Artikelilmiahs
Menampilkan 33.541-33.560 dari 49.969 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 33541 | 36616 | K1B018037 | Pemilihan Bilangan Prima pada Pembentukan Kunci Algoritma Kriptografi Elgamal | Kriptografi merupakan ilmu yang mempelajari kerahasiaan pesan. Berdasarkan jenis kuncinya, kriptografi dibedakan menjadi dua yaitu kriptografi kunci simetris dan kriptografi kunci asimetris. Salah satu algoritma kriptografi kunci asimetris adalah algoritma kriptografi Elgamal. Tujuan dari penelitian ini adalah menyelidiki kriteria pemilihan bilangan prima pada pembentukan kunci algoritma kriptografi Elgamal dan ciphertext yang dihasilkan dari sepasang kunci publik algoritma kriptografi Elgamal dengan menggunakan data teks. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kriteria pemilihan bilangan prima pada pembentukan kunci algoritma kriptografi Elgamal yaitu bilangan prima , dengan adalah blok plainteks ke-. Ciphertext yang dihasilkan pada proses enkripsi algoritma kriptografi Elgamal tidak tunggal. | Cryptography is the study of the confidentiality of messages. Based on the type of key, cryptography is divided into two, namely symmetric key cryptography and asymmetric key cryptography. One of the asymmetric key cryptographic algorithms is the Elgamal cryptographic algorithm. The purpose of this study was to investigate the selection criteria for prime numbers in the formation of the Elgamal cryptographic algorithm key and the ciphertext generated from a pair of Elgamal cryptographic algorithm public keys by using text data. Based on the results of the research, the criteria for selecting prime numbers in the formation of the Elgamal cryptographic algorithm key are prime numbers , where is the ith plaintext block. The ciphertext generated in the Elgamal cryptographic algorithm encryption process is not single. | |
| 33542 | 36617 | I1A018110 | FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN FISIK DAN BIOLOGI YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI INDONESIA: SYSTEMATIC REVIEW | Latar Belakang : Demam berdarah dengue merupakan salah satu penyakit berbasis vektor yang masih terus terjadi di Indonesia. Kejadian DBD disebabkan adanya kontak antara manusia dengan nyamuk Aedes aegypti yang didukung oleh kondisi lingkungan yang optimal bagi nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor lingkungan fisik dan biologi yang berpengaruh terhadap kejadian demam berdarah dengue di Indonesia. Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode systematic review dengan sampel sebanyak dua puluh dua artikel terpilih yang bersumber dari Google Scholar, Neliti, dan GARUDA dalam rentang tahun 2012-2022. Artikel yang digunakan dalam penelitian ini adalah artikel yang menggunakan desain case control, original article berbahasa Indonesia atau Inggris, dapat diakses secara fulltext dan tidak berbayar, meneliti mengenai faktor lingkungan fisik dan biologi yang berpengaruh terhadap kejadian demam berdarah dengue, serta penelitian dilakukan di Indonesia. Proses seleksi artikel digambarkan dalam PRISMA Flow Diagram dan untuk menilai kualitas artikel digunakan JBI critical appraisal checklist untuk case control. Hasil Penelitian : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 22 artikel terdapat 11 faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kejadian demam berdarah dengue di Indonesia yaitu faktor lingkungan fisik (keberadaan kawat kasa, kelembaban, pencahayaan, luas ventilasi, suhu, kondisi dinding rumah, dan kepadatan hunian) dan faktor lingkungan biologi (breeding place, resting place, keberadaan jentik nyamuk, dan keberadaan sampah). Kesimpulan : Faktor lingkungan fisik dan biologi yang paling berpengaruh terhadap kejadian demam berdarah dengue adalah kelembaban dengan rata-rata nilai OR sebesar 20,261. Kata Kunci : Demam Berdarah Dengue, Faktor Lingkungan Fisik Biologi, Indonesia | Background : Dengue hemorrhagic fever is one of the vector-borne disease that still occurs in Indonesia. DHF incidence is caused by interaction between humans and Aedes aegypti mosquitoes which is supported by optimal environmental conditions for these mosquitoes. This study aimed to examine physical and biological environment factors that affecting DHF incidence in Indonesia. Methods : This study was systematic review using twenty-two selected articles sourced from Google Scholar, Neliti, dan GARUDA around 2012-2022. The articles used in this study are a case control study articles, original article in Indonesian or English, free accessed in fulltext, examined the physical and biological environment factors that affecting DHF incidence, and the research take a place in Indonesia. The articles selection process are described in PRISMA Flow Diagram and to assess the quality of the articles a JBI critical appraisal checklist for case control is used. Results : The results of this study from 22 articles, indicate that 11 environment factors that affecting the incidence of DHF in Indonesia are physical environment factors (the presence of wire gauze, humidity, lighting, spacious ventilation, temperature, walls house condition, and residence density) and biological environment factors (breeding place, resting place, the existence of mosquitoes larvae, and the presence of garbage). Conclusion : In conclusion, the physical and biological environment factors recognized as the most significant factor of DHF incidence in Indonesia is humidity with an average of odds ratio (OR) value 20,261. Keywords : Dengue Hemorrhagic Fever, DHF, Physical Biological Environment Factors, Indonesia | |
| 33543 | 37921 | C3A019008 | Motives And Green Innovation Performance in Indonesian Small and Medium Enterprises (Sme’s) Batik - A Qualitative Case Study | Latar Belakang Penelitian: Saat ini UKM masih menghadapi berbagai permasalahan lingkungan sehingga terus mendapat perhatian khusus di bidang akademik. Selanjutnya, peran dunia usaha, masyarakat dan pemerintah sangat diperlukan untuk lebih memperhatikan dampak lingkungan dan sosial bagi perusahaan dalam rangka meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan. Tujuan: Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh positif motif hijau terhadap kinerja inovasi hijau UKM Batik dengan mengkaji tiga motif hijau (motif instrumental, motif relasional dan motif moral). Penelitian kualitatif ini dilakukan dengan cara menganalisis data dari wawancara yang dilakukan dengan perwakilan UKM Batik Pekalongan, Indonesia dengan sampel di berbagai daerah guna mendapatkan variasi data dan keakuratan data, sehingga dapat digeneralisasikan hasilnya. Temuan: Penelitian ini mengungkapkan hasil bahwa motif instrumental memiliki pengaruh paling kuat terhadap kinerja inovasi hijau dibandingkan dengan motif moral dan motif relasional. Namun ketiganya masih memiliki hubungan positif. Motif relasional umumnya menjadi motivasi utama bagi perusahaan untuk mencapai kinerja inovasi hijau. Kesimpulan: Penelitian ini mendeskripsikan motif pelaku UKM batik dalam melaksanakan green activities (motif instrumental, motif relasional, dan motif moral). Ketiga motif ini berpeluang untuk meningkatkan kinerja green innovation pada UKM batik. Kesimpulan dari temuan ini adalah perusahaan cenderung melakukan sesuatu di atas tujuan utama, mencari keuntungan atau lebih memilih untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi perusahaan dan mendukung sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan sosial. | Background of the study: Currently, SMEs are still facing various environmental problems so that they continue to receive special attention in the academic field. Furthermore, the role of the business world, society and government is needed to pay more attention to the environmental and social impacts on companies in order to increase efficiency and reduce risks to the condition of society and the environment. Objectives: This study explores the positive influence of green motifs on the green innovation performance of Batik SMEs by examining three green motifs (instrumental motives, relational motives and moral motives). This qualitative research was conducted by analyzing data from interviews conducted with representatives of UKM Batik Pekalongan, Indonesia with samples in various regions in order to obtain data variations and data accuracy, so that the results can be generalized. Finding: This study reveals the results that instrumental motives have the strongest influence on green innovation performance compared to moral motives and relational motives. But the three still have a positive relationship. Relational motives are generally the main motivation for companies to achieve green innovation performance. Conclusion: This study describes the motives of batik SMEs in carrying out green activities (instrumental motives, relational motives, and moral motives). These three motifs have the opportunity to improve the performance of green innovation in batik SMEs. The conclusion of this finding is that companies tend to do something above the main goal, seek profit or prefer to produce something useful for the company and support something related to social activities. | |
