Artikelilmiahs

Menampilkan 37.001-37.020 dari 49.002 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3700139855E1A019206KEKUASAAN ORANG TUA UNTUK MENJUAL ATAS KEKAYAAN ANAK DIBAWAH UMUR (Studi Penetapan Nomor 14/Pdt.P/2022/PN.SKT)Anak dibawah umur termasuk kedalam orang yang tidak cakap untuk melakukan perbuatan hukum, maka dari itu perlu diwakili orang tua atau wali dalam melakukan perbuatan hukum. Orang tua wajib mengurus pribadi maupun harta kekayaan anak dibawah umur sebaik-baiknya. Orang tua bertanggung jawab dalam melakukan pengurusan harta anak dibawah umur baik didalam maupun di luar pengadilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kekuasaan orang tua dalam menjual harta kekayaan anak dibawah umur dan pertimbangan hukum hakim dalam memberikan izin orang tua untuk menjual harta kekayaan anak dibawah umur. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang dan pendekatan kasus. Spesifikasi penelitian Deskriptif Analitis. Data bersumber dari data primer,sekunder, tersier. Metode pengumpulan data dengan studi kepustaakan, menggunakan metode analisis yuridis kualitatif.
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pertama, pelaksanaan kekuasaan orang tua dalam menjual harta kekayaan anak dibawah umur dengan tujuan biaya pendidikan anak merupakan bagian dari kewajiban orang tua untuk menjamin pendidikan anaknya sesuai dengan Pasal 45 ayat (1) UU Perkawinan dan izin menjual untuk penambahan modal usaha para pemohon merupakan bagian dari salah satu upaya untuk menjamin masa depan anak-anaknya. Kedua, dikarenakan Hansel Aloysius Susanto tidak cakap melaksanakan jual beli selaku orang yang di atas namakan dalam Sertifikat Hak Milik maka, dibutuhkan orang tua untuk mewakili melalui penetapan izin dari pengadilan oleh karena hal tersebut Hakim dalam memberikan izin menjual kepada para pemohon telah tepat.
Children under the age include the natural person who is not capable of committing legal acts, therefore it is necessary to be represented by parents or guardians in carrying out legal actions. Parents are obliged to take care of the person and wealth of children under the best age. Parents are responsible for carrying out the assets of minors both in and out of court. The purpose of this study is to analyze the power of parents in selling wealth of minors and the legal considerations of judges in giving parental consent to sell wealth of minors. The method used in this study is normative juridical with a legal approach and a case approach. Descriptive Analytical research specifications. Data is sourced from primary, secondary, tertiary data. Data collection methods with leprosy studies, using qualitative juridical analysis methods.
Based on the results of the analysis and discussion, it can be concluded that first, exercise of parental power in selling wealth of minors for the purpose of child education costs is part of the obligation of parents to guarantee their child's education in accordance with Article 45 paragraph (1) Marriage Law and selling permits for additional business capital of the applicant are part of one of the efforts to guarantee the future of his children. Second, it is hoped that Hansel Aloysius Susanto is not capable of carrying out the sale and purchase of my cell which is above the name in the Certificate of Property Rights then, parents are needed to represent through the determination of permission from the court because the Judge in giving permission to sell to the applicant is appropriate.
3700239856I1B019063KUALITAS HIDUP PASIEN LONG COVID SYNDROME DI KELURAHAN SUMAMPIR DAN KARANGWANGKAL, PURWOKERTO UTARALatar Belakang : Individu yang telah pulih dari COVID 19 melaporkan masih mengalami gejala lanjutan atau gejala sisa pada kondisi pasca-COVID dan sering disebut dengan istilah Long Covid Syndrome. Gejala LCS memberikan dampak pada penurunan kemampuan fisik dan mental seseorang. Hal tersebut akan memengaruhi kualitas hidup meskipun telah dinyatakan sembuh dari COVID 19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pasien dengan Long Covid Syndrome.
Metodologi : Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Penelitian menggunakan total sampling sebanyak 32 sampel dengan menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF dan dilakukan analisis univariat.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan kualitas hidup pasien LCS digambarkan dalam 4 domain. Domain kesehatan fisik mayoritas berada pada kategori sedang (68,8%). Domain psikologis setengah dari responden dalam kategori baik (50%). Kualitas hidup pada domain hubungan sosial mayoritas dalam kategori sedang (65,6%). Domain lingkungan untuk kualitas hidup pasien LCS ada 2 kategori yang memiliki persentase yang sama yaitu pada kategori sedang (40,6%) dan kategori baik (40,6%).
Kesimpulan : Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas hidup digambarkan pada empat domain dengan kategori yang berbeda-beda.
Background : Individuals who report any subsequent symptoms or afterstages of post-covid condition are often referred to long covid syndrome. LCS may have a negative impact on quality of life even though its cured from covid-19. The aim of this research is to get an overview of the quality of life of patients with LCS.
Methodology : The design of this study used quantitative with a descriptive survey. The sample size was 32 samples using total sampling. Primary data obtained from the results of WHOQOL-BREF questionnaire and analyzed by univariate analysis.
Research result : The result is quality of life for LCS patients are represented in four domains. The most physical health domains are in the moderate category (68.8%). Psychological domains half of respondents in good categories by as much as 50%. Domain social relations majority in moderate category (65.6%). The environment domain of the QOL for LCS patients is two categories that have the same percentage as moderate (40.6%) and good (40.6%).
Conclusion : The quality of life of LCS patients described in the 4 domains is in a different category for each domain.
3700339858A1G020002Efektivitas Kebijakan Pupuk Bersubsidi di Desa Sidamulih Kecamatan RawaloKebijakan pupuk bersubsidi adalah suatu langkah pemerintah menunjang produksi dan produktivitas tanaman padi. Masyarakat Desa Sidamulih sangat bergantung pada hasil produksi padi. Sehingga pupuk bersubsidi sangat dibutuhkan oleh petani. Namun, faktanya masih terdapat kendala mengenai kebijakan pupuk bersubsidi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kebijakan pupuk bersubsidi di Desa Sidamulih, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakanyaitu survei dengan pendekatan kualitatif. Obyek penelitian ini yaitu yaitu petani padi yang tergabung dalam kelompok tani, dengan kriteria sudah menerima pupuk bersubsidi minimal lima kali musim tanam yaitu dari tahun 2020 - 2022. Sebanyak 69 sampel didapatkan menggunakan simple random sampling dengan cara undian menggunakan rumus Slovin. Variabel penelitian yaitu tepat harga, waktu, tempat, jumlah. Analisis menggunakan skala Guttman. Hasil penelitian menunjukan efektivitas kebijakan pupuk bersubsidi pada petani padi di Desa Sidamulih, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas pada indikator ketepatan harga cukup efektif, indikator ketepatan tempat cukup efektif, indikator ketapatan waktu tidak efektif, indikator ketepatan jumlah tidak efektif dan secara keseluruhan cukup efektif. The subsidized fertilizer policy is one of the government's steps to support the production and productivity of rice plants. The people of Sidamulih Village are very dependent on rice production. This causes subsidized fertilizer is needed by farmers. However, the fact is that there are still many obstacles regarding subsidized fertilizer policies. This study aims to determine the effectiveness of subsidized fertilizer policies in Sidamulih Village, Rawalo District, Banyumas Regency. The method used in this study is a survey with a qualitative approach. The object of this research is rice farmers who are members of farmer groups, with the criteria of having received subsidized fertilizer at least five planting seasons, namely from 2020 - 2022. A total of 69 samples were obtained using simple random sampling by lottery using the Slovin formula. The research variables are the right price, time, place, amount. Analysis using the Guttman scale. The results of the study show the effectiveness of subsidized fertilizer policies for rice farmers in Sidamulih Village, Rawalo District, Banyumas Regency on the price accuracy indicator is quite effective, the location accuracy indicator is quite effective, the time accuracy indicator is not effective, the quantity accuracy indicator is not effective and overall is quite effective.
