Artikelilmiahs

Menampilkan 19.441-19.460 dari 50.080 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1944125569D1A015060TOTAL PADATAN DAN VISKOSITAS YOGURT BUNGA TELANG (Clitoria ternatea Linn.) PADA LAMA PENYIMPANAN SUHU DINGINPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan suhu dingin terhadap total padatan dan viskositas yogurt bunga telang serta mengetahui lama penyimpanan yang terbaik terhadap total padatan dan viskositas yogurt bunga telang. Materi penelitian adalah susu sapi, starter komersial kering, susu skim, bunga telang dan aquades. Penelitian dilaksanakan dengan metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji R0 (tanpa penyimpanan), R1 (lama penyimpanan 5 hari), R2 (lama penyimpanan 10 hari), R3 (lama penyimpanan 15 hari) dan R4 (lama penyimpanan 20 hari). Rataan total padatan yogurt bunga telang antara 11,32% - 12,21%. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa lama penyimpanan pada suhu dingin tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap total padatan yogurt bunga telang. Rataan viskositas yogurt bunga telang yang diperoleh antara 152,78 mPa.s – 400,01 mPa.s. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa lama penyimpanan pada suhu dingin berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap viskositas yogurt bunga telang dari persamaan Y= 252,35 + 9,25x dengan R2 = 44%. Simpulan, total padatan relatif sama, sedangkan viskositas meningkat pada lama penyimpanan sampai dengan 20 hari pada suhu dingin dengan penyimpanan terbaik 10 hari.The aim of this study were to find out the effect of cold storage time on total solids and viscosity of butterfly pea yogurt and to find out the best cold storage time. The materials were milk, dry commercial starter, skim milk, butterfly pea and aquades. The study was carry out by the experimental method using a completely randomized design. The treatment R0 (without storage), R1 (5 days storage), R2 (10 days storage), R3 (15 days storage) and R4 (20 days storage). The result showed that the cold storage time has no significant (P>0,05) on the total solids and the average of yogurt total solids were between 11,32% - 12,21%. The result showed that the cold storage time was highly significant (P<0,01) on viscosity from the equation obtained Y= 252,35 + 9,25x and R2 = 44%, and the average of yogurt viscosity were between 152,78 mPa.s – 400,01 mPa.s. In conclusion, the cold storage time has similar, while the viscosity was increase to 20 days cold storage time and the best storage was 10 days.
1944222641E1A014138PENGATURAN INTERSEPSI ATAS PESAWAT UDARA SIPIL (Analisis Tentang Kasus Korean Airlines-007 Tahun 1983)Konvensi Chicago 1944 adalah konvensi yang bertujuan untuk menghormati dan melindungi keselamatan dan keamanan penerbangan sipil internasional, tetapi pada awalnya memiliki kekosongan hukum tentang intersepsi. Kekosongan hukum ini kemudian mencetak sebuah sejarah kelam dengan penembakan pesawat sipil Korean Airlines-007 oleh intersepsi Uni Soviet pada tahun 1983 (kasus KAL-007) yang kemudian menewaskan 269 penumpang. Intersepsi merupakan tindakan yang dilakukan dalam rangka menyelenggarakan kedaulatan negara atas wilayah udara yang lengkap dan eksklusif. Dari hal ini timbullah permasalahan antara kedaulatan negara dan keselamatan penerbangan sipil.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis-normatif. Sumber data berupa data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan. Analisis data yang digunakan adalah normatif-kualitatif.
Dari hasil penelitian dan pembahasan atas permasalahan yang ada, disimpulkan bahwa pengaturan mengenai intersepsi sudah diatur dalam Protokol Montreal 1984 Pasal 3 Bis yang merupakan amandemen Konvensi Chicago 1944. Intersepsi secara rinci dapat ditemukan dalam Annex II tentang Pengaturan Udara Appendix II Bagian 2, yang intinya bahwa setiap negara harus menahan diri untuk tidak menggunakan senjata dalam mengintersepsi pesawat sipil dan menerapkan intersepsi sebagai langkah akhir. Berdasarkan asas non-retroaktif, kasus KAL-007 tidak dapat ditinjau secara hukum internasional dengan pasal tersebut, melainkan dapat ditinjau dengan Konvensi Chicago 1944. Disimpulkan bahwa Soviet secara sadar melakukan intersepsi yang berakhir dengan penembakan dan tidak mematuhi ketentuan serta tujuan daripada Konvensi Chicago 1944 yang melindungi keselamatan penerbangan sipil. International Civil Aviation Organization (ICAO) menetapkan bahwa Soviet bersalah atas kasus tersebut melalui resolusinya.

Kata kunci: Intersepsi, Pasal 3 Bis, ICAO.
ABSTRACT

THE REGULATION OF INTERCEPTION TOWARD CIVIL AVIATION (Analysis Concerning Case of Korean Airlines-007 in 1983)

Reino P. Simamora
E1A014138


Chicago Convention 1944 on International Civil Aviation is the convention aimed to respect and protect international civil aviation safety and security, in the other hand of its beginning, it has a legal vacuum concerning to interception. This legal vacuum created a dark and bloody history, that was a shooting-down Korean Airlines-007 caused by Uni Soviet interception in 1983 (well-known as KAL-007 case) with 269 victims. Interception is one of action of country’s policy to execute its right of complete and exclusive air territory. By this, there is a clashing point between sovereignty and safety of civil aviation.
The method of approachment used in this research was juridical-normative. The source was secondary source consists of primary, secondary, and tertiary law materials. The method of data accumulation done in this research was bibliography study. Data analysis used was normative-qualitative.
By the result of research and study upon the case, it can be concluded that the regulation of interception is regulated in Article 3 Bis Protocol of Montreal 1984 as the amendment of Convention of Chicago 1944. Itemized interception can be found in Annex II on Rules of The Air Appendix II Section 2, and the points are every State must refrain for not using violation against civil aviation interception and use interception as the last resort. Based on non-retroactive principle, the case of KAL-007 can not be legally reviewed to international law by Article 3 Bis, however can be legally reviewed by Chicago Convention 1944. The conclusion is, Soviet consciously did interception which ended with shooting against civil aviation and did not obey Chicago Convention’s provisions and aims which protects the safety of civil aviation. International Civil Aviation Organization (ICAO) believed that Soviet was fully guilty related to this case through its relation.

Keywords: Intercept, Article 3 Bis, ICAO.
1944322650A1C013036FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KONSUMEN PISANG CAVENDISH DI KOTA PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap pisang cavendish di kota Purwokerto dan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen terhadap pisang cavendish di kota Purwokerto. Penelitian dilaksanakan di kota Purwokerto yaitu di swalayan Foodmart, Moro, Cherry dan Rita Supermall dengan sasaran penelitian konsumen yang sedang membeli atau sudah pernah mengkonsumsi pisang cavendish. Pengambilan sampel menggunakan metode Accidental Sampling dan diperoleh sampel sebanyak 100 responden. Teknik pengukuran data yang digunakan adalah skala Likert. Analisis yang digunakan adalah CSI (Customer Satisfication Index) dan Analisis Regresi Linear Berganda.
Hasil analisis menunjukan bahwa besarnya tingkat kepuasan konsumen pisang cavendish dihasilkan sebesar 79,09% atau 0,7909 yang berada pada rentang “puas”, menurut kriteria penilaian indeks kepuasan konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa produk pisang cavendish sesuai dengan harapan konsumen. Hasil analisis juga menunjukkan kualitas produk, harga, kemudahan dan faktor emosi secara signifikan mempengaruhi kepuasan konsumen pisang cavendish di kota Purwokerto. Hal ini berarti meningkatnya variabel kualitas produk, harga, kemudahan dan faktor emosi akan mempengaruhi peningkatan kepuasan konsumen pisang cavendish di kota Purwokerto.
