Artikelilmiahs

Menampilkan 2.201-2.220 dari 48.725 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
220111924D1E011078KUALITAS KARKAS BERBAGAI AYAM SENTUL UMUR 18 MINGGUPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas karkas berbagai ayam Sentul umur 18 minggu. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam Sentul umur 18 minggu yang terdiri atas ayam Sentul Abu (S1), Sentul Batu (S2), Sentul Debu (S3), Sentul Emas (S4) dan ayam Sentul Geni (S5), masing-masing diulang sebanyak lima kali. Terdapat 25 unit percobaan dan setiap unit diisi 7 ekor ayam dengan jumlah populasi keseluruhan 175 ekor. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan rancangan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pengamatan dilakukan terhadap kualitas karkas yang meliputi konformasi, perdagingan, perlemakan dan perubahan warna karkas ayam Sentul. Menentukan kualitas mutu karkas menggunakan skor maksimal 12 yang dilakukan oleh panelis. Analisis penelitian menunjukkan bahwa berbagai ayam Sentul umur 18 minggu berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kualitas karkas. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa berbagai ayam Sentul menghasilkan kualitas karkas yang relatif sama.This study aimed to determine the quality of a variety of chicken carcass Sentul age of 18 weeks. The material used in this study was Sentul chickens age of 18 weeks consisting of chicken Sentul Abu (S1), Sentul Batu (S2), Sentul Debu (S3), Sentul Emas (S4) and chicken Sentul Geni (S5), respectively repeated five times. There are 25 experimental units and each unit were filled seven chickens with the overall population of 175 tails. The method used was the experimental method with the basic design of completely randomized design (CRD). Observations were made on the quality of the carcass which including conformation, meat, fatty and chicken carcasses Sentul discoloration. Determining the quality of carcass quality using a maximum score of 12 was performed by the panelists. Analysis of the research showed that a variety of chickens Sentul age of 18 weeks did not affect significantly (P> 0.05) on carcass quality. It can be concluded that the various Sentul chicken carcass quality produce relatively the same.
220211925H1D011063ANALISIS SISTEM JARINGAN PIPA INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) BERBASIS PEMROGRAMAN FORTRAN
(Studi Kasus: Rumah Sakit Umum Harapan Ibu, Purbalingga)
Rumah sakit merupakan salah satu tempat yang cukup kompleks pada perencanaan bidang konstruksi, khususnya ditinjau dari aspek sanitasi, peningkatan jenis pelayanan rumah sakit bisa menjadikan rumah sakit sebagai sumber aliran pembuangan penyakit apabila limbah yang dihasilkannya tidak dikelola dengan tepat. Pemerintah mewajibkan rumah sakit untuk menyediakan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebelum air limbah dibuang ke saluran umum. Sistem jaringan pipa yang terpasang secara vertikal dan horizontal di dalam rumah sakit sangat mempengaruhi pola aliran air dan debit aliran yang mengalir ke sistem IPAL itu sendiri. Aliran yang terlalu deras dapat mengurangi performa IPAL untuk menciptakan homogenisasi limbah, waktu penguraian oleh mikroba, dan juga hasil reduksi dari zat-zat beracun di dalamnya.

Penelitian ini menganalisa perpipaan dengan konsep bernoulli yang memperhitungkan tinggi tekanan hidrostatis, tinggi kecepatan, dan kehilangan energi yang dipengaruhi oleh faktor gesekan. Pada penelitian ini menggunakan iterasi dan pendekatan numerik dengan metode interpolasi linear, metode Newton Raphson dan metode secant. Analisa Numerik dilakukan secara matematis menggunakan bahasa pemrograman FORTRAN dengan software Force 2.0.

Berdasarkan hasil analisa, diperoleh debit maksimum yang mampu mengalir dalam pipa berukuran 6 inchi sebesar 0.293 m3/detik untuk pipa A dan 0.254 m3/detik untuk pipa B. Kehilangan energi dan tinggi tekanan dalam perhitungan ini didefinisikan sebelumnya sebesar 11.2 m. Aliran ini dikategorikan ke dalam Aliran turbulent dimana rata-rata angka reynold yang dihasilkan lebih besar dari 4000.
Hospital is one place that is complex in planning in the construction field, especially on sanitation aspect, improved types of hospital services can make the increasingly hospital as a source of disease when the waste disposal stream that it generates are not managed appropriately. The government requires hospitals to provide facilities Waste Water Treatment Plant (WWTP) before the waste water discharged into public channels. Pipeline systems were installed vertically and horizontally in the hospital greatly affect water flow patterns and flow that flows into the wastewater system itself. The too heavy flow can reduce the performance of the WWTP to create homogenization waste, time decomposition by microbes, and also the results of the reduction of toxic substances in it.

This study analyzes the piping by Bernoulli Equation that takes the concept of high hydrostatic pressure, high velocity, and energy headloss influenced by friction. This research using iteration and numerical approach with linear interpolation method, Newton-Raphson method, and Secant method. Numerical Analysis were solved mathematically is using a FORTRAN programming language with Force 2.0 software.

Based on this analysis, maximum discharge capable of flowing in a pipe measuring 6 inches by 0.293 m3 / sec for pipes A and 0.254 m3 / sec for pipes B. Headloss of energy and the high pressure in this formulation is defined before by 11.2 m. These flow is categorized into turbulent flow where the average figures produced Reynold greater than 4000.
220311958A1L111047EVALUASI TINGKAT KERUSAKAN TANAH PADA LAHAN KERING UNTUK PRODUKSI BIOMASSA DI KECAMATAN SIRAMPOG, KABUPATEN BREBES, JAWA TENGAHPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kerusakan lahan kering untuk produksi biomassa di Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode survey berdasarkan Satuan Lahan Homogen (SLH). Variabel yang diukur meliputi kedalaman solum, kebatuan permukaan, tekstur tanah, bobot isi tanah, porositas tanah, permeabilitas, pH tanah, reduksi-oksidasi, daya hantar listrik (DHL), dan total mikroba. Data yang diperoleh dianalisis berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 150 Tahun 2000 Tentang Pengendalian Kerusakan Tanah untuk Produksi Biomassa. Hasil penelitian menunjukan bahwa wilayah penelitian dapat dikelompokkan menjadi 2 kelas, yaitu tingkat kerusakan rendah pada Desa kaliloka, Desa Mlayang, Desa Buniyah dan tingkat kerusakan sedang pada Desa Wanareja, Desa Dawuhan, Desa Sridadi, Desa Igirklanceng, Desa Plompong.This study was aimed at determining the value of the damage dry land for biomass Production in Sirampog District, Brebes Regency, Central Java. The method used was based on the survey method of Homogeneous Land Unit (SLH). The variables observed were solum depth, surface rocks, soil texture, soil bulk density, soil porosity, soil permeability, soil pH, oxidation-reduction, electrical conductivity (EC) and total microbial. Data were analyzed based on Government Regulation No. 150 of 2000 on Land Degradation Control for Biomass Production. The results showed that the area of research could be grouped into two classes, namely the low level of degradation rate found in the kaliloka village, Mlayang Village, Buniyah village and the level of middle damage found in the Wanareja Village, Dawuhan Village, Sridadi Village, Igirklanceng Village, Village Plompong.
