Artikelilmiahs
Menampilkan 2.121-2.140 dari 48.725 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2121 | 11854 | A1L008122 | PENGARUH PEMBERIAN ARANG KAYU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL GALUR TANAMAN PADI HARAPAN TOLERAN SALIN DI PANTAI SELATAN JAWA TENGAH | Penelitian ini betujuan untuk 1) mengkaji pengaruh pemberian arang kayu terhadap pertumbuhan dan hasil padi 2) mengkaji keragaman pertumbuhan dan hasil varietas siakraya, galur unsoed 7 dan galur unsoed 9 pada tanah salin 3) mengkaji respon galur serta varietas padi harapan toleran salin terhadap beberapa dosis arang kayu pada tanah salin. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah arang kayu dengan 3 taraf yaitu 8 kg /petak setara dengan 13.33 ton/ha, 16 kg/petak setara dengan 26.66 ton/ha dan 24 kg/petak setara dengan 39.99 ton/ha. Faktor kedua adalah jenis padi yaitu galur unsoed 7, galur unsoed 9 dan varietas siakraya. Variebel yang diamati meliputi tinggi tanaman, luas daun, jumlah anakan, jumlah akar, total panjang akar, volume akar, bobot kering tanaman, bobot kering akar, bobot kering malai, panjang malai, jumlah bulir total per rumpun, jumlah bulir total per malai, jumlah anakan produktif, bobot bulir isi per rumpun dan bobot 1000 biji. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji F, apabila terdapat pengaruh perlakuan dilanjutkan dengan DMRT (Duncan’s Muliple Range Test) pada taraf kesalahan 5% dan regresi. Hasil penelitian menunjukan perlakuan arang kayu berpengaruh pada beberapa variable pengamatan, yaitu jumlah akar dan jumlah anakan produktif. Keragaman varietas berpengaruh pada beberapa variebel pengamatan, yaitu jumlah akar, volume akar, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, jumlah bulir total per rumpun, dan bobot bulir isi per rumpun. Interaksi antara arang kayu dan varietas berpengaruh pada beberapa variable pengamatan, yaitu luas daun, total panjang akar, jumlah akar, volume akar, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, jumlah bulir total per rumpun, dan bobot bulir isi per rumpun. | This research was conducted 1 ) to evaluate the effect of given wood charcoal on the growth and yield of rice 2 ) to assess the diversity of growth and yield of siakraya varieties , genotype Unsoed 7, and 9 on saline soils 3 ) salt tolerant paddy rice of genotype Unsoed 7 and 9 as well as Siakraya toward multiple doses of charcoal on saline soils. The experimental design empoloyed was a randomized block design ( RBD ) factorial with 2 factors and 3 replications. The first factor is charcoal with 3 levels of 8 kg / plot equivalent to 13:33 tonnes / ha , 16 kg / plot equivalent to 26.66 tons / ha and 24 kg / plot equivalent to 39.99 tons / ha. The second factor is the type of rice that srains 7, 9 and Siakraya varieties. The variable were crop height, leaf area, saplings amountn, roots amount, total root length, root volume, plant dry weight, root dry weight, dry weight of panicle, panicle length , panicle amount, amount productive panicle, and weight of 1000 seeds. The data were analyzed using the F test, if there is a treatment effect followed by DMRT ( Duncan 's muliple Range Test ) at the level of 5 % and the regression error. The results showed a significant effect of treatment of wood charcoal on several variables observation. Treatment varieties significant effect on some varieble observations. Interaction between charcoal and varieties significantly on several variables observation. | |
| 2122 | 11855 | A1L008205 | PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG DAN PROBIOTIK (Nitrobacter) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL UMBI CILEMBU | Penelitian ini bertujuan untuk 1) menentukan dosis pupuk kandang sapi dan Probiotik (Nitrobacter) yang paling optimal untuk pertumbuhan dan hasil umbi Cilembu, 2) mengetahui interaksi antara perlakuan pupuk kandang sapi dan Nitrobacter pada tanaman umbi Cilembu. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah kebun percobaan Fakultas, Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Kelurahan Karawangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Propinsi Jawa Tengah. Ketinggian tempat 110 m dpl dengan jenis tanah Inceptisol. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 4 April - 23 September 2012. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang disusun dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor perlakuan yaitu variasi dosis pupuk kandang sapi (P) terdiri atas P0= 0, P1= 4,5 kg/petak (7,5 ton/ha), P2= 9 kg/petak (15 ton/ha) dan Nitrobacter (N) terdiri atas N0= 0, N1= 100 ml/tanaman (2,4 liter/petak), N2= 200 ml/tanaman (4,8 liter/petak). Hasil penelitian menunjukkan aplikasi dosis pupuk kandang sapi tidak berpengaruh terhadap semua variabel. Aplikasi dosis Nitrobacter mampu meningkatkan variabel jumlah daun, panjang batang, luas daun dan total klorofil. Pemberian Nitrobacter dengan dosis 200 ml/tanaman menghasilkan jumlah daun, luas daun, panjang batang dan total klorofil terbaik. Tidak terdapat interaksi antara dosis pupuk kandang sapi dan volume Nitrobacter. | This research aims to 1) determine the most optimal dose of cow manure and Probiotics (Nitrobacter) are the for growth and tuber yield of Cilembu, 2) Studying the interaction between the treatment of cow manure and Nitrobacter on tuber crops Cilembu. The research was conducted in the paddy field experiment station Faculty of Agriculture, University of General Sudirman, Purwokerto. Altitude 110 m above sea level with the soil type Inceptisol. The experiment was conducted from 4 April to 23 September 2012. This study was factorial experiment arranged in a randomized block design complete (RCBD) with two factors. The firs factor was dosage of cow manure (P), consisted of 3 levels P0= 0, P1= 4.5 kg/plot (7.5 tons/ha), P2= 9 kg/plot (15 tonnes/ha) and the second factor was dosage of Nitrobacter consisted of 3 levels N0= 0, N1= 100 ml/plant (2.4 l/plot), N2= 200 ml/plant (4.8 l/plot). The results showed that dose of cow manure application had no effect on all variables. Dose application Nitrobacter capable of increasing the variable number of leaves, plant length, leaf area and total chlorophyll. Nitrobacter at dose of 200 ml/plant gave the best number of leaves, leaf area, plant length and total chlorophyll. There was no interaction between dose of cow manure and Nitrobacter. | |
