Artikelilmiahs
Menampilkan 36.901-36.920 dari 49.002 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 36901 | 39779 | F1C019009 | Strategi Komunikasi Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah pada Perangkat Daerah dalam Upaya Mengatasi Stunting di Kabupaten Cirebon | Kasus stunting banyak ditemui dibeberapa daerah dengan tingkat kemiskinan yang tinggi dan pendidikan yang rendah. Penyebab stunting dibagi menjadi penyebab langsung dan dan tidak langsung. Adapun penyebab langsung yaitu kurangnya asupan gizi, sedangkan penyebab tidak langsung meliputi pola asuh yang kurang baik, terbatasnya layanan kesehatan, dan kurangnya akses air bersih dan sanitasi. Penelitian berjudul Strategi Komunikasi Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah pada Perangkat Daerah dalam Upaya Mengatasi Stunting di Kabupaten Cirebon bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Daerah pada perangkat derah dalam upaya mengatasi stunting di Kabupaten Cirebon dengan menggunakan analisis SWOT. Penelitain ini menggunakan metode penelitian deskriptif dan teknik purposive sampling sebagai pemilihan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi Komunikasi Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah pada perangkat daerah dalam upaya mengatasi stunting di Kabupaten Cirebon selaras dengan 8 aksi konvergensi stunting dengan mengacu pada RAN (Rencana Aksi Nasional) diantaranya yaitu pemetaan lokus dan penyebab stunting, rapat koordinasi, rembug stunting, audit stunting, serta monitoring dan evaluasi stunting.Adapun kendala yang dihadapi dalam melaksanakan strategi tersebut adalah waktu dan kesibukkan perangkat daerah. Selain itu, pandemi Covid-19 juga membuat beberapa kegiatan tidak dapat terlaksana dengan baik karena adanya pembatasan aktivitas. | Stunting cases are common in several areas with high poverty rates and low education. The causes of stunting are divided into direct and indirect causes. The direct cause is lack of nutritional intake, while the indirect causes include poor parenting, limited health services, and lack of access to clean water and sanitation. The study entitled "Communication Strategy of the Regional Research and Development Planning Agency for Regional Apparatus in Efforts to Overcome Stunting in Cirebon Regency" aims to describe the communication strategy of the Regional Development Planning and Research Agency to regional apparatuses in an effort to overcome stunting in Cirebon Regency using SWOT analysis. This research uses descriptive research methods and purposive sampling techniques as election informants. The result showed that the communication strategy of the Regional Development Planning Research and Development Agency to regional apparatuses in an effort to overcome stunting in Cirebon Regency is in line with the 8 stunting convergence actions with reference to the RAN (National Action Plan) which included locus-prone and causes of stunting in coordination meetings, stunting rembug, stunting audit, and stunting monitoring and evaluation. The obstacles faced in implementing this strategy are time and the busyness of regional apparatus. In addition, the Covid-19 pandemic also prevented several activities from being carried out properly due to the completion of activities. | |
| 36902 | 39781 | A1F019029 | ANALISIS PENGENDALIAN MUTU SECARA STATISTIK PADA PROSES PRODUKSI DODOL DURIAN DI UMKM RUMAH DURIAN “CAHAYA BULAN”, KECAMATAN CILONGOK, KABUPATEN BANYUMAS | Penjaminan kualitas produk telah menjadi strategi perusahaan dalam rangka untuk memiliki daya saing dan bertahan terhadap persaingan global dengan produk perusahaan lain. Perusahaan yang dapat memenuhi tuntutan konsumen dengan menghasilkan produk yang berkualitas akan berhasil di dunia industri. Tuntutan konsumen tersebut tentunya harus memenuhi standar yang meliputi teknik dan berbagai peraturan untuk meningkatkan mutu dan efisiensi industri, dalam penerapan standar. Sebuah perusahaan jika ingin menghasilkan mutu yang terbaik juga diperlukan upaya perbaikan berkesinambungan (continuous improvement) terhadap produk, manusia, proses, dan lingkungan. kualitas sangat diperlukan dalam memproduksi suatu barang untuk menjaga kestabilan mutu. Pengendalian kualitas tidak hanya dibutuhkan dalam industri, tetapi di bidang manajemen pun memegang peranan sangat penting. Tantangan untuk meningkatkan mutu produk hingga sesuai dengan standar mutu juga dihadapi oleh UMKM Rumah Durian “Cahaya Bulan” yang merupakan salah satu industry rumah tangga yang memproduksi berbagai macam olahan durian, salah satunya adalah Dodol Durian. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui konsistensi mutu dari produk dodol durian. 2) Mengetahui kerusakan produk yang sering ditemui pada dodol durian. 3) Mengetahui diagram sebab akibat dari penyelesaian masalah pada produk dodol durian. Penelitian ini dilaksanakan di UMKM Rumah Durian “Cahaya Bulan” yang terletak di Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan mulai bulan November 2022 hingga Januari 2023. Subjek yang digunakan adalah UMKM Rumah Durian “Cahaya Bulan” dan objek penelitian berupa hasil produksi dodol durian. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan alat bantu statistik untuk melakukan analisis data yaitu lembar pemeriksaan, diagram pareto, diagram kendali X ̅, diagram kendali S, diagram kendali P, dan diagram sebab akibat. | Quality assurance has become the company's strategy in order to have competitiveness and survive against global competition with other companies' products. Companies that can meet consumer demands by producing quality products will succeed in the industrial world. These consumer demands must of course meet standards which include techniques and various regulations to improve the quality and efficiency of the industry, in the application of standards. If a company wants to produce the best quality, it also requires continuous improvement efforts (continuous improvement) on products, people, processes, and the environment. Quality is very necessary in producing an item to maintain quality stability. Quality control is not only needed in industry, but in the field of management also plays a very important role. The challenge to improve product quality so that it conforms to quality standards is also faced by the UKM Rumah Durian "Cahaya Bulan" which is a home industry that produces various kinds of processed durian, one of which is Dodol Durian. The aims of this study were: 1) To find out the consistency of the quality of durian dodol products. 2) Find out the product damage that is often found in durian dodol. 3) Knowing the cause and effect diagram of problem solving in durian dodol products. This research was carried out at the UMKM Rumah Durian "Cahaya Bulan" which is located in Kalisari Village, Cilongok District, Banyumas Regency. This research was carried out for 3 months from November 2022 to January 2023. The subject used was the UMKM Rumah Durian "Cahaya Bulan" and the object of research was the production of dodol durian. Data processing in this study used statistical tools to perform data analysis, namely check sheets, pareto charts, X ̅ control charts, S control charts, P control charts, and causal charts. | |