3700439859A1C018069PENGGUNAAN KALIUM PERMANGANAT DENGAN MEDIA
KOMBINASI TANAH LIAT DAN ARANG SEKAM SEBAGAI
PENYERAP ETILEN UNTUK MEMPERPANJANG UMUR SIMPAN
BUAH TOMAT (LYCOPERSICUM ESCUSLENTUM MILL)
Dalam buah klimaterik seperti tomat, etilen diproduksi pada awal periode pematangan yang bertujuan untuk mempercepat laju pematangan dan akan meningkat secara bertahap setelah panen. Produksi etilen dalam penyimpanan buah dapat menyebabkan kerusakan pada buah, sehingga perlu adanya bahan penyerap etilen selama proses penyimpanan agar buah tidak mudah rusak dan umur simpan buah lebih lama. Kalium permanganat digunakan untuk memperpanjang umur simpan buah tomat dan menjaga kualitas buah tomat. Kalium permanganat seberat 16 gram dilarutkan dalam 200 ml aquades dan diaduk selama 15 menit kemudian diendapkan selama 24 jam agar homogen. Kalium permanganat yang telah homogen kemudian diserap dalam 3 variasi berat media pembawa, yaitu 1 gram, 5 gram, dan 10 gram dengan cara direndam. Pada penelitian ini diamati 4 variabel, yaitu penyusutan berat, kekerasan, padatan terlarut total, dan warna kulit buah tomatIn climateric fruits such as tomatoes, ethylene is produced at the beginning of the ripening period which aims to accelerate the ripening rate and will rise gradually after harvesting. Ethylene production in fruit storage can cause damage to the fruit, so it is necessary to have ethylene absorption materials during the storage process so that the fruit is not easily damaged and the shelf life of the fruit is longer. Potassium permanganate is used to extend the shelf life of tomato fruits and maintain the quality of tomato fruits. Potassium permanganate weighing 16 grams is dissolved in 200 ml of aquades and stirred for 15 minutes and then precipitated for 24 hours to be homogeneous. Potassium permanganate that has been homogeneous is then absorbed in 3 weight variations of the carrier medium, namely 1 gram, 5 grams, and 10 grams by soaking. In this study, 4 variables were observed, namely weight shrinkage, hardness, total dissolved solids, and tomato color
3700539861L1A019026Analisis Cluster Kelimpahan Gastropoda di Ekosistem Mangrove Segara Anakan Timur CilacapEkosistem mangrove di Segara Anakan Timur merupakan habitat berbagai macam
spesies Gastropoda. Namun keberadaan aktivitas antropogenik di sekitar perairan
Segara Anakan Timur serta sedimentasi yang menyebabkan perubahan luasan hutan
mangrove memberi dampak negatif terhadap struktur komunitas Gastropoda. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui kualitas perairan, kepadatan, pola sebaran, dan
keanekaragaman Gastropoda, serta clustering kelimpahan Gastropoda di ekosistem
mangrove Segara Anakan Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode survei untuk mendapatkan data parameter perairan dan data Gastropoda.
Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive sampling. Kualitas perairan pada
penelitian masih berada di kisaran optimum untuk kehidupan Gastropoda, kecuali
kandungan oksigen terlarut pada stasiun 2, 5, dan 6 namun masih dapat ditolerir
Gastropoda. Spesies Gastropoda yang ditemukan sebanyak 12 spesies dari 4 famili,
dengan kepadatan berkisar antara 22,40 ind/m2-11,20 ind/m2. Pola sebaran Gastropoda
mayoritas mengelompok, memiliki nilai H’ rendah hingga sedang (0,81-1,95). Cluster
stasiun Gastropoda berdasarkan tingkat similaritas keberadaan dan jenis
Gastropodanya terbentuk menjadi 3 pola cluster. Cluster spesies Gastropoda
berdasarkan tingkat similaritas keberadaan dan tingkat kelimpahannya terbentuk
menjadi 3 pola cluster.
The mangrove ecosystem in East Segara Anakan is a habitat for various types of gastropods. However, the existence of anthropogenic activities around the East Segara Anakan waters and sedimentation which causes changes in the area of mangrove forests harms the structure of the Gastropod community. This study aims to determine water quality, density, distribution pattern, Gastropod diversity, and Gastropod abundance clustering in the East Segara Anakan mangrove ecosystem. The method used in this study is a survey method to obtain water parameter data and gastropod data. Determining the cost of the research location is done by purposive sampling. The quality of the waters in the study was still in the optimum range for gastropod life, except for the dissolved oxygen content at stations 2, 5, and 6, but gastropods could still tolerate it. Gastropod species found were 12 species from 4 families, with densities ranging from 22.40 ind/m2 - 11.20 ind/m2. The distribution pattern of the majority of gastropods is clustered, with low to moderate H' values (0,81-1,95). Gastropod station clusters based on the similarity level of presence and type of gastropods are formed into 3 cluster patterns. Gastropod species clusters based on their level of similarity and abundance are formed into 3 cluster patterns.
3700644702B1A020094Aktivitas Harian Heterotrigona itama pada Bunga Air Mata Pengantin (Antigonon leptopus)Heterotrigona itama merupakan spesies lebah tak bersengat berukuran tubuh 4 – 9 mm. Faktor yang harus diperhatikan dalam budidaya yaitu ketersediaan pakan dan kesesuaian faktor lingkungan sekitar tempat budidaya seperti suhu dan kelembapan. Tanaman Air Mata Pengantin banyak digunakan sebagai sumber pakan karena memiliki kualitas dan kuantitas nektar yang baik. Ketersediaan nektar dan polen diduga dipengaruhi oleh pewaktuan seperti pagi, siang, dan sore hari. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh dari pewaktuan terhadap frekuensi dan lama kunjungan lebah H. itama pada bunga air mata pengantin dan mengetahui korelasi antara frekuensi dan lama kunjungan lebah H. itama dengan faktor lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Pabuaran, Purwokerto Utara dengan menggunakan metode survey. Pengambilan data dilakukan selama 12 hari pengamatan. Waktu pengamatannya per harinya sebanyak 4 kali yaitu pukul 06.00 – 09.00, 09.00 – 12.00, 12.00 – 15.00, dan 15.00 – 18.00. Kunjungan lebah pada bunga didokumentasikan menggunakan handphone dan pengukuran lama kunjungan menggunakan stopwatch. Analisis data dilakukan menggunakan uji F dan korelasi regresi berganda menggunakan bantuan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan frekuensi dan lama kunjungan antar waktu pengamatan (p = 0,00002 dan p = 0,00705). Kelembapan berkorelasi terhadap frekuensi dan lama kunjungan, kenaikan kelembapan akan menyebabkan penurunan frekuensi dan lama kunjungan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah waktu pengamatan berpengaruh terhadap frekuensi dan lama kunjungan lebah H. itama pada bunga air mata pengantin dan terdapat hubungan antara frekuensi dan lama kunjungan dengan kelembapan sebagai faktor lingkungan. Heterotrigona itama is a species of stingless bee with a body size of 4–9 mm. Factors that must be considered in cultivation are the availability of feed and the suitability of environmental factors around the cultivation site such as temperature and humidity. Antigonon leptopus is widely used as a food source because it has good quality and quantity of nectar. The availability of nectar and pollen is thought to be influenced by timing such as morning, afternoon and evening. The aim of the research was to determine the effect of timing on the frequency and duration of visits by H. itama bees to A. leptopus flowers and to determine the correlation between the frequency and duration of visits by H. itama bees and environmental factors. This research was carried out in Pabuaran Village, North Purwokerto using a survey method. Data collection was carried out during 12 days of observation. The observation time is 4 times per day, namely 06.00–09.00, 09.00–12.00, 12.00–15.00, and 15.00–18.00. Bee visits to flowers were documented using a cellphone and the duration of the visit was measured using a stopwatch. Data analysis was carried out using the F test and multiple regression correlation using SPSS software. The results showed that there were differences in the frequency and duration of visits between observation periods (p=0.00002 and p=0.00705). Humidity is correlated with the frequency and duration of visits, an increase in humidity will cause a decrease in the frequency and duration of visits. The conclusion of this research is that observation time influences the frequency and duration of visits by H. itama bees to A. leptopus flowers and there is a relationship between the frequency and duration of visits and humidity as an environmental factor.