220411926D1E011077HUBUNGAN ANTARA UKURAN LINIER TUBUH TERHADAP BOBOT KARKAS SAPI BRAHMAN CROSSHubungan Antara Ukuran Linier Tubuh Terhadap Bobot Karkas Sapi Brahman Cross. Lokasi penelitian di Rumah Potong Hewan Cijoho Landeuh Kuningan Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Tujuan penelitian ini yaitu 1) Mengetahui ukuran Pajang Badan, Lingkar Dada, Tinggi Pundak dengan Bobot Karkas; 2) Mempelajari hubungan antara Panjang Badan, Lingkar Dada, Tinggi Pundak dengan Bobot Karkas. Materi penelitian yang digunakan adalah 30 ekor ternak sapi BX jantan. Variabel yang diamati adalah PB, LD, TP dan BK. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan data menggunakan pendekatan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan karakteristik kuantitatif sapi BX jantan untuk PB, LD, TP, dan BK masing-masing adalah 231.53±2.37 cm, 197.63±2.60 , 150.60±2.67, 241.53±3.20 kg. Hasil penelitian menunjukkan PB, LD dan TP mempunyai hubungan yang nyata (P<0,05) terhadap BK. The tittle of the research is “The relationship between linear body measurements into the carcass weight of BX. The location of the research was in the slaughter house of Cijoho Landeuh Kuningan sub district Kuningan District Kuningan, West Java. The research purposes were 1) To know the size of body length, girth, shoulder height and carcass weight; 2) Studying the relationship between body lenght; girth, shoulder height into the carcass weight. The materials used were 30 heads of BX bull. The study was conducted through a purposive sampling methods. The results of this experiment showed that the average of quantitative characteristic of BX cows males for body lenghth, girth, shoulder height, and carcass weight: 231.53±2.37 cm, 197.63±2.60, 150.60±2.67, and 241.53±3.20 kg respectively. Conclusion that body length, girth, shoulder height were significant different (P<0,05) into the carcass weight.
220511927H1F010061GEOLOGI DAN ANALISIS STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP POLA PENYEBARAN BATUBARA DAERAH BINUNGAN DAN SEKITARNYA KECAMATAN TELUK BAYUR KABUPATEN BERAU KALIMANTAN TIMURLokasi penelitian berada di daerah Binungan yang merupakan daerah konsesi PT. Berau Coal. Secara administrasi berada pada Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Propinsi Kalimantan Timur. Didaerah ini banyak terdapat lapisan batubara yang dipengaruhi oleh struktur geologi, sehingga pola penyabaran dari lapisan batubara susah dikenali kemenerusannya. Target dari penelitian ini mengidentifikasi pola penyebaran dan kemenerusan dari lapisan batubara tersebut. Berdasarkan stratigrafi daerah penelitian termasuk Formasi Latih yang merupakan pembawa batubara. Formasi Latih berada di Sub Cekungan Berau yang merupakan anak dari Cekungan Tarakan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode geofisika dengan analisis data e-log seperti gamma ray, long density dan short density. Data geofisika e-log tersebut didapat dari metode pemboran open hole yang akan mengetahui kondisi bawah permukaan yang dapat mengetahui ketebalan lapisan batubara, kedalaman, korelasi lapisan batubara serta jenis batuan roof dan floor.
Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian tidak lepas dari struktur regional daerah Berau. Berdasarkan hasil analisis, struktur yang terdapat merupakan lipatan antiklin asimetri atau lipatan menunjam. Pola sebaran batubara yang dipengaruhi lipatan ini memiliki bentuk penyebaran meliuk seperti huruf V, dengan kemiringan lapisan yang curam pada sayap barat dan kemiringan landai pada sayap timur daerah penelitian. Lapisan batubara tersebut diketahui menerus disepanjang sayap antiklin. Terdapat sebanyak 35 lapisan batubara yang menerus dan 5 lapisan batubara yang mengalami splitting.
The location of research is in the Binungan area which is concession area of PT. Berau Coal. The administration is a Teluk Bayur distric, Berau Regency, East Kalimantan Province. In this area there are many coal seams affected by the geological structure, so the distribution pattern of coal seams continuity hardly identifie. The target of this research is to identify distribution patterns and continuity of the coal seams. Based on stratigraphy research area including Latih Fm which is the carrier of coal. Latih Fm is in the Sub Basin Berau, a subsidiary of Tarakan Basin.
The method used in this research using geophysical method by e-log data analysis wihich are gamma ray, density long and short density. E-log geophysical data obtained from open hole drilling method that will determine subsurface conditions that can determine the thickness of the coal seam, depth, coal seam correlation and rock types of roof and floor.
Geological structures developed in the area of research can not be separated from regional structures of Berau region. Based on the analysis, the structure there is an asymmetric anticline fold or plunging fold. Coal distribution patterns that influenced by folds have a twisted shape like the letter V deployment, with a layer of a steep slope on the west wing and moderately slope on the east wing of the study area. The coal seam is known throughout the wing continuously anticline. There are 35 coal seam is continuous and 5 coal seams are experiencing splitting.
220611950D1E011072Penggunaan Fermeherbafit dalam Ransum Ayam Broiler (Gallus sp) terhadap Susut Masak dan Kadar Air DagingPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Fermeherbafit dalam ransum ayam broiler terhadap susut masak dan kadar air daging. Materi yang digunakan adalah ayam broiler betina umur 1 hari (DOC) sebanyak 80 ekor yang dipelihara sampai umur 35 hari. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan terdirii atas P0= 0 % Fermeherafit, P1= 2 % Fermeherbafit, P2= 4 % Fermeherbafit, P3= 6 % Fermeherbafit. Data dianalisis dengan sidik ragam dilanjutkan uji Beda Nyata Jujur. Hasil analisis menunjukan bahwa penggunaan Fermeherbafit berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap susut masak daging dan kadar air daging dada sedangkan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar air daging paha dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap daya ikat air daging. Rataan susut masak daging dada P0, P1, P2, P3 masing-masing 27,70 ± 2,30; 30,29 ± 2,70; 31,19 ± 2,74; 28,59 ± 1,13 (persen) dan rataan susut masak daging paha P0, P1, P2, P3 masing-masing 36,55 ± 3,65; 38,58 ± 4,49; 36,19 ± 1,15; 38,16 ± 2,67 (persen) sedangkan rataan kadar air daging dada P0, P1, P2 P3 masing-masing 74,58 ± 0,68; 74,08 ± 1,66; 74,71 ± 2,19; 74,39 ± 0,86 (persen). Rataan kadar air daging paha P0, P1, P2, P3 yaitu 77,75 ± 0,83; 77,67 ± 0,22; 78,46 ± 0,72; 77,18 ± 0,63 (persen). Kesimpulan dari penelitian adalah penggunaan Fermeherbafit dalam ransum ayam broiler mampu meningkatkan kadar air daging paha dan daya ikat air daging sedangkan kadar air daging dada dan susut masak relatif sama.

Kata kunci : ayam broiler, Fermeherbafit, susut masak, dan kadar air daging.