The research aimed to find the level of customer satisfaction with cavendish banana in Purwokerto and the factors that affect customer satisfaction of cavendish banana in Purwokerto. The research was conducted in Purwokerto at Foodmart, Moro, Cherry and Rita Supermall supermarkets targeted by consumers who were buying or having consumed cavendish banana. Sampling using Accidental Sampling method and obtained sample of 100 respondents. The data measurement technique used is Likert scale. The analysis used is CSI (Customer Satisfication Index) and Multiple Linear Regression Analysis.
Result of the analyzed shows that the level of customer satisfaction of cavendish banana is 79.09% or 0,7909 which is in the "satisfied" range, according to the criterion of consumer satisficcation index. This suggests that cavendish banana products match consumer expectations. The results of the analyzed also showed that product quality, price, convenience, and emotional factors significantly influence customer satisfication of cavendish banana consumers in Purwokerto. This means that the increasing variable of product quality, price, convenience and emotional factors will influence the increase of cavendish banana consumer satisfication in Purwokerto.
1944422651A1L014095Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Urin Kelinci Dan Limbah Air Cucian Beras Terhadap Pertumbuhan dan Hasil tanaman Seledri (Apium graviolens L)Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui pengaruh dosis pupuk organik cair urin kelinci dan berapa dosis yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri yang maksimal; 2) mengetahui pengaruh konsentrasi limbah air cucian beras dan berapa konsentrasi yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman seledri yang maksimal; 3) mengetahui pengaruh interaksi antara dosis pupuk organik cair urin kelinci dan konsentrasi limbah air cucian beras terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri dan kombinasi perlakuan mana yang terbaik. Penelitian ini dilaksanakan di screen house Desa Melung, Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Banyumas mulai Januari 2018 hingga April 2018. Rancangan penelitian menggunakan metode rancangan acak kelompok dengan 2 faktor : (1) dosis pupuk organik cair urin kelinci dengan 4 taraf perlakuan; kontrol, 100 ml/polybag, 200 ml/polybag, 300 ml/polybag, dan (2) konsentrasi limbah air cucian beras dengan 4 taraf; kontrol, 10 ml/l, 20 ml/l, 30 ml/l. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah batang, bobot tajuk segar, bobot akar segar, bobot tajuk kering, bobot akar kering, panjang akar tertinggi, warna daun dan indek panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pupuk organik cair urin kelinci mampu meningkatkan jumlah daun tanaman seledri. Dosis optimum pupuk dicapai pada 141,62 ml/polybag dengan jumlah daun maksimum sebanyak 42,88 helai per rumpun, (2) pupuk organik cair limbah air cucian beras dapat meningkatkan jumlah batang tanaman seledri. Konsentrasi pupuk organik cair limbah air cucian beras yang optimum pada 26,37 ml/liter air dengan jumlah batang sebanyak 13 batang per rumpun (3) tidak terjadi interaksi antara dosis pupuk organik cair urin kelinci dan konsentrasi limbah air cucian beras terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri. This research aimed to : 1) to know the right dosage of liquid organic fertilizer urine rabbit that effected on growth and yield of celery plant, 2) to know the concentration of waste of rice wash water to growth and yield of celery plant, 3) to know the effext of interaction between dosage of liquid organic fertilizer urine rabbit and concetration waste of rice wash water to growth and yield of celery plant and which the right combination of treatments. The research was conducted at Screen house of Melung Village, Kedung Banteng Sub-district, Banyumas Regency from January 2018 until April 2018. The research used a randomized complete block design with 2 factors : (1) dose of liquid organic fertilizer urine rabbit with 4 levels are; control, 100 ml/polybag, 200 ml/ polybag, 300 ml/polybag, and (2) concentration waste of rice wash water with 4 levels; control, 10 ml/l, 20 ml/l, 30 ml/l. The Observation variables included plant height, number of leaves, number of stems, fresh weight of canopy, fresh root weight, canopy dry weight, root dry weight, root length, leaf color and harvest index. The results are : (1) dose of organic fertilizer urine of rabbit urine at 141,62 ml/polybag able to increase numbers of leaves of celery plant as much as 42,88 leaves, (2) the liquid organic fertilizer waste of rice water can increase the number of stems of celery plants. The optimum concentration of liquid organic fertilizer of rice wash waste water is 26,37 ml/l that able to increase the maximum number of stems as much 13 stems per hill,(3) there is no interaction between liquid organic fertilizer urine rabbit and waste of rice wash water to growth and yield of celery.
1944525671D1A015258PENGARUH TIPE PENGOLAHAN PADA ARES PISANG DAN KLOBOT JAGUNG TERHADAP KELARUTAN DAN DAYA SERAP AIRPenelitian bertujuan untuk mengkaji tipe pengolahan ares batang pisang dan klobot jagung sebagai bahan pakan ditinjau dari kelarutan dan daya serap air. Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu ares batang pisang dan klobot jagung, inokulum Trichoderma viridae, urea, molases, air kelapa, kentang, timbangan analitik, autoclave, nampan, pembakar bunsen, gelas ukur 100 ml, aluminium foil, kapas, erlenmeyer, cawan porselin, plastik ukuran 0,5 kg, beacker glass ukuran 1000 ml, kompor listrik, saringan dan kertas Whatman 41. Metode penelitian dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari enam perlakuan dan empat kali ulangan. Perlakuan yaitu ares batang pisang tanpa pengolahan (P1), ares batang pisang fermentasi (P2), ares batang pisang amoniasi (P3), klobot jagung tanpa pengolahan (P4), klobot jagung fermentasi (P5), klobot jagung amoniasi (P6). Variabel yang diamati adalah kelarutan dan daya serap air. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa tipe pengolahan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kelarutan dan daya serap air ares batang pisang dan klobot jagung. Hasil uji Beda Nyata Jujur (BNJ) diperoleh bahwa perlakuan terhadap kelarutan dalam air dari yang terkecil ke terbesar yaitu 10,158 % (P6), 13,698 % (P4), 14,920 % (P1), 20,018 % (P3), 22,070 % (P5) dan 23,470 % (P2), sedangkan terhadap daya serap dalam air dari terkecil ke terbesar yaitu 3,560 % (P3), 3,690 % (P2), 4,255 % (P6), 4,543 % (P5), 46,050 % (P4), dan 54,650 % (P1). Kesimpulan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tipe pengolahan ares batang pisang maupun klobot jagung paling baik ditinjau dari kelarutan yaitu fermentasi karena bahan pakan mudah dicerna oleh bakteri di dalam cairan rumen, sedangkan tipe pengolahan paling baik ditinjau dari daya serap air adalah tanpa perlakuan, namun tipe pengolahan dengan amoniasi cenderung meningkatkan kecernaan pakan oleh ternak akibat pecahnya ikatan lignoselulosa serta tersedianya sumber N bagi ternak.The purpose of this study was to examine the type of processing on the ares banana stem and corn husk as feed ingredients in terms of solubility and absorption in water. The material used in this study was ares banana stems and corn husks, inoculum Trichoderma viridae, urea, molasses, coconut water, potatoes, analytical scales, autoclaves, trays, bunsen burners, 100 ml measuring cups, aluminum foil, cotton, erlenmeyer, porcelain saucer, 0.5 kg plastic, 1000 ml glass beacker, electric stove, filter, and Whatman paper 41. The research method was carried out experimentally using a Completely Randomized Design (CRD) consisted of six treatments and four replications. The treatment of ares banana stem without processing (P1), fermented ares banana stems (P2), ammonia ares banana stems (P3), corn husk without processing (P4), fermented corn husk (P5), ammoniated corn husk (P6). The variables observed were solubility and water absorption. The results of the variance analysis showed that the type of processing had a very significant effect (P <0.01) on the solubility and absorption of water from the ares banana stems and corn husks. The results of the Honestly Significant Difference test (HSD) were obtained that the treatment of water solubility from the smallest to the largest was 10,158 % (P6), 13,698 % (P4), 14,920 % (P1), 20,018 % (P3), 22,070 % (P5) and 23,470 % (P2), while the absorption in water from the smallest to the largest was 3,560 % (P3), 3,690 % (P2), 4,255 % (P6), 4,543 % (P5), 46,050 % (P4) and 54,650 % (P1). Based on the results of the study, it can be concluded that the processing types of banana stems and corn clots are best in terms of solubility, namely fermentation because feed ingredients are easily digested by bacteria in the rumen fluid, while the best type of treatment in terms of water absorption is without treatment, but the type of processing with ammonia tends to increase feed digestibility by livestock due to rupture of lignocellulose bonds and the availability of N sources for livestock.
