Artikelilmiahs
Menampilkan 33.501-33.520 dari 49.969 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 33501 | 36162 | I1C018100 | Identifikasi Potensi Interaksi Obat Antivirus pada Pasien COVID-19 Rawat Inap di RSUD Ajibarang | COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2. Penggunaan antivirus yang telah disetujui oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia yaitu favipiravir, oseltamivir, dan remdesivir. Saat gelombang pertama pandemi, lebih dari 60% pasien COVID-19 terpapar setidaknya satu interaksi obat potensial. Diperkirakan sekitar 40% pasien COVID-19 terpapar minimal satu potensi interaksi obat dengan antivirus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi interaksi obat antivirus pada terapi pasien COVID-19 di RSUD Ajibarang. Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Populasi penelitian adalah pasien COVID-19 rawat inap periode Juli 2020-Juli 2021. Kriteria inklusi merupakan pasien COVID-19 terkonfirmasi dan menggunakan antivirus (n=267). Sedangkan kriteria eksklusi merupakan pasien hamil. Analisis interaksi obat menggunakan drug interaction checker pada Drug Bank dan Lexi-Interact. Dari 267 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, sebanyak 136 pasien (50,93%) adalah laki-laki. Frekuensi terbanyak antivirus yang digunakan adalah favipiravir. Jumlah pasien yang mengalami potensi interaksi obat adalah 230 pasien (86,14%) dengan total 524 kasus. Potensi interaksi obat yang terbanyak adalah favipiravir dengan omeprazol (31,29%). Potensi interaksi obat dengan frekuensi terbanyak yaitu secara farmakokinetika pada fase metabolisme dan berada pada tingkat keparahan minor. | COVID-19 is an infectious disease caused by SARS-CoV-2. The use of antivirals that have been approved by the Indonesian Lung Doctors Association are favipiravir, oseltamivir, and remdesivir. During the first wave of the pandemic, more than 60% of COVID-19 patients were exposed to at least one potential drug interaction. It is estimated that around 40% of COVID-19 patients are exposed to at least one potential drug-antiviral interaction. This study aims to determine the potential interaction of antiviral drugs in the therapy of COVID-19 patients at the Ajibarang Hospital. The study used a descriptive observational design with retrospective data collection. The study population was hospitalized COVID-19 patients for the period July 2020-July 2021. Inclusion criteria were confirmed COVID-19 patients and using antivirals (n=267). While the exclusion criteria were pregnant patients. Drug interaction analysis using a drug interaction checker on Drug Bank and Lexi-Interact. Out of the 267 patients who met the inclusion criteria, 136 patients (50.93%) were male. The most frequently used antivirus is favipiravir. The number of patients experiencing potential drug interactions was 230 patients (86.14%) with a total of 524 cases. The most potential drug interactions were favipiravir and omeprazole (31.29%). Potential drug interactions with the highest frequency are pharmacokinetics in the metabolism phase and are of minor severity. | |
| 33502 | 36581 | E1A016221 | Implementasi Hukum Panduan Praktik Klinis Fisioterapi Gangguan Neuromusculer Dalam Pelayanan Kesehatan Di Rumah Sakit (Studi di Rumah Sakit Tentara Wijayakusuma Purwokerto) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hukum panduan pratik klinis fisioterapi gangguan neuromusculer dalam pelayanan kesehatan dan faktor-faktor yang cenderung memengaruhi implementasi hukum panduan praktik klinis fisioterapi gangguan neuromusculer dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Tentara Wijayakusuma Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris, dan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Lokasi penelitian di Rumah Sakit Tentara Wijayakusuma Purwokerto. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data primer dengan wawancara sedangkan data sekunder dengan studi pustaka dan studi dokumen. Metode pengolahan data dengan reduksi data, display data dan kategorisasi data. Penyajian data dalam bentuk matriks kualitatif dan teks naratif. Metode analisis data dilakukan secara analisis kualitatif dengan menggunakan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hukum panduan praktik klinis fisioterapi gangguan neuromusculer dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Tentara Wijayakusuma Purwokerto telah dilaksanakan sesuai prosedur. Hal ini dapat dilihat dari 6 (enam) parameter yang disimpulkan berdasarkan tahapan-tahapan dalam penanganan pasien fisioterapi gangguan neuromuscler, yaitu meliputi : Anamnesis; Pemeriksaan fisik; Penegakan diagnosis; Rencana penatalaksanaan; Prognosis; Penyediaan sarana dan prasarana. Yang semuanya telah diselenggarakan sesuai dengan panduan praktik klinis fisioterapi. Adapun faktor-faktor yang cenderung berpengaruh terhadap implementasi hukum panduan pratik klinis fisioterapi gangguan neuromusculer dalam pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Tentara Wijayakusuma Purwokerto terbagi menjadi 2 (dua) faktor, faktor pendukung yaitu panduan praktik klinis fisioterapi yang mengakomodir kebutuhan pelayanan kesehatan, agenda pelatihan tahunan, kunjungan kerja, tenaga kesehatan fisioterapi yang terampil, fasilitas yang memadai dalam pemberian pelayanan kesehatan fisioterapi, dan masyarakat yang kooperatif dalam mengikuti rangkaian terapi. Sedangkan faktor penghambat yaitu alat mendadak bermasalah, kurangnya pemahaman pasien terhadap efek pasca terapi, pasien kurang terbuka dalam menyampaikan keluhannya. | This research aims to determine the implementation of legal guidelines for clinical practice of physiotherapy for neuromuscular disorders in health services and the factors that tend to influence the implementation of legal guidelines for clinical practice of physiotherapy for neuromuscular disorders in health services at the Wijayakusuma Army Hospital, Purwokerto. This research uses qualitative research methods with empirical juridical approach, and descriptive analytical research specifications. The research location is at the Wijayakusuma Army Hospital, Purwokerto. The types of data used are primary data and secondary data. The primary data collection method is by interviewing while the secondary data is by literature study and document study. Data processing methods with data reduction, data display and data categorization. Presentation of data in the form of a qualitative matrix and narrative text. The data analysis method was carried out by qualitative analysis using content analysis. The results showed that the implementation of legal guidelines for clinical practice of physiotherapy for neuromuscular disorders in health services at the Wijayakusuma Army Hospital in Purwokerto was carried out according to the procedure. This can be seen from the 6 (six) parameters that are concluded based on the stages in the treatment of physiotherapy patients with neuromuscle disorders, which include: History; Physical examination; Enforcement of diagnosis; Management plan; Prognosis; Provision of facilities and infrastructure. Parameters based on the stages of physiotherapy clinical practice guidelines have been carried out in accordance with physiotherapy clinical practice guidelines. The factors that tend to influence the legal implementation of clinical practice guidelines for physiotherapy for neuromuscular disorders in health services at the Wijayakusuma Army Hospital Purwokerto Supporting factors are physiotherapy clinical practice guidelines that accommodate the needs of health services, annual training agenda, work visits, skilled physiotherapy health workers, adequate facilities in providing physiotherapy health services, and a cooperative community in participating in a series of therapies. While the inhibiting factors are the sudden problem of the device, the patient's lack of understanding of the post-therapy effect, the patient's lack of openness in conveying their problems. | |
