Artikelilmiahs
Menampilkan 19.521-19.540 dari 50.080 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 19521 | 22581 | D1E014234 | HUBUNGAN KONFORMASI PAHA DAN LINGKAR DADA DENGAN BOBOT TUBUH KAMBING BETINA MUDA KHAS KEJOBONG DI KECAMATAN KEJOBONG KABUPATEN PURBALINGGA | Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan konformasi paha dan lingkar dada dengan bobot tubuh kambing betina muda khas kejobong. Penelitian telah dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan di peternakan rakyat Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah kambing betina muda Khas Kejobong berumur 7-12 bulan sebanyak 32 ekor. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah survei, penetapan sampel wilayah secara stratified random sampling dan pengambilan sampel ternak secara sensus. Hasil analisis variansi menujukkan hubungan antara konformasi paha dan lingkar dada dengan bobot tubuh sangat nyata (P≤0,01) dengan nilai R = 0,84 dan R2 = 0,70. Hasil uji t parsial menunjukkan sumbangan lingkar dada terhadap bobot tubuh dengan determinasi (r2) 0,70, megikuti persamaan Y = -19,54+0,67X. | The research aimed to the study was determine the relationship of thigh conformation and chest girth with body weight of young female Kejobong goat. The research has been conducted for approximately one month at the farm rural of Sub-district Kejobong, District Purbalingga. The used material in this research was young female Kejobong goats aged from 7-12 months many as 32 materials. The research method used is survey research with determination of sampling used stratified random sampling and sampling with census. The results of variance analysis showed the relationship between thigh conformation and chest girth with body weight had a very significant effect (P≤0.01) with a value of R = 0.84 and R2 = 0.70. The results of the t partial test showed the contribution of chest girth to body weight by determination (r2) 0.70, following the equation Y = -19.54 + 0.67X. | |
| 19522 | 22707 | H1H014023 | PENGARUH PEMBERIAN BAWANG PUTIH DALAM PAKAN TERHADAP JUMLAH TOTAL BAKTERI SALURAN PENCERNAAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) | Saluran pencernaan lele dumbo secara alamiah dihuni oleh mikroorganisme, salah satunya adalah bakteri. Bakteri dalam saluran pencernaan lele ada yang bersifat menguntungkan dan ada yang bersifat patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bawang putih dengan dosis berbeda dalam pakan terhadap jumlah total bakteri saluran pencernaan lele dumbo (Clarias gariepinus). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan yaitu pemberian bawang putih 0 gram/ kilogram pakan (P1), bawang putih 30 gram/ kilogram pakan (P2), bawang putih 60 gram/ kilogram pakan (P3), bawang putih 90 gram/ kilogram pakan (P4), dan bawang putih 120 gram/ kilogram pakan (P5). Sampel saluran pencernaan yang diambil yaitu bagian tengah usus pada hari ke-30. Metode perhitungan jumlah bakteri pada saluran pencernaan yang digunakan yaitu metode total plate count (TPC). Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pemberian bawang putih dengan dosis berbeda dalam pakan tidak berpengaruh terhadap jumlah total bakteri saluran pencernaan lele dumbo (clarias gariepinus) (P>0,05). Uji sifat gram dengan KOH menunjukkan bahwa bakteri gram positif relatif lebih tinggi pada saluran pencernaan lele yang diberi pakan dengan penambahan bawang putih. Kualitas air kolam yang diamati meliputi suhu, pH dan kandungan oksigen dan masih mendukung pemeliharaan lele dumbo yaitu suhu antara 23 - 27 oC, pH antara 6 - 6,5, dan DO antara 6,93 – 7,93 mg/L. Kata kunci: Clarias gariepinus, Bakteri, Bawang Putih, TPC | The digestive tract of African catfish is naturally inhabited by microorganisms, one of them is bacteria. Bacteria in the catfish digestive tract are beneficial and some are pathogenic. This study aims to determine the effect of giving garlic with different doses in feed on the total number of bacteria digestive tract of African catfish (Clarias gariepinus). This study used an experimental method with 5 treatments and 3 replications, namely giving garlic 0 gram / kilogram of feed (P1), garlic 30 grams / kilogram of feed (P2), garlic 60 grams / kilogram of feed (P3), garlic 90 grams / kilogram of feed (P4), and garlic 120 grams / kilogram of feed (P5). The digestive tract sample taken was the middle part of the intestine on the 30th day. The method of calculating the number of bacteria in the digestive tract used is the total plate count (TPC) method. Based on the results of the study it can be seen that the administration of garlic with different doses in the feed does not affect the total number of bacteria digestive tract of African catfish (Clarias gariepinus) (P> 0.05). Gram's character test with KOH showed that gram-positive bacteria were relatively higher in the digestive tract of catfish fed with the addition of garlic. Pond water quality observed includes temperature, pH and oxygen content and still supports the maintenance of African catfish, is temperatures between 23-27 ° C, pH between 6 - 6.5, and DO between 6.93 - 7.93 mg/L. Keywords: Clarias gariepinus, Bacteria, Garlic, TPC | |
| 19523 | 22708 | E1A013329 | PENGUNGKAPAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI LAPAS PEMUDA KLAS II A TANGERANG | Penelitian ini meneliti tentang pengungkapan tindak pidana narkotika yang pernah terjadi di Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang yang dilakukan oleh dua (2) orang pengunjung dan melibatkan seorang narapidana (warga binaan pemasyarakatan). Tindak pidana penyalahgunaan Narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) telah menjadi ancaman nyata yang sangat berbahaya. Dalam banyak kasus terakhir kejahatan yang menyangkut tentang narkotika belum dapat diredakan. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Ketentuan perundang-undangan yang mengatur masalah narkotika telah tegas dan jelas di dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui prosedur pengungkapan yang dilakukan serta hambatan yang dihadapi Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas IIA Tangerang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis sosiologis, spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif, lokasi penelitian di Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang, sumber data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer, metode analisis data yang digunakan kualitatif yaitu penelitian yang memaparkan gambaran keadaan yang terjadi di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian ini Pihak Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang memperoleh bukti permulaan yang cukup, yaitu keterangan tersangka (IS dan S), keterangan saksi (petugas Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang), serta keterangan ahli (pihak Kepolisian Polsekta Tangerang) untuk membuat bukti-bukti lebih jelas dan terang guna mengungkap kasus ini. Pihak kepolisian (Polsekta Tangerang) menangkap kedua tersangka (IS dan S), dan warga binaan yang terlibat (M) sementara menetap di Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang untuk menjalani sanksi tindakan disiplin oleh pihak Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang, untuk selanjutnya pihak penyidik dari Polsekta Tangerang memproses lebih lanjut guna kepentingan penyidikan. Kata Kunci : Pengungkapan, Tindak Pidana Narkotika, Lembaga Pemasyarakatan | This research examines the disclosure of narcotics crimes that have occurred in Tangerang IIA Class IIA Prison conducted by two visitors and involved an inmate. Criminal acts of narcotics abuse and dangerous drugs have become a very dangerous real threat. In many cases the crimes related to narcotics have not been resolved. Narcotics are substances or drugs derived from plants or not plants, both synthetic and semisynthetic, which can cause a decrease or change in consciousness, loss of taste, reduce to relieve pain, and