hidroponik masih terbatas pada golongan masyarakat tertentu, harga sayuran hidroponik relatif lebih mahal dan dijual diritel-ritel modern (Alfamart, Griya Hidroponik), kondisi ini yang menciptakan adanya perilaku konsumen. . Adapun beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen. Griya Hidroponik (GH) merupakan salah satu tempat budidaya sayuran hidroponik di Cirebon. GH menjual produk secara offline dan online, promosinya dilakukan melalui media sosial. Tujuan penelitian adalah 1) Mengetahui karakteristik perilaku konsumen yang melakukan pembelian sayuran hidroponik, 2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yang melakukan pembelian sayuran hidroponik, dan 3) Menganalisis faktor dominan yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian sayuran hidroponik.. Peneliti menggunakan formula Lameshow dalam menentukan jumlah sampel. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 konsumen sayuran hidroponik di Griya Hidroponik. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling melalui observasi, wawancara, kuisioner dan studi pustaka menggunakan data primer dan sekunder. Karakteristik konsumen sayuran hidroponik di Griya Hidroponik menggunakan analisis deskriptif. Uji kuisioner menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen terhadap pembelian sayuran hidroponik menggunakan analisis faktor. Penentuan faktor yang paling dominan menggunakan analisis faktor dilihat dari nilai factor loading yang paling besar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; 1)Karakteristik konsumen pembeli sayuran hidroponik di Griya Hidroponik Cirebon yaitu sebagian besar berusia >32 tahun, jenis kelamin perempuan, pekerjaan pegawai swasta, status menikah, berdomisili di Cirebon, dan intensitas pembelian 2 kali., 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam melakukan pembelian sayuran hidroponik di Griya Hidroponik adalah faktor kepribadian, faktor peran, faktor psikologis, faktor gaya hidup, faktor tingkat pendapatan, faktor sosial, faktor produk, faktor harga, faktor pelayanan, dan faktor promosi., 3) Faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi perilaku konsumen dalam keputusan pembelian sayuran hidroponik adalah faktor pelayanan konsumen di Griya Hidroponik.The public is more aware of the nutritional content, health and quality of the food consumed, starting with adopting a healthier lifestyle and eating pattern. Consumption of hydroponic vegetables is still limited to certain groups of people, the price of hydroponic vegetables is relatively more expensive and they are sold in modern retailers (Alfamart, Griya Hidroponik), this condition creates consumer behavior. . There are several factors that can influence consumer behavior. Griya Hidroponik (GH) is one of the hydroponic vegetable cultivation places in Cirebon. GH sells products offline and online, promotions are carried out through social media. The research objectives were 1) Knowing the behavioral characteristics of consumers who buy hydroponic vegetables, 2) Analyzing the factors that influence consumer behavior who buy hydroponic vegetables, and 3) Analyzing the dominant factors that influence consumer behavior in making purchasing decisions hydroponic vegetables. Researchers used the Lameshow formula in determining the number of samples. The sample in this study was 100 hydroponic vegetable consumers at Griya Hidroponik. The sampling technique used purposive sampling through observation, interviews, questionnaires and literature study using primary and secondary data. Characteristics of hydroponic vegetable consumers at Griya Hidroponik using descriptive analysis. Questionnaire test using validity test and reliability test. Analysis of the factors that influence consumer behavior towards purchasing hydroponic vegetables using factor analysis. Determination of the most dominant factor using factor analysis seen from the value of the greatest factor loading. The results of this study indicate that; 1) The characteristics of consumers who buy hydroponic vegetables at Griya Hidroponik Cirebon are mostly > 32 years old, female gender, work as private employees, married status, domiciled in Cirebon, and purchase intensity is 2 times. 2) Factors that influence consumer behavior in purchasing hydroponic vegetables at Griya Hidroponik are personality factors, role factors, psychological factors, lifestyle factors, income level factors, social factors, product factors, price factors, service factors, and promotion factors., 3) The most dominant factor influencing consumer behavior in purchasing decisions for hydroponic vegetables is the customer service factor at Griya Hidroponik.
