Artikelilmiahs

Menampilkan 33.581-33.600 dari 49.969 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3358136651K1A018004PENGARUH pH, KECEPATAN PENGADUKAN, DAN WAKTU PADA PROSES ELEKTROKOAGULASI LIMBAH CAIR INDUSTRI TEMPE MENGGUNAKAN ELEKTRODA ALUMINIUMLimbah cair industri tempe memiliki nilai Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Total Suspended Solids (TSS) yang tinggi, apabila tidak diolah terlebih dahulu dan langsung dibuang ke badan perairan akan mencemari lingkungan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penurunan nilai BOD, COD, dan TSS limbah cair industri tempe sebelum dibuang ke badan perairan. Penurunan nilai BOD, COD, dan TSS dapat dilakukan dengan metode elektrokoagulasi. Elektrokoagulasi pada prinsipnya berdasarkan pada proses sel elektrolisis, pada katoda dioksidasi (kehilangan elektro), sedangkan air berkurang (menerima elektron), sehingga membuat air limbah lebih baik diolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH, kecepatan pengadukan, dan waktu proses elektrokoagulasi terhadap penurunan nilai BOD, COD, dan TSS limbah cair industri tempe menggunakan elektroda Al. Hasil penelitian menunjukkan penurunan nilai BOD, COD, dan TSS maksimal pada pH 11 dengan kecepatan pengadukan 300 rpm selama 120 menit. Persentase penurunan BOD sebesar 97,50%; COD sebesar 97,05%; dan TSS sebesar 95,24%.Tempe industrial wastewater has a high value of Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), and Total Suspended Solids (TSS) if it’s not treated first and is immediately discharged into water bodies, it will pollute the environment. Therefore, it’s necessary to reduce the BOD, COD, and TSS values of tempe industrial wastewater before being released into water bodies. The decrease in BOD, COD, and TSS values can be done by electrocoagulation method. Electrocoagulation is principally based on an electrolysis cell process, in cathode is oxidized (loss of electrons), while water is reduced (accepts electrons), this making wastewater better treated. This study aims to determine the effect of pH, stirring speed, and time of the electrocoagulation process on the decrease in BOD, COD, and TSS values of tempe industrial waste water using Al electrodes. The result showed a maximum reduction in BOD, COD, and TSS values at pH 11 with a stirring speed of 300 rpm for 120 minutes. The percentage decrease in BOD is 97.50%; COD of 97.05%; and TSS of 95.24%.
3358236234L1C018016Potensi Ekstrak Daun Sonneratia alba dan Avicennia Alba
sebagai Biolarvasida Nyamuk Aedes aegypti
Penggunaan larvasida sintetik sebagai upaya pengendalian populasi nyamuk vektor penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dapat menyebabkan dampak negatif pada lingkungan dan manusia. Senyawa bioaktif dari hewan dan tumbuhan dapat digunakan sebagai alternatif larvasida alami (biolarvasida). Tumbuhan mangrove spesies Sonneratia alba dan Avicennia alba dikenal memiliki beberapa jenis bioaktif sehingga potensial sebagai biolarvasida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak daun S. alba dan A. alba sebagai biolarvasida terhadap larva nyamuk Aedes aegypti. Metode penelitian eksperimental murni dilakukan dengan post test only group design. Uji toksisitas larvasida ekstrak daun S. alba dan A. alba terhadap larva A. aegypti untuk mendapatkan nilai LC50 dilakukan dengan perlakuan konsentrasi ekstrak sebesar 500 ppm, 1.000 ppm, dan 1.500 ppm. Larvasida sintetik (Abate) digunakan sebagai kontrol positif dan Akuades sebagai kontrol negatif. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan statistik (Analisis probit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun S. alba dan A. alba berpotensi sebagai biolarvasida dimana berdasarkan nilai LC50 ekstrak A. alba (LC50 : 1.053 ppm) lebih potensial sebagai biolarvasida dibandingkan dengan ekstrak S. alba (LC50 : 14.112 ppm). Kerusakan fisik dan perubahan tingkah laku larva nyamuk menunjukkan bahwa toksisitas ekstrak daun A. alba bersifat Akut sedangkan daun S. alba bersifat Kronis.The use of synthetic larvicides as an effort to control the vector mosquito population of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) can cause negative impacts on the environment and humans. Bioactive compounds from animals and plants can be used as an alternative to natural larvicides (biolarvicides). Mangrove species Sonneratia alba and Avicennia alba are known to have several types of bioactive so that they are potential as biolarvicides. This study aimed to determine the potential of S. alba and A. alba leaf extracts as biolarvicides against Aedes aegypti mosquito larvae. The pure experimental research method was carried out with a post test only group design. The larvicidal toxicity test of the leaf extract of S. alba and A. alba against A. aegypti larvae to obtain the LC50 value was carried out by treating the extract concentrations of 500 ppm, 1.000 ppm, and 1.500 ppm. Synthetic larvicide (Abate) was used as a positive control and Aquades as a negative control. Data analysis was carried out descriptively and statistically (Probit analysis). The results showed that the leaf extracts of S. alba and A. alba were potential as biolarvicides where based on the LC50 value, the extracts of A. alba (LC50: 1.053 ppm) were more potency as biolarvicides than the extracts of S. alba (LC50: 14112 ppm). Physical damage and behavioral changes of mosquito larvae indicated that the toxicity of A. alba leaf extract was acute, while S. alba leaf extract was chronic.
3358336652F1F018062Peran Justice Without Borders dalam Perlindungan Hak-Hak Pekerja Migran Indonesia di Hong Kong Tahun 2019-2021 dalam Perspektif Human SecurityHong Kong merupakan salah satu negara penempatan populer untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) karena memiliki permintaan yang tinggi atas pekerja migran dari Asia Tenggara terutama pada sektor domestik. Pada tahun 2019 ketika terjadi krisis keamanan dan demokrasi serta era pandemi COVID-19 pada tahun 2020-2021 menjadi tantangan tersendiri bagi PMI yang bekerja di Hong Kong. Hal tersebut dapat ditemui pada risiko paparan virus di tempat kerja dan minimnya bentuk perlindungan kesehatan untuk PMI, permasalahan tentang gaji yang tidak dibayarkan, pemutusan kontrak kerja secara sepihak, hingga meningkatnya tingkat kekerasan domestik dan seksual. Untuk menjamin perlindungan hak-hak PMI di masa pandemi tahun 2019-2021, diperlukan integrasi terhadap peran NGO. Justice Without Borders merupakan organisasi non-pemerintah regional yang berupaya untuk memberdayakan para korban eksploitasi tenaga kerja melalui upaya mengupayakan pemulihan hukum terhadap para pelakunya dimanapun mereka berada yang memiliki peran besar dalam upaya perlindungan hak-hak PMI domestik yang bekerja di Hong Kong berdasarkan perspektif keamanan manusia.Hong Kong is one of the most popular host countries for Indonesian Migrant Domestic Workers because of its high demand for migrant workers from Southeast Asia, especially in the domestic sector. The era of the democratic crisis in 2019 and COVID-19 pandemic in 2020-2021 have become a challenge for Indonesian MDWs working in Hong Kong, this challenge can be found in the risk of COVID-19 virus spread in the workplace and the lack of health protection for Indonesian MDWs, problems regarding wage payment that is not given, unilateral termination of employment contracts, and levels of domestic and sexual violence. To ensure the protection of Indonesian MDWs’ rights in the year of 2019-2021, the role of NGOs is required to be integrated. Justice Without Borders is a regional non-governmental organization that supports victims of labor exploitation and human trafficking in seeking compensation against their abusers, even after they return home. This research is accompanied by a human security perspective as the conceptual framework.