1944622649D1E013088Pengaruh Masa Kosong dan Masa Kering terhadap Calving interval Sapi Perah Friesian Holstein (FH) di BBPTUHPT BaturradenPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui rataan dan simpang baku masa kosong dan masa kering terhadap calving interval pada sapi perah. Mengetahui hubungan masa kosong dan masa kering terhadap calving interval pada sapi perah. Mengetahui berapa besar pengaruh masa kosong dan masa kering terhadap calving interval pada sapi perah. Materi yang digunakan berupa data primer yang didapatkan dari catatan produksi dan reproduksi sapi perah FH di BBPTU HPT Baturraden Kabupaten Banyumas. Data meliputi sapi perah FH (laktasi ke 2) sebanyak 57 ekor, perkawinan dilakukan dengan cara inseminasi buatan (IB), induk sapi beranak mulai tahun 2006 sampai dengan 2017. Data sekunder dikumpulkan meliputi sejarah dan letak geografis BBPTU HPT Baturraden. Metode penelitian yang digunakan adalah survei melalui pencatatan data rekording masing-masing variabel. Penentuan ternak yang digunakan sebagai sampel dalam penelitian tersebut dilakukan teknik purposive sampling yaitu ternak yang dijadikan sample dipilih menurut yang sudah ditentukan. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran dan pengambilan data masa kosong, masa kering, dan calving interval dari masing-masing ternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata dan simpang baku masa kosong adalah 195,89 ± 99,37 hari, masa kering 91,65 ± 66,33 hari, dan calving interval 470,93 ± 143,07 hari . Hasil analisis korelasi menunjukan bahwa masa kering memiliki korelasi 0.27 terhadap masa kosong dan 0,11 terhadap calving interval, analisis korelasi menunjukkan masa kosong memiliki korelasi 0.85 terhadap calving interval. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa masa kering memiliki nilai koefisien determinasi 0,01 atau 1%. Masa kosong memiliki nilai koefisien determinasi 0,73, kuadratik 0,74, kubik 0,75. Persamaan regresi linier pengaruh masa kering terhadap calving interval Y = 448,17+0,2483x, pengaruh masa kosong terhadap calving interval Y = 228,87+1,2357x, persamaan regresi kuadratik dan kubik masa kosong terhadap calving interval masing-masing adalah Y = 288,35+0,4995x+0,0018x2, dan Y = 226,11+1,8383x-0,006x2+1E-05x3. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lama masa kering tidak berpengaruh nyata, sedangkan lama masa kosong berpengaruh nyata terhadap lama calving interval. Semakin panjang masa kosong akan mempengaruhi calving interval yang akan semakin panjang pula.This study aims to determine the mean and standard intervals of days open and the dry period of calving interval in dairy cows. Knowing the relationship between days open and the dry period of calving interval in dairy cows. Knowing how much influence the days open and dry period on calving interval on dairy cows. The material used in the form of primary data was obtained from the record of production and reproduction of FH dairy cattle at BBPTU HPT Baturraden, Banyumas Regency. Data includes 57 FH (lactation) dairy cows as much as 57 heads, the marriage is done by artificial insemination (IB), calf mother from 2006 to 2017. Secondary data was collected covering the history and geographical location of the HPT Baturraden BBPTU. The research method used is a survey through recording the recording data of each variable. Determination of livestock used as a sample in the study was carried out purposive sampling technique that is the livestock used as samples were selected according to the predetermined. Data collection is done by measuring and retrieving data for days open, dry periods, and calving intervals of each animal. The results showed that the average and standard deviation of the days open was 195.89 ± 99.37 days, dry period 91.65 ± 66.33 days, and calving interval 470.93 ± 143.07 days. Correlation analysis results show that the dry period has a correlation of 0.27 to the days open and 0.11 to calving interval, correlation analysis shows the days open has a correlation of 0.85 to calving interval. Regression analysis results show that the dry period has a coefficient of determination of 0.01 or 1%. The days open has a determination coefficient value of 0.73, a quadratic of 0.74, a cubic 0.75. Linear regression equation the effect of dry period on calving interval Y = 448.17 + 0.2483x, the effect of days open on calving interval Y = 228.87 + 1.2357x, quadratic regression equation and cubic days open of each calving interval is Y = 288,35 + 0,4995x + 0,0018x2, and Y = 226,11 + 1,8383x-0,006x2 + 1E-05x3. Based on the results of the study it can be concluded that the duration of the dry period has no significant effect, while the duration of the days open has a significant effect on the length of the calving interval. The longer the days open will affect the calving interval which will be longer too.
1944722655A1H014047RANCANG BANGUN ALAT PENANAM PADI MANUAL (MANUAL RICE TRANSPLANTER) DENGAN SISTEM PENGATUR JARAK TANAMTahun 2010 Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian melakukan modifikasi alat tanam bibit padi manual tipe dua baris model dari China guna meningkatkan hasil kinerja alat yang lebih baik. Namun apabila dilihat dari rancangan dan kinerjanya, alat tersebut dinilai masih memiliki kekurangan pada segi ergonomika, efektifitas dan kesesuaian dengan kebiasaan penanaman petani padi di Indonesia. Oleh karena itu suatu teknologi alat penanam padi yang efektif dan nyaman bagi para petani masih perlu dikembangkan guna menekan tingginya pemakaian tenaga kerja pada saat proses penanaman. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun alat penanam padi manual yang tepat guna untuk para petani dengan penambahan sistem pengatur jarak tanam menggunakan software Solidworks Premium 2014. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu identifikasi masalah, perancangan, evaluasi rancangan, pembuatan prototipe, dan pengujian. Pengujian prototipe alat penanam padi manual ini dilakukan di lahan sawah dengan kedalaman lumpur rata-rata 16,32 cm dan indeks pelumpuran sebesar 94,5%. Hasil uji lapang menunjukkan bahwa jumlah bibit yang tertanam adalah 1-6 batang/rumpun, persentase lubang kosong sebesar 27% dan persentase bibit tertanam sebesar 73% yang terdiri dari tertanam baik 16% dan tertanam roboh 57%. Jarak tanam dalam baris rata-rata sebesar 35,3 cm. Tenaga yang diperlukan untuk menarik alat ini sebesar 98,92 J/detik pada kecepatan 0,61 m/detik.
