Artikelilmiahs
Menampilkan 33.421-33.440 dari 49.979 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 33421 | 37916 | J1C016027 | PERILAKU IMITASI FASHION PADA REMAJA PECINTA ANIME DI PURWOKERTO | Penelitian ini berjudul Perilaku Imitasi Fashion Pada Remaja Pecinta Anime di Purwokerto bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh cara berpakaian remaja yang menyukai anime di purwokerto dan mendeskripsikan motivasi remaja dalam meniru gaya berpakaian dari anime yang mereka sukai. Teori yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah adalah teori imitasi dari Gerungan (2004: 31) dan teori motivasi dari McClelland (1988: 595). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam (menggunakan daftar pertanyaan terbuka). Sumber datanya 5 orang informan dari komunitas penyuka anime di Purwokerto. Informan merupakan remaja dengan rentang usia 15-24 tahun. Pertanyaan disusun berdasarkan kategori pertanyaan umum berjumlah 4 pertanyaan (mencakup identitas informan) dan pertanyaan umum berjumlah 8 pertanyaan (untuk melihat pengaruh anime terhadap perilaku imitasi fashion 4 pertanyaan dan 4 pertanyaan untuk menggali motivasi informan terkait perilaku meniru gaya fashion dalam anime); sehingga total pertanyaan berjumlah 12 pertanyaan. Berdasarkan hasil analisis terhadap 12 data berupa jawaban dari kelima informan tersebut, diperoleh hasil sebagai berikut: 1) anime memberikan pengaruh terhadap informan untuk melakukan perilaku imitasi dalam gaya fashion mereka; 2) motivasi informan dalam melakukan perilaku imitasi fashion adalah ingin diakui eksistensinya dalam komunitasnya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perilaku imitasi fashion pada remaja pecinta anime di Purwokerto dipengaruhi oleh anime dan komunitasnya. | This study entitled Fashion Imitation Behavior on Anime Lovers Teenagers in Purwokerto aims to describe the effect of dressing on teenagers who like anime in Purwokerto and describe the motivation of teenagers in imitating the dress style of the anime they like. The theory used to answer the problem formulation is the imitation theory from Gerungan (2004: 31) and the motivation theory from McClelland (1988: 595). This research is a qualitative descriptive study with data collection using in-depth interview techniques (using a list of open questions). The data sources are 5 informants from the anime enthusiast community in Purwokerto. Informants are teenagers with an age range of 15-24 years. The questions are arranged based on the general question category, totaling 4 questions (covering the identity of the informant) and general questions totaling 8 questions (to see the effect of anime on fashion imitation behavior 4 questions and 4 questions to explore the motivation of informants related to the behavior of imitating fashion styles in anime); So a total of 12 questions. Based on the results of the analysis of 12 data in the form of answers from the five informants, the following results were obtained: 1) anime has an influence on informants to imitate behavior in their fashion style; 2) the motivation of the informant in imitating fashion is to want to be recognized for its existence in the community. Based on the results of this study, it can be concluded that the behavior of imitation of fashion in anime lovers in Purwokerto is influenced by anime and its community. | |
| 33422 | 36522 | C1B017082 | PENGUJIAN MODEL STRUKTURAL KINERJA RANTAI PASOK HALAL | Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh parsial diantara variabel tekanan sosial, insentif ekonomi halal, komitmen halal, manajemen hubungan rantai pasok, desain rantai pasok halal, dan kinerja rantai pasok halal. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan SEM-PLS dan memperoleh hasil (a) Tekanan sosial berpengaruh positif terhadap insentif ekonomi halal, komitmen halal, manajemen hubungan rantai pasok, dan desain rantai pasok halal. (b) Insentif ekonomi halal berpengaruh positif terhadap komitmen halal, manajemen hubungan rantai pasok, dan desain rantai pasok halal. (c) Komitmen halal berpengaruh positif terhadap manajemen hubungan rantai pasok dan desain rantai pasok halal. (d) Manajemen hubungan rantai pasok dan desain rantai pasok halal masing-masing memiliki pengaruh positif terhadap kinerja rantai pasok halal. Implikasi dari penelitian ini yaitu pemerintah diharapkan meningkatkan jumlah insentif ekonomi halal bagi pelaku UMKM seiring pesatnya perkembangan industri halal. Insentif tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan komitmen untuk mengimplementasikan rantai pasok halal, sehingga integritas kehalalan produk semakin terjaga. | This study aims to explore the partial influence between variables of social pressure, halal economic incentives, halal commitment, supply chain relationship management, halal supply chain design, and halal supply chain performance. Data analysis in this study was conducted using SEM-PLS and obtained the results (a) Social pressure has a positive effect on halal economic incentives, halal commitment, supply chain relationship management, and halal supply chain design. (b) Halal economic incentives have a positive effect on halal commitment, supply chain relationship management, and halal supply chain design. (c) Halal commitment has a positive effect on supply chain relationship management and halal supply chain design. (d) Supply chain relationship management and halal supply chain design each have a positive influence on the performance of the halal supply chain. The implication of this research is that the government is expected to increase the number of halal economic incentives for SMEs in line with the rapid development of the halal industry. This incentive is expected to be a motivation for MSME actors to increase their commitment to implementing the halal supply chain, so that the integrity of the halal product is maintained. | |
| 33423 | 36512 | D1A018166 | PENGARUH PENAMBAHAN BUBUK DAUN KELOR (Moringa oliefera L.) DENGAN PERSENTASE YANG BERBEDA TERHADAP YIELD DAN WARNA KEJU SUSU LOW FAT | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk daun kelor dengan persentase berbeda terhadap yield dan warna keju susu low fat. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 24 Mei – 7 Juni 2022 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi penelitian yang digunakan yaitu 20.000 gr susu low fat pasteurized Greenfields, 100 gr bubuk daun kelor, 1 gr bakteri mesofilik, 20 ml rennet cair, 400 gr susu skim bubuk, 4 gr CaCl2, dan 200 ml aquades. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan yang dilakukan pada penelitian adalah tanpa penambahan bubuk daun kelor (P¬0), penambahan bubuk daun kelor 0,25% (P1), 0,5% (P2), 0,75% (P3), dan 1% (P4). Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah yield dan warna pada keju susu low fat. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dengan uji lanjut ortogonal polinomial, selanjutnya diuji menggunakan uji BNJ untuk menguji perbedaan antar hasil perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bubuk daun kelor (Moringa oleifera L.) tidak berpengaruh nyata terhadap yield dan nilai b* (nilai kuning hingga biru), namun berpengaruh sangat nyata terhadap whiteness index, nilai L*, dan nilai a*. Rataan yield keju susu low fat dengan penambahan bubuk daun kelor (Moringa oleifera L.) adalah 13,47% ± 1,26. Rataan warna nilai L* keju susu low fat dengan penambahan bubuk daun kelor (Moringa oleifera L.) adalah 36,88 ± 3,75. Rataan warna nilai a* keju susu low fat dengan penambahan bubuk daun kelor (Moringa oleifera L.) adalah 2,78 ± 0,95. Rataan warna nilai b* keju susu low fat dengan penambahan bubuk daun kelor (Moringa oleifera L.) adalah 21,04 ± 1,59. Rataan warna nilai whiteness index keju susu low fat dengan penambahan bubuk daun kelor (Moringa oleifera L.) adalah 33,30 ± 3,15. Kesimpulan, yield keju susu low fat yang ditambahkan bubuk daun kelor (Moringa oleifera L.) sampai dengan 1% relatif sama dan perlakuan penambahan bubuk daun kelor (Moringa oleifera L.) memberikan warna hijau pekat pada keju susu low fat. | This study aimed to determine the effect of adding Moringa leaf powder with different percentages on the yield and color of low fat milk cheese. The research was conducted on May 24 – June 7, 2022 at the Laboratory of Animal Products Technology, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Sudirman University, Purwokerto. The research materials used were 20,000 gr of Greenfields low fat pasteurized milk, 100 gr of Moringa leaf powder, 1 gr of mesophilic bacteria, 20 ml of liquid rennet, 400 gr of skim milk powder, 4 gr of CaCl2, and 200 ml of distilled water. The study used a completely randomized design (CRD) consisting of 5 treatments and each treatment was repeated 4 times. The treatments carried out in this study were without the addition of Moringa leaf powder (P0), the addition of Moringa leaf powder 0.25% (P1), 0.5% (P2), 0.75% (P3), and 1% (P4) The variables observed in this study was the yield and color of low fat milk cheese. The data were analyzed using analysis of variance with an orthogonal polynomial further test, then tested using the Least Significance Different test to test the differences between treatment results. The results showed that the addition of Moringa leaf powder (Moringa oleifera L.) had no significant effect on yield and b* values (yellow to blue values), but had a very significant effect on whiteness. index, L* value, and a* value. The average yield of low fat milk cheese with the addition of Moringa leaf powder (Moringa oleifera L.) was 13.47% ± 1.26. The average color value of L* low fat milk cheese with the addition of Moringa leaf powder (Moringa oleifera L.) was 36.88 ± 3.75. The average color a* value of low fat milk cheese with the addition of Moringa leaf powder (Moringa oleifera L.) was 2.78 ± 0.95. The average color b* value of low fat milk cheese with the addition of Moringa leaf powder (Moringa oleifera L.) was 21.04 ± 1.59. The average color whiteness index value of low fat milk cheese with the addition of Moringa leaf powder (Moringa oleifera L.) was 33.30 ± 3.15. In conclusion, the yield of low fat milk cheese added with Moringa leaf powder (Moringa oleifera L.) up to 1% was relatively the same and the addition of Moringa leaf powder (Moringa oleifera L.) treatment gave a dark green color to low fat milk cheese. | |
| 33424 | 36467 | F1B017053 | Manajemen Program Pengembangan Destinasi Wisata Oleh Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas | Kabupaten Banyumas merupakan daerah yang memiliki potensi pariwisata yang besar dan harus dikembangkan, yang dimana hal tersebut menjadi tugas dan wewenang dari Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar). Sebagai salah satu upaya dalam pengembangan pariwisata, Dinporabudpar membentuk program pengembangan destinasi pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Manajemen Program Pengembangan Destinasi Wisata oleh Dinporabudpar Kabupaten Banyumas. Manajemen menurut Ordway Tead adalah proses dan perangkat yang mengarahkan serta membimbing kegiatan-kegiatan suatu organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Fokus dalam penelitian ini menggunakan tujuh aspek yakni planning, organizing, staffing, directing, coordinating, reporting, budgeting (POSDCORB). Hasil dalam penelitian menunjukan bahwa manajemen secara keseluruhan sudah berjalan dengan baik, namun masih terdapat aspek yang belum efektif yakni pada aspek planning, directing, organizing, staffing. Dinporabudpar diharapkan dapat meningkatkan upaya menganalisa terhadap perubahan lingkungan terlebih dalam masa pandemi Covid-19 yang terjadi sehingga proses planning, directing, organizing tidak terhambat pelaksanaannya. Terkait staffing, Dinporabudpar diharapkan untuk lebih meningkatkan pelatihan dan pembinaan untuk pegawai sehingga tidak adanya perbedaan kualitas. | Banyumas Regency is an area that has great tourism potential and must be developed, which is the task and authority of the Department of Youth, Sports, Culture, and Tourism (Dinporabudpar). As one of the efforts in tourism development, Dinporabudpar formed a tourism destination development program. This study aims to analyze the Management of the Tourism Destination Development Program by the Banyumas Regency Dinporabudpar. Management according to Ordway Tead is a process and device that directs and guides the activities of an organization in achieving the goals that have been set. This study uses a qualitative method using descriptive analysis. The selection of informants used purposive sampling and snowball sampling techniques. The focus in this study uses seven aspects, namely planning, organizing, staffing, directing, coordinating, reporting, budgeting (POSDCORB). The results in the study indicate that the overall management has been going well, but there are still aspects that are not yet effective, namely the aspects of planning, directing, organizing, staffing. Dinporabudpar is expected to increase efforts to analyze environmental changes, especially during the Covid-19 pandemic that occurred so that the planning, directing, organizing processes are not hampered in their implementation. Regarding staffing, Dinporabudpar is expected to further improve training and coaching for employees so that there is no difference in quality. | |
| 33425 | 36510 | F1C016061 | KOMUNIKASI PERSUASIF CARE GIVER TERHADAP ORANG DENGAN SCHIZOFRENIA (ODS) DI KOMUNITAS PEDULI SCHIZOFRENIA INDONESIA (KPSI) JAKARTA TIMUR | Latar belakang: Orang dengan Schizofrenia membutuhkan perhatian dan empati dari orang dilingkungannya khususnya care giver. Salah satu dukungan dari care giver sendiri yaitu berupa komunikasi persuasif. Tujuan: Mengetahui bagaimana komunikasi persuasif care giver terhadap orang dengan schizofrenia (ODS) di Komunitas Peduli Schizofrenia Indoensia (KPSI) Jakarta Timur. Metode: Penelitian ini fokus dengan padarigma penelitian kualitatif yaitu critical–Ideological. Sasaran informan dari penelitian ini yaitu 4 informan care giver dan 4 informan ODS. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar wawancara. Hasil: Pola komunikasi persuasif yang dilakukan oleh para care giver yaitu pendekatan dengan ODS, meyakinkan, memberikan identitas yang positif dan efek samping dalam setiap tindakan. Kesimpulan: Komunikasi persuasif seorang care giver terhadap ODS dengan melakukan pendekatan diri, memberikan keyakinan, identitas yang positif dan efek samping pada setiap kegiatanya. | Background: People with schizophrenia need attention and empathy from people in their environment, especially care givers. One of the supports from the care givers themselves is in the form of persuasive communication. Objective: To know how to communicate persuasively care givers to people with schizophrenia (ODS) in the Indonesian Schizophrenia Care Community (KPSI) East Jakarta. Methods: This research focuses on the qualitative research paradigm, namely critical-ideological. The target informants of this research are 4 care giver informants and 4 ODS informants. Sampling with purposive sampling technique. Data collection using interview sheets. Results: Persuasive communication patterns carried out by care givers are approaches with ODS, convincing, providing a positive identity and side effects in every action. Conclusion: Persuasive communication of a care giver to ODS by approaching himself, giving confidence, a positive identity and side effects in each of his activities. | |
