Artikelilmiahs
Menampilkan 37.041-37.060 dari 48.998 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 37041 | 39904 | H1A018078 | SISTEM PENYIRAMAN OTOMATIS PADA FODDER JAGUNG DENGAN MONITORING DAN KONTROL BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT) | Fodder merupakan pakan ternak alternatif untuk solusi bagi para peternak dalam permasalahan kesediaan lahan dikarenakan menggunakan metode penanaman hidroponik yang tidak memerlukan lahan yang luas. Biasanya petani melakukan penyiraman air dan pupuk secara manual. Dalam proses penyiraman fodder secara manual, seringkali petani fodder kesulitan dalam hal penyiraman atau memantau kondisi fodder apakah hari ini sudah disiram. Hal ini membuat penulis merancang sistem penyiraman otomatis yang bisa memantau dan mengatur penyiraman secara Internet of Things (IoT). Metode yang digunakan untuk merancang sistem penyiraman otomatis yaitu dengan metode simulasi dan rancang bangun. Didalam sistem penyiraman otomatis terdapat fitur kontrol yang berisikan mode A, mode B, mode C, relay On dan monitoring berisikan fitur suhu, day, ket siram. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan dalam penelitian ini, terdapat beberapa hasil yaitu untuk pengiriman data/perintah kontrol, monitoring, dan Thingspeak dilakukan dengan baik akan tetapi terdapat delay dalam pengiriman data tersebut. Untuk delay rata-rata pengiriman perintah kontrol sebesar 7,75 detik dengan nilai error 0,031 dan perintah monitoring sebesar 3,46 detik dengan nilai error 0,034. Pengiriman data logger Thingspeak ada di rentang 193-211 data per jam dan delay rata-rata pengiriman data suhu di rentang 17,06-18,63 detik per jam. Berdasarkan hasil tersebut yang telah di terapkan pada fodder jagung dapat dikatakan alat penyiraman otomatis berjalan dengan baik. | Fodder is an alternative animal feed as a solution for farmers in the problem of land availability because it uses a hydroponic planting method that does not require large areas of land. Usually farmers do the watering and fertilizer manually. In the process of manually watering fodder, fodder farmers often have difficulty watering or monitoring the condition of the fodder whether it has been watered today. This made the authors design an automatic watering system that can monitor and regulate watering via the internet of things (IoT). The method used to design an automatic watering system is by simulation and engineering methods. In the automatic watering system there is a control feature which contains mode A, mode B, mode C, relay On and monitoring which contains temperature, day, when to flush. Based on the results of the tests that have been carried out in this study, there are several results, namely the sending of data/control commands, monitoring, and Thingspeak is done well but there is a delay in sending the data. For the average delay in sending control orders of 7.75 seconds with an error value of 0.031 and monitoring commands of 3.46 seconds with an error value of 0.034. Thingspeak data logger transmissions are in the range of 193-211 data per hour and the average delay in sending temperature data is in the range of 17,06-18,63 seconds per hour. Based on these results that have been implemented on corn fodder it can be said that the automatic watering tool is running well. | |
| 37042 | 39919 | J1D017017 | Nilai Kearifan Lingkungan pada Novel Raifa dalam Dekapan Selembu Karya Boy Abdaz Kajian Ekokritik | Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai kearifan lingkungan pada novel Raifa dalam Dekapan Selembu karya Boy Abdaz dan relevansinya dalam pembelajaran menganalisis isi pesan novel di kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah novel Raifa dalam Dekapan Selembu karya Boy Abdaz. Penelitian ini memfokuskan pada nilai-nilai kearifan lingkungan dalam novel tersebut. Data dalam penelitian ini adalah kalimat yang memuat nilai kearifan lingkungan dalam novel Raifa dalam Dekapan Selembu karya Boy Abdaz. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan teknik simak dan teknik catat. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Teknik isi memfokuskan pada isu atau pesan-pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui karya sastranya. Kemudian diklasifikasikan sesuai nilai kearifan lingkungan menurut Keraf. Berdasarkan penelitian ditemukan 6 nilai kearifan lingkungan pada novel Raifa dalam Dekapan Selembu karya Boy Abdaz. Nilai-nilai tersebut adalah; sikap hormat terhadap alam, prinsip tanggung jawab, solidaritas kosmis, prinsip kasih sayang dan kepedulian, prinsip “no harm” (sikap tidak merugikan alam), dan prinsip hidup sederhana dan selaras dengan alam. Nilai yang paling menonjol dalam novel ini adalah nilai prinsip hidup sederhana dan selaras dengan alam. Nilai-nilai kearifan lingkungan tersebut dapat direlavansikan dengan pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XI SMA yaitu pada Kompetensi Dasar (KD) 3.11 Menganalisis pesan dari buku fiksi yang dibaca. Kata Kunci: nilai, kearifan lingkungan, novel, kajian ekokritik, relevansi | Abstract This study aims to describe the value of environmental wisdom in Boy Abdaz's novel Raifa dalam Dekapan Selembu and its relevance in learning to analyze the contents of the novel's message for class XI Senior High School. This research is a qualitative descriptive study. The subject of this research is Boy Abdaz's novel Raifa dalam Dekapan Selembu. This study focuses on the values of environmental wisdom in the novel. The data in this study are sentences that contain the value of environmental wisdom in Boy Abdaz's novel Raifa dalam Dekapan Selembu. Data collection techniques in research using observing techniques and note-taking techniques. Data that has been collected analysis using content analysis techniques. Content techniques focus on issues or messages that the author wants to covey through his literary work. Then it is classified according to the value of environmental wisdom according to Keraf. Based on the research found 6 values of environmental wisdom in Boy Abdaz's novel Raifa dalam Dekapan Selembu. These values are; respect for nature, the principle of responsibility, cosmic solidarity, the principle of love and care, the principle of "do no harm" (an attitude of not harming nature), and the principle of living simply and in harmony with nature. The most prominent value in this novel is the principle of living simply and in harmony with nature. These environmental wisdom values can be related to Indonesian language learning for class XI Senior High School, namely Basic Competency 3.11 Analyzing messages from reading fiction books. Keywords: values, environmental wisdom, novels, eco-critical studies, relevance | |
| 37043 | 39892 | L1C018012 | Pendugaan Kontaminasi Logam Berat Kadmium (Cd) dan Tembaga (Cu) Perairan Berdasarkan Nemerow Pollution Index (PN) di Muara Kali Ijo Kebumen | Keberadaan Muara Kali Ijo, Kebumen dapat dikatakan sebagai penampungan terakhir yang berasal dari industri, pertanian, perikanan, dan rumah tangga karena perairan pesisir merupakan tempat bermuaranya sungai dan akan menjadi tempat berkumpulnya zat-zat pencemar serta sumber kontaminan berbahaya, termasuk kontaminasi oleh logam berat jenis kadmium (Cd) dan tembaga (Cu) yang diduga dapat menimbulkan pencemaran perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat Cd dan Cu perairan serta tingkat pencemaran berdasarkan Nemerow Pollution Index (PN). Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Lokasi penelitian terdiri dari 4 stasiun, berada di area outlet sungai, mangrove kawasan ekosistem esensial (KEE), dan muara sungai. Hasil analisis data secara deskriptif menunjukkan bahwa kandungan Cd perairan memiliki nilai rata-rata 0,014 mg/L, sedangkan kandungan Cu memiliki nilai rata-rata 0,013 mg/L. Kandungan logam berat Cd dan Cu perairan telah melebihi baku mutu menurut PP No. 21 Tahun 2021 tentang baku mutu biota laut, sehingga sudah tidak baik bagi organisme akuatik. Tingkat pencemaran perairan di Muara Kali Ijo sudah terkontaminasi berat berdasarkan Nemerow Pollution Index (PN). | The existence of Muara Kali Ijo, Kebumen can be said to be the final shelter for the industrial, agricultural, fishery, and household sources because coastal waters are the place where rivers originate and will become a gathering place for pollutant substances and sources of dangerous contaminants, including contamination by heavy metals cadmium (Cd) and copper (Cu) which are suspected of causing water pollution. This study aims to determine the content of heavy metals Cd and Cu in waters and the level of pollution based on the Nemerow Pollution Index (PN). The research method used is the survey method, with the sampling technique using purposive sampling. The research location consists of 4 stations, located in the river outlet areas, mangrove essential ecosystem areas (EEA), and estuaries. The results of descriptive data analysis showed that the Cd content of the waters had an average value of 0.014 mg/L, while the Cu content had an average value of 0.013 mg/L. The content of heavy metals Cd and Cu in waters has exceeded the quality standard according to the Peraturan Pemerintah No. 21 of 2021 concerning marine biota quality standards, so it is no longer good for aquatic organisms. The level of water pollution in Muara Kali Ijo has been heavily contaminated based on the Nemerow Pollution Index (PN). | |
