Artikelilmiahs

Menampilkan 37.061-37.080 dari 48.996 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3706152336C1I022005ANALYSIS OF MARKET REACTIONS TO THE CORRUPTION CASE OF PT TIMAH TBK: AN EVENT STUDY ON MINING SECTOR STOCKS LISTED ON THE INDONESIA STOCK EXCHANGEPenelitian ini merupakan penelitian ilmiah yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat reaksi pasar atas suatu peristiwa yaitu pengumuman kasus korupsi PT Timah Tbk pada sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini mengambil judul: “Analysis of Market Reactions to the Corruption Case of PT Timah Tbk: An Event Study on Mining Sector Stocks Listed on The Indonesia Stock Exchange”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya dugaan kasus korupsi yang melibatkan PT Timah Tbk. yang menarik perhatian publik secara luas dan berpotensi mengandung informasi yang dapat memengaruhi persepsi serta pengambilan keputusan investor. Dalam teori pasar modal, setiap informasi yang dipublikasikan, diharapkan dapat memicu reaksi pasar yang tercermin dalam pergerakan harga saham maupun aktivitas perdagangan.

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis apakah terdapat perbedaan yang signifikan pada abnormal return sebelum dan sesudah pengumuman kasus korupsi PT Timah Tbk., dan (2) Menganalisis apakah terdapat perbedaan yang signifikan pada trading volume activity sebelum dan sesudah pengumuman kasus korupsi PT Timah Tbk. Penelitian ini menggunakan teori sinyal dan pasar efisien untuk menganalisis reaksi pasar terhadap suatu informasi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 73 perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan mengeliminasi PT Timah Tbk dan perusahaan yang tidak aktif melakukan perdagangan saham dalam periode Maret hingga April 2024 untuk menentukan sampel penelitian. Berdasarkan teknik tersebut, diperoleh 62 perusahaan sebagai sampel penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan: (1) Variabel abnormal return tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antara periode sebelum dan sesudah pengumuman kasus korupsi (2) Variabel trading volume activity menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara periode sebelum dan sesudah pengumuman kasus korupsi.

Penelitian ini memiliki beberapa implikasi yang relevan. Secara teoritis, hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada abnormal return, namun terdapat perbedaan yang signifikan pada trading volume activity di sekitar tanggal peristiwa. Temuan ini mengindikasikan bahwa informasi mengenai dugaan kasus korupsi tidak secara langsung memengaruhi harga saham, tetapi tetap memicu peningkatan aktivitas perdagangan. Hal ini memberikan wawasan terhadap bentuk semi-kuat dari Efficient Market Hypothesis, di mana reaksi pasar tidak selalu tercermin melalui perubahan harga, tetapi juga dapat diamati melalui volume perdagangan. Selain itu, peningkatan volume perdagangan menunjukkan bahwa investor tetap menginterpretasikan informasi tersebut sebagai sinyal dalam pengambilan keputusan investasi.

Bagi perusahaan, hasil penelitian ini menunjukkan perlunya memperkuat penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik guna menjaga kepercayaan investor dan meminimalkan dampak negatif terhadap aktivitas perdagangan saham. Bagi investor, temuan penelitian ini mengindikasikan pentingnya bersikap lebih hati-hati serta mempertimbangkan faktor non-keuangan, seperti reputasi perusahaan dan integritas manajemen, dalam pengambilan keputusan investasi. Bagi regulator, hasil penelitian ini mengimplikasikan perlunya penguatan pengawasan, peningkatan implementasi prinsip tata kelola perusahaan yang baik, serta langkah preventif untuk menjaga stabilitas pasar dan kepercayaan investor.

Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Penggunaan data hari perdagangan yang menyebabkan jeda akhir pekan berpotensi memicu bias dalam estimasi abnormal return dan trading volume activity, karena periode pengamatan tidak mencerminkan hari kalender yang berurutan. Selain itu, ruang lingkup indikator yang terbatas hanya pada abnormal return dan trading volume tanpa mempertimbangkan faktor eksternal lain berpotensi memengaruhi dinamika pasar selama periode pengamatan. Hal ini menyebabkan reaksi pasar yang teramati tidak dapat diatribusikan secara mutlak hanya kepada peristiwa pengumuman kasus korupsi.
This research is a scientific research aimed at examining whether there is a market reaction to an event, namely the announcement of the corruption case involving PT Timah Tbk within the mining sector listed on the Indonesia Stock Exchange. This research is entitled “Analysis of Market Reactions to the Corruption Case of PT Timah Tbk: An Event Study on Mining Sector Stocks Listed on The Indonesia Stock Exchange.” The research is motivated by the emergence of alleged corruption involving PT Timah Tbk, which has attracted widespread public attention and potentially contains information that may influence investor perceptions and decision making. In capital market theory, any publicly disclosed information is expected to trigger market reactions reflected in stock price movements and trading activities.

This research aims to (1) analyze whether there is a significant difference in abnormal return before and after the announcement of the alleged corruption case involving PT Timah Tbk, and (2) analyze whether there is a significant difference in trading volume activity before and after the announcement of the alleged corruption case involving PT Timah Tbk. This research applies signaling theory and efficient market theory to examine market reactions to information. The population in this research consists of 73 mining sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The sampling technique used is purposive sampling by excluding PT Timah Tbk and companies that were not actively trading their shares during the period of March to April 2024 to determine the research sample. Based on this technique, 62 companies were selected as the research sample.

Based on the results of data analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test, the findings indicate that (1) the abnormal return variable does not show a significant difference between the period before and after the announcement of the corruption case, and (2) the trading volume activity variable shows a significant difference between the period before and after the announcement of the corruption case.

This research provides several relevant implications. From a theoretical perspective, the findings indicate that there is no significant difference in abnormal return, but there is a significant difference in trading volume activity around the event date. These results suggest that information regarding the alleged corruption case does not directly affect stock prices, yet it still triggers an increase in trading activity. This provides insight into the semi strong form of the Efficient Market Hypothesis, where market reactions are not always reflected in price changes but can also be observed through trading volume. In addition, the increase in trading volume indicates that investors still interpret the information as a signal in their investment decision making.

For companies, the results of this research highlight the need to strengthen the implementation of good corporate governance in order to maintain investor confidence and minimize negative impacts on stock trading activity. For investors, the findings indicate the importance of exercising greater caution and considering non-financial factors, such as corporate reputation and management integrity, in making investment decisions. For regulators, the results imply the need to enhance market oversight, strengthen the implementation of good corporate governance principles, and undertake preventive measures to maintain market stability and investor confidence.

This study is subject to several limitations. The use of trading-day data introduces gaps over weekends, which may potentially bias the estimation of abnormal returns and trading volume activity, as the observation period does not align with consecutive calendar days. Furthermore, the scope of indicators is confined solely to abnormal returns and trading volume, without accounting for other external factors that may influence market dynamics during the observation period. Consequently, the observed market reaction cannot be attributed exclusively to the corruption case announcement.
3706239918J1D018045Bentuk dan Faktor Penyebab Terjadinya Campur Kode pada Novel Amongraga Karya Ardian KresnaWinahyu, Sekar. 2023. “Bentuk dan Faktor Penyebab Terjadinya Campur Kode pada Novel Amongraga Karya Ardian Kresna” Skripsi. Purwokerto: Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman.

Campur kode sering terjadi pada komunikasi lisan ataupun tulis dalam masyarakat Indonesia, hal tersebut dikarenakan adanya kemajemukan bahasa yang terdapat di Indonesia. Adanya percampuran bahasa yang terdapat dalam penggalan dialog pada novel Amongraga karya Ardian Kresna dikarenakan para tokoh merupakan orang Jawa dan berbahasa Ibu atau bahasa utamanya adalah bahasa Jawa, sehingga di dalam tuturan bahasa Indonesia kerap menyisipkan kosakata berbahasa Jawa. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan faktor penyebab terjadinya campur kode yang terdapat di dalam novel Amongraga karya Ardian Kresna.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Amongraga karya Ardian Kresna, sedangkan data penelitian berupa penggalan dialog antartokoh yang memuat bentuk dan faktor penyebab terjadinya campur kode. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dengan menggunakan teknik lanjutan yaitu teknik catat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode padan referensial. Teknik dasar yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik pilah unsur penentu dengan teknik lanjutan yang digunakan yaitu teknik hubung banding memperbedakan.
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan oleh peneliti, maka dapat disimpulkan bahwa bentuk campur kode pada novel Amongraga Karya Ardian Kresna terdiri dariempat bentuk yaitu campur kode berbentuk kata, campur kode berbentuk perulangan kata, campur kode berbentuk frasa, dan campur kode berbentuk idiom.Bentuk campur kode yang terdapat pada novel tersebut yaitu berupa ragam bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Adapun faktor penyebab terjadinya campur kode pada novel Amongraga Karya Ardian Kresna terdiri dari lima faktor yaitu segi penggunaan istilah populer, segi pembicara dan pribadi pembicara, segi mitra bicara, segi topik, serta segi fungsi dan tujuan.
