Artikelilmiahs

Menampilkan 2.101-2.120 dari 48.725 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
210111759H1L009047Rancang Bangun Aplikasi Jejaring Sosial Penjadwalan Berbasis PHP 5Salah satu permasalahan yang sering muncul pada suatu hubungan antara individu
dengan kelompok maupun individu dengan individu di dunia nyata adalah
sulitnya menyamakan jadwal. Hal ini disebabkan karena masing-masing individu
memiliki jadwal yang berbeda-beda. Permasalahan ini dapat diselesaikan apabila
masing-masing individu yang saling berhubungan dapat mengetahui jadwal
kegiatan lawan interaksinya. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah media yang
dapat mencatat semua jadwal kegiatan dari masing-masing individu yang saling
berhubungan. Dengan adanya jejaring sosial penjadwalan sebagai media yang
dapat mencatat jadwal kegiatan, masalah penyamaan jadwal yang ada pada
hubungan antar individu dapat dikurangi. Melalui proses studi pustaka, observasi,
perancangan dan implementasi, diharapkan nantinya akan menghasilkan sebuah
apliasi jejearing sosial yang bisa mencatat dan mempublikasikan jadwal kegiatan
para penggunanya kepada orang-orang atau kelompok yang telah dipilih oleh
penggunanya. Aplikasi tersebut diharapkan dapat menjadi solusi masalah
kehidupan manusia sebagai makhluk sosial
One of the problems that often arise in a relationship between individuals and
groups or individuals with individuals in the real world is difficulties in finding a
schedule. This is due to differences in each individual's schedule. This problem
can be solved if each individual interconnected can find a schedule of opponent
activities. Therefore, we need a media that can record all the schedule of each
individual are interconnected. With Scheduling Social Network as a media that
can record the activity schedule, schedule equalization problems that exist in the
relationship between individuals can be reduced. Through the process of
literature study, observation, design and implementation, is expected will produce
a Social Network Aplication that can record and publish the schedule of activities
of its users to people or groups that have been selected by the user. The
application is expected to be a solution to the problem of human life as social
beings.
210211817H1A011030Optimasi Kualitas Sabun Antioksidan dari Minyak Biji Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) Menggunakan Basa KOHMeningkatnya minat masyarakat untuk mendapatkan antioksidan dari bahan alami saat ini, mendorong dilakukan penelitian guna mensintesis sabun antioksidan berbahan dasar minyak biji nyamplung dengan bahan antioksidan dari fraksi etil asetat ekstrak metanol daging buah ketapang. Sabun antioksidan dikarakterisasi berdasarkan SNI 06-4085-1996 dengan pembanding kontrol 0%. Aktivitas antioksidan sabun ditentukan dengan penentuan persentase peredaman menggunakan metode DPPH. Penentuan formulasi sabun antioksidan terbaik dilakukan berdasarkan metode indeks efektivitas. Sabun dengan formulasi terbaik akan dilanjutkan dengan uji Hedonik. Penentuan tingkat kesukaan panelis terhadap terhadap sabun antioksidan dilakukan berdasarkan kekentalan, warna, aroma, busa, saat pemakaian dan setelah pemakaian. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap faktorial. Hasil analisis yang menunjukkan adanya perbedaan nyata maka dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukan sabun antioksidan yang memiliki formulasi terbaik berdasarkan SNI 06-4085-1996 adalah sabun antioksidan 7% dan pewangi 7% (A7P7) dengan rataan jumlah asam lemak total sebesar 66,75%, rataan lemak netral sebesar 7,43%, rataan asam lemak bebas sebesar 0,71%, rataan pH sebesar 9,30%, rataan bobot jenis sebesar 1,05%, dan rataan stabilitas busa sebesar 70,01%. Sabun yang memiliki aktivitas antioksidan tertinggi adalah sabun antioksidan 7% dan pewangi 7% (A7P7) dengan besarnya peredaman sebesar 80,16%. Tingkat kesukaan panelis terhadap sabun A7P7 yaitu menunjukan sangat suka terhadap aroma, suka terhadap banyaknya busa, saat pemakaian dan setelah pemakaian serta normal untuk warna dan kekentalan.


The increasing of people interest to get antioxidants from natural materials (natural) this time, encourage research to synthesize antioxidant soap Nyamplung seed oil with antioxidant ingredients from the ethyl acetate fraction of methanol extract of the fruit flesh Ketapang. Soaps characterized by SNI 06-3532-1994 and a comparison with soap control of 0%. Antioxidant activity of soap was determined with inhibition percent determination by DPPH absorbance measured with spectrophotometer at a wavelength in 515,5 nm. Determination of the best antioxidant soap formulation was based on efectivity index method. The antioxidant soap wich have the best formulation then followed by Hedonic test. Determination of the best level antioxidant soap was conducted by panelists preference level of the viscosity, color, odor, when the use and after the use antioxidants soap products. The design research used for determination of antioxidant soap wich have the most excellent characteristics by the complete factorial design. The analysis results of the complete factorial design with a the significant difference then followed by DMRT (Duncan 's Multiple Range Test) with a 95% confidence level (α = 0.05). The results showed that the antioxidant soap with the best formulation based on SNI 06-4085-1996 was antioxidant of 7% and with fragrance of 7% with total fatty acid of 66.75%, the average fat or fat saponified neutral about 7.43%, the average free fatty acids was of 0.71%, the average of pH about 9.30, the average density about 1.05%, the average foam stability about 70.01%. A soap which has the highest antioxidant activity is antioxidants soap 7% and fragrance 7% (A7P7) with inhibition about 80.16%. Panelist levels preference towards the antioxidant soap 7% and fragrance 7% (A7P7) that indicates really like the odor, like the foam, when the use and after the use, and normal to color and viscosity.

210311840C1A011034STRUKTUR DAN KINERJA INDUSTRI BATIK DI DESA KARANGJOMPO
KECAMATAN TIRTO KABUPATEN PEKALONGAN
Penelitian ini berjudul “Struktur dan Kinerja Industri Batik di Desa Karangjompo Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur dan kinerja industri batik di Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh dari 35 orang responden pengusaha batik di Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan melalui wawancara dan kuesioner.
Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah rasio konsentrasi dan Herfindahl-Hirschman Index (HHI) untuk menganalisis struktur industri. Laba dan rentabilitas ekonomi digunakan untuk menganalisis kinerja industri batik di Desa Karangjompo Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa struktur industri batik di Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan nilai CR8 berdasarkan pendapatan, bahan baku, dan tenaga kerja termasuk dalam kelompok oligopoli dengan tingkat konsentrasi rendah. Kinerja industri batik yang dilihat dari laba dan rentabilitas ekonomi menunjukkan nilai yang efisien.
Implikasi dari kesimpulan yang dihasilkan yaitu: 1) diharapkan para pengusaha batik yang lebih kecil untuk meningkatkan daya saing produknya misalnya dengan cara promosi, mengikuti pameran, serta menjalin kerja sama dengan pihak lain agar dapat lebih bersaing, 2) para pengusaha batik sebaiknya lebih memperhatikan penggunaan bahan baku dan tenaga kerja, karena jumlah produksi yang dihasilkan akan sangat dipengaruhi oleh penggunaan bahan baku dan tenaga kerja.
This research entitled “The Structure and Performance of The Batik Industry in The Village Karangjompo, Tirto Sub-district, Pekalongan”. The purpose of this research are to analyze the structure and the performance of the batik industry in the village Karangjompo, Tirto sub-district, Pekalongan. This research employed primary data that was obtained from 35 respondents through the interviews dan questionare.
Analytical tools used in this research is the concentration ratio and the Herfindahl-Hirschman Index (HHI) to analyze the structure of the industry. Profit and earning ratios of economic are used to analyze the performance of the batik industry in the village Karangjompo, Tirto sub-district, Pekalongan.
Based on the result of research and analysis of the data showed that the industrial structure of the batik in the village Karangjompo, Tirto sub-district, Pekalongan CR8 value based on income, raw materials, and labor is included in the group build oligopoly with low concentration level. Batik industry performance views of profit and earning ratios of economic pointed out the value of efficient.
