Artikel Ilmiah : L1A019022 a.n. ELINTIKA

Kembali Update Delete

NIML1A019022
NamamhsELINTIKA
Judul ArtikelANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT Pb DAN Zn PADA KERANG TOTOK (Polymesoda erosa) DI PERAIRAN SEGARA ANAKAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)Aktivitas alami dan antropogenik di sekitar Perairan Segara Anakan menjadi sumber masuknya logam berat Pb dan Zn serta berdampak pada kerang totok (Polymesoda erosa) sebagai organisme sessile dan filter feeder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat pada daging kerang, mengetahui hubungan antara kandungan logam berat pada individu kerang dengan ukuran kerang, serta mengetahui potensi risiko kesehatan manusia berdasarkan Estimated Daily Intake (EDI), Target Hazard Quotient (THQ), dan Target Cancer Riskk (TR) akibat mengonsumsi kerang totok. Metode pengambilan sampel menggunakan metode survey dan purposive random sampling pada 6 stasiun dengan 2 ulangan. Metode analisis kandungan logam berat pada daging kerang menggunakan Atomotic Absorption Spectrometer (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kandungan Pb pada daging kerang totok adalah 0,015 – 0,036 mg/kg yang masih di bawah standar baku mutu berdasarkan BPOM Nomor 9 Tahun 2022 sebesar 1,0 mg/kg. Sedangkan rata-rata kandungan Zn adalah 0,112 – 0,210 mg/kg dan masih di bawah standar baku mutu berdasarkan BPOM No.03725/B/SK/VII/1989 sebesar 100 mg/kg. Berdasarkan persamaan regresi linear, hubungan antara kandungan logam Pb dan Zn dengan ukuran kerang memiliki nilai slope (b) positif dan korelasi (r) kuat. Nilai EDI logam Pb dan Zn masih di bawah RfD yang mengindikasikan masih dalam batas aman. THQ logam Pb dan Zn bernilai < 1 dan TR berada pada kategori TR < 10-6 yang menunjukkan bahwa tidak ada risiko non-karsinogenik dan karsinogenik akibat konsumsi kerang.
Abtrak (Bhs. Inggris)Natural and anthropogenic activities surrounding Segara Anakan Lagoon are sources of Pb and Zn heavy metal inputs and affect mud clam (Polymesoda erosa) as sessile and filter feeder animals. This research intended to determine the heavy metal content in clam meat, the correlation between heavy metal content in the clam and clam size, and the potential human health risks associated with consuming mud clam based on Estimated Daily Intake (EDI), Target Hazard Quotient (THQ), and Target Cancer Riskk (TR). The sampling method employed for the survey was purposive random sampling at six stations with two repetitions. The heavy metal content in clam meat was analysed using Atomotic Absorption Spectrometer (AAS). The study’s findings indicated that the average Pb content in mud clam meat was between 0,015 to 0,036 mg/kg, which was below the quality standard established by NA-DFC Number 9 of 2022, which was 1 mg/kg. On the other hand, the average Zn content was between 0,112 to 0,210 mg/kg, which was below the NA-DFC No.03725/B/SK/VII/1989 quality standard of 100 mg/kg. The linear regression equation demonstrates a positive slope (b) value and a strong correlation (r) between Pb and Zn metal content and clam size. The EDI values of Pb and Zn metals were below the RfD, indicating they were within a safe boundary. THQ of Pb and Zn metals are < 1, and TR was < 10-6, revealing that clam consumption poses no non-carcinogenic or carcinogenic risk.
Kata kunciPerairan Segara Anakan; logam berat Pb dan Zn; kerang totok (P. erosa); ukuran kerang; potensi risiko kesehatan.
Pembimbing 1Dr. Endang Hilmi, S.Hut., M.Si.
Pembimbing 2Dr. Nuning Vita Hidayati, S.Pi., M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman6
Tgl. Entri2023-05-05 07:56:12.171212
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.