| 33503 | 36582 | F1C017065 | Strategi Komunikasi Pemasaran Rumah Produksi Ivisual Pada Era Pandemi Covid-19 | Penelitian ini membahas tentang bagaimana strategi komunikasi pemasaran yang terdapat dalam rumah produksi Ivisual di masa pandemi COVID-19. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan perkembangan pemasaran produk Ivisual dan menganalisis strategi komunikasi pemasaran rumah produksi Ivisual Indonesia di era pandemi COVID-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan paradigma konstruktivis dan ditelaah dengan Konsep AIDA (Attention, interest, desires, dan action). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemilihan informan yang dipilih sebagai sumber data dilakukan dengan cara purpovise sampling. Proses pengembangan validitas data yang dilakukan adalah menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah produksi Ivisual Ivisual kembali mengalami perkembangan pada tahun 2021 setelah sebelumnya mengalami penurunan akibat pandemi covid 19 mewabah pada 2020. Perkembangan ke arah yang lebih baik tentu diakibatkan dengan berPenelitian ini membahas tentang bagaimana strategi komunikasi pemasaran yang terdapat dalam rumah produksi Ivisual di masa pandemi COVID-19. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan perkembangan pemasaran produk Ivisual dan menganalisis strategi komunikasi pemasaran rumah produksi Ivisual Indonesia di era pandemi COVID-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan paradigma konstruktivis dan ditelaah dengan Konsep AIDA (Attention, interest, desires, dan action). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemilihan informan yang dipilih sebagai sumber data dilakukan dengan cara purpovise sampling. Proses pengembangan validitas data yang dilakukan adalah menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah produksi Ivisual Ivisual kembali mengalami perkembangan pada tahun 2021 setelah sebelumnya mengalami penurunan akibat pandemi covid 19 mewabah pada 2020. Perkembangan ke arah yang lebih baik tentu diakibatkan dengan berubahnya beberapa strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan. Strategi yang digunakan oleh Ivisual selama pandemi covid 19 adalah dengan lebih gencar melakukan promosi di media sosial, melakukan kerja sama dengan vendor wedding yang lain, membuat banyak promo dan diskon, peningkatan skill editing dan kamera, dan penambahan fasilitas dokumentasi seperti virtual wedding dan live report.ubahnya beberapa strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan. Strategi yang digunakan oleh Ivisual selama pandemi covid 19 adalah dengan lebih gencar melakukan promosi di media sosial, melakukan kerja sama dengan vendor wedding yang lain, membuat banyak promo dan diskon, peningkatan skill editing dan kamera, dan penambahan fasilitas dokumentasi seperti virtual wedding dan live report. | This study discusses how the marketing communication strategy contained in the Ivisual production house during the COVID-19 pandemic. The purpose of this study is to describe the development of Ivisual product marketing and analyze the marketing communication strategy of Ivisual Indonesia's production house in the era of the COVID-19 pandemic. The method used in this study is a qualitative method with a constructivist paradigm and analyzed with the AIDA concept (Attention, interest, desires, and action). Data collection techniques used are through observation, interviews, and documentation. The selection of the selected informants as data sources was carried out by purposive sampling. The process of developing data validity is using source triangulation. The results showed that the Ivisual Ivisual production house experienced development again in 2021 after previously experiencing a decline due to the covid 19 pandemic in 2020. Developments in a better direction are certainly caused by changes in several marketing communication strategies carried out. The strategy used by Ivisual during the COVID-19 pandemic was to promote more aggressively on social media, collaborate with other wedding vendors, make many promos and discounts, improve editing and camera skills, and add documentation facilities such as virtual weddings and live reports | |
| 33504 | 43918 | H1C019003 | GEOLOGI DAN KARAKTERISTIK LAVA DI DAERAH GOA LAWA DAN SEKITARNYA KECAMATAN KARANGREJA, KABUPATEN PURBALINGGA, JAWA TENGAH | Goa Lawa dan sekitarnya, terletak di Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi vulkanik. Salah satu hal yang menarik untuk diteliti adalah proses terbentuknya gua sebagai akibat proses aliran lava (lava flow) dari produk Gunung Slamet Purba pada waktu yang lalu. Dari hal tersebut, timbul permasalahan bagaimana hubungan antara kondisi geologi, karakteristik lava dan evolusi magma pada daerah penelitian. Metode yang digunakan yaitu analisis petrografi, analisis X-Ray Fluorescence (XRF). Analisis geomorfologi dari Dem (DEM (Digital Elevation Model) dilakukan untuk mengidentifikasi satuan aliran lava di Goa Lawa. Geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi 2 berdasarkan Klasifikasi Geomorfologi Van Zuidam (1985) terdiri dari Satuan Perbukitan Vulkanik (V1) dan Satuan Aliran Lava (V2) dengan bentuk asal gunung api (vulkanik). Stratigrafi daerah penelitian terdiri dari 2 satuan batuan dengan urutan dari tua ke muda yaitu Satuan Laharik Slamet berumur Plistosen dan Satuan Lava-Basalt Slamet berumur Plistosen dengan fasies gunung api proksimal.Urutan satuan lava Goa Lawa dari tua ke muda meliputi Satuan aliran lava 1, Satuan aliran lava 2, Satuan aliran lava 3, Satuan aliran lava 4, Satuan aliran lava 5. Komposisi mineralogi magma tersusun atas fenokris plagioklas, klinopiroksen, ortopiroksen, yang tertanam pada massa dasar mikrolit plagioklas dan gelas vulkanik. Tekstur batuan beku yang berkembang dalam lava di Goa Lawa meliputi tekstur porfiritik, trakitik, glomeroporfiritik,dan sieve. Evolusi magma Goa Lawa dipengaruhi oleh proses kristalisasi fraksinasi,vesiculation, serta injeksi magma basaltik secara berulang. | Goa Lawa and its surroundings, located in Karangreja District, Purbalingga Regency, Central Java, is an area that has volcanic potential. One of the interesting things to research is the process of cave formation as a result of the lava flow process from Mount Slamet Purba products in the past. From this, the problem arises of the relationship between geological conditions, lava characteristics and magma evolution in the research area. The methods used are petrographic analysis, X-Ray Fluorescence (XRF) analysis. Geomorphological analysis from Dem (DEM (Digital Elevation Model) was carried out to identify lava flow units in Goa Lawa. The geomorphology of the research area is divided into 2 based on the Van Zuidam Geomorphological Classification (1985) consisting of the Volcanic Hills Unit (V1) and the Lava Flow Unit (V2) with a form of volcanic (volcanic) origin. The stratigraphy of the research area consists of 2 rock units in order from old to young, namely the Slamet Laharic Unit of Pleistocene age and the Slamet Lava-Basalt Unit of Pleistocene age with proximal volcanic facies. The order of the Lawa Cave lava units from old to young includes lava flow Unit 1, Unit lava flow 2, lava flow unit 3, lava flow unit 4, lava flow unit 5. The mineralogical composition of the magma is composed of plagioclase phenocrysts, clinopyroxene, orthopyroxene, which are embedded in a ground mass of plagioclase microliths and volcanic glass. The igneous rock textures that develop in lava in Goa Lawa include porphyritic, trachytic, glomeroporphyritic and sieve textures. The evolution of the Goa Lawa magma is influenced by the processes of crystallization, fractionation, vesiculation, and repeated injection of basaltic magma. | |
| 33505 | 36585 | L1B018048 | PERTUMBUHAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG MAGGOT DALAM PAKAN KOMERSIAL | Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas perikanan yang mempunyai prospek cerah untuk dikembangkan. Pakan menghabiskan sekitar 60-70% dari total biaya produksi. Diperlukan pakan alternatif pengganti tepung ikan yang kaya akan protein untuk mengurangi biaya pakan. Maggot BSF memiliki kandungan protein cukup tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai bahan pakan alternatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung maggot dalam pakan komersial terhadap pertumbuhan benih ikan nila dan mengetahui persentase penambahan tepung maggot dalam pakan komersial yang efisien untuk pertumbuhan benih ikan nila (Oreochromis niloticus). Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan 3 pengulangan. Parameter utama yang diamati meliputi laju pertumbuhan spesifik (SGR), pertumbuhan berat mutlak, pertambahan panjang mutlak dan efisiensi pakan. Sedangkan parameter pendukung yaitu kualitas air. Hasil penelitian menunjukan laju pertumbuhan spesifik berkisar 4,25-4,68%, pertumbuhan berat mutlak berkisar 3,17-4,77 g, pertambahan panjang mutlak berkisar 2,73-3,18 cm, efisiensi pakan berkisar 1,59-1,68%, dan kualitas air media pemeliharaan yaitu suhu berkisar 27,1-30,6 ℃ dan pH sebesar 7. Persentase penambahan tepung maggot yang efisien dan dapat digunakan sebagai bahan campuran pada pakan yaitu berkisar 10-20%. | Tilapia (Oreochromis niloticus) is a fishery commodity that has bright prospects for development. Feed takes up about 60-70% of the total production cost. An alternative feed is needed to replace fish meal which is rich in protein to reduce feed costs. Maggot BSF has a fairly high protein content, so it can be used as an alternative feed ingredient. The purpose of this study was to determine the effect of adding maggot flour in commercial feed to the growth of tilapia fry and to determine the percentage of addition of maggot in commercial feed which was efficient for the growth of tilapia fry (Oreochromis niloticus). The experimental design used a completely randomized design (CRD) which consisted of 4 treatments with 3 repetitions. The main parameters observed included specific growth rate (SGR), absolute weight growth, absolute length gain and feed efficiency. While the supporting parameters are water quality. The results showed the specific growth rate ranged from 4,25-4,68%, absolute weight growth ranged from 3,17-4,77 g, absolute length increase ranged from 2,73-3,18 cm, feed efficiency ranged from 1,59-1,68%, and the water quality of the maintenance media is the temperature ranges from 27,1-30,6 ℃ and a pH of 7. The percentage addition of maggot which is efficient and can be used as a mixture in feed is in the range of 10-20%. | |
| 33506 | 36587 | L1B018006 | Inventarisasi Ektoparasit pada Benih Ikan Mas Merah Najawa (Cyprinus carpio Linneaus) di Balai Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya (BPTPB) Cangkringan, Sleman, Yogyakarta | Penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit merupakan salah satu hambatan utama dalam kegiatan budidaya ikan Mas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, prevalensi, intensitas dan dominasi ektoparasit serta hubungan keeratan panjang, berat, faktor kondisi ikan dengan jumlah ektoparasit pada benih ikan mas merah najawa (Cyprinus carpio Linneaus) di BPTPB Cangkringan. Metode yang digunakan pada penelitian adalah metode observasi, dengan teknik pengambilan sampel ikan secara acak. Pengambilan sampel dilakukan sekali dalam satu pekan selama 3 pekan, yaitu 3 ekor pekan pertama, 12 ekor pekan kedua dan 12 ekor pekan ketiga, sehingga total ikan sampel yang digunakan sejumlah 27 ekor. Pengamatan ektoparasit dilakukan pada sampel mukus ikan dan lembar insang secara mikroskopis di Laboratorium Hama dan Penyakit Ikan BPTPB Cangkringan. Hasil penelitian menunjukkan lima jenis ektoparasit ditemukan menginfeksi sampel ikan dengan nilai prevalensi dan intensitas yang bervariasi, yaitu Trichodina sp. (58-100%, 3-4 ind/ekor), Dactylogyrus sp. (0-75%, 0-8 ind/ekor), Gyrodactylus sp. ( 0-50%, 0-3 ind/ekor), Glochidium sp. (0-75%, 0-5 ind/ekor) dan Vorticella sp. (0-58,3%, 0-9 ind/ekor). Parasit yang mendominasi adalah Trichodina sp. dengan nilai 64-100%. Hubungan antara panjang tubuh ikan dengan jumlah ektoparasit memiliki korelasi rendah (37,97%), hubungan berat tubuh ikan dengan jumlah ektoparasit memiliki korelasi rendah (38,64%) dan hubungan faktor kondisi ikan dengan jumlah ektoparasit memiliki kategori korelasi sangat rendah (12,27%). | Diseases problem caused by parasitic infections is one of the main obstacles in the cultivation of carp. The research was aimed to investigate species, prevalence, intensity and dominance of ectoparasites as well as the relationship between length, weight, fish condition factor and the number of ectoparasites in the seeds of the Najawa red carp fish (Cyprinus carpio Linneaus) at BPTPB Cangkringan. In this research, observation method was used and fish sample was randomly collected. Sampling was carried out once a week for 3 weeks, 3 fish in the first week, 12 fish in the second week and 12 in the third week, so that the total sample fish used was 27 fish. Observation of ectoparasites was microscopically carried out on fish mucus from body surface and gill fillament at the Laboratory of Fish Pests and Diseases of BPTPB Cangkringan. The result of this research showed that five ectoparasites were found to infect fish samples with varied prevalences and intensities, namely Trichodina sp. (58-100%, 3-4 ind/fish), Dactylogyrus sp. (0-75%, 0-8 ind/fish), Gyrodactylus sp. ( 0-50%, 0-3 ind/fish), Glochidium sp. (0-75%, 0-5 ind/fish) dan Vorticella sp. (0-58.3%, 0-9 ind/fish). The dominant parasite in this research was Trichodina sp. with a value of 64 – 100%. The relationship between fish body length and the number of ectoparasites has low correlation (37.97%), the relationship between fish body weight and the number of ectoparasites has low correlation (38.64%) and the relationship between fish condition factors and the number of ectoparasites has very low correlation (12.27%). | |
| 33507 | 36588 | I1A018014 | LITERATURE REVIEW : IMPLEMENTASI PROGRAM PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL DAN EMERGENSI DASAR (PONED) PADA PUSKESMAS DI INDONESIA | Latar Belakang : Pelayanan kesehatan menjadi upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, salah satunya yaitu AKI. Tahun 2015 AKI di Indonesia masih mencapai 305 per 100.000 kelahiran hidup atau tiga kali lipat target MDGs. PONED pada Puskesmas merupakan program yang dapat efektif menekan AKI ketika diimplementasikan dengan baik. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Implementasi PONED pada Puskesmas di Indonesia serta faktor pendorong dan penghambatnya. Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian literature review dengan menggunakan pendekatan scoping review. Hasil Penelitian : Implementasi program PONED pada puskesmas di Indonesia belum berjalan dengan optimal dengan faktor penghambat dan pendorongnya. Faktor Penghambat program PONED meliputi kurangnya kualitas dan kuantitas SDMK, kurangnya koordinasi antar lembaga, monev yang belum dilakukan secara maksimal, serta pencatatan dan pelaporan yang belum optimal. Sedangkan faktor pendorong dalam implementasi program PONED di Indonesia yaitu sosialisasi PONED kepada masyarakat, ketersediaan SOP, dan sistem rujukan. Kesimpulan : Faktor penghambat dalam implementasi program PONED yaitu kurangnya kualitas dan kuantitas SDMK, kurangnya koordinasi antar lembaga, monev yang belum rutin, serta pencatatan dan pelaporan yang belum optimal. faktor pendorong dalam implementasi program PONED di Indonesia yaitu sosialisasi PONED, ketersediaan SOP, dan sistem rujukan. Perlu dilakukan upaya perbaikan dengan memaksimalkan faktor yang mendorong, serta mengatasi permasalahan pada faktor yang menjadi penghambat dalam pelaksanaannya. | Background: Health services are an effort to improve the health status of the community, one of which is AKI. In 2015, the MMR in Indonesia still reached 305 per 100,000 live births or three times the MDGs target. BEmONC at the health center is a program that can effectively suppress MMR when implemented properly. The purpose of this study was to determine the implementation of BEmONC in health center in Indonesia as well as the driving and inhibiting factors. Methodology: This research is a literature review research using a scoping review approach. Research Results: The implementation of the BEmONC program at health centers in Indonesia has not run optimally with the inhibiting and driving factors. The inhibiting factors for the BEmONC program include the lack of quality and quantity of HRK, lack of coordination between institutions, monitoring and evaluation that has not been carried out optimally, and recording and reporting that have not been optimal. While the driving factors in the implementation of the BEmONC program in Indonesia are BEmONC socialization to the community, the availability of SOPs, and a referral system. Conclusion: The inhibiting factors in implementing the BEmONC program are the lack of quality and quantity of HRK, lack of coordination between institutions, nonroutine monev, and recording and reporting that are not optimal. The driving factors in the implementation of the BEmONC program in Indonesia are BEmONC socialization, availability of SOPs, and a referral system. Improvement efforts need to be made by maximizing the motivating factors, as well as overcoming the problems that hinder the implementation.. | |