The implications of the conclusions are: 1) the batik entrepreneurs is expected to boost the competitiveness of its products for example by way of promotion, following exhibition, and establishing cooperation with other parties in order to be more competitive, 2) the batik entrepreneurs should pay more attention to the use of raw materials and labor, because the amount of production that results will be strongly affected by the use of raw materials and labor.
210411874G1A010043HUBUNGAN KADAR SERUM ASAM URAT DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI KLINIK PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS
HUBUNGAN KADAR SERUM ASAM URAT DENGAN TEKANAN DARAH
PADA PASIEN HIPERTENSI DI KLINIK PENYAKIT DALAM
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUMAS
Mona Fadhila
Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto
Latar Belakang Penelitian: Hipertensi merupakan masalah kesehatan di dunia karena
menjadi faktor risiko utama peningkatan angka kesakitan dan angka kematian akibat
penyakit kardiovaskular, serebrovaskular dan gagal ginjal tahap akhir. Kadar serum asam
urat pada suatu studi prospektif dilaporkan berhubungan dengan faktor risiko peningkatan
tekanan darah pada penelitian orang normal. Serum asam urat yang tinggi dilaporkan
berhubungan dengan tingginya tekanan darah sistolik dan diastolik.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan kadar serum asam urat dengan tekanan
darah pada pasien hipertensi.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan crosssectional.
Subjek adalah 52 pasien hipertensi primer di Klinik Penyakit Dalam RSUD
Banyumas pada tahun 2014 dan terdata dalam rekam medik sesuai kriteria inklusi dan
eksklusi. Untuk membuktikan hipotesis dilakukan analisis bivariat menggunakan uji
korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan P>0,05.
Hasil Penelitian: Rata-rata kadar serum asam urat pada laki-laki dan wanita terjadi pada
kelompok usia lebih dari 50 tahun. Tekanan darah sistolik pada laki-laki adalah 150-159
mmHg dan 160-169 mmHg, sedangkan pada wanita adalah 140-149 mmHg. Tekanan
darah diastolik pada laki-laki maupun wanita pada kelompok tekanan darah 90-99 mmHg.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar serum asam urat
dengan tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hipertensi di Klinik Penyakit
Dalam RSUD Banyumas.
THE RELATIONSHIP OF URIC ACID SERUM LEVELS WITH BLOOD
PRESSURE AT HYPERTENSION PATIENTS IN INTERNAL MEDICINE
DEPARTMENT OF BANYUMAS REGIONAL HOSPITAL
Mona Fadhila
Medical Faculty Jenderal Soedirman University Purwokerto
Background: Hypertension is a health problem in the world for being a major risk factor
for the increase in morbidity and mortality from cardiovascular disease, cerebrovascular
and end stage renal failure. Serum uric acid levels in a prospective study of risk factors
reported to be associated with an increase in blood pressure in the study of normal people.
Serum uric acid reported to be associated with higher systolic and diastolic blood pressure.
Objective: To determine the relationship of serum levels of uric acid in blood pressure in
hypertensive patients.
Method: This study used analytic observational with cross-sectional approach. Subjects
were 52 patients with primary hypertension In Internal Medicine Department Of
Banyumas Regional Hospital in 2014 and recorded in the medical record corresponding
inclusion and exclusion criteria. To prove the hypothesis performed bivariate analysis
using Spearman correlation test with significance level P> 0.05.
Results: Mean serum uric acid levels in men and women occurred in the age group over 50
years. Systolic blood pressure in males is 150-159 mmHg and 160-169 mmHg, whereas in
women is 140-149 mmHg. Diastolic blood pressure in men and women in the group of
blood pressure 90-99 mmHg.
Conclusion: There was not a significant association between serum uric acid levels with
systolic and diastolic blood pressure in hypertensive patients in the Clinic of Internal
Medicine Hospital Banyumas.
210511818C1C011096PENGARUH PENGETAHUAN PERPAJAKAN, SANKSI PERPAJAKAN, KUALITAS PELAYANAN SAMSAT, DAN KONDISI KEUANGAN WAJIB PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR
(Studi di Kantor Bersama SAMSAT Kabupaten Banyumas)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan pajak, sanksi perpajakan, kualitas pelayanan SAMSAT, dan kondisi keuangan terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan menggunakan metode survei dalam pengumpulan datanya. Kuesioner didistribusikan kepada 100 responden yang merupakan wajib pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Banyumas. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil analisis data menunjukkan bahwa sanksi pajak, kualitas pelayanan SAMSAT, dan kondisi keuangan wajib pajak mempengaruhi kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengetahuan pajak tidak mempengaruhi kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor. Berdasarkan penelitian ini Kantor SAMSAT Kabupaten Banyumas sebaiknya meningkatkan pelayanan terhadap wajib pajak kendaraan bermotor dan mempertegas sanksi untuk wajib pajak yang tidak patuh.




The aim of this research is to determine the impact of tax knowledge, tax penalties, SAMSAT service quality, and financial condition of the motor vehicle tax compliance in Banyumas regency. This research is a quantitative research and using survey method in collecting data. Questionnaire are distributed to 100 respondent which is motor vehicle tax payer in Banyumas regency. The analysis technique used is multiple linear regression analysis. The result of this research show that tax penalties, SAMSAT service quality, and financial condition of the taxpayer affects tax compliance motor vehicle. This study also shows that knowledge of the tax does not affect taxpayer compliance of motor vehicle. Based on this research SAMSAT Office of Banyumas should improve service to taxpayers of motor vehicles and to reinforce tax penalties

Keywords : tax knowledge, tax penalties, SAMSAT service quality, financial condition, tax compliance
210611819H1A011026TOKSISITAS EKSTRAK METANOL DAUN MANGGA DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TESTKanker merupakan salah satu penyakit penyebab kematian utama di dunia dan masih sulit disembuhkan. Hal ini merangsang peneliti untuk selalu mengembangkan obat yang dapat melawan kanker. Berbagai bahan alam dari tanaman obat tradisional telah diteliti untuk melihat potensinya sebagai antikanker. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi daun mangga sebagai antikanker dengan metode ekstraksi maserasi. Metode uji potensi antikanker menggunakan uji Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) terhadap larva udang Artemia salina Leach. Senyawa dalam ekstrak daun mangga diuji golongan senyawa bioaktifnya dengan uji fitokimia.
Hasil penelitian menunjukkan ekstraksi daun mangga dengan pelarut metanol menghasilkan rendemen sebesar 10,55 %. Uji antikanker dengan metode BSLT menunjukkan toksisitas dengan nilai LC50 sebesar 70,3 ppm sehingga berpotensi sebagai antikanker. Hasil uji golongan senyawa bioaktif secara fitokimia menunjukkan adanya senyawa golongan alkaloid, flavonoid, steroid, saponin, tanin dan polifenol dalam ekstrak metanol daun mangga.
Cancer is a major problem and common cause of death around the world. Various therapeutic agents have been developed as anticancer agents. It encourages the researchers to develop anticancer drugs. This research was performed to explore anticancer potency of mango leaves. The leaves was extracted using methanol maceration, continued by toxicity test using Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). The bioactive compound groups were then determinated using colouring test standard procedures of phytochemical group tests methods.
Mango leaves was extracted in maceration process using methanol as a solvent. The result of maceration process was obtained the yield of 10,55%. The result of toxicity test was known the value of LC50 of methanolic extract of mango leaves 70,3 ppm. The methanolic ekstract tested the bioactivity with Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). The methanolic extract of mango leaves showed the presence of alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, steroids and phenolics compound.
