Artikel Ilmiah : F1F019053 a.n. IRFAN AGIL BUDIMAN
| NIM | F1F019053 |
|---|---|
| Namamhs | IRFAN AGIL BUDIMAN |
| Judul Artikel | IMPLIKASI KEBIJAKAN PEMBATASAN GMO (GENETICALLY MODIFIED ORGANISM) EUROPEAN COMMISSION DI PRANCIS PADA TAHUN 2015-2020. |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan implikasi dari kebijakan pembatasan Organisme yang Dimodifikasi Secara Genetik (GMO) yang dikeluarkan oleh European Commission di Prancis dalam rentang waktu 2015-2020. GMO telah menjadi subjek perdebatan global karena dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan manusia, dan keberlanjutan pertanian. Pada tahun 2015 European Commission pun mengeluarkan kebijakan “opt-out” dimana negara anggota dapat melarang sepenuhnya penanaman tanaman yang dimodifikasi secara genetik dalam negaranya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Prancis, sebagai salah satu negara anggota Uni Eropa pun memanfaatkan kebijakan ini dan telah mengambil langkah-langkah tegas dalam mengatur GMO. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implikasi dari kebijakan pembatasan GMO yang diterapkan oleh European Commission di Prancis. Dengan menerapkan metode deskripsi kualitatif dan prinsip Common But Differentiated Responsibilites (CBDR) dan environmetal law, penelitian kebijakan pembatasan GMO di Prancis telah berdampak pada berbagai aspek, termasuk perdagangan internasional, inovasi pertanian, serta persepsi masyarakat terhadap keamanan pangan dan lingkungan. Kesimpulannya, kebijakan pembatasan GMO yang diterapkan oleh European Commission di Prancis memiliki implikasi yang kompleks dan multidimensional. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana kebijakan ini mempengaruhi berbagai aspek, termasuk perdagangan, inovasi pertanian, dan isu lingkungan. Hasil penelitian ini dapat memberikan pemahaman lebih lanjut tentang tantangan dan peluang yang dihadapi oleh negara-negara dalam mengatur teknologi pertanian kontroversial seperti GMO. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research aims to explain the implications of the Genetically Modified Organisms (GMO) restriction policy issued by the European Commission in France in the 2015-2020 timeframe. GMOs have been the subject of global debate due to their impact on the environment, human health, and agricultural sustainability. In 2015, the European Commission also issued an "opt-out" policy where member states can fully prohibit the cultivation of genetically modified crops in their countries in accordance with applicable regulations. France, as one of the member states of the European Union also took advantage of this policy and has taken firm steps in regulating GMOs. This research aims to identify the implications of the GMO restriction policy implemented by the European Commission in France. By applying the qualitative description method and the principles of Common But Differentiated Responsibilities (CBDR) and environmental law, this study shows that the GMO restriction policy in France has had an impact on various aspects, including international trade, agricultural innovation, as well as public perceptions of food safety and the environment. In conclusion, the GMO restriction policy implemented by the European Commission in France has complex and multidimensional implications. This research provides insights into how this policy affects various aspects, including trade, agricultural innovation, and environmental issues. The results of this study can provide further understanding of the challenges and opportunities faced by countries in regulating controversial agricultural technologies such as GMOs. |
| Kata kunci | European Commission, GMO, Implikasi, Prancis. |
| Pembimbing 1 | Renny Miryanti, S.IP, M.Si |
| Pembimbing 2 | Dr. Arif Darmawan, S.IP, M.Si. |
| Pembimbing 3 | Dr. Agus Haryanto, S.IP, M.Si |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 85 |
| Tgl. Entri | 2023-08-25 10:34:22.458442 |