3905541581F1A018067FENOMENA PEMAIN JUDI ONLINE SLOT YANG BERSTATUS PENGANGGURAN DI KECAMATAN KRAGILAN, KABUPATEN SERANG, PROVINSI BANTENFenomena judi online slot termasuk perilaku menyimpang karena tidak sesuai dengan nilai dan norma masyarakat. Fenomena ini mulai merambah di Indonesia, termasuk Kecamatan Kragilan di Kabupaten Serang yang merupakan salah satu wilayah industri di Banten. Namun, masih banyak masyarakat yang menganggur, sehingga mereka mencoba peruntungan dengan bermain judi online slot. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan makna dan motif para pemain berstatus pengangguran dalam bermain judi online slot. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan. Pendekatan fenomenologi Schutz dibedakan menjadi makna dan motif. Makna merupakan sebab pemain judi online slot melakukan tindakannya. Serta, motif merupakan tujuan subjek melakukan suatu tindakan. Pada penelitian ini, makna para pemain didasari latar belakang keluarga, pengaruh lingkungan, status pengangguran, dan lemahnya penegakan hukum. Sedangkan, motif para pemain untuk mendapatkan penghasilan tanpa bekerja, pengakuan kelompok, serta pengisi waktu luang dan pereda stress. Maka diperlukan pengembangan keilmuan teoritik dari peneliti dalam disiplin Sosiologi terkait kajian-kajian penyimpangan masyarakat, terutama pada kasus judi secara umum dan judi online secara khusus. Selain itu, pemain memerlukan perhatian lebih dari keluarga, masyarakat, pemerintah melalui pendidikan dan penegakan hukum mengenai tindak pidana kriminal dan dampak permainan judi slot online.The phenomenon of online slot gambling includes deviant behavior because it is not in accordance with the values and norms that apply in society. This phenomenon has begun to spread in Indonesia, including Kragilan Sub-District in Serang District, which one of the industrial areas in Banten. However, there are still many people who are unemployed , so they try their luck from online slot gambling. The research aims to describe the meaning and motives of players with unemployed status in playing online slot gambling. This study uses a descriptive qualitative method with the phenomenological approach of Alfred Schutz. This method is used to describe conditions that actually occur in the field. Schutz’s phenomenological approach is divided into meanings and motives. Meaning is the reason why online slot gambling players carry out their actions. Also, the motives is the porpose of the subject to perform an action. In this study, the meaning of the players is based on family background, environmental influences, unemployment status, and weak law enforcement. Meanwhile, the motives of the players are to earn income without working, group recognition, as well as free time fillers and stress relievers. So it is necessary to develop theoretical knowledge from researchers in the Sociology discipline related to studies societal deviation, especially in gambling cases in general and online gambling in particular. Apart from that, players needs more attention from their families, communities, government through education and law enforcement regarding criminal acts and the impact of online slot gambling games.
3905641582I1D019046HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN KONSUMSI FAST FOOD DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN SINDROM PRAMENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI
(Studi pada Siswi di SMA Negeri 1 Kejobong Kabupaten Purbalingga)
Latar Belakang: Fast food merupakan salah satu pilihan makanan remaja, namun kebiasaan konsumsi fast food secara berlebihan dalam jangka waktu panjang dapat meningkatkan massa lemak dan kadar natrium dalam tubuh. Selain itu, aktivitas fisik remaja akhir cenderung ringan akibat gaya hidup sedentari sehingga dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan konsumsi fast food dan aktivitas fisik dengan kejadian sindrom pramenstruasi pada remaja putri.
Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode cross sectional pada siswi di SMAN 1 Kejobong yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Kriteria inklusi yang ditentukan adalah berusia 15-18 tahun dan bersedia menjadi responden. Instrumen penelitian berupa Food Frequency Questionnaire (FFQ), Physical Activity Questionnaire-Adolescent (PAQ-A), dan Shortened Premenstrual Assesment Form (sPAF). Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman.
Hasil Penelitian: Terdapat hubungan positif lemah antara kebiasaan konsumsi fast food dengan kejadian sindrom pramenstruasi (p=0,023 dan r=0,331). Terdapat hubungan positif lemah antara aktivitas fisik dengan kejadian sindrom pramenstruasi (p=0,041 dan r=0,229).
Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan konsumsi fast food dan aktivitas fisik dengan kejadian sindrom pramenstruasi pada remaja putri.
Kata Kunci: aktivitas fisik, fast food, remaja putri, sindrom pramenstruasi.
Background: Fast food is one of the food choices for teenagers, but high consumption habits of fast food in the long term can increase fat mass and sodium levels in the body. In addition, the physical activity of late adolescents tends to be light due to a sedentary lifestyle, so a study was conducted to determine the relationship between fast food consumption habits and physical activity with the incidence of premenstrual syndrome in female adolescent.
