Artikelilmiahs

Menampilkan 33.521-33.540 dari 49.969 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3352136598D1A018194KONSUMSI DAN KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK PAKAN KAMBING YANG DISUPLEMENTASI MINERAL KROMIUM ORGANIK DENGAN LEVEL BERBEDAPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pakan kambing yang disuplementasi mineral kromium (Cr) organik dengan level berbeda. Penelitian telah dilaksanakan secara langsung di Gunung Tugel dan Labolatorium Ilmu Bahan Makanan Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan adalah kambing Jawarandu sebanyak 16 ekor dengan bobot badan rataan yaitu 25±3,44 Kg. Pakan yang diberikan yaitu silase dan konsentrat yang disuplementasi mineral Kromium (Cr) organik dengan level 0,5 ppm, 1 ppm, 1,5 ppm. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental In vivo, varibael yang diukur yakni konsumsi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik pakan, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji terdiri dari 4 perlakuan dan 4 kali ulangan, R0 (Pakan Basal yang meliputi konsenstrat 70 % dan silase rumput gajah 30 % (PK = 15,33% dan TDN = 69,144%), R1 (R0 + Mineral Kromium Organik (Cr) dengan Level 0,5 ppm), R2 (R0 + Mineral Kromium Organik (Cr) dengan Level 1,0 ppm) dan R3 (R0 + Mineral Kromium Organik (Cr) dengan Level 1,5 ppm). Data dianalisis menggunakan analisis variansi. Nilai konsumsi bahan kering dan bahan organik yang diperoleh R0 = 1006,30 ± 50,38 dan 482,76 ± 24,99 gram/ekor/hari; R1 = 898,68 ± 103,24 dan 431,71 ± 48,58 gram/ekor/hari; R2 = 1135,36 ± 139,53 dan 544,76 ± 66,70 gram/ekor/hari; R3 = 1003,82 ± 89,12 dan 482,28 ± 42,85 gram/ekor/hari. Nilai kecernaan bahan kering dan bahan organik yang diperoleh R0 = 74,23 ± 1,59 dan 73,86 ± 2,37 %; R1 = 70,76 ± 1,49 dan 70,95 ± 1,71 %; R2 = 76,77 ± 3,06 dan 77,05 ± 3,22%; R3 = 73,13 ± 3,03 dan 72,91 ± 2,74%. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi, kecernaan bahan kering dan bahan organik pakan. Disimpulkan bahwa level penambahan suplementasi Kromium (Cr) Organik yang terbaik yaitu 1,17 ppm pada pakan kambing.This research was conducted to determine the effect of goat feed supplemented with organic chromium (Cr) minerals with different levels. This research conducted in Mount Tugel and the Laboratory of Animal Feedstuff, Faculty of Animal Science, Jenderal Sudirman University, Purwokerto. The material used was 16 Jawarandu goats with an average body weight of 25±3.44 Kg. Feed given was silage and concentrates supplemented with organic chromium (Cr) minerals with levels of 0.5 ppm, 1.0 ppm, 1.5 ppm. The research method used was experimental In vivo, varibaels measured, namely the consumption and digestibility of dry matter and feed organic matter, using a complete random design (RAL). The treatment tested consisted of 4 treatments and 4 repeats, R0 (Basal Feed which includes 70% consenstrate and 30% elephant grass silage (CP = 15.33% and TDN = 69.144%), R1 (R0 + Organic Chromium Mineral (Cr) with a Level of 0.5 ppm), R2 (R0 + Organic Chromium Minerals (Cr) with a Level of 1.0 ppm) and R3 (R0 + Organic Chromium Minerals (Cr) with a Level of 1.5 ppm). The data were analyzed using a variance analysis. The consumption value of dry matter and organic matter obtained R0 = 1006.30 ± 50.38 and 482.76 ± 24.99 gram/tail/day; R1 = 898.68 ± 103.24 and 431.71 ± 48.58 gram/tail/day; R2 = 1135.36 ± 139.53 and 544.76 ± 66.70 gram/tail/day; R3 = 1003.82 ± 89.12 and 482.28 ± 42.85 gram/tail/day. The digestibility value of dry matter and organic matter obtained R0 = 74.23 ± 1.59 and 73.86 ± 2.37 %; R1 = 70.76 ± 1.49 and 70.95 ± 1.71 %; R2 = 76.77 ± 3.06 and 77.05 ± 3.22%; R3 = 73.13 ± 3.03 and 72.91 ± 2.74%. The results of the variance analysis showed that the treatment had a significant effect (P<0,05) on the consumption, digestibility of dry matter and feed organic matter. It is concluded that the best level of addition of Organic Chromium (Cr) supplementation is 1,17 ppm in goat feed.
3352236599I1C016050EVALUASI RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KEDUNGWUNI I KABUPATEN PEKALONGAN JANUARI-MARET 2020Latar Belakang: Hipertensi merupakan kondisi kesehatan jangka panjang dan penyebab utama kematian dini diantara orang dewasa di seluruh dunia. Evaluasi penggunaan obat merupakan proses evaluasi terstruktur dan berkesinambungan yang bertujuan mendapatkan gambaran pola penggunaan obat di fasilitas pelayanan kesehatan, maka dari itu peran apoteker sangat penting untuk melaksanakan evaluasi penggunaan obat agar tercapainya terapi yang aman, efektif, dan efisien bagi pasien.

Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi berdasarkan tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, dan tepat dosis.