| 2123 | 11862 | A1C010069 | KAJIAN FINANSIAL PEMBESARAN IKAN GURAMI DI DESA BAJONG KECAMATAN BUKATEJA KABUPATEN PURBALINGGA (Studi Kasus Pokdakan Mina Dipakerti) | Desa Bajong merupakan salah satu daerah sentra penghasil ikan gurami di Kabupaten Purbalingga. Salah satu pokdakan yang melakukan usaha tani pembesaran ikan gurami adalah Mina Dipakerti. Dalam kegiatan budidaya yang dilakukan Pokdakan Mina Dipakerti perlu dikaji aspek finansial untuk mengetahui keuntungan serta kelayakan usaha yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui keuntungan usaha budidaya pembesaran ikan gurami, 2) mengetahui kelayakan finansial usaha pembesaran gurami yang dilakukan Pokdakan Mina Dipakerti. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bajong Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga pada bulan Desember 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus dengan jumlah responden sebanyak 14 petani pembesaran ikan gurami. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, analisis R/C ratio, analisis Break Even Point, dan analisis rentabilitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa ikan gurami yang dibudidayakan sebagian besar adalah jenis batu. Dari data yang diperoleh menunjukan bahwa rata-rata pendapatan dalam satu periode produksi selama 6 bulan Rp8.948.533,80 dengan rata-rata luas kolam 375,5 m2. Jumlah rata-rata produksi 1.279,5 kg, rata-rata penerimaan usaha pembesaran Rp35.954.285,71 berada diatas nilai BEP sebesar 58,45 kg dengan BEP Rp1.643.398,04. R/C ratio sebesar 1,33 dan rentabilitas 65,58 persen. Berdasarkan data yang telah dianalisis menunjukkan bahwa usaha pembesaran ikan gurami yang dilakukan anggota Pokdakan Mina Dipakerti sudah menguntungkan dan layak untuk diusahakan. | Bajong village is one of the production centers of gourami in Purbalingga. One of fish cultivating group which focused in gourami enlargement is Pokdakan Mina Dipakerti. In this farming activities,need to be known the financial aspects to determine the benefits and feasibility of the activities.The research aimed to known: 1)the profit of gourami enlargement farming, 2) financial feasibility of gourami Pokdakan Mina Dipakerti gourami enlargment. The research was conducted in Bajong Village, Bukateja District, Purbalinggaon December 2014. The method that used was case study with the number of respondents were 14 farmers. The analysis method were costs and revenues, R/C ratio, Break Even Point, and of probability analysis. The results showed that most of gourami are gourami batu . Based on data is obtained and analyzed, that result showed that gourami enlargement farming of Pokdakan Mina Dipakerti already profitable. It is showed by the average income during one period with pool area of 375.5 as much as Rp8,948,533.80. The average number of production as much as 1,279.5 kg, the average of revenue is Rp35,954,285.71 above BEP value 58.45 kg and Rp1,643,398.04 with R/C ratio as much as1.33 and potential for producing a profit as much as 65.58 percent. Based on data that has been analyzed showed that the enlargement of the gourami that by Pokdakan Mina Dipakerti is profitable and deserve to be cured. | |
| 2124 | 11865 | G1A011104 | PROFIL HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN MIGREN DI POLI SARAF RSUD PROF. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Latar Belakang: Yadaf tahun 2010 menyatakan bahwa stres merupakan faktor pencetus utama timbulnya nyeri kepala migren, Sara H Schramm tahun 2012 menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat stres seseorang, semakin tinggi intensitas nyeri kepala migren. Stres adalah suatu tekanan atau sesuatu yang terasa menekan dalam diri individu. Nyeri kepala migren adalah nyeri kepala berulang, serangan berlangsung selama 4-72 jam dengan karakteristik khas, yaitu berlokasi unilateral, nyeri berdenyut (pulsating), intensitas sedang atau berat, diperberat oleh aktivitas fisik rutin, dan berhubungan dengan mual dan atau fotofobia serta fonofobia. Tujuan: Untuk mengetahui profil hubungan antara tingkat stres dengan intensitas nyeri kepala migren di Poli Saraf RSUD PROF. Margono Soekarjo Purwokerto. Metode penelitian: Metode analitik observasi cross secsional. Alat ukur penelitian yaitu tingkat stres menggunakan DASS 42, intensitas nyeri kepala menggunakan VAS, dan migren menggunakan data sekunder di rekam medis. Sampel terdiri dari 43 pasien migren dengan metode consecutive sampling dimana peneliti berkunjung ke rumah pasien. Data dianalisis menggunakan Chi Square Hasil: Pasien migren sebagian besar mengalami tingkat stres sedang dengan jumlah 20 responden (46,5%) dan sebagian besar mengalami intensitas nyeri kepala migren sedang dengan jumlah 32 responden (74,4%). Hasil untuk hubungan antara tingkat stres dengan intensitas nyeri kepala migren yaitu X2 hitung (27,592) > X2 tabel, dan p-value (0,000) lebih kecil dari nilai α, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan intensitas nyeri kepala migren | Background : Yadaf in 2010 said that stress is a major trigger factors of the migraine headaches, Sara H Schramm in 2012 said that higher stress levels it will make higher the intensity of migraine headaches. Stress is a pressure or something that feels pressed within the individual Stress define as an individual’s pressure or a state of mental tension. Migraine is a recurrent headache which occurs 4-72 hours. The characteristics of migraine are localized unilaterally, throbbing (pulsating), moderate or severe intensity, aggravated by routine physical activity, and associated with nausea, photophobia or phonophobia. Objectives : This study aimed to determine profile the association stress levels with the intensity of migraine headache in Neurology Department of Prof. Margono Soekarjo Hospital, Purwokerto. Methods : The research method was analytical observation cross secsional. The instruments used in this research are DASS 42 for stress levels, VAS for the intensity of headache, medical record for migraine. The samples consist of 43 patients with consecutive technique sampling in which researchers by visited of patients homes. Results : Most of patients with migraine had moderate stress’ level (20 respondents or 46.5%) and had moderate headach intensity’ (32 respondents or 74.4%). The results for the relationship between the level of stress with the intensity of migraine headache was X2 count (27.592) > X2 tabel, and p-value (0.000) was smaller than α value, then H0 was rejected and Ha accepted. Conclusions : There was a significant association between the level of stress with the intensity of migraine headache. | |
| 2125 | 11834 | A1M010085 | PENGARUH KONSENTRASI AIR KELAPA MUDA DAN SUSU SKIM TERHADAP SIFAT SENSORI MINUMAN PROBIOTIK | Minuman probiotik air kelapa muda merupakan suatu produk olahan berbahan dasar air kelapa muda dan susu skim yang dibuat melalui fermentasi menggunakan bakteri asam laktat Lactobacillus casei. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi air kelapa muda dan susu skim terhadap sifat sensori minuman probiotik serta untuk menentukan pengaruh kombinasi antara air kelapa muda dan susu skim terhadap sifat sensori minuman probiotik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok. Faktor yang diuji adalah konsentrasi air kelapa muda (0%, 10%, 30%, dan 50%) dan konsentrasi susu skim (5%, 10%, dan 15%). Perlakuan disusun secara faktorial menghasilkan 12 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 36 unit percobaan. Variabel yang diamati meliputi warna, aroma khas yakult, dan tingkat keasaman. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F dan apabila bepengaruh nyata pengujian dilanjutkan dengan menggunakan uji banding ganda yaitu Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi air kelapa muda berpengaruh pada tingkat keasaman. Konsentrasi susu skim berpengaruh terhadap aroma khas yakult. Kombinasi antara konsentrasi air kelapa muda dan konsentrasi susu skim tidak berpengaruh terhadap warna, aroma khas yakult, dan tingkat keasaman pada minuman probiotik air kelapa muda. | Probiotic drinks coconut water was a processing products made from young coconut water and skim milk were made by fermentation using lactic acid bacteria Lactobacillus casei. This study aimed to assess the effect of the concentration of coconut water and skim milk to the sensory probiotic drinks as well as to determine the effect of the combination of coconut milk and skim milk to the sensory probiotic drinks. This study was an experimental study with a randomized block design. Factors tested were young coconut water concentrations (0%, 10%, 30%, and 50%) and the concentration of skim milk (5%, 10%, and 15%). Arranged in a factorial treatment resulted in 12 treatment combinations were repeated 3 times to obtain 36 experiment units. Observed variables include color, yakult distinctive aroma, and acidity. Data were analyzed by F test and the test continued significant when using multiple comparisons that Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at 5% level. The results showed that the concentration of coconut water effect on acidity. Skim milk concentration affects the distinctive aroma yakult. The combination of concentration of coconut water and skim milk concentration wasn’t effect on color, yakult distinctive aroma and acidity in probiotic drink coconut water. | |