| 37044 | 39990 | F1C019069 | Strategi Komunikasi Interpersonal Pelatih dan Atlet Catur Kabupaten Banyumas dalam Rangka Sukses Kualifikasi Porprov Jawa Tengah 2023 | Di dalam proses pelatihan, pelatih harus dapat memotivasi, membangun kemampuan, emosi, dan mental atlet agar dapat bersaing dengan kontingen lainnya dan menghasilkan hasil yang maksimal. Namun, tidak jarang terjadi adanya permasalahan dalam proses komunikasi pelatih dengan atlet hingga menghambat kemajuan atlet. Oleh karena itu, komunikasi mempunyai urgensi yang sangat besar dalam kegiatan pelatihan karena berpengaruh terhadap perkembangan dan pencapaian atlet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi interpersonal yang digunakan pelatih dan atlet catur Kabupaten Banyumas serta faktor pendukung dan penghambatnya. Informan dalam penelitian ini merupakan dua pelatih dan delapan atlet catur Kabupaten Banyumas, serta satu perwakilan Percasi Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan Teori Interaksi Simbolik dalam mengkaji penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah pelatih menggunakan komunikasi verbal dan nonverbal yang menunjukkan adanya sikap empati, sikap mendukung, sikap positif, keterbukaan, dan kesetaraan antara pelatih dengan atlet. | During the training process, coaches should be able to motivates and built athletes's skill, emotions, and mentality so that they can compete with other contestants and produce the best results. However, it is not uncommon for problems to occur in the communication process between coaches and athletes to hinder the athlete's progress. Therefore, communication has enormous urgency in training activities because it influences the development and achievement of athletes. This study aims to determine the interpersonal communication strategies used by coaches and chess athletes in Banyumas Regency as well as the supporting and inhibiting factors. The informants in this study were two trainers and eight chess athletes in Banyumas Regency, and also one representative from Percasi Banyumas. The method used in this study is a qualitative method with a case study approach. Data collection methods used are observation, interviews, and documentation. Researchers used Symbolic Interaction Theory in reviewing this research. The result of this study is that coaches use verbal and nonverbal communication which shows empathy, support, positive attitude, openness, and equality between coaches and athletes. | |
| 37045 | 40024 | F1A018009 | CITRA ANAK DALAM IKLAN SUSU DANCOW (Analisis Isi Iklan Susu Dancow pada Media Sosial Youtube Dancow ID dan Dancow FortiGro) | Iklan susu formula menggunakan tokoh anak sebagai aktor utama. Iklan susu formula yang digunakan yaitu iklan susu Dancow yang diperoleh dari laman youtube Dancow ID dan Dancow FortiGro. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kuantitatif dengan sampel sebanyak 33 video iklan. Ditentukan menggunakan teknik sampel acak. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi. Objek yang diteliti adalah anak-anak pemeran iklan susu Dancow. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam iklan susu Dancow terdapat realitas semu yang ditunjukan kepada penonton. Pemeran anak dalam iklan Dancow merupakan hasil citra dari media dan produsen iklan yang menunjukan sosok anak ideal. Anak dalam iklan Dancow ialah anak yang mampu memenuhi ekspektasi orang tua yaitu anak yang berani, serba bisa, pintar, baik, rajin, berkulit putih bersih, memiliki tubuh yang berisi/montok, bertubuh tinggi dari anak seusia, memiliki rasa ingin tahu yang besar, kreatif, bergaya kasual, selalu aktif dan ceria. Realitas yang direkonstruksi produsen iklan Dancow juga merupakan sebuah hiper-realitas. Realitas tersebut terlalu di buat mencolok daripada realitas keseharian yang sebenarnya. Realitas yang ditunjukkan yaitu realita yang memposisikan anak selalu lebih unggul dari teman-temannya, mampu bersaing, dan memiliki karakter anak baik. Hal tersebut mampu mempengaruhi dan menarik minat pembeli untuk mengonsumsi produk yang diiklankan. | Formula milk advertisements use child characters as the main actors. However, the main target of adversiting formula milk is parents. The formula milk advertisements used are Dancow milk advertisements from the Dancow ID and Dancow FortiGro youtube pages. This study used the quantitative content analysis method with a sample of 33 videos. Using a random sampling and the data collection method used was the documentation method. The objects studied were children who were cast in Dancow milk advertisement. The results of this study indicate that in Dancow reality milk advertisements there are pseudo-reality that are displayed to the audience. The child actor in the Dancow advertisement are the image from the media and advertisement manufacturers which shows the ideal child figure. Children in Dancow advertisements are children who are according parents expectations, namely chlidren who are brave, versatile, smart, kind-hearted, diligent, white skin, ideal body, tall, great curiosity, creative, casual style, always active and cheerful. The reality reconstructed by Dancow’s ad producer is also hyperreality. This reality is too conspicuous compared to the actual everyday reality. The reality shown is the reality in which the child is always superior to his friends, able to compete and has good child character. This is able to influence and attract buyers to consume advertised product. | |
| 37046 | 39894 | H1C018055 | GEOLOGI DAN ANALISIS KESTABILAN LERENG DENGAN MENGGUNAKAN METODE ROCK MASS RATING (RMR) DAN SLOPE MASS RATING (SMR) DAERAH GUNUNGWETAN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN JATILAWANG, KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH | Lokasi penelitian berada di daerah Gunungwetan dan sekitarnya, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Pada daerah ini terdapat penambangan batuan sehingga meningkatkan kerawanan terjadinya longsor pada lereng tambang. Tujuan penelitian untuk mengetahui kondisi geologi dan analisis kestabilan lereng batuan pada daerah tersebut. Metode yang digunakan adalah pemetaan geologi permukaan yang didukung dengan analisis laboratorium berupa, analisis petrografi, analisis mikropaleontologi, uji kuat tekan batuan serta analisis studio yaitu berupa pembuatan peta-peta, analisis struktur geologi, analisis geologi teknik berupa analisis kinematika dan laporan akhir. Hasil penelitian menunjukan bahwa daerah penelitian terdiri atas morfologi Satuan Perbukitan Bergelombang Struktural dan Satuan Dataran Aluvial, tatanan stratigrafi tersusun atas Satuan Batulempung dan Batupasir, dan Satuan Intrusi Basalt. Hasil analisis kestabilan lereng pada daerah penelitian menunjukkan nilai RMR yang baik pada masing-masing lereng pada daerah penelitian. Prediksi tipe longsoran yang akan terjadi adalah longsoran baji pada lereng SC3, SC4 dan SC5, yang terletak pada bagian tenggara dan barat daya daerah penelitian. Nilai SMR untuk SC3 yaitu 64,2; SC4 63, dan SC5 66,2. Ketiga nilai SMR tersebut termasuk dalam kelas IIb dan disarankan untuk proteksi lereng dengan membuat paritan pada kaki lereng, penggunaan jala atau jaring kawat, dan pengeboran secara horizontal lalu memasukkan besi beton. | The research location is in Gunungwetan and surrounding areas, Jatilawang District, Banyumas Regency, Central Java. In this area there is rock mining, thereby increasing the vulnerability to landslides on the mine slopes. The purpose of the study was to determine the geological conditions and analyze the stability of rock slopes in the area. The method used is surface geological mapping supported by laboratory analysis in the form of petrographic analysis, micropaleontology analysis, rock compressive strength test and studio analysis in the form of making maps, geological structure analysis, engineering geology analysis in the form of kinematics analysis and final report. The results showed that the research area consists of the morphology of Structural Undulating hills Unit and Alluvial Plain Unit, the stratigraphic order is composed of Claystone and Sandstone Intermixture Unit, and Basalt Intrusion Unit. The results of the slope stability analysis in the study area show a good RMR value on each slope in the study area. The predicted type of failures that will occur is a wedge failure on slopes SC3, SC4 and SC5, which are located in the southeast and southwest of the study area. The SMR values for SC3 are 64.2; SC4 63, and SC5 66.2. All three SMR values belong to class IIb and it is recommended to protect the slopes by making trenches at the foot of the slope, using wire mesh or netting, and drilling horizontally and then inserting rebar. | |