| 33426 | 36511 | B1A016106 | JUMLAH ERITROSIT DAN LEUKOSIT AYAM KAMPUNG (Gallus gallus domesticus) YANG TERINFESTASI EKTOPARASIT | Sistem pemeliharaan ayam kampung pada umumnya masih dipelihara secara tradisional dengan cara dibebasliarkan dan tidak dikelola secara baik sehingga mudah terinfestasi ektoparasit. Dampak secara langsung jika ayam terinfestasi ektoparasit dapat menyebabkan ayam kehilangan darah dan mengakibatkan anemia, sedangkan dampak tidak langsung mengakibatkan iritasi, dermatosis dan rasa gatal pada kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara jumlah eritrosit dan leukosit, serta limfosit dengan infestasi parasit serta mengetahui jenis ektoparasit dan kelimpahannya pada ayam. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel Random Sampling. Parameternya berupa jumlah eritrosit dan leukosit serta diferensial leukosit. Hasil penelitian ini didapat empat jenis ektoparasit yang menginfestasi ayam kampung yaitu Lipeurus caponis, Menacanthus cornotus, Megninia ginglymura, dan Dermanyssus gallinae. Hasil dari parameter darah didapat jumlah eritrosit 2,89±0.58 x106 sel/mm3, jumlah leukosit 2,544±0.67 x104 sel/mm3, persentase limfosit 86,0±7.15%, persentase monosit 5,9±3,53%, persentase eosinofil 3,4±2,69%, persentase neutrofil 2,4±2,39%, dan persentase basofil 2,3±1,9% serta tidak ditemukan adanya korelasi antara jumlah eritrosit, leukosit, dan diferensial leukosit dengan ektoparasit. | The domestic chicken rearing system in general is still maintained in a traditional way in a free manner and is not managed properly so that it is easily infected by ectoparasite. The direct impact of chickens are infested with ectoparasite can cause chicken to lose blood and caused anemia, while the indirect impact causes irritation, dermatosis, and itching skin. The purpose of this study is to determine the correlation between number of erythrocyte, leukocyte, and lymphocyte with parasitic infestation and to determine the types of ectoparasites and their abundance in chickens. The parameters are the number of erytrhrocyte and leukocyte and the percentage of leukocytes. The data will analysed using correlation and regretion analysis. There are four species ectoparasites that were found that is Lipeurus caponis, Menacanthus cornotus, Megninia ginglymura, dan Dermanyssus gallinae. The results of blood parameters in this study are the number of erythrocyte 2,89±0.58 x106 sel/mm3 , number of leukocyte 2,544±0.67 x104 sel/mm3, percentage of lymphocytes 86,0±7.15%, monocytes 5,9±3,53%, eosinophil 3,4±2,69%, neutrophil 2,4±2,39%, and basophil 2,3±1,9%. The results also shows there is no correlation between the number of erytrhrocytes and leukocytes and the percentage of leukocytes and ectoparasites infestation. | |
| 33427 | 36514 | D1A018157 | PENGARUH TINGKAT KEBERSIHAN TERHADAP JUMLAH BAKTERI COLIFORM DAN TELUR CACING PADA FESES AYAM BROILER PASCA PELARANGAN AGP DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah bakteri Coliform dan telur cacing serta pengaruh tingkat kebersihan terhadap jumlah bakteri Coliform dan telur cacing pada feses ayam broiler pasca pelarangan AGP di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 01 April 2022 sampai 02 Juni 2022 di peternakan ayam broiler Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Sasaran penelitian ini adalah ayam broiler fase starter dan finisher pada kandang tipe open house dan closed house di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Penentuan jumlah sampel untuk bakteri Coliform adalah 40 sampel dari 20 peternakan, untuk sampel telur cacing menggunakan rumus slovin dengan hasil 100 sampel. Penelitian ini menggunakan 25 gram untuk sampel bakteri Coliform dan 5 gram untuk sampel telur cacing. Variabel yang diamati adalah tingkat kebersihan terhadap jumlah bakteri Coliform dan tingkat kebersihan terhadap jumlah telur cacing. Metode untuk menghitung jumlah bakteri Coliform menggunakan Most Probable Number (MPN) dan menggunakan uji apung untuk menghitung jumlah telur cacing. Pengaruh tingkat kebersihan terhadap hasil pemeriksaan sampel dilakukan analisis Chi-square. Hasil pemeriksaan sampel menunjukkan hasil jumlah sampel bakteri Coliform paling banyak terdapat pada kandang kategori sangat kotor, dengan hasil tingkat rendah sebanyak 14 atau 35%, dan pada tingkat sedang sebanyak 2 atau 5% dari total sampel, dan pada hasil jumlah telur cacing menunjukkan bahwa sampel negatif berjumlah 63% serta sampel yang positif berjumlah 37%, jumlah sampel positif juga menunjukkan bahwa ada 21 atau 56,7% dari total sampel positif yang menunjukkan infeksi ganda. Analisis data menggunakan Chi-square menunjukkan hasil P>0.05 yang berarti tidak ada hubungan signifikan antara tingkat kebersihan terhadap jumlah bakteri Coliform dan telur cacing pada feses ayam broiler pasca pelarangan AGP di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Kesimpulan yang didapatkan yaitu tingkat kebersihan tidak berpengaruh terhadap jumlah bakteri Coliform dan telur cacing, Jumlah bakteri Coliform paling banyak terdapat pada kategori kandang sangat kotor dengan tingkat rendah sebesar 35% dan tingkat sedang sebesar 5% dari total sampel, dan Jumlah telur cacing paling banyak terdapat pada kategori kandang kotor dengan tingkat rendah sebanyak 20% dan tingkat sedang sebanyak 9%. | The objective of this study is to discover the number of Coliform bacteria and worm eggs and the effect of hygiene level to the number of Coliform bacteria and worm eggs found on fecal samples of broiler chicken after AGP ban in District of Sumbang, Banyumas Regency. The research was conducted from April 1st to June 2nd 2022 at the broiler farms in the District of Sumbang, Banyumas Regency. The research targets were broiler chicken in the starter and finisher phases in both open and closed house types in the District of Sumbang Banyumas Regency. The amount of samples for Coliform bacteria are 40 samples from 20 farm places, and for the worm eggs samples is utilizing the slovin method with the result is 100 samples. This research is using 25 gram for the Coliform bacteria samples and 5 gram for the worm eggs samples. The variable examined were the effect of hygiene level to the number of Coliform bacteria and the effect of hygiene level to the number of worm eggs. Most Probable Number (MPN) method was used to count the amount of Coliform bacteria and the flotation technique was used to count the amount of worm eggs. The impacts of the chygiene level on the results of the sample examinations were operated with Chi-square analysis. The result of the samples analysis examined most number of Coliform bacteria is counted in the Dirtiest farm category with the results of 35% samples are low level and 5% of the samples are medium level, 63% of the worm eggs samples are negative and 37% of the samples are positive, on the positive samples are confirmed that there is double infection. Chi-square test showed that P>0.05 which means there is no significant relation between the hygiene level and the number of Coliform bacteria and worm eggs in broiler chicken feces in District of Sumbang Banyumas Regency. In conclusion, the hygiene level is not related to the amount of Coliform bacteria and worm eggs, the most counted Coliform bacteria is counted in dirtiest farm category with the result of 35% samples are low level and 5% of the samples are medium level, and the most counted number of worm eggs on the positive samples are counted in dirty farm category with the result of 20% samples are low level and 9% are medium level. | |