Winahyu, Sekar. 2023. "Forms and Factors Causing Code Mixing in the novel Amongraga by Ardian Kresna". Thesis. Purwokerto: Faculty of Humanities, Jenderal Soedirman University.

Code mixing often occurs in oral or written communication in Indonesian society, this is due to the plurality of languages in Indonesia. There is a mixture of languages contained in the dialogue fragments in the novelAmongraga by Ardian Kresna because the characters are Javanese and speak their mother tongue or the main language is Javanese, so that in Indonesian speech they often insert Javanese vocabulary. This study aims to describe the forms and factors that cause code mixing in the novelAmongraga by Ardian Kresna.
This type of research is a qualitative descriptive research. The source of the data in this research is a novelAmongraga by Ardian Kresna, while the research data is in the form of fragments of inter-character dialogue which contains the forms and factors that cause code-mixing. The data collection method in this study uses the listening method using advanced techniques, namely the note-taking technique. The method used in this study is the referential equivalent method. The basic technique used in this study is the determinant element sorting technique with the advanced technique used, namely the comparison comparison technique.
Based on the results of the analysis that has been carried out by researchers, it can be concluded that the form of code mixing in the novelAmongragaArdian Kresna work consists of five forms, namely code mixing in the form of words, code mixing in the form of repetition of words, code mixing in the form of phrases, code mixing in the form of idioms, and code mixing in the form of clauses. The form of code mixing found in the novel is in the form of Javanese and Indonesian languages. The factors that cause code mixing in the novelAmongragaArdian Kresna work consists of seven factors, namely the limitations in the use of the code, the use of popular terms, the speaker's and the speaker's personality, the speaker's perspective, the topic aspect, the function and purpose aspect, and the mode aspect.
3706344173J1E017035USING MATCHING PICTURES TO IMPROVE STUDENTS’ READING
COMPREHENSION ON DESCRIPTIVE TEXT AT 7TH GRADE STUDENTS OF
SMP N 5 SATU ATAP REMBANG
The main purpose of this research is to find out the improvement of students’ reading comprehension ability by the use of matching pictures on descriptive text. This research
used quantitative and qualitative research method. Total sampling is used in this
research. The sample is the students of seventh grade class that consists of 30 students.
The instrument used to collect the data is by giving pre-test, post-test and observation.
This research was analyzed using normality, T-test (Paired Sample T-test). The results
of this research are (1) The calculation result shows that using matching pictures was
effective in improving students’ reading comprehension on descriptive text by seeing
the average score of post-test (70.3) was higher than the pre-test score (46.6). It can be
said that matching pictures was effective to be used. (2) The use of matching pictures is
effective to improve students’ reading comprehension ability on descriptive text at the
seventh-grade students of SMP N 5 Satu Atap Rembang. Students are able to leverage
the use of pictures as a way to enhance their reading skills.
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman membaca siswa dengan penggunaan matching pictures pada teks deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Total sampling digunakan dalam penelitian ini. Sampelnya adalah siswa kelas VII yang berjumlah 30 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dengan memberikan pre-test, post-test dan observasi. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan uji normalitas dan uji t (Paired Sample T-test). Hasil penelitian ini adalah (1) Hasil perhitungan menunjukkan bahwa penggunaan matching pictures efektif dalam meningkatkan pemahaman membaca siswa pada teks deskriptif dengan melihat skor rata-rata post-test (70,3) lebih tinggi dari skor pre-test (46,6 ). Dapat dikatakan matching pictures efektif untuk digunakan. (2) Penggunaan matching pictures efektif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa pada teks deskriptif pada siswa kelas tujuh SMP N 5 Satu Atap Rembang. Siswa dapat memanfaatkan penggunaan gambar sebagai cara untuk meningkatkan keterampilan membaca mereka.
3706439880J1D018027Kelayakan Isi dan Bahasa Buku Teks Siswa Bahasa Indonesia Kelas VII Terbitan Yrama Widya Edisi RevisiKemajuan suatu negara disebabkan oleh beberapa indikator yang salah satunya adalah tenaga kerja yang terdidik dikarenakan mayoritas penduduknya berpendidikan tinggi. Untuk menjadikan suatu negara dapat disebut maju ialah salah satunya dengan mengembangkan serta memperbaiki mutu pendidikan. Salah satu upaya dalam memajukan mutu dalam dunia pendidikan dengan memperbaiki kualitas bahan ajar, karena bahan ajar merupakan hal yang diperlukan dalam mencapai keberhasilan dari tujuan belajar mengajar. Rihannah dan Cintya (2022) mengungkapkan bahwa salah satu bahan ajar yang digunakan pada saat proses belajar mengajar ialah buku teks, karena keberhasilan proses pembelajaran dipengaruhi oleh buku teks. Dalam menilai kualitas serta kelayakan buku teks sendiri terdapat sebuah lembaga di Indonesia yang mengatur kelayakan dari buku teks yang disebut dengan BSNP. Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan tersebut, penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan isi dan bahasa pada buku teks siswa bahasa Indonesia kelas VII terbitan Yrama Widya edisi revisi.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi (Content Analysis). Proses analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan tahapan; reduksi data, penyajian atau display data, dan kesimpulan atau verifikasi. Penelitian ini menggunakan tringulasi teori serta ketekunan pengamatan dalam menjamin kemantaban dan keabsahan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelayakan isi pada buku teks siswa bahasa Indonesia kelas VII terbitan Yrama Widya edisi revisi memperoleh nilai rata-rata 96,6% dengan keterangan sangat layak. Lalu untuk kelayakan bahasa memperoleh nilai rata-rata 95,8% dengan keterangan sangat layak. Berdasarkan uraian yang telah dijabarkan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kelayakan baik dari segi isi maupun bahasa pada buku teks siswa bahasa Indonesia kelas VII terbitan Yrama Widya edisi revisi telah layak dijadikan dalam pembelajaran.
The progress of a country is caused by several indicators, one of which is an educated workforce because the majority of the population is highly educated. One way to make a country called advanced is to develop and improve the quality of education. One of the efforts to advance quality in the world of education is by improving the quality of teaching materials, because teaching materials are necessary in achieving the success of teaching and learning objectives. Rihannah and Cintya (2022) revealed that one of the teaching materials used during the teaching and learning process was textbooks, because the success of the learning process was influenced by textbooks. In assessing the quality and feasibility of textbooks themselves, there is an institution in Indonesia that regulates the feasibility of textbooks called the BSNP. Based on the problems that have been described above, the study aims to describe the feasibility of the content and language in the textbooks students Indonesia language for class VII published by Yrama Widya in revised edition.
This study uses a qualitative descriptive method with content analysis techniques. The data analysis process uses the Miles and Huberman model with stages; data reduction, presentation or display of data, and conclusions or verification. This study uses theoretical triangulation and observational persistence to ensure the stability and validity of the data.
The results showed that the feasibility of the content in the revised edition of Yrama Widya's text books for class VII Indonesian students obtained an average score of 96.6% with a very feasible description. Then for language feasibility, an average score of 95.8% is obtained with a very feasible description. Based on the description described above, it can be concluded that the feasibility of both content and language in the revised edition of the Indonesian language students' textbooks published by Yrama Widya is feasible for learning.
3706539915F1B019069Pengaruh Kompetensi Pegawai, Disiplin Kerja Pegawai Dan Motivasi Kerja Pegawai Terhadap Kinerja Pegawai Di Sekretariat Daerah Kabupaten TegalKinerja Pegawai merupakan hasil kerja atau tingkat keberhasilan yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya untuk mencapai tujuan organisasi. Kinerja pegawai dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: Kompetensi Pegawai, Disiplin Kerja Pegawai, dan Motivasi Kerja Pegawai.
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) memetakan kinerja pegawai di Sekretariat Daerah Kabupaten Tegal; 2) menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi kinerja pegawai yang belum sesuai dengan yang diharapkan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 125 pegawai yang ditentukan berdasarkan teknik sensus sampling atau total sampling. Sedangkan, analisis data yang digunakan adalah Korelasi Kendall Tau (τ) c, Korelasi Parsial, Konkordansi Kendall W, dan Analisis Regresi Ordinal.
Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja pegawai di Sekretariat Daerah Kabupaten Tegal secara garis besar berkategori tinggi yakni sebesar 78,4%, sedangkan sebesar 21,6% berada pada kategori sedang. Dari hasil tersebut dapat diartikan bahwa sebagian besar kinerja pegawai berada pada kategori tinggi. Dalam hal ini, kinerja pegawai dapat terus ditingkatkan, karena sebanyak 21,6% responden yang masih masuk dalam kategori sedang. Selain itu, hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kompetensi pegawai terhadap kinerja pegawai sebesar 45,8%. 2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara disiplin kerja pegawai terhadap kinerja pegawai sebesar 27,3%. 3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi kerja pegawai terhadap kinerja pegawai sebesar 14,9%. 4) Terdapat pengaruh yang signifikan antara kompetensi pegawai, disiplin kerja pegawai, dan motivasi kerja pegawai terhadap kinerja pegawai sebesar 56,2%.