| 36903 | 44147 | A1F020011 | Pengaruh Pemberian Madu Temulawak terhadap Kadar Gula Darah, Malonaldehid, dan Hemoglobin Tikus Diabetes Melitus Tipe 2 | Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit yang secara spesifik belum diketahui penyebabnya, akan tetapi terjadi gangguan kerja insulin dan sekresi insulin akibat dari predominan gangguan sekresi insulin maupun predominan resistensi insulin. Diabetes melitus tipe 2 ini dapat diobati dengan pendekatan non farmakologi berupa perencanaan makan/terapi nutrisi medik, olahraga, dan penurunan berat badan. Jenis diabetes melitus tipe 2 merupakan jenis diabetes dengan penderita paling banyak. Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan yaitu dengan pengaturan pola makan untuk membantu mengendalikan glukosa darah dengan pengonsumsian pangan fungsional dalam sehari-hari salah satunya yaitu madu temulawak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian madu temulawak terhadap kadar gula darah tikus diabetes melitus tipe 2, untuk mengetahui pengaruh pemberian madu temulawak terhadap Hb tikus diabetes melitus tipe 2, serta untuk mengetahui pengaruh pemberian madu temulawak terhadap kandungan Malondialdehid (MDA) tikus diabetes melitus tipe 2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dimana menggunakan faktor yang dicoba yaitu MK (madu kontrol), M1 (madu ditambah 5% mikrokapsul yang dibuat dari ekstrak dengan konsentrasi 20% temulawak dalam air), dan M2 (madu ditambah 10% mikrokapsul yang dibuat dari ekstrak dengan konsentrasi 10% temulawak dalam air). Ketiga faktor tersebut dilakukan analisis secara kimia dengan analisis total fenol, dan analisis proksimat madu temulawak serta dilakukan pengujian pengaruh pemberian madu temulawak pada tikus penderita diabetes melitus tipe 2. Pada penelitian ini menunjukkan hasil bahwa pengujian kimia madu temulawak berpengaruh nyata terhadap total fenol, kurkumin, kadar abu, kadar lemak, dan kadar protein total madu kontrol. M1 memiliki kandungan kadar air, kadar abu, dan kadar protein yang lebih tinggi, sedangkan M2 memiliki kandungan total fenol, kurkumin, kadar lemak, dan karbohidrat yang lebih tinggi. Pada pengujian menggunakan tikus percobaan menunjukkan bahwa M1 berpengaruh nyata terhadap M2 pada pengujian parameter hemoglobin, malonaldehid, dan gula darah tikus. M1 menghasilkan peningkatan hemoglobin tertinggi dengan nilai 5,53 g/dl, penurunan malonaldehid tertinggi dengan nilai 7,13 nmol/g, serta penurunan gula darah tertinggi dengan nilai 182,93 mg/dl pada tikus penderita diabetes melitus tipe 2. | Type 2 Diabetes Mellitus is a disease whose specific cause is not yet known, but there is disruption of insulin work and insulin secretion as a result of predominantly impaired insulin secretion and predominantly insulin resistance. Type 2 Diabetes Mellitus can be treated with non-pharmacological approaches in the form of meal planning or medical nutrition therapy, exercise and weight loss. Type 2 Diabetes Mellitus is the type of diabetes with the most sufferers. One prevention that can be done is by adjusting your diet to help control blood glucose by consuming functional foods every day, one of which is curcuma honey. This study aims to determine the effect of giving curcuma honey on the blood sugar levels of rat, to determine the effect of giving curcuma honey on the Hb of rat, and to determine the effect of giving curcuma honey on the malondialdehyde (MDA) content of rat. The method used in this research is an experimental method which uses the factors tested, namely MK (control honey), M1 (honey plus 5% microcapsules made from extract with a concentration of 20% curcuma in water), and M2 (honey plus 10% microcapsules made from extract with a concentration of 10% curcuma in water). These three factors were chemically analyzed using total phenol analysis, and proximate analysis of curcuma honey and testing the effect of giving curcuma honey to rat with Type 2 Diabetes Mellitus. This research shows that chemical testing of curcuma honey has a significant effect on total phenol, curcumin, ash content, fat content and total protein content of control honey. M1 has a higher water content, ash content and protein content, while M2 has a higher total phenol, curcumin, fat and carbohydrate content. Tests on experimental rat showed that M1 had a significant effect on M2 in testing the parameters of hemoglobin, malonaldehyde and blood sugar in rat. M1 produced the highest increase in hemoglobin with a value of 5.53 g/dl, the highest decrease in malonaldehyde with a value of 7.13 nmol/g, and the highest reduction in blood sugar with a value of 182.93 mg/dl in rat with Type 2 Diabetes Mellitus. | |
| 36904 | 39783 | E1A019048 | PERBANDINGAN PENGATURAN DIVERSI DI INDONESIA DAN AUSTRALIA | Indonesia dan Australia merupakan Negara yang menerapkan Diversi dalam Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA), namun demikian di antara keduanya memiliki persamaan dan perbedaan mengenai ketentuan Diversi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan dan perbandingan Diversi dalam hukum pidana positif di Indonesia dan Australia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan perbandingan dengan spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data sekunder yang dikumpulkan dengan metode kepustakaan, dan diolah menggunakan metode reduksi, display data, dan klasifikasi data yang disajikan dalam bentuk teks naratif dan tabel. Analisis dalam penelitian ini dilakukan secara normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan Diversi di Indonesia diatur dalam UU No. 11 Tahun 2012, PP No. 65 Tahun 2015, PERMA No. 4 Tahun 2014, PERJA-006 Tahun 2015, sedangkan pengaturan Diversi di Australia tidak diatur di tingkat nasional melainkan diatur oleh masing-masing Negara bagian. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan dalam pengaturan Diversi di Indonesia dan Australia (New South Wales). Persamaannya adalah bahwa Diversi diterapkan pada tingkat penyidikan, dan dilaksanakan atas persetujuan Anak dengan melibatkan orang tua/Wali Anak, serta dilaksanakan berdasarkan keadilan restoratif. Adapun perbedaannya adalah Diversi di Indonesia dapat dilaksanakan dengan syarat Anak bukan residivis dan dapat dilaksanakan pada setiap tingkat sistem peradilan pidana, sedangkan Diversi di Australia hanya dilaksanakan pada tingkat penyidikan dengan bentuk pemberian teguran, peringatan, dan penyelenggaraan konferensi keadilan Anak. | Indonesia and Australia are countries that implement Diversion in the Juvenile Criminal Justice System (JCJS), however, there are similarities and differences between them regarding the provisions of Diversion. This study aims to determine the regulation and comparison of Diversion in positive criminal law in Indonesia and Australia. The research method used is normative juridical with a statutory approach and a comparative approach with descriptive analytical research specifications. The data used is secondary data collected by the literature method, and processed using the method of reduction, data display, and data classification presented in the form of narrative text and tables. The analysis in this research is done in normative qualitative method. The results research show that the regulation of Diversion in Indonesia is regulated in UU No. 11 of 2012, PP No. 65 of 2015, PERMA No. 4 of 2014, PERJA-006 of 2015, while the regulation of Diversion in Australia is not regulated at the national level but is regulated by each state. The results research also shows that there are similarities and differences in the regulation of Diversion in Indonesia and Australia (New South Wales). The similarities are that Diversion is applied at the investigation level, and is implemented with the consent of the child by involving the parents/guardians of the child, and is implemented based on restorative justice. The difference is that Diversion in Indonesia can be implemented on the condition that the child is not a recidivist and can be implemented at every level of the criminal justice system, while Diversion in Australia is only implemented at the investigation level with the form of giving warnings, cautions, and organizing youth justice conferences. | |
| 36905 | 39784 | E1A019056 | PERBANDINGAN PERLINDUNGAN HUKUM KORBAN HUMAN TRAFFICKING DI INDONESIA DAN MALAYSIA | Indonesia dan Malaysia merupakan Negara yang memiliki hubungan terkait tenaga kerja migran sehingga rentan mengalami tindak pidana human trafficking. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peraturan dan perbandingan perlindungan hukum korban human trafficking di Indonesia dan Malaysia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan perbandingan. Spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analitis, dan data yang digunakan adalah data sekunder yang meliputi bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode kepustakaan yang diolah menggunakan metode reduksi hukum, display data, dan klasifikasi data. Data tersebut kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dan tabel, dan analisis data dilakukan secara normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan pengaturan perlindungan korban human trafficking di Indonesia lebih komprehensif daripada Malaysia. Hal tersebut dikarenakan hak-hak korban yang diatur di Indonesia lebih banyak dibandingkan dengan Malaysia. Disamping itu, perlindungan hukum korban human trafficking di Indonesia dan Malaysia juga memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaannya kedua negara tersebut mengatur hak korban atas bantuan medis, restitusi, dan perlindungan sementara. Adapun perbedaannya, Indonesia mengatur hak korban atas kompensasi, mendapatkan informasi dan nasihat hukum, dan mendapatkan penerjemah, sedangkan di Malaysia diatur hak korban untuk mendapat pengasuhan dari orang tua, bergerak secara bebas dan bekerja, dan menerima gaji yang belum dibayarkan. | Indonesia and Malaysia are countries that have relationships related to migrant workers so that they are vulnerable to human trafficking crimes. This study aims to determine the regulations and comparison of legal protection of victims of human trafficking in Indonesia and Malaysia. The research method used is normative juridical with a statutory approach and a comparative approach. The research specification is descriptive analytical, and the data used is secondary data which includes primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data collection method is carried out using the literature method which is processed using the legal reduction method, data display, and data classification. The data is then presented in the form of narrative text and tables, and data analysis is carried out normatively qualitative. The results of the study show that the development of protection arrangements for victims of human trafficking in Indonesia is more comprehensive than Malaysia. This is because the rights of victims regulated in Indonesia are more than those in Malaysia. In addition, the legal protection of victims of human trafficking in Indonesia and Malaysia also has similarities and differences. The similarities are that both countries regulate victims' rights to medical assistance, restitution, and temporary protection. As for the differences, Indonesia regulates victims' rights to compensation, obtaining information and legal advice, and obtaining an interpreter, while Malaysia regulates victims' rights to receive parental care, move freely and work, and receive unpaid salaries. | |
| 36906 | 44154 | E1A020052 | PERAN DIGITAL FORENSIK TERHADAP PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PENYEBARAN HOAX ( Studi Putusan Nomor 1240/Pid.Sus/2022/PN.TNG) | Alat bukti elektronik merupakan perluasan alat bukti, dimana memerlukan penanganan khusus dalam pembuktianya. Pada Putusan Nomor 1240/Pid.Sus/2022/PN.TNG dalam proses pembuktian diajukan barang bukti elektronik yang perlu suatu sarana untuk melakukan pemeriksaan. Digital forensik merupakan spesialisasi ilmu teknologi untuk menganalisis alat bukti elektronik. Penelitian ini bertujuan mengetahui peranan digital forensik pada alat bukti elektronik dalam proses pembuktian tindak pidana penyebaran hoax dalam Putusan Nomor 1240/Pid.Sus/2022/PN.TNG serta pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara penyebaran hoax. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan diolah menggunakan teknik reduksi, display dan kategorisasi serta disajikan dalam bentuk teks naratif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam putusan peran digital forensik adalah untuk melakukan pemeriksaan terhadap alat bukti elektronik. Pemeriksaan dilakukan oleh ahli yang memiliki keahlian digital forensik. Peran digital forensik pada pemeriksaan alat bukti elektronik membantu penyidik dalam pemeriksaan barang bukti elektronik yang dipakai terdakwa dan membantu proses pembuktian di persidangan perkara Nomor 1240/Pid.Sus/2022/PN.TNG tentang tindak pidana penyebaran hoax. Pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara ini didasarkan pada pertimbangan yang bersifat yuridis dimana hakim menjerat terdakwa dengan Pasal 45A ayat (1) jo. Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, kemudian pertimbangan bersifat sosiologis dimana memuat latar belakang perbuatan terdakwa, akibat perbuatan terdakwa, dan kondisi terdakwa, selanjutnya pertimbangan yang bersifat filosofis dimana hakim mempertimbangkan keadaan yang meringankan terdakwa dan yang memberatkan. | Electronic evidence is an expansion of evidence, which requires special handling in its proof. In Decision Number 1240/Pid.Sus/2022/PN.TNG in the process of proof, electronic evidence is submitted which needs a means to conduct an examination. Digital forensics is a specialisation of technology to analyse electronic evidence. This study aims to determine the role of digital forensics on electronic evidence in the process of proving the criminal act of spreading hoaxes in Decision Number 1240/Pid.Sus/2022/PN.TNG and the legal considerations of judges in deciding cases of spreading hoaxes. This research uses normative juridical research with prescriptive analytical research specifications. The data used is secondary data obtained through literature study processed using reduction, display and categorisation techniques and presented in the form of narrative text. The results of this study indicate that in the decision the role of digital forensics is to conduct an examination of electronic evidence. The examination is carried out by experts who have digital forensic expertise. The role of digital forensics in the examination of electronic evidence assists investigators in examining electronic evidence used by the defendant and assists the evidentiary process in the trial of Case Number 1240/Pid.Sus/2022/PN.TNG regarding the criminal act of spreading hoaxes. The judge's legal considerations in deciding this case were based on juridical considerations where the judge charged the defendant with Article 45A paragraph (1) jo. Article 28 paragraph (1) of Law Number 11 of 2008 concerning ITE, then sociological considerations which include the background of the defendant's actions, the consequences of the defendant's actions, and the condition of the defendant, then philosophical considerations where the judge considers the mitigating and aggravating circumstances. | |
| 36907 | 39786 | E1A019287 | KEDUDUKAN HUKUM SURAT SANGGUP (PROMISSORY NOTE) PADA PERJANJIAN PINJAM-MEMINJAM DALAM PERKARA WANPRESTASI (Studi Perkara Nomor 846/PDT.G/2021/PN.SBY) | ABSTRAK Penelitian ini mengkaji Putusan Pengadilan Nomor 846/PDT.G/2021/PN.SBY. Penelitian ini mengkaji tentang kedudukan surat sanggup (Promissory Note) pada perjanjian pinjam meminjam dalam perkara wanprestasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan surat sanggup (Promissory Note) pada perjanjian pinjam meminjam dalam perkara wanprestasi. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengalisis pertimbangan hukum dan putusan hakim dalam Perkara Nomor 846/PDT.G/2021/PN.SBY. Pada penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. Pengolahan data dan penyajian data melalui uraian secara sistematis dan logis dengan bentuk teks deskriptif, kemudian dianalisis secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, surat sanggup (Promissory Note) dalam Perkara Nomor 846/PDT.G/2021/PN.SBY. berkekdudukan sebagai sebagai surat tagih hutang yang didalamnya terdapat janji penerbit untuk membayar tanpa syarat sejumlah uang kepada pemegang surat sanggup (Promissory Note). Berdasarkan pertimbangan hukum dan putusan hakim penerbit surat sanggup (Promissory Note) dalam Perkara Nomor 846/PDT.G/2021/PN.SBY Tergugat tidak memenuhi kewajiban perikatannya berupa tidak melunasinya sejumlah uang yang tertera didalam klausula surat sanggup (Promissory Note) yang diterbitkan Tergugat serta terdapat unsur salah dalam diri Tergugat. Tergugat akibat perbuatannya dinyatakan wanprestasi dan dihukum untuk membayar hutang pokok serta membayar biaya perkara. Kata kunci : Kedudukan Hukum, Perjanjian Pinjam-Meminjam, Surat Sanggup (Promissory Note), Wanprestasi | ABSTRACT This research examines the Court Decision Number 846/PDT.G/2021/PN.SBY. This study examines the position of a promissory note in a loan agreement in a default case. This research aims to analyze the position of a promissory note in a loan agreement in a default case. This research also aims to analyze the legal considerations and the judge's decision in Case Number 846/PDT.G/2021/PN.SBY. In this study using a normative juridical approach, descriptive analytical research specifications. The data used is secondary data by collecting data using library research. Data processing and data presentation through systematic and logical descriptions in the form of descriptive text, then analyzed qualitatively normatively. Based on the results of research and data analysis, a promissory note in Case Number 846/PDT.G/2021/PN.SBY. is domiciled as a promissory note in which the issuer promises to pay unconditionally an amount of money to the promissory note holder. Based on legal considerations and the decision of the judge issuing the promissory note in Case Number 846/PDT.G/2021/PN.SBY, the Defendant did not fulfill his engagement obligations in the form of not paying off the amount of money stated in the promissory note clause issued by the Defendant and there is an element of wrong in the Defendant. The defendant due to his actions was declared in default and sentenced to pay the principal debt and pay court fees. Keywords: legal standing, Lending Agreement, Promissory Note, Default | |