| 33428 | 36516 | D1A018183 | RESPON ONSET DAN LAMA ESTRUS PADA KAMBING SAPERA YANG DISINKRONISASI DENGAN HORMON PROSTAGLANDIN PADA BERBAGAI PARITAS YANG BERBEDA | Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan paritas terhadap onset dan lama estrus ternak kambing Sapera yang disinkronisasi menggunakan hormon prostaglandin. Materi penelitian menggunakan kambing Sapera betina yang dikelompokkan berdasarkan paritas yaitu ternak dara (P0), paritas pertama (P1), dan paritas lebih dari atau sama dengan dua (P2). Ternak disinkronisasi estrus dengan diinjeksi ganda dengan selang waktu 11 hari menggunakan hormon PGF2α (Lutalyse) dengan dosis 2ml/ekor. Data diolah menggunakan analisis variansi unequal dengan jumlah ternak pada variabel onset estrus sebanyak 16 ekor, sedangkan pada variabel lama estrus sebanyak 14 ekor kambing Sapera. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan tidak nyata (P>0,05) dari onset dan lama estrus ternak yang disinkronisasi menggunakan hormon PGF2α terhadap perbedaan paritas kambing Sapera. Berdasarkan hasil penelitian, onset estrus kambing Sapera berturut-turut pada P0 yaitu 40.42±8,44; P1 yaitu 37,45±14,54 dan P2 yaitu 25,55±8,26. Lama estrus P0 yaitu 31,21±5,77; P1 yaitu 42,64±9,80 dan P2 yaitu 44,99±5,30. Disimpulkan bahwa onset dan lama estrus kambing Sapera tidak bergantung pada perbedaan paritas baik ternak dara maupun ternak yang sudah pernah melahirkan. Kata kunci : kambing Sapera, sinkronisasi estrus, onset dan lama estrus. | Abstract The study aims to determine the effect of parity differences on the onset and length of the Sapera goat's estrus synchronized using the hormone prostaglandin. The study materials used female Sapera goats grouped by parity were dara cattle (P0), first parity (P1), and parity more than or equal to two (P2). Cattle are synchronized with estrus by being double-injected for 11 days using the hormone PGF2α (Lutalyse) at a dose of 2ml/tail. The data were processed using unequal variance analysis with the number of cattle onset estrus variables of 16 and the estrus duration variable on 14 Sapera goats. Statistical analysis showed an unrealistic difference (P<0.05) from the onset and length of cattle estrus synchronized using the PGF2α hormone to the Sapera goat parity difference. Based on the research results, the consecutive Sapera goat onset of P0 was 40.42–8.44; P1 was 37.45–14.54 and P2 was 25.55–8.26. The length of the P0 estrus is 31.21–5.77; P1 is 42.64–9.80 and P2 is 44.99–5.30. . It was concluded that the onset and estrus duration of the Sapera goat did not depend on the parity of both the cattle and goats that have given birth. Keywords : Sapera goat, synchronized of estrus , onset and duration of estrus. | |
| 33429 | 36517 | C1B018075 | ANALISIS FAKTOR DETERMINAN KEBIJAKAN DIVIDEN PADA PERUSAHAAN LQ45 YANG TERDAFTAR PADA BURSA EFEK INDONESIA | Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor Determinan Kebijakan Dividen Pada Perusahaan LQ45 Yang Terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah menganalisis faktor determinan kebijakan dividen pada perusahaan LQ45 yang terdaftar pada BEI tahun 2017-2020. Penelitian ini menggunakan 9 variaben independen sebagai faktor determinan yaitu FCF, Kebijakan Hutang, Kesempatan Investasi, Growth, Lagged Dividend, EPS, Board Size, Board Independence, dan Kepemilikan Instiusional dengan kebijakan dividen sebagai variabel dependen. Populasi penelitian ini adalah perusahaan terindeks LQ45 pada Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2020. Dengan menggunakan purposive sampling didapatkan sampel perusahaan sebanyak 11 perusahaan dengan 4 tahun pengamatan sehingga menghasilkan 44 observasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi data panel dalam pengujiannya. Hasil penelitian ini menjunjukkan adanya pengaruh positif signifikan dari variabel FCF, lagged dividend, dan EPS serta ditemukan pengaruh negatif dari kebijakan hutang dan kesempatan investasi. Penelitian ini tidak dapat membuktikan adanya pengaruh growth, board size board independence,dan kepemilikan institusional terhadap kebijakan dividen. Berdasarkan hasil penelitian, implikasi dari penelitian ini adalah sebaiknya manajer perusahaan mengelola secara maksimal finansial perusahaan dengan meningkatkan profitabilitas dan menggunakan struktur modal dengan optimal dengan tata kelola usaha yang baik agar dapat mensejahterakan pemegang saham dan mengembangkan perusahaan. Kata Kunci: Dividen, Arus Kas Bebas, Hutang, Kesempatan Investasi, Earning Per Share | The title of this study is “Analysis of Determinant Factors of Dividend Policy on LQ45 Firm Listed in Indonesia Stock Exchange 2017-2020”. The aim of this study is to analyze the determinant factors of dividend policy on LQ45 firms listed in Indonesia stock exchange (BEI) 2017-2020. This study uses 9 independent variables as determinant factors such as free cash flow, debt policy, investment opportunity, growth, lagged dividend, earning per share, board size, board independence, and institutional ownership. Population used in this study is LQ45 firms listed in BEI 2017-2020. Using purposive sampling there are 11 firms which are being used in this research with 4 years of observation. This study is Quantitative research using panel data regression. The result of this study is there is a positive significant impact from free cash flow, lagged dividend, and earning per share and negatively significant effect of debt and investment opportunity on dividend policy. This research cant prove that there is an impact of growth, board size, board independence and institutional ownership on dividend policy. Based on the result of this study, the firm manager should manage firm’s financial maximally through improving profitability and optimizing the capital structure with the good corporate governance to prosper the investor and develop the firm. Keywords : Dividend Policy, Free Cash Flow, Debt Policy, Investment Opportunity, Earning Per Share | |
| 33430 | 36518 | E1A018033 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN AKIBAT PELAKU USAHA YANG MENJUAL BERAS OPLOSAN DENGAN TIDAK MENCANTUMKAN LABEL DAN ATAU INFORMASI YANG JELAS BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (Studi Putusan Nomor: 153/Pid.Sus/2020/PN.Plk) | Peredaran produk pangan khususnya beras di masyarakat dalam kenyataannya masih banyak ditemukan pelaku usaha yang memanipulasi beras biasa menjadi premium untuk memperoleh keuntungan bagi produsen dan menimbulkan kerugian bagi konsumen, namun dalam pengemasannya tidak ada label dan atau informasi yang jelas, maka dari itu penulis tertarik untuk meneliti hal ini. Penelitian ini disusun menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dengan mencakup bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian pada putusan Pengadilan Negeri Nomor: 153/Pid.Sus/2020/PN.Plk bahwa pelaku usaha telah bersalah karena mengedarkan beras yang merupakan hasil oplosan tanpa adanya label dan atau informasi yang jelas dalam kemasannya dan diketahui bahwa konsumen telah mendapatkan upaya perlindungan bagi konsumen untuk melindungi hak konsumen yang terdapat pada Pasal 4 huruf a dan c dengan hakim menjatuhkan hukuman pidana kepada pelaku usaha menggunakan Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf i Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. | Circulation of food products, especially rice in the community, in reality there are still many business actors who manipulate ordinary rice into premium to gain profits for producers and cause harm to consumers, but in the packaging, there is no clear label or information, therefore the authors are interested in researching this matter. This study was structured using a normative juridical approach with descriptive analytical research specifications. The source of data used is secondary data which includes primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials. The data obtained are presented in the form of descriptions that are arranged systematically and the data analysis method used is a qualitative normative method. Based on the results of research on the decision of the District Court Number: 153/Pid.Sus/2020/PN.Plk that business actors have been guilty of circulating rice which is the result of adulteration without clear labels and or information on the packaging and it is known that consumers have received protection measures for consumers to protect consumer rights contained in Article 4 letters a and c with judges imposing criminal penalties on business actors by using Article 62 paragraph (1) in conjunction with Article 8 paragraph (1) letter i of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. | |