3358436653I1A018114FAKTOR-FAKTOR INTERNAL YANG BERPENGARUH TERHADAP KINERJA KARYAWAN GUEST CONTACT HOTEL XYZ KOTA BEKASILatar Belakang: Kinerja merupakan hasil kerja seseorang selama periode tertentu dibandingkan dengan berbagai kemungkinan yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama. Kinerja diukur berdasarkan kuantitas, kualitas, ketepatan waktu, sikap kerja, efektivitas, kemandirian, dan komitmen kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor internal terhadap kinerja seseorang pada karyawan guest contact Hotel XYZ Kota Bekasi.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dan sampel adalah seluruh karyawan guest contact Hotel XYZ Kota Bekasi sejumlah 105 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square dan regresi logistik.

Hasil Penelitian: Variabel yang berpengaruh adalah tingkat pendidikan (p=0,014), masa kerja (p=0,031), lama kerja (p=0,034), motivasi kerja (p=0,006), dan disiplin kerja (p=0,010). Variabel yang tidak berpengaruh adalah usia (p=1,000), jenis kelamin (p=0,196), kepuasan kerja (p=0,638), dan stres kerja (p=0,110).

Kesimpulan: Variabel yang paling berpengaruh adalah motivasi kerja dengan nilai OR = 13,567.

Saran: Karyawan guest contact hendaknya dapat meningkatkan literasi tentang motivasi dan kompetensi serta mengikuti pelatihan internal maupun eksternal. Pihak manajemen hotel hendaknya dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman, memberikan bekal pelatihan dan pengembangan diri, mengadakan family gathering, meningkatkan bonus secara berkala, memberikan kesempatan jenjang karir, serta mempertegas sistem reward and punishment.
Background: Performance is the result of a person's work during a certain period compared to various possibilities that have been determined in advance and have been mutually agreed upon. Performance is measured based on quantity, quality, timeliness, work attitude, effectiveness, independence, and work commitment. This study aims to determine the effect of internal factors on a person's performance on guest contact employees of Hotel XYZ Kota Bekasi.

Methodology: This research was observational analytic using cross sectional approach. Population and sample in this research are 105 guest contact employees of Hotel XYZ Kota Bekasi. Research instrument was using a questionnaire. Data analysis using chi-square test and regression binary logistic.

Results: The influential variables are education level (p=0,014), tenure (p=0,031), length of service (p=0,034), work motivation (p=0,006), and work discipline (p=0,010). The variable has no effect are age (p=1,000), gender (p=0,196), work satisfaction (p=0,683), and work stress (p=0,110).

Conclusion: The most influence variable is work motivation with OR = 13,567.
Suggestion: Guest contact employees should be able to improve literacy on motivation or competence and take part in internal and external training. The hotel management should be able to create a safe and comfortable work environment, provide training and self-development, hold family gatherings, increase bonuses regularly, provide career path opportunities, and reinforce the reward and punishment system.

Keyword: Internal, performance, guest contact.
3358536654K1A017020UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN HASIL HIDROLISIS
PROTEIN SUSU KAMBING ETAWA OLEH PROTEASE
Bacillus subtilis B1
Protease merupakan enzim yang dapat menghidrolisis protein menjadi senyawa yang lebih sederhana seperti peptida dan asam amino. Ekstrak kasar enzim protease diisolasi dari bakteri Bacillus subtilis B1 dapat membantu hidrolisis protein pada susu kambing peranakan Etawa. Susu kambing peranakan Etawa memiliki kandungan protein sangat tinggi yang terdiri dari kasein dan whey. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi ekstrak kasar enzim protease yang dihasikan oleh bakteri B. subtilis B1 dan diuji kemampuan hidrolisis protein susu kambing peranakan Etawa (PE) serta diuji aktivitas antioksidannya. Penelitian ini dianalisis aktivitas proteolitik B. subtilis B1, fase eksponensial, aktivitas protease terhadap pengaruh waktu inkubasi, dan kadar protein. Karakterisasi enzim dilakukan untuk menentukan suhu dan pH optimum protease. Aktivitas protease ditentukan dengan metode Kunitz, kadar protein ditentukan dengan metode Lowry. Hidrolisis susu kambing dilakukan dengan menginkubasi substrat kasein dan whey selama 10-60 menit, kemampuan hidrolisisnya diuji menggunakan parameter derajat hidrolisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas proteolitik secara kualitatif ditandai dengan terbentuknya zona bening di sekitar koloni bakteri pada media yang mengandung susu skim, fase eksponensial terjadi pada jam ke-12, aktivitas protease tertinggi terjadi pada jam ke-18 sebesar 0,272 Unit/mL, dan kadar protein sebesar 6,139 mg/mL. Enzim menunjukkan aktivitas optimum pada suhu 35 °C dan Ph 7 yang menghasilkan aktivitas sebesar 0,148 Unit/mL. Nilai derajat hidrolisis tertinggi diperoleh pada inkubasi selama 10 menit dengan derajat hidrolisis kasein sebesar 10% dan whey sebesar 15% dengan nilai AAI sebesar 0,017 mg/mL yang artinya masih menunjukan aktivitas antioksidan lemah.Protease is an enzyme that can hydrolyze protein into simpler compounds such as peptides and amino acids. The crude extract of the protease enzyme was isolated from the bacterium Bacillus subtilis B1 which can help protein hydrolysis in Etawa crossbreed goat milk. Etawa crossbreed goat milk has a very high protein content consisting of casein and whey. The purpose of this study was to characterize the protease enzyme produced by the bacterium Bacillus subtilis B1 and to the test the protein hydrolysis ability of Etawa crossbreed goat milik (PE) and to the test the antioxidant activity. This study analyzed the proteolytic activity of B. subtilis B1, exponential phase, protease activity on the effect of incubation time, and protein contents. Enzyme characterization was carried out to determine the optimum temperature and pH of the protease. The protease activity was determined by the Kunitz method, the protein content was determined by the Lowry method. The hydrolysis of goat milk is carried out by incubating the casein and whey substrate for 10-60 minutes, the hydrolysis ability was tested using the degree of hydrolysis parameter. The results showed that the proteolytic activity was qualitatively characterized by formation of a clear zone surrounded their bacterial colony on media containing skim milk, the exponential phase occurred to 12 hour, the highest protease activity occurred to 18 hour of 0.272 Unit/mL, and protein contents at the amount of 6.139 mg/mL. Enzymes show optimum activity at a temperature of 35 °C and a pH range of 7 which results in an activity of 0.148 Unit/mL. The highest value of hydrolysis degree was obtained at incubation for 10 minutes with the degree of hydrolysis casein of 10% and whey of 15% with an AAI 0,017 mg/mL, which means it still shows weak antioxidant activity.