can cause dependence. Legislation provisions that regulate narcotics issues have been firm and clear in Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics. The purpose of this study is to find out the disclosure procedures that are carried out and the obstacles faced by the Tangerang Youth Class IIA Correctional Institution The research method used is a sociological juridical approach, the specification of the research used is descriptive, the research location is in Tangerang Class IIA Youth Penitentiary, the data sources used are secondary data and primary data, the data analysis method is used qualitatively namely research that describes the happened in the field. Based on the results of this study, the Youth Class IIA Tangerang Correctional Institution obtained sufficient preliminary evidence, namely information from the suspect (IS and S), witness testimony (Youth Class IIA Tangerang prison officer), as well as expert information (Tangerang Police Precinct) to make evidence- clearer and clearer evidence to uncover this case. The police (Tangerang Police) arrested the two suspects (IS and S), and the involved prisoners (M) while staying in Tangerang Class IIA Youth Penitentiary to undergo disciplinary action sanctions by the Tangerang IIA Class Youth Penitentiary, for the investigator from Tangerang Police Station. further processing for the sake of investigation. Keywords: Disclosure, Narcotics Crime, Penitentiary | |
| 19524 | 22709 | D1E014010 | SUSUT MENTAH DAN SUSUT MASAK DAGING AYAM PETELUR AFKIR HASIL RESTRUKTURISASI DENGAN BAHAN PENGIKAT PUTIH TELUR, KARAGENAN, DAN SODIUM TRIPOLYPHOSPATE | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis bahan pengikat karagenan, putih telur dan sodium tripolyphospate terhadap nilai susut mentah dan susut masak daging ayam petelur afkir hasil restrukturisasi. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah seluruh bagian daging ayam petelur afkir berjenis isa brown berumur 90 minggu berjumlah 540 gram, karagenan 2,7 gram, putih telur 2,7 gram, sodium tripolifosfat (STPP) 2,7 gram, garam 18 gram, dan bawang putih bubuk 18 gram. Metode penelitian adalah eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 3 perlakuan dan 6 kali ulangan. Variabel yang diamati adalah persentase susut mentah dan susut masak. Data rataan susut mentah bahan pengikat karagenan 3,58%, putih telur 2,13%, STPP 1,70% dan rataan susut masak bahan pengikat karagenan 35,73%, putih telur 35,88%, STPP 24,42%. Hasil Analisis Variansi menunjukkan bahwa penggunaan bahan pengikat yang berbeda yaitu karagenan (P1), putih telur (P2), dan STPP (P3) berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap penurunan persentase susut mentah dan susut masak daging ayam petelur afkir hasil restrukturisasi. Penggunaan bahan pengikat putih telur dan STPP menghasilkan susut mentah yang lebih kecil dari pada bahan pengikat karagenan. Penggunaan bahan pengikat STPP menghasilkan susut masak yang lebih kecil dari pada bahan pengikat putih telur dan karagenan. | The study aims to determine the effect of the type of binder carrageenan, egg white and sodium tripolyphospate against value purge losses and cooking losses of the old layer chicken meat of restructuring. The material used in the study was all parts of meat layer 90 weeks of isa brown amounting to 540 grams, 2,7 grams carrageenan, 2,7 grams egg white, 2,7 grams sodium tripolyphosphate (STPP), 18 grams salt, and 18 grams garlic powder. The research method was experimental using a Completely Randomized Design (CRD), with 3 treatments and 6 repetitions. The variables observed were the percentage of purge losses and cooking losses. Data of purge loss averages of carrageenan binder 3.58%, egg white 2.13%, STPP 1.70% and average cooking loss of carrageenan binder 35.73%, egg white 35.88%, STPP 24.42%. The results of variance analysis showed that the use of different binder ingredients were carrageenan (P1), egg white (P2), and STPP (P3) significantly (P <0,05) on the percentage reduction in purge losses and cooking losses of old layer meat restructuring. The use of egg white binder and STPP results is a smaller purge loss than carrageenan binder. STPP binder produces cooking loss smaller than egg white and carrageenan binder. | |
| 19525 | 22710 | E1A113049 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP KEDUDUKAN SISA TAGIHAN SETELAH DILAKUKAN EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN (Studi Terhadap Perkara Nomor 58/Pdt.G/2014/PN.BB). | ABSTRAK TINJAUAN YURIDIS TERHADAP KEDUDUKAN SISA TAGIHAN SETELAH DILAKUKAN EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN (Studi Terhadap Perkara Nomor 58/Pdt.G/2014/PN.BB). Oleh : THIA MUTIASARI E1A113049 Penelitian ini dilakukan terhadap perkara dan Putusan Pengadilan Nomor 58/Pdt.G/2014/PN. BB, yaitu gugatan wanprestasi dalam perjanjian kredit setelah dilakukan eksekusi objek hak tanggungan. Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimana kedudukan sisa tagihan setelah dilakukan eksekusi objek hak tanggungan dan 2. Bagaimana dasar pertimbangan dan putusan Hakim dalam menyelesaiakan perkara ini. Adapun tujuan penelitiannya adalah : melakukan analisis terhadap kedudukan sisa tagihan setelah dilakukan eksekusi hak tanggungan dan melakuan analisis terhadap dasar pertimbangan dan putusan hakim. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian diskriptif analitis dan analisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil bahwa: pertama, Keduduan sisa tagihan setelah dilakukan eksekusi objek hak tanggungan menjadi tagihan konkuren, yang hanya dijamin dengan jaminan umum berdasarkan Pasal 1131 dan 1132 KUH Perdata. Dan kedua, Dasar pertimbangan dan putusan Hakim tidak menyelesaikan persoalan antara Kreditur dan Debitur atas pembayaran sisa tagihan, dan bertentangan dengan asas schuld-haftung sebagaimana diatur dalam Pasal 1131 KUH Perdata. Kata Kunci: Hak Tanggungan, Tagihan Konkuren, Tagihan preferen. | ABSTRACT JURIDICAL REVIEW OF BILLING REMEDY POSITION AFTER THE EXECUTION OF RESPONSIBILITY RIGHTS (Study of Case Number 58 / Pdt.G / 2014 / PN.BB). By: THIA MUTIASARI E1A113049 This research was conducted on cases and court decisions number 58 / Pdt.G / 2014 / PN. BB, namely the default claim in the credit agreement after the execution of the mortgage rights object. The problems raised in this study are: 1. How is the position of the remaining bills after the execution of the object of liability rights and 2. How is the basis of consideration and decision of the Judge in resolving this case. The research objectives are: to analyze the position of the remaining bills after the execution of mortgage rights and conduct an analysis of the basis of judgments and judgments. The research method used is normative juridical method, with descriptive analytical research specifications and qualitative analysis. Based on the results of the analysis, the results are as follows: first, the maturity of the remaining bills after the execution of the object of the mortgage has become a concurrent bill, which is only guaranteed by a general guarantee based on Article 1131 and 1132 of the Civil Code. And second, the basis of consideration and the decision of the Judge did not resolve the issue between the Creditors and Debtors for the payment of the remaining bills, and contrary to the principle of schuld-haftung as stipulated in Article 1131 of the Civil Code. Keywords: Underwriting Right, Concurrent Bill, Preferred Bill. | |
