Artikelilmiahs
Menampilkan 33.561-33.580 dari 49.969 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 33561 | 36630 | F1B018110 | STRATEGI DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN KABUPATEN BANYUMAS DALAM MEMFASILITASI PUPUK BERSUBSIDI MELALUI PROGRAM KARTU TANI (Studi Di Kelurahan Sumampir Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas) | Program Kartu Tani yang digagas oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pada tahun 2015 merupakan upaya pemerintah dalam mencegah penyimpangan pupuk bersubsidi. Dengan Kartu Tani diharapkan pupuk bersubsidi dapat lebih tepat sasaran. Namun dalam pelaksanaannya, petani di Kelurahan Sumampir mengalami kesulitan dalam mendapatkan pupuk bersubsidi, pendataan belum sesuai dengan petani di lapangan, pembuatan Kartu Tani yang masih cukup lama dan kurangnya pemahaman menyebabkan sebagian besar petani belum memanfaatkan Kartu Tani sebagai sarana mendapatkan pupuk bersubsidi. Penelitian ini bertujuan untuk mengambarkan strategi yang sebaiknya dilakukan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas dalam memfasilitasi petani di Kelurahan Sumampir untuk mendapatkan pupuk bersubsidi melalui program Kartu Tani. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis IFAS dan EFAS kemudian dilakukan analisis matriks SWOT dan penentuan kuadran SWOT. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan analisis SWOT menunjukkan bahwa strategi yang tepat dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas dalam memfasilitasi pupuk bersubsidi melalui program Kartu Tani adalah strategi SO (Strengths-Oppotunities) yaitu meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara penyuluh pertanian dengan KPL, BRI dan kelompok beserta anggotanya dalam rangka memberdayakan petani agar dapat melaksanakan program Kartu Tani serta berupaya mempertahankan harga dan menjamin tersedianya pupuk bersubsidi serta mengoptimalkan pemanfaatan Kartu Tani semaksimal mungkin. Kata kunci: Strategi, Pupuk Bersubsidi, Program Kartu Tani | The Tani Card Program, which was initiated by the Governor of Central Java, Ganjar Pranowo, in 2015 is the government's effort to prevent the misuse of subsidized fertilizers. With the Farmer Card, it is hoped that subsidized fertilizers can be more targeted. However, in practice, farmers in Sumampir Village have difficulty in getting subsidized fertilizers, data collection is not in accordance with farmers in the field, making Farmer Cards is still quite old and lack of understanding causes most farmers not to use Farmer Cards as a means of obtaining subsidized fertilizers. This study aims to describe the strategy that should be carried out by the Department of Agriculture and Food Security in Banyumas Regency in facilitating farmers in Sumampir Village to obtain subsidized fertilizer through the Farmer Card program. The method used is descriptive qualitative. The informant selection technique used purposive sampling technique. Collecting data using interview, observation, and documentation methods. The data analysis technique used IFAS and EFAS analysis and then performed a SWOT matrix analysis and the determination of the SWOT quadrant. Based on the results of the study using SWOT analysis, it shows that the right strategy carried out by the Department of Agriculture and Food Security in Banyumas Regency in facilitating subsidized fertilizer through the Kartu Tani program is the SO (Strengths-Oppotunities) strategy, which is to improve communication and coordination between agricultural extension workers and KPL, BRI and other groups. and its members in order to empower farmers to be able to implement the Kartu Tani program and strive to maintain prices and ensure the availability of subsidized fertilizers and optimize the utilization of the Kartu Tani as much as possible. Keywords: Strategy, Subsidized Fertilizer, Farmer Card Program | |
| 33562 | 36631 | F1C018004 | Strategi Diseminasi Informasi Vaksinasi Covid-19 Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kab.Cirebon | Penelitian ini berjudul “Strategi Diseminsi Informasi Vaksinasi Covid-19 Dinas Komunikasi dan Informtika (Diskominfo) Kabupaten Cirebon” Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi serta hambatan-hambatan yang dihadapi oleh Diskominfo Kab.Cirebon dalam proses Diseminasi Informasi mengenai Vaksinasi Covid-19 di Kab.Cirebon. Melalui paradigma konstruktivisme, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun lokasi penelitian pada Diskominfo Kab.Cirebon di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara mendalam dan dukomentasi serta teknik validasi data yang digunakan dlam penelitian ini adalah triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini adalah menjelaskan bahwa strategi diseminasi informasi mengenai Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan oleh Diskominfo Kab.Cirebon adalah: 1) Diskominfo Kab.Cirebon memaksimalkan semua jenis media komunikasi yang ada untuk proses diseminasinya. Diskominfo Kab.Cirebon mengguanakan media cetak, elektronik, media baru atau digital maupun tradisional dengan mengangkat budaya wayang; 2) Diskominfo Kab.Cirebon aktif dan maksimalkan media baru di era digitalisasi. Strategi itu sendiri adalah, E-flyer, Diskominfo News Room, Podcast/ Katon Podvog dan Diskominfo Saber Hoaks. Adapun kendala yang dihadapi oleh Diskominfo Kab.Cirebon adalah: 1) Surat Edaran yang Terlambat/ Delay; 2) Sumber Daya Manusia (SDM) yang kurang memadai; 3) Kendala yang terakhir adalah kendala pada anggaran. | This research is entitled "Covid-19 Vaccination Information Dissemination Strategy of Cirebon Regency Communication and Information Office (Diskominfo)". Cirebon Regency. Through constructivism paradigm, this research uses qualitative research method with descriptive approach. The research location is at Diskominfo Kab.Cirebon in Cirebon Regency, West Java.This study uses data collection techniques by means of observation, in-depth interviews and documentation and the data validation technique used in this study is source triangulation. The results of this study are to explain that the information dissemination strategy regarding Covid-19 Vaccination carried out by Diskominfo Kab.Cirebon are : 1) Diskominfo Kab.Cirebon maximizes all types of communication media available for the dissemination process. Diskominfo Kab.Cirebon uses print, electronic, new media or digital as well as traditional media by promoting wayang culture even though it is still in planning; 2) Diskominfo Kab.Cirebon is active and maximizes new media in the digitalization era. The strategies itself are, E-flyer, Diskominfo News Room, Podcast/Katon Podvog and Diskominfo Saber Hoaks. The obstacles faced by Diskominfo Kab.Cirebon are: 1) Delayed Circulars; 2) Inadequate Human Resources (HR); 3) The last obstacle is budget constraint. | |
| 33563 | 36629 | A1F018084 | Evaluasi Karakteristik Gula Kelapa Cair dengan Variasi Penggunaan Laru Pada Nira dan Penambahan Ekstrak Rosela | Gula kelapa memiliki keunggulan yaitu indek glikemik yang rendah. Perlu menambahkan bahan pengawet nira yaitu laru kapur sirih agar nira tidak mudah rusak karena mikroba. Modifikasi kelapa gula cetak menjadi cair bertujuan agar lebih efisien. Semakin tinggi sukrosa maka kecenderungan kristalisasi juga semakin tinggi. Salah satu cara agar kristalisasi dapat dihambat adalah dengan penambahan ekstrak rosela. Penelitian ini bertujuan untuk 1. Mengkaji pengaruh penggunaan laru terhadap kualitas nira dan gula kelapa cair. 2. Mengkaji pengaruh variasi penambahan ekstrak rosela terhadap kualitas gula kelapa cair. 3. Mengkaji pengaruh kombinasi variasi penggunaan laru dan penambahan ekstrak rosela terhadap kualitas gula kelapa cair. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Prodi Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman selama 3 bulan mulai bulan Desember 2021 hingga Februari 2022. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor dengan 3 kali ulangan. Faktor yang digunakan yaitu penggunaan laru (L) dengan taraf L1 = tanpa laru dan L2 = laru kapur sirih dan konsentrasi rosela (K) dengan taraf K1 = 0%, K2 = 2,5%, K3 = 7,5% dan K4 = 12,5% (b/v). Pada penelitian ini dilakukan pengujian pada nira yaitu warna,aroma, pH dan total padatan terlarut (Brix0). Kemudian pada gula kelapa cair yang dihasilkan meliputi pH, total padatan terlarut (Brix0), kadar air, gula reduksi, viskositas dan sifat sensori. Variabel kimia dan sensori dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan penggunaan laru berpengaruh terhadap warna dan aroma nira segar, meningkatkan pH nira dan gula kelapa, serta menurunkan gula reduksi dan kadar air gula kelapa cair; konsentrasi rosela yang semakin tinggi dapat meningkatkan kadar air, serta menurunkan pH, total padatan terlarut, dan viskositas gula kelapa cair. Interaksi variasi penggunaan laru dan konsentrasi rosela berpengaruh terhadap sifat sensori gula kelapa cair. | Coconut sugar has the advantage of a low glycemic index. It is necessary to add a preservative of sap, namely whiting laru so that the sap is not easily damaged due to microbes. The modification of coconut sugar moulded into liquid aims to be more efficient. The higher the sucrose, the higher the tendency to crystallise. One way that crystallization can be inhibited is to addition of rosella extract. This study aims to 1. Assessing the effect of the use of laru on the quality of sap and liquid coconut sugar. 2. Assessing the effect of variations in the addition of rosella extract on the quality of liquid coconut sugar. 3. Assessing the effect of the combination of variations in the use of laru and the addition of rosella extract on the quality of liquid coconut sugar. This research was carried out at the Laboratory of the Food Technology Study Program, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University for 3 months from December 2021 to February 2022. This study used an experimental design, namely a factorial Complete Randomized Design (RAL) consisting of two factors with 3 repeats. The factors used are the use of laru (L) with a level of L1 = no laru and L2 = whiting laru and rosela concentration (K) with a level of K1 = 0%, K2 = 2.5%, K3 = 7.5% and K4 = 12.5% (w /v). In this study, testing was carried out on the sap, colour, aroma and pH and total dissolved solids (Brix0). Then the resulting liquid coconut sugar includes pH, total dissolved solids (Brix0), moisture content, reduction sugar, viscosity and sensory properties. Chemical and sensory variables were analyzed using ANOVA and continued Duncan Multiple Range Test (DMRT) with a level 5%. The results showed that the use of laru affects the colour and aroma of fresh sap, increases the pH of sap and coconut sugar, and lowers sugar reduction and water content of liquid coconut sugar; Higher concentrations of rosela can increase moisture content, as well as lower pH, total dissolved solids, and viscosity of liquid coconut sugar. The interaction of variations in the use of laru and rosela concentrations affects the sensory properties of liquid coconut sugar. | |
| 33564 | 36633 | J0A018067 | WRITING HEADLINE AND ONLINE NEWS AT UPT BAHASA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Artikel ini merupakan hasil kegiatan praktik kerja yang dilaksanakan pada tanggal 25 Januari 2021-31 Maret 2021. Tujuannya adalah untuk mengetahui langkah-langkah penulisan headline dan berita serta untuk mengetahui kendala dan solusi dalam penulisan berita online. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam menulis berita, ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum berita tersebut dipublikasikan. Misalnya, sebelum menulis berita, seorang penulis harus melakukan observasi terhadap suatu peristiwa untuk mendapatkan informasi (5W1H) kemudian menulis headline atau judul berita dan isi berita. Setelah melalui beberapa tahapan, berita yang telah selesai dan disetujui kemudian dipublikasikan di website UPT Bahasa. Ada beberapa kendala seperti minimnya kegiatan akibat pandemi dan proses revisi berita yang terlalu lama. Solusi untuk masalah ini adalah UPT Bahasa harus mulai menulis berita promosi untuk mempromosikan UPT Bahasa itu sendiri serta menyediakan editor khusus untuk berita berbahasa Inggris sehingga proses revisi akan lebih cepat. | This article is the result of job training activities carried out from January 25, 2021-March 31, 2021. The purposes are to find out the steps of writing headlines and news and to find out the obstacles and solutions in writing online news. The methods used in writing this article are observation, interviews, and documentation. In writing news, several steps must be taken before the news is published. For example, before writing news, a writer must conduct observation on an event to get information (5W1H) and then write headlines or news titles and the news content. After going through several steps, the news that has been completed and approved is then published on the UPT Bahasa website. There are several obstacles such as a lack of events due to the pandemic and the long process of news revision. The solution to this problem is that UPT Bahasa should start writing promotional news to promote the UPT Bahasa itself and make the revision such as providing a special editor for English news so that the revision processes will be faster. | |
| 33565 | 36637 | I1C018014 | Studi Mekanisme Senyawa Alfa Mangostin Sebagai Antimetastasis Kanker Payudara Menggunakan Pendekatan Bionformatika | Kanker payudara merupakan kanker dengan angka kejadian tertinggi kedua setelah kanker paru-paru. Saat ini, penanganan kanker payudara ditangani dengan pengobatan lokal, dan pengobatan sistemik. Namun, metode pengobatan ini belum bisa mengatasi secara optimal terkait masalah metastasis. Pendekatan lain untuk terapi lebih efektif yaitu menggunakan bahan alam. Alfa mangostin diketahui memiliki efektivitas pada antikanker. penelitian ini bertujuan untuk menelusuri mengenai mekanisme dari senyawa alfa-mangostin sebagai anti-metastasis kanker payudara dengan menggunakan pendekatan bioinformatika. Pengumpulan data dilakukan dengan database. BCL2L1 menjadi protein yang potensial untuk ditargetkan oleh alfa mangostin. Simulasi docking memberikan hasil bahwa BCL2L1 berpotensi sebagai target dari alfa mangostin karena memiliki energi ikatan yang lebih rendah dari ligan natif dan kontrol obat navitoclax dan venetoclax dengan masing masing energi ikatan yaitu 9.1; -11,4; 22.5, dan 9.2 kkal/mol.. Alfa mangostin berikatan dengan sisi aktif BCL2L1 pada ASP107, PHE105, PHE97, ALA142, LEU130, LEU108. Alfa mangostin berpotensi sebagai antimetastasis sel kanker dengan menargetkan BCL2L1 melalui jalur apoptosis sebagai mimetik BH3. | Breast cancer is a cancer with the second highest incidence after lung cancer. Currently, breast cancer is treated with local treatment, and systemic treatment. However, this method of treatment has not been able to optimally address the problem of metastases. Another approach to more effective therapy is to use natural ingredients. Alpha mangostin is known to have effectiveness as anticancer. This study aims to explore the mechanism of alpha-mangostin as an anti-metastatic breast cancer using bioinformatics approach. Data collection is done with a database. BCL2L1 is a potential protein to be targeted by alpha mangostin. Docking simulations showed that BCL2L1 has the potential to be a target of alpha mangostin because it has a lower binding energy than the native ligands and control drugs navitoclax and venetoclax with each binding energy of 9.1; -11.4; 22.5, and 9.2 kcal/mol.. Alpha mangostin binds to the active site BCL2L1 in ASP107, PHE105, PHE97, ALA142, LEU130, LEU108. Alpha mangostin has the potential as antimetastatic cancer cells by targeting BCL2L1 through the apoptotic pathway as a BH3 mimetic. | |