Kata kunci: rancang bangun, alat penanam padi manual, sistem pengatur jarak tanam, solidworks
In 2010, Indonesian Center for Agricultural Engineering Research and Development had been modifying two rows type of manual rice transplanter from China to increase the implement performance. However, if looked from the design and performance, the tool is still considered to have the shortcomings in terms of ergonomics, effectiveness, and conformity with the habit of planting rice farmers in Indonesia. Therefore, an effective and comfortable technology of rice planting needs to be developing. This research aims to design the manual rice transplanter which is useful to farmers by adding a system of planting spaces adjustment. This research consists of some stages of problem identification, pre-design, design evaluation, prototyping, and testing. The testing of the prototype was held in the rice field with 16.32 cm average depth of mud and 94.5% slaking index. The result showed that the number of seedlings was 1-6 seedlings/hill, the percentage of missing hills was 27% and planted seedlings were 73% of which 16% properly embedded and 57% collapsed. The average of interrow planting spaces was 35.3 cm. The operating power of this implement was 98.92 J/s in the 0,61 m/s of velocity.
Keywords: design, manual rice transplanter, planting spaces system adjustment, solidworks
1944825570C1B015115PENGARUH WEBSITE QUALITY, E-WOM, DAN E-COUPON TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DENGAN GENDER SEBAGAI VARIABEL MODERASI
(Studi kasus pada konsumen Tokopedia di Banyumas)
Penelitian ini merupakan studi kasus pada konsumen Tokopedia di Banyumas. Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Website Quality, e-WOM, dan e-Coupon terhadap Keputusan Pembalian dengan Gender sebagai Variabel Moderasi (Studi pada konsumen Tokopedia di Banyumas)”. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui serta menemukan bukti empiris pengaruh website quality, e-WOM, dan e-Coupon terhadap keputusan pembalian dengan gender sebagai variabel moderasi. Populasi dalam penelitian ini yaitu responden yang pernah membeli di Tokopedia dan berdomisili di Banyumas. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 120 responden. Penentuan sampel menggunakan metode convenience sampling. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan analisis regresi berganda menunjukkan bahwa: (1) Website Quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian. (2) e-WOM berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian. (3) e-Coupon berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian. (4) Gender memoderasi secara signifikan pengaruh Website Quality terhadap Keputusan Pembelian. (5) Gender tidak memoderasi pengaruh e-WOM terhadap Keputusan Pembelian (6) Gender tidak memoderasi pengaruh e-Coupon terhadap Keputusan Pembelian.
Implikasi dari kesimpulan di atas, pihak manajemen Tokopedia perlu memprioritaskan kebijakan yang terkait dengan website quality, e-WOM dan e-coupon. Cara yang dapat dilakukan diantaranya adalah dengan membuat dan mengatur desain website yang praktis dengan tampilan yang menarik, menyediakan forum diskusi dan interaksi bagi para pengguna maupun pelanggan dalam website resmi Tokopedia agar keluhan konsumen dapat diverifikasi oleh pihak manajemen maupun oleh para pelanggan yang loyal terhadap Tokopedia serta menerapkan kebijakan e-coupon yang lebih efektif demi memperkuat merek Tokopedia dalam pikiran konsumen.
This research is a case study on Tokopedia consumers in Banyumas. This study took the title: "Effect of Website Quality, e-WOM, and e-Coupon on Gender Purchase Decisions as Moderating Variables (Study on Tokopedia consumers in Banyumas)". The purpose of this study was to find out and find empirical evidence of the effect of website quality, e-WOM, and e-Coupon on purchasing decisions with gender as a moderating variable. The population in this study were respondents who had bought on Tokopedia and lived in Banyumas. The sample in this study were 120 respondents. Determination of samples using convenience sampling method. Based on the results of research and data analysis using multiple regression analysis shows that: (1) Website Quality has a positive and significant effect on Purchasing Decisions. (2) e-WOM has a positive and significant effect on Purchasing Decisions. (3) e-Coupon has a positive and significant effect on the Purchase Decision. (4) Gender significantly moderates the influence of Website Quality on Purchasing Decisions. (5) Gender does not moderate the influence of e-WOM on Purchasing Decisions. (6) Gender does not moderate the influence of e-Coupon on Purchase Decisions.
The implication of the conclusion above, Tokopedia management needs to prioritize policies related to website quality, e-WOM and e-coupon. The ways that can be done include creating and managing a practical website design with an attractive appearance, providing a discussion and interaction forum for users and customers on the Tokopedia official website so that consumer complaints can be verified by management and by customers loyal to Tokopedia and implementing a more effective e-coupon policy to strengthen the Tokopedia brand in the minds of consumers.
1944922657D1E014072PENGARUH PENAMBAHAN BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) DENGAN PERSENTASE BERBEDA TERHADAP NILAI pH DAN VISKOSITAS YOGURT SUSU KAMBINGTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak bunga telang dengan persentase berbeda terhadap pH dan viskositas yogurt susu kambing. Materi yang digunakan antara lain susu kambing, starter yogurt kering komersial dan bunga telang kering. Metode penelitian dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang diuji antara lain yaitu yogurt tanpa penambahan ekstrak (P0), konsentrasi bunga telang 1% (P1), konsentrasi bunga telang 3% (P2) dan konsentrasi bunga telang 5% (P3). Rataan pH hasil penelitian P0, P1, P2 dan P3 secara berturut-turut yaitu 3,20 ± 0,23, 3,15 ± 0,33, 3,06 ± 0,28 dan 3,12 ± 0,25. Rataan viskositas P0 sampai P3 secara berturut-turut yaitu 1944,9 ± 206,47, 1947,2 ± 122,58, 1923,2 ± 162,38 dan 1885 ± 116,61. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penambahan ekstrak bunga telang berpengaruh tidak nyata terhadap pH dan viskositas dari yogurt susu kambing (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan bunga telang dengan jumlah yang berbeda (0%, 1%, 3% dan 5%) menghasilkan nilai pH dan viskositas yang relatif sama.The purpose of this study is to understand the effect of butterfly pea extract addition with different percentage towards pH and viscosity of goat milk yogurt. Experiment design used was completely randomized design which consist of four treatments and five replications. The materials used are; goat milk, freeze-dried yoghurt starter and dried butterfly pea flower. Treatments were used in this study is butterfly pea addition; P0 (no butterfly pea flower added), P1 (1% butterfly pea), P2 (3% butterfly pea), and P3 (5% butterfly pea). The mean of pH for P0 to P3 treatments were 3.20 ± 0.23, 3.15 ± 0.33, 3.06 ± 0.28, and 3.12 ± 0.25, respectively. The mean of viscosity for P0 to P3 1944.9 ± 206.47, 1947.2 ± 122.58, 1923.2 ± 162.38, and 1885 ± 116.61, respectively. The result of variance analysis has showed that the addition of butterfly pea flower extract into goat milk yogurt was not significant (P>0.05) both for the pH and viscosity value. The conclusion of this study is the addition of buttterfly pea with different concentrations (0%, 1%, 3%, and 5%) to goat milk yogurt produces relatively equal value for the pH and viscosity.