3700739860F1B019064COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM KEBERHASILAN PENGEMBANGAN KAPASITAS KOPERASI NIRA KAMUKTEN Penelitian ini berjudul Collaborative Governance dalam Keberhasilan Pengembangan Kapasitas Koperasi Nira Kamukten. Di tengah lesunya kinerja koperasi di Indonesia dan banyaknya pembubaran koperasi tersebut, Koperasi Nira Kamukten masih mampu bertahan dan benar-benar menorehkan prestasi, bahkan mampu mengekspor ke luar negeri. Hal ini tentunya tidak terlepas dari pengelolaan koperasi yang baik dengan dukungan dari pihak internal maupun eksternal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keberhasilan Koperasi Nira Kamukten dalam mengembangkan kapasitas melalui proses tata kelola kolaboratif. Penelitian ini menggunakan konsep proses kolaborasi lintas sektor yang dimiliki oleh Emerson, dkk yang meliputi tiga tahapan yaitu dinamika kolaborasi, tindakan kolaboratif, dampak dan adaptasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Koperasi Nira Kamukten berhasil meningkatkan kapasitasnya melalui proses kerjasama lintas sektor yang ditunjukkan dengan pengaruh hasil kerjasama yang signifikan terhadap kapasitas organisasi. Secara lebih spesifik, pada aspek sumber daya organisasi, khususnya dalam hal sumber daya manusia, kolaborasi mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara langsung melalui pelatihan dan pendampingan yang intensif. Sedangkan dari segi manajemen kerjasama cenderung secara tidak langsung mempengaruhi proses manajerial koperasi karena Koperasi Nira Kamukten cenderung mengelola secara mandiri dengan membatasi intervensi dari pihak luar.This research is entitled Collaborative Governance in the Success of Capacity Development Nira Kamukten Cooperative. In the midst of the sluggish performance of cooperatives in Indonesia and the many dissolutions of these cooperatives, the Nira Kamukten Cooperative was still able to survive and actually made achievements, even to the point where it was able to export abroad. This of course cannot be separated from good cooperative management with support from internal and external parties.The purpose of this research is to analyze the success of the Nira Kamukten Cooperative in developing capacity through a process of collaborative governance. This study uses the concept of a cross-sector collaboration process owned by Emerson, et al which includes three stages, namely the dynamics of collaboration, collaborative action, impact and adaptation. The method used in this research is descriptive qualitative method. The results of the study show that the Nira Kamukten Cooperative has succeeded in increasing its capacity through a cross-sector collaboration process, which is indicated by the significant influence of the collaboration results on organizational capacity. More specifically, in the aspect of organizational resources, especially in terms of human resources, collaboration is able to improve the quality of human resources directly through intensive training and mentoring. Meanwhile, in terms of collaboration management it tends to indirectly influence the managerial processes of the cooperative because the Nira Kamukten Cooperative tends to manage independently by limiting intervention from outside parties.
3700839603L1A019022ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT Pb DAN Zn PADA KERANG TOTOK (Polymesoda erosa) DI PERAIRAN SEGARA ANAKANAktivitas alami dan antropogenik di sekitar Perairan Segara Anakan menjadi sumber masuknya logam berat Pb dan Zn serta berdampak pada kerang totok (Polymesoda erosa) sebagai organisme sessile dan filter feeder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat pada daging kerang, mengetahui hubungan antara kandungan logam berat pada individu kerang dengan ukuran kerang, serta mengetahui potensi risiko kesehatan manusia berdasarkan Estimated Daily Intake (EDI), Target Hazard Quotient (THQ), dan Target Cancer Riskk (TR) akibat mengonsumsi kerang totok. Metode pengambilan sampel menggunakan metode survey dan purposive random sampling pada 6 stasiun dengan 2 ulangan. Metode analisis kandungan logam berat pada daging kerang menggunakan Atomotic Absorption Spectrometer (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kandungan Pb pada daging kerang totok adalah 0,015 – 0,036 mg/kg yang masih di bawah standar baku mutu berdasarkan BPOM Nomor 9 Tahun 2022 sebesar 1,0 mg/kg. Sedangkan rata-rata kandungan Zn adalah 0,112 – 0,210 mg/kg dan masih di bawah standar baku mutu berdasarkan BPOM No.03725/B/SK/VII/1989 sebesar 100 mg/kg. Berdasarkan persamaan regresi linear, hubungan antara kandungan logam Pb dan Zn dengan ukuran kerang memiliki nilai slope (b) positif dan korelasi (r) kuat. Nilai EDI logam Pb dan Zn masih di bawah RfD yang mengindikasikan masih dalam batas aman. THQ logam Pb dan Zn bernilai < 1 dan TR berada pada kategori TR < 10-6 yang menunjukkan bahwa tidak ada risiko non-karsinogenik dan karsinogenik akibat konsumsi kerang.Natural and anthropogenic activities surrounding Segara Anakan Lagoon are sources of Pb and Zn heavy metal inputs and affect mud clam (Polymesoda erosa) as sessile and filter feeder animals. This research intended to determine the heavy metal content in clam meat, the correlation between heavy metal content in the clam and clam size, and the potential human health risks associated with consuming mud clam based on Estimated Daily Intake (EDI), Target Hazard Quotient (THQ), and Target Cancer Riskk (TR). The sampling method employed for the survey was purposive random sampling at six stations with two repetitions. The heavy metal content in clam meat was analysed using Atomotic Absorption Spectrometer (AAS). The study’s findings indicated that the average Pb content in mud clam meat was between 0,015 to 0,036 mg/kg, which was below the quality standard established by NA-DFC Number 9 of 2022, which was 1 mg/kg. On the other hand, the average Zn content was between 0,112 to 0,210 mg/kg, which was below the NA-DFC No.03725/B/SK/VII/1989 quality standard of 100 mg/kg. The linear regression equation demonstrates a positive slope (b) value and a strong correlation (r) between Pb and Zn metal content and clam size. The EDI values of Pb and Zn metals were below the RfD, indicating they were within a safe boundary. THQ of Pb and Zn metals are < 1, and TR was < 10-6, revealing that clam consumption poses no non-carcinogenic or carcinogenic risk.
3700944170H1A020022RANCANG BANGUN RECTIFIER BUCK BOOST CHOPPER UNTUK
PENGISIAN BATERAI BERSUMBER PEMBANGKIT LISTRIK
TENAGA BAYU (PLTB)
PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu) merupakan salah satu teknologi pemanfaatan sumber energi terbarukan berupa angin menjadi energi listrik. PLTB bekerja dengan memanfaatkan energi angin sebagai penggerak turbin yang terhubung dengan generator. Tegangan yang dihasilkan oleh PLTB tidak stabil karena bergantung pada kecepatan angin. Ketidakstabilan tegangan dapat mempengaruhi kesehatan dan umur baterai. Selain itu listrik yang dihasilkan PLTB pada umunya berpolaritas AC (Alternating Current) sehingga pada rangkaian pengisian daya baterai dibutuhkan converter AC ke DC. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat rangkaian pengisian daya baterai dengan menggunakan rectifier buck boost chopper yang berfungsi mengkonversi arus AC menjadi arus DC dan juga menstabilkan tegangan agar tegangan yang dipakai untuk pengisian daya baterai menjadi lebih stabil dan sesuai dengan spesifikasi dari baterai yang digunakan agar baterai tidak cepat rusak.
Pada tahap awal penelitian dilakukan studi literatur, penyusunan proposal serta mempersiapkan alat dan bahan. Kemudian dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan yang meliputi perancangan rangkaian pada simulator serta pembuatan alat. Tahap selanjutnya pengujian yang terdiri dari pengujian recitifer, pengujian buck boost chopper dan pengujian karakteristik pengisian baterai.
Hasil simulasi PSIM menunjukan rentan tegangan input pada buck boost chopper sebesar 1.4 V – 325 V dan pada sisi output sebesar 23.4V – 24.1V dengan kecepatan angin bervariasi dari 1m/s hingga 15m/s. Rangkaian simulasi rectifier buck boost chopper berhasil menyearahkan tegangan AC dari PMSM serta menstabilkan tegangan keluaran pada rentan 24V DC. Sedangkan hasil penelitian prototype 3 phase rectifier berhasil menyearahkan gelombang AC ke DC namun riple tegangan cukup tinggi. Pengujian buck boost chopper dengan suplai 0-30 V DC berhasil distabilkan ke 24V DC. Artinya prototype mampu menaikkan (boost) dan menurunkan (buck) tegangan dengan baik sesuai dengan setpoint yang diinginkan. Pada proses pengisian baterai BMS terdapat hubungan antara arus dan tegangan terhadap kapasitas terisi dari modul baterai BMS. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rangkaian simulasi bekerja sesuai dengan yang diharapkan dan perlu sedikit penyesuaian pada prototype rectifier buck boost chopper agar dapat bekerja dengan sempurna.