Metodologi: Penelitian ini marupakan penelitian observasional dengan metode deskriptif menggunakan teknik pengumpulan data secara retrospektif dari rekam medik pasien hipertensi pada Januari-Maret 2020. Rasionalitas yang diteliti yaitu tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat yang dianilisis berdasarkan PERKI 2015 dan tepat dosis yang dianalisis berdasarkan ACC/AHA 2017.
Hasil Penelitian: Jumlah sampel yang digunakan adalah 300 data rekam medik dari bulan Januari-Maret 2020. Obat antihipertensi yang digunakan amlodipine dan captopril. Hasil penelitian rasionalitas penggunaan obat antihipertensi di Puskesmas Kedungwuni I menunjukkan tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, tepat obat 64,67% dan tepat dosis 64,67% .
Kesimpulan: Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan ketepatan obat dan dosis dapat dilakukan pemantauan lebih lanjut dalam ketersediaan obat antihipertensi di fasilitas kesehatan.
Background: Hypertension is a long-term health condition and a leading cause of premature death among adults worldwide. Evaluation of drug use is a structured and continuous evaluation process that aims to get an overview of the pattern of drug use in health care facilities, therefore the role of pharmacists is very important to carry out evaluations of drug use in order to achieve safe, effective, and efficient therapy for patients.
Objective: This study aims to determine the suitability of the use of antihypertensive drugs in hypertensive patients based on the right indication, the right patient, the right drug, and the right dose.
Methodology: This study is an observational study with a descriptive method using retrospective data collection techniques from medical records of hypertensive patients in January-March 2020. The rationales studied were the right indication, right patient, right drug analyzed based on PERKI 2015 and right dose analyzed based on ACC/AHA 2017.
Research Results: The number of samples used was 300 medical record data from January-March 2020. The antihypertensive drugs used were amlodipine and captopril. The results of the research on the rationality of the use of antihypertensive drugs at the Kedungwuni I Public Health Center showed that 100% correct indication, 100% correct patient, 64.67% correct drug and 64.67% correct dose.
Conclusion: The results of the research can be concluded that to improve the correct drug and correct dose, it needs further monitoring of the availability of antihypertensive drugs in health facilities.
3352336600F1B018070Strategi Pengembangan Potensi Desa Wisata Kedungbenda, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten PurbalinggaDalam rangka pengembangan kepariwisataan dengan memperhatikan potensi wilayah dan daya dukung yang berbasis kearifan lokal, maka dilakukan pengembangan potensi desa. Pengembangan pariwisata di pedesaan dengan ciri khas daerah masing-masing sebagai cara alternatif untuk pemertaan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran yang jelas mengenai strategi yang dilakukan untuk mengembangkan potensi Desa Wisata Kedungbenda, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini dilakukan di Desa Wisata Kedungbenda, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga. Menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan menggunakan Teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data meliputi, observasi, wawancara mendalam, diskusi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan melalui analisis SWOT dengan fokus Kekuatan (Strenghts), Kelemahan (Weakness), Peluang (Oppourtunitie), dan Ancaman (Threats). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi yang dilakukan oleh pengelola desa wisata belum terencana dengan baik. Melalui analisis IFAS (Internal Factors Analysis Summary), EFAS (Eksternal Factors Analysis Summary), dan analisis SWOT, ditemukan fakta bahwa organisasi mempunyai keunggulan kekuatan di faktor internal dan peluang di faktor eksternal sehingga menunjukan kondisi organisasi saat ini berada pada kuadran I. Akan tetapi, respon organisasi terhadap faktor internal dan ekternal masih di bawah rata-rata. Sehingga, strategi yang diterapkan adalah dengan menerapkan strategi yang berfokus pada Strategi Strenghts - Oppourtunitie (SO) dengan menggunakan kekuatan internal untuk memanfaatkan peluang, seperti mengembangkan berbagai potensi dan mempromosikannya melalui media sosial serta melibatkan masyarakat dalam segala kegiatan pengembangan potensi wisata. Oleh karena membutuhkan kreatifitas, partisipasi aktif pengelola dan masyarakat.In the context of developing tourism by taking into account the potential of the region and the carrying capacity based on local wisdom, the development of village potential is carried out. The development of tourism in rural areas with the characteristics of each region as an alternative way for the distribution of welfare and community empowerment. The purpose of this study is to find out a clear picture of the strategies carried out to develop the potential of the Kedungbenda Tourism Village, Kemangkon District, Purbalingga Regency. This research was conducted in Kedungbenda Tourism Village, Kemangkon District, Purbalingga Regency. Using descriptive qualitative method. The informant selection technique used purposive sampling technique. Data collection methods include observation, in-depth interviews, discussions, and documentation. The data analysis technique used is through SWOT analysis with a focus on Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats. The results of this study indicate that the strategy carried out by the tourism village manager has not been well planned. Through the analysis of IFAS (Internal Factors Analysis Summary), EFAS (External Factors Analysis Summary), and SWOT analysis, it was found that the organization has superior strengths in internal factors and opportunities in external factors so that it shows the current condition of the organization is in quadrant I. However, the response of the organization to internal and external factors is still below average. Thus, the strategy implemented is to implement a strategy that focuses on the Strengths - Opportunity (SO) Strategy by using internal strengths to take advantage of opportunities, such as developing various potentials and promoting them through social media and involving the community in all tourism potential development activities. Because it requires creativity, active participation of managers and the community.
3352436601G1B018020HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENTAL DENGAN SIKAP IBU TENTANG PENTINGNYA PERAWATAN
RESTORASI GIGI ANAK USIA PRASEKOLAH

(Kajian pada Wilayah Eks Kota Administratif Purwokerto)
Kecemasan dental ibu adalah perasaan cemas yang dirasakan ibu sebelum kunjungan atau perawatan giginya. Pengalaman negatif dapat menimbulkan kecemasan dental sehingga ibu tidak memanfaatkan pelayanan perawatan gigi bagi anaknya yang dianggap sebagai representasi dari sikap ibu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dental dengan sikap ibu tentang pentingnya perawatan restorasi gigi anak usia prasekolah di wilayah eks Kota Administratif Purwokerto. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel adalah proportional random sampling dengan mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel adalah 95 responden yang merupakan ibu dari murid TK di wilayah eks Kota Administratif Purwokerto. Instrumen penelitian adalah kuesioner Index of Dental Anxiety and Fear 4 Components (IDAF-4C) dan kuesioner sikap yang berbentuk Google form. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dental dengan sikap ibu tentang pentingnya perawatan restorasi gigi anak usia prasekolah dengan p = 0,000 (p<0,05). Simpulan penelitian adalah terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dental dengan sikap ibu tentang pentingnya perawatan restorasi gigi anak usia prasekolah di wilayah eks Kota Administratif Purwokerto.Maternal dental anxiety is the feeling of anxiety felt by the mother before her dental visit or treatment. Negative experiences can cause dental anxiety so that mothers do not take their child for dental care service which is considered as a representation of the mother's attitude. The aim of this study is to determine the relationship of dental anxiety level with the mother's attitude about the importance of dental restoration treatment for preschooler in Purwokerto Administrative City. This research method is analytic observational study with cross sectional design. The sampling technique is proportional random sampling with considering inclusion and exclusion criteria. The number of samples is 95 respondents who are mothers of kindergarten students in Purwokerto Administrative City. The research instrument is the Index of Dental Anxiety and Fear (IDAF-4C) questionnaire and attitude questionnaire as a Google form. The data analysis are univariate and bivariate by using chi square. The result shows a relationship between the level of dental anxiety with the mother's attitude about the importance of dental restoration care for preschool children with p = 0.000 (p <0.05). In conclusion, there is relationship between dental anxiety level and mother's attitude about the importance of dental restoration treatment for preschooler in Purwokerto Administrative City.
3352536602D1A018027Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH) dan Body Condition Score (BCS) pada Kambing yang diberi Pakan Suplementasi Mineral Kromium Organik dengan Level yang BerbedaPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian suplemen pakan berupa mineral Kromium organik terhadap pertambahan bobot badan harian (PBBH) dan body condition score (BCS). Penelitian telah dilaksanakan secara in vivo pada tanggal 1 Maret 2021 sampai dengan 18 Juni 2021 di Gunung Tugel Farm, Green House dan Labolatorium Ilmu Bahan Makanan Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan adalah 20 ekor kambing jawarandu jantan dengan rataan bobot awal sebesar 25,12 ± 3,44 kg, kandang panggung individu, timbangan, pakan yang diberikan terdiri atas silase rumput gajah dan konsentrat. Pakan perlakuan yang diberikan yaitu 0; 0,5; 1; dan 1,5 ppm mineral Kromium organik. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental In vivo menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Terdapat 4 perlakuan yang diuji, yaitu R0 (70% konsentrat + 30% silase rumput gajah), R1 (70% konsentrat + 30% silase rumput gajah + 0,5 ppm mineral Kromium organik), R2 (70% konsentrat + 30% silase rumput gajah + 1 ppm mineral Kromium organik) dan R3 (70% konsentrat + 30% silase rumput gajah + 1,5 ppm mineral Kromium organik). Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga terdapat 20 unit percobaan. Uji lanjut yang digunakan adalah ortogonal polinomial dan uji beda nyata jujur. Variabel yang diukur pada penelitian ini yaitu pertambahan bobot badan harian dan body condition score. Data dianalisis menggunakan analisis variansi. Rataan PBBH adalah R0 = 124,82 ± 9,75; R1 = 119,50 ± 17,12; R2 = 162,89 ± 3,87 dan R3 = 177,19 ± 31,11 g/ekor/hari. Rataan BCS adalah R0 = 2,5 ± 0,246; R1 = 2,8 ± 0,26; R2 = 2,6 ± 0,15 dan R3 = 3,0 ± 0,19. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap PBBH dan BCS. Hasil uji lanjut ortogonal polinomial menunjukkan terdapat perbedaan yang nyata dan bersifat kubik. Disimpulkan bahwa suplementasi Kromium organik mampu meningkatkan PBBH dan BCS pada kambing dengan level yang optimal berkisar antara 1,04 – 1,36 ppm. This study was conducted to determine the effect of feeding supplements in the form of organic Chromium minerals on average daily gain (ADG) and body condition score (BCS). The research has been carried out in vivo from March 1, 2021 to June 18, 2021 at Gunung Tugel Farm, Green House and Animal Feedstuff Laboratory, Faculty of Animal Science, Jenderal Sudirman University, Purwokerto. The material used was 20 male Jawarandu goats with an average initial weight of 25.12 ± 3.44 kg, individual stage cages, digital scales, the feed provided consisted of Pennisetum purpureum silage and concentrate. The treatment feed given was 0; 0.5; 1; and 1.5 ppm of organic Chromium minerals. The research method used was experimental In vivo using a completely randomized design (CRD). There were 4 treatments tested, namely R0 (70% concentrate + 30% Pennisetum purpureum silage), R1 (70% concentrate + 30% Pennisetum purpureum silage + 0.5 ppm organic Chromium minerals), R2 (70% concentrate + 30% Pennisetum purpureum silage + 1 ppm organic Chromium mineral) and R3 (70% concentrate + 30% Pennisetum purpureum silage + 1.5 ppm organic Chromium mineral). Each treatment was repeated 5 times so that there were 20 trial units. The further test used was orthogonal polynomial and tukeys test. The variables measured in this study were daily body weight gain and body condition score. Data were analyzed using analysis of variance. The mean ADG of R0 = 124.82 ± 9.75; R1 = 119.50 ± 17.12; R2 = 162.89 ± 3.87 and R3 = 177.19 ± 31.11 g/head/day. The mean BCS of R0 = 2.5 ± 0.24; R1 = 2.8 ± 0.26; R2 = 2.6 ± 0.15 and R3 = 3.0 ± 0.19. The results of the analysis of variance showed that the treatment had a very significant effect on ADG and BCS. The results of the further test of orthogonal polynomials showed that there were significant and cubic differences. It was concluded that organic Chromium supplementation was able to increase ADG and BCS in goats with optimal levels ranging from 1.04 to 1.36 ppm.
3352636604E1A018194Perlindungan Hukum Terhadap Merek Terkenal TIMBERLAND Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek Dan Indikasi Geografis Dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 881 K/Pdt.Sus-HKI/2021Peranan merek sangat penting bagi kelancaran dan peningkatan dalam
perdagangan barang dan jasa. Merek memiliki nilai yang strategis dan penting bagi
produsen maupun konsumen, apalagi jika merek tersebut merupakan merek terkenal,
oleh karena itu perlindungan terhadap merek diperlukan untuk menjaga persaingan
usaha yang sehat. Di Indonesia, perlindungan merek akan diperoleh setelah merek
didaftarkan. Namun, perlindungan hukum terhadap merek terdaftar bukan merupakan
jaminan, apabila terdapat cukup alasan pendaftaran merek dapat dibatalkan. Tujuan
dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum terhadap merek
terkenal TIMBERLAND dalam Putusan Nomor 881 K/Pdt.Sus-HKI/2021 dan untuk
mengetahui akibat hukum dari pembatalan merek TIMBERLAKE apabila ditinjau dari
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.
Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi
penelitian deskriptif analis. Sumber data yang digunakan merupakan data sekunder
yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dikumpulkan melalui
studi kepustakaan. Data tersebut kemudian diolah serta dianalisis menggunakan
metode normatif kualitatif dan disajikan dalam bentuk teks naratif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa
dikabulkannya gugatan pembatalan merek TIMBERLAKE, sudah tepat sesuai dengan
ketentuan yang diatur dalam Pasal 21 ayat (1) huruf a, b dan ayat (3) Undang-Undang
Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Putusan Mahkamah
Agung nomor 881 K/Pdt.Sus-HKI/2021 telah memberikan perlindungan hukum
terhadap merek terkenal TIMBERLAND. Akibat hukum dari pembatalan merek
TIMBERLAKE adalah merek tersebut dicoret dari Daftar Umum Merek Direktorat
Jenderal Kekayaan Intelektual dan sertifikat merek TIMBERLAKE tidak berlaku lagi.

Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Merek Terkenal, Pembatalan Merek
The role of the brand is very important for the smoothness and improvement of
trade in goods and services. Brands have strategic and important values for producers
and consumers, especially if the brand is a well-known mark, therefore protection of
the brand is needed to maintain healthy business competition. In Indonesia, the
protection of brand will be obtained after the brand registered. However, legal
protection of registered brands is not a guarantee if there are sufficient reasons the
registration can be cancelled. The purpose of this study is to find out how the legal
protection of well-known mark TIMBERLAND in the decision number 881 K/Pdt.SusHKI/2021 and to find out the legal consequences of the cancellation of the
TIMBERLAKE mark when viewed from Law Number 20 of 2016 concerning Brands
and Geographical Indications.
This study uses a normative juridical approach with descriptive analysis research
specifications. The data sources used are secondary data consisting of primary,
secondary, and tertiary legal materials collected through library research. The data is
then processed and analyzed using qualitative normative methods and presented in the
form of narrative text.
Based on the results of the research and discussion, it can be said that the granting
of trademark cancellation lawsuit TIMBERLAKE brand is appropriate in accordance
with the provisions stipulated in Article 21 paragraph (1) letters a, b and paragraph
(3) of Law Number 20 of 2016 concerning Brands and Geographical Indications. The
Supreme Court's decision number 881 K/Pdt.Sus-HKI/2021 has provided legal
protection for the well-known mark TIMBERLAND. The legal consequence of the
cancellation TIMBERLAKE mark is that the mark is crossed out of the General
Register of Marks of the Directorate General of Intellectual Property and the
TIMBERLAKE brand certificate is no longer valid.