| 33544 | 38088 | I1B018092 | Gambaran Pemberian ASI Eksklusif Di Masa Pandemi COVID-19 Di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Utara II | Latar Belakang : COVID-19 memberikan dampak secara tidak langsung terhadap pemberian ASI eksklusif. Kondisi pandemi berdampak pada beberapa aturan dan kebijakan rumah sakit terkait pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini (IMD), pemberian ASI secara langsung, serta rooming-in yang dapat berdampak terhadap kegagalan proses menyusui. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemberian ASI eksklusif dimasa pandemi COVID-19 di Puskesmas Purwokerto Utara II. Metodologi : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan responden berjumlah 79 orang. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang menyusui eksklusif dan memiliki bayi usia 6-12 bulan. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling. Kriteria inklusi dalam penelitian ini bersedia menjadi responden dalam penelitian ini. Kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki keterbatasan fisik untuk menyusui dan ibu yang sedang mengonsumsi obat-obatan dalam jangka panjang. Hasil Penelitian : Mayoritas responden termasuk kedalam usia reproduksi sehat sebesar 98,7%, pendidikan terakhir terbanyak jenjang SMA yaitu 57%, pekerjaan ibu terbanyak ibu rumah tangga yaitu 77,2%, metode persalinan terbanyak normal yaitu 78,5%, mayoritas tidak melakukan IMD sebesar 51,9%, rata-rata usia anak 9 bulan, dan mayoritas paritas adalah primipara sebesar 54,4%. Gambaran pemberian ASI eksklusif dimasa pandemi COVID-19 di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Utara II berada di kategori baik sebesar 72,47%. Kesimpulan : Gambaran pemberian ASI eksklusif dimasa pandemi COVID-19 di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Utara II berada di kategori baik. | Background : COVID-19 has an indirect impact on exclusive breastfeeding. The pandemic conditions have an impact on several hospital rules and policies related to the implementation of Early Breastfeeding Initiation (IMD), direct breastfeeding, and rooming-in which can have an impact on the failure of breastfeeding process. Objective : This study aims to determine the description of exclusive breastfeeding during the COVID-19 pandemic at the Puskesmas Purwokerto Utara II. Method : This study used a quantitative descriptive design with 79 respondents. The population in this study were mothers who exclusively breastfed and had babies aged 6-12 months. The sampling technique in this study used total sampling. The inclusion criteria in this study were willing to be respondents in this study. Exclusion criteria in this study were mothers who had physical limitations for breastfeeding and mothers who were taking drugs in the long term. Result : The majority of respondents belonged to the healthy reproductive age (98.7%), the most recent education was high school (57%), the mother's occupation was mostly housewives (77.2%), the most labor method was normal (78.5%), the majority did not do IMD (51.9%), the average age of children 9 months, and the majority of parity is primiparous (54.4%). The description of exclusive breastfeeding during the COVID-19 pandemic in the working area of the Puskesmas Purwokerto Utara II was in the good category with a score of 72.47%. Conclusion : The description of exclusive breastfeeding during the COVID-19 pandemic in the working area of the Puskesmas Purwokerto Utara II is in the good category. | |
| 33545 | 36619 | B1A017140 | KEANEKARAGAMAN KULTIVAR RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) DI KABUPATEN PURBALINGGA | Rambutan (Nephelium lappaceum L.) merupakan anggota famili Sapindaceae yang dikenal sebagai buah tropis basah yang berasal dari Asia Tenggara. Rambutan dapat dibudidayakan di dataran rendah dengan suhu rata-rata 22-32ºC dan pada ketinggian 300-500 m dpl. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keanekaragaman morfologi kultivar rambutan di Kabupaten Purbalingga dan untuk mengetahui hubungan kemiripan kultivar rambutan berdasarkan karakter morfologi. Penelitian dilakukan di 6 kecamatan yang berbeda yaitu Kecamatan Rembang, Bobotsari, Kertanegara, Kaligondang, Bukateja dan Pengadegan, dengan menggunakan metode survei dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Variabel yang digunakan adalah karakter morfologi rambutan. Parameter penelitian yang diamati terdiri dari batang, daun, buah dan biji rambutan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui keanekaragamannya, sedangkan kekerabatan kultivar rambutan dianalisis dengan analisis fenetik yang dilakukan dengan menggunakan metode UPGMA pada software MEGA 6.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 kultivar rambutan di Kabupaten Purbalingga, yaitu rambutan binjai, rambutan simacan, rambutan lebak bulus, rambutan sinyonya dan rambutan aceh. Kesamaan yang paling dekat adalah kultivar rambutan sinyonya dan rambutan lebak bulus dengan indeks dissimilaritas 0,1387. Kesamaan hubungan terjauh dengan indeks dissimilaritas 0,3913 adalah rambutan kultivar sinyonya dengan rambutan binjai dan rambutan kultivar aceh dengan rambutan binjai. | Rambutan (Nephelium lappaceum L.) is a member of the family Sapindaceae known as wet tropical fruits originated from Southeast Asia. Rambutan can be cultivated in the lowlands with an average temperature of 22-32º C and at an altitude of 300-500 m a.s.l. This research was conducted to determine the morphological diversity of rambutan cultivars in Purbalingga Regency and to determine the relationship between rambutan cultivars similarity based on morphological characters. The research was conducted in 6 different subdistricts i.e. Subdistrict Rembang, Bobotsari, Kertanegara, Kaligondang, Bukateja and Pengadegan, by using survey method and sampling technique used was purposive sampling technique. The variable used were the morphological characters of rambutan. The research parameters observed consisted of rambutan stem, leaves, fruits and seeds. The data obtained were analyzed descriptively to determine the diversity, while the relationship of rambutan cultivars was analysed with phenetic analysis carried out using the UPGMA method in MEGA 6.0 software. The results showed that there were 5 cultivars of rambutan in Purbalingga Regency, namely the rambutan binjai, rambutan simacan, rambutan lebak bulus, rambutan sinyonya and rambutan aceh. The closest similarity relationship is the cultivars of rambutan sinyonya and rambutan lebak bulus with a dissimilarity index of 0.1387. The furthest similarity relationship with the dissimilarity index of 0.3913 is the rambutan cultivar sinyonya with rambutan binjai and rambutan cultivar aceh with rambutan binjai. | |
