Home
Login.
Artikelilmiahs
36608
Update
FEISAL DWIKI SULAIMAN
NIM
Judul Artikel
TALAK RAJ’I KARENA ISTRI TIDAK TAAT (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Jakarta Barat Nomor: 2689/Pdt.G/2021/PA.JB.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Talak Raj’I Karena Istri Tidak Taat (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Jakarta Barat Nomor:2689/Pdt.G/2021/PA.JB.) Oleh: Feisal Dwiki Sulaiman E1A017305 ABSTRAK Berdasarkan Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan menyebutkan bahwa perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan Wanita sebagai suami dan istri dengan tujuan membentuk Keluarga (rumah tangga) yang Bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Adanya ikatan lahir batin tersebut merupakan dasar untuk membentuk keluarga yang Bahagia dan kekal sebagai tujuan perkawinan. Dalam prakteknya di dalam kehidupan masyarakat di Indonesia saat ini banyak terjadi permasalahan dalam kehidupan berumah tangga yang berakibat perceraian, sehingga tidak tercapainya tujuan dari perkawinan tersebut, seperti salah satu perkara mengenai cerai talak talak yang terjadi di pengadilan agama Jakarta Barat dengan Putusan Nomor: 2689/Pdt.G/2021/PA.JB. Pokok permasalahan yang diangkat di dalam penulisan skripsi ini mengenai bagaimanakah pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan perkara cerai talak terhadap Putusan Nomor: 2689/Pdt.G/2021/PA.JB. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan. Data yang terkumpul kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif yang disusun secara sistematis. Dapat disimpulkan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan cerai talak yang dimohonkan oleh Pemohon dengan alasan antara suami dan istri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran, sehingga tidak ada harapan untuk rukun kembali dalam rumah tangga dengan talak satu raj’I berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Pasal 19 huruf (F) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf (F) Kompilasi Hukum Islam. Sebaiknya Hakim dalam memberikan pertimbangan hukum dilengkapi dengan Pasal 19 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Jo Pasal 116 Kompilasi Hukum Islam huruf (b), serta Pasal 84 ayat (1) dan (2) kompilasi Hukum Islam, dan Pasal 152 Kompilasi Hukum Islam. Akibat hukum perceraian terhadap anak, ayah dan ibu berkewajiban memelihara dan mendidik anaknya demi kepentingan anak kemudian bapak berkewajiban membiayai keperluan anak dan pendidikan yang diperlukan anak, yang disebutkan dalam Pasal 41 ayat 2 Undang-Undang no.1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Pasal 105 huruf (c) KHI bahwa, biaya pemeliharaan anak ditanggung oleh bapaknya. Kata Kunci: Talak Raj’I,Istri,Tidak Taat
Abtrak (Bhs. Inggris)
TALAQ Raj’I Because The Wife is Disobedient (Juridical Review Decision No: 2689/Pdt.G/2021/PA.JB) By: Feisal Dwiki Sulaiman E1A017305 ABSTRACT Article 1 of Law No. 1 year 1974 states that marriage is inner and outer bond between a man and a woman as husband and wife with the aim of forming a family (household) who are happy and everlasting based on God. The inner and outer bond forms the basis for a happy family and eternal as the purpose of marriage. InSocial Life of Indonesia's Society today many problems happens in married life then resulting in divorce. Therefore, it does not achieve thegoalof marriage, for instance concerning Talaq cerai that occurred in Jakarta Barat Islamic Court with Decision No. 2689/Pdt.G/2021/PA.JB. The principal issues raised in this research's essay is about how the legal reasoning of the judge in deciding the case Talaq Cerai on the decision No. 2689/Pdt.G/2021/PA.JB. the method used is normative, method of data collection is done by the study of literature. The collected data is presented in the form of narrative texts systematically arranged. In conclusion that the legal reasoning of the judges in granting Talaq Cerai filed by the applicant, the reasons are the continuous disputes then quarrels and separation of residence for 3 years. So there is no hope for them toreconcile back into the household. Raj'idivorce is right if the conditions of both stipulated in Article 19 letter (f) of Government Regulation No. 9 of 1975 in conjunction with Article 116 letter (f) Compilation of Islamic Law, It is advisable for the judge in giving legal considerations to add articles equipped with Article 19 of Government Regulation Number 9 of 1975 in conjunction with Article 116 of the Compilation of Islamic Law letter (b), as well as Article 84 paragraphs (1) and (2) of the compilation of Islamic Law, and Article 152 of the Compilation of Islamic Law. As a result of the divorce law on the child, the father and mother are obliged to maintain and educate their child for the benefit of the child then the father is obliged to finance the child's needs and the education needed by the child, which is stated in Article 41 paragraph 2 of Law no.1 of 1974 concerning Marriage and Article 105 letter (c) of the KHI that the maintenance costs are borne by the father. Keyword: Talaq Raj’I,Wife,Disobedient
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save