| 36908 | 39787 | H1C018024 | POTENSI SUMBER DAYA ASPAL BUTON DAERAH BONELALO DAN SEKITARNYA, KABUPATEN BUTON, SULAWESI TENGGARA | Aspal alam Pulau Buton yang terdapat di Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan satu-satunya endapan aspal alam di Indonesia. Kandungan aspal di Pulau Buton merupakan salah satu kandungan aspal alam terbesar di dunia.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi sumber daya aspal Buton pada daerah penelitian yang diharapkan akan menjadi acuan dalam kegiatan eksplorasi selanjutnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pemetaan geologi meliputi pemetaan potensi aspal dan pengambilan sampel aspal. Daerah penelitian terdapat 2 lokasi ditemukannya kandungan aspal yaitu di stopsite H.1, SS7 dan H.8, SS40. Perhitungan potensi sumber daya aspal hanya dilakukan di H.8, SS40 karena bentuknya berupa pelapisan yang dapat dihitung volumenya sedangkan di H.1, SS7 aspal ditemukan dalam rekahan saja. Pada stopsite H.8, SS40 terdapat 4 seam yang mengandung aspal yaitu Seam A, Seam B, Seam C, dan Seam D. Keempat seam ini memiliki arah pelamparan lapisan timur laut – barat daya dengan kemiringan lapisannya ke arah barat laut. Hasil perhitungan potensi sumber daya aspal dari 4 seam tersebut pada daerah penelitian yaitu sejumlah 11.605,37 ton. | Natural asphalt Buton Island in Southeast Sulawesi province is Indonesia’s only natural asphalt deposit. The asphalt content on Buton Island is one of the largest natural asphalt content in the world.. This study aims to determine the geological conditions and potentionals resources of Buton asphalt in the research area, which is expected to be a reference in the next exploration activities.. The methods used in this study include geological mapping, potentionals aspjalts mapping, and asphalt sampling. In the research area there are 2 locations of asphalt content is found in stopsite H.1, SS7, and H.8, SS40. The calculation of potentionals asphalt resources is carried out only in H.8, SS40 because of its shape in the form of a coating that can be calculated volume while in H.1, SS7 asphalt is found in fracturing only. At stopsite H.8, SS40 there are 4 seams containing asphalt, namely Seam a, Seam B, Seam C, and Seam D. These four seams have a northeast southwest seam direction with a slope of the layer to the northwest. The result of the calculation of potentionals asphalt resources from 4 seams in the study area is a total of 11.605,37 tons. | |
| 36909 | 39788 | H1C018048 | GEOLOGI DAN SUMBER DAYA ASPAL BATU BUTON DAERAH LASEMBANGI DAN SEKITARNYA, KABUPATEN BUTON, SULAWESI TENGGARA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi dan jumlah sumber daya aspal Buton pada daerah penelitian yang diharapkan dapat dijadikan acuan untuk kegiatan eksplorasi aspal Buton selanjutnya. Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi 3 satuan geologi, diurutkan dari satuan tertua hingga termuda yaitu satuan perselingan Batulempung-Batupasir Sisipan Gamping, Satuan Batupasir Sisipan Batulempung, dan Satuan Perselingan Batulempung-Batupasir. Struktur geologi yang berkembang pada daerah penelitian yaitu Lipatan Sinklin Kamaru dan Sesar Mendatar Kanan Lasembangi. Kandungan aspal pada daerah penelitian terdapat pada 3 titik yaitu di titik pengamatan dengan kode H.1, SS7, H.4, SS27, dan H.8, SS40. Perhitungan potensi sumber daya aspal hanya dilakukan pada titik pengamatan H.4, SS27 dan H.8, SS40 karena bentuknya berupa perlapisan yang dapat dihitung volumenya, sendangkan pada titik pengamatan H.1, SS7 aspal hanya ditemukan mengisi pada rekahan saja. Berdasarkan keterdapatan aspal pada 2 titik pengamatan tersebut dilakukan perhitungan sumber daya pada 7 Seam. Hasil total dari perhitungan jumlah potensi sumber daya aspal daerah penelitian sebesar 34.851,26 ton. | This study aims to determine the geological conditions and the amount of Buton asphalt resources in the research area which are expected to be used as a reference for further Buton asphalt exploration activities. The stratigraphy of the study area is divided into 3 geological units, ordered from the oldest to the youngest units, namely the Intercalated Claystone-Sandstone Alternation Unit, the Sandstone Intercalated Claystone Unit, and the Intercalated Claystone-Sandstone Unit. The geological structures that develop in the study area are the Kamaru Syncline Fold and the Lasembangi Right Horizontal Fault. Asphalt content in the study area is found at 3 points, namely at the observation points with codes H.1, SS7, H.4, SS27, and H.8, SS40. Asphalt resource potential calculations were only carried out at observation points H.4, SS27 and H.8, SS40 because they are in the form of layers which can be calculated by volume, while at observation points H.1, SS7 asphalt was only found filling in fractures. Based on the availability of asphalt at the 2 observation points, resource potential calculations were carried out at 7Seam. The total result of calculating the amount of asphalt resources in the research area is 34.851,26 tons. | |
| 36910 | 39789 | G1A019058 | PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TANAMAN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urb) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS (Rattus norvegicus) MODEL HIPERKOLESTEROLEMIA | Hiperkolesterolemia merupakan faktor risiko penyakit perlemakan hepar. Tingginya kadar kolesterol dalam darah akan menyebabkan gangguan metabolisme dan penumpukan lemak di hepar. Pegagan atau Centella asiatica (CA) memiliki kandungan fenol, asam asiatik, dan asam madekasik yang berkhasiat dalam menurunkan kadar lipid dalam tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak CA terhadap histopatologi hepar pada tikus model hiperkolesterolemia. Penelitian ini menggunakan desain post test only with control group dengan 35 ekor tikus yang dibagi lima kelompok (K): K1 (kontrol sehat, n=7), K2 (kontrol negatif dan sonde Na CMC, n=7), K3 (125mg/KgBB/hari, n=7), K4 (250mg/KgBB/hari, n=7), K5 (500mg/KgBB/hari, n=7). Induksi hiperkolesterolemia dilakukan selama 2 minggu menggunakan kolesterol 2% dan asam kolat 0,2%, kemudian dilanjutkan dengan pemberian ekstrak CA selama 5 minggu. Perlemakan hepar dinilai menggunakan NAFLD Activity Score (NAS). Rerata skor NAS pada K1: 0,43 ± 0,53, K2: 5,14 ± 0,69, K3: 4,00 ± 1,29, K4: 2,00 ± 1,00, K5: 1,71 ± 0,76. Pada uji Kruskal Wallis didapatkan hasil yang signifikan (p = 0,000). Uji post hoc menunjukkan kelompok 1 terhadap kelompok 2, 3, 4, dan 5 memiliki perbedaan bermakna. Kelompok 2 terhadap kelompok 3 tidak didapatkan perbedaan bermakna, sedangkan terhadap kelompok 4 dan 5 didapatkan perbedaan bermakna. Kelompok 3 terhadap kelompok 4 dan 5 memiliki perbedaan bermakna sedangkan kelompok 4 terhadap kelompok 5 tidak memiliki perbedaan bermakna. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian ekstrak CA terhadap gambaran histopatologi hepar pada tikus hiperkolesterolemia. Dosis pemberian ekstrak CA 500 mg/KgBB/hari memiliki gambaran histopatologi hepar paling baik dibandingkan dosis lainnya. | Hypercholesterolemia is a risk factor for fatty liver disease. High levels of cholesterol in the blood will cause metabolic disorders and fat accumulation in the liver. Pegagan or Centella asiatica (CA) is known to contain phenol, asiatic acid, and madekasic acid which are efficacious in lowering lipid levels in the body. The purpose of this study was to determine the effect of CA extract on liver histopathology in hypercholesterolemic rat models. This study used a post test only design with control group with 35 rats divided into five groups (K): K1 (healthy control, n=7), K2 (negative control and Na CMC probe, n=7), K3 (125 mg/WB/day, n=7), K4 (250 mg/WB/day, n=7), K5 (500 mg/WB/day, n=7). Induction of hypercholesterolemia was carried out for 2 weeks using 2% cholesterol and 0.2% cholic acid, then continued with the administration of CA extract for 5 weeks. Liver fat was assessed using the NAFLD Activity Score (NAS). Mean NAS score at K1: 0.43 ± 0.53, K2: 5.14 ± 0.69, K3: 4.00 ± 1.29, Q4: 2.00 ± 1.00, K5: 1.71 ± 0.76. The Kruskal Wallis test showed significant results (p = 0.000). The post hoc test showed that group 1 to groups 2, 3, 4 and 5 had a significant difference. Group 2 to group 3 did not get a significant difference, while groups 4 and 5 got a significant difference. Group 3 to groups 4 and 5 had a significant difference while group 4 to group 5 did not have a significant difference. The conclusion of this study is that there is an effect of CA extract on the histopathological appearance of the liver in hypercholesterolemic rats. The dose of CA extract 500 mg/WB/day has a better liver histopathology compared to other doses. | |