| 2126 | 11835 | H1E010036 | RANCANG BANGUN SISTEM PENGUKUR KECEPATAN BENDA DENGAN MEMANFAATKAN GELOMBANG ULTRASONIK MENGGUNAKAN METODE EFEK DOPPLER UNTUK SKALA LABORATORIUM | Rancang bangun sistem pengukur kecepatan benda telah dilakukan. Sistem pengukur kecepatan yang memanfaatkan gelombang ultrasonik dengan penggunaan sensor ultrasonik HC-SR04, mikrokontroler ATMega 8535, dan LCD ini dirancang dengan menggunakan metode efek Doppler untuk skala laboratorium. Dalam perancangannya, terlebih dahulu dibuat program pada mikrokontroler agar memberi isyarat pada sensor ultrasonik untuk memancarkan dan menerima gelombang. Ketika ada benda yang melintas di depannya, sistem alat ini akan mendeteksi frekuensi Doppler dan mengkonversinya menjadi nilai kecepatannya. Sistem alat ini diuji dengan membandingkan hasil kecepatan yang terdeteksi dengan hasil kecepatan pengukuran manual dan hasil kecepatan menggunakan perhitungan teoretis GLBB. Berdasarkan karakterisasi yang telah dilakukan, alat sistem pendeteksi mempunyai nilai akurasi rata-rata sebesar 95,96 %, presisi rata-rata 98,78 %, error rata-rata 4,04 %, bias rata-rata 0,018, dan sensitivitas 1,0847. Hasil karakterisasi sensor dengan membandingkan antara hasil kecepatan benda pada alat sistem pendeteksi dengan hasil kecepatan menggunakan perhitungan teoritis GLBB mempunyai nilai akurasi rata-rata sebesar 88,57 %, presisi rata-rata 90,61 %, error rata-rata 11,43 %, bias rata-rata 2,362, dan sensitivitas 4,3926. | A design of object speed measuring system have been carried out. This system that utilizes ultrasonic waves uses ultrasonic sensor HC-SR04, microcontroller ATMega 8535, LCD, is designed to detect the doppler effect caused by a moving object on a laboratory scale. On the construction of this speed measuring system, the first step is to put a program into the microcontroller so that the component can give a command to the ultrasonic sensor to transmit and receive waves. When an object passing by in front of the sensor, this instrument can detect the doppler frequency and the velocity of the object. This system has been tested by comparing with the speed manual measurement and theoretical calculations. Based on the characterization that have been carried out, the instrument detection system has accuracy value 95.96%, average error 4.04%, average bias 0.018, and sensitivity 1.0847. The result of comparison between object speed displayed on the instrument detection system and result from theoretical calculations gives average accuration value 88.57%, average precision 90.61%, average error 11.43%, average bias 2.362, and sensitivity 4.3926. | |
| 2127 | 11836 | C1B009088 | PENGARUH PERSEPSI TEKNOLOGI PERSEPSI RESIKO PROMOSI MULUT KE MULUT DAN KEPERCAYAAN TERHADAP NIAT BELI ONLINE | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Persepsi Teknologi, Promosi Mulut ke Mulut dan Persepsi Resiko terhadap Kepercayaan dan bagaimana pengaruh Kepercayaan terhadap Niat Beli online. Penelitian ini juga menganalisis pengaruh Kepercayaan dalam memediasi hubungan antara Persepsi Teknologi dan Niat Beli online di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Soedirman. Peneliti menggunakan sampel sebanyak 150 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode random sampling. Data di analisis menggunakan Structural Equation Modelling (SEM). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Persepsi Teknologi, Promosi Mulut ke Mulut dan Persepsi Resiko berpengaruh positif terhadap Kepercayaan, Kepercayaan berpengaruh positif terhadap Niat Beli Online dan Persepsi Teknologi berpengaruh positif terhadap Niat Beli online. Di samping itu, hasil penelitian juga menunjukan bahwa Kepercayaan memediasi hubungan antara Persepsi Teknologi dengan Niat Beli Online. | The purpose of this research was to analyze the influence of perceived technology, word of mouth and perceived risk on the online trust and how online trust is related to online purchase intention. This study also investigates the impact of online trust in mediating the relationship between perceived technology and online purchase intention in the Faculty of Economics and Bussines, Jenderal Soedirman University. A random sampling technique was used 150 respondents and data was analyzed by Structural Equation Model (SEM). The results of this research confirmed that perceived technology, word of mouth and perceived risk are positively related to the online trust; online trust is positively related to online purchase intention and perceived technology is positively related to the online purchase intention. In addition, the finding also concluded that perceived technology is positively related to online purchase intention, mediated by online trust. | |
| 2128 | 11838 | G1A010016 | Hubungan Lama Berdiri Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah (NPB) Pada Profesi Satuan Pengamanan (Satpam) Di Bank Negara Indonesia (BNI) Kabupaten Banyumas | Nyeri punggung bawah (NPB) merupakan keluhan yang sering dijumpai pada praktek sehari-hari dan mempengaruhi kualitas hidup. Jenis pekerjaan yang dapat menimbulkan LBP salah satunya adalah pekerjaan yang membutuhkan posisi berdiri dalam waktu lama, misalnya satpam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama berdiri terhadap timbulnya keluhan NPB pada profesi satpam BNI Kabupaten Banyumas Metode penelitian ini menggunakan cross sectional dengan teknik total sampling. Subjek penelitiannya adalah 42 orang satpam di BNI Kabupaten Banyumas. Data dianalisis univariabel berupa tabel distribusi frekuensi, kemudian analisis bivariabel menggunakan Kolmogorov-smirnov (alternatif uji chi square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara lama berdiri dengan keluhan NPB pada profesi satpam BNI Kabupaten Banyumas (p=0,029). Kesimpulan penelitian adalah terdapat hubungan yang bermakna antara lama berdiri dengan keluhan NPB pada profesi satpam BNI Kabupaten Banyumas. Lama berdiri ≥2 jam memiliki risiko NPB lebih tinggi dibandingkan lama berdiri <2 jam. | Low back pain (LBP) is common disease on daily practice and affect the quality of life. The type of work that can lead to LBP is work with long standing and the example security. Objectives of research to determine association between long standing position with LBP on security profession at the BNI Kabupaten Banyumas. This study was using a cross sectional with total sampling. There were 42 security at BNI Kabupaten Banyumas. Univariable analyse used distribution frequency tables, then bivariable analyse used Kolmogorov-smirnov (alternative chi square. The result of research that there was a significance association between long standing position with LBP on security profession at the BNI Kabupaten Banyumas (p=0,029). The conclusion of this research there was a significance association between long standing position with LBP on security profession at the BNI Kabupaten Banyumas. Long standing position ≥2 hours had higher risk of LBP than long standing position <2 hours | |