Keywords: Legal Protection, Well-known Mark, Cancellation
3352736605E1A018223PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENGGUNA JASA BIRO PERJALANAN WISATA DALAM HAL TERJADI PEMBATALAN PERJALANAN WISATA
(Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 654 K/Pid.Sus/2018)
Penelitian ini meneliti tentang Perlindungan Konsumen yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Salah satu kasus perlindungan konsumen adalah kasus Herwati Slamet alias Lilly binti Gojali Slamet sebagai pelaku usaha yang telah melanggar hak-hak, kewajiban dan perbuatan yang dilarang kepada konsumen karena tidak menepati janji atas suatu pelayanan dan/atau prestasi sehingga terjadi pembatalan perjalanan wisata berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis, logis dan rasional. Metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Putusan Mahkamah Agung Nomor 654 K/Pid.Sus/2018 telah memberikan perlindungan hukum kepada konsumen berdasarkan Pasal 16 huruf b juncto Pasal 62 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta pelaku usaha telah melanggar Pasal 4 huruf c dan h Undang-Undang Perlindungan Konsumen.
This study examines Consumer Protection as regulated in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. One of the consumer protection cases is the case of Herwati Slamet alias Lilly binti Gojali Slamet as a businesses who has violated the rights, obligations and prohibited actions to consumers because they do not keep their promises for a service and/or achievement resulting in the cancellation of tourist trips based on the Law. Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection.
The approach method used in this research is normative juridical with descriptive-analytical research specifications. The data sources used are primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data obtained are presented in the form of descriptions that are arranged systematically, logically, and rationally. This research used the qualitative normative method as the data analysis method.
Based on the results of the conducted research, it can be concluded that the Supreme Court Decision Number 654 K/Pid.Sus/2018 has provided legal protection to consumers in accordance with Article 16 letter b in conjunction with Article 62 Paragraph (2) of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection, as well as the business actor has violated Article 4 letter c and h of the Consumer Protection Act.
3352836606D1A018133KECERNAAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR PAKAN KAMBING YANG DISUPLEMENTASI MINERAL KROMIUM ORGANIK DENGAN LEVEL YANG BERBEDAPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pakan kambing yang disuplementasi Kromium (Cr) organik dengan level yang berbeda terhadap kecernaan protein kasar dan serat kasar. Penelitian telah dilaksanakan di Gunung Tugel, Green House dan Labolatorium Ilmu Bahan Makanan Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan adalah kambing Jawarandu sebanyak 16 ekor dengan bobot badan rataan yaitu 25,12 ± 3,44 kg. Pakan yang diberikan yaitu silase dan konsentrat dengan rasio perbandingan 30% : 70% yang disuplementasi mineral Kromium (Cr) organik dengan level 0,5 ppm, 1,0 ppm, 1,5 ppm. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental in vivo dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dan varibael yang diukur yaitu kecernaan protein kasar dan kecernaan serat kasar. Perlakuan yang diuji terdiri dari 4 perlakuan dan 4 kali ulangan, R0 (Pakan Basal yang meliputi silase rumput gajah 30% dan konsenstrat 70% (PK = 15,06% dan TDN = 66,74%), R1 (R0 + Mineral Kromium Organik (Cr) dengan Level 0,5 ppm), R2 (R0 + Mineral Kromium Organik (Cr) dengan Level 1,0 ppm) dan R3 (R0 + Mineral Kromium Organik (Cr) dengan Level 1,5 ppm). Data dianalisis menggunakan analisis variansi. Rataan kecernaan protein kasar yang diperoleh R0 = 83,05 ± 2,67%, R1 = 80,31 ± 3,68%, R2 = 83,96 ± 3,03 % dan R3 = 82,84 ± 2,00%; rataan kecernaan serat kasar adalah R0 = 59,47 ± 6,91 %, R1 = 57,95 ± 5,89%, R2 = 66,84 ± 5,15% dan R3 = 59,93 ± 7,83%. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kecernaan protein kasar dan kecernaan serat kasar. Pemberian Kromium organik pada pakan kambing terhadap kecernaan protein kasar dan serat kasar cenderung lebih baik menggunakan level 1,0 ppm dengan hasil rataan kecernaan protein kasar sebesar 83,96 ± 3,03% dan kecernaan serat kasar sebesar 66,84 ± 5,15%.This study was conducted to determine Effect of goat feed with supplementation organic Chromium (Cr) with different levels on the digestibility of crude protein and digestibility of crude fiber. This study conducted in gunung tugel, green house and Feedstuff Laboratory Faculty of Animal Science, Jenderal Sudirman University, Purwokerto. The material were 16 Jawarandu goats with body average weight of 25.12 ± 3.44 kg and feed consisited silage and concentrate supplemented with organic Chromium (Cr) minerals with levels of 0.5 ppm, 1.0 ppm, 1.5 ppm. The research method was an experimental in vivo using a completely randomized design and the variables measured was an crude protein digestibility and crude fiber digestibility. The treatments tested consisted of 4 treatments and 4 replications, R0 (Basal Feed which included 30% silage and 70% concentrate there were (CP = 15.06% and TDN = 66.74%), R1 (R0 + Organic Chromium Mineral (Cr) with 0.5 ppm Level), R2 (R0 + Organic Chromium Mineral (Cr) with 1.0 ppm Level) and R3 (R0 + Organic Chromium (Cr) Mineral with 1.5 ppm Level). Data were analyzed using analysis of variance. The means of crude protein digestibility obtained was R0 = 83.05 ± 2.67%, R1 = 80.31 ± 3.68%, R2 = 83.96 ± 3.03% and R3 = 82.84 ± 2.00%; The means of digestibility of crude fiber was R0 = 59.47 ± 6.91 %, R1 = 57.95 ± 5.89 %, R2 = 66.84 ± 5.15% and R3 = 59.93 ± 7.83%. The results of the analysis of variance showed that the treatment had no significant effect (P>0.05) on the digestibility of crude protein and digestibility of crude fiber. The addition of organic chromium as goat feed to digestibility of crude protein and crude fiber tends to be better using a level of 1.0 ppm with an average digestibility of crude protein 83.96 ± 3.03% and crude fiber digestibility 66.84 ± 5.15%.
3352936450I1B016084PENGARUH HIPNOTERAPI TERHADAP STRESLatar belakang: Kesehatan merupakan keadaaan sehat secara fisik, mental maupun sosial dan bukan hanya keadaan yang bebas dari penyakit, cacat maupun. Penanganan penyakit dapat menimbulkan efek samping dalam pengobatannya. Alternatif penanganan penyakit dapat dilakukan dengan cara farmakologi maupun salah satu non-farmakologi. Salah satu yang dapat di terapkan terapi non-farmakologi dapat di terapkan dalam menurunkan stres dengan melakukan hipnoterapi.

Tujuan: Untuk mengetahui dan membuktikan bahwa hipnoterapi dapat menurunkan stres.

Metode penelitian: Pencarian jurnal dilakukan dengan menggunakan beberapa database diantaranya Google Scholar, Science Direct, dan Pub-Med dengan menggunakan kata kunci “Hypnosis therapy OR hypnotherapy AND stress”.

Hasil penelitian: Berdasarkan 6 jurnal yang telah direview, terdapat terapi non-farmakologis yang digunakan yaitu hipnoterapi. Terapi ini efektif dalam menurunkan stres.

Kesimpulan: Hipnoterapi dapat diterapkan dalam menurunkan stres pada penderita karena penggunaannya aman, mudah, ekonomis, dan minim efek samping. Namun demikian penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengimplementasikan terapi ini untuk mengetahui keefektifannya hipnoterapi dalam menurunkan stres.
Background: Health is a healthy state physically, mentally, and socially and not just a form free from disease, disability or. Treatment of the disease can cause side effects in the treatment. Pharmacological or non-pharmacological methods can do alternative disease treatment. One that can be applied non-pharmacological therapy can reduce stress by doing hypnotherapy.

Objective: To find out and prove that hypnotherapy can reduce stress.

Research method: Journal search was conducted using several databases, including Google Scholar, Science Direct, and Pub-Med, using the keywords "Hypnosis therapy OR hypnotherapy AND stress.”

Result: Based on six reviewed journals, a non-pharmacological therapy is used, namely hypnotherapy. This therapy was effective in reducing stress.
Conclusion: Hypnotherapy can reduce patient stress because its use is safe, easy, economical, and has minimal side effects. However, further research is expected to be able to implement this therapy to determine the effectiveness of hypnotherapy in reducing stress.
3353036607D1A018017PENGARUH JENIS DAN DOSIS PUPUK ANORGANIK SEBAGAI PENGKAYA KOMPOS SAPI PERAH PADA LUAS DAUN DAN JUMLAH STOMATA DAUN RUMPUT GAJAH MINI (Pennisetum purpureum cv. Mott)
Penelitian berjudul “Pengaruh jenis dan dosis pupuk anorganik sebagai pengkaya kompos sapi perah pada Luas Daun Dan Jumlah Stomata Daun Rumput Gajah Mini (Pennisetum purpureum cv. Mott)”. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh interaksi jenis dan dosis pupuk anorganik terhadap luas daun dan jumlah stomata daun Rumput Gajah Mini (Pennisetum purpereum cv. Mott). Materi yang digunakan adalah Rumput Gajah Mini (Pennisetum purpereum cv. Mott) dan pupuk organik kompos Sapi Perah yang diperkaya jenis dan dosis pupuk anorganik yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama adalah jenis pupuk anorganik urea, NPK dan ammonium sulfat (ZA) dan faktor kedua adalah dosis pupuk anorganik yaitu dosis 100, 200, dan 300 kg/ha/defoliasi berdasarkan penyetaraan kandungan nitrogen. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa pengaruh jenis dan dosis pupuk anorganik sebagai pengkaya kompos Sapi Perah pada luas daun dan jumlah stomata daun Rumput Gajah Mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Jenis pupuk anorganik NPK menghasilkan rataan luas daun tertinggi sebesar 86,94 cm2 dan rataan tertinggi jumlah stomata daun adalah pemberian jenis pupuk anorganik NPK sebesar 44 sel/mm2. Kesimpulannya adalah Interaksi jenis dan dosis pupuk anorganik sebagai pengkaya kompos Sapi Perah tidak memberikan dampak terhadap peningkatan luas daun dan jumlah stomata daun Rumput Gajah Mini (Pennisetum purpureum cv. Mott). The study was titled "The effect of the type and dose of inorganic fertilizer as a dairy cow compost enricher on leaf area and number of mini elephant grass leaf stomata (Pennisetum purpureum cv. Mott)". The purpose of the study was to determine the effect of the interaction of inorganic fertilizer types and doses on leaf area and the number of leaf stomata of Mini Elephant Grass (Pennisetum purpereum cv. Mott). The material used is Mini Elephant Grass (Pennisetum purpereum cv. Mott) and fortified Dairy Cow compost organic fertilizer different types and doses of inorganic fertilizers. The research method used was experimental with a complete randomized design (RAL) factorial pattern. The first factor is the type of inorganic fertilizer urea, NPK and ammonium sulfate (ZA) and the second factor is the dose of inorganic fertilizer, which is a dose of 100, 200, and 300 kg / ha / defoliation based on the equalization of nitrogen content. Each combination of treatments is repeated 3 times. The results of the variance analysis showed that the influence of the type and dose of inorganic fertilizer as a dairy cow compost enricher on the leaf area and the number of leaf stomata of Mini Elephant Grass (Pennisetum purpureum cv. Mott) has no real effect (P>0.05). The npk inorganic fertilizer type produces the highest leaf area average of 86.94 cm2 and the highest average number of leaf stomata is the application of the NPK inorganic fertilizer type of 44 cells / mm2. The conclusion is that the interaction of the type and dose of inorganic fertilizer as a dairy cow compost enricher does not have an impact on increasing the leaf area and the number of leaf stomata of Mini Elephant Grass (Pennisetum purpureum cv. Mott).
3353136608E1A017305TALAK RAJ’I KARENA ISTRI TIDAK TAAT (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Jakarta Barat Nomor: 2689/Pdt.G/2021/PA.JB.)
Talak Raj’I Karena Istri Tidak Taat
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Jakarta Barat Nomor:2689/Pdt.G/2021/PA.JB.)
Oleh:
Feisal Dwiki Sulaiman
E1A017305