| 36911 | 44155 | E1A020278 | EKSEKUSI PIDANA DENDA PADA TINDAK PIDANA KORUPSI (Studi Kasus di Kejaksaan Negeri Purwokerto) | Pelaksanaan eksekusi pidana denda bagi terpidana tindak pidana korupsi yang menjalankan pidana kurungan pengganti pidana denda yang saat ini berlaku mengakibatkan negara harus menyiapkan biaya sosial (social cost) yang begitu besar untuk memenuhi hak-hak terpidana sebagai bentuk hak asasi manusia dalam tahanan. Hal ini tidak sejalan dengan kecenderungan dunia internasional yang saat ini sedang berusaha untuk menghindari penjatuhan pidana perampasan kemerdekaan dengan menerapkan kebijakan selektif dan limitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan dan tingkat keberhasilan eksekusi pidana denda pada tindak pidana korupsi di Kejaksaan Negeri Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi penelitian ini berada di Kejaksaan Negeri Purwokerto dengan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data diolah dengan reduksi data, display data, dan klasifikasi data serta dianalisis dengan teknik content analysis method. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan eksekusi pidana denda pada tindak pidana korupsi di Kejaksaan Negeri Purwokerto diawali dengan adanya salinan surat putusan yang telah berkekuatan hukum tetap dari pengadilan yang diberikan paling lama 1 (satu) minggu. Selanjutnya Jaksa harus menindaklanjuti salinan tersebut paling lama 1 (satu) minggu pula sejak diterimanya salinan tersebut. Pelaksanaan eksekusi pidana denda dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan pidana badan atau penjara melalui D-1, D-2, D-3, dan D-4. Terpidana diberi waktu paling lama 1 (satu) bulan untuk membayar pidana denda. Apabila terdapat alasan kuat, jangka waktu tersebut dapat diperpanjang untuk paling lama 1 (satu) bulan. Akan tetapi tingkat keberhasilan pelaksanaan eksekusi pidana denda pada tindak pidana korupsi di Kejaksaan Negeri Purwokerto masih relatif rendah karena terdapat beberapa faktor yang menghambatnya, yakni tidak adanya hukum positif yang memberikan kewenangan Jaksa untuk melakukan upaya paksa dalam hal terpidana menyatakan ketidaksanggupan membayar pidana denda dan tidak adanya kemauan atau niat untuk membayar pidana denda dari diri terpidana. | The implementation of the execution of criminal fines for convicts of criminal acts of corruption who carry out imprisonment in lieu of the fines currently in effect results in the state having to prepare very large social costs to fulfill the convict's rights as a form of human rights in detention. This is not in line with the international trend which is currently trying to avoid criminal penalties for deprivation of liberty by implementing selective and limitative policies. This research aims to determine the implementation and level of success in executing fines for criminal acts of corruption at the Purwokerto District Prosecutor's Office. This research uses a sociological juridical approach with descriptive research specifications. The location of this research was at the Purwokerto District Prosecutor's Office with the determination of informants using purposive sampling and snowball sampling techniques. The data sources used are primary data and secondary data. The data was processed using data reduction, data display and data classification and analyzed using the content analysis method technique. The results of the research show that the implementation of the execution of criminal fines for criminal acts of corruption at the Purwokerto District Prosecutor's Office begins with a copy of the decision letter which has permanent legal force from the court which is given no later than 1 (one) week. Then the Prosecutor must follow up on the copy no later than 1 (one) week after receiving the copy. The execution of fines is carried out simultaneously with the execution of corporal or prison sentences through D-1, D-2, D-3, and D-4. The convict is given a maximum of 1 (one) month to pay the criminal fine. If there are strong reasons, this period can be extended for a maximum of 1 (one) month. However, the level of success in executing fines for criminal acts of corruption at the Purwokerto District Prosecutor's Office is still relatively low because there are several factors that hinder it, namely the absence of positive law which gives the Prosecutor the authority to carry out coercive measures in the event that the convicted person declares his inability to pay the fine and the absence of the willingness or intention to pay the criminal fine from the convict. | |
| 36912 | 39791 | I1C019051 | Formulasi Nanopartikel Minyak Ikan Gabus (Channa striata) Menggunakan Alginat | Minyak ikan gabus mengandung tinggi protein albumin dan asam lemak yang mempunyai ukuran makromolekul sehingga sulit penetrasi ke dalam membran sel. Pengecilan ukuran menggunakan teknologi nanopartikel dapat mengatasi masalah tersebut, sehingga minyak ikan gabus diformulasikan dalam sistem nanopartikel menggunakan polimer alginat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh nanopartikel minyak ikan gabus menggunakan alginat dan melakukan karakterisasi nanopartikel tersebut. Pembuatan nanopartikel menggunakan metode gelasi ionik dengan beberapa konsentrasi alginat (0,12%, 0,06%, 0,03%, 0,01%) dan CaCl2 sebagai counter ion. Formula 4 dipilih sebagai formula optimum karena tidak menunjukkan adanya pemisahan dan dilakukan karakterisasi nanopartikel. Hasil karakterisasi berupa ukuran partikel 210,2 nm dengan indeks polidispersitas 0,143. Morfologi nanopartikel menunjukkan bentuk kubus dan mempunyai potensial zeta sebesar -47,1 mV. Analisis FTIR nanopartikel minyak ikan gabus menunjukkan spektrum yang identic dengan minyak ikan gabus. Analisis DSC menunjukkan perbedaan puncak endotermik antara nanopartikel minyak ikan gabus dengan bahan aktif, sehingga dapat disimpulkan bahwa minyak ikan gabus sudah terjerap dalam sistem nanopartikel. | Snakehead fish oil contains high protein albumin and fatty acids which have macromolecular sizes making it difficult to penetrate into cell membranes. Size reduction using nanoparticle technology can overcome this problem, so snakehead fish oil is formulated in nanoparticle system using alginate polymers. This study aimed to obtain nanoparticles of snakehead fish oil using alginate and to characterize nanoparticles. The preparation of nanoparticles was used ionic gelation method with various concentrations of alginate (0.12%, 0.06%, 0.03%, 0.01%) and CaCl2 as counter ion. Formula 4 was chosen as the optimum formula because it did not show any separation and nanoparticle characterization was carried out. The characterization results are particle size of 210.2 nm with a polydispersity index of 0.143. The morphology of the nanoparticles shows a cubic shape and has a zeta potential of -47.1 mV. FTIR analysis of snakehead fish oil nanoparticles showed an identical spectrum with snakehead fish oil. DSC analysis showed differences in endothermic peaks between the snakehead fish oil nanoparticles and the active ingredients, so it can be concluded that the snakehead fish oil had been encapsulated in the nanoparticle system. | |