1945022654A1L014038APLIKASI BAKTERI ENDOFIT AKAR TOMAT UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU BAKTERI PADA TANAMAN TOMAT

Penelitian ini bertujuan mendapatkan bakteri endofit dari akar tanaman tomat di wilayah Kecamatan Baturraden dan mengetahui jenis bakteri endofit akar tomat yang paling efektif dalam mengendalikan penyakit layu bakteri serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2017 sampai dengan April 2018 di Laboratorium dan Screenhouse Perlindungan tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pada pengujian in vitro dan Rancangan Acak Kelompok Lengkap pada pengujian in planta dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri atas Kontrol (tanpa bakteri endofit) dan 5 isolat bakteri endofit. Variabel yang diamati meliputi zona hambatan, mekanisme daya hambatan, masa inkubasi, intensitas penyakit, AUDPC, tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, volume akar, bobot segar tanaman, bobot segar akar, bobot kering tanaman dan bobot kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri endofit yang paling efektif mengendalikan penyakit layu bakteri tomat adalah isolat IN4 yang berasal dari desa Karang Tengah mampu menunda masa inkubasi hingga 30 hari setelah inokulasi, efektif menekan intensitas penyakit sebesar 93,90%, mampu menekan nilai AUDPC menjadi 98,76%. Isolat IN4 dari desa Karang Tengah juga mampu meningkatkan variabel pertumbuhan tanaman seperti tinggi tanaman, bobot segar tanaman, bobot segar akar, bobot kering akar dan bobot kering tanaman masing-masing 32,03%, 65, 10%, 78,45% , 22, 47% dan 24, 29%.The study aimed to obtain endophytic bacteria in the root of tomato plants in Baturraden subdistrict and to observe the types most effective endophytic bacteria from tomato root in controlling bacterial wilt disease and its effect on tomato plant growth. This research was conducted in November 2017 until April 2018 at the Laboratory and Screenhouse of Plant Protection Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman. This study used Completely Randomized Design for in vitro test and Group Randomized Design in in planta test with 6 treatments and 4 replications. The treatmens were Controls and 5 type of endophytic bacteria. Observed variables were inhibition zone, mechanism of inhibition, incubation period, disease intensity, AUDPC, plant height, number of leaves, root length, root volume, fresh weight of plant, fresh weight of root, dry weight of plant and dry weight of root. The results showed that the most effective endophytic bacteria in controlling tomato bacterial wilt disease was isolate IN4 from Karang Tengah, this isolate wase to delay incubation period up to 30 days after inoculation, effectively suppress disease intensity of 93.90%, able to reduce the value of AUDPC to 98.76%. Moreover, Isolate IN4 from Karang Tengah treatment was also able to increase plant growth variables such as plant height, fresh weight of plant, fresh root weight, root dry weight and plant dry weight 32,03%, 65,10%, 78.45%, 22, 47% and 24, 29%, respectively.
1945125725A1D015016APLIKASI METABOLIT SEKUNDER TIGA JAMUR ENTOMOPATOGEN TERHADAP HAMA WERENG BATANG COKLAT (Nilaparvata lugens Stal.)
PADA PADI VARIETAS CILIWUNG IN PLANTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metabolit sekunder jamur entomopatogen terhadap wereng batang coklat pada tanaman padi varietas Ciliwung in planta. Penelitian dilaksanakan di screen house dan Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada bulan Januari sampai April 2019. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok non-faktorial dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah kontrol, Beauveria bassiana isolat Jember, Beauveria bassiana isolat Papua, Metarhizium anisopliae, Lecanicillium lecani, dan insektisida bahan aktif imidakloprid dengan dosis anjuran. Variabel yang diamati adalah mortalitas, waktu kematian, intensitas serangan, dan tinggi tanaman padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan metabolit sekunder B. bassiana isolat Papua paling efektif mengendalikan N. lugens, yang ditunjukkan oleh kematian wereng batang coklat paling cepat yaitu 6,57 hari setelah aplikasi, dengan mortalitas 52,5%, dan mampu menekan intensitas serangan N. lugens paling tinggi yaitu 56,22%. Namun, metabolit sekunder jamur entomopatogen tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman.This research aimed for knowing the effect of entomopathogenic fungi secondary metabolites against brown planthopper on rice Ciliwung variety in planta. This research was conducted in the screen house and the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, from January to April 2019. Completely randomized block design was used with six treatments and four replicates. The treatments were control, Beauveria bassiana Jember isolate, Beauveria bassiana Papua isolate, Metarhizium anisopliae, Lecanicillium lecanii, and insecticide (imidacloprid). Observed variables were mortality, death time, intensity of the attack, and plant height. Result of the reseach showed that the most effective secondary metabolites was derived from B. bassiana Papua isolate indicated by 52,5% mortality, the fastest death time as 6,57 days after application, and the highest intensity of brown planthopper attack by 56,22%. But, the secondary metabolites of entomopathogenic fungi did not affect plant height.
1945222658D1E014091PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK KULIT NANAS DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP RENDEMEN DAN WARNA GELATIN KULIT SAPIPenelitian dilaksanakan dari tanggal 23 April - 24 Mei 2018 di Laboratorium Kesehatan dan Fisiologi Reproduksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Tujuan penelitian adalah mengkaji pengaruh konsentrasi ekstrak kulit nanas dan lama perendaman terhadap rendemen dan warna gelatin kulit sapi. Materi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulit sapi segar sebanyak 27 kg, kulit nanas 4500 g, ekstrak kulit nanas 2025 ml , aquades 60 l, dan larutan NaCl 0,8% sebanyak 2250 ml. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial (4x3x3). Faktor A adalah konsentrasi ekstrak kulit nanas yaitu 0% (a0), 5% (a1), 10% (a2), 15% (a3) dan faktor B adalah lama perendaman yaitu 2 jam (b1), 4 jam (b2), 6 jam (b3). Setiap kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak kulit nanas, lama perendaman dan interaksinya tidak berpengaruh nyata terhadap warna dan rendemen, tapi hanya lama perendaman berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen. Kesimpulan, gelatin kulit sapi yang dibuat menggunakan konsentrasi ekstrak kulit nanas 15% dengan lama perendaman 6 jam menghasilkan nilai rendemen tertinggi dan warna gelatin lebih cerah.The research has been conducted from April, 23 until May, 24 2018 at Animal Health and Reproductive Physiology Laboratory, Animal Husbandry faculty, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The purposes of this research the effect of concentration of pinapple peel extract and immersion time on yield and skin cow gelatine’s colour. The material of this research were used 27 kg fresh skin cow, 4500 g pinapple peel, 2025 ml pinapple peel extract, 60 l aquades and 0,8% NaCl solution 2250 ml. The experimental design used in the research was Completely Randomized Design (CRD) with factorial pattern 4x3x3. The A factor is the concentration of pinapple peel extract namely 0% (a0), 5% (a1), 10% (a2), 15% (a3) and the B factor is immersion time namely 2 hours (b1), 4 hours (b2), 6 hours (b3). Each treatment combination was repeated 3 times. The results of the analysis variance showed that the concentration of pineapple peel extract, immersion time and interaction no significant effect on color and yield, but only immersion time significant its effect on yield. Conclusion, gelatin cow skin that made using 15% pineapple peel extract concentration with 6 hours immersion time resulted the highest yield and more bright color.
