Artikelilmiahs

Menampilkan 36.961-36.980 dari 49.002 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3696139824I1C019027ANALISIS POTENSI INTERAKSI OBAT ANTIVIRUS PADA PASIEN RAWAT INAP COVID-19 DI RSUD DR. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGALatar belakang: Antivirus pada pengobatan COVID-19 memiliki peranan penting karena obat ini dapat mencegah replikasi dari virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan banyak manifestasi klinis pada pasien Namun, dalam pengobatan COVID-19 juga digunakan obat lain dengan jumlah banyak (polifarmasi) secara bersamaan yang dapat berpotensi menyebabkan adanya reaksi yang tidak diinginkan, seperti interaksi obat.
Tujuan: mengetahui frekuensi penggunaan obat antivirus, persentase potensial serta mekanisme, tingkat keparahan dan manajemen interaksi obat antivirus dengan obat lain, dan faktor yang mempengaruhi jumlah potensi interaksi obat antivirus pada pasien COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. R. Goeteng periode Oktober 2020-November 2021.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan metode deskriptif. Data yang digunakan berasal dari rekam medis pasien RSUD Dr. R. Goeteng periode Oktober 2020-November 2021. Pengambilan data dilakukan pada bulan Oktober 2022 sampai April 2023. Data dianalis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank.
Hasil: Potensi interaksi obat yang ditemukan pada pasien COVID-19 rawat inap di RSUD Dr. R. Goeteng yang menerima terapi antivirus dalam penelitian ini berada pada kategori minor (61,35%), moderate (33,44%), dan mayor (5,21%). Lebih dari 50% pasien COVID-19 rawat inap di RSUD Dr. R. Goeteng mengalami kejadian potensial interaksi obat dengan paling banyak 1-2 kejadian interaksi tiap pasiennya (50,88%). Potensial interaksi obat paling banyak terjadi dengan tingkat keparahan minor sebanyak 400 (61,35%) dan pada fase farmakokinetik sebanyak 438 (67,18%).
Kesimpulan: Sebagian pasien COVID-19 rawat inap di RSUD Dr. R. Goeteng berpotensi mengalami kejadian interaksi obat. Potensi interaksi obat yang dialami tidak dipengaruhi oleh peningkatan usia, jumlah obat, lama rawat inap, dan jumlah diagnosis penyerta
Background: Antivirals in COVID-19 treatment play an important role as they can prevent the replication of the SARS-CoV-2 virus, which causes many clinical manifestations in patients. However, other drugs are also used in COVID-19 treatment in large quantities (polypharmacy) simultaneously, which can potentially cause unwanted reactions, such as drug interactions.
Purpose: Understanding the frequency of antiviral drug use, the potential percentage, mechanisms, severity level, and management of antiviral drug interactions with other drugs, and factors that influence the potential number of antiviral drug interactions in COVID-19 patients at Dr. R. Goeteng Regional General Hospital during the period of October 2020 to November 2021.
Methods: This study used an observational design with a descriptive method. The data used in this study were obtained from the medical records of patients at Dr. R. Goeteng Regional General Hospital during the period of October 2020 to November 2021. Data collection was carried out from October 2022 to April 2023. The data were analyzed using univariate and bivariate analysis using the Spearman Rank test.
Results: The potential drug interactions found in COVID-19 inpatients receiving antiviral therapy at Dr. R. Goeteng Regional General Hospital were categorized as minor (61.35%), moderate (33.44%), and major (5.21%). More than 50% of COVID-19 inpatients at Dr. R. Goeteng Regional General Hospital experienced potential drug interactions, with most patients having 1-2 interaction events (50.88%). The majority of potential drug interactions occurred at a minor severity level, with 400 cases (61.35%), and during the pharmacokinetic phase, with 438 cases (67.18%).
Conclusion: Some COVID-19 inpatients at Dr. R. Goeteng Regional General Hospital are at risk of experiencing drug interactions. The potential drug interactions experienced by these patients are not affected by increasing age, the number of drugs, length of hospital stay, and the number of comorbid diagnoses.
3696239823L1A018044Attachment dan Jumlah Produksi Byssus Juvenil Kerang Hijau (Perna viridis) Pada Substrat yang BerbedaPenelitian ini berjudul ”Attachment dan Jumlah Produksi Byssus Juvenil Kerang Hijau (Perna viridis) Pada Substrat yang Berbeda”. Kerang hijau (Perna viridis) merupakan salah satu komoditas hasil sumberdaya laut yang bernilai ekonomi tinggi. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui tingkat penempelan juvenil kerang hijau pada jenis substrat yang berbeda dan mengetahui jumlah byssus yang diproduksi juvenil kerang hijau pada jenis substrat yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Experimental. Penelitian ini menggunakan enam perlakuan yaitu kelompok tali cakil (A), tali kain (B), tali goni (C), tali cakil+jaring (D), tali kain+jaring (E), dan tali goni+jaring (F) dengan pengamatan selama 24 jam dan 48 jam. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan tingkat penempelan dan jumlah produksi byssus juvenil kerang hijau pada waktu pengamatan 24 jam dan 48 jam terhadap enam jenis substrat tali. Penempelan juvenil kerang hijau terbaik pada waktu pengamatan 24 jam dan 48 jam terdapat pada tali goni+jaring (F), tali goni+jaring (C), dan tali kain (B) secara berurutan sebesar 60±0,02%, 55,85±0,08%, dan 48,33±0,00%. Pengamatan jumlah produksi byssus tertinggi pada waktu pengamatan 24 jam dan 48 jam terdapat pada tali goni+jaring (F) dan tali cakil+jaring (D) sebesar 39±3,46 byssus dan 30±2,33 byssus. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jenis substrat memiliki potensi berpengaruh terhadap jumlah penempelan juvenil kerang hijau dan produksi byssusnya.This study entitled "Attachment and Total Production of Byssus Green Mussel (Perna viridis) on Different Substrates". Green mussel (Perna viridis) is one of the marine resource commodities with high economic value. The aim of this study was to determine the attachment level of juvenile green mussels to different types of substrates and to determine the amount of byssus produced by juvenile green mussels on different types of substrates. The method used in this study is the Experimental method. This study used six treatments, namely the rope group (A), the cloth rope (B), the jute rope (C), the cakil rope + net (D), the cloth rope + net (E), and the jute rope + net (F) with observation for 24 hours and 48 hours. The results of this study were that there were differences in the degree of attachment and the amount of juvenile green mussel byssus production at 24 hours and 48 hours of observation for six types of string substrates. The best attachment of juvenile green mussels at 24 hours and 48 hours of observation were on jute rope + net (F), jute rope + net (C), and cloth rope (B) respectively of 60 ± 0.02%, 55.85 ±0.08%, and 48.33±0.00%. Observation of the highest amount of byssus production at 24 hours and 48 hours of observation was found in jute rope + net (F) and cakil rope + net (D) of 39 ± 3.46 byssus and 30 ± 2.33 byssus. So it can be concluded that the type of substrate has the potential to influence the amount of green mussel juvenile attachment and byssus production.
3696339827I1C019023Analisis Potensi Interaksi Obat Antikoagulan pada Pasien Fibrilasi Atrium di RSUD Prof. Dr. Margono SoekarjoLatar Belakang: Fibrilasi atrium adalah gangguan irama jantung yang paling umum terjadi yang ditandai dengan kontraksi atrium yang tidak terkoordinasi dan respon ventrikel yang cepat. Penggunaan obat secara politerapi pada pasien fibrilasi atrium dapat meningkatkan kejadian interaksi obat dengan obat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai potensi interaksi obat antikoagulan pada pasien fibrilasi atrium.
Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif menggunakan data rekam medis pasien fibrilasi atrium periode Januari 2019-Desember 2021 di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan database Lexicomp pada UpToDate, Drugs Interaction Checker pada Drugs.com, dan Drug Info pada Merck Manual.