Wind Turbine is one of the renewable energy utilization technologies that convert wind energy into electrical energy. PLTB works by harnessing wind energy to drive a turbine connected to a generator. The voltage produced by PLTB is unstable because it depends on the wind speed. Voltage instability can affect the health and lifespan of batteries. Additionally, the electricity generated by PLTB is typically in AC (Alternating Current) polarity, so a converter from AC to DC is needed in the battery charging circuit. The aim of this research is to design a battery charging circuit using a buck-boost chopper rectifier, which functions to convert AC current into DC current and stabilize the voltage to make it suitable for battery charging according to the specifications of the batteries used, thus preventing premature battery damage.
The initial stage of the research involves literature review, proposal preparation, and preparation of tools and materials. This is followed by the implementation stage, which includes circuit design on a simulator and device fabrication. The next stage is testing, which consists of rectifier testing, buck- boost chopper testing, and battery charging characteristic testing.
The simulation results from PSIM show an input voltage range at the buck-boost chopper of 1.4 V – 325 V and an output voltage range of 23.4V –
24.1V with wind speeds varying from 1m/s to 15m/s. The simulated rectifier buck- boost chopper circuit successfully rectifies the AC voltage from PMSM and stabilizes the output voltage at the range of 24V DC. Meanwhile, the prototype testing results of the 3-phase rectifier successfully rectify the AC waveform into DC but with a relatively high voltage ripple. The buck-boost chopper testing with a supply of 0-30 V DC successfully stabilizes it to 24V DC. This indicates that the prototype is capable of both boosting and bucking the voltage effectively according to the desired setpoint. During the battery charging process, there is a relationship between the current and voltage with the capacity filled by the BMS battery module. In conclusion, the simulation circuit operates as expected, and minor adjustments are needed for the rectifier buck-boost chopper prototype to function perfectly.
3701039864A1C018071Pengaruh Suhu Terhadap Kualitas Gabah Pada Proses Pengeringan Gabah Menggunakan Mesin Rotary Dryer Berbahan Bakar Gas LPG (Liquefied Petroleum Gas)Proses pengeringan pada industri pertanian merupakan hal yang penting pada fase pascapanen untuk mengubah gabah sebelum menjadi beras. Pengeringan menggunakan sinar matahari akan terkendala oleh cuaca yang tidak pasti sehingga dikembangkan alat pertanian seperti Rotary Dryer karena lebih efisien dan efektif. Rotary Dryer memiliki kelebihan hasil pengeringan yang lebih bagus dan berkualitas serta hasil gabah juga dapat kering secara merata sebab alat ini bergerak berputar otomatis secara kontinyu. Komponen alat yang digunakan untuk mendukung cara kerja mesin rotary dryer antara lain gearbox, dynamo, konveyor, thermostat, burner, tabung silinder, PLC (Programmable Logic Controller). PLC merupakan komponen utama dari mesin rotary dryer yang berfungsi untuk mengontrol dan memonitor suhu pengeringan selama proses pengeringan berlangsung dengan menyesuaikan kondisi air gabah yaitu kondisi I 18%-22% suhu 50°C-60°C, kondisi II 23%-27% suhu 60°C-70°C, dan kondisi III 28%-32% suhu 70°C-80°C karena kadar air gabah pada setiap gabah berbeda-beda sehingga diperlukannya perlukan sebagai acuan untuk penentu pada pengeringan gabah yang dilakukan dengan massa total gabah yaitu 500kg dalam dua kali ulangan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh suhu pengeringan terhadap laju pengeringan mesin rotary dryer, mengetahui perlakuan suhu pengeringan terbaik pada proses pengeringan mesin rotary dryer, mengetahui kualitas gabah pada pengeringan mesin rotary dryer, dan mengetahui analisis ekonomi mesin pengering rotary Dryer. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimental. Variabel dan pengukuran yang digunakan pada penelitian ini antara lain suhu, massa, waktu, jumlah putaran Rpm, kadar air, biaya. Pengaruh suhu dalam penelitian ini diambil data suhu pada 3 titik (pangkal, tengah, ujung) silinder dan suhu thermostat. Kadar air gabah sangat berpengaruh pada jalannya cara kerja mesin rotary dryer ini karena untuk mengetahui kadar air awal gabah sebelum dan sesudah melakukan proses pengeringan menggunakan bahan bakar gas LPG.The drying process in the agricultural industry is important in the post-harvest phase to convert grain before it becomes rice. Drying using sunlight will be constrained by uncertain weather so that agricultural tools such as Rotary Dryer are developed because they are more efficient and effective. Rotary Dryer has the advantage of better drying results and quality and the results of grain can also dry evenly because this tool moves automatically rotating continuously. The components of the tool used to support the workings of the rotary dryer machine include gearbox, dynamo, conveyor, thermostat, burner, cylinder tube, PLC (Programmable Logic Controller). PLC is the main component of a rotary dryer machine that functions to control and monitor the drying temperature during the drying process by adjusting the condition of the grain moisture content, namely condition I 18%-22% temperature 50°C-60°C, condition II 23%-27% temperature 60°C-70°C, and condition III 28%-32% temperature 70°C-80°C because the condition of grain moisture content in each grain is different so that treatment is needed as a reference for determining the drying of grain carried out with a total mass of grain of 500 kg in two replicates. The way the PLC works itself if it reaches the temperature at the setting point, the stove will turn on and off. The purpose of this study was to determine the effect of drying temperature on the drying rate of the rotary dryer machine, to determine the best drying temperature treatment in the drying process of the rotary dryer machine, to determine the quality of grain in the drying of the rotary dryer machine, and to determine the economic analysis of the rotary dryer drying machine. The research method used in this research is the experimental method. The variables and measurements used in this study include temperature, mass, time, number of Rpm rotations, moisture content, and cost. The effect of temperature in this study was taken temperature data at 3 points (base, center, end) of the cylinder and thermostat temperature. Grain moisture content is very influential on the workings of this rotary dryer machine because it is to determine the initial moisture content of grain before and after the drying process using LPG gas fuel.
3701139865A1C018018UJI PERFORMANSI SISTEM IRIGASI TETES UNTUK BUDIDAYA TANAMAN SERAI WANGI (Cymbopogon nardus L.) PADA SKALA POLYBAG TANAH MARGINALPeningkatan produktivitas tanaman seraiwangi yang memiliki potensi dan nilai ekonomi yang tinggi serta dapat tumbuh di berbagai kondisi lahan. lahan marginal merupakan lahan yang dapat digunakan untuk budidaya seraiwangi, dengan mengoptimalkan pegelolaan irigasi tepat dan pemupukan berimbang pada lahan marjinal untuk meningkatkan produktivitas seraiwangi dengan kajian yang komprehensif dan strategis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performansi teknis dan fungsional dari penerapan variasi debit dan jadwal irigasi tetes terhadap pertumbuhan tanaman serai wangi dan menentukan debit dan jadwal irigasi yang efektif dan efisien untuk budidaya tanaman seraiwangi pada skala polybag tanah marjinal. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 taraf perlakuan, yaitu variasi jadwal irigasi [per hari (TI1), per 3 hari (TI3), per 5 hari (TI5)] dan lama pemberian air selama 5 menit yang diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati antara lain variabel performansi irigasi tetes [debit irigasi, SU, EU, dan flushing velocity] dan variabel pertumbuhan serai wangi [Tinggi tanaman dan berat biomaasa kering]. Data pengamatan dianalisis secara statistik (ANOVA,∝=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jadwal irigasi berpengaruh nyata terhadap nilai debit dan flushing velocity dengan nilai optimal debit 0,388 L/menit dan v sebesesar 0,098 m/s. dilihat dari pertumbuhan dan produktivitas air tanaman nilai optimal terdapat pada TI3 dengan 0,0148 g/ml menghasilkan berat kering 114 gram dan tinggi tanaman 101,3 cm. Jadwal irigasi per 5 hari (TI5) sangat potensial untuk diaplikasikan pada budidaya serai wangi lahan marjinalIncreased productivity of lemongrass plants that have high potential and economic value and can grow in various land conditions. Marginal land is land that can be used for lemongrass cultivation, by optimizing proper irrigation management and balanced fertilization on marginal land to increase lemongrass productivity with a comprehensive and strategic study.This study aims to determine the technical and functional performance of the application of discharge variations and drip irrigation schedules to the growth of citronella plants and determine effective and efficient discharge and irrigation schedules for the cultivation of lemongrass plants on a marginal soil polybag scale. The study was conducted using the Complete Randomized Design (RAL) method with 2 levels of treatment, namely variations in irrigation schedules [per day (TI1), per 3 days (TI3), per 5 days (TI5)] and the duration of water administration for 5 minutes which was repeated 3 times. The variables observed included drip irrigation performance variables [irrigation discharge, SU, EU, and flushing velocity] and citronella growth variables [Plant height and dry biomass weight]. Observational data were analyzed statistically (ANOVA,∝=0.05). The results showed that the irrigation schedule had a significant effect on the value of discharge and flushing velocity with an optimal discharge value of 0.388 L / min and v of 0.098 m / s. judging from the growth and water productivity of plants the optimal value was found in TI3 with 0.0148 g / ml resulting in a dry weight of 114 grams and a plant height of 101.3 cm. The irrigation schedule per 5 days (TI5) has the potential to be applied to the cultivation of citronella on marginal lands.
