Home
Login.
Artikelilmiahs
39872
Update
FERDIAN ALDY NUGROHO
NIM
Judul Artikel
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI KAPULAGA SEBAGAI KOMODITAS UNGGULAN DI DESA SUNYALANGU KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menjadi daerah yang berpotensi untuk melakukan budidaya tanaman kapulaga. Namun, panjangnya saluran pemasaran menyebabkan keuntungan yang diterima petani kapulaga tidak maksimal. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan usahatani kapulaga sebagai komoditas unggulan di Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas; (2) Merumuskan strategi pengembangan yang tepat untuk diterapkan dalam pengembangan usahatani kapulaga sebagai komoditas unggulan di Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan secara purposive di Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas pada Bulan Agustus 2022. Sasaran penelitian yaitu petani kapulaga di Desa Sunyalangu dengan jumlah sampel 42 orang. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskrtiptif, analisis internal-eksternal (IE), analisis SWOT, dan analisis QSPM. Berdasarkan hasil analisis evaluasi faktor strategis internal menghasilkan skor sumbu horizontal (X) sebesar 0,846. Berdasarkan hasil analisis evaluasi faktor strategi eksternal menghasilkan skor sumbu vertikal (Y) yaitu sebesar 1,254. Maka, strategi analisis SWOT usahatani kapulaga berada pada kuadran I atau mendukung strategi agresif. Strategi SO (strength - opportunities) digunakan dalam memaksimalkan kekuatan dan peluang, yaitu Pengoptimalan produktivitasdan Membuat kerja sama tertulis dengan Perhutani. Selain itu, berdasarkan analisis QSPM, menunjukkan bahwa strategi terbaik untuk pengembangan komoditi kapulaga adalah strategi pengoptimalan produktivitas dengan nilai STAS sebesar 6,817.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Sunyalangu Village, Karanglewas District, Banyumas Regency, Central Java, is an area with the potential to cultivate cardamom plants. However, the length of the marketing channel means that the benefits received by cardamom farmers are not optimal. The aims of this study were: (1) to identify internal and external factors that influence the development of cardamom farming as a leading commodity in Sunyalangu Village, Karanglewas District, Banyumas Regency; and (2) to formulate appropriate development strategies to be applied in the development of cardamom farming as a leading commodity in Sunyalangu Village, Karanglewas District, Banyumas Regency. The research was carried out purposively in Sunyalangu Village, Karanglewas District, Banyumas Regency, in August 2022. The research targets were cardamom farmers in Sunyalangu Village, with a total sample size of 42 people. The data analysis used was descriptive analysis, internal-external (IE) analysis, SWOT analysis, and QSPM analysis. Based on the results of the evaluation analysis of internal strategic factors, it produces a horizontal axis score (X) of 0,846. Based on the results of the analysis and evaluation of external strategic factors, the vertical axis score (Y) is 1,254. Thus, the SWOT analysis strategy for cardamom farming is in quadrant I and supports an aggressive strategy. The SO (strength - opportunities) strategy is used in maximizing strengths and opportunities, namely optimizing productivity and making written collaboration with Perhutani. In addition, based on the QSPM analysis, the best strategy for developing cardamom commodities is a productivity optimization strategy with a STAS value of 6,817.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save