Home
Login.
Artikelilmiahs
41653
Update
ROHANIA
NIM
Judul Artikel
Penentuan Ukuran Spons dan Metode Pemberian Salinitas pada Sensor Salinitas Udara Tipe Plat Interdigitasi
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kadar salinitas yang berlebih dalam tanaman pada pertanian hortikultura di pesisir pantai merupakan faktor penghambat produktivitas. Salinitas dapat disebabkan oleh udara atau angin di pantai yang berhembus kencang dan dapat membawa partikel garam. Kadar salinitas air dapat ditentukan menggunakan alat EC meter (Electrolite Conductivity meter). EC meter belum dapat digunakan untuk mengukur salinitas udara karena itu diperlukan pengembangan sebuah piranti atau sensor yang dapat digunakan untuk menentukan tingkat salinitas udara. Sensor salinitas udara tipe plat interdigitasi membutuhkan adanya tambahan cara aplikatif pada sensor. Caranya yaitu dengan menambah spons sebagai media penangkap dan penyimpan salinitas udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran spons yang terbaik pada sensor salinitas udara tipe plat interdigitasi serta mengetahui metode dan waktu pemaparan sensor yang terbaik pada sensor salinitas udara tipe plat interdigitasi. Penelitian diawali dengan mengkalibrasikan nilai salinitas air laut dengan nilai salinitas larutan garam yang dibuat. Selanjutnya dilakukan pengujian sensor secara laboratorium dan lapangan. Hasil penelitian pada uji laboratorium menunjukkan bahwa metode semprot dengan ukuran spons T2L2 (Tebal 2,25 cm & lebar 4,5 cm) memiliki respon paling baik terhadap nilai salinitas udara. Selanjutnya, pada metode kombinasi (celup dan semprot) diperoleh ukuran spons T1L1(Tebal 1,5 cm & lebar 3,5 cm) memiliki respon paling baik terhadap nilai salinitas udara. Hasil penelitian pada uji lapangan di Pantai Jetis menunjukkan bahwa sensor salinitas udara tipe plat interdigitasi paling sesuai digunakan menggunakan metode spons pemaparan langsung dengan ukuran spons T2L2 (Tebal 2,25 cm & lebar 4,5 cm) yang dipaparkan selama 24 jam
Abtrak (Bhs. Inggris)
Excessive salinity levels in plants on coastal horticulture farms is a factor that inhibits productivity. Salinity can be caused by air or wind on the coast that blows hard and can carry salt particles. Water salinity levels can be determined using an EC meter (Electrolite Conductivity meter). EC meters cannot be used to measure air salinity because it is necessary to develop a device or sensor that can be used to determine the level of air salinity. The interdigitation plate type air salinity sensor requires an additional way of application to the sensor. The trick is to add a foam as a medium for capturing and storing air salinity. This study aims to determine the best foam size on the interdigitation plate type air salinity sensor and to determine the best method and sensor exposure time on the interdigitation plate type air salinity sensor. The research begins by calibrating the salinity value of sea water with the salinity value of the salt solution made. Furthermore, laboratory and field testing of the sensor was carried out. The results of the laboratory test showed that the spray method with foam size T2L2 (2,25 cm thick & 4,5 cm wide) had the best response to air salinity values. Furthermore, in the combination method (dip and spray) obtained sponge size T1L1 (1,5 cm thick & 3,5 cm wide) has the best response to the value of air salinity. The results of the field test at Jetis Beach showed that the interdigitation plate type air salinity sensor is most suitable for use using the direct exposure foam method with foam size T2L2 (2,25 cm thick & 4,5 cm wide) exposed for 24 hours.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save