3701239862I1A019012EVALUASI PELAKSANAAN PENGELOLAAN SAMPAH DI BANK SAMPAH CIAMIS (BSC) KABUPATEN CIAMIS JAWA BARATLatar Belakang : Peningkatan timbulan sampah di Kabupaten Ciamis terjadi setiap tahun. Rata-rata timbulan sampah mengalami peningkatan sebanyak 39,42% tahun 2020 dan pada tahun 2021 terjadi peningkatan sebanyak 2,07%. Inovasi Kabupaten Ciamis dengan dibentuknya Bank Sampah Ciamis (BSC) dengan target pengurangan timbulan sampah sebanyak 30%. Akan tetapi, target tersebut masih belum tercapai oleh BSC sehingga diperlukan evaluasi dari lima aspek pengelolaan sampah.
Metode : Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian eksploratif. Penelitian ini dilakukan di Bank Sampah pada bulan Desember 2022 - Maret 2023. Subjek penelitian melibatkan 7 informan diperoleh dengan purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis isi dengan pendekatan tematik.
Hasil Penelitian : 1) Aspek kelembagaan masih belum sesuai dengan Permen LH No.13 Tahun 2012 karena target pengurangan timbulan sampah belum tercapai, 2) Aspek regulasi dalam pengelolaan sampah di BSC yang sudah sesuai dengan regulasi nasional maupun daerah, 3) Aspek pembiayaan sudah sesuai dengan SNI 3242-2008 tetapi masih menjadi kendala karena pembiayaan operasional secara mandiri, 4) Aspek teknis operasional dilihat dari lima unsur manajemen pada unsur money belum sesuai karena pembiayaan tidak di dukung dana APBD serta; 5) Aspek peran serta masyarakat Kabupaten Ciamis dalam pengelolaan sampah sudah sesuai dengan SNI 3242-2008 tetapi masih banyak yang belum memiah sampah.
Kesimpulan : Pengelolaan sampah yang dilakukan di Bank Sampah Ciamis (BSC) sebagai wujud penurunan timbulan sampah yang ada di Kabupaten Ciamis. Evaluasi dilakukan berdasarkan lima aspek pengelolaan sampah dan masih memerlukan perbaikan dalam mencapai target penurunan sampah dengan bantuan dana APBD dalam operasional pengelolaan sampah. Selain itu, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat perlu ditingkatkan agar pengelolaan sampah dapat dilakukan.
Background: The increase in trash heap in Ciamis Regency occurs every year. The average trash heap has increased by 39.42% in 2020 and in 2021 there has been an increase of 2.07%. Innovations of Ciamis Regency is the establishment Ciamis Waste Bank (CWB) with a target of reducing trash heap by 30%. However, this target has not been achieved by the BSC, so an evaluation of five aspects of waste management is required.
Methods: Research using qualitative research methods with exploratory research design. This research was conducted at the Ciamis Waste Bank in December 2022-March 2023. The research subjects involved 7 informants obtained by purposive sampling. Data analysis used content analysis with a thematic network approach.
Research Results: : 1) The institutional aspect is still not in accordance with Regulation Minister of Environment No. 13 of 2012 because the target of reducing trash heap has not been achieved, 2) Regulatory aspects in waste management at the BSC are in accordance with national and regional regulations, 3) The financing aspect is in accordance with SNI 3242-2008 but is still be constraint because operational financing is still independent, 4) Operational technical aspects seen from the five elements of management in the money element are not yet appropriate because the financing is not supported by APBD funds and ; 5) The aspect of community participation in Ciamis Regency in waste management is in accordance with SNI 3242-2008 but there are still many people in Ciamis Regency have not sorted the waste.
Conclusion: Waste management carried out at the Ciamis Waste Bank (CWB) is a form of reducing trash heap in Ciamis Regency. Evaluation is carried out based on five aspects of waste management and still requires improvement in achieving the waste reduction target with the help of APBD funds in waste management operations. In addition, socialization and education to the community needs to be improved so that all people in Ciamis Regency carry out waste management.
3701339866A1A116019KAJIAN PENDAPATAN USAHATANI KOPI RAKYAT DI DESA RAHTAWU, KECAMATAN GEBOG, KABUPATEN KUDUSDesa Rahtawu merupakan salah satu desa yang berada di lereng Gunung Muria yang secara geografis memiliki ketinggian 700 mdpl. Terdapat beberapa komoditas tanaman perkebunan yang diusahakan oleh petani di desa Rahtawu, salah satunya adalah kopi. Kopi merupakan salah satu tanaman perkebunan yang diusahakan oleh warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan hidup petani di Desa Rahtawu terutama petani yang berada di dataran tinggi. Produksi kopi rata-rata petani di desa Rahtawu sebesar 3 ton beras kopi, dan 12 ton buah kopi. Kegiatan usahatani kopi Desa Rahtawu terdiri dari petani yang mengusahakan kopi beras dan kopi buah. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui apakah keuntungan penjualan kopi beras lebih tinggi dari usahatani kopi buah Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. 2) apakah efisiensi usahatani kopi beras lebih tinggi dari usahatani kopi buah di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.
Metode penelitian yang dilakukan menggunakan stratified random sampling dengan 3 strata yang didasarkan pada luas lahan yang diusahtanikan oleh petani. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan, R/C Ratio, dan analisis uji beda rata-rata.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) keuntungan usahatani dari petani yang menjual kopi dalam bentuk beras lebih besar dari petani kopi yang menjual kopi dalam bentuk buah dengan total hasil keuntungan dari penjualan beras kopi sebesar Rp 724.555.500 per tahun dan keuntungan rata-rata sebesar Rp 8.105.487 per petani per tahun dengan Harga beras kopi Rp 20.000 per kg. Sedangkan total hasil keuntungan dari penjualan buah kopi sebesar Rp 96.296.200 per tahun dan keuntungan rata-rata petani sebesar Rp 2.406.771 dengan harga buah kopi Rp 5.000 per kg. 2) Usahatani kopi di Desa Rahtawu merupakan usahtani yang efisien dan layak untuk diusahakan dengan nilai R/C ratio > 1 baik untuk usahatani kopi beras maupun kopi buah dimana nilai R/C ratio berturut-turut sebesar 1,81 dan 2,19. Berdasarkan Hasil uji beda nyata menunjukkan nilai signifikansi 0,001 yang berarti nilai signifikansi <0,05 maka Ha diterima bahwa terdapat perbedaan signifikan (nyata) antara rerata pendapatan pada usahatani kopi beras dan kopi buah.