| 36913 | 39839 | C2C021047 | ANALISIS PENGARUH PERSONAL SELLING, DIRECT MARKETING DAN PERSEPSI HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK UMKM MITRA GORDEN MAJALENGKA | Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh personal selling, direct marketing dan persepsi harga terhadap keputusan pembelian produk UMKM Mitra Gorden Majalengka. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey. Metode pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, survey dilakukan terhadap 78 responden yang merupakan konsumen UMKM Mitra Gorden Majalengka. Metode analisis data yang digunakan adalah Regresi Linier Berganda dengan bantuan program SPSS . Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa personal selling, direct marketing dan persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk UMKM Mitra Gorden Majalengka Implikasi penelitian ini yaitu bagi manajemen UMKM Mitra Gorden Majalengka hendaknya meningkatkan kemampuan karyawan dalam berkomukasi dengan calon pelanggan terutama penguasaan pengetahuan mengenai produk, dan adanya pelatihan secara berkala bagi tim sales agar bisa menentukan pelanggan mana yang prospek untuk ditinjak lanjuti sampai terjadi pembelian. Dari sisi direct marketing hendaknya memperluasa sasaran iklan di media social dengan konten yang lebih beragam tidak hanya gambar tetapi berupa video pendek. Mengenai persepsi harga hendaknya terus mempertahankan kualitas produk, karena banyak pelanggan yang berpandangan bahwa harga yang tinggi berbanding dengan kualitas yang didapatkan. | The study aims to analyze personal selling, direct marketing and price perceptions of the purchasing decisions of MSME products of Mitra Gorden Majalengka. The research was conducted using the survey method. The sampling method uses simple random sampling, the survey was conducted on 78 respondents who are consumers of MSMEs Mitra Gorden Majalengka. The data analysis method used is Multiple Linear Regression with the help of the SPSS program. Based on the results of the analysis, it can be concluded that personal selling, direct marketing and price perception have a significant positive effect on the purchasing decision of MSME products of Mitra Gorden Majalengka The implication of this research is that for MSME management, Mitra Gorden Majalengka should improve the ability of employees to communicate with potential customers, especially mastery of knowledge about products, and regular training for the sales team in order to determine which customers are prospects to be reviewed until a purchase occurs. In terms of direct marketing, it should expand the target of advertising on social media with more diverse content, not only images but in the form of short videos. Regarding the perception of price, it should continue to maintain product quality, because many customers are of the view that a high price is compared to the quality obtained. | |
| 36914 | 39838 | A1D019179 | PENGARUH APLIKASI JAMUR TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) PADA MEDIA TERCEMAR KADMIUM | Tujuan penelitian ini yaitu membedakan respon pertumbuhan dan hasil tanaman tomat dengan berbagai kadar kadmium, mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada media tercemar kadmium yang diberi isolat jamur Aspergillus sp., Trichoderma sp., Penicillium sp., mengetahui adanya interaksi antara kadar kadmium 100 ppm dan 200 ppm dengan aplikasi isolat jamur Aspergillus sp., Trichoderma sp., Penicillium sp. Penelitian dilaksanakan bulan September 2022 - Desember 2022 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 2 faktor dengan 12 perlakuan 3 ulangan. Faktor pertama: K0 = 0 ppm, K1 = 100 ppm, K2 = 200 ppm. Faktor kedua: J0 = tanpa isolat jamur, J1 = isolat jamur Aspergillus sp., J2 = isolat jamur Trichoderma sp., J3 = isolat jamur Penicillium sp. Hasil penelitian menunjukkan Cd 200 ppm memberikan hasil terendah pada tinggi tanaman 83,38 cm, jumlah daun 62,33 helai, luas daun 330,59 cm2, bobot tajuk segar 102,18 g, bobot tajuk kering 12,40 g, jumlah buah 5,11, diameter buah 6,04 cm. Media tanam tanpa Cd memberikan hasil tertinggi pada tinggi tanaman 101,25 cm, jumlah daun 87,54 helai, luas daun 454,63 cm2, bobot tajuk segar 124,40 g, bobot tajuk kering 16,71 g, jumlah buah 5,44, bobot buah segar 103,75 g. Trichoderma sp. memberikan hasil tertinggi pada tinggi tanaman 102,17 cm, jumlah daun 83,56 helai, luas daun 524,32 cm2, jumlah cabang 10,00, bobot akar segar 39,88 g, bobot akar kering 3,26 g. Tidak terdapat interaksi antara kadar kadmium dan isolat jamur untuk pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. | The purpose of this research was to distinguish the growth response and yield of tomato plants with various levels of cadmium, to determine the growth response and yield of tomato plants on cadmium contaminated media treated with Aspergillus sp., Trichoderma sp., Penicillium sp. fungal isolates, to determine the interaction between 100 cadmium levels. ppm and 200 ppm with the application of Aspergillus sp., Trichoderma sp., Penicillium sp. The research was carried out from September 2022 - December 2022 in the Experimental Farming Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. Experiment used Randomized Block Design (RBD) consisting of 2 factors with 12 treatments and 3 replications. First factor: K0 = 0 ppm, K1 = 100 ppm, K2 = 200 ppm. The second factor: J0 = without fungal isolates, J1 = Aspergillus sp. fungal isolates, J2 = Trichoderma sp. fungal isolates, J3 = Penicillium sp. fungal isolates. The results showed that Cd 200 ppm gave the lowest yield at plant height 83,38 cm, number of leaves 62,33, leaf area 330,59 cm2, fresh crown weight 102,18 g, dry crown weight 12,40 g, number of fruit 5,11, fruit diameter 6,04 cm. Growing media without Cd gave the highest yields for plant height 101,25 cm, number of leaves 87,54, leaf area 454,63 cm, fresh crown weight 124,40 g, dry crown weight 16,71 g, number of fruit 5,44, fresh fruit weight 103,75 g. Trichoderma sp. gave the highest yield at plant height 102,17 cm, number of leaves 83,56, leaf area 524,32 cm2, number of branches 10,00, fresh root weight 39,88 g, dry root weight 3,26 g. There was no interaction between cadmium levels and fungal isolates for the growth and yield of tomato plants. | |
| 36915 | 39857 | E1B018049 | “PENERAPAN PASAL 74 UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS MENGENAI TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY) PADA PT. SATRIA TIRTAMASGASINDO PURWOKERTO” | Perusahaan dalam menjalankan kegiatan usaha mempunyai kewajiban yang diberikan oleh Pemerintah yaitu menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang telah diatur pada Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, yang mewajibkan suatu Perseroan Terbatas untuk turut berperan dalam memberikan kontribusinya kepada masyarakat maupun lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa PT. Satria Tirtamasgasindo Puewokerto telah melaksanakan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan berdasarkan ketentuan Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Oleh karena itu PT. Satria Tirtamasgasindo tidak dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan Pasal 74 ayat (3) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Kata Kunci: Penerapan, Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, PT. Satria Tirtamasgasindo. | Companies in carrying out business activities have obligations given by the Government, namely carrying out Social and Environmental Responsibility which has been regulated in Article 74 of Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies, which requires a Limited Liability Company to play a role in contributing to society and the environment. This research uses a normative juridical approach method with analytical descriptive research specifications. The data sources used are secondary data and primary data. The data collection method is carried out with a literature study, the data obtained are presented with narrative texts, and the data analysis method used is a qualitative normative method. Based on the results of the study, it can be concluded that PT. Satria Tirtamasgasindo Puewokerto has carried out Social and Environmental Responsibility activities based on the provisions of Article 74 of Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies. Therefore PT. Satria Tirtamasgasindo cannot be subject to sanctions in accordance with the provisions of Article 74 paragraph (3) of Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies. Keywords: Implementation, Corporate Social Responsibility, PT. Satria Tirtamasgasindo. | |