| 2129 | 11839 | C1A011069 | PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH, DANA ALOKASI UMUM, DANA ALOKASI KHUSUS, DAN DANA BAGI HASIL TERHADAP DISPARITAS PENDAPATAN REGIONAL DI JAWA TENGAH PERIODE 2004 – 2013 | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dana alokasi khusus dan dana bagi hasil terhadap disparitas pendapatan regional di Jawa Tengah periode 2004-2013 secara bersama-sama dan parsial, serta untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap disparias pendapatan regional di Jawa Tengah,dan untuk mengetahui dan menganalisa hipotesis Kuznets berlaku pada perekonomian kabupaten/kota di Jawa Tengah periode 2004-2013. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa (1) secara bersama-sama pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dana alokasi khusus dan dana bagi hasil berpengaruh signifikan terhadap disparitas pendapatan regional di Jawa Tengah, dan secara parsial variabel pendapatan asli daerah, dana alokasi umum dan dana bagi hasil berpengaruh signifikan terhadap disparitas pendapatan regional, sedangkan dana alokasi khusu tidak berpengaruh terhadap disparitas pendapatan regional di Jawa Tengah. (2) Variabel dana alokasi umum memiliki pengaruh yang paling besar terhadap disparitas pendapatan regional di Jawa Tengah. (3) Hipotesis Kuznets tidak berlaku pada perekonomian kabupaten/kota di Jawa Tengah. | This research aims to know and analyze the influence of regional income, general fund allocation, special fund allocation, and profit sharing fund on inequality regional income in Central Java 2004-2013 period simultaneously and partially, and to know which variable that give the most influence on inequality regional income in Central Java, and also to know and analyze Kuznets hypothesis that implemented in economy of Central Java regency/city 2004-2013 period. The result shows that (1) simultaneously the regional income, general and special fund allocation, and profit sharing are significantly influencing inequality regional income in Central Java, and partially regional income, general fund allocation, and profit sharing are significantly influencing on inequality regional income while special fund allocation is not significantly influencing on inequality regional income in Central Java. (2) The most influencing factor on inequality regional income is general fund allocation. (3) Kuznets hypothesis is not applicable in the economy of Central Java regency/city. | |
| 2130 | 11841 | C1A011010 | ANALISIS PENGARUH KESENJANGAN TABUNGAN-INVESTASI DOMESTIK, UTANG LUAR NEGERI, PENDAPATAN NASIONAL, PERTUMBUHAN EKONOMI DAN INFLASI TERHADAP NERACA TRANSAKSI BERJALAN (Studi Kasus 5 negara ASEAN Tahun 2000-2013) | Penelitaian ini berjudul “Analisis Pengaruh Kesenjangan Tabungan-Investasi Domestik, Utang Luar Negeri, Pendapatan Nasional, Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi Terhadap Neraca Transaksi Berjalan 5 Negara ASEAN Tahun 2000-2013”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel-variabel yang berpengaruh terhadap neraca transaksi berjalan di 5 negara ASEAN, yaitu meliputi kesenjangan tabugan-investasi domestik, utang luar negeri, pendapatan nasional, pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode analisis regresi Ordinary Least Square (OLS) terhadap model dengan kombinasi time series dan cross section, atau disebut juga data panel (pooled data) menggunakan model fixed effect dan uji statistik. Berdasarkan uji F neraca transaksi berjalan menunjukkan bahwa F hitung lebih besar dari F tabel. Dari hasil uji F neraca transaksi berjalan tersebut, maka variabel kesenjangan tabungan-investasi domestik, utang luar negeri, pendapatan nasional, pertumbuhan ekonomi dan inflasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap neraca transaksi berjalan di 5 negara ASEAN. Variabel kesenjangan tabungan-investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap neraca transaksi berjalan di 5 negara ASEAN tahun 2000-2013. Sedangkan variabel utang luar negeri, pendapatan nasional berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap neraca transaksi berjalan di 5 negara ASEAN tahun 2000-2013. Variabel pertumbuhan ekonomi dan inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap neraca transaksi berjalan di 5 negara ASEAN tahun 2000-2013. Implikasih penelitian ini adalah keseimbangan tabungan-investasi domestik 5 negara ASEAN sangat penting ditingkatkan untuk kestabilan neraca transaksi berjalan 5 negara ASEAN. Dengan seimbangnya tabungan-investasi domestik maka akan meningkatkan kualitas ekspor negara dari hasil investasi domestik suatu negara. Mengurangi utang luar negeri dan menigkatkan pendapatan nasional untuk sehingga akan mengurangi terjadi defisit neraca transaksi berjalan. Pertumbuhan ekonomi 5 negara ASEAN perlu ditingkatkan, salah satunya menjaga kestabilan neraca transaksi berjalan dengan peningkatan kualitas ekspor 5 negara ASEAN. Menekan laju inflasi 5 negara ASEAN dengan mengurangi impor yang tinggi untuk menjaga terjadinya defisit neraca transaksi berjalan 5 negara ASEAN. | This research entitled “Analysis of Influence from Saving and Domestic Investment Asymmetry, Foreign Loan, National Income, Economic Growth, and Inflation on Current Account of 5 ASEAN Countries in 2000-2013”. This research aims to know variables that influencing on current account in 5 ASEAN countries, covering saving and domestic investment asymmetry, foreign loan, national income, economic growth, and inflation. The research method uses Ordinary Least Square (OLS) on model with combination of time series and cross section, or called pooled data and using fixed effect model and statistic test. The implication is the domestic saving-investment balance 5 ASEAN countries are very important for the stability of the improved current account 5 ASEAN countries. With domestic saving-investment imbalance it will improve the quality of the country's exports of a country's domestic investment results. Reduce foreign debt and boost national income for that will reduce the current account deficit. Economic growth in the ASEAN 5 countries needs to be improved, one of which maintain the stability of the current account to improve the quality of export five ASEAN countries. Curb inflation five ASEAN countries by reducing the high import to keep the current account deficit ASEAN 5 countries. Key words: current account, saving and domestic investment asymmetry, foreign loan, national income, economic growth, and inflation, Fixed Effect Model (FEM). | |