1945322659E1A014212PENGAJUAN PENINJAUAN KEMBALI TERHADAP PUTUSAN PRAPERADILAN TENTANG PENYIDIKAN MANTAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK (Tinjauan Yuridis Putusan Mahkamah Agung Nomor: 50 PK/PID.SUS/2016)Penelitian ini bersumber pada Putusan Mahkamah Agung Nomor 50 PK/PID.SUS/2016 yang meninjau kembali Putusan Praperadilan Nomor 36/Pid.Prap/2015/PN.JKT.Sel.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier berupa Peraturan Perundang-undangan yang relevan dan buku-buku literatur.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini yaitu Peninjauan Kembali terhadap putusan praperadilan tidak dapat dibenarkan karena tidak memenuhi unsur fundamental Peninjauan Kembali yang diatur pada Pasal 263 KUHAP. Unsur-unsur yang tidak terpenuhi adalah unsur Peninjauan Kembali hanya boleh diajukan oleh terpidana dan ahli warisnya saja serta unsur Peninjauan Kembali hanya dapat diajukan terhadap putusan yang menghukum/mempidana saja. Putusan Mahkamah Agung a quo menyatakan permohonan Peninjauan Kembali a quo tidak dapat diterima karena bertentangan dengan Pasal 263 KUHAP dan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2016.
This research was based on the Supreme Court Decision Number 50 PK / PID.SUS / 2016 which reviewed the Pretrial Decision Number 36 / Pid.Prap / 2015 / PN.JKT.Sel.
The approach method used in this study is a normative juridical approach. The data used is secondary data consisting of primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials in the form of relevant legislation and literature books.
The conclusion that can be drawn from this research is that a review of the pretrial decision cannot be justified because it does not meet the fundamental element of the judicial review which is regulated in Article 263 KUHAP. The elements that are not fulfilled are the element of Judicial Review can only be submitted by the convicted person and his heirs only and the element of Judicial Review can only be submitted against the verdict that punishes / convicts it. The decision of the a quo Supreme Court stated that the a quo Judicial Review application could not be accepted because it was contrary to Article 263 KUHAP and the Supreme Court Regulation Number 4 of 2016.
1945422656F1C014004REPRESENTASI PELANGGARAN KAIDAH JURNALISME DALAM VIDEO KLIP (ANALISIS SEMIOTIKA VIDEO KLIP THE VENGEFUL ONE)Artikel ini membahas mengenai representasi pelanggaran kaidah jurnalisme dalam video klip The Vengeful One dari band metal Disturbed. Komponen yang digunakan dalam penelitian ini adalah visualisasi dan lirik lagu dalam video klip. Metode penelitian yang digunakan adalah model semiotik dari Roland Barthes yang mecari makna denotatif, makna konotatif, dan mitos. Data dikumpulkan dengan mengamati video klip The Vengeful One dan memilih adegan-adegan yang dianggap merepresentasikan pelanggaran kaidah jurnalisme.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa video klip ini menampilkan representasi pelanggaran jurnalisme akibat kepentingan media massa sebagai suatu industri yang dikuasai pemilik modal. Makna di dalamnya menampilkan adanya dinamika kekuasaan yang tidak sehat di dalam perusahaan media, tekanan bagi pegawai untuk mengikuti kehendak pemimpin perusahaan, serta usaha untuk memperoleh keuntungan sehingga membuat profesionalitas terabaikan. Selain itu, video klip ini juga memuat adegan yang merepresentasikan kemampuan media massa dalam mempengaruhi pikiran khalayak, seolah menggarisbawahi kenapa jurnalisme harus mengikuti etika yang ditetapkan atas mereka.
This article takes the theme about the violation of journalism ethics that being represented in The Vengeful One music video by metal band Disturbed. Research components are visualizations and lyrics from the song. The method used in this research is semiotic model from Roland Barthes, which looks for denotative meaning, connotative meaning, and myth. The data are collected by observing The Vengeful One music video and then pick certain scenes that contain representations about violation of journalism ethics.
The result of this research shows that The Vengeful One music video represents the violation of journalism ethics because of intervention from mass media where they work, which is an industry that being governed by certain owners with their own personal interests. This music video depicts unbalanced power dynamics in mass media industry, pressure on staffs to follow the command from their leader without question, and the desire to gain as many profits as possible without regard to professionalism. Other than that, there is also scenes that represents mass media’s ability to influence the mind of people, almost as though the video is trying to underline why journalism should follow the ethics that being impose upon them.
1945525571I1I017006HUBUNGAN POLA KONSUMSI KARBOHIDRAT SEDERHANA DAN KARBOHIDRAT KOMPLEKS DENGAN KADAR HbA1c PADA
PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PROLANIS
WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDAWUNG 1
KABUPATEN SRAGEN
Latar Belakang : Prevalensi Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2 meningkat secara epidemiologis di seluruh dunia. Pola konsumsi karbohidrat sederhana dan pola konsumsi karbohidrat kompleks yang berlebih merupakan faktor resiko DM Tipe 2, yang dapat meningkatkan kadar glukosa darah, sehingga akan mempengaruhi pengendalian DM Tipe 2 melalui pemeriksaan HbA1c. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks dengan kadar HbA1c.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian Obsevasional dengan desain cross sectional melibatkan 40 responden, diambil secara total sampling, dilakukan pada bulan April sampai Juni 2019 di Puskesmas Kedawung 1 Kabupaten Sragen. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner FFQ, kadar HbA1c dengan pemeriksaan spektrofotometer. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Chi square.
Hasil : Sebagian besar responden jenis kelamin perempuan, berusia 45-75 tahun, pola konsumsi karbohidrat sederhana (>1x/hari) berupa gula pasir, pola konsumsi karbohidrat kompleks (>1x/hari) berupa beras putih (nasi), kadar HbA1c 70% kaegori buruk. Hasil uji chi square terdapat hubungan antara pola konsumsi karbohidrat sederhana dengan kadar HbA1c (p=0,000) dan terdapat hubungan antara pola konsumsi karbohidrat kompleks dengan kadar HbA1c (p=0,001).
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara pola konsumsi karbohidrat sederhana dengan kadar HbA1c dan terdapat hubungan pola konsumsi karbohidrat kompleks dengan kadar HbA1c
Kata Kunci : Diabetes Mellitus, Pola konsumsi, Karbohidrat, Kadar HbA1c.

Background : Prevalence of Type 2 Diabetes Mellitus (DM) is epidemiologically increasing worldwide. Simple carbohidrate consumption patterns and complex carbohydrates consumption patterns are the risk factors of Type 2 DM, which can increase blood glucose levels so that it will affect DM Type 2 control through HbA1c examination. This study aimed to determine the relationship between simple carbohydrate consumption pattern and complex carbohydrates with HbA1c levels .
Methods : This was an observational research using cross sectional design with 40 subject, sample was selected by total sampling which conduct in April until June 2019 at Puskesmas Kedawung 1 area. This research used FFQ questionnaire as research instrument. HbA1c levels examined using spectrophotometer. Chi square was used as statistic analysis.
Results : The statistical test results suggested that there was correlation between simple carbohydrate consumption patterns and HbA1c levels (p=0,000) and also there was correlation between complex carbohydrate consumption patterns and HbA1c levels .
Conclusion : There was correlation between pattern simple carbohydrate consumption and complex carbohydrate consumption with HbA1c levels.
