Home
Login.
Artikelilmiahs
39868
Update
DEWI CANDRAWULAN
NIM
Judul Artikel
Translation Strategies and Singability of Indonesian Dubbed Soundtrack in We Bare Bears Animated TV Series
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Konsentrasi penelitian ini terletak pada penerapan strategi penerjemahan dan bagaimana strategi tersebut dapat mencapai singability. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang diterapkan saat menerjemahkan sulih suara dalam sebuah lagu dan untuk menjelajahi singability pada terjemahan lagu yang disulih-suarakan. Teori-teori yang diterapkan dalam penelitian ini adalah strategi-mikro penerjemahan oleh Schjoldager, dkk (2008) dan penggabungan model singability pada lagu yang disulih-suarakan yang diajukan oleh Khoshaligheh dan Ameri (2016). Model tersebut merupakan adaptasi dari dua teori, yaitu Pentathlon Principles (2003) oleh Low dan Layers of Singability (2008) oleh Franzon. Selain itu, pre-existing music sebagai ciri khas singability akan disertakan dan lip-synchronization sebagai salahsatu komponen penting dalam sulih suara juga akan dipertimbangkan dalam analisis. Data dari penelitian ini adalah sebuah lagu yang terdiri dari 15 pasang baris dalam versi bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dari animasi TV berjudul We Bare Bears. Untuk menjawab dan menjelaskan pertanyaan pada rumusan masalah, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Kemudian, semua aspek pre-existing music dipertahankan dalam versi terjemahan yang mengindikasikan bahwa lagu versi terjemahan memiliki karakteristik singability dimana struktur musik tetap dipertahankan keasliannya. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa mayoritas aspek singability juga tercapai; yaitu prosodic match, sense, dan naturalness yang tercapai dalam keseluruhan 15 baris sementara poetic dan semantic reflexive match tercapai pada total 14 baris. Selanjutnya, terdapat tujuh strategi-mikro penerjemahan yang diterapkan pada keseluruhan data. Mayoritas dari strategi yang diterapkan adalah condensation dengan enam kali penerapan diikuti dengan deletion yang diterapkan empat kali dalam menerjemahkan keseluruhan lagu. Penerapan kedua strategi tersebut memperkuat adanya usaha untuk menghasilkan kesesuaian jumlah suku kata dengan versi aslinya dimana terjemahan yang panjang dilakukan pemampatandan beberapa unit dihapus untuk mencapai kesesuaian jumlah suku kata dengan tidak merusak pola ritmenya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research concerns on the implementation of translation strategies and how those strategies could lead to singability of the song translation. The aims of this research are to analyze the strategies applied in translating a dubbed song and to explore singability of the song translation in a dubbed song. The theories applied in conducting this research are the translation microstrategy by Schjoldager, et al (2008) and a merged model of singability proposed by Khoshaligheh and Ameri (2016) which is a merging from two models, that are Low’s Pentathlon Principles (2003) and Franzon’s Layers of Singability (2008). Additionally, the pre-existing music as characteristic of singability will be included and lip-synchronization as an essential component in dubbing will also be taken into account in this analysis. The data of this research is a soundtrack consisting of 15 pairs of lines in both English and Indonesian version from We Bare Bears Animated TV Series. To answer and explain the research questions, the researcher employs descriptive qualitative method. Conforming to the result of the analysis, the pre-existing music aspects are all preserved in the translation which indicates that the translated soundtrack has the characteristic of singability where the music’s structure is kept original. Then, most aspects of singability are achieved; they are prosodic match, sense, and naturalness that are achieved in all 15 lines while poetic and semantic reflexive match are achieved in total of 14 lines. Furthermore, there are seven translation microstrategies implemented in all the data. The most frequently used translation microstrategies are condensation with six times implementation in translating the whole soundtrack followed by deletion with four times implementation in translating the whole soundtrack. The implementation of these two most frequent translation microstrategies reinforce that there is an effort to strive producing the same syllable count as in the original version in which the lengthy translation is condensed and some items are deleted to achieve corresponding syllable count and to not devastate the rhythm pattern.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save