Home
Login.
Artikelilmiahs
41651
Update
WULAN SEPTIANDINI CAESAR
NIM
Judul Artikel
Hubungan Asupan Lemak Jenuh, Gula, dan Status Gizi dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Nyeri punggung bawah menjadi salah satu gangguan akibat kerja dengan prevalensi terbanyak di dunia. Ada banyak faktor yang menyebabkan nyeri punggung bawah, diantaranya yaitu budaya kerja, asupan dan status gizi. Penelitian in bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan lemak jenuh, gula, dan status gizi dengan keluhan nyeri punggung bawah pekerja wanita pabrik rambut palsu di Purbalingga. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan jumlah responden 87 orang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu timbangan digital dan wireless body height meter mengukur IMT, kuesioner VAS mengukur tingkat nyeri, serta kuesioner SQ-FFQ menilai asupan lemak jenuh dan gula. Analisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Responden memiliki rentang usia 30-40 tahun (77%), durasi kerja 8 jam (49,4%), posisi kerja risiko sedang (58,6%), asupan lemak jenuh cukup (70,1%), asupan gula tinggi (52,9%), status gizi normal (54%), dan keluhan nyeri (62,3%). Ada hubungan antara asupan lemak jenuh (p=0,000), asupan gula (p=0,000) dengan keluhan nyeri punggung bawah. Tidak ada hubungan antara status gizi (p= 0,544) dengan keluhan nyeri punggung bawah. Kesimpulan: Ada hubungan antara asupan lemak jenuh dan asupan gula dengan keluhan nyeri punggung bawah. Tidak ada hubungan status gizi dengan keluhan nyeri punggung bawah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Low back pain is one of the most prevalent work-related disorders in the world. There are many factors that cause low back pain, such as work environment, nutrition intake, and nutritional status. This study aims to determine the relationship between intake of saturated fat, sugar, and nutritional status with lower back pain in female wig factory workers in Purbalingga. Methode: This research was a cross-sectional study. Total sample was 87 respondent selected used purposive sampling technique. The research instruments used were digital scales and wireless body height meters (BMI), SAV (pain scale), and SQ-FFQ questionnaire (saturated fat and sugar intake). Data analysis used chi-square test. Result: Respondents had age range of 30-40 years (77%), 8 hours work duration (49,4%), severe work position (58,6%), adequate saturated fat intake (70.1%), high sugar intake (52.9%), normal nutritional status (54%), and low back pain (62,3%). There is a relationship between saturated fat intake (p=0.000), sugar intake (p=0.000) and low back pain. There is no relationship between nutritional status (p = 0.544) and low back pain. Conclusion: There is a relationship between saturated fat intake and sugar intake with low back pain. There is no relationship between nutritional status and low back pain.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save