Artikelilmiahs
Menampilkan 2.161-2.180 dari 48.726 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2161 | 11884 | C1K011045 | THE EFFECT OF DEPOSIT INSURANCE SYSTEM, BANK SIZE, AND LEVERAGE ON BANK RISK TAKING BEHAVIOR (Empirical Study on Indonesian State Owned Banks in Blanket and Limited Guarantee Period) | Penelitian ini berjudul “The Effect Deposit Insurance System (DIS), Bank Size, and Leverage on Bank Risk Taking”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh implementasi system penjaminan simpanan, ukuran bank, dan leverage terhadap pengambilan risiko bank. Objek penelitian ini adalah populasi bank BUMN selama periode 2001 hingga 2014 yang terbagi menjadi periode jaminan penuh (blanket) dan periode jaminan terbatas (limited). Penelitian ini menggunakan analisis data panel dengan model fixed effect. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem jaminan penuh, ukuran bank, dan leverage mempunyai pengaruh positif terhadap bank dalam hal pengambilan risiko. Artinya, bank cenderung mengambil risiko berlebih ketika deposito dijamin penuh oleh jaminan simpanan. Implikasi penelitian ini adalah regulator (LPS) harus memperhatikan sistem premi berdasarkan risiko untuk meminimalisir moral hazard bank yang cenderung menyalurkan kredit secara berlebihan. Regulasi yang dibuat untuk menekan pengambilan risiko oleh bank harus fokus pada kecukupan modal bank. Selain itu, otoritas bank dapat meningkatkan disiplin pasar untuk mendorong bank agar menjalankan aktivitas bisnisnya secara sehat, hati-hati, dan efektif. | This study entitled “The Effect of Deposit Insurance System (DIS), Bank Size, and Leverage on Bank Risk Taking”. The aim of this research was to analyze the effect of the implementation of deposit insurance system (DIS), bank size, and leverage on bank risk taking. The object of research was the population of Indonesian State Owned Banks for the period 2001-2014 which was divided into blanket and limited guarantee period. The research conducted in panel data analysis using the fixed effect model approach. The research shows that blanket guarantee system, bank size, and leverage have positive effect on bank risk taking. It means that an excessive scope of insurance coverage will make bank feel more secured to take more risk. The proxy of bank risk taking uses loan to total assets. Implication of this research is regulator (IDIC) should pay attention to the risk based premium or differential premium to minimize moral hazard that possibly taken by bank by granting an excessive loan. The regulation designed to rein in the bank risk taking of banks should focus more on capital requirements. In addition, banking authorities can also increase their reliance on market discipline that imposes strong incentives on banks to conduct their business in a sound manner. | |
| 2162 | 11886 | F1B010073 | MODEL PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS (PLK) PADA PLK BOARDING SCHOOL DI DESA KETENGER KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS | PLK Boarding School “Mbangun Desa” merupakan Pendidikan Layanan Khusus Menengah untuk anak –anak desa yang dirancang menjadi pendidikaan yang produktif, dimana selama proses pendidikan, peserta didik bersama guru dan penyelenggara bersama-sama mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi produktif untuk membiayai penyelenggaraan pendidikan tanpa melalaikan kewajiban utama untuk belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan model Pendidikan Layanan Khusus pada PLK Boarding School “Mbangun Desa” Baturraden. Penelitian telah dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa model pendidikan yang diterapkan PLK “Mbangun Desa” adalah model pendidikan progresif dan interaksional. Pihak PLK memberikan pengajaran tentang kecakapan hidup (life skill), pembiasaan,dan pengembangan diri. Penyelenggaraan pendidikan kecakapan hidup (life skill), pembiasaan, dan pengembangan diri diarahkan pada pengentasan kemiskinan dan upaya memecahkan masalah pengangguran. Proses belajar yang telah digambarkan tersebut dilakukan selama 3 tahun masa belajar. Di tahun ke-3 siswa PLK ini fokus pada pendidikan Paket C yang diadakan oleh PKBM Yayasan Argowilis. | PLK Boarding School “Mbangun Desa” is a intermediate special service education for village children designed into productive education, during the educational process, learners with the teachers and organizers developing productive economic activities together to finance the provision of education without neglecting the primary duty to learn. This research aims to describe the models of Special Services education in PLK Boarding School “Mbangun Desa” Baturraden. The research was conducted using qualitative descriptive method and purposive sampling. The research concluded that the model of education that is applied in PLK "Mbangun Desa" is the progresif and interactional education model. PLK parties provide teaching of life skills, habituation, and self-development. the implementation of life skills education, habituation, and self-developement directed towards poverty reduction and attempt to solve the unemployment problem. the learning process that has been described, performed over 3 years of study. And in third year the student in this school focus on C Package education held by the PKBM Argowilis Foundation. | |
| 2163 | 11906 | H1F011014 | Studi Karakteristik Serpih Minyak Daerah Rumbeh dan Sekitarnya Cekungan Melawi Kalimantan Barat | Daerah penelitian serpih minyak terletak di Cekungan Melawi Kalimantan Barat, contoh batuan yang diambil berasal dari Serpih Silat yang berumur Eosen Akhir. 43 contoh batuan yang dilakukan uji TOC menghasilkan nilai kategori baik sampai sangat baik, sedikit TOC dengan nilai kategori miskin sampai cukup. 6 contoh batuan dengan nilai TOC >2% dilakukan uji Rock-Eval Pyrolisis, semua contoh batuan berpotensi untuk menghasilkan minyak dan gas dengan tipe kerogen II, kualitas serpih minyak dan material organik yang berpotensi menghasilkan hidrokarbon menunjukkan nilai berpotensi baik sampai sangat baik. Uji Retort dari 38 contoh batuan dengan lokasi pengambilan contoh yang ekonomis didapat rata-rata minyak 5,1 lt/ton, potensi minyak yang dihasilkan di daerah penelitian adalah 37.901.466.000 liter atau sekitar 238.374.000 barrel minyak mentah. Diperkirakan bahwa lingkungan pengendapan serpih minyak daerah penelitian adalah transisi. Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya nilai Tmax adalah faktor pengangkatan yang menyebabkan minyak belum dihasilkan, diperkirakan karena faktor pengangkatan ini nilai panas akan berkurang karena batuan akan semakin jauh dari sumber panas di dalam bumi sehingga proses pematangan material organik berjalan lambat. Kata kunci : Serpih minyak, Cekungan Melawi, TOC, Rock-Eval Pyrolisis, Retort | The study oil shale area is located in Melawi Basin West Kalimantan, samples obtained came from Serpih Silat which age Late Eocene. 43 rock samples were tested TOC produce value category of good to excellent, slightly TOC with poor until enough value category. 6 samples with TOC values> 2% conducted Rock-Eval Pyrolisis test, all samples has the potential to produce oil with type II kerogen, oil shale quality and organic material that has the potential to produce hydrocarbons shows potential value of a good to very good. Retort test of 38 samples with sampling location economical average 5.1 lt / ton oil, the potential of oil produced in the research area is 37.901.466.000 liters or about 238.374.000 barrels of crude oil. It is estimated that the depositional environments of oil shale research area is transition. One of the factors that low value of Tmax is research area was upraised so oil has not prodeced, this is expected because of the upraised of the heat value will be reduced because the lithology will be farther away from the source of heat in the earth so that the process is running slow maturation of the organic material . Keywords : Oil shale, Melawi Basin, TOC, Rock-Eval Pyrolisis, Retort | |