| 33431 | 36519 | C1B018019 | ANALISIS PARTISIPASI MASYARAKAT, KOMITMEN ORGANISASI, DAN KOMPETENSI APARAT PENGELOLA DANA DESA DALAM AKUNTABILITAS DANA DESA | Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang dialami desa terkait pengelolaan dana desa dan untuk mengetahui pandangan dan penilaian terhadap partisipasi masyarakat, komitmen organisasi, dan kompetensi aparat pengelola dana desa dalam akuntabilitas dana desa. Penelitian ini dilakukan di Desa Pliken Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, FGD, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat berpartisipasi dalam setiap sidang paripurna melalui perwakilan dari daerahnya masing-masing. Masyarakat ikut memantau setiap kegiatan yang dilakukan di desa, memberikan masukan langsung kepada tim pelaksana dan penanggung jawab kesejahteraan, dan masyarakat ikut serta dalam setiap kegiatan desa (pengelolaan swadaya masyarakat). Kader desa terkoordinasi dengan baik dan tersosialisasi dengan baik antar lembaga, sehingga terjalin hubungan dengan organisasi itu sendiri. Bendahara mencatat keluar masuknya dana sesuai prosedur, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan dana desa dibagi ke dalam wilayah anggaran dan akan masuk melalui sistem yaitu Siskeudes. | This research aims to identify the problems experienced by the village related to the management of village funds and to determine the views and assessments of community participation, organizational commitment, and the competence of village fund management officers in village fund accountability. This research was conducted in Pliken Village, Kembaran District, Banyumas Regency. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, FGD, and documentation. The results showed that the community participated in each plenary session through representatives from their respective regions. The community participates in monitoring every activity carried out in the village, provides direct input to the implementing team and the person in charge of welfare, and the community participates in every village activity (community self-help management). Village cadres are well coordinated and well socialized between institutions, so that relationships are established with the organization itself. The treasurer records the entry and exit of funds according to procedures, and everything related to village funds is divided into the budget area and will enter through the system, namely Siskeudes. | |
| 33432 | 37917 | B1A016143 | IDENTIFIKASI MOLEKULER DAN UJI KEMAMPUAN BAKTERI ASAL SEDIMEN MANGROVE PANTAI LOGENDING DALAM DEGRADASI MINYAK BUMI | Pencemaran minyak bumi di pesisir pantai, seperti ekosistem mangrove dapat disebabkan oleh tumpahan minyak dari aktivitas pelayaran, distribusi minyak oleh kapal tanker, dan penggunaan bahan bakar minyak. Lebih dari 90% kandungan minyak bumi adalah hidrokarbon dengan susunan rantai karbon kompleks sehingga sulit untuk terurai. Penanggulangan secara biologi oleh mikroorganisme memiliki potensi sebagai alternatif perbaikan pencemaran, karena memiliki kemampuan menguraikan komponen minyak bumi dan mengoksidasi hidrokarbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan isolat bakteri dari sedimen mangrove Pantai Logending, Kebumen dalam mendegradasi minyak bumi, mengetahui seberapa besar kemampuan bakteri terseleksi dari sedimen mangrove Pantai Logending dalam mendegradasi minyak bumi, dan mengetahui identitas bakteri pendegradasi minyak bumi terseleksi secara fenetik dan filogenetik. Penelitian ini akan dilakukan dengan metode eksperimen dan survey. Parameter utama yang diamati adalah Total Petroleum Hidrokarbon (TPH), sedangkan parameter pendukung adalah pH dan jumlah bakteri. Tahapan penelitian, meliputi skrining koleksi isolat bakteri, uji kemampuan isolat bakteri terseleksi, identifikasi fenetik, dan identifikasi filogenetik berdasarkan sekuens gen 16S rRNA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan 2 isolat bakteri potensial yang mampu mendegradasi minyak mentah. Kemampuan degradasi isolat bakteri LG62 yaitu 71,40%, sedangkan isolat bakteri LG105 yaitu 57,10%. Kadar minyak bumi yang yang dapat dengan cepat didegradasi pada penelitian ini yaitu 2% dan 5%. Hasil identifikasi berdasarkan gen 16S rRNA, isolat bakteri LG62 dan LG105 memiliki kekerabatan dengan genus Bacillus. | Oil pollution on the coast, such as mangrove ecosystems can be caused by oil spills from shipping activities, oil distribution by tankers, and the use of fuel oil. More than 90% of petroleum content is hydrocarbons with complex carbon chain arrangements making it difficult to decompose. Biological control by microorganisms has potential as an alternative to pollution repair, because it has the ability to decompose petroleum components and oxidize hydrocarbons. This study aims to determine the ability of bacterial isolates from mangrove sediments at Logending Beach, Kebumen in degrading petroleum, to determine the ability of selected bacteria from mangrove sediments at Logending Beach to degrade petroleum, and to determine the identity of selected petroleum-degrading bacteria by phenetic and phylogenetic methods. This research will be conducted using experimental and survey methods. The main parameters observed were Total Petroleum Hydrocarbons (TPH), while the supporting parameters were pH and the number of bacteria. The research stages included screening the collection of bacterial isolates, testing the ability of selected bacterial isolates, phenetic identification, and phylogenetic identification based on the 16S rRNA gene sequence. The results showed that there were 2 potential bacterial isolates capable of degrading crude oil. The degradation ability of LG62 bacterial isolate was 71.40%, while the LG105 bacterial isolate was 57.10%. The levels of crude oil that can be rapidly degraded in this study are 2% and 5%. The results of identification based on the 16S rRNA gene, isolates of bacteria LG62 and LG105 were related to the genus Bacillus. | |
| 33433 | 36520 | L1A018001 | STRUKTUR KOMUNITAS FITOPLANKTON DI SUNGAI PONGGAWA, KABUPATEN PURBALINGGA | Fitoplankton merupakan salah satu organisme perairan yang sangat penting dan mempunyai peran utama dalam siklus kehidupan di perairan. Struktur komunitas fitoplankton merupakan kumpulan populasi fitoplankton pada suatu habitat tertentu yang saling berinteraksi di dalam suatu stratifikasi tertentu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan struktur komunitas fitoplankton dengan kandungan nitrat dan fosfat di Sungai Ponggawa, Kabupaten Purbalingga. Metode yang digunakan adalah Purposive Random Sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Februari–Maret 2022 di Sungai Ponggawa pada tiga stasiun penelitian. Data kelimpahan, indeks keanekaragaman Shanon-Wiener, dan indeks dominansi Simpson fitoplankton dianalisis menggunakan deskriptif komparatif dengan diagram batang. Hasil yang didapat yaitu ketiga stasiun pengambilan sampel memiliki kelimpahan rata-rata fitoplankton berkisar antara 417-670 ind/L, indeks keanekaragaman Shanon-Wiener berkisar antara 3,19-3,24, dan indeks dominansi Simpson berkisar antara 0,047-0,050. | Phytoplankton is one of the most important aquatic organisms and has a major role in the life cycle in the waters. Phytoplankton community structure is a collection of phytoplankton populations in a particular habitat that interact with each other in a certain stratification. The purpose of this study was to determine the relationship between phytoplankton community structure and nitrate and phosphate content in the Ponggawa River, Purbalingga Regency. The method used is Purposive Random Sampling. Sampling was carried out in February–March 2022 on the Ponggawa River at three research stations. The abundance data, the Shanon-Wiener diversity index, and the Simpson dominance index of phytoplankton were analyzed using comparative descriptive with bar charts. The results obtained are the three sampling stations had an average abundance of phytoplankton ranged from 417-670 ind/L, the Shanon-Wiener diversity index ranged from 3.19-3.24, and the Simpson dominance index ranged from 0.047-0.050. | |