| 33508 | 36603 | E1A018129 | TINDAK PIDANA UJARAN KEBENCIAN DALAM MEDIA SOSIAL (ANALISIS YURIDIS PUTUSAN NOMOR 72/PID.SUS/2020/PT.DPS) | Pada Juni 2020, I Gede Aryastina alias Jerinx membuat postingan pada akun Instagramnya. Postingan tersebut menimbulkan pro dan kontra di masyarakat karena dalam tulisannya menyudutkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Jerinx dilaporkan oleh IDI Bali karena perbuatannya dianggap sebagai tindak pidana ujaran kebencian sebagaimana diatur dalam Pasal 28 Ayat (2) jo. Pasal 45A Ayat (2) UU No. 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hak yang dimiliki IDI untuk melaporkan Tindak Pidana Ujaran Kebencian dalam Kasus I Gede Aryastina dan untuk mengetahui bagaimana Pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana pada Putusan Nomor 72/PID.SUS/2020/PT.DPS. Jenis penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan metode pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach), dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa IDI Bali berhak melaporkan perbuatan tindak pidana ujaran kebencian yang dilakukan oleh Jerimx. Selanjutnya, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Denpasar telah tepat dalam mengadili berdasarkan kaidah pemidanaan hukum pidana. Putusan Nomor 72/PID.SUS/2020/PT.DPS. dapat menjadi contoh konkret dalam penanganan kasus tindak pidana ujaran kebencian di media sosial. | In June 2020, I Gede Aryastina (Jerinx) made a post on his Instagram account. The post raised pros and cons in the community because in its writing it cornered the Indonesian Doctors Association (IDI). The post caused Jerinx to be reported by IDI Bali because his actions were considered a crime of hate speech as regulated in Article 28 Paragraph (2) jo. Article 45A Paragraph (2) of Law no. 19 of 2016 concerning Amendments to Law No. 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions. This study aims to determine the rights of IDI to report the Crime of Hate Speech in Case I Gede Aryastina and to find out how the judge's legal considerations in imposing a crime on Decision Number 72/PID.SUS/2020/PT.DPS. This research is a normative juridical research with a statutory approach and a conceptual approach. The results of this study indicate that IDI Bali has the right to report acts of hate speech committed by Jerimx. Furthermore, the Denpasar High Court Panel of Judges has been right in adjudicating based on the rules of criminal law. Decision Number 72/PID.SUS/2020/PT.DPS. can be used as a precedent in handling criminal cases of hate speech on social media. | |
| 33509 | 36709 | L1B018012 | Inventarisasi Parasit pada Benih Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) yang Dibudidayakan di UPT Balai Benih Ikan Sidabowa | Inventarisasi parasit penting dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas benih ikan tawes (Barbonymus gonionotus). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis serta tingkat prevalensi dan intensitas parasit pada benih ikan tawes yang dibudidayakan di UPT Balai Benih Ikan Sidabowa, Banyumas. Metode eksplorasi observatif digunakan dalam penelitian ini dengan sampel ikan sebanyak 60 ekor yang terdiri dari 30 ekor ukuran 4,31 ± 0,41 cm dan 30 ekor ukuran 9,18 ± 1,27 cm. Pengamatan ektoparasit dilakukan secara mikroskopis pada sampel mukus bagian permukaan dan insang benih ikan. Endoparasit diamati secara visual dari saluran pencernaan dan rongga tubuh. Hasil penelitian menunjukkan beberapa jenis ektoparasit ditemukan menginfeksi benih ikan pada kedua ukuran dan tidak ada jenis endoparasit yang ditemukan. Beberapa jenis ektoparasit ditemukan pada benih ikan tawes dengan prevalensi dan intensitas yang bervariasi, yaitu Gyrodactylus sp. (3,33-6,66%; 1-5 ind/ikan), Dactylogyrus sp. (3,33-53,33%; 1-3 ind/ikan), Trichodina sp. (20-70%; 5-18 ind/ikan), Ichtyophthirius multifiliis (20-56,66%; 2-9 ind/ikan), Oodinium sp. (3,33%; 5 ind/ikan). Ektoparasit Trichodina sp. menunjukkan nilai prevalensi dan intensitas lebih tinggi pada ikan ukuran besar dibandingkan dengan ikan ukuran kecil baik pada bagian permukaan tubuh dan maupun insang. | Parasite inventory is important as an effort to improve the fry quality of Tawes (Barbonymus gonionotus). The purpose of this study was to determine the type, prevalence and intensity of parasites in Tawes fish cultured at UPT Balai Benih Ikan Sidabowa, Banyumas. Observative exploration method was used in this study with 60 fish samples consisting of 30 fish from 4,31 ± 0,41 cm class size and 30 fish from 9,18 ± 1,27 cm class size. Observations of ectoparasites were carried out microscopically on mucus samples from the surface and gills of fish. Endoparasites were visually observed from the digestive tract and body cavities. The results showed that several types of ectoparasites were found to infect fish fry in both sizes and no endoparasites were found. Several types of ectoparasites were found in Tawes fish fry with varying prevalence and intensity, namely Gyrodactylus sp. (3.33-6.66%; 1-5 ind/fish), Dactylogyrus sp. (3.33-53.33%; 1-3 ind/fish), Trichodina sp. (20-70%; 5-18 ind/fish), Ichtyophthirius multifiliis (20-56.66%; 2-9 ind/fish), Oodinium sp. (3.33%; 5 ind/fish). Ectoparasite Trichodina sp. showed higher prevalence and intensity values in large fish (9,18 ± 1,27 cm) compared to small fish (4,31 ± 0,41 cm) both on the body surface and gills. | |
| 33510 | 36589 | H1D018008 | PENGUJIAN SISTEM PENGELOLAAN STUDI AKHIR TERINTEGRASI SIA DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | SIPEDA merupakan sistem pengelolaan studi akhir yang diterapkan di Fakultas Teknik Universitas Jenderal Soedirman yang digunakan untuk mengelola serangkaian proses studi akhir dimulai dengan tugas akhir, pendadaran dan yudisium. Namun, implementasi sipeda hingga saat ini belum dikatakan maksimal, hal itu dikarenakan belum dilaksanakannya uji kelayakan pada SIPEDA oleh karena itu perlu adanya pengujian pada sistem pengelolaan studi akhir (SIPEDA) untuk menghasilkan sistem yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Tujuan dilaksanakan pengujian pada SIPEDA yaitu untuk mengukur kelayakan sistem, sehingga sistem dapat dikatakan telah memenuhi kebutuhan pengguna dan bisa diterapkan dengan baik. Pengujian yang dilakukan berfokus pada pengujian fungsionalitas sistem dan kesesuaian sistem bagi pengguna dimana pengguna diberikan kuesioner dengan menggunakan metode Webqual 4.0 dan data diolah dengan menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini merupakan data validitas dan reliabilitas yang kemudian dicari nilai interpretasi. Berdasarkan hasil pengujian dan pengolahan data, pengujian Sistem Pengelolaan Studi Akhir atau SIPEDA ini dapat diterima dengan baik oleh pengguna, sehingga sistem dapat dikatakan sesuai dengan kebutuhan pengguna. | SIPEDA is a final study management system implemented at the Faculty of Engineering, Jenderal Soedirman University which is used to manage a series of final study processes starting with the final project, graduation and graduation. However, the implementation of SIPEDA has not yet been said to be optimal, this is because the feasibility test has not been carried out on SIPEDA, therefore it is necessary to test the final study management system (SIPEDA) to produce a system that suits user needs. The purpose of testing on SIPEDA is to measure the feasibility of the system, so that the system can be said to have met user needs and can be implemented properly. The tests carried out focused on testing system functionality and system suitability for users where users were given a questionnaire using the Webqual 4.0 method and the data was processed using validity and reliability tests. The results obtained from this study are validity and reliability data which are then searched for interpretation values. Based on the results of testing and data processing, testing of the Final Study Management System or SIPEDA can be well received by users, so that the system can be said to be in accordance with user needs. | |