210711821H1A011009Formulasi dan Karakterisasi Sampo Bersurfaktan Metil Ester Sulfonat dari Minyak Biji Nyamplung (Calophyllum inophyllum L)Sampo adalah sediaan yang mengandung surfaktan yang berguna untuk menghilangkan kotoran yang melekat pada rambut. Sampo dalam penelitian ini menggunakan MES yang berasal dari minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L) sebagai surfaktan utama. Metil eter sulfonat (MES) adalah salah satu jenis surfaktan yang dapat disintesis dari minyak biji nyamplung yang memiliki potensi sebagai pengganti surfaktan dari minyak bumi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik sampo hasil formulasi berdasarkan SNI 06-2692-1992 dan mengetahui kadar MES dengan karakteristik terbaik berdasarkan SNI 06-2692-1992. Variasi dalam penelitian ini yaitu konsentrasi MES 5, 10, 15, 20, dan 25% (b/b). Bahan-bahan penyusun lainnya dalam formulasi sampo antara lain SLS, EDTA, CMC, pewangi dari minyak atsiri jeruk manis (Citrus sinensis L), NaCl, dan air. Sampo hasil formulasi dikarakterisasi derajat keasaman (pH), alkali bebas, kadar air, stabilitas emulsi, dan stabilitas busa. Semua hasil karakterisasi masuk ke dalam rentang SNI 06-2692-1992. Hasil karakterisasi kemudian dianalisis menggunakan rancangan acak lengkap nonfaktorial dan dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Selanjutnya dilakukan uji efektivitas untuk menentukan nilai produk terbaik. Sampo dengan kadar MES 20% adalah sampo terbaik hasil formulasi. Sampo tersebut memiliki karakterisitik antara lain nilai pH sebesar 6,554, negatif alkali bebas, kadar air sebesar 72,923%, nilai stabilitas emulsi sebesar 86,504%, dan nilai stabilitas busa sebesar 94,628%. Uji hedonik untuk sampo dengan karakteristik terbaik menghasilkan tingkat suka untuk aroma, tingkat biasa untuk warna, tingkat biasa untuk kekentalan, tingkat suka untuk banyaknya busa, tingkat biasa untuk saat pemakaian, dan tingkat biasa untuk setelah pemakaian.The shampoo is a material containing surfactant that is useful to remove the dirt on the hair. This shampoo used MES that was derived from seed oils nyamplung (Calophyllum inophyllum L) as the primary surfactant. Methyl ester sulphonate (MES) is one of surfactants that can be synthesized from nyamplung seeds oil which has a potency to substitute petroleum’s surfactants. The purpose of this study was to determine the characteriztic of shampoo based on SNI 06-2692-1992 and determine the best level of MES that had the best characteristics shampoo based on SNI 06-2692-1992. Variations in this study were the level of MES 5, 10, 15, 20, and 25% (w / w). Other constituent materials in shampoo formulations include SLS, EDTA, CMC, fragrances of essential oils of sweet orange (Citrus sinensis L), NaCl, and water. Shampoo were characterized degree of acidity (pH), free alkali content, moisture content, emulsion stability and foam stability. All the results of characterization were in the range of SNI 06-2692-1992. The results had been analyzed using a completely randomized design nonfactorial and continued with DMRT (Duncan's Multiple Range Test) with a 95% significant level (α = 0.05). Furthermore, the effectiveness of the test had been conducted to determine the best product value. Shampoo with a level of 20% MES is the best shampoo. The shampoo has a characteristic pH value 6.554, the negative free alkali, water content 72.923%, emulsion stability 86.504% and foam stability 94.628%. Hedonic test to shampoo with the best characteristics had produced a level of love for the smell, the usual rate for the color, the usual rate for the viscosity, the level of love for the amount of foam, the usual rate for the current used, and the usual rate for after used.
210811824B1J011094KELIMPAHAN DAN VARIASI MORFOMETRIK Trichodina sp.
PADA BENIH IKAN CUPANG (Betta splendens Regan) YANG
DIBUDIDAYAKAN DI “ENJOY AKUARIUM”DUKUHWALUH
KECAMATAN KEMBARAN BANYUMAS
Di Kecamatan Kembaran, terdapat tempat budidaya ikan hias “Enjoy Akuarium” yang merupakan satu-satunya tempat pembudidayaan ikan Cupang hias. Trichodina sp. merupakan protozoa parasit yang sering menginfeksi benih ikan air tawar termasuk benih ikan Cupang (Betta splendens Regan). Trichodina sp. yang menginfeksi ikan memiliki perbedaan morfometrik yang menunjukkan jenis dari Trichodina sp. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan dan variasi morfometrik Trichodina sp. pada benih ikan Cupang di tempat budidaya ikan Cupang “Enjoy Akuarium” Dukuhwaluh Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas.
Penelitian dilakukan dengan metode survai dan pengambilan sampel benih ikan menggunakan teknik random sampling. Benih ikan yang diambil dikelompokkan berdasarkan ukuran panjang tubuh benih ikan yaitu 1-1,9 cm; 2-2,9 cm dan 3-3,9 cm. Variabel penelitian adalah kelimpahan Trichodina sp. dengan parameter jumlah Trichodina sp. serta variabel morfometrik dengan parameter diameter tubuh, diameter cincin dentikel, jumlah dentikel, jumlah radial pin per dentikel dan lebar membran Trichodina sp. Kelimpahan dihitung untuk setiap kelompok ukuran benih ikan. Perbedaan kelimpahan antar kelompok ukuran benih ikan dianalisis menggunakan analisis ragam (Annova) dengan taraf kesalahan 1% dan 5%. Karakteristik morfometrik Trichodina sp. dilakukan dengan teknik sampling dari setiap benih ikan terinfeksi. Data variasi morfometrik Trichodina sp. dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 98 ekor benih ikan Cupang yang diperiksa, 23 ekor benih ikan terinfeksi Trichodina sp. Jumlah Trichodina sp. yang ditemukan sebanyak 162 individu dari benih ikan yang terinfeksi. Kelimpahan total Trichodina sp. pada benih ikan Cupang sebesar 1.65 individu/ekor dan tergolong rendah. Kelimpahan Trichodina sp. pada ukuran benih ikan 1-1.9 cm; 2-2.9 cm dan 3-3.9 cm masing-masing sebesar 4.31 individu/ekor; 1.05 individu/ekor dan 0.21 individu/ekor. Ukuran benih ikan 1-1.9 cm memiliki nilai kelimpahan Trichodina sp. tertinggi. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa kelimpahan Trichodina sp. antar kelompok ukuran berbeda nyata (P<0,05). Hasil pengukuran karakter morfologi Trichodina sp. menunjukkan adanya variasi morfometrik dengan diameter tubuh berkisar 47.5-82.5 µm; diameter cincin dentikel 20-37.5 µm; jumlah dentikel 12-24; jumlah radial pin per dentikel 9-10 dan lebar membran 2.5-7.5 µm. Trichodina sp. yang ditemukan diduga terdapat tiga jenis Trichodina sp. yaitu T. heterodentata, T. nigra dan T. pediculus.
Trichodina sp. is the protozoan parasite that commonly infected freshwater
fish fry included betta fish fry (Betta splendens Regan). The purpose of this study
was to determine the abundance and morphometric variation of Trichodina sp. in
betta fish fry at Betta fish farming "Enjoy Aquarium" Dukuhwaluh, Kembaran,
Banyumas. The method was survey with fish fry sampling using random sampling
techniques. Fish fry taken was grouped based on the size of fish fry body length were
1 to 1,9 cm; 2 to 2,9 cm and 3 to 3,9 cm. Abundance was calculated for each group
of fish fry size. Differences between groups abundance of fish fry size was analyzed
using analysis of variance (Annova) with standard error of 1% and 5%. Measurement
of morphometric characteristics of Trichodina sp. was performed by sampling
technique from each infected fish fry. Morphometric variation data of Trichodina sp.