Rahtawu Village is one of the villages located on the slopes of Mount Muria which geographically has an altitude of 700 meters above sea level. There are several plantation crop commodities cultivated by farmers in Rahtawu village, one of which is coffee. Coffee is one of the plantation crops cultivated by local residents to meet the needs of farmers in Rahtawu Village, especially farmers who are in the highlands. The average coffee production of farmers in Rahtawu village is 3 tons of coffee rice and 12 tons of coffee cherries. Rahtawu Village coffee farming activities consist of farmers who cultivate rice coffee and fruit coffee. This study aims to: 1) find out whether the profit from rice coffee sales is higher than fruit coffee farming in Rahtawu Village, Gebog District, Kudus Regency. 2) is the efficiency of rice coffee farming higher than fruit coffee farming in Rahtawu Village, Gebog District, Kudus Regency.
The research method used was stratified random sampling with 3 strata based on the area of land cultivated by farmers. The types of data used are primary data and secondary data. The data analysis used is income analysis, R/C ratio, and analysis of the average difference test.
The results showed that 1) the farming profits of farmers who sell coffee in the form of rice are greater than those of coffee farmers who sell coffee in the form of fruit with a total profit from the sale of coffee rice of IDR 724,555,500 per year and an average profit of IDR 8,105 .487 per farmer per year with a coffee rice price of IDR 20,000 per kg. Meanwhile, the total profit from the sale of coffee cherries is Rp. 96,296,200 per year and the average profit of farmers is Rp. 2,406,771 at a price of Rp. 5,000 per kg of coffee. 2) Coffee farming in Rahtawu Village is an efficient and feasible farming business with an R/C ratio > 1 for both rice coffee and fruit coffee farming where the R/C ratio values are respectively 1.81 and 2.19. Based on the results of the real difference test, it shows a significance value of 0.001, which means a significance value of <0.05, so Ha is accepted that there is a significant (significant) difference between the average income in rice coffee and fruit coffee farming.
3701439867F1A019001Perlindungan HUkum Terhadap Anak Di Bawah Umur Korban Pencabulan Di Wilayah Hukum Polresta Banyumas Dalam Perspektif Sosiologi HukumWilayah Kabupaten Banyumas mencatat kasus kekerasan terhadap anak yang muncul tahun 2019 s/d tahun 2021 sebanyak 96 kasus dan 52 kasus diantaranya kasus pencabulan. Kasus-kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur yang tercatat menjadi dasar perlunya upaya perlindungan serta penegakan hukum yang jelas serta tegas dalam menangani dan menanggulangi tindak pidana tersebut. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui tindak pidana pencabulan dengan korban anak di bawah umur jika ditinjau dalam perspektif sosiologi hukum, mengetahui perlindungan hukum yang diberikan oleh Unit PPA Polresta Banyumas terhadap anak di bawah umur yang menjadi korban pencabulan, serta mengidentifikasi kendala-kendala dalam memberikan perlindungan hukum terhadap anak di bawah umur yang menjadi korban pencabulan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Data primer penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam serta observasi di lapangan di Unit PPA Polresta Banyumas, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari penelusuran kepustakaan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi, dan juga dokumentasi. Hasil penelitian ini bahwa perlindungan hukum tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur telah dilakukan oleh Unit PPA Satreskrim Polresta Banyumas secara maksimal sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan berpedoman kepada Undang-Undang Tentang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 melalui upaya preventif dan upaya represif. Upaya preventif berupa pemberian penyuluhan hukum kepada masyarakat dengan melakukan pendekatan melalui Pemda, Pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat, serta tokoh agama di setiap desa. Upaya represif yaitu upaya penanggulangan setelah terjadinya tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur yang terdiri dari tahapan penerimaan laporan, penangkapan, pemeriksaan, penyelidikan/penyidikan dan sebagainya. Hambatan yang dihadapi diantaranya keterbatasan alat bukti dan saksi, tidak adanya laporan, keterbatasan ruang gerak pihak kepolisian. Untuk mengatasi hambatan tersebut, solusi dari unit PPA Satreskrim Polresta Banyumas adalah melakukan koordinasi dengan berbagai lembaga terkait seperti Pemda, BAPAS, Dinsos, UPTD PPA Kabupaten Banyumas, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta yayasan sekolah untuk bersama-sama memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat dalam perlindungan hukum tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Banyumas Regency area recorded 96 cases of violence against children that appeared from 2019 to 2021 and 52 of these cases were cases of sexual abuse. Recorded cases of sexual abuse of minors form the basis for the need for clear and firm law enforcement and protection efforts in dealing with and overcoming these crimes. This study focuses on knowing the crime of sexual abuse with victims of minors when viewed from a sociological perspective of law, knowing the legal protection provided by the Banyumas Police PPA Unit to minors who are victims of sexual abuse, and identifying the obstacles faced by the Unit. PPA Banyumas Polresta in providing legal protection for minors who are victims of sexual abuse.
This research is a type of desciptive qualitative reseach using a phenomenological approach conducted at the PPA Unit of the Banyumas Police. Primary data sources were obtained through in- depth interviews and field observations, while secondary data sources were obtained from literature searches. Data collection techniques were carried out by means of in-depth interviews, observation, and also documentation. From the results of this study it can be concluded that the maximum legal protection for the crime of sexual abuse of minor has been carried out by the Banyumas Police Criminal Investigation Unit PPA in accordancde with Standard Operating Procedures (SOP) and guided by the law on child protection numver 35 of 2014 through efforts preventive and repressive measures.
Preventive efforts include providing legal conseling to the community by approaching the local government, village government, Bhabinkamtibmas, Babinsa, community leaders, and religious leaders in each village. Repressive efforts, namely efforts to deal with after the occurrence of criminal acts of obscenity agains minors which consist of the stages of receiving reports, arrests, examinations, investigations. The obstacles faced included limited evidance and witnesses, no reports, limited space for the police to move. To overcome these obstacles, the solution from the Banyumas Police Criminal Investigation Unit PPA is to coordinate with varous related institutions such as the Regional Government, BAPAS, Social Services, UPTD PPA Banyumas Regency, Bhabinkamtibmas, Babinsa, village government, community leaders, religious leaders, and scholl foundations to jointly together to provide maximum service to the community in the legal protection of criminal acts of obscenity agains minors in Banyumas Regency.

3701539868J1A016011Translation Strategies and Singability of Indonesian Dubbed Soundtrack in We Bare Bears Animated TV SeriesKonsentrasi penelitian ini terletak pada penerapan strategi penerjemahan dan bagaimana strategi tersebut dapat mencapai singability. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang diterapkan saat menerjemahkan sulih suara dalam sebuah lagu dan untuk menjelajahi singability pada terjemahan lagu yang disulih-suarakan. Teori-teori yang diterapkan dalam penelitian ini adalah strategi-mikro penerjemahan oleh Schjoldager, dkk (2008) dan penggabungan model singability pada lagu yang disulih-suarakan yang diajukan oleh Khoshaligheh dan Ameri (2016). Model tersebut merupakan adaptasi dari dua teori, yaitu Pentathlon Principles (2003) oleh Low dan Layers of Singability (2008) oleh Franzon. Selain itu, pre-existing music sebagai ciri khas singability akan disertakan dan lip-synchronization sebagai salahsatu komponen penting dalam sulih suara juga akan dipertimbangkan dalam analisis. Data dari penelitian ini adalah sebuah lagu yang terdiri dari 15 pasang baris dalam versi bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dari animasi TV berjudul We Bare Bears. Untuk menjawab dan menjelaskan pertanyaan pada rumusan masalah, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Kemudian, semua aspek pre-existing music dipertahankan dalam versi terjemahan yang mengindikasikan bahwa lagu versi terjemahan memiliki karakteristik singability dimana struktur musik tetap dipertahankan keasliannya. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa mayoritas aspek singability juga tercapai; yaitu prosodic match, sense, dan naturalness yang tercapai dalam keseluruhan 15 baris sementara poetic dan semantic reflexive match tercapai pada total 14 baris. Selanjutnya, terdapat tujuh strategi-mikro penerjemahan yang diterapkan pada keseluruhan data. Mayoritas dari strategi yang diterapkan adalah condensation dengan enam kali penerapan diikuti dengan deletion yang diterapkan empat kali dalam menerjemahkan keseluruhan lagu. Penerapan kedua strategi tersebut memperkuat adanya usaha untuk menghasilkan kesesuaian jumlah suku kata dengan versi aslinya dimana terjemahan yang panjang dilakukan pemampatandan beberapa unit dihapus untuk mencapai kesesuaian jumlah suku kata dengan tidak merusak pola ritmenya.This research concerns on the implementation of translation strategies and how those strategies could lead to singability of the song translation. The aims of this research are to analyze the strategies applied in translating a dubbed song and to explore singability of the song translation in a dubbed song. The theories applied in conducting this research are the translation microstrategy by Schjoldager, et al (2008) and a merged model of singability proposed by Khoshaligheh and Ameri (2016) which is a merging from two models, that are Low’s Pentathlon Principles (2003) and Franzon’s Layers of Singability (2008). Additionally, the pre-existing music as characteristic of singability will be included and lip-synchronization as an essential component in dubbing will also be taken into account in this analysis. The data of this research is a soundtrack consisting of 15 pairs of lines in both English and Indonesian version from We Bare Bears Animated TV Series. To answer and explain the research questions, the researcher employs descriptive qualitative method. Conforming to the result of the analysis, the pre-existing music aspects are all preserved in the translation which indicates that the translated soundtrack has the characteristic of singability where the music’s structure is kept original. Then, most aspects of singability are achieved; they are prosodic match, sense, and naturalness that are achieved in all 15 lines while poetic and semantic reflexive match are achieved in total of 14 lines. Furthermore, there are seven translation microstrategies implemented in all the data. The most frequently used translation microstrategies are condensation with six times implementation in translating the whole soundtrack followed by deletion with four times implementation in translating the whole soundtrack. The implementation of these two most frequent translation microstrategies reinforce that there is an effort to strive producing the same syllable count as in the original version in which the lengthy translation is condensed and some items are deleted to achieve corresponding syllable count and to not devastate the rhythm pattern.