| 33511 | 36590 | J1D018031 | IDIOM PADA SURAT KABAR RADAR BANYUMAS DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN TEKS CERITA INSPIRATIF DI SMP | Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat menggunakan idiom baik dalam tuturan maupun dalam tulisan. Berita pada Surat kabar Radar Banyumas merupakan salah satu contoh penggunaan idiom dalam tulisan. Penggunaan idiom bertujuan untuk menarik minat pembaca dan untuk menambah wawasan pembaca terkait dengan idiom. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan konstruksi idiom, makna idiom, dan merelevansikan idiom dengan pembelajaran teks inspiratif kelas 9 SMP. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa idiom yang terdapat pada surat kabar Radar Banyumas terbitan bulan Desember 2021, Januari dan Februari 2022. Penelitian ini menggunakan teknik simak dan catat. Analisis data menggunakan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian ini adalah 54 idiom, yaitu 16 idiom dalam bentuk frasa dan 38 idiom dalam kata majemuk. Makna idiom yang didapat berdasarkan data yang diperoleh bermacam-macam, salah satunya idiom sepenuh hati yang bermakna melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh. Idiom yang diperoleh dapat digunakan sebagai referensi pembelajaran KD 3.12 Menelaah struktur, kaidah kebahasaan, dan isi teks cerita inspiratif, khususnya menelaah kaidah kebahasaan teks cerita inspiratif. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penelitian ini dapat direlevansikan dengan pembelajaran teks cerita inspiratif di SMP. kata kunci : idiom, radar banyumas, teks cerita inspiratif | In everyday life people use idioms both in speech and in writing. The news in the Radar Banyumas newspaper is an example of the use of idioms in writing. The use of idioms aims to interest the reader and to add insight to the reader related to the idiom. The purpose of the research was to describe the construction of idioms, the meaning of idioms, and to relevanize idioms with the learning of inspirational texts in grade 9 junior high school. This research is in the form of qualitative descriptive. This research data is in the form of idioms contained in the Radar Banyumas newspaper published in December 2021, January and February 2022. This research used listening and note-taking techniques. Data analysis using qualitative analysis methods. The results of this s research were 54 idioms, namely 16 idioms in the form of phrases and 38 idioms in compound words. The meaning of idioms obtained based on the data obtained varies, one of which is a wholehearted idiom which means to do something earnestly. The idioms obtained can be used as a reference for learning KD 3.12 Examining the structure, linguistic rules, and content of inspirational story texts, especially examining the linguistic rules of inspirational story texts. Based on the results of the study, it can be concluded that this research can be relevant to the learning of inspirational story texts in junior high schools. keywords : idioms, radar banyumas, inspirational story texts | |
| 33512 | 36591 | I1A018016 | Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Partisipasi Pria Secara Tidak Langsung dalam Program Keluarga Berencana di Wilayah Puskesmas Kembaran I Kabupaten Banyumas | Latar Belakang : Sampai dengan tahun 2020 cakupan peserta KB pria di Indonesia masih sangat rendah yaitu MOP 0,2% dan kondom 1,2%. Hal yang sama terjadi di wilayah kerja Puskesmas Kembaran 1 dimana cakupan pengguna kondom hanya 0,9% dan MOP 0,7%. Cakupan tersebut masih di bawah target yang ditetapkan yaitu 4%, oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat partisipasi pria secara tidak langsung dalam program Keluarga Berencana di wilayah Puskesmas Kembaran 1 Kabupaten Banyumas. Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Populasi penelitian yaitu pria usia subur yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Kembaran 1 sebanyak 7.182 PUS dan sampel penelitian sebanyak 100 orang menggunakan teknik stratified sampling. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat, analisis bivariat dan analisis multivariat. Hasil Penelitian : Penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis bivariat variabel yang berhubungan adalah pengetahuan (p=0,000), jumlah anak (p=0,008), nilai anak (0,023), akses informasi (p=0,002), dukungan istri (0,000) dan peran toma (0,036). Kemudian hasil analisis multivariat menunjukkan variabel yang berpengaruh yaitu pengetahuan (OR=4,922), akses informasi (OR=3,055), dukungan istri (OR=3,166) dan jumlah anak (OR=7,259) Kesimpulan : Variabel jumlah anak adalah variabel yang paling berpengaruh terhadap partisipasi pria dalam program KB dengan OR sebesar 7,259. | Background : Until 2020, the coverage of male family planning participants in Indonesia still very low, it is 0.2% MOP and 1.2% condoms. The same thing happened in the working area of the Puskesmas Kembaran 1 where the coverage of condom users was only 0.9% and the MOP was 0.7%. This coverage is still below the set target of 4%. Therefore this study aims to determine the factors affecting the male participation indirectly in the family planning program in the region of the Puskesmas Kembaran 1, Distric Banyumas. Methodology : This study uses a quantitative method with a cross sectional approach. Data collection techniques using a questionnaire. The research population, namely men of childbearing age who live in the working area of Puskesmas Kembaran 1 as many as 7,182 PUS and the research sample is 100 people using stratified sampling technique. The data analysis used is univariate analysis, bivariate analysis and multivariate analysis. Research Results : This study showed that based on the result of bivariate analysis the variables that were related were knowledge (p=0,000), number of children (p=0,008), child value (0,023), access to information (p=0,002), wife’s support (p=0,000) and the role of community leaders (p=0,036). Then the results of the multivariate analysis showed that the influential variables were knowledge (OR=4,922), access to information (OR=3,055), wife’s support (OR=3,166) and number of children (OR=7,259). Conclusion : The variable number of children is the variable that has the most influence on men’s participation in the family planning program with OR value 7,259. | |
| 33513 | 36593 | E1A115026 | PENOLAKAN PEMBATALAN PERKAWINAN (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Tanjung Redeb Nomor 623/Pdt.G/2019/PA.TR) | Perkawinan dapat dibatalkan, apabila para pihak tidak memenuhi syarat- syarat untuk melangsungkan perkawinan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Pembatalan perkawinan dapat diajukan salah satunya oleh para keluarga dalam garis keturunan lurus ke atas dari suami atau istri, termasuk orang tua masing-masing mempelai sesuai dengan tata cara pengajuan permohonan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan UU Perkawinan. Penulisan skripsi ini mengkaji mengenai pertimbangan hukum hakim (ratio decidendi) dalam menolak permohonan pembatalan perkawinan yang diajukan oleh orang tua dari mempelai laki-laki yang memiliki legal standing sesuai norma hukum positif yaitu dalam Putusan Pengadilan Agama Tanjung Redeb Nomor 623/Pdt.G/2019/PA.TR. Metode penelitian yang digunakan pada penulisan ini adalah yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian preskriptif analitis. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui kepustakaan dan diuraikan dalam teks naratif secara sistematis. Berdasarkan analisis hasil penelitian pada Putusan Pengadilan Agama Tanjung Redeb Nomor 623/Pdt.G/2019/PA.TR, didapati bahwa pertimbangan hukum hakim (ratio decidendi) di dalam memutus yaitu berdasarkan Pasal 6 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang menyatakan “Untuk melangsungkan perkawinan seseorang yang belum mencapai umur 21 (dua puluh satu) tahun harus mendapat izin kedua orang tua”. Oleh karena Termohon I sudah berumur 25 (dua puluh lima) tahun, maka tidak ada kewajiban bagi Termohon I untuk meminta izin kepada kedua orang tuanya ketika akan melangsungkan perkawinan. Selain itu, hakim juga merujuk pada Pasal 29 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Serta, dengan fakta hukum berdasarkan pada alat bukti di persidangan, menunjukkan bahwa proses perkawinan yang dilakukan antara Termohon I dengan Termohon II telah sesuai menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Jo Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Peraturan Menteri Agama Nomor 20 Tahun 2019 tentang Pencatatan Perkawinan. Hasil dari temuan peneliti, Hakim dapat pula menambahkan Pasal 28E ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai dasar pertimbangan hukumnya yang menyebutkan “Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya”. | A marriage can be annulled, if the parties do not meet the requirements to enter into marriage which regulated in Law Number 1 of 1974 concerning Marriage. An annullment of marriage can be proposed by one of the families in a straight line of descent from the husband’s or wife’s, including the parents of each in accordance with the procedure for submitting an application as regulated in Government Regulation Number 9 of 1975 concerning the Implementation of the Marriage Law. In this thesis, we will examine the judge’s legal considerations/decisions (ratio decidendi) in refusing the application for annulment of marriage that submitted by the parents of bride or groom who has legal standing according to the positive legal norms, specifically in Tanjung Redeb Religious Court Decision