Hasil: Terdapat 324 pasien yang dianalisis dengan rincian 320 pasien memiliki potensi interaksi obat (98,90%) dan 4 pasien tidak memiliki potensi interaksi obat (1,10%). Potensi interaksi obat berdasar mekanisme terbagi menjadi tiga yaitu potensi interaksi obat farmakokinetika (25,38%), farmakodinamika (34,62%), dan tidak diketahui (40,00%). Tingkat keparahan potensi interaksi obat major terjadi pada 7,21% kasus, moderate 83,27% kasus, minor 8,41% kasus, dan N/A 1,12% kasus.
Kesimpulan: Terdapat potensi interaksi obat antikoagulan dengan obat lain pada pasien fibrilasi atrium dengan jumlah terbanyak pada mekanisme potensi interaksi obat tidak diketahui (40,00%) dan tingkat keparahan moderate (83,27%).
Background: Atrial fibrillation is the commonest heart rhythm disorder which is indicated by the uncoordinated atrial contraction and rapid ventricle response. The use of poly therapeutic medication in atrial fibrillation patients can increase the occurrence of drug-drug interactions. This research aims to give information about the anticoagulant potential drug-drug interaction in atrial fibrillation patients.
Methodology: This study is retrospective research that uses medical record data of atrial fibrillation patients from January 2019 to December 2021 in Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital. This research is analyzed with a descriptive method by using the database in Lexicomp on UpToDate, Drugs Interaction Checker on Drugs.com, and Drug Info on Merck Manual.
Result: There are 324 patients analyzed in which 320 cases have potential drug-drug interaction (98,90%) and 4 cases do not have potential drug-drug interaction (1,10%). Based on its mechanism, the potential drug-drug interaction is divided into three categories which are pharmacokinetics (25,38%), pharmacodynamics (34,62%), and unknown potential drug-drug interactions (40,00%). The severity level of potential drug-drug interaction appears in 7,21% of cases at the major level, 83,27% of cases at the moderate level, 8,41% of cases at the minor level, and 1,12% of cases at N/A.
Conclusion: Unknown potential drug-drug interaction mechanism (40,00%) and moderate severity level (83,27%) are the most cases found in anticoagulant potential drug-drug interaction in atrial fibrillation patient.
3696439728L1A019009Analisis Kandungan Logam Berat Kadmium (Cd) dan Kromium (Cr) pada Kerang Totok (Polymesoda erosa) di Perairan Segara Anakan, CilacapPada perairan Segara Anakan ditemukan logam Cd dan Cr yang dapat berbahaya bagi biota perairan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapatnya kandungan logam Cd dan Cr pada daging Kerang Totok (Polymesoda erosa), mengetahui hubungan antara kandungan kedua logam pada individu kerang berdasarkan ukuran tubuh, serta mengetahui potensi risikonya terhadap kesehatan manusia berdasarkan EDI, THQ, dan TR. Hasil penelitian menunjukkan kandungan rata-rata Cd sebesar 0,0155 mg/kg - 0,0645 mg/kg dan Cr sebesar 0,0135 mg/kg - 0,0495 mg/kg pada kerang yang masih jauh dari ambang batas yang digunakan. Berdasarkan analisis regresi linear, hubungan antara kandungan logam Cd dan Cr dengan ukuran tubuh menghasilkan nilai b (slope) positif dengan koefisien relasi (r) cenderung kuat. Potensi risiko yang diukur dengan EDI, THQ dan TR memiliki nilai yang berada dibawah standar aman, menunjukkan kerang totok yang diteliti tidak melebihi nilai asupan maksimum dan jika dikonsumsi dalam jangka waktu panjang termasuk ke dalam kategori belum terdapat risiko. Sehingga risiko penyebab kanker belum terdeteksi.In Segara Anakan Lagoon, Cd and Cr metals are found which can be harmful to aquatic biota. This study aims to determine the presence of Cd and Cr metal content in mud clam (P. erosa) meat, determine the relationship between the content of both metals in individual clams based on body size, and determine the potential risk to human health based on EDI, THQ, and TR. The results showed an average Cd content of 0.0155 mg/kg - 0.0645 mg/kg and Cr of 0.0135 mg/kg - 0.0495 mg/kg in mussels which is still far from the threshold. Based on linear regression analysis, the relationship between Cd and Cr metal content and body size resulted in a positive b (slope) value with the relationship correlation (r) to be strong. The potential risk measured by EDI, THQ and TR had values that were below the safe standard, indicating that the mud clam studied did not exceed the maximum intake value and if consumed over a long period of time, it will includ in the category of no risk. So the risk of causing cancer has not been detected.
3696539846I1E016037PROFIL KEBUGARAN JASMANI SANTRI TAHFIDZUL QUR’AN PONDOK PESANTREN AL-JAUHARIYAH SOKARAJA BANYUMAS TAHUN 2022Latar belakang : Kebugaran jasmani adalah kondisi jasmani yang berhubungan dengan kemampuan dalam melakukan pekerjaan secara efisien. Aktivitas fisik dan kegiatan olahraga untuk menjaga kebugaran jasmani santri diperoleh melalui kegiatan sehari-hari, pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, kegiatan eksrakurikuler bela diri dan olahraga senam santri. Tingkat kebugaran jasmani santri program TahfidzulQur’an belum diketahui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kebugaran jasmani santri TahfidzulQur’an Pondok Pesantren Al-Jauhariyah Sokaraja Kabupaten Banyumas.
Metode penelitian : Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah santri Ponpes Al-Jauhariyah Kabupaten Banyumas tahun 2022. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pada penelitian ini sampel yang diambil berjumlah 20 santri putra dan putri. Penelitian ini menggunakan instrumen TKJI tahun 2010.
Hasil penelitian : Hasil penelitian menyatakan bahwa 10-20 % santri memiliki tingkat kesegaran jasmani kategori sedang, 50-80 % santri memiliki tingkat kesegaran jasmani kategori kurang, 10-30% santri memiliki tingkat kesegaran jasmani kurang sekali, dan tidak ada santri yang memiliki tingkat kesegaran jasmani dalam kategori baik dan baik sekali.

Kesimpulan : Dari semua Santri Putra dan Putri tidak ada yang mendapatkan kategori baik sekali. Dari 20 Santri Putra dan Putri mendapatkan rata rata dengan kategori kurang.
Based on observations on extracurricular participants at SMPN 3 Margasari, they already have the ability to play volleyball which is quite good, but in carrying out the technique of passing over they are still lacking in mastery. This can be seen from the results of the passing assessment of volleyball extracurricular participants and the results of interviews with coaches as well as volleyball extracurricular coaches.. This research goals to find out the influence of hanging ball training models on the ability of upper passing to improve the passing ability of volleyball. This study is a Pre-Experimental study using the One Group Pretest-Posttest Designapproach. The instrument used to measure top passing ability is the American Association For Health, Physical Education, And Recreation (AAHPER) Volleyball Skill Test. The sample used was an extracurricular participant of SMPN 3 margasari as many as 21 children, with a total sampling technique. That there is a significant influence hanging ball practice model can improve the passing ability of volleyball with a count of 15.425 and signification values p 0.000 < 0.05. Mwill be able to make a decision thatH0 is rejected and Ha is accepted. There is a significant influence on the hanging ball training model. The hanging ball training model improves the upper passing ability because it has many variations.