| 33434 | 36371 | K1C018011 | ANALISIS ANOMALI SINYAL GEOMAGNETIK ULTRA LOW FREQUENCY (ULF) SEBAGAI INDIKATOR PREKURSOR GEMPABUMI (STUDI KASUS : GEMPABUMI DI WILAYAH JAWA BAGIAN BARAT) | Gempabumi merupakan peristiwa terjadinya pelepasan energi secara tiba-tiba pada batuan. Prediksi atau prekursor gempabumi merupakan kajian untuk menjawab penyediaan informasi parameter gempabumi sebelum terjadinya gempabumi dengan mempelajari perubahan fisis anomali yang terjadi di alam. Tujuh kejadian gempabumi di wilayah Jawa bagian barat dipilih untuk mendeteksi adanya anomali sinyal geomagnetik Ultra Low Frequency (ULF) sebagai indikator prekursor gempabumi. Sensor magnet yang digunakan adalah MAGDAS SKB dengan sampling rate 1 Hz dan berlokasi di Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Observatori Geofisika Palabuhanratu. Gempabumi yang diteliti secara spesifik yang memiliki magnitudo > 4,5 SR periode Januari 2020 – Juni 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan karakteristik anomali pada sinyal geomagnetik sebelum terjadinya gempabumi, mengidentifikasi anomali sinyal geomagnetik yang terjadi sebagai prekursor gempabumi dan menentukan arah azimuth, onset time dan lead time anomali sinyal geomagnetik sebagai prekursor gempabumi. Metode yang digunakan adalah metode polarisasi rasio Z/H dan SSTF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tujuh kejadian gempabumi terpilih yang terdeteksi anomali geomagnetik Ultra Low Frequency (ULF), enam di antaranya merupakan onset time sebagai prekursor gempabumi dari kejadian gempabumi terpilih dengan lead time 9 - 18 hari dan arah sumber anomali ULF menunjukkan selaras atau berada pada simpang azimuth 22,5o dengan daerah episenter gempabumi yang diteliti. | An earthquake is a sudden release of energy in rocks. Earthquake prediction or precursor is a study to answer the provision of information on earthquake parameters before an earthquake occurs by studying the anomalous physical changes that occur in nature. Seven earthquakes in the western part of Java were selected to detect the presence of an Ultra Low Frequency (ULF) geomagnetic signal anomaly as an indicator of earthquake precursors. The magnetic sensor used is MAGDAS SKB with a sampling rate of 1 Hz and is located at the Meteorology, Climatology and Geophysics Agency Palabuhanratu Geophysical Observatory. The earthquake was studied specifically with a magnitude > 4.5 SR for the period January 2020 – June 2021. This study aims to identify changes in the characteristics of anomalies in geomagnetic signals before the earthquake, identify geomagnetic signal anomalies that occur as earthquake precursors and determine the direction of azimuth, onset time and lead time of geomagnetic signal anomalies as earthquake precursors. The method used is the polarization ratio Z/H and SSTF methods. The results showed that of the seven selected earthquake events that detected Ultra Low Frequency (ULF) geomagnetic anomalies, six of them were onset time as earthquake precursors from selected earthquake events with a lead time of 9 - 18 days and the direction of the source of the ULF anomaly indicated that it was aligned or at azimuth intersection of 22.5o with the earthquake epicenter area under study. | |
| 33435 | 36521 | E1A016278 | IMPLEMENTASI HUKUM PENYELENGGARAAN OPTIKAL DALAM PELAYANAN KESEHATAN MATA OLEH REFRAKSIONIS OPTISIEN (Studi di Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas) | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hukum penyelenggaraan optikal dalam pelayanan kesehatan mata oleh refraksionis optisien di Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas dan pengaruh faktor fasilitas, motivasi, dan komunikasi terhadap implementasi hukum penyelenggaraan optikal dalam pelayanan kesehatan mata oleh refraksionis optisien di Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini mengunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini berlokasi di Kota Purwokerto dengan responden sebanyak 25 (dua puluh lima) orang. Pengambilan sampel penelitian menggunakan simple random sampling. Jenis sumber data meliputi data primer dan sekunder yang diperoleh dengan menggunakan metode angket, dokumenter dan kepustakaan. Data yang terkumpul diolah menggunakan teknik coding, editing, dan tabulasi kemudian disajikan secara naratif dan tabel data. Anlisis data kuantitatif mengunakan metode statistik sederhana, sedangkan analisis data kualitatif menggunakan metode analisis isi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi hukum penyelenggaraan optikal dalam pelayanan kesehatan mata oleh refraksionis optisien adalah efektif. Hal ini dapat dibuktikan dengan indikator-indikator yaitu efektifnya perizinan dan ketenagaan penyelenggaraan optikal dalam pelayanan kesehatan mata oleh refraksionis optisien di Kota Purwokerto. Faktor fasilitas sebagai faktor sosial, dan faktor motivasi, serta faktor sosial sebagai faktor personal yang cenderung berpengaruh secara positif terhadap implementasi hukum penyelenggaraan optikal dalam pelayanan kesehatan mata oleh refraksionis optisien. Artinya semakin baik fasilitas, semakin tinggi motivasi dan semakin baik komunikasi maka semakin efektif pula implementasi hukum penyelenggaraan optikal dalam pelayanan kesehatan mata oleh refraksionis optisien di Kota Purwokerto. | ABSTRACT This study aims to determine the implementation of optical law enforcement in eye health services by optical refractionists in Purwokerto City, Banyumas Regency and the influence of facilities, motivation, and communication factors on the implementation of optical law enforcement in eye health services by opti- ent refractionists in Purwokerto City, Banyumas Regency. This study uses quantitative research methods with a sociological juridical approach and descriptive research specifications. This research is located in Purwokerto City with 25 (twenty five) respondents. The research sample was taken using simple random sampling. Types of data sources include primary and secondary data obtained using the questionnaire, documentary and library methods. The collected data is processed using coding, editing, and tabulating techniques and then presented in a narrative and data table. Quantitative data analysis used simple statistical methods, while qualitative data analysis used content analysis and comparison analysis methods. The results showed that the implementation of optical operation law in eye health services by optical refractionists was effective. This can be proven by indicators, namely the effectiveness of licensing and staffing of optical operations in eye health services by optical refractionists in Purwokerto City. Facility factors as social factors, and motivational factors, as well as social factors as personal factors that tend to have a positive effect on the implementation of optical operation law in eye health services by opti- entist refractionists. This means that the better the facilities, the higher the motivation and the better the communication, the more effective the implementation of optical law enforcement in eye health services by optical refractionists in Purwokerto City. | |
