Home
Login.
Artikelilmiahs
11898
Update
TITIN SEPTIANI
NIM
Judul Artikel
PENGARUH PENAMBAHAN BUBUK KECOMBRANG TERHADAP SIFAT KIMIAWI DAN MIKROBIAWI SOSIS TEMPE SELAMA PENYIMPANAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Sosis merupakan produk olahan daging yang dihaluskan, diberi bumbu, dan dimasukkan dalam selongsong.Daging sebagai bahan baku sosis dapat diganti dengan pangan nabati seperti tempe yang mengandung tinggi protein.Sosis sering kali ditambahkan bahan pengawet untuk memperpanjang umur simpan. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan upaya memperpanjang umur simpan sosis tempe dengan penambahan pengawet alami bubuk kecombrang. Penelitian ini bertujuan untuk:1. menetapkan bagian tanaman kecombrang yang paling sesuai sebagai pengawet sosis tempe; 2. menetapkan konsentrasi bubuk kecombrang yang optimal terhadap sifat kimiawi dan mikrobiawi sosis tempe; 3. menetapkan lama penyimpanan yang paling optimal terhadap sifat kimiawi dan mikrobiawi sosis tempe; 4. menentukan kombinasi perlakuan terbaik antara bagian tanaman kecombrang, konsentrasi bubuk kecombrang dan lama penyimpanan agar menghasilkan sosis tempe dengansifat kimiawi dan mikrobiawiyang terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji F (taraf 5%) dan apabila menunjukkan adanya keragamandilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5% dan analisis regresi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik ditinjau dari sifat kimiawi dan mikrobiawi adalah B3K3L0 (sosis tempe dengan penambahan bubuk buah kecombrang 3% selama penyimpanan (suhu refrigerator) kurang dari 1 minggu (4 hari)). Sosis tempe dengan penambahan bubuk buah kecombrang ini masih dapat diterima hingga 12 hari penyimpanan (UK Public Health Laboratory Service). Produk memiliki kadar air 53,81%; kadar total asam tertitrasi 0,0013% bk (0,0006% bb); total bakteri 7,63 x 106 cfu/g; total kapang dan khamir 1,28 x 107 cfu/g serta total mikroba 1,14 x 106 cfu/g.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Sausage is a processed meat product which mashed, seasoned, and put into sausage casings. Meat as a raw material of sausage can be substituted with vegetable foods such as tempe which contains high protein. Sausage often is added preservatives to extend its shelf life. Therefore, in this research, tempe sausage is added natural preservative of kecombrang powder. This research aimed to:1. establish the most appropriate kecombrang plant part as a preservative tempe sausage; 2. establish the optimum concentration of kecombrang powder on chemical and microbial properties of tempe sausage; 3. establish the most optimum storage time on chemical and microbial properties of tempe sausage; 4. determine the best combination unit between kecombrang plant parts, the concentration of kecombrang powder and storage time in order to produce tempe sausage with the bestchemical and microbial properties.This research used a Randomized Block Design (RBD). The data obtained were analyzedby F test (5% level) and when showing their diversity continued with Duncan Multiple Range Test ( DMRT ) on 5 % leveland regression analysis.The results showed that the best combination unit of tempe sausage which had the bestchemical and microbial properties was B3K3L0 (tempe sausage with the addition of kecombrang’s fruit powder 3% during storage time less than 1 week (4 days)). Tempe sausage with the addition of kecombrang’s fruit powderstill be accepted up to 12 days of storage (UK Public Health Laboratory Service). The product had a water content of 53.81%; total acid content of 0.0013% bk (0.0006% bb); total bacteria of 7.63 x 106 cfu/g; total mold and yeast of 1.28 x 107 cfu/g and total microbes of 1.14 x 106 cfu/g.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save