3696641724J1A019019A Sociolinguistics Analysis of Women and Men’s Language Features in Dive Studios PodcastsPenelitian ini merupakan sebuah bentuk analisis dari fitur bahasa perempuan dan laki-laki yang digunakan oleh pembawa acara podcast Get Real milik Dive Studio. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan fitur bahasa oleh perempuan dan laki-laki menggunakan teori Coates (2013) dan untuk mengidentifikasi faktor sosial budaya di balik penggunaannya menggunakan teori Qi Pan (2011). Metode penelitian kualitatif digunakan untuk menganalisis teks dari naskah video. Dapat ditarik dua kesimpulan, yaitu: Coates berfokus pada tujuh fitur bahasa; pujian, umpatan dan bahasa tabu, tanggapan minimal, derajat keraguan, pertanyaan, penanda pertanyaan, dan arahan-perintah. Analisis menunjukan semua fitur bahasa muncul di hasil penelitian dan pertanyaan sebagai fitur bahasa yang paling sering muncul. Walaupun terdapat perbedaan mengenai penggunaan fitur bahasa, laki-laki dapat menggunakan fitur bahasa perempuan dan begitupun sebaliknya bergantung dengan faktor yang mempengaruhinya seperti faktor budaya, konteks dan lingkungan. Faktor sosial dan budaya memiliki pengaruh terhadap penggunaan fitur bahasa. Proses sosialisasi telah menstereotipkan kepribadian perempuan dan penggunaan bahasa mereka. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan untuk penelitian selanjutnya dengan topik yang serupa tentang fitur bahasa terutama di era modern ini banyak konten menarik yang bermunculan di media sosial.This research is an analysis of women and men language features used by hosts of Dive Studio’s Get Real podcast. The aims of this research are to identify the use of language features by both men and women using Coates’s theory (2013) and to identify the socio-cultural factors behind the use of women and men language features using Qi Pan’s theory (2011). The writer applies a qualitative research method by using text analysis of the video transcript. The researcher draws two conclusions: 1) Coates concentrates on seven features of conversational practice. Those are compliments, swearing and taboo language, minimal responses, hedges, questions, tag questions, and command-directs. Questions are the most common language features found in the results. Factors like culture, context, and environment influence how people use language features. 2) Social factors and cultural factors both have an influence on the use of language features. Socialization process has stereotyped how women and men’s personality and their language use. This research is hoped to be the foundation for further research in the same topic of language features in gendered communities within limited topics especially in this modern era with a lot of interesting content in social media.
3696741751A1C016033DAMPAK PENGGUNAAN ALAT DAN MESIN PERTANIAN TERHADAP PRODUKSI JAGUNG DI KECAMATAN JERUKLEGIPembangunan sektor pertanian utamanya bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Peningkatan produksi pangan dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya yaitu dengan menggunakan alat dan mesin pertanian yang dapat mendukung dalam budidaya pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alat dan mesin yang digunakan untuk budidaya jagung, kapasitas alat mesin pertanian untuk budidayaa jagung dan menganalisis perbedaan dampak penggunaan mekanisasi pertanian produksi jagung dengan tanpa menggunakan mekanisasi (konvensional) berdasarkan kapasitas alat dan mesin pertanian budidaya jagung di Desa Sawangan Kecamatan Jeruklegi.
Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, yaitu metode dengan teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan berdasarkan sampel yang memiliki informasi lebih luas. Variabel yang diaamati yaitu ketersediaan alat dan mesin pertanian budidaya jagung dan luas lahan untuk budidaya jagung. Data hasil penelitian diperoleh dari BPP Kecamatan Jeruklegi dan juga wawancara dengan petani di Desa Sawangan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 4 jenis alat mesin pertanian yaitu seeder, hand sprayer, corn sheller dan vertivcal dryer. Kapasitas seeder yaitu mampu menanam benih jagung hingga luas 0,17 hektar dalam waktu satu hari. Hand sprayer elektrik mampu bekerja hingga 1 hektar dalam waktu satu hari. Corn sheller memiliki 2 tipe yaitu kecil dan besar dengan masing-masing mesin mampu memipil jagung 4,5 ton dan 7,5 ton dalam waktu sehari. Vertical dryer mampu mengeringkan jagung hingga 5,5 ton dalam satu hari. Penggunaan mekanisasi pertanian budidaya jagung berdampak pada waktu produksi jagung di Desa Sawangan Kecamatan Jeruklegi.
Development of the agricultural sector primarily aims to increase food production to meet community needs. Increasing food production can be done in various ways, one of which is by using agricultural tools and machines that can support agricultural cultivation. This study aims to determine the tools and machines used for corn cultivation, the capacity of agricultural machine tools for corn cultivation and analyze the differences in the impact of using agricultural mechanization for corn production without using (conventional) mechanization based on the capacity of agricultural tools and machines for corn cultivation in Sawangan Village, Jeruklegi District.
This study uses a purposive sampling method, namely a method with a sampling technique of data sources with consideration based on a sample that has more extensive information. The variables observed were the availability of agricultural tools and machines for corn cultivation and the area of land for corn cultivation. Research data were obtained from BPP Jeruklegi District and also interviews with farmers in Sawangan Village.
The results of this study indicate that there are 4 types of agricultural machinery, namely seeders, hand sprayers, corn shellers and vertical dryers. Seeder capacity is able to plant corn seeds up to an area of 0.17 hectares in one day. Electric hand sprayer is able to work up to 1 hectare in one day. Corn sheller has 2 types, namely small and large with each machine capable of shelling 4.5 tons and 7.5 tons of corn in a day. Vertical dryers are capable of drying up to 5.5 tons of corn in one day. The use of agricultural mechanization of corn cultivation has an impact on the timing of corn production in Sawangan Village, Jeruklegi District.
3696839830E1A019037UPAYA HUKUM KASASI YANG DIKABULKAN TERHADAP PUTUSAN BEBAS PERKARA TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN ANAK DI BAWAH UMUR (Studi Putusan MA Nomor 1949 K/Pid.Sus/2019 jo Putusan PN Nomor 677/Pid.Sus/2018/PN Cbi)Secara teoritis berdasarkan ketentuan pasal 244 KUHAP, terhadap putusan bebas tidak dapat diajukan upaya hukum kasasi. Namun dalam praktek selama ini, Jaksa Penuntut Umum telah beberapa kali mengajukan kasasi terhadap putusan bebas dan beberapa di antaranya di kabulkan oleh Mahkamah Agung. Pro dan kontra terhadap putusan bebas (vrijspraak) yang dapat diajukan upaya hukum menjadi persoalan bagaimana ketidakserasian antara hukum materil dan hukum formil. Dalam penelitian terhadap putusan MA Nomor 1949 K/Pid.Sus/2019 jo Putusan PN Nomor 677/Pid.Sus/PN Cbi ini yang menjadi identifikasi masalah adalah apakah pertimbangan hukum Hakim Mahkamah Agung yang mengabulkan permohonan kasasi oleh JPU sudah sesuai dengan Pasal 244 KUHAP serta akibat hukum dari dikabulkannya permohonan Kasasi oleh Mahkamah Agung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif dengan Spesifikasi Penelitian Preskriptif. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini berdasarkan pada data sekunder dan disajikan dalam bentuk teks naratif dengan metode analisis normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketentuan dalam mengajukan Upaya hukum kasasi penegak hukum dapat menerobos ketentuan Pasal 244 KUHAP dengan didasarkan Keputusan Menteri Kehakiman tentang Tambahan Pedoman Pelaksanaan KUHAP (TPP KUHAP), yurisprudensi dalam kasus Raden Sonson Natalegawa, Doktrin, serta putusan MK dengan nomor 114/PUU-X/2012 yang menyatakan frasa “kecuali terhadap putusan bebas” tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat.Theoretically, based on the provisions of Article 244 of the Criminal Procedure Code, an acquittal cannot be filed against an acquittal. However, in practice so far, the Public Prosecutor has several times appealed against the acquittal and several of these have been granted by the Supreme Court. The pros and cons of acquittals (vrijspraak) that can be filed for legal action become a matter of how incompatible the material law and formal law are. In the research on the Supreme Court decision No. 1949 K/Pid.Sus/2019 in conjunction with the PN Decision No. 677/Pid.Sus/PN.Cbi, the identification of the problem is whether the legal considerations of the Supreme Court Judge who granted the cassation request by the Public Prosecutor are by Article 244 of the Criminal Procedure Code. as well as the legal consequences of the granting of the cassation request by the Supreme Court. The method used in this research is a normative juridical approach with Prescriptive Research Specifications. The data source used in this study is based on secondary data and is presented in the form of narrative text using qualitative normative analysis methods. The results of the study show that the provisions in filing cassation efforts by law enforcers can bypass the provisions of Article 244 of the Criminal Procedure Code based on the Decree of the Minister of Justice concerning Additional Guidelines for the Implementation of the Criminal Procedure Code (TPP KUHAP), jurisprudence in the case of Raden Sonson
Natalegawa, Doctrine, and the Constitutional Court's decision number 114/PUU - X/2012 which states the phrase "except for acquittals" does not have binding legal force.