3701639869F1C017088POLA KOMUNIKASI PASANGAN PERNIKAHAN DINI DALAM
MEMPERTAHANKAN HUBUNGAN DI DESA WANAREJA
KABUPATEN CILACAP
Pernikahan merupakan sebuah keputusan untuk berkomitmen yang diambil
oleh kedua pasangan sebagai sebuah bentuk pengikat janji agar dapat
diresmikan dan diakui secara norma, agama, serta hukum. Berdasarkan
data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018 Kabupaten Cilacap memiliki
lima kecamatan yang dinyatakan berada pada zona merah lantaran
tingginya angka pernikahan dini yang mencapai di atas 10 persen dari angka
keseluruhan pernikahan yang terjadi. Kecamatan tersebut meliputi,
Dayeuhluhur, Kampung Laut, Kesugihan, Wanareja dan Cimanggu.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan paradigma
konstruktivisme. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah
observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa
ada faktor-faktor yang mempengaruhi pernikahan dini di Desa Wanareja
Kabupaten Cilacap adalah : Faktor Ekonomi, Faktor Orang Tua, Faktor
Sosial, Faktor Pendidikan dan Faktor Pribadi. Faktor ekonomi. Pola
komunikasi keluarga sangat penting untuk menjelaskan semuanya, banyak
orang yang salah memahami makna pesan yang salah dikomunikasikan
karena pola komunikasi yang salah. Berbeda dengan pola komunikasi yang
diakibatkan oleh usia muda dan tingkat emosi pasangan suami istri yang
tidak stabil, keluarga menikah muda lebih rentan terhadap pertengkaran
karena sangat sulit bagi mereka untuk menyesuaikan diri dengan
pasangannya.
Marriage is a decision to commit which is taken by both partners as a form
of binding promise so that it can be formalized and recognized according to
norms, religion, and law. Based on data from the Central Statistics Agency
(BPS) for 2018, Cilacap Regency has five sub-districts which are declared
to be in the red zone due to the high rate of early marriage which reaches
above 10 percent of the total number of marriages that occur. The districts
include, Dayeuhluhur, Kampung Laut, Kesugihan, Wanareja and Cimanggu.
This study uses qualitative research with a constructivism paradigm. Data
collection techniques used are observation, interviews, documentation. The
results of the study found that there were factors that influenced early
marriage in Wanareja Village, Cilacap Regency, namely: Economic Factors,
Parental Factors, Social Factors, Educational Factors and Personal Factors. economic factor. Family communication patterns are very important to
explain everything, many people misunderstand the meaning of the wrong
message being communicated because of the wrong communication
pattern. In contrast to communication patterns caused by young age and
unstable emotional levels of married couples, young married families are
more prone to fights because it is very difficult for them to adjust to their
partners.
3701744171E1A019200PEMBATALAN PERJANJIAN HOMOLOGASI ANTARA PT. PRAKARSA SEMESTA ALAM DAN PT. KDB TIFA FINANCE, TBK
(STUDI TERHADAP PUTUSAN NOMOR 39/PDT.SUS.PAILIT/2022/PN.NIAGA.JKT.PST Jo. NOMOR 175/PDT.SUS- PKPU/2020/PN.NIAGA.JKT.PST)
Perjanjian homologasi adalah perjanjian perdamaian yang berupa rencana pembayaran utang oleh debitur kepada kreditur yang sudah di sahkan oleh pengadilan. Perjanjian homologasi dapat dibatalkan dan diatur dalam pasal 1859 KUHPerdata tertulis bahwa perdamaian dapat dibatalkan bila telah terjadi kekeliruan mengenai orang yang bersangkutan atau pokok perselisihan.Oleh karena, itu pemohon meminta pengadilan untuk membatalkan perjanjian homologasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hakim untuk dapat membatalkan perjanjian homologasi dan akibat hukum dari pembatalan perjanjian homologasi bagi termohon. Metode penelitian yang digunakan yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan bahan hukum sekunder khususnya putusan Nomor 39/Pdt.Sus.Pailit/2022/PN.Niaga.Jkt.Pst JO Nomor 175/Pdt. SusPKPU/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan. Hasil dari penelitian memperoleh kesimpulan bahwa termohon telah lalai untuk memenuhi kewajibannya dalam perjanjian homologasi sehingga pengadilan menyatakan termohon pailit dengan segala akibat hukumnya. Oleh karena itu, penelitian ini diharap memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika pembatalan perjanjian homologasi dan akibat hukum bagi yang tidak dapat memenuhi isi dari perjanjian homologasi.The conciliation validation is a conformity settlement that takes the form of a debt repayment plan by the debtor to the creditor, which has been ratified by the court. The conciliation validation can be annulled and is regulated in Article 1859 of the Civil Code, which states that peace can be annulled if there has been an error regarding the person concerned or the subject of the dispute. Peace can be annulled in all respects if fraud or coercion has occurred. This study aims to determine the judge's considerations for canceling the conciliation validation and the legal consequences of the annulment of the conciliation validation for the respondent. The research method used is normative juridical with a legislative and and secondary legal materials, especially decision Number 39/Pdt.Sus.Pailit/2022/PN.Niaga.Jkt.Pst JO Nomor 175/Pdt. SusPKPU/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst. The results of the study obtained that the respondent has defaulted on fulfilling its obligations in the conformity validation and is declared bankrupt with all its legal consequences. Therefore, this research is expected to provide a significant contribution to understanding the dynamics of conciliation validation annulment and the legal consequences for those who unable to fulfill the content of the conciliation validation.
3701839870E1A019265PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN MINYAK GORENG SAWIT DENGAN LABEL YANG MENYESATKAN
BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAAN KONSUMEN
(STUDI PUTUSAN NOMOR 93/Pid.Sus/2022/PN Pwt)
Minyak goreng sawit adalah minyak goreng yang menggunakan bahan baku berasal dari kelapa sawit sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. Pelaku usaha tidak akan melewatkan terobosan baru untuk memproduksi segala macam jenis minyak, salah satunya yakni minyak goreng sawit. Hal ini dimanfaatkan oleh oknum pelaku usaha dengan memproduksi dan/atau memperdagangkan minyak goreng sawit dengan label yang menyesatkan kepada konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum bagi konsumen yang membeli minyak goreng sawit merek “LAPAMA” dalam Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 93/Pid.Sus/2022/PN Pwt berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Jenis data yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier yang dilakukan dengan studi kepustakaan. Data disajikan dalam bentuk uraian logis, sistematis, dan rasional kemudian dianalisis secara normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian pada putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 93/Pid.Sus/2022/PN Pwt, diketahui bahwa konsumen telah mendapatkan perlindungan hukum untuk melindungi hak konsumen sebagaimana diatur dalam Pasal 4 huruf a dan huruf c Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Bentuk perlindungan hukum tersebut dapat dilihat dengan dijatuhkannya sanksi pidana kepada Rachman Adi Nugroho bin Suwadi selaku pelaku usaha minyak goreng sawit merek LAPAMA dengan label yang menyesatkan berdasarkan Pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.