ABSTRAK
Berdasarkan Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan menyebutkan bahwa perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan Wanita sebagai suami dan istri dengan tujuan membentuk Keluarga (rumah tangga) yang Bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Adanya ikatan lahir batin tersebut merupakan dasar untuk membentuk keluarga yang Bahagia dan kekal sebagai tujuan perkawinan. Dalam prakteknya di dalam kehidupan masyarakat di Indonesia saat ini banyak terjadi permasalahan dalam kehidupan berumah tangga yang berakibat perceraian, sehingga tidak tercapainya tujuan dari perkawinan tersebut, seperti salah satu perkara mengenai cerai talak talak yang terjadi di pengadilan agama Jakarta Barat dengan Putusan Nomor: 2689/Pdt.G/2021/PA.JB.
Pokok permasalahan yang diangkat di dalam penulisan skripsi ini mengenai bagaimanakah pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan perkara cerai talak terhadap Putusan Nomor: 2689/Pdt.G/2021/PA.JB. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan. Data yang terkumpul kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif yang disusun secara sistematis.
Dapat disimpulkan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan cerai talak yang dimohonkan oleh Pemohon dengan alasan antara suami dan istri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran, sehingga tidak ada harapan untuk rukun kembali dalam rumah tangga dengan talak satu raj’I berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Pasal 19 huruf (F) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf (F) Kompilasi Hukum Islam. Sebaiknya Hakim dalam memberikan pertimbangan hukum dilengkapi dengan Pasal 19 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Jo Pasal 116 Kompilasi Hukum Islam huruf (b), serta Pasal 84 ayat (1) dan (2) kompilasi Hukum Islam, dan Pasal 152 Kompilasi Hukum Islam. Akibat hukum perceraian terhadap anak, ayah dan ibu berkewajiban memelihara dan mendidik anaknya demi kepentingan anak kemudian bapak berkewajiban membiayai keperluan anak dan pendidikan yang diperlukan anak, yang disebutkan dalam Pasal 41 ayat 2 Undang-Undang no.1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Pasal 105 huruf (c) KHI bahwa, biaya pemeliharaan anak ditanggung oleh bapaknya.

Kata Kunci: Talak Raj’I,Istri,Tidak Taat
TALAQ Raj’I Because The Wife is Disobedient
(Juridical Review Decision No: 2689/Pdt.G/2021/PA.JB)
By:
Feisal Dwiki Sulaiman
E1A017305

ABSTRACT
Article 1 of Law No. 1 year 1974 states that marriage is inner and outer bond between a man and a woman as husband and wife with the aim of forming a family (household) who are happy and everlasting based on God. The inner and outer bond forms the basis for a happy family and eternal as the purpose of marriage. InSocial Life of Indonesia's Society today many problems happens in married life then resulting in divorce. Therefore, it does not achieve thegoalof marriage, for instance concerning Talaq cerai that occurred in Jakarta Barat Islamic Court with Decision No. 2689/Pdt.G/2021/PA.JB.
The principal issues raised in this research's essay is about how the legal reasoning of the judge in deciding the case Talaq Cerai on the decision No. 2689/Pdt.G/2021/PA.JB. the method used is normative, method of data collection is done by the study of literature. The collected data is presented in the form of narrative texts systematically arranged.
In conclusion that the legal reasoning of the judges in granting Talaq Cerai filed by the applicant, the reasons are the continuous disputes then quarrels and separation of residence for 3 years. So there is no hope for them toreconcile back into the household. Raj'idivorce is right if the conditions of both stipulated in Article 19 letter (f) of Government Regulation No. 9 of 1975 in conjunction with Article 116 letter (f) Compilation of Islamic Law, It is advisable for the judge in giving legal considerations to add articles equipped with Article 19 of Government Regulation Number 9 of 1975 in conjunction with Article 116 of the Compilation of Islamic Law letter (b), as well as Article 84 paragraphs (1) and (2) of the compilation of Islamic Law, and Article 152 of the Compilation of Islamic Law. As a result of the divorce law on the child, the father and mother are obliged to maintain and educate their child for the benefit of the child then the father is obliged to finance the child's needs and the education needed by the child, which is stated in Article 41 paragraph 2 of Law no.1 of 1974 concerning Marriage and Article 105 letter (c) of the KHI that the maintenance costs are borne by the father.