| 33436 | 36546 | H1E017009 | Penentuan Strategi Pengembangan Usaha Menggunakan Analisis SWOT dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) Untuk Menaikkan Omzet Penjualan Pada Masa Pandemi COVID-19 (Studi Kasus: UMKM Rukun Makmur) | Rukun Makmur merupakan salah satu UMKM sektor perikanan yang terkena dampak dari Pandemi Covid 19. UMKM tersebut sudah berjalan selama 18 tahun dalam membudidaya lobster hias air tawar. Pada tahun 2019, penjualan UMKM Rukun Makmur mengalami peningkatan. Namun pada tahun 2020 UMKM Rukun Makmur mengalami dampak Pandemi Covid-19 sehingga mengalami penurunan penjualan. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan strategi pengembangan untuk UMKM Rukun Makmur. Pendekatan analisis yang digunakan yaitu dengan tools berupa CPM (Competitive Profil Matriks), Matriks BCG (Boston Consulting Group), Matriks Grand Strategy, Matriks IE (Internal-Eksternal). Sedangkan untuk metode pengambilan keputusannya yaitu QSPM (The Quantitative Strategic Planning Matrix). Hasil dari penelitian ini yaitu posisi UMKM Rukun Makmur jika dibandingkan dengan para pesaing berada diurutan ke 2 setelah UMKM 3 dengan score 3.013. UMKM Rukun Makmur unggul pada faktor pengalaman, pembukuan, dan inovasi produk. Faktor yang tertinggal pada UMKM Rukun Makmur yaitu terkait social media (digitalisasi), jaringan, produktivitas, harga, dan teknlogi. Kemudian, pertumbuhan pasar UMKM Rukun Makmur sebesar -0.339 berada di posisi medium dan berada diposisi rendah untuk pangsa pasarnya dengan relative market share sebesar 0.49. Selain itu, posisi UMKM Rukun Makmur berada di kuadran Hold and Maintain dengan total IFE sebesar 2.725 dan EFE sebesar 2.482. Hasil terakhir yaitu Strategi Pengembangan yang diprioritaskan untuk UMKM Rukun Makmur yaitu Market Penetration dengan TAS 6.587, Related Diversification dengan TAS 6.067 kemudian Product Development dengan TAS 5.687. | Rukun Makmur is one of the SMEs in the fisheries sector that cultivates freshwater ornamental lobsters. In 2019, the sales of Rukun Makmur MSMEs increased. However, in 2020, Rukun Makmur MSMEs experienced the impact of the Covid-19 Pandemic, resulting in a decline in sales. Therefore, this study aims to provide a proposed development strategy for MSMEs Rukun Makmur. The analytical approach used is the tools in the form of CPM (Competitive Profile Matrix), BCG Matrix (Boston Consulting Group), Grand Strategy Matrix, IE Matrix (Internal-External). As for the decision-making method, namely QSPM (The Quantitative Strategic Planning Matrix). The result of this research is that the position of UMKM Rukun Makmur when compared to competitors is in second place after UMKM C with a score of 3,013. Then, Rukun Makmur's MSME market growth of -0.339 was in the medium position and in the low position for its market share with a relative market share of 0.49. In addition, the position of MSME Rukun Makmur is in the Hold and Maintain quadrant with a total IFE of 2,725 and an EFE of 2,482. The final result is a Development Strategy that is prioritized for Rukun Makmur SMEs, namely Market Penetration with TAS 6,587, Related Diversification with TAS 6,067 then Product Development with TAS 5,687. | |
| 33437 | 36583 | H1D018041 | PERANCANGAN ENTERPRISE ARCHITECTURE SISTEM KAPUSTAKAAN (DIGITALISASI MUSEUM) MENGGUNAKAN FRAMEWORK TOGAF ARCHITECTURE DEVELOPMENT METHOD (STUDI KASUS KRATON NGAYOGYAKARTA HADININGRAT) | Sistem Kapustakaan merupakan serangkaian sistem yang bertujuan untuk mengimplementasikan proses bisnis digitalisasi Museum Kraton Yogyakarta. Namun, implementasi sistem tersebut hingga saat ini masih belum maksimal, karena belum ada perencanaan arsitektur yang matang. Oleh karena itu perlu adanya perancangan Enterprise Architecture (EA) untuk menghasilkan keselarasan antara SI/TI dan kebutuhan bisnis. Tujuan dari penelitian ini adalah membangun model EA dan membuat roadmap implementasi yang dapat digunakan untuk mempermudah proses pengembangan arsitektur sistem informasi serta melakukan pengujian terhadap model EA yang telah dihasilkan. Pada penelitian ini, perancangan EA dilakukan dengan menggunakan TOGAF (The Open Group Architecture Framework) dengan metode ADM (Architecture Development Method) yang terdiri dari empat arsitektur utama yaitu arsitektur binis, arsitektur aplikasi, arsitektur data dan arsitektur teknologi. Serta pembuatan roadmap untuk implementasi aplikasi pada sistem kapustakaan. Hasil dari penelitian ini berupa bluerpint (cetak biru) perancangan arsitektur. Berdasarkan hasil evaluasi dan pengujian, perancangan arsitektur dan juga desain interface sistem dapat diterima baik oleh pengembang kapustakaan ataupun pengguna dengan tetap mempertimbangkan standarisasi dan stakeholder lain dalam proses implementasi arsitektur dan sistem. | The Kapustakaan System is a series of systems that aim to implement the digitization business process of the Yogyakarta Palace Museum. However, the implementation of the system is still not optimal, because there has not been a mature architectural plan. Therefore, it is necessary to design an Enterprise Architecture (EA) to produce alignment between IS/IT and business needs. The purpose of this research is to build an EA model and create an implementation roadmap that can be used to simplify the process of developing an information system architecture and to test the EA model that has been produced. In this study, the EA design was carried out using TOGAF (The Open Group Architecture Framework) with the ADM (Architecture Development Method) method which consisted of four main architectures, namely business architecture, application architecture, data architecture and technology architecture. As well as making a roadmap for the implementation of applications on the library system. The result of this research is a blueprint for architectural design. Based on the results of evaluation and testing, the architectural design and also the system interface design can be accepted by both library developers and users while still considering standardization and other stakeholders in the architecture and system implementation process. | |
| 33438 | 36523 | E1A017279 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PRODUK KOSMETIK YANG TIDAK MEMENUHI STANDARISASI MUTU DAN KESEHATAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (Studi Putusan Pengadilan Negeri Bandung Nomor: 507/Pidsus/2021/PN. Bdg) | Kosmetik merupakan produk yang digunakan guna mempercantik diri ataupun merawat kesehatan kulit. Salah satu kasus yang menjadi masalah mengenai kosmetik ini adalah penjualan kosmetik yang tidak memenuhi standarisasi mutu dan kesehatan yang ada. Mengenai standarisasi mutu dan kesehatan mengenai kosmetik sudah tertera dalam Undang-undang RI No. 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan. Hal lain yang menjadi masalah adalah penjualan kosmetik yang tidak memiliki izin dan label sesuai dengan yang tertera pada Undang-undang No. 8 tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif yang kemudian dilakukan analisis terhadap kasus dalam putusan dan mengaitkannya dengan peraturan perundang – undangan. Data penelitian bersumber dari data sekunder yang berupa bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, data yang diperoleh disajikan dengan menggunakan bentuk teks naratif dan metode analisis data secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil dan penelitian dapat diketahui bahwa Putusan Pengadilan Negeri Bandung Nomor: 507/Pidsus/2021/PN. Bdg telah memberikan perlindungan terhadap hak-hak konsumen sebagaimana tertera dalam Undang-undang RI No. 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan dan Undang-undang No. 8 tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Bentuk perlindungan hukum yang diberikan berupa sanksi terhadap pelaku pelanggaran hak-hak konsumen yang dilindungi agar pelaku tidak mengulangi tindakan curang tersebut. | Cosmetics are products that are used to beautify themselves or treat skin health. One of the problematic cases regarding this cosmetic is the sale of cosmetics that do not meet existing quality and health standards. Regarding the standardization of quality and health regarding cosmetics, it has been stated in the Republic of Indonesia Law no. 36 of 2009 Concerning Health. Another thing that becomes a problem is the sale of cosmetics that do not have permits and labels as stated in Law no. 8 of 1999 concerning Consumer Protection. This study uses a normative juridical method which is then analyzed on the case in the decision and relates it to the legislation. The research data comes from secondary data in the form of primary, secondary and tertiary legal materials. The data collection method was carried out by literature study, the data obtained were presented using the form of narrative text and qualitative normative data analysis methods. Based on the results and research, it can be seen that the Bandung District Court Decision Number: 507/Pidsus/2021/PN. Bdg has provided protection for consumer rights as stated in the Law of the Republic of Indonesia No. 36 of 2009 concerning Health and Law no. 8 of 1999 concerning Consumer Protection. The form of legal protection provided is in the form of sanctions against perpetrators of violating consumer rights which are protected so that the perpetrators do not repeat the fraudulent actions. | |