Method: This research is an observational study with a cross-sectional method on female students at SMAN 1 Kejobong who were selected using a stratified random sampling technique. The inclusion criteria determined were 15-18 years old and willing to become respondents. The research instruments were Food Frequency Questionnaire (FFQ), Physical Activity Questionnaire-Adolescent (PAQ-A), and Shortened Premenstrual Assessment Form (sPAF). Data analysis used the Rank Spearman correlation test.
Results: There’s a low positive relationship between fast food consumption habits and incidence of premenstrual syndrome (p = 0.023 and r = 0.331). There’s a low positive relationship between physical activity and incidence of premenstrual syndrome (p = 0.041 and r = 0.229).
Conclusion: There’s a significant relationship between fast food consumption habits and physical activity with incidence of premenstrual syndrome on female adolescent.
Keywords: physical activity, fast food, female adolescent, premenstrual syndrome.
3905741583F1A016078INSTAGRAM DAN REFERENSI KULINER (STUDI TENTANG PENGGUNAAN INSTAGRAM SEBAGAI REFERENSI KULINER BAGI FOLLOWER @kulinerpurwokerto_)Media sosial Instagram menjadi tempat untuk bersosialisasi maupun berinteraksi antara satu sama lain, dalam berbagi referensi kuliner Purwokerto. Peristiwa ini dikaji dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Melalui pengalaman indrawi menghasilkan pemahaman dan pengalaman serta berdasarkan berbagai pertimbangan individu, maka menghasilkan sebuah kesadaran bahwa akun @kulinerpurwokerto_ menjadi referensi kuliner bagi followernya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk mendeskripsikan akun @kulinerpurwokerto_ sebagai referensi kuliner di Purwokerto bagi followernya. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan kriteria yakni follower yang telah mengikuti akun @kulinerpurwokerto_ minimal 1 bulan, follower yang aktif mengikuti aktiivitas admin @kulinerpurwokerto_ baik mengomentari, memberikan like atau merepost dan follower yang sering membagikan konten @kulinerpurwokerto_ serta follower yang pernah direpost oleh akun @kulinerpurwokerto_.

Akun Instagram @kulinerpurwokerto_ menjadi referensi kuliner bagi followernya melalui beberapa pertimbangan. Motif follower mengikuti akun @kulinerpurwokerto_ untuk mengetahui diskon makanan atau kuliner yang ada di Purwokerto. Mereka dapat mengetahui berbagai ragam makanan apa saja yang ada di Purwokerto dan juga mereka selalu update informasi kuliner terbaru di Purwokerto. Manfaat yang diperoleh follower @kulinerpurwokerto_ dapat dijelaskan dengan teori fenomenologi. Manfaat dapat dikatakan sebagai hasil pengalaman seseorang ketika dia mem-follow akun @kulinerpurwokerto_. Manfaat yang diperoleh follower akun @kulinerpurwokerto_ diantaranya adalah memudahkan dirinya untuk mendapatkan informasi terkait menu, harga dan lokasi. Manfaat ini adalah hasil pengalaman seseorang memfollow akun @kulinerpurwokerto_. Dengan mereka memfollow akun tersebut mereka akan memiliki pemahaman dan pengalaman bahwa mereka mendapatkan banyak manfaat.
Social media Instagram is a place to socialize and interact with each other, including sharing culinary references in Purwokerto. This event was studied using a phenomenological approach. Through sensory experience produces understanding and experience and based on various individual considerations, it produces an awareness that the @kulinerpurwokerto_ account becomes a culinary reference for its followers. This research uses descriptive qualitative method with the aim to describe @kulinerpurwokerto_ account as a culinary reference in Purwokerto for its followers. This research uses purposive sampling with criteria, namely followers who have followed the @kulinerpurwokerto_ account for at least 1 month, followers who actively follow the activities of the @kulinerpurwokerto_ admin either commenting, giving likes or reposting and followers who often share @kulinerpurwokerto_ content and followers who have been reposted by the @kulinerpurwokerto_ account.