The aimed of research to determine the use effect of Fermeherbafit in broiler chicken on cooking losses and water content of broiler meat. The materials were used 80 female broiler chickens aged 1 day (DOC) which keeped until 35 days. The experiments were conducted using completely randomized design (CRD) with four treatment, each treatment is repeated five times. The treatments of this research were P0 = 0% Fermeherbafit, P1 = 2% Fermeherbafit, P2 =4% Fermeherbafit, P3 = 6% Fermeherbafit. The results of analysis variance showed that the use Fermeherbafit non-significant effect (P>0,05) on cooking losses and water content of breast meat while the water content of thigh meat are significant effect (P<0,05) but, highly significant effect (P<0,01) on water holding capacity. The average cooking losses of breast and thigh meat P0, P1, P2, P3 each 27,70 ± 2,30; 30,29 ± 2,70; 31,19 ± 2,74; 28,59 ± 1,13 (percent) and 36,55 ± 3,65; 38,58 ± 4,49; 36,19 ± 1,15; 38,16 ± 2,67 (percent), while the average water content of breast meat P0, P1, P2, P3 each 74,58 ± 0,68; 74,08 ± 1,66; 74,71 ± 2,19; 74,39 ± 0,86 (percent). The average water content of thigh meat P0, P1, P2, P3 respectively 77,75 ± 0,83; 77,67 ± 0,22; 78,46 ± 0,72; 77,18 ± 0,63 (percent). The conclusion was that the use of Fermeherbafit in the ration of broiler can increas water content of thigh meat and water holding capacity, while water content of breast meat and cooking looses were relatively similar.

Keywords: broilers, Fermeherbafit, cooking losses, and water content of broiler meat.

220711764H1A011047SIFAT FISIKOKIMIA SURFAKTAN ANIONIK GOLONGAN SULFONAT BERDASARKAN PERHITUNGAN KIMIA KOMPUTASI SEMIEMPIRIS ZINDO/1Surfaktan anionik golongan sulfonat adalah surfaktan yang bagian alkilnya terikat pada gugus sulfonat. Sifat fisikokimia dapat mempengaruhi nilai konsentrasi misel kritik (KMK). Nilai KMK adalah parameter kualitas surfaktan. Sifat fisikokimia teoritis juga dapat digunakan dalam menyusun persamaan matematika untuk memprediksi nilai KMK surfaktan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menghitung sifat-sifat fisikokimia teoritis surfaktan anionik golongan sulfonat. Kajian teoritis ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kimia komputasi dan menggunakan metode perhitungan semiempiris ZINDO/1. Penelitian ini dilakukan dengan penggambaran setiap surfaktan anionik golongan sulfonat ke model senyawa tiga dimensi pada perangkat lunak Hyperchem, dilanjutkan dengan mengoptimasi model struktur surfaktan anionik golongan sulfonat dengan metode perhitungan semiempiris ZINDO/1 dan menghitung sifat fisikokimia surfaktan anionik golongan sulfonat. Hasil penelitian menunjukkan sifat fisikokimia dipengaruhi oleh struktur senyawa surfaktan anionik golongan sulfonat. Keragaman nilai muatan atom C yang terikat pada gugus sulfonat dipengaruhi oleh struktur rantai alkil yang terikat pada atom C tersebut.Anionic surfactant sulfonate class is the alkyl part surfactant bound to the sulfonate group. Physicochemical properties can affect the value of critical micelle concentration (CMC). CMC is a quality parameter value of surfactant. The theoretical physicochemical properties can also be used in formulating a mathematical equation to predict the value of CMC surfactant. This research was conducted with the purpose of calculating the theoretical physicochemical properties anionic surfactant sulfonate class. The theoretical study was conducted using computational chemistry approaches and semiempirical ZINDO/1 calculation method. This research was conducted with the depiction of any class of sulfonate anionic surfactant into a three-dimensional model on Hyperchem software, followed by optimizing the model structure sulfonate anionic surfactant class semiempirical ZINDO/1 calculation method and calculate physicochemical properties sulfonate anionic surfactant class. The results showed that the physicochemical properties are affected by the structure of anionic surfactant sulfonate class compounds. The diversity of the charge value C atom attached to the sulfonate group is influenced by the structure of the alkyl chain attached to this C atom.
220811928D1E010245HUBUNGAN ANTARA POST PARTUM OESTRUS DAN POST PARTUM MATING DENGAN KID CROP KAMBING LOKAL DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMASPenelitian menggunakan metode survei dilaksanakan di tiga desa yaitu Desa Gandatapa, Sikapat, dan Tambaksogra, di Kecamatan Sumbang. Sampel yang digunakan sebanyak 278 ekor induk kambing. Rataan post partum oestrus secara berurutan adalah Desa Tambaksogra (114,48 hari), Desa Gandatapa (118,27 hari), dan Desa Sikapat (134,70 hari). Rataan post partum mating secara berurutan adalah Desa Tambaksogra (114,608 hari), Desa Gandatapa (118,43 hari), dan Desa Sikapat (134,82 hari). Rataan kid crop secara berurutan adalah Desa Tambaksogra (4,808 ekor), Desa Sikapat (3,892 ekor), dan Desa Gandatapa (3,870 ekor). Hasil analisis regresi berganda post partum oestrus dan post partum mating berpengaruh sangat nyata (P ˂ 0,01) terhadap kid crop. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan persamaan garis KC = 5.49- 0.30 PPO + 0.29 PPM, besar koefisien korelasi 0.342 dan koefisien determinasi 11.68%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah panjang post partum oestrus, berpengaruh terhadap post partum mating dan kid crop pada induk kambing lokal di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas.The research was conducted with survey method in three villages, there are Gandatapa, Sikapat, and Tambaksogra Villages in Sumbang District. Samples was taken of 278 female local goats. The averages of post partum oestrus was Tambaksogra Villages (114,48 days), Gandatapa Villages (118,27 days), and Sikapat Villages (134,70 days). Respectively the averages post partum mating was Tambaksogra Villages (114,608 days), Gandatapa Villages 118,43 days), and Sikapat Villages (134,82 days). Respectively the averages of kid crop was Tambaksogra Villages (4,808 tails), Sikapat Villages (3,892 tails), and Gandatapa Villages (3,870 tails). The result of multiple regression analysis show that post partum oestrus and post partum mating has a significant relationship (P ˂ 0,01) to kid crop. The result of multiple regression analysis show that the line equation of KC = 5.49- 0.30PPO + 0.29 PPM, with coefficient correlation is 0,342% and determination coefficient is 11,68% toward kid crop. The conclusion of this research is the length of post partum oestrus has relationship with post partum mating and kid crop of female local goats in Sumbang District, Banyumas Regency.