3358636655B1A016136Struktur Komunitas Fitoplankton di Waduk Wadaslintang WonosoboWaduk Wadaslintang terletak di Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Wonosobo, tepatnya di Kecamatan Wadaslintang. Keberadaan fitoplankton di perairan Wadaslintang dapat dijadikan sebagai parameter ekologis untuk menggambarkan kondisi perairan tersebut. Fitoplankton mempunyai kisaran toleransi tertentu terhadap kondisi fisik dan kimia lingkungan di suatu perairan. Perubahan kondisi suatu perairan dapat berpengaruh terhadap struktur komunitas fitoplankton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan kelimpahan, keanekaragaman, dan dominansi fitoplankton pada zona pengamatan yang berbeda.
Penelitian dilakukan dengan metode survei di Waduk Wadaslintang Wonosobo. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan menentukan 3 zona pengamatan. Zona waduk dibedakan menjadi tiga berdasarkan gradien longitudinal yaitu zona riverin atau area inlet yang berasal dari sungai, zona transisi atau area pemanfaatan yang biasa digunakan untuk keramba, dan zona lakustrin atau area genangan utama. yaitu Zona riverin (Stasiun 1, 2, dan 3), Zona transisi (Stasiun 4, 5, dan 6) dan Zona Lakustrin (Stasiun 7 dan 8) sebanyak 3 kali ulangan dengan interval waktu 4-5 minggu. Parameter utama yang diukur yaitu jumlah individu dan spesies fitoplankton. Parameter pendukung berupa suhu air, suhu udara, kecerahan, kedalaman, TDS, pH dan DO. Analilis data dilakukan dengan cara kuantitatif yaitu menghitung kelimpahan (Ind/l), indeks keanekaragaman (H’) Shannon – Wienner, indeks Dominansi (D) Simpson dan indeks kesamaan Bray-Curtis (B’) menggunakan aplikasi Primer.
Struktur komunitas fitoplankton di Waduk Wadaslintang terdiri dari empat kelas yaitu Bacillariophyceae, Chlorophyceae, Cyanophyceae, dan Euglenophyceae. Kelimpahan fitoplankton di Waduk Wadaslintang berkisar 860 – 2820 ind/l. Keanekaragaman fitoplankton di Waduk Wadaslintang dikategorikan sedang sampai tinggi dengan nilai 2,773 - 3,427. Fitoplankton tidak ada yang mendominansi ditunjukkan dengan nilai yang rendah yaitu 0,045 – 0,097. Berdasarkan kehadiran jenis yang sama dengan kedekatan > 40%, terbagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok I (Stasiun 1, 2, dan 4), kelompok II (Stasiun 3, 5, dan 6), dan kelompok III (Stasiun 7 dan 8). Stasiun 4 memiliki kedekatan dengan Stasiun 1 dan 2 diduga dipengaruhi oleh tercampurnya masa air yang berasal dari kedua stasiun tersebut. Stasiun 3 lebih dekat dengan Stasiun 5 dan 6 diduga terdapat nutrien yang dapat mendukung kehadiran fitoplankton yang sama. Stasiun 7 dan 8 memiliki kedekatan tinggi karena keduanya terletak di zona lakustrin dengan hasil pengukuran parameter fisik dan kimia yang tidak jauh berbeda sehingga fitoplankton yang ditemukan memiliki banyak kesamaan.



Wadaslintang reservoir located in Central Java, Wonosobo, precisely in Wadaslintang District. The presence of phytoplankton can be used as an ecological parameter to describe the condition of the Wadaslintang waters. Phytoplankton has a certain tolerance range to the physical and chemical environmental conditions in a waters. Changes in water conditions can affect the structure of the phytoplankton community. This study aims to determine and compare the diversity, and dominance of phytoplankton in different zones.
The research was conducted by survey method in Wadaslintang Wonosobo Reservoir. Sampling was done by purposive sampling by determining 3 observation zones. The reservoir zone is divided into three based on the longitudinal riverine gradient or inlet area originating from the river, the transition zone or utilization area commonly used for cages, and the lacustrine zone or main bottom area. namely River Zone (Station 1, 2, and 3), Transition Zone (Station 4, 5, and 6) and Lacustrine Zone (Station 7 and 8) with 3 replications with an interval of 4-5 weeks. The main parameters measured were the number of individuals and species of phytoplankton. Supporting parameters are water temperature, air temperature, brightness, depth, TDS, pH and DO. Data analysis was carried out quantitatively, namely calculating (Ind/l), Shannon-Wienner diversity index (H'), Simpson's dominance index (D) and Bray-Curtis similarity index (B') using the Primer application.
Phytoplankton community structure in Wadaslintang Reservoir consists of four classes, which is Bacillariophyceae, Chlorophyceae, Cyanophyceae, and Euglenophyceae. The abundance of phytoplankton in Wadaslintang Reservoir ranges from 860 – 2820 ind/l. Phytoplankton diversity in Wadaslintang Reservoir is categorized to high with a value of 2,773 - 3,427. Phytoplankton did not dominate, indicated by a low value of 0.045 – 0.097. Based on the same attendance with proximity > 40%, they were divided into three groups, namely group I (Station 1, 2, and 4), group II (Station 3, 5, and 6), and group III (Station 7 and 8). Station 4 is close to Stations 1 and 2 which is thought to be influenced by the mass of water coming from the two stations. Station 3 is closer to Stations 5 and 6, it is suspected that there are nutrients that can support the presence of the same phytoplankton. Stations 7 and 8 have close distances because both are located in the lacustrine zone with the results of physical and chemical parameters that are not much different so that phytoplankton have many similarities.