Employee performance is the result of work or the level of success achieved by an employee in carrying out his duties and responsibilities to achieve organizational goals. Employee performance can be influenced by several factors including: Employee Competence, Employee Work Discipline, and Employee Work Motivation.
This research aims to: 1) map employee performance at the Regional Secretariat of Tegal Regency; 2) explain the factors that influence employee performance that has not been as expected. This study used quantitative methods with data collection techniques through questionnaires, observation, and documentation. The research sample amounted to 125 employees determined based on the census sampling technique or total sampling. Test the validity and reliability of the data sequentially using the product moment correlation technique and Cronbach's Alpha. Data analysis used Kendall Tau (τ)c Correlation analysis technique, Partial Correlation, Kendall W Concordance Coefficient, and Ordinal Regression.
The performance of employees at the Regional Secretariat of Tegal Regency was generally in the high category, which amounted to 78.4%, while 21.6% were in the medium category. From these results it can be interpreted that most employee performance is in the high category. In this case, employee performance can continue to be improved, because as many as 21.6% of respondents are still in the moderate category. In addition, the results of quantitative analysis in this study indicate that 1) There is a significant influence between employee competence on employee performance by 45.8%. 2) There is a significant influence between employee work discipline on employee performance by 27.3%. 3) There is a significant influence between employee work motivation on employee performance by 14.9%. 4) There is a significant influence between employee competence, employee work discipline, and employee work motivation on employee performance 56.2%.
3706639914H1C018038GEOLOGI DAN SISTEM PANAS BUMI BERDASARKAN METODE GRAVITASI DAERAH SUGIHMUKTI, KECAMATAN PASIRJAMBU, KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARATLokasi penelitian berada di daerah Sugihmukti dan sekitarnya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat memiliki Gunung Api Patuha yang berpotensi besar untuk dikembangkan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kondisi geologi, anomali densitas dan forward model 2D sistem panas bumi. Metode penelitian berupa pemetaan geologi dan metode gravitasi. Pemetaan geologi dengan analisis geomorfologi, stratigrafi dan struktur. Metode gravitasi digunakan untuk menganalisis batuan berdasarkan nilai densitas suatu batuan untuk mengetahui sistem panas bumi Patuha. Hasil analisis geomorfologi daerah penelitian terbagi menjadi 4, yaitu Satuan Kawah Gunung Api (V1), Satuan Lereng Gunung Api (V3), Satuan Kaki Lereng Gunung Api (V9), Satuan Dataran Tinggi (V11). Stratigrafi gunung api dari tua ke muda pada daerah penelitian terdiri dari Satuan Breksi Andesit Patuha Selatan (Psa), Satuan Lava Andesit Patuha Selatan 1 (Psl1), Satuan Lava Andesit Patuha Selatan 2 (Psl2), Satuan Lava Andesit Patuha Selatan 3 (Psl3), Satuan Lava Andesit Patuha 1 (Pl1), Satuan Lava Andesit Patuha 2 (Pl2), Satuan Lava Andesit Patuha 3 (Pl3), Satuan Lava Andesit Patuha 4 (Pl4), Satuan Lava Andesit Patuha 5 (Pl5), Satuan Breksi Andesit Patuha (Pta), Satuan Breksi Andesit Kawah Putih (Kpa). Daerah penelitian termasuk kedalam fasies Central – Proksimal. Struktur geologi pada daerah penelitian diperkirakan terdapat sesar mendatar kanan (dekstral) patuha dan sesar mendatar kanan (dekstral) cibuni. Forward Model 2D menunjukan adanya nilai densitas yang bervariasi pada bawah permukaan. Nilai densitas tinggi yaitu 2,77 g/cm3 – 2,99 g/cm3 merupakan batuan beku yang diinterpretasikan sebagai batuan beku plutonik dan diindikasikan sebagai sumber panas pada sistem panas bumi Patuha. Nilai densitas 2,44 g/cm3 – 2,47 g/cm3 merupakan batuan yang memiliki porositas dan permeabilitas yang diinterpretasikan sebagai batuan reservoir pada sistem panas bumi Patuha. Nilai densitas 2,4 g/cm3 dan 2,67 g/cm3 merupakan batuan yang memiliki porositas dan permebilitas rendah diinterpretasikan sebagai bauan penudung pada sistem panas bumi Patuha.The research location is in the Sugihmukti area and its surroundings, Pasirjambu District, Bandung Regency, West Java has Patuha Volcano which has great potential to be developed. The research was conducted to determine the geological conditions, density anomalies and 2D Forward models of geothermal systems. The research methods were geological mapping and gravity methods. Geological mapping by analyzing geomorphology, stratigraphy and structure. The gravity method is used to analyze rocks based on the density value of a rock to determine the Patuha geothermal system. The results of geomorphological analysis of the study area are divided into 4, namely the Volcano Crater Unit (V1), Volcano Slope Unit (V3), Volcano Slope Foot Unit (V9), Plateau Unit (V11). The stratigraphy of the volcano from old to young in the research area consists of the South Patuha Andesite Breccia Unit (Psa), South Patuha Andesite Lava Unit 1 (Psl1), South Patuha Andesite Lava Unit 2 (Psl2), South Patuha Andesite Lava Unit 3 (Psl3), Patuha Andesite Lava Unit 1 (Pl1), Patuha Andesite Lava Unit 2 (Pl2), Patuha Andesite Lava Unit 3 (Pl3), Patuha Andesite Lava Unit 4 (Pl4), Patuha Andesite Lava Unit 5 (Pl5), Patuha Andesite Breccia Unit (Pta), Kawah Putih Andesite Breccia Unit (Kpa). The research area is included in the Central - Proximal facies. The geological structure in the study area is estimated to be a right (dextral) patuha horizontal fault and a right (dextral) cibuni horizontal fault. The 2D Forward Models shows varying density values in the subsurface. The high density value of 2.77 g/cm3 – 2.99 g/cm3 is an igneous rock which is interpreted as plutonic igneous rock and is indicated as a heat source in the Patuha geothermal system. Density values of 2.44 g/cm3 – 2.47 g/cm3 are rocks that have porosity and permeability which are interpreted as reservoirs rocks in the Patuha geothermal system. Density values of 2.4 g/cm3 and 2.67 g/cm3 are rocks that have low porosity and permeability which are interpreted as caprocks in the Patuha geothermal system.
3706739916A1A017056STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA TANI SERAI WANGI (Cymbopogon nardus L.) DI DESA KEDUNGRANDU, KECAMATAN PATIKRAJA, KABUPATEN BANYUMASSerai wangi merupakan tanaman dari suku poaceae yang sering disebut dengan suku rumput-rumputan. Minyak serai wangi memiliki beragam manfaat, diantaranya dapat digunakan sebagai bahan bioaditif bahan bakar minyak, dan bahan baku pembuatan produk pewangi seperti parfum, sabun, dan lotion. Desa Kedungrandu Kecamatan Patikraja merupakan satu-satunya daerah di Banyumas yang mempunyai perusahaan dalam memproduksi minyak serai wangi.
Serai wangi yang ditanam petani Desa Kedungrandu yaitu jenis Mahapengiri, salah satu varietas unggul serai wangi. Namun terdapat permasalahan dalam usaha tani tersebut yaitu hasil produksi daun serai wangi yang masih sedikit dan kurangnya modal petani. Mengatasi hal ini perlu dilakukan upaya peningkatan produksi yang baik dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui penerimaan dan keuntungan usaha tani serai wangi di Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas; (2) Mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman bagi pengembangan usaha tani serai wangi di Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas; dan (3) Merumuskan alternatif strategi pengembangan yang tepat untuk diterapkan pada usaha tani serai wangi di Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas.
Sasaran penelitian ini adalah petani serai wangi di Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas dan anggota PT Dewara Nusa Jaya. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis biaya produksi (cost), analisis penerimaan (revenue), analisis keuntungan (profit), Analisis Internal-Eksternal (IE), Analisis SWOT, dan Analisis QSPM (Quantitative Strategies Planning Matrix).