| 19526 | 22712 | A1C111017 | Efektivitas Program UPSUS dalam Peningkatan Produktivitas Usaha Tani Padi di Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga | Kementerian Pertanian Republik Indonesia (2015) menetapkan peraturan nomor 03/Permentan/0T.140/2/2015 tentang pedoman upaya khusus (UPSUS) peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai (Pajale) melalui program perbaikan jaringan irigasi dan sarana pendukung bertujuanuntuk meningkatkan produktivitas usahatani dan produksi produk pertanian. (1) Untuk mengetahui biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani padi dalam program UPSUS di Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga; (2) Untuk mengetahui efektivitas program UPSUS dalam meningkatkan produktivitas usaha tani padi di Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga; (3) Untuk mengetahui perubahan perilaku petani padi yang terjadi sebelum, saat, dan setelah program UPSUS di Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga. Sampel di dalam penelitian ini adalah petani anggota Gapoktan Tri Budi Mukti UPSUS di Desa Kedunglegok Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga yang terlibat langsung dalam pelaksanaan budidaya percobaan dengan pelaku UPSUS di lahan demplot sebanyak 383 petani.Menggunakan teknik purposive sampling, sampel berjumlah 79 petani. Metode pengambilan data di dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi. Variabel di dalam penelitian ini adalah biaya,pendapatan, keuntungan, efektivitas, dan perubahan perilaku petani sebelum, saat, dan sesudah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Biaya untuk rata-rata luas lahan 0,86 ha sebesar Rp.12.188.565,80, penerimaan total usaha tani sebesar Rp. 28.648.120,00, dan keuntungan usaha tani sebesar Rp.16.459.554,20, (2) Efektivitas Upsus sebesar 102,46%, berarti capaian sangat efektif, (3) Perubahan perilaku yang terjadi pada petani sebelum, saat, dan setelah program Upsus. Diharapkan perlu adanya kebijakan dari pemerintah untuk memberikan subsidi kepada petani misalnya subsidi benih unggulan dan pupuk, sehingga harga benih dan pupuk dapat berkurang dan mengurangi biaya produksi petani. | The Ministry of Agriculture of the Republic of Indonesia (2015) establishes the regulation number 03 / Permentan / 0T.140 / 2/2015 on the special effort guidance (UPSUS) to increase rice, corn and soybean production (Pajale) through irrigation network improvement program and supporting facilities aimed at increasing productivity farming and production of agricultural products. (1) To know the cost, income, and income of paddy farming in UPSUS program in Kemangkon Sub-district of Purbalingga Regency; (2) To know the effectiveness of UPSUS program in increasing productivity of paddy farming business in Kemangkon sub-district of Purbalingga Regency; (3) To know the change of paddy farmer behavior that happened before, during, and after UPSUS program in Kemangkon Sub-district Purbalingga Regency. The sample in thisresearch is farmer of Gapoktan Tri Budi Mukti UPSUS member in Kedunglegok Village, Kemangkon Sub-district, Purbalingga Regency, which is directly involved in experimental cultivation with UPSUS practitioners in demplot field of 383 farmers. Using purposive sampling technique, a sample of 79 farmers. Method of taking data in this research is interview and observation. Variables in this research are cost, income, profit, effectiveness, and change of farmer behavior before, moment, and after. The result of research indicates that (1) The cost for the average land area of 0.86 ha is Rp.12.188.565, 80, total farm income of Rp. 28,648,120.00, and farming profits of Rp.16.459.554,20, (2) The effectiveness of Upsus is 102.46%, meaning that the achievement is very effective, (3) The change of behavior happened to farmers before, during and after Upsus program. It is expected that the policy of the government to provide subsidies to farmers such as seed and fertilizer subsidy, so that the price of seeds and fertilizers can be reduced and reduce the cost of production of farmers. | |
| 19527 | 25578 | E1A014260 | PRAPERADILAN TENTANG PENETAPAN TERSANGKA DALAM TINDAK PIDANA PENGGELAPAN (TinjauanYuridis Putusan Nomor108/Pid.Pra/2017/PN.Jkt.Sel) | ABSTRAK PRAPERADILAN TENTANG PENETAPAN TERSANGKA DALAM TINDAK PIDANA PENGGELAPAN (TinjauanYuridis Putusan Nomor: 108/Pid.Pra/2017/PN.Jkt.Sel) Penelitian ini besumber pada Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor:108/Pid.Pra/2017/PN.Jkt.Sel Hendri Winata sebagai pemohon melalui kuasa hukumnya mengajukan permohonan praperadilan dengan alasan bahwa penetapan tersangka pada dirinya dinilai tidak sah dan tidak berdasarkan peraturan perundang-undangan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif, metode pengumpulan data berupa peraturan perundang-undangan dan putusan-putusan pengadilan yang terkait dengan isu hukum yang dihadapi dan buku-buku literatur. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan bahwa dasar hukum dalam mengajukan permohonan praperadilan tidak relevan dengan ketentuan tentang praperadilan sebagaimana diatur dalam KUHAP. Ditolaknya permohonan praperadilan pada Putusan No.108/Pid.Pra/2017/PN.Jkt.Sel yang diajukan oleh pemohon HW mengenai penahanannya dalam tindak pidana penggelapan dalam jabatan sudah sesuai dengan ketentuan penahanan dalam KUHAP. Sebagaimana diatur dalam Pasal 21 ayat (1) KUHAP dan Pasal 184 ayat (1) KUHAP. Sehingga berdasarkan pertimbangan di atas maka hakim menyatakan bahwa permohonan praperadilan dari pemohon HW dinyatakan ditolak dan penahanan yang dilakukan oleh termohon adalah sah berdasarkan hukum dan penahanan tetap diteruskan. | PRETRIAL AGAINTS CONVICTION OF EMBEZZLEMENT ( Judicial Review Decision Number: 108/Pid.Pra/2017/PN.Jkt.Sel) By : ELVA ELVIANTI E1A014260 ABSTRACT This research is based on the Decision of the South Jakarta District court Number: 108/Pid.Pra/2017/PN.Jkt.Sel Hendri Winata as an applicant through his attorney filed a pretrial application on the grounds that the determination of the suspect was illegal and not based on legislation. The research method used is normative juridical, prescriptive research specifications, methods of collecting data in the form of laws and court decisions related to legal issues encountered and literature books. Based on the results of research and discussion that the legal basis for submitting pretrial applications is not relevant to the provisions regarding pretrial as stipulated in KUHAP. The refusal of a pretrial request on Decision Number: 108/Pid.Pra/2017/PN.Jkt.Sel submitted by the applicant for HW regarding his detention in a crime of embezzlement in office is in accordance with the provisions of detention in KUHAP. As stipulated in Article 21 paragraph (1) in KUHAP and Article 184 paragraph (1) KUHAP. So based on the above considerations, the judge stated that the pretrial applications of the applicant for HW was declared rejected and the detention carried out by the defendant was lawful and the detention was continued. | |
| 19528 | 22714 | A1L014111 | UJI EFEKTIFITAS ISOLAT JAMUR ENTOMOPATOGEN ASAL DESA PASIR KULON KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS TERHADAP WERENG BATANG COKELAT (Nilaparvata lugens Stal.) | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat jamur entomopatogen asal Desa Pasir Kulon, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas dan konsentrasi kepadatan spora yang yang efektif untuk mengendalikan Wereng Batang Cokelat (WBC). Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2017 sampai Mei 2018 di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dan screen house yang berlokasi di Desa Pasir Kidul Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama mengidentifikasi dan mengukur pertumbuhann isolat jamur entomopatogen (B1, B2, B3,B4 dan B5). Tahap kedua menguji kemempanan isolat jamur entomopatogen terhadap wereng batang cokelat. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Variabel yang diamati yaitu ciri makroskopis dan mikroskopis jamur, diameter koloni, kepadatan spora, bobot kering miselium, mortalitas wereng batang cokelat dan waktu kematian wereng batang cokelat. Data dianalisis dengan menggunakan uji F, apabila ada beda nyata dilanjutkan dengan DMRT pada taraf kesalahan lima persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat jamur entomopatogen asal Desa Pasir Kulon, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas merupakan jamur Fusarium spp (isolat B1, B2, B3, B4) dan Beauveria sp yang mampu menyebabkan kematian WBC pada konsentrasi kepadatan spora 107 spora/ml berturut turut sebesar 53,33; 46,67; 63,33; 60,00 dan 50,00 persen. | ABSTRACT This research aims to obtain entomopathogenic fungi isolates from Pasir Kulon Village, Karanglewas Subdistrict, Banyumas Regency and an effective concentration of spore density to control Brown Planthopper (BPH). The research was conducted in December 2017 to May 2018 at the Plant Protection Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University and a screen house located in Pasir Kidul Village, Karanglewas Subdistrict, Banyumas Regency. The research was carried out in two stages. The first stage of identification and growth of entomopathogenic fungi isolates (B1, B2, B3, B4 and B5). The second stage examines the entrenched entomopathogenic fungi isolates against brown planthopper. The design used is Randomized Block Design (RBD) with three replications. Variables observed were macroscopic and microscopic characteristics of fungi, colony diameter, spore density, mycelium dry weight, brown planthopper mortality and brown planthopper mortality time. Data were analyzed using the F test, if there was a real difference followed by DMRT at a five percent error level. The results showed that entomopathogenic fungi isolates from Pasir Kulon Village, Karanglewas Subdistrict, Banyumas Regency were Fusarium spp fungi (isolates B1, B2, B3, B4) and Beauveria sp which were able to cause WBC death at a concentration of 107 spores / ml spore density respectively 53,33; 46.67; 63,33; 60.00 and 50.00 percent. | |
| 19529 | 25674 | D1A015052 | Analisis Pendapatan dan Tingkat Kepuasan Peternak Plasma pada Tiga Model Kemitraan ayam Broiler di Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan tingkat kepuasan peternak plasma pada tiga model kemitraan ayam broiler di Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap. Sasaran penelitian adalah peternak dan usaha ayam broiler. Jumlah responden sebanyak 45 peternak dan 3 keyinforman. Penelitian dilakukan dengan survey, metode pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling berdasarkan model kemitraan. Variabel yang diamati adalah karakteristik setiap model kemitraan meliputi kemitraan sistem harga kontrak, kemitraan sistem harga kontrak tabungan 15% dan kemitraan sistem maklun. Selain itu dilihat juga pendapatan peternak dan kepuasan peternak plasma terhadap pelayanan inti kemitraan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan paling besar hingga terendah berturut-turut yakni kemitraan sistem harga kontrak sebesar Rp 1.127,00/ekor ayam, kemitraan sistem maklun sebesar Rp -969,00/ekor ayam dan kemitraan sistem harga kontrak tabungan 15% sebesar Rp-3.443,00/ekor ayam. Berdasarkan hasil anova, terdapat perbedaan pendapatan peternak yang sangat signifikan pada ketiga model kemitraan ayam broiler. Nilai tingkat kepuasan peternak terhadap pelayanan mitra berturut-turut sebagai berikut kemitraan sistem harga kontrak tabungan 15% sebesar 72,13%, kemitraan sistem harga kontrak 71,81% dan kemitraan sistem maklun 70,47%. Berdasarkan hasil analisis tingkat kepuasan nilai X2 hitung (11,9) lebih besar daripada X2 Tabel (0,05) yaitu 9,5, terdapat perbedaan sinifikan tingkat kepuasan dari ketiga model kemitraan tersebut. | The research aims to determine the income and satisfaction rate of plasma breeders on three partnership models of broiler chickens in Dayeuhluhur district of Cilacap Regency. Target research is the business and farmers broiler chickens. Number of respondents as many as 45 farmers and 3 keyinformants. Research is done by survey, the method used is stratified random sampling. The variable observed in the study was the characteristics of each partnership model including the partnership of Contract price System, the partnership of the 15% savings contract pricing system and the partnership of makloon system, breeder income, and the satisfaction of plasma breeders to the core services of partnerships. The results showed that the greatest income was the partnership of the system contract price of Rp 1.127, 00/Chicken tail, the partnership of Maklun system of Rp-969,00/chicken tails and income partnership System of 15% savings contract price of Rp-3.443, 00/chicken tail. Based on Anova's results, the revenue difference of the three partnership models resulted in a level of significance (0.000) ≤ (0.050), which means there is a significant difference in Breeder's income on the three partnership models of broiler chickens. The biggest satisfaction rate value is the partnership of 15% savings contract price of 72.13%, partnership system contract price of 71.81% and the partnership of Maklun system 70.47%, which signifies that the breeder is satisfied with the service provided by the company Core. Based on the results of the analysis of the satisfaction rate of X2 count (11.9) is greater than X2 table (0.05) which is 9.5, meaning there is a discrepancy in the level of satisfaction of all three models of the partnership. | |
| 19530 | 28539 | E1A116002 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENERAPAN PASAL 18 UNDANG – UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN MENGENAI PENCANTUMAN KLAUSULA EKSONERASI DALAM KONTRAK ELEKTRONIK | Perlindungan terhadap konsumen semakin terasa penting, mengingat laju ilmu pengetahuan dan teknologi yang membuat semakin kompleks hubungan sosial manusia yang termasuk pula hubungan jual-beli. Teknologi yang semakin canggih melahirkan cara baru untuk manusia dalam melakukan perikatan, melalui kontrak elektronik. Penggunaan kontrak elektronik menimbulkan beberapa permasalahan, yang salah satunya merupakan pencantuman klausula eksonerasi yang tentunya merugikan konsumen. Skripsi ini membahas mengenai penerapan Pasal 18 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan konsumen mengenai pencantuman klausula eksonerasi dalam kontrak elektronik. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Metode pengumpulan data yakni berdasarkan studi kepustakaan berupa inventarisasi peraturan perundang-undangan, dan literatur-literatur, yang disajikan dalam bentuk uraian sistematis dengan metode analisis normatif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrak elektronik dalam penelitian ini tidak menerapkan ketentuan Pasal 18 Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 karena telah mencantumkan klausula eksonerasi dalam kontrak elektroniknya dimana hal ini dilarang dalam ketentuan Pasal 18 UUPK. | Consumer protection feels a lot crucial, concerning the progressing speed of science and technology that creates a more complex social relationship that includes commerce. The always advancing technology birth a new way for mankind to create relation, through electronic contract. The usage of electronic contract creates some problems of itself, one of them is the inclusion of exoneration clause that harm consumers. This essay will discuss the application of Article 18 Regulation number 8 year 1999 about consumer protection regarding the inclusion of exoneration clause within electronic contract The research method used is normative juridical with descriptive research specifications. The data used are secondary data consisting of primary, secondary and tertiary legal material. The method of data collection is based on the study of literature in the form of an inventory of legislation, literature, and court decisions that are presented in the form of a systematic description with normative-qualitative analysis methods. The results showed that the contracts in this essay does not apply the provision of Article 18 Regulation number 8 year 1999 for including some exoneration clause within their electronic contract, which is forbidden by the provision of Article 18. | |