3358736656B1B018002DIVERSITY OF GENUS Peperomia (Piperaceae) BASED ON MORPHOLOGICAL CHARACTERS AT VARIOUS ALTITUDES IN BATURRADENGenus Peperomia adalah sepuluh spesies paling makmur dari genus dalam angiospermae. Anggota peperomia adalah tumbuhan yang umumnya merupakan epifit tetapi dapat ditemukan di tanah dan lebih disukai tumbuh di daerah yang lembab dan teduh. Baturraden adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kawasan hutan di gunung ini termasuk dalam tipe hutan hujan tropis, habitat favorit genus Peperomia (Piperaceae). Ketinggian yang berbeda akan mempengaruhi morfologi tanaman, termasuk Peperomia. Ketinggian di atas permukaan laut, mempengaruhi faktor iklim, termasuk suhu, cahaya, kelembaban, dan angin. Karakterisasi morfologi Peperomia sangat penting karena dapat menjadi objek penelitian untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan, perlu diungkapkan kekayaan jenisnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keanekaragaman genus Peperomia berdasarkan karakter morfologi pada berbagai ketinggian tempat di daerah Baturraden dan untuk mengetahui hubungan fenetik genus Peperomia (Piperaceae). Penelitian dilakukan di lima lokasi dengan ketinggian yang berbeda. Kelima lokasi tersebut berada di Kecamatan Rempoah 100-199,9 m dpl, Desa Kemutug Kidul 200-399,9 m dpl, Desa Karangmangu 400-599,9 m dpl, Desa Limpakuwus 600-799,9 m dpl, dan Desa Ketenger 800-1.000 m dpl. metode dengan teknik random sampling. Keanekaragaman peperomia dianalisis menggunakan metode UPGMA dengan software MEGA versi 6.0. Hasil penelitian menunjukkan keragaman genus Peperomia (Piperaceae) di lima desa di Kecamatan Baturraden; diperoleh delapan spesies, yaitu P. argyreia, P. caperata, P. marmorata x P. metallica, P. metallica, P. nitida P. obtusifolia, P. pellucida, P. verschaffltii. Kekerabatan fenetik genus Peperomia spesies yang paling mirip adalah P. verschaffltii dan P. argyreia, dengan indeks dissimilaritas 0,272, Sedangkan spesies Peperomia yang paling mirip adalah Peperomia pellucida dan Peperomia caperata, dengan indeks dissimilaritas 1,435.The genus Peperomia is the ten most prosperous species of the genera in angiosperms. Peperomia members are herbs that are generally an epiphyte but can be found in soil and are preferably grown in moist, shaded areas. Baturraden is a sub-district in Banyumas Regency, Central Java Province, Indonesia. The forest area in this mountain belongs to the type of tropical rain forest, the favorite habitat of the genus Peperomia (Piperaceae). Different altitudes will affect the morphology of the plant, including Peperomia. The height above sea level, affects climatic factors, including temperature, light, humidity, and wind. Morphological characterization of Peperomia is essential because it can be the object of study to find plant diversity, it is necessary to disclose the richness of its species. The research objectives were to know the diversity of the genus Peperomia based on morphological characters at various altitudes in the Baturraden area and to understand the phenetic relationship of the genus Peperomia (Piperaceae)The research was conducted in five locations with different altitudes. The five locations are in Rempoah district 100-199.9 m asl, Kemutug Kidul village 200-399.9 m asl, Karangmangu village 400-599.9 m asl, Limpakuwus village 600-799.9 m asl, and Ketenger village 800-1,000 m asl, used a survey method with a random sampling technique. Peperomia diversity was analyzed using the UPGMA method with MEGA software version 6.0. The results showed the diversity of the genus Peperomia (Piperaceae) in five villages in Baturraden sub-district; eight species were obtained, namely P. argyreia, P. caperata, P. marmorata x P. metallica, P. metallica, P. nitida P. obtusifolia, P. pellucida, P. verschaffltii. The phenetic relationship of the genus Peperomia species with the closest similarity is P. verschaffltii and P. argyreia, with a dissimilarity index of 0.272, While the farthermost similar Peperomia species are Peperomia pellucida and Peperomia caperata, with a dissimilarity index of 1,435.
3358836657L1B018027PENGARUH PERBEDAAN SALINITAS TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN Tor tambroidesIkan Tor tambroides merupakan salah satu jenis ikan air tawar asli Indonesia yang berpotensi untuk dikembangkan dalam bidang budidaya. Budidaya ikan Tor tambroides masih mengalami beberapa kendala, salah satunya karena pertumbuhan ikan yang tergolong lambat. Kadar salainitas dalam air dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan benih ikan Tor tambroides. Pemberian perlakuan kadar salinitas berbeda pada media pemeliharaan diharapkan dapat memberikan peningkatan bagi pertumbuhan benih ikan Tor tambroides. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh salinitas berbeda terhadap pertumbuhan benih ikan Tor tambroides. Metode penelitian yang digunakan, yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu 0 ppt (P0); 2 ppt (P1); 4 ppt (P2); 6 ppt (P3); dan 8 ppt (P4). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pemeliharaan dengan kadar salinitas 2 ppt menunjukkan hasil pertumbuhan terbaik dengan nilai pertambahan panjang mutlak 0,50±0,01 cm, pertumbuhan berat mutlak 0,76±0,09 g, laju pertumbuhan spesifik 8,14±0,19%/hari, dan sintasan 90,05±0,00%. Kualitas air selama pemeliharaan, yakni suhu (25,4-30,3 ⁰C), pH (6,7-8,2), oksigen terlarut (4,8-5,6 mg/L), konduktivitas (4,65-707 µS), dan nitrit (0,0-5,0 mg/L).Tor tambroides is a type of freshwater fish native to Indonesia that has the potential to be developed in the field of aquaculture. Tor tambroides fish farming is still experiencing several obstacles, one of which is because the growth of fish is relatively slow. Salinity levels in water can affect the growth and health of Tor tambroides fish fingerlings. The treatment of different salinity levels in the rearing media is expected to increase the growth of Tor tambroides fish fingerlings. The purpose of this study was to determine the effect of different salinity on the growth of Tor tambroides fish fingerlings. The research method used was Completely Randomized Design (CRD) consisting of 5 treatments and 3 replications. The treatment given was 0 ppt (P0); 2 ppt (P1); 4 ppt (P2); 6 ppt (P3); and 8 ppt (P4). The results of this study showed that the maintenance medium with a salinity content of 2 ppt showed the best growth results with an absolute length increase of 0,50±0,01 cm, an absolute weight growth of 0,76±0,09 g, a specific growth rate of 8,14±0,19%/day, and survival rate of 90,05±0,00%. Water quality during maintenance, namely temperature (25,4-30,3⁰C), pH (6,7-8,2), dissolved oxygen (4,8-5,6mg/L), conductivity (4.65-707 mS), and nitrite (0,0-5,0 mg/L).
3358936658F1C017042Representasi Maskulinitas dalam Film Fight ClubSejak perilisannya, Fight Club telah menjadi salah satu film yang banyak dibicarakan, terutama mengenai karakter-karakternya yang luar biasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi maskulinitas yang terdapat di dalam film tersebut. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif, dengan metode studi dokumen berupa adegan-adegan dalam film yang dipilih sesuai dengan karakteristik maskulinitas oleh Chafetz untuk kemudian dianalisis menggunakan 3 level semiotika John Fiske. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kode-kode realitas, representasi, dan ideologi yang terdapat dalam film Fight Club menunjukkan bahwa pembuat film menggambarkan kedua karakter utama dalam film sebagai seorang laki-laki maskulin, sesuai dengan 7 karakteristik maskulinitas. Since its release, Fight Club has become one of the most featured films, especially regarding its incredible characters. This study aims to determine the representation of masculinity contained in the film. This research is a qualitative research, with a document study method in the form of scenes in the film selected according to the characteristics of masculinity by Chafetz and then analyzed using 3 levels of John Fiske's semiotics. The results showed that the codes of reality, representation, and ideology contained in the film Fight Club showed that the filmmakers portrayed the two main characters in the film as masculine men, according to the 7 characteristics of masculinity.