220911962A1M011014PENGARUH PROPORSI TEMPE DAN JAMUR TIRAM SERTA PENAMBAHAN MINYAK SAWIT MERAH TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN SENSORI NUGGETNugget merupakan salah satu jenis makanan siap saji yang banyak dikonsumsi masyarakat dan umumnya dibuat dari daging ayam. Produk berbahan dasar pangan hewani umumnya memiliki kandungan protein yang tinggi namun memiliki kelemahan pada kandungan lemak yang tinggi dan serat yang rendah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu penggantian bahan baku daging ayam dengan bahan pangan nabati yang tinggi serat dan protein serta rendah lemak yaitu tempe dan jamur tiram putih. Penggunaan minyak sawit merah juga dapat meningkatkan nilai fungsional produk karena memiliki kandungan provitamin A yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini antara lain menentukan proporsi tempe dan jamur tiram serta presentase minyak sawit merah yang tepat untuk menghasilkan nugget tempe-jamur tiram dengan karakteristik fisik, sensori dan kimia terbaik berdasarkan uji indeks efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi antara proporsi tempe:jamur tiram 60:40 dan penambahan minyak sawit 7,5% menghasilkan nugget dengan karakteristik fisik, sensori dan kimia terbaik berdasarkan uji indeks efektivitas. Karakteristik produk sebagai berikut: tekstur (0,084 mm/g/dtk) dan nilai warna L*a*b* (53,39;3,88;23,87). Karakteristik sensori produk sebagai berikut: warna kuning keabuan (2,11), tekstur kenyal (2,87), bau minyak sawit merah agak terasa (1,73), bitter taste tidak terasa (1,11), flavor enak (2,89), kesukaan terhadap warna 2,6 (suka), kesukaan terhadap tekstur 2,8 (suka), kesukaan terhadap flavor 2,95 (suka) dan kesukaan secara keseluruhan 3,11 (suka). Karakteristik kimia produk sebagai berikut: kadar air 57,52%bb, kadar protein total 11,54%bb, kadar serat kasar 14,56%bb, kadar lemak 6,9%bb dan total karoten 2986,52 µg/100g.Nugget is a fast food which consumed by many people and generally made from chicken meat. Animal based food generally have a high amount of protein and also fat but low in fiber content. Therefore, one of the solution was to replace animal ingredient with vegetable material which is rich in protein and fiber but low fat such as tempeh and white oyster mushroom. In addition, to increase the functional value of nugget, it need the additional of red palm oil which has a high amount of provitamin A. The purpose of this research were to determine the optimal proportion between tempeh and oyster mushroom and the optimal addition of red palm oil to produce tempeh-oyster mushroom nuggets with the best physical, sensory and chemical properties based on the effectiveness index test. The results showed that the proportion between tempeh:oyster mushroom of 60:40 and the addition red palm oil of 7.5% produce nuggets with the best physical, sensory and chemical properties based on the effectiveness index test. The physical properties of product were: texture (0.084 mm/g/sec) and the color values L* a* b* (53.39; 3.88; 23.87). The sensory properties of product were: grayish yellow color (2.11), chewy texture (2.87), slightly noticeably spesific aroma of red palm oil (1.73), not noticeably bitter taste (1.11), delicious flavor (2.89), preference of color 2.6 (like), preference of texture 2.8 (like), preference of flavor 2.95 (like), preference of overall 3,11 (like). The chemical properties of product were: 57.52 %wb moisture content, 11.54 %wb total protein content, 14.56 %wb crude fiber content, 6.9 %wb total fat content and 2986.52 µg/100g total carotenoid content.
221011931D1E011210PENGGUNAAN TEPUNG LIMBAH SURIMI DAN TEPUNG AMPAS KECAP YANG BERBEDA SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUAT MILK REPLACER TERHADAP KONSUMSI LEMAK KASAR DAN ENERGI PADA ANAK KAMBING PRA SAPIH Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan terdiri atas MR0: kontrol, MR1: 60% bahan basal + 30% TLS + 10% TAK, MR2: 60% bahan basal + 20% TLS + 20% TAK dan MR3: 60% bahan basal + 10% TLS + 30% TAK. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap konsumsi lemak kasar maupun konsumsi energi (P<0,01). Berdasarkan uji beda nyata jujur (BNJ), konsumsi lemak kasar masing-masing perlakuan dan kontrol sangat berbeda nyata (MR0 81,09 ±1,92 g/hari vs MR1 65,84±3,46 g/hari vs MR2 74,55 ±1,20 g/hari vs MR3 76,88 ±1,43 g/hari). Konsumsi energi antara kontrol dan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01), namun antara perlakuan MR2 dengan MR3 memiliki pengaruh yang sama terhadap konsumsi energi milk replacer (MR0 126,33 ±7,35 g /hari vs MR1 90,06 ±1,27 g/hari vs MR2 100,54 ±3,15 g/hari vs MR3 104,58 ±2,98 g/hari). Kesimpulan dari penelitian menyatakan bahwa semakin tinggi kandungan lemak kasar dan TDN dalam milk replacer maka semakin tinggi juga konsumsi lemak kasar dan TDN milk replacer pada pemberian terbatas.
The research uses experimental methods to research the design of completely randomized design (CRD). The treatment consisted of MR0: control (pure goat's milk in powder form), MR1: 60% basal material + Waste Surimi 30% + 10% Wheat Flour Soy Dregs, MR2: 60% basal + material Waste Surimi 20% + 20% Wheat Flour Soy Dregs and MR3: 60% material basal + Waste Surimi 10% + 30% Wheat Flour Soy Dregs. The results showed that treatment has very significant effect on crude fat consumption and energy consumption (P <0.01). Based honestly significant difference test (HSD), crude fat consumption of each treatment and control were significantly different (MR0 81,09 ±1,92 g/day vs MR1 65,84±3,46 g/day vs MR2 74,55 ±1,20 g/day vs MR3 76,88 ±1,43 g/day). Energy consumption between the control and treatment groups significantly different (P <0.01), but the treatment MR2 to MR3 not significant or have the same effect on energy consumption milk replacer (MR0 126,33 ±7,35 g/day vs MR1 90,06 ±1,27 g/day vs MR2 100,54 ±3,15 g/day vs MR3 104,58 ±2,98 g/day). The conclusion of the research states that the higher the fat content and TDN in milk replacer, the higher the consumption of crude fat and TDN milk replacer on granting limited.
221111932D1E011213PENGGUNAAN FERMEHERBAFIT DALAM RANSUM AYAM BROILER TERHADAP BOBOT DAN PERSENTASE ORGAN ASESORIPenelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh fermeherbafit dalam ransum ayam broiler terhadap bobot dan persentase organ asesori. Materi yang digunakan adalah ayam broiler betina umur 1 hari (DOC) sebanyak 80 ekor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji adalah penggunaan fermeherbafit dalam ransum yang terdiri atas, R0 = 0 %; R1 = 2 % ;R2 = 4 %; R3 = 6 %. Setiap unit perlakuan terdiri dari 4 ekor ayam, Peubah yang diamati adalah bobot dan persentase organ asesori terdiri dari hati, pancreas, empedu dan limpa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan fermeherbafit sampai kadar 6% berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot dan persentase organ asesori. Rataan bobot hati, pancreas, empedu dan limpa secara berurutan yaitu 35,1 gram; 4,43 gram; 3,00 gram; 3,04 gram. Rataan persentase hati, pancreas, empedu dan limpa secara berurutan yaitu 1,19 %; 0,71 %; 0,64 %; 0,65 %. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan fermeherbafit dalam ransum ayam broiler sampai dengan level 6% menghasilkan bobot dan persentase organ asesori yang relatif sama. The study aimed to assess the influence of fermeherbafit in the ration of broiler chickens against weights and percentages accessories organs. The material used in the study was female broiler chickens aged 1 day (DOC) as much as 80 birds. The method used in the study was an experimental method with completely randomized design (CRD). The Treatments was the use fermeherbafit in the ration consisted of, R0 = 0%; R1 = 2%; R2 = 4%; R3 = 6%. Each treatment unit consists of 4 chickens. Variables measured were weight and percentage of accessory organs liver, pancreas, gall bladder and spleen. The data were analyzed by analysis of variance. The results of analysis of variance showed that the use of fermeherbafit on the ration had not affect significantly (P> 0.05) on the weight and the percentage of the liver, pancreas, gall bladder and spleen. The average weight of the liver, pancreas, gall bladder and spleen in a sequence that is 35.1 grams; 4.43 grams; 3.00 grams; 3,04 gram. The average percentage of the liver, pancreas, gall bladder and spleen in sequence, namely 1.19%; 0.71%; 0.64%; 0.65%. Based on the results of the research concluded that the use fermeherbafit in broiler chicken rations up to level 6% yield and the percentage weight of the were relatively similar.