| 2131 | 11842 | H1B011013 | KAJIAN TENTANG DISTRIBUSI t TAK SENTRAL | Pada skripsi ini dibahas PDF distribusi t tak sentral yang dikemukakan oleh Levy dan Narula (1974). PDF tersebut dikontruksi secara manual dengan menggunakan metode transformasi. Selain itu, dibahas pula kurva PDF yang diilustrasikan untuk parameter tak sentral yang bervariasi dan pembentukan tabel t tak sentral. Penggambaran kurva dan pembuatan tabel t tak sentral dilakukan dengan bantuan software R 3.1.2. Hasil yang diperoleh adalah kurva akan semakin bergeser ke arah kanan, memendek, dan skew positive sejalan dengan bertambahnya parameter tak sentral dan menurunnya derajat kebebasan. Tabel t tak sentral yang dihasilkan mempunyai keakuratan yang sama dengan table t tak sentral default yang diperoleh dari software R. | This research discussed about the PDF of noncentral t distribution by Levy and Narula (1974). The PDF was constructed manually by transformation’s method. Moreover, this research analyse the PDF’s curve some selected noncentral parameters and also presented noncentral t table. To produce the curve and noncentral t table, R is used. The results showed that the curve sifted to the right, decrease, and skew positive as the noncentral parameters increase and degrees of freedom decrease. Noncentral t table has a same accuracy with noncentral t table default using software R. | |
| 2132 | 11843 | H1B009029 | APLIKASI REGRESI SPLINE MULTIVARIABEL TERHADAP PENDERITA HIV AIDS DI KABUPATEN BANYUMAS PROVINSI JAWA TENGAH | Analisis regresi spline adalah salah satu analisis regresi nonparametrik. Regresi ini layak digunakan ketika distribusinya tidak diketahui. Regresi spline sangat bergantung pada orde, jumlah knot serta lokasinya. Orde linier cocok digunakan pada model ini dan knot yang layak digunakan berjumlah empat. Data yang digunakan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah penderita HIV AIDS di Kabupaten Banyumas. Faktor-faktor tersebut adalah (jumlah penduduk), (jumlah desa atau kelurahan), (jumlah fasilitas kesehatan) dan (jumlah tenaga kesehatan). Estimasi parameter model regresi dilakukan dengan menggunakan maximum likelihood estimation (MLE). Kriteria pemilihan knot optimal berdasarkan nilai generalized cross validation (GCV) minimum. Model yang didapatkan memiliki GCV sebesar 1,188072 dengan nilai kecocokan model sebesar 99,75%. Pada akhirnya diperoleh faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah penderita HIV AIDS hanya . | Spline regression analyse is one of the non-parametric regressions analysis. This regression is appropriate when the distribution is unknown. It depends on the orde, numbers of knot and also its location. The linier order is suitable model and the appropiate knot is four. The data is about the factors that influence the number of HIV sufferers in Kabupaten Banyumas. The factors are (the number of population), (the number of village), (the number of health facilities) and (the number of human facilities). The estimation of the regression model parameter is done by maximum likelihood estimation (MLE). The criteria for selecting the optimal knots is generalized cross validation (GCV). The result GCV of the model is 1,188072 with the goodness of the model is 99,75%. Finaly, the factors that influence HIV AIDS is only . | |
| 2133 | 11877 | A1M011022 | APLIKASI EDIBLE COATING BERBAHAN DASAR PATI DAN ALGINAT TERHADAP KUALITAS KERIPIK KENTANG DARI VARIETAS GRANOLA | Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan salah satu jenis umbi yang banyak digunakan sebagai sumber karbohidrat bagi masyarakat karena kandungan karbohidratnya yang tinggi. Umbi kentang dapat diolah menjadi produk makanan berupa keripik kentang. Keripik kentang adalah sejenis makanan ringan berupa irisan tipis umbi kentang yang digoreng di dalam minyak. Penggunaan minyak yang banyak menyebabkan produk goreng seperti keripik memiliki daya penyerapan minyak yang tinggi. Penyerapan minyak yang tinggi ini dapat dikurangi dengan beberapa cara, salah satunya yaitu aplikasi edible coating. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah: 1). Mengetahui pengaruh jenis bahan baku pembuatan keripik dari tepung kentang dan umbi kentang dengan aplikasi penambahan edible coating terhadap kualitas kimia dan sensoris keripik kentang. 2). Mengetahui pengaruh jenis bahan edible coating yang diaplikasikan pada keripik kentang terhadap kualitas kimia dan sensoris keripik kentang. Penelitian ini berbentuk eksperimental dengan rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok. Faktor yang dikaji yaitu jenis bahan baku keripik yang terdiri dari tepung kentang varietas Granola dan umbi kentang varietas Granola serta jenis bahan edible coating yang terdiri atas alginat, pati sagu, pati garut dan tapioka. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu variabel kimia yang meliputi kadar air, kadar abu dan kadar lemak serta variabel sensoris yang meliputi warna, kerenyahan, rasa khas kentang dan kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi edible coating pada keripik kentang memberikan pengaruh terhadap kualitas kimia dan sensoris. Kombinasi perlakuan terbaik keripik kentang dari tepung kentang varietas Granola yaitu K1E4 (keripik kentang dari tepung kentang varietas Granola dengan aplikasi edible coating berbahan tapioka) dengan kadar air 4,82% bb; kadar abu 1,97% bk; kadar lemak 19,39% bk; warna kuning kecokelatan, renyah, rasa khas kentang terasa, dan disukai panelis. Kombinasi perlakuan terbaik keripik kentang dari umbi kentang varietas Granola yaitu perlakuan K2E2 (keripik kentang dari umbi kentang varietas Granola dengan aplikasi edible coating berbahan pati sagu) dengan kadar air 2,49% bb; kadar abu 1,38% bk; kadar lemak 48,21% bk; warna kuning cerah, renyah, rasa khas kentang terasa dan disukai panelis. | Potato (Solanum tuberosum L.) is one of tuber that widely used as a source of carbohydrates for human. Potato tubers can be processed as potato chips. Potato chip is a savory snack from sliced potatoes which are deep fried in oil. The method of deep frying in a lot of oil causes the fried product such as chips have high oil absorption. This high oil absorption can be decreased with several methods; one of the methods is the application of edible coating. The purpose of this study were: 1). To study the effect of raw material of potato chips made by potato flour and potato tuber with edible coating application for chemical and sensory properties. 2). To study the effect of the type of edible coating which is applicated to potato chips based on chemical and sensory properties. The experimental design used was a randomized block design. Factors studied were the type of potato chips raw material: potato flour of the varieties of Granola and the varieties of Granola’s potato tuber and the type of edible coating: alginate, sago starch, arrowroot starch and tapioca. The variables observed in this study were chemical properties include moisture content, ash content, fat content and sensory which includes color, crispness, potato flavor and fondness. The results showed that the application of edible coating gave the influence to the chemical and sensory properties. The best combination treatment of potato chips from the potato flour of the varieties of Granola is K1E4 (potato chips from the potato flour with edible coating made by tapioca) with chemical and sensory properties of 4.82% moisture content (wb); the ash content of 1.97% (db); 19.39% fat content (db); tawny color; crispy; potato flavor that tasted and can be liked by panelist. The best combination treatment of potato chips from the varieties of Granola’s potato tuber is K2E2 (potato chips from potato tuber with edible coating made by sago starch) with 2.49% moisture content (wb); the ash content of 1.38% (db); 48.21% fat content (db); light yellow color; crispy; potato flavor that tasted and can be liked by panelist. | |