| 19531 | 26265 | L1B015057 | SUPLEMENTASI Spirulina platensis PADA PAKAN TERHADAP DIFFERENSIAL LEUKOSIT DAN TITER ANTIBODI IKAN NILA GIFT (Oreochromis niloticus) | Spirulina platensis merupakan salah satu bahan imunostimulan yang mengandung fikosianin dan polisakarida yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh ikan dengan memperbaiki fungsi imunitas seluler dan humoral. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan Spirulina platensis pada pakan terhadap differensial leukosit dan titer antibodi ikan nila gift (Oreochromis niloticus). Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan desain rancangan acak lengkap (RAL) yang mempunyai 4 perlakuan dan 5 ulangan (individu). Perlakuan dalam penelitian ini adalah pemberian pakan pelet komersial tanpa Spirulina platensis (kontrol), 2 g/kg pakan, 4 g/kg, dan 6 g/kg pakan. Data persentase differensial leukosit dianalisis secara deskripstif dan data titer antibodi dianalisis secara nonparametrik (Kruskal-Wallis). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa differensial leukosit memiliki nilai yang bervariasi pada setiap perlakuan. Persentase sel limfosit lebih tinggi diperoleh pada suplementasi Spirulina platensis 2g/kg pakan yaitu 85,7%, dan sel monosit serta sel polimorfonuklear diperoleh pada suplementasi Spirulina platensis 4g/kg yaitu 12,5% dan 25%. Sedangkan, titer antibodi yang dianalisis non parametrik menghasilkan nilai yang berbeda nyata antar perlakuan P>0,05. Hasil nilai titer antibodi yang dihasilkan berkisar antara 0.693 ± 0.49 sampai 1.733 ± 0.58. Kata kunci : Differensial leukosit, Ikan nila gift, Imunostimulan, Spirulina platensis, Titer antibodi | Spirulina platensis could be used as immunostimulant that contains phycocyanin and polysaccharides that can increase the immune system of fish by improving cellular and humoral immune function. The purpose of this study was to determine the effect of the addition of Spirulina platensis in feed on the differential leukocytes and antibody titer of tilapia (Oreochromis niloticus). An experimental method was used with a completely randomized design (CRD) which has 4 treatments and 5 replications (individuals). The treatment in this study was the provision of commercial pellet feed without Spirulina platensis (control), 2 g / kg of feed, 4 g / kg, and 6 g / kg of feed. Leukocyte differential percentage data was analyzed descriptively and antibody titer data was analyzed using nonparametric assay (Kruskal-Wallis). Descriptive analysis results showed that the differential leukocytes have varying values in each treatment. The higher percentage of lymphocyte cells was obtained at supplementation of Spirulina platensis 2g / kg of feed that was 85.7%, and monocyte cells and polymorphonuclear cells were obtained at Spirulina platensis 4g / kg supplementation at 12.5% and 25%. Meanwhile, the antibody titer analyzed non parametric produced a significantly different value between treatments P> 0.05. The resulting antibody titer values ranged from 0.693 ± 0.49 to 1.733 ± 0.58. Keywords: Differential leukocytes, Tilapia gift, Immunostimulant, Spirulina platensis, antibody titer | |
| 19532 | 22715 | D1E014117 | SUPLEMENTASI AMPAS TEH FERMENTASI DALAM PAKAN TERHADAP KONSUMSI BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK PADA PUYUH JANTAN | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan ampas teh dengan berbagai bentuk yang difermentasi EM4 terhadap konsumsi bahan kering dan bahan organik pada puyuh jantan. Materi yang digunakan yaitu 100 ekor puyuh jantan umur 4 minggu. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen pola in vivo dan menggunakan model matematik Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari R0 = pakan basal sebagai pakan kontrol; R1 = pakan basal + ampas teh bentuk serbuk fermentasi sebanyak 2%; R2 = pakan basal + ampas teh bentuk butrian fermentasi sebanyak 2%; R3 = pakan basal + ampas teh bentuk daun fermentasi sebanyak 2%. Peubah yang diamati adalah konsumsi bahan kering dan bahan organik. Rataan konsumsi bahan kering perlakuan R0 sebesar 14,60 gram/ekor/hari; R1 sebesar 14,24 gram/ekor/hari; R2 sebesar 14,60 gram/ekor/hari; dan R3 sebesar 14,26 gram/ekor/hari (P> 0.05). Rataan konsumsi bahan organik perlakuan perlakuan R0 (pakan basal) sebesar 12,55 gram/ekor/hari; R1 (pakan basal + 2% ampas teh fermentasi bentuk serbuk) sebesar 12,23 gram/ekor/hari; R2 (pakan basal + 2% ampas teh fermentasi bentuk butiran) sebesar 12,54 gram/ekor/hari; dan R3 (pakan basal + 2% ampas teh fermentasi bentuk daun) sebesar 12,25 gram/ekor/hari (P> 0.05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah suplementasi ampas teh berbagai bentuk yang difermentasi EM4 pada pakan puyuh jantan belum meningkatkan konsumsi bahan kering dan bahan organik. | ABSTRACT This study aims was to evaluate the effect of using various forms of tea waste fermented by EM4 on the on dry matter and oraganic matter intake in male quails. The material used were 100 male quails aged 4 weeks. The experiment was conducted by using in vivo experiment method and using Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatment and 5 repetitions. The treatment were consisted of R0 = quail feed as control feed; R1 = quail feed + fermented tea waste powders as much as 2%; R2 = quail feed + fermented tea waste granules as much as 2%; R3 = quail feed + fermented tea waste leafs as much as 2%. Variables were observed dry matter intake and organic matter intake. The average values of dry matter intake from R0 was 14,60 gram/head/day; R1 was 14,24 gram/head/day; R2 was 14,60 gram/head/day; and R3 was 14,26 gram/head/day (P>0,05). The average values of organic matter intake from R0 was 12,55 gram/head/day; R1 was 12,23 gram/head/day; R2 was 12,54 gram/head/day; and R3 was 12,25 gram/head/day (P>0,05). The conclusion of this research was the supplementation of the various forms of tea waste fermented by EM4 on the male quail feed had not increased dry matter intake and organic matter intake yet. | |
| 19533 | 22716 | D1E011090 | KADAR NDF DAN ADF KULIT KOPI YANG DIFERMENTASI MENGGUNAKAN Trichoderma viridae dan Saccharomyces cerevisiae | Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh Trichoderma viridae dan Saccharomyces cerevisiae dalam fermentasi kulit kopi terhadap kadar NDF dan ADF. Materi yang digunakan adalah kulit kopi, isolat Trichoderma viridae dan Saccharomyces cerevisiae. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan terdiri atas R0 = kulit kopi tanpa fermentasi (0%), R1 = kulit kopi difermentasi dengan inokulum Trichoderma viridae 4% (tahap I) dan Saccharomyces cerevisiae 4% (tahap II), R2 = kulit kopi difermentasi dengan inokulum Trichoderma viridae 8% (tahap I) dan Saccharomyces cerevisiae 8% (tahap II), R3 = kulit kopi difermentasi dengan inokulum Trichoderma viridae 12% (tahap I) dan Saccharomyces cerevisiae 12% (tahap II). Variabel yang diukur yaitu kadar NDF (Neutral Detergent Fiber) dan kadar ADF (Acid Detergent Fiber). Data dianalisis menggunakan analisis variansi (ANAVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan fermentasi menggunakan Trichoderma viridae dan Saccharomyces cerevisiae berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap penurunan kadar NDF dan ADF kulit kopi. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan inokulum Trichoderma viridae dan Saccharomyces cerevisisae hingga taraf 12% pada fermentasi kulit kopi menunjukkan kadar Neutral Detergent Fiber (NDF) dan Acid Detergent Fiber (ADF) yang relatif sama. | The research aimed to review the effect of Trichoderma viridae and Saccharomyces cerevisiae in fermentation of coffee husk on NDF and ADF contents. The material which used in this research were coffee husk, inoculum of Trichoderma viridae and Saccharomyces cerevisiae. This research used experimental method by using Completely Randomized Design with 4 treatments and 5 replications. The treatments were given R0 = coffee husk without fermentation (0%), R1 = coffee husk fermented with 4% of Trichoderma viridae inoculum (stage I) and 4% Saccharomyces cerevisiae inoculum (stage II). R2 = coffee husk fermented with 8% of Trichoderma viridae inoculum (stage I) and 8% Saccharomyces cerevisiae inoculum (stage II). R3 = coffee husk fermented with 12% of Trichoderma viridae inoculum (stage I) and 12% Saccharomyces cerevisiae inoculum (stage II). The variable measured NDF and ADF contents. The data were analyzed by analysis of variance. The result of research showed that the addition of Trichoderma viridae and Saccharomyces cerevisiae inoculum non significantly affected (P>0,05) on the decrease of NDF and ADF contents of coffee husk. Therefore it can be concluded that the utilization level of Trichoderma viridae and Saccharomyces cerevisiae up to 12% showed relatively similar contents of Neutral Detergent Fiber (NDF) and Acid Detergent Fiber (ADF). | |