Number 623/Pdt.G/2019/PA.TR. The research method that used in this thesis is normative legal research, with prescriptive analytical research specifications. This study uses secondary data that obtained through the literature and systematically described in narrative texts. Based on the analysis of the results of the research on the Tanjung Redeb Religious Court Decision Number 623/Pdt.G/2019/PA.TR, it concluded that the judge’s legal considerations/decisions (ratio decidendi) in deciding are based on Article 6 paragraph (2) of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage which states “to carry out a marriage, a person who has not reached the age of 21 (twenty one) years old must obtain the permission of his/her parents”. Because Respondent I is already 25 (twenty five) years old, there is no obligation for him to ask permission from his parents when he is about to get married. Moreover, judge referring to Article 29 paragraph (2) of the Constitution of the Republic of Indonesia. Also, with the legal facts based on evidence at trial, it shows that the marriage process carried out between Respondent I and Respondent II has been in accordance with Law Number 1 of 1974 concerning Marriage juncto Law Number 16 of 2019 concerning Amendments to the Law Number 1 of 1974 concerning Marriage and Regulation of the Minister of Religion Number 20 of 2019 concerning Marriage Registration. As a result of the researcher’s analysis, the judge may also add Article 28E paragraph (2) of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia as the legal basis for legal considerations which states “Everyone has the right of freedom to believe in beliefs, to express thoughts and attitudes, according to his conscience”. | |
| 33514 | 36595 | F1B018061 | Efektivitas Program Bantuan Kartu Prakerja Dalam Membuka Akses Lapangan Pekerjaan Di Kabupaten Banyumas | Program Kartu Prakerja merupakan suatu program dengan tujuan mengembangkan kompetensi kerja dan kewirausahaan dengan bantuan berupa biaya yang ditujukan untuk para pencari kerja, pekerja yang terdampak PHK, atau para pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi kerja, termasuk didalamnya para pelaku usaha mikro dan kecil. Kebijakan yang mengatur Program Kartu Prakerja adalah Perpres Nomor 76 Tahun 2020 dan Permenko Bidang Perekonomian Nomor 11 Tahun 2020. Kebijakan tersebut digunakan oleh pemerintah untuk memberikan suatu perlindungan sosial dalam upaya memulihkan perekonomian nasional. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan tujuan untuk dapat menggambarkan suatu fenomena permasalahan dari apa yang diteliti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Jadi, jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan untuk membuat sebuah gambaran dari fenomena-fenomena yang ada tidak berdasar pada perhitungan statistika atau angka-angka tetapi berasal dari naskah wawancara, catatan-catatan di lapangan, dokumentasi pribadi, dan juga dokumen yang lainnya. Berdasarkan pada hasil penelitian ditarik kesimpulan bahwa efektivitas program bantuan kartu prakerja dalam membuka akses lapangan pekerjaan di Kabupaten Banyumas berjalan kurang efektif karena tidak membawa perubahan yang banyak kepada peserta program dalam mendapatkan pekerjaan. Saran dalam penelitian ini sebaiknya dalam tahap pelatihan dilakukan secara tatap muka dan praktik langsung sehingga benar-benar menambah kompetensi penerima, serta sebaiknya Kementerian Ketenagakerjaan menjalin hubungan dengan dunia kerja agar lulusan program dapat langsung terserap dalam dunia kerja. Kata Kunci: Kartu Prakerja, Efektivitas, Program | The Pre-Employment Card Program is a program with the aim of developing work competencies and entrepreneurship with assistance in the form of fees aimed at job seekers, workers affected by layoffs, or workers who need to improve their work competencies, including micro and small business actors. The policies governing the Pre-Employment Card Program are Presidential Decree No. 76 of 2020 and Coordinating Minister for Economic Affairs No. 11 of 2020. These policies are used by the government to provide social protection in an effort to restore the national economy. The type of research used in this study is a type of descriptive research with the aim of being able to describe a problem phenomenon from what is being studied. The method used in this research is a qualitative research method. So, the type of research used in this research is descriptive qualitative. The research was conducted to create an overview of existing phenomena not based on statistical calculations or numbers but derived from interview scripts, field notes, personal documentation, and other documents. Based on the results of the study, it was concluded that the effectiveness of the pre-employment card assistance program in opening access to employment opportunities in Banyumas Regency was less effective because it did not bring much change to program participants in getting jobs. Suggestions in this study should be in the training stage to be carried out face-to-face and direct practice so that it really increases the competence of the recipient, and the Ministry of Manpower should establish relationships with the world of work so that program graduates can be directly absorbed in the world of work. Keywords: Pre-Employment Card, Effectiveness, Program | |
| 33515 | 38086 | E1A017250 | PERMOHONAN IZIN POLIGAMI TANPA ALASAN ALTERNATIF (TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN PENGADILAN AGAMA TANGERANG NOMOR 2988/Pdt.G/2020/PA.Tng) | Tulisan hukum ini berjudul Permohonan Izin Poligami Tanpa Alasan Alternatif (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Nomor: 2988/Pdt.G/2020/PA.Tng). Kasus yang terjadi dalam penelitian ini adalah tentang permohonan izin poligami tanpa alasan alternatif. Bermula dari permohonan yang diajukan oleh pemohon ke Pengadilan Agama Tangerang untuk melakukan poligami dengan alasan Pemohon dan Calon isteri Pemohon sudah saling mengenal dekat, sedangkan isteri pertama Pemohon tidak termasuk kedalam istri yang tidak dapat menjalankan kewajibannya, mendapat cacat badan dan/atau tidak bisa melahirkan keturunan, alasan poligami tersebut tidak dapat dijadikan alasan berpoligami karena tidak termasuk dalam alasan alternatif poligami, namun dalam pertimbangan hukumnya hakim kurang mempertimbangkan alasan alternatif poligami. Berdasarkan latar belakang tersebut, yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana dasar pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan izin poligami tanpa alasan alternatif (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 2988/Pdt.G/2020/PA.Tng) dan bagaimana akibat hukum terhadap harta dalam perkawinan poligami. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder dan pendekatan kasus yang dianalisis secara normatif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dasar pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan izin poligami, berdasarkan pada syarat kumulatif saja yaitu berdasarkan Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Menurut peneliti, hakim kurang lengkap dalam memberikan pertimbangan hukumnya karena hakim kurang mempertimbangkan alasan yang ada pada Pasal 4 ayat (2) Undang- Undang No. 1 Tahun 1974, Pasal 41 huruf (a) Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1975 dan Pasal 57 Kompilasi Hukum Islam sebagai syarat alternatif poligami karena alasan “sudah saling mengenal dekat” dalam kasus ini tidak termasuk dalam syarat-syarat dan alasan poligami. Akibat hukum terhadap harta dalam perkawinan poligami yaitu adanya pemisahan harta antara harta bawaan dan harta bersama, dalam hal perkawinan putus maka harta bersama yang diperoleh selama perkawinan akan dibagi berdasarkan Pasal 37 Undang- Undang No.1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. | This legal paper is entitled Poligamy Permit Application Without Alternative Reason (Juridical Review of Religious Court Decisions Number: 2988/Pdt.G/2020/PA.Tng). Cases that occurred in this study was the poligamy permit application without alternative reason. Starting from an application submitted by the applicant to the Tangerang Religious Court to carry out polygamy on the ground that the applicant and the applicant’s prospective wife already know each other closely,the first wife of the applicant is not included in the wife who is unable to carry out her obligations, has disability or cannot give birth to childern. These reason cannot be used as reason for polygamy, but in legal considerations the judge does not consider alternative reasons for polygamy Based on