| 2164 | 11888 | H1A011032 | VALIDASI METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI PADA PENENTUAN KETOKONAZOL DARI SAMPEL TABLET | Ketokonazol adalah obat anti jamur turunan imidazol yang mempunyai aktivitas antijamur, baik sistemik maupun nonsistemik. Banyak industri farmasi yang memproduksi obat tersebut, sehingga perlu dikembangkan metode analisis untuk pengawasan mutunya. Telah dilakukan validasi metode kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) pada penelitian ini untuk penetapan ketokonazol dalam sediaan tablet. Hasil validasi metode KCKT pada penetapan ketokonazol dalam sampel tablet telah dilakukan dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,9996, batas deteksi (LOD) sebesar 1,60 ppm, batas kuantifikasi (LOQ) sebesar 5,35 ppm, standar deviasi sebesar 0,17, nilai KV sebesar 0,57%, %recovery (perolehan kembali) sebesar 100,52%, dan nilai selektivitas (α) sebesar 3,01. Hasil ini dapat memenuhi persyaratan sehingga dapat digunakan untuk menentukan ketokonazol dalam sampel tablet. Kadar ketokonazol dalam sampel tablet diperoleh sebesar 192,97 mg per tablet. | Ketoconazole is synthetic imidazole derivatives with a broad-spectrum of antifungal activity. Since many pharmaceutical industries manufacture the drug, in this study, it is important to develop analytical methods for quality control. The high performance liquid chromatography (HPLC) method was developed using C8 column (150x4.6mm) with a mobile phase consisting of methanol:water (85:15) at flow rate of 1.0 mL/min. Validation of HPLC method has been performed in this study for the determination of ketoconazole in tablet sample. Validation of HPLC method for the determination of ketoconazole in the tablet sample was obtained with correlation coefficient (r) is 0.9996, limit of detection (LOD) is 1.60 ppm, limit of quantification (LOQ) is 5.35 ppm, standard deviation (SD) is 0.17, RSD (n=6) is 0.57%, % recovery is 100.52%, and selectivity (α) value is 3.01. This result could meet the requirements and it could be used to determine the ketoconazole tablet sample. Concentration of ketoconazole in the tablet sample is 192.97 mg per tablet. | |
| 2165 | 11889 | H1A011008 | PENURUNAN KADAR SIANIDA PADA LIMBAH CAIR TAPIOKA MENGGUNAKAN FOTOKATALIS TiO2-Mn DENGAN BANTUAN LAMPU TUNGSTEN | Limbah cair tapioka mengandung beberapa senyawa organik, salah satunya adalah senyawa sianida. Sianida merupakan senyawa organik yang bersifat toksik bagi kehidupan makhluk hidup. kadar maksimum sianida yang ditentukan pada baku mutu limbah cair adalah sebesar 0,5 mg/L, namun limbah cair tapioka kebanyakan masih memiliki kadar yang lebih dari ambang batas tersebut. Oleh sebab itu, dilakukan suatu metode untuk penurunan kadar sianida pada limbah cair tapioka. Salah satu metode yang dapat digunakan yaitu dengan fotodegradasi menggunakan fotokatalis TiO2 yang didoping logam mangan (Mn) dengan bantuan lampu tungsten sebagai sumber foton. Pendopingan dilakukan dengan metode fotodeposisi dengan perbandingan rasio mol TiO2 dan Mn sebesar (99:1), (98:2), (97:3), dan (96:4). Fotokatalis TiO2 yang didoping logam Mn mampu mendegradasi sianida dengan persentase aktivitasnya sebesar 91,22 % dimana fotokatalis TiO2-Mn yang memberikan aktivitas terbesar yaitu TiO2-Mn dengan perbandingan (99:1). pH optimum degradasi sianida pada fotokatalis dengan perbandingan rasio mol TiO2-Mn (99:1) adalah pada pH basa yaitu pH 9 dengan waktu kontak optimum yaitu selama 7 jam dengan persentase penurunan sebesar 84,68 % dan 63,08 % dan daya listrik optimum pada 60 watt dengan presentase 83,20 %. | Tapioca waste water contained several organic compounds, one of them is a cyanide compounds. A cyanide is an organic compounds which has toxic for life living things. The maximum levels of cyanide depended on quality standard waste liquid was 0.5 mg/L, but mostly tapioca waste liquid still had levels more than the threshold limit. Because of that, a method of reduction levels of a cyanide on tapioca waste liquid. One of the method that can be used by photodegradation using TiO2 photocatalyst which doped by metal mangan (Mn) supported by tungsten light as the source of photons. The doping method conducted by photodeposition methods with the comparisons ratio of TiO2 mole and Mn (99:1), (98:2), (97:3) and (96:4). TiO2 Photocatalyst which doped by Mn metals has degraded the cyanide with the percentage of activities gained 91,22 % which TiO2-Mn photocatalyst resulted greatest activity of TiO2-Mn and the comparison (99:1). The optimum pH of cyanide degradation on the photocatalyst and the comparison of moles ratio on TiO2-Cu (99:1) was on the chemical base that pH 9 with the optimum contacts time for 7 hours, with the percentage of reduction gained 84,68% and 63,08% and optimum power is 60 watt with the percentage 83,20%. | |
| 2166 | 11891 | D1E011207 | PENGGUNAAN TEPUNG LIMBAH SURIMI DAN TEPUNG AMPAS KECAP YANG BERBEDA SEBAGAI BAHAN DASAR MILK REPLACER TERHADAP KONSUMSI PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR PADA ANAK KAMBING PRA SAPIH | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan tepung limbah surimi dan tepung ampas kecap yang berbeda sebagai bahan dasar milk replacer terhadap konsumsi protein kasar dan serat kasar serta mencari formula milk replacer yang terbaik untuk digunakan pada anak kambing pra sapih ditinjau dari konsumsi protein kasar dan serat kasar. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 22 Maret sampai 22 Mei 2015 di Puspa Tiara Agribis, Jl. Raya Baturaden Km 7, Desa Pandak, Purwokerto, Jawa Tengah. Materi penelitian menggunakan formula MR yang terdiri atas bahan basal (30% susu skim, 20% bungkil kelapa, 9,4% tepung tapioka, 0,5 % mineral dan 0,1% probiotik), tepung limbah surimi (TLS) dan tepung ampas kecap (TAK). Metode penelitian adalah secara eksperimental secara in vivo dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diujicobakan terdiri atas MR0, MR1, MR2, dan MR3. Peubah yang diukur adalah konsumsi protein kasar dan serat kasar. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi protein kasar maupun konsumsi serat kasar. Berdasarkan uji beda nyata jujur (BNJ) total konsumsi protein kasar, kontrol (MR0) tidak berbeda (P>0,05) terhadap MR1 dan MR3 tetapi MR0 berbeda terhadap MR2 (P<0,05) namun MR2 tidak berbeda nyata terhadap MR3. (MR0 127.22 ± 4.56a g/ekor/hari vs MR1 129.46 ± 4.86a g/ekor/hari vs MR2 138.59 ± 2.66b g/ekor/hari vs MR3 132.64 ± 2.75ab g/ekor/hari).Uji beda nyata jujur (BNJ) total konsumsi serat kasar, kontrol (MR0) tidak berbeda (P>0,05) terhadap MR1, dan MR3 tetapi MR0 berbeda (P<0,05) terhadap MR2. MR1 tidak berbeda (P>0,05) terhadap MR2. (MR0 180.43 ± 11.66a g/ekor/hari vs MR1 191.08 ± 5.55ab g/ekor/hari MR2 202.52 ± 7.57b g/ekor/hari vs MR3 186.94 ± 4.68a g/ekor/hari). Kesimpulan dari penelitian adalah formula MR2 merupakan milk replacer terbaik untuk menggantikan susu murni kambing. | This research aimed to examine the effect of the usage of different surimi waste powder and ketchup dregs powder as the basic material of milk replacer on the crude protein and crude fiber consumption and to find the best formula of milk replacer for the post weaning goat viewed from the consumption of crude protein and crude fiber. This research was conducted from 22nd of March to 22nd of May 2015 at Puspa Tiara Agribis, Baturaden St Km 7, Pandak Village, Purwokerto, Central Java. The materials of this research were milk replacer formula that consisted of the basal material (30% skim milk, 20% residu of copra, 9.4% tapioca flour, 0.5% mineral and 0.1% probiotic), surimi waste powder and ketchup dregs powder. This research used in vivo experimental