| 19534 | 22718 | E1A014187 | PERMOHONAN KASASI YANG DIKABULKAN (Studi Terhadap Putusan Nomor 120K/Pdt/2016) | Putusan PN Jakbar atas gugatan perkara PMH nomor register 590/Pdt.G/2013/PN.Jkt.Bar antara H. Sakum Saepudin sebagai Penggugat dan Direksi PT. Satwika Permai Indah (PT. SPI) sebagai Tergugat I serta PEMPROV DKI dan Kepala BPN RI sebagai Tergugat II dan III yang isinya mengabulkan gugatan untuk sebahagian menyebabkan PT. SPI mengajukan banding ke PT Jakarta. Berdasarkan hasil putusan banding No. 282/Pdt/2015/PT.DKI yang hanya menguatkan putusan PN Jakbar tersebut, MA dalam putusan No. 120K/Pdt/2016 mengabulkan Permohonan Kasasi yang diajukan oleh PT. SPI. Penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengambil judul skripsi “PERMOHONAN KASASI YANG DIKABULKAN (Studi Terhadap Putusan Nomor 120K/Pdt/2016)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum Hakim MA dalam mengabulkan Permohonan Kasasi perkara putusan No. 120K/Pdt/2016 serta bagaimana akibat hukum yang ditimbulkan bagi para pihak dengan menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Hasil penelitian yang diperoleh terdiri dari: (1) Hakim MA mengabulkan Permohonan Kasasi dari Pemohon Kasasi dengan pertimbangan salah satu alasan kasasi yang diajukan dapat diterima yaitu kurangnya pihak dalam gugatan; (2) Akibat hukum dari dikabulkannya Permohonan Kasasi adalah Hakim MA mengadili sendiri dengan membatalkan putusan PT Jakarta No. 282/Pdt/2015/PT.DKI yang menguatkan Putusan PN Jakbar No. 590/Pdt.G/2013/PN.Jkt.Bar dan menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima. Penggugat dapat mengajukan gugatan baru dengan menarik pihak yang seharusnya dimasukan dalam gugatan atau dengan melakukan upaya hukum Peninjauan Kembali. | The verdict of The West Jakarta District Court on lawsuit case ‘unlawful act’ register number 590/Pdt.G/2013/PN.Jkt.Bar between H. Sakum Saepudin as a Plaintiff and The Director of PT. Satwika Permai Indah as a Defendant I with The Principal Provicial Government of DKI Jakarta and The Chief of BPN RI as the Defendant II & III which granted the Plaintiff’s claim for several parts had led PT. SPI appealed to The High Court of Jakarta. Based on the result of the appeal verdict number 282/Pdt/2015/PT.DKI which just reinforced the verdict of The West Jakarta District Court, The Supreme Court granted the request of cassation which was requested by PT. SPI in the verdict number 120K/Pdt/2016. The author is interested in doing research by taking a thesis title “THE GRANTED REQUEST OF CASSATION (Study Toward Verdict Number 120K/Pdt/2016)”. This study aims to determine the legal consideration of The Supreme Court’s Judge in granted the request of cassation on verdict case number 120K/Pdt/2016 and the legal consequences which are inflict for the parties using normative juridical approach method. The results of study obtained consist of: (1) The Supreme Court’s Judge granted the request of cassation from the appellant with consideration that one of the reasons for the cassation was acceptable which is lack of parties in the lawsuit; (2) The legal consequences of the granted request of cassation are that The Supreme Court’s Judge judged itself by revoking the verdict of The High Court of Jakarta number 282/Pdt/2015/PT.DKI which just reinforced the verdict of The West Jakarta District Court number 590/Pdt.G/2013/PN.Jkt.Bar and stated the Plaintiff’s claim can not be accepted. The Plaintiff can file a new lawsuit by including the party that should be included in the lawsuit or by filing a judicial review effort. | |
| 19535 | 25675 | B1A015120 | INDUKSI PERAKARAN TALAS SATOIMO (Colocasia esculenta (L.) Schott var. antiquorum) DENGAN JENIS DAN KONSENTRASI AUKSIN YANG BERBEDA SECARA IN VITRO | Satoimo (Colocasia esculenta (L.) Schott var. antiquorum) adalah salah satu jenis talas yang biasa disebut talas Jepang. Jepang merupakan negara konsumen satoimo terbesar di dunia, yang menggunakannya sebagai makanan pokok selain beras. Pengembangan bibit satoimo dengan jumlah yang banyak dapat dilakukan secara in vitro. Salah satu tahapan penting dalam kultur in vitro adalah pembentukan sistem perakaran yang baik. Tanaman utuh (plantlet) dengan sistem perakaran yang baik akan meningkatkan keberhasilan aklimatisasi dari kondisi in vitro ke lingkungan in vivo. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari pengaruh jenis dan konsentrasi auksin, serta menentukan jenis dan konsentrasi auksin terbaik pada perakaran talas satoimo dalam kultur in vitro. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan rancangan petak terpisah (split-plot design). Sebagai petak utama adalah jenis auksin (A) yang meliputi IAA, IBA dan NAA. Sebagai anak petak adalah konsentrasi auksin (K) yang digunakan dan terdiri atas 4 taraf yaitu 0; 3; 6; dan 9 µM. Setiap kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Variabel yang diamati adalah perakaran satoimo dengan parameter yang diukur meliputi waktu kemunculan akar, panjang akar, jumlah akar, jumlah tunas, dan jumlah daun. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis of variance (ANOVA) dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil analisis yang menunjukkan pengaruh perlakuan yang nyata, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan IAA dengan konsentrasi 3 µM menghasilkan pengaruh terbaik untuk perakaran talas satoimo. | Satoimo (Colocasia esculenta (L.) Schott var. antiquorum) is one type of taro commonly called Japanese taro. Japan is the largest satoimo consumer country in the world, which uses it as a staple food other than rice. The development of large quantities of satoimo seedlings can be carried out in vitro. One of the most important step in in vitro culture is the formation of a good rooting system. A well-rooted plantlet will increase the success of its acclimatisation from in vitro conditions to in vivo environment. This study has been conducted with a view to study the effect of kind and concentration of auxin, as well as to determine best the kind and concentration of auxin on satoimo taro rooting in in vitro culture. This research has been carried out experimentally in a split-plot design. The Main plots were the kind of auxin (A) which include IAA, IBA and NAA. The sub-plots were auxin concentrations (K) consisted 4 levels: 0; 3; 6; and 9 µM. Each treatment combinations were repeated three times. The variables observed were satoimo rooting with the parameters measured: root emergence time, number of roots, number of shoots, and number of leaves. The data obtained were analysed using an analysis of variance (ANOVA) with an error level of 5%. The analysis result which showed significant effect was subsequently analysed using Least Significant Difference (LSD) test at 95% level of confidence. The results showed that the use of IAA at a concentration of 3 µM produced the best rooting of satoimo taro. | |