were analyzed descriptively. The results showed that as many as 98 fry Betta fish
were examined, 23 fish fries were infected with Trichodina sp. The number of
Trichodina sp. found was as many as 162 individuals from the infected fish. Total
abundance of Trichodina sp. in Betta’s fry fish was 1,65 individuals/fish that was
classified as low. Each abundance of Trichodina sp. in fish of 1 -1,9 cm; 2-2,9 cm
and 3-3,9 cm were 4,31 individuals/fish; 1,05 individuals/fish and 0,21
individuals/fish respectively. The highest abundance of Trichodina sp. was found in
fish of 1-1.9 cm. The results of analysis of variance showed that the abundance of
Trichodina sp. was significantly different between groups (P<0,05). The
measurement results of morphological characters of Trichodina sp. showed that body
diameter ranged from 47.5-82.5 µm; denticle ring diameter 20-37.5 µm; denticle
number 12-24; number of radial pins per denticle 9-10 and width membrane 2.5-7.5
µm. Trichodina sp. found were suspected from three types of Trichodina sp. namely
T. heterodentata, T. nigra and T. pediculus.
210911820C1C011050Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility dan Intellectual Capital terhadap Abnormal Return Saham pada Perusahaan Infrastruktur, Utilitas dan Transportasi yang Terdaftar di Bursa Efek IndonesiaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengungkapan corporate social responsibility menggunakan CSR Indeks berdasarkan pada Global Reporting Initiative (GRI) dan pengungkapan intellectual capital menggunakan IC Disclosure dalam laporan tahunan perusahaan pada reaksi investor terhadap abnormal return saham. Penelitian ini menggunakan laporan tahunan 15 perusahaan infrastruktur, utilitas dan transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji asumsi klasik (seperti normalitas, multikolinearitas, autokorelasi, heterokedastisitas dan linearitas) dan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pengungkapan corporate social responsibility dan intellectual capital berpengaruh signifikan terhadap cumulative abnormal return yang menunjukkan bahwa investor mempertimbangkan informasi mengenai corporate social responsibility dan intellectual capital untuk pengambilan keputusan.This study aims to analyze the influence of corporate social responsibility disclosure with CSR Index is based on Global Reporting Initiative (GRI) and intellectual capital disclosure with IC Disclosure in corporate annual reports on investor reaction to the abnormal stock return. This research used annual reports of 15 companies related to the infrastucture, utility and transportation listed in Indonesia Stock Exchange. Sample was selected using purposive sampling method. Analysis method used descriptive analysis, the assumptions of classical test (such as normality, multicolinearity, autocorelation, heterocedasticity and linearity) and multiple linear regression. The results of this research concluded that corporate social responsibility and intellectual capital disclosure significantly influence the Cumulative Abnormal Return (CAR) which indicates that investor consider the corporate social responsibility and intellectual capital for decision making.
211011825C1L011010THE EFFECTS OF APPLICATION OF INTERNAL CONTROL SYSTEM, ACCOUNTING INFORMATION SYSTEM, AND THE COMPETENCE OF HUMAN RESOURCES ON THE QUALITY OF LOCAL GOVERNMENT FINANCIAL STATEMENT INFORMATION OF SKPD IN BANYUMAS REGENCYTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh sistem pengendalian internal, sistem informasi akuntansi, dan kompetensi sumber daya manusia terhadap kualitas informasi laporan keuangan pemerintah daerah pada SKPD di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Populasi pada penelitian ini adalah 86 SKPD di Kabupaten Banyumas. Uji validitas dan reliabilitas digunakan untuk menguji data dan analisis regresi linear berganda digunakan untuk menguji validasi data.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal, sistem informasi akuntansi dan kompetensi sumber daya manusia berpengaruh pada kualitas informasi laporan keuangan SKPD di Kabupaten Banyumas. Besarnya semua variabel independen adalah 58.8% mempengaruhi variabel dependen, untuk bidang yang berhubungan dengan laporan keuangan diharapkan memiliki latar belakang akuntansi dan kemampuan yang baik dalam akuntansi.
The purpose of this research was to analyze the influences of Internal Control System, accounting information system, and the competence of human resources on the quality of local government financial statement information of SKPD in Banyumas Regency. The research method used was quantitative and the sampling technique used was purposive. The population of this research was 86 SKPDs in Banyumas Regency. Validity and reliability testing were to test the data then multiple linear regression analysis was used for data validation.
The research results show that the internal control system, accounting information system, and the competence of human resources influence the quality of local government financial statement information of SKPD in Banyumas Regency. However 58.8% of all independent variables affect the dependent variable, for the sector related to the financial statements are expected to have accounting background and a greater ability in accounting.
211111826H1A011017AMOBILISASI ENZIM AMILASE DARI BAKTERI Bacillus thuringiensis HCB6 MENGGUNAKAN MATRIK PENDUKUNG ZEOLIT
Amilase merupakan enzim yang mengkatalisis reaksi hidrolisis pati menjadi gula sederhana. Enzim amilase ini diisolasi dari bakteri Bacillus thuringiensis HCB6 yang berasal dari limbah cair tapioka. Efisiensi penggunaan enzim dapat ditingkatkan dengan mengamobilisasi enzim tersebut ke dalam suatu matrik zeolit. Amobilisasi amilase dengan matrik zeolit dilakukan melalui metode adsorpsi. Tujuan penelitian ini adalah karakterisasi pembuatan enzim amilase amobil agar enzim dapat digunakan lebih dari satu kali dan dapat dipisahkan dengan produk yang dihasilkan. Penelitian dimulai dari peremajaan isolat Bacillus thuringiensis HCB6, produksi ekstrak kasar enzim amilase, preparasi zeolit, dan karakterisasi enzim meliputi variasi konsentrasi substrat serta uji kestabilan enzim amobil. Metode yang digunakan dalam uji aktivitas yaitu metode Samogyi-Nelson. Hasil dari penelitian ini yaitu enzim bebas dan amobil saat dikarakterisasi dengan variasi konsentrasi substrat memiliki aktivitas optimum pada konsentrasi 2% dengan aktivitas berturut-turut 19,082 U/mL dan 15,295 U/mL. Pemakaian enzim amilase amobil secara berulang sampai tiga kali dengan penurunan aktivitas sebesar 42%.


Amylase is an enzyme that catalyzes the hydrolysis of starch into simple glucose. Amylase enzyme is isolated from the bacterium Bacillus thuringiensis HCB6 derived from tapioca liquid waste. The efficiency of enzyme can be improved by immobilized into a zeolit matrix. Immobilization amylase by zeolite matrix is done through adsorption method. The purpose of this study is characterize the enzyme amylase immobilized enzyme can be used more than once and can be separated by product. The research starts from Bacillus thuringiensis isolates rejuvenation HCB6, production the crude extract enzyme amylase, zeolite preparation, and characterization of enzymes include variations in the concentration of substrate and the stability test of the immobilized enzyme. The method that used in the activity test is Samogyi-Nelson method. Results from this research tha frree and immobilized enzyme when the substrate is characterized by a concentration variation showed optimum activity at a concentration of 2% with consecutive activities 19.082 U / mL and 15.295 U / mL. Immobilized enzyme can be used three time with the decreased activity is about 42%.