this background, the formulation of the problem in this research is how the judge's legal considerations are based in granting polygamy permits application without alternatie reason (Juridical Review of Decision Number 2988/Pdt.G/2020/PA.Tng) and how are the legal consequences for property in polygamous marriages The research method used in this research is normative juridical. This study uses secondary data and a case approach that is analyzed quantitatively normatively. Based on the results of the study, it can be concluded that the basic legal considerations of judges in granting polygamy permits are based on the cumulative requirements of polygamy only, namely Article 5 paragraph (1) of Law no. 1 of 1974 Jo Article 41 letter (c) Government Regulation no. 9 of 1975. According to the researcher, the judge did not consider the elements contained in Article 4 paragraph (2) of Law no. 1 of 1974, Article 41 letter (a) Government Regulation no. 9 of 1975 and Article 57 of the Compilation of Islamic Law as an alternative requirement for polygamy. Legal consequences for assets in a poligamous marriage, namely the separation of assets between innate assets dan joint assets, in the event of a marriage breaking up, joint assets acquired during the marriage will be divided based on article 37 of Law number 1 of 1974 about marriage | |
| 33516 | 36596 | H1B018065 | PENGARUH PEMILIHAN METODE KONSTRUKSI KONVENSIONAL & RAMPING TERHADAP BIAYA & WAKTU PELAKSANAAN PADA MODEL DESAIN GEDUNG BERTINGKAT | Industri konstruksi dianggap sebagai salah satu kontributor utama terhadap tingginya limbah yang dihasilkan akibat menggunakan lebih banyak material daripada yang sebenarnya dibutuhkan. Delapan belas persen biaya pekerjaan konstruksi berasal dari pekerjaan kolom, balok, dan plat. Konsep konstruksi ramping yaitu memaksimalkan nilai dengan meminimalkan pemborosan (waste) yang ditimbulkan. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan biaya dan waktu yang dibutuhkan pada metode konstruksi konvensional dan metode konstruksi ramping serta mengetahui efisiensi yang dihasilkan tiap metode konstruksi tersebut. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan metode data kuantitatif untuk mengumpulkan data, selanjutnya menggunakan metode studi komparasi antara 2 (dua) metode konstruksi bangunan pada pekerjaan bekisting, penulangan, dan beton. Pada pekerjaan bekisting, dibandingkan antara metode bekisting konvensional dan semi konvensional, pada pekerjaan penulangan dibandingkan antara metode penulangan dengan sambungan overlapping dan coupler, dan pada pekerjaan beton dibandingkan durasi perhitungan volume beton menggunakan aplikasi Autocad dan Excel dengan menggunakan BIM Revit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode konstruksi ramping efektif untuk menurunkan biaya dan mempercepat waktu pelaksanaan serta mengurangi waste dengan efisiensi material dan durasi pekerjaan. | The construction industry is considered to be one of the main contributors to the high amount of waste generated as a result of using more materials than is needed. Eighteen percent of the cost of construction work comes from the work of columns, beams, and slabs. The concept of lean construction is to maximize value by minimizing the waste generated. The purpose of this study is to compare the cost and time required for conventional construction methods and lean construction methods and determine the efficiency of each construction method. The research method was carried out using quantitative data methods to collect data, then using a comparative study method between 2 (two) building construction methods on formwork, reinforcement, and casting work. In formwork, compared between conventional and semi-conventional formwork methods, in reinforcement work compared between reinforcement methods with overlapping and coupler connections, and in foundry work compared to the duration of casting volume calculations using Autocad and Excel applications using BIM Revit. The results showed that the application of the lean construction method was effective in reducing costs and speeding up execution time as well as reducing waste with material efficiency and work duration. | |
| 33517 | 36597 | I1A017067 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN IBU RUMAH TANGGA TERHADAP VAKSIN COVID-19 DI KECAMATAN JEBRES KOTA SURAKARTA | Latar Belakang : Vaksin COVID-19 saat ini sedang digencarkan untuk mengurangi kejadian COVID-19 dengan membentuk herd immunity. Keberhasilan program vaksinasi terebut dipengaruhi oleh penerimaan masyarakat terhadap vaksin. Ibu rumah tangga mengambil peranan penting dalam memelihara kesehatan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan vaksin pada ibu rumah tangga di Kecamatan Jebres Kota Surakarta. Metode : Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling Jumlah sampel sebanyak 111 ibu rumah tangga di Kecamatan Jebres Kota Surakarta. Variabel penelitian meliputi usia, tingkat pendidikan, penghasilan keluarga, pengetahuan, sikap, peran petugas kesehatan, dan peran tokoh masyarakat. Pengambilan data dilakukan dengan google form dan analisis data yang dilakukan meliputi analisis univariat, bivariat dengan chi square, dan multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Hasil Penelitian : Dari 111 orang responden, 104 responden bersedia untuk melakukan vaksinasi (93,7%), rata-rata usia responden yaitu 43,1 tahun, mayoritas berpendidikan tinggi, berpenghasilan < Rp. 2.013.810,-, berpengetahuan baik, memiliki sikap yang positif terhadap vaksin COVID-19, peran petugas kesehatan yang baik, dan memiliki peran tokoh masyarakat yang baik. Variabel yang berpengaruh terhadap penerimaan vaksin COVID-19 yaitu tingkat pendidikan responden (p-value 0,049), dan peran tokoh masyarakat (p-value 0,010). Variabel yang tidak berpengaruh yaitu usia, penghasilan keluarga, pengetahuan, sikap, dan peran petugas kesehatan. Kesimpulan : Penerimaan vaksin COVID-19 pada ibu rumah tangga sangat dipengaruhi oleh peran tokoh masyarakat, variabel lain yang dapat mempengaruhi penerimaan ibu rumah tangga tingkat pendidikan. | Background : The COVID-19 vaccine is currently being intensified to reduce the incidence of COVID-19 by establishing herd immunity. The success of the vaccination program is influenced by public acceptance of the vaccine. Housewives play an important role in maintaining family health. This study aims to determine the factors that influence the acceptance of vaccines in housewives in Jebres District, Surakarta City. Methods : This study was conducted using a cross-sectional approach with a sampling technique using simple random sampling. The sample size was 111 housewives in Jebres District, Surakarta City. The research variables included age, education level, family income, knowledge, attitudes, roles of health workers, and roles of community leaders. Data retrieval was carried out using google form and data analysis carried out included univariate analysis, bivariate with chi square, and multivariate with multiple logistic regression test Result : Of the 111 respondents, 104 respondents were willing to vaccinate (93.7%), the average age of the respondents was 43.1 years, the majority were highly educated, household income < Rp. 2,013,810, -, has good knowledge, has a positive attitude towards the COVID-19 vaccine, has a good role for health workers, and has a good role for community leaders. The variables that influence the acceptance of the COVID-19 vaccine are the respondent's education level (p-value 0.049), and the role of community leaders (p-value 0.010). Variables that have no effect are age, family income, knowledge, attitudes, and roles of health workers. Conclusion : Variables that affect the acceptance of the COVID-19 vaccine among housewives are the respondent's education level and the role of community leaders. | |