The Instagram account @kulinerpurwokerto_ becomes a culinary reference for its followers through several considerations. The follower's motive for following the @kulinerpurwokerto_ account is to find out about food or culinary discounts in Purwokerto. They can find out what kinds of food are in Purwokerto and also they always update the latest culinary information in Purwokerto. The benefits obtained by @kulinerpurwokerto_ followers can be explained by phenomenological theory. Benefits can be said to be the result of a person's experience when he follows the @kulinerpurwokerto_ account. The benefits obtained by followers of the @kulinerpurwokerto_ account include making it easier for themselves to get information related to menus, prices and locations. This benefit is the result of someone's experience following the @kulinerpurwokerto_ account. By following the account they will have an understanding and experience that they get many benefits.
3905841585A1D016006KARAKTERISASI MORFOLOGI MUTAN JERUK VARIETAS TERIGAS DAN TAWANGMANGU HASIL INDUKSI MUTASI IRADIASI SINAR GAMMAPenelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan dua varietas, membandingkan karakteristik mutan dengan tetuanya, dan memilih mutan terbaik. Penelitian dilaksanakan pada Mei sampai Juli 2023 di Screen house, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan percobaan lapangan dengan RAK (Rancangan Acak Kelompok). Faktor yang diuji dalam penelitian ini adalah tetua jeruk Terigas dan Tawangmangu. Apabila terdapat keragaman dilanjutkan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5%. Selanjutnya Uji Least Significant Increase (LSI) taraf 5% digunakan untuk perbandingan keragaman mutan dengan tetua. Data kualitatif disajikan dalam bentuk tabel dan gambar berdasarkan panduan penyusunan deskripsi dan pengujian kebenaran varietas tanaman oleh Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan antara Terigas dan Tawangmangu pada tinggi tanaman dan diameter batang. Mutan TR 19 2102 mempunyai daun lebih lebar dibandingkan tetua Terigas dan Tawangmangu, mutan TR 19 3202 berdiameter lebih besar dibandingkan tetua Tawangmangu, mutan TM 19 3202 daunnya lebih lebar dibanding dengan tetua Terigas, dan mutan TM 19 3203 lebih panjang tangkai daunnya dibanding dengan tetua Terigas dan Tawangmangu. Berdasarkan karakter kualitatif mutan TR 19 2001 dari varietas Terigas berbeda dengan tetuanya pada karakter bentuk daun oval, tepi daun bergiri, pangkal daun membulat, tipe daun cembung, warna daun bagian atas RHS 137A, warna daun bagian bawah RHS 138B, dan panjang daun 10,2 cm; mutan TR 19 4002 berbeda pada karakter permukaan daun kusam, warna daun RHS 138A, dan panjang daun 7,2 cm; mutan TR 19 3202, TR 19 2002, dan TR 19 4102 berbeda dengan tetuanya pada karakter warna daun bagian atas RHS 139A. Mutan TM 19 6111 dari varietas Tawangmangu berbeda dengan tetuanya pada karakter bentuk tajuk perdu, dan tipe daun menekuk; mutan TM 19 6101 berbeda dengan tetuanya pada karakter ujung daun terbelah, pangkal daun runcing, dan permukaan daun kusam; mutan TM 19 6121 berbeda dengan tetuanya pada karakter ujung daun terbelah, pangkal daun berbentuk tumpul, dan permukaan daun kusam; mutan TM 19 6121 berbeda dengan tetuanya pada karakter tekstur kulit batang halus, warna batang kecoklatan, dan memiliki duri. Buah mutan Terigas beraroma lebih kuat, rasa lebih asam, dan jumlah biji yang lebih banyak.The research aims to determine the differences between two varieties, compare the characteristics of mutants with their parent plants, and select the best mutants. The study was conducted from May to July 2023 in a Screen house at the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, North Purwokerto Subdistrict, Banyumas Regency, Central Java. This research employed a Randomized Block Design (RBD) for field experimentation. The factors tested in this study were the parent plants of Terigas and Tawangmangu oranges. If variations were observed, a Least Significant Difference (LSD) test at a 5% significance level was carried out. Furthermore, a Least Significant Increase (LSI) test at a 5% significance level was employed to compare the variations between mutants and parent plants. Qualitative data were presented in the form of tables and images based on guidelines for compiling descriptions and verifying plant variety authenticity as established by the Decision of the Minister of Agriculture of the Republic of Indonesia. The research findings indicate differences between Terigas and Tawangmangu oranges in terms of plant height and stem diameter. Mutant TR 19 2102 has broader leaves compared to the parent plants of Terigas and Tawangmangu. Mutant TR 19 3202 has a larger diameter than the parent plant of Tawangmangu. Mutant TM 19 3202 has broader leaves than the parent plant of Terigas, and mutant TM 19 3203 has longer leaf stalks compared to the parent plants of Terigas and Tawangmangu. Based on qualitative characteristics, mutant TR 19 2001 from the Terigas variety differs from its parent plant in terms of leaf shape (oval), wavy leaf edges, rounded leaf base, convex leaf type, upper leaf color RHS 137A, lower leaf color RHS 138B, and leaf length of 10,2 cm. Mutant TR 19 4002 differs in terms of a dull leaf surface, leaf color RHS 138A, and leaf length 7,2 cm. Mutants TR 19 3202, TR 19 2002, and TR 19 4102 differ from their parent plants in terms of upper leaf color RHS 139A. Mutant TM 19 6111 from the Tawangmangu variety differs from its parent plant in terms of shrub crown shape and folded leaf type. Mutant TM 19 6101 differs from its parent plant in terms of split leaf tips, pointed leaf base, and dull leaf surface. Mutant TM 19 6121 differs from its parent plant in terms of split leaf tips, blunt leaf base, and dull leaf surface. Mutant TM 19 6121 differs from its parent plant in terms of smooth stem texture, brownish stem color, and the presence of thorns. Mutant Terigas fruits have a stronger aroma, more acidic taste, and a higher number of seeds.