221211930H1C011049Perancangan Distributed Embedded System (DES) Pada Sistem Penanaman Hidroponik Berbasis Arduino dan Komunikasi I2CTugas akhir ini membahas tentang perancangan Distributed Embedded System (DES) pada sistem penanaman hidroponik berbasis mikrokontroller Arduino dan komunikasi I2C di Plant Factory. Plant Factory berupa tanaman hidroponik yaitu sistem bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah, hanya menggunakan air serta menggunakan pengendalian parameter yang dibutuhkan tanaman. Parameter yang dikendalikan adalah larutan nutrisi, pH, dan irigasi. Pada perancangan ini, terdapat 4 buah mikrokontroller Arduino untuk mengimplementasi komunikasi I2C. Mikrokontroller Arduino kendali larutan nutrisi, pH, dan irigasi sebagai mikrokontroller slave, sedangkan satu buah mikrokontroller Arduino UNO R3 lainnya digunakan sebagai mikrokontroller master yang diharapkan dapat mengendalikan dan memantau seluruh sistem kendali parameter didalam Plant Factory. Tiap unit slave dan unit master dihubungkan melalui pin analog pin A4 (SDA) dan A5 (SCL) pada Arduino UNO R3 sebagai jalur komunikasi dengan alamat yang berbeda-beda pada tiap unitnya. Disamping itu, unit slave terdiri dari rangkaian mosfet yang berfungsi sebagai relay sehingga mampu melakukan kendali dua keadaan atau on/of. Untuk melakukan proses pengendalian semua kendali parameter ini, unit master akan mengirimkan perintah ke semua unit slave melalui saluran komunikasi I2C. Tiap perintah merupakan bilangan desimal 8-bit yang terdiri dari alamat unit slave ditambah tipe pengendalian (on atau off). Unit slave yang mempunyai alamat yang sesuai dengan perintah akan merespon dengan melakukan set point maupun mengaktifkan atau menonaktifkan rangkaian driver mosfet. Dengan melakukan pengujian pada tiap kendali sistem pengintegrasian ini, diperoleh perbedaan rise time pada unit master dengan rise time pada unit slave yang disebabkan adanya delay time pembacaan sensor maupun proses pengiriman dan penerimaan data komunikasi I2C, error steady state yang dihasilkan juga bervariasi dengan nilai terkecil 0,67% dan nilai terbesar 3,77%. Dari pengujian kendali irigasi menggunakan komunikasi I2C dengan set point ketinggian air ≥ 10 cm dan ketinggian air awal terukur 2 cm, rise time yang terjadi saat kenaikan ketinggian air yaitu 6.189 detik dan dengan set point ketinggian air < 4 cm, rise time saat penurunan ketinggian air yaitu 4.322 detik. Hasil yang didapat pada pengujian sistem pengintegrasian kendali larutan nutrisi (EC), pH, dan irigasi ini sesuai dengan yang diinginkan dan bisa diterapkan pada tanaman hidroponik sehingga memberikan hasil dan kualitas yang baik dari tanaman hidronik tanpa harus dilakukan secara manual.
This thesis discusses the design of Distributed Embedded Systems (DES) in the hydroponic cultivation system based microcontroller Arduino and I2C communication in Plant Factory. Plant Factory form of hydroponic plant cultivation system ie without using soil media, using only water and using the control parameters needed by plants. The parameters are controlled nutrient solution, pH, and irrigation. In this design, there are 4 Arduino microcontroller to implement I2C communications. Arduino microcontroller control nutrient solution, pH, and irrigation as a slave microcontroller, while the Arduino UNO microcontroller fruit other R3 is used as a master microcontroller which are expected to control and monitor the entire system control parameter in Plant Factory. Each slave unit and the master unit is connected via an analog pin A4 pin (SDA) and A5 (SCL) on the Arduino UNO R3 as a line of communication with different addresses on each unit. In addition, the slave unit consists of a series mosfet which serves as a relay so as to perform the control of two state or on / of. To make the process control parameters to control all this, the master unit will send a command to all slave units via I2C communication channel. Each command is an 8-bit decimal number consisting of the slave unit address plus the type of control (on or off). Slave unit which has the address corresponding to the command will respond by doing a set point and enable or disable the mosfet driver circuit. By performing tests on each system control integration, the rise time obtained difference in rise time master unit with the slave unit due to the delay time sensor readings as well as the process of sending and receiving data I2C communication, error steady state generated also varies with the smallest value 0,67 % and the largest value of 3.77%. From the irrigation control testing using I2C communication with the water level set point ≥ 10 cm and the initial water level measured 2 cm, rise time which occurs when the water level rise is 6.189 seconds and the set point water level < 4 cm, rise time as a decline in the water level is 4.322 seconds. The results obtained in the test system integration control nutrient solution (EC), pH, and irrigation is in accordance with the desired and can be applied to hydroponic crops so as to provide a good yield and quality of crops hidronik without having to do it manually.

221311883C1B011021Analisis Hubungan Jangka Panjang dan Jangka Pendek antara NPL, ROE, SIZE dan LOTA Terhadap Capital BufferPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Non Performing Loan, Return On Equity, Ukuran Perusahaan, dan Loan to Total Asset terhadap capital buffer menggunakan data panel. Populasi dalam penelitian ini adalah bank umum milik pemerintah (persero) yang terdaftar di Bank Indonesia selama tahun 2002 sampai dengan 2014. Dalam penelitian ini semua populasi digunakan sebagai objek penelitian dan jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuartalan.
Data dianalisis dengan menggunakan uji kointegrasi dan Error Correction Model untuk menunjukkan hubungan jangka pendek dan panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka pendek, Non Performing Loan dan Return on Equity berpengaruh positif terhadap keseimbangan capital buffer pada bank persero. Selanjutnya, ukuran perusahaan mempengaruhi secara negatif terhadap keseimbangan capital buffer dalam jangka pendek. Selain itu dalam hubungan jangka panjang, Non Performing Loan dan Return on Equity juga memiliki efek positif pada keseimbangan capital buffer pada bank persero. Sementara itu, Loan to Total Asset memiliki efek negatif pada keseimbangan capital buffer dalam jangka panjang.
This study aimed to analyze the effect of Non-Performing Loans, Return on Equity, bank size, and Loan to Total Assets of the capital buffer using panel data. The population in this study was State Owned Banks registered in Bank Indonesia for the period 2002 to 2014. In this study all the population used as an object of study and the type of data used in this research was quarterly data.
Data were analyzed using cointegration test and Error Correction Model to demonstrate short and long term relationship. The results showed that in the short term, the Non Performing Loan and Return on Equity have a positive influence on equilibrium of capital buffers in goverment bank. Furthermore, the size of bank negatively affect the equilibrium of capital buffers in the short term. Besides the long-term relationship, the Non Performing Loan and Return on Equity also has a positive effect on the equilibrium of capital buffers in state-owned commercial banks. Meanwhile, Loan to Total Assets have a negative effect on the equilibrium of capital buffers in the long term.