Hasil penelitian menunjukkan total biaya usaha tani serai wangi untuk lahan dengan satu kali panen sebesar Rp7.873.688, dengan penerimaan sebesar Rp3.382.000. Sedangkan untuk lahan dengan empat kali panen mengeluarkan biaya sebeesar Rp5.479.000 dengan penerimaan yang diperoleh sebesar Rp25.920.000. Berdasarkan hasil analisis evaluasi faktor strategis internal dan eksternal, strategi analisis SWOT usaha tani serai wangi berada pada kuadran I atau mendukung strategi agresif. Strategi SO (strength-opportunities) digunakan dalam memaksimalkan kekuatan dan peluang, yaitu Pengoptimalan produksi serai wangi dan Memanfaatkan sumber daya dengan baik. Berdasarkan analisis QSPM, menunjukkan bahwa strategi terbaik untuk komoditi serai wangi adalah strategi mengajukan kontrak kemitraan tertulis dengan perusahaan dengan nilai STAS sebesar 6,394.
Citronella is a plant from the Poaceae tribe which is often referred to as the grass tribe. Citronella oil has various benefits, including being used as a bio additive for fuel oil, and as a raw material for making fragrance products such as perfumes, soaps, and lotions. Kedungrandu Village, Patikraja District, is the only area in Banyumas that has a citronella oil producing company.
Citronella planted by farmers in Kedungrandu Village is the Mahapengiri type, one of the superior varieties of citronella. However, there are problems in the farming, namely the production of citronella leaves which are still small and the lack of farmer capital. To overcome this, it is necessary to make efforts to increase production that is good and follows the needs in the field. The objectives of this study were: (1) to determine the income and profits of citronella farming in Kedungrandu Village, Patikraja District, Banyumas Regency; (2) to identify internal and external factors that are strengths, weaknesses, opportunities, and threats for the development of citronella farming in Kedungrandu Village, Patikraja District, Banyumas Regency; and (3) Formulating an appropriate alternative development strategy to be applied to citronella farming in Kedungrandu Village, Patikraja District, Banyumas Regency.
The targets of this study were citronella farmers in Kedungrandu Village, Patikraja District, Banyumas Regency, and members of PT Dewara Nusa Jaya. The data analysis used in this research is descriptive, cost analysis, income analysis, profit analysis, Internal-External (IE) analysis, SWOT analysis, and QSPM (Quantitative Strategies Planning Matrix) analysis.
The result of this research showed the total cost of citronella farming for land with 1 harvest is IDR 7.873.688, with revenues of IDR 3.382.000. Whereas land with 4 harvests costs IDR 5.479.000 with revenues of IDR 25.920.000. Based on the results of the analysis of the evaluation of internal and external strategic factors, the SWOT analysis strategy for citronella farming is in quadrant I or supports an aggressive strategy. SO (strength-opportunities) strategy is used in maximizing strengths and opportunities, namely developing technology for optimizing production and utilizing and optimizing resources properly. Based on QSPM analysis, it shows that the best strategy for citronella commodity is the strategy of submitting a written partnership contract with a company with an STAS value of 6,394.
3706839920A1A019106ANALISIS RANTAI PASOK KOMODITAS KUBIS DI DESA KUTABAWA KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGADesa Kutabawa menjadi salah satu sentra produksi kubis di Provinsi Jawa Tengah didukung dengan kondisi lingkungan dan Pasar Sub Terminal Agribisnis Kutabawa. Fluktuasi harga dan karakteristik kubis yang mudah rusak dan tidak tahan lama menjadi permasalahan utama pemasaran kubis. Kondisi lingkungan yang tidak menentu memicu peningkatan dan penurunan produksi kubis di pasar, akan tetapi terjadi ketidakseimbangan dengan permintaan kubis yang cenderung tetap dalam jangka pendek sehingga menimbulkan harga kubis anjlok dan naik. Oleh karena itu, penelitian menggunakan metode survei dengan penentuan responden petani menggunakan metode Simple Random Sampling, responden lembaga pemasaran menggunakan metode Snowball Sampling dan metode Purposive Sampling untuk responden pakar dalam analisis AHP. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, efisiensi pemasaran dan Analytical Hierarki Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan empat saluran pemasaran kubis dengan kondisi yang berbeda-beda yaitu (1) aliran produk mengalir dari hulu ke hilir dengan sistem diantar dan mengantar (2) aliran informasi mengalir dua arah dari hulu ke hilir dan sebaliknya, dan (3) aliran keuangan mengalir dari hilir ke hulu dengan sistem pembayaran tunai dan non-tunai. Nilai efisiensi pemasaran dari margin pemasaran terkecil dan farmer’s share terbesar terdapat pada saluran III sebesar Rp1.760,00 & 63,18% sehingga saluran pemasaran III merupakan saluran yang paling efisien untuk dilakukan. Alternatif pengambilan keputusan kualitas produk dan peningkatan fungsi pemasaran petani dan lembaga pemasaran sebagai kriteria dan alternatif pengambilan keputusan paling penting untuk diterapkan dalam membentuk rantai pasok kubis yang efisien di Desa Kutabawa.Kutabawa Village is one of the cabbage production centers in Central Java Province, supported by environmental conditions and STA Kutabawa Market. The main problems in cabbage supply chain are price fluctuations and perishable and non-durable characteristics of cabbage. Uncertain environmental conditions trigger increased and decreased cabbage production in the market. Still, an imbalance in cabbage demand tends to remain in the short term, causing cabbage prices to plummet and rise. The research method used is a survey method by determining farmer respondents using the Simple Random Sampling, respondents of marketing institutions using Snowball Sampling method and Purposive Sampling method for expert respondents in AHP analysis. The data analysis methods used are descriptive analysis, marketing efficiency and Analytical Hierarchy Process (AHP). The results showed four cabbage marketing channels with different conditions, that are (1) product flow flows from upstream to downstream with a system of delivering and ushering in, (2) information flow flows both ways from upstream to downstream and vice versa, and (3) financial flow flows from downstream to upstream with cash and non-cash payment systems. The value of marketing efficiency from the smallest marketing margin and the largest farmer's share is found in channel III of Rp1,760.00 & 63.18%, so marketing channel III is the most efficient channel to do. Alternative decision-making on product quality and improvement of the marketing function of farmers and marketing institutions as the essential decision-making criteria and alternatives to be applied in forming an efficient cabbage supply chain in Kutabawa Village.
3706939921J1D019027Strategi Bertutur dalam Tindak Tutur Perlokusi pada Kegiatan Diskusi Kelompok di Kelas XI SMA Negeri 1 DayeuhluhurPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi bertutur dalam tindak tutur perlokusi yang digunakan oleh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Dayeuhluhur pada kegiatan diskusi kelompok serta dampaknya. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah kurangnya kesantunan berbahasa saat berkomunikasi dalam kegiatan diskusi kelompok. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori strategi bertutur menurut Brown & Levinson (1987). Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data penelitian berupa tuturan pada tindak perlokusi yang terindikasi ke dalam jenis strategi bertutur pada kegiatan diskusi kelompok. Sumber data penelitian ini adalah tuturan antarsiswa kelas XI MIPA 2 dan XI IPS 1 di SMA Negeri 1 Dayeuhluhur dalam kegiatan diskusi kelompok pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Sejarah, dan PPKn. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode simak, rekam, dan catat. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode padan. Hasil analisis data penelitian ini menunjukan bahwa terdapat empat strategi bertutur dalam tindak tutur perlokusi yang digunakan oleh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Dayeuhluhur, yaitu strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi, strategi bertutur dengan basa-basi kesantunan positif, strategi bertutur dengan basa-basi kesantunan negatif, dan strategi bertutur secara samar-samar. Strategi bertutur yang paling dominan adalah strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi, yaitu sejumlah 12 data. Selain itu, terdapat empat dampak dari segi emosi, yaitu memperkuat semangat, melemahkan semangat, menghambat kegiatan belajar, dan mengganggu penyesuaian sosial, serta terdapat lima dampak dari segi tingkah laku, yaitu agresi, bertengkar, persaingan, kerja sama, dan simpati. Dampak paling dominan dari segi emosi adalah memperkuat semangat sejumlah 18 data, sedangkan dari segi tingkah laku adalah sikap simpati sejumlah 20 data. Berdasarkan uraian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tuturan yang digunakan oleh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Dayeuhluhur pada saat diskusi kelompok masih cenderung kurang santun sehingga membuat tujuan diskusi kurang tercapai dengan baik.