Keywords : Diabetes Mellitus, Pattern consumption , carbohydrates , HbA1c levels
1945625572G1A012089HUBUNGAN KEBIASAAN MELIHAT DEKAT TERHADAP KASUS MIOPIA PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANLatar Belakang: Pada tahun 2010 gangguan refraksi tak terkoreksi menjadi penyebab terbanyak gangguan penglihatan jarak jauh yang mempengaruhi kurang lebih 108 juta orang di seluruh dunia dan menjadi penyebab kebutaan nomor dua di dunia. Miopia sebagai gangguan refraksi terus mengalami peningkatan jumlah penderita dalam sepuluh tahun terakhir, peningkatan ini signifikan terlihat pada usia anak-anak dan remaja, hal ini dikaitkan dengan gaya hidup dan pengaruh lingkungan yang berkaitan dengan aktivitas melihat dekat. Tujuan: Mengetahui hubungan antara kebiasaan melihat dekat terhadap kasus miopia pada mahasiswa fakultas kedokteran universitas Jenderal Soedirman. Metode penelitian: Pemeriksaan dilakukan pada sembilan puluh tujuh mahasiswa (angkatan 2015-207) menggunakan kuisioner. Hasil: Prevalensi miopia didapatkan pada 66% (64 orang) responden. Analisis terhadap kejadian miopia dengan anggota keluarga (riwayat miopia pada orang tua, riwayat pada anggota keluarga lainnya) didapatkan hasil tidak signifikan (p = 0.828, 0.328), riwayat kebiasaan melihat dekat (Membaca buku, Menonton televisi, penggunaan komputer, penggunaan komputer genggam) juga tidak mendapatkan hasil signifikan (p = 0.616, 0.299, 0. 414, 0.71), dan riwayat intensitas cahaya yang digunakan turut tidak mendapatkan hasil signifikan (p = 0.492). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara kebiasaan melihat dekat, riwayat miopia pada orang tua dan anggota keluarga lainnya, dan intensitas cahaya yang digunakan terhadap kejadian miopia.Background: Uncorrected refraction error is becoming the most long distance visual impairment affecting at least 108 million people in the whole world and is the second cause of blindness in the world. Myopia as a refraction error keep increased in number in the last ten years which significantly seen in child and young adult, this increase is associated with lifestyle and environmental factor that correlated with near-work activity. Objective: To study the the correlation between near-work activity with myopia in medical faculty of Jenderal Soedirman university’s students. Research methodology: ninety seven students (2015-2017 batches) were examined with questionnaire. Results: Prevalence of myopia was observed as 66% (64 subjects). The Analysis between prevalence of myopia with history of parental myopia and other family members myopia show no significant result (p = 0.828, 0,328), Near-work activity (Reading hours, television, computer use, and cellphone use) also show no significant result (p= 0.616, 0.299, 0.414, 0.71), and history of light intensity used also show no significant result (p= 0.492). Conclusion: There’s no correlation between near work activity, History of parental myopia and myopia in other family member, and light intensity with prevalence of myopia.
1945725556C1H015002The Effect of Capital Structure,Dividend Policy,Profitability,Firm Size,Independent Commissioners with Growth Opportunities as Moderator Variable
(Empirical Study on Manufactuing Companies listed on Indonesian Stock Exchange (IDX) Year 2012-2017)
Penelitian ini berjudul "Pengaruh Struktur Modal, Kebijakan Dividen, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, dan Komisaris Independen Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Peluang Pertumbuhan sebagai Variabel Moderator". Penelitian ini adalah studi tentang pengaruh Struktur Modal, Kebijakan Dividen, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, dan Komisaris Independen terhadap Nilai Perusahaan, serta pengaruhnya terhadap Peluang Pertumbuhan sebagai variabel moderator.
Penelitian ini mengambil periode Januari 2012 - Desember 2017 sebagai sampel. Sumber data pada penelitian ini menggunakan data sekunder yang diambil dari Laporan Tahunan Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Pasar Modal Indonesia (BEI). Dengan menggunakan metode Purposive Sampling untuk menentukan ukuran sampel, jumlah total sampel dalam penelitian ini adalah 16 dari 131 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) manufaktur dengan 96 data panel. Alat analisis yang digunakan adalah model regresi data panel.
Menggunakan E-Views sebagai alat analisis, hasil pengujian hipotesis adalah sebagai berikut: (1) Struktur modal tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. (2) Kebijakan dividen berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. (3) Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. (4) Ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan (5) Komisaris independen berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. (6) Peluang pertumbuhan tidak memoderasi pengaruh struktur modal pada nilai perusahaan. (7) Peluang pertumbuhan tidak memoderasi pengaruh kebijakan dividen pada nilai perusahaan. (8) Peluang pertumbuhan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan secara signifikan. (9) Peluang pertumbuhan tidak memoderasi pengaruh ukuran perusahaan pada nilai perusahaan. (10) Peluang pertumbuhan memoderasi pengaruh komisaris independen secara signifikan terhadap nilai perusahaan.

This thesis is titled “The Effect of Capital Structure, Dividend Policy, Profitability, Firm Size, and Independent Commissioners Toward Firm Value With Growth Opportunities as Moderator Variables”. This research is a study about the influence of Capital Structure, Dividend Policy, Profitability, Firm Size, and Independent Commissioners towards Firm Value, also their influence towards Growth Opportunities as a moderator variable.
This study took the period of January 2012 - December 2017 as a sample. The source of data on this research uses secondary data which took from Annual Report of Manufacturing Companies listed in Indonesian Stock Market (IDX).By use Purposive Sampling method to determine sample size, the total number of samples in this research are 16 from 131 manufacturing companies listed in Indonesian Stock Exchange (IDX) with 96 panel data. The analysis tool used was panel data regression model.
Using E-Views as the analysis tool, the result of hypothesis testing using is in the following data: (1) Capital structure has no significant effect on firm value. (2) Dividend policy has a positive significantly effect on firm value. (3) Profitability has a positive significantly effect on firm value. (4) Firm size has a positive significantly effect on firm value (5) Independent commissioner has a positive significantly effect on firm value. (6) Growth opportunities no moderates the effect of capital structure on firm value. (7) Growth opportunities no moderates the effect of dividend policy on firm value. (8) Growth opportunities moderates significantly the effect of profitability on firm value. (9) Growth opportunities no moderates the effect of firm size on firm value. (10) Growth opportunities moderates significantly the effect of independent commissioner on firm value.

1945822617C1C013036PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, PENDAPATAN ASLI DAERAH, DANA ALOKASI UMUM, DAN DANA ALOKASI KHUSUS TERHADAP PENGALOKASIAN ANGGARAN BELANJA MODAL (Studi Kasus Pada Kabupaten Dan Kota Di Provinsi Jawa Tengah)Judul penelitian ini adalah Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dan Dana Alokasi Khusus Terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi, pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dan dana alokasi khusus terhadap pengalokasian anggaran belanja modal pada kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah dari tahun 2014-2016. Teknik purposive sampling digunakan dalam penelitian ini dengan jumlah 105 kabupaten/kota. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan motode dokumentasi. Data yang dikumpulkan diolah dengan menggunakan analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, dan Dana Alokasi Khusus berpengaruh positif dan signifikan terhadap alokasi anggaran Belanja Modal, sedangkan Pertumbuhan Ekonomi berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap alokasi anggaran Belanja Modal. Diharapkan hasil penelitian ini dapat diterapkan pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, dan Dana Alokasi Khusus.
The title of this research is the Influence of Economic Growth, The Income of the Original Area, General Allocation Fund, and Special Allocation Fund Towards Budget Allocated of Capital Expenditures. This research aims to know the influence of economic growth, the income of the original area, general allocation fund, and special allocation fund towards budget allocated of capital expenditures on district and town in the province of Central Java.
The population in this research is the entire district and city government in Central Java province from the years 2014-2016. Purposive sampling technique used in this study with a total of 105 district/city. The collection of data in this study uses the documentation method. The data collected is processed by using multiple linear regression analysis.
The results of this research show that the Income of the Original Area, General Allocation Fund, and Special Allocation Fund are positive and significant effect on Capital Expenditure budget allocation, while Economic Growth is positive but not significant effect on Capital Expenditure budget allocation. Expected results of this research can be applied to district and city government in Central Java province to boost the Income of the Original Area, General Allocation Fund, and Special Allocation Fund.