| 33546 | 37922 | J1B018016 | ANALISIS IMPLIAKATUR KONVERSASIONAL DALAM ACARA DEBAT DUA SISI: KETIKA INFLUENCER ‘DIGUYUR’ UANG MILIARAN | Penelitian ini berjudul “Analisis Implikatur Konversasional dalam Acara debat Dua Sisi: Ketika Influencer ‘Diguyur’ Uang Miliaran”. Dua Sisi merupakan acara dialog dengan menghadirkan narasumber yang memiliki pandangan tidak sama. Penelitian ini berisi deskripsi mengenai implikatur-implikatur yang terdapat dalam acara debat Dua Sisi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif karena hasil analisi dalam penelitian ini berupa penjelasan melalui deksripsi. Data dalam penelitian ini adalah tuturan yang mengandung implikatur konversasional. Metode dalam penelitian ini yaitu metode simak dengan teknik dasar yaitu teknik sadap dan teknik lanjutannya yaitu simak, bebas, libat, dan cakap. Serta metode untuk menganalisis datanya yaitu metode padan pragmatis. Berdasarkan hasil analisi, ditemukan adanya pelanggaran prinsip kesantunan Leech. Pelanggaran tersebut kemudian menghasilkan adanya implikatur konversasional. Implikatur yang ditemukan yaitu implikatur menghina, implikatur menyuruh, implikatur meragukan, implikatur menyindir dan implikatur menuduh. | This research is entitled “Analisis Implikatur Konversasional dalam Acara debat Dua Sisi: Ketika Influencer ‘Diguyur’ Uang Miliaran”. Dua Sisi is a dialogue event by presenting speakers who have different point of views. This research contains a description of the implicatures in the Dua Sisi show debate. This research applies qualitative descriptive method because the result of the analysis in this research is explanations through descriptions. The data in this research are utterances that contain conversational implicatures. The method in this research is the listening method with the basic technique, it called tapping technique and advanced techniques there are listen, freedom, engage, and talk. Also the method for analyzing the data is the pragmatic equivalent method. Based on the results of the analysis, there was a violation of Leech's politeness principle. The violation produce the conversational implicatures. The implicatures found are insulting implicatures, ordering implicatures, dubious implicatures, satirical implicatures and accusing implicatures. | |
| 33547 | 36388 | F1A015086 | Fenomena Dramaturgi di Media Sosial Mahasiswa Sosiologi Fisip Unsoed (Studi Kasus Pengguna Second account Media Sosial Instagram) | Instagram memiliki visualisasi yang menarik sehingga pengguna dapat menata sedemikian rupa feed Instagramnya agar menarik perhatian pengguna lain. Perilaku tersebut merupakan salah satu yang mendorong munculnya second account. Pengguna menata sedemikian rupa akun Instagram utama menampilkan citra baik bagi dirinya. Sedangkan second account digunakan untuk mengunggah konten yang cenderung bebas, karena alasan terbesar orang memiliki second account adalah kebebasan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Informan yang dipilih dalam penelitian ini adalah pengguna second account khususnya mahasiswa Sosiologi angkatan 2015-2019. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan obversasi melalui instagram informan. Penelitian ini mencoba untuk menjelaskan mengenai representasi diri di second account akun Instagram. Penelitian ini menunjukkan bahwa konten yang diunggah dalam first account instagram membuat pengguna instagram merasa insecure. Mereka merasa takut menerima komentar negatif dari pengguna lain. Komentar yang diberikan oleh pengguna lain dapat menyebabkan rasa tidak percaya diri. Pengguna Instagram memerlukan ruang baru atau second account yang aman untuk menyalurkan ekspresi yang tidak bisa disampaikan dalam first account. | Instagram has an attractive visualization so that users can arrange their Instagram feed’s appearance to attract the attention from other users. This behavior is one of many factors that encourage phenomenon of second account. Users rearrange the main Instagram account to display a good image for themselves. Second account used to upload content tends to be free, because the biggest reason people have a second account is freedom. This research uses descriptive qualitative methode. The informants selected in this research were second account , especially from sociology students class of 2015-2019. In this research, data collection technique used in-depth interview and observation through the informant's instagram. This research tries to explain self-representation of second account of Instagram users. This research showed that content uploaded in the first Instagram account make Instagram users feel insecure. They are afraid of receiving negative comments from other users. Comments given by other users can cause self-doubt. Instagram users need a new space or second account to show many expressions that cannot be showed in first account. | |
| 33548 | 36621 | F1C018066 | PENGARUH IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN CILACAP | Iklim komunikasi organisasi sebagai koleksi dan pola lingkungan yang menentukan munculnya motivasi serta berfokus pada persepsi-persepsi yang masuk akal atau dapat dinilai, sehingga mempunyai pengaruh langsung terhadap kinerja anggota organisasi. Permasalahan yang dihadapi antara lain, komunikasi dari atasan kepada bawahan, komunikasi antar pegawai, perhatian terhadap tujuan komunikasi, serta kurangnya perhatian terhadap informasi baik dari atasan ke bawahan maupun dari bawahan kepada atasan yang mana permasalahan ini akan mempengaruhi kinerja dari pegawai menjadi latar belakang peniliti ingin mengetahui hal tersebut, terutama di Sekretariat Daerah Kabupaten Cilacap. Sekretariat Daerah Kabupaten Cilacap cukup menyadari dan berusaha memperbaiki serta meningkatkan kinerja pegawai. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori hubungan manusia. Teori ini menitik beratkan pada pemikiran tentang pentingnya aspek psikologis dan sosial manusia (pegawai) sebagai individu maupun kelompok kerja. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis explanasi dengan metode penelitian kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui adakah pengaruh iklim komunikasi organisasi terhadap kinerja pegawai di Sekretariat Daerah Kabupaten Cilacap. Berdasarkan hasil penelitian variabel X (Iklim Komunikasi Organisasi) terhadap variabel Y (Kinerja Pegawai) adalah angka korelasi 0,868 ini berdasarkan interval korelasi yang berada pada < 0,800 – 1,000 sehingga tingkat hubungan antara iklim komunikasi organisasi terhadap kinerja pegawai sangat kuat. Hasil dari analisis regresi linear dalam penelitian ini adalah signifikansi varibel iklim komunikasi organisasi memiliki nilai signifikan sebesar 0,000 dan hasil ini dibawah 0,05 (0,000 < 0,05), sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan ini maka terdapat pengaruh Iklim Komunikasi Organisasi yang positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai di Sekretariat Daerah Kabupaten Cilacap. | Organizational communication climate is a collection and environmental patterns that determine the emergence of motivation and focus on perceptions that are reasonable or can be assessed so that they have a direct influence on the performance of organizational members. The problems faced include a communication from superiors to subordinates, communication between employees, attention to communication goals, and lack of attention to information both from superiors to subordinates and from subordinates to superiors, which these problems will affect the performance of employees, which is the background of the researcher wanting to know this, especially in the Regional Secretariat of Cilacap Regency. The Regional Secretariat of Cilacap Regency is quite aware and is trying to improve and improve employee performance. In this study, researchers used human relations theory. This theory focuses on the importance of the psychological and social aspects of humans (employees) as individuals and work groups. The type of research used in this research is an explanatory type with quantitative research methods. The purpose of this study is to determine whether there is an effect of organizational communication climate on employee performance at the Regional Secretariat of Cilacap Regency. Based on the results of research on variable X (Organizational Communication Climate) on variable Y (Employee Performance) is a correlation number of 0.868 based on the correlation interval which is at <0.800 - 1.000 so the level of relationship between the organizational communication climate and employee performance is very strong. The result of the linear regression analysis in this study is the significance of the organizational communication climate variable has a significant value of 0.000 and this result is below 0.05 (0.000 <0.05), so H0 is rejected and Ha is accepted. With this, there is a positive and significant effect of the Organizational Communication Climate on Employee Performance at the Regional Secretariat of Cilacap Regency. | |