3359036659J1D018020KESANTUNAN BERBAHASA TUTURAN ANTARTOKOH NOVEL MERINDU BAGINDA NABI KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN NOVEL KELAS XII DI SMAPermasalahan penelitian yaitu : (1) Apa sajakah maksim kesantunan berbahasa tuturan antartokoh novel Merindu Baginda Nabi. (2) Bagaimana tingkatan kesantunan berbahasa tuturan antartokoh novel Merindu Baginda Nabi. (3) Bagaimana relevansinya dengan pembelajaran novel kelas XII di SMA. Tujuannya untuk mendeskripsikan maksim kesantunan berbahasa, tingkatan kesantunan berbahasa dan relevansi dengan pembelajaran novel. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa tuturan antartokoh novel Merindu Baginda Nabi yang mengandung maksim kesantunan berbahasa dan tingkatan kesantunan berbahasa. Penelitian ini menggunakan metode simak dan catat. Analisis data menggunakan metode padan pragmatik Sudaryanto. Hasil penelitian jenis maksim kesantunan berbahasa ditemukan: 9 maksim kearifan, 2 maksim kedermawanan, 17 maksim pujian, 10 maksim kerendahan hati, 9 maksim kesepakatan, dan 1 maksim simpati. Tingkatan kesantunan berbahasa ditemukan : 38 sangat santun, 1 tidak santun, dan 2 sangat tidak santun. Relevansi penelitian yaitu dengan pembelajaran novel kelas XII di SMA. The research problems are: (1) What are maxims of politeness in spoken language between characters in novel Merindu Baginda Nabi. (2) What is the level of politeness in spoken language between the characters in the novel Merindu Baginda Nabi? (3) How is it relevant to learning novels for class XII in high school. The aim is to describe maxim of politeness in language, the level of politeness in language and its relevance to novel learning. This research is in the form of a qualitative descriptive. The research data is in the form of speeches between characters in novel Merindu Baginda Nabi which contains maxim of politeness in language and the level of politeness in language. This study uses the listen and note method. Data analysis used the Sudaryanto pragmatic equivalent method. The results of this study found: 9 maxims of wisdom, 2 maxims of generosity, 17 maxims of praise, 10 maxims of humility, 9 maxims of agreement, and 1 maxim of sympathy. Language politeness levels were found: 38 were very polite, 1 wasn’t polite, and 2 were very impolite. Relevance of the research is by learning novels for class XII in high school.
3359136662K1B018067MODEL PREDIKSI JUMLAH KUMULATIF KASUS POSITIF COVID-19 DI INDONESIA DENGAN BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK DAN PARTICLE SWARM OPTIMIZATION Prediksi kasus harian Covid-19 sangat penting, karena menyangkut keselamatan jiwa masyarakat Indonesia. Pengembangan sebuah model prediksi yang akurat memungkinkan pemerintah untuk melakukan tindakan preventif yang diperlukan. Model prediksi pada penelitian ini dikembangkan dengan menggunakan 2 metode yaitu algoritma Backpropagation Neural Network dan algoritma Backpropagation Neural Network yang dikombinasikan dengan algoritma Particle Swarm Optimization. Particle Swarm Optimization bertujuan untuk mengoptimalkan bobot dan bias awal dari pelatihan Backpropagation Neural Network. Masing-masing metode dilakukan 18 kali pengujian dan diperoleh rata-rata nilai MAPE pada metode pertama sebesar 27,80%, sedangkan rata-rata nilai MAPE pada metode kedua sebesar 21,28%. Hasil pengujian dengan kombinasi algoritma pada metode kedua dapat meningkatkan nilai akurasi dengan penurunan rata-rata nilai MAPE sebesar 6,52% dan hasil akurasi model dengan kedua algoritma tersebut termasuk dalam predikat baik karena nilai MAPE yang dihasilkan berada dalam range 10%-20%. Kombinasi parameter ANN terbaik dengan metode pertama diperoleh MSE sebesar 0,011599 dan MAPE sebesar 16,29% yaitu pada arsitektur 14-5-1 dengan learning rate 0,3, sedangkan kombinasi parameter ANN terbaik dengan metode kedua diperoleh MSE sebesar 0,010415 dan MAPE sebesar 15,45% pada arsitektur 14-10-1 dengan learning rate 0,2.Predicting daily cases of Covid-19 is very important, because it involves the safety of the lives of the Indonesian people. The development of accurate predictive models allow the government to take the necessary precautions. The prediction models in this study are developed by using 2 methods, the Backpropagation Neural Network algorithm and the Backpropagation Neural Network algorithm combined with the Particle Swarm Optimization algorithm. Particle Swarm Optimization aims to optimize the initial weight and bias of the Backpropagation Neural Network training. All methods is tested 18 times and the average MAPE value for the test in the first method is 27,80%, while the average MAPE value for the test in the second method is 21,28%. The results of testing with a combination of algorithms in the second method can increase the accuracy value by decreasing the average MAPE value by 6,52% and the results of models accuracy with both algorithms are included in the good predicate because the resulting MAPE value is in the range of 10% -20%. The best combination of ANN parameters with the first test obtain MSE of 0,011599 and MAPE of 16,29%, namely the 14-5-1 architecture with a learning rate of 0,3, while the best combination of ANN parameters with the second test obtain MSE of 0,010415 and MAPE is 15,45% on the 14-10-1 architecture with a learning rate of 0,2.
3359236663K1B015059Analisis Pengaruh Kebijakan Rapid Test sebagai Upaya Pengedalian Penyebaran COVID-19Pada penelitian ini akan dibahas mengenai analisis pengaruh kebijakan rapid test sebagai upaya pengendalian penyakit COVID-19 dengan menggunakan model SEIR (Susceptible Exposed Infected Recovered). Perilaku model dapat dilihat dari kestabilan di sekitar titik kesetimbangan. Angka reproduksi dasar dapat digunakan untuk mengetahui kemungkinan penyakit menjadi endemik atau bebas penyakit. Kondisi bebas penyakit terjadi saat angka reproduksi dasar kurang dari satu dan kondisi endemik terjadi saat angka reproduksi dasar lebih dari satu. Pada keadaan bebas penyakit, jumlah individu terekspos, terinfeksi, dan sembuh mendekati nol. Pada kondisi endemik jumlah individu rentan dan sembuh meningkat namun jumlah individu terekspos dan terinfeksi tidak meningkat, hal ini menunjukkan kebijakan rapid test dinilai efektif untuk mengendalikan penularan COVID-19.This research discusses about analysis of rapid test policy to control COVID-19 transmission using SEIR (Susceptibel Exposed Infected Recovered) model. The behavior of model can be determined from stability of the model around equilibrium point. Basic reproduction number show us a possibility whether the disease will be in an endemic condition or non endemic condition. The non endemic condition occurs when the basic reproduction number is less than one and he endemic condition occurs when the basic reproduction number is more than one. In non endemic condition, the number of exposed, infected, and recovered individu will approach zero. In endemic condition the number of susceptible and recovered individu increase whereas the number of exposed and infected individu remain the same, this proves rapid test policy is effective to control COVID-19 transmission
3359336664H1A018085MENGURANGI LOSS PRODUCTION OPPORTUNITY AKIBAT POWER OUTAGE DENGAN MODIFIKASI LOGIKA PADA MODUL EASYGEN DI FIELD SANGASANGAField Sangasanga merupakan lapangan produksi minyak dan gas bumi yang berlokasi di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Produksi minyak Field Sangasanga saat ini adalah sebesar 4984 BOPD (data Juli 2021). Artificial lift pada sumur-sumur produksi di Field Sangasanga menggunakan listrik sebagai penggeraknya. terganggunya sistem kelistrikan dapat menyebabkan artificial lift sumur-sumur produksi menjadi terhenti akibat dari kejadian power outage sehingga akan terjadi loss production opportunity (LPO). Faktor penyebab LPO yang terjadi dapat diidentifikasi dengan metode analisis faktor penyebab menggunakan diagram tulang ikan serta dilakukan pengembangan penilaian risiko dengan menggunakan metode FMEA (Failure mode and Effects Analisis) dari hasil analisa tersebut ditemukan jenis masalah dominan yang dihadapi yaitu trip akibat main failure (PLN) yang menyebabkan loss production opportunity di Field Sangasanga. Pada sistem pembangkit listrik yang menggunakan PLN sebagai pemasok listrik utama terdapat modul easygen yang mengendalikan kinerja pasokan listrik PLN, mulai dari sinkronisasi, proteksi gangguan listrik, dan manajemen beban. Modul easygen dapat mendeteksi segala jenis gangguan listrik baik itu short ataupun long duration Variation. Hal ini berbeda dengan tipe-tipe relay proteksi lainnya yang hanya dapat mendeteksi gangguan jenis long duration Variation. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan modifikasi logika pada modul easygen untuk memisahkan jenis gangguan short dan long duration Variation. Hasil perbaikan yang dilakukan mampu mengurangi potensi kerugian yang diakibatkan LPO mencapai 69,67% per bulan atau sebesar Rp45.388.155,55.