211211828G1G010045GAMBARAN PERUBAHAN PROFIL WAJAH PEREMPUAN POPULASI JAWA MENURUT RICKETTS PADA MALOKLUSI KLAS I TIPE 2 ANGLE
(Studi Sefalometri pada Pasien di Klinik JT Dental Care Jakarta)
Perbaikan profil wajah merupakan tuntutan pasien dalam mendapatkan perawatan ortodonti. Profil wajah dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain usia, jenis kelamin dan populasi etnik. Populasi etnik yang berbeda cenderung memiliki pola bentuk tengkorak dan rahang yang berbeda pula. Sebagian besar kebutuhan perawatan ortodonti dibutuhkan oleh populasi Jawa. Ciri-ciri wajah setiap populasi penting diketahui oleh para klinisi untuk suatu tugas akhir perawatan ortodonti. Analisis Ricketts dapat membantu menggambarkan relasi bibir atas dan bawah dengan struktur di sekitarnya yaitu hidung dan dagu yang merupakan faktor penting dalam perkembangan wajah. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran perubahan profil wajah populasi Jawa menurut Ricketts pada maloklusi klas I tipe 2 Angle sebelum dan setelah perawatan ortodonti. Penelitian survei cross sectional ini menggunakan 26 buah sefalogram yang terdiri dari 13 sefalogram sebelum dan 13 sefalogram setelah perawatan ortodonti yang diambil dari 13 subjek populasi Jawa penderita maloklusi klas I tipe 2 Angle dengan metode total sampling. Sefalogram lateral sebelum dan setelah perawatan ortodonti ditapak pada kertas kalkir dengan menggunakan metode Ricketts. Penentuan anatomical landmark dilakukan sebanyak dua kali oleh dua orang pengamat. Jarak Ls dan Li terhadap E-line sebelum maupun setelah perawatan ortodonti diukur dan diambil reratanya. Data hasil pengukuran ditabulasi dan dianalisis menggunakan SPSS dengan uji t berpasangan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kedudukan bibir atas dan bibir bawah terhadap bidang estetik sebelum perawatan ortodonti adalah protrusif sehingga profil wajah cembung (convex), begitu pula dengan hasil pengamatan setelah perawatan ortodonti. Berdasarkan hasil uji t berpasangan didapatkan nilai signifikansi 0,381 (p>0,05) sehingga tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada nilai jarak Ls terhadap E-line sebelum dan setelah perawatan ortodonti, sedangkan nilai jarak Li terhadap E-line sebelum dan setelah perawatan ortodonti memiliki perbedaan yang bermakna dengan nilai signifikansi 0,018 (p<0,05).The changes in facial profile is the main demand from orthodontic patients. The factors affecting the face profile are vary, including age, sex and ethnic population. Every ethnic population have their own skeletal and jaw characteristic. Most of Javanese population are required to have an orthodontic treatment. By knowing the facial profile characteristic in each population, a proper treatment plan can be designed by the orthodontist to normalize the facial traits for a given individual. The esthetic plane analysis of Ricketts can help the orthodontist by giving an overview of patient’s lower and upper lip relation and surrounded facial features such as nose and chin. The aim of this study was to determine the Ricketts’ changes in facial profile on angle class I type 2 malocclusion patients among Javanese population before and after orthodontic treatment. This cross-sectional survey study was carried on total 26 cephalograms (13 before treatment cephalograms and 13 after treatment cephalograms) obtained from 13 Javanese Angle class I type 2 malocclusion patients (total sampling method). Before and after lateral cephalograms were traced on tracing paper based on Ricketts’ method. The anatomical landmarks were determined two times by two trained practitioners. The Ls and Li to E-line distances before and after treatment were measured and the average was obtained. The result was tabulated and analyzed by SPSS using paired t test. The result showed that the upper and lower lip on esthetic plane before and after orthodontic treatment was protrusive, giving a convex facial profile. Paired t test revealed that there were not statistically significant differences between Ls to E-line distances before and after treatment with p value=0,381 (p>0,05). There were statistically significant differences between Li to E-line distances before and after treatment with p value=0,018 (p<0,05).
211314652C1B012045ANALISIS PENGARUH EARNING PER SHARE, FREE CASH FLOW, CURRENT RATIO, DEBT TO EQUITY RATIO, GROWTH, FIRM SIZE DAN TAX TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DALAM JAKARTA ISLAMIC INDEX )Penelitian ini berjudul “ANALISIS PENGARUH EARNING PER SHARE, FREE CASH FLOW, CURRENT RATIO, DEBT TO EQUITY RATIO, GROWTH, FIRM SIZE DAN TAX TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN” (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DALAM JAKARTA ISLAMIC INDEX). Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Earning Per Share (EPS), Free Cash Flow (FCF), Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Growth, Firm Size dan Tax terhadap Dividend Payout Ratio (DPR) pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) selama periode 2012-2014. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh sebanyak 11 perusahaan.
Hipotesis penelitian ini adalah : 1) Terdapat pengaruh positif antara EPS terhadap Dividend Payout Ratio (DPR), 2) Terdapat pengaruh positif antara Free Cash Flow terhadap Dividend Payout Ratio (DPR), 3) Terdapat pengaruh positif antara Current Ratio terhadap Dividend Payout Ratio (DPR), 4) Terdapat pengaruh negatif antara Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Dividend Payout Ratio (DPR), 5) Terdapat pengaruh negatif antara Growth terhadap Dividend Payout Ratio (DPR), 6) Terdapat pengaruh positif antara Firm Size terhadap Dividend Payout Ratio (DPR), 7) Terdapat pengaruh negatif antara Tax terhadap Dividend Payout Ratio (DPR).
Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi liniear berganda dengan syarat uji lolos asumsi klasik, yaitu : uji normalitas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi.
Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan Ukuran Perusahaan terhadap Dividend Payout Ratio (DPR) dan terdapat pengaruh negatif dan signifikan Growth dan Pajak terhadap Dividend Payout Ratio (DPR). Namun tidak terdapat pengaruh antara Earning Per Share (EPS), Free Cash Flow (FCF), Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Dividend Payout Ratio (DPR).
The title of this research is “Analysis the Effects of Earning Per Share, Free Cash Flow, Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Growth, Firm Size and Tax towards Dividend Policy (Empirical Study on Companies listed in Jakarta Islamic Index”. The purpose of this research is to analyze the influence of Earning Per Share (EPS), Free Cash Flow (FCF), Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Growth, Firm Size and Tax towards Dividend Payout Ratio (DPR). The population of this research are companies that are listed in Jakarta Islamic Index (JII) during 2012-2014. The method used in this research is purposive sampling, with 11 companies used as the sample.
According to the result of this research and data analysis use Multiple Regression (SPSS 20 for Windows) show that: 1) Earning Per Share (EPS) have no effect toward Dividend Payout Ratio that listed in JII 2) Free Cash Flow (FCF) have no effect toward Dividend Payout Ratio that listed in JII 3) Current Ratio (CR) have no effect toward Dividend Payout Ratio that listed in JII 4) Debt to Equity Ratio (DER) have no effect toward Dividend Payout Ratio that listed in JII 5) Growth have effect toward Dividend Payout Ratio that listed in JII positively and significantly 6) Firm Size have effect toward Dividend Payout Ratio that listed in JII negatively and significantly 7) Tax have effect toward Dividend Payout Ratio that listed in JII negatively and significantly
211411827C1A011116Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif serta Sumbangannya terhadap Perekonomian IndonesiaPenelitian ini berjudul Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif serta Sumbangannya terhadap Perekonomian Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran kondisi lingkungan internal dan eksternal ekonomi kreatif Indonesia dan untuk mendapatkan alternatif-alternatif strategi yang dapat diberikan bagi pengembangan ekonomi kreatif Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penentuan alternatif-alternatif strategi ini dilakukan dengan dua tahap yaitu, tahap input dan tahap penggabungan. Setiap tahap memiliki metode analisis yang berbeda. Tahap pertama terdiri dari matriks IFE dan matriks EFE, tahap kedua terdiri dari analisis matriks IE dan matriks SWOT.

Dari hasil analisis menggunakan matriks IFE dan matriks EFE dihasilkan nilai total matriks IFE sebesar 2,88 dan nilai total matriks EFE sebesar 3,44. Kemudian kedua nilai total matriks tersebut dianalisis dengan menggunakan matriks IE dan matriks SWOT. Pada matriks IE hasilnya didapatkan ekonomi kreatif Indonesia berada pada sel-II, yang berarti bahwa ekonomi kreatif Indonesia dapat melaksanakan strategi pertumbuhan dan pembangunan berupa strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk) atau strategi integratif (integrasi ke depan, integrasi ke belakang, dan integrasi horizontal). Dari hasil analisis dengan menggunakan matriks SWOT didapatkan dua belas strategi SO, tujuh strategi WO, lima strategi ST, dan lima strategi WT.

