Home
Login.
Artikelilmiahs
36632
Update
SHAFFIRA INDAH PARAMESTI
NIM
Judul Artikel
SURVEILANS MIGRASI MALARIA SEBAGAI UPAYA MEMPERTAHANKAN STATUS ELIMINASI MALARIA DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2021
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Sejak tahun 2019, Kabupaten Banyumas sudah dinyatakan sebagai daerah bebas malaria tahap pemeliharaan eliminasi malaria sehingga sudah tidak ditemukan lagi kasus malaria indigenous tetapi selalu dilaporkan adanya kasus malaria impor terutama di Kecamatan Sumpiuh dan Tambak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyelenggaraan sistem surveilans migrasi malaria sebagai upaya mempertahankan eliminasi malaria di Kecamatan Sumpiuh dan Tambak Kabupaten Banyumas tahun 2021. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di Pemerintah Kabupaten Banyumas dengan jumlah informan sebanyak 8 orang. Pengumpulan data melalui FGD, wawancara mendalam dan telaah dokumen dengan menggunakan content analysis dan pendekatan thematic network. Hasil Penelitian: Gambaran penyelenggaraan sistem surveilans migrasi malaria menunjukan bahwa SDM yang terlibat masih membutuhkan pelatihan secara menyeluruh serta masih dibutuhkannya sosialisasi mengenai peraturan desa tentang surveilans migrasi malaria. Pelaksanaan surveilans migrasi malaria dilakukan secara pasif dengan upaya peningkatan KIE, pencatatan dan pelaporan serta monitoring dan evaluasi tetapi tidak dilakukan notifikasi silang dengan persentase SPR 100%, persentase pengobatan 100% dan persentase notifikasi silang 0%. Terdapat kendala dan rekomendasi pada sistem input dan proses. Kesimpulan: Penyelenggaraan surveilans migrasi malaria masih ditemukannya kendala dan perlu ditingkatkan kembali pada sistem input, proses dalam pelaksanaan serta sistem output.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Starting in 2019, Banyumas Regency has been declared a malaria-free area for the maintenance phase of malaria elimination, so that there are no more indigenous malaria cases but malaria cases are always reported, especially in Sumpiuh and Tambak Districts. This study aims to describe the implementation of a malaria migration surveillance system as an effort to support malaria elimination in Sumpiuh and Tambak Districts, Banyumas Regency in 2021. Methods: This study is a qualitative research with case study design and located in Banyumas Regency with the number of informants as many as 8 people. Primary data was collected through FGD, in-depth interviews and document review. Data analysis used content analysis with thematic network approach. Research results: Implementation of the malaria migration surveillance system shows that the human resources still require comprehensive training and socialization of village regulations regarding malaria migration surveillance is needed. The implementation of malaria migration surveillance is carried out passively, efforts to improve KIE, recording and reporting as well as monitoring and evaluation but no cross notification is carried out with a 100% SPR percentage, 100% treatment percentage and 0% cross notification percentage. In addition, there are constraints and recommendations on the input system and process. Conclusion: The implementation of malaria migration surveillance in Sumpiuh and Tambak Subdistricts, Banyumas Regency shows that there are still obstacles and need to be improved again in the input system, process in implementation and output system.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save