| 33549 | 36622 | F1A015082 | Strategi Pemberdayaan Paguyuban Gurem Di Objek Wisata Guci Tegal | Paguyuban Gurem adalah Paguyuban yang berada di kawasan Wisata Guci Tegal yang beranggotakan para pelaku usaha di wisata Guci. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peran, strategi dan hasil dari pemberdayaan anggota yang dilakukan Paguyuban Gurem dalam melakukan pemberdayaan kepada para anggotanya. Dalam penelitian ini pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskripstif. Hasil penelitian ini yaitu Paguyuban berperan melakukan pertemuan rutin, melakukan baksos terhadap anggota paguyuban dan masyarakat sekitar, paguyuban melalukan upaya pemberdayaan seperti pelatihan-pelatihan, perawatan lingkungan objek wisata Guci, pengawasan terhadap pengemis gelandangan pengamen, membantu dalam penyelesaian konflik antar anggota paguyuban. Strategi yang dilakukan oleh Paguyuban Gurem yaitu melakukan pelatihan kemasan kepada pedagang manisan, sehingga hasil dagangan lebih memiliki nilai jual tinggi dengan bekerjasama dengan lembaga keuangan setempat, pelatihan wisata kepada para pelaku jasa wisata tentang pelayanan wisata yang baik dengan menerapkan sapta pesona, memberikan pelatihan bahasa inggris kepada para pemandu wisata, merencanakan Guci Go Digital, merencanakan Pembinaan Organisasi. Dampak dari pemberdayaan adanya peningkatan hasil penjualan para pedagang manisan Guci, adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan kepada anggota Paguyuban Gurem terkait dengan Pelayanan Wisata, adanya keuntungan mendapat label diferetasi Halal dari Dinas Kesehatan, namun masih juga ada beberapa yang baru menjadi rencana belum terealisasikan seperti rencana. | Paguyuban Gurem is a Paguyuban located in the Guci Tegal Tourism area which consists of business actors in Guci Tourism. The purpose of this study is to find out how the role, strategy and results of member empowerment carried out by Paguyuban Gurem in empowering its members. In this study, the approach used is descriptive qualitative. The results of this study are that the Paguyuban plays a role in conducting regular meetings, conducting social services for members of the paguyuban and the surrounding community, the paguyuban carries out empowerment efforts such as trainings, environmental care for Guci tourist attractions, supervision of busker vagrant beggars, assisting in resolving conflicts between members of the association. The strategy carried out by Paguyuban Gurem is to conduct packaging training to confectionery trades, so that the merchandise results have a high selling value by collaborating with local financial institutions, tourism training to tourist service actors about good tourism service by applying sapta pesona, providing English languange training to tour guides, planning Urns Go Digital, planning Organizational Development. The impact of empowerment is an increase in the sales of Jar confectionery traders, an increase in understanding and skills to members of the Gurem Paguyuban related to Tourism Service, there are benefits of getting a Halal differentiation label from the Health Office, but there are still some new plans that have not been realized as planned. | |
| 33550 | 36547 | C1A016102 | Analisis permintaan transportasi KRL CommuterLine dari Bogor menuju Jakarta | Penelitian ini merupakan hasil survei kepada para pekerja yang berasal dari kota Bogor menuju kota Jakarta dan kemudian memiliki dua moda pilihan yang dapat digunakan untuk melakukan perjalanan kerja yaitu kendaraan pribadi dan kendaraan umum khususnya KRL Commuterline. Meskipun sebagian besar para pekerja memiliki kendaraan pribadi, tetapi KRL tetap menjadi moda pilihan utama, dengan penilitian ini, analis tertarik untuk menyelidiki elemen apa yang memengaruhi seseorang dalam menggunakan KRL Commuterline untuk pergi bekerja sehingga penelitian ini mengambil judul : “Analisis Permintaan Transportasi KRL Commuterline Dari Bogor Menuju Jakarta”. Variabel bebas yang digunakan adalah pendapatan, biaya isi ulang tiket Commuterline, biaya bahan bakar, jenis kelamin, dan kepemilikan kendaraan serta variabel terikat yaitu jenis kendaraan yang digunakan para commuter yang berasal dari Bogor untuk melakukan perjalanan kerja ke Jakarta. Responden dari penelitian ini yaitu sebanyak 100 orang sebagai sampel dengan menggunakan teknik simple probability sampling. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dan uji asumsi klasik yang kemudian diolah dengan menggunakan Eviews 10 dan Microsoft Excel 2016. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan, biaya perjalanan menggunakan KRL, serta jenis kelamin, tidak memiliki pengaruh terhadap permintaan KRL Commuterline sedangkan harga bahan bakar dan kepemilikan kendaraan pribadi menjadi variabel yang berpengaruh terhadap permintaan KRL Commuterline. Implikasi dari penelitian kali ini adalah masih cukup banyaknya para pekerja dari Bogor yang menggunakan kendaraan pribadi menuju tempat kerjanya di Jakarta dikarenakan jumlah kereta dinilai masih belum cukup memenuhi pemintaan. Oleh karena itu pihak berwenang diharapkan dapat menambah jadwal KRL Commuterline serta memperbaiki fasilitas yang dimiliki kendaraan umum seperti KRL agar masyarakat beralih ke kendaraan umum agar mengurangi angka kemacetan dan juga polusi. | This research is the result of a survey of workers who come from the city of Bogor to the city of Jakarta and then have two modes of choice that can be used to travel to work, namely private vehicles and public transportation, especially KRL Commuterline. This research takes the title: "Demand Analysis of KRL Commuterline Transportation From Bogor to Jakarta". Although most of the workers have private vehicles, KRL remains the main mode of choice, with this research, analysts are interested in investigating what elements influence someone in using KRL Commuterline to go to work. The independent variables used are income, the cost of refilling Commuterline tickets, fuel costs, gender, and vehicle ownership and the dependent variable is the type of vehicle used by commuters from Bogor to travel to work to Jakarta. Data analysis used multiple linear regression and classical assumption test which was then processed using Eviews 10 and Microsoft Excel 2016. Respondents from this study were 100 people as a sample using simple probability sampling technique. The results of this study indicate that income, travel costs using KRL, and gender, have no effect on the demand for KRL Commuterline while fuel prices and private vehicle ownership are variables that affect the demand for KRL Commuterline. The implication of this research is that there are still quite a number of workers from Bogor who use private vehicles to their workplaces in Jakarta. Therefore, the authorities are expected to increase the schedule for the KRL Commuterline and improve facilities owned by public transportation such as KRL so that people switch to public transportation in order to reduce congestion and pollution. | |