method and used completely randomized design (CRD). The treatments that were tested consisted of MR0, MR1, MR2, and MR3. The variables of this research were crude protein and crude fiber consumptions. The data were analized using analysis of variance (ANAVA) and continued with honestly significant difference (HSD). The results of this research showed that the treatment gave significant effect (P<0.01) on the crude protein and crude fiber consumptions. Based on the test of honestly significant difference (HSD) the total consumption of crude protein of control (MR0) was not different (P>0,05) to the MR1 and MR3 but MR0 was different (P<0.05) to the MR2. MR2 was not different to the MR3. (MR0 127.22 ± 4.56a g/a/day vs MR1 129.46 ± 4.86a g/a/day vs MR2 138.59 ± 2.66b g/a/day vs MR3 132.64 ± 2.75ab g/a/day). Based on the test of honestly significant difference (HSD), total consumption of crude fiber of control (MR0) was not different (P>0,05) to MR1 and MR3 but MR0 was different (P<0,05) to the MR2. MR1 was not different (P>0.05) to MR2. (MR0 180.43 ± 11.66a g/a/day vs MR1 191.08 ± 5.55ab g/a/day MR2 202.52 ± 7.57b g/a/day vs MR3 186.94 ± 4.68a g/a/day). The conclusion of the research is MR2 formula is the best milk replacer for pure goat milk. | |
| 2167 | 11892 | B1J011054 | PENGARUH LAMA PENGASAPAN SISTEM ASAP CAIR (PYROLYSIS) DARI SAMPAH ANORGANIK TERHADAP DAYA SERANG RAYAP TANAH (Microtermes insperatus Kemner.) PADA KAYU ALBASIA (Albizia falcataria) | Ketersediaan kayu dengan kualitas tinggi yang terbatas, menjadikan masyarakat beralih penggunaan kayu dengan kualitas rendah salah satunya yaitu kayu albasia (Albizia falcataria). Kualitas kayu yang rendah mudah rentan terkena serangan organisme dan salah satunya adalah rayap tanah (Microtermes insperatus Kemner.). Metode pyrolysis memiliki potensi dalam hal meningkatkan umur penggunaan kayu kualitas rendah, dengan cara mengasapi kayu tersebut pada pembakaran menggunakan sampah anorganik. Tujuan penelitian ini mengetahui pengasapan dari sistem asap cair (pyrolysis) berpengaruh atau tidak terhadap keawetan kayu albasia dari serangan rayap tanah M. insperatus Kemner. dan mengetahui waktu pengasapan yang paling berpengaruh terhadap keawetan kayu albasia dari serangan rayap tanah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan rancangan dasar penelitian Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan teknik pengumpanan (bitting method). Terdapat 5 perlakuan, yaitu P0: Pengasapan 0 menit, P1: Pengasapan 15 menit, P2: Pengasapan 30 menit, P3: Pengasapan 45 menit, dan P4: Pengasapan 60 menit, serta sebagai blok/ulangan sebanyak 3 kali, yaitu lama perendaman kayu dengan air mendidih (1000C). Variabel utama yang diamati adalah kerusakkan kayu albasia akibat serangan rayap tanah. Selisih bobot kayu awal dan akhir yang diumpankan dianalisis uji F dengan tingkat kesalahan 5% dan 1% dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan pengasapan yang memberikan pengaruh yang sangat nyata dan perlakuan yang yang paling berpengaruh yaitu P4 dengan kehilangan bobot kayu paling kecil (0.7071 gram). | The availability of high quality wood with limited, making people switch use of wood with low quality one of which is albizia wood (Albizia falcataria). Low quality wood is susceptible to attack the organism and one of them is subterranean termites (Microtermes insperatus Kemner.). Pyrolysis method has potential in terms of improving the life of the use of low quality wood, by fumigating the wood on combustion using inorganic waste. This research purposes to know fumigation of the system liquid smoke (pyrolysis) effect or not on the durability of albasia wood from subterranean termites attack (M. insperatus Kemner.) and knowing when curing the most influence on the durability of albasia wood of subterranean termites attack. The method used in this study is the experimental method with a basic design study randomized block design (RAK) and feeding techniques (bitting method). There are 5 treatments, namely P0: Fumigation 0 minutes, P1: Fumigation 15 minutes, P2: Fumigation 30 minutes, P3: Fumigation 45 minutes, and P4: Fumigation 60 minutes, as well as block / repeat 3 times, the long soaking the wood with boiling water (1000C). The main variables observed were due to the destruction of albasia wood from subterranean termites attack. Difference in weight early and late wood were fed F-test were analyzed with an error rate of 5% and 1% and continued with Duncan test. The results showed that fogging effect is very real, and the treatment of the most influential P4 to lose weight is the smallest timber (0.7071 grams). | |
| 2168 | 11901 | A1M011029 | PENGARUH KONSENTRASI SUSU SKIM SERTA PERBANDINGAN DAGING BUAH DAN AIR KELAPA MUDA TERHADAP WARNA, AROMA, DAN RASA MANIS YOGURT DRINK | Yogurt drink dalam penelitian ini menggunakan bahan baku berupa susu skim, daging buah dan air kelapa muda. Penggunaan buah kelapa muda sebagai bahan baku yogurt drink bertujuan untuk memanfaatkan bahan baku lokal dan menambah nilai gizi yogurt drink. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh konsentrasi susu skim terhadap warna, aroma khas air kelapa muda dan rasa manis yogurt drink; 2) mengetahui pengaruh perbandingan antara daging buah dan air kelapa muda terhadap warna, aroma khas air kelapa muda dan rasa manis yogurt drink; 3) mengetahui pengaruh interaksi antara konsentrasi susu skim dengan perbandingan daging buah dan air kelapa muda terhadap warna, aroma khas air kelapa muda dan rasa manis yogurt drink. Metode penelitian berupa metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang dikaji yaitu konsentrasi susu skim (5, 10, 15% b/v), serta perbandingan daging buah kelapa muda dan air kelapa muda (1:4, 1:6, 1:8 b/b). Perlakuan disusun faktorial menghasilkan 9 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F dan bila berpengaruh nyata dilakukan uji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi perlakuan dengan penggunaan konsentrasi susu skim 15% serta perbandingan daging buah dan air kelapa muda sebesar 1:8 (S3K3) menghasilkan karakteristik mutu sensori lebih baik dibanding perlakuan lainnya dengan karakteristik warna putih kecoklatan (4,25), aroma khas air kelapa muda agak terasa (3,05), dan rasa manis agak manis (2,8). | Yoghurt drink in this research uses ingredients which are skimmed milk, young coconut meat and young coconut water. The use of meat and water of young coconuts as an ingredient aimed to diversify utilization of local product and increase the nutritional value of yoghurt drink. The aim of this research were: 1) determine the effect of skimmed milk concentration on the color, young coconut water aroma, and sweet taste of yoghurt drink; 2) determine the effect of young coconut meat and water ratio on the color, young coconut water aroma, and sweet taste of yoghurt drink; 3) determine the effect of interaction between concentration of skimmed milk with young coconut meat water ratio to the color, young coconut water aroma, and sweet taste of yoghurt drink. The research method was experimental and using Randomized Block Design (RBD). Factors tested were concentration of skimmed milk (5, 10, 15% w/v); meat and water of young coconut ratio (1:4, 1:6, 1:8 w/w). The treatments were conducted in triplicate, therefore obtained 27 units experimental. Data were analyzed using F test. If the result was significant, a further test using the Duncan Multiple Range Test (DMRT) at 5% level was carried out. The result of this research showed that the treatment combination using skimmed milk concentration of 15% with meat and water of young coconut ratio at 1:8 (S3K3) produced better sensory quality characteristics than the other treatment with a brownish-white in color (scale of 4.25), quite noticeable typical aroma of coconut water (scale of 3.05), slightly sweet of sweet taste (scale of 2.8). | |