| 33566 | 36638 | E1A018246 | IMPLEMENTASI HUKUM PENANGGULANGAN MASALAH GIZI BAGI ANAK BERISIKO STUNTING DALAM PELAYANAN KESEHATAN (STUDI DI KECAMATAN SUMBANG) | Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan tinggi badan pada anak berada di bawah standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Anak yang mengalami stunting akan sensitif terhadap penyakit dan dapat mempengaruhi tingkat kecerdasan anak, serta dapat Berisiko mengidap penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi hukum penanggulangan masalah gizi bagi anak Berisiko stunting dalam pelayanan kesehatan di Kecamatan Sumbang dan faktor-faktor yang memengaruhi implementasi hukum penanggulangan masalah gizi bagi anak Berisiko stunting dalam pelayanan kesehatan di Kecamatan Sumbang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan metode pendekatan yuridis empiris dan spesifikasi penelitian deskriptif. Jenis data yang digunakan data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dokumenter dan studi kepustakaan. Metode pengolahan data dengan reduksi data, display data dan kategorisasi data. Penyajian data dalam bentuk teks naratif dan matriks data kualitatif dengan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hukum penanggulangan masalah gizi bagi anak Berisiko stunting dalam pelayanan kesehatan di Kecamatan Sumbang belum terlaksana dengan efektif. Hal tersebut terbukti dengan 5 paramter yaitu : efektifnya penyediaan data keluarga Berisiko stunting yang sudah tersedia pada portal PK21; belum efektifnya kegiatan pendampingan keluarga Berisiko stunting; belum efektifnya pendampingan pasangan calon pengantin/pasangan usia subur (PUS); belum efektifnya kegiatan surveilans keluarga Berisiko stunting dan belum efektifnya kegiatan audit kasus stunting. Adapun faktor-faktor yang cenderung memengaruhi implementasi hukum penanggulangan masalah gizi bagi anak Berisiko stunting dalam pelayanan kesehatan di Kecamatan Sumbang adalah faktor hukum; faktor penegak hukum; faktor sarana; faktor masyarakat; dan faktor budaya. Faktor-faktor tersebut di atas memiliki kecerendungan yang dapat menghambat dan mendukung implementasi hukum penanggulangan masalah gizi bagi anak Berisiko stunting dalam pelayanan kesehatan di Kecamatan Sumbang. | Stunting is a growth and development disorder in children due to chronic malnutrition and repeated infections, which is characterized by height in children below the standard set by the government. Children who experience stunting will be sensitive to disease and can affect the level of intelligence of children, and can be at risk for degenerative diseases. This study aims to analyze the implementation of the law to tackle nutrition problems for stunted children in health services in the Sub-District of Sumbang and the factors that influence the implementation of the law to address the problem of nutrition for stunted children in health services in the Sub-District of Sumbang. This research is a qualitative research, with an empirical juridical approach and descriptive research specifications. The type of data used is primary data and secondary data. Methods of data collection by observation, interviews, documentaries and literature study. Data processing method with data reduction, data display and data categorization. Presentation of data in the form of narrative text and qualitative data matrix with content analysis method. The results of the study indicate that the implementation of the law on nutrition problems for children at risk of hampering health services in the Subdistrict of Donor has not been implemented effectively. This is evidenced by 5 parameters, namely: the effectiveness of providing family data at risk of stunting available on the PK21 portal, ineffective family assistance activities that endanger stunting, ineffective mentoring of prospective bride and groom couples/suburban age couples, ineffective surveillance activities for families at risk of stunting and ineffective case audit activities stunting. As for the factors that tend to influence the implementation of the law on nutrition problems for children at risk of stunting in health services in the Sub-district of Donor are legal factors; law enforcement factors; facility factor; community factors; and cultural factors. The factors mentioned above have a tendency that can hinder and support the implementation of policies to overcome nutrition problems for children at risk of stunting in health services in the Subdistrict of Sumbang. | |
| 33567 | 36639 | I1C018021 | STUDI POTENSI SENYAWA AKTIF ANTIKANKER SEBAGAI INHIBITOR EGFR | Epidermal Growth Factor menjadi salah satu agen target molekuler dalam pengembangan obat antikanker. Senyawa pinosembrin, α-mangostin, γ-mangostin, galangin, pinostrobin, sinamaldehid, andrografolid, kukumin, xantorizol, etil p-metoksisinamat, alashanoid b dilaporkan memiliki aktivitas antikanker. Penelitian ini bertujuan melakukan uji aturan lipinski dan penambatan molekuler terhadap senyawa tersebut sehingga dapat dijadikan dasar untuk pengembangan obat baru. Penelitian eksperimental yang dilakukan yaitu sebelas senyawa diuji aturan lipinski menggunakan web SCFBIO dilanjutkan dengan molecular docking. Molecular docking dilakukan dengan 5 cara yaitu mengunduh struktur EGFR dari PDB, Preparasi protein menggunakan AutoDock Tools, penambatan kembali dengan ligan natif menggunakan AutoDock Vina, perhitungan nilai RMSD menggunakan PyMol dan visualisasi hasil menggunakan BIOVIA Discovery Studio. Hasil aturan lipinski yaitu semua senyawa uji memenuhi aturan lipinski. Hasil molecular docking yaitu nilai energi ikatan (kkal/mol) pada senyawa pinosembrin (-8,7), α-mangostin (-8,6), γ-mangostin (-8,4), galangin (-8,4), pinostrobin (-8,3), dan kurkumin (-8,3) lebih rendah dibandingkan senyawa kontrol erlotinib (-7,9). Keenam senyawa tersebut membentuk ikatan hidrogen, hidrofobik, dan elektrostatik terhadap sisi aktif dari EGFR. Senyawa pinosembrin, α-mangostin, γ-mangostin, galangin, pinostrobin, dan kurkumin memiliki fisikokimia yang baik dan berpotensi sebagai inhibitor EGFR. | Epidermal Growth Factor is one of the molecular target agents in the development of anticancer drugs. Compounds of pinosembrine, α-mangostin, γ-mangostin, galangin, pinostrobin, cinnamaldehyde, andrographolide, kukumin, xanthorizol, ethyl p-methoxycinnamate, alashanoid b were reported to have anticancer activity. This study aims to test Lipinski's rule and molecular anchorage of these compounds so that they can be used as the basis for the development of new drugs. Experimental research conducted, namely eleven compounds tested by Lipinski's rule using SCFBIO web followed by molecular docking. Molecular docking is carried out in 5 ways, namely downloading the EGFR structure from PDB, protein preparation using AutoDock Tools, re-tethering with native ligands using AutoDock Vina, calculating RMSD values using PyMol and visualizing the results using BIOVIA Discovery Studio. The result of Lipinski's rule is that all test compounds meet Lipinski's rule. The results of molecular docking are the bond energy values (kcal/mol) in pinosembrin (-8.7), α-mangostin (-8.6), γ-mangostin (-8.4), galangin (-8.4), pinostrobin (-8.3), and curcumin (-8.3) were lower than the control compound erlotinib (-7.9). The six compounds formed hydrogen, hydrophobic, and electrostatic bonds to the active site of EGFR. Pinosembrin, α-mangostin, γ-mangostin, galangin, pinostrobin, and curcumin compounds have good physicochemical properties and have potential as EGFR inhibitors. | |
| 33568 | 36640 | I1E015018 | Evaluasi Pembinaan Prestasi Olahraga Petanque Kabupaten Banyumas | Latar Belakang: Petanque merupakan salah satu permainan olahraga tradisional yang lahir di Prancis tahun 1907. Berdasarkan hasil observasi, permainan ini mulai berkembang di Banyumas tahun 2016. Hingga saat ini, petanque menjadi salah satu cabang olahraga yang diandalkan oleh Banyumas untuk mendapatkan prestasi setinggi-tingginya. Metodologi: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan instrumen penelitian observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek pada penelitian ini meliputi: 1) Pembinaan Prestasi, 2) Atlet Petanque, 3) Pelatih Petanque. Lokasi penelitian ini berada di sekitar wilayah Banyumas. Hasil Penelitian: Struktur organisasi FOPI Banyumas tersusun baik dan professional. Program latihan yang dilaksanakan mencakup beberapa aspek yaitu teknik, bermain game, target, taktik, pembinaan mental, serta fisik. Pelatih petanque Banyumas telah bersertifikat pelatih. Atlet Petanque Banyumas belum sepenuhnya mengikuti latihan. Sarana cabang olahraga Petanque yang tersedia di Banyumas belum cukup memadai. Sedangkan dilihat dari prasarana, Banyumas telah mumpuni untuk menunjang latihan bagi para atlet petanque. Dukungan yang diberikan kepada para atlet Petanque FOPI Banyumas berupa motivasi dan materi. Dari semua event kejuaraan yang diadakan, atlet Petanque Banyumas memperoleh prestasi yang baik. Kesimpulan: Organisasi FOPI Banyumas mengemban masa bakti 4 tahun. Pelatih sudah mengikuti penataran, bersertifikat, serta sudah menerapkan program latihan. Sarana olahraga