| 37047 | 39895 | H1C018050 | GEOLOGI DAN ANALISIS KESTABILAN LERENG DENGAN MENGGUNAKAN METODE ROCK MASS RATING (RMR) DAN SLOPE MASS RATING (SMR) DAERAH PEKUNCEN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN JATILAWANG,KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH | Lokasi penelitian yang terdapat pada desa Pekuncen dan sekitarnya, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Daerah penelitian merupakan area pertambangan basalt yang saat ini masih aktif aktivitas eksploitasi dan produksi didalamnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kondisi geologi pada daerah penelitian dan untuk mengetahui nilai kestabilan lereng pada lereng pertambangan dengan menggunakan metode Rock Mass Rating dan Slope Mass Rating yang didapat melalui survei Scanline pada 3 titik lokasi, yaitu SL 1,SL2 dan SL4. Metode yang digunakan adalah pemetaan geologi permukaan yang didukung dengan analisis laboratorium berupa, analisis petrografi, analisis mikropaleontologi, uji kuat tekan batuan serta analisis studio yaitu berupa pembuatan peta-peta, analisis struktur geologi, analisis geologi teknik berupa analisis kinematika dan laporan akhir. Hasil penelitian menunjukan bahwa daerah penelitian terdiri atas morfologi Satuan Perbuktian Bergelombang Struktural dan Dataran Aluvial, tatanan stratigrafi tersusun atas Satuan Batulempung dan Batupasir, dan Satuan Intrusi Basalt. Pada pengamatan yang dilakukan didapatkan jenis litologi untuk semua lereng tersebut adalah Basalt dengan hasil analisis kestabilan lereng pada daerah penelitian menunjukkan nilai RMR yang baik pada masing-masing lereng yang terdapat pada daerah penelitian, prediksi tipe longsoran yang akan terjadi adalah longsoran baji pada lereng SL 1,SL 2 dan SL 4 yang terletak pada bagian barat daya daerah penelitian dengan nilai RMR untuk SL 1 yaitu 73 dengan nilai SMR yaitu 62,6. Nilai RMR untuk SL 2 yaitu 56 dengan nilai SMR yaitu 56,4. Nilai RMR untuk SL 4 yaitu 62 dengan nilai SMR yaitu 63. | The research location is in Pekuncen Village and its surroundings, Jatilawang District, Banyumas Regency, Central Java Province. The research area is a basalt mining area which is currently still active in its exploitation and production activities. This study aims to determine the geological conditions in the study area and to determine the stability value of slopes on mining slopes using the Rock Mass Rating and Slope Mass Rating methods obtained through Scanline surveys at 3 location points, namely SL 1, SL2 and SL4. The method used is surface geological mapping supported by laboratory analysis in the form of petrographic analysis, micropaleontological analysis, rock compressive strength testing and studio analysis in the form of making maps, analysis of geological structures, analysis of engineering geology in the form of kinematics analysis and the final report. The results showed that the study area consisted of the morphology of the Corrugated Structural Evidence Unit and the Alluvial Plain, the stratigraphic arrangement was composed of Claystone and Sandstone Units, and Basalt Intrusion Units. In the observations made, it was found that the type of lithology for all the slopes was Basalt with the results of the analysis of slope stability in the study area showing a good RMR value on each slope in the study area, the prediction of the type of avalanche that would occur was a wedge avalanche on the SL 1 slope. , SL 2 and SL 4 which are located in the southwestern part of the study area with an RMR value for SL 1 which is 73 with an SMR value of 62.6. The RMR value for SL 2 is 56 with an SMR value of 56.4. The RMR value for SL 4 is 62 with an SMR value of 63. | |
| 37048 | 39896 | J1D019014 | ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN PADA BUKU SUNTINGAN PENERBIT AL CHALIEF DAN SIP PUBLISHING | Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah ditemukannya kesalahan ejaan pada buku suntingan Al Chalief dan SIP Publishing. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) kesalahan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) pada buku suntingan Al Chalief, (2) kesalahan penggunaan EYD pada buku suntingan SIP Publishing, dan (3) faktor penyebab kesalahan penggunaan EYD. Penelitian ini berbentuk kualitatif dengan data berupa kalimat yang mengandung kesalahan penggunaan EYD. Teknik Simak dan catat serta wawancara digunakan untuk mengumpulkan data. Kemudian, data dianalisis menggunakan langkah analisis kesalahan. Hasil penelitian menunjukkan (1) Antologi cerpen suntingan Al Chalief lebih banyak kesalahannya daripada buku teks. Kesalahan yang paling banyak pada antologi cerpen suntingan Al Chalief adalah penggunaan huruf kapital, sedangkan yang paling sedikit adalah penggunaan tanda tanya dan tanda seru. Kesalahan yang paling banyak pada buku teks suntingan Al Chalief adalah penggunaan huruf kapital, sedangkan yang paling sedikit adalah penggunaan tanda tanya. (2) Antologi cerpen suntingan SIP Publishing lebih banyak kesalahaannya daripada buku teks. Kesalahan yang paling banyak pada antologi cerpen suntingan SIP Publishing adalah penggunaan huruf kapital, sedangkan yang paling sedikit adalah penggunaan tanda seru. Kesalahan yang paling banyak pada buku teks suntingan SIP Publishing adalah penggunaan tanda seru, sedangkan yang paling sedikit adalah penulisan kata depan (3) Kesalahan penggunaan EYD disebabkan oleh faktor kompetensi penyunting. Simpulan penelitian ini adalah buku suntingan Al Chalief dan SIP Publishing masih banyak ditemukan kesalahan penggunaan EYD yang disebabkan oleh faktor kompetensi penyunting. | The problem behind this research is the discovery of spelling errors in books edited by Al Chalief and SIP Publishing. This study aims to describe (1) errors in using Enhanced Indonesian Spelling (EYD) in books edited by Al Chalief, (2) errors in using EYD in books edited by SIP Publishing, and (3) factors causing errors in using EYD. This research is qualitative in form with data in the form of sentences containing errors in the use of EYD. Listening and note-taking techniques as well as interviews were used to collect data. Then, the data were analyzed using the error analysis step. The results showed (1) Al Chalief's edited short story anthology had more errors than textbooks. The most common mistakes in Al Chalief's edited short story anthology are the use of capital letters, while the fewest is the use of question marks and exclamation points. The most common mistakes in Al Chalief's edited textbooks are the use of capital letters, while the fewest is the use of question marks. (2) The short story anthology edited by SIP Publishing has more errors than a textbook. The most common mistakes in SIP Publishing's edited short story anthologies are the use of capital letters, while the fewest is the use of exclamation points. The most common mistakes in SIP Publishing's edited textbooks were the use of exclamation marks, while the fewest were writing prepositions (3) Errors in using EYD were caused by competence factor of the editor. This study concludes that books edited by Al Chalief and SIP Publishing still find many errors in the use of EYD caused by the competence factor of the editor. | |
| 37049 | 39897 | C1A019093 | ANALISIS PENGARUH MODAL, JUMLAH TENAGA KERJA, PEMBINAAN PEMASARAN PEMERINTAH, IZIN PIRT, LOKASI USAHA, DAN LAMA USAHA TERHADAP PENDAPATAN USAHA MIKRO MAKANAN DI KECAMATAN CILACAP TENGAH, KABUPATEN CILACAP | Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan usaha yang produktif, karena sektor UMKM memiliki kontribusi yang besar dalam menyerap tenaga kerja dan memberikan sumbangan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Salah satu usaha dalam sektor tersebut yaitu usaha mikro dalam bidang makanan sebagai salah satu pilihan usaha untuk memperoleh pendapatan. Di Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap usaha mikro dalam bidang makanan merupakan jenis usaha yang paling banyak ditemukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh modal, jumlah tenaga kerja, pembinaan pemasaran pemerintah, izin PIRT, lokasi usaha, dan lama usaha terhadap pendapatan usaha mikro dalam bidang makanan di Kecamatan Cilacap Tengah. Subjek penelitian ini yaitu usaha mikro dalam bidang makanan di Kecamatan Cilacap Tengah. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan berdasarkan hasil kuesioner. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 432 pelaku usaha mikro dalam bidang makanan dengan sampel sebanyak 81 pelaku usaha mikro dalam bidang makanan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear logaritma natural berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modal, jumlah tenaga kerja, pembinaan pemasaran pemerintah, izin PIRT, dan lama usaha, berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan usaha mikro dalam bidang makanan di Kecamatan Cilacap Tengah sedangkan lokasi usaha berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pendapatan usaha mikro dalam bidang makanan di Kecamatan Cilacap Tengah. | Micro Small and Medium Enterprises (MSMEs) is productive business because sector MSMEs have many contribution of recruitment of labor and give important contribution to the gross domestic product. One of the businesses in this sector is the micro business in food that being one of the business options to achieve income. In the Cilacap Tengah district, Cilacap Regency, the micro business in food is one of the most common types of business. The purpose of this study is to analyze the effect of capital, the number of labor, government marketing development, PIRT license, business location, and long time of business to income micro business in food in the Cilacap Tengah district. The subject of this research is the micro business in food in the Cilacap Tengah district. The type of data used in this study is primary data collected based on questionnaires. The population in this study was 432 micro business in food with a sample of 81 micro business in food in the Cilacap Tengah district. Data analysis techniques of this study used multiple natural logarithm linear regression analysis techniques. The result of this study indicates that capital, number of labor, government marketing development, PIRT license, and long time of business have a positive and significant effect on the income micro business in food in the Cilacap Tengah district while the business location has a negative and significant in the income micro business in food in Cilacap Tengah district. | |
| 37050 | 39898 | J1D019034 | NILAI BUDAYA DAN REPRESENTASI UNSUR KEBUDAYAAN MASYARAKAT SOKAWERA BANYUMAS DALAM NOVEL MURTIJAN SI PENAKLUK KARYA BASUKI RAHARJO | Penelitian ini berawal dari keresahan terhadap fenomena sebagian generasi muda yang mengalami krisis identitas bangsa dan terbawa arus kebudayaan asing. Penelitian ini menggunakan pendekatan antropologi sastra yang bertujuan (1) mendeskripsikan wujud nilai budaya dan (2) mendeskripsikan representasi unsur kebudayaan masyarakat Sokawera Banyumas yang terdapat dalam novel Murtijan Si Penakluk karya Basuki Raharjo. Novel Murtijan Si Penakluk mengisahkan kehidupan tokoh Murtijan sebagai tokoh utama beserta masyarakat Sokawera Banyumas dalam novel tersebut dengan kearifan lokal dan kebudayaan yang kental. Penelitian deskriptif kualitatif ini mendeskripsikan wujud nilai budaya dan representasi unsur kebudayaan masyarakat Sokawera Banyumas dalam novel. Teknik baca, catat, dan wawancara digunakan untuk mengumpulkan data. Teknik analisis menggunakan analisis isi. Teknik penyajian data dilakukan dengan menerapkan metode informal. Kemudian, teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data. Hasil penelitian ditemukan 66 data yang terdiri atas 36 data nilai budaya meliputi nilai budaya dalam hubungan manusia dengan Tuhan, nilai budaya dalam hubungan manusia dengan karya, nilai budaya dalam hubungan manusia dengan sesamanya, nilai budaya dalam hubungan manusia dengan alam, nilai budaya dalam hubungan manusia dengan ruang dan waktu, serta 30 data representasi unsur kebudayaan meliputi representasi unsur kebudayaan peralatan kehidupan manusia, representasi unsur kebudayaan mata pencaharian, representasi unsur kebudayaan sistem kemasyarakatan, representasi unsur kebudayaan sistem bahasa, representasi unsur kebudayaan kesenian dengan berbagai jenisnya, representasi unsur kebudayaan sistem pengetahuan, dan representasi unsur kebudayaan sistem religi. Kata kunci: nilai budaya, unsur kebudayaan, representasi | This research originated from concerns about the phenomenon of some of the younger generation who are experiencing a crisis of national identity and being carried away by foreign cultures. This study uses a literary anthropology approach which aims (1) to describe the form of cultural values and (2) to describe the representation of the cultural elements of the Sokawera Banyumas community contained in the novel Murtijan Si Penakluk by Basuki Raharjo. Novel Murtijan Si Penakluk tells the story of the life of the character Murtijan as the main character and the people of Sokawera Banyumas in the novel with strong local wisdom and culture. This qualitative descriptive research describes the form of cultural values and the representation of cultural elements of the Sokawera Banyumas community in the novel. Reading, note-taking and interview techniques were used to collect data. The analysis technique uses content analysis. Data presentation techniques are carried out by applying informal methods. Then, the data validity technique uses data source triangulation. The results of the study found 66 data consisting of 36 cultural value data including cultural values in human relations with God, cultural values in human relations with works, cultural values in human relations with each other, cultural values in human relations with nature, cultural values in human relations with space and time, as well as 30 cultural element representation data including representation of cultural elements of equipment of human life, representation of livelihood cultural elements, representation of cultural elements of the social system, representation of cultural elements of the language system, representation of artistic cultural elements of various types, representation of cultural elements of the knowledge system, and representation of cultural elements of religious systems. Keywords: cultural values, cultural elements, representation | |
| 37051 | 39899 | E1A019282 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN JUAL BELI HAK ATAS TANAH (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 3459/K/Pdt/2020) | Penelitian ini dilaksanakan terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor 3459/K/Pdt/2020 mengenai wanprestasi dalam perjanjian jual beli hak atas tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tindakan yang dilakukan oleh Para Tergugat dan pertimbangan hukum hakim dalam memutuskan gugatan wanprestasi pada Putusan Mahkamah Agung Nomor 3459/K/Pdt/2020. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang meliputi bahan hukum primer dan sekunder dengan metode analisis data yang dilakukan secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pertama, tindakan Endang Sri Soelistyowati dan Eko Prayitno selaku penjual/Para Tergugat yang menolak untuk menyerahkan objek sengketa berupa tanah beserta bangunan di atasnya kepada Angriani Tejokusuma selaku pembeli/Penggugat merupakan tindakan wanprestasi terhadap Perjanjian Pengosongan Bangunan Nomor 80 tanggal 30 April 2016 yang dibuat sebagai perjanjian tambahan pada perjanjian jual beli hak atas tanah yang dilakukan oleh para pihak. Selanjutnya, berdasarkan data hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa pertimbangan hukum hakim pada Putusan Mahkamah Agung Nomor 3459/K/Pdt/2020 dalam perkara yang terjadi melalui rangkaian peradilan menyatakan bahwa tindakan Endang Sri Soelistyowati dan Eko Prayitno selaku penjual merupakan wanprestasi kepada Angriani Tejokusuma selaku pembeli sudah tepat dikarenakan Majelis Hakim dalam pertimbangannya menyatakan bahwa adanya suatu kewajiban penjual yang tidak dipenuhi. | This research was conducted on the Supreme Court Decision Number 3459/K/Pdt/2020 regarding default in the sale and purchase agreement of land rights. The purpose of this research is to analyze the actions taken by the Defendants and the legal considerations of the judges in deciding the breach of contract in the Supreme Court Decision Number 3459/K/Pdt/2020. The research method used in this study is normative juridical with descriptive research specifications. The source of the data in this study is secondary data which includes primary and secondary legal materials with qualitative normative data analysis methods. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that first, the actions of Endang Sri Soelistyowati and Eko Prayitno as the seller/Defendant who refused to hand over the object of the dispute in the form of land and the building on it to Angriani Tejokusuma as the buyer/Plaintiff was a default action against the Agreement on Evacuation of Building Number 80 dated April 30, 2016 which was made as an additional agreement to the sale and purchase agreement of land rights carried out by the parties. Furthermore, based on the data from the results of the research conducted, it was found that the legal considerations of the judges in the Supreme Court Decision Number 3459/K/Pdt/2020 in cases that occurred through a series of courts stated that the actions of Endang Sri Soelistyowati and Eko Prayitno as sellers were default on Angriani Tejokusuma as the buyer were considered appropiate because the Panel of Judges in their consideration stated that there was an unfulfilled seller obligations. | |