| 33551 | 37923 | A1D018002 | KAJIAN KOMBINASI DAN INTERVAL PEMBERIAN EM4 DAN BIO P60 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA VARIETAS KUBIS BUNGA (Brassica oleracea var. botrytis L.) DENGAN SISTEM ORGANIK | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan hasil dua varietas kubis bunga dengan variasi kombinasi konsentrasi EM4 dan interval pemberian Bio P60 serta kombinasi terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga. Penelitian dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dari Februari sampai Mei 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap 2 faktor. Faktor pertama adalah varietas terdiri atas 2 macam yaitu PM 126 dan Larissa. Faktor kedua adalah kombinasi konsentrasi EM4 (%) dan interval pemberian Bio P60 (hari sekali) yang terdiri atas 9 taraf yaitu 0%-0 hari, 0%-4 hari sekali, 0%-8 hari sekali, 15%-0 hari, 15%-4 hari sekali, 15%-8 hari sekali, 30%-0 hari, 30%-4 hari sekali, serta 30%-8 hari sekali. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, volume akar, luas daun, kehijauan daun, diameter batang, umur berbunga, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, bobot bunga, dan diameter bunga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas PM 126 menunjukkan pertumbuhan kubis bunga organik lebih baik dibanding varietas Larissa berdasarkan pertumbuhan luas daun, panjang akar, volume akar, bobot tanaman segar, dan bobot tanaman kering. Kombinasi EM4 15% dan Bio P60 4 hari sekali memberikan pertumbuhan bobot tanaman segar paling tinggi (128,52 g) dan umur berbunga paling cepat (63,17 HST). Tidak terdapat pengaruh interaksi varietas dengan kombinasi konsentrasi EM4 dan interval pemberian Bio P60 terhadap pertumbuhan dan hasil pada semua variabel pengamatan. | This study attempts to examine the growth and yield of two varieties of cauliflower with varying combination of EM4 concentration and interval of Bio P60 and the best combination for growth and yield of cauliflower. This research was carried at the screen house Faculty of Agriculture Jenderal Soedirman University, Purwokerto from February until May 2022. The method used was Randomized Complete Block Design with 2 factors. The first factor was variety that consisted of 2 kinds, that is PM 126 and Larissa. The second factor was the combination of EM4 concentration (%) and interval of Bio P60 (once a day) that consisted of 9 levels, that is 0%-0 day, 0%-4 days, 0%-8 days, 15%-0 day, 15%-4 days, 15%-8 days, 30%-0 day, 30%-4 days, and 30%-8 days. Variables examined are the plant height, number of leaves, root length, root volume, leaf area, leaf greenness, stem diameter, flowering age, fresh plant weight, dry plant weight, flower weight, and flower diameter. The result of research showed that PM 126 variety showed better growth of organic cauliflower than Larissa variety based on the growth of leaf area, root length, root volume, fresh plant weight, and dry plant weight compared to Larissa varieties. The combination of EM4 15% and Bio P60 once every 4 days gave the highest growth of fresh plant weight (128,52 g) and the fastest flowering age (63,17 HST). There was no effect of the interaction of varieties with a combination of EM4 concentration and Bio P60 interval on the growth and yield of all variables observed. | |
| 33552 | 36623 | C1A018012 | Analisis Efisiensi Industri Mikro dan Kecil Sarung Goyor di Desa Wanarejan Utara Kabupaten Pemalang | Industri tekstil yang ada di Jawa Tengah salah satunya yaitu industri sarung goyor di Desa Wanarejan Utara Kabupaten Pemalang, yang merupakan industri unggulan di Kabupaten Pemalang, namun industri sarung goyor sebagian masih menjadi industri rumahan, sehingga tidak memiliki laporan catatan keuangan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat efisiensi industri sarung goyor di Desa Wanarejan Utara, selain itu untuk menganalisis variabel yang menjadi sumber efisiensi dan inefisiensi. Penelitian ini menggunakan metode DEA dengan bantuan software DEAP Xp1, yang dibuat sebagai alat bantu untuk evaluasi kinerja industri sarung goyor. teknik pengumpulan data menggunakan wawancara berdasarkan kuesioner. Hasil analisis pada penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan hasil perhitungan menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) ratarata industri sarung goyor di Desa Wanarejan Utara belum efisien secara teknis, dan sumber yang menyebabkan efisiensi pada industri sarung goyor di Desa Wanarejan Utara utamanya pada variabel input obat pewarna, dan sumber yang menyebabkan inefisiensi pada industri sarung goyor di Desa Wanarejan yaitu variabel depresiasi ATBM, dan sewa bangunan. Kata Kunci: Sarung goyor, Efisiensi, Data Envelopment Analysis. | One of the textile industries in Central Java is the sarung goyor industry in North Wanarejan Village, Pemalang Regency, which is the leading industry in Pemalang Regency. This study aims to analyze the efficiency level of the sarung goyor industry in North Wanarejan Village, to analyze the variables that are is the source of efficiency and inefficiency This study uses the DEA method with the help of DEAP Xp1 software, which was created as a tool for evaluating the performance of the sarung goyor industry. The data collection technique is using the interview method based on a questionnaire.The results of the analysis of this study showed based on the results of calculations using the data envelope Analysis (DEA) method, the average of sarung goyor industry in Wanarejan Utara village has not been technically efficient. the sources that cause efficiency in the sarung goyor industry in North Wanarejan Village are mainly the input variables of dye drugs, and the sources that cause inefficiency in the sarung goyor industry in Wanarejan Village are depreciation variables of ATBM, and building rent. Keywords: Sarung Goyor, Efficiency, Data Envelopment Analysis | |
| 33553 | 38089 | E1B018033 | HANDLING OF AFGHAN ASYLUM SEEKERS UNDER INTERNATIONAL LAW (Case Study on Afghan Asylum Seekers in Indonesia in 2021) | Setelah Taliban menduduki Kabul pada 2021 dan mengambil alih kembali kepemimpinan di Afghanistan dari Amerika Serikat, mereka menerapkan aturan-aturan yang membatasi hak asasi manusia masyarakat Afghanistan sehingga membuat masyarakat yang merasa tidak aman memutuskan untuk pergi meninggalkan Afghanistan. Salah satu negara yang menjadi tujuan ialah Indonesia, walaupun Indonesia bukan negara yang meratifikasi Konvensi 1951 tentang Status Pengungsi. Indonesia dipilih sebagai basis regional UNHCR karena dinilai relatif aman dibandingkan negara lainnya dan Indonesia juga banyak terlibat kerja sama dalam penyelesaian konflik regional yang ada. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaturan para pencari suaka, ditinjau dari hukum internasional dan hukum nasional yang berlaku serta untuk mengetahui penyelesaian yang diberikan oleh pemerintah Indonesia kepada pencari suaka dan pengungsi khususnya pencari suaka asal Afghanistan. Penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif dengan sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan metode studi pustaka, lalu disajikan dengan metode deskriptif. Metode analisis data yang digunakan adalah yuridis kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa pengaturan perlindungan hukum kepada pencari suaka dan pengungsi menurut hukum internasional terdapat dalam Konvensi 1951 dan Protokol 1967 tentang Status Pengungsi dan Deklarasi Hak Asasi Manusia 1948 dan ada beberapa ketentuan regional mengenai pengungsi. Terkait dengan perlindungan hukum pencari suaka asal Afghanistan dalam hukum nasional Indonesia tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016 tentang Pengungsi dari Luar Negeri dalam memberikan jaminan kepastian dan keadilan dalam hukum mengingat Indonesia tidak mertifikasi Konvensi 1951 tentang Status Pengungsi. Setelah adanya Perpres tersebut para pengungsi dan pencari suaka yang awalnya ditempatkan di rumah detensi imigrasi selanjutnya dipindahkan ke rumah penampungan sehingga mereka dapat difasilitasi