Home
Login.
Artikelilmiahs
22649
Update
RISKY PUTRI HAQIQI
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Masa Kosong dan Masa Kering terhadap Calving interval Sapi Perah Friesian Holstein (FH) di BBPTUHPT Baturraden
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rataan dan simpang baku masa kosong dan masa kering terhadap calving interval pada sapi perah. Mengetahui hubungan masa kosong dan masa kering terhadap calving interval pada sapi perah. Mengetahui berapa besar pengaruh masa kosong dan masa kering terhadap calving interval pada sapi perah. Materi yang digunakan berupa data primer yang didapatkan dari catatan produksi dan reproduksi sapi perah FH di BBPTU HPT Baturraden Kabupaten Banyumas. Data meliputi sapi perah FH (laktasi ke 2) sebanyak 57 ekor, perkawinan dilakukan dengan cara inseminasi buatan (IB), induk sapi beranak mulai tahun 2006 sampai dengan 2017. Data sekunder dikumpulkan meliputi sejarah dan letak geografis BBPTU HPT Baturraden. Metode penelitian yang digunakan adalah survei melalui pencatatan data rekording masing-masing variabel. Penentuan ternak yang digunakan sebagai sampel dalam penelitian tersebut dilakukan teknik purposive sampling yaitu ternak yang dijadikan sample dipilih menurut yang sudah ditentukan. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran dan pengambilan data masa kosong, masa kering, dan calving interval dari masing-masing ternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata dan simpang baku masa kosong adalah 195,89 ± 99,37 hari, masa kering 91,65 ± 66,33 hari, dan calving interval 470,93 ± 143,07 hari . Hasil analisis korelasi menunjukan bahwa masa kering memiliki korelasi 0.27 terhadap masa kosong dan 0,11 terhadap calving interval, analisis korelasi menunjukkan masa kosong memiliki korelasi 0.85 terhadap calving interval. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa masa kering memiliki nilai koefisien determinasi 0,01 atau 1%. Masa kosong memiliki nilai koefisien determinasi 0,73, kuadratik 0,74, kubik 0,75. Persamaan regresi linier pengaruh masa kering terhadap calving interval Y = 448,17+0,2483x, pengaruh masa kosong terhadap calving interval Y = 228,87+1,2357x, persamaan regresi kuadratik dan kubik masa kosong terhadap calving interval masing-masing adalah Y = 288,35+0,4995x+0,0018x2, dan Y = 226,11+1,8383x-0,006x2+1E-05x3. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lama masa kering tidak berpengaruh nyata, sedangkan lama masa kosong berpengaruh nyata terhadap lama calving interval. Semakin panjang masa kosong akan mempengaruhi calving interval yang akan semakin panjang pula.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to determine the mean and standard intervals of days open and the dry period of calving interval in dairy cows. Knowing the relationship between days open and the dry period of calving interval in dairy cows. Knowing how much influence the days open and dry period on calving interval on dairy cows. The material used in the form of primary data was obtained from the record of production and reproduction of FH dairy cattle at BBPTU HPT Baturraden, Banyumas Regency. Data includes 57 FH (lactation) dairy cows as much as 57 heads, the marriage is done by artificial insemination (IB), calf mother from 2006 to 2017. Secondary data was collected covering the history and geographical location of the HPT Baturraden BBPTU. The research method used is a survey through recording the recording data of each variable. Determination of livestock used as a sample in the study was carried out purposive sampling technique that is the livestock used as samples were selected according to the predetermined. Data collection is done by measuring and retrieving data for days open, dry periods, and calving intervals of each animal. The results showed that the average and standard deviation of the days open was 195.89 ± 99.37 days, dry period 91.65 ± 66.33 days, and calving interval 470.93 ± 143.07 days. Correlation analysis results show that the dry period has a correlation of 0.27 to the days open and 0.11 to calving interval, correlation analysis shows the days open has a correlation of 0.85 to calving interval. Regression analysis results show that the dry period has a coefficient of determination of 0.01 or 1%. The days open has a determination coefficient value of 0.73, a quadratic of 0.74, a cubic 0.75. Linear regression equation the effect of dry period on calving interval Y = 448.17 + 0.2483x, the effect of days open on calving interval Y = 228.87 + 1.2357x, quadratic regression equation and cubic days open of each calving interval is Y = 288,35 + 0,4995x + 0,0018x2, and Y = 226,11 + 1,8383x-0,006x2 + 1E-05x3. Based on the results of the study it can be concluded that the duration of the dry period has no significant effect, while the duration of the days open has a significant effect on the length of the calving interval. The longer the days open will affect the calving interval which will be longer too.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save