1945922632E1A014026PENERAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) BERDASARKAN PASAL 74 UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DI PT. WIJAYA KARYA (PERSERO) TBK. JAKARTAPENERAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) BERDASARKAN PASAL 74 UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DI PT. WIJAYA KARYA (PERSERO) TBK. JAKARTA
Oleh:
SUGANDI HADI PRATAMA
E1A014026
ABSTRAK
Perusahaan memiliki peran penting dalam terselenggaranya kegiatan perekonomian negara dan meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat. Perusahaan tidak hanya berorientasi pada fungsi bisnisnya saja, melainkan juga memiliki tanggung jawab terhadap permasalahan dan tekanan sosial di masyarakat, termasuk dampak ekonomi dan lingkungan yang timbul dari kegiatan bisnisnya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan perusahaan adalah melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penerapan tanggung jawab sosial dan lingkungan di PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. Jakarta sebagaimana diwajibkan dalam ketentuan Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT)
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analitis. Spesifikasi penelitan ini menggunakan Penelitian Deskriptif, menggunakan sumber Data Sekunder berupa peraturan perundang-undangan, teori hukum, dan arsip perusahaan serta Data Primer melalui wawancara di Kantor Pusat PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. dengan model penyajian data secara Deskriptif Naratif dan model analisis data secara Normatif Kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. telah melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang meliputi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Melalui Unit PKBL yang terdiri dari biro CSR, biro Good Corporate Governance (GCG) dan biro Hubungan Masyarakat (Humas), PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. telah melaksanakan kegiatan CSR sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas mengenai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.
IMPLEMENTATION OF CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) UNDER THE ARTICLE 74 ACT NUMBER 40 YEAR 2007 REGARDING LIMITED LIABILITY COMPANY AT PT. WIJAYA KARYA (PERSERO) TBK. JAKARTA
By:
SUGANDI HADI PRATAMA
E1A014026
ABSTRACT
The company has an important role in the implementation of the country's economic activities and improve the level of community welfare. The company is not only oriented to its business functions but also has responsibility for social problems and pressures in society, including the economic and environmental impacts arising from its business activities. One of the efforts that can be done by the company is to carry out social and environmental responsibility. This research was conducted with the aim to know the application of social and environmental responsibility at PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. Jakarta as required in the provisions of Article 74 of Act Number 40 Year 2007 regarding Limited Liability Company.
The approach method used in this research is normative juridical with approach of legislation and analytical approach. This is descriptive research that using secondary data such as legislation, legal theory, and company archives. Primary data is also used that is sourced from interview in Head Office of PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. Jakarta, with data presentation model of Descriptive-Narrative and analytics model of Normative-Qualitative.
The results showed that PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. has implemented Social and Environmental Responsibility. This is evidenced by the implementation of Social and Environmental Responsibility which includes Partnership and Community Development Program (PKBL). Through PKBL Unit consisting of CSR bureau, Good Corporate Governance (GCG) bureau and Public Relations bureau, PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. has implemented CSR activities in accordance with the prevailing laws and regulations, namely Article 74 of Act Number 40 Year 2007 regarding Limited Liability Company on Social and Environmental Responsibility.
1946025751A1C015016Dinamika Sifat Fisik dan Kimia Tanah pada Lahan Budidaya Kentang dengan Sistem Guludan Horizontal dan Variasi Teknik DrainaseBudidaya kentang umumnya masih dilakukan secara konvensional dengan menggunakan sistem guludan vertikal yang dapat memicu adanya degradasi lahan dan lingkungan. Penggunaan sistem guludan horizontal terbukti dapat mengatasi permasalahan tersebut, namun belum mampu untuk meningkatkan produktivitas tanaman kentang akibat kondisi jenuh air. Teknik drainase yang sesuai diyakini dapat mengurangi kondisi jenuh air, namun belum mendapat perhatian yang serius dalam mengatasinya. Kondisi jenuh air tersebut pada guludan horizontal dipengaruhi oleh sifat fisik dan kimia tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika sifat fisik tanah (kadar air volumetrik, kerapatan isi tanah, dan konduktivitas hidrolik tanah), serta dinamika nutrisi (N-total dan P-total) pada budidaya kentang dengan sistem guludan horizontal dan variasi teknik drainase. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-November 2018, pada lahan pertanian hortikultura Desa Serang, Purbalingga, Laboratorium Teknik Pengelolaan dan Pengendalian Bio-Lingkungan (TPPBL) dan Laboratorium Ilmu Tanah/Sumber Daya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu : 1) panjang guludan tanpa teknik drainase, 2) panjang guludan 1 m dengan teknik drainase, 3) panjang guludan 1,5 m dengan teknik drainase, 4) panjang guludan 2 m dengan teknik drainase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika sifat fisik tanah (kadar air volumetrik, kerapatan isi tanah, dan konduktivitas hidrolik tanah) pada guludan horizontal dan variasi teknik drainase berfluktuasi, dimana nilai kadar air volumetrik pada penggunaan panjang guludan tanpa teknik drainase, yaitu sebesar 0,445 cm3.cm-3, sedangkan nilai pada kerapatan isi tanah dan konduktivitas hidrolik tanah terdapat pada penggunaan panjang guludan 1 m dengan teknik drainase, masing-masing sebesar 0,556 g.cm-3 dan 0,019 cm.s-1, serta nilai N-total yaitu sebesar 5.538,35 kg.ha-1, adanya penggunaan perlakuan teknik drainase tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap pengukuran N-total, sedangkan nilai P-total menunjukkan pengaruh signifikan pada penggunaan panjang guludan tanpa teknik drainase, yaitu sebesar 3.770,74 kg.ha-1.Potato’s cultivation is generally still done conventionally using a vertical ridge system which can trigger land degradation and the environment. The use of a horizontal ridge system has been proven to overcome these problems, but has not been able to increase the productivity of potato plants due to water saturation conditions. Appropriate drainage techniques are believed to reduce water saturation conditions, but have not received serious attention in overcoming them. The saturated condition of the water in horizontal ridges is influenced by the physical and chemical properties of the soil. This study aims to determine the dynamics of soil physical properties (volumetric water content, soil content density, and soil hydraulic conductivity), and nutrient dynamics (N-total and P-total) on potato cultivation with horizontal ridge systems and variations in drainage techniques. The research was conducted in March-November 2018, on the horticulture farm in Serang Village, Purbalingga, Laboratory of Bio-Environmental Management and Control Engineering (TPPBL) and Soil / Land Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This study was prepared based on a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments, namely: 1) length of ridge without drainage technique, 2) length of ridge 1 m with drainage technique, 3) length of ridge 1,5 m with drainage technique, 4) length of ridge 2 m with drainage technique. The results showed that the dynamics of soil physical properties (volumetric water content, soil content density, and soil hydraulic conductivity) in horizontal ridges and variations in drainage techniques was fluctuated, where volumetric water content values in the used length of ridge without drainage techniques, i.e 0,445 cm3.cm-3, while the value of soil density and soil hydraulic conductivity are found in the use length of ridge 1 m with drainage technique, i.e 0,556 g.cm-3 and 0,019 cm.s-1 respectively, and the N-total value i.e 5.538,35 kg.ha-1, the use of the drainage techniques treatment did not have a significant effect on the N-total measurements, while the P-total showed a significant effect on the use length of ridge without drainage technique, i.e 3.770,74 kg.ha-1.