3696944161J1D020046Konflik Psikologis Tokoh Utama dan Pendidikan Karakter pada Novel A+ Karya Ananda Putri.Dilihat dari pengembangan dan penyelesaian konflik tokoh utama pada novel A+ dianggap dapat dijadikan pembelajaran pendidikan karakter untuk membentuk karakter yang lebih positif serta dapat diterapkan oleh pembaca di kehidupan sehari-hari. Tujuan
dari penelitian ini yaitu menjelaskan konflik psikologis tokoh utama pada novel A+ karya
Ananda Putri berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud dan mendeskripsikan nilainilai pendidikan karakter yang terdapat pada konflik psikologis tokoh utama dalam novel A+ karya Ananda Putri serta menjelaskan keterkaitan antara konflik psikologis tokoh
utama dengan nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat pada novel A+ karya Ananda
Putri. Metode penelitian yang akan digunakan yaitu metode penelitian kualitiatif yang
bersifat deskriptif. Data dan sumber data yang digunakan dalam penelitian yakni berupa
kutipan narasi maupun percakapan dan beberapa sumber lain seperti buku dan jurnal.
Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik baca, simak, dan catat. Teknik
analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis naratif. Hasil dari analisis
penelitian ditemukan 72 data konflik psikologis tokoh utama berdasarkan teori
psikoanalisis Sigmund Freud dan 84 data dari 14 nilai pendidikan karakter yang terdapat
pada konflik psikologis tokoh utama berdasarkan teori nilai pendidikan karakter
menurut Kemendiknas serta keterkaitan antara konflik psikologis dengan nilai
pendidikan karakter dalam novel A+ karya Ananda Putri.
Based on the development and resolution of the main character's conflict in the novel A+, it is considered that it can be used as a character education lesson to create a positive
character that can be used by readers in their daily lives. The purpose of the research is
psychological conflict of the main character in novel A+ by Ananda Putri based on Sigmund Freud's psychoanalysis theory and describe the character education values that are found
in psychological conflict of the main character in novel A+ by Ananda Putri and then explain
the correlation between psychological conflict of the main character and character education values contained in novel A+ by Ananda Putri. The research method that will be
used is descriptive qualitative research method. Data and data sources used in the research are in the form of quotes of narratives or conversations and some other sources such as books and journals. The data collection techniques are reading, listening, and recording techniques. Data analysis techniques in this study used narrative analysis techniques. Results of the research analysis found 72 data of the main character's psychological conflict
based on Sigmund Freud's psychoanalysis theory and 84 data of 14 character education
values contained in the main character's psychological conflict based on the theory of
character education values according to the Kemendiknas and the relation between
psychological conflict and character education values in the novel A+ by Ananda Putri.
3697039831I1C019029Analisis Potensi Interaksi Obat Kortikosteroid dan Obat Simtomatik Pada Pasien COVID-19 Rawat Inap RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata PurbalinggaLatar Belakang: Terapi untuk penatalaksanaan COVID-19 memiliki perkembangan yang dinamis dan melibatkan penggunaan obat-obat yang termasuk dalam kategori off-label. Hal ini dapat meningkatkan risiko interaksi obat pada pasien COVID-19 rawat inap yang mempunyai komorbiditas dan gejala klinis terkait COVID-19.
Metodologi: Penelitian dilakukan secara observasional dengan melihat data rekam medis pasien. Data yang digunakan adalah data rekam medis yang lengkap pada pasien COVID-19 yang menggunakan obat kortikosteroid dan obat simtomatik serta pasien yang tidak dalam kondisi hamil. Potensi interaksi obat dianalisis menggunakan website Lexicomp-drug interact. Data juga dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi data dan secara bivariat untuk meliat korelasi faktor.
Hasil penelitian: Total terdapat 403 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Mayoritas pasien berusia 46-55 tahun (25,06%), menggunakan rata-rata 9-14 obat (55,33%), memiliki durasi rawat inap lebih dari 6 hari (92,31%), memiliki diagnosis penyerta (61,04%) dan memilki setidaknya 1 potensi interaksi obat (84,62%). Todal ditemukan 1220 kejadian potensi interaksi obat dengan tingkat keparahan minor sebanyak 462 (37,87%), tingkat keparahan moderat sebanyak 709 (58,11%), dan tingkat keparahan mayor sebanyak 49 (4,02%). Korelasi positif ditemukan antara jumlah potensi interaksi obat dengan usia (r=0,198), durasi rawat inap (r=0,167), dan jumlah penggunaan obat (r=0,347). Sementara itu, tidak ditemukan korelasi antara jumlah potensi interaksi obat dengan diagnosis penyerta.
Kesimpulan: Terdapat korelasi antara usia, durasi rawat inap, dan jumlah penggunaan obat dengan jumlah potensi interaksi obat pada pasien COVID-19 inap di RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purablingga. Interaksi dengan tingkat keparahan moderat menjadi interaksi dengan jumlah kejadian paling banyak. Maka dari itu, penting untuk memantau pemberian obat, memodifikasi terapi, dan memantau efek yang mungkin muncul karena interaksi obat.
Background: COVID-19 therapy is dynamic and involves off-label drug use, which can increase the risk of drug interactions in inpatients with COVID-19 who also have comorbidities and COVID-19 related symptoms.
Objective: This research aims to give information about corticosteroid and symptomatic drug-drug interaction in COVID-19 patients.
Methodology: The research is conducted observationally by looking at patient medical record data. The data used is complete medical record data of COVID-19 patients who use corticosteroid and symptomatic drugs, as well as patients who are not pregnant. The potential drug interactions are analyzed using the Lexicomp-drug interact website. The data is also analyzed univariately to see the distribution of the data and bivariately to see the correlation of factors.
Result: There is a correlation between age, length of stay, and number of drugs used with the number of potential drug interactions in COVID-19 inpatients at RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purablingga. Moderate severity interactions had the highest occurrence rate. Therefore, it is crucial to monitor drug administration, modify therapy, and monitor potential side effects due to drug interactions.
3697144701H1D020055PENERAPAN TEKNOLOGI LOW-CODE PROGRAMMING DALAM PENGEMBANGAN APLIKASI PENCATATAN TRANSAKSI PETTY CASH MENGGUNAKAN PLATFORM OUTSYSTEMS (STUDI KASUS: PT BANK CENTRAL ASIA TBK)Proses pengembangan aplikasi konvensional sering menghadapi tantangan seperti penulisan kode yang ekstensif, waktu pengembangan yang panjang, biaya tinggi, dan kesulitan pemeliharaan serta penyesuaian dengan kebutuhan bisnis. Low-code programming hadir sebagai solusi dengan meminimalkan penulisan kode manual dan memungkinkan pembuatan aplikasi melalui antarmuka visual serta logika drag-and-drop. Penelitian ini menjelaskan penerapan low-code programming dalam pengembangan aplikasi pencatatan transaksi petty cash di PT Bank Central Asia Tbk, khususnya pada Divisi Corporate Communication & Social Responsibility. Metode agile yang digunakan meliputi tahapan plan, design, develop, test, deploy, review, dan launch. Studi kasus menggunakan platform OutSystems menunjukkan bahwa low-code programming meningkatkan efisiensi waktu pengembangan, kemudahan pemeliharaan, serta fleksibilitas dalam menyesuaikan kebutuhan bisnis. Aplikasi yang dikembangkan dapat langsung diintegrasikan ke lingkungan IT perusahaan, meningkatkan akurasi pencatatan dan pelaporan transaksi petty cash, serta memudahkan akses pengguna. Kesimpulannya, teknologi low-code programming efektif dalam pengembangan aplikasi bisnis kompleks dengan efisiensi waktu dan biaya.Conventional application development often faces challenges like extensive code writing, long development times, high costs, and difficulties in maintenance and customization. Low-code programming offers an innovative solution by minimizing manual coding and enabling application creation through visual interfaces and drag-and-drop logic. This research explains the application of low-code programming technology in developing a petty cash transaction recording application at PT Bank Central Asia Tbk, specifically in the Corporate Communication & Social Responsibility Division. The low-code approach allows for faster, more efficient, and easier-to-maintain application development. The research uses the agile method, covering plan, design, develop, test, deploy, review, and launch stages. This case study, using the OutSystems platform, shows significant benefits such as increased development time efficiency, ease of maintenance, and flexibility in meeting dynamic business needs. The developed application can be integrated into the company's existing IT environment, improving the accuracy of petty cash transaction recording and reporting, and providing easy user access. In conclusion, low-code programming technology proves to be an effective solution for developing complex business applications efficiently in terms of time and cost.