| 36916 | 39792 | I1C019053 | Formulasi Nanoemulsi Minyak Atsiri Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) Menggunakan Kombinasi Surfaktan Tween 80 dan Span 80 sebagai Kandidat Pengobatan Otomikosis | Minyak atsiri kayu manis merupakan bahan alam yang memiliki efek antijamur termasuk jamur penyebab otomikosis. Namun, memiliki kelarutan dalam air rendah, mudah menguap, teroksidasi dan senyawa aktif sinamaldehid memiliki bioavaibilitas yang rendah dalam tubuh. Nanoemulsi cukup efektif untuk mengatasi hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membuat nanoemulsi minyak atsiri kayu manis dengan kombinasi surfaktan tween 80 dan span 80 dan dilakukan karakterisasi sediaannya. Nanoemulsi dibuat dengan metode energi rendah menggunakan kombinasi surfaktan tween 80, span 80 dan kosurfaktan propilen glikol. Dilakukan karakterisasi nanoemulsi meliputi ukuran partikel dan distribusi ukuran partikel, zeta potensial, morfologi, analisis FTIR serta evaluasi stabilitas fisik penyimpanan pada suhu ruang dan heating-cooling cycle. Nanoemulsi minyak atsiri kayu manis dengan formula rasio zat aktif dan jumlah surfaktan 1:4 meliputi 6% minyak atsiri, 15.6% tween 80, 8,4% span 80 dan 10% propilen glikol memiliki karakteristik ukuran partikel rata-rata 21,92±1,16 nm, PDI 0,17±0,03, zeta potensial -12,1 mV, morfologi partikel sferis, spektrum FTIR menunjukkan kesamaan bilangan gelombang gugus fungsi antara nanoemulsi minyak atsiri kayu manis dengan minyak atsiri kayu manis dengan sedikit pergeseran. Hasil uji stabilitas nanoemulsi di suhu ruang selama 1 bulan dan heating-cooling 6 cycle tidak menunjukkan pemisahan fase. Minyak atsiri kayu manis dapat dibuat nanoemulsi yang optimum dan stabil secara fisik dengan perbandingan minyak : surfaktan yaitu 1:4 serta telah termuat ke dalam sistem nanoemulsi melalui analisis FTIR. | Cinnamon essential oil is a natural ingredient that is known to have antifungal effects, including the fungus that causes otomycosis. However, cinnamon essential oil has low water solubility, easily evaporates and oxidizes and the active compound cinnamaldehyde has low bioavailability in the body. Nanoemulsion is quite effective to overcome this. This study aims to make cinnamon essential oil nanoemulsions with a combination of tween 80 and span 80 surfactants and to characterize them. The nanoemulsion was prepared using a low energy method using a combination of tween 80, span 80 and propylene glycol cosurfactants. Characterization of nanoemulsion includes particle size and distribution, zeta potential, morphology, FTIR analysis and evaluation of stability by storage at room temperature and heating-cooling cycles. Cinnamon essential oil nanoemulsion with a formula for the ratio of active substances and the amount of surfactant 1:4 includes 6% essential oil, 15.6% tween 80, 8.4% span 80 and 10% propylene glycol having an particle size 21.92 ± 1.16 nm, PDI 0.17 ± 0.03, zeta potential -12.1 mV, spherical shape morphology, FTIR analysis showed a comfortable number of functional groups between cinnamon nanoemulsion and cinnamon essential oil with slight shift. The results of the stability test of the nanoemulsion at room temperature for 1 month and 6 cycles of heating-cooling did not show any phase improvement. Cinnamon essential oil can be prepared of optimum and stable nanoemulsion at various temperatures with an oil : surfactant ratio of 1:4. Cinnamon essential oil has been loaded into the nanoemulsion system through FTIR analysis. | |
| 36917 | 39793 | H1C018043 | Analisis Pengaruh Gempa Terhadap Gerakan Tanah Daerah Lebakwangi dan Sekitarnya, Kecamatan Pagedongan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah | Daerah Lebakwangi dan sekitarnya termasuk salah satu daerah dengan tingkat kerawanan gerakan tanah yang tinggi. Selain itu, beberapa kejadian gempa bumi kerap terjadi. Salah satu faktor penyebab terjadinya gerakan tanah adalah gempa bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gempa terhadap gerakan tanah dengan menganalisis nilai faktor keamanan lerengnya dalam kondisi statis dan dinamis, serta mengetahui kondisi lereng setelah diberi perkuatan lereng pada beberapa titik longsor di daerah penelitian. Analisis faktor keamanan lereng dilakukan pada software Slide 6.0 dengan metode Bishop disederhanakan. Parameter yang digunakan berupa kohesi, sudut geser dalam, dan berat jenis tanah. Parameter gempa yang digunakan berupa PGA (Peak Ground Acceleration). Berdasarkan hasil pemodelan lereng dalam kondisi statis, didapatkan nilai faktor keamanan yang tergolong lereng labil. Dalam kondisi dinamis, lereng menjadi lebih labil dengan penurunan nilai faktor keamanan lereng sebesar 54% - 55,6%. Sehingga diinterpretasikan bahwa adanya penambahan beban gempa sangat berpengaruh terhadap lereng. Pemodelan perkuatan lereng dilakukan untuk meminimalisir adanya gerakan tanah kembali menggunakan metode Anchor dan Retaining Wall. Terdapat perubahan faktor keamanan menjadi lereng stabil dengan persentase kenaikan sebesar 59% - 73,8%. | The Lebakwangi area and its surroundings are one of the areas with a high level of vulnerability to ground movement. In addition, several earthquakes often occur. One of the causes of ground motion is an earthquake. This study aims to determine the effect of earthquakes on ground motion by analyzing the value of the safety factor of the slopes in static and dynamic conditions, and to determine the condition of the slopes after being given slope reinforcement at several landslide points in the study area. The slope factor of safety analysis was carried out in the software Slide 6.0 by method Bishop simplified. The parameters used are cohesion, internal shear angle, and soil specific gravity. Earthquake parameters used in the form of PGA (Peak Ground Acceleration). Based on the results of slope modeling under static conditions, the value of the safety factor is classified as unstable slope. Under dynamic conditions, slopes become more unstable with a decrease in the value of the slope safety factor of 54% - 55,6%. So it is interpreted that the addition of earthquake loads greatly affects the slopes. Slope reinforcement modeling is carried out to minimize the return of soil movement using the Anchor and Retaining Walls methods. There is a change in the safety factor to a stable slope with an increase percentage of 59% - 73,8%. | |
| 36918 | 44156 | F1C020071 | Budaya Konsumerisme dalam Iklan GoSend Edisi #BMKarenaGoSend (Sebuah Kajian Semiotika) | Iklan GoSend edisi #BMKarenaGoSend yang merupakan iklan dari layanan jasa pengiriman instan dari platform digital Gojek, yang diperankan oleh Ariel Noah ini memiliki konsep komedi tetapi tetap mempertahankan sosok Ariel Noah yang kharismatik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang mengkaji tanda-tanda terkait representasi budaya konsumerisme dalam iklan GoSend edisi #BMKarenaGoSend menggunakan metode analisis semiotika Roland Barthes yang terdiri dari analisis makna denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian ini, yakni pada tahapan denotasi menunjukkan bahwa Ariel adalah seorang yang gemar berbelanja barang-barang unik secara terus menerus dengan menggunakan layanan pengiriman dari GoSend. Kemudian, perilaku-perilaku yang dilakukan Ariel pada iklan tersebut cenderung berkonotasi bahwa tindakan konsumsi tersebut kurang dapat dirasionalisasikan alasan pembeliannya, bukan untuk memenuhi kebutuhan melainkan didorong oleh promo yang ditawarkan GoSend, yang akhirnya menyebabkan pembelian yang berlebihan. Melalui pemaknaan denotasi dan konotasi menghadirkan sebuah mitos yang berkembang di masyarakat bahwa kehadiran public figure dalam iklan GoSend edisi #BMKarenaGoSend memperlihatkan kebiasaan masyarakat yang cenderung mengikuti dan membeli barang-barang yang dipakai oleh idolanya hanya karena faktor rasa kagum mereka terhadap public figure tersebut. Kemudian, di era digital ini iklan GoSend edisi #BMKarenaGoSend menunjukkan bahwa laki-laki juga gemar belanja online. Selanjutnya, irasionalitas dalam perilaku konsumsi didorong promo dan kemudahan akses yang diberikan GoSend, serta mitos yang terakhir adalah berbelanja sebagai upaya pemenuhan akan self-esteem. | The GoSend advertisement for the #BMKarenaGoSend edition, which is an advertisement for the instant delivery service from the Gojek digital platform, played by Ariel Noah, has a comedy concept but still