| 33518 | 37417 | F1C016048 | PENGARUH PENYULUHAN PROGRAM POLICE GO TO SCHOOL TERHADAP SIKAP KETERTIBAN PELAJAR DALAM BERLALU LINTAS DI PURBALINGGA | Penelitian ini berjudul Pengaruh Penyuluhan Program Police Go To School Terhadap Sikap Ketertiban Pelajar dalam Berlalu Lintas di Purbalingga. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh gejala pelaksanaan program police goes to school yang bertujuan untuk mengurangi jumlah pelanggaran lalu lintas oleh pelajar dinilai belum baik. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan program police go to school terhadap sikap ketertiban pelajar dalam berlalu lintas di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksplanatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMAN 1 Kejobong tahun ajaran 2019/2020 dengan samplenya berjumlah 86 responden. Penarikan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner berdasarkan skala likert dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara penyuluhan police go to school terhadap sikap pengemudi pelajar SMAN 1 Kejobong dengan perolehan nilai koefisien regresi 0.392 dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Hasil uji hipotesis menggunakan uji t menunjukkan bahwa thitung > ttabel yaitu mendapat hasil sebesar 11,323 > 1,664. | This study entitled The Effect of Counseling on the Police Go To School Program on Students' Attitudes of Order in Traffic in Purbalingga. This research is motivated by the symptoms of the implementation of the police goes to school program which aims to reduce the number of traffic violations by students which is considered not good. The purpose of this study was to determine the effect of counseling the police go to school program on students' attitudes of order in traffic in Purbalingga Regency. This study uses an explanative quantitative method. The population of this study was all students of SMAN 1 Kejobong for the academic year 2019/2020 with a sample of 86 respondents. Sampling was done by simple random sampling technique. The data collection method used is a questionnaire based on a Likert scale and literature study. The results showed that there was a positive and significant effect between police go to school counseling on student driver attitudes at SMAN 1 Kejobong with the acquisition of a regression coefficient of 0.392 and a significance value of 0.000. The results of hypothesis testing using the t-test indicate that tcount > ttable, which is 11,323 > 1.664. | |
| 33519 | 37502 | I1D018005 | Hubungan Antara Parenting Style Dan Pola Makan Dengan Kejadian Obesitas Pada Anak Usia Sekolah Di SD Universitas Muhammadiyah Purwokerto | Latar Belakang: Parenting style dapat mempengaruhi kejadian obesitas pada anak melalui sikap, kebiasaan, pemilihan dan pola makan anak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan parenting style dan pola makan dengan kejadian obesitas pada anak usia sekolah di SD Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan purposive sampling. Total responden pada penelitian ini yaitu 46 responden. Parenting Styles and Dimensions Questionnaire (PSDQ) digunakan untuk mengetahui parenting style dan Food Frequency Questionnaire untuk mengetahui pola makan responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji korelasi spearman. Hasil: Karakteristik siswa sebagian besar berusia >10 tahun (82,6%), berjenis kelamin perempuan (52,2%) dan uang saku >Rp.6,500,- (52,2%). Karakteristik orang tua sebagian besar bekerja (82,6%), pendapatan >Rp.4,000,000,- (54,3%). Responden dengan obesitas sebanyak 37%. Hasil uji bivariat menyatakan tidak terdapat hubungan parenting style dengan obesitas (p=0,331), terdapat hubungan pola makan fast food dengan obesitas (p=0,000) dan tidak terdapat hubungan pola makan sugar-sweetened beverage dengan obesitas (p=0,309). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara parenting style dengan obesitas, terdapat hubungan antara pola makan fast food dengan obesitas, dan tidak terdapat hubungan antara pola makan sugar-sweetened beverage dengan obesitas pada anak usia sekolah di SD Universitas Muhammadiyah Purwokerto. | Background: Parenting style affects the incidence of obesity in children by attitudes, food habits, food choices and children's food patterns. The purpose of this study was to determine the relationship between parenting style and eating patterns with the incidence of obesity in school-age at SD Muhammadiyah University Purwokerto. Metodhologi: Cross-sectional design was conducted with purposive sampling. The total respondents were 46 respondents. Parenting Styles and Dimensions Questionnaire (PSDQ) used to determine the parenting style and Food Frequency Questionnaire to determine eating patterns. Data was analyzed with Spearman correlation test. Result: The characteristics of students are >10 years old (82.6%), female (52.2%) and pocket money >Rp.6,500,- (52.2%). The characteristics of parents are working (82.6%), income >Rp.4,000,000,- (54.3%). Respondents who are obese as much as 37%. The result is parenting style and obesity hasn’t correlation (p=0,331), fast food patterns and obesity has correlation (p=0.000), sugar-sweetened beverage patterns and obesity hasn’t correlation (p=0.309). Conclusion: There is no relationship between parenting style and obesity, there is a relationship between fast food patterns and obesity, and there is no relationship between sugar-sweetened beverage patterns and obesity in school-age children at SD Muhammadiyah University Purwokerto. | |
| 33520 | 36586 | C1A018117 | Pengaruh Upah Minimum Terhadap Pengangguran dan Kesejahteraan Buruh Melalui Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Jawa Barat Tahun 2010-2021 | Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu dari 34 provinsi di Indonesia yang mempunyai jumlah kawasan industri terbesar di Indonesia. Sebagai pusat kawasan industri nasional tidak serta merta membuat warga Jawa Barat dapat memperoleh pekerjaan. Menurut Badan Pusat Statistik masih terdapat 6-10 persen warganya menganggur. Selanjutnya dengan banyaknya kawasan industri membuat warganya berprofesi sebagai buruh pabrik untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Upah yang diperoleh para buruh pabrik berasal dari kebijakan upah minimum yang dikeluarkan oleh pemerintah dengan tujuan membuat jaring pengaman agar buruh tidak mendapatkan upah dibawah standar hidup layak. Kesejahteraan buruh menurut Badan Pusat Statistik dapat dilihat dari Kebutuhan Hidup Layak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dari penerapan kebijakan upah minimum terhadap tingkat pengangguran terbuka dan kesejahteraan buruh melalui pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Barat menggunakan data panel ketenagakerjaan dari tahun 2010-2021. Penelitian ini menggunakan alat analisis yaitu analisis jalur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan upah minimum mempengaruhi secara negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Melalui pertumbuhan ekonomi, upah minimum mempengaruhi terhadap tingkat pengangguran dengan upah minimum yang meningkat maka tingkat pengangguran juga ikut meningkat. Upah minimum juga memberikan dampak terhadap kesejahteraan buruh melalui pertumbuhan ekonomi dimana kesejahteraan buruh menurun seiring dengan menurunnya pertumbuhan ekonomi. Peningkatan tingkat pengangguran akibat dari upah minimum yang meningkat membuat kesejahteraan buruh mengalami penurunan. Implikasi dari penelitian ini diharapkan pembangunan perekonomian Provinsi Jawa Barat dapat dilakukan dengan pembuatan regulasi yang mengarah ke pertumbuhan ekonomi. | West Java Province is one of 34 provinces in Indonesia which has the largest number of industrial estates in Indonesia. As the center of a national industrial area, it does not necessarily make West Java residents able to get jobs. According to the Central Statistics Agency, 6-10 percent of the population is still unemployed. Furthermore, with the many industrial areas, the residents work as factory workers to fulfill their daily needs. The wages earned by factory workers come from the minimum wage policy issued by the government with the aim of creating a safety net so that workers do not get wages below a decent standard of living. According to the Central Bureau of Statistics, the welfare of workers can be seen from the need for a decent living. This study aims to examine the effect of the application of the minimum wage policy on the open unemployment rate and the welfare of factory workers through economic growth in West Java Province using labor panel data from 2010-2021. This study uses an analytical tool, namely path analysis. The results of this study indicate that an increase in the minimum wage has a negative and significant impact on economic growth. Through economic growth, the minimum wage affects the unemployment rate with an increase in the minimum wage, the unemployment rate also increases. The minimum wage also has an impact on the welfare of workers through economic growth where the welfare of workers decreases along with the decline in economic growth. The increase in the unemployment rate as a result of the increase in the minimum wage causes the welfare of workers to decrease. The implication of this research is that the economic development of West Java Province needs to make regulations that lead to economic growth. |