| 2169 | 11894 | D1E011233 | BOBOT DAN PERSENTASE KARKAS DAN BAGIAN-BAGIAN KARKAS BERBAGAI AYAM SENTUL UMUR 18 MINGGU | Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bobot dan persentase karkas dan bagian-bagian karkas berbagai ayam sentul. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi, kemudian jika ada pengaruh terhadap perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Perlakuan yang digunakan yaitu Sa = ayam sentul abu, Sb = ayam sentul batu, Sd = ayam sentul debu, Se = ayam sentul emas, Sg = ayam sentul geni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan bobot karkas, yaitu 694,8 ± sampai 673,2 ± 76,36 g sedangakan rataan persentase bagian- bagian karkas, yaitu 67,69 ± 4,03 g. Hasil analisis variansi berbagai jenis ayam sentul jantan terhadap bobot bagian- bagian karkas dan persentase bagian- bagian karkas menunjukkan bahwa perlakuan berbagai ayam sentul jantan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot dan persentase bagian- bagian karkas ayam sentul umur 18 minggu, kecuali persentase dada menunjukkan bahwa perlakuan berbagai ayam sentul jantan berpengaruh nyata (P<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan berbagai ayam sentul terhadap produksi karkas meliputi bobot dan persentase karkas, punggung, sayap, paha, giblet relatif sama, kecuali persentase dada. Ayam sentul emas berpotensi sebagai penghasil karkas terbaik . | The purpose of this research was to determine the weights and percentages of carcass and parts of the carcass of various chicken sentul. The research was conducted with an experimental method using completely randomized design (CRD) Data were analyzed using analysis of variance, then if there is an influence on the treatment, then continued with test Honestly Significant Difference (HSD). The treatment used is Sa = chicken sentul ash, Sb = chicken sentul stone, Sd = chicken sentul dust, Se = chicken sentul gold, Sg = chicken sentul geni. The results showed that the average carcass weight, ie up to 673.2 ± 694.8 ± 76.36 g while the average of the percentage parts of the carcass, which is 67.69 ± 4.03 g. Results of variance analysis of various types of male chickens sentul against parts of carcass weight and percentage parts of the carcass showed that the treatment of a variety of male chickens sentul no real effect (P> 0.05) on the weight and the percentage of chicken carcass parts sentul age of 18 weeks , except percentages chest showed that treatment of various male chicken sentul significant (P <0.05). The conclusion from this research was the treatment of production carcass of chicken sentul various to include the weight and the percentage of carcass, back, wings, thighs, giblet was similar, except percentage of breast. Sentul chicken gold potential to produce higher carcass. | |
| 2170 | 11895 | B1J010207 | Studi Tentang Pengaruh Manipulasi Daun Bendera Terhadap Produksi Padi IR 64 | Daun bendera adalah daun yang diduga memiliki aktivitas fotosintesis paling aktif selama masa pengisian biji padi. Peran dari daun bendera dapat dioptimalkan untuk menghasilkan asimilat yang tinggi sehingga berkontribusi pada pengisian bulir dan peningkatan produksi padi. Perlakuan pemotongan daun bendera bertujuan untuk mempelajari perannya pada pengisian biji Aplikasi zat pengatur tumbuh sitokinin pada daun bendera ditujukan untuk mencegah degradasi klorofil dan penuaan daun, sehingga diharapkan akan memperpanjang aktivitas fotosintesis dalam daun bendera pada periode pengisian biji padi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1) mempelajari pengaruh interaksi antara pemotongan daun bendera dan perlakuan BAP terhadap pengisian biji padi varietas IR 64. (2) menentukan kondisi daun bendera dan konsentrasi BAP terbaik untuk meningkatkan laju pengisian biji padi varietas IR 64. Metode penelitian yangdigunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola perlakuan faktorial. Faktor pertama berupa pemotongan daun bendera (P) dengan 4 taraf yaitu P0: tanpa pemotongan daun bendera, P1: pemotongan ¼ bagian daun bendera, P2: pemotongan ½ bagian daun bendera, dan P3: pemotongan ¾ bagian daun bendera. Faktor kedua adalah konsentrasi BAP (B) dengan 4 taraf yaitu B0: 0 µM; B1: 5 µM ;B2: 10 µM ; dan B3 15 µM. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Sehingga terdapat 48 unit percobaan Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara pemotongan daun bendera dan pemberian BAP berpengaruh terhadap proses pengisian biji. Kondisi daun bendera tanpa pemotongan dan aplikasi BAP 15 µM merupakan kombinasi yang paling baik untuk meningkatkan proses pengisian biji padi pada varietas IR 64. | Flag leaf is widely considered as the most photosynthetically active leaf during the grain filling period. The role of flag leaf can be optimalized to produce high photosynthate which contributes toward grain filling and increased rice production. The flag leaf removal treatment is aimed to study its role on the grain filling. The Application of cytokinins growth regulator on the flag leaf is aimed to prevent chlorophyll degradation and leaf senescence, which expected to extend photosynthetic activity in the flag leaf during grain filling period. This study has been carried out with the objectives as follow. : (1) to study the effect of interaction between flag leaf cutting and BAP application on grain filling of IR 64 rice variety. (2) to determine the best flag leaf condition and BAP concentration to increase the rate of grain filling of IR 64 rice variety. This research has been carried out experimentally using a Randomized Grouped Design (RGD) on afactorial treatment pattern. The first factor applied was flag leaf cutting (P) with 4 levels i.e. P0: flag leaf without cutting, P1: ¼ part of the flag leaf was cut, P2: ½ part of the flag leaf was cut, and P3: ¾ part of the flag leaf was cut. The second factor was BAP concentrations (B) applied with 4 levels i.e B0: 0 µM; B1: 5 µM; B2: 10 µM ; dan B3 15 µM. Each treatment combination was replicated 3 times, which resulted in 48 experimental units The research results showed that the interaction between flag leaf cutting and BAP treatment affected the grain filling processes. The flag leaf without cutting and the application of 15 µM BAP was found to be the best combination to increase the grain filling processes in IR 64 rice variety. | |
| 2171 | 11893 | H1A011035 | PENURUNAN KADAR Pb PADA UNDUR-UNDUR LAUT (Emerita emeritus Linnaeus 1767) DENGAN TEKNIK PERENDAMAN MENGGUNAKAN ASAM ASETAT | Makanan yang tercemar logam berat Pb akan berbahaya bagi kesehatan, karena Pb mudah terakumulasi dalam tubuh. Salah satu teknik yang digunakan untuk menurunkan kadar Pb dalam makanan ialah teknik perendaman. Bahan yang digunakan untuk perendaman adalah asam asetat yang memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan logam Pb2+ membentuk senyawa kompleks baru yang stabil. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui efektivitas teknik perendaman dengan asam asetat dalam menurunkan kadar Pb pada undur-undur laut (Emerita emeritus Linnaeus 1767) yang diduga tercemar Pb. Undur-undur laut diambil kemudian sebanyak 300 gram sampel dibagi menjadi 3 bagian dengan berat masing-masing 15 gr (tanpa perendaman) dan 135 gr. Sampel direndam dengan variasi volume asam asetat sebanyak 40 mL, 60 mL, 120 mL serta variasi waktu perendaman selama 5 menit, 10 menit, dan 15 menit. Kemudian sampel didestruksi dengan asam nitrat pekat (HNO3) 65% (v/v) dengan pemanasan dan penambahan H2O2. Hasil destruksi diukur absorbansinya dengan Spektrofotometer Serapan Atom (AAS) pada panjang gelombang 283,5 nm. Kadar awal Pb pada undur-undur laut (Emerita emeritus) sebanyak 1,68 mg/Kg dan berada diatas ambang batas aman menurut Badan Standarisasi Nasional (2009) yaitu tidak lebih dari 0,5 mg/Kg. Teknik perendaman dengan asam asetat yang paling efektif adalah pada saat waktu kontak 15 menit. Persentase penurunan terbesar pada perendaman asam asetat selama 15 menit dengan volume 40 mL, 80 mL, dan 120 mL berturut-turut sebanyak 61,54% ; 74,64% ; 77,79%. | Food contaminated with Pb metals will be harmful to health, because it is easy to accumulates in the body. One technique used to reduce levels of metals in food is soaking technique. Materials that used for the soaking is acetic acid which has the ability to interact with Pb 2+ form a new stable complex compounds. The aim of this study was to examine the effectiveness of the soaking technique with acetic acid to decrease of Pb metals in Emerita emeritus which contaminated with Pb metals. Around 300 gr sample of Emerita emeritus divided into 3 parts, each weighing 15 gr (without soaking) and 135 gr. Samples soaked with volume variation of acetic acid 40 mL, 60 mL, 120 mL and the time variation of soaking for 5 minutes, 10 minutes, and 15 minutes. Then desctructed the sample with concentrated nitric acid (HNO3) 65% (v/v) with heating and the addition of H2O2. Absorbances of destruction solutions were measured by Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) at maximum wavelength of 283.5 nm. Initial concentration of Pb in Emerita emeritus of 1.68 mg/Kg and above the safe threshold according to the BSN (2009) that is no more than 0.5 mg/Kg. Soaking technique with acetic acid is most effective when the contact time 15 minutes. The biggest percentage drop of acetic acid soaking for 15 minutes with a volume of 40 mL, 80 mL, and 120 mL respectively as much as 61.54%; 74.64%; 77.79%. | |
| 2172 | 11896 | A1C010002 | PROSPEK PENGEMBANGAN USAHA SUSU KAMBING ETAWA (STUDI KASUS DI PETERNAKAN AS-SALAM KELURAHAN SIRNAGALIH KECAMATAN INDIHIANG KOTA TASIKMALAYA) | Kambing etawa merupakan jenis kambing yang memiliki dua fungsi, yaitu sebagai penghasil daging dan susu. Peternakan As-Salam merupakan peternakan yang mengusahakan susu kambing etawa di Kota Tasikmalaya. Susu kambing etawa memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan susu sapi, antara lain membantu memulihkan kondisi orang yang baru sembuh dari suatu penyakit, dan mampu mengontrol kadar kolesterol dalam darah. Kandungan gizi dalam susu kambing dapat meningkatkan pertumbuhan bayi dan anak-anak serta membantu menjaga keseimbangan metabolisme. Susu kambing juga baik diberikan kepada wanita dewasa untuk mengembalikan zat besi setelah haid, kekurangan darah, kehamilan, serta pendarahan setelah melahirkan. Kandungan protein, lemak, kalori, fosfor, kalium, dan vitamin A dalam susu kambing lebih tinggi, selain itu harga jualnya lebih tinggi dibandingkan susu sapi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis aspek finansial yang meliputi biaya dan pendapatan, Revenue Cost Ratio (R/C), dan Break Even Point (BEP), 2) Mengetahui prospek pengembangan usaha melalui analisis trend usaha susu kambing etawa. Penelitian dilakukan di Peternakan As-Salam pada bulan Januari 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan sasaran penelitian adalah pemilik peternakan As-Salam yang menjalankan usaha susu kambing etawa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Analisis data menggunakan analisis biaya dan pendapatan, revenue cost ratio, break even point, dan analisis trend dengan menggunakan aplikasi Minitab Statistic Software. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya total yang dikeluarkan pada usaha susu kambing etawa di Peternakan As-Salam sebesar Rp10.095.448,00. Penerimaan usaha susu kambing etawa yang diperoleh sebesar Rp12.400.000,00. R/C rasio usaha susu kambing etawa adalah 1,22 sehingga dapat dikatakan usaha ini sudah layak untuk dijalankan. BEP produksi yang harus dicapai oleh peternakan As-Salam supaya tidak mengalami kerugian yaitu 205,8 liter per bulan dan penerimaan sebesar Rp8.134.728,00/bulan. Hasil analisis trend menunjukkan bahwa penjualan susu kambing etawa di Peternakan As-Salam akan terus mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan adanya trend menaik pada usaha susu kambing etawa serta memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan. | Etawa goat is type of goat that has two functions, as producers of meat and milk. As-Salam Farm is a farm that enterprised Etawa’s goat milk in Tasikmalaya City. Etawa’s goat milk have many advantages than cow milk, among others help restore the conditon of people who are recovering from an illness, and was able to control the level of cholesterol in the bood. Nutrient content in goat milk can promote the growth of babies and children as well as maintain metabolic balance. Goat milk is also good given to adult woman to restore iron after menstruation, blood deficiency, pregnancy, and bleeding after childbirth. The content of protein, fat, calories, phosphorus, potassium, and vitamin A in goat milk is higher than cow milk, as well as having a high selling price. This research aims to 1) Analyze financial aspects covering the cost and income, Revenue Cost Ratio (R/C), and Break Even Point (BEP). 2) Aware of the business expansion through trends analysis of Etawa’s goat milk business. The research was conducted at the As-Salam Farm in January 2015. Research method used is a case study with research target is owner of As-Salam Farm who operates Etawa’s goat milk business. Data collection techniques through observation, interview, and literature study. Data analysis used cost and income analysis, revenue cost ratio, break even point, and trend analysis with Minitab Statistic Software. The research result show that total cost released on Etawa’s goat milk business on As-Salam Farm of Rp10.095.448,00. Revenue from Etawa’s goat milk business obtained Rp12.400.000,00. R/C ratio Etawa’s goat milk business is 1,22 so that it can be said this business worthy to operates. BEP productions that must be achieved by As-Salam Farm might not had losses is 205,8 liters/month and revenue of Rp8.134.728,00/month. Trend analysis results that the sale of Etawa’s goat milk on As-Salam Farm will constantly increasing. It showed an ascending trend on Etawa’s goat milk business, as well as having good prospect to be developed. | |
| 2173 | 11897 | G1A009008 | HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN FUNGSI SOSIAL PADA PASIEN PASCA STROKE DI RSUD. PROF. DR. MARGONO SOEKARJO | Latar belakang : Stroke paling banyak menyebabkan kecacatan pada kelompok usia di atas 45 tahun, banyak penderitanya yang tidak mampu lagi mencari nafkah seperti sedia kala karena berdampak pada gangguan fungsi sosial, fisik, dan mental pasien. Keluarga memiliki fungsi strategis dalam meningkatkan kemandirian dan taraf hidup pasien paska stroke serta dapat beradaptasi kembali pada masyarakat dan kehidupan sosialnya. Dukungan keluarga terhadap pasien paska stroke mempunyai peran penting terhadap fungsi sosial pasien paska stroke. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan fungsi sosial pada pasien pasca stroke di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2015 di RSUD Prof. Dr. Margono soekarjo dengan total responden berjumlah 30 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Dukungan Keluarga diukur dengan kuesioner dukungan keluarga dan fungsi sosial diukur dengan kuesioner fungsi sosial yang disusun pada penelitian ini. Hasil: Penelitian pada pasien paska stroke di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo untuk dukungan keluarga hasilnya adalah 90% kategori baik dan 10% kategori sedang, untuk fungsi sosial 60% memiliki fungsi sosial baik dan 40% memiliki fungsi sosial sedang. Analisis hubungan antara dukungan keluarga dengan fungsi sosial dilakukan dengan uji Spearman memperoleh nilai p = 0,000 dan r = 0,609 yang menunjukan korelasi positif dengan kekuatan korelasi yang cukup. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan fungsi sosial pada pasien paska stroke di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo | Background: Stroke is the most cause of disability in the group age above 45 years, many sufferers are no longer able to earn a living as usual because of an impact on social dysfunction, physical, and mental patients. The family also has a strategic function to reduce the recurrence rate, and improve the living standards of independence of post-stroke patients and able to adapt back to the community and social life such as family support for post-stroke patients have an important role to the social function of post-stroke patients. objective: To know the correlation between support families with social function in patient after stroke at prof, Dr. Margono Sukarjo hospital center. Method: the research used analytic survey with cross sectional approach. The research has been done at January 2015 in prof. Dr. Margono Sukarjo hospital center. They are used 30 people with inklusif and eklusif criteria. Families support and social function are determineted with quesionere. Result: the research, at patient after stroke in prof, Dr. Margono Sukarjo hospital center for 90% support families good categories and 10 % medium categories. Support families 60% at good categories and 40% has medium categories. the correlation between support families with social function in patient after stroke at prof, Dr. Margono Sukarjo hospital center with spearman with P-value = 0,000 and r 0,609 this define is positif correlation with sufficient strength. Conclusion: support families more and more social function more and more too | |
| 2174 | 11898 | A1M011053 | PENGARUH PENAMBAHAN BUBUK KECOMBRANG TERHADAP SIFAT KIMIAWI DAN MIKROBIAWI SOSIS TEMPE SELAMA PENYIMPANAN | Sosis merupakan produk olahan daging yang dihaluskan, diberi bumbu, dan dimasukkan dalam selongsong.Daging sebagai bahan baku sosis dapat diganti dengan pangan nabati seperti tempe yang mengandung tinggi protein.Sosis sering kali ditambahkan bahan pengawet untuk memperpanjang umur simpan. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan upaya memperpanjang umur simpan sosis tempe dengan penambahan pengawet alami bubuk kecombrang. Penelitian ini bertujuan untuk:1. menetapkan bagian tanaman kecombrang yang paling sesuai sebagai pengawet sosis tempe; 2. menetapkan konsentrasi bubuk kecombrang yang optimal terhadap sifat kimiawi dan mikrobiawi sosis tempe; 3. menetapkan lama penyimpanan yang paling optimal terhadap sifat kimiawi dan mikrobiawi sosis tempe; 4. menentukan kombinasi perlakuan terbaik antara bagian tanaman kecombrang, konsentrasi bubuk kecombrang dan lama penyimpanan agar menghasilkan sosis tempe dengansifat kimiawi dan mikrobiawiyang terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji F (taraf 5%) dan apabila menunjukkan adanya keragamandilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5% dan analisis regresi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik ditinjau dari sifat kimiawi dan mikrobiawi adalah B3K3L0 (sosis tempe dengan penambahan bubuk buah kecombrang 3% selama penyimpanan (suhu refrigerator) kurang dari 1 minggu (4 hari)). Sosis tempe dengan penambahan bubuk buah kecombrang ini masih dapat diterima hingga 12 hari penyimpanan (UK Public Health Laboratory Service). Produk memiliki kadar air 53,81%; kadar total asam tertitrasi 0,0013% bk (0,0006% bb); total bakteri 7,63 x 106 cfu/g; total kapang dan khamir 1,28 x 107 cfu/g serta total mikroba 1,14 x 106 cfu/g. | Sausage is a processed meat product which mashed, seasoned, and put into sausage casings. Meat as a raw material of sausage can be substituted with vegetable foods such as tempe which contains high protein. Sausage often is added preservatives to extend its shelf life. Therefore, in this research, tempe sausage is added natural preservative of kecombrang powder. This research aimed to:1. establish the most appropriate kecombrang plant part as a preservative tempe sausage; 2. establish the optimum concentration of kecombrang powder on chemical and microbial properties of tempe sausage; 3. establish the most optimum storage time on chemical and microbial properties of tempe sausage; 4. determine the best combination unit between kecombrang plant parts, the concentration of kecombrang powder and storage time in order to produce tempe sausage with the bestchemical and microbial properties.This research used a Randomized Block Design (RBD). The data obtained were analyzedby F test (5% level) and when showing their diversity continued with Duncan Multiple Range Test ( DMRT ) on 5 % leveland regression analysis.The results showed that the best combination unit of tempe sausage which had the bestchemical and microbial properties was B3K3L0 (tempe sausage with the addition of kecombrang’s fruit powder 3% during storage time less than 1 week (4 days)). Tempe sausage with the addition of kecombrang’s fruit powderstill be accepted up to 12 days of storage (UK Public Health Laboratory Service). The product had a water content of 53.81%; total acid content of 0.0013% bk (0.0006% bb); total bacteria of 7.63 x 106 cfu/g; total mold and yeast of 1.28 x 107 cfu/g and total microbes of 1.14 x 106 cfu/g. | |
| 2175 | 11899 | A1M011004 | PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK KENCUR DAN JAHE DENGAN ATAU TANPA REMPAH TAMBAHAN TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN SENSORI JELLY DRINK | Jelly drink merupakan produk pangan yang berbentuk gel yang kenyal dan mudah disedot serta biasa dikonsumsi sebagai penunda rasa lapar. Pembuatan jelly drink dengan penambahan ekstrak kencur, jahe dengan atau tanpa rempah tambahan (kapulaga, sereh dan cengkeh) merupakan salah satu bentuk diversifikasi rasa serta untuk menambah nilai fungsional jelly drink. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak kencur dan jahe dengan atau tanpa rempah tambahan terhadap sifat fisikokimia dan sensoris serta menentukan kombinasi perlakuan terbaiknya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yaitu jenis rempah (J) yang terdiri dari kencur (J1), kencur-rempah (J2), jahe (J3), jahe-rempah (J4), serta faktor kedua yaitu konsentrasi ekstrak rempah (K) yang terdiri dari 5% (K1), 7,5% (K2), 10% (K3). Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 36 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jelly drink dengan jenis rempah jahe menghasilkan pH yang lebih tinggi dibanding kencur serta semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka viskositas semakin turun. Kombinasi terbaik berdasarkan variabel fisikokimia adalah perlakuan J4K2 (jahe-rempah 7,5%) menghasilkan produk dengan viskositas 286,67 cp, sineresis 2,347 mg/menit, kadar air 83,98% bb, pH 6,38 dan positif mengandung flavonoid. Kombinasi perlakuan terbaik berdasarkan variabel sensori adalah perlakuan J1K1 (kencur 5%) menghasilkan produk dengan warna coklat, aroma rempah agak kuat, agak mudah disedot, agak kenyal, flavor rempah agak terasa, rasa rempah tambahan tidak terasa dan agak manis. | Jelly drink is a food product in the form of a gel firmness, easy aspirated and usually consumed to prevent a hunger. Making jelly drink with addition of greater galingale and ginger with or without additional spices (cardamom, lemongrass and clove) extract is one of diversification flavor and also aimed to add functional value of jelly drink. The purpose of this research was to determine the effect of addition and difference concentration of greater galingale and ginger with or without additional spices extract to the physicochemical and sensory characteristic of jelly drink and also to determine the best treatment combination. This research used experimental method with Randomized Block Design (RBD) with two factors. The first factor is the type of spice (J) consisting of greater galingale (J1), galingale-additional spices (J2), ginger (J3) and ginger-additional spices (J4). The second factor is the concentration of the spices extract (K) that consist of 5% (K1), 7.5% (K2) and 10% (K3). Each treatment combination was repeated three times and obtain 36 units of experiment. The result showed that the jelly drink with ginger extract produces higer pH value than greater galingale and more higher the concentration of spices extract causes viscosity value getting down. The best combination treatment based on physicochemical variable is J4K2 (ginger-additional spices 7.5%) result in a product with viscosity of 386.67 cp, sineresys of 2.347 mg/min, moisture content of 83.98 % (wb), pH of 6.38 and positive contains flavonoids. The best treatment combination based on sensory variable is J1K1 (greater galingale 5%) result in product with brown color, the aroma of spices is rather strong, rather easy aspirated, rather chewy, flavor of spice is rather tasted, the taste of additional spices is not tasted and slightly sweet. | |