The Sangasanga Field is an oil and gas production field located in Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan. The current Sangasanga Field oil production is 4984 BOPD (July 2021 data). Artificial lift in production wells in the Sangasanga Field use electricity as the driving force. So that if the electrical system is disturbed, it can cause the artificial lift of production wells to be stopped due to a power outage so that there will be a loss of production opportunity (LPO). The causes of LPO that occur can be identified by the causal factor analysis method using fishbone diagrams and the development of risk factors using the FMEA (Failure Mode and Effects Analysis) method. The results of the analysis found the dominant type of production opportunities in the Sangasanga Field. In a power generation system that uses PLN as the main supplier, there is an easygen module that controls the performance of PLN’s electricity supply, starting from synchronization, protection from electrical disturbances, and load management. The easygen module can detect all types of electrical disturbances, be it short or long duration variations. This is different from other types of protection relays which can only detect long duration Variation disturbances. Based on this. Modifying the PLC logic on the easygen module to separate the types of short and long duration variations. The results of the improvements made were able to reduce the potential loss caused by LPO reaching 69,67% per month or Rp45.388.155,55.
3359436678E1A018142PEMBATALAN MEREK TERDAFTAR PEMOHON YANG BERIKTIKAD TIDAK BAIK BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016
TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS DALAM PUTUSAN PENGADILAN NIAGA SURABAYA NOMOR 2/Pdt.Sus-HKI/2021/PN.Niaga Sby
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pendaftaran merek “Sari Temulawak Agung + Lukisan” dan merek “Coffee Beer + Lukisan” oleh Tergugat yang dilandasi iktikad tidak baik, merek tersebut merupakan hak dari seluruh ahli waris dari Almh. Ny. Narni sebagai pemilik merek “Sari Temulawak Agung + Lukisan Temulawak” dan merek “Coffee Beer” terdahulu dalam Putusan Pengadilan Niaga Surabaya Nomor 2/Pdt.Sus-HKI/2021/PN.Niaga Sby. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembatalan merek terdaftar pemohon yang beriktikad tidak baik berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.
Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan merupakan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Data tersebut kemudian diolah serta dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif dan disajikan dalam bentuk teks naratif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa Putusan Pengadilan Surabaya Nomor 2/Pdt.Sus-HKI/2021/PN.Niaga Sby telah membatalkan merek merek terdaftar Tergugat yang beriktikad tidak baik karena adanya unsur persamaan pada pokoknya dan/atau keseluruhan berdasarkan ketentuan Pasal 21 Ayat (1) dan Ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis (selanjutnya disebut UU MIG).
This research is based on the problem of registering the trademark "Sari Temulawak Agung + Lukisan" and the "Coffee Beer + Lukisan" trademark by the Defendants which is based on bad faith, the mark is the right of all heirs of the deceased Mrs. Narni as the previous owner of the "Sari Temulawak Agung + Lukisan Temulawak" brand and "Coffee Beer" brand in the Surabaya Commercial Court Verdict Number 2/Pdt.Sus-HKI/2021/PN.Niaga Sby. The purpose of this study is to find out how the cancellation of registered trademarks of applicants with bad faith based on Law Number 20 of 2016 concerning Marks and Geographical Indications.
This study uses a normative juridical approach with descriptive analysis specifications. The data sources used are secondary data consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials collected through library research. The data is then processed and analyzed using qualitative normative methods and presented in the form of narrative text.
Based on the results of this study, it can be concluded that the Surabaya Court Verdict Number 2/Pdt.Sus-HKI/2021/PN.Niaga Sby has terminated the registered trademarks of the Defendants with bad faith because of the element of similarity in principle and/or the whole based on the provisions of Article 21 Paragraph (1) and (3) of the Act Number 20 of 2016 concerning Marks and Geographic Indication.
3359536728I1B018045Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dalam Penggunaan Media Sosial Terhadap Perkembangan Sosial Emosi Anak Di SD Negeri 3 KedungwuluhLatar Belakang: Perkembangan sosial emosi pada anak-anak dipengaruhi oleh lingkungan sekitar termasuk gadget. Anak-anak saat ini lebih banyak menghabiskan waktu bermain gadget karena menyajikan banyak fitur menarik yang dapat diakses secara gratis, diantaranya adalah media sosial. Media sosial dapat memberikan dampak positif maupun negatif tergantung cara keluarga mengawasi dan mengajarkan penggunaan media sosial secara baik dan bijak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dalam penggunaan media sosial terhadap perkembangan sosial emosi anak di SD Negeri 3 Kedungwuluh.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling, jumlah sampel 77 anak berusia 10-12 tahun di SD Negeri 3 Kedungwuluh. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner dukungan keluarga dalam penggunaan media sosial dan perkembangan sosial emosi anak dengan analisis data menggunakan Uji Somers’d.
Hasil Penelitian: Mayoritas responden mendapatkan dukungan keluarga dalam kategori baik (62,3%) dan perkembangan sosial emosi dalam kategori baik (49,7%). Hasil analisis diperoleh nilai p value = 0,000 (p value < 0,05) dengan nilai r 0,451.
Kesimpulan: Terdapat hubungan dengan arah positif yang berarti semakin baik dukungan keluarga dalam penggunaan media sosial maka semakin baik pula perkembangan sosial emosi anak.
Kata Kunci: Dukungan keluarga, media sosial, perkembangan sosial emosi.
Background: Social emotional development in children is influenced by the surrounding environment including gadgets. Today's children spend more time playing gadgets because they provide many interesting features that can be accessed for free, including social media. Social media can have a positive or negative impact depending on how the family monitors and teaches the use of social media properly and wisely. This study aims to determine the relationship between family support in the use of social media on the social emotional development of children at SD Negeri 3 Kedungwuluh.
Methods: This research is a quantitative research with a cross sectional design. Sampling using probability sampling technique, the number of samples was 77 children aged 10-12 years at SD Negeri 3 Kedungwuluh. The instrument used is a questionnaire on family support in the use of social media and children's social emotional development with data analysis using the Somers'd test.
Results: The majority of respondents received family support in the good category (62.3%) and social emotional development in the good category (49.7%). The results of the analysis obtained p value = 0.000 (p value <0.05) with an r value of 0.451.
Conclusion: There is a relationship with a positive direction, which means that the better the family support in the use of social media, the better the social emotional development of children.
Keywords: Family support, social media, emotional social development.