lebih layak, mendapatkan hak-hak dasar seperti hak atas pendidikan,hak keluarga dan dibiayai oleh International Organization for Migration | After the Taliban occupied Kabul at 2021 and took back leadership in Afghanistan from the United States, they implemented rules that restricted the human rights of Afghan people, that make insecure to some people who decide to leave Afghanistan. One of the destination countries is Indonesia, although Indonesia is not a country that ratified the 1951 Convention on the Status of Refugees. Indonesia was chosen as UNHCR's regional base because it is considered relatively safe compared to other countries and Indonesia is also widely involved in cooperation to resolve existing regional conflicts. The purpose of this study is to determine the arrangements of asylum seekers, in terms of international law and applicable national law and to determine the settlement provided by the Government of Indonesia to asylum seekers and refugees, especially asylum seekers from Afghanistan. This study is a normative juridical research with data sources used are secondary data. Data collection is done by the method of literature, and then presented by descriptive methods. Data analysis method used is qualitative juridical. The results of the research and discussion show that the regulation of legal protection to asylum seekers and refugees according to international law is contained in the 1951 Convention and the 1967 Protocol on the status of refugees and the 1948 Declaration of Human Rights and there are several regional provisions for refugees. Related to the legal protection of asylum seekers from Afghanistan in Indonesian national law is listed in Presidential Regulation No. 125 of 2016 concerning Refugees from Abroad in providing certainty and justice in the law, considering that Indonesia does not ratify the 1951 Convention on the Status of Refugees. After the Presidential Regulation, refugees and asylum seekers who were initially placed in immigration detention centers were then transferred to shelters so, they could be facilitated more appropriately, get basic their rights such as the right to education, family rights and they will be funded by International Organization for Migration. | |
| 33554 | 38251 | F1B018004 | Implementasi Program Keluarga Harapan (Pkh) Di Desa Semawung Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo | Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan sebuah program dengan tujuan meningkatkan taraf hidup keluarga penerima manfaat melalui akses layanan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial serta menciptakan perubahan perilaku dan kemandirian keluarga penerima manfaat melalui bantuan program yang diberikan. Kebijakan yang mengatur Program Keluarga Harapan (PKH) adalah Permensos Nomor 1 Tahun 2018. Kebijakan tersebut digunakan oleh pemerintah sebagai upaya perlindungan sosial dan percepatan penanggulangan kemiskinan. Lokasi penelitian ini berada di Desa Semawung Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) Di Desa Semawung Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kualitatif Deskriptif. Sasaran penelitian ini yaitu Koordinator UPPKH Kecamatan Purworejo, Pendamping PKH Desa Semawung, dan Penerima Manfaat PKH. Pemilihan informan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) belum berjalan dengan optimal dengan indikasi pencapaian tujuan dan pembiayaan yang belum berjalan secara maksimal serta implementasi yang dipengaruhi oleh aparat pelaksana dan kelompok sasaran. | The Family Hope Program (PKH) is a program with the aim of improving the standard of living of beneficiary families through access to health, education and social welfare services as well as creating changes in behavior and independence of beneficiary families through the program assistance provided. The policy that regulates the Family Hope Program (PKH) is Permensos Number 1 of 2018. This policy is used by the government as an effort to social protection and accelerate poverty reduction. The location of this research is in Semawung Village, Purworejo District, Purworejo Regency. The purpose of this study is to describe how the implementation of the Family Hope Program (PKH) in Semawung Village, Purworejo District, Purworejo Regency. The method used in this research is Descriptive Qualitative Method. The targets of this research were the UPPKH Coordinator in Purworejo District, PKH Facilitators in Semawung Village, and PKH Beneficiaries. Selection of informants using Purposive Sampling technique while data collection is done by means of interviews, observation, and documentation. The implementation of the Family Hope Program (PKH) has not run optimally with indications of achievement of goals and financing that have not run optimally and implementation that is influenced by implementing officials and target groups. | |
| 33555 | 36624 | J0B019045 | Penerjemahan Booklet Penawaran Paket Wisata Ke Dalam Bahasa Mandarin Menggunakan Metode Komunikatif Di CV. Sahabat Nusantara Sejahtera Purwokerto | Laporan praktik kerja ini berjudul "Penerjemahan Booklet Penawaran Paket Wisata Ke Dalam Bahasa Mandarin Menggunakan Metode Komunikatif di CV. Sahabat Nusantara Sejahtera". Praktik kerja lapangan dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2021 sampai dengan 1 Maret 2022 di CV. Sahabat Nusantara Sejahtera Purwokerto. Praktik kerja ini bertujuan untuk menerjemahkan brosur penawaran paket wisata milik CV. Sahabat Nusantara Sejahtera ke dalam bahasa Mandarin. Laporan praktik kerja ini menggunakan empat metode pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, studi pustaka, dan jelajah internet. Dalam menerjemahkan brosur paket wisata penulis menggunakan metode komunikatif. Metode digunakan agar teks hasil penerjemahan ini mudah diterima dan dipahami oleh wisatawan berbahasa Mandarin. Selain itu penulis juga menggunakan beberapa teknik penerjemahan yaitu teknik padanan lazim, teknik amplifikasi, dan teknik reduksi. Hasil dari kegiatan praktik kerja ini yaitu booklet penawaran paket wisata berbahasa mandarin guna memfasilitasi wisatawan penutur bahasa Mandarin yang akan menggunakan jasa biro perjalanan CV. Sahabat Nusantara Sejahtera Purwokerto. | 这份实习报告的题目是“在CV. Sahabat Nusantara Sejahtera普禾格多使用交际翻译方法把旅游套餐优惠小册子从印尼语翻译成中文”。 实习时间是从2021 年 10 月 1 日至 2022 年 3 月 31 日在 CV. Sahabat Nusantara Sejahtera普禾格多进行的。 这项实习目的是在提供中文翻译的旅游套餐的小册子。作者使用了四个收集方法,就是,访谈方法,观察方法,图书研究方法,和浏览互联网方法。作者使用交际翻译方法为翻译CV. Sahabat Nusantara Sejahtera 旅游套餐小册子的主要方法。交际翻译方法使用一边翻译后的文字易于被中文的游客接受和理解。此外,作者使用几种翻译技巧,即增译技巧,减少技巧,和等价建立技巧。这项实习活动的结果是一本CV. Sahabat Nusantara Sejahtera 的旅游套餐的小册子已被翻译成中文,以方便旅行社给说中文的游客提供服务。 | |
| 33556 | 36625 | A1A017041 | DAYA SAING DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENAWARAN EKSPORTIR PISANG INDONESIA DI PASAR JEPANG DAN MALAYSIA PERIODE 2016-2020 | Pisang merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan subsektor hortikultura. Optimalisasi peluang perdagangan internasional pisang dapat dilakukan terutama di pasar Jepang dan Malaysia karena kedua negara tersebut merupakan negara yang rutin melakukan impor pisang dari Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya saing dan faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran eksportir pisang Indonesia di pasar Jepang dan Malaysia. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu studi kasus dengan jenis data sekunder berupa deret waktu perbulan selama periode tahun 2016-2020. Analisis Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Export Product Dynamics (EPD) digunakan untuk mengetahui daya saing, sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran eksportir pisang Indonesia di pasar Jepang dan Malaysia menggunakan Analisis Regresi Linier Berganda. Variabel pada penelitian yaitu harga ekspor pisang Indonesia (X1), nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (X2), inflasi (X3), volume ekspor pisang Indonesia periode sebelumnya (X4), dan volume penawaran eksportir pisang Indonesia (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya saing ekspor pisang Indonesia di pasar Jepang berdasarkan nilai RCA dan RSCA tidak memiliki keunggulan komparatif, sedangkan pisang Indonesia di pasar Malaysia memiliki keunggulan komparatif. Berdasarkan analisis EPD, ekspor pisang Indonesia di pasar Jepang berada pada posisi kemunduran sedangkan di pasar Malaysia berada pada posisi bintang bersinar. Faktor yang mempengaruhi penawaran eksportir pisang Indonesia di pasar Jepang yaitu volume ekspor pisang Indonesia periode sebelumnya. Adapun faktor yang mempengaruhi penawaran eksportir pisang Indonesia di pasar Malaysia yaitu nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar Amerika Serikat, inflasi, dan volume ekspor pisang Indonesia periode sebelumnya. | Banana is one of the leading export commodities of the horticulture sub-sector. Optimization of international trade opportunities for bananas can be carried out, especially in the Japanese and Malaysian markets, both countries are countries that regularly import bananas from Indonesia. This study aims to determine the competitiveness and the factors that affect the supply of Indonesian banana exporters in the Japanese and Malaysian markets. The method used in this study is a case study with secondary data in the form of a monthly time series during the 2016-2020 period. Revealed Comparative Advantage (RCA) and Export Product Dynamics (EPD) analysis are used to determine competitiveness, while the factors that affect the supply of Indonesian banana exporters in the Japanese and Malaysian markets use Multiple Linear Regression Analysis. The variables in this study are the export price of Indonesian bananas (X1), the rupiah exchange rate to US dollar (X2), inflation (X3), the volume of Indonesian banana exports in the previous period (X4), and the supply volume of Indonesian banana exporters (Y). The results showed that the competitiveness of Indonesian banana exports in the Japanese market based on RCA and RSCA values did not have a comparative advantage, while Indonesian bananas in the Malaysian market had a comparative advantage. Based on the EPD analysis, Indonesian banana exports in the Japanese market are in the retreat position, while in the Malaysian market are in the rising star position. The factor that affect the supply of Indonesian banana exporters in the Japanese market is the volume of Indonesian banana exports in the previous period. The factors that affect the supply of Indonesian banana exporters in the Malaysian market are the rupiah exchange rate to US dollar, inflation, and the volume of exports of Indonesian bananas in the previous period. | |
| 33557 | 36626 | E1A115102 | PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA TERHADAP PEKERJA KARENA PERUBAHAN STATUS BADAN HUKUM DARI PERUSAHAAN DAERAH MENJADI PERSEROAN TERBATAS (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 96 K/Pdt.Sus-PHI/2016) | Konstitusi sudah menjamin bahwa tiap-tiap warga negara berhak atas penghidupan yang layak bagi kemanusiaan (Pasal 27 ayat (2) UUDNRI, Pasal 1601a KUHPerdata, Pasal 54 UU No. 13 Tahun 2003). Adanya perjanjian kerja maka terciptalah hubungan kerja yang menimbulkan hak dan kewajiban bagi para pihak. Namun ada kalanya hubungan itu berakhir akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Salah satu alasan yang digunakan untuk PHK terdapat dalam Pasal 163 Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 yaitu akibat perubahan status badan hukum. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, dengan pendekatan undang-undang, kasus, historis, komparatif, dan konseptual, sumber data yang digunakan data primer dan data sekunder, metode pengumpulan data studi kepustakaan, data yang terkumpul disajikan dalam bentuk teks naratif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan didapati mekanisme PHK akibat perubahan status badan hukum perusahaan tetap mengacu pada UU Ketenagakerjaan, UU Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) dan peraturan terkait seperti Peraturan Daerah. PHK diawali dengan upaya musyawarah guna merundingkan masalah dan apabila tidak menghasilkan kesepakatan maka perselisihan tersebut dapat diajukan ke lembaga PPHI. Pertimbangan Hukum Hakim dalam Putusan Nomor 96 K/Pdt.Sus-PHI/2016 belum sepenuhnya tepat dengan Pasal 163 ayat (2) Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003. Pada kasus tersebut perhitungan kompensasi uang pesangon masih belum sesuai dengan ketentuan yang ada dan tidak adanya uang pisah. | The constitution has guaranteed that every citizen has the right to a decent life for humanity (Article 27 paragraph (2) of the Indonesian Constitution, Article 1601a of the Civil Code, Article 54 of Law No. 13 of 2003). The existence of a work agreement creates a working relationship that creates rights and obligations for the parties. However, there are times when the relationship ends due to termination of employment (PHK). One of the reasons used for layoffs is contained in Article 163 of Law Number 13 of 2003, namely due to changes in the status of legal entities. This study uses a normative juridical approach, with a legal, case, historical, comparative, and conceptual approach, the data sources used are primary data and secondary data, library study data collection methods, the collected data is presented in the form of narrative text. Based on the results of research and discussion, it was found that the mechanism for layoffs due to changes in the company's legal entity status still refers to the Manpower Law, the Industrial Relations Dispute Settlement Law (PPHI) and related regulations such as Regional Regulations. The dismissal begins with deliberation efforts to negotiate the problem and if an agreement does not result, the dispute can be submitted to the PPHI institution. The Judge's Legal Considerations in Decision Number 96 K/Pdt.Sus-PHI/2016 have not been completely correct with Article 163 paragraph (2) of Law Number 13 of 2003. In that case the calculation of severance pay compensation is still not in accordance with existing provisions and there is no severance payment. | |
| 33558 | 43919 | L1C020076 | Hubungan Persentase Tutupan Karang Hidup dengan Kelimpahan Ikan Hias Karang (Ornamental Fish) di Perairan Bangsring Underwater, Banyuwangi | Penelitian ini berjudul “Hubungan Persentase Tutupan Karang Hidup dengan Kelimpahan Ikan Hias Karang (Ornamental Fish) di Perairan Bangsring Underwater, Banyuwangi”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tutupan karang hidup dan kelimphan ikan karang di Perairan Bangsring. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pengambilan sampel persentase tutupan terumbu karang dilakukan dengan Underwater Photo Transect (UPT), pengambilan sampel ikan karang dilakukan dengan metode Underwater Visual Census (UVC) dan Line Intercept Transect (LIT). Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata persentase tutupan karang hidup di Perairan Bangsring Underwater berada pada kategori sedang (49,57%), Kelimpahan ikan karang hias di Perairan Bangsring Underwater berada pada kategori tinggi antara (2.148 -7.776 ind/m²) hasil korelasi antara tutupan karang hidup dengan ikan hias karang di Perairan Bangsring Underwater menunjukan hubungan yang tinggi (0,976). Secara umum kondisi kualitas air di Bangsring Underwater berada pada kisaran yang dapat ditoleransi oleh ikan karang hias, dengan nilai salinitas 34‰, suhu berkisar 29 – 31°C, kecerahan 3 m dan pH 6 ppm. | This research was entitled "The Relationship between the Percentage of Coral Cover and the Abundance of Coral Ornamental Fish (Ornamental Fish) in Bangsring Underwater, Banyuwangi". The aim of this research was to determine the coral cover coral ornamental fish and abundance relationship between the percentage of live coral cover and abondance of coral ornamental fish in Bangsring Underater. The research method used was a survey method. Underwater Photo Transect (UPT) used coral cover presentation sampling, coral fish samples were carried out using the Underwater Visual Census (UVC) and Line Intercept Transect (LIT) methods. The results show of research that the average percentage of live coral cover in Bangsring Underwater was in the medium category (49.57%), ornamental coral fish abundance in Bangsring Underwater Waters was in the high category (2,148 -7,776 ind/m²) the correlation between coral cover with coral ornamental fish in Bangsring Underwater waters was high show the correlation (0.976). In general, the water quality conditions in Bangsring Underwater were in the range that can be tolerated by ornamental coral fish, with a salinity value of 34‰, temperature ranging from 29 – 31°C, brightness of 3 m and pH of 6 ppm | |