| 2176 | 11900 | H1A010018 | KARAKTERISASI MEMBRAN KOMPOSIT SELULOSA ASETAT (SA) DARI NATA DE CASSAVA-POLIETILEN GLIKOL (PEG) DENGAN VARIASI PENAMBAHAN POLISTIRENA (PS) | Pemanfaatan limbah cair tapioka sebagai alternatif pembuatan membran selulosa asetat (SA) dari nata de cassava yang memiliki nilai ekonomis serta memberi solusi alternatif menanggulangi pencemaran lingkungan perairan. Membran SA memiliki sifat mekanik yang rendah sehingga dilakukan penambahan aditif dengan variasi polistirena (PS) dan polietilen glikol (PEG). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karateristik SA berdasarkan fluks dan uji tarik membran. Berdasarkan hasil penelitian nata de cassava berwarna putih dan kenyal. Selulosa asetat diperoleh melalui proses asetilasi. SA berwarna coklat kekuningan sebagai bahan dasar pembuatan membran. Karakterisasi membran dilakukan dengan analisis kadar asetil diperoleh 36,5585%, penentuan bobot molekul relatif (Mv) sebesar 4,68 x 10-4 g/mol dan analisis FTIR menunjukkan adanya serapan gugus (C=O karbonil) 1739.83 cm-1 serta terjadi penyerapan (C-O) 1233,26 cm-1. Metode yang digunakan untuk pembuatan membran komposit SA-PS-PEG yaitu inversi fasa. Karakterisasi membran komposit dilakukan dengan uji fluks air dan uji tarik membran. Hasil pengukuran diperoleh nilai fluks air terbesar yaitu membran komposit 1 sebesar 0,9 L/(m2.Jam) dan modulus young terbesar sebesar 1,1949 MPa untuk membran komposit 3. | Utilization tapioca liquid waste as an alternative to the manufacture cellulose acetate membrane (SA) of nata de cassava, that has economic value and provide alternative solutions to tackle pollution of aquatic environment. Membrane SA has a low mechanical properties, it needs polystyrene (PS) and PEG as additives. This study goals to determine characteristics of SA based on flux and tensile membrane. Based on the results, nata de cassava are white and chewy. Cellulose acetate is obtained by acetylation. SA has a yellowish brown color. It is a raw materials for manufacturing of membranes. Membrane characterization performed by 36.5585% of acetyl content, the determination of the relative molecular weight (Mv) of 4.68 x 10-4 g/mol and FTIR analysis showed uptake group (C=O carbonyl) 1739.83 cm-1 and the absorption (C-O) 1233.26 cm-1. The method used for the manufacturing of composite membranes SA-PS-PEG is phase inversion. Characterization of composite membranes made with test water flux and tensile membrane. The measurement results obtained value that the largest water flux is composite membrane 1 of 0,9 L /(m2.h) and most young modulus of 1.1949 MPa for composite membrane 3. | |
| 2177 | 11907 | E1A010158 | Komulasi Dalam Gugatan Utang-Piutang (Tinjauan Terhadap Putusan No. 11/ Pdt.G/ 2009/ PN.Pwt) | Pada dasarnya di dalam HIR tidak mengatur mengenai adanya komulasi. Namun, dalam prakteknya komulasi itu diperbolehkan asalkan dengan suatu syarat, yaitu adanya koneksitas antara pihak yang berkepentingan dengan peristiwa hukum yang didalilkannya. Pada putusan perkara perdata No. 11/ Pdt.G/ 2009/ PN.PWT tentang “gugatan utang-piutang” antara Ely Suprihartiningsih dkk, sebagai Para Penggugat dengan Aji Budi Prasetya sebagai Tergugat, yang di dalam surat gugatannya terdapat adanya suatu komulasi gugatan. Baik komulasi subyektif maupun komulasi obyektif. Berkaitan dengan adanya komulasi, dari pihak para turut tergugat mengajukan eksepsi mengenai adanya komulasi obyektif yang kemudian dalam pertimbangan hukumnya hakim menyatakan bahwa eksepsi mengenai komulasi obyektif tersebut tidak beralasan dan ditolak. Oleh karenanya hakim memeriksa pokok perkara tersebut, yang pada intinya di dalam pertimbangan hukum hakim tersebut, menyatakan bahwa tergugat telah terbukti melakukan perbuatan wanprestasi. Namun sebaliknya, berkaitan dengan adanya perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh tergugat, dalam hal ini tidak dapat dibuktikan oleh para penggugat, sehingga hakim menjatuhkan putusan dengan mengabulkan sebagian gugatan dari para penggugat. Akibat hukumnya atas wanprestasi yang dilakukan oleh Aji Budi Prasetya, maka hakim menghukum tergugat, untuk mengembalikan modal pokok yang sudah dipinjamkannya. Hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 1243 KUHPerdata. Kata Kunci: Komulasi gugatan utang-piutang. | Basically in HIR not regulate the presence komulasi. However, in practice it is allowed as long komulasi with a proviso, namely the connectivity between the parties concerned with the events that didalilkannya law. In the civil case verdict No. 11 / Pdt.G / 2009 / PN.PWT about the "lawsuit debts" between Suprihartiningsih Ely et al, as Plaintiffs with Aji Budi Prasetya as Defendant, who in his complaint letter there is the presence of a komulasi lawsuit. Komulasi both subjectively and objectively komulasi. Related to the komulasi, on the part of co-defendant filed an exception regarding the objective komulasi then in its legal considerations the judge stated that the objective komulasi exception regarding unwarranted and rejected. Therefore, the judges examine the subject matter, which is in essence in the judge's consideration of the law, stating that the defendant has been found guilty of acts of default. But on the contrary, with regard to the unlawful act committed by the defendant, in this case can not be proven by the plaintiffs, the judge ruled that the grant portion of the plaintiff's claim. Legal consequences upon breach of contract committed by Aji Budi Prasetya, the judge punish the defendant, to return the principal amount already loaned. This is in accordance with the provisions of Article 1243 of the Civil Code. | |