3359636665C1L017009Pengaruh Pemanfaatan E-Commerce, Lingkungan Keluarga dan Ekspektasi Pendapatan Terhadap Minat Berwirausaha MahasiswaPenelitian Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif dengan judul “Pengaruh Pemanfaatan E-Commerce, Lingkungan Keluarga dan Ekspektasi Pendapatan terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa” yang bertujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan menguji pengaruh e-commerce, lingkungan keluarga dan ekspektasi pendapatan terhadap minat berwirausaha. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis angkatan 2018 dimana mereka yang sudah mengambil mata kuliah kewirausahaan dengan berjumlah 98 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Simple Random Sampling. Berdasarkan teknik tersebut, ditetapkan sampel dalam penelitian ini sebanyak 79 mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Pemanfaatan E-Commerce berpengaruh langsung terhadap minat berwirausaha mahasiswa. 2) Lingkungan Keluarga berpengaruh langsung terhadap minat berwirausaha mahasiswa. 3) Ekspektasi Pendapatan berpengaruh langsung terhadap minat berwirausaha.The research is a quantitative research with the title "The Influence of E-Commerce Utilization, Family Environment and Income Expectations on Student Entrepreneurial Interests" which aims to determine, analyze, and test the influence of e-commerce, family environment and income expectations on entrepreneurial interest. The population in this research were students of the 2018 Faculty of Economics and Business that 98 students had taken entrepreneurship courses. The sampling technique in this research used Simple Random Sampling. Based on this technique, the sample in this research was 79 students. The results of this research indicate that: 1) The use of E-Commerce has a direct effect on students' interest in entrepreneurship. 2) Family environment has a direct effect on student entrepreneurship interest. 3) Income Expectations have a direct effect on entrepreneurial interest.
3359736666L1C016070KOMPARASI FRAKSI SEDIMEN PADA COLON TERIPANG (Holothuria spp.) DI PERAIRAN PANTAI KARANG TENGAH PULAU NUSAKAMBANGAN, CILACAP
Teripang hidup dan berkembang biak di sedimen permukaan perairan pantai dengan ekosistem yang berbeda dan terdapat hubungan saling menguntungkan dengan habitatnya. Pola makan teripang dengan mengkonsumsi butir sedimen dan bahan organik satu persatu menggunakan tentakel. Perairan pantai Karang Tengah pulau Nusakambangan Cilacap memiliki ekosistem berbatu, berpasir dan padang lamun yang merupakan habitat teripang dengan kondisi sedimen yang spesifik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui spesies teripang (Holothuria spp.), fraksi sedimen di colon dan habitat teripang (Holothuria spp.) dan komparasi fraksi sedimen di colon dengan di habitat teripang (Holothuria spp.) yang hidup di perairan pantai Karang Tengah, pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap. Metode penelitian observasi ini berdasarkan metode transek untuk mengkoleksi teripang dan sedimen habitat teripang yang berbeda menggunakan hand collecting dan sedimen core diameter 2 inch dengan panjang 50 cm. Fraksi sedimen dianalisis dengan metode ayak kering dan segitiga sephard. Penelitian ini dilakukan pada bulan September sampai Desember 2021. Spesies teripang yang hidup di perairan Karang Tengah, Pulau Nusakambangan Cilacap diperoleh hanya satu spesies yaitu Holothuria Atra. Berdasarkan mean fraksi sedimen dalam colon teripang diperoleh klasifikasi sedimen kerikil berpasir. Sedangkan fraksi sedimen habitat teripang diperoleh klasifikasi sedimen pasir berkerikil. Komparsi fraksi sedimen dalam colon teripang dengan habitat teripang berdasarkaan mean sedimen diperoleh 25 dibanding 100. Eksistensi padang lamun di perairan Karang Tengah Pulau Nusakambangan Cilacap penting untuk dijaga sehubungan dengan dukungannya pada sumberdaya perikanan teripang dari perairan Cilacap.
Sea cucumbers live and breed in surface sediments of coastal waters with different ecosystems and there is a mutually beneficial relationship with their habitat. The diet of sea cucumbers is to consume grain sediments and organic matter one by one using tentacles. The coastal waters of Karang Tengah Island of Nusakambangan Cilacap have rocky, sandy and seagrass ecosystems which are the habitat of sea cucumbers with specific sediment conditions. The purpose of this study was to determine the species of sea cucumber (Holothuria spp.), the sediment fraction in the colon and the habitat of the sea cucumber and to compare the sediment fraction in the colon with that of the sea cucumber living in the coastal waters of Karang Tengah, Nusakambangan Island, Cilacap Regency. This observational research method is based on the transect method for collecting sea cucumbers and different sea cucumber sediment habitats using a hand collector and a sediment core with a diameter of 2 inches and a length of 50 cm. Sediment fraction was analyzed by dry sieve and Sephard's triangle method. This research was conducted from September to December 2021. There is only one species of sea cucumber that lives in the waters of Karang Tengah, Nusakambangan Island, Cilacap, namely Holothuria Atra. Based on the mean sediment fraction in the sea cucumber colon, the classification of sandy gravel sediment is obtained. While the sediment fraction of the sea cucumber habitat was found the classification of gravel sand sediments. The comparison of the sediment fraction in the sea cucumber colon with the sea cucumber habitat based on the mean sediment fraction was obtained 25 compared to 100. The existence of seagrass beds in the Karang Tengah waters of Nusakambangan Island, Cilacap is important to maintain its relationship with its support for sea cucumber fisheries resources from Cilacap waters.