| 2134 | 11845 | H1B011005 | MODEL GOMPERTZ DAN APLIKASINYA PADA PERTUMBUHAN BOBOT AYAM BROILER | Penelitian ini mengkaji tentang model Gompertz yang mengikuti model eksponensial dengan asumsi laju pertumbuhan bergantung terhadap waktu. Penyelesaian model bergantung pada laju pertumbuhan dan efektivitas faktor pertumbuhan. Model Gompertz dapat digunakan untuk memprediksi pertumbuhan bobot ayam broiler dan menentukan terjadinya laju pertumbuhan maksimum. Berdasarkan data bobot ayam broiler di PT. Mustika Unit Kebumen diperoleh model Gompertz dengan laju pertumbuhan awal 0,25082 per hari dan efektifitas faktor pertumbuhan 0,05438 per hari. Laju pertumbuhan maksimum bobot ayam broiler terjadi pada umur 28 hari dengan bobot ayam broiler sebesar 1473,09 gram. Selain itu, pemanenan ayam broiler di PT. Mustika Unit Kebumen sebaiknya dilakukan pada umur 30 hari sampai 42 hari dengan bobot 1634,02 gram sampai 2518,27 gram. | This research discuss about a Gompertz’s models that follows exponential’s models with assume the growth rate depends on time. The completion of the models depends on the growth rate and the effectiveness of growth factors. The Gompertz’s models can be used to predict the weighting growth of broiler chicken and determine the maximum growth rate. Based on weighting data of broiler chicken in PT. Mustika Unit Kebumen obtained Gompertz’s models with early growth rate 0,25082 per day and effectiveness growth factors 0,05438 per day. The maximum growth rate of broiler chicken weight happened at age 28 days with broiler chicken weights is 1473,09 grams. While, harvesting broiler chicken in PT. Mustika Unit Kebumen should be done age 30 days to 42 days with weights 1634,02 grams until 2518,27 grams. | |
| 2135 | 11848 | A1G012002 | EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADI SAWAH PESERTA SLPTT KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Tingginya tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia mengakibatkan meningkatnya kebutuhan konsumsi beras. Upaya peningkatan produksi beras saat ini dipengaruhi oleh berbagai kendala yang berdampak pada penurunan produktivitas padi akibat pemanfaatan faktor produksi yang kurang optimal. Salah satu strategi pemerintah guna mengatasi masalah itu adalah terlaksananya Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT). Kecamatan Sumbang merupakan salah satu kecamatan yang menerapkan model PTT di Kabupaten Banyumas. Kegiatan SLPTT bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dengan cara menggunakan faktor produksi secara efektif dan efisien, sehingga biaya yang dikeluarkan petani dapat diminimalkan. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui besarnya biaya dan pendapatan yang diterima petani dalam usahatani padi sawah peserta SLPTT di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas, 2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi sawah yang dilakukan oleh peserta SLPTT Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas, 3) menganalisis tingkat efisiensi produksi padi sawah yang dilakukan oleh peserta SLPTT Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive) di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas bulan Februari 2015 sampai dengan Maret 2015. Sasaran penelitian yaitu petani peserta SLPTT padi sawah Kecamatan Sumbang. Rancangan pengambilan sampel dengan metode Two Stage Cluster Sampling menghasilkan 40 petani di Desa Tambaksogra, dan Gandatapa. Analisis data yang digunakan adalah biaya dan pendapatan, fungsi produksi Cobb Douglas dan efisiensi penggunaan faktor produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan rata-rata per hektar petani peserta SLPTT Kecamatan Sumbang adalah Rp18.222.092,875 dengan total biaya produksi rata-rata sebesar Rp8.720.595,391, sehingga pendapatan yang diterima adalah Rp9.501.497,484. Faktor produksi yang berpengaruh pada usahatani padi peserta SLPTT Kecamatan Sumbang adalah luas lahan, pupuk organik, dan pestisida, sedangkan faktor produksi benih, pupuk anorganik, dan tenaga kerja berpengaruh tidak nyata terhadap usahatani padi sawah peserta SLPTT Kecamatan Sumbang. Penggunaan faktor produksi luas lahan, pupuk organik, dan pestisida belum mencapai efisien. | High rate of population growth in Indonesia resulted in increased rice consumption needs. Efforts to increase rice production is currently affected by various constraints that impact the decline in rice productivity. One of the government's strategy being carried out in other to overcome these problems is through the implementation of Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT). Sumbang Sub District is sub district that implement PTT model in Banyumas. The activity of SLPTT aims to increase income can be maximized by using production factor effectively and efficiently, so the cost spent by the farmer can be minimized. This research aimed to: 1) Determine the costs that spent and gain that can be achieved by farmers in lowland rice farming in the farmer participants SLPTT Sumbang Sub District of Banyumas. 2) To analyze factors that influenced lowland of using rice production factors is done by SLPTT farmer participants in Sumbang Sub District of Banyumas. 3) To analyze the level of efficiency of rice production is done by SLPTT farmer participants in Sumbang Sub District of Banyumas. The research method used survey method. Location of the research have been intentionally (purposive) in the Sumbang Sub District on February 2015 to March 2015. Research target was the SLPTT farmer participants in Sub District Sumbang of Banyumas. Design sampling with Two Stage Cluster Sampling method produces 40 farmers in Tambaksogra village, and Gandatapa village, Sumbang Sub District. Analysis methods used were costs and revenues, Cobb Douglas production function and efficiency of production factors. Result of the research showed that the average gain per hectare of SLPTT participants in Sumbang Sub District is Rp18.222.092,875 with total production costs by an average of Rp8.720.595,391, so the income received is Rp9.501.497,484. Production factors that influence rice production is done by SLPTT participants in Sumbang Sub District was the broad of land area, organic fertilizers and pesticides. Seeds, anorganic fertilizers, and labor did not influence significantly in rice farming by SLPTT farmer participants in the Sumbang Sub District. The usage of broad of land area, organic fertilizers and pesticides have not efficient. | |