Berdasarkan hasil tersebut dapat diimplikasikan bahwa Memperkenalkan produk dan karya kreatif melalui kegitatan-kegiatan rutin yang di fasilitasi oleh pemerintah seperti pameran, eksibisi atau acara yang menampilkan karya-karya kreatif Indonesia. Mengembangkan sistem informasi sumber daya alam Indonesia. Sistem informasi yang dikembangkan meliputi pengembangan aplikasi, database, konten, serta tata kelola sehingga informasi yang dimiliki dapat dipercaya dan didistribusikan secara aktif kepada seluruh masyarakat. Pemanfaatan potensipotensi ekonomi yang ada pada wilayah, kekayaan alam dan budaya lokal sehingga dapat menghasilkan karya kreatif yang bernilai tambah tinggi dan mampu bersaing ditingkat lokal dan global; mengembangkan inovasi daerah dengan menekankan pada penguatan kapasitas sumber daya kreatif, penguasaan teknologi, peningkatan penelitian dan pengembangan, penguatan budaya dan jaringan inovasi; mengembangkan sentra-sentra industri kreatif di daerah-daerah tertinggal, terluar dan terdepan dengan mensinergikan dengan potensi pariwisata lokal; dan mengembangkan kota-kota kreatif yang memiliki daya dukung terhadap industri kreatif dengan menekankan pada kota - kota kreatif berpotensi di luar pulau Jawa dan Bali.
This research was entitled “The Development Strategy of Creative Economy and The Main Role for Economy of Indonesia”. The purposes of this research are to gain the internal and external illustration of creative economy of Indonesia and to explain the alternatives strategy that can be given to improve the creative economy of Indonesia. This research was a descriptive qualitative and quantitative methods. The determination of this alternatives strategy are done with two stages, such as, the input stage and the combination stage. In each stage has a different analysis method. The IFE matrix and EFE matrix are consist for the first stage and the IE matrix and SWOT matrix are consist for the second stage.

Based on the results that using IFE matrix and EFE matrix are generated for a 2.88 of IFE matrix total value and 3.44 of EFE matrix total value. And then, the IE matrix and SWOT matrix are the matrix that used to explain the both of total value based on the above mentioned. The first cell is the result of IE matrix that obtained of creative economy of Indonesia, it means that the creative economy of Indonesia can implement with growing and building strategies, included intensive strategies (market penetration, market development, and product development) or integrative strategies (forward integration, backward integration, and horizontal integration). Based on the analysis results that using the SWOT matrix are obtained twelve SO strategies, seven WO strategies, five ST strategies, and five WT strategies.

Based on the results that can be implied that introducing products and creative works through routine activities that facilitated by the government as fairs, exhibitions or event featuring the works of creative Indonesia. Developing the information systems Indonesia's natural resources. Information systems that developed includes application development, a database, content, as well as governance so information processed can be trusted and distributed activelt to the entire community. The potentials utilization of economic that exist in the region, the wealth of nature and local culture resources so as to produce creative works that are high value-added and competitive present local and global level; develop regional innovation with emphasis on strengthening the capacity of the creative resources, the mastery of technology, increasing the research and development, strengthening of cultural and innovation networks; developing creative industry centers in lagging regions, outermost and foremost with the potential to synergize with the potential local tourism; and develop creative cities which have a carrying capacity of the creative industries with emphasis on the city - the potential of
creative cities outside Java and Bali.
211511829D1E011101ANALISIS KINERJA EKONOMI USAHA TERNAK KAMBING PERANAKAN ETAWA (PE)
DI KECAMATAN KALIGESING KABUPATEN PURWOREJO

(ECONOMIC PERFORMANCE ANALYSIS ETAWA CROSS (PE) GOATS OF ENTERPRISES
IN KALIGESING SUBDISTRICT, REGENCY OF PUWOREJO)
Penelitian dilaksanakan tanggal 19 Maret 2015 sampai dengan 9 April 2015 di Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo. Tujuan penelitian adalah : 1) Menganalisis kinerja ekonomi melalui analisis pendapatan, BEP, dan efisiensi ekonomi. 2) Menganalisis pengaruh jumlah ternak, usia peternak, tingkat pendidikan peternak, dan pengalaman beternak terhadap pendapatan, BEP, dan efisiensi ekonomi pada usaha ternak Kambing PE di Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Sasaran penelitian adalah peternak Kambing PE di Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Teknik penetapan sampel wilayah dilakukan secara Purposive sampling, Kecamatan yang terpilih adalah Kecamatan Kaligesing. Kecamatan Kaligesing merupakan pusat pengembangan Kambing PE, yang terdiri atas 21 desa. Pemilihan desa dilakukan secara Purposive sampling dengan mengambil 3 desa yang memiliki jumlah populasi Kambing PE tertinggi yaitu Desa Tlogoguwo, Pandanrejo dan Donorejo. Masing – masing desa dipilih 20 % kelompok tani (Poktan) dan pemilihan responden dilakukan dengan mengambil sampel 30 % dari masing – masing wilayah sampel tersebut Variabel Dependent (Y): Pendapatan Peternak Kambing PE, Break Event Point (BEP), Efisiensi Ekonomi (R/C). Variabel Independent (X) : skala usaha (jumlah ternak) Kambing PE (X1), usia peternak (X2), tingkat pendidikan peternak (X3) dan pengalaman (lama) beternak (X4). Hasil perhitungan analisis kinerja ekonomi usaha ternak Kambing PE di Kecamatan Kaligesing dalam satu tahun memiliki rataan pendapatan sebesar Rp 11.365.510,00, rataan Break Even Point sebesar Rp 804.757,00 dan rataan efisiensi ekonomi sebesar 2,5. Pendapatan usaha ternak Kambing PE dipengaruhi oleh jumlah ternak (P<0,01) dan lama beternak (P<0,10), Break Even Point tidak dipengaruhi oleh variabel independen dan efisiensi ekonomi dipengaruhi oleh lama beternak (P<0,10). Kesimpulan dari analisis menunjukan bahwa usaha ternak Kambing PE di Kecamatan Kaligesing layak untuk lebih dikembangkan.This research was conducted on March 19 up to April 9 2015 in Kaligesing Subdistrict, Regency of Purworejo. The purposes of this study were: 1) to analyze the performance of the economy through income analysis, BEP, and efficiency economic. 2) to analyze the influence of the number of animals, age of farmers, ranchers education level, and experience of raising revenue, BEP, and economic efficiency in enterprises of PE Goat in Kaligesing Subdistrict, Regency of Purworejo. The study was conducted through a survey method. The targets of research were farmers PE goat in Kaligesing Subdistrict, Regency of Purworejo. The sampling area that used was a purposive sampling method. The selected subdistrict was Kaligesing subdistrict. Kaligesing subdistrict was a center of PE goats development, consisted of 21 villages. The selection of villages were conducted through a purposive sampling and selected 3 villages which had the highest population of PE goats. Each slected village 20% groups of farmers (Poktan) and the selection of respondents were conducted by taken 30% of sample of selected Poktan members. Observed variables were dependent variables (income, Break Even Point, and economic efficiency) and independent variables (number of animals, age of farmers, ranchers educational level, and the old livestock). The results of economic analysis PE goat of enterprises in Kaligesing Subdistrict while one year have average of revenue was Rp 11,365,510.00, the average of BEP was Rp 804.757,00 and the average of economic efficiency was 2.5. PE goats enterprises income was being affected by the number of PE goats (P<0.01) and a long breeding (P<0.10), there was no effect on Break Even Point and economic efficiency that affected by a long breeding (P <0.10). Conclusions from the analysis showed that the Enterprises of PE goat in Kaligesing Subdistrict deserve to be develope.