3697252329C1B022027Dampak Information Overload Terhadap Decision Postponement Dalam Pembelian Kosmetik dan Skincare Online Pada Generasi Z IndonesiaPesatnya perkembangan e-commerce di Indonesia meningkatkan paparan informasi pada konsumen Generasi Z dalam pembelian produk kosmetik dan skincare. Kondisi ini memicu kelebihan informasi yang dapat menyebabkan kebingungan konsumen serta respons psikologis berupa emosi negatif dan disonansi kognitif yang berdampak pada penundaan keputusan dalam konteks belanja produk kosmetik dan skincare online. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Information overload dan consumer confusion terhadap decision postponement dengan peran mediasi negative emotion dan cognitive dissonance. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan dari sebanyak 133 responden yang termasuk generasi Z berusia 18 hingga 28 tahun dan pernah memasukkan produk kosmetik dan skincare, namun tidak segera melakukan pembelian dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Data dianalisis menggunakan Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa information overload berpengaruh positif dan signifikan terhadap consumer confusion, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap decision postponement. Selanjutnya, consumer confusion berpengaruh positif dan signifikan terhadap decision postponement, negative emotion, dan cognitive dissonance. Negative emotion tidak berpengaruh signifikan terhadap decision postponement, sedangkan cognitive dissonance berpengaruh positif dan signifikan terhadap decision postponement. Selain itu, negative emotion tidak terbukti memediasi hubungan antara consumer confusion dan decision postponement, sedangkan cognitive dissonance terbukti memediasi hubungan tersebut secara positif dan signifikan.The rapid growth of e-commerce in Indonesia has increased Generation Z consumers’ exposure to information when purchasing cosmetics and skincare products. This situation has led to information overload, which can cause consumer confusion and psychological responses such as negative emotions and cognitive dissonance, resulting in decision postponement when shopping for cosmetics and skincare products online. This study aims to analyze the influence of information overload and consumer confusion on decision postponement, with negative emotion and cognitive dissonance acting as mediators. Using a quantitative approach, data were collected from 133 respondents who are Generation Z members aged 18 to 28 years and had viewed cosmetic and skincare products but did not make a purchase within the last three months. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results indicate that information overload has a positive and significant effect on consumer confusion but does not significantly affect decision postponement. Furthermore, consumer confusion has a positive and significant effect on decision postponement, negative emotion, and cognitive dissonance. Negative emotion does not have a significant effect on decision postponement, whereas cognitive dissonance has a positive and significant effect on decision postponement. Additionally, negative emotion was not found to mediate the relationship between consumer confusion and decision postponement, whereas cognitive dissonance was found to positively and significantly mediate this relationship.
3697339832F1F019043PERAN UNITED NATIONS ENTITY FOR GENDER EQUALITY AND THE EMPOWERMENT OF WOMEN DALAM PEMENUHAN HAK PEREMPUAN DAN ANAK PEREMPUAN AFGHANISTAN 2021-2022Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran United Nations Entity for Gender Equalty and the Empowerment of Women (UN Women) dalam pemenuhan hak perempuan dan anak perempuan di Afghanistan yang mana sejak pengambilalihan Afghanistan pada Agustus 2021, Taliban telah menerapkan serangkaian kebijakan yang membatasi pergerakan perempuan dan anak perempuan Afghanistan. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dan kerangka pemikiran Teori Peran Organisasi Internasional, penelitian menunjukan bahwa UN Women sebagai sebuah organisasi internasional yang memiliki peran sebagai instrumen, arena atau forum, dan aktor dalam sistem internasional melalui program dan kebijakannya telah berperan aktif dalam pemenuhan hak perempuan dan anak perempuan Afghanistan 2021-2022 meskipun terdapat berbagai tantangan dan hambatan selama pelaksanaannya.This research aims to find out the role of the United Nations Entity for Gender Equality and the Empowerment of Women (UN Women) in fulfilling the rights of women and girls in Afghanistan, where, since the takeover of Afghanistan in August 2021, the Taliban have implemented a set of policies that limit the movement of women and Afghan girls. By using descriptive research methods and the framework of International Organizations Role Theory, research shows that UN Women, as an international organization that has a role as an instrument, arena, forum, and actor in the international system through its programs and policies, has played an active role in fulfilling the rights of women and girls in Afghanistan in 2021–2022, even though there are various challenges and obstacles during its implementation.
3697439833I1A019088ANALISIS SPASIAL KEJADIAN COVID-19 DI KECAMATAN KOTA KABUPATEN KUDUS PERIODE JANUARI – APRIL
TAHUN 2021
Latar Belakang : Kasus COVID-19 menjadi kasus penyakit menular yang mendapat perhatian sejak tahun 2019 karena peningkatan kasus yang tajam dan terjadi hampir di seluruh dunia, salah satunya di Kabupaten Kudus. Kabupaten Kudus menjadi salah satu daerah yang memiliki jumlah kasus COVID-19 terbanyak dan meningkat secara cepat pada Tahun 2021 sehingga diperlukan kegiatan pencegahan dan penanggulangan yang tepat. Analisis spasial dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular seperti COVID-19 yang berhubungan dengan aspek lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran dan pengelompokan kejadian COVID-19 berdasarkan analisis spasial di Kecamatan Kota Kabupaten Kudus Periode Januari hingga April Tahun 2021.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian metode observasional dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah individu yang terkonfirmasi COVID-19 pada rentang waktu Januari hingga April Tahun 2021 di Kecamatan Kota Kudus sebanyak 257 orang. Penggunaan data yaitu data primer dengan mengambil titik koordinat rumah sampel penelitian menggunakan GPS dan wawancara serta data sekunder. Analisis yang digunakan yaitu univariat dengan SPSS, analisis overlay dan buffer menggunakan ArcGIS dan analisis clustering menggunakan SaTScan.
Hasil Penelitian: Kejadian COVID-19 di Kecamatan Kota Kudus periode Januari hingga April Tahun 2021 tersebar di seluruh kelurahan yang ada di Kecamatan Kota Kudus. Kelurahan dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi yaitu Mlati Norowito (8,2%). Responden didominasi oleh rentang umur 45-54 (19,1%), berjenis kelamin perempuan (54,9%), tidak bekerja (47,9%), tertular dari teman/tetangga (54,4%), tidak memiliki riwayat penyakit komorbid (59,1%), sudah melakukan vaksin hingga dosis 2 (71,6%). Analisis spasial menunjukkan kecenderungan kasus di wilayah dengan kepadatan penduduk 8001-12.000 jiwa/km2 (51,7%), wilayah dengan jumlah penerima bantuan sosial 801-1200 jiwa (36,6%), tempat tinggal dengan jarak kurang dari 250 meter dari fasyankes dan kurang dari 250 meter dari fasilitas umum, serta terdapat 4 cluster kejadian COVID-19.