221411853G1A011059PENGARUH PEMBERIAN CURCUMIN DOSIS BERTINGKAT TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID (MDA) DARAH TIKUS YANG DIPAPAR ASAP ROKOK Asap rokok mengandung 1017 radikal bebas. Kandungan radikal bebas yang tinggi pada rokok dapat memacu pembentukan peroksidasi lipid dengan produk akhir MDA yang digunakan sebagai biomarker. Sehingga diperlukan antioksidan eksogen seperti curcumin yang memiliki kandungan flavanoid dan polifenol yang mampu menangkal radikal bebas. Menganalisis efek penghambatan curcumin terhadap peningkatan kadar malondialdehid (MDA) darah tikus yang dipapar asap rokok antara kelompok yang diberi curcumin dan tidak diberi curcumin. Penelitian ini menggunakan metode true experimental post test only with control group design terhadap hewan coba tikus putih (Rattus novergicus) jantan galur Wistar. Dua puluh empat ekor tikus berusia 2-3 bulan dnegan berat badan 150-250 gram. Secara acak dibagi ke dalam 4 kelompok perlakuan, yaitu kelompok K (diberi paparan asap rokok 2x/batang/hari), kelompok P1 (diberi paparan asap rokok, curcumin 200 mg/kgBB), kelompok P2 (diberi paparan asap rokok, curcumin 400 mg/kgBB) dan kelompok P3 (diberi paparan asap rokok, curcumin 600 mg/kgBB). Penelitian dilakukan selama 30 hari dan pada hari ke 31 tikus diterminasi dan dilakukan pengambilan darah intracardiac untuk pengukuran kadar MDA. Uji Oneway Anova didapat perbedaan yang signifikan kadar MDA darah tikus antara kelompok kontrol dan kelompok P1, P2 dan P3 (p=0,000). Post hoc test didapatkan perbedaan yang signifikan antara kelompok K dengan P1, P2 dan P3 (p=0,000). Antara kelompok P1 dengan P2 dan P3 juga terdapat perbedaan yang signifikan (p=0,002 dan p=0,019). Namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok P2 dengan P3 (p=0,720). Pemberian curcumin dapat menghambat peningkatan kadar MDA darah tikus yang diberi paparan asap rokok. Dosis efektif untuk menghambat peningkatan kadar MDA karena paparan asap rokok memiliki rentan 400 mg/kgBB hingga 600 mg/kgBB.

Background: The cigarette smoke contain 1017 free radicals. High content of free radicals in cigarette can stimulate the formation of lipid peroxidation end product MDA used as biomarkers. So, we need an exogenous antioxidants such as curcumin which contains flavonoids and polyphenols that can counteract free radicals.
Objective: Analyze the inhibitory effect of curcumin on the increased levels of malondialdehyde (MDA) rats plasma which exposed cigarette smoke between the group given curcumin and curcumin were not given.
Methods: This study used a true experimental method with post test only with control group desaign to rats (Rattus novergicus) male Wistar. Twenty-four rats were moved at the age of 2-3 months the weight of 150-250 grams. Were randomly divided into 4 groups, groups K (given exposure cigarette smoke 2x/cigarettes/day), the group P1 (given exposure cigarette smoke, curcumin 200 mg/kg), a group P2 (given exposure cigarette smoke, curcumin 400 mg/kg) and group P3 (given exposure cigarette smoke, curcumin 600 mg/kg). The research was conducted during 30 days and on day 31, the rats been terminated and carried intracardiac blood sampling for measurement of MDA.
Results: Oneway Anova test obtained significant differences between the control group and the group P1, P2 and P3 (p = 0.000). Post hoc test found significant differences between the group K with P1, P2 and P3 (p = 0.000). Between group P1 with P2 and P3 also a significant difference (p = 0.002 and p = 0.019). However, there isn't significant difference between the groups P2 to P3 (p = 0.720).
Conclusion: Curcumin can inhibit the increase of MDA rats plasma which exposed cigarette smoke. Effective dose to inhibit the increase of MDA due to exposure smoke cigarettes is 400 mg/kg-600 mg/kg .

221511933D1E008147TINGKAT PRODUKTIVITAS PETERNAK KAMBING PERANAKAN ETTAWA DI KECAMATAN GUMELAR KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pendidikan,umur, lama beternak dan tingkat produktivitas peternak Kambing Peranakan Ettawa di Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas.Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas pada bulan 8 maret 2015 sampai dengan 25 mei 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan analisis deskriptif. Sampel peternak diambil sebanyak 5% dari total populasi peternak Kambing Peranakan Ettawa di Kecamatan Gumelar yaitu sebanyak 256 dari 5206 peternak. Variabel yang diukur meliputi pendidikan, umur, lama beternak dan tingkat produktivitas peternak. Data primer diambil dengan cara wawancara dan pengamatan langsung. Data sekunder diperoleh dari instansi yang terkait dengan penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 96,1% peternak berumur 15-65 tahun, sebanyak 156 peternak (58,5%) memiliki pendidikan SD, selanjutnya peternak memiliki lama beternak antara 11-20 tahun sebanyak 136 peternak (51,3%). Dari hasil pengamatan tingkat produktivitas peternak masuk dalam kategori sedang yaitu sebanyak 179 peternak (69%).
This research was conducted in the District of Gumelar Banyumas from 8th of March 2015 until 25th of May 2015. The method used in this research was survey method with descriptive analysis. Sample were taken as much as 5% of the total population of Peranakan Ettawa breeders in the district of Gumelar as many as 256 out of 5206 farmers. The measured variables included education, age, length of breeding and productivity levels of the breeders. The primary data were collected by interviews and direct observations. The secondary data were obtained from the institutions associated with the research. The results showed that , 96.1 % of farmers aged 15-65 years , then as many as 156 farmers (58.5 %) had a primary school education , then farmers that haved experiences between 11-20 years of farming were as many as 136 farmers (51.3 %) . From the observations thae level of productivity of farmers who were in the Category of moderate were as many as 179 breeders (69 %).
.
221611934F1D010011PENGELOLAAN RUANG TERBUKA HIJAU TAMAN KOTA DALAM PERSPEKTIF POLITIK LINGKUNGAN DI KOTA BOGORPenelitian ini berjudul “Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Taman Kota dalam Perspektif Politik Lingkungan di Kota Bogor”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dan mendeskripsikan bentuk-bentuk dan upaya pengelolaan ruang terbuka hijau taman kota di Kota Bogor, aktor-aktor yang terlibat dalam proses upaya optimalisasi pengelolaan ruang terbuka hijau di Kota Bogor, menjelaskan mengenai faktor pendukung maupun penghambat dalam upaya pengelolaan ruang terbuka hijau taman kota di Kota Bogor.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metode analisis model interaktif Miles dan Huberman. Dalam penelitian ini digunakan teknik triangulasi data untuk menjamin validitas data.