Kata Kunci: strategi bertutur, tindak tutur perlokusi, diskusi kelompok
This research aims to elaborate the politeness strategies in perlocutionary speech acts used by class XI students of SMA Negeri 1 Dayeuhluhur and their impact in group discussion activities. The problem behind this research is the lack of language politeness when communicating in group discussion activities. The theoretical basis used in this study is the theory of politeness strategies proposed by Brown & Levinson (1987). The design of this research is qualitative research. The research data is in the form of utterances on perlocutionary acts which are indicated as types of politeness strategies in group discussion activities. The source of the data for this study is conversation between students in class XI MIPA 2 and XI IPS 1 at SMA Negeri 1 Dayeuhluhur in group discussion activities on Indonesian, History and Civics subjects. The data collection method in this study uses the method of observing, recording, and note-taking. Data analysis in this study uses the equivalent method. The results of this research data analysis show that there are four politeness strategies in perlocutionary speech acts used by class XI students of SMA Negeri 1 Dayeuhluhur, namely bald-on-record, positive politeness, negative politeness and off-record politeness strategies. The most dominant politeness strategy is the bald-on-record strategy, which consists of 12 data points. In addition, there are four impacts in terms of emotion, namely strengthening enthusiasm, weakening enthusiasm, inhibiting learning activities, and disrupting social adjustment, and there are five impacts in terms of behavior, namely aggression, fighting, competition, cooperation, and sympathy. The most dominant impact in terms of emotion is strengthening the spirit with a total of 18 data, while in terms of behavior is an attitude of sympathy with a total of 20 data. Based on this description, it can be concluded that the speech acts used by class XI students of SMA Negeri 1 Dayeuhluhur during group discussions still tends to be less polite so that the discussion objectives are not achieved properly.

Keywords: politeness strategies, perlocutionary speech acts, group discussion
3707039923L1A019001Analisis Key Factor Pengelolaan Ekosistem Mangrove Di Segara Anakan Bagian Timur
Penelitian ini berjudul “Analisis Key Factor Pengelolaan Ekosistem Mangrove di Segara Anakan Bagian Timur”. Faktor penting pengelolaan mangrove meliputi faktor ekologi, sosial dan ekonomi. Mengingat pentingnya hutan mangrove bagi keberlangsungan hidup manusia serta mencegah meluasnya kerusakan hutan mangrove, sudah sewajarnya diperlukan suatu perencanaan pengelolaan yang mempertimbangkan keberlanjutan atau kelestariannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola dari pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap pengelolaan ekosistem mangrove di Segara Anakan Bagian Timur dan untuk mengetahui kekuatan hubungan dari pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap pengelolaan ekosistem mangrove di Segara Anakan Bagian Timur. Metode penelitian ini menggunakan metode analisis MICMAC (matrix of cross impact multiplications applied to a classification). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa variabel kunci atau variabel penggerak (Influence Variables) yang menguasai sistem adalah faktor kebencanaan terdapat 3 variabel pada pengaruh langsung dan tidak langsung yang dapat mempengaruhi yaitu pasang surut, pencemaran air dan sedimentasi. Sedangkan pada Relay Variables terdapat 9 variabel pada pengaruh langsung dan 11 variabel pada pengaruh tidak langsung. Sementara pada Dependence Variables terdapat 3 variabel pada pengaruh langsung dan 1 variabel pada pengaruh tidak langsung. Dan Excluded Variables/Autonomous Variabel terdapat 8 variabel pada pengaruh langsung dan tidak langsung yaitu kemiskinan, pendidikan, jumlah penduduk, nilai jual bibit, produk olahan mangrove, jenis kelamin, nilai jual produk dan umur.
Kata Kunci: Pengelolaan Mangrove, Segara Anakan, Micmac, Variabel Kunci
This study is entitled "Analysis of Key Factor Management of Mangrove Ecosystems in Eastern Segara Anakan." Important factors in mangrove management include ecological, social, and economic factors. Given the importance of mangrove forests for human survival and preventing the spread of damage to mangrove forests, it is only natural that a management plan be needed that takes into account their sustainability. The purpose of this study was to determine the pattern of direct and indirect influences on the management of mangrove ecosystems in the Eastern Segara Anakan and to determine the strength of the relationship between the direct and indirect influences on the management of the mangrove ecosystem in the Eastern Segara Anakan. The research method uses the MICMAC analysis method (a matrix of cross-impact multiplications applied to a classification). The results of this study indicate that the key variables or driving variables (influence variables) that control the system are disaster factors. There are three variables that can influence the system directly and indirectly: tides, water pollution, and sedimentation. Whereas in relay variables, there are 9 variables on direct influence and 11 variables on indirect influence. In the dependence variables, there are 3 variables for the direct effect and 1 variable for the indirect effect. In the excluded variables (autonomous variables), there are 8 variables on direct and indirect effects, namely poverty, education, population, selling value of seeds and processed mangrove products, gender, selling value of products, and age.
3707139924E1A019255PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN GARAM YANG TIDAK
MEMENUHI STANDAR BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8
TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN
(Studi Putusan Nomor 837/Pid.Sus/2022/PN Tng)
Penelitian ini mengkaji tentang perlindungan hukum terhadap konsumen garam. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perlindungan hukum dan tanggung jawab pelaku usaha terhadap konsumen garam dalam Putusan Nomor 837/Pid.Sus/2022/PN Tng ditinjau dari Undang-Undang Perlindungan Konsumen.
Tipe penelitian yuridis normative, metode pendekatan undang-undang dan pendekatan kasus, spesifikasi penelitian deskriptif analitis digunakan dalam penelitian ini. Penggunaan data dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan melakukan studi bahan pustaka seperti analisis literatur dan analisis hasil penelitian serta melalui metode dokumenter yang kemudian dikumpulkan data yang berhubungan dengan topik yang sedang diteliti kemudian dipahami dan dipelajari sebagai kesatuan yang kompleks untuk dijadikan baham dasar pembuatan kesimpulan, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, perlindungan bagi konsumen garam telah didapatkan melalui upaya hukum dengan bukti Putusan Putusan Pengadilan Negeri Tangerang Nomor 837/Pid.Sus/2022/PN.Tng berupa perlindungan hukum atas hak konsumen yang terdapat dalam Pasal 4 huruf a dan c UUPK, pemenuhan tanggung jawab pelaku usaha telah dibuktikan dengan dijatuhkannya pidana pada putusan tersebut.
This research examines the legal protection of salt consumers. This research aims to determine the legal protection and responsibility of business actors towards salt consumers in Decision Number 837/Pid.Sus/2022/PN Tng in terms of the Consumer Right Regulated.
Normative juridical research type, statutory approach method and case approach, analytical descriptive research specification are used in this research. The use of data in this research is secondary data by conducting studies of library materials such as literature analysis and analysis of research results and through documentary methods which are then collected data related to the topic being studied and then understood and studied as a complex unit to be used as a basis for making conclusions, and the data analysis method used is a qualitative normative method.
Based on the results of research and data analysis, protection for salt consumers has been obtained through legal remedies with evidence of the Tangerang District Court Decision Number 837/Pid.Sus/2022/PN. Tng in the form of legal protection of consumer rights contained in Article 4 letters a and c of the UUPK, the fulfillment of the responsibility of business actors has been proven by the imposition of punishment in the verdict.
3707239938G1A019028UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT TERONG UNGU (Solanum melongena L) TERHADAP BAKTERI Escherichia coliLatar Belakang-Terong ungu mengandung senyawa metanol, flavonoid, saponin dan tanin yang berpotensi sebagai antibakteri. Escherichia coli memiliki potensi resistensi yang tinggi menyebabkan kesulitan dalam melakukan pengobatan, sehingga diperlukan pengobatan yang lebih efektif dalam menangani kasus infeksi yang disebabkan E. coli. Tujuan penelitian ini mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etil asetat terong ungu terhadap bakteri Escherichia coli. Metode-Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimental. Variabel bebas dalam penelitian ini merupakan ekstrak etil asetat terong ungu dengan berbagai konsentrasi, sedangkan variabel terikatnya merupakan pertumbuhan Escherichia coli yang ditumbuhkan di media Muller Hinton Agar. Metode yang dipilih dalam melakukan pengujian antibakteri adalah mikrodilusi. Penelitian ini juga memiliki 7 kelompok yakni kelompok uji yang merupakan kelompok yang diberikan ekstrak etil asetat terong ungu dengan konsentrasi berbeda dan kelompok kontrol yang tidak diberikan ekstrak etil asetat terong ungu. Hasil - Berdasarkan hasil penelitian, KHM yang merupakan konsentrasi terendah dari ekstrak etil asetat terong ungu dan memiliki hambatan 100% pertumbuhan bakteri E. coli yaitu 20 mg/mL. KBM merupakan konsentrasi yang menunjukan konsentrasi efektif membunuh koloni E. coli yaitu konsentrasi 20mg/mL dengan pertumbuhan koloni sebanyak 0 CFU/mL dan daya hambat 100%. Pemberian Ekstrak etil asetat terong ungu (Solanum melongena L) dapat memberikan daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri E. coli. Simpulan- Terdapat aktivitas sntibakteri dari ekstrak Etil asetat terong ungu terhadap bakteri E. coli.Background - Eggplant contains compounds of methanol, flavonoids, saponins, and tannins that have the potential to be antibacterial. Escherichia coli has a high potential for resistance to cause difficulties in carrying out treatment, so a more effective treatment is needed in handling cases of infection caused by E. coli. This study was conducted to determine the antibacterial activity of eggplant ethyl acetate extract against E. coli bacteria. Methods-This research is a quasi-experimental study. The independent variable in this study was eggplant ethyl acetate extract with various concentrations, while the bound variable was the growth of Escherichia coli in Muller Hinton Agar. The chosen method of conducting antibacterial testing is microdilution. This study also had seven groups: the group that was given eggplant ethyl acetate extract with different concentrations and the control group that was not given eggplant ethyl acetate extract. Hasil - Based on research results, KHM is the lowest concentration of eggplant ethyl acetate extract and has a 100% inhibition to the growth of E. coli bacteria, which is 20 mg/mL. KBM is the effective concentration of killing E. coli colonies, a concentration of 20mg/mL with colony growth of 0 CFU/mL with an inhibitory power of 100%. Giving eggplant ethyl acetate extract (Solanum melongena L) can inhibit the growth of E. coli bacteria. Conclusion- There is an antibacterial activity of purple eggplant ethyl acetate extract against E. coli bacteria.