Kesimpulan: Dinas Kesehatan perlu melakukan pencegahan dan penanggulangan peningkatan penyakit menular seperti COVID-19 dengan memperhatikan aspek lingkungan seperti sebaran fasyankes, sebaran fasilitas umum yang dapat menjadi tempat penularan yang cepat, kepadatan penduduk, dan jumlah penduduk yang perlu bantuan sosial.
Background: The COVID-19 case has become an infectious disease case that has received attention since 2019 because of a sharp increase in cases occurring almost all over the world, one of which is in Kudus Regency. Kudus Regency is one of the areas that has the most number of COVID-19 cases and is increase rapidly in 2021, so proper prevention and management activities are needed. Spatial analysis can be utilized in the prevention and control of infectious diseases such as COVID-19 which are related to environmental aspects. This study aims to determine the distribution and grouping of COVID-19 events based on spatial analysis in the City District of Kudus Regency from January to April 2021.
Method: This research is an observational research method with a case study design. The research subjects were individuals who were confirmed to have COVID-19 in the period from January to April 2021 in Kota Kudus District, totaling 257 people. The use of data is primary data by taking the coordinates of the research sample houses using GPS and interviews as well as secondary data. The analysis used is univariate with SPSS, overlay and buffer analysis using ArcGIS and clustering analysis using SaTScan.
Result: The incidence of COVID-19 in Kota Kudus District from January to April 2021 was spread across all sub-districts in Kota Kudus District. The sub-district with the highest number of COVID-19 cases was Mlati Norowito (8.2%). Respondents were dominated by the age range 45-54 (19.1%), female (54.9%), not working (47.9%), infected from friends/neighbors (54.4%), had no history of disease comorbid (59.1%), have done the vaccine up to dose 2 (71.6%). Spatial analysis shows a trend of cases in areas with a population density of 8001-12,000 people/km2 (51.7%), areas with a total number of recipients of social assistance 801-1200 people (36.6%), residences with a distance less than 250 meters from health facilities and less than 250 meters from public facilities, and there are 4 clusters of COVID-19 events.
Conclusion: The Health Office needs to prevent and deal with outbreaks of infectious diseases such as COVID-19 by paying attention to environmental aspects such as the distribution of health facilities, the distribution of public facilities that can become places of rapid transmission, population density, and the number of people who need social assistance.
3697539834I1C019039ANALISIS TARGET PROTEIN SENYAWA GALANGIN
PADA SEL MCF-7 KANKER PAYUDARA DENGAN METODE IN SILICO
Latar Belakang : Kanker payudara merupakan penyumbang kematian tertinggi pada kanker setelah kanker paru-paru di Indonesia. Kanker payudara menempati urutan pertama terkait dengan jumlah prevalensi kanker sebesar 12,6 % (68.858 kasus baru) dari total kejadian kanker di Indonesia (Globocan 2020). Sebagian besar kanker tidak sensitif terhadap pengobatan radioterapi/kemoterapi. Salah satu mekanisme utama yang mendasari adalah adanya penghambatan apoptosis pada sel yang disebabkan oleh peningkatan ekspresi protein anti-apoptosis BCl-2 dan penurunan protein apoptosis Bax. Galangin terbukti dapat membalikkan kejadian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme galangin meningkatkan ekspresi Bax dan menurunkan ekspresi BCl-2 melalui analisis bioinformatika. Selain itu dilakukan molecular docking untuk mengetahui profil penambatan protein yang memengaruhi ekspresi protein apoptosis tersebut.

Metodelogi : Penelusuran data dilakukan dengan menggunakan PubMed, STITCH, STRING, dan PDB. Data yang didapatkan dari STITCH dan STRING dibandingkan dengan gen MCF-7. Interaksi dari tiap protein diliat dari STRING dan Cytoscape untuk melihat top 10 hub gene. Protein yang potensial dilakukan simulasi docking untuk mengetahui nilai energi ikatan antara protein target dengan senyawa.
Hasil Penelitian : Hasil analisis bioinformatika diperoleh Top 10 hub gene yaitu TP53, STAT3, MYC, AKT1, CCND1, VEGFA, CTNNB1, JUN, GAPDH, dan EP300. Dari Top 10 hubgene dipilih AKT-1 sebagai protein target yang potensial dalam meningkatkan ekspresi Bax dan menurunkan ekspresi Bcl-2. Galangin berpotensi dalam menghambat AKT-1 karena galangin memiliki nilai energi ikatan (-8.1 kkal/mol) yang lebih rendah dari kontrol positif (tamoxifen dan capivasertib) berturut-turut sebesar -7.3 kkal/mol dan -7.9 kkal/mol.
Kesimpulan : Mekanisme galangin dalam meningkatkan ekspresi protein Bax dan menurunkan protein Bcl-2 adalah melalui penghambatan AKT-1.

Breast cancer is the highest contributor to cancer deaths after lung cancer in Indonesia. Breast cancer ranks first in relation to the prevalence of cancer of 12.6% (68,858 new cases) of the total incidence of cancer in Indonesia (Globocan 2020). Most cancers are not sensitive to radiotherapy/chemotherapy treatment. One of the main underlying mechanisms is the inhibition of apoptosis in cells caused by an increase in the expression of the anti-apoptotic protein BCl-2 and a decrease in the apoptotic protein Bax. Galangin is proven to be able to reverse the incident. This study aims to determine the mechanism by which galangin increases Bax expression and decreases BCl-2 expression through bioinformatics analysis and protein binding profiles that affect the expression of these apoptotic proteins by molecular docking. Data searches were performed using PubMed, STITCH, STRING, and PDB. Data obtained from STITCH and STRING were compared with genes that play a role in breast cancer. The interaction of each protein was seen from STRING and Cytoscape to see the top 10 hub genes. Results of bioinformatics analysis are top 10 hub gene (TP53, STAT3, MYC, AKT1, CCND1, VEGFA, CTNNB1, JUN, GAPDH, and EP300). From the top 10 hub genes that potential to increase Bax expression and decrease Bcl-2 is AKT-1. The potential protein were analyzed by molecular docking to know binding energy between the protein and the compound. Galangin has a potential to inhibit AKT-1 because it has a lower binding energy (-8.1 kkal/mol) than the positive control (tamoxifen and capivasertib) which has binding energy -7.3 kkal/mol and -7.9 kkal/mol. The galangin mechanism in increasing Bax protein expression and decreasing Bcl-2 protein is through AKT-1 inhibition.