| 37052 | 39900 | L1C018040 | PERTUMBUHAN DAN TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP FRAGMEN KARANG Pocillopora sp. PADA MEDIA CORAL TREE DAN CORAL TABLE DI PULAU SEMUT KECIL, KEPULAUAN ANAMBAS | Pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup fragmen karang Pocillopora sp. pada media coral tree dan coral table di Pulau Semut Kecil Kepulauan Anambas yang mana termasuk dalam coral triangle yang menjadikan sebagai salah satu kawasan Marine Protected Area (MPA) terbesar di Indonesia. Terumbu karang memiliki nilai fungsi penting dalam kehidupan maupun ekosistem laut sehingga dapat menimbulkan laju pemanfaatan secara berlebih yang menyebabkan tingginya kerusakan yang terjadi. Kondisi terumbu karang yang semakin rusak akibat aktifitas antropogenik memerlukan adanya usaha merestorasi dengan cara transplantasi karang. Transplantasi karang dilakukan dengan cara menambahkan atau memindahkan karang donor ke suatu media, seperti media transplantasi coral tree dan coral table dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup fragmen karang Pocillopora sp. dan keefektifan dari material yang digunakan dengan. Penelitian ini menggunakan metode survei secara langsung dan analisis statistik uji ANOVA dengan software SPSS. Hasil pertumbuhan fragmen karang Pocillopora sp. pada media coral tree dengan nilai rata-rata 0,55 cm/bulan dan coral table 0,15 cm/bulan. Hasil tingkat kelangsungan hidup fragmen karang Pocillopora sp. pada media coral tree dengan nilai rata-rata 97,3% dan coral table 87,0%. Media transplantasi coral tree dan coral table berpengaruh terhadap pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup fragmen karang, sehingga adanya perbedaan hasil nilai rata-rata dan sintasan yang diperoleh. | Growth and survival rate of Pocillopora sp. on coral tree and coral table media on Semut Kecil Island, Anambas Islands, which is included in the coral triangle which makes it one of the largest Marine Protected Areas (MPAs) in Indonesia. Coral reefs have important functional values in life and marine ecosystems so that they can lead to excessive utilization rates which cause high damage. The condition of coral reefs which are increasingly damaged due to anthropogenic activities requires restoration efforts by means of coral transplants. Coral transplants are carried out by adding or transferring donor corals to a medium, such as coral tree and coral table transplant media with a high success rate. The purpose of this study was to determine the growth and survival rate of Pocillopora sp. coral fragments. and the effectiveness of the materials used with. This study used the direct survey method and statistical analysis of the ANOVA test with SPSS software. The results of the growth of coral fragments Pocillopora sp. on coral tree media with an average value of 0.55 cm/month and a coral table of 0.15 cm/month. The results of the survival rate of Pocillopora sp. coral fragments. in coral tree media with an average value of 97.3% and a coral table of 87.0%. Coral tree transplant media and coral table affect the growth and survival rate of coral fragments, so that there are differences in the average values and survival rates obtained. | |
| 37053 | 39901 | L1C018034 | FRAGMEN KARANG Acropora spp. DAN Pocillopora spp. PADA MEDIA TRANSPLANTASI CORAL SPIDER DENGAN LAPISAN BERBEDA DI PULAU SEMUT KECIL, KEPULAUAN ANAMBAS | Media transplantasi Coral Spider digunakan dalam usaha transplantasi karena terbukti efektif untuk memperbaiki ekosistem karang dengan tingkat keberhasilan tinggi, namun pertumbuhan alga dan karat pada badan media dapat menggangu fragmen karang untuk tumbuh dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lapisan terhadap pertumbuhan panjang dan kelangsungan hidup fragmen karang Pocillopora spp.dan Acropora spp. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pengukuran langsung dari bulan Agustus hingga Nopember dengan interval 2 minggu sekali untuk mengukur panjang dan jumlah fragmen yang dipasang pada media. Hasilnya fragmen karang Acropora spp. tumbuh dengan rata rata 0,18 cm/bulan dan fragmen karang Pocillopora spp. tumbuh dengan rat-rata 0,09 cm/bulan. Terdapat kematian 2 fragmen pada masing masing media dengan lapisan pasir dan cat anti karat. Fragmen karang Acropora spp. menunjukkan pertumbuhan paling cepat pada media dengan lapisan cat anti karat, sementara fragmen Pocillopora spp. menunjukkan pertumbuhan paling cepat pada media dengan lapisan pasir. Usaha transplantasi dinyatakan berhasil karena memiliki nilai tingkat kelangsungan hidup sebesar 100% untuk media tanpa zat pelapis dan 93% untuk media lapis pasir dan cat anti karat. Tidak ada perbedaan nyata zat pelapis terhadap fragmen Acropora spp. namun untuk fragmen Pocillopora spp. terdapat perbedaan pada media tanpa zat pelapis dan media dengan lapisan pasir. | Coral Spider for coral transplantation media have been proven effective for repairing coral reefs ecosystem, but algae growth and rust found in the body of the media which can interfere coral fragments to grow properly. The aim of this study was to determine the effect of coating on coral fragment length and its survival rate. The direct measurement method was used in this study from August to November with an interval of 2 weeks to measure the length and number of fragments attached to the media.The results showed that coral fragments of Acropora spp. and Pocillopora spp grew at an average of 0.18 cm/month and of 0.09 cm/month, respectively. There were 2 dead fragments in each media with a layer of sand and anti-rust paint. The fastest fragments growth of Acropora spp. and Pocillopora spp. revealed on media with anti-rust paint and sand coating media exhibited, respectively. The transplantation was declared successful because it had a survival rate of 100% for media without coating and 93% for sand and anti-rust coating. There was no significant difference in the coating agent for the Acropora spp. fragments but for the Pocillopora spp. fragments there was a difference in the media without coating and the media with sand coating. | |
| 37054 | 39902 | F1B018115 | PENGARUH AKUNTABILITAS PROGRAM DAN TRANSPARANSI ANGGARAN TERHADAP EFEKTIVITAS DANA DESA UNTUK PENANGGULANGAN COVID 19 DI DESA PERNASIDI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengaruh akuntabilitas program dan transparansi anggaran terhadap efektivitas dana desa untuk penanggualnan covid 19 di Desa Pernasidi Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas yang dirasa masih kurang maksimal. Hal ini dibuktikan melalui fungsi-fungsi yang belum berhasil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis besarnya pengaruh akuntabilitas program dan transparansi anggaran terhadap efektivitas dana desa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif asosiatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan menggunakan perhitungan statistik Korelasi Kendall Tau-b, Koefisien Konkordansi Kendall W dan Regresi Ordinal, dengan sasaran penelitian seluruh masyarakat atau warga Desa Pernasidi Kecamatan Cilongok sebanyak 100 orang Berdasarkan hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara Akuntabilitas Program Terhadap Efektivitas Dana Desa. (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara Transparansi Anggaran Terhadap Efektivitas Dana Desa. (3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara Akuntabilitas Proram dan Transparansi Anggaran terhadap Efektivitas Dana Desa. Selain itu, hasil analisis yang dilakukan kepada 100 responden menjelaskan bahwa Akuntabilitas Program, Transparansi Anggaran dan Efektivitas Dana Desa di Desa Pernasidi masuk ke dalam kategori sedang. Artinya bahwa akuntabiltas program masih berjalan akan tetapi tidak efektif, sedangkan transparansi anggaran berjalan dengan baik dimana sesmestinya akan tetapi tidak ada web untuk mengetahui jumlah anggaran masuk dan keluar dan efektivitas dana desa masih perlu ditingkatkan. Peningkatan ini guna untuk memberikan contoh yang baik bagi masyarakat desa bahwasanya akuntabilitas, transparansi, serta efektivitas itu berjalan dengan stabil dan tidak ada unsur iming-iming dari masyarakat yang ingin berkuasa di desa tersebut. | This research is motivated by the influence of program accountability and budget transparency on the effectiveness of village funds for COVID-19 management in Pernasidi Village, Cilongok District, Banyumas Regency, which are still not optimal. This is proven through functions that have not been successful. The purpose of this research is to find out and analyze the influence of program accountability and budget transparency on the effectiveness of village funds. This study uses associative quantitative methods with data collection techniques through questionnaires and documentation. The analytical method used uses statistical calculations of Kendall Tau-b Correlation, Kendall W Concordance Coefficient and Ordinal Regression, with the research target of the entire community or residents of Pernasidi Village, Cilongok District, as many as 100 people Based on the results of quantitative analysis in this study, it can be explained as follows: (1) There is a significant influence between Program Accountability on the Effectiveness of Village Funds. (2) There is a significant influence between Budget Transparency on the Effectiveness of Village Funds. (3) There is a significant influence between Program Accountability and Budget Transparency on the Effectiveness of Village Funds. In addition, the results of the analysis conducted on 100 respondents explained that Program Accountability, Budget Transparency and Village Fund Effectiveness in Pernasidi Village were included in the medium category. This means that program accountability is still running but not effective, while budget transparency is running well where it should be but there is no website to find out the amount of incoming and outgoing budgets and the effectiveness of village funds still needs to be improved. This increase is intended to set a good example for the village community that accountability, transparency, and effectiveness are running stably and there are no elements of lure from the community who want to rule in the village. | |