3707339925A1F017065PROFIL KONSUMEN BIR PLETOK ‘SB’Usaha Kecil, dan Menengah di Jakarta memiliki ikon budaya di bidang pangan, salah satunya adalah bir pletok. Bir Pletok merupakan minuman khas asli masyarakat Betawi yang berasal dari berbagai rempah-rempah. Salah satu UKM bir pletok di Jakarta adalah Bir Pletok ‘SB’ milik Bang Uuk yang tepatnya berada di Kampung Setu Babakan, Jakarta Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil konsumen Bir Pletok SB. Profil konsumen diidentifikasi berdasarkan jenis kelamin, domisili, usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, penghasilan per bulan, pertama kali mendengar bir pletok, pertama kali mendengar Bir Pletok SB, dan alasan minum. Penelitian dilakukan dengan metode survei terhadap 100 orang responden yang memenuhi kriteria. Kuesioner disebarkan secara purposive sampling dengan kriteria responden telah berusia minimal 17 tahun dan pernah mengonsumsi Bir Pletok SB minimal dua kali. Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas konsumen berjenis kelamin pria (76%), berdomisili di DKI Jakarta (65%), berusia 17-30 Tahun (49%), berpendidikan terakhir SMA/sederajat (76%), bekerja sebagai karyawan swasta (36%), berpenghasilan 1-5 juta rupiah per bulan (56%), mendengar bir pletok dari kerabat (42%), mendengar Bir Pletok SB dari kerabat (64%), dan meminum bir pletok dengan alasan kesehatan (57%).Small and Medium Enterprises (SMEs) in Jakarta have cultural icons in the food sector, one of which is bir pletok. Bir Pletok is a unique traditional beverage of the Betawi community that originated from a blend of various spices. One of the SMEs producing bir pletok in Jakarta is Bir Pletok 'SB' owned by Bang Uuk, located in Kampung Setu Babakan, South Jakarta. The purpose of this study is to determine the consumer profile of Bir Pletok SB. The consumer profile is identified based on gender, place of residence, age, highest education level, occupation, monthly income, first time hearing about bir pletok, first time hearing about Bir Pletok SB, and reasons for consuming it. The research was conducted through a survey method with 100 respondents who met the criteria. The questionnaire was distributed through purposive sampling, targeting respondents aged 17 years and above who have consumed Bir Pletok SB at least twice. The survey results indicate that the majority of consumers are male (76%), residing in DKI Jakarta (65%), aged between 17-30 years (49%), with the highest education level of high school or equivalent (76%), working as private employees (36%), earning a monthly income of 1-5 million rupiahs (56%), heard about bir pletok from relatives (42%), heard about Bir Pletok SB from relatives (64%), and consume bir pletok for health reasons (57%).
3707444176H1B020049PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM PERDESAAN DI DESA KRACAK, KECAMATAN AJIBARANG, KABUPATEN BANYUMASAir minum adalah zat yang vital bagi kehidupan manusia karena sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air. Di Desa Kracak, Banyumas, sumber air sungai Tajum dan Kawung menjadi penopang utama pertanian dan peternakan. Namun, program Pamsimas yang diperkenalkan sejak 2018 belum mampu merata dan efisien dalam distribusi air bersih. Masalah pengelolaan dan biaya pemeliharaan yang tinggi menjadi hambatan utama. Selain itu, satu dusun tidak tercakup dalam program tersebut, menambah ketidakmerataan akses air bersih di wilayah tersebut, terutama dengan kondisi topografi yang berbukit. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif, bertujuan untuk menganalisis produksi air minum SPAM Desa Kracak serta merencanakan sistem air minum untuk kebutuhan pelanggan SPAM dalam jangka waktu 10 tahun mendatang. Pengolahan data dari perencanaan ini meliputi proyeksi kebutuhan air minum penduduk Desa Kracak, perencanaan kapasitas air baku, perencanaan sistem transmisi, dan perencanaan bangunan reservoir. Hasil dari proyeksi pertumbuhan kebutuhan air penduduk didapatkan bahwa selama 10 tahun ke depan sumber air Kracak 2 masih bisa untuk melayani penduduk Desa Kracak. Untuk perencanaan bangunan intake dan broncaptering didapatkan setelah memperhitungkan kebutuhan air penduduk, didapatkan bahwa dimensi bangunan intake sebesar 1 m3. Kemudian dari perhitungan analisis hidrolika, didapatkan kesimpulan bahwa sumber air Kracak 2 akan bisa terus mengalir dengan menggunakan gaya gravitasi dari reservoir menuju titik terjauh dari reservoir. Dan untuk bangunan reservoir sudah direncanakan bahwa kapasitas air yang akan ditampung di reservoir sebesar 18 m3. Peneliti dalam hal ini menyarankan jika perencanaan sistem penyediaan air minum perdesaan di Desa Kracak akan direalisasikan, maka perlu dilaksanakannya pemeliharaan yang baik dari pihak desa agar SPAM perdesaan ini bisa melayani penduduk Desa Kracak hingga waktu masa layanan yang sudah direncanakan.
Drinking water is a vital substance for human life because most of the human body consists of water. In Kracak Village, Banyumas, the water sources of the Tajum and Kawung rivers are the main supports for agriculture and animal husbandry. However, the Pamsimas program introduced since 2018 has not been able to distribute clean water evenly and efficiently. High management and maintenance costs are the main obstacles. Additionally, one hamlet is not covered by the program, adding to the uneven access to clean water in the area, especially given the hilly topography. This research uses a quantitative descriptive research method, aiming to analyze the production of drinking water from the Kracak Village SPAM and to plan a drinking water system for SPAM customers' needs in the next 10 years. Data processing from this planning includes projecting the drinking water needs of Kracak Village residents, planning raw water capacity, transmission system planning, and reservoir building planning. The results of the projection of the population's water needs growth indicate that for the next 10 years, Kracak 2 water source can still serve the residents of Kracak Village. For intake and broncaptering building planning, it is found that after considering the water needs of the population, the intake building dimension is 1 m3. Then, from the hydraulic analysis calculations, it is concluded that the Kracak 2 water source will continue to flow by using gravity from the reservoir to the farthest point from the reservoir. And for the reservoir building, it has been planned that the water capacity to be stored in the reservoir is 18 m3. The researchers suggest that if the rural drinking water supply system planning in Kracak Village is implemented, good maintenance by the village authorities is necessary so that this rural SPAM can serve the residents of Kracak Village until the planned service life.
3707539928A1C016054Potensi Air Tanah Das Serayu Menggunakan Quantum Geographic
Information System (QGIS)
Air tanah adalah salah satu sumber air utama dalam memenuhi kebutuhan hidup. Permasalahan teknis menjadi salah satu penyebab minimnya informasi dalam menentukan potensi air tanah di suatu daerah. Tujuan penelitian adalah mengetahi potensi air tanah di wilayah DAS Serayu dengan menggunakan lima parameter, yaitu: litologi, tata guna lahan, kerapatan lineamen, densitas drainase, dan gradien lereng. Penelitan dilaksanakan pada bulan desember 2022 hingga januari 2023 di Laboratirium Teknologi Pertanian. Pembuatan peta tematik oleh QGIS menggunakan data sebaran litologi, Digital Elevation Model (DEM), dan citra Landsat 8 yang diolah menjadi peta raster tematik dengan resolusi 1km x 1km. Nilai pembobotan ditentukan bersarkan hubungan antar faktor kemudian dianalisis tumpang tindih menggunakan QGIS-calculator. Potensi air tanah di wilayah DAS Serayu diklasifikasi air tanah menjadi 5 kelas yaitu: buruk, rendah, sedang, baik, dan sangat baik. Berdasarkan hasil pemetaan potensi air tanah, wilayah DAS Serayu didominasi oleh kelas sedang dan baik (48,77 dan 29,77%), kondisi kelas rendah (10,87%) dan kelas buruk 0,02% dengan luas 3,727 km2 dari total luas. Kondisi sangat baik (10,57%) memiliki luasan hampir sama dengan rendah. Litologi merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap keragaman data yang dihasilkan.Groundwater is the main source of water to meet the needs of life. Technical problems are one of the causes of the lack of information in determining groundwater potential in an area. The purpose of the study was to determine the groundwater potential in the Serayu watershed area using five parameters, namely: lithology, land use, lineament density, drainage density, and slope gradient. The research was conducted from December 2022 to January 2023 at the Agricultural Technology Laboratory. Thematic maps were created by QGIS using lithology distribution data, Digital Elevation Model (DEM), and Landsat 8 images processed into thematic raster maps with a resolution of 1km x 1km. Weight values were determined based on the relationship between factors and then analyzed for overlap using QGIS-calculator. Groundwater potential in the Serayu watershed area was classified into 5 classes, namely: The results of groundwater potential mapping show that the Serayu watershed area is dominated by medium and good classes (48.77 and 29.77%), low class conditions (10.87%) and bad class 0.02% with an area of 3,727 km2 of the total area. Very good condition (10.57%) has almost the same area as low. Lithology is the most influential factor on the diversity of data generated.