3905941586F1B019056COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN PROGRAM JAKLINGKO
(Studi Kasus tentang Pengelolaan Transportasi Publik di DKI Jakarta)
Penelitian ini berjudul Collaborative Governance dalam Pengelolaan Program JakLingko (Studi Kasus tentang Pengelolaan Transportasi Publik di DKI Jakarta). Kepadatan penduduk dan mobilitas tinggi di DKI Jakarta memicu kemcetan yang terus berlangsung. Dampaknya tak hanya pada waktu dan biaya, melainkan juga pada kualitas udara yang memburuk. Upaya pemerintah dalam menyediakan alternatif transportasi publik belum sepenuhnya efektif, lantaran masih rendahnya minat masyarakat akibat fasilitas yang tak memadai serta akses yang terbatas. Solusinya terlihat dalam Program JakLingko, sebuh inisiatif yang mengintegrasikan sistem transportasi publik. Dalam upaya memastikan kesuksesan program ini, Dinas Perhubungan DKI Jakarta berkolaborasi dengan moda transportasi publik dan badan usaha terkait. Melalui sinergi ini, diharapkan minat masyarkat terhadap transportasi publik akan meningkat, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, sehingga dapat meredakan masalah kemacetan serta memperbaiki kualitas udara di DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan model collaborative governance yang dikemukakan oleh Ansell and Gash dengan empat dimensi, yakni kondisi awal, desain institusional, kepemimpinan fasilitatif, dan proses kolaborasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa collaborative governance dalam pengelolaan Program JakLingko di DKI Jakarta sudah cukup optimal, namun belum sepenuhnya. This research is entitled "Collaborative Governance in the Management of the JakLingko Program (A Case Study of Public Transportation Management in Jakarta)." High population density and mobility in Jakarta have triggered persistent traffic congestion. The impacts are not only on time and cost but also on deteriorating air quality. Government efforts to provide alternative public transportation have not been fully effective, due to low public interest caused by inadequate facilities and limited accessibility. The solution is evident in the JakLingko Program, an initiative that integrates the public transportation system. To ensure the success of this program, the Jakarta Transportation Agency collaborates with public transportation modes and relevant businesses. Through this synergy, it is expected that public interest in using public transportation will increase, reducing the use of private vehicles, thereby alleviating traffic congestion and improving air quality in Jakarta. This research employs the collaborative governance model proposed by Ansell and Gash, encompassing four dimensions: initial conditions, institutional design, facilitative leadership, and collaboration processes. The research methodology is qualitative-descriptive. The research results indicate that collaborative governance in managing the JakLingko Program in Jakarta is fairly optimal, but not yet fully so.