Petanque belum memadai karena latihan masih tergabung diklub-klub. Tetapi, prasarana yang tersedia sudah memadai. Proses pendanaan masih cukup untuk pemeliharaan sarana prasarana, menambah prasarana latihan, dan kebutuhan atlet. Namun, pendanaan masih kurang untuk operasional kejuaraan. Dukungan motivasi dan sumbangan dana diperoleh dari pengurus FOPI dan orang tua/wali atlet. | Background: Petanque is a traditional sports game that was born in France in 1907. Based on observations, this game began to develop in Banyumas in 2016. Until now, petanque has become one of the sports that Banyumas rely on to get the highest achievement. Methodology: The method used in this research is descriptive qualitative with research instruments of observation, interviews, and documentation. Subjects in this study include: 1) Achievement Development, 2) Petanque Athlete, 3) Petanque Trainer. The location of this research is around the Banyumas area. Research Results: The organizational structure of FOPI Banyumas is well structured and professional. The training program carried out covers several aspects, namely technique, playing games, targets, tactics, mental and physical development. The Banyumas petanque coach has been certified as a coach. Banyumas Petanque athletes have not fully participated in the training. Petanque sports facilities available in Banyumas are not sufficient. Meanwhile, in terms of infrastructure, Banyumas has been qualified to support training for petanque athletes. The support given to the Petanque FOPI Banyumas athletes is in the form of motivation and material. Of all the championship events held, Banyumas Petanque athletes got good achievements. Conclusion: The FOPI Banyumas organization has a term of office of 4 years. The trainers have attended upgrading, are certified, and have implemented an exercise program. Petanque sports facilities are not adequate because the training is still incorporated in the clubs. However, the available infrastructure is adequate. The funding process is still sufficient for the maintenance of infrastructure, adding training infrastructure, and the needs of athletes. However, funding is still lacking for championship operations. Motivational support and financial donations were obtained from the FOPI management and the athlete's parents/guardians. | |
| 33569 | 36641 | C1A018096 | PEMBERDAYAAN KELOMPOK USAHA PENINGKATAN PENDAPATAN KELUARGA SEJAHTERA (UPPKS) MENUJU KEBERDAYAAN DALAM PENGEMBANGAN USAHA DI KOTA DEPOK | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah terdapat pengaruh antara proses pemberdayaan, peran kelompok UPPKS dan peran pemerintah terhadap keberdayaan kelompok UPPKS dalam pengembangan usaha di Kota Depok. Data dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh dari kuesioner, wawancara, observasi serta data dari pemerintah Kota Depok melalui Dinas Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK). Metode dan teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Proses pemberdayaan, peran kelompok, dan peran pemerintah secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberdayaan dalam pengembangan usaha melalui kelompok UPPKS, (2) Proses pemberdayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberdayaan dalam pengembangan usaha melalui kelompok UPPKS, (3) Peran kelompok berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberdayaan dalam pengembangan usaha, dan (4) Peran pemerintah berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberdayaan dalam pengembangan usahan melalui kelompok UPPKS. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu pemberdayaan merupakan konsep pembangunan yang berawal dari masyarakat yang memegang peran penting dalam keberhasilan pemberdayaan masyarakat agar tercapai kesejahteraan. Partisipasi masyarakat dilakukan dengan membentuk kelompok usaha yang didukung oleh pemerintah melalui program UPPKS. Upaya yang dapat dilakukan adalah pemerintah Kota Depok dengan lebih memaksimalkan potensi sumberdaya masyarakat secara bertahap melalui pembinaan dan pelatihan yang difokuskan pada keluarga untuk bekerjasama didalam kelompok usaha dan memanfaatkannya sebaik mungkin agar tercapai keberdayaan dalam kemandirian usaha, sehingga masyarakat bisa mandiri dan berdaya. Kata Kunci: UPPKS, Pemberdayaan, Pengembangan Usaha. | This study aims to analyze whether there is an influence between the empowerment process, the role of the UPPKS group and the role of the government on the empowerment of the UPPKS group in business development in Depok City. The data in this study are primary data obtained from questionnaires, interviews, observations and data from the Depok City government through the Child Protection, Community and Family Empowerment Service (DPAPMK). The analytical methods and techniques used in this research are descriptive statistics and multiple linear regression. The results of this study indicate that: (1) The empowerment process, the role of the group, and the role of the government together have a positive and significant effect on empowerment in business development through the UPPKS group, (2) The empowerment process has a positive and significant impact on empowerment in business development through UPPKS group, (3) The role of the group has a positive and significant effect on empowerment in business development, and (4) The role of the government has a positive and significant effect on empowerment in business development through the UPPKS group. The implication of the conclusion above is that empowerment is a development concept that starts from the community which plays an important role in the success of community empowerment in order to achieve prosperity. Community participation is carried out by forming business groups supported by the government through the UPPKS program. Efforts that can be made are the Depok City government by further maximizing the potential of community resources in stages through coaching and training focused on families to work together in business groups and make the best use of them in order to achieve empowerment in business independence, so that people can be independent and empowered. | |
| 33570 | 36642 | E1A016305 | IMPLEMENTASI HUKUM STANDAR PELAYANAN MINIMAL BEDAH SENTRAL RUMAH SAKIT DALAM PELAYANAN KESEHATAN (Studi di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto) | Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi hukum standar pelayanan minimal bedah sentral rumah sakit dalam pelayanan kesehatan dan pengaruh faktor motivasi kerja, fasilitas kerja dan kerjasama terhadap implementasi hukum standar pelayanan minimal bedah sentral rumah sakit dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan penelitian kuantitatif dengan pendekatan analisis yuridis sosiologis, dan spesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi penelitian di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto. Pengambilan sampel penelitian melalui metode simple random sampling. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan metode angket, kepustakaan dan dokumenter. Pengolahan data secara coding, editing dan tabulasi kemudian disajikan secara teks naratif dan tabel data. Analisis data menggunakan metode distribusi frekuensi analisis, tabel silang analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hukum standar pelayanan minimal bedah sentral rumah sakit dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto adalah efektif. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil penelitian terhadap 6 (enam) indikator meliputi efektifnya pencegahan waktu tunggu operasi elektif, efektifnya pencegahan kejadian kematian di meja operasi, efektifnya tindakan menghindari tidak adanya kejadian operasi salah sisi, efektifnya tindakan menghindari tidak adanya kejadian operasi salah orang, efektifnya tindakan menghindari tidak adanya kejadian salah tindakan pada operasi, efektifnya tindakan menghindari tidak adanya kejadian tertinggalnya benda asing/alat pada tubuh pasien setelah operasi. Faktor motivasi kerja sebagai faktor personal serta faktor fasilitas kerja dan faktor kerjasama sebagai faktor sosial cenderung berpengaruh secara positif terhadap implementasi hukum standar pelayanan minimal bedah sentral rumah sakit dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto. | The purpose of this study was to determine the legal implementation of minimum service standards for hospital central surgery in health services and the influence of work motivation factors, work facilities and cooperation on the legal implementation of minimum service standards for hospital central surgery in health services at the Jatiwinangun Special Surgery Hospital, Purwokerto. This study uses a quantitative research approach with a sociological juridical analysis approach, and descriptive research specifications. The research location is the Jatiwinangun Special Surgery Hospital, Purwokerto. The research sample was taken through simple random sampling method. The data used include primary data and secondary data obtained by questionnaire, library and documentary methods. Data processing by coding, editing and tabulation is then presented in narrative text and data tables. Data analysis used frequency distribution analysis method, cross table analysis. The results showed that the legal implementation of the minimum service standard for hospital central surgery in health services at the Jatiwinangun Special Surgery Hospital in Purwokerto was effective. This can be proven by the results of research on 6 (six) indicators including the effective prevention of elective surgery waiting time, the effectiveness of preventing the incidence of death on the operating table, the effectiveness of measures to avoid the absence of wrong-sided surgery events, the effectiveness of measures to avoid the absence of the wrong person's surgery, the effectiveness of the action of avoiding the absence of wrong actions in the operation, the effectiveness of the action of avoiding the absence of foreign objects/devices left in the patient's body after surgery. Work motivation factors as personal factors as well as work facilities and cooperation factors as social factors tend to have a positive effect on the legal implementation of minimum service standards for hospital central surgery in health services at the Jatiwinangun Special Surgery Hospital, Purwokerto. | |
| 33571 | 36171 | I1C018046 | ISOLASI, ANALISIS FITOKIMIA, DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI JAMUR ENDOFIT KULIT BATANG MANGROVE Avicennia marina (Forssk.) Vierh | Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan resistensi terhadap mikroba patogen. Jamur endofit merupakan salah satu alternatif yang menghasilkan senyawa bioaktif dengan berbagai struktur dan bioaktivitas. Mangrove Avicennia marina mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tannin, atau terpenoid yang berpotensi sebagai antibakteri. Isolat jamur endofit dari kulit batang mangrove A. marina di identifikasi secara morfologi dan molekuler dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Selanjutnya difermentasikan pada media padat beras dan diekstraksi dengan etil asetat secara shaking selama 18 jam. Analisis fitokimia untuk mengetahui kandungan kimia menggunakan metode KLT dan HPLC. Ekstrak yang diperoleh diuji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan metode difusi kertas cakram. Jamur endofit yang diisolasi dari kulit batang mangrove A. marina teridentifikasi sebagai Colletotrichum chrysophilum. Ekstrak jamur endofit C. chrysophilum diperoleh sebanyak 1,374 g dan profil KLT menunjukkan keberadaan senyawa terpenoid/steroid. Ekstrak etil asetat C. chrysophilum pada konsentrasi 50% menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap S. aureus dan E. coli dengan diameter zona hambat berturut-turut sebesar 24,8 dan 26,5 mm. Jamur endofit C. chrysophilum mengandung senyawa aktif yang potensial dikembangkan sebagai antibakteri. | Irrational use of antibiotics leads to drug resistance against pathogenic microbes. Endophytic fungi are an alternative sources of bioactive compounds with diversity in their structures and bioactivites. Avicennia marina mangroves contain secondary metabolites such as flavonoids, alkaloids, tannins, or terpenoids which have potential as antibacterial. Endophytic fungus isolated from A. marina stem skin was identified morphologically and molecularly using Polymerase Chain Reaction (PCR) method. Then fermented on solid rice media and extracted with ethyl acetate by shaking for 18 hours. Phytochemical analysis was performed to determine the chemical content by using TLC and HPLC methods. The ethyl acetate extract was tested for antibacterial against Staphylococcus aureus and Escherichia coli using disk diffusion method. An endophytic fungus isolated from the A. marina stem skin was identified as Colletotrichum chrysophilum. The amount of C. chrysophilum extract was 1,374 g and the TLC profile showed the presence of terpenoids/steroids. Ethyl acetate extract of C. chrysophilum at a concentration of 50% exhibited antibacterial activity against S. aureus and E. coli with inhibition zone diameters of 24.8 and 26.5 mm, respectively. Endophytic fungus C. chrysophilum contains bioactive compounds with antibacterial potential. | |
| 33572 | 36643 | D1A018145 | PENGARUH PENAMBAHAN BUBUK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) DENGAN PERSENTASE YANG BERBEDA TERHADAP pH, KADAR AIR, DAN TEKSTUR KEJU SUSU LOW FAT | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk daun dalam dengan persentase yang berbeda terhadap pH, kadar air, dan tekstur keju berbahan dasar susu low fat. Penelitian dilaksanakan pada 25 Mei - 09 Juni 2022 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman. Bahan penelitian yang digunakan yaitu susu low fat 20.000 gram, bubuk daun salam 100 gram, kalsium klorida 4 gram, susu skim bubuk 200 gram, akuades, rennet 20 gram, Lactobacillus lactis 0,2 gram, dan garam. Penelitian dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu perlakuan tanpa penambahan bubuk daun salam (P0), penambahan bubuk daun salam 0,25% (P1), 0,5% (P2), 0,75% (P3), dan 1% (P4). Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis variansi dan uji lanjut orthogonal polynomial. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan bubuk daun salam tidak menurunkan pH dan kadar air (P>0,05) namun meningkatkan (P<0,01) tekstur keju susu low fat. Rata-rata pH keju susu low fat yaitu 4,68±0,92, rata-rata kadar air yaitu 57,55%±2,02, dan rata-rata tekstur keju susu low fat tertinggi ada pada penambahan bubuk daun salam 1% yaitu 203,77±29,00 gr/mm2. Kesimpulan, penambahan bubuk daun salam pada keju susu low fat yang optimal yaitu 1,0% karena pH dan kadar air yang masih dalam batas normal serta menghasilkan kekerasan yang paling tinggi. | This purpose of this research was to determine the effect of adding leaf powder with different percentages on pH, moisture content, and texture of low fat cheese. This research was held from May 25th - June 09th, 2022 at Laboratory of Animal Products Technology, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University. The material was used 20,000 grams of low fat milk, 100 grams of bay leaf powder, 4 grams of calcium chloride, 200 grams of skim milk powder, distilled water, 20 grams of rennet, 0.2 grams of Lactobacillus lactis, and salt. This research was conducted using a completely randomized design (CRD) method with 5 treatments and 4 repetitions. Treatment without adding bay leaf powder (P0), and treatments adding bay leaf 0.25% (P1), 0.5% (P2), 0.75% (P3), and 1% (P4). The research data were analyzed by analysis of variance and further test of orthogonal polynomials. The results showed that the addition of bay leaf powder can’t decrease pH and water content (P>0,05) but increase (P<0,01) the texture of low fat milk cheese. The average pH of low fat milk cheese was 4,68 ± 0,92, the average water content is 57,55 ± 2,02, and higher average of texture low fat milk cheese was 203,77±29,00 by adding 1% of bay leaf powder. In conclusion, the addition of bay leaf powder to the optimal was 1.0% because pH and water content that are on normal limits with highest hardness. | |
