| NIM | G1A012089 |
| Namamhs | LINTANG SANDYA LAKSMANA SAMUDERA |
| Judul Artikel | HUBUNGAN KEBIASAAN MELIHAT DEKAT TERHADAP KASUS MIOPIA PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Latar Belakang: Pada tahun 2010 gangguan refraksi tak terkoreksi menjadi penyebab terbanyak gangguan penglihatan jarak jauh yang mempengaruhi kurang lebih 108 juta orang di seluruh dunia dan menjadi penyebab kebutaan nomor dua di dunia. Miopia sebagai gangguan refraksi terus mengalami peningkatan jumlah penderita dalam sepuluh tahun terakhir, peningkatan ini signifikan terlihat pada usia anak-anak dan remaja, hal ini dikaitkan dengan gaya hidup dan pengaruh lingkungan yang berkaitan dengan aktivitas melihat dekat. Tujuan: Mengetahui hubungan antara kebiasaan melihat dekat terhadap kasus miopia pada mahasiswa fakultas kedokteran universitas Jenderal Soedirman. Metode penelitian: Pemeriksaan dilakukan pada sembilan puluh tujuh mahasiswa (angkatan 2015-207) menggunakan kuisioner. Hasil: Prevalensi miopia didapatkan pada 66% (64 orang) responden. Analisis terhadap kejadian miopia dengan anggota keluarga (riwayat miopia pada orang tua, riwayat pada anggota keluarga lainnya) didapatkan hasil tidak signifikan (p = 0.828, 0.328), riwayat kebiasaan melihat dekat (Membaca buku, Menonton televisi, penggunaan komputer, penggunaan komputer genggam) juga tidak mendapatkan hasil signifikan (p = 0.616, 0.299, 0. 414, 0.71), dan riwayat intensitas cahaya yang digunakan turut tidak mendapatkan hasil signifikan (p = 0.492). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara kebiasaan melihat dekat, riwayat miopia pada orang tua dan anggota keluarga lainnya, dan intensitas cahaya yang digunakan terhadap kejadian miopia. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Background: Uncorrected refraction error is becoming the most long distance visual impairment affecting at least 108 million people in the whole world and is the second cause of blindness in the world. Myopia as a refraction error keep increased in number in the last ten years which significantly seen in child and young adult, this increase is associated with lifestyle and environmental factor that correlated with near-work activity. Objective: To study the the correlation between near-work activity with myopia in medical faculty of Jenderal Soedirman university’s students. Research methodology: ninety seven students (2015-2017 batches) were examined with questionnaire. Results: Prevalence of myopia was observed as 66% (64 subjects). The Analysis between prevalence of myopia with history of parental myopia and other family members myopia show no significant result (p = 0.828, 0,328), Near-work activity (Reading hours, television, computer use, and cellphone use) also show no significant result (p= 0.616, 0.299, 0.414, 0.71), and history of light intensity used also show no significant result (p= 0.492). Conclusion: There’s no correlation between near work activity, History of parental myopia and myopia in other family member, and light intensity with prevalence of myopia. |
| Kata kunci | Miopia, kelainan refraksi, gangguan penglihatan |
| Pembimbing 1 | dr. Yulia Fitriani sp. M |
| Pembimbing 2 | DR. dr. Dwi Utami Anjarwati, M.kes |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 16 |
| Tgl. Entri | 2019-07-12 07:47:07.232646 |
|---|