3906041587H1A017060SIMULASI DAN ANALISIS PERBANDINGAN KENDALI PID – FUZZY
PADA SISTEM KENDALI KECEPATAN MOTOR DC BRUSHLESS
BLDC motor atau Brushless Motor DC kini begitu dibutuhkan di bidang industri menggantikan
motor induksi atau motor DC karena banyak kelebihan yang dimiliki motor BLDC salah satunya yaitu motor yang dapat
diatur kecepatanya dan tidak membutuhkan brush dalam pengoperasianya. Terdapat banyak metode yang dipakai dalam
pengendalian kecepatan motor dan salah satunya yaitu dengan metode PID (Proportional Integral Derivattive) dan metode
FLC (Fuzzy Logic Control). Penelitian dilakukan dengan merancang simulasi pengendalian kecepatan motor BLDC
menggunakan PID control dan FLC berbasis arduino menggunakan MATLAB. Parameter PID diperoleh menggunakan
metode Ziegler- Nichols, yaitu dengan melakukan simulasi pada rangkaian open loop motor BLDC. Sedangkan pada FLC
dengan menggunakan metode Mamdani dengan keluaran berupa nilai PWM dibutuhkan suatu input yaitu nilai error dan
delta error pada proses inferensi serta metode Center of Area (CoA) pada proses defuzzifikasi. Pada penelitian ini
dilakukan dua pengujian, yaitu simulasi menggunakan software MATLAB lalu menganalisis perbandingan keluaran kedua
metode pengendalian kecepatan BLDC yang menggunakan PID control dan FLC. Pengujian yang dilakukan yaitu dengan
membandingkan hasil keluaran dari rangkaian simulasi yang menggunakan PID control dan FLC. Untuk set point yang
digunakan ada empat macam yaitu 1200rpm, 1600rpm, 2000rpm, dan 2500rpm. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan
respon rise time FLC lebih baik dari PID dan tanpa pengontrol dimana pada masukan 1200rpm sebesar 16,9 ms, pada
1600rpm sebesar 15,8 ms, pada 2000rpm sebesar 15,792 ms, dan 2500rpm sebesar 15,593 ms. Untuk respon waktu tunda
PID lebih baik dibandingkan dengan FLC dan tanpa pengontrol yaitu sebesar 5,700 ms.dan respon waktu tunak pada FLC
lebih unggul dimana pada masukan 1200rpm sebesar19,68 ms, pada 1600 rpm sebesar 18,834 ms, pada 2000rpm sebesar
18,28 ms, dan 2500rpm sebesar 16,9 ms. Respon overshoot PID sedikit lebih baik dibandingkan FLC dimana pada
masukan 1200 rpm sebesar 2,5%, pada 1600rpm sebesar 2,547%, pada 2000rpm sebesar 2,570% dan pada 2500rpm
sebesar 2,571%. Dapat disimpulkan FLC sedikit lebih baik dibandingkan PID karena ada parameter respon dimana PID
lebih baik dari FLC.
BLDC motors or Brushless DC Motors are now urgently needed in the industrial sector to replace induction
motors or DC motors because of the many advantages that BLDC motors have, one of which is a motor that can be adjusted
at its speed and does not require a brush to operate. There are many methods used to control motor speed and one of them
is the PID (Proportional Integral Derivative) method and the FLC (Fuzzy Logic Control) method. The research was
conducted by designing a simulation of controlling the speed of a BLDC motor using PID control and Arduino-based FLC
using MATLAB. The PID parameters were obtained using the Ziegler-Nichols method, namely by simulating an open loop
BLDC motor circuit. Whereas in FLC using the Mamdani method with an output in the form of a PWM value, an input is
needed, namely error and delta error values in the inference process and the Center of Area (CoA) method in the
defuzzification process. In this study, two tests were carried out, namely a simulation using MATLAB software and then
analyzing the output comparison of the two BLDC speed control methods using PID control and FLC. The test was carried
out by comparing the output results from a series of simulations using PID control and FLC. There are four types of set
points used, namely 1200rpm, 1600rpm, 2000rpm and 2500rpm. From the research conducted, it was found that the FLC
rise time response was better than PID and without a controller where at input 1200rpm it was 16.9 ms, at 1600rpm it was
15.8 ms, at 2000rpm it was 15.792 ms, and 2500rpm it was 15.593 ms. The PID delay time response is better than FLC and
without a controller, which is 5,700 ms. And the steady-time response on FLC is superior where at input 1200rpm it is 19.68
ms, at 1600 rpm it is 18,834 ms, at 2000rpm it is 18.28 ms, and 2500rpm at 16.9ms. The PID overshoot response is slightly
better than FLC where at input 1200 rpm it is 2.5%, at 1600rpm it is 2.547%, at 2000rpm it is 2.570% and at 2500rpm it is
2.571%. It can be concluded that FLC is slightly better than PID because there are response parameters where PID is
better than FLC