| 33573 | 36644 | D1A018152 | PENGARUH LEVEL SUPLEMENTASI MINERAL CHROMIUM (Cr) ORGANIK PADA PAKAN KAMBING TERHADAP PRODUKSI TOTAL VFA DAN N-NH3 DALAM RUMEN | Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh level suplementasi mineral Chromium organik pada pakan kambing terhadap produksi total VFA dan N-NH3. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 7 maret sampai 10 april 2022, di Gunung Tugel Farm, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Laboratorium Ilmu Bahan Makanan Ternak, dan Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makananan, Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan dalam penelitian terdiri dari 16 ekor kambing jawarandu dengan bobot badan rata rata 25,12 ± 3,44 kg. Pakan diberikan sebanyak 4% dari bobot badan berdasarkan bahan kering. Pakan diberikan dengan imbangan 30% hijauan dan 70% konsentrat, mikro mineral Chromium organik (0,5 ppm, 1 ppm, dan 1,5 ppm), serta air minum. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental in vivo dengan rancangan penelitian adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan ulangan sebanyak 4 kali. Perlakuan yang diuji yaitu R0 (Pakan basal tanpa Chromium Organik), R1 (Pakan basal + 0,5 ppm Chromium organik) R2 (Pakan basal + 1,0 ppm Chromium organik), R3 (Pakan basal + 1,5 ppm Chromium organik). Variabel yang diamati adalah total VFA (Volatile Fatty Acid) dan N-NH3. Rataan konsentrasi total VFA adalah 76,75 ± 4,72 mM sampai 87,5 ± 27,54 mM, dan rataan konsentrasi N-NH3 adalah 26,65 ± 15,78 mM sampai 30,4 ± 21,91 mM. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa level suplementasi Chromium organik pada pakan tidak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar total VFA dan N-NH3 dalam rumen kambing. Kesimpulan penelitian ini adalah level suplementasi Chromium organik pada pakan kambing cenderung meningkatkan konsentrasi Volatile Fatty Acid (VFA) total dalam rumen. Level pemberian terbaik bagi konsentrasi N-NH3 yaitu sebanyak 1,04 ppm. | This study aimed to determine the effect of the level of organik Chromium mineral supplementation in goat feed on the total production of VFA and N-NH3. This research was carried out from 7 March to 10 April 2022 at Gunung Tugel Farm, Patikraja District, Banyumas Regency, Animal Feed Stuff Laboratory, Nutrition and Food Science Laboratory, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The material used in the study consisted of 16 Jawarandu goats with an average body weight of 25,12 ± 3,44 kg. Feed is given as much as 4% of body weight based on dry matter. The feed is provided with a balance of 30% forage and 70% concentrate, organic Chromium micro minerals (0.5 ppm, 1 ppm, and 1.5 ppm), and drinking water. This study used an in vivo experimental method with a completely randomized design (CRD) with four treatments and four replications, followed by an orthogonal polynomial test. The treatments tested were R0 (basal feed without organic chromium), R1 (basal feed + 0.5 ppm organic chromium), R2 (basal feed + 1.0 ppm organik chromium), and R3 (basal feed + 1.5 ppm organic chromium). The variables observed were total VFA (Volatile Fatty Acid) and N-NH3. The average total concentration of VFA produced was 76.75 ± 4.72 mM to 87.5 ± 27.54 mM, and the average concentration of N-NH3 produced was about 26.65 ± 15.78 mM to 30.4 ± 21,91 mM. The analysis of variance showed that the level of organic Chromium supplementation in the feed had a significant effect (P>0.05) on the total levels of VFA and N-NH3 in the goat's rumen. This study concluded that the level of organic Chromium supplementation in goat feed tends to increase the total Volatile Fatty Acid (VFA) concentration in the rumen. The best level of administration for the concentration of N-NH3 was 1.04 ppm. | |
| 33574 | 36645 | F1F015016 | Analisis Perbandingan Kebijakan Pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono Dengan Joko Widodo Dalam Sengketa Laut China Selatan | Penelitian berjudul “Analisis Perbandingan Kebijakan Pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono Dengan Joko Widodo Dalam Sengketa Laut China Selatan” merupakan penelitian yang berfokus pada kebijakan-kebijakan luar negeri yang diambil selama era pemerintahan kedua pemimpin tersebut serta mencari tahu faktor-faktor apa saja yang kemudian menjadi pendukung serta penghambat pengambilan kebijakan dalam menghadapi sengketa di Kawasan Laut China Selatan. Perbedaan karakteristik antara SBY dengan Jokowi telah menghasilkan strategi politik luar negeri yang berbeda bagi Indonesia, sehingga kebijakan luar negeri yang diambil dalam menghadapi sengketa yang terjadi di kawasan LCS juga mengalami perubahan. Indonesia dibawah SBY dengan mengedepankan visi “thousand friends zero enemy”, kebijakan luar negeri yang diambil dalam menghadapi sengketa di kawasan LCS cenderung lebih mengutamakan strategi soft diplomacy agar bisa menghindari adanya konflik dengan negara lain. Sementara itu, pada masa pemerintahan Jokowi strategi yang diambil Indonesia dalam menanggapi isu mengenai sengketa LCS terutama di sekitar perairan Natuna Utara sedikit lebih asertif jika dibandingkan dengan pada masa SBY, hal ini dilakukan sebagai upaya pemerintah dalam mewujudkan visi menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. | The research entitled "Comparative Analysis of the Susilo Bambang Yudhoyono and Joko Widodo’s Policies in the South China Sea Dispute" is a study that focuses on foreign policies taken during the reigns of two leaders and finds out the factors which became the supporters and the obstacles to policy making in dealing with disputes in the South China Sea. The difference in characteristics between SBY and Jokowi has resulted a different style of foreign policy of Indonesia, so that the foreign policy taken in dealing with disputes that occur in the SCS region issue has also changed. Indonesia in SBY era by prioritizing the vision of "thousand friends zero enemy", so that the foreign policy which taken in dealing with dispute the SCS region issue prioritizes soft diplomacy method in order to avoid conflicts with other countries. Meanwhile, during the Jokowi era the style of Indonesia's strategy taken by responding to the issue of the South China Sea dispute, especially around the North Natuna waters, the policies taken during the Jokowi period are slightly more assertive compared to the SBY era, this was done to realize one of the government visions to make Indonesia the maritime axis of the world. | |
| 33575 | 36650 | I1C018049 | ISOLASI, IDENTIFIKASI KANDUNGAN KIMIA, DAN SKRINING TOKSISITAS JAMUR ENDOFIT SERASAH DAUN MANGROVE Avicennia marina (Forsk.) Vierh | Avicennia Marina mengandung senyawa yang berpotensi antikanker. Penemuan antikanker dapat juga didapatkan dari mikroorganisme yang hidup dalam tumbuhan seperti jamur endofit. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi serasah daun A. marina, menganalisis kandungan kimia dan mengevaluasi toksisitasnya terhadap larva udang. Isolat jamur endofit dari serasah daun A. marina diidentifikasi secara morfologi dan molekuler. Selanjutnya difermentasikan pada media padat beras dan diekstraksi dengan EtOAC secara shaking selama 24 jam. Analisis fitokimia untuk mengetahui kandungan kimia menggunakan metode KLT dan HPLC. Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) diterapkan pada uji toksisitas terhadap larva udang (Artemia salina) dan dilanjutkan analisis probit untuk memperoleh nilai LC50. Jamur endofit yang diisolasi dari serasah daun A.marina teridentifikasi morfologi dan molekuler sebagai Rhizopus microsporus. Ekstrak jamur endofit R. microsporus diperoleh 1.341 g dan profil KLT menunjukkan keberadaan senyawa flavonoid dan alkaloid. Ekstrak EtOAC R. microsporus dinyatakan memiliki potensi toksik dengan nilai LC50 sebesar 371,963 ppm pada uji BSLT. Jamur endofit R. microsporus yang telah diisolasi dari serasah daun A. marina berpotensi toksik sehingga dapt dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber senyawa sitotoksisitas. | Avicennia Marina contains compounds that have potential anticancer properties. Anticancer findings can also be obtained from microorganisms that live in plants such as endophytic fungi. This study aims to isolate and identify leaf litter of A. marina, analyze its chemical content and toxicity to larvae. Endophytic fungal isolates from leaf litter of A. Marina were identified morphologically and molecularly. Furthermore, it was fermented on rice solid media and extracted with ethyl acetate shaking for 24 hours. Phytochemical analysis to determine the chemical content using TLC and HPLC methods. The Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method was used as a toxicity test for shrimp larvae (Artemia salina) and continued with probit analysis to obtain the LC50 value. Endophytes isolated from leaf litter of A. marina morphology and molecular fungi as Rhizopus microsporus. The endophytic fungus R. microsporus extract obtained was 1,341 mg and the TLC profile indicated the presence of flavonoid and alkaloid compounds. R. Microsporus is declared to have a toxic potential with an LC50 value of 371,963 ppm in the BSLT test. Endophyte mushroom R. microsporus that has been isolated from the leaf litter A. marina has the potential to toxic so that it can be further developed as a source of cytotoxicity compounds. Avicenia marina, BSLT, endophytic fungus, Rhizopus microsporus Toxicity | |