| 19536 | 28540 | F1D015021 | RELASI AKTOR DALAM PROGRAM BUDIDAYA TANAMAN KELENGKENG DI DESA KALIBAGOR PADA TAHUN 2013 | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan aktor dalam program pengelolaan budidaya tanaman kelengkeng di Desa Kalibagor pada tahun 2013 dan mengetahui dan mendeskripsikan relasi aktor dalam proses budidaya tanaman kelengkeng di desa Kalibagor pada tahun 2013. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dalam bingkai perspektif konstruktivisme dan paradigma non positivisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa Penelitian ini berjudul “Relasi Aktor dalam Program Budidaya Tanaman Kelengkeng di Desa Kalibagor pada Tahun 2013”. Penelitian ini mendeskripsikan tentang siapa sajakah aktor dalam relasi kuasa pada program budidaya tanaman kelengkeng di Desa Kalibagor pada tahun 2013, khususnya bagaimana keterkaitan para aktor untuk program budidaya tanaman kelengkeng di Desa Kalibagor tahun 2013 yang dinilai sudah berjalan cukup baik dengan hasil yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Penelitian ini berfokus pada siapa sajakah aktor dalam relasi kuasa pada program budidaya tanaman kelengkeng di Desa Kalibagor pada tahun 2013 serta bagaimana peran pemerintah desa dan kelompok intermediary dalam proses budidaya tanaman kelengkeng tersebut. Sasaran yang dituju dalam penelitian ini adalah Kepala Desa Kalibagor, Pemerintah Desa Kalibagor, Yayasan Obor Tani, Bumdes, BPD, Kelompok Tani Suka Maju III, Petani Kelengkeng dan Masyarakat Desa Kalibagor. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan pengambilan data menggunakan wawancara mendalam serta dokumentasi, kemudian divalidasi dengan metode triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa program budidaya tanaman kelengkeng merupakan proses yang cukup panjang yang dilakukan Kepala Desa Kalibagor bersama Yayasan Obor Tani maupun stakeholders lainnya mengenai apa saja yang perlu dipersiapkan dalam proses ini. Pola relasi yang terjalin ini merupakan hubungan yang bersifat mutualisme dimana kemitraan yang dilakukan selama 3,5 tahun memberikan dampak peningkatan penghasilan melalui budi daya kelengkeng itoh, pembangunan waduk mini dan pembangunan wisma pelatihan. Sedangkan bagi Yayasan Obor Tani sendiri, pemberdayaan di Desa Kalibagor dapat meningkatkan nilai tambah Yayasan atas pertanggungjawabannya kepada pihak donatur yaitu PT Pertamina sehingga untuk ke depan Yayasan Obor Tani bisa menjalin kemitraan dengan perusahaan-perusahaan besar melalui program CSR. Keberhasilan dalam memproduksi buah kelengkeng Itoh yang berkualitas ini juga membantu toko buah disekitaran Kalibagor untuk mendapatkan persediaan buah berkualitas unggul tanpa harus impor. Bagi pemerintah desa, program pemberdayaan ini memiliki manfaat yaitu membantu dalam menyediakan lapangan pekerjaan baru sebagai upaya pengentasan kemiskinan. Usulan dari penelitian ini adalah agar model kemitraan dalam pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh Yayasan Obor Tani dapat diterapkan untuk mengentaskan kemiskinan di desa-desa yang ada di Indonesia. | This study is entitled "The Actors Relationship in the Longan Plant Cultivation Program in Kalibagor Village in 2013". This study describes who are the actors in power relations in the longan plant cultivation program in Kalibagor Village in 2013, specifically how the actors are related to the longan plant cultivation program in Kalibagor Village in 2013 which was considered to be going well enough with results that could be felt by the community . This study uses qualitative research methods with a case study approach. Data analysis uses the interactive model of Miles and Huberman. This research focuses on who are the actors in power relations in the longan plant cultivation program in Kalibagor Village in 2013 and how the role of the village government and intermediary groups in the process of cultivating the longan plant. The target in this study are the Head of Kalibagor Village, Kalibagor Village Government, Obor Tani Foundation, Bumdes, BPD, Suka Maju III Farmer Group, Kelengkeng Farmers and Kalibagor Village Community. The selection of informants using purposive sampling and data collection using in-depth interviews and documentation, then validated by the data triangulation method. The results of this study indicate that the longan plant cultivation program is a fairly long process carried out by the Head of Kalibagor Village with the Obor Tani Foundation and other stakeholders regarding what needs to be prepared in this process. This relationship pattern is a mutualism relationship in which the partnership carried out for 3.5 years has an impact on increasing income through the longengkeng cultivation, construction of mini reservoirs and construction of training centers. As for the Obor Tani Foundation itself, empowerment in Kalibagor Village can increase the Foundation's added value for its accountability to donors namely PT Pertamina so that in the future the Obor Tani Foundation can establish partnerships with large companies through CSR programs. The success in producing quality Itoh longan fruit has also helped fruit shops around Kalibagor to get a supply of superior quality fruit without having to import. For the village government, this empowerment program has the benefit of helping in providing new jobs as an effort to reduce poverty. The proposal of this research is that the partnership model in community empowerment implemented by the Obor Tani Foundation can be applied to alleviate poverty in villages in Indonesia. | |
| 19537 | 22719 | F1K014015 | PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA DENGAN METODE ROLE PLAYING DALAM PEMBELAJARAN DRAMA PADA SISWA KELAS XI MIPA 3 SMAN 4 PURWOKERTO | Penilitian ini membahas tentang peningkatan keterampilan berbicara dengan metode bermain peran dalam pembelajaran drama pada siswa kelas XI MIPA 3 SMAN 4 Purwokerto.Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan berbicara dalam pembelajaran drama dan perubahan perilaku belajar siswa dalam sikap bekerja sama saat bermain drama pada siswa kelas XI MIPA 3 SMAN 4 Purwokerto. Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 3 SMAN Purwokerto tahun ajaran 2017/2018 berjumlah 39 siswa yang terdiri atas 16 siswa laki-laki dan 23 siswa perempuan. Sumber data yang digunakan adalah hasil pengamatan metode bermain peran dan dokumen resmi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan yaitu validitas demokratis dan validitas data. Teknik analisis data yang digunakan adalah ketuntasan individu, ketuntasan klasikal, dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa metode bermain peran dapat meningkatkan keterampilan berbicara dan perubahan perilaku belajar siswa dalam bekerja sama pembelajaran drama pada siswa kelas XI MIPA 3 SMAN 4 Purwokerto. peningkatan keterampilan berbicara dibuktikan dengan adanya peningkatan nilai rata-rata hasil tes awal sebelum tindakan (prasiklus) yaitu 74,8 dengan ketuntasan klasikal 33,3% dan skor rata-rata sikap bekerja sama prasiklus yaitu 3,21. Kemudian pada siklus I diperoleh hasil rata-rata nilai 76,6 dengan ketuntasan klasikal 69,23% dan skor rata-rata sikap bekerja sama 3,6 dengan presentase 72,8%. Hasil tes keterampilan berbicara dalam bermain peran siklus II jumlah siswa yang mencapai KKM adalah 84,61% dengan rata-rata nilai 83,8 dan skor rata-rata sikap bekerja sama siswa 4,2 dengan presentase 84,1%. | This study discusses about improvement of speaking skills with role playing method in drama learning on second grade students of science 3 class of SMAN 4 Purwokerto. This study aims to improve speaking skills in drama learning and students’ learning behavior change in their cooperative attitude when playing drama on second grade of science 3 class of SMAN 4 Purwokerto. This research was Classroom Action Research (CAR). The subjects in the study were students of second grade of science 3 class 3 of SMAN Purwokerto in the year 2017/2018 as many as 39 students consist of 16 male and 23 female. The data source used were the observation result of role playing method and official