| 37055 | 39903 | L1C018003 | ANALISIS PEMETAAN PERUBAHAN GARIS PANTAI PADA EKOSISTEM MANGROVE DI PANTAI UTARA JAKARTA | Perubahan garis pantai dapat berdampak pada kondisi lingkungan serta pemanfaatan lahan pesisir, secara tidak langsung perubahan garis pantai akan berdampak pada perubahan lahan seperti ekosistem mangrove di wilayah pesisir Jakarta Utara. Teknik penginderaan jauh menggunakan platform GEE (Google Earth Engine) dapat memberikan data dan informasi tentang perubahan garis pantai maupun perubahan lahan ekosistem mangrove yang terjadi di wilayah pesisir. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi luasan dan kerapatan mangrove, perubahan garis pantai, serta hubungan kerapatan mangrove dan perubahan garis pantai. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode observasi dengan memanfaatkan data sekunder dan pengolahan data penginderaan jarak jauh menggunakan citra satelit Landsat 8 dan Landsat 5 serta melalui platform GEE (Google Earth Engine). Hasil yang didapatkan luasan hutan mangrove sebesar 75.48 Ha pada tahun 2010 dan pada tahun 2020 sebesar 106.42 Ha. Berdasarkan hasil perhitungan perubahan garis pantai diperoleh luas akresi yaitu 221.16 Ha dan luas abrasi yaitu 4.34 Ha. Hasil model regresi linier yang dihasilkan dari indeks MVI terhadap luas abrasi dan akresi di pesisir Jakarta Utara, nilai regresi linier diperoleh persamaan Y= 8,2322X – 1,7323 dengan nilai 𝑅2 sebesar 0.7023 dan nilai r sebesar 0.69 yang termasuk kategori kuat. Sedangkan untuk analisis regresi polynomial diperoleh persamaan y = -184.95x3 + 352.38x2 - 199.51x + 34.832 dengan nilai 𝑅2 sebesar R² = 0.8237. | Coastline changes could have an impact on environmental conditions and coastal land use. Indirectly, coastline changes would impact land changes, such as mangrove ecosystems in the coastal areas of North Jakarta. Remote sensing techniques using the GEE (Google Earth Engine) platform can provide data and information about coastline and land changes in mangrove ecosystems that occur in coastal areas. The purpose of this study was to determine the condition of mangrove area and density, coastline changes, and the relation between mangrove density and coastline changes. The method used in this study was the observation method by utilizing secondary data and remote sensing data processing using Landsat 8 satellite imagery and through the GEE (Google Earth Engine) platform. The results obtained, a mangrove forest area of 75.48 Ha in 2010 and 106.42 Ha in 2020. Based on the results, the calculation of coastline changes, the accretion area is 221.16 Ha and the abrasion area is 4.34 Ha. The results of the linear regression model generated from the MVI index on the abrasion and accretion areas on coastal North Jakarta, the linear regression value obtained by the equation Y = 8.2322X – 1.7323 with a 𝑅2 value of 0.7023 and an r-value of 0.69 which included in the strong category. While, for polynomial regression analysis, the equation y = -184.95x3 + 352.38x2 - 199.51x + 34.832 with a value of 𝑅2 equal to R² = 0.8237. | |
| 37056 | 52335 | C1I022026 | THE EFFECT OF AUDIT STANDARD COMPLIANCE, AUDIT QUALITY CONTROL, AUDITOR INDEPENDENCE, AND THE USE OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) ON AUDIT QUALITY AT PUBLIC ACCOUNTING FIRMS IN DKI JAKARTA | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepatuhan terhadap standar audit, pengendalian mutu audit, independensi auditor, dan penggunaan Artificial Intelligence (AI) terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di DKI Jakarta. Kualitas audit memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap laporan keuangan, karena mencerminkan tingkat keandalan, akurasi, dan kredibilitas hasil audit yang digunakan oleh para pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan. Di Indonesia, beberapa kasus pelanggaran audit, seperti sanksi yang diberikan oleh regulator kepada akuntan publik dan KAP, menunjukkan bahwa kualitas audit masih menjadi isu penting yang perlu dikaji lebih lanjut. Oleh karena itu, penelitian ini menguji faktor-faktor internal dalam audit serta perkembangan teknologi yang dapat memengaruhi kualitas audit di era digital saat ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada auditor eksternal yang bekerja di Kantor Akuntan Publik (KAP) di wilayah DKI Jakarta. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan kriteria auditor yang memiliki pengalaman dalam kegiatan audit dan telah menggunakan Artificial Intelligence (AI) dalam proses audit. Sebanyak 107 kuesioner didistribusikan, dan setelah melalui proses seleksi data, sebanyak 93 responden dinyatakan memenuhi kriteria dan dapat digunakan dalam analisis. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS untuk menguji pengaruh variabel independen, yaitu kepatuhan terhadap standar audit, pengendalian mutu audit, independensi auditor, dan penggunaan Artificial Intelligence terhadap kualitas audit sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap standar audit berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit. Temuan ini menunjukkan bahwa auditor yang mematuhi standar audit cenderung menghasilkan laporan audit yang berkualitas tinggi. Kepatuhan tersebut memastikan bahwa prosedur audit dilakukan secara sistematis, sesuai dengan standar profesional, serta didukung oleh bukti audit yang memadai, sehingga meningkatkan keandalan hasil audit. Selain itu, pengendalian mutu audit juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan sistem pengendalian mutu yang efektif dalam KAP, seperti supervisi, monitoring, kepatuhan terhadap etika profesional, dan pelaksanaan penugasan yang tepat, mampu meningkatkan konsistensi dan kredibilitas hasil audit. Selanjutnya, penggunaan Artificial Intelligence (AI) juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit. Temuan ini menunjukkan bahwa AI berperan sebagai alat pendukung yang mampu meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kemampuan analisis auditor. Penggunaan AI membantu auditor dalam memahami permasalahan audit secara lebih komprehensif, melakukan brainstorming, menganalisis kasus simulasi (dummy case), serta memperkuat skeptisisme profesional tanpa melibatkan data klien secara langsung. Dengan demikian, AI berkontribusi dalam meningkatkan kualitas audit melalui dukungan terhadap pengambilan keputusan yang lebih berbasis data dan bukti. Sebaliknya, independensi auditor tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun independensi merupakan prinsip fundamental dalam auditing, variabel tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan dalam penelitian ini. Hal ini dapat dijelaskan oleh adanya homogenitas jawaban responden, di mana sebagian besar auditor telah dipersepsikan memiliki tingkat independensi yang tinggi. Akibatnya, variasi data pada variabel ini menjadi terbatas, sehingga kemampuan variabel independensi dalam menjelaskan perbedaan kualitas audit dalam model regresi menjadi lemah. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas audit lebih banyak dipengaruhi oleh faktor operasional dan praktis, seperti kepatuhan terhadap standar audit, penerapan pengendalian mutu audit, serta penggunaan teknologi Artificial Intelligence dalam proses audit. Meskipun independensi auditor tetap merupakan fondasi etika yang penting, faktor tersebut tidak cukup sebagai satu-satunya penentu kualitas audit dalam konteks penelitian ini. Oleh karena itu, peningkatan kualitas audit perlu difokuskan pada penguatan kepatuhan terhadap standar audit, perbaikan sistem pengendalian mutu dalam KAP, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam praktik audit. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur auditing dengan menyajikan bukti empiris mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kualitas audit di Indonesia, khususnya dengan memasukkan penggunaan Artificial Intelligence sebagai variabel yang relevan di era digital. Selain itu, penelitian ini juga memberikan implikasi praktis bagi regulator, Kantor Akuntan Publik, dan auditor untuk meningkatkan kualitas audit melalui penguatan kepatuhan, peningkatan sistem pengendalian mutu, serta pemanfaatan teknologi AI secara efektif dalam proses audit. Dengan demikian, peningkatan kualitas audit diharapkan dapat mendukung transparansi, akuntabilitas, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap laporan keuangan. | This study aims to analyze the effect of audit standard compliance, audit quality control, auditor independence, and the use of Artificial Intelligence (AI) on audit quality at Public Accounting Firms (KAP) in DKI Jakarta. Audit quality plays a crucial role in maintaining public trust in financial statements, as it reflects the reliability, accuracy, and credibility of audit results used by stakeholders in decision-making. In Indonesia, several cases related to audit violations, such as sanctions imposed by regulators on public accountants and accounting firms, indicate that audit quality remains an important issue that requires further investigation. Therefore, this study examines both internal audit-related factors and technological developments that may influence audit quality in the current digital era. This research adopts a quantitative approach using a survey method. Primary data were collected through questionnaires distributed to external auditors working at Public Accounting Firms (KAP) in the DKI Jakarta area. The sampling technique used was purposive sampling, with criteria including auditors who have experience in audit activities and have utilized Artificial Intelligence (AI) in the audit process. A total of 107 questionnaires were distributed, and after data screening, 93 responses were considered valid and met the research criteria for further analysis. The collected data were analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS software to test the influence of the independent variables (audit standard compliance, audit quality control, auditor independence, and the use of Artificial Intelligence) on audit quality as the dependent variable. The results of this study indicate that audit standard compliance has a positive and significant effect on audit quality. This finding shows that auditors who comply with auditing standards are more likely to produce high-quality audit reports. Compliance ensures that audit procedures are carried out systematically, in accordance with professional standards, and supported by adequate audit evidence, thereby enhancing the reliability of audit outcomes. In addition, audit quality control also has a positive and significant effect on audit quality. This result suggests that the implementation of an effective quality control system within Public Accounting Firms—such as supervision, monitoring, adherence to ethical standards, and proper engagement performance—contributes to improving the consistency and credibility of audit results. The results of this study indicate that audit standard compliance has a positive and significant effect on audit quality. This finding shows that auditors who comply with auditing standards are more likely to produce high-quality audit reports. Compliance ensures that audit procedures are carried out systematically, in accordance with professional standards, and supported by adequate audit evidence, thereby enhancing the reliability of audit outcomes. In addition, audit quality control also has a positive and significant effect on audit quality. This result suggests that the implementation of an effective quality control system within Public Accounting Firms—such as supervision, monitoring, adherence to ethical standards, and proper engagement performance—contributes to improving the consistency and credibility of audit results. On the other hand, auditor independence does not have a significant effect on audit quality. This result indicates that, although independence is a fundamental principle in auditing, it does not significantly influence audit quality in this study. This finding can be explained by the relatively homogeneous responses among respondents, where most auditors are perceived to already have a high level of independence. As a result, the variation in this variable is limited, reducing its ability to explain differences in audit quality within the regression model. Overall, the findings of this study indicate that audit quality is significantly influenced by practical and operational factors such as compliance with audit standards, the implementation of audit quality control systems, and the use of Artificial Intelligence in the audit process. While auditor independence remains an essential ethical foundation, it is not sufficient as a single determinant of audit quality in the context of this research. These results highlight the importance of strengthening compliance with auditing standards, improving internal quality control systems within Public Accounting Firms, and optimizing the use of technology to enhance audit performance. This study contributes to the development of auditing literature by providing empirical evidence on the determinants of audit quality in Indonesia, particularly by integrating the use of Artificial Intelligence as a contemporary variable. In addition, this research provides practical implications for regulators, Public Accounting Firms, and auditors to improve audit quality through strengthening compliance, enhancing quality control mechanisms, and effectively utilizing AI in audit practices. Ultimately, improving audit quality is expected to support greater transparency, accountability, and public trust in financial reporting. | |
| 37057 | 39906 | H1A018057 | Analisis Unjuk Kerja dan Koordinasi Proteksi OCR dan GFR pada Bay Penghantar Kosambi Baru 1 Gardu Induk Dawuan | Terdapat masalah besar pada sistem kelistrikan, yaitu adanya gangguan arus hubung singkat. Oleh karena itu, diperlukan suatu alat pengaman yang dapat bereaksi dengan cepat, fleksibel dan dapat diandalkan. Jenis pengaman yang digunakan untuk mengatasi arus lebih antara lain over current relay (OCR) dan ground fault relay (GFR). Dalam setting awal pada relay OCR dan GFR ini dapat dilihat bahwa TMS dari OCR pada zona 1 0,71145 s, zona 2 0,6284 s, dan zona 3 0,21995 s, dengan waktu kerja untuk zona 1 1,2 s, zona 2 1,06 s, dan zona 3 0,36 s. Kemudian untuk TMS dari GFR pada zona 1 0,87086 s, zona 2 0,69257 s, dan zona 3 0,096 s, dengan waktu kerja untuk zona 1 1,27 s, zona 2 1,01 s, dan zona 3 0,14 s. Dapat dilihat dari setting awal ini, bahwa rentang waktu dari TMS OCR dan TMS GFR tidak sesuai dengan standar yang ada pada IEC 60255, yang mana menyatakan bahwa rentang waktu yang memenuhi adalah 0,3 s – 0,5 s, maka perlu dilakukan setting ulang. | There is a big problem in the electrical system, namely the existence of short circuit current disturbances. Therefore, we need a safety device that can react quickly, flexibly and reliably. The types of protection used to overcome overcurrent include over current relay (OCR) and ground fault relay (GFR). In the initial settings of the OCR and GFR relays, it can be seen that the TMS of the OCR in zone 1 is 0.71145 s, zone 2 is 0.6284 s, and zone 3 is 0.21995 s, with working time for zone 1 1.2 s, zone 2 1.06 s, and zone 3 0.36 s. Then for TMS of GFR in zone 1 0.87086 s, zone 2 0.69257 s, and zone 3 0.096 s, with working time for zone 1 1.27 s, zone 2 1.01 s, and zone 3 0.14 s. It can be seen from this initial setting, that the time range of TMS OCR and TMS GFR is not in accordance with the existing standards in IEC 60255, which states that the time range that complies is 0.3 s – 0.5 s, so it is necessary to reset . | |