Keyword: Talaq Raj’I,Wife,Disobedient
3353236609C1I017049IMPLEMENTATION OF ACCOUNTING INFORMATION SYSTEM ON VILLAGE FUND IN KARANGSALAM KIDUL VILLAGE, BANYUMAS REGENCYPenelitian ini merupakan jenis penelitian campuran(mix methods) pada desa Karangsalam Kidul, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini mengambil Judul” Implementasi Sistem Informasi Akuntansi Pada Dana Desa di Desa Karangsalam Kidul, Kabupaten Banyumas”. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi sistem informasi akuntansi pada dana desa di Desa Karangsalam Kidul. Pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Narasumber pada penelitian ini adalah para apparatus Desa Karangsalam Kidul, untuk data yang digunakan yaitu APBDes tahun 2021. Untuk analisis data menggunakan model kontinjensi Luder, analisis rasio, dan analisi sensitivitas. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa implementasi sistem informasi akuntansi di Desa Karangsalam Kidul sudah berjalan dengan baik dan berpengaruh pada kinerja laporan keuangan desa.This type of research is mix methods on Karangsalam Kidul Village, Banyumas Regency. This study takes the title “ Implementation of Accounting Information System on Village Fund in Karangsalam Kidul Village, Banyumas Regency”. The purpose of this study was to determine the implementation of an accounting information system on village funds in Karangsalam Kidul Village. The data collection used in this study were interviews, observation and documentation. The informants in this study were the apparatus of Karangsalam Kidul Village, for the data used was the 2021 APBDes. For data analysis, the Luder’s contingency model, ratio analysis, and sensitivity analysis were used. The results of this study show that the implementation of the accounting information system in Karangsalam Kidul Village has been going well and has an effect on the performance of village financial reports.
3353336610C2D019009Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kinerja Pegawai Pengguna Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) di Kabupaten BrebesTujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan secara empiris dengan melakukan analisis pengaruh dari persepsi kemanfaatan, persepsi kemudahan, keahlian, kesenangan yang dipersepsikan, keamanan dan kerahasiaan, jumlah informasi, dan komitmen organisasi terhadap kinerja pegawai pengguna Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) di Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah semua pegawai Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes sebanyak 177 orang dari 59 organisasi perangkat daerah (OPD), dengan sampel penelitian sebanyak 64 orang dari 32 OPD yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data yang digunakan adalah data primer dari jawaban kuesioner yang dibagikan kepada responden. Data dianalisis menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian memberikan kesimpulan yaitu: persepsi kemanfaatan tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai, persepsi kemudahan berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai, keahlian berpengaruh negatif terhadap kinerja pegawai, kesenangan yang dipersepsikan tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai, keamanan dan kerahasiaan tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai, jumlah informasi tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai, dan komitmen organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pengguna Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) di Pemerintah Daerah Kabupaten BrebeThe purpose of this research is to empirically proved by analysing the affect of perceived of usefull, perceived ease of use, competence, perceived enjoyment, security and privacy, amount of information, and organizational commitment to employee of SIPD user performance at Region Brebes governmental. This study is quantitative research. Population of this study is all employee at Region Brebes governmental amount 177 persons, with 64 research samples who been take by purposive sampling technique. Data using is primary data from questionaire answer by respondent. Data analyzed by multiple regression, and using 32 data. Result of this research give conclussion that: perceived of usefull has no affect to employee performance, perceived ease of use has positive affect to employee performance, competence has negative affect to employee performance, perceived enjoyment has no affect to employee performance, security and privacy has no affect to employee performance, amount of information has no affect to employee performance, and organizational commitment has positive affect to employee of SIPD user performance at Region Brebes governmental
3353436615B1B017031Maturity Level of Gonad Diopatra neapolitana Maintained at Different SalinityDiopatra neapolitana adalah cacing yang termasuk dalam famili Onuphidae, Classis Polychaeta yang biasanya mendiami muara intertidal yang berlumpur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan salinitas yang mempengaruhi perkembangan gonad Diopatra neapolitana. Salinitas yang digunakan adalah 10, 15, 20 dan 25 ppt dan spesimen yang digunakan adalah stadia immature yang diambil dari Jeruklegi, Cilacap, Jawa Tengah dan dipelihara selama dua bulan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik dengan menggunakan analisis varians satu arah dan dilakukan dengan program software SPSS. Tingkat kematangan gonad Diopatra neapolitana yang dipelihara selama dua bulan dengan perlakuan salinitas 10, 15, 20 dan 25 ppt pada akhir percobaan menunjukkan bahwa tingkat kematangan gonad relatif sama pada stadia immature. Tingkat kematangan cacing betina yang terdapat pada salinitas 10 dan 20 ppt menunjukkan bahwa cacing tersebut berada pada stadium submature dan mature. Diameter gonad yang diperoleh pada cacing submatur adalah 205.8 μm dan pada stadium dewasa memiliki diameter telur 225.4 μm. Tingkat kematangan gonad jantan diperoleh pada stadium cluster dan tetrad. Pada tahap cluster, sperma masih menyatu satu sama lain dan belum aktif. Pada tahap tetrad, sperma masih menyatu dalam 4-4 seperti bintang dan sudah mulai bergerak aktif. Diopatra neapolitana juga beregenerasi sebanyak 0.5-1.5 cm dan terjadi pada semua salinitas. Tingkat kematangan gonad cacing Diopatra neapolitana pada salinitas yang berbeda berada pada fase immature, submature dan mature pada cacing betina dan submature pada cacing jantan. Salinitas terbaik yang meningkatkan kematangan dan ukuran gonad Diopatra neapolitana adalah 20 ppt.Diopatra neapolitana is a worm that belongs to the Onuphidae family, Classis Polychaeta that usually inhabits muddy intertidal estuaries. This study was conducted to determine differences in salinity that affect the development of the gonads of Diopatra neapolitana. The salinity used was 10, 15, 20 and 25 ppt and the specimens used were immature stage taken from Jeruklegi, Cilacap, Jawa Tengah and maintaned in two months. The analytical method used in this study is statistical analysis using one-way analysis of variance and carried out with SPSS software program. The level of gonad maturity of Diopatra neapolitana that had been maintained for two months with salinity treatments of 10, 15, 20 and 25 ppt at the end of experiment showed that the gonad maturity relatively the same stage at the immature stage. The maturation level of female worms found at salinities of 10 and 20 ppt indicate that the worms are in the submature and mature stage. The diameter of the gonads obtained in the submature worms is 205. 8 μm and in mature stage have egg diameter of 225.4 μm. The level of gonad maturity in males was obtained at the cluster and tetrad stage. At the cluster stage, the sperm are still fused with one and another and and it's not active yet. At the tetrad stage, the sperm are still fused in 4-4 like stars and have started to moving actively. Diopatra neapolitana also regenerated as much as 0.5-1.5 cm and occured in all salinities. Gonadal maturity levels of Diopatra neapolitana worms at different salinities are in immature, submature and mature phases in female worms and submature in male worms. The best salinity that increases maturity and gonad size of Diopatra neapolitana is 20 ppt.
3353536632I1A018023SURVEILANS MIGRASI MALARIA SEBAGAI UPAYA MEMPERTAHANKAN STATUS ELIMINASI MALARIA DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2021Latar Belakang: Sejak tahun 2019, Kabupaten Banyumas sudah dinyatakan sebagai daerah bebas malaria tahap pemeliharaan eliminasi malaria sehingga sudah tidak ditemukan lagi kasus malaria indigenous tetapi selalu dilaporkan adanya kasus malaria impor terutama di Kecamatan Sumpiuh dan Tambak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyelenggaraan sistem surveilans migrasi malaria sebagai upaya mempertahankan eliminasi malaria di Kecamatan Sumpiuh dan Tambak Kabupaten Banyumas tahun 2021.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di Pemerintah Kabupaten Banyumas dengan jumlah informan sebanyak 8 orang. Pengumpulan data melalui FGD, wawancara mendalam dan telaah dokumen dengan menggunakan content analysis dan pendekatan thematic network.

Hasil Penelitian: Gambaran penyelenggaraan sistem surveilans migrasi malaria menunjukan bahwa SDM yang terlibat masih membutuhkan pelatihan secara menyeluruh serta masih dibutuhkannya sosialisasi mengenai peraturan desa tentang surveilans migrasi malaria. Pelaksanaan surveilans migrasi malaria dilakukan secara pasif dengan upaya peningkatan KIE, pencatatan dan pelaporan serta monitoring dan evaluasi tetapi tidak dilakukan notifikasi silang dengan persentase SPR 100%, persentase pengobatan 100% dan persentase notifikasi silang 0%. Terdapat kendala dan rekomendasi pada sistem input dan proses.

Kesimpulan: Penyelenggaraan surveilans migrasi malaria masih ditemukannya kendala dan perlu ditingkatkan kembali pada sistem input, proses dalam pelaksanaan serta sistem output.
Background: Starting in 2019, Banyumas Regency has been declared a malaria-free area for the maintenance phase of malaria elimination, so that there are no more indigenous malaria cases but malaria cases are always reported, especially in Sumpiuh and Tambak Districts. This study aims to describe the implementation of a malaria migration surveillance system as an effort to support malaria elimination in Sumpiuh and Tambak Districts, Banyumas Regency in 2021.

Methods: This study is a qualitative research with case study design and located in Banyumas Regency with the number of informants as many as 8 people. Primary data was collected through FGD, in-depth interviews and document review. Data analysis used content analysis with thematic network approach.

Research results: Implementation of the malaria migration surveillance system shows that the human resources still require comprehensive training and socialization of village regulations regarding malaria migration surveillance is needed. The implementation of malaria migration surveillance is carried out passively, efforts to improve KIE, recording and reporting as well as monitoring and evaluation but no cross notification is carried out with a 100% SPR percentage, 100% treatment percentage and 0% cross notification percentage. In addition, there are constraints and recommendations on the input system and process.