| 33576 | 36646 | F1C016003 | Kepuasan Informasi yang Diperoleh Mahasiswa FISIP UNSOED pada Jurnalisme Presisi Media Online Tirto.id | Adanya pergeseran penggunaan media dalam mengakses berita membuat media konvensional menjelma menjadi media massa baru (media online) dan juga memunculkan situs-situs berita online, dimana masyarakat dapat dengan mudah dan cepatnya mengakses serta mendapatkan berita atau informasi melalui media online. Tirto.id merupakan salah satu situs berita online yang hadir pada tahun 2016 yang bergerak di jalur jurnalisme presisi atau jurnalisme berbasis data dalam penyajian berita atau informasinya. Penggunaan jurnalisme presisi tersebut membuat jurnalisme online berjalan lebih lambat karena harus mengumpulkan lebih banyak data guna dianalisis terlebih dahulu sebelum dijadikan berita. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian berjudul “Kepuasan Informasi yang Diperoleh Mahasiswa FISIP UNSOED pada Jurnalisme Presisi Media Online Tirto.id” bertujuan untuk mengetahui Mengetahui kepuasan informasi yang diperoleh mahasiswa FISIP UNSOED pada jurnalisme presisi media online Tirto. id. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan metodelogi survey dan menggunakan teori Uses and Gratification dari Phillip Palmgreen. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rumus discrepancy dari Palmgreen dan dioperasionalkan dengan perhitungan cross tabulation (cros tab) atau tabulasi silang, dimana item-item dalam GS di-cross-kan dengan item-item dalam GO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berita atau informasi yang disajikan pada jurnalisme presisi media online Tirto.id dinilai memuaskan mereka dalam pemenuhan kebutuhan informasi. Penilaian tersebut didasarkan pada hasil penelitian ini yaitu 94,12% dari 17 item indikator motif dalam penggunaan jurnalisme presisi media online Tirto.id dapat terpenuhi. Penelitian ini juga membuktikan asumsi teori uses and gratification bahwa responden telah bersikap aktif dalam mencari informasi yang dibutuhkan dalam penggunaan media. | The shift in media use in accessing news transforms conventional media into new mass media (online media) and gives rise to online news sites, where people can easily and effectively access and obtain news or information using online media. Tirto.id is one of the 2016 online news sites that uses precision journalism or data-driven journalism to deliver its news or information. That precise journalism slows down web journalism because it requires more data to be collected and evaluated before it is produced to become a news. In this regard, the research entitled "Information Satisfaction Gained by FISIP UNSOED Students on Precision Journalism Online Media Tirto.id" aims to discover the level of satisfaction with information obtained by FISIP UNSOED students on Tirto's id online media precision journalism. This research utilizes a descriptive quantitative method with a survey methodology, as well as Phillip Palmgreen's theory of Uses and Gratification. The analysis in this paper utilizes Palmgreen's discrepancy formula, which is operationally defined by calculating cross tabulation (cross tab), in which items in GS are crossed with the ones present in GO. The research found that the news or information offered on Tirto.id's online media precision journalism is perceived to fulfill their information needs. Based on the findings of this research, 94.12 percent of the 17 motive indicator items in the use of Tirto.id online media precision journalism can be fulfilled. This study further supports the assumptions of the uses and gratification theory by demonstrating that respondents were actively engaged in obtaining needed information in using the media. | |
| 33577 | 36647 | C1B018050 | Analisis Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Financial Performance Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pandemi COVID-19 terhadap kinerja keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Return on Assets dan variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Firm Size, Working Capital, dan Capital Structure. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2019-2020. Teknik penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling dengan sampel sebanyak 57 perusahaan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adlaha analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi data panel, pengujian koefisien determinasi, dan uji T. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa variabel Firm Size dan Working Capital berpengaruh positif terhadap Return on Assets sedangkan Capital Structure berpengaruh negatif terhadap Return on Assets perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil ini sejalan dengan hipotesis peneliti. Implikasi dari penelitian ini yaitu manajer keuangan perusahan manufaktur diharapkan mampu memahami finansial perusahaan dari perusahaannya sehingga dapat membuat kebijakan yang sesuai degan kemampuan dari perusahaan. | This study aims to examine the effect of the COVID-19 pandemic on the financial performance of manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The dependent variable used in this study is Return on Assets and the independent variables used in this study are Company Size, Working Capital, and Capital Structure. The population used in this study are manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2019-2020. The sampling technique used in this research is purposive sampling technique with a sample of 57 companies. The analysis used in this research is descriptive statistical analysis, classical assumption test, panel data regression analysis, determination coefficient test, and T test. The results of this study explain that the variables of Firm Size and Working Capital have a positive effect on Return of Assets while Capital Structure has a negative effect on Return of Assets of manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). This result is in line with the researcher's hypothesis. The implication of the expected research is that the financial manager of a manufacturing company is able to understand the company's finances so that they can make policies that are in accordance with the capabilities of the company. | |
| 33578 | 36648 | A1D116016 | PEMBERIAN PUPUK MIKORIZA-TRICHODERMA DAN DOSIS PENGURANGAN PUPUK ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum L.) | Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh dosis pupuk mikoriza-Trichoderma terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat dan dosis paling tepat. (2) mengetahui pengaruh pengurangan dosis pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat dan dosis paling tepat. (3) mengetahui kombinasi terbaik pupuk mikoriza-Trichoderma dan pengurangan penggunaan dosis pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanam tomat. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Experimental farm dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2020 sampai dengan November 2020. Penelitian ini merupakan percobaan pot dengan perlakuan factorial menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor dan ditambah dengan kontrol. Fator pertama adalah dosis pupuk mikoriza-Trichoderma yang terdiri dari tiga taraf yaitu 10g/tanaman (5gmikoriza-5g Trichoderma), 30g/tanaman (15g mikoriza-15g Trichoderma), dan 50g/tanaman (25g mikoriza-25g Trichoderma). Faktor kedua adalah pengurangan dosis pupuk anorganik yang terdiri dari tiga taraf yaitu, pengurangan 0% sesuai dosis anjuran (urea 1,34g, Sp-36 3g, KCL 0,66g), Pengurangan 25% (urea 1,005g, Sp-361,5 g, KCL 0,495 g), pengurangan 50% ( urea 0,67g, Sp-36 1,5g, KCL 0,33g). Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah bunga, luas daun, kehijauan daun, bobot buah, diameter buah, bobot tanaman segar, bobot akar segar, bobot tanaman kering. Data dianalisis dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Rang Test (DMRT) hasil penelitian menujukan bahwa dosis 50g/tanaman (25g mikoriza - 25g Trichoderma) meningkatkan pertumbuhan jumlah daun hingga 293,3 helai, jumlah cabang hingga 3,7cabang, jumlah bunga menjadi 40,3 bunga, luas daun menjadi 188,7 cm2, kehijauan daun menjadi 37,0μg.ml-1, bobot tanaman segar menjadi 336,3g bobot tanaman kering hingga 80,7g, dan bobot buah hingga 157,3g. | The study aims to: (1) determine the effect of mycorrhizal-trichoderma fertilizer dose on the growth and yield of tomato plants and the most appropriate dose, (2) determine the effect ofinorganic fertilizer dose reduction on the growth and yield of tomato plants and the most appropriate dose, (3) determine the best combination of mycorrhizal-trichoderma fertilizer and inorganic fertilizer dose reduction application on the growth and yield of tomato plants. The study was carried out at Laboratory Experimental farm and Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University. The study was conducted from July 2020 to October 2020. The experimental design used was a Duncan’s Multiple Rang Test (DMRT) with two factors. The first factor is the dose of mycorrhizal-trichoderma fertilizer with four ranges, 10g/plant (5g mikoriza-5g trichoderma), 30g/plant (15g mikoriza-15g trichoderma), and 50g/plant (25g mikoriza-25g trichoderma). The second factor is reducing inorganic fertilizer dose with three ranges, a reduction of 0 % according to the recommended dose (urea 1,34g/plant, Sp-36 3g/plant, KCL 0,66g/plant, 25% reduction (urea 1,005g/plant, Sp-361,5 g/plant, KCL 0,495 g/plant), and 50% reduction ( urea 0,67g/plant, Sp-36 1,5g/plant, KCL 0,33g/plant). The variables observed were plant height, number of leaves, number of branches, number of flowers, leaf area, leaf greenness, fruit weight, fruit diameter, fresh plant weight, fresh root weight, and dry plant weight. The results showed that the dose of mycorrhizal-trichoderma fertilizer 50g/plant (25g mycorrhizal - 25g trichoderma) increased the growth of the number of leaves 293,3, number of branches 3,7 branche, number of flowers 40,3 flower, leaf area 188,7 cm2, leaf greenness 37,0 μg.ml-1, fresh plant weight 336,3g, and dry plant weight 80,7g, and fruit wight 157,3g. | |
| 33579 | 36649 | A1F018040 | EVALUASI FITOKIMIA, TOKSISITAS DAN POTENSI ANTIMIKROBA EKSTRAK SEREH WANGI (Cymbopogon winterianus Jowitt) DENGAN DESTILASI BERTINGKAT | Pertanian di Indonesia cukup maju seperti sereh wangi yang mengandung senyawa bioaktif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh variasi jenis pelarut terhadap fitokimia, toksisitas, Konsentrasi Hambat Minimum (KHM), Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) dan aktivitas antimikroba dari ekstrak daun sereh wangi hasil destilasi bertingkat. Pada penelitian ini dilakukan uji toksisitas menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BST) dan uji fitokimia dengan reagen. Data kematian larva udang dianalisis dengan analisis probit untuk menentukan nilai Lethal Concentration 50 (LC50). KHM dan KBM diuji menggunakan metode dilusi. Aktivitas antimikroba sereh wangi diuji dengan zona bening. Mikroba uji yang digunakan yaitu Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Candida tropicalis Senyawa metabolit sekunder yang terkandung pada masing-masing ekstrak adalah flavonoid, alkaloid, steroid dan triterpenoid. Nilai LC50 ekstrak etanol 70%, etil asetat dan heksan masing-masing yaitu 4.171, 433; 35.419,898 dan 3.189,346 μg/ml. KHM E. coli ekstrak sereh wangi dengan pelarut etanol 70%, etil asetat dan heksan yaitu 6,25%; 1,56% dan 6,25%. KBM pada E.coli ekstrak etanol 70%, etil asetat dan heksan yaitu 50%; 12,5% dan 100%. KHM ketiga ekstrak pada Candida tropicalis yaitu 1,56%. Hasil KBM Candida tropicalis ekstrak etanol 70%, etil asetat dan heksan yaitu 50%, 3,13% dan 6,25 %. Aktivitas antimikroba ekstrak etanol 70%, etil asetat dan heksan terhadap E. coli yaitu 7,2 + 0,24; 6,95 + 0,21 dan 6,81 + 0,18 mm. Pada Candida tropicalis adalah 7,67 + 0,26; 7,91 + 0,39 dan 7,67 + 0,4 mm. | Agriculture in Indonesia is quite advanced, such as citronella which contains bioactive compounds. The purpose of this study was to determine the effect of various types of solvent on phytochemicals, toxicity, Minimum Inhibitory Concentration (MIC), Minimum Bactericidal Concentration (KBM) and antimicrobial activity of citronella leaf extract from fractional distillation. In this study, a toxicity test was conducted using the Brine Shrimp Lethality Test (BST) method and a phytochemical test with reagents. Data on mortality of shrimp larvae were analyzed by probit analysis to determine the value of Lethal Concentration 50 (LC50). MIC and MBC were tested using the dilution method. The antimicrobial activity of citronella was tested with a clear zone. The test microbes used were Escherichia coli, Staphylococcus aureus and Candida tropicalis The secondary metabolites contained in each extract are flavonoids, alkaloids, steroids and triterpenoids. The LC50 values for extracts ethanol 70%, ethyl acetate and hexane were 4.171, 433, respectively; 35.419,898 and 3.189,346 g/ml. MIC E. coli with citronella extract ethanol 70%, ethyl acetate and hexane as solvents were 6,25%; 1,56% and 6,25%. MBC E.coli with extracts ethanol 70%, ethyl acetate and hexane were 50%; 12,5% and 100%. The MIC of the three extracts on Candida tropicalis was 1,56%. The results MBC Candida tropicalis of extract ethanol 70%, ethyl acetate and hexane are 50%, 3,13% and 6,25%. Antimicrobial activity of extracts ethanol 70%, ethyl acetate and hexane against E. coli were 7,2 ± 0,24; 6,95 ± 0,21 and 6,81 ± 0,18 mm. In Candida tropicalis it was 7,67 ± 0,26; 7,91 ± 0,39 and 7,67 ± 0,4 mm | |
| 33580 | 37925 | H1A018040 | RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI SUHU DAN KELEMBABAN MENGGUNAKAN ARDUINO MEGA 2560 PADA MESIN TETAS TELUR | Di era modern ini, penetasan telur sudah tidak di lakukan secara manual seperti menggunakan sekam bakar atau menggunakan lampu minyak. Melainkan menggunakan sistem otomatis. Prinsip kerja mesin tetas telur otomatis adalah tiruan dari keadaan alami proses pengeraman indukan terhadap telurnya. Kondisi yang perlu diperhatikan salah satunya adalah suhu dan kelembaban yang optimal. Untuk itu diperlukan rancangan sistem otomatis pengendali suhu dan kelembaban secara otomatis pada mesin tetas telur. Metode pada penelitian ini adalah metode perancangan dan eksprimen. Dimana akan dilakukan perancangan sistem kendali suhu dan kelembaban otomatis. Hasil perancangan akan diimplementasikan pada mesin penetas kelompok MBKM SPI 8 Fakultas Teknik Unsoed. Sistem kendali suhu dan kelembaban menggunakan mikrokontroler arduino mega 2560 dengan inputan data dari sensor DHT 21. Sensor DHT 21 dikalibrasi dengan metode regresi linier dengan menghasilkankan perbuhan error dari sebelum dikalibrasi sebesar 9,4% menjadi 1,51%. Nilai suhu dan kelembaban dapat disesuaikan dengan mengaturnya di tampilan LCD menggunakan push button. | In this modern era, hatching eggs is no longer done manually such as using burnt husks or using oil lamps. Rather use an automated system. The working principle of the automatic egg incubator is an imitation of the natural state of the brooders' incubation process for their eggs. One of the conditions that need to be considered is optimal temperature and humidity. For this reason, it is necessary to design an automatic system for controlling temperature and humidity automatically in the egg incubator.The method in this research is the design and experiment method. Where will be the design of an automatic temperature and humidity control system. The results of the design will be implemented on the incubator for the MBKM SPI 8 group, Faculty of Engineering Unsoed. The temperature and humidity control system uses an arduino mega 2560 microcontroller with input data from the DHT 21 sensor. The DHT 21 sensor is calibrated by linear regression method by producing an error change from 9.4% before being calibrated to 1.51%. Temperature and humidity values can be adjusted by setting them on the LCD display using push buttons. |