211611830A1L109028RESPON DUA VARIETAS TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK NPK DENGAN PUPUK ORGANIK CAIRKeberhasilan produksi pertanian tidak terlepas dari kontribusi dan peranan sarana produksi antara lain adalah penggunaan pupuk. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tomat betavila dan tymoti terhadap pemberian NPK dengan poclitahe 2) menentukan dosis NPK dengan poclitahe maksimal terhadap pertumbuhan dan hasil tomat dan 3) Mengkaji interaksi varietas tomat betavila dan tymoti dengan NPK dan poclitahe. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dengan 2 faktor perlakuan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Faktor pertama berupa varietas tomat: betavila (V1), dan tymoti (V2), faktor kedua NPK dan poclitahe (K0) 1.250 kg NPK tanpa poclitahe, (K1) 625 kg NPK + 625 l poclitahe/ha, (K2) 625 kg NPK + 1.250 l poclitahe/ha, (K3) 625 kg NPK + 2.500 l poclitahe/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua varietas yang diuji mempunyai respon yang sama terhadap pemberian NPK dengan poclitahe. Pemberian NPK 625 kg + 625 l poclitahe /haadalah perlakuan maksimal untuk peningkatan produksi tomat. Hasil yang diperoleh 0,932 kg/tanaman atau setara 23,3 ton/ha.The success of agricultural production can’t be separated from the role and contribution of the means of production, include the use of fertilizers. This research aims to know 1) The response of growth and the results of tomatoes betavila and tymoti against granting NPK with poclitahe 2) Determine with a dose of NPK poclitahe maximum on the growth of and the results of tomato and 3) Looking at the interaction of tomato varieties betavila and tymoti with NPK and poclitahe. This research by two factors factorial treatment using a randomized block design (RBD) of three. The first factor is the tomato : betavila (V1), and tymoti (V2), the second factor is NPK and poclitahe (K0) 1,250 kg NPK without poclitahe, (K1) 625 kg NPK + poclitahe 625 l / ha, (K2) 625 kg NPK + 1,250 poclitahe l / ha, (K3) 625 kg NPK + 2,500 poclitahe l / ha. The results show that two varieties have exactly the same response to the granting of NPK with poclitahe. The granting of NPK 625 kg + 625 poclitahe l / ha is the maximum treatment to increased production of tomatoes. The results obtained 0.932 kg / plant or the equivalent to 23.3 tonnes / ha.
211711859A1H011046RANCANG BANGUN PROTOTYPE PENDETEKSI MUTU KOMODITAS PERTANIAN DENGAN MENGGUNAKAN CD DAN DVD SEBAGAI DIFRAKTOR CAHAYATeknik evaluasi mutu produk pertanian sangat dibutuhkan untuk menilai mutu produk pertanian setelah panen. Cahaya merupakan salah satu sumber energi yang dapat digunakan dalam evaluasi mutu secara non destructive untuk menilai mutu produk hortikultura setelah panen. Penelitian ini bertujuan untuk (1) merancang dan membuat prototype instrumen untuk mendeteksi mutu komoditas pertanian dengan menggunakan cahaya terdifraksi dari CD dan DVD, (2) mengidentifikasi karakteristik lampu tungsten sebagai sumber cahaya, (3) mengidentifikasi karakteristik CD dan DVD sebagai difraktor cahaya guna menyediakan cahaya dengan berbagai panjang gelombang, (4) menemukan susunan terbaik komponen untuk membangun prototype instrumen yang memungkinkan pendeteksian cahaya yang dipantulkan oleh komoditas pertanian. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Teknologi Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, pada bulan Januari - Februari 2015. Pelaksanaan penelitian mencakup: (1) perancangan dan pembuatan prototype (2) pengujian sumber cahaya (3) pengujian difraktor (CD dan DVD). Variabel pengukuran dalam penelitian ini adalah (1) intensitas cahaya dari lampu tungsten, (2) jarak sumber cahaya-lensa, (3) jarak lensa-difraktor, (4) intensitas cahaya terdifraksi dari CD dan DVD, (5) sudut difraktor, dan (6) jarak difraktor-integrating sphere. Hasil percobaan mengindikasikan bahwa prototype dapat dengan baik digunakan untuk mendifraksikan cahaya dengan menggunakan CD dan DVD. Semakin besar daya lampu tungsten semakin besar intensitas cahaya terdifraksi. Selain itu, CD menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan DVD. Susunan terbaik komponen diperoleh dengan menerapkan lampu tungsten 75 watt, jarak sumber cahaya-lensa 5 cm, jarak lensa-difraktor 10,68 cm, dan CD sebagai difraktor cahaya. Dalam mengarahkan cahaya terdifraksi, susunan terbaik dari CD dan integrating sphere adalah sebagai berikut: (1) sudut CD: 45o (untuk cahaya warna merah), 45o (untuk cahaya warna kuning), 40o (untuk cahaya warna hijau), 40o (untuk cahaya warna ungu); (2) sudut integrating sphere: 63o (untuk cahaya warna merah), 69o (untuk cahaya warna kuning), 56o (untuk cahaya warna hijau), 65o (untuk cahaya warna ungu); dan (3) jarak difraktor-integrating sphere: 13 cm (untuk cahaya warna merah, kuning, hijau, dan ungu).Quality evaluation techniques of agricultural products are needed to assess quality of the products after harvest. Light is one energy source that can be used to non-destructively evaluate quality of the product. Objectives of this research were to (1) design and make a instrument prototype for detecting quality of agricultural commodities using diffracted light by CD and DVD, (2)identify characteristic of tungsten lamp as source of light, (3) identify characteristic of CD and DVD in diffracting light to provide light with various wavelengths, and (4) find the best arrangement of components for building the instument prototype to enable detection of reflected light by the agricultural commodities. The research was carried out from January to February 2015 in Agricultural Technology Laboratory at General Soedirman University. The research stages included: (1) designing and building instrument prototypes, (2) testing the source of light, and (3) testing the diffractor (CD and DVD). Measurement variables in this research were : (1) intensity of light produced by tungsten lamp, (2) distance of light source-lens, (3) distance of lens-diffractor, (4) intensity of diffracted light by CD/DVD, (5) diffractor angles, and (6) distance of diffractor-integrating spheres. Results of experiments indicated that the prototype can properly be used for diffracting light using CD and DVD. The greater tungsten lamp power the greater intensity of diffracted light. Moreover, CD showed a better performance in comparison to the DVD. Best arrangement of prototype components was gained by applying 75 watts tungsten lamp, 5 cm distance light source-lens, 10.68 cm distance lens-diffractor, and CD as the light diffractor. In directing the diffracted light, the best arrangement of the CD and the integrating sphere was as follows : (1) angle of CD : 45o (for red light), 45o(for yellow light), 40o (for green light), 40o (for purple light); (2) angle of integrating sphere : 63o (for red light), 69o(for yellow light), 56o (for green light), 65o (for purple light); and (3) distance of diffractor-integrating spheres : 13 cm (for red, yellow, green, and light).
211811864E1A010002Analisis Jaminan Perlindungan Hukum terhadap Risiko Kerja Perawat dalam Pelayanan Keperawatan di Puskesmas Kahuripan TasikmalayaSeorang perawat mempunyai risiko yang besar dalam memberikan pelayanan keperawatan, maka diperlukan perlindungan bagi perawat. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/MENKES/148/I/2010 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Perawat, salah satu hak perawat adalah memperoleh jaminan perlindungan terhadap risiko kerja yang berkaitan dengan tugasnya. Risiko kerja perawat menurut Muhammd Khoirul terdiri atas risiko tertular penyakit dan kecelakaan kerja, risiko bekerja 24 jam, risiko stress karena tekanan dari pekerjaan, risiko kelebihan tugas yang tidak disertai upah lembur, risiko mendapat jasa medis kecil, risiko adanya pengaduan dari pasien, risiko tidak bisa hidup normal karena pekerjaan tidak teratur. Penulis merumuskan masalah: Bagaimana jaminan perlindungan hukum terhadap risiko kerja perawat dalam pelayanan keperawatan di Puskesmas Kahuripan Tasikmalaya?Faktor-faktor apa saja yang cenderung mempengaruhi terhadap pelaksanaan jaminan perlindungan hukum perawat? Berdasarkan pendapat Muhammad Khoirul dan Peraturan Menteri Kesehatan di atas maka jaminan perlindungan hukum terhadap risiko kerja perawat, dapat dibatasi dengan parameter sebagai berikut:
1. Perlindungan terhadap tertular penyakit dan kecelakaan kerja.
2. Perlindungan keamanan kerja selama 24 jam.
3. Perlindungan terhadap kondisi psikis perawat dan tekanan pekerjaan.
4. Perlindungan jaminan upah lembur dari kelebihan tugas dan pekerjaan.
5. Perlindungan tunjangan kesehatan berupa jasa medis.
6. Perlindungan terhadap tuntutan pengaduan dari pasien.
7. Perlindungan atas kehidupan yang normal
Dapat ditarik satu kesimpulan bahwa secara umum jaminan perlindungan hukum terhadap risiko kerja perawat dalam pelayanan keperawatan relatif memadai. Sedangkan untuk faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan jaminan perlindungan hukum cenderung mendukung dan menghambat pelaksanaan jaminan perlindungan hukum terhadap risiko kerja perawat dalam pelayanan keperawatan.