Hasil dari penelitian ini adalah pengelolaan ruang terbuka hijau taman kota di Kota Bogor merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah Kota Bogor untuk memenuhi kebutuhan ruang terbuka hijau yang diamanatkan dalam Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang dan Peraturan Daerah No. 08 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah. Taman Kota sendiri merupakan salah satu aset daerah potensial dalam pemenuhan RTH publik. Upaya Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Taman Kota itu sendiri berangkat dari otonomi daerah yang membebaskan daerah untuk mengatur urusan rumah tangganya sendiri sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan daerah itu sendiri. Terdapat beberapa aktor yang terlibat dalam proses ini, aktor-aktor tersebut antara lain BAPPEDA, DPRD Kota Bogor, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor, Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Bogor dan Dinas Pengawasan Bangunan dan Permukiman Kota Bogor. Faktor pendukung dalam kegiatan ini adalah dukungan kuat dari Walikota Bogor, Aktor yang saling bersinergi, dana yang kuat dan bantuan-bantuan dari pihak ketiga. Faktor Penghambat dalam kegiatan ini regulasi yang belum terperinci tentang RTH dalam bentuk Perda, kesadaran masyarakat kurang karena masih banyak ditemukan aksi vandalisme yang disebabkan oleh tidak adanya rasa saling memiliki dan pengawasan yang kurang maksimal karena personel dari Dinas terkait kurang. Dampak pengelolaan RTH taman kota ini selain membuat Kota menjadi hijau dan terpenuhinya RTH, juga menambah nilai estetika kota itu sendiri.
This study, entitled "The management of Green Open Space Parks from the Perspective Environmental Politics in Bogor City". The purpose of this study are able to understand and describe the managements of green open space in Bogor city park, the actors involved in the process of optimizing the management of green open spaces in the city of Bogor, describing the factors supporting or inhibiting the management efforts green open space in the city of Bogor city parks.The method of this study is descriptive qualitative with a case study approach. Data obtained from the results of observation, interviews, and documentation. The analysis of the data is using an interactive model analysis by Miles and Huberman. This study used data triangulation technique to ensure the validity of the data.The results of this study is the management of green open space in the city of Bogor city park itself is one of the efforts of Bogor's authority to fulfilled the needs of green open space as stated in Law No. 26 Year 2007 on Spatial Planning and Regional Regulation No. 08 Year 2011 on Spatial Planning. State park itself is one of the potential of regional assets in fulfillment of public green space. Green Open Space Management Plan Parks itself departing from regional autonomy which frees the area to set up its own domestic affairs in accordance with the characteristics and needs of the region itself. There are several actors involved in this process, actors include BAPPEDA, Bogor City Council, Department of Hygiene and Bogor, Environmental Management Agency and the Department of Supervision of Bogor City Building and Housing Bogor. Factors supporting this activity is strong support from the Mayor of Bogor, Actor synergy, strong funding and assistance from a third party. The obstacles of this study is less detailed regulations about RTH in the form of legislation, public awareness is less because there are still many acts of vandalism caused by the absence of a sense of belonging and less than the maximum because the supervision of personnel from relevant agencies . In addition, the impact of this city park green space management is able to build the city green and the fulfillment green open space, also adds to the aesthetic value of the city itself.
221711964A1L010071GUGUR BUAH PADA BEBERAPA POSISI DOMPOL DUA VARIETAS DURIANGugur buah pada durian berpotensi mengurangi hasil. Tingkat gugur buah dapat dipengaruhi oleh varietas dan posisi dompol pada suatu pohon. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Membandingkan gugur buah durian antara varietas Otong dan Kani 2) Mengetahui pengaruh posisi dompol terhadap gugur buah , dan 3) Mengkaji apakah gugur buah pada posisi dompol yang berbeda dipengaruhi oleh varietas. Penelitian ini dilaksanakan di kebun durian di Desa Pageralang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dengan ketinggian tempat 70 meter diatas permukaan laut (m dpl) dari bulan September 2013 sampai dengan bulan Maret 2014. Faktor yang diteliti adalah varietas ( Otong dan Kani) dan posisi dompol pada pohon (atas, tengah, dan bawah). Pohon yang dipilih mempunyai umur, pertumbuhan dan waktu berbunga yang seragam. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F dilanjutkan dengan uji DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah gugur buah per dompol pada varietas Kani lebih tinggi (0,63) dibandingkan dengan varietas Otong (0,36). Hal ini berkaitan dengan jumlah buah terbentuk per dompol pada varietas Kani (0,96) yang lebih tinggi dibanding varietas Otong (0,51). Posisi dompol yang berada pada cabang atas dan tengah mempunyai jumlah buah terbentuk per dompol (0,99) dan (0,77), jumlah gugur buah per dompol (0,73) dan (0,52), lebih tinggi dari pada cabang bawah dengan jumlah buah ter bentuk perdompol 0,44 dan jumlah gugur buah 0,24. Gugur buah pada posisi dompol yang berbeda tidak dipengaruhi oleh varietas.
Durian fruit drop on potentially reduce results. Deciduous fruit level can be influenced by the varieties and the position of panicle at a tree. This study aims at 1) Comparing the fruit drop between Otong and Kani 2) studying the influence of panicle position on fruit drop, and 3) Studying the interaction between varieties and the panicle position on fruit drop. The study was carried in the village of Pageralang, Kemranjen District, Banyumas, Central Java with altitude 70 meters above sea level from September 2013 to March 2014. The treatments in this study were varieties (Otong and Kani) and a panicle position at the tree (top, middle, and bottom). Trees were selected according to age, growth and flowering time. Data were analyzed by F test to determine the effect of treatment attempted. If they are real, followed by DMRT at 5%. The result showed that the number of fruits drop on Kani variety was higher (0.63) than on the Otong variety (0.36), it was related with the number of fruits formed per panicle on the Kani variety (0.96) which was higher than the Otong variety (0, 51). panicle position at the top and middle branches had a number of fruits formed per panicle (0.99) and (0.77), number of fruits dropped per panicle (0.73) and (0.52), were higher than the lower branch with number of fruits formed per panicle (0.44) and the number of fruits dropped per panicle (0.24). fruits drop in panicle of different positions are not influenced by varieties.
221811942F1B011051EFEKTIVITAS PROGRAM KELUARGA BERENCANA BERBASIS KAMPOENG DALAM PEMBANGUNAN KELUARGA BERKUALITAS DI DESA CIBEUREUM KOTA BANJARPenelitian ini berjudul “Efektivitas Program Keluarga Berencana Berbasis Kampoeng Dalam Pembangunan Keluarga Berkualitas”. Latar belakang penelitian ini adalah kampoeng KB di Desa Cibeureum tidak memiliki tingkat persentase CU/PUS paling tinggi atau paling rendah, namun Desa Cibeureum merupakan daerah kampoeng KB yang mendapat juara kampoeng KB tingkat Kota Banjar tahun 2011 serta juara umum kelompok Tribina kampoeng KB tahun 2011 dan juara Inovation Goverment Award(IGA) tingkat nasional tahun 2012 sehingga Desa Cibeureum ini menjadi daerah kampoeng KB percontohan se-Jawa Barat.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas program Keluarga Berencana berbasis Kampoeng di Desa Cibeuereum Kota Banjar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengambilan informan yang digunakan adalah purposive sampling dan snowball sampling.Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi data dengan menggunakan berbagai sumber dan berbagai waktu.