| 2136 | 11849 | A1H011067 | POTENSI TENAGA AIR UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO (PLTMH) PADA ALIRAN SUNGAI GUMAWANG DALAM AREA LOKAWISATA BATURRADEN DI KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS | Lokawisata Baturraden terdapat anak Sungai Banjaran yaitu Sungai Gumawang, dimana tiap tahunnya selalu teraliri air yang memiliki potensi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Potensi Sungai Gumawang tidak lepas dari profil daerah aliran sungai yang perlu dilakukan penelitian. Penelitian yang dilakukan memiliki tujuan untuk 1) mengetahui potensi aliran Sungai Gumawang di dalam Lokawisata Baturraden untuk pengembangan PLTMH, 2) mengetahui potensi daya yang dapat dihasilkan untuk pembangunan PLTMH. Penelitian dilaksanakan secara survei pada aliran Sungai Gumawang di dalam area Lokawisata Baturraden. Survei utama dilakukan untuk mengukur ketersediaan debit aliran sesaat dan beda ketinggian jatuhan air (head) lokasi titik potensial aliran. Pengukuran debit sesaat dilakukan dengan mengukur penampang melintang sungai (A) yang diukur dengan meteran dikalikan dengan kecepatan aliran sungai (V) yang diukur dengan pelampung dan venturimeter. Dan dilakukan perata-rataan dengan perkiraan debit dari hasil perhitungan average annual daily flow (ADF) yang diperoleh dari data curah hujan, daerah aliran sungai (DAS) dan evapotranspirasi untuk mendapatkan debit andalan. Pengukuran head dilakukan dengan altimeter dan aplikasi altimeter pada handphone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit sesaat rata-rata 0,39 m3/s dengan debit andalan 0,67 m3/s dan head efektif 10,92 m. Berdasarkan data tersebut, aliran air Sungai Gumawang di dalam area Lokawisata Baturraden dapat dikembangkan PLTMH dengan menggunakan turbin crossflow berkecepatan 429,5 rpm yang didukung dengan generator sinkron satu fasa berdaya output 32,5 kVA, berkecepatan putar maks 1500 rpm dan berfasilitas rasio transmisi tenaga generator dengan turbin 3,5 : 1. | Tourist attraction Baturraden have tributary of the banjaran river there is gumawang river, the Range which annually always have water flow potential Micro Hydro Power Plant development. The Gumawang potential of the river flow profile watersheds that needs to be donethe research. The research conducted has a goal to 1) knowing the potential profile of the flow of the Gumawang River in the Baturraden tourist attraction for the development of Micro Hydro Power Plant, 2) knowing the potential power that can be generated for development of Micro Hydro Power Plant. Research conducted by the survey on the Gumawang River in the area of tourist attraction Baturraden. The main survey was conducted to measure the instantaneous flow discharge and the availability of different heights of falling water (head) the location of the point of the flow potential. Instantaneous discharge measurements performed by measuring the river cross section (A) as measured by the meter multiplied by the speed of the river flow (V) measured by a float and venturimeter. And do averaging with discharge from the calculation of the estimated annual average daily flow (ADF) obtained from rainfall data, watersheds and evapotranspiration to get discharge mainstay. The results showed that the instantaneous discharge average 0.39 m3/s discharge effectively with 0.67 m3/s and the different height of the head effective 10,92 m. Based on the data flow of river water Gumawang in the Baturraden tourist attraction area Micro Hydro Power Plant can be developed by using turbines crossflow 429,5 speed rpm supported with synchronous generatorphase single power output 32.5 kVA rotational speed max 1500 rpm, and a host of power transmission ratio turbine generator with a 3.5: 1. | |
| 2137 | 11850 | H1A008020 | PENENTUAN HIMPUNAN BASIS DAN TINGKAT PERHITUNGAN AB INITIO UNTUK MODEL INTERAKSI GADOLINIUM(III)-AIR | Penelitian ini dilakukan untuk menentukan Himpunan Basis dan tingkat perhitungan ab initio yang terbaik untuk interaksi Gadolinium(III)-Air. Hasil penelitian ini mampu merekomendasikan jenis simulasi dinamika molekul yang dapat digunakan untuk mempelajari ion Gd3+ dalam larutan. Penelitian dilakukan dengan dua cara yaitu perhitungan energi interaksi pada berbagai jarak untuk 1 ion Gd3+ dan 1 molekul air (metode Scan -2body) dan perhitungan energi interaksi kompleks 1 ion Gd3+ dengan 1 hingga 6 molekul air (metode Water Cluster). Tingkat teori perhitungan ab initio yang diseleksi meliputi Hartree–Fock (HF), 2nd order Moller–Plesset (MP2) dan Coupled–Cluster (CCSD). Hasil perhitungan Scan -2body menunjukkan bahwa tidak ada Himpunan Basis yang cocok untuk simulasi Dinamika Molekul Klasik dan hybrid Mekanika Kuantum/Mekanika Molekul. Hasil perhitungan water cluster menunjukkan bahwa Himpunan Basis yang cocok untuk simulasi Dinamika Molekul Quantum Mechanical Charge Field (QMCF) untuk mengkaji ion Gd3+ dalam air adalah Himpunan Basis Stuttgart RSC 1997 ECP dengan tingkat teori perhitungan Hartree –Fock (HF). | The research was conducted to determine the basis set and the best level of theory ab initio for the interaction of Gadolinium(III)-Water. The result of this research can recommend the type of molecular dynamics simulations that can be used to study Gd3+ ion in aqueous solution. The research was conducted by two techniques. There are the interaction energy calculation in various distance of Gd3+ -water the called two-body scan method and the interaction energy calculation of the Gd3+-nwater complex with n = 1 to 6 water molecules called water-cluster method. The theory level of ab initio calculations that were selected include Hartree–Fock (HF), 2nd order Moller–Plesset (MP2) and Coupled–Cluster (CCSD). The results of two-body scan showed that nothing is the suitable basis set for classical and hybrid Quantum Mechanics/Mechanics Molecular Dynamics simulations. The result of water-cluster calculations showed that a suitable basis set for QMCF Molecular Dynamics simulations is Stuttgart RSC 1997 ECP basis set with Hartree –Fock (HF) level theory for Gd3+ ion in water study. | |
| 2138 | 11856 | H1F010065 | GEOLOGI DAN STUDI GEOKIMIA SOIL DAERAH KACANG BOTOR DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BADAU, KABUPATEN BELITUNG, PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG | Banyaknya intrusi granit berumur Trias hingga Kapur di Kepulauan Bangka Belitung berpotensi untuk dilakukan penelitian batuan dan endapan yang mengandung unsur tanah jarang. Unsur tanah jarang merupakan unsur yang sangat langka atau ditemukan sangat sedikit di alam, berupa senyawa kompleks umumnya senyawa fosfat dan karbonat. Seiring dengan perkembangan teknologi, unsur tanah jarang semakin dibutuhkan dan umumnya pada industri teknologi tinggi. Penelitian ini berada di daerah Kacang Botor Kecamatan Badau Kabupaten Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan metode geokimia soil. Hasil dari pemetaan geologi didapatkan dua satuan geomorfologi, yaitu Satuan Perbukitan Intrusi (S11) dan Satuan Dataran Denudasional Peneplains (D5). Sedangkan untuk satuan geologi didapatkan Satuan Granit dari Formasi Tanjung Pandan dan Satuan Batupasir Kuarsa dari Formasi Tajam. Berdasarkan analisis ICP-MS (Inductively Coupled Plasma-Mass Spectrometry) sebanyak 115 conto soil diperoleh 16 unsur dan hanya 8 unsur yang dilakukan pengolahan data. Kisaran kadar kedelapan unsur tersebut antara lain 82,79-188 ppm Ce; 23,24-66 ppm La, 17,05-66 ppm Nd, 8-89 ppm Pr, 26,93-81 Li, 16-126 ppm Y; 8-51 ppm Gd; 16-140 ppm Sn. Pola sebaran unsur tanah jarang yang didapatkan yaitu berarah barat daya - timur laut. Pola sebaran ini mengikuti pola kontur litologi granit sebagai batuan sumber dan endapan residu dengan butiran halus–kasar sebagai perangkap terendapkannya mineral tanah jarang. Unsur tanah jarang saling berasosiasi