A nurse has a big risk in giving nursing care, the necessary protection for nurses. According to the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number HK.02.02 / Menkes / 148 / I / 2010 on Permit and Implementation Practice Nurse, one of the rights of nurses is to obtain a guarantee of protection against the risk of work-related duties. Occupational risks nurses according to Mohammad Khoirul consists of the risk of contracting the disease and accidents, the risk of working 24 hours, the risk of stress due to pressure of work, the excess risk of tasks that are not accompanied by overtime pay, the risk of getting medical services is small, the risk of the complaints of the patients, the risk of not can live a normal life because of irregular work. Author formulates the problem: How guarantees legal protection against the risk of nurses working in nursing care in PHC Kahuripan Tasikmalaya? What factors are likely to affect the implementation of legal protection nurse? Based on the opinion of Muhammad Khoirul and the Ministry of Health over the guarantee of legal protection against occupational risks nurses, can be limited by the following parameters:
1. Protection of contracting the disease and work accidents.
2. Protection of job security for 24 hours.
3. Protection against psychological conditions of nurses and pressure of work.
4. Protection of excess overtime guarantees and job duties.
5. Protection of health benefits such as medical services.
6. Protection against the demands of patient complaints.
7. Protection of normal life
One conclusion can be drawn that the general guarantee of legal protection against the risk of nurses working in nursing services is relatively adequate. As for the factors that affect the implementation of legal protection tends to favor and hamper the implementation of legal protection against the risk of nurses working in nursing services.
211911831D1E011163TINGKAT PROFESIONALISME USAHA TERNAK KAMBING PERAH DI KABUPATEN TEGALTujuan penelitian ini adalah : 1) mengetahui tingkat profesionalisme peternak berdasarkan manajemen agribisnis, 2) mengetahui karakteristik peternak, dan 3) menganalisis hubungan antara karakteristik peternak dengan tingkat profesionalisme peternak. Penelitian dilakukan di Kabupaten Tegal. Responden yang dilibatkan sebanyak 104 peternak kambing perah yang dipilih secara acak. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner dan observasi. Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis karakteristik dan tingkat profesionalisme peternak kambing perah. Analisis Korelasi digunakan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik peternak dengan tingkat profesionalisme peternak. Tingkat profesionalisme peternak kambing perah di Kabupaten Tegal 81,73% dalam kategori rendah. Tingkat pendidikan peternak dalam kategori sedang, jumlah ternak yang dipelihara, pengalaman peternak, dan tingkat kosmopolitan dalam kategori rendah. Terdapat hubungan yang nyata antara tingkat pendidikan, jumlah ternak yang dipelihara, pengalaman beternak dan kosmopolitan dengan tingkat profesionalisme peternak.The purpose of this study is; 1) to find out degree of professionalism of the farmer by agribusiness management, 2) to find out the characteristics of farmers, 3) to analyze the relationship between the characteristics of farmers with degree of professionalism of farmers. The reaserch study was conducted at Tegal regency. Respondents were involved as much as 104 dairy goat farmers randomly selected. Data were collected using questionnaires and observation. Descriptive analysis was used to analyze the characteristics and level of professionalism dairy goat farmers. Correlation analysis was used to analyze the relationship between the characteristics of farmers with degree of professionalism of farmers. Degree of professionalism most of 81,73% dairy goat farmers in Tegal regency in the low category. The level of education of farmers in the medium category, the number of animals kept in the low category, the experience of farmers in the low category, cosmopolitan level in the low category. There is a real relationship between level of education, the number of animal kept, experience of farmers and cosmopolitan level of farmers with degree of professionalism of farmers
212011832D1E011154Kadar Protein dan Nilai Viskositas Susu Sapi FH Impor dan FH Lokal di Satker Pembibitan dan Budidaya Sapi Perah Pagerkukuh WonosoboKadar Protein dan Nilai Viskositas Susu Sapi FH Impor dan FH Lokal di Satker Pembibitan dan Budidaya Sapi Perah Pagerkukuh Wonosobo, dilaksanakan pada tanggal 01 Januari sampai dengan tanggal 27 April 2015 di Satker Pembibitan dan Budidaya Sapi Perah Pagerkukuh Wonosobo. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu sapi FH impor dan FHlokal sejumlah 8 ekor sapi FH impor dan 15 ekor sapi FH lokal. Sampel diambil pada pemerahan pagi hari pukul 03.00 WIB sebanyak 650 ml/ekor dengan ulangan 3 kali.Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode survei.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan kadar protein dan nilai viskositas susu serta mengetahui hubungan kadar protein dengan nilai viskositas susu sapi FH impor dan FH lokal di Satker Pembibitan dan Budidaya Sapi Perah Pagerkukuh Wonosobo.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein susu sapi FH impor dan FH lokal tidak memiliki perbedaan (P>0,05), sedangkan untuk nilai viskositas susu sapi FH impor dan FH lokal berbeda sangat nyata (P<0,01).Hubungan kadar protein dengan nilai viskositas susu FH impor dan FH lokal tidak saling berhubungan linier, dengan persamaan regresi Y = 2,7393 + 0,1693 X untuk susu sapi FH impor dan Y = 2,7198 + 0,1805 X untuk susu sapi FH lokal. Rataan kadar protein susu sapi FH impor 3,09%, susu sapi FH lokal 3,05%. Rataan nilai Viskositas susu sapi FH impor 2,06 cP, susu sapi FH lokal 1,85 cP. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa kadar protein susu sapi FH impor dan sapi FH lokal tidak memiliki perbedaan.Nilai viskositas susu sapi FH impor dan sapi FH lokal berbeda sangat nyata.



The Level of Protein and Viscosity Value ofImported FH and LocalFHCow’s Milk of Dairy Cattle Breeding and Livestock in Pagerkukuh Wonosobo,washeld from 01January until 27April, 2015 at Dairy Cattle Breeding and Livestock in the Pagerkukuh Wonosobo. The material used in this study were imported FH and localFH dairy cows, namely8 cows ofimported FH and 15 cows of local FH, respectly. Samples were taken in the morning in the dairy milking at 03.00 am as much as 650 ml/cow with 3 times replicates. The research method used wassurvey method. The research aimed to determine and compare the level of protein and milk viscosity values ofimported FH and local FH of Dairy Cattle Breeding and Livestock in the Pagerkukuh Wonosobo.The results showed that the protein content of the imported FH of cow's milk and the local FH of cow's milk had no differences (P> 0.05), whereas the cow's milkviscosity values ofimportedFH and local FH showed highly significant (P <0.01). Differencesthe relationship of the protein content with the milk viscosity values of import FH and local FH local was not linear. The regression equation Y = 2.7393 + 0.1693 X for imported FHcow's milk and Y = 2.7198 + 0.1805 X for local FHcow's milk. The average of protein content of import FH was3.09%, and the local FH was3.05%. The average value of import FH viscosity was 2.06 cP, the local FH is 1.85 cP. Based on the results of the research it isconcluded that the protein content of imported FH cow's milk and the local FHcow's milk have no differences. The viscosity values betweenimport FH and local FH is highly significant.