| 33439 | 36524 | A1A018066 | Analisis Kelayakan Ekonomi, Sosial, dan Teknis Pengembangan Usaha Penyulingan Minyak Kayu Putih (Studi Kasus di PT Natura Esensi Indonesia) | Pengolahan daun kayu putih menjadi minyak kayu putih menjadi usaha yang berpotensi untuk dikembangkan. Namun dalam pengembangan usahanya, PT Natura Esensi Indonesia masih menemui permasalahan diantaranya rendahnya rendemen minyak kayu putih sehingga hasil minyak kayu putih yang diperoleh sedikit, dan terjadinya fluktuasi harga jual yang berpengaruh terhadap tingkat keuntungan perusahaan. Penelitian ini dilakukan guna memperoleh informasi yang diperlukan dalam mengetahui keberlanjutan dari usaha penyulingan minyak kayu putih khususnya pada skala industri menengah ke bawah melalui analisis kelayakan usaha berdasarkan berbagai aspek meliputi aspek finansial, aspek ekonomi, aspek sosial dan aspek teknis. Parameter penelitian yang digunakan pada aspek finansial meliputi analisis tingkat keuntungan, NPV, Net B/C, IRR, PP, dan analisis sensitivitas. Sedangkan pada aspek non finansial meliputi potensi keterlibatan masyarakat sekitar, potensi penyerapan tenaga kerja, peningkatan penerimaan masyarakat dan dukungan terhadap mitra yang terlibat, serta tingkat kesesuaian lahan budidaya dan penyulingan minyak kayu putih. Hasil analisis finansial diperoleh keuntungan sebesar Rp3.362.011.900, NPV sebesar Rp3.180.756.150, PP sebesar 6,233 tahun, dan Net B/C sebesar 12,53. Perusahaan akan mengalami kerugian pada kondisi sensitivitas harga jual kurang dari Rp200.000 dan penurunan rendemen ≥ 50%. Potensi penyerapan tenaga kerja perusahaan mencapai 2.500 pekerja. Secara teknis, lahan yang digunakan tergolong sangat sesuai dalam pengusahaan minyak kayu putih. | The processing of cajuput leaves into cajuput oil is a potential business to be developed. However, in its business development, PT Natura Esensi Indonesia still encountered problems including the low yield of cajuput oil so that the cajuput oil yield obtained was small, and fluctuations in selling prices that affected the company's profit level. This research was conducted in order to obtain the information needed to determine the sustainability of the cajuput oil refining business, especially on the scale of the lower middle industry through business feasibility analysis based on various aspects including financial aspects, economic aspects, social aspects and technical aspects. The research parameters used in the financial aspect include profit level analysis, NPV, Net B/C, IRR, PP, and sensitivity analysis. Meanwhile, the non-financial aspect includes the potential for involvement of the surrounding community, the potential for employment, increased community acceptance and support for the partners involved, as well as the level of suitability of cultivated land and cajuput oil refining. The results of the financial analysis obtained a profit of IDR 3,362,011,900, NPV of IDR 3,180,756,150, PP of 6,233 years, and Net B/C of 12.53. The company will suffer losses under the condition of selling price sensitivity of less than IDR 200,000 and a decrease in the amendment of ≥ 50%. The potential absorption of the company's workforce reaches 2,500 workers. The land used is very suitable in cajuput oil business technically. | |
| 33440 | 36525 | F1C018036 | Dinamika Komunikasi Melalui Daring Tim Pengelola Media Sosial Instagram @belanja.cipta.nusantara | Ditengah pandemi ini pemerintah juga terus melakukan banyak terobosan agar masyarakat tetap produktif, salah satu kegiatan yang di adakan oleh Kemendikbudristek RI yaitu Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang difokuskan kepada daerah di Maluku. Maka terbentuklah tim pengelola media sosial Instagram @belanja.cipta.nusantara. Tujuan dari penelitian ini yaitu ingin mengetahui bagaimana proses terbentuknya tim melalui daring serta dinamika komunikasi melalui daring yang berlangsung di dalam tim pengelola media sosial Instagram @belanja.cipta.nusantara. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif yang di analisis menggunakan Teori Strukturasi Adaptif Penentuan informan penelitian melalui purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan analisis interaktif model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat novelty yang terdapat dalam tahapan pekembangan kelompok virtual yang ungkapkan oleh Engleberg & Wynn (2017) didalam bukunya yang berjudul “Working In Groups: Communication Principles And Strategies Seven Edition” mengadaptasi teori yang ditemukan oleh Tuckman terdapat 5 tahapan, ditemukan 1 tahapan yang ada di dalam tim pengelola media sosial Instagram @belanja.cipta.nusantara ini membutuhkan tahap persiapan (preparing stage) di dalam tim virtual. (2) Dinamika komunikasi yang terbentuk di dalam tim pengelola media sosial Instagram @belanja.cipta.nusantara secara adaptif menggunakan media teknologi informasi (TI) menggunakan yaitu Zoom, Google Meet dan Whatsapp grup. (3) di dalam tim pengelola media sosial ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu bagian operator, konseptor, dan perencana. (4) Permasalahan yang biasa muncul di dalam tim pengelola media sosial Instagram @belanja.cipta.nusantara dalam melakukan koordinasi secara virtual ini diantaranya yaitu adanya miss komunikasi sedangkan hambatan yang muncul di dalam tim virtual ini yaitu kesusahan dalam menentukan waktu untuk melakukan rapat virtual karena kesibukan masing-masing anggota secara luring, lalu karena kurang sering terjalinnya komunikasi secara luring. | In the midst of this pandemic, the government also continues to make many breakthroughs so that the community remains productive, one of the activities held by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology of the Republic of Indonesia, the National Movement of Proudly Made in Indonesia is focused on the Maluku region. Need a team was formed to manage instagram social media @belanja.cipta.nusantara. The purpose of this study is to find out how the process of team formation through online and the dynamics of online communication that takes place within the instagram social media management team @belanja.cipta.nusantara.The research method uses a descriptive qualitative method which is analyzed using adaptive structuration theory Determination of research informants through purposive sampling. Data collection techniques used through interviews, observations, and documentation with interactive analysis of Miles and Huberman's model. The results of this study show that (1) there is a novelty contained in the stages of virtual group development revealed by Engleberg & Wynn (2017) in his book entitled "Working In Groups: Communication Principles And Strategies Seven Edition" adapting the theory found by Tuckman there are 5 stages, found 1 stage in the Instagram social media management team @belanja.cipta.nusantara requires a preparatory stage (preparing stage) in the team Virtual. (2) Communication dynamics formed within the Instagram social media management team @belanja.cipta.nusantara adaptively use information technology (IT) media using Zoom, Google Meet and Whatsapp groups. The results of this study show that (1) there is a novelty contained in the stages of virtual group development revealed by Engleberg & Wynn (2017) in his book entitled "Working In Groups: Communication Principles And Strategies Seven Edition" adapting the theory found by Tuckman there are 5 stages, found 1 stage in the Instagram social media management team @belanja.cipta.nusantara requires a preparatory stage (preparing stage) in the team Virtual. (2) Communication dynamics formed within the Instagram social media management team @belanja.cipta.nusantara adaptively use information technology (IT) media using Zoom, Google Meet and Whatsapp groups. |