Conclusion: The implementation of malaria migration surveillance in Sumpiuh and Tambak Subdistricts, Banyumas Regency shows that there are still obstacles and need to be improved again in the input system, process in implementation and output system.
3353636327F1C016007KESENJANGAN KEPUASAN MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI FISIP UNSOED DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI KESEHATAN PADA MEDIA LINE WEBTOON: SEKOTENGS (SEKUMPULAN KOAS GANTENGS)Pada era globalisasi ini, informasi merupakan hal yang sangat penting demi meningkatkan pengetahuan dan perspektif terhadap dunia luar atau lingkungan. Begitu juga halnya dengan informasi kesehatan sangat dibutuhkan agar kondisi kesehatan individu dapat dipertahankan. Webtoon Sekotengs merupakan salah satu webtoon yang memberikan informasi Kesehatan. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian berjudul “Kesenjangan Kepuasan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Unsoed Dalam Pemenuhan Kebutuhan Informasi Kesehatan Pada Media Line Webtoon: Sekotengs (Sekumpulan Koas Gantengs)” bertujuan untuk mengetahui kesenjangan kepuasan yang diperoleh Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Unsoed dalam Pemenuhan Kebutuhan Informasi Kesehatan pada Media Line Webtoon: Sekotengs (Sekumpulan Koas Gantengs). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metodologi survey dan menggunakan teori Uses and Gratification pengembangan dari Phillip Palmgreen dalam tahap analisis hasil penelitian. Pembuktian hipotesis dilakukan dengan pengukuran melalui kuisioner kepada 43 responden yang merupakan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Unsoed. Pada tahap analisis data dilakukan uji kesamaan dua rata-rata dan uji kesenjangan untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian nilai rata-rata Gratification Sought (GS) 37.86 < Gratification Obtain (GO) 40.37 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata antara Gratification Sought (GS) dan Gratification Obtain (GO) yang berarti terdapat kesenjangan kepuasaan mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip Unsoed dalam pemenuhan kebutuhan informasi kesehatan pada media line Webtoon Sekotengs. Penelitian ini juga membuktikan asumsi teori uses and gratification bahwa responden telah bersikap aktif dalam mencari informasi yang dibutuhkan dalam penggunaan media. In this current era of globalization, information is highly important in order to develop knowledge and perspective on the outside world or the surroundings. Similarly, health information is required to maintain individual health conditions. The purpose of this research to discover the level of satisfaction obtained by Fisip Unsoed Communication Science students in Fulfilling Health Information Needs using Line Webtoon: Sekotengs (Sekumpulan Koas Gantengs) as a media. In the stage of research findings analysis, this study utilized quantitative methods with survey methodology, as well as Phillip Palmgreen's theory of uses and gratification development. The idea is assessed by administering surveys to 43 students from the Communication Science Fisip Unsoed. To test the hypothesis, two mean similarity tests and a gap test were performed during the data processing stage. The results of the study average value of Gratification Sought (GS) 37.86 < Gratification Obtain (GO) 40.37 showed that there was an average difference between Gratification Sought (GS) and Gratification Obtain (GO) which means that the satisfaction of Fisip Unsoed Communication Science students was fulfilled in meeting health information needs on the Sekotengs Webtoon line media. This study further supports the assumptions of the uses and gratification theory by demonstrating that respondents were engaged in obtaining information through the media.
3353736611D1A018057KADAR GLUKOSA DAN PROTEIN DARAH PADA KAMBING YANG DIBERI PAKAN DENGAN SUPLEMENTASI MINERAL KROMIUM ORGANIK DENGAN LEVEL YANG BERBEDAENDAH KURNIATI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar glukosa darah dan protein darah pada kambing yang diberi pakan suplementasi mineral kromium organik dengan level yang berbeda. Penelitian dilakukan di Gunung Tugel Farm dan Laboratorium Ilmu Bahan Makanan Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kambing Jawarandu sebanyak 20 ekor dengan bobot rata-rata 25,12 ± 3,44 Kg. Pakan yang diberikan sebanyak 4% (dalam bahan kering) dari bobot badan. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL). Penelitian ini menggunakan metode in vivo dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang diuji cobakan yaitu R0 sebagai bakan basal (konsentrat 70% dan silase rumput gajah 30% dengan PK 15,33% dan TDN 69,14%), R1 (pakan basal + kromium organik 0,5 ppm), R2 (pakan basal + kromium organik 1,0 ppm), R3 (pakan basal + kromium organik 1,5 ppm). Variabel yang diukur yaitu kadar glukosa darah dan protein darah kambing. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan uji lanjut yang digunakan yaitu orthogonal polynomial. Rataan kadar glukosa darah yaitu R0 = 58,63 ± 8,48 mg/dL, R1 = 61,20 ± 11,84 mg/dL, R2 = 60,63 ± 11,35 mg/dL, dan R3 = 56,05 ± 8,35 mg/dL dan rataan kadar protein darah yaitu R0 = 6,64 ± 0,44 g/dL, R1 = 6,41 ± 0,32 g/dL, R2 = 6,26 ± 0,47 g/dL, R3 = 6,42 ± 0,77 g/dL. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar glukosa darah maupun kadar protein darah kambing. Kesimpulannya suplementasi kromium organik pada pakan kambing tidak mempengaruhi kadar glukosa darah dan protein darah kambing. Suplementasi kromium organik terhadap kadar glukosa darah cenderung lebih baik menggunakan 1,5 ppm dengan rataan 57,72 ± 5,70 mg/dL.ENDAH KURNIATI. This study aimed to determine blood glucose and blood protein levels in goats fed with different levels of organic chromium mineral supplementation. This study conducted in Gunung Tugel Farm , green house, and Feedstuff Laboratory of Animal Science Faculty, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The materials were 20 Jawarandu goats with an average weight of 25.12 ± 3.44 Kg. The feed given was 4% (in dry matter) of body weight. The design used is a completely randomized design (CRD). This study used the in vivo method with four treatments and five replications. The treatments tested were R0 as basal feed (70% concentrate and 30% elephant grass silage with PK 15.33% and TDN 69.14%), R1 (basal feed + 0.5 ppm organic chromium), R2 (basal feed + 0.5 ppm organic chromium). + 1.0 ppm organic chromium), R3 (basal feed + 1.5 ppm organic chromium). The variables measured were blood glucose levels and goat blood protein. The data obtained were analyzed using analysis of variance and the further test used was orthogonal polynomial. The means blood glucose levels were R0 = 58.63 ± 8.48 mg/dL, R1 = 61.20 ± 11.84 mg/dL, R2 = 60.63 ± 11.35 mg/dL, and R3 = 56.05 ± 8.35 mg/dL and the means blood protein level is R0 = 6.64 ± 0.44 g/dL, R1 = 6.41 ± 0.32 g/dL, R2 = 6.26 ± 0.47 g/ dL, R3 = 6.42 ± 0.77 g/dL. The results of the analysis of variance showed that the treatment had no significant effect (P>0.05) on blood glucose levels and goat blood protein levels. Organic Chromium supplementation in goat feed didn’t affect blood glucose and blood protein levels of goats. Organic chromium supplementation on blood glucose levels tends to be better using 1.5 ppm with an average of 57.72 ± 5.70 mg/dL.
3353836613C1A018086ANALISIS USAHATANI PADI GOGO DI DESA KUTAWARU KECAMATAN CILACAP TENGAH KABUPATEN CILACAP: PENDEKATAN STOCHASTIC FRONTIERSektor pertanian merupakan salah satu komponen utama yang menopang kehidupan masyarakat di Indonesia. Dalam sektor pertanian luas areal produksi semakin terbatas, maka padi gogo menjadi metode pengolahan alternatif untuk meningkatkan produksi padi sebagai bahan makanan pokok. Untuk mengelola sektor pertanian padi gogo terdapat faktor yang mempengaruhi jumlah produksi usahatani padi gogo. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis luas lahan, pupuk, benih, pengalaman berusahatani, tenaga kerja, biaya, dan unsur budaya terhadap jumlah produksi padi gogo. Teknik pengumpulan data melalui metode wawancara berdasarkan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan yaitu stochastic frontier dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel luas lahan, biaya lain-lain, dan unsur budaya berpengaruh positif signifikan. Sedangkan, variabel pupuk, benih, tenaga kerja, dan pengalaman berusahatani tidak memiliki pengaruh terhadap produksi padi gogo di Desa Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap. Usahatani padi gogo di Desa Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap (100%) sudah efisien secara teknis. The agricultural sector is one of the main components that support people's lives in Indonesia. In the agricultural sector, the production area is increasingly limited, so upland rice becomes an alternative processing method to increase rice production as a staple food. To manage the upland rice agricultural sector, there are factors that affect the amount of upland rice farming production. The purpose of this study was to analyze land area, fertilizer, seeds, farming experience, labor, costs, and cultural elements on the amount of upland rice production. Data collection techniques through interview methods based on questionnaires. The data analysis technique used is the stochastic frontier and the classical assumption test. The results of this study indicate that the variables of land area, other costs, and cultural elements have a significant positive effect. Meanwhile, the variables of fertilizer, seed, labor, and farming experience had no effect on upland rice production in Kutawaru Village, Central Cilacap District, Cilacap Regency. Upland rice farming in Kutawaru Village, Central Cilacap District, Cilacap Regency (100%) is technically efficient.