documents. Data collection techniques used were interview, observation, examination, and documentation. Data validity used were democratic validity and data validity. Data analysis techniques used were individual completeness, classical completeness, and observation. Based on the results of the study, it was concluded that the role playing method could improve speaking skills and students learning behavior change in their cooperative attitude when playing drama on second grade of science 3 class of SMAN 4 Purwokerto. The improvement in speaking skills was evidenced by increasing of average score of pre-action preliminary test result (pre-cycle) which was 74.8 with 33.3% of classical completeness and average score of the pre-cycle cooperation attitude was 3.21. Then in the cycle I was obtained average score results 76.6 with classical completeness 69.23% and the average score of cooperative attitude was 3.6 with 72.8% percentage. The results of the speaking skills test in playing role of cycle II by the number of students who reached the minimum criteria of mastery learning was 84.61% with an average score 83.8 and the average score of students’ cooperative attitude was 4.2 with 84.1% percentage | |
| 19538 | 22720 | C1C014071 | PENGARUH SIKAP, NORMA SUBJEKTIF DAN KONTROL PERILAKU TERHADAP MINAT IMPLEMENTASI PSAK 109 PADA ORGANISASI PENGELOLA ZAKAT DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sikap, norma subjektif dan kontrol perilaku terhadap minat implementasi PSAK 109 pada organisasi pengelola zakat di Kabupaten Banyumas. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh organisasi pengelola zakat yang terdaftar di BAZNAS Kabupaten Banyumas, dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling, sehingga didapat sampel yang berjumlah 35 organisasi pengelola zakat. Data yang didapat dianalisis dengan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Sikap berpengauh positif terhadap minat implementasi PSAK 109; (2) Norma subjektif tidak berpengaruh terhadap minat implementasi PSAK 109; (3) Kontrol perilaku berpengaruh positif terhadap minat implementasi PSAK 109 pada organisasi pengelola zakat di Kabupaten Banyumas. | This study aims to determine the effect of attitude, subjective norm and behavioral belief, to intention to apply PSAK 109 on zakat organization in Banyumas Regency.The population in this study are all zakat organization listed un BAZNAS in Banyumas Regency, sampling technique used purposive sampling, so this study get a sample of 35 zakat organizatio. Data analysis technique used in this research is multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that: (1) Attitude has a positive effect on the intention to apply PSAK 109; (2) subjective norm has not effect on the intention to apply PSAK 109; (3) behavioral control has a positive effect on the intention to apply PSAK 109 on zakat organization in Banyumas Regency. Keywords : Attitude, Subjective Norm, Behavioral Control, Intention, PSAK 109. | |
| 19539 | 22721 | B1J014129 | Hubungan antara Stok Karbon pada Tegakan Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) di PT. Perkebunan IX Krumput, Banyumas | Pemanasan global dipicu oleh peningkatan konsentrasi CO2 di atmosfer. Konsentrasi CO2 atmosfer dapat diturunkan melalui pengembangan tumbuh-tumbuhan. Tumbuhan menyerap gas CO2 dari atmosfer melalui proses fotosintesis, yang selanjutnya diubah menjadi karbohidrat, dan disebarkan ke seluruh tubuh tumbuhan, dan akhirnya ditimbun di dalam tubuhnya dalam bentuk biomassa sebagai stok karbon. Salah satu tumbuhan yang berpotensi untuk menyerap dan menstok karbon adalah karet. Jumlah stok karbon pada berbagai tumbuhan sangat tergantung pada tingkatan umur tegakan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah stok karbon pada berbagai umur pada tegakan karet dan mengetahui hubungan antara umur dengan stok karbon tegakan karet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stok karbon pada tegakan karet berkisar antara 10,74 sampai 46,22 ton.ha-1. Stok karbon terbesar terdapat pada tegakan karet umur 18 tahun dan yang terkecil adalah pada tegakan karet umur 3 tahun. Stok karbon tegakan karet memiliki hubungan logaritmik dengan umur tegakan. Semakin tua umur tegakan maka semakin besar stok karbonnya sampai umur 18 tahun. Stok karbon tegakan karet pada umur lebih dari 18 tahun tidak terjadi kenaikan. | Global warming is triggered by the increment of CO2 concentration in atmosphere. This CO2 concentration could be reduced by increasing the amount of plantations. Plantations consume CO2 from the atmosphere by photosynthesis process, producing carbohydrate then spread to all of the body part of each plant, then saved as biomass-carbon formed. Rubber is a kind of plant that has the potential in both abosorbing and saving as carbon-formed. The quantity of each plant depends on the age of each individual tree. Furthermore, this research is done to know the carbon quantity of each individual rubber tree’s age and also the relation between the age and carbon-formed of the rubber tree. The results showed that carbon stocks in rubber stands ranged from 10.74 to 46.22 tons.ha-1. The largest carbon stock is found in 18 years rubber stands and the smallest is in 3 years rubber stands. Carbon stock of rubber stands has a logarithmic relationship with stand age. The older age of the stand then the greater the carbon stock until the age of 18 years. The stock of rubber standing rubber over the age of 18 years does not increase. | |
| 19540 | 22722 | A1C014018 | Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Di Perusahaan Sale Pisang Goreng Suka Senang Kabupaten Ciamis Jawa Barat | Perusahaan Sale Pisang Goreng Suka Senang merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi sale pisang goreng di Kabupaten Ciamis yang belum melakukan pembelian bahan baku secara ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui jumlah pemesanan bahan baku pisang yang ekonomis yang seharusnya dilakukan oleh Perusahaan Sale Pisang Suka Senang, (2) menetapkan frekuensi pembelian bahan baku pisang oleh Perusahaan Sale Pisang Suka Senang, (3) menetapkan jumlah persediaan pengaman (safety stock) pisang yang seharusnya dilakukan oleh Perusahaan Suka Senang. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Februari 2018. Data yang digunakan adalah data sekunder tahun 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis pengendalian persediaan bahan baku dengan metode Economic Order Quantity, Reorder Point, Safety Stock dan Total Inventory Cost. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kuantitas pembelian bahan baku setiap periode yang ekonomis yaitu 614,95 kilogram, frekuensi pembelian bahan baku ekonomis sebanyak 83 kali dalam satu tahun, dan safety stock sebesar 323,06 kilogram. Apabila perusahaan menggunakan perhitungan EOQ, perusahaan dapat menghemat biaya persediaan bahan baku sebesar Rp4.272.584. | Suka senang fried-dried bananas company is a company that produce fried-dried bananas in Ciamis Regency that has not bought raw material economically. The objective of this study are (1) Knowing quantity of ordering raw material economically that should be done by suka senang fried-dried banana company, (2) determining frequency of raw materials buying by suka senang fried dried bananas, (3) determining quantity safety stock of bananas that should be done by suka senang company. The data retrival was carried out from January to February 2018. Data used secondary data year 2017. This study used case study methode. The analyses methode used Reorder Point, Safety Stock, and Total Inventory Cost. The results of this study were the average quantity of economically raw material buying every period is 614,95 kilogram, the frequences of economically raw material buying is 83 times in a year, and safety stock is 323,06 kilogram. If company used EOQ methode, the company could save cost of raw materials stock Rp4.272.584. |