| 37058 | 39907 | E1A019013 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG HAK CIPTA SINEMATOGRAFI ATAS HASIL PENAYANGAN FILM LAYAR LEBAR BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA (Studi Putusan Nomor 762/Pid.Sus/2020/PN-Jmb) | Kemajuan teknologi yang begitu pesat menimbulkan adanya pergantian aktivitas kehidupan manusia dalam berbagai bidang, yang secara langsung sudah mempengaruhi lahirnya berbagai bentuk perbuatan hukum yang juga baru. Salah satunya merupakan kegiatan memperbanyak karya cipta film lewat internet tanpa izin pencipta. Hal ini tentu merugikan pemegang hak cipta sinematografi yang seharusnya mendapatkan hak ekonomi berupa royalti. Salah satu contoh kasusnya terdapat dalam Putusan Nomor 762/Pid.Sus/2020/Pn-Jmb. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum terhadap pemegang hak cipta sinematografi atas hasil penayangan film layar lebar dan akibat hukum terhadap pelanggaran hak cipta sinematografi atas hasil penayangan film layar lebar berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dikumpulkan melalui metode studi kepustakaan. Data tersebut kemudian diolah serta dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif dan disajikan dalam bentuk teks naratif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Majelis Hakim dalam putusan a quo telah memberikan perlindungan hukum terhadap pemegang hak cipta sesuai dengan ketentuan pasal Pasal 113 Ayat (3) Jo Pasal 9 Ayat (1) huruf a, huruf b, huruf e, dan/atau huruf g Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, dan menimbulkan akibat hukum dengan dijatuhi pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan 2 (dua) bulan serta denda sebesar Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). | Technological advances that are so rapid have led to changes in human life activities in various fields, which have directly influenced the birth of various forms of legal actions that are also new. One of them is the activity of reproducing film copyright works via the internet without the creator's permission. This is of course detrimental to cinematographic copyright holders who should receive economic rights in the form of royalties. One example of the case is found in Decision Number 762/Pid.Sus/2020/Pn-Jmb. The purpose of this study is to find out how the legal protection for cinematographic copyright holders for the results of feature films is shown and the legal consequences for cinematographic copyright infringement on the results of wide-screen based on Law Number 28 of 2014 concerning Copyright. This study uses a normative juridical approach with analytical descriptive research specifications. The data sources used in this study are secondary data sources in the form of primary, secondary, and tertiary legal materials collected through library research methods. The data is then processed and analyzed using qualitative normative methods and presented in the form of narrative text. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the Panel of Judges is in the decision quo has provided legal protection to copyright holders in accordance with the provisions of Article 113 Paragraphs (3) Jo Article 9 Paragraph (1) letter a, letter b, letter e, and/or letter g of Law Number 28 of 2014 Concerning Copyrights Jo Article 55 Paragraph (1) 1st of the Criminal Code, and creates legal consequences of being sentenced to imprisonment for 1 (one) year and 2 (two) months and a fine of Rp. 500,000,000.00 (five hundred million rupiahs) | |
| 37059 | 44703 | H1D020085 | PENGARUH INISIALISASI NGUYEN-WIDROW DALAM MODEL BACKPROPAGATION UNTUK PREDIKSI KASUS DEMAM BERDARAH DI KABUPATEN BANYUMAS | Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. Di Kabupaten Banyumas sendiri, jumlah kasus akibat demam berdarah tidak menentu dan cenderung fluktuatif di setiap kecamatannya. Dengan adanya kasus di atas, diadakan sebuah penelitian dengan mengimplementasikan model dalam memprediksi jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Banyumas. Prediksi kasus demam berdarah ini menggunakan salah satu model jaringan saraf tiruan yaitu model Backpropagation. Namun, model Backpropagation masih menggunakan bilangan random dalam inisialisasi bobot dan biasnya sehingga masih kurang efektif dalam proses pelatihan data. Dari adanya hal tersebut, penelitian ini melakukan implementasi algoritma Nguyen-Widrow yang merupakan algoritma modifikasi bobot dan bias awal dalam model Backpropagation. Hasil dari model yang dihasilkan divisualisasikan kembali ke dalam sebuah website. Data yang digunakan dalam penelitian antara lain, ketinggian wilayah, kepadatan penduduk, dan jumlah fasilitas kesehatan, dan jumlah kasus DBD. Data kasus DBD ditransformasikan terlebih dahulu kedalam bentuk log agar dapat dilakukan pemodelan karena merupakan bilangan cacah. Pengujian model masing-masing dilakukan sebanyak tiga kali dan didapatkan hasil model Backpropagation Nguyen-Widrow lebih baik daripada model standar di dua dari tiga pengujian, dengan masing-masing mendapatkan rata-rata MAPE sebesar 13,735064 untuk Backpropagation standar dan 13,103430 untuk Backpropagation Nguyen-Widrow. Sehingga dapat disimpulkan bahwa untuk prediksi kasus DBD di Kabupaten Banyumas, algoritma Nguyen-Widrow tidak selalu mendapatkan akurasi yang lebih baik dibandingkan dengan model standar. | Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a disease that is still a public health problem in Indonesia. This disease is caused by a virus transmitted by the Aedes Aegypti mosquito. In Banyumas Regency itself, the number of cases due to dengue fever is uncertain and tends to fluctuate in each sub-district. With the above cases, a study was conducted by implementing a model to predict the number of dengue hemorrhagic fever (DBD) cases in Banyumas Regency. Predicting dengue fever cases uses an artificial neural network model, namely the Backpropagation model. However, the Backpropagation model still uses random numbers in initializing the weights and biases so it is still less effective in the data training process. Based on this, this research implemented the Nguyen-Widrow algorithm, which is an initial weight and bias modification algorithm in the Backpropagation model. The results of the resulting model are visualized back on a website. The data used in the research include the altitude of the area, population density, the number of health facilities, and the number of dengue fever cases. DHF case data is first transformed into log form so that modeling can be carried out because it is a whole number. Each model was tested three times and the results of the Nguyen-Widrow Backpropagation model were better than the standard model in two of the three tests, with each getting an average MAPE of 13.735064 for standard Backpropagation and 13.103430 for Backpropagation Nguyen-Widrow. So it can be concluded that for predicting dengue cases in Banyumas Regency, the Nguyen-Widrow algorithm does not always get better accuracy compared to the standard model. | |
| 37060 | 39909 | I1B019070 | Gambaran Emotion Focused Coping pada Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners | Latar belakang: Emotion focused coping merupakan upaya untuk menghadapi masalah yang menimbulkan stres dengan mengelola respon emosional yang muncul. Penggunaan emotion focused coping dapat bersifat adaptif maupun maladaptif. Pemilihan coping yang digunakan individu dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti umur, jenis kelamin, lingkungan, agama, dan pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran emotion focused coping pada mahasiswa program pendidikan profesi ners. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan data total sampling dimana responden penelitian berjumlah 83 mahasiswa program pendidikan profesi ners. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner emotion focused coping. Hasil: Responden dalam penelitian ini berada pada rentang usia 21-44 tahun, jenis kelamin mayoritas perempuan, lebih dari setengah jumlah responden bertempat tinggal di kos, jumlah responden semester dua lebih banyak, dan indeks prestasi kumulatif fase akademik yang paling banyak didapatkan predikat sangat memuaskan. Hasil analisis univariat mendapatkan median emotion focused coping yaitu 111 dengan rentang nilai 65 sampai 144. Semakin tinggi nilai menunjukkan semakin tinggi penggunaan emotion focused coping. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa program profesi ners sering menggunakan emotion focused coping sebagai mekanisme coping dalam menyelesaikan masalah. Institusi dapat memfasilitasi emotion focused coping mahasiswa agar yang digunakan adaptif. | Background: Emotion focused coping is an effort to deal with problems that cause stress by managing the emotional responses that arise. The use of emotion focused coping can be adaptive or maladaptive. The choice of coping used by individuals is influenced by several factors such as age, gender, environment, religion, and education. The purpose of this study was to describe emotion focused coping in nursing professional education program students. Methods: This study used a quantitative descriptive method with a total sampling data collection technique where the research respondents totaled 83 students of the professional nurse education program. The research instrument used the emotion focused coping questionnaire. Results: Respondents in this study were in the age range of 21-44 years, the sex of the majority was female, more than half of the respondents lived in boarding houses, the number of respondents in the second semester was more, and the cumulative grade point average for the academic phase obtained the most satisfactory predicate . The results of univariate analysis showed that the median emotion focused coping was 111 with a range of values from 65 to 144. The higher the value, the higher the use of emotion focused coping. Conclusion: Based on the results of the study, it was shown that students of the nurse profession program often use emotion focused coping as a coping mechanism in solving problems. Institutions can facilitate student emotion focused coping so that what is used is adaptive. |