3707639929E1A019047KONSTRUKSI HUKUM PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN PADA KASUS PENCURIAN MOTOR DALAM PEKARANGAN TERTUTUP PADA MALAM HARI (Tinjauan Putusan Nomor: 30/Pid.B/2022/PN.Tdn)ABSTRAK
Tindak pidana pencurian dengan pemberatan ini menunjuk pada suatu
pencurian yang dilakukan dengan cara-cara tertentu. Ancaman pidana
pencurian biasa sesuai dengan Pasal 362 KUHP dan pidana pencurian dengan
pemberatan pada malam hari dalam pekarangan tertutup sesuai dengan Pasal
363 ayat (1) ke-3 KUHP ini berbeda. Pada Putusan Nomor: 30/ Pid. B/ 2022/
PN Tdn, Penuntut Umum menuntut dengan dakwaan alternatif kesatu Pasal
363 ayat (1) ke-3 KUHP dan kedua Pasal 362 KUHP. Majelis Hakim dalam
pertimbangannya menilai bahwa terdakwa terbukti bersalah secara melawan
hukum melakukan tindak pidana pencurian biasa sesuai dengan Pasal 362
KUHP. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis
normatif dengan spesifikasi penelitia ini adalah perspektif analisis. Metode
pengumpulan bahan hukum pada penelitian ini adalah menginventarisasi
bahan hukum primer dan dilakukan studi pustaka pada bahan hukum sekunder
yang kemudian dilakukan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukan
bahwa majelis hakim dalam menilai dakwaan alternatif kedua yaitu Pasal 362
KUHP penuntut umum tidaklah tepat. Bahwa tindakan terdakwa lebih tepat
dikategorikan memenuhi unsur Pasal 363 ayat (1) KUHP yang diancam
dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun yaitu pencurian di waktu
malam dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya,
yang dilakukan oleh orang yang ada di situ tidak diketahui atau tidak
dikehendaki oleh yang berhak.
Kata kunci : Pencurian dengan pemberatan, Kekuatan Pembuktian,
Pertimbangan Hukum Hakim
ABSTRACT
The crime of theft with aggravation refers to a theft committed in certain ways.
The punishment of ordinary theft in accordance with Article 362 of the Criminal
Code and the crime of theft with aggravation at night in a closed yard in
accordance with Article 363 paragraph (1) 3 of the Criminal Code are different.
In Decision Number 30/ Pid. B/ 2022/ PN Tdn, the Public Prosecutor charged the
defendant with alternative charges, namely first Article 363 paragraph (1) 3rd of
the Criminal Code and second Article 362 of the Criminal Code. The Panel of
Judges in its consideration considered that the defendant was unlawfully proven
guilty of committing the crime of larceny in accordance with Article 362 of the
Criminal Code. The research method used in this research is normative juridical
with the specification of this research is an analytical perspective. The method of
collecting legal materials in this research is to inventory primary legal materials
and conduct literature studies on secondary legal materials which are then
subjected to qualitative analysis. The results of this study indicate that the panel
of judges in assessing the second alternative charge, namely Article 362 of the
Criminal Code, was not correct. That the actions of the defendant are more
accurately categorized as fulfilling the elements of Article 363 paragraph (1) of
the Criminal Code which is punishable by a maximum imprisonment of seven
years, namely theft at night in a closed house or yard where there is a house,
committed bya person who is there unknown or unwanted bythe rightful owner.
Keywords: Theft with weighting, Strength of Evidence, Judge's Legal
Consideratio
3707739926A1F019065IMPLEMENTASI AUTONOMOUS MAINTENANCE UNTUK MENINGKATKAN OEE MESIN PILLOW PACK SEBAGAI PENGENDALI MUTU KEMASAN CHEWY CANDY COATED
Proses pengemasan menentukan umur simpan produk dan dapat mengurangi penurunan kualitas maupun kuantitas dari produk. Salah satu kemasan yang digunakan chewy candy coated adalah kemasan bantal atau pillow pack yang rentan memiliki masalah pada proses pengemasan seperti adanya kemasan kosong, berlapis, lengket maupun produk yang berlebih dalam satu kemasan. Salah satu langkah untuk menurunkan tingkat reject pada proses ini adalah menerapkan Autonomous Maintenance atau AM yang dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi dengan pemeliharaan oleh operator yang bersangkutan. Penerapan AM memiliki tujuan utama yaitu mencegah dan meminimalkan jumlah cacat produk. Penerapannya perlu diawasi salah satunya dengan penggunaan metode Overall Equipment Effectiveness atau OEE yang memiliki standar internasional sebesar 85%, apabila mesin telah mencapai angka tersebut dapat diketahui bahwa mesin sudah bekerja secara efektif menurut standar internasional.
Penelitian ini dilakukan berdasarkan studi kasus pada perusahaan kembang gula pada bulan April 2022-Februari 2023 yang berletak di Cibinong, Jawa Barat. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah pelaksanaan AM, nilai OEE, nilai reject pada mesin selama bulan September 2021; April 2022; dan Februari 2023. Analisis yang digunakan adalah fishbone diagram yang merupakan pendekatan terstruktur untuk mendapatkan analisis lebih terperinci dalam menemukan penyebab dari suatu ketidaksesuaian yang ada. Untuk mendukung analisis sebelumnya, digunakan analisis 5W+1H dengan tujuan mendapatkan akibat dari masalah dan dapat memberikan usulan berdasarkan analisis sebelumnya.
Hasil penelitian menunjukkan tolak belakang antara tujuan AM dan reject yang meningkat. Reject mengalami peningkatan yang konsisten setiap sampel bulan yang diambil yaitu 0,4% menjadi 1% dengan peningkatan mencapai 500 Kg.
The primary packing process determines the product's shelf life and can reduce the decline in the quality and quantity of the product. One of the packages used is pillow packaging or pillow packs, which are prone to problems such as empty, layered, sticky packages or excess product in one package. One of the steps to reduce the reject rate in this process is to implement Autonomous Maintenance, or AM, which has an implementation of AM has the main objective of preventing and minimizing the number of product defects. Its application needs to be monitored, one of which is by using the Overall Equipment Effectiveness or OEE method, which has an international standard of 85%; if the machine has reached this number, it works effectively according to international standards.
This research was conducted based on a case study at a confectionery company in Cibinong, West Java. The variables used in this study are the implementation of AM, OEE, and reject values on machines during September 2021, April 2022, and February 2023. The analysis used is a fishbone diagram, a structured approach to obtaining a more detailed analysis to find the cause of an existing discrepancy. 5W+1H analysis is used to get the result of the problem and can provide suggestions based on the previous analysis.
The study results show that the reciprocity between AM and reject goals increases. Reject experienced a consistent increase every month the samples were taken, namely 0.4% to 1%, with an increase of up to 500 kg.
3707839913F1A019070Pengaruh Stigma Terhadap Perilaku Menyontek Siswa SMA di PurwokertoPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stigmatisasi terhadap pola perubahan perilaku menyontek antara laki-laki dan perempuan dan memahami pengaruh stigmatisasi terhadap perbedaan pola perilaku menyontek siswa di SMA berbasis umum dan SMA berbasis agama. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan mengambil 15% sampel di dua jenis sekolah yang berbeda. Teknik sampling menggunakan proportionate stratified random sampling dari masing-masing kelas XI (sebelas) dan XII (duabelas). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner online dan offline. Hasil responden yang diperoleh berjumlah 313 dari dua jenis sekolah yang berbeda. Kemudian, hasil jawaban responden dianalisis dengan menggunakan alat analisis tabel silang dan Chi Kuadrat K Sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pola perilaku menyontek antara laki-laki dan perempuan dengan hasil uji hipotesis (Asymp. Sig 0.139 > 0.05) dan terdapat perbedaan pola perilaku antara SMA berbasis umum dengan SMA berbasis agama di Purwokerto (Asymp. Sig 0.061 < 0.10).This study aims to determine the effect of stigmatization on changing patterns of cheating behavior between men and women and to understand the effect of stigmatization on differences in students' cheating behavior patterns in general-based SMA and religion-based SMA. This study used a survey method by taking a 15% sample in two different types of schools. The sampling technique used proportionate stratified random sampling from each class XI (eleven) and XII (twelve). Data collection was carried out using online and offline questionnaires. The results of the respondents obtained amounted to 313 from two different types of schools. Then, the results of the respondents' answers were analyzed using cross-table analysis tools and Chi Square K Samples. The results showed that there was no difference in the pattern of cheating behavior between men and women with the results of the hypothesis test (Asymp. Sig 0.139 > 0.05) and there were differences in cheating behavior patterns between general and religious-based high schools in Purwokerto (Asymp. Sig 0.061 < 0.10 ).