| 2178 | 11972 | H1C011060 | STUDI ANALISIS PERBANDINGAN ANTARA : 3-LEVEL H-BRIDGE CSI DAN 5-LEVEL PARALLEL H-BRIDGE CSI YANG BEROPERASI TERHUBUNG POWER GRID | Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai salah satu energi terbarukan merupakan suatu pembangkit yang memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi listrik. Dalam penggunaan PLTS, dibutuhkan suatu alat elektronik yang dikenal dengan inverter yang berfungsi merubah tegangan DC menjadi tegangan AC sebelum dihubungkan dengan jala-jala listrik (power grid) yang biasanya menggunakan tegangan AC. Inverter yang dibahas dalam penelitian ini adalah 3-Level H-Bridge CSI dan 5-Level Parallel H-Bridge CSI. Studi perbandingan inverter terhubung power grid : 3-Level H-Bridge CSI dan 5-Level Parallel H-Bridge CSI dilakukan untuk mengetahui efektifitas dan efisiensi dari kedua sistem. Dalam penelitian ini, perbandingan komponen harmonisa dan THD akan sangat diperhatikan karena nilai-nilai tersebut sangat berpengaruh dalam pengoperasian rangkaian inverter. Penelitian dilakukan dengan mengggunakan software PSIM 9.0.3 untuk simulasi rangkaian elektronik, sehingga dapat mengetahui kualitas dari sebuah rangkaian yang disimulasikan. Percobaan dilakukan dengan cara mengubah parameter-parameter yang ada dalam masing-masing rangkaian seperti : arus referensi dan indeks modulasi untuk melihat pengaruhnya terhadap komponen harmonisa dan THD yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai optimum dari komponen harmonisa dan THD berada pada rentang 0 % s.d. 5 % dengan indeks modulasi optimal sebesar 1. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai komponen harmonisa, THD dan efisiensi pada 5-Level H-Bridge CSI lebih kecil dibanding pada 3-Level H-Bridge CSI dengan indeks modulasi sebesar 1. | Solar power plant as one of the renewable energy is a plant that uses sunlight as a source of electrical energy. In the use of solar power, it takes an electronic device known as an inverter which serves to change the DC voltage into AC voltage before connecting to the grid which normally uses AC voltage. The inverter used in this study was 3-Level H-Bridge CSI and 5-Level Parallel H-Bridge CSI. A comparison study of power grid connected inverters: 3-Level H-Bridge CSI and 5-Level Parallel H-Bridge CSI needs to be done in order to determine the effectiveness and efficiency of the system. In this study, a comparison of harmonic component and THD will be considered because these values are very influential in the operation of the inverter circuit. The study was conducted by using PSIM software 9.0.3 for simulation of electronic circuits, to determine the quality of a simulated circuit. Experiments carried out by changing the parameters that exist within each circuit such as the reference current and modulation index to see its effect on the harmonic component and THD. The results showed that the optimum value of the harmonic component and THD are in the range of 0 % to 5 % with the optimal modulation index of 1. The result of the study showed that the value of the component harmonics, THD and efficiency in the 5-Level H-Bridge CSI smaller than the three-level H-Bridge CSI with the modulation index of 1. | |
| 2179 | 11988 | H1D011043 | ANALISIS PENGARUH VARIASI JARAK ANTAR NAIL DAN KEMIRINGAN NAIL PADA PERKUATAN SOIL NAILING TERHADAP STABILITAS LERENG DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA | Perkembangan transportasi di Indonesia yang semakin meningkat menyebabkan naiknya kebutuhan lahan untuk penggunaan jalan. Hal ini mendorong manusia untuk memanfaatkan setiap lahan yang ada sebaik mungkin, salah satunya di kawasan perbukitan dan berlereng yang topografinya cenderung beragam. Namun untuk mewujudkan transportasi yang aman, nyaman, dan memiliki konstruksi yang awet pada daerah lereng, diperlukan sebuah analisis tingkat keamanan lereng dalam perencanaannya. Salah satu alternatif perkuatan lereng yang bisa digunakan adalah dengan menggunakan soil nailing. Soil nailing adalah jenis perkuatan lereng dengan memasang batangan-batangan baja ke dalam tanah. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode analisis, dimana data analisis diperoleh dari Satuan Pelaksana Tugas CISUMDAWU, JAWA BARAT. Data analisis merupakan kombinasi dari berbagai data analisis yaitu jarak antar nail dan kemiringan nail. Kombinasi dari berbagai data analisis menghasilkan 25 variasi data analisis. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pada jarak antar nail 1,25 - 2 m, semakin besar jarak antar nail semakin kecil nilai angka keamanan (SF). Penurunan rata - rata angka keamanan (SF) pada jarak antar nail 1,25 - 2 m setiap bertambahnya jarak antar nail 0,25 m pada semua kemiringan nail adalah 1,56%. Semakin besar sudut kemiringan nail, semakin besar nilai angka keamanan (SF). Peningkatan rata - rata angka keamanan lereng (SF) setiap bertambahnya sudut kemiringan nail 2,5⁰ pada semua jarak antar nail adalah 3,08%. | The development of transportation in Indonesia is increasing nowadays, which causes the rising of the land requirements for road use. This problem encourages human to utilize any existing land as good as possible, one of them is in hill and slope area which topography tends to vary. However, to realize a safe transportation, comfortable, and has a durable construction on slopes requires an analysis safety factor of slopes in the planning. One alternative of reinforcement of slopes which can be used is soil nailing. Soil nailing is a type of reinforcement slope which is use by installing steel bars into soil. The method that used in this writing is a method of analysis, where the data analysis was obtained from Satuan Pelaksana Tugas CISUMDAWU, JAWA BARAT. The data analysis was a combination from a variety of data analysis in nail spacing and nail inclination. The combination of various data analysis produces 25 variations of the data analysis. Based on the research above the result was obtained which is a gap of a nail spacing from 1.25 to 2 m, the greater nail spacing get smaller safety factor (SF). The decrease in the average safety factor (SF) nail spacing from 1.25 to 2 m of each increase nail spacing 0.25 m all of nail inclination is 1.56%. The greater of the nail inclination, the greater of the safety factor (SF).The average of increase for each slope safety factor (SF) of each increase nail inclination 2,5⁰ all of nail spacing is 3.08%. | |
| 2180 | 11902 | A1M011039 | Kajian Penambahan Ekstrak Ubi Jalar Merah dan Perbedaan Jenis Jagung pada Yoghurt Jagung Suplementasi Kacang Hijau | Yoghurt jagung suplementasi kacang hijau merupakan minuman fermentasi rendah lemak. Ubi jalar merah sebagai prebiotik diharapkan meningkatkan aktivitas bakteri asam laktat. Perbedaan karakteristik jenis jagung dapat mempengaruhi karakter yoghurt jagung yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengetahui konsentrasi ekstrak ubi jalar merah yang paling baik untuk pembuatan yoghurt jagung suplementasi kacang hijau; 2) Mempelajari jenis jagung yang paling baik untuk pembuatan yoghurt jagung suplementasi kacang hijau; 3) Mempelajari kombinasi yang paling baik untuk pembuatan yoghurt jagung suplementasi kacang hijau; dan 4) Membandingkan yoghurt suplementasi kacang hijau terbaik dengan yoghurt komersial yang telah beredar di pasaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan U3J1 (ekstrak ubi jalar merah 10% dan jagung kuning) sebagai perlakuan terbaik. Perlakuan ini memiliki nilai pH 3,88, viskositas 77,95 cP, kadar asam laktat 3,06%, kadar lemak 1,27%, total padatan terlarut 19,10obrix dan protein total 3,33%. Karakter sensorisnya adalah warna kuning kemerahan, aroma yoghurt agak khas, tekstur agak lembut, rasa agak asam, dan disukai. Yoghurt yang dihasilkan berbeda dengan yoghurt komersial kecuali bidang rasa. | Corn yoghurt supplemented by green bean is low fat fermented drink. Red sweet-potato as a prebiotic is hoped can increase fermentation activities of lactic acid bacterias. The different kind of corn can affect character of corn yoghurt resulted. The purpose of research is: 1) To study the best concentration of red sweet-potato for making corn yoghurt supplemented by green bean; 2) To study the best kind of corn for making corn yoghurt supplemented by green bean; 3) To study the best treatment combination of the both for making corn yoghurt supplemented by green bean; and 4) To compare the best treatment with the commercial yoghurt at the market. The result of research show that U3JI (10% extract of red sweet-potato and sweet corn) is the best treatment. It contents pH 3,88, viscovity 77,94 cP, lactic acid total 3,06%, fat content 1,27%, dissolved solid total 19,10 obrix, and total protein content 3,33%. It have reddish yellow colour (3,44), rather typical yoghurt aroma (3,2), rather soft texture (3,28), rather sour (3,39) and like level of consumen preference (3,6). It is different from the commercial yoghurt except at the taste content. |