3359836667B1A017130Struktur Komunitas Makroalga Di Perairan Pantai Pecaron
Kabupaten Kebumen
Struktur komunitas merupakan kajian ekologi yang mempelajari suatu ekosistem dan hubungannya dengan faktor lingkungan. Kajian struktur komunitas mencakup komposisi, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi. Pantai Pecaron terletak pada Desa Srati Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen. Kondisi pantai pecaron yang memiliki tipe substrat pasir dan pecahan karang yang ditumbuhi makroalga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas yang meliputi keanekaragaman, kepadatan makroalga, dominansi, keseragaman dan pola sebaran makroalga di perairan Pantai Pecaron Kebumen. Penelitian struktur komunitas pada Pantai Pecaron belum pernah dilakukan. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan purposive random sampling memakai plot kuadrat 1 x 1 m. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah keanekaragaman, dominansi, kemerataan, kepadatan dan pola sebaran makroalga. Parameter yang diamati terdiri dari parameter utama dan parameter pendukung. Parameter utama terdiri dari jumlah spesies dan biomassa makroalga. Parameter pendukung terdiri dari nilai kedalaman sewaktu surut, salinitas, temperatur, derajat keasaman (pH), kecepatan arus, tinggi gelombang, kadar fosfat dan nitrat perairan. Data yang didapat kemudian dianalisis menggunakan rumus keanekaragaman makroalga Shannon-Wiener (H’), kepadatan (Di), dominansi (D), keseragaman/kemerataan (J') dan pola sebaran menggunakan perangkat lunak Primer v5, PAST 4.03 dan Microsoft Excel 2019. Hasil penelitian pada Pantai Pecaron ditemukan 12 spesies makroalga dengan indeks keanekaragaman Shannon -Wienner sebesar 0,69 – 1,58. Perhitungan dominansi spesies pada Pantai Pecaron berkisar 0,23 – 0,61. Kemerataan makroalga pada Pantai Pecaron berkisar 0,38 – 0,81. Kepadatan spesies makroalga tertinggi pada spesies Valoniopsis pachynema (90,07 gr/m2) dan kepadatan terendah pada Ulva fasciata (0,003 gr/m2). Pola sebaran spesies memiliki pola penyebaran mengelompok (clustered), dengan nilai pola penyebaran tertinggi pada spesies Ulva lactuca, U. rigida dan U. fasciata (26), dan pola sebaran terendah pada Chondracanthus harveyanus (4,59). Analisis BIOENV menunjukkan kedalaman merupakan faktor lingkungan yang berkorelasi dengan biomassa makroalga pada perairan Pantai Pecaron.Community structure is an ecological study that studies an ecosystem and its relationship with environmental factors. The study of community structure includes composition, diversity, uniformity, and dominance. Pecaron Beach is located in Srati - Karangduwur Village, Ayah District, Kebumen Regency. Pecaron beach conditions a substrate type of sand and coral fragments overgrown macroalgae. This study aims to determine the community structure that includes diversity, macroalgae density, dominance, uniformity, and distribution patterns of macroalgae in coastal waters Pecaron Kebumen. Macroalgae community structure research in Pecaron Beach has never been done. The research method uses a survey method with a purposive random sampling technique using a 1 x 1 M square plot. Variables observed in this study are diversity, dominance, evenness, density, and distribution patterns of macroalgae. The observed parameters consist of the main parameters and supporting parameters. The main parameters consist of the number of species and biomass of macroalgae. Supporting parameters consist of the value of depth at low tide, salinity, temperature, acidity (pH), current velocity, wave height, phosphate, and nitrate levels of water. The data obtained were then analyzed using the Shannon-Wiener macroalgae diversity (H’), density (Di), dominance (D), uniformity/evenness (J'), and distribution patterns using primary Software v5, PAST 4.03, and Microsoft Excel 2019. The research results on Pecaron Beach found 12 species of macroalgae with a Shannon-Wiener diversity index of 0.69-1.58. The calculation of species dominance on Pecaron Beach ranged from 0.23 to 0.61. Macroalgae evenness on Pecaron Beach ranged from 0.38 to 0.81. The highest density of macroalgae species in Valoniopsis pachynema species (90.07 gr/m2) and the lowest density in Ulva fasciata species (0.003 gr/m2). The distribution pattern of the species has a clustered distribution pattern, with the highest distribution pattern value in the species Ulva lactuca, U. rigida, and U. fasciata (26), and the lowest distribution pattern in Chondracanthus harveyanus (4,59). BIOENV analysis showed that depth is the most correlated environmental factor with macroalgae biomass in Pecaron coastal.
3359936471L1A016072STRATEGI EKOWISATA MANGROVE PANDANSARI KALIWINGI BREBESObyek wisatawan mangrove pandansari ini merupakan obyek wisatawan unggulan yang berada di dukuh pandansari desa Kaliwlingi kecamatan Brebes Kabupaten Brebes. Keunggulan yang dihasilkan dari obyek wisatawan mangrove pandansari adalah daya tarik wisatawan hutan mangrove yangtubuhdipesisirpantaiutara(pantura).Keutamaan tanaman mangrove yangdijadikan obyekwisatawan tidak semua dimiliki oleh sebagian wilayah dijawatengah. Faktanya obyek wisatawan hutan mangrove dijawatengah tidak banyak berkembang. Oleh karena itulah keunggulan tersebut harus didukung dengan daya pengelolaan yang maksimal. Agar potensi obyek wisatawan mangrove yang diharapkan dapat menjadi potensi wisatawan yang dapat di unggulkan di kabupaten Brebes.Dapat berkembang dan dikelola dengan baik oleh pemerintah daerah kabupaten Brebes melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes.This pandansari mangrove tourism object is a leading tourist attraction located in Pandansari Hamlet, Kaliwlingi Village, Brebes District, Brebes Regency. The advantage that results from the pandansari mangrove tourism object is the tourist attraction of the mangrove forest which is located on the north coast (pantura). The primacy of mangrove plants that are used as tourist attractions are not all owned by some areas in Central Java. The fact is that the tourism object of the mangrove forest in Central Java is not much developed. Therefore, these advantages must be supported by maximum management power. So that the potential for mangrove tourism is expected to become a potential tourist that can be excelled in Brebes district. Can be developed and managed well by the lokal government of Brebes district through the Department of Culture and Tourism of Brebes Regency.
3360036734I1B018004Pengaruh Kombinasi Teknik Pernapasan Yoga Pranayama dan Terapi Musik terhadap Kualitas TidurLatar Belakang: Tidur merupakan kebutuhan dasar manusia. Kualitas tidur buruk dapat mengakibatkan berbagai masalah khususnya pada kesehatan. Salah satu penatalaksanaan adalah terapi non-farmakologi dengan efek relaksasi seperti yoga pranayama dan terapi musik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi yoga pranayama dan terapi musik terhadap kualitas tidur.
Metodologi: Desain penelitian quasi eksperimental pretest-posttest with control group design. Teknik pengambilan sampel purposive sampling, sejumlah 46 responden pada kelompok intervensi dan kontrol. Instrumen penelitian Pittsburh Sleep Quality Index (PSQI). Intervensi diberikan 10 menit pada malam hari selama satu pekan. Analisa data menggunakan uji Independent dan Paired T-test.
Hasil Penelitian: Mayoritas responden kelompok intervensi dan kontrol berjenis kelamin perempuan, tidur dalam kondisi sunyi, dingin, mengkonsumsi kafein 0-1 gelas/hari, tidak menjalani seminar skripsi, dan dalam kondisi sehat. Responden kelompok intervensi mayoritas tidur dengan pencahayaan redup dan melakukan aktivitas fisik ringan sedangkan kelompok kontrol tidur dalam kondisi terang dan melakukan aktivitas fisik sedang. Setelah dilaksanakan terapi terdapat perbedaan nilai kualitas tidur kelompok intervensi dan kontrol (p=0,001). Terdapat perubahan nilai PSQI yang signifikan pada kelompok intervensi setelah dilaksanakan terapi (p=0,000), pada kelompok kontrol tidak terdapat perubahan signifikan (p=0,068).
Kesimpulan: Pemberian terapi yoga pranayama yang dikombinasi dengan terapi musik meningkatkan kualitas tidur mahasiswa.
Background: Sleep is a basic human need. Poor sleep quality can lead to various problems, especially in health. One of the treatments is non-pharmacological therapy with relaxation effects such as yoga pranayama and music therapy. This study aims to determine the effect of a combination of yoga pranayama and music therapy on sleep quality.
Methodology: Quasi experimental research design pretest-posttest with control group design. The sampling technique was purposive sampling, a total of 46 respondents in the intervention and control groups. Research instrument Pittsburh Sleep Quality Index (PSQI). The intervention was given 10 minutes at night for one week. Data analysis using Independent and Paired T-test.
Results: The majority of respondents in the intervention and control groups were female, slept in quiet, cold conditions, consumed 0-1 cups of caffeine/day, did not undergo thesis seminars, and were in good health. The majority of respondents in the intervention group slept in dim lighting and did light physical activity, while the control group slept in bright conditions and did moderate physical activity. After the therapy was carried out, there was a difference in the value of sleep quality in the intervention and control groups (p=0.001). There was a significant change in the PSQI value in the intervention group after therapy (p=0.000), in the control group there was no significant change (p=0.068).
Conclusion: Giving pranayama yoga therapy combined with music therapy improves student sleep quality.