3707939930E1A019163KARAKTERISTIK PENGKATEGORIAN PERKARA PIDANA DAN PERDATA DALAM PERKARA PENGGELAPAN
(Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 56/Pid.B/2021/PN Prn Juncto
Putusan Nomor 16/Pid/2022/PT Bjm Juncto Putusan Nomor 665K/Pid/2022)
Penggelapan merupakan salah satu tindak pidana terhadap kekayaan manusia, namun antara tindak pidana penggelapan dan wanprestasi sulit ditentukan karena konsep keduanya sulit untuk dipisahkan. Putusan Nomor 56/Pid.B/2021/PN Prn, majelis hakim memutuskan Terdakwa terbukti melakukan tindak pidana penggelapan dan menjatuhkan pidana penjara selama 1 (satu) tahun. Terhadap putusan tersebut Terdakwa mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Banjarmasin dengan nomor register perkara Nomor 16/Pid/2021/PT.Bjm, Majelis Hakim (Hakim Ketua Majelis dan Hakim Anggota II) mempertimbangkan bahwa perbuatan Terdakwa terbukti tetapi bukan perbuatan pidana melainkan termasuk kategori keperdataan dan menyatakan Terdakwa diputus lepas dari segala tuntutan hukum (Onslag Van Rechtsvervolging), tetapi Hakim Anggota I berpendapat bahwa perbuatan Terdakwa terbukti melakukan tindak pidana penggelapan. Penuntut umum/terbanding mengajukan permohonan Kasasi yang dikabulkan oleh Mahkamah Agung dan amar putusan menyatakan Terdakwa melakukan tindak pidana penggelapan dan menjatuhkan pidana penjara selama 10 (sepuluh) bulan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian ini adalah preskriptif analitis. Metode pengumpulan bahan hukum pada penelitian ini dengan menginventarisasi bahan hukum primer dan dilakukan studi pustaka pada bahan hukum sekunder yang kemudian dilakukan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengkategorian tindak pidana penggelapan jika dikaitkan dengan unsur perbuatan wanprestasi yang dapat dikategorikan penggelapan fokus utamanya terletak pada unsur memiliki secara melawan hukum. Terkait perbedaan pertimbangan hukum hakim yaitu Putusan Nomor 56/Pid.B/2021/PN Prn mempertimbangakan hubungan hukum antara Terdakwa dan Syaifullah, sedangkan pada Putusan Nomor 16/Pid/2022/PT Bjm tidak mempertimbangkan hubungan hukum diantara keduanya dan tindakan Terdakwa lebih tepat dikategorikan sebagai perbuatan wanprestasi sesuai dengan Putusan Nomor 16/Pid/2022/PT Bjm.Embezzlement is a crime against human wealth, but between the crime of embezzlement and default is difficult to determine because the two concepts are difficult to separate. Decision Number 56/Pid.B/2021/PN Prn, the panel of judges decided that the Defendant was proven guilty of committing the crime of embezzlement and sentenced him to 1 (one) year in prison. Against this decision the Defendant submitted an appeal to the Banjarmasin High Court with the case register number Number 16/Pid/2021/PT.Bjm, the Panel of Judges (Chairman Judge of the Panel and Member Judges II) considered that the Defendant's actions were proven but not criminal acts but included in the civil category and stated that the Defendant was dismissed from all lawsuits (Onslag Van Rechtsvervolging), but Member Judge I was of the opinion that the Defendant's actions were proven to have committed a crime of embezzlement. The public prosecutor/appeal filed a cassation request which was granted by the Supreme Court and the verdict stated that the Defendant committed the crime of embezzlement and imposed a prison sentence of 10 (ten) months. The research method used in this research is normative juridical with the specification of this research is analytical prescriptive. The method of collecting legal materials in this study was by taking inventory of primary legal materials and conducting literature studies on secondary legal materials which were then carried out qualitative analysis. The results of the study show that the categorization of the crime of embezzlement when it is associated with the element of default which can be categorized as embezzlement, the main focus lies on the element of unlawful possession. Regarding the differences in the judge's legal considerations, namely Decision Number 56/Pid.B/2021/PN Prn considers the legal relationship between the Defendant and Syaifullah, while Decision Number 16/Pid/2022/PT Bjm does not consider the legal relationship between the two and the Defendant's actions are more appropriately categorized as an act of default in accordance with Decision Number 16/Pid/2022/PT Bjm.
3708039931F1A019060Strategi Bertahan Hidup Pengrajin Gula Kelapa di Desa Sidareja Kecamatan Kaligondang Kabupaten PurbalinggaKabupaten Purbalingga merupakan sentra penghasil gula kelapa di Jawa Tengah yang memiliki potensi ekspor cukup besar, namun permasalahan kesejahteraan pengrajin gula masih banyak ditemukan. Pengrajin gula kelapa di Desa Sidareja yang terletak di Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga masih dihadapkan dengan berbagai risiko dan permasalahan seperti harga gula yang murah, pemasaran terbatas, tidak terdapat diversifikasi produk, dan tidak mampu mempertahankan kualitas produk. Risiko dan permasalahan tersbut dapat menyebabkan penghasilan mereka berkurang. Hal ini yang membuat mereka harus menerapkan strategi bertahan hidup agar kebutuhannya dapat terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil sosial ekonomi pengrajin gula kelapa, mekanisme kerja dan strategi bertahan hidup. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sosial ekonomi pengrajin gula kelapa di Desa Sidareja masih rendah. Kondisi tersebut dapat dilihat melalui profil sosial ekonomi pengrajin gula kelapa yaitu meliputi latar belakang pendidikan, jumlah penghasilan, aset penghidupan, dan permasalahan selama menjalankan usaha gula kelapa. Mekanisme pengrajin gula kelapa terdiri dari penyadapan nira kelapa, pemasakan nira, pencetakan, pengemasan dan penjualan. Strategi bertahan hidup yang diterapkan terdiri dari dua jenis yaitu strategi non jaringan dan strategi jaringan. Strategi non jaringan adalah strategi pengelolaan sumber daya yang dimiliki dan penerapan pola hidup subsisten. Strategi ini meliputi pelibatan anggota rumah tangga dalam kegiatan produksi, berhemat, melakukan pekerjaan tambahan, dan memanfaatkan hasil kebun serta ternak. Selanjutnya, strategi jaringan sosial adalah strategi yang dilakukan dengan melibatkan jaringan sosial yang dimiliki. Strategi ini terdiri dari berhutang, maro, dan memanfaatkan bantuan.Purbalingga Regency is a center for producing coconut sugar in Central Java, with a large export potential, however there are still numerous issues with sugar craftsmen's welfare. Coconut sugar craftsmen in Sidareja Village, Kaligondang District, Purbalingga Regency, continue to face a variety of hazards and issues, including low sugar pricing, limited marketing, lack of product diversification, and inability to maintain product quality. These risks and problems can cause their income to decrease. This is what makes them have to implement survival strategies so that their needs can be met. This study aims to determine the socio-economic profile of coconut sugar craftsmen, working mechanisms, and survival strategies. This research was conducted using a descriptive qualitative method. Data was obtained through observation, in-depth interviews, and documentation. The informant determination technique used purposive sampling. The results showed that the socio-economic conditions of coconut sugar craftsmen in Sidareja Village were still low. This condition can be seen through the socio-economic profile of coconut sugar craftsmen, which includes educational background, amount of income, livelihood assets, and problems while running the coconut sugar business. The mechanism of the coconut sugar craftsmen consists of tapping the coconut sap, cooking the sap, printing, packaging, and selling. The survival strategy implemented consists of two types, namely non-network strategy and network strategy. The non-network strategy is a strategy for managing owned resources and implementing a subsistence lifestyle. This strategy includes involving household members in production activities, saving money, doing additional work, and utilizing garden and livestock products. Furthermore, the social network strategy is a strategy that is carried out by involving the social network that is owned. This strategy consists of debt, maro, and utilizing the assistance.