maintains the charismatic figure of Ariel Noah. This research is a qualitative study that examines signs related to the representation of consumerist culture in the GoSend advertisement #BMKarenaGoSend edition using Roland Barthes' semiotic analysis method which consists of analyzing the meaning of denotation, connotation, and myth. The results of this research, namely at the denotation stage, show that Ariel is someone who likes to shop for unique items continuously using the delivery service from GoSend. Then, the behavior carried out by Ariel in the advertisement tends to connote that this act of consumption cannot be rationalized as the reason for the purchase, not to fulfill a need but rather to be driven by the promotions offered by GoSend, which ultimately causes excessive purchases. Through the meaning of denotation and connotation, a myth has developed in society that the presence of public figures in GoSend advertisements for the #BMKarenaGoSend edition shows people's habits of tending to follow and buy goods worn by their idols simply because of their admiration for these public figures. Then, in this digital era, the GoSend advertisement #BMKarenaGoSend edition shows that men also like shopping online. Furthermore, irrationality in consumption behavior is driven by promotions and easy access provided by GoSend, and the final myth is that shopping is an effort to fulfill self-esteem. | |
| 36919 | 39785 | E1A019120 | TINJAUAN RIDIS PENGATURAN HARTA DALAM PERKAWINAN DENGAN PEMBUATAN AKTA PERJANJIAN KAWIN | Perjanjian perkawinan adalah perjanjian yang dibuat oleh sepasang suami isteri untuk mengatur akibat-akibat perkawinan mengenai harta kekayaan. Pasal 29 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 mengatur tentang Perjanjian Perkawinan. Namun, Perjanjian Perkawinan tersebut banyak mengalami perubahan yang kini menjadi kepentingan masyarakat dan menimbulkan berbagai akibat sejak Putusan Nomor 69/PUU- XIII/2015 dikeluarkan oleh Mahkamah Konstitusi contohnya pada akta Perjanjian Perkawinan Nomor .../.../2021. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan studi kepustakaan, data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pertama akibat hukum terhadap kedudukan harta setelah pelaksanaan perjanjian perkawinan menyebabkan tidak ada persekutuan harta dalam bentuk apapun juga baik terhadap harta benda maupun terhadap untung dan rugi yang timbul dalam perkawinan. Hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 119 KUHPerdata dan Pasal 29 UUP bahwa para pihak bebas untuk menentukan bentuk hukum yang dikehendakinya atas harta kekayaan yang menjadi objeknya. Kedua, sejak Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUU- XIII/2015 dikeluarkan maka perjanjian perkawinan dapat dibuat sebelum dan setelah berlangsungnya perkawinan dan dapat pula direvisi sepanjang dalam perkawinan yang sah, pengesahan perjanjian perkawinan setelah terbitnya Putusan Mahkamah Konstitusi dapat dilakukan oleh Pegawai Pencatat Perkawinan dan selain itu dapat juga dibuat dihadapan Notaris. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUU-XIII/2015 hanya memberikan pandangan mengenai waktu pelaksanaan perjanjian perkawinan yang tidak dibatasi pada saat sebelum dilangsungkan perkawinan, namun dapat dilakukan selama ikatan perkawinan tersebut berlangsung. | A marriage agreement is an agreement made by a husband and wife to regulate the consequences of marriage regarding assets. Article 29 of Law Number 1 of 1974 regulates marriage agreements. However, the Marriage Agreement has undergone many changes which are now in the public interest and have caused various consequences since the Constitutional Court issued Decision Number 69/PUU-XIII/2015 for example in the deed of Marriage Agreement Number.../.../2021. The method used in this study is normative juridical with prescriptive research specifications. The data source used is secondary data consisting of primary, secondary and tertiary legal materials. The data collection method was carried out by means of a literature study, the data obtained was presented in narrative text, and the data analysis method used was a qualitative normative method. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that first, the legal consequences for the position of assets after the implementation of the marriage agreement means that there is no partnership of assets in any form, either for property or for the profits and losses that arise in the marriage. This is in accordance with the provisions of Article 119 of the Civil Code and Article 29 of the UUP that the parties are free to determine the legal form they want for the assets that are the object. Second, since the Constitutional Court Decision Number 69/PUU-XIII/2015 was issued, the marriage agreement can be made before and after the marriage takes place and can also be revised as long as the marriage is valid, ratification of the marriage agreement after the issuance of the Constitutional Court Decision can be done by a Marriage Registrar and besides that it can also be made before a Notary. The Constitutional Court Decision Number 69/PUU-XIII/2015 only provides an opinion regarding the time for implementing the marriage agreement which is not limited to the time before the marriage takes place, but can be carried out as long as the marriage bond lasts. | |
| 36920 | 44700 | J1D020029 | Kesalahan Berbahasa Tataran Sintaksis pada Teks Laporan Hasil Observasi Karya Siswa Kelas VIII G SMP Negeri 4 Purwokerto | Keterampilan menulis merupakan keterampilan yang paling sulit dan paling akhir dikuasai oleh siswa. Analisis kesalahan berbahasa pada teks laporan hasil observasi perlu dilakukan karena dapat menjadi pedoman untuk pengajaran selanjutnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan kesalahan penggunaan struktur frasa dan struktur kalimat pada teks laporan hasil observasi siswa karya kelas VIII G SMP Negeri 4 Purwokerto. Penelitian ini berbentuk penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa metode simak dan wawancara. Metode analisis data menggunakan metode agih dengan teknik dasar bagi unsur langsung (BUL) yang diikuti dengan teknik lanjutan berupa: teknik lesap, teknik ganti, teknik balik, teknik sisip dan teknik perluas. Hasil analisis data disajikan dengan metode informal. Hasil dari penelitian ini sebagai berikut: (1) Kesalahan penggunaan struktur frasa ditemukan sebanyak 27 data yang terdiri atas tujuh jenis kesalahan. Kesalahan yang paling banyak ditemukan adalah penggunaan preposisi yang tidak tepat, sedangkan jenis kesalahan yang paling sedikit adalah penggunaan bentuk resiprokal yang salah; (2) Kesalahan penggunaan struktur kalimat ditemukan sebanyak 78 data yang terdiri atas 12 jenis kesalahan. Kesalahan yang paling banyak ditemukan adalah penghilangan konjungsi, sedangkan dua jenis kesalahan yang paling sedikit yaitu: kalimat yang tidak logis; serta antara predikat dan objek yang tersisipi. | Writing skills are the most difficult and final skills to be mastered by students. Analysis of language errors in the observation report text needs to be carried out because it can serve as a guide for further teaching. The aim of this research is to find out and describe errors in the use of phrase structure and sentence structure in the report text of students' observations of class VIII G SMP Negeri 4 Purwokerto's work. This research takes the form of qualitative research using data collection methods in the form of listening and interview methods. The data analysis method uses the agih method with basic techniques for direct elements (BUL) followed by advanced techniques in the form of: fade technique, replace technique, reverse technique, insert technique and expand technique. The results of data analysis are presented using informal methods. Based on data analysis, there were language errors at the syntactic level in the report text resulting from observations of the work of class VIII G students at SMP Negeri 4 Purwokerto. A total of 105 data were obtained consisting of 27 data on phrase structure errors and 78 data on sentence structure errors. This type of sentence structure error is found more frequently than phrase structure errors. This is because students still don't really understand good and correct grammar before making sentences. Another cause is that students are not careful when writing observation report texts. |