3697639837L1C019017KEPADATAN SEL, POLA PERTUMBUHAN, DAN KANDUNGAN KAROTENOID Tetraselmis chuii PADA INTENSITAS CAHAYA BERBEDATetraselmis chuii merupakan mikroalga Chlorophyta yang mengandung senyawa bioaktif bersumber dari karotenoid. Intensitas cahaya merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kepadatan sel dan kandungan karotenoid T. chuii. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan sel, pola pertumbuhan, kandungan karotenoid, pengaruh intensitas cahaya berbeda terhadap kepadatan sel dan kandungan karotenoid, serta hubungan kepadatan sel dengan kandungan karotenoid T. chuii. Penelitian dilakukan secara eksperimental, dengan 3 perlakuan intensitas cahaya (A): 500 lux, (B): 1029 lux, dan (C): 2000 lux. T. chuii dikultur selama 7 hari dengan 3 kali ulangan setiap wadah. Selanjutnya dilakukan pengukuran karotenoid menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Data dianalisis dengan metode deskriptif komparatif, ANOVA, dan analisis korelasi. Hasil menunjukkan bahwa kepadatan sel tertinggi terdapat pada perlakuan (C) (295.753 ± 57.547) sel/mL dengan pola pertumbuhan sigmoid. Kandungan karotenoid tertinggi terdapat pada perlakuan (C) (0,150±0,047 – 0,243± 0,021) mg/m3. Intensitas cahaya berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kepadatan sel dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan karotenoid. Terdapat hubungan (0,036<0,05) antara kepadatan sel dengan kandungan karotenoid yang termasuk dalam kategori kuat (r = 0,607). T. chuii memberikan respon bervariasi terhadap perbedaan intensitas cahaya dan 2000 lux merupakan intensitas cahaya optimal untuk mendapatkan kepadatan sel dan kandungan karotenoid tinggi.Tetraselmis chuii is a Chlorophyta microalgae that contains bioactive compounds derived from carotenoids. Light intensity is one of the factors that affect the cell density and carotenoid content of T. chuii. This study aims to determine cell density, growth patterns, carotenoid content, the effect of different light intensities on cell density and carotenoid content, as well as the relationship between cell density and T. chuii carotenoid content. The study was conducted experimentally, with 3 treatments of light intensity (A): 500 lux, (B): 1029 lux, and (C): 2000 lux. T. chuii cultured for 7 days with 3 replications per container. Furthermore, measurements of carotenoids were carried out using a UV-Vis spectrophotometer. Data were analyzed by descriptive comparative method, ANOVA, and correlation analysis. The results showed that the highest cell density was found in treatment (C) (295.753 ± 57.547) cells/mL with a sigmoid growth pattern. The highest carotenoid content was found in treatment (C) (0,150 ± 0,047 – 0,243 ± 0,021) mg/m3. The light intensity had a very significant effect (P<0,01) on cell density and a significant effect (P<0,05) on carotenoid content. There is a relationship (0,036<0,05) between cell density and carotenoid content which is included in the strong category (r = 0,607). T. chuii gave various responses to differences in light intensity and 2000 lux was the optimal light intensity to obtain high cell density and carotenoid content.
3697739851L1A019024STATUS MUTU AIR WADUK PENJALIN BERDASARKAN PARAMETER FISIKA DAN KIMIA MENGGUNAKAN METODE STORET DAN INDEKS PENCEMARAN (IP)Waduk Penjalin merupakan salah satu waduk di Jawa Tengah, tepatnya terletak di Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Pemantauan kualitas air Waduk Penjalin merupakan salah satu hal yang penting untuk dilakukan karena berguna untuk memberikan gambaran atau informasi kualitas air di perairan tersebut, sehingga selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan arah dan strategi terkait perbaikan mutu air di Waduk Penjalin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status mutu air Waduk Penjalin berdasarkan metode STORET dan Indeks Pencemaran. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei dengan penentuan titik sampling dilakukan secara purposive random sampling yang terdiri dari 9 stasiun. Data kualitas air dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan dengan baku mutu air danau dan sejenisnya berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021, kemudian status mutu air ditentukan menggunakan metode STORET dan Indeks Pencemaran berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003. Hasil menunjukkan bahwa status mutu air Waduk Penjalin jika digunakan dalam peruntukan dari kelas 1 sampai dengan kelas 3 berdasarkan metode STORET yaitu tercemar berat, sedangkan berdasarkan Indeks Pencemaran yaitu tercemar ringan. Waduk Penjalin masih memenuhi baku mutu jika digunakan untuk mengairi pertanaman.Penjalin Reservoir is one of the reservoirs in Central Java, located in Winduaji Village, Paguyangan District, Brebes Regency. Monitoring the water quality of Penjalin Reservoir is important to provide information about the water quality in the area, which can be used as a basis for determining the direction and strategy for improving the water quality in the reservoir. This study aims to determine the water quality status of Penjalin Reservoir based on the STORET and Pollution Index methods. The method used in this study is a survey method with purposive random sampling of 9 stations. Water quality data were analyzed descriptively and compared with the water quality standards for lakes and similar water bodies based on Indonesian Government Regulation No. 22 of 2021. The water quality status was determined using the STORET method and Pollution Index based on Minister of Environment Decree No. 115 of 2003. The results showed that the water quality status of Penjalin Reservoir is heavily polluted if it is used for classes 1 to 3 based on the STORET method, while it is slightly polluted based on the Pollution Index method. Penjalin Reservoir is still suitable for irrigation purposes.
3697852330F1A021048PERAN KELOMPOK TANI DALAM MENINGKATKAN REGENERASI PETANI
(Studi Kasus Kelompok Tani Lankapole Desa Sambirata Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas)
Sektor pertanian merupakan penyokong krusial ekonomi nasional, namun saat ini menghadapi tantangan serius berupa fenomena penuaan petani dan rendahnya minat generasi muda. Kondisi serupa terjadi di Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, di mana potensi sumber daya alam yang melimpah belum diimbangi dengan keterlibatan pemuda secara maksimal. Hal tersebut disebabkan oleh adanya stigma negatif terhadap profesi petani serta kecenderungan untuk mencari pekerjaan di wilayah perkotaan. Kelompok Tani Lankapole hadir sebagai wadah kelembagaan yang berupaya memfasilitasi dan mendorong semangat pemuda desa untuk kembali mengelola sektor pertanian.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 12 narasumber (terdiri dari informan utama anggota kelompok tani dan informan pendukung), serta studi dokumentasi. Teknis analisis data menggunakan model interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori peran untuk membedah hak, kewajiban, dan ekspektasi anggota kelompok dalam menghadapi krisis regenerasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami peran kelompok tani dalam proses regenerasi, mengidentifikasi aktor-aktor penggerak yang terlibat, serta memetakan hambatan yang dihadapi di lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelompok Tani memiliki peranan penting dalam meningkatkan regenerasi petani melalui beberapa aspek: yaitu sebagai fasilitator pengetahuan memberikan pelatihan teknis pertanian, penguat jaringan sosial melalui kerja sama antaranggota, penyokong sarana produksi pertanian, serta pembangun citra positif profesi petani melalui pembuktian kesuksesan finansial. Aktor penggerak utama dalam kelompok ini terdiri dari figur-figur petani muda sukses yang berfungsi sebagai inisiator, penggerak, dan pengepul sebagai penghubung pasar. Keberhasilan kelompok ini terlihat dari mulai munculnya pemuda yang mengelola lahan produktif dan mengubah pola pikir masyarakat mengenai potensi ekonomi pertanian. Adapun hambatan utama yang dihadapi meliputi tingginya orientasi pemuda untuk merantau, persepsi rendahnya keuntungan ekonomi di sektor pertanian, serta kurangnya daya tarik pertanian sebagai sektor pekerjaan utama. Penelitian ini merekomendasikan transformasi praktik pertanian tradisional menuju ekosistem agribisnis berbasis teknologi serta optimalisasi media digital untuk memodernisasi citra petani.

Kata Kunci: Peran Kelompok Tani, Regenerasi Petani, Petani Muda.

The agricultural sector is a crucial pillar of the national economy; however, it currently faces serious challenges in the form of an aging farmer population and low interest from the younger generation. A similar condition occurs in Sambirata Village, Cilongok District, Banyumas Regency, where abundant natural resource potential has not been matched by maximum youth involvement. This is caused by a negative stigma toward the farming profession and a tendency to seek employment in urban areas. The Lankapole Farmers Group emerged as an institutional forum that aims to facilitate and encourage the spirit of village youth to return to managing the agricultural sector.
This research utilizes a descriptive qualitative method with a case study approach. Data were collected through observation, in-depth interviews with 12 informants (consisting of primary informants from the farmers' group and supporting informants), and documentation studies. The data analysis technique employs an interactive model comprising data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The analysis was conducted using role theory to dissect the rights, obligations, and expectations of group members in facing the regeneration crisis. The objective of this study is to understand the role of farmers' groups in the regeneration process, identify the driving actors involved, and map the obstacles faced in the field.
The results indicate that the Farmers Group plays a vital role in enhancing farmer regeneration through several aspects: acting as a knowledge facilitator by providing technical agricultural training, a social network strengthener through member cooperation, a provider of agricultural production facilities, and a builder of a positive image for the farming profession by demonstrating financial success. The main driving actors in this group consist of successful young farmers who function as initiators, mobilizers, and collectors (market intermediaries). The group's success is evident from the emergence of youth managing productive land and shifting the community's mindset regarding the economic potential of agriculture. Meanwhile, the primary obstacles include the high orientation of youth toward urban migration, the perception of low economic profit in the agricultural sector, and a lack of attraction to farming as a primary occupation. This study recommends a transformation from traditional farming practices toward a technology-based agribusiness ecosystem and the optimization of digital media to modernize the image of farmers.