dengan unsur Sn (timah), Uranium, dan Thorium. | A large of granite intrusion at Triassic to Cretaceous in Bangka Belitung was potentially for investigation of rocks and deposition that contain rare earth elements. Rare earth elements were the rare item or hard to discovered element in nature, such as complex compounds was generally phosphate and carbonate compounds. During the development of technology, rare earth elements were increasingly required and commonly in the high-tech industry. This research was conducted in the Kacang Botor area of Badau District, Belitung Regency, Bangka Belitung Archipelago Province with soil geochemical methods. The results of geological mapping were founded two geomorphological units that were Hills Intrusion Unit (S11) and Peneplains Denudasional Plain Unit (D5). In the same case, the geological unit was divided as Granite Unit of Tanjung Pandan Formation and Quartz Sandstone Unit of Tajam Formation. Based on the analysis of ICP-MS (Inductively Coupled Plasma-Mass Spectrometry) of 115 soil samples were obtained 16 elements and only 8 elements which are carried data processing. The range of the eight levels of these elements were 82,79 to 188 ppm Ce; 23,24 to 66 ppm La, 17,05 to 66 ppm Nd, 8 to 89 ppm Pr, 26.93 to 81 ppm Li, 16-126 ppm Y; 8-51 ppm Gd; and 16-140 ppm Sn. The distribution of rare earth pattern elements ware founded in southwest to southeast. This distribution pattern follow the pattern of granite contour as a source rock of rare earth elements and residue deposition with fine-coarse grains are the trap of rare earth metals. Rare earth elements associated each other with of Sn (tin), Uranium, and Thorium. | |
| 2139 | 11851 | A1H011051 | PEMANFAATAN CAHAYA TERDIFRAKSI OLEH CD DAN DVD UNTUK IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK OPTIK BUAH PISANG MAS (Musa acuminata Colla) | Penggunaan karakteristik optik adalah salah satu teknik yang tersedia untuk mengevaluasi komoditas pertanian. Sejalan dengan ini, tujuan penelitian ini adalah (1) mempelajari karakteristik optik buah Pisang Mas dengan menggunakan cahaya yang diperoleh dari difraksi cahaya oleh CD dan DVD dan (2) menentukan hubungan matematis antara karakteristik optik Pisang Mas dan parameter mutunya. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Karakteristik optik Pisang Mas diamati dengan menggunakan prototipe instrumen yang dibuat untuk tujuan itu. Untuk menyediakan Pisang Mas dengan berbagai tingkat kualitas, sampel disimpan pada suhu ruang selama 7 hari. Dalam pengukuran, parameter karakteristik optik adalah cahaya yang dipantulkan oleh Pisang Mas. Pengukuran dilakukan untuk mengamati intensitas cahaya yang dipantulkan oleh Pisang Mas pada berbagai tingkat mutu. Parameter mutu Pisang Mas mencakup warna, kekerasan, dan total padatan terlarut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cahaya terdifraksi yang dihasilkan oleh CD dan DVD dapat dimanfaatkan untuk mengetahui karakteristik optik buah Pisang Mas. Di samping itu, terdapat indikasi yang kuat bahwa karakteristik optik dari Pisang Mas mempunyai korelasi yang kuat dengan tingkat kualitasnya. | Use of optical characteristics is one of available technique for evaluating quality of agricultural commodities. In line to this, objectives of this research were to (1) study optical characteristic of banana (Musa acuminata Colla) using diffracted light produced by CD and DVD and (2) determine mathematical relationship between the optical characteristic of the banana (Musa acuminata Colla) and its quality parameters. This research was conducted in Laboratory of Food Processing and Agricultural Products at Jenderal Soedirman University. Optical characteristic of the banana was observed using an instrument prototype for that purpose. For providing banana with various quality level, samples were stored in room temperature for 7 days. In measurement, parameter of optical characteristic was light reflected by the banana. Measurements were made to observe intensity of light reflected by the banana at various quality level. Quality parameters of the banana included color, firmness, and total soluble solids. The research results indicated that diffracted light produced CD and DVD can be used to determine optical characteristics of the banana. In addition, it was also strongly indicated that characteristics of optical the banana has strong correlation with its quality level. | |
| 2140 | 11852 | H1F010045 | GEOLOGI DAN STUDI KUALITAS BAHAN GALIAN TRAS SEBAGAI CAMPURAN BAHAN BAKU SEMEN PORTLAND DAERAH SUNIARSIH DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BOJONG, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH | Semen merupakan salah satu dari komponen konstruksi yang berpengaruh penting dalam penentuan kualitas dan biaya produksi dari suatu konstruksi. Untuk menekan biaya produksi, sangat dibutuhkan penggantian material alternatif untuk menggantikan material semen tanpa menurunkan kualitas. Salah satu material dalam semen yang dapat diganti adalah pozzolan. Salah satu tipe pozzolan alam adalah tras yang dapat ditemukan di Desa Suniarsih, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, yang belum dimanfaatkan dengan maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kualitas dari tras di daerah penelitian. Analisis fisik berupa pengujian kehalusan menggunakan mass dan analisis geokimia dengan XRF dilakukan untuk pengujian sampel. Metode XRF digunakan untuk mengetahui komposisi kimia seperti SiO2¬, Al2O3, Fe2O3, MgO dan CaO. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa ditemukan adanya dua jenis tras di daerah penelitian. Yaitu tras Suniarsih dan tras Dermalaya. Tras Suniarsih memiliki karakteristik berwarna merah kecoklatan dengan ukuran butir yang lebih kasar. Sedangkan tras Dermalaya memiliki karakteristik warna abu-abu dengan ukuran butir yang lebih halus (tuf). Didasarkan atas komposisi geokimianya, tras Suniarsih cenderung lebih prospek dibandingkan dengan tras Dermalaya dikarenakan komposisi tras Dermalaya yang berada di bawah ambang batas yang biasa digunakan di Indonesia. | Cement is one of construction components with significant influence to quality and production cost. It is necessary to use alternative material as cement substitution material to reduce production cost without reducing the quality. One of materials used as cement substitution is pozzolan. One type of natural pozzolan is trass which is available in Suniarsih, Bojong district, Tegal Regency, Central Java but has not been utilized optimally. The objective of this research is to find out the quality of trass in this area. Physical analyze consist of finning by mass and geochemistry analyze with XRF (X-ray fluorescence) methods, has been carried out on trass samples. The XRF methods in use to determine the chemical composition as SiO2¬, Al2O3, Fe2O3, MgO and CaO. The result of the research showed in this area has found two different type of trass. There are Suniarsih trass and Dermalaya trass. The characteristic of Suniarsih are brownish red with a coarse garin size (lapilli). Whereas the characteristic of Dermalaya trass are grey with a fine grain size (tuff). Based on chemical composition, Suniarsih trass more prospect than Dermalaya trass because the chemical composition of Dermalaya trass is below the threshold which commonly used in Indonesia. |