3353936614F1B018057Evaluasi Dampak Program Sembako Terhadap
Ketahanan Pangan Keluarga Penerima Manfaat Di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah kelaparan, kerawanan pangan dan segala bentuk kekurangan gizi yang terus meningkat. Hal ini dibuktikan dengan jumlah orang yang tidak mampu membeli makanan sehat di seluruh dunia naik 112 juta menjadi hampir 3,1 miliar, yang mencerminkan dampak kenaikan harga pangan konsumen selama pandemi. Dalam tujuh tahun terakhir, praktik bantuan sosial pangan di Indonesia selalu mengalami perubahan dan penyempurnaan. Salah satu program yang dibuat oleh pemerintah untuk mengatasi masalah pangan adalah Program Sembako. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis besarnya pengaruh Program Sembako terhadap ketahanan pangan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas dan untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah adanya Program Sembako di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan yaitu, Korelasi Kendall Tau-b, Regresi Ordinal, dan Uji Wilcoxon Match Pair. Sasaran penelitian 100 KPM Program Sembako di Kecamatan Cilongok yang dipilih menggunakan teknik multistage random sampling. Berdasarkan hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut: Terdapat pengaruh yang signifikan antara Program Sembako terhadap ketahanan pangan KPM sebesar 56,9 persen. Selain itu, hasil analisis yang dilakukan kepada 100 responden menjelaskan bahwa Program Sembako berdampak terhadap tingkat ketahanan pangan KPM dengan selisih (positif) antara sebelum dan sesudah Program Sembako adalah 59. Artinya terdapat 59 orang yang mengalami peningkatan ketahanan pangan. Rata-rata peningkatan tersebut sebesar 30,30, sedangkan jumlah peningkatan rangking positif tersebut adalah 1770.
Kata Kunci: Program Sembako, evaluasi dampak, ketahan pangan
ABSTRACT
This research is motivated by the increasing problem of hunger, food insecurity, and all forms of malnutrition. This is evidenced by the number of people who can't afford healthy food worldwide rising by 112 million to nearly 3.1 billion, reflecting the impact of rising consumer food prices during the pandemic. In the last seven years, the practice of food social assistance in Indonesia has always undergone changes and improvements. One of the programs created by the government to address food problems is the Sembako Program. The purpose of this study was to determine the difference before and after the Sembako Program in Cilongok District, Banyumas Regency. This study uses quantitative methods with data collection techniques through questionnaires, observation, and documentation. The analytical method used is Kendall Tau-b Correlation, Ordinal Regression, and Wilcoxon Match Pair Test. The samples taken were 100 KPM Sembako Program in Cilongok District which was selected using a multistage random sampling technique. Based on the results of quantitative analysis in this study, it can be explained as follows: There is a significant influence between the Basic Food Program on KPM food security by 56.9 percent. In addition, the results of the analysis conducted on 100 respondents explained that the Sembako Program had an impact on the level of KPM food security with a (positive) difference between before and after the Sembako Program was 59. This means that 59 people experience increased food security. The average increase is 30.30 while the number of increases in the positive ranking is 1770.
Keywords: Program Sembako, impact evaluation, food security
3354038087E1A017341PELAKSANAAN PEMBINAAN TERHADAP NARAPIDANA ANAK DI BALAI PEMASYARAKATAN (BAPAS) KOTA PEKALONGAN
( Studi di Balai Pemasyarakatan Kelas II Kota Pekalongan )
Dalam pembinaan anak yang berkonflik dengan hukum (untuk selanjutnya disebut ABH), anak harus diberi perlindungan dan putusan terbaik sesuai dengan prinsip kepentingan terbaik bagi anak demi menghindari kerugian mental, fisik dan sosial sang anak. Berdasarkan hal tersebut, negara harus memberikan aturan dan juga cara pendampingan bagi ABH tersebut. Balai Pemasyarakatan adalah pranata untuk melaksanakan bimbingan klien pemasyarakatan. Dalam hal ini klien pemasyarakatan yang dimaksud adalah klien anak. Klien anak adalah anak yang berada dalam pelayanan, pembimbingan, pengawasan, dan pendampingan Pembimbing Kemasyarakatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembinaan terhadap narapidana anak di Balai Pemasyarakatan kota Pekalongan, serta untuk mengetahui faktor penghambat pada pelaksanaan pembinaan narapidana anak di Balai Pemasyarakatan kota Pekalongan. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis sosiologis dengan Spesifikasi penelitian Deskriptif Analitis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan informan sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen berupa peraturan perundang-undangan kemudian diolah dan dianalisis dengan metode kualitatif dan disajikan dalam bentuk uraian yang sistematis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembinaan narapidana anak di Balai Pemasyarakatan kota Pekalongan telah menjalankan tahapan pembimbingan dengan dengan program terkait pengarahan pada pembinaan mental dan watak, ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan Program tadarus, solat berjamaah, serta siraman rohani bagi seluruh klien anak, serta pengarahan pada pembinaan pendidikan intelektual yang berupa pendidikan formal maupun non-formal. Klien anak diwajibkan datang ke Bapas Kelas II Kota Pekalongan setiap bulan untuk presensi serta akan diberikan bimbingan konseling oleh Pembimbing Kemasyarakatan dengan teknik wawancara, selain itu juga dilakukan kunjungan langsung ke lingkungan rumah klien anak.In the development of children in conflict with the law (hereinafter referred to as ABH), children should be given the best protection and judgment in accordance with the principle of the best interests of the child in order to avoid mental, physical and social harm to the child. Based on this, the state must provide rules and also how to assist the ABH. The penitentiary center is a Institution to carry out the guidance of Correctional clients. In this case the correctional client in question is the child client. Child clients are children who are in the service, guidance, supervision, and mentoring of community mentors. The purpose of the study was to determine how the implementation of the development of child prisoners in the Pekalongan city Correctional Center, as well as to determine the inhibiting factors in the implementation of the development of child prisoners in the Pekalongan city Correctional Center. The approach method used in this study is a sociological juridical method with descriptive Analytical Research specifications. The Data used in this study are primary data and secondary data. Primary Data obtained through interviews with informants while secondary data obtained from documents in the form of legislation and then processed and analyzed by qualitative methods and presented in the form of a systematic description. Based on the results of the study it can be concluded that the implementation of the development of child inmates at the Pekalongan city Correctional Center has run the stages of guidance with the program related to the direction of mental and character development, devotion to God Almighty with tadarus Program, congregational prayer, and spiritual cleansing for all child clients, as well as guidance on intellectual education in the form of formal and non-formal education. Child clients are required to come to Bapas Class II Pekalongan city every month for attendance and will be given counseling by community mentors with interview techniques, but it is also a direct visit to the home environment of child clients.