Palm cooking oil is cooking oil that uses raw materials derived from palm oil in accordance with statutory provisions. Business actors will not miss new breakthroughs in producing all kinds of oil, one of which is palm cooking oil. This is exploited by unscrupulous business actors by producing and/or trading palm cooking oil with labels that are misleading to consumers. This study aims to determine legal protection for consumers who buy Palm Cooking Oil with the LAPAMA brand in the Purwokerto District Court Decision Number 93/Pid.Sus/2022/PN Pwt based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection.
This research uses a normative juridical approach with analytical descriptive research specifications. The types of data used are primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials which is carried out by means of literature studes. The data presented in the form of logical, systematic, and rational descriptions and then analyzed qualitatively-normatively.
Based on the results of research on the decision of the Purwokerto District Court Number 93/Pid.Sus/2022/PN Pwt, it is known that consumers have received legal protection to protect consumer rights as stipulated in Article 4 letters a and c of Law Number 8 of 1999 Concerning Protection Consumer. This form of legal protection can be seen in the imposition of criminal sanctions on Rachman Adi Nugroho bin Suwadi as the business actor for Palm Cooking Oil with the LAPAMA brand with a misleading label based on Article 62 paragraph (1) of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection.
3701939872A1A017066STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI KAPULAGA SEBAGAI KOMODITAS UNGGULAN DI DESA SUNYALANGU KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMASDesa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menjadi daerah yang berpotensi untuk melakukan budidaya tanaman kapulaga. Namun, panjangnya saluran pemasaran menyebabkan keuntungan yang diterima petani kapulaga tidak maksimal. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan usahatani kapulaga sebagai komoditas unggulan di Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas; (2) Merumuskan strategi pengembangan yang tepat untuk diterapkan dalam pengembangan usahatani kapulaga sebagai komoditas unggulan di Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan secara purposive di Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas pada Bulan Agustus 2022. Sasaran penelitian yaitu petani kapulaga di Desa Sunyalangu dengan jumlah sampel 42 orang. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskrtiptif, analisis internal-eksternal (IE), analisis SWOT, dan analisis QSPM. Berdasarkan hasil analisis evaluasi faktor strategis internal menghasilkan skor sumbu horizontal (X) sebesar 0,846. Berdasarkan hasil analisis evaluasi faktor strategi eksternal menghasilkan skor sumbu vertikal (Y) yaitu sebesar 1,254. Maka, strategi analisis SWOT usahatani kapulaga berada pada kuadran I atau mendukung strategi agresif. Strategi SO (strength - opportunities) digunakan dalam memaksimalkan kekuatan dan peluang, yaitu Pengoptimalan produktivitasdan Membuat kerja sama tertulis dengan Perhutani. Selain itu, berdasarkan analisis QSPM, menunjukkan bahwa strategi terbaik untuk pengembangan komoditi kapulaga adalah strategi pengoptimalan produktivitas dengan nilai STAS sebesar 6,817.Sunyalangu Village, Karanglewas District, Banyumas Regency, Central Java, is an area with the potential to cultivate cardamom plants. However, the length of the marketing channel means that the benefits received by cardamom farmers are not optimal. The aims of this study were: (1) to identify internal and external factors that influence the development of cardamom farming as a leading commodity in Sunyalangu Village, Karanglewas District, Banyumas Regency; and (2) to formulate appropriate development strategies to be applied in the development of cardamom farming as a leading commodity in Sunyalangu Village, Karanglewas District, Banyumas Regency. The research was carried out purposively in Sunyalangu Village, Karanglewas District, Banyumas Regency, in August 2022. The research targets were cardamom farmers in Sunyalangu Village, with a total sample size of 42 people. The data analysis used was descriptive analysis, internal-external (IE) analysis, SWOT analysis, and QSPM analysis. Based on the results of the evaluation analysis of internal strategic factors, it produces a horizontal axis score (X) of 0,846. Based on the results of the analysis and evaluation of external strategic factors, the vertical axis score (Y) is 1,254. Thus, the SWOT analysis strategy for cardamom farming is in quadrant I and supports an aggressive strategy. The SO (strength - opportunities) strategy is used in maximizing strengths and opportunities, namely optimizing productivity and making written collaboration with Perhutani. In addition, based on the QSPM analysis, the best strategy for developing cardamom commodities is a productivity optimization strategy with a STAS value of 6,817.​
3702039873I1E019011Pengaruh Latihan Skipping Terhadap Power Otot Tungkai, Kekuatan Otot Perut Dan Kemampuan Heading Pada Tim Sepak Bola FIKes Sport ClubAbstrak

PENGARUH LATIHAN SKIPPING TERHADAP POWER OTOT
TUNGKAI, KEKUATAN OTOT PERUT, DAN KEMAMPUAN
HEADING PADA TIM SEPAK BOLA FIKES SPORT CLUB
Muhamad Rifqi Ridho1, Muhammad Syafei2, Rifqi Festiawan2

Latar Belakang: Hasil observasi yang dilakukan untuk mengetahui power otot tungkai kepada 15 pemain, ditemukan bahwa 13,33% baik, 40% sedang, dan 46,67% rendah. kemudian untuk mengetahui kekuatan otot perut kepada 15 pemain, ditemukan bahwa 26,67% sedang, 66,67% rendah, dan 6,67% sangat rendah. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan antara pemain sepakbola FSC dengan norma tes. Salah satu latihan untuk meningkatkan power otot tungkai, kekuatan otot perut dan kemampuan heading adalah latihan skipping.

Metodologi: penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain one group pretest posttest design. Jumlah sampel 15 pemain. Teknik analisis data menggunakan uji-t nilai signifikasi <0,05 yang dibantu aplikasi SPSS versi 25.

Hasil Penelitian: Menunjukkan terdapat pengaruh latihan skipping terhadap power otot tungkai, kekuatan otot perut, dan kemampuan heading pada tim sepakbola FSC dengan signifikasi 0,000.

Kesimpulan: Terdapat pengaruh latihan skipping terhadap power otot tungkai, kekuatan otot perut, kemampuan heading yang ditinjau dari hasil uji paired sample t-test yang mendapatkan signifikansi 0,000.


1Mahasiswa Pendidikan Jasmani Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
2Dosen Pendidikan Jasmani Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
Abstract

EFFECT OF SKIPPING EXERCISE ON LEG MUSCLE POWER, ABDOMINAL MUSCLE STRENGTH, AND HEADING
ABILITY ON THE FIKES SPORT CLUB
FOOTBALL TEAM
Muhamad Rifqi Ridho1, Muhammad Syafei2, Rifqi Festiawan2

Background: From the results of observations made to determine the leg muscle power of 15 players, it was found that 13.33% of the players were in the good category, 40% were in the medium category, and 46.67% were in the low category. Then to find out the abdominal muscle strength of 15 players, it was found that 26.67% were in the moderate category, 66.67% were in the low category, and 6.67% were in the very low category. The results show that there are differences between FSC soccer players and test norms. One of the exercises to increase leg muscle power and abdominal muscle strength is the skipping exercise.

Methodology: this research is an experimental research with a one group pretest posttest design. The number of samples is 15 players. The data analysis technique used a t-test with a significance value of <0.05 which was assisted by the SPSS version 25 application.

Results: Shows that there is an effect of skipping exercises on leg muscle power and abdominal muscle strength to support FSC football heading ability with a significance of 0.000.

Conclusion: There is an effect of skipping exercise on leg muscle power, abdominal muscle strength, and an increase in leg muscle power and abdominal muscle strength to support heading ability in terms of the results of the paired sample t-test which obtains a significance of 0.000.


1Student in Physical Education, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University
2Lecturer in Physical Education, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University