Home
Login.
Artikelilmiahs
44702
Update
RIFI NUR ROFIAH
NIM
Judul Artikel
Aktivitas Harian Heterotrigona itama pada Bunga Air Mata Pengantin (Antigonon leptopus)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Heterotrigona itama merupakan spesies lebah tak bersengat berukuran tubuh 4 – 9 mm. Faktor yang harus diperhatikan dalam budidaya yaitu ketersediaan pakan dan kesesuaian faktor lingkungan sekitar tempat budidaya seperti suhu dan kelembapan. Tanaman Air Mata Pengantin banyak digunakan sebagai sumber pakan karena memiliki kualitas dan kuantitas nektar yang baik. Ketersediaan nektar dan polen diduga dipengaruhi oleh pewaktuan seperti pagi, siang, dan sore hari. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh dari pewaktuan terhadap frekuensi dan lama kunjungan lebah H. itama pada bunga air mata pengantin dan mengetahui korelasi antara frekuensi dan lama kunjungan lebah H. itama dengan faktor lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Pabuaran, Purwokerto Utara dengan menggunakan metode survey. Pengambilan data dilakukan selama 12 hari pengamatan. Waktu pengamatannya per harinya sebanyak 4 kali yaitu pukul 06.00 – 09.00, 09.00 – 12.00, 12.00 – 15.00, dan 15.00 – 18.00. Kunjungan lebah pada bunga didokumentasikan menggunakan handphone dan pengukuran lama kunjungan menggunakan stopwatch. Analisis data dilakukan menggunakan uji F dan korelasi regresi berganda menggunakan bantuan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan frekuensi dan lama kunjungan antar waktu pengamatan (p = 0,00002 dan p = 0,00705). Kelembapan berkorelasi terhadap frekuensi dan lama kunjungan, kenaikan kelembapan akan menyebabkan penurunan frekuensi dan lama kunjungan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah waktu pengamatan berpengaruh terhadap frekuensi dan lama kunjungan lebah H. itama pada bunga air mata pengantin dan terdapat hubungan antara frekuensi dan lama kunjungan dengan kelembapan sebagai faktor lingkungan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Heterotrigona itama is a species of stingless bee with a body size of 4–9 mm. Factors that must be considered in cultivation are the availability of feed and the suitability of environmental factors around the cultivation site such as temperature and humidity. Antigonon leptopus is widely used as a food source because it has good quality and quantity of nectar. The availability of nectar and pollen is thought to be influenced by timing such as morning, afternoon and evening. The aim of the research was to determine the effect of timing on the frequency and duration of visits by H. itama bees to A. leptopus flowers and to determine the correlation between the frequency and duration of visits by H. itama bees and environmental factors. This research was carried out in Pabuaran Village, North Purwokerto using a survey method. Data collection was carried out during 12 days of observation. The observation time is 4 times per day, namely 06.00–09.00, 09.00–12.00, 12.00–15.00, and 15.00–18.00. Bee visits to flowers were documented using a cellphone and the duration of the visit was measured using a stopwatch. Data analysis was carried out using the F test and multiple regression correlation using SPSS software. The results showed that there were differences in the frequency and duration of visits between observation periods (p=0.00002 and p=0.00705). Humidity is correlated with the frequency and duration of visits, an increase in humidity will cause a decrease in the frequency and duration of visits. The conclusion of this research is that observation time influences the frequency and duration of visits by H. itama bees to A. leptopus flowers and there is a relationship between the frequency and duration of visits and humidity as an environmental factor.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save