Home
Login.
Artikelilmiahs
36615
Update
MELLYA RIZKI PITRIANI
NIM
Judul Artikel
Maturity Level of Gonad Diopatra neapolitana Maintained at Different Salinity
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Diopatra neapolitana adalah cacing yang termasuk dalam famili Onuphidae, Classis Polychaeta yang biasanya mendiami muara intertidal yang berlumpur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan salinitas yang mempengaruhi perkembangan gonad Diopatra neapolitana. Salinitas yang digunakan adalah 10, 15, 20 dan 25 ppt dan spesimen yang digunakan adalah stadia immature yang diambil dari Jeruklegi, Cilacap, Jawa Tengah dan dipelihara selama dua bulan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik dengan menggunakan analisis varians satu arah dan dilakukan dengan program software SPSS. Tingkat kematangan gonad Diopatra neapolitana yang dipelihara selama dua bulan dengan perlakuan salinitas 10, 15, 20 dan 25 ppt pada akhir percobaan menunjukkan bahwa tingkat kematangan gonad relatif sama pada stadia immature. Tingkat kematangan cacing betina yang terdapat pada salinitas 10 dan 20 ppt menunjukkan bahwa cacing tersebut berada pada stadium submature dan mature. Diameter gonad yang diperoleh pada cacing submatur adalah 205.8 μm dan pada stadium dewasa memiliki diameter telur 225.4 μm. Tingkat kematangan gonad jantan diperoleh pada stadium cluster dan tetrad. Pada tahap cluster, sperma masih menyatu satu sama lain dan belum aktif. Pada tahap tetrad, sperma masih menyatu dalam 4-4 seperti bintang dan sudah mulai bergerak aktif. Diopatra neapolitana juga beregenerasi sebanyak 0.5-1.5 cm dan terjadi pada semua salinitas. Tingkat kematangan gonad cacing Diopatra neapolitana pada salinitas yang berbeda berada pada fase immature, submature dan mature pada cacing betina dan submature pada cacing jantan. Salinitas terbaik yang meningkatkan kematangan dan ukuran gonad Diopatra neapolitana adalah 20 ppt.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Diopatra neapolitana is a worm that belongs to the Onuphidae family, Classis Polychaeta that usually inhabits muddy intertidal estuaries. This study was conducted to determine differences in salinity that affect the development of the gonads of Diopatra neapolitana. The salinity used was 10, 15, 20 and 25 ppt and the specimens used were immature stage taken from Jeruklegi, Cilacap, Jawa Tengah and maintaned in two months. The analytical method used in this study is statistical analysis using one-way analysis of variance and carried out with SPSS software program. The level of gonad maturity of Diopatra neapolitana that had been maintained for two months with salinity treatments of 10, 15, 20 and 25 ppt at the end of experiment showed that the gonad maturity relatively the same stage at the immature stage. The maturation level of female worms found at salinities of 10 and 20 ppt indicate that the worms are in the submature and mature stage. The diameter of the gonads obtained in the submature worms is 205. 8 μm and in mature stage have egg diameter of 225.4 μm. The level of gonad maturity in males was obtained at the cluster and tetrad stage. At the cluster stage, the sperm are still fused with one and another and and it's not active yet. At the tetrad stage, the sperm are still fused in 4-4 like stars and have started to moving actively. Diopatra neapolitana also regenerated as much as 0.5-1.5 cm and occured in all salinities. Gonadal maturity levels of Diopatra neapolitana worms at different salinities are in immature, submature and mature phases in female worms and submature in male worms. The best salinity that increases maturity and gonad size of Diopatra neapolitana is 20 ppt.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save