| 33559 | 38091 | E1A018087 | ANALISIS HUKUM PENGAWASAN OTORITAS JASA KEUANGAN TERHADAP FINANCIAL TECHNOLOGY PEER TO PEER LENDING DI INDONESIA | Penelitian ini mengkaji pengawasan Otoritas Jasa Keuangan terhadap Financial Technology peer to peer lending system atau yang lebih dikenal dengan fintech lending yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77 /POJK.01/2016 Tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi jo POJK Nomor 10 /POJK.05/2022 Tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi. Fintech lending ini merupakan kegiatan perusahaan jasa keuangan yang mulai menjamur di era digitalisasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengawasan Otoritas Jasa Keuangan dalam upaya memberikan perlindungan hukum terhadap penyelenggara dan masyarakat yang menggunakan jasa layanan keuangan pinjaman daring berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa Otoritas Jasa Keuangan melakukan pengawasan sesuai dengan hukum yang berlaku dan teori-teori pengawasan yang ada. Otoritas Jasa Keuangan telah melakukan pengawasan langsung (on site) yaitu pengawasan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan peninjauan langsung kepada penyelenggara fintech lending dalam melakukan kegiatan jasa keuangannya dan pengawasan tidak langsung (off site) merupakan pengawasan jarak jauh, melalui laporan yang dikirimkan oleh penyelenggara fintech lending dalam bentuk laporan setiap 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. | This study examines the supervision of the Financial Services Authority on information technology-based financial service institutions, especially supervision of peer to peer lending or better known as online loans regulated in the Financial Services Authority Regulation Number 77/POJK.01/2016 concerning Information Technology-Based Money Lending and Borrowing Services jo Financial Services Authority Regulation Number 10 /POJK.05/2022 concerning Information Technology-Based Joint Funding Services. This online loan is an activity of financial services companies that are starting to mushroom in the era of digitalization. The purpose of this study is to find out how the Supervision of the Financial Services Authority in an effort to provide legal protection to operators and the public who use online loan financial services based on the Financial Services Authority Regulation. This research uses a normative juridical approach method with analytical descriptive research specifications. The data sources used are secondary data and primary data. The data collection method is carried out by literature studies, the data obtained are presented with narrative texts, and the data analysis methods used are qualitative normative methods. Based on the results of the study, it can be concluded that the Financial Services Authority carries out supervision in accordance with applicable law and existing supervision theories. The Financial Services Authority has carried out direct supervision (on site), is supervision carried out by the Financial Services Authority to conduct direct reviews of online loan providers in carrying out their financial services activities and indirect supervision (off site) is remote supervision, through reports sent by online loan providers in the form of reports every 3 months, 6 months, and 12 months. | |
| 33560 | 36628 | E1B018016 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP MEREK TERKENAL ASING DI INDONESIA DARI PEMBONCENGAN REPUTASI (PASSING OFF) DALAM PUTUSAN NO. 10/PDT.SUS.MEREK/2020/PN.NIAGAJKT.PST. JO. PUTUSAN NO. 39 PK/PDT.SUS-HKI/2021 | Pemboncengan reputasi terhadap merek terkenal asing milik orang lain menjadi penyebab munculnya banyak kasus passing off di Indonesia. Reputasi (goodwill) meskipun bersifat intangible, tetapi merupakan aset berharga bagi pemilik merek sehingga perlu mendapat perlindungan hukum. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap merek terkenal asing di Indonesia dari pemboncengan reputasi (passing off) seperti yang terjadi pada sengketa merek terkenal asing PUMA melawan merek PUMADA dalam Putusan No.10/Pdt.Sus.Merek/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst. jo. Putusan No. 39 PK/Pdt.Sus-HKI/2021. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian hukum klinis (clinical legal research). Adapun sumber data yang dipergunakan berupa data sekunder terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tertier yang dikumpulkan dengan metode studi pustaka dan disajikan ke dalam bentuk uraian kualitatif yang disusun secara sistematis serta dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Pengadilan Niaga dan Mahkamah Agung dalam perkara in casu telah gagal memberikan perlindungan hukum represif terhadap pelanggaran reputasi/goodwill yang dimiliki merek terkenal asing PUMA dari passing off yang dilakukan merek PUMADA. Demikian dengan Ditjen Kekayaan Intelektual cq. Direktorat Merek sebagai Turut Tergugat juga telah gagal memberikan perlindungan preventif dengan tetap diterimanya pendaftaran merek PUMADA. Doktrin passing off dan dilution seharusnya dapat dimasukkan ke dalam perubahan Undang-undang Merek Indonesia untuk lebih meningkatkan efektivitasnya dalam menangani perkara-perkara pelanggaran merek terkenal yang tidak dapat ditangani atau dijangkau dengan hanya mengandalkan pada doktrin persamaan saja atau dapat juga diakomodir ke dalam Undang-undang tentang Persaingan Curang yang belum dimiliki Indonesia. | The piggybacking on the reputation of foreign well-known mark belonging to other people is the cause of the emergence of many cases of passing off in Indonesia. Although reputation (goodwill) is intangible, it is a valuable asset for the mark owner so that it needs legal protection. This study was conducted to determine the legal protection of foreign well-known mark in Indonesia from passing off as happened in the dispute over the foreign well-known mark PUMA against the PUMADA mark in Decision No.10/Pdt.Sus.Merek/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst. jo. Decision No. 39 PK/Pdt.Sus-HKI/2021. This research uses a normative juridical approach with clinical legal research specifications. The data sources used are secondary data consisting of primary, secondary and tertiary legal materials collected by the literature study method and presented in the form of qualitative descriptions that are systematically arranged and analyzed using qualitative normative methods. The Commercial Court and the Supreme Court in this case have failed to provide repressive legal protection against the violation of reputation/goodwill owned by the foreign well-known mark PUMA from passing off by the PUMADA mark. Likewise with the Directorate General of Intellectual Property cq. The Directorate of Marks as a Co-Defendant has also failed to provide preventive protection by continuing to receive PUMADA trademark registrations. The doctrines of passing off and dilution should be incorporated into the amendments to the Indonesian Trademark Law to further increase its effectiveness in dealing with cases of infringement of well-known marks which cannot be handled or reached by relying solely on the doctrine of similarity or it can also be accommodated in the Law on Fraudulent Competition which Indonesia does not yet have. |