Hasil penelitian menunjukkan (1) Pencapaian tujuan yang dijabarkan dengan ketersediaan sumber daya manusia dan ketersediaan alat pendukung berupa sarana maupun prasarana di kampoeng KB Desa Cibeureum belum optimal dikarenakan kurangnya pelatihan dan dana; (2) Integrasi dalam kampoeng KB Desa Cibeureum Kota Banjar belum sepenuhnya optimal karena kurang terjadwalnya pertemuan rutin yang dilakukan pengurus kampoeng KB Desa Cibeureum. Namun untuk koordinasi ekternal pengurus dengan masyarakat serta lembaga lain sudah berjalan cukup baik dengan dibantu oleh Pos KB dan PLKB Desa Cibeureum Kota Banjar. Serta didukung dengan reward yang diberikan BKBPP kepada pengurus kampoeng KB guna terus memacu semangat agar tercapai efektivitas program kampoeng KB di Kota Banjar; (3) Adaptasi Kampoeng KB Desa Cibeureum belum mampu dalam menghadapi kemajuan teknologi khususnya internet karena masih kurangnya sarana dan prasarana berupa laptop serta akses jaringan yang masih sulit diakses. Namun kampoeng KB Desa Cibeureum sudah memiliki kemampuan adaptasi yang optimal dalam menghadapi berbagai fenomena keluarga.
This research entitled “The Effectivity of Family Planning Program Based on Kampoeng in Quality Family Development”. The background of this research is kampoeng KB in Cibeureum Village doesn’t have more and higher and highest CU/PUS precentage but Cibeureum Village is kampoeng KB area being the champion of kampoeng KB level Banjar City in 2011 and the champion of Tribina Group kampoeng KB in 2011 and the champion of Inovation Government Award (IGA) in national level in 2012, so Cibeureum Village become the sequential kampoeng KB area in West Java.
The purpose of this research is to know the effectivity of family planning program based on kampoeng in Cibeureum Village in Banjar City. The methode of this research uses qualitative descriptive. Technique informan removal using purposive sampling and snowball sampling. Analysis methode in this research using data triangulation with all sorts of source and time.
The result showed 1. The aim accomplishment that showed with availability human resources and avalilability of suport tools like structure and infrastructure in kampoeng KB Cibeureum Village doesn’t optimal because of less training and donation; 2. Integration in kampoeng KB Cibeureum Village in Banjar City doesn’t optimal because less of schedule of meeting routine that held by board of kampoeng KB Cibeureum Village. But for external coordination management and society also other institute already work carefully assisted by pos KB and PLKB Cibeureum Village Banjar City. Also supported by reward that given by BKBPP to board kampoeng KB for increase spirit in order to reach effectivity kampoeng KB program in Banjar City; 3. Adaptation kampoeng KB Cibeureum Village does not able in faced of technology progress special internet because still less of structure and infrastructure like laptop also network access that difficult to get. But kampoeng KB Cibeureum Village already has ability optimal adaptation in faced of family phenomenal.
221911935F1C009024KONSTRUKSI IDENTITAS PADA HIJABERS COMMUNITY JAKARTAFenomena munculnya komunitas muslim perkotaan bukan lagi merupakan hal yang baru bagi masyarakat Indonesia. Konstruksi identitas pada Hijabers Community Jakarta, sebuah kelompok atau perkumpulan perempuan muda berjilbab, merupakan fokus dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motif yang mendasari seseorang bergabung dalam sebuah komunitas dan mengetahui bagaimana konstruksi identitas di dalam Hijabers Community Jakarta.
Teknik yang digunakan untuk memilih informan adalah purposive sampling, yaitu menentukan kriteria informan terlebih dahulu, yang mengetahui dan dapat memberikan informasi secara mendalam. Pengumpulan data dilakukan melalui tahap wawancara secara mendalam, observasi, serta kajian dokumentasi, yang kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik pendekatan fenomenologi Moustakas.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua motif yang mendasari seseorang bergabung ke dalam komunitas, yaitu motif “karena” dan motif “dalam kerangka untuk”. Motif “karena” merupakan alasan yang berasal dari pengalaman pribadi, hobi, dan lingkungan. Motif “dalam kerangka untuk” merupakan alasan yang berorientasi pada tujuan di masa yang akan datang. Sedangkan proses konstruksi identitas menunjukkan habits prestise dan keislaman moderat pada komite Hijabers Community Jakarta.
The phenomenon of the urban Muslim community is no longer a new thing for Indonesia people. This study concerns to the construction of identity in Hijabers Community Jakarta, a community for young Muslim women who wear the veil, the purpose of this research is to know the motive that led to a person joined a community and to know how the process of identity construction in Hijabers Community Jakarta.
The researcher used purposive sampling to select informants, which is determining criteria of informants who are considered to be know and can provide the information in depth. The data collection was done through in-depth interview, observation, and assessment documentation, which are then analyszed by using the phenomenology approach technique by Moustakas.
The data collected showed that there are two kind of motive that underlies someone to joining in to a community, which are “because” motive and “in order to” motive. “Because” motive comes from someone’s experiences, hobbies, and environment. “In order to” motive is oriented to the purpose in the future. While the process of identity’s construction showed habits of prestige and moderate Islam in Hijabers Community Jakarta’s committees.
222011937F1C011068PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KOMUNIKASI ORGANISASI SATELITPOST PURWOKERTOJudul penelitian ini adalah “Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi terhadap Komunikasi Organisasi SatelitPost Purwokerto”. Tujuan penelitian ini adalah a) Untuk mengetahui adakah pengaruh gaya kepemimpinan terhadap komunikasi organisasi di perusahaan media cetak SatelitPost Purwokerto dan seberapa besar pengaruh tersebut, b) Untuk mengetahui adakah pengaruh budaya organisasi terhadap komunikasi organisasi di perusahaan SatelitPost Purwokerto dan seberapa besar pengaruh tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, dengan merode survei. Subjek di dalam penelitian ini adalah karyawan SatelitPost Purwokerto yang terbagi dalam beberapa bidang utama, seperti iklan, sirkulasi dan redaksi dan bidang lainnya. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 33 orang.

Data diolah dengan menggunakan uji korelasi Pearson’s Product Moments dan uji Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian pada uji korelasi Pearson’s adalah terdapat hubungan positif yang cukup berarti (signifikan) sebesar 51% antara Gaya Kepemimpinan dengan Komunikasi Organisasi; dan terhadap hubungan positif yang rendah sebesar 26% antara Budaya Organisasi terhadap Komunikasi Organisasi. Dari hasil uji Regresi Linear Berganda terdapat pengaruh yang signifikan dan parsial antara Gaya Kepemimpinan dengan Komunikasi Organisasi; dan tidak terdapat pengaruh yang signifikan dan parsial antara Budaya Organisasi dengan Komunikasi Organisasi.
This research entitled “The Influence of Leadership Style and Organization Culture to Communication Organization in SatelitPost Purwokerto. It have some purposes which is a) to know is there any influence between leadership style to Communication Organization di printed media company SatelitPost Purwokerto and how significant that influence is, b) to know is there any influence between organization culture to communication organization in SatelitPost Purwokerto and how significant that influence is. It is a quantitative research with survey method. Its subject is employee of SatelitPost Purwokerto which is divided in some main field such advertisement, circulation, editorial staff, and others. It uses 33 people as a sample.

Data is being processed by Correlation test Pearson’s Product Moments and Multiple Linear Regression test. The result in Correlation test Pearson’s is there is a significant positive relation as much as 51% between leadership style and communication organization; and there is low positive relation as much as 26% between organization culture and communication organization. From Multiple Linear Regression test shows that there is a significant and partial influence between leadership style and communication organization; and there is no significant and partial influence between organization culture and communication organization.