Keywords: Role of Farmers' Groups, Farmer Regeneration, Young Farmers.

3697944164H1A020085PERANCANGAN SISTEM KOMUNIKASI DAN INTERFACE PADA PROTOTIPE SISTEM PROTEKSI INSTALASI LISTRIK RUMAH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KEBAKARAN BERBASIS IOTKasus kebakaran merupakan salah satu kecelakaan yang sering terjadi khususnya di kawasan industri, perumahan, dan pada kawasan-kawasan padat penduduk. Kasus kebakaran memiliki banyak faktor-faktor dari mulai kelalaian tindakan manusia hingga pengaruh alam, dan yang paling banyak terjadi adalah karena instalasi listrik yang bermasalah. Terdapat 3 faktor utama yang menyebabkan kebakaran pada rumah yang diakibatkan oleh instalasi listrik faktor tersebut antara lain yaitu overload arus listrik, hubung arus singkat, dan kebocoran arus listrik.. Tercatat pada tahun 2021 terjadi 17.768 kasus kebakaran di seluruh Indonesia, sebanyak 5.724 diantaranya terjadi karena overload dan hubung arus singkat yang berarti 45 persen kasus kebakaran yang terjadi di Indonesia diakibatkan oleh overload dan hubung arus singkat. Maka dari itu menjadi sebuah hal yang penting untuk membuat suatu alat untuk sistem proteksi instalasi listrik dengan monitoring dan otomasi untuk mencegah resiko kebakaran dari sumber instalasi litrik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah sistem proteksi instalasi listrik rumah yang menggunakan teknologi Internet of Things (IoT) untuk mencegah kebakaran. sistem ini akan memonitor instalasi listrik rumah secara real-time yang akan ditampilkan pada handphone berbasis android dan dan memberikan peringatan melalui aplikasi WhatsApp atau tindakan otomatis jika terdeteksi potensi bahaya yang dapat menyebabkan kebakaran. Setelah pengujian dilakukan, maka didapatkan protokol komunikasi dan interface yang bekerja secara baik untuk menampilkan data secara realtime dan fitur kontrol manual dari Dashboard tampilan interface untuk mengatur kondisi Relay yang ditampilkan dengan menggunakan Node-Red, untuk backup data sistem dirancang sistem database MySQL yang dikonfigurasikan dengan menggunakan Node-Red untuk bisa memasukkan data ke tabel MySQL dari fitur-fitur yanga ada tersebut menggunakan protokol komunikasi MQTT dalam proses transfer data yang setelah diuji oleh penulis berjalan dengan sangat baik dimana sistem yang dirancang akan tetap terus berjalan denngan baik tanpa harus terhubung dengan koneksi yang cepat, karena MQTT memiliki karakteristik mentransfer data dalam paket ukuran rendah sehingga sesuai untuk sistem yang dijalankan pada koneksi internet yang tidak stabil. Selain itu dalam perancangan ini terdapat firur notifikasi untuk memperingatkan user apabila terjadi masalah pada instalasi, dalam pengujian sistem notifikasi bekerja secara baik dengan mengirimkan notifikasi setiap prameter-parameter yang ditentukan terpenuhi syaratnya.The case of fires is one of the common accidents, especially in industrial areas, residential areas, and densely populated regions. Fire incidents result from various factors, ranging from human negligence to natural influences, with electrical installations being a significant contributor. There are three main factors causing house fires related to electrical installations: electrical current overload, short circuit connections, and electrical leakage. In 2021, Indonesia recorded a total of 17,768 fire incidents, with 5,724 of them attributed to overload and short circuit connections, which accounts for 45 percent of fire cases in Indonesia. Therefore, it is crucial to develop a device for electrical installation protection systems with monitoring and automation to prevent fire risks stemming from electrical installations. This research aims to design a home electrical installation protection system using Internet of Things (IoT) technology to prevent fires. This system will monitor the home electrical installation in real-time, displaying data on an Android-based smartphone app, and provide warnings via WhatsApp or automated actions if potential hazards that could lead to fires are detected. After testing was conducted, the communication protocol and interface that work well to display data in real-time and provide manual control features from the Dashboard interface to adjust the conditions of the displayed Relay were determined using Node-Red. For system data backup, a MySQL database system was designed, and configured using Node-Red to insert data into MySQL tables from the existing features. This process utilizes the MQTT communication protocol for data transfer, which, after being tested by the developer, functions very well. The designed system will continue to operate smoothly without requiring a fast connection, as MQTT has the characteristic of transferring data in small packet sizes, making it suitable for systems running on unstable internet connections. Additionally, the design includes notification features to alert users in case of installation issues. During system testing, the notification system worked well by sending notifications whenever the specified parameters met their criteria.
3698039836I1C018086Fomulasi Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Gel Ekstrak Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Latar Belakang : Gel ekstrak buah belimbing wuluh merupakan alternatif yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Ekstrak buah belimbing wuluh memiliki kandungan senyawa flavonoid yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula terbaik sediaan gel antibakteri yang memiliki sifat fisik dan stabilitas fisik serta memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes.
Metodologi : Penelitian eksperimental ini meliputi pembuatan sediaan gel, evaluasi sifat fisik dan stabilitas fisik serta uji aktivitas antibakteri. Gel diformulasikan dengan variasi HPMC pada konsentrasi 1%; 1,5%; dan 2%. Pengamatan organoleptik, homogenitas, dan stabilitas fisik dianalisis secara deskriptif. Pengamatan pH, daya sebar, daya lekat, dan viskositas dianalisis dengan oneway ANOVA. Formula terpilih kemudian diuji aktivitas antibakteri terhadap P.acnes.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukan bahwa formula II memenuhi persyaratan sifat fisik dan uji stabilitas fisik freeze-thaw. Formula II merupakan formula terbaik pada pengujian viskositas (2.698-20.959 cP), daya sebar, dan daya lekat.
Kesimpulan : Formula terpilih sediaan gel menunjukan bahwa formula II memenuhi persyaratan sifat fisik dan stabilitas fisik serta memiliki daya hambat aktivitas antibakteri terhadap P.acnes sebesar 7,30 dan 9,00 mm termasuk dalam kategori sedang.
Kata Kunci : Antibakteri, Buah Belimbing Wuluh (A.bilimbi L), Gel, P.acnes


Background: Gel formulation of Averrhoa Bilimbi L. fruit extract can be used as an alternative antibacterial agent. The extract contains flavonoid compounds which have antibacterial activity. This study aims to develop an optimal antibacterial gel formula that has favorable physical properties, stability, and effective antibacterial activity against Propionibacterium acnes
Methodology: This experimental study involves the preparation of the gel, evaluation of physical properties and physical stability, and antibacterial activity test. The gel was formulated with variations of HPMC at concentrations of 1%; 1.5%; and 2%. Organoleptic observation, homogeneity, and physical stability were analyzed descriptively. pH, spreadability, adhesion, and viscosity were analyzed using one-way ANOVA. The selected formula was then tested for antibacterial activity against P. acnes.
Result : The findings indicate that the second formula (HPMC 1,5%) fulfills the necessary physical properties and freeze-thaw stability requirements. Furthermore, based on the results of viscosity (2.698-20.959 cP), spreadability, and adhesion assessments, formula II is deemed the most optimal formula.
Conclusion : The selected gel preparation formula showed that formula II meets the requirements of physical properties, physical stability, and has strong antibacterial activity against P. acnes with a diameter of inhibition zone ranging 7.30 and 9.00 mm.